Anda di halaman 1dari 89

TUGAS DESIGN II (ME 091318) PERANCANGAN PROPELLER & POROS

STEVAN MANUKY PUTRA (4212 105 021)


Perhitungan Tahanan Kapal dengan Metode HARVALD
INPUT PARAMETER DESIGN
Lpp
:
196.250
meter
Lwl
:
202.138
meter
B
:
27.400
meter
H
:
16.400
meter
T
:
10.990
meter
Cb
:
0.770
Vs
:
15.2
knots
7.819
m/s
Cbwl
:
0.760
Cp
:
0.780
Cm
:
0.989
Lcb
:
4.382
didepan midship
Radius
:
800
mil laut
lama
:
2.80
hari
Tujuan
:
Singapura - Surabaya

Cwp = (0,248+0,778*Cbwl)
0.83928
Fn = Vs/(gxLwl)^0.5
= 0.176
Rn = (VsxLwl)/
= 1330481275.8
(15o)= 0.000001188
=
=
=
=
=

Lwl x B x T x Cbwl
46260.331
Lwl x B x T x Cbwl x
47416.839
1.025

DETAIL PERHITUNGAN
a. Perhitungan Tahanan Kapal
1 PERHITUNGAN VOLUME DISPLACEMENT ()
= Lwl x B x T x Cbwl
= 46260.331
m3
2 PERHITUNGAN DISPLACEMENT ( )
= 1.025
ton/m^3
1025
kg/m^3
= Lwl x B x T x Cbwl x
= 47416.839
ton
3 LUAS PERMUKAAN BASAH (S)
berdasarkan versi rumus Mumford
hal 133)
S = 1.025 Lpp (CbxB+1.7T)
= 8002.197
m2

(HARVALD 5.5.31, TAHANAN DAN PROPULSI KAPAL)

4 MENENTUKAN HARGA BILANGAN FROUDE DAN ANGKA REYNOULD


Vs = 15.2
knot
1 knot = 0.51444
= 7.819
m/s
= 0.000001188
g = 9.8
m/s^2
sehingga :
Fn = Vs/(gxLwl)^0.5
Rn = (VsxLwl)/
= 0.176
= 1330481276
5 MENCARI Cf dari DIAGRAM
koefisien tahanan gesek didapat dari rumusan :
Cf = 0.075/(logRn-2)^2
= 0.001478

m/s
pada suhu 150

(HARVALD 5.5.14,TAHANAN DAN PROPULSI KAPAL,hal 119)

dalam hal ini tidak ada koreksi anggota badan kapal yg meliputi daun kemudi, lunas bilga, boss baling-baling, dan poros
baling-baling, karena permukaan basah anggota badan kapal relatif kecil, sehingga dapat diabaikan.

6 MENENTUKAN HARGA Cr Dari DIAGRAM


tahanan sisa kapal dapat ditentukan melalui diagram Guldhammer-Harvald dengan rumus
sebagai berikut :
Lwl/^1/3 = 5.631
koefisien presmatik ()= Cb/
= (0,08*CB)+0,93= 0.9916
sehingga :
()= 0.777
untuk mencari Cr pada diagram koef tahanan sisa
Fn= 0.176
untuk mencari Cr pada diagram koef tahanan sisa

dari interpolasi diagram pada diagram Guldhammer-harvald diperoleh :


L/V^1/3
4
4.5
5
5.5
6
6.5

7
7.5
8

10^3 CR

1.30
1.00
0.90
0.80
0.70
0.60
0.50
0.45
0.40

INTERPOLASI
1.50
INTERPOLASI

1.00
Linear
(INTERPOLASI)

0.50
y = -0.2083x + 1.9889

0.00
2

12

Dari persamaan y= -0.2083x + 1.9889 maka didapat nilai Cr1 yaitu:

0.00081598
= 0.82

a. Bentuk Badan Kapal


Karena bentuk badan kapal yang ada standart, maka tidak ada koreksi.
b. Rasio B/T
Karena diagram tersebut dibuat berdasarkan rasio lebar-sarat B/T = 2.5 maka harga Cr untuk
kapal yang mempunyai rasio lebar-sarat lebih besar atau lebih kecil daripada harga tersebut
harus dikoreksi, sesuai pada buku TAHANAN DAN PROPULSI KAPAL SV. AA HARVALD hal. 119
B/T = 2.49
Cr = { Cr+(0,16*(B/T-2,5)) / 1000 }
103Cr2 = 0.814893
Cr2 = 0.000814893
c. Adanya penyimpangan LCB
LCB dari Tugas Rencana Garis adalah LCB :

e% = 2.200%
Ldisp = 199.194
e%*Ldisp= 4.382

di depan midship
meter
meter

Penentuan LCB standart dalam % dengan acuan grafik LCB Standart, buku TAHANAN DAN
PROPULSI KAPAL hal. 130, gambar 5.5.15
LCB Std =
1.80%
3.585 m di depan midship
karena letak LCB kapal di depan LCb standart maka harus dilakukan koreksi, sbb :
LCB = LCB-LCBstandart
= 2.22%-1.8%
= 0.42%
103CR = 103CR(standart)+(d103CR/dLCB)*LCB
dimana CR(standart) didapat dari diagram 5.5.16
= 0.8150
CR3 = 0.0008150
(HARVALD)

d. Anggota badan Kapal


dalam hal ini yang perlu dikoreksi adalah boss baling-baling :
untuk kapal penuh Cr dinaikkan sebesar 3-5%, diambil 5%, sehingga :
Cr4 = (1+5%)*Cr
= 0.00085564
7 TAHANAN TAMBAHAN
dari perhitungan awal diperoleh displacement kapal sebesar =

47416.839

Dengan menginterpolasi data displacement pada buku TAHANAN DAN PROPULSI KAPAL hal. 132 yaitu maka didapat
tahanan tambahan yaitu :
Interpolasi Ca
Displasement
LOG Disp
1000
3
10000
4
100000
5
1000000
6
47416.84
4.676
Sehingga :
Ca =
Ca = { (-0,4*LOG Disp+1,9)/1000 }

INTERPOLASI
3

10 Ca
0.6
0.4
0
-0.6
0.0296269588
0.00002962696

Interpolasi

0.5
0
-0.5
-1

5
y = -0.4x + 1.9

10

Linear
(Interpolasi)

8 TAHANAN UDARA
Karena data mengenai angin dalam perancangan kapal tidak diketahui maka disarankan
untuk mengoreksi koefisien tahanan udara (HARVALD 5.5.26 hal 132)
Caa = 0.00007
9 TAHANAN KEMUDI
berdasarkan HARVALD 5.5.27 hal. 132 koreksi untuk tahanan kemudi mungkin sekitar :
Cas = 0.00004
10 MENGHITUNG TAHANAN TOTAL KAPAL
Koefisien tahanan total kapal atau Ct, dapat ditentukan dengan menjumlahkan seluruh
koefisien - koefisien tahanan kapal yang ada :
CTair = Cf + Cr + Ca + Cas
= 0.0024031
Maka Ct = 0.0024731
CTudara = Caa
= 0.00007
Rtair = Ctair x 0.5 x airlaut x Vs2 x S
= 602.592
kN
Rtudara = Ctudara x 0.5 x udara x Vs2 x luasan kompartemen bagian depan
= 0.000528015
kN
RT total = RT udara + RT air
= 602.592
kN
Rt (dinas) = (1+15%)*RT
= 692.981

KN

Dalam hal ini tahanan total masih dalam pelayaran percobaan, untuk
kondisi rata-rata pelayaran dinas harus diberikan kelonggaran
tambahan pada tahanan dan daya efektif. Kelonggaran rata-rata
untuk pelayaran dinas disebut sea margin/service margin. Untuk
rute pelayaran Surabaya-Biak sea marginnya adalah sebesar 1520%.

Perhitungan Daya Motor Penggerak Utama

1. MENGHITUNG DAYA EFEKTIF KAPAL (EHP)


Daya Efektif atau EHP adalah daya yang diperlukan untuk menggerakkan kapal di air atau untuk menarik kapal dengan
kecepatan v. Perhitungan daya efektif kapal (EHP) menurut buku HARVARD,TAHANAN DAN PROPULSI KAPAL, 6.2.1 hal.
135 sebagai berikut :
1 HP =
EHP =
=
=

0.7457
Rtdinas x Vs
5418.76
7266.67

kW
KW
HP

EHP = Rttrial x Vs
= 4711.96
= 6318.85

KW
HP

2. MENGHITUNG DAYA PADA TABUNG POROS BURITAN BALING-BALING (DHP)


Adalah daya yang diserap oleh propeller dari sistem perporosan atau daya yang dihantarkan oleh sistem perporosan ke
propeller untuk diubah menjadi daya dorong (thrust )
DHP = EHP/Pc

Dimana, Pc = H x rr x o

a. Effisiensi lambung ( H )
H = (1-t)/(1-w)
. Menghitung Wake Friction (w)
Wake friction atau arus ikut merupakan perbandingan antara kecepatan kapal dengan kecepatan air yang
menuju ke propeller. Dengan menggunakan rumus yang diberikan oleh Taylor ,maka didapat :

( Resistance,Propulsion and Steering of Ships, Van


w = 0.5Cb-0.05
Lammeren, hal178 )
= (0.5 x 0.77) - 0.05
= 0.34
. Menghitung Thrust Deduction Factor (t)
nilai t dapat dicari dari nilai w yang telah diketahui yaitu
t = k.w
nilai k antara 0.7-0.9 dan diambil nilai k =
(Principal of Naval Architecture hal 158 )
= 0.8 x 0,32
= 0.285
maka, H = (1-t)/(1-w)
= 1.076
b. Efisiensi Relatif Rotatif (rr)
harga rr untuk kapal dengan propeller tipe single screw berkisar 1.0-1.1. (Principal of Naval Architecture hal 152 ) pada
perencanaan propeller dan tabung poros propeller ini diambil harga :
rr = 1.05
c. Efisiensi Propulsi (o)
adalah open water efficiency yaitu efficiency dari propeller pada saat dilakukan open water test.nilainya antara 40-70%, dan
diambil :
o= 50%
d. Coeffisien Propulsif (Pc)
Pc = H x rr x o
= 1.076 x 1.05 x 0.50
= 0.5647
maka,daya pada tabung poros baling-baling dihitung dari perbandingan antara daya efektif dengan koefisien propulsif, yaitu :
DHP = EHP/Pc
= 12868.86
= 9596.31

