Anda di halaman 1dari 32

Blok Urogenitonefrologi Laporan Modul 3 Makassar, 10 Oktober 2011

Sakit Perut Kanan

Oleh Kelompok 5B : 1. 2. 3. (. *. -. 2. 4. #. 10. 11. Andi Nurjanna !addiraja "11020#0110$ %ida&atulla "11020#0111$ A'rul Musli in "11020#0113$ Na dia )ainuddin "11020#011($ )ara Alifani +,ul ijja "11020#011*$ .e,k& /utri 0ndar1ati "11020#011-$ 0snaeni 3ala'i&a "11020#0114$ 0rna1ati Astuti Ars&ad 5iro "11020#011#$ Ade 0r'asari "11020#0120$ Andi 6at'a1ati Ma ir "11020#0121$ Andi +ala 7asinta "11020#0122$ Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar 2011

SK !"#IO 3eorang ibu, 3* t n, datang ke .3 dengan kelu an sakit di daera perut kanan dan 'enjalar sa'pai ke ba1a * ja' &ang lalu. 3akitn&a bersifat datang8datang. /enderita 'erasa 'ual tapi tidak sa'pai 'unta , tidak ada de'a'. K"$" KU!%I 0bu, 3* ta un sakit di daera perut kanan 'enjalar sa'pai ke ba1a +iala'i sejak * ja' &ang lalu 3akitn&a bersifat datang8datang 'ual tapi tidak sa'pai 'unta tidak ada de'a'

P #$"!&""! 1. 2. 3. (. *. -. 2. 4. #. 9elaskan anato'i, fisiologi dan istologi &ang berkaitan dengan skenario : 9elaskan n&eri8n&eri perut : 9elaskan 'ekanis'e sakit perut sebela kanan se ubungan dengan skenario : 9elaskan 'ekanis'e n&eri perut 'enjalar ingga kanan ba1a : Mengapa n&erin&a dating8datang ; 9elaskan 'ekanis'e 'ual dari skenario : Langka 8langka diagnosisi : Apa8 apa saja diagnosis bandingn&a; Bagai'ana penatalaksanaan :

P MB"'"S"! "natomi (an) *erkaitan den)an skenario

<a'bar 1. /e'bagian regio pada abdo'en "dikutip dari kepustakaan 1$

!(eri+n(eri perut2,a. N&eri =isera =isera padat > ti'bul bila ada peradangan atau peregangan pada 'e'bran serosa. N&eri konstan dan diperberat dengan gerakan =isera berongga > ti'bul karena adan&a peregangan =isera krn obstruksi. Bersifat inter'itten, periodik ketika gelo'bang kontraksi 'eningkatkan tek. intralu'en b. N&eri peritoneu' 5erjadi apabila rongga peritoneu' berisi ?airan, dara , atau pus. Bersifat konstan dan tu'pul, 'e'berat bila ada pergerakan atau palpasi pada per'ukaan serosa &g 'eradang. ?. N&eri kolik

