Anda di halaman 1dari 28

TUGAS PELAPORAN DAN AKUNTANSI KEUANGAN ASET / AKTIVA

Disusun oleh : Agatha Aprinda Kristi Ayuardhini Puspita Adjie Emilio Feryawan Debby Farihun Najib Meylinda Putri Irawati

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

ASET / AKTIVA
A. PENGERTIAN Aset / Aktiva yaitu setiap item nilai ekonomi yang dimiliki oleh seorang individu atau perusahaan, terutama yang dapat dikonversi menjadi kas. Contohnya adalah uang tunai, surat berharga, piutang, persediaan, kantor peralatan, real estate, mobil, dan lainnya properti. FASB mendefinisi aset dalam rerangka konseptualnya sebagai berikut (SFAC prg "#$% Assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a perticular entity as a result of past transactions or events. (Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang &ukup pasti atau diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu.$ 'engan makna yang sama, (ASC mendefinisi aset sebagai berikut% An assets is resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected to flow to the enterprise. (Aset adalah suatu sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai hasil kejadian masa lalu yang mana manfaat ekonomis masa depan diharapakan didapatkan oleh perusahaan.$ 'alam Statement of Accounting Concepts No. 4, Australian Accounting Standard Board (AASB$ mendefinisi aset sebagai berikut% Assets are service potential or future economic benefits controlled by the reporting entity as a result of past transaction or other past events. (Aset adalah potensial jasa atau manfaat ekonomis yang dikendalikan oleh pelaporan entitas sebagai hasil transaksi masa lalu atau kejadian masa lalu lainnya.$ 'efinisi FASB dan AASB &ukup dibanding definisi yang lain luas karena aset dinilai mempunyai sifat sebagai manfaat ekonomik (e&onomi& benefits$ dan bukan o !,

sebagai sumber ekonomik (resour&es$ karena manfaat ekonomik tidak membatasi bentuk atau jenis sumber ekonomik yang dapat dimasukkan sebagai aset. )anfaat ekonomi masa depan yang ter*ujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. +otensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari akt ivitas operasional perusahaan. )ungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. +erusahaan biasanya menggunakan aktiva untuk memproduksi barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan dan keperluan pelanggan, berhubung barang atau jasa ini dapat memuaskan kebutuhan dan keperluan ini, pelanggan bersedia membayar -as sehingga sendiri memberikan jasa sumbangan kepada kepada arus kas perusahaan. memberikan perusahaan karena

kekuasaannya terhadap sumber daya yang lain. )anfaat ekonomi masa depan yang ter*ujud dalam aktiva dapat mengalir ke dalam perusahaan dengan beberapa &ara. )isalnya, aktiva dapat% digunakan baik sendiri maupun bersama aktiva lain dalam produksi barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan, dipertukarkan dengan aktiva lain, digunakan untuk menyelesaikan ke*ajiban, atau dibagikan kepada para pemilik perusahaan. Banyak aktiva, misalnya, aktiva tetap memiliki bentuk fisik. amun demikian,

bentuk fisik tersebut tidak esensial untuk menentukan eksistensi aktiva, karena itu, paten dan hak &ipta, misalnya, merupakan aktiva kalau manfaat ekonomi yang diperoleh perusahaan di masa depan dan kalau masing. masing aktiva tersebut dikuasai perusahaan. Banyak aktiva, misalnya, piutang dan properti, dihubungkan dengan hak menurut hukum, termasuk hak milik. 'alam menentukan eksistensi aktiva, hak milik tidak esensial, jadi, misalnya, properti yang diperoleh melalui se*a guna usaha adalah aktiva jika perusahaan mengendalikan manfaat yang diharapkan dari properti tersebut. )eskipun kemampuan perusahaan untuk mengendalikan manfaat biasanya berasal dari hak menurut hukum suatu barang atau jasa dapat memenuhi definisi aktiva meskipun tidak dikuasai berdasarkan hukum. )isalnya, pengetahuan

yang diperoleh melalui aktivitas pengembangan dapat memenuhi definisi aktiva jika, dengan merahasiakan pengetahuan tersebut, perusahaan menikmati manfaat yang diharapkan dari pengetahuan tersebut. Aktiva perusahaan berasal dari transaksi atau peristi*a lain yang terjadi di masa lalu. +erusahaan biasanya memperoleh aktiva melalui pembelian atau produksi sendiri, tetapi transaksi atau peristi*a lain juga dapat menghasilkan aktiva, misalnya properti yang diterima perusahaan dari pemerintah sebagai bagian dari program untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dalam suatu *ilayah. /ransaksi atau peristi*a yang diharapkan terjadi di masa depan tidak dengan sendirinya memun&ulkan aktiva, oleh karena itu, misalnya, maksud untuk membeli persediaan tidak dengan sendirinya memenuhi definisi aktiva. Ada hubungan erat antara terjadinya pengeluaran dan timbulnya aktiva, tetapi kedua peristi*a ini tidak perlu harus terjadi bersamaan. 0leh karena itu, kalau perusahaan melakukan pengeluaran, peristi*a ini memberikan bukti bah*a perusahaan tersebut mengejar manfaat ekonomi tetapi belum merupakan bukti konklusif bah*a suatu barang atau jasa yang memenuhi definisi aktiva telah diperoleh. Sama halnya dengan tidak adanya pengeluaran yang bersangkutan tidak menge&ualikan suatu barang atau jasa memenuhi definisi aktiva dan dengan demikian terdapat kemungkinan untuk diakui pen&antumannya dalam nera&a, misalnya, barang atau jasa yang telah didonasikan kepada perusahaan memenuhi definisi aktiva. Berdasar uraian diatas, pada dasarnya dapat disimpulkan bah*a terdapat tiga karakteristik utama yang harus dipenuhi agar suatu objek atau pos dapat disebut aset, yaitu% 1. )anfaat ekonomik yang datang &ukup pasti 2ntuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek harus mengandung manfaat ekonomik di masa datang yang &ukup pasti. 2ang atau kas mempunyai manfaat atau potensi jasa karena daya belinya atau daya tukarnya. Sumber selain kas mempunyai manfaat ekonomik karena dapat ditukarkan dengan kas, barang, atau jasa, karena dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa, atau karena dapat digunakan untuk melunasi ke*ajiban. ". 'ikuasai atau dikendalikan entitas

2ntuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek atau pos tidak harus dimiliki oleh entitas tetapi &ukup dikuasai oleh entitas. 0leh, karena itu, konsep penguasaan atau kendali lebih penting daripada konsep kepemilikan. +enguasaan disini berarti kemampuan entitas untuk mendapatkan, memelihara/menahan, menukarkan, menggunakan manfaat ekonomik dan men&egah akses pihak lain terhadap manfaat tersebut. 3al ini dilandasi oleh konsep dasar substansi mengungguli bentuk yuridis (substan&e over form$. +emilikan (o*nership$ hanya mempunyai makna yuridis atau legal. 4. /imbul akibat transaksi masa lalu -riteria ini sebenarnya menyempurnakan kriteria penguasaan dan sekaligus sebagai kriteria atau tes pertama (first.test$ pengakuan objek sebagai aset. Aset harus timbul akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu adalah kriteria untuk memenuhi definisi. +enguasaan harus didahului oleh transaksi atau kejadian ekonomik. FASB memasukkan transaksi atau kejadian sebagai kriteria aset karena transaksi atau kejadian tersebut dapat menimbulkan (menambah$ atau meniadakan (mengurangi$ aset. )isalnya perubahan tingkat bunga, punyusutan atau ke&elakaan. )enurut +SAo. 56, dalam praktek, yang diklasifikasikan sebagai aktiva

lan&ar adalah aktiva yang diharapkan dapat direalisasikan dalam *aktu satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan, yang mana yang lebih lama. )eskipun pendekatan ini digunakan sebagai peraturan umum, tidak menutup kemungkinan bah*a ada aktiva tertentu yang dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari aktiva lan&ar berdasarkan kriteria yang berbeda. 0leh sebab itu, klasifikasi lan&ar dan tak lan&ar di dalam praktek lebih berdasarkan pada konvensi dan bukan pada suatu konsep tertentu. )enurut +SAo. 14, (nvestasi adalah suatu aktiva yang digunakan

perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (a&&retion of *ealth$ melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividen dan uang se*a$, untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan. +ersediaan dan aktiva tetap bukan merupakan investasi. (nvestasi 7an&ar adalah investasi yang dapat segera di&airkan dan dimaksudkan untuk dimiliki selama setahun atau kurang.

(nvestasi 8angka +anjang adalah investasi selain investasi lan&ar. (nvestasi +roperti adalah investasi pada tanah atau bangunan yang tidak digunakan atau dioperasikan oleh perusahaan yang berinvestasi atau perusahaan lain dalam grup yang sama dengan perusahaan yang berinvestasi. (nvestasi 'agang adalah investasi yang ditujukan untuk mempermudah atau mempertahankan bisnis atau hubungan perdagangan. )enurut +SA- o. 19, +ersediaan adalah aktiva% a$ tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, b$ dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan, atau &$ dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies$ untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. +ersediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali, misalnya, barang dagang dibeli oleh penge&er untuk dijual kembali, atau pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. +ersediaan juga men&akupi barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi perusahaan, dan termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi. )enurut +SAo. 1!, Aktiva tetap adalah aktiva ber*ujud yang diperoleh

dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. )enurut +SAo. 16, Aktiva tak ber*ujud adalah aktiva tidak lan&ar

(non&urrent atau &apital asset$ yang tidak ber*ujud dan nilainya tergantung pada hak.hak yang dinikmati pemiliknya. Ciri khas aktiva tak ber*ujud yang paling utama adalah tingkat ketidakpastian mengenai nilai dan manfaatnya di kemudian hari. Aktiva tak ber*ujud ada dan mempunyai nilai karena eksistensinya yang berkaitan dengan aktiva ber*ujud perusahaan. )enurut +SAo. 45, +erusahaan Se*a :una 2saha (7easing Company$

adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik se&ara Finan&e 7ease maupun 0perating 7ease untuk digunakan oleh +enye*a :una 2saha selama jangka *aktu tertentu

berdasarkan pembayaran se&ara berkala, Finan&e 7ease adalah kegiatan Se*a :una 2saha, di mana +enye*a :una 2saha pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek se*a guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama, 0perating 7ease adalah kegiatan Se*a :una 2saha di mana +enye*a :una 2saha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek se*a guna usaha, +enye*a :una 2saha (7essee$ adalah perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak +erusahaan Se*a :una 2saha (lessor$. )enurut +SAo. 94, Anjak +iutang adalah jenis pembiayaan dalam bentuk

pembelian dan atau pengalihan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan yang berasal dari transaksi usaha. -lien adalah perusahaan yang menjual dan atau mengalihkan piutang. Fa&tor adalah lembaga pembiayaan atau lembaga lain yang membeli dan atau menerima pengalihan piutang. asabah adalah perusahaan yang mempunyai ke*ajiban kepada klien ;etensi adalah bagian dana dari anjak piutang yang ditahan oleh fa&tor untuk menutup kemungkinan terjadinya penyesuaian jumlah piutang sebelum jatuh tempo (misalnya, potongan dan pengembalian penjualan$. ;e&ourse adalah hak fa&tor untuk menerima pembayaran dari klien apabila piutang yang dialihkan tidak dapat dibayar oleh nasabah pada saat piutang tersebut jatuh tempo. )enurut +SAo. 9<, /anah adalah aktiva ber*ujud yang diperoleh siap

pakai atau diperoleh lalu disempurnakan sampai siap pakai dalam operasi entitas dengan manfaat ekonomik lebih dari setahun, dan tidak dimaksud untuk diperjualbelikan dalam kegiatan operasi normal entitas.

B. PENGGOLONGAN Aset / Aktiva juga dapat diklasifikasikan sebagai berikut% Aset 7an&ar / Aktiva 7an&ar / Current Assets Aset lan&ar adalah 3arta yang berbentuk uang tunai maupun aktiva lainnya yang dapat ditukarkan dengan uang tunai dalam jangka satu tahun. -as dan aset lainnya yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas, dijual, atau

dikonsumsi baik dalam satu tahun atau dalam siklus operasi (mana yang lebih lama$, tanpa mengganggu operasi normal bisnis. Contoh % piutang dagang, biaya atau beban dibayar di muka, surat berharga, kas, emas batangan, persediaan barang dagang, pendapatan yang akan diterima, dan lain sebagainya (termasuk disini adalah investasi jangka pendek$. Aset (nvestasi / Aktiva (vestasi / (nvestment Assets Aset (nvestasi adalah harta yang diinvestasikan pada produk.produk investasi untuk mendapatkan keuntungan. Contoh % ;eksadana, saham, obligasi, dan lain.lain (termasuk disini adalah investasi jangka panjang$. Aset /ak Ber*ujud / (ntangible Assets Aset tak ber*ujud adalah aset yang tidak memiliki bentuk tetapi sah dimiliki perusahaan dan dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Contoh % )erk dagang, hak paten, hak &ipta, hak pengusahaan hutan / hph, fran&hise, good*ill, dan lain sebagainya. Aset /etap / Aktiva /etap / Fi=ed Assets Aset tetap adalah harta yang menunjang kegiatan operasional perusahaan yang sifatnya permanen kepemilikannya. Contoh % :edung, mobil, mesin, peralatan dan perlengapan kantor, dan lain.lain. Aset 7ainnya / 0ther Assets Aset lainnya adalah perkiraan atau akun yang tidak dapat dikategorikan pada harta atau aset di atas baik dalam bentuk aset tetap, aset investasi, aset tak ber*ujud dan aset lan&ar. Contoh % )esin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah, dan lain.lain. (+SAtersebut% diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka *aktu siklus operasi normal perusahaan, atau o. 51$ Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lan&ar, jika aktiva

dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisisr dalam jangka *aktu 1" bulan dari tanggal nera&a, atau berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi, Aktiva yang tidak termasuk kategori tersebut diatas diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lan&ar. Siklus operasi perusahaan merupakan rata.rata jangka *aktu antara perolehan bahan baku memasuki proses dan realisasinya menjadi kas atau instrumen yang siap dijadikan kas. Aktiva lan&ar termasuk persediaan dan piutang dagang yang dijual, dikonsumsi dan direalisasi sebagai bagian dari siklus normal operasi perusahaan *alaupun aktiva tersebut tidak diharapkan akan direalisasi dalam jangka *aktu dua belas bulan dari tanggal nera&a. Surat berharga diklasifikasikan sebagai aktiva lan&ar apabila surat berharga tersebut diharapkan akan direalisasi dalam jangka *aktu dua belas bulan dari tanggal nera&a dan jika lebih dari dua belas bulan diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lan&ar. 2ntuk tujuan pengklasifikasian ini, siklus operasi diasumsikan satu tahun ke&uali untuk kegiatan atau industri tertentu dimana jangka *aktu yang lebih panjang jelas lebih layak. )enurut +SA- o. 6 Aktiva lan&ar antara lain meliputi% a$ -as dan bank , >ang dimaksud dengan kas ialah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. >ang dimaksud dengan bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan se&ara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. +os.pos berikut ini tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan bank pada nera&a% dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu, persediaan perangko, &ek mundur, &ek kosong dari pihak ketiga, rekening giro pada bank di luar negeri yang tidak dapat segera dipakai.

-as dan bank yang penggunaannya dibatasi dapat dimasukkan dalam aktiva lan&ar hanya jika pembatasan tersebut dilakukan untuk menyisihkan dana untuk melunasi ke*ajiban jangka pendek atau jika pembatasan tersebut hanya berlaku selama satu tahun. Saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok ke*ajiban sebagai ke*ajiban jangka pendek. Saldo kredit dan debit rekening giro pada bank yang sama dapat digabung dan disajikan pada nera&a sebagai satu kesatuan. b$ (Surat.surat berharga yang mudah dijual dan tidak dimaksudkan untuk ditahan. Surat berharga yang mudah dijual merupakan bentukpenyertaan sementara dalam rangka pemanfaatan dana yang tidak digunakan. Bentuk penyertaan sementara ini harus mempunyai sifat sebagai berikut% )empunyai pasaran dan dapat diperjualbelikan dengan segera. 'imaksudkan untuk dijual dalam jangka *aktu dekat bila terdapat kebutuhan dana untuk kegiatan umum perusahaan, /idak dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain. &$ 'eposito jangka pendek. d$ ?esel tagih yang akan jatuh tempo dalam *aktu satu tahun. e$ +iutang. )enurut sumber terjadinya, piutang digolongkan dalam dua kategori yaitu piutang usaha dan piutang lain.lain. +iutang usaha meliputi piutang yang timbul karena penjualan produk atau penyerahan jasa dalam rangka kegiatan usaha normal perusahaan. +iutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha normal perusahaan digolongkan sebagai piutang lainlain. +iutang usaha dan piutang lain.lain yang diharapkan dapat tertagih dalam satu tahun atau siklus usaha normal, diklasifikasikan sebagai aktiva lan&ar. -adang.kadang seluruh piutang usaha diklasifikasikan sebagai aktiva lan&ar tanpa memandang jangka *aktu tertagihnya. 'alam kasus demikian, jumlah piutang usaha yang jangka *aktu penagihannya lebih dari satu tahun atau siklus usaha normal, harus diungkapkan dalam &atatan atas laporan keuangan.

+iutang dinyatakan sebesar jumlah kotor tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. 8umlah kotor piutang harus tetap disajikan pada nera&a diikuti dengan penyisihan untuk piutang yang diragukan atau taksiran jumlah yang tidak dapat ditagih. f$ +ersediaan. g$ +embayaran uang muka untuk pembelian aktiva lan&ar. h$ +embayaran pajak di muka i$ Biaya dibayar di muka. Biaya dibayar di muka dimaksudkan sebagai biaya yang telah terjadi, yang akan digunakan untuk aktivitas perusahaan yang akan datang, misalnya% premi asuransi, bunga, alat tulis dan keperluan kantor dan lain sebagainya. Bagian dari biaya dibayar di muka yang akan memberikan manfaat untukbeberapa periode kegiatan diklasifikasikan sebagai aktiva tak lan&ar. +os.pos berikut ini tidak dapat diklasifikasikan sebagai aktiva lan&ar% -as/bank maupun sumber lain yang dibatasi penggunaannya, seperti dana yang disisihkan untuk perolehan aktiva tetap atau pelunasan ke*ajiban jangka panjang, +ernyertaan dalam surat berharga atau pembayaran uang muka dengan maksud untuk menguasai atau melakukan afiliasi dengan perusahaan lain, +iutang lain.lain yang timbul dari transaksi di luar kegiatan utama perusahaan yang tidak diharapkan pen&airannya dalam jangka *aktu satu tahun, seperti uang muka pada pemegang saham atau direksi, Aktiva yang dapat disusutkan maupun aktiva tetap lainnya. +engklasifikasian investasi menurut +SAo. 14, -ebanyakan perusahaan o. 6 tentang +enyajian

menyajikan nera&a yang membedakan aktiva lan&ar dengan aktiva jangka panjang sesuai dengan +ernyataan Standar Akuntansi -euangan Aktiva 7an&ar dan -e*ajiban 8angka +endek. (nvestasi lan&ar termasuk dalam aktiva lan&ar. -enyataan bah*a investasi yang dapat dipasarkan telah dimiliki lebih dari satu tahun tidak membatasi penyajiannya sebagai aktiva lan&ar. (nvestasi yang dimiliki terutama untuk melindungi, mempermudah atau mempertahankan bisnis