Hp
Kw

THP = EHP / H
= 6756.15
= 5038.06

Hp
Kw

3. MENGHITUNG DAYA PADA POROS BALING-BALING (SHP)


Untuk kapal yang kamar mesinnya terletak di bagian belakang akan mengalami losses sebesar 2%, sedangkan pada kapal
yang kamar mesinnya pada daerah midship kapal mengalami losses sebesar 3%.(Principal of Naval Architecture hal 131).
Pada perencanaan ini, kamar mesin terletak dibagian belakang, sehingga losses yang terjadi hanya 2%
SHP = DHP/sb
= 13131.49

HP

9792.15

Kw

4. MENGHITUNG DAYA PENGGERAK UTAMA YANG DIPERLUKAN


a. BHPscr
Adanya pengaruh effisiensi roda sistem gigi transmisi (G), pada tugas ini memakai sistem roda gigi reduksi tunggal atau
single reduction gears dengan loss 2% untuk arah maju sehingga G = 0,98
BHPscr = SHP/G
= 13399.48
= 9991.99
b. BHPmcr

HP
kw

HP mcr adalah daya output dari motor penggerak keluaran pabrik (Maximum Continuous Rating = 100%) . dimana besarnya
80% - 85%, maka daya yang diambil sebesar 85%. Sehingga cukup dengan daya 85% dari MCR kapal dapat bergerak
dengan kecepatan (vs)
daya BHPscr diambil
BHPmcr = BHPscr/0,85
= 15764.09
= 11755.28

85%
HP
KW

Pemilihan Motor Induk & Gear Box


Dari data mengenai karakteristik putaran kerja dan daya pada kondisi MCR dapat ditentukan spesifikasi motor penggerak utama atau
main engine dari kapal ini.
Adapun data-data utama motor induk ini antara lain :
Mesin
Jenis
:
MAN B&W
Type
:
L 70MC-C
Cylinder
:
2
Daya Max
:
10480
:
14054
Jml.Sylinder
:
4
Bore
:
700
Piston Stroke
:
2360
RPM
:
91
MEP
:
19
SFOC
:
172

Strokes
kW

mm
mm
RPM
bar

Data-data dimensi utama motor induk yang dipilih yaitu :


Dimensi
Panjang
:
6591 mm
Lebar
:
3842 mm
Tinggi
:
11623 mm
A
:
1323 mm
B
:
3842 mm
E
:
1190 mm
H1
:
11225 mm
H2
:
10500 mm
H3
:
10300 mm
H4
:
mm
Lmin
:
6591 mm
Dry masses in tons :
396 ton

BHP (MCR)
BHP (SCR)
SHP
DHP

kW
10480.0
8908
8908
8729.8

BHP (MCR)
BHP (SCR)
SHP
DHP

PELLER & POROS


21)

(0,248+0,778*Cbwl)

Lwl x B x T x Cbwl
m
Lwl x B x T x Cbwl x
ton
ton/m

NAN DAN PROPULSI KAPAL)

AN DAN PROPULSI KAPAL,hal 119)

s bilga, boss baling-baling, dan poros


dapat diabaikan.

ndart)

INTERPOLASI

(INTERPOLASI)

didapat dari diagram 5.5.16

ton

I KAPAL hal. 132 yaitu maka didapat

Interpolasi
Linear
(Interpolasi)

masih dalam pelayaran percobaan, untuk


n dinas harus diberikan kelonggaran
an daya efektif. Kelonggaran rata-rata
ebut sea margin/service margin. Untuk
Biak sea marginnya adalah sebesar 15-

ma

air atau untuk menarik kapal dengan


ANAN DAN PROPULSI KAPAL, 6.2.1 hal.

hantarkan oleh sistem perporosan ke

cepatan kapal dengan kecepatan air yang


kan oleh Taylor ,maka didapat :

,Propulsion and Steering of Ships, Van


al178 )

0.85
Naval Architecture hal 158 )

l of Naval Architecture hal 152 ) pada

n water test.nilainya antara 40-70%, dan

a efektif dengan koefisien propulsif, yaitu :

ses sebesar 2%, sedangkan pada kapal


Principal of Naval Architecture hal 131).
ang terjadi hanya 2%

i sistem roda gigi reduksi tunggal atau

nuous Rating = 100%) . dimana besarnya


85% dari MCR kapal dapat bergerak

spesifikasi motor penggerak utama atau

Hp
14053.9
11945.82272
11946
11706.9

Pemilihan Motor Induk & Gear Box


Dari data mengenai karakteristik putaran kerja dan daya pada kondisi MCR dapat
ditentukan spesifikasi motor penggerak utama atau main engine dari kapal ini.
Adapun data-data utama motor induk ini antara lain :
Mesin
Jenis
Type
Cylinder
Daya Max
Jml.Sylinder
Bore
Piston Stroke
RPM
MEP
SFOC

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

MAN B&W
L 70MC-C
2
12440
16682
4
700
2360
108
19
172

Strokes
kW

mm
mm
RPM
bar

WARTSILA
RT-flex60C
2
Strokes
12100 kW
16226
600
2250
114
20
170

mm
mm
RPM
bar

WARTSILA
RT-flex60C
2
Strokes
12100 kW
16226
600
2250
114
20
170

mm
mm
RPM
bar

Mesin
Jenis
Type
Cylinder
Daya Max
Jml.Sylinder
Bore
Piston Stroke
RPM
MEP
SFOC

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

MAN B&W
L 70MC-C
2 Strokes
10480 kW
14054
4
700 mm
2360 mm
91 RPM
19 bar
172

Data-data dimensi utama motor induk yang dipilih yaitu :


Dimensi
Panjang
:
6591 mm
Lebar
:
3842 mm
Tinggi
:
11623 mm
A
:
1323 mm
B
:
3842 mm
E
:
1190 mm
H1
:
11225 mm
H2
:
10500 mm
H3
:
10300 mm
H4
:
mm
Lmin
:
6591 mm
Dry masses in tons :
396 ton

PERHITUNGAN PROPELLER
Y max propeller = 0,7 x T =
D.propeller yang diperbolehkan =

5.11
D.maxpropeller (D) -0,08D =

Va = (1-w).Vs
Va =
=

2.69

10.108 knot
5.200 m/s

BP - Diagram
Pertama -tama yang dilakukan adalah memprediksi seri berapa saja yang digunakan unutk design propeller, dan dipilih seri B3, B4, dan B5
Untuk mendapatkan nilai dari Bp1, maka dibutuhkan nilai dari advance speed (Va) sebesar = 9.18 knot
Setelah menentukannya, maka langkah selanjutnya adalah mendapatkan nilai Bp1 dengan rumus sebagai berikut :
dan didapatkan nilai Bp1 sebesar =
60.41615 dengan nilai dari P adalah nilai dari DHP
Bp1 = N x P^ 0.5 / Va^2.5
Untuk mendapatkan nilai-nilai yang terdapat pada Diagram Wegningen B-Series, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut :
0,1739.Bp1
didapatkan nilai sebesar
1.17
Jenis Prop.
B3-35
B3-50
B3-65
B3-80

DHP (HP)
12868.8585
12868.8585
12868.8585
12868.8585

N (RPM)
173
173
173
173

N.Prop (RPM)
173
173
173
173

w
0.335
0.335
0.335
0.335

Vs (knot)
13.5
13.5
13.5
13.5

Va (knot)
10.108
10.108
10.108
10.108

Bp1
60.416148
60.416148
60.416148
60.416148

0,1739.Bp1
1.35
1.35
1.35
1.35

B4-40
B4-55
B4-70
B4-85
B4-100

12868.8585
12868.8585
12868.8585
12868.8585
12868.8585

173
173
173
173
173

173
173
173
173
173

0.335
0.335
0.335
0.335
0.335

13.5
13.5
13.5
13.5
13.5

10.108
10.108
10.108
10.108
10.108

60.416148
60.416148
60.416148
60.416148
60.416148

1.35
1.35
1.35
1.35
1.35

B5-45
B5-60
B5-75
B5-90

12868.8585
12868.8585
12868.8585
12868.8585

173
173
173
173

173
173
173
173

0.335
0.335
0.335
0.335

13.5
13.5
13.5
13.5

10.108
10.108
10.108
10.108

60.416148
60.416148
60.416148
60.416148

1.35
1.35
1.35
1.35

B5-105

12868.8585

173

173

0.335

13.5

10.108

60.416148

1.35

Memotongkan nilai BP1 dengan optimum line, dan didapatkan nilai dari P/Do dan 1/Jo
Untuk mendapatkan nilai dari o, maka digunakan rumus :
1/Jo / 0,009875
Setelah mendapatkan nilai dari o, maka langkah selanjutnya adalah mendapatkan nilai dari Do dengan persamaan
Untuk nilai Do dalam british unit (ft), maka Va dalam (knot) dan N dalam rpm.
Besarnya Db tergantung dari jumlah propeller yang dipakai
Untuk Single-Screw Propeller Db = 0.96 Do
Untuk Twin-Screw Propeller Db = 0.98 Do
Sehingga, untuk kapal ini yang menggunakan single-screw propeller.
catatan : dalam hal ini harus diperhitungkan/dipertimbangkan pula diameter maksimal propeller yang bisa dipasang, dimana nilai dari D.max = Y / 1,08. Y
adalah nilai dari 0,6~0,7 x T.
Di dapatkan nilai dari Db yang memenuhi adalah jenis B4-70 , B4-85, B4-100, B5-45, B5-60, B5-75, B5-90, dan B5-105.
Jenis Prop.
B3-35
B3-50
B3-65
B3-80

