Anda di halaman 1dari 9

ANASTESI

Trias anestesia: - analgesia - hipnosis - relaksasi/arefleksia 1 unit darah Hb 1 gr % Sebelum operasi besar: Hb > 10 gr % Jenis transfusi : 1. Transfuse massif Penggantian volume darah total (10 units of red cells pada orang dewasa) dalam periode 24 jam. Indikasi : syok haemorrhagic / syok hypovolaemic karena perdarahan hebat 2. WHOLE BLOOD (DARAH SIMPAN/WB) 450 ml darah + 63 ml CPD (Citrat Phosphate Dextrose ) Simpan 4oC, Lama simpan < 28 hari Antikoagulan lain : ACD (Acid Citrate Dextrose ) Simpan 4oC bisa selama 21 hari WB : Rendah platelet, F V & VIII, kecuali bila disimpan < 6 jam Indikasi : Untuk mengganti volume darah pasien shock hipovolemik karena perdarahan (ex : Saat operasi) 3. Fresh Whole Blood (darah segar) 12 jam penyimpanan Indikasi : Pasien dengan Hb & platelet rendah Tombositopenia Transfusi masif dengan darah simpan 4. Packed Red Cell Hasil sentrifugasi WB (plasma dikurangi 200 ml) Vol. 300 ml (masa hidup 21 hari jika disimpan dlm 4oC) 1 unit = Meningkatkan Hb 1-1,5 gr% Indikasi : Anemia kronis dengan normovolemi sirkulasi supaya tidak overload : Pasien gagal jantung, pasien sangat tua, sepsis kronis. Dapat dicampur NS untuk pasien shock 5. . Stable Plasma Protein Solution (SPPS) Resiko hepatitis sangat kecil Pemanasan tinggi Faktor pembekuan kurang, F V, VIII

6.

7.

8.

9.

10.

Infus cepat SPPS untuk pasien hipotensi Sangat mahal, dipakai jika tidak sempat cross match Dried Pooled Plasma Dari 10 donor Simpan : 8 tahun bentuk kering Pakai campur air 3 jam Resiko hepatitis Fresh Frozen Plasma (FFP) Dari WB < 6 jam simpan Simpan -20oC 3 bulan, Jika -30oC 1 tahun Tiap unit FFP menaikkan fak. pembekuan 1-3 % INDIKASI : (Diberikan setelah mencair) Mengganti faktor koagulasi, berhub dg ggn. hepar Mengganti volume plasma Diberi pada pasien yg diberikan tanfusi darah masif dan perdarahan setelah tranfusi platelet Larutan Albumin Terdiri dari 5% dan 25% human albumin Resiko hepatitis < Faktor pembekuan (-) Tujuan : meningkatkan albumin serum pada : Penyakit hepar Ekspansi volume darah Cryoprecipitate Sentrifugasi plasma beku Konsentrasi tinggi F VIII Untuk terapi : haemofilia & defisiensi lain Resiko hepatitis Platelet Concentrate (trombosit) Jumlah : 250.000/mm3 Defisiensi platelet terapi: Platelet concentrate WB 6 jam simpan Platelet rich plasma

Distribusi Cairan tubuh pd dewasa : Cairan Ekstra sel 20 % dari berat badan Cairan Intrasel 40 % dari berat badan Cairan transuler

Berada pd rongga ketiga, 1-3 % dari BB ( 15 ml/kgBB) Berasal dari : 7 ml/kgBB pd sal. Cerna 2 ml/kgBB pd sal. Empedu 6 ml/kgBB pd sal. Getah bening Cairan tubuh berasal dari : Ingesti (makan dan minum) Hasil Oksidasi jaringan Kebutuhan basal cairan adalah 2 ml/KgBB/Jam Urin output minimal 1 ml/KgBB/jam Bayi 0,5 ml/KgBB/jam Dewasa Ekskresi air tergantung : - BMR - BB - Luas Permukaan Tubuh Tinja Kulit & pernafasan Kebutuhan cairan harian bayi dan anak : 50 ml / hari : 12 ml/KgBB/hari

BERAT BADAN S/D 10 kg 11-20 kg

KEBUTUHAN AIR (PERHARI) 100 ml/kgBB 1000 ml + 50 ml/kgBB (untuk tiap kg di atas 10 kg) 1500 ml + 20 ml/kgBB (untuk tiap kg di atas 20 kg)

> 20 kg

INGAT!!! Kebutuhan Cairan 10 % setiap kenaikan 1o C diatas suhu 37o C DEHIDRASI 1. Nilai tingkat dehidrasi Tentukan dengan : Mengukur berat jenis plasma paling akurat Gejala klinis paling mudah !! BJ urine Hematokrit & elektrolit darah

Ringan SSP

Sedang Mengantuk & Apatis Respon Anoreksia, Aktivitas

Berat Reflek Tendon Anestesi akral distal Stupor sampai koma Sianosis Hipotensi Akral dingin Nadi tak teraba Detak jantung jauh Atonia Mata Cowong Turgor menurun Oliguria 10 % BB

Kardio vaskuler

Takikardi

Takikardi Hipotensi Orthostatik Nadi Lemah Vena kolaps

Jaringan

Mukosa lidah kering Turgor menurun Pekat 3-5 % BB

Lidah kering, lunak, keriput Turgor menurun Pekat, Jumlah Kurang 6-8 % BB

Urine Defisit

Sedangkan berdasarkan BJ Plasma adalah : BJ Plasma 1.025 0,001 Bila dehidrasi maka BJ urine & Hematokrit akan 2. Tentukan jenis cairan rehidrasi !