atau hubungan perdagangan, sering disebut investasi dagang, tidak dilakukan dengan maksud bah*a investasi tersebut akan tersedia sebagai sumber kas tambahan sehingga digolongkan sebagai aktiva jangka panjang. (nvestasi lain, seperti investasi pada properti, dimaksudkan untuk dimiliki selama beberapa tahun untuk mendapatkan penghasilan dan &apital gain. 0leh karena itu investasi tersebut digolongkan sebagai aktiva jangka panjang meskipun dapat dipasarkan. Beberapa perusahaan tidak membedakan antara aktiva lan&ar dan jangka panjang, dan perusahaan lain mungkin disyaratkan oleh peraturan untuk mengadopsi format nera&a yang tidak diklasifikasikan (un&lassified$. Banyak perusahaan seperti itu bergerak dalam bidang keuangan, seperti bank dan perusahaan asuransi. -lasifikasi aktiva tak ber*ujud menurut +SAo. 16, Aktiva tak ber*ujud

dibedakan menurut sifat kekhususan, masa manfaat, metode amortisasi dan hubungannya dengan kegiatan usaha. Berdasarkan eksistensinya, aktiva tak ber*ujud dapat dikelompokkan dalam " (dua$ kategori% 1. Aktiva tak ber*ujud yang eksistensinya dibatasi oleh ketentuan perundangundangan, peraturan pemerintah, perjanjian yang dibuat antara para pihak atau sifat dari aktiva tersebut, misalnya hak paten, hak se*a, hak &ipta, fran&hise yang terbatas, lisensi. ". Aktiva tak ber*ujud yang masa manfaatnya tidak terbatas dan tidak dapat dipastikan masa berakhirnya, misalnya merk dagang, proses dan formula rahasia, perpetual fran&hise, good*ill. )enurut +SAo. 45, 8enis.jenis se*a guna usaha yang sudah dikenal

se&ara umum, termasuk dua jenis se*a guna usaha yang telah ditampung dalam -eputusan )enteri -euangan tersebut, adalah sebagai berikut% Finan&e 7ease (Se*a :una 2saha +embiayaan$

'alam se*a guna usaha ini, perusahaan se*a guna usaha (lessor$ adalah pihak yang membiayai penyediaan barang modal. +enye*a guna usaha (lessee$ biasanya memilih barang modal yang dibutuhkan dan, atas nama perusahaan se*a guna usaha, sebagai pemilik barang modal tersebut, melakukan pemesanan,

pemeriksaan serta pemeliharaan barang modal yang menjadi obyek transaksi se*a guna usaha.Selama masa se*a guna usaha, penye*a guna usaha melakukan pembayaran se*a guna usaha se&ara berkala di mana jumlah seluruhnya ditambah dengan pembayaran nilai sisa (residual value$, kalau ada, akan men&akup pengembalian harga perolehan barang modal yang dibiayai serta bunganya, yang merupakan pendapatan perusahaan se*a guna usaha. 0perating 7ease (Se*a.)enye*a Biasa$

'alam se*a guna usaha ini, perusahaan se*a guna usaha membeli barang modal dan selanjutnya dise*agunausahakan kepada penye*a guna usaha. Berbeda dengan finan&e lease, jumlah seluruh pembayaran se*a guna usaha berkala dalam operating lease tidak men&akup jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang modal tersebut berikut dengan bunganya. +erbedaan ini disebabkan karena perusahaan se*a guna usaha mengharapkan keuntungan justru dari penjualan barang modal yang dise*agunausahakan, atau melalui beberapa kontrak se*a guna usaha lainnya. 'alam se*a guna usaha jenis ini dibutuhkan keahlian khusus dari perusahaan se*a guna usaha untuk memelihara dan memasarkan kembali barang modal yang dise*agunausahakan sehingga, berbeda dengan finan&e lease, perusahaan se*a guna usaha dalam operating lease biasanya bertanggungja*ab atas biaya.biaya pelaksanaan se*a guna usaha seperti asuransi, pajak maupun pemeliharaan barang modal yang bersangkutan. Sales./ype 7ease (Se*a :una 2saha +enjualan$

Se*a guna usaha jenis ini merupakan transaksi pembiayaan se*a guna usaha se&ara langsung (dire&t finan&e lease$ di mana dalam jumlah transaksi termasuk laba yang diperhitungkan oleh pabrikan atau penyalur yang juga merupakan perusahaan se*a guna usaha. Se*a guna usaha jenis ini seringkali merupakan suatu jalur pemasaran bagi produk perusahaan tertentu. 7everaged 7ease

/ransaksi se*a guna usaha jenis ini melibatkan setidaknya tiga pihak, yakni penye*a guna usaha, perusahaan se*a guna usaha dan kreditor jangka panjang yang membiayai bagian terbesar dari transaksi se*a guna usaha.

C. PENGAKUAN ASET +ada umumnya pengakuan aset dilakukan bersamaan dengan adanya transaksi, kejadian, atau keadaan tersebut. 'isamping memenuhi definisi aset, kriteria keterukuran, keterpautan, dan keterandalan juga harus dipenuhi. kondisi entitas dapat mengakui aset% 'eteksi adanya aset. 2ntuk mengakui aset, harus ada transaksi yang menandai timbulnya aset. Sumber ekonomi dan ke*ajiban. 2ntuk mengakui aset, suatu objek harus merupakan sumber ekonomi yang langka, dibutuhkan, dan berharga. Berkaitan dengan entitas. 2ntuk mengakui aset, kesatuan usaha harus mengendalikan atau menguasai objek aset. )engandung nilai. 2ntuk mengakui aset, suatu objek harus mempunyai manfaat yang dapat ditentukan besarnya se&ara moneter. Berkaitan dengan *aktu pelaporan. 2ntuk mengakui aset, semua penguji di atas harus dipenuhi pada tanggal pelaporan. Apa yang dikemukakan diatas sebenarnya adalah apa yang disebut dengan kaidah pengakuan yang merupakan petunjuk teknis atau prosedur untuk menerapkan empat kriteria pengakuan FASB yaitu definisi, keterukuran, keberpautan, dan keterandalan. )asalah akuntansi yang menyangkut pengakuan biasanya berkaitan dengan masalah apakah suatu kos atau jumlah rupiah yang terlibat dalam transaksi, kejaian, atau keadaan tertentu dapat diasetkan. 3al ini biasanya berkaitan dengan antara lain% se*aguna, bunga selama masa konstruksi aset tetap, riset dan pengembangan, eksplorasi minyak dan gas bumi, rugi selisih kurs valuta asing, dan sumber daya manusia. +engakuan aset berdasarkan +SAtersaji dalam tabel 1 berikut ini.