P/D0
0.67
0.67
0.7
0.73

1/J0
2.43
2.42
2.35
2.25

0
246.0759494
245.0632911
237.9746835
227.8481013

D0 (ft)
14.38
14.32
13.90
13.31

Db (ft)
13.66
13.60
13.21
12.65

Db (m)
4.16
4.15
4.03
3.85

Dmax (m)
2.69
2.69
2.69
2.69

Db < Dmax
Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi

B4-40
B4-55
B4-70
B4-85
B4-100

0.71
0.72
0.73
0.77
0.84

2.31
2.31
2.25
2.21
2.14

233.9240506
233.9240506
227.8481013
223.7974684
216.7088608

13.67
13.67
13.31
13.08
12.66

12.98
12.98
12.65
12.42
12.03

3.96
3.96
3.85
3.79
3.67

2.69
2.69
2.69
2.69
2.69

Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi

B5-45
B5-60
B5-75
B5-90
B5-105

0.710
0.740
0.740
0.780
0.830

2.22
2.25
2.24
2.18
2.12

224.8101266
227.8481013
226.835443
220.7594937
214.6835443

13.14
13.31
13.25
12.90
12.54

12.48
12.65
12.59
12.25
11.92

3.80
3.85
3.84
3.73
3.63

2.69
2.69
2.69
2.69
2.69

Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi
Coba Lagi

Karena yang memenuhi syarat diameter hanya beberapa jenis di atas, maka untuk perhitungan selanjutnnya dilakukan hanya terhadap jenis-jenis
propeller diatas.
Untuk mendapatkan nilai b, didapatkan melalui persamaan :
Lalu didapatkan nilai 1/Jb memelalui persamaan sebagai berikut :
Memotongkan kembali nilai Bp1 dengan 1/Jb, didapatkan nilai P/Db serta .

b x 0,009875

dalam ft2

Nilai dari Ae/Ao bergantung dari propeller yang dipilih, jika yang dipilih adalah B4-85, maka nilai
dari Ae/Ao = 0,85

dalam ft2

nilai dari Ad = Ae

Menghitung nilai Ao, Ad, dan Ae

Jenis Prop.
B3-35
B3-50
B3-65
B3-80

b
233.7721519
232.8101266
226.0759494
216.4556962

1/Jb
2.31
2.30
2.23
2.14

P/Db
0.684
0.68
0.72
0.77

0.59
0.525
0.553
0.530

Ae/Ao
0.35
0.5
0.65
0.8

B4-40
B4-55
B4-70
B4-85
B4-100

222.2278481
222.2278481
216.4556962
212.6075949
205.8734177

2.19
2.19
2.14
2.10
2.03

0.730
0.730
0.780
0.780
0.810

0.57
0.57
0.565
0.545
0.53

B5-45
B5-60
B5-75
B5-90
B5-105

213.5696203
216.4556962
215.4936709
209.721519
203.9493671

2.11
2.14
2.13
2.07
2.01

0.780
0.770
0.810
0.820
0.860

0.554
0.560
0.565
0.548
0.535

Ao
Ae
Ad = Ae
146.4513793 51.25798274 51.2579827
145.2484983 50.8369744 50.8369744
136.9672208 47.93852727 47.9385273
125.5584527 43.94545845 43.9454585

Va (m/s)
5.195512
5.195512
5.195512
5.195512

0.4
0.55
0.7
0.85
1

132.3441895
132.3441895
125.5584527
121.1338349
113.5817264

46.32046634
46.32046634
43.94545845
42.3968422
39.75360425

46.3204663
46.3204663
43.9454585
42.3968422
39.7536043

5.195512
5.195512
5.195512
5.195512
5.195512

0.45
0.60
0.75
0.90
1.05

122.2325488
125.5584527
124.4448578
117.867455
111.4686242

42.78139209
43.94545845
43.55570021
41.25360924
39.01401846

42.7813921
43.9454585
43.5557002
41.2536092
39.0140185

5.195512
5.195512
5.195512
5.195512
5.195512

Menghitung Ap
dalam ft2

(Principles naval architecture, hal 181, pers 59)

Menghitung Vr, c, 0,7R dan menentukan terjadinya kavitasi atau tidak

Vr2 Va2 0.7 n D

Tc

T
Ap 0,5 (Vr) 2

0.7R

(Tahanan dan propulsi kapal, hal 199)


T = Thrust of Propeller = Rt / (1-t) =
T=
968.865538 kN

(Principles naval architecture, hal 181)

188,2 19,62h
Va2 (4,836xn2 xD2 )

(Principles naval architecture, hal 181, pers 61)

h = Jarak sarat air dengan centerline propeller


h = 7.3 - 2.4 =
4.9 m
0.7R
0.39
0.40
0.42
0.46

Tc burril
0.18
0.18
0.19
0.19

Kavitasi ?
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi

0.07
0.07
0.08
0.09
0.10

0.43
0.43
0.46
0.47
0.50

0.18
0.18
0.19
0.19
0.20

Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi

0.08
0.08
0.08
0.09

0.47
0.46
0.46
0.48

0.19
0.19
0.19
0.19

Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi
Tidak Kavitasi

Jenis Prop.
B3-35
B3-50
B3-65
B3-80

Ap (m^2)
46.6634222
46.32671803
43.24630422
39.14090148

N (rps)
2.8833333
2.8833333
2.8833333
2.8833333

Vr^2
723.1369155
717.419128
678.0548139
623.8242525

T (kN) c hitungan
968.87
0.06
968.87
0.06
968.87
0.07
968.87
0.08

B4-40
B4-55
B4-70
B4-85
B4-100

41.68054523
41.68054523
39.04026638
37.66450667
35.04319969

2.8833333
2.8833333
2.8833333
2.8833333
2.8833333

656.0796473
656.0796473
623.8242525
602.792226
566.8939522

968.87
968.87
968.87
968.87
968.87

B5-45
B5-60
B5-75
B5-90

38.0061331
39.14090148
38.3947853
36.27099831

2.8833333
2.8833333
2.8833333
2.8833333

608.0148649
623.8242525
618.5308781
587.2657805

968.87
968.87
968.87
968.87

B5-105

33.9445369

2.8833333

556.849509

968.87

0.10

0.51

0.20

nilai 0,7R ini digunakan untuk mengetahui nilai angka kavitasi pada diagram burill.
Dipotongkan dengan kurva merchant ship propeller.
karena besarnya angka kavitasi dari hasil perhitungan lebih kecil dari angka
kavitasi dari hasil pembacaan pada grafik buril maka tidak terjadi kavitasi
Dengan mempertimbangkan Perhitungan kavitasi ini di coba dihitung untuk
semua tipe propeller, dan ketentuan untuk mengambil keputusan mana propeller
yang di pakai adalah :
1. Diameter propeller yg dipilih harus kurang dari diameter max
2. Tidak terjadi kavitasi pada propeller
3. propeller yang dipilih mempunyai efisiensi yang paling bagus.
Sehingga didapatkan kesimpulan, propeller yang dipilih adalah:
type
B4-70
Db
3.50
m
P/Db
0.780
p
0.570
n
173
Rpm
Korelasi besarnya daya Main Engine dengan effisiensi propeller behind the ship
Dengan diketahuinya nilai efisiensi propeller yang baru maka dapat dikoreksi kembali besarnya
kebutuhan daya motor penggerak utama.
Perhitungan efective horse power
EHP= 7266.67 hp
Perhitungan koefisien propulsif
a.
Efisiensi lambung (H)
H = (1-t)/(1-w)
=

1.09774

t= 0.5 Cp - 0.12
=
0.27

t =
w=

0.27
0.335

Sv.Aa.Harvald, Tahanan dan Propulsi Kapal; hal.136

Tidak Kavitasi

b.

c.
d.

Efisiensi relatif rotatif (rr)


Pada kapal dengan menggunakan single screw, nilai efisiensi relatif rotatif berkisar
antara 1.02 - 1.05 perencanaan ini efisiensi relatif rotatifnya
rr= 1.05
efisiensi propeller (p)
p = 0.570
koefisien propulsif (PC)
efisiensi propulsif adalah efisiensi yang dihitung dengan mengalikan harga efisiensi
lambung, efisiensi propeller, dan efisiensi relatif rotatif.
PC= rr x p x H
= 0.657
Perhitungan delivered horse power (DHP)
DHP = EHP/PC
= 11060.38 hp
Perhitungan daya pada poros baling-baling, shaft horse power(SHP)
Kerugian transmisi poros umumnya diambil diambil sekitar 2% untuk kamar mesin di
belakang, dan 3% untuk kamar mesin di tengah.
SHP= DHP/sb
Sv.Aa.Harvald, Tahanan dan Propulsi Kapal; hal.257
= 11286.11 hp
Perhitunngan daya penggerak utama
Pada perhitungan daya penggerak utama kapal, harga efisiensi reduction gears, maka
tidak dipengaruhi oleh gear box. Tetapi tetap ada efisiensi yang kita hitung karena
reversing pada engine.
daya pada perhitungan ini adalah daya untuk bergerak maju, maka :
BHPscr
=
SHP/g
=
11286.11
hp
BHPmcr
=
BHPmcr/0.85 1 hp
= 0.746 kW
=
13277.77
hp
9901.23
= kW
Dengan demikian kebutuhan daya masih dapat dipenuhi oleh main engine yang dipilih diatas.

Series
Diameter
P/D

ENGINE PROPELLER MATCHING


Data Propeller
type
Db
P/Db
p
n

B4-70
3.50
0.780
0.570
173.000

Rpm

Data Mesin
Jenis
Type
Cylinder
Daya Max

:
:
:
:

Jml.Sylinder
Bore
Piston Stroke
RPM
MEP

:
:
:
:
:

MAN B&W
S 35MC
2
2960
3969.4247
4
350
1400
173
76.254079

Strokes
kW
HP
mm
mm
RPM
bar

Data yang didapatkan dari perhitungan sebelumnya


Rt trial=

602.59

=
1025.000
Rt service=
692.98
CT = 0.002473053

S=

8002.20

Vs =

13.50
7.819
968.8655379
0.28475
5.195512
0.335

T=
t=
Va =
w=

kN
kg/m3
kN
2

Knot
m/s
kN
m/s

Menghitung koefisien
2
Rt= 0.5xxCtxSxVs
2
Rt= xVs
2
= Rt/Vs

sehingga :
clean hull=
9855.233
service =
11333.518

Menghitung nilai
=

clean hull =
sercice =

(1-t)x(1-w)2xxD2

2.48
2.85

J
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1

Tabel KT - J Clean Hull


J2
KTHull
0.00
0.01
0.04
0.09
0.16
0.25
0.36
0.49
0.64
0.81
1.00

0.00
0.02
0.10
0.22
0.40
0.62
0.89
1.22
1.59
2.01
2.48

Grafik Hubungan antara Kt & J


2
KT = x J

Kt

Diagram Kt- J
1.00
0.90
0.80
0.70
0.60
0.50
0.40
0.30
0.20
0.10
0.00

KT clean
Hull
KT service

0.2

0.4

0.6

0.8

1.2

Perhitungan Nilai Propeller


Pemilihan type propeller dilakukan dengan cara memvariasikan P/D kemudian diplotkan dengan kurva open water test sehingga
didapatkan data KT, KQ, J, dan

