Anda di halaman 1dari 2

Bagaimana proses terbentuknya endapan mangan, kaolin dan marmer?

Mangan Mangan termasuk unsur terbesar yang terkandungdalam kerak bumi. Bijih mangan utama adalah pirolusit dan psilomelan, yang mempunyai komposisi oksida dan terbentuk dalam cebakan sedimenter dan residu. Mangan mempunyai warna abu-abu besi dengan kilap metalik sampai submetalik, kekerasan 2 Mangan berkomposisi oksida lainnya namun berperan bukan sebagai mineral utama dalam cebakan bijih adalah bauxit, manganit, hausmanit,dan lithiofori, sedangkan yang berkomposisi karbonat adalah rhodokrosit, serta rhodonit yang berkomposisi silika. Cebakan mangan dapat terjadi dalam beberapa tipe,seperti cebakan hidrotermal, cebakan sedimenter, cebakanyang berasosiasi dengan aliran lava bawah laut, cebakan metamorfosa, cebakan laterit dan akumulasi residu. Sekitar 90% mangan dunia digunakan untuk tujuan metalurgi, yaitu untuk proses produksi besi-baja,sedangkan penggunaan mangan untuk tujuan non-metalurgi antara lain untuk produksi baterai kering,keramik dan gelas, kimia, dan lain-lain.

Kaolin

Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan besi yang rendah, dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan. Kaolin mempunyai komposisi hidrous alumunium silikat (2H2O.Al2O3.2SiO2), dengan disertai mineral penyerta. Proses pembentukan kaolin (kaolinisasi) dapat terjadi melalui proses pelapukan dan proses hidrotermal alterasi pada batuan beku felspartik. Endapan kaolin ada dua macam, yaitu: endapan residual dan sedimentasi. Mineral yang termasuk dalam kelompok kaolin adalah kaolinit, nakrit, dikrit, dan halloysit (Al2(OH)4SiO5.2H2O), yang mempunyai kandungan air lebih besar dan umumnya membentuk endapan tersendiri. Sifat-sifat mineral kaolin antara lain, yaitu: kekerasan 2 2,5, berat jenis 2,6 2,63, plastis, mempunyai daya hantar panas dan listrik yang rendah, serta pH bervariasi.

Marmer

Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasilproses metamorfosa atau malihan dari batu gamping.Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gayaendogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuantersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi.Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuktekstur baru dan keteraturan butir. Marmer Indonesiadiperkirakan berumur sekitar 3060 juta tahun atauberumur Kuarter hingga Tersier.Penggunaan marmer atau batu pualam tersebut biasadikategorikan kepada dua penampilan yaitu tipe ordinariodan tipe staturio. Tipe ordinario biasanya digunakan untukpembuatan tempat mandi, meja-meja, dinding dansebagainya, sedangka tipe staturio sering dipakai untukseni pahat dan patung.Proses penambangan marmer dilakukan secarasederhana dengan peralatan sederhana seperti gergaji.