Tabel 1 Pengakuan Aset Menu ut PSAK

Aset +roperti (nvestasi (+SA- o 14$

+engakuan yang tepat menurut +SA(1$ besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa ("$ biaya perolehan depan dan aset yang tergolong properti investasi akan mengalir ke dalam entitas, dan properti investasi dapat diukur dengan andal.

+ersediaan (+SA- o 19$ Aset /etap (+SA- o 1!$

8ika barang dalam persediaan dijual, maka nilai ter&atat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut (1$besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas, ("$ biaya perolehan aset dapat diukur se&ara andal.

Aset

/idak (1$ aset tidak ber*ujud pada a*alnya harus diakui

Ber*ujud (+SA- o 16$ Se*a (+SA- o 45$

sebesar tersebut

biaya

perolehan,

("$

perusahaan

akan

memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset +ada a*al masa se*a, lessee mengakui se*a pembiayaan sebagai aset. se*a pembiayaan diakui dalam nera&a lessee sebagai aset dan ke*ajiban untuk pembayaran se*a di masa depan.

/anah (+SA- o 9<$

/anah

diakui

saat

tanah

tersebut

dibeli.

Biaya

perolehan Aset /etap /anah yang dibangun sendiri merupakan akumulasi seluruh biaya perolehan dan pengembangan tanah, berupa biaya pengurusan hak pematangan tanah, di luar Beban /angguhan akibat biaya legal

'alam +SA-

o. 19, 8ika barang dalam persediaan dijual maka nilai ter&atat

persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Setiap penurunan nilai persediaan di ba*ah biaya menjadi nilai realisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih, harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. +roses pengakuan nilai ter&atat persediaan yang telah dijual sebagai beban menghasilkan pengaitan (mat&hing$ beban dengan pendapatan. Beberapa persediaan dapat dialokasikan ke rekening aktiva lainnya seperti misalnya persediaan yang digunakan sebagai komponen aktiva tetap yang dibangun sendiri, pabrik atau peralatan. +ersediaan yang dialokasikan ke aktiva lain dengan &ara ini diakui sebagai beban selama masa manfaat aktiva tersebut. 'alam +SAo. 1!, Suatu aktiva tetap harus diakui sebagai aktiva jika% besar

kemungkinan (probable$ manfaat ekonomi masa datang yang berkaitan dengan

aktiva tersebut akan mengalir ke perusahaan, dan biaya perolehan aktiva dapat diukur se&ara andal. Aktiva tetap sering merupakan suatu bagian utama aktiva perusahaan, oleh karena itu signifikan dalam penyajian posisi keuangan. 7ebih lanjut, penentuan apakah suatu pengeluaran merupakan suatu aktiva atau beban dapat berpengaruh signifikan pada hasil operasi yang dilaporkan perusahaan. 'alam menentukan apakah suatu hal memenuhi kriteria pertama untuk pengakuan, suatu perusahaan harus menilai tingkat kepastian aliran manfaat ekonomi masa datang berdasarkan bukti yang tersedia pada *aktu pengakuan a*al. Adanya kepastian yang &ukup bah*a manfaat ekonomi masa datang akan mengalir ke perusahaan membutuhkan suatu kepastian bah*a perusahaan akan menerima imbalan dan menghadapi risiko terkait. -epastian ini biasanya hanya tersedia jika risiko dan imbalan telah diterima perusahaan. Sebelum hal tersebut terjadi, transaksi untuk memperoleh aktiva dapat dibatalkan tanpa sanksi yang signifikan, dan jika demikian kondisinya maka aktiva tidak diakui. -riteria kedua untuk pengakuan biasanya dapat dipenuhi langsung karena transaksi pertukaran mempunyai bukti pembelian aktiva yang mengindefikasi biaya perolehannya. 'alam keadaan suatu aktiva dikonstruksi sendiri, pengukuran yang andal atas biaya dapat dibuat dari transaksi dengan pihak eksternal untuk perolehan bahan baku, tenaga kerja, dan masukan lain yang digunakan dalam proses konstruksi. 'alam mengindentifikasi suatu aktiva terpisah dari aktiva tetap, dibutuhkan pertimbangan dalam mengaplikasikan kriteria yang ada dalam definisi untuk keadaan khusus atau jenis perusahaan tertentu. )ungkin tepat untuk menyajikan se&ara agregat pos individu yang tidak signifikan (seperti &etakan, peralatan dan perkakas$ dan menerapkan kriteria tersebut pada nilai agregatnya. -ebanyakan suku &adang dan peralatan pemeliharaan biasanya dianggap sebagai persediaan dan diakui sebagai beban pada saat dikonsumsi. peralatan siap pakai dikualifikasi sebagai amun, suku &adang utama dan aktiva tetap jika perusahaan

mengharapkan untuk menggunakannya selama lebih dari satu periode. 'emikian pula jika suku &adang dan peralatan reparasi dapat digunakan hanya dalam hubungannya dengan aktiva tetap tertentu dan penggunaannya diperkirakan tidak

teratur, maka suku &adang dan peralatan reparasi tersebut dibukukan sebagai aktiva tetap dan disusutkan sepanjang periode *aktu yang tidak melebihi masa manfaat dari aktiva yang berhubungan. 'alam keadaan tertentu, tepat untuk mengalokasikan total pengeluaran suatu aktiva pada komponennya dan membukukan biaya perolehan masing.masing komponen se&ara terpisah. 3al ini dilakukan jika komponen aktiva memiliki masa manfaat berbeda atau menyediakan manfaat bagi perusahaan dengan pola yang berbeda sehingga memerlukan penggunaan tarif dan metode penyusutan yang berbeda. Contohnya sebuah pesa*at terbang dan mesinnya harus diperlakukan sebagai aktiva yang terpisah jika memiliki masa manfaat yang berbeda. Aktiva tetap dapat diperoleh untuk alasan keamanan atau lingkungan. +erolehan aktiva tetap yang tidak se&ara langsung meningkatkan manfaat ekonomi masa datang dari suatu aktiva tetap yang ada, mungkin diperlukan perusahaan untuk memperoleh manfaat ekonomi masa datang dari aktiva yang lain. 'alam keadaan ini, perolehan aktiva tetap sema&am itu memenuhi kualifikasi pengakuan aktiva, karena memungkinkan diperolehnya manfaat ekonomi masa depan yang lebih dari aktiva yang berkaitan jika dibandingkan dengan tidak diperolehnya aktiva tetap tersebut. /etapi, aktiva tersebut hanya diakui sepanjang hasil nilai ter&atat tersebut dan aktiva yang berkaitan tidak melebihi jumlah yang dapat diperoleh kembali (re&overable amount$ dari aktiva. Sebagai &ontoh, perusahaan kimia harus memasang sarana pengendali @at kimia (&hemi&al handling pro&esses$ tertentu yang baru untuk memenuhi persyaratan lingkungan hidup pada produksi dan penyimpanan bahan kimia yang berbahaya, peningkatan pabrik yang berkaitan diakui sebagai aktiva sepanjang dapat diperoleh kembali, karena tanpa sarana tersebut perusahaan tidak dapat memproduksi dan menjual bahan kimia. 'alam +SAo. 16, Aktiva tidak ber*ujud diakui jika, dan hanya jika%