B4-70
P/Db
J
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.85
0.9

KT

0.780
10 KQ

0.37
0.338
0.3
0.265
0.228
0.184
0.136
0.085
0.028
0
0

0.485
0.45
0.414
0.372
0.325
0.276
0.214
0.153
0.09
0.06
0.03

0
0.13
0.253
0.37
0.484
0.58
0.635
0.626
0.44
0
0

Type Propeller =
Diameter Propeller =
Putaran Propeller (rpm)=
Efisiensi Propeller =
P/Db =

Kurva Open Water Test B4-70 P/Db 0,78


0.7
0.6

Kt 10Kq Eff

0.5
0.4

0.3
0.2
0.1

0
0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

0.8

0.9

Dari kurva di atas kita dapat memotongan KT hull dengan Kt propeller, sehingga di dapat harga J dan dari perpotongan
tersebut kita buat garis vertikat untuk mendapatkan harga KT, 10KQ dan effisiensi.
PEMBACAAN GRAFIK PADA KURVA OPEN WATER B SERIES B4-40

Berdasarkan pembacaan grafik maka didapatkan hasil :


1. Titik operasi propeller pada kondisi trial :
J=
0.48
KT =
0.18
10KQ =
0.028
=
0.57
2. Titik operasi propeller pada kondisi kondisi service:
J=
0.47
KT =
0.2
10KQ =
0.030
=
0.55
Dimana :
J=
KT =
10KQ =
=

Koefisien advance
Koefisien gaya dorong
Koefisien torsi
Efisiensi propeller behind the ship

Dari harga J yang di dapat diatas kita dapat mengetahui harga n (putaran) propeller yang bekerja pada
effisiensi tersebut.
n = Va / JxD
=
3.09
rps
pada rpm propeller tersebut, putaran
=
185.55
rpm
mesinnya adalah =
185.55
Rps = Rpm / 60
5
2
Q = (KQ x x Db x n )

BHP = DHP/(G)

DHP = Q x n x 2
SHP = DHP/(sb)
Perhitungan koefisien propulsif
1. efisiensi relatif rotatif (rr)
Pada kapal dengan menggunakan single screw, nilai efisiensi relatif rotatif berkisar antara
1.05

1.02 - 1.05 perencanaan ini efisiensi relatif rotatifnya =


2. efisiensi propeller (p)
harga efisiensi propeller sebesar

0.55

3. koefisien propulsif (PC)


efisiensi propulsif adalah efisiensi yang dihitung dengan mengalikan harga efisiensi lambung,
efisiensi propeller, dan efisiensi relatif rotatif.

efisiensi propulsif adalah efisiensi yang dihitung dengan mengalikan harga efisiensi lambung,
efisiensi propeller, dan efisiensi relatif rotatif.
PC= rr x p x H
= 1.05 x 0.50 x 1.1029
=
0.63
Perhitungan delivered horse power (DHP)
DHP= EHP/PC
=
11462.58 HP
Perhitungan daya pada poros baling-baling, shaft horse power(SHP)
Kerugian transmisi poros umumnya diambil diambil sekitar 2% untuk kamar mesin di belakang,
dan 3% untuk kamar mesin di tengah.
SHP= DHP/sb
=

11696.5093 HP

Perhitungan daya penggerak utama


Pada perhitungan daya penggerak utama kapal, harga efisiensi reduction gears, yang
nilainya :
1. g = 98% untuk single reduction gears
2. g = 99% reversing reduction gears
daya pada perhitungan ini adalah daya untuk bergerak maju, maka :
BHPscr = SHP

11696.5093 HP

BHPmcr = BHPmcr/0.85
= 13760.59917 HP
= 10120.92069 KW
Clean hull
n-engine
(rpm)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
140
150

n-propeller
(rpm)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
140
150

(rps)
0.000
0.167
0.333
0.500
0.667
0.833
1.000
1.167
1.333
1.500
1.667
1.833
2.000
2.167
2.333
2.500

Q
%
0.00
5.78
11.56
17.34
23.12
28.90
34.68
40.46
46.24
52.02
57.80
63.58
69.36
75.14
80.92
86.71

0
0.424697717
1.698790868
3.822279453
6.795163472
10.61744293
15.28911781
20.81018813
27.18065389
34.40051508
42.4697717
51.38842376
61.15647125
71.77391418
83.24075253
95.55698633

DHP
(HP)
0.00
0.44
3.56
12.00
28.45
55.56
96.02
152.47
227.59
324.05
444.52
591.65
768.13
976.60
1219.75
1500.24

SHP
(HP)
0.00
0.45
3.63
12.25
29.03
56.70
97.98
155.58
232.24
330.67
453.59
603.73
783.80
996.53
1244.65
1530.86

160
170
173

160
170
173

2.667
2.833
2.883

92.49
98.27
100.00

108.7226156
122.7376402
127.1077797

1820.74
2183.91
2301.58

1857.90
2228.48
2348.55

Tabel diatas merupakan perhitungan daya mesin pada putaranan tertentu dengan kondisi lambung kapal yang masih bersih (clean
hull) tidak ada karat maupun binatang laut yang menempel pada lambung kapal(fouling), pada kondisi sebaliknya (rough hull)
terdapat

Rough Hull
n-engine
(rpm)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
140
150
160
170
173

(rpm)
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
140
150
160
170
173

n (propeller)
(rps)
0.000
0.167
0.333
0.500
0.667
0.833
1.000
1.167
1.333
1.500
1.667
1.833
2.000
2.167
2.333
2.500
2.667
2.833
2.883

Q
%
0.00
5.78
11.56
17.34
23.12
28.90
34.68
40.46
46.24
52.02
57.80
63.58
69.36
75.14
80.92
86.71
92.49
98.27
100.00

0
0.444138105
1.776552422
3.997242949
7.106209688
11.10345264
15.9889718
21.76276717
28.42483875
35.97518654
44.41381055
53.74071076
63.95588719
75.05933982
87.05106867
99.93107373
113.699355
128.3559125
132.9260936

DHP
(HP)
0.00
0.46
3.72
12.55
29.75
58.11
100.41
159.45
238.01
338.89
464.86
618.73
803.29
1021.31
1275.59
1568.92
1904.09
2283.88
2406.94

SHP
(HP)
0.00
0.47
3.79
12.81
30.36
59.29
102.46
162.70
242.87
345.80
474.35
631.36
819.68
1042.15
1301.62
1600.94
1942.94
2330.49
2456.06

Power Prediction
2500.00

BHP (HP)

2000.00

Clean
Hull

1500.00
Rough
Hull

1000.00

500.00
0.00
0

40

80

120

160

RPM

Engine Envelope
Engine Type

LayOut Point

Engine
Speed

Power

200

Engine Type
Bore

350 mm

Stroke

1400 mm

LayOut Point

Engine

L1
L3
L2
L4

Speed
173
173
147
147

Power
2960
2380
2520
2020

ENGINE PROPELLER MATCHING

BHP

3500
3000

L1-L3

2500

L2-L4

2000

L1-L2
L3-L4

1500

Clean
Hull
Rough
Hull

1000
500
100

120

140
rpm

160

180

Perhitungan Speed Power Prediction


Pc
0.63

Rt
Rt (dinas)

602.59 KN
692.98 KN

3
EHP = 0.5 x x Ct x S x Vs
3
EHP = x Vs
3
= EHPdesain/ Vs
=
1.92

EHP
EHP

4711.96
5418.76

3
= EHPservice/ Vs
=
2.20

tabel speed-power prediction curve

RPM
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
140

BHPclean
0.00
0.46
3.70
12.50
29.62
57.86
99.97
158.76
236.98
337.41
462.85
616.05
799.80
1016.87
1270.05

BHPrough
0.00
0.48
3.87
13.07
30.98
60.50
104.55
166.02
247.82
352.86
484.03
644.25
836.41
1063.42
1328.18

DHP
0.00
0.44
3.56
12.00
28.45
55.56
96.02
152.47
227.59
324.05
444.52
591.65
768.13
976.60
1219.75

EHP
0.00
0.28
2.25
7.61
18.04
35.23
60.87
96.66
144.28
205.43
281.80
375.08
486.95
619.12
773.26

Vs3 (m/s)
0.00
0.15
1.18
3.97
9.42
18.39
31.78
50.47
75.34
107.27
147.14
195.85
254.26
323.27
403.76

Vs (Knot)
0.00
0.53
1.06
1.58
2.11
2.64
3.17
3.70
4.22
4.75
5.28
5.81
6.34
6.86
7.39

150
160
173

1562.10
1895.82
2273.96

1633.61
1982.60
2378.05

1500.24
1820.74
2183.91

951.08
1154.25
1384.49

496.61
602.70
722.92

RPM
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
110
120
130
140
150
160
173

BHPclean
0.00
0.46
3.70
12.50
29.62
57.86
99.97
158.76
236.98
337.41
462.85
616.05
799.80
1016.87
1270.05
1562.10
1895.82
2273.96

BHPrough
0.00
0.48
3.87
13.07
30.98
60.50
104.55
166.02
247.82
352.86
484.03
644.25
836.41
1063.42
1328.18
1633.61
1982.60
2378.05

DHP
0.00
0.46
3.72
12.55
29.75
58.11
100.41
159.45
238.01
338.89
464.86
618.73
803.29
1021.31
1275.59
1568.92
1904.09
2283.88

EHP
0.00
0.29
2.36
7.96
18.86
36.84
63.66
101.08
150.89
214.84
294.70
392.25
509.24
647.46
808.66
994.61
1207.09
1447.86

Vs (m/s)
0.00
0.13
1.07
3.61
8.56
16.73
28.90
45.90
68.51
97.55
133.81
178.10
231.22
293.98
367.17
451.60
548.08
657.40

7.92
8.45
8.97

Vs (m/s)
0.00
0.51
1.02
1.53
2.05
2.56
3.07
3.58
4.09
4.60
5.11
5.63
6.14
6.65
7.16
7.67
8.18
8.70