Adan&a obstruksi "batu,tu'or,bekuan dara ,dll$ ketika ada kontraksi peristaltik dari saluran tsb "ureter, sal.e'pedu,dll$ karena saluran ter a'bat sebabkan spas'e otot8otot polos sehingag sensasi nyeri dirasakan datang-datangan. d. e. N&eri lokal 7aitu n&eri &ang dirasakan di sekitar organ itu sendiri .effered pain 7aitu n&eri &ang dirasakan jau dari te'pat organ &ang sakit. 3ebagai ?onto , n&eri lokal pada kelainan ginjal dapat dirasakan di daera sudut kosto=ertebra@ dan n&eri akibat kolik ureter dapat dirasakan ingga ke daera inguinal, testis dan ba kan sa'pai tungkai ba1a . Mekanisme sakit perut se*elah kanan sehu*un)an den)an skenario Obstruksi organ =isera &ang 'en&ebabkan iritasi pada organ =isera &ang berongga 'en&ebabkan terangsangn&a saraf n&eri pada organ tersebut. Ada infla'asi di organ =isera &ang 'en&ebabkan dilepaskann&a 'ediator &ang juga 'en&ebabkan n&eri seperti bradikinin dan prostaglandin. Organ &ang 'engala'i 'asala terletak di sebela kanan se ingga n&erin&a faktor ke'ungkinan terasa di kanan. 5etapi, bisa juga 'erupakan n&eri ali dari organ =isera lain &ang letakn&a bukan di sebela persarafan &ang sa'a. Mekanisme n(eri perut men.alar hin))a kanan *a/ah /el=is renalis dan ureter 'engiri'kan saraf8saraf aferen ke 'edulla spinalis pada seg'en 511 dan 512 serta L1 dan L2. /ada kolik ginjal, gelo'bang peristaltik &ang kuat berjalan sepanjang ureter sebagai usa a untuk 'endorong batu ke depan. 3pas'e otot polos 'en&ebabkan n&eri kolik &ang 'endapat persarafan ole dari pinggang sa'pai lipat pa a.3,( Bila batu sa'pai bagian ba1a bagian ba1a ureter, rasa n&eri dirasakan sa'pai pada dan sering diali kan ke testis atau ujung penis pada laki8laki dan ebat &ang diali kan ke kulit seg'en8seg'en 'edulla spinalis tersebut, &aitu kanan. 0ni disebabkan ole

labiu' 'ajus pudendi pada pere'puan. !adang8kadang n&eri ureter diali kan ke pinggang ra'us fe'oralis ner=us genitofe'oralis "L 1 dan L2$ se ingga rasa n&eri dirasakan di pa a bagian depan.3,(

<a'bar 2. N&eri Ali di daera Abdo'en "dikutip dari kepustakaan 2$

<a'bar 3. N&eri rujukan "refered pain$ pada berbagai lokasi batu ureter "dikutip dari kepustakaan 3$

Mekanisme n(erin(a datan)+datan) N&eri kolik terjadi karena akti=itas peristaltik otot polos siste' kalises ataupun ureter 'eningkat dala' usa a untuk 'engeluarkan batu dari saluran ke'i . /eningkatan

peristaltik itu 'en&ebabkan tekanan intralu'inaln&a 'eningkat se ingga terjadi peregangan dari ter'inal saraf &ang 'e'berikan sensasi n&eri.3 Mekanisme mual dari skenario

.eno8 intestinal refleks> 'en&ebabkan persa'aan persarafan daera ginjal serta intestinal. 9ika terjadi spas'e di ureter karena obstruksi, 'aka daera pilorus juga 'engala'i spas'e. Akibatn&a, terjadi paralitik dan terta ann&a 'akanan di la'bung. Makanan &ang ter a'bat, 'eni'bulkan sensasi ke'bung dan 'erangsang saraf 'unta di organ pen?ernaan. .angsangann&a diteruskan ke

saraf pusat dan dipersepsikan sebagai rasa 'ual &ang bisa 'enga1ali 'unta jika rangsangann&a berta'ba .3,* 0an)kah+lan)kah dia)nosis 8 8 8 Ana'nesis 5an&akan !elu an Uta'a .i1a&at /en&akit Lain &ang /erna diderita .i1a&at !eluarga dan .i1a&at /engobatan

/e'eriksaan 6isis 8 8 8 8 0nspeksi > /e'besaran asi'etris pada daera pinggang atau abdo'en /alpasi > Melakukan se?ara bii'anual dengan dua tangan /erkusi > /e'eriksaaan !etok ginjal pada 3udut Aosto Bertebra Auskultasi > +engarkan suara bruit di daera sebela atas /e'eriksaan penunjang 8 8 Laboratoriu' > Urinalisis, /e'eriksaan dara rutin, /e'eriksaan faal ginjal, Analisis batu, !ultur urine .adiologi > BNO, BNO 0B/, ./<, Ureterogafi, U3<, A5 3?an, M.0, 3istografi epigastriu' atau abdo'en