kemungkinan besar perusahaan akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aktiva tersebut, dan biaya perolehan aktiva tersebut dapat diukur se&ara andal. Suatu aktiva tak ber*ujud pada a*alnya harus diakui sebesar biaya perolehan. 8ika diperoleh se&ara terpisah, biaya biasanya dapat diukur se&ara andal. 3al itu akan tampak jelas jika pembayaran dilakukan dalam bentuk uang tunai atau aktiva moneter lainnya. 8ika pembayaran untuk ditangguhkan sampai melebihi

periode penjualan kredit yang normal, biaya perolehannya adalah setara nilai tunainya. 8ika diperoleh dengan &ara menukarkannya dengan instrumen ekuitas perusahaan pelapor, biaya perolehan aktiva tersebut adalah nilai *ajar instrumen ekuitas yang diterbitkan, yaitu sama dengan nilai *ajar aktiva tersebut. )enurut +SA- o. 45 +erlakuan Akuntansi oleh +erusahaan Se*a :una 2saha (7essor $ Finan&e 7ease +enanaman neto dalam aktiva yang dise*agunausahakan harus

diperlakukan dan di&atat sebagai penanaman neto se*a guna usaha. 8umiah penanaman neto tersebut terdiri dari jumlah piutang se*a guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi$ yang akan diterima oleh perusahaan se*a guna usaha pada akhir masa se*a guna usaha dikurangi dengan pendapatan se*a guna usaha yang belum diakui (unearned lease in&ome$, dan simpanan jaminan (se&urity deposit$. Selisih antara piutang se*a guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi$ dengan harga perolehan aktiva yang dise*agunausahakan diperlakukan sebagai pendapatan se*a guna usaha yang belum diakui (unearned lease in&ome$. +endapatan se*a guna usaha yang belum diakui harus dialokasikan se&ara konsisten sebagai pendapatan tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pengembalian berkala (periodi& rate of retum$ atas penanaman neto perusahaan se*a guna usaha. Apabila perusahaan se*a guna usaha menjual barang modal kepada penye*a guna usaha sebelum berakhirnya masa se*a guna usaha, maka perbedaan antara harga jual dengan penanaman neto dalam se*a guna usaha pada saat penjualan dilakukan harus diakui dan di&atat sebagai keuntungan atau kerugian periode berjalan. +endapatan lain yang diterima sehubungan dengan transaksi Se*a :una 2saha harus diakui dan di&atat sebagai pendapatan periode berjalan. 0perating 7ease

Barang modal yang dise*agunausahakan harus diperlakukan dan di&atat sebagai aktiva se*a guna usaha berdasarkan harga perolehan. +embayaran se*a guna usaha (lease payments$ selama tahun berjalan yang diperoleh dari penye*a guna usaha diakui dan di&atat sebagai pendapatan se*a. +endapatan se*a harus diakui dan di&atat berdasarkan metode garis lurus sepanjang masa se*a guna usaha, meskipun pembayaran se*a guna usaha mungkin dilakukan dalam jumlah yang tidak sama setiap periode. +enyusutan aktiva yang dise*agunausahakan harus dilakukan dalam jumlah yang layak berdasarkan taksiran masa manfaatnya. -alau aktiva yang dise*agunausahakan dijual maka perbedaan antara nilai buku dan harga jual harus diakui dan di&atat sebagai keuntungan atau kerugian tahun berjalan.

+erlakuan Akuntansi oleh +enye*agunausaha (7essee$ Capital 7ease /ransaksi se*a guna usaha diperlakukan dan di&atat sebagai aktiva tetap dan ke*ajiban pada a*al masa se*a guna usaha sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran se*a guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi$ yang harus dibayar oleh penye*a guna usaha pada akhir masa se*a guna usaha. Selama masa se*a guna usaha setiap pembayaran se*a guna usaha dialokasikan dan di&atat sebagai angsuran pokok ke*ajiban se*a guna usaha dan beban bunga berdasarkan tingkat bunga yang diperhitungkan terhadap sisa ke*ajiban penye*a guna usaha. /ingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai tunai dari pembayaran se*a guna usaha adalah tingkat bunga yang dibebankan oleh perusahaan se*a guna usaha atau tingkat bunga yang berlaku pada a*al masa se*a guna usaha. Aktiva yang dise*agunausaha harus diamortisasi dalam jumlah yang *ajar berdasarkan taksiran masa manfaatnya. -alau aktiva yang dise*agunausaha dibeli sebelum berakhirnya masa se*a guna usaha, maka perbedaan antara pembayaran yang dilakukan dengan sisa ke*ajiban dibebankan atau dikreditkan pada tahun berjalan.

-e*ajiban se*a guna usaha harus disajikan sebagai ke*ajiban lan&ar dan jangka panjang sesuai dengan praktek yang la@im untuk jenis usaha penye*a guna usaha.'alam hal dilakukan penjualan dan penye*aan kembali (sales and leaseba&k$ maka transaksi tersebut harus diperlakukan sebagai dua transaksi yang terpisah yaitu transaksi penjualan dan transaksi se*a guna usaha. Selisih antara harga jual dan nilai buku aktiva yang dijual harus diakui dan di&atat sebagai keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan. Amortisasi atas keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan harus dilakukan se&ara proporsional dengan biaya amortisasi aktiva yang dise*a guna usaha apabila leaseba&k merupakan &apital lease atau se&ara proporsional dengan biaya se*a apabila leaseba&k merupakan operating lease. Se*a )enye*a Biasa A0perating 7ease$ +embayaran se*a guna usaha selama tahun berjalan merupakan biaya se*a yang diakui dan di&atat berdasarkan metode garis lurus selama masa se*a guna usaha, meskipun pembayaran se*a guna usaha dilakukan dalam jumlah yang tidak sama setiap periode.