NG

KT - J Clean Hull
KTservice
0.00
0.03
0.11
0.26
0.46
0.71
1.03
1.40
1.83
2.31
2.85

kan dengan kurva open water test sehingga

B4-70
3.5
173.000
0.570
0.78

Kt

10Kq

eff

Kt Clean Hull

Series5

KT service

Perpotongan J
0.47
0.47
0.47
0.47
0.47
0.47
0.47
0.47

0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7

Perpotongan Kt
0.153
0.153
0.153
0.153
0.153
0.153
0.153
0.153

Perpotongan 10Kq
0.22
0.22
0.22
0.22
0.22
0.22
0.22
0.23

KT service

dapat harga J dan dari perpotongan

BHPSCR
(HP)
0.00
0.46
3.70
12.50
29.62
57.86
99.97
158.76
236.98
337.41
462.85
616.05
799.80
1016.87
1270.05
1562.10

RPM
(%)
0.00
4.00
8.00
12.00
16.00
20.00
24.00
28.00
32.00
36.00
40.00
44.00
48.00
52.00
56.00
60.00

BHPSCR
(%)
0.00
0.02
0.13
0.42
1.00
1.95
3.38
5.36
8.01
11.40
15.64
20.81
27.02
34.35
42.91
52.77

1895.82
2273.96
2396.48

64.00
68.00
69.20

64.05
76.82
80.96

ndisi lambung kapal yang masih bersih (clean


ng), pada kondisi sebaliknya (rough hull)

BHP
(HP)
0.00
0.48
3.87
13.07
30.98
60.50
104.55
166.02
247.82
352.86
484.03
644.25
836.41
1063.42
1328.18
1633.61
1982.60
2378.05
2506.18

RPM
(%)
0.00
4.00
8.00
12.00
16.00
20.00
24.00
28.00
32.00
36.00
40.00
44.00
48.00
52.00
56.00
60.00
64.00
68.00
69.20

BHP
(%)
0.00
0.02
0.13
0.44
1.05
2.04
3.53
5.61
8.37
11.92
16.35
21.77
28.26
35.93
44.87
55.19
66.98
80.34
84.67

Speed prediction
2500.00

kW

2000.00

kecepatan
Design

1500.00
1000.00

Kecepatan
Service

500.00
0.00
0.00

3.00

6.00

9.00

12.00

15.00

0.00
0.00

3.00

6.00

9.00

Knot

Series

B4-70

Diameter
P/D
Open water
Propeller max
10KQ
J
KT

3.5 m
0.78
0.55
2.81 rps
0.30
0.47
0.2

12.00

15.00

Perpotongan Eff
0.52
0.52
0.52
0.52
0.52
0.52
0.52
0.52

PERHITUNGAN PROPELLER
Diameter propeller
Jari-jari
Panjang Blade elemen

=
=
=

untuk Fa/F : 0,70


=
Ketebalan maksimum(St) =
Skala keseluruhan

Jarak garis bagi jari-jari :


r/R
Jarak (m)
0.2
0.3500
0.3
0.5250
0.4
0.7000
0.5
0.8750
0.6
1.0500
0.7
1.2250
0.8
1.4000
0.9
1.5750
1
1.7500

3.5
(m) =
1.75
(m) =
( D / 0,4)x 0,2187 x ( Fa / F )
= 4,56/0,4*0,2187*0,70
1.3395375
(m) =
0.045xD
= 0.1575
(m) =
1:100

mm
350.000
525.000
700.000
875.000
1050.000
1225.000
1400.000
1575.000
1750.000

Center line ke Leading Edge(ar) = L 0.6 R x K


r/R
L 0,6 R (mm)
Konstanta
0.2
1339.54
46.90%
0.3
1339.5375
52.64%
0.4
1339.5375
56.32%
0.5
1339.5375
57.60%
0.6
1339.5375
56.08%
0.7
1339.5375
51.40%
0.8
1339.5375
41.65%
0.9
1339.5375
25.35%
1
1339.5375
0.00%
Ketebalan maksimum blade tiap elemen(sr)= k x D
r/R
Konstanta (%D)
Ordinat (mm)
0.2
128.1000000
3.66%
0.3
113.4000000
3.24%
0.4
98.7000000
2.82%
0.5
84.0000000
2.40%
0.6
69.3000000
1.98%
0.7
54.6000000
1.56%
0.8
39.9000000
1.14%
0.9
25.2000000
0.72%
1
0.30%
10.5000000

3500.00
1750.00

1339.54
157.50

Skala 1:100
3.500
5.250
7.000
8.750
10.500
12.250
14.000
15.750
17.500

Ordinat (mm)
628.2430875
705.13254
754.42752
771.5736
751.21263
688.522275
557.9173688
339.5727563
0

Skala 1:100
1.281
1.134
0.987
0.840
0.693
0.546
0.399
0.252
0.105

Skala 1:100
6.282
7.051
7.544
7.716
7.512
6.885
5.579
3.396
0.000

DISTRIBUSI PITCH
P/D =
P/D =
P/2p =

0.78
2.73 m
0.434713376 m

Skala 1:100
Skala 1:100

=
=

27.300
4.347

OPELLER
mm
mm

mm
mm

Center line ke Trailing Edge ( Dr = cr - ar)


r/R
L 0.6 R (mm)
Konstanta
0.2
1339.5375
29.18%
0.3
1339.5375
33.32%
0.4
1339.5375
37.30%
0.5
1339.5375
40.78%
0.6
1339.5375
43.92%
0.7
1339.5375
46.68%
0.8
1339.5375
48.35%
0.9
1339.5375
47.00%
1
1339.5375
20.14%

Ordinat (mm)
390.8770425
446.333895
499.6474875
546.2633925
588.32487
625.296105
647.6663813
629.582625
269.7828525

Panjang elemen total (cr)= L 0,6 R x K


r/R
L 0.6 R(mm)
Konstanta
0.2
1339.5375
76.08%
0.3
1339.5375
85.96%
0.4
1339.5375
93.62%
0.5
1339.5375
98.38%
0.6
1339.5375
100%
0.7
1339.5375
98.08%
0.8
1339.5375
90.00%
0.9
1339.5375
72.35%
1
1339.5375
0.00%

Ordinat (mm)
1019.12013
1151.466435
1254.075008
1317.836993
1339.5375
1313.81838
1205.58375
969.1553813
0

Jarak ordinat Tebal maksimum dari Leading Edge (br) = K x cr

r/R
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9

Konstanta (%D)
35.0%
35.0%
35.0%
35.5%
38.9%
44.3%
47.9%
50.0%

Ordinat(mm)
356.6920455
403.0132523
438.9262526
467.8321323
521.0800875
582.0215423
577.4746163
484.5776906

Skala 1:100
3.567
4.030
4.389
4.678
5.211
5.820
5.775
4.846

Distribusi Pitch= P/D x K x 1000


r/R
Konstanta (%D)
0.2
82.20%
0.3
88.70%
0.4
95.00%
0.5
99.20%
0.6
100.00%
0.7
100.00%
0.8
100.00%
0.9
100.00%

Ordinat (mm)
357.3343949
385.5907643
412.977707
431.2356688
434.7133758
434.7133758
434.7133758
434.7133758

Skala
3.573
3.856
4.130
4.312
4.347
4.347
4.347
4.347

mm
mm

Skala 1:100
3.909
4.463
4.996
5.463
5.883
6.253
6.477
6.296
2.698

Skala 1 : 100
10.191
11.515
12.541
13.178
13.395
13.138
12.056
9.692
0.000

JARAK ORDINAT TEBAL PROPELLER DARI ORDINAT MAKSIMUM


Tebal maksimum x %Ordinat
Ordinat Back Trailing Edge belum di skala
r/R
20%
Ordinat(mm)
40%
0.2
123.552
96.45%
86.90%
0.3
109.771
96.80%
86.80%
0.4
95.739
97.00%
86.55%
0.5
81.438
96.95%
86.10%
0.6
67.082
96.80%
85.40%
0.7
52.771
96.65%
84.90%
0.8
38.583
96.70%
85.30%
0.9
24.444
97.00%
87.00%

Ordinat(mm)
111.319
98.431
85.425
72.324
59.182
46.355
34.035
21.924

Ordinat Back Trailing Edge


r/R
20%
Ordinat(mm)
0.2
12.355
96.45%
0.3
10.977
96.80%
0.4
9.574
97.00%
0.5
8.144
96.95%
0.6
6.708
96.80%
0.7
5.277
96.65%
0.8
3.858
96.70%
0.9
2.444
97.00%

Ordinat(mm)
11.132
9.843
8.542
7.232
5.918
4.636
3.403
2.192

40%
86.90%
86.80%
86.55%
86.10%
85.40%
84.90%
85.30%
87.00%

Ordinat Back Leading edge sebelum di skala = sr x k obt


r/R
20%
Ordinat (mm)
40%
Ordinat (mm)
0.2
126.307
121.055
98.60%
94.50%
0.3
111.586
106.596
98.40%
94.00%
0.4
96.923
92.038
98.20%
93.25%
0.5
82.404
77.616
98.10%
92.40%
0.6
67.983
63.236
98.10%
91.25%
0.7
53.290
48.485
97.60%
88.80%
0.8
38.703
34.035
97.00%
85.30%
0.9
24.444
21.924
97.00%
87.00%
Ordinat Back Leading edge
r/R
20%
Ordinat (mm)
0.2
12.631
98.60%
0.3
11.159
98.40%
0.4
9.692
98.20%

40%
94.50%
94.00%
93.25%

Ordinat (mm)
12.105
10.660
9.204

0.5
0.6
0.7
0.8
0.9

98.10%
98.10%
97.60%
97.00%
97.00%

8.240
6.798
5.329
3.870
2.444

92.40%
91.25%
88.80%
85.30%
87.00%

7.762
6.324
4.848
3.403
2.192

Ordinat face Trailing Edge sebelum di skala


r/R
20%
Ordinat (mm)
40%
0.2
1.986
1.55%
5.45%
0.3
0.000
0.00%
1.70%
0.4
0.000
0.00%
0.00%
0.5
0.000
0.00%
0.00%
0.6
0.000
0.00%
0.00%
0.7
0.000
0.00%
0.00%
0.8
0.000
0.00%
0.00%
0.9
0.000
0.00%
0.00%

Ordinat (mm)
6.98145
1.9278
0
0
0
0
0
0

Ordinat face Trailing Edge


r/R
20%
Ordinat (mm)
0.2
0.199
1.55%
0.3
0.000
0.00%
0.4
0.000
0.00%
0.5
0.000
0.00%
0.6
0.000
0.00%
0.7
0.000
0.00%
0.8
0.000
0.00%
0.9
0.000
0.00%

Ordinat (mm)
0.698
0.193
0.000
0.000
0.000
0.000
0.000
0.000

40%
5.45%
1.70%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

Ordinat Face Leading Edge sebelum di skala= sr x k


r/R
20%
Ordinat(mm)
40%
Ordinat(mm)
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9

