Anda di halaman 1dari 7

EVALUASI PENDIDIKAN ( PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN )

A. PENGERTIAN Secara harfiah kata Evaluasi bearasal dari Bahasa Inggris Evaluation, dalam Bahasa Arab : Al Taqdir dan dalam Bahasa Indonesia berarti penilaian. Adapun dari segi istilah pengertian Evaluasi dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown(1977) Evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Menurutnya evaluasi itu mengandung pengertian suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.[1] Sedangkan menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto dalam bukunya dasar-dasar evaluasi pendidikan, yang menyatakan : kita tidak dapat mengadakan penilain sebelum kita mengadakan pengukuran.

Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif.

Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk. Penilaian bersifat kuantitatif.

Mengadakan Evaluasi meliputi kedua langkah diatas, yakni mengukur dan menilai.[2] Jadi, dalam istilah asing pengukuran adalah Measurement, sedang penilaian

adalah Evaluation. Dari kata evaluation inilah diperoleh kata evaluasi yang berarti menilai (tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih dahulu).

Dalam pendidikan, pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa. Definisi yang pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950). Ahli ini mengatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum dan apa sebabnya. Definisi ini diperluaskan oleh dua ahli lain, yakni Cronbach dan Stufflebeam. Tambahan definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, digunakan untuk membuat keputusan.[3] Di Indonesia, menurut Lembaga Adminstrasi Negara yang dikutip oleh Anas Sudiyono dalam buku Pengantar Evaluasi Pendidikan, mengemukakan batasan mengenai evaluasi pendidikan sebagai berikut : Evaluasi Pendidikan adalah : 1. Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan: 2. Usaha untuk memperoleh informasi berupa umapan balik ( feed back) bagi penyempurnaan pendidikan.[4] Jadi dapat disimpulkan bahwa evaluasi pendidikan adalah penilaian dan pengukuran dalam hal mencapai tujuan dari pendidikan.

B. FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok, diantaranya :

1. Mengukur kemajuan, dalam hal ini setidak-tidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang diperoleh yaitu menggembirakan dan yang tidak menggembirakan. 2. Menunjang penyusunan rencana, dengan adanya hasil yang diperoleh dapat menunjang para evaluator untuk melakukan perencanaan ulang (re-planning) atau perencanan baru. Evaluasi secara berkesinambungan, akan membuka peluang bagi evaluator untuk membuat perkiraan (estimation). 3. Memperbaiki atau atau melakukan penyempurnaan kembali, atas dasar hasil evaluasi yang diperoleh, evaluator perlu memperbaiki dan melakukan penyempurnaan-penyempurnaan, perbaikan-perbaikan yang menyangkut

organisasi, tata kerja, dan bahkan tujuan organisasi tersebut. Secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari beberapa segi yaitu : 1. Segi Psikologis a. Bagi Peserta Didik Evaluasi pendidikan secara psikologis bagi peserta didik akan memberikan pedoman kepada peserta didik untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masingmasing ditengah-tengah kelompok atau kelasnya. b. Bagi Pendidik Evaluasi pendidikan dari segi psikologis akan memberikan kepastian atau ketetapan hati kepada diri pendidik tersebut, sejauh mana usaha yang telah dilakukan

sejauh ini telah membawa hasil, sehingga pendidik memiliki pedoman atau pegangan batin secara psikologis. 2. Segi Didaktik a. Bagi Peserta Didik Hasil yang diperoleh oleh siswa dapat memberikan motivasi (dorongan) kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan prestasinya. b. Bagi Pendidik Untuk pendidik secara didaktik setidaknya memiliki fungsi sebagai berikut : 1) Fungsi Diagnostik Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya. 2) Fungsi Penempatan Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik ditengah-tengah kelompoknya 3) Fungsi Selektif Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik 4) Fungsi Bimbingan Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memeang memerlukannya. 5) Fungsi Instruksional Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan dapat dicapai.

3. Segi Admistratif Secara adminstratif, evaluasi pendidikan setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi : a. Memberikan Laporan Dengan melakukan evaluasi dapat disusun laporan dan penyajian laporan mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam waktu ayng tertentu. b. Memberikan Data Nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah data yang sangat penting untuk keperluan pengambilan keputusan pendidikan dan lembaga pebdidikan. c. Memberikan Gambaran Dari kegiatan evaluasi akan tergambar hasil-hasil yang diperoleh oleh siswa, dari berbagai mata pelajaran. Gambaran tentang kualitas hasil belajar peserta didik juga dapat diperoleh berdasarkan data yang berupa SKHUN atau IPK.

C. TUJUAN EVALUASI PENDIDIKAN 1. Tujuan Umum Secara umum tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan ada dua yaitu : a. Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

b.

Mengetahui tingkat keefektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu. 2. Tujuan Khusus

a. Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan b. Untuk mencari dan menemukan factor-faktor penyebab keberhasilan dan

ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

DAFTAR PUSTAKA

Sudiyono, Anas. 2005. Pengantar Evaluasi Pendidikan. PT RajaGrafindo Persada: Jakarta. Ed. 1, Cet. 5 Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta. Cet. 6 Ihsan, Hamdani dan Ihsan, Fuad. 2007. Filsafat Pendidikan Islam. Pustaka Setia: Bandung. Cet. 3

Pengertian Evaluasi dan Evaluasi Pendidikan


Evaluasi berasal dari bahasa Inggris yakni evaluation yang berarti penilaian dan atau penaksiran. Di samping evaluation, terma measurement (pengukuran), dan assessment (penilaian), sering juga digunakan untuk memaknai evaluasi itu sendiri. Ketiga term ini, kadang-kadang digunakan secara bergantian karena secara etiminologis memiliki arti yang sama. Namun secara istilah (terminologis), ketiganya memiliki pengertian berbeda. Pengertian evaluasi secara istilah, telah banyak dikemukakan para ahli, terutama pakar pendidikan. Edwind Wandt dan Geral W. Brwon menyatakan ; Evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Menurut definisi ini, maka istilah evaluasi itu mengandung pengertian; suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Anne Anastasi mengartikan evaluasi sebagai a systematic procces of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils. Maksudnya bahwa evaluasi bukan sekedar menilai suatu aktivitas secara spontan dan insedentak, melainkan merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik, dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. John W. M. Rothney, juga menjelaskan bahwa the reports from these evaluations find wide application in current guidance. Dari sini, dipahami bahwa evaluasi merupakan laporan penilaian dari suatu temuan terhadap suatu kejadian untuk menetapkan sesuatu. Mappanganro merumuskan bahwa evaluasi adalah proses menetapkan nilai atau jumlah dari sesuatu taksiran yang sama. Dari rumusan ini, maka dipahami bahwa evaluasi erat kaitannya dengan pengukuran, di mana pengukuran itu bertujuan untuk mengetahui keadaan sesuatu sebagaimana adanya. Dengan merujuk pada empat pengertian di atas, maka evaluasi pendidikan adalah educational evaluation, yakni sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Dalam implementasinya, evaluasi pendidikan memerlukan penggunaan informasi yang diperoleh melalui pengukuran maupun cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusankeputusan pendidikan. Pendapat dan keputusan tentu saja akan dipengaruhi oleh kesan pribadi dan sistem nilai yang ada pada si pembuat keputusan itu sendiri. Referensi Makalah