)enurut +SA-

o. 94, Bagi Fa&tor, Anjak piutang tanpa re&ourse diakui

sebagai tagihan anjak piutang sebesar nilai piutang yang diperoleh. Selisih antara tagihan anjak piutang dengan jumlah pembayaran kepada klien ditambah retensi diakui sebagai pendapatan anjak piutang pada saat transaksi anjak piutang. /agihan anjak piutang tanpa re&ourse dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Sedangkan retensi diakui sebagai hutang retensi anjak piutang dan disajikan dalam nera&a sebagai ke*ajiban. Anjak piutang dengan re&ourse diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesar nilai piutang yang diperoleh. Selisih antara tagihan anjak piutang dengan jumlah pembayaran kepada klien ditambah retensi diakui sebagai pendapatan tangguhan selama periode anjak piutang. /agihan anjak piutang dengan re&ourse dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi dan retensi disajikan sebagai pengurang tagihan anjak piutang. Bagi -lien, Anjak piutang tanpa re&ourse diperlakukan sebagai penjualan piutang. Selisih antara nilai piutang alihan dengan jumlah dana yang diterima ditambah retensi diakui sebagai kerugian atas transaksi anjak piutang. -erugian atas

transaksi anjak piutang tanpa re&ourse diakui sebagai beban pada saat transaksi disajikan dalam laporan laba rugi sebagai beban usaha. 'ana yang ditahan (retensi$ oleh fa&tor dalam rangka anjak piutang tanpa re&ourse diakui sebagai piutang retensi anjak piutang dan disajikan dalam nera&a sebagai aktiva lan&ar. Anjak piutang dengan re&ourse diakui sebagai ke*ajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. Selisih antara nilai piutang yang dialihkan dengan dana yang diterima ditambah retensi diakui sebagai beban bunga selama periode anjak piutang. -e*ajiban anjak piutang disajikan dalam nera&a sebesar nilai piutang yang dialihkan dikurangi retensi dan beban bunga yang belum diamortisasi. )enurut +SAo. 9<, Biaya perolehan Aktiva /etap /anah yang dibangun

sendiri merupakan akumulasi seluruh biaya perolehan dan pengembangan tanah, berupa biaya pematangan tanah, di luar Beban /angguhan akibat biaya legal pengurusan hak. /anah pada a*alnya diukur berdasar biaya perolehan. +engeluaran untuk memperoleh tanah diakui se&ara terpisah dari pengeluaran legal hak atas tanah. Apabila tanah diperoleh &uma.&uma, pengakuan a*al terdiri dari harga *ajar sesuai paragraf 14 Standar ini, ditambah unsur biaya legal saja. Biaya perolehan tanah antara lain meliputi% 3arga transaksi pembelian tanah termasuk tanaman, prasarana, bangunan diatasnya yang harus dibeli kemudian dimusnahkan. Bila tidak dimusnahkan, menggunakan paragrap 15. 3arga tanah berasal dari sumbangan diatur pada paragraf 14. Biaya konstruksi atau pembuatan tanah, bila lahan tanah di&iptakan. Biaya ganti rugi penghuni, biaya relokasi. Biaya pembelian tanah lain sebagai pengganti. Biaya komisi perantara jual beli tanah. Biaya pinjaman terkapitalisasi kedalam tanah. Biaya pematangan tanah.

Beban /angguhan untuk pengurusan legal 3ak Atas /anah antara lain meliputi% Biaya legal audit seperti pemeriksaan keaslian sertifikat tanah, ren&ana tata kota. Biaya pengukuran.pematokan. pemetaan ulang. Biaya notaris, biaya jual beli B ++A/. +ajak terkait pada jual . beli tanah. Biaya resmi yang harus dibayar ke -as egara, untuk perolehan hak,

perpanjangan atau pembaharuan 3ak baik status maupun peruntukan. -arena sifatnya berbeda dengan Beban /angguhan yang lain, dan mempunyai hubungan erat dengan aktiva /anah, serta mempunyai pola amortisasi sendiri, maka penyajian di nera&a dipisahkan dari Beban /angguhan yang lain.

!. PENGUKURAN ATAU PENILAIAN ASET -etika suatu aset keuangan atau ke*ajiban keuangan diakui a*alnya, suatu entitas harus ukur pada nilai *ajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan atau ke*ajiban keuangan tidak pada nilai *ajar melalui laporan laba atau rugi, biaya transaksi yang langsung dapat diatribusikan dengan perolehan atau masalah dari aset keuangan atau ke*ajiban keuangan. ilai *ajar adalah jumlah di mana suatu aset dapat dipertukarkan, atau ke*ajiban diselesaikan, antara luas, pihak bersedia transaksi diCs panjang lengan. 'alam praktiknya, pemerolehan aset merupakan proses yang tidak terjadi begitu saja selesai dalam satu kegiatan tetapi terdiri atas serngkaian kegiatannya misalnya, menempatkan order, menerima barang, meneliti ke&o&okan, mengangkut barang, men&oba barang, menyimpan atau menempatkan barang, dan akhirnya menggunakan barang tersebut. -os yang melekat pada suatu objek ditentukan oleh batas kegiatan pemerolehan dan jenis penghargaan. Se&ara konseptual, pembentuk kos suatu aset adalah semua pengeluaran (pengorbanan sumber ekonomik$ yang terjadi atau yang diperlukan akibat kegiatan

pemerolehan suatu aset sampai tia ditempatkan dalam kondisi siap dipakai atau berfungsi sesuai dengan tujuan pemerolehannya. Barter atau pertukaran aset adalah pemerolehan aset (biasanya aset ber*ujud atau nonmoneter$ dengan penghargaan berupa aset ber*ujud atau nonmoneter lainnya. Atas dasar penalaran, terdapat beberapa prinsip penentuan kos aset yang diterima dalam barter atau pertukaran, yaitu% pertukaran taksejenis, tanpa pembayaran tombok pertukaran taksejenis, dengan pembayaran tombok pertukaran sejenis, tanpa pembayaran tombok pertukaran sejenis, dengan pembayaran tombok pertukaran sejenis, dengan penerimaan tombok