0.45%
0.05%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

0.576
0.057
0.000
0.000
0.000
0.000
0.000
0.000

Ordinat Face Leading Edge


r/R
20%
Ordinat(mm)
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8

0.45%
0.05%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

0.058
0.006
0.000
0.000
0.000
0.000
0.000

2.30%
1.30%
0.30%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

2.946
1.474
0.296
0.000
0.000
0.000
0.000
0.000

40%

Ordinat(mm)

2.30%
1.30%
0.30%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

0.295
0.147
0.030
0.000
0.000
0.000
0.000

0,9

0.00%

0.000

Radius dari hidung propeller


r/R
%D
Ordinat(mm)
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
TIP

0.115%
0.105%
0.095%
0.085%
0.070%
0.055%
0.040%
0.040%
0.040%

4.025
3.675
3.325
2.975
2.45
1.925
1.4
1.4
1.4

0.00%

Skala
0.403
0.368
0.333
0.298
0.245
0.193
0.140
0.140
0.140

0.000

60%
72.65%
71.60%
70.25%
68.40%
67.15%
66.90%
67.80%
70.00%

Ordinat(mm)
93.065
81.194
69.337
57.456
46.535
36.527
27.052
17.640

80%
53.35%
50.95%
47.70%
43.40%
40.20%
39.40%
40.95%
45.15%

Ordinat(mm)
68.341
57.777
47.080
36.456
27.859
21.512
16.339
11.378

60%
72.65%
71.60%
70.25%
68.40%
67.15%
66.90%
67.80%
70.00%

Ordinat(mm)
9.306
8.119
6.934
5.746
4.653
3.653
2.705
1.764

80%
53.35%
50.95%
47.70%
43.40%
40.20%
39.40%
40.95%
45.15%

Ordinat(mm)
6.834
5.778
4.708
3.646
2.786
2.151
1.634
1.138

60%
Ordinat (mm)
111.447
87.00%
97.297
85.80%
83.204
84.30%
69.132
82.30%
54.990
79.35%
40.895
74.90%
27.411
68.70%
17.640
70.00%

80%
74.40%
72.50%
70.40%
67.70%
63.60%
57.00%
48.25%
45.15%

Ordinat (mm)
95.306
82.215
69.485
56.868
44.075
31.122
19.252
11.378

90%
64.35%
62.65%
60.15%
56.80%
52.20%
44.20%
34.55%
30.10%

Ordinat (mm)
82.432
71.045
59.368
47.712
36.175
24.133
13.785
7.585

95%
56.95%
54.90%
52.20%
48.60%
43.35%
35.00%
25.45%
22.00%

60%
Ordinat (mm) 80%
11.145
87.00%
74.40%
9.730
85.80%
72.50%
8.320
84.30%
70.40%

Ordinat (mm)
9.531
8.222
6.948

90%
64.35%
62.65%
60.15%

Ordinat (mm)
8.243
7.105
5.937

95%
56.95%
54.90%
52.20%

67.70%
63.60%
57.00%
48.25%
45.15%

5.687
4.407
3.112
1.925
1.138

60%
Ordinat (mm)
13.963
10.90%
6.577
5.80%
1.481
1.50%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%

80%
18.20%
12.20%
6.20%
1.75%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

Ordinat (mm)
23.3142
13.8348
6.1194
1.47
0
0
0
0

60%
Ordinat (mm)
1.396
10.90%
0.658
5.80%
0.148
1.50%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%

80%
18.20%
12.20%
6.20%
1.75%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

Ordinat (mm)
2.331
1.383
0.612
0.147
0.000
0.000
0.000
0.000

100%
30.00%
23.35%
17.85%
8.95%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

Ordinat (mm)
3.843
2.648
1.762
0.815
0.353
0.000
0.000
0.000

Ordinat(mm
80%
)
7.558
13.45%
5.216
10.85%
2.616
7.80%
0.588
4.30%
0.000
0.80%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%

Ordinat(mm)

90%

Ordinat(mm)

95%

17.229
12.304
7.699
3.612
0.554
0.000
0.000
0.000

20.30%
16.55%
12.50%
8.45%
4.45%
0.40%
0.00%
0.00%

26.004
18.768
12.338
7.098
3.084
0.218
0.000
0.000

26.20%
22.20%
17.90%
13.30%
8.40%
2.45%
0.00%
0.00%

Ordinat(mm
80%
)
0.756
13.45%
0.522
10.85%
0.262
7.80%
0.059
4.30%
0.000
0.80%
0.000
0.00%
0.000
0.00%

Ordinat(mm)

90%

Ordinat(mm)

95%

1.723
1.230
0.770
0.361
0.055
0.000
0.000

20.30%
16.55%
12.50%
8.45%
4.45%
0.40%
0.00%

2.600
1.877
1.234
0.710
0.308
0.022
0.000

26.20%
22.20%
17.90%
13.30%
8.40%
2.45%
0.00%

82.30%
79.35%
74.90%
68.70%
70.00%

60%
5.90%
4.60%
2.65%
0.70%
0.00%
0.00%
0.00%
0.00%

60%
5.90%
4.60%
2.65%
0.70%
0.00%
0.00%
0.00%

6.913
5.499
4.090
2.741
1.764

56.80%
52.20%
44.20%
34.55%
30.10%

4.771
3.617
2.413
1.379
0.759

48.60%
43.35%
35.00%
25.45%
22.00%

100% Ordinat (mm)


38.430
30.00%
26.479
23.35%
17.618
17.85%
8.148
9.70%
3.534
5.10%
0.000
0.00%
0.000
0.00%
0.000
0.00%

0.00%

0.000

3.071
3.507
3.926
4.292
4.623
4.913
5.089
4.947
2.120

4.936
5.540
5.928
6.062
5.902
5.410
4.384
2.668
0.000

0.00%

8.007
9.047
9.854
10.354
10.525
10.323
9.473
7.615
2.120

0.000

0.00%

0.000

0.00%

Ordinat (mm)
72.953
62.257
51.521
40.824
30.042
19.110
10.155
5.544

Ordinat (mm)
7.295
6.226
5.152

r/R
0.2
0.3
0.4

23.326
26.25
28.59

20%
4.6652
5.2500
5.7180

10%
2.3326
2.625
2.859

5%
1.1663
1.3125
1.4295

4.082
3.004
1.911
1.015
0.554

0.5
0.6
0.7
0.8
0.9

Ordinat(mm)

100%

Ordinat(mm)

33.562
25.175
17.667
11.172
5.821
1.338
0.000
0.000

40.00%
37.55%
34.50%
30.40%
24.50%
16.05%
7.40%
0.00%

51.240
42.582
34.052
25.536
16.979
8.763
2.953
0.000

Ordinat(mm)

100%

Ordinat(mm)

3.356
2.517
1.767
1.117
0.582
0.134
0.000

40.00%
37.55%
34.50%
30.40%
24.50%
16.05%
7.40%

5.124
4.258
3.405
2.554
1.698
0.876
0.295

30.48
33.95
37.92
37.69
31.57

6.0960
6.7900
7.5840
7.5380
6.3140

3.048
3.395
3.792
3.769
3.157

1.524
1.6975
1.896
1.8845
1.5785

0.000

0.00%

0.000

BAB VI
PERENCANAAN POROS DAN PERLENGKAPAN PROPELLER
VI.1. PERENCANAAN DIAMETER POROS PROPELLER
A. Daya perencanaan (Pd)
Pd = fc x p
=

14688.226

Kw

Dimana :
fc = faktor koreksi daya = 1.5
p = daya motor dalam kW = 9792.2
= 13131

kW
Hp

B. Torsi (T)
5
T = 9.74 x 10 x (Pd/N)

T=

N propeller = 173

rpm

82695562.38 kg.mm

C. Tegangan yang diijinkan (a)


a = b/(sf1xsf2)
= 5.50

material poros adalah:


kg/mm

S 55 C,b= 66

kg/mm2

sf1 = untuk material baja karbon=


6
sf2 = 1,3 ~ 3 diambil= 2
D. Diameter Poros Propeller (Ds)
KT = untuk beban tumbukan / Kejutan, harga KT antara 1,5 ~ 3
* diambil =

1.5

Cb = diperkirakan ada beban lentur nilai Cb antara 1,2 ~ 3


* diambil =

Ds

= [(5,1/Ta) x KT x Cb x T]1/3
= 612.7316521

mm

~ 400

mm

E. Tegangan yang bekerja ()


= 5.1*T / (Ds^3)
Kg/mm2
=
6.59
* Karena < a, maka diameter poros dapat dinyatakan memenuhi syarat.

PERHITUNGAN PERSYARATAN PEMBANDING


* Faktor Untuk Semua Instalasi
F= 100
* Faktor Untuk Tipe Poros
K= 1.15
* Daya Yang Ditransmisikan Poros

Shp = 9792

Kw

* Faktor Material :
CW =

560 / ( Rm + 160 )
Dimana, Rm = b x g
= 646.8

Jadi, Cw = 560 / (646.8 + 160 )


= 0.69
* Putaran Poros :
N = 173.00

Rpm

Sehingga
1/3
Ds F x K ( SHP x Cw/N )

400

390.945

mm

Maka diameter poros dapat dinyatakan memenuhi syarat.