3. Tentukan cara pemberian Pemberian cairan defisit harus berdasarkan klasifikasi dehidrasi

PENTING !! < 10 % tdk perlu parenteral 10-15 % ganti dgn kristaloid dgn Vol 2,5-4 kali darah yg hilang 15-20 % ganti dgn koloid sejumlah darah yg hilang > 20 % ganti dgn darah Cairan pertama diberi kristaloid, baru sisa perdarahan diganti dgn koloid dan darah sesuai prosentase darah yg hilang. CONTOH Penderita dgn perdarahan 25 % dari perkiraan jumlah darah, maka penggantinya adalah : 15 % diganti kristaloid (2,5-4 x perdarahan) .

5 % diganti koloid sejumlah perdarahan yg terjadi. 5 % diganti darah sejumlah perdarahan yg terjadi.

Cara pemberian berurutan Diawali kristaloid, koloid dan terakhir darah. Bila diperlukan dpt diberikan bersamaan dengan lebih dari 1 jalur infus. 4. Monitoring Nadi, TD

Mean Arterial Blood Pressure, MAP = (S + 2D) : 3 MAP Tilt Test Bila perbedaan > 10 mmHg msh defisit 1000 cc.

SHOCK Klasifikasi shock : 1. SHOCK RINGAN : volume darah hilang < 20 % BV (blood volume) - Patofisiologi : perfusi perifer . Hanya organ2 yang mampu bertahan iskhemik lama (kulit, lemak, otot,tulang) pH arteri normal - Manifestasi klinis : os merasa kedinginan, hipotensi postural & takhikardi dingin, pucat, kulit basah, vena leher kolaps, urin pekat 2. SHOCK SEDANG : vol darah hilang 20 40% BV Patofisiologi : perfusi pada central organ. yg mampu toleransi hanya pada iskhemia singkat (hepar, usus, ginjal) asidosis metabolik (+) Manifestasi klinik : haus, hipotensi supine & takhikardi oliguri anuri 3. SHOCK BERAT : vol darah hilang > 40% BV Patofisiologi : perfusi pada jantung, otak asidosis metabolik berat asidosis respiratorik Manifestasi klinik : agitasi, confusion hipotensi supine & takhikardi respirasi cepat & dangkal

MANAJEMEN SHOCK HIPOVOLEMIK : Maintenance fungsi organ (otak !) Hentikan perdarahan secepatnya Elevasi tungkai 15 20 Tidak dianjurkan merendahkan kepala, oleh karena : - Menyebabkan TD arteri - Terlalu lama edema cerebral, ablatio retina, trauma plx brakhialis, menyulitkan perawat Injeksi opioid : morphine 10 mg Tidak boleh pada : trauma otak berat depresi respirasi akut abdomen Tranfusi darah (WB) : jika shock ok perdarahan, tetesan cepat monitor (CVP) Oksigen, sangat perlu untuk - trauma thorax - sianosis - perdarahan hebat - takhikardi - depresi nafas Infus : koloid kristaloid RL : Na. Cl, laktat. K.Ca Lebih fisiologis dp NaCl,jika darah belum ada.

SHOCK ANAFILAKTIK Adalah sindroma klinik yang ditandai perubahan mendadak & dramatis pada permeabilitas vaskular & hiperaktifitas bronkhial. Sebab : aksi beberapa mediator endogen yang dilepas setelah stimuli antigenik atau non antigenik reaksi-reaksi : kegawatan darurat medik - gagal nafas - shock hipovolemik - kematian

Tatalaksana : 1. Oksigen : Tanda shock (+) baringkan os posisi telentang di tempat keras naikkan kaki 30 - 45

lapangkan jalan nafas O2 masker, k/p intubasi endotrakheal (u/ ventilasi) terutama : - angioneuretik edem - edem laring 2. Adrenalin : Pilihan u/ reaksi berat 0,25 mg/sc tiap 15' menurut beratnya gejala bila shock 0,3 0,5 mg/im (dewasa) 0,01 mg/kgBB/im (anak-anak) TS : 90 100mmHg suntikanadrenalin dihentikan observasi. Pemberian adrenalin menguntungkan pada : - kontraktilitas otot jantung - tonus pembuluh darah perifer - otot polos bronkhus Perfusi otot jelek/shock : iv adrenalin 1 2 mg dalam 100ml NaCl monitoring EKG Hati-hati : adrenalin pada anestesi volatil/inhalasi menyebabkan aritmia ventrikular 3. Cairan infus : TS < 100 mmHg (dewasa) TS < 50 mmHg (anak-anak) Macam cairan : D5%, RL, NaCl 0,9%, Dextran, Plasma Dewasa perlu 500 2000 cc pada jam I, selanjutnya 2000 3000 cc/m permukaan badan/24j Plasma / plasma expander : beri secepatnya u/ koreksi hipovolemi ok vasodilatasi akut & kebocoran cairan iv. 4. Vasopressor : - TS < 90 100 mgHg atau shock belum teratasi - Dopamin dalam cairan infus : 0,3 1,2 mg/kgBB/jam dosis diatur u/ pertahankan tekanan darah 5. Aminofilin : 5,0 mg/kgBB/iv pelan telah diencerkan denag D5% 10 15 bisa perinfus 0,2 1,2 mg/kgBB/jam 8. Observasi : - kemungkinan muncul reaksi lambat - 12 jam - ideal : di ICU monitor EKG deteksi aritmia ok : - hipoksia - hipotensi - adrenalin

oksigen pantau TD, CVP 9. Transportasi : ke RS - didampingi dokter, perawat terampil - posisi telentang horizontal, kaki naikkan 30 -45 - pasang infus - bawa obat-obatan yang perlu (obat emergency)