Cara penentuan kos adalah unik untuk berbagai jenis transaksi, tidak hanya untuk jenis transaksi barter, namun juga untuik jenis.jenis transaksi seperti saham sebagai penghargaan, reorganisasi, hadiah/hibah, temuan, dan pembelian kredit. -os akan ter&atat terlalu tinggi kalau potongan tunai dan keringanan. keringanan lain tidak dikurangkan terhadap harga kesepakatan. +otongan dan keringanan merupakan suatu hal yang sudah menjadi kebiasaan umum dalam kegiatan usaha. 'alam perusahaan yang dikelola dengan baik, mele*atkan potongan merupakan suatu kesalahan yang dapat menimbulkan kerugian. Sebelum pendapatan terjadi yang ditimbulkan oleh upaya yang

direpresentasikan oleh biaya, kos mengalami penghimpunan, penggabungan, dan reklasifikasi. -os yang terhimpun tersebut tetap merepresentasi aset kalau aset terbeut belum dikeluarkan sebagai biaya. Akan tetapi, karena suatu kondisi tertentu dapat terjadi bah*a suatu potensi jasa tertentu tidak lagi mempunyai kemampuan untuk menghasikan pendapatan. 'alam kondisi tersebut dapat dikatakan bah*a manfaat ekonomik telah hangus dan merupakan rugi. +enilaian adalah penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu pos aset pada saat akan dilaporkan atau disajikan dalam statemen keuangan pada periode tertentu. tujuan dari penilaian aset adalah merepresentasi atribut pos.pos

aset yang berpaut dengan tujuan pelaporan keuangan dengan menggunakan basis penilaian yang sesuai. +enilaian dapat didasarkan pada nilai masukan atau nilai keluaran, tergantung pada tujuan merepresentasi aset. ilai masukan didasarkan atas jumlah rupiah yang harus dikeluarkan atau dikorbankan untuk memperoleh aset atau objek jasa tertentu yang masuk dalam unit usaha. ilai masukan se&ara konservatif menunjukkan nilai maksimum objek atau jasa yang bersangkutan. Beberapa dasar dalam penilaian yang masuk dalam kategori nilai masukan adalah, kos historis, kos pengganti, dan kos harapan. ilai keluaran didasarkan atas jumlah rupiah kas atau penghargaan lainnya yang diterima suatu unit usaha apabila suatu aset atau potensi jasa akhirnya keluar dari kesatuan usahamelalui pertukaran atau konversi. /erdapat beberapa prosedur penilaian dalam kategori nlai keluaran, yaitu%harga jual masa lalu, harga jual sekarang, dan nilai terealisasi harapan. +engukuran atau +enilaian aset berdasarkan +SA- tersaji dalam tabel " berikut ini.

Tabel " Penguku an atau Pen#la#an Aset +roperti (nvestasi (+SA- o 14$ +ersediaan (+SA- o 19$ Aset /etap (+SA- o 1!$ Aset Ber*ujud (+SA- o 16$ Se*a (+SA- o 45$ /idak aset tidak ber*ujud dinilai sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilainya. +embayaran se*a minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan ke*ajiban. Beban keuangan harus dialokasikan ke setiap periode selama masa se*a. /anah (+SA- o 9<$ /anah pada a*alnya diukur berdasar biaya perolehan. +engeluaran untuk memperoleh tanah diakui se&ara terpisah dari pengeluaran legal hak atas tanah. +engukuran atau penilaian yang tepat menurut +SA+roperti investasi pada a*alnya diukur sebesar biaya perolehan +ersediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, yang lebih rendah (the lo*er of &ost and net reali@able value$. Aset tetap diukur bersadarkan harga perolehannya.

E. PENURUNAN NILAI ASET 'alam +SAo 9D menyebutkan bah*a suatu aset turun nilainya jika nilai diperoleh kembali. +enurunan nilai aset

ter&atatnya melebihi nilai yang dapat

tersebut diakui sebagai kerugian dalam laporan keuangan. -erugian penurunan nilai aset jika terdapat indikasi suatu asset turun nilainya, perusahaan harus menentukan taksiran nilai yang dapat diperoleh kembali. 8ika tidak terdapat indikasi penurunan nilai kembali. 8ika nilai yang dapat diperoleh kembali dari suatu aset lebih ke&il dari nilai ter&atatnya, nilai ter&atat aset harus diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. +enurunan tersebut merupakan rugi penurunan nilai aset dan harus segera diakui sebagai beban pada laporan laba rugi. Setelah penurunan nilai nilai aset diakui, beban depresiasi (amortisasi$ aset dikurangi nilai kerugian untuk aset, risiko terjadinya kerugian penurunan nilai adalah ke&il, sehingga perusahaan tidak perlu menentukan taksiran nilai yang dapat diperoleh

periode yang akan datang harus disesuaikan agar men&erminkan alokasi ter&atat yang telah direvisi, setelah sisa (jika ada$, se&ara sistematis selama sisa periode depresiasi. 2ntuk kelompok aset, laporan keuangan harus mengungkapan rugi penurunan nilai yang diakui selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi yang di dalamnya kerugian penurunan nilai telah dimasukkan.

$. PEN%A&IAN ASET 'alam +SAo 1 7aporan keuangan menyajikan se&ara *ajar posisi

keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas. +enyajian yang *ajar mensyaratkan penyajian se&ara jujur dampak dari transaksi, peristi*a lain, dan kondisi sesuai dengan dejinisi dan krileria pengakuan aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang diatur dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan. +enerapan SA-, dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan, dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan se&ara *ajar. 7aporan posisi keuangan minimal men&akup penyajian jumlah pos.pos berikut diantaranya aset tetap, properti investasi, aset tidak ber*ujud, investasi

dengan menggunakan metode ekuitas, persediaan, piutang dagang dan piutang lainnya. G. PENGUNGKAPAN ASET +engungkapan aset berdasarkan +SA- tersaji dalam tabel 4 berikut ini. Tabel ' Pengungka(an Aset Aset +roperti (nvestasi (+SA- o 14$ +ersediaan (+SA- o 19$ Aset /etap (+SA- o 1!$ +engungkapan persediaan dalam laporan keuangan harus mengungkapan jumlah ter&atat persediaan yang di&atat sebesar nilai realisasi bersihnya +engukapan aset tetap, diantaranya dasar pengukuran yang digunakan dalam menentukan jumlah ter&atat bruto, metode penyusutan yang digunakan, umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan. Aset Ber*ujud (+SA- o 16$ /idak +engungkapan aset tidak ber*ujud diantaranya masa manfaat, metode amortisasi yang digunakan, rekonsiliasi nilai ter&atat pada a*al dan akhir periode, rugi penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. /anah (+SA- o 9<$ (nformasi yang harus diungkapkan dalam &atatan atas laporan keuangan diantaranya jenis hak atas tanah dan masa manfaatnya, prediksi manajemen mengenai diperoleh tidaknya perpanjangan hak atas tanah, keterkaitan dengan pos beban tangguhan hak atas tanah. +engungkapan yang tepat menurut +SA+roperti investasi diungkapkan sebesar nilai *ajarnya