VI.2. PERENCANAAN PERLENGKAPAN PROPELLER
PERHITUNGAN BOSS PROPELLER
A. Diameter Boss Propeller (Db)
Db = 0.167 X Dprop
=

584.5

mm

tr = 0.045 x Dprop
=

157.5

mm

B. Diameter Boss Terkecil (Dba)


Dba/Db = 0.85 sampai 0.9, diambil 0.9
= O.9 X Db
Dba

526

mm

C. Diameter Boss Propeller Terbesar ( Dbf)

Dbf/Db=

1.05 sampai 1.1, Diambl 1.05


= 1.05 x Db

Dbf= 613.725

mm

D. Panjang Boss Propeller (Lb)


Lb/Ds= 1.8 sampai 2.4, Diambil 2.4
= 2,4 x Ds
Lb = 960

mm

E. Panjang Lubang Dalam Boss Propeller (Ln)


a

Ln/Lb= 0.3
= 0.3 X Lb
Ln= 288.000

mm

tb/tr= 0.75
= 0.75 x tr
tb= 118.125

mm

rf/tr= 0.75
= 0.75 x tr
rf= 118

rb/tr= 1
= 1 x tr
rb= 158

F. Tebal Sleeve (s)


Menurut BKI tebal sleeve adalah,
S 0,03 Ds + 0,75
jadi S
12.75

mm

VI.3. BENTUK UJUNG POROS PROPELLER


A. Panjang Konis
Panjang Konis atau Lb berkisar antara 1.8 sampai 2.4 diameter poros
Diambil,

Lb = 2,4x Ds
= 960

mm

B. Kemiringan Konis
Biro Klasifikasi Indonesia menyarankan harga kemiringan konis berkisar
antara 1/10 sampai 1/15. Diambil sebesar = 1/12.5
x= 1/12.5 x Lb
= 76.800

mm

C. Diameter Terkecil Ujung Konis


Da= Ds - 2*x
= 246.400

mm

= 246

mm

VI.4. MUR PENGIKAT PROPELLER


A. Diameter Ulir Luar (d)
Diameter luar ulir(d) diameter konis yang terbesar :
d 0.6 x Ds
d 240

mm
Diambil d = 240

mm

B. Diameter Inti
Dari sularso untuk diameter luar ulir >3 mm, maka diameter inti adalah :
di= 08 x d
= 192

mm

C. Diameter Luar Mur (Do)


Do = 1.5x d
= 360

mm

D. Tebal/Tinggi Mur (H)


Dari sularso untuk ukuran standar tebal mur adalah (0,8~1) diameter poros,
sehingga:

H = 0.8 x d
= 192

mm

VI.5. PERENCANAAN PASAK PROPELLER


Dalam menentukan dimensi dan spesifikasi pasak propeller yang
diperlukan, berikut ini urutan perhitungannya :
A. Momen Torsi (Mt) Pada Pasak :

Mt
Dimana =

DHPx 75 x 60
kg . m
2 x xN
MT= Momen Torsi (Kg.m)
DHP= Delivery Horse Power (Hp)

8729.84

N= Kecepatan Putar Propeller (Rpm) 173

1086.44
Jadi :
Mt=

8.04 Kg.m

B. Parameter yang Dibutuhkan


a. Diameter Poros (Ds) =

400

mm

b. Panjang Pasak (L) :


Panjang pasak (L) antara (0,751,5) Ds
L= 1.3 x Ds
= 1.3 x 400

mm

= 600

mm

L diambil = 600

mm

c Lebar Pasak (B)


Lebar pasak (B) antara 25% - 30% dari diameter poros
B= 25% x Ds
= 0.25 x 400
= 100

mm

D Tebal Pasak (t)


t= 1/6 x Ds
= 1/6 x 400
= 66.66666667

mm

E Radius Ujung Pasak (R):


R= 0.125 x Ds
= 0.125 x 400
= 50

mm

F Luas Bidang Geser (A) :


A= 0.25 x Ds^2

mm

= 0.25 x 400^2

mm

= 40000

mm

Bila momen rencana T ditekankan pada suatu diameter poros (Ds), maka
gaya sentrifugal (F) yang terjadi pada permukaan poros adalah :

Pd
T 9, 74 105

N
=

49149503.82 kgmm =

286 x 10^5 Kg.mm

T
286 .10 5
F

0.5 xDs
0.5 x 400
=

245747.5191 Kg

Sedangkan tegangan gesek yang diijinkan (tka) untuk pemakaian umum


pada poros diperoleh dengan membagi kekuatan tarik sb dengan faktor
keamanan (Sf1 x Sf2), sedang harga untuk Sf umumnya telah ditentukan ;
Sf1 = umumnya diambil 6 (material baja)
Sf2 = 1,0 1,5 , jika beban dikenakan secara tiba-tiba
= 1,5 3,0 , jika beban dikenakan tumbukan ringan
= 3,0 5,0 , jika beban dikenakan secara tiba-tiba dan tumbukan berat
Karena beban pada propeller itu dikenakan secara tiba-tiba, maka
diambil harga Sf2 = 1,5. Bahan pasak digunakan S 45 C dengan harga sb = 58
kg/mm2.

ka

b
Sf1 Sf 2

58
6, 444
6 1, 5

Kg/mm2

Sedangkan tegangan gesek yang terjadi pada pasak adalah ;

. L

4.095791985 Kg/mm2

karena tk < tka maka pasak dengan diameter tersebut memenuhi persyaratan bahan.
G. Penampang Pasak
=

BxT

10000

mm2

H Kedalaman Alur Pasak (t1)


t1= 0.5xt
= 33.33333333

mm

C. Perhitungan Kekuatan Pasak Propeller


Jika daya P (dalam Kw) adalah daya normal output suatu motor penggerak, maka berbagai
faktor keamanan biasanya dapat diambil dalam perencanaan sehingga koreksi pertama dapat dibuat
kecil. Jika faktor koreksi adalah Fc dan daya perencanaan Pd sebagai patokan maka didapatkan :
Pd= Fc x P
(Kw)
Dimana :

Fc= faktor koreksi daya yang akan ditransmisikan, yaitu


antara 1,0 1,5 (diambil 1)

Maka :

Pd= 1x 2343
=

2343

Kw
Kw

Sehingga momen puntir yang terjadi (T) adalah ;

Pd
T 9, 74 105

T=

Kg

13426430.23 kgmm =

140 x 10^5 Kg.mm

Di samping perhitungan di atas, juga diperlukan perhitungan untuk menghindari dari


kerusakan permukaan samping pasak yang disebabkan oleh tekanan bidang.

F
L .( t 1 ataut

P
=

2)

12.28737595 Kg/mm2

Sedangkan harga tekanan permukaan untuk poros dengan diameter


yang besar (> 100 mm) adalah Pa = 10 kg/mm2. Karena harga P< Pa, maka
dengan dimensi tersebut telah memenuhi persyaratan.
VI.6. KOPLING
Kopling direncanakan sebagai berikut
Jumlah Baut Kopling
* Direncanakan =

12

buah baut.

A. Ukuran Kopling
* panjang tirus (BKI) untuk kopling :
l = (1.25 1.5) x Ds
diambil l = 1.5 x Ds
jadi,l=

600

600

mm

* Kemiringan tirus :
Untuk konis kopling yang tidak terlalu panjang maka direncanakan nilai terendahnya
untuk menghitung kemiringan :
60

x = 1/10 x l =

mm

* Diameter terkecil ujung tirus :


280
Da = Ds 2 x

mm

* Diameter luar kopling :


Dout = (3 5,8) x Ds
Diambil, Dout = 5xDs =
1200

mm

* Ketebalan flange kopling


Sfl =

370

Pw Cw
n D

= 66.94808584
= 33
* Diameter lingkaran baut kopling :
Db= 2.5x Ds
= 2.5 x400
= 1000
* Panjang Kopling
L= (2.5-5.5)Ds x 0.5

mm

mm

= 5 x 400x 0.5
= 1000

mm

B. Baut Pengikat Flens Kopling


* Diameter Minimum Ulir baut Kopling (Df) adalah :
Berdasarkan BKI 1988 Volume III section 4D 4.2
Pw 106
Df= 16 x

n D z Rm
Dimana :

SHP Pw= 8908.00


D= 1000
Rm= 646.8
n= 173.00

Kw
mm
N/mm2
mm

z= Jumlah Baut,12 buah


Jadi :
Df= 106.1458039
= 30

mm

C. Mur Pengikat Flens Kopling


* Diameter Ulir Luar (d)
diameter luar ulir(d) diameter konis yang terbesar :
d 0.6 x Ds
d 0.6 x400
d 240
Diambil d =

mm
240

mm

* Diameter Inti
Dari sularso untuk diameter luar ulir >3 mm, maka diameter inti adalah :
di= 0.8 x d
= 24
* Diameter Luar Mur
D0= 2 x Df
D0= 2 x 250

mm

D0= 60

mm

* Tinggi Mur
H= (0.8~1)ds
H= 0.8 x 400
H= 320

mm

VI.7. PERENCANAAN PASAK KOPLING


A. Bahan Pasak Yang Digunakan adalah S 45 C denagan Spesifikasi Sebagai
Berikut :
*

b = 58
Sf1 = 6

Sf2 = 1.5

Kg/mm2

B. Tegangan Geser Yang Diijinkan (a) :


b
58
a =

Sfk1 Sfk 2

6 1, 5

6, 444

C. Gaya Tangensial Permukaan Poros (F) :

Pd
T 9, 74 105

N
= 82695562.38

235 x 10^5 Kg.mm

Sedangkan,
F= 2T/Ds
= 413477.8119

Kg

D. Lebar Pasak (B) :


B= (0.25~0.35)Ds
= 0.25 x 400
mm

= 100
= 100

mm

E. Tegangan Geser Yang Bekerja :


tk = F/B x L
= 113185.68/(104xL)
Dengan Syarat ta

tk, maka nilai "L" dapat diketahui sebagai berikut :


6.444
L

113185.68
104 xL

641.6477528

Syarat pasak (0,75 1,5) x Ds , dalam perhitungan ini diambil nilai 0.75 ;
L= (0.75)x400
300
Sehingga panjang pasak diambil =
F. Tebal Pasak (t) :
t= 1/6 x Ds
66.66666667
G. Radius Ujung Pasak :
R= 0.0125 x Ds

mm
300

mm

Dimana:Ds = 400 mm
mm

=5

mm

H. Luas Bidang Geser (A) :


A= 0.25 x Ds^2
40000

mm

I. Kedalaman Alur Pasak Pada Poros (t1) :


t1= 50% x t
= 0.5 x 66.66
= 33.33333333

mm

J. Kedalaman Alur Pasak Pada naf (t2) :


t2 = t - t1
t2= 69.34-34.67
t2= 33.33333333

mm

Di samping perhitungan di atas, juga diperlukan perhitungan untuk menghindari dari


kerusakan permukaan samping pasak yang disebabkan oleh tekanan bidang.
Dalam hal ini tekanan permukaan P (kg/mm2) , adalah ;
P= F/L x t
= 113185.68/(312 x 69.34)
2
20.6738906 Kg/mm

Harga tekanan permukaan untuk poros dengan diameter yang besar (> 100 mm)
adalah,Pa = 10 kg/mm2. Karena harga P< Pa, maka dengan dimensi tersebut telah memenuhi
persyaratan.
K. Koreksi Perencanaan Jumlah Baut :
Dimana, diketahui :
* Tegangan yang diijinkan :
a = 6.444444444

Kg/mm2

* Gaya yang Bekerja Pada Seluruh Baut : :


F= 2T/Db
= 2T/951.6
= 165391.1248

Kg

* Gaya yang Bekerja Pada Sebuah Baut : :


Fb= F/Ne

Ne = Jumlah Baut = 8 buah

Kg
= 13782.59373
Tegangan
Geser
yang
Bekerja
Pada
Sebuah Baut ( sb ) :
*
Dimana : As =1/4 x x df2

sb = Fb/As

Kg/mm2
= 19.50827138
As=
706.5
* Tegangan Kompresi yang Bekerja Pada Sebuah Baut ( c ) :
c = Fb/Ac
Dimana : Ac =df x SfL
= 13.92181185

Kg/mm2

Koreksi :
1 Syarat =

a > sb =

memenuhi

2 Syarat =

a > c =

memenuhi

Ac = 990

mm2

mm2

BAB VII
PERENCANAAN STERN TUBE
Stern tube merupakan tabung poros yang digunakan sebagai media pelumasan poros propeller
dengan bearing juga dapat berfungsi sebagai penyekat jika terjadi kebocoran. Pada perencanaan ini,
sebagai pelumas poros digunakan air laut. Perencanaan stern tube adalah sebagai berikut :
VII.1. JENIS PELUMASAN
Jenis pelumasan poros propeller kapal ini direncanakan menggunakan sistem pelumasan
air laut.
VII.2. PANJANG TABUNG POROS PROPELLER (Ls)
Panjang stern tube disesuaikan dengan jarak antara stern post dengan sekat
belakang kamar mesin dalam hal ini diperoleh berdasarkan jarak gading yaitu
600 mm sehingga diperoleh :
Ls= 5 x jarak gading
= 8 x 600
= 4800

mm

VII.3. PERENCANAAN BANTALAN


i. Bahan bantalan yang digunakan adalah : Lignum Vitae
ii. Panjang Bantalan Belakang (Lsa) :
Lsa= 2 x Ds
= 2 x 400
= 800

mm

iii. Panjang Bantalan Depan (Lsf) :


Lsf= 0.8 x Ds
= 0.8 x400
= 320

mm

~ 320

mm

iv. Tebal Bantalan (B) :


B= Ds


3,175
30

=
= 42.33333333
~ 43

mm
mm

v. Jarak maximum yang diijinkan antara bantalan / bearing (lmax) :


lmax = k1 x (Ds^0.5)
Dimana, k1 =

280 - 350 (untuk pelumasan dengan air laut)


= 350 x (400^0.5)

= 5600

mm

vi. Rumah bantalan (Bearing Bushing )


a. Bahan Bushing Bearing yang digunakan adalah : manganese bronze
b. Tebal Bushing Bearing ( tb )
tb= 0.18 x DS
tb= 0.18 x 400
tb= 72
VII.4. TEBAL STERN TUBE
T=

Ds
25.4

3

4
20

T=

416
25.4

3

4
20

= 39.05

mm

VII.5. PERLENGKAPAN PACKING


Dari Marine Engineers Handbook, menghitung besarnya :
d1 = diameter tempat packing
dB = diameter baut penekan packing
l1

= panjang tempat packing

= tebal dari rumah packing

t1

= tebal flange rumah packing

t2

= tebal flange permukaan packing


mm
Ds= 400
12
N= Jumlah Baut
i. Diameter baut penekan packing (dB)
Db= 1.6[(0.12 x D) + 12.7] / N
= 1.6[(0.12 x 400) + 12.7] / 12
mm
= 16.19
~ 16.5

mm

diambil diameter baut penekan packing =16.5 mm


ii. Diameter Lingkaran Baut :
D1= 2 x Ds
D1= 2 x 400
D1= 800

mm

iii. Penekan Packing (t) :


ta = (0.1 x Ds + 15)
= (0.1 x 400+ 15)
= 55
~ 55
tb= (0.1 x Ds + 3.3)

mm
mm

mm

= (0.1 x 400 + 3.3)


= 43.3

mm

~ 44

mm

iv. Clearance (s) :


s= 0.04 x Ds + 0.2
= 0.04 x 400 + 0.2
= 16.2

mm

v. Tebal Packing (tpac) :


Tebal Packing yang disyaratkan adalah 1 ~ 2Ds untuk Ds = 416 mm direncanakan tebal
rumah packing adalah 20 sampai dengan 40 mm,
mm
diambil tpac=
416
63.24555
vi. Panjang Packing (h) :
h= 5 x tpac

31.62278

= 5 x 40
= 2080

mm

vii. Panjang Tempat Packing (l1) :


l1= (0.4 x Ds) + 1
= (0.4 x 416) + 1
= 161

mm

VII.6. STERN POST


Tinggi buritan berbentuk segi empat untuk panjang kapal L 125 m, maka :
i.

Lebar = (1.4 L) + 90

Dimana : L =

136

= (1.4 x 98.60) + 90
mm
= 280.4
~ 280
ii.

mm

Tinggi= (1.6 L) + 15
= (1.6 x 98.60) + 15
= 232.6
~ 233

mm

VII.6. PERENCANAAN GUARD


Perencanaan gambar untuk guard adalah sebagai berikut :
i. Panjang Guard = 190 mm
ii. Tebal Guard = 20 mm
Perencanaan Filling Pipe :
Perencanaan sistem filling pipe, maka direncanakan untuk system pengunci
menggunakan system pipa dengan diameter 12 x M20 sesuai dengan gambar.
Perencanaan Inlet Pipe :
Perencanaan system lubricating inlet pipe menggunakan diameter yang disesuaikan
dengan perencanaan yang ada pada gambar dimana diameternya direncanakan sebagai
berikut :

* Diameter ulir luar 30 mm


* Diameter ulir dalam 20 mm

Daya Perencanaan
Daya Poros
SHP =
24815
HP
=
18504.5 KW
Faktor koreksi daya
a. fc
b. fc
c. fc
Diambil fc =
Pd = fc x SHP
=1,5 x 3220.49
= 27756.75 KW

= 1,2 - 2,0
= 0,8 - 1,2
= 1,0 - 1,5
1.5

(Daya maksimum)
(Daya rata rata)
(Daya normal)
; Sehingga :

Menghitung Kebutuhan Torsi


Pd
T 9, 74 105

N
DIMANA

Pd =
27756.75
N=
91
T = 9.74 x 10^5 x (27756.75/91)
T = 297088731
29.708873

Menghitung Tegangan Yang Diizinkan

sf1 sf 2

Bahan poros yang digunakan adalah S 40 C dengan sB =


Faktor keamanan
1. sf1 =
6
(material baja)
2. sf2 =
1,3 - 3
Diambil sf2 =

55

Sehingga, Tegangan geser yang diijinkan (tA):


B =
tA
=

55

4.5833333 Kg/mm26
sf 1 xsf 2

Menghitung Diameter Poros


Factor koreksi tegangan / momen puntir :
Beban Halus =
1
Sedikit Kejutan =
1-1.5
1.5-3
Kejutan / Tumbukan =
Diambil
1.5

Factor koreksi beban lentur / bending momen :


Bila dianggap tidak ada lenturan =
Bila dianggap ada lenturan= 1.2-2.3

Kg/mm2

Diambil

Sehingga

5,1

Ds
xKt Cb T
a

Ds = 997.23778 mm
diambil
1000 mm

Syarat
=

< a
=

1515152.5

Karena t < tA =
1515152.527
, maka diameter poros dapat dinyatakan

<

297088731
memenuhi syarat

Pemeriksaan Persyaratan (Koreksi)


Persyaratan Diameter poros menurut BKI adalah sebagai berikut :
Berdasarkan BKI vol. III section 4 . C.2 tentang sistem dan diameter poros adalah ;

Dimana :
1. Faktor untuk semua instalasi
F = 100

a. untuk poros antara


b. untuk poros propeller
=
2.

100
100

Faktor untuk tipe poros


K = 1.4

k=
k=
3.

1.1
1.4

untuk poros antara penyatuan dengan flans kopling


untuk propeller shaft

Daya yang ditransmisikan poros

Pw = SHP = 18504.5 KW
4. Faktor material
Cw =

560
( Rm ;160)
560
=
(539 160)

dimana : Rm =

xg
= 55 x 9,8
=
539

Cw =
0.8011445
5. Putaran poros
n =

91

rpm
764.6165
600.7701
163.8464
836.1536

Sehingga : Ds

764.6164553
Diameter poros 1000
764.62

mm
sehingga dapat dinyatakan

Perencanaan Boss Propeller


Db = 0.167 X Dprop
=

1252.500 mm

tr = 0.045 x Dprop
=

337.500

mm

Diameter Boss Terkecil (Dba)


Dba/Db = 0.85 sampai 0.9, diambil 0.9
= O.9 X Db
Dba

1127.250 mm

563.625

Diameter Boss Propeller Terbesar ( Dbf)


Dbf/Db=

1.05 sampai 1.1, Diambl 1.05


= 1.05 x Db

Dbf= 1315.125

mm

Panjang Boss Propeller (Lb)


Lb/Ds= 1.8 sampai 2.4, Diambil 2.4
= 2,4 x Ds

657.5625

152.92
memenuhi syarat

Lb = 2400

mm

Panjang Lubang Dalam Boss Propeller (Ln)


Ln/Lb= 0.3
= 0.3 X Lb
Ln= 720.000

mm

tb/tr= 0.75
= 0.75 x tr
tb= 253.125

mm

rf/tr= 0.75
= 0.75 x tr
rf= 253
rb/tr= 1
= 1 x tr
rb= 338
Tebal Sleeve (s)
Menurut BKI tebal sleeve adalah,
S 0,03 Ds + 0,75
jadi S
30.75

mm

VI.3. BENTUK UJUNG POROS PROPELLER


A. Panjang Konis
Panjang Konis atau Lb berkisar antara 1.8 sampai 2.4 diameter poros
Diambil,

Lb = 2,4x Ds
= 2400

mm

B. Kemiringan
Konis
Biro Klasifikasi
Indonesia menyarankan harga kemiringan
konis berkisar antara 1/10 sampai 1/15. Diambil sebesar =
1/12.5
x= 1/12.5 x Lb
= 192.000

mm

C. Diameter Terkecil Ujung Konis


Da= Ds - 2*x
= 616.000

mm

= 616

mm

0.06666667 86.666667 173.3333 826.6667

memenuhi syarat