1i22erential 1ia)nosis U# $ #O0I$'I"SIS Batu saluran ke'i 'erupakan sala satu 'asala dibidang urologi &ang satun&a adala batu angka kejadiann&a di 0ndonesia 'asi ?ukup tinggi, sala

ureter &ang 'eni'bulkan gejala kolik &ang 'en&iksa penderita &ang bila 'engenai kedua ureter dapat 'engakibatkan su'batan total saluran ke'i se ingga terjadi idronefrosis dengan segala akibatn&a. "-,#,1(,1*,1-$ Ada 3 faktor &ang 'e'pengaru i pe'bentukan batu &aitu >"11$ 1. 5eori inti "nu?leus$ kristal dan benda asing 'erupakan te'pat pengendapan kristal pada urine &ang suda 'engala'i supersaturasi 2. 5eori 'atriC > 'atriC organi? &ang berasal dari seru' atau protein urine 'e'berikan ke'ungkinan pengendapan kristal. 3. 5eori in ibitor kristalisasi > Beberapa substansi dala' urine 'eng a'bat terjadin&a kristalisasi, konsentrasi &ang renda atau absenn&a substansi ini 'enunjukkan terjadin&a kristalisasi. Adan&a batu pada ureter akan 'en&ebabkan obstruksi &ang bila 'engenai kedua ureter akan berpengaru pada ginjal 'en&ebabkan terjadin&a sa'pai gagal ginjal."#,1($ idronefrosis

Batu ureter berasal dari ginjal ole ga&a gra=itasi peristaltik ureter, batu bisa 'asuk dan turun ke ureter. Batu ini dapat 'en&ebabkan su'batan ko'plit pada ureter. Ole karena adan&a pen&e'pitan pada 3 te'pat pada ureter &aitu pada uretero pel=i? jun?tion, persilangan antara arteri dan =ena ilia?a dan uretero =esi?al jun?tion, 'aka biasan&a batu ureter tersangkut pada daera tersebut. "-,1(,1*$ Obstruksi ureter bilateral dapat 'en&ebabkan peninggian tekanan intra ureter *0 D 20 ''%g se ingga 'engakibatkan aliran balik ureter ke forniks ginjal, pielo kanalikuli, pielo li'fatik dan pielo =enous. "-,#$ /rinsip dasar dala' urologi untuk 'enangani obstruksi akut total bilateral adala 'e'bebaskan obstruksi untuk 'en?ega kerusakan ginjal lebi lanjut. 13 "natomi !aliks, pel=is renis dan ureter 'erupakan struktur &ang serupa. /el=is dan ureter terdiri dari 3 lapis > 6ibrosa superfi?ialis, 'uskularis 'edia, dan 'ukosa dala'. Otot8otot dari pel=is renis dan kaliks identik dengan ureter 'eskipun kurang berke'bang bila dibandingkan ureter. 5erdapat lapisan8lapisan otot longitudinal superfi?ial dan profunda &ang tegas dengan lapisan otot sirkuler ditenga n&a. +ijelaskan ba 1a pada ubungan antara kaliks 'a&or dan 'inor, lapisan otot ingga kandung ke'i dan ber=ariasi sirkuler 'eningkat dan 'e'berikan aliran sp in?ter parsial."10$ Ureter 'e'anjang dari pel=is renis panjangn&a dari 2( D 3( ?'. panjang ureter kanan 1 ?' lebi pendek dari ureter kiri. Ureter 'en&erupai kur=a bentuk 3 &ang se?ara relati=e lurus pada bagian tenga n&a. 5atkala ureter 'eninggalkan pel=is renis dan 'enuju ke 'edial dari '. /soas, lateral dari pro?. 5rans=ersus spinosus dan tepat pertenga an jalan kandung ke'i , ia 'elintas di belakan funi?ulus sper'ati?us "atau o=ariu'$. Bagian distal dari area ini ureter tidak 'elekat erat pada peritoneu', &ang 'ana 'erupakan al penting dala' pe'beda an.
"*$

tiga titik pen&e'pitan fisiologis pada ureter adala

uretero pel=i? jun?tion, persilangan pada arteri ilia?a dan uretero =esi?al jun?tion, "ga'bar 1$. Ateri ilia?a 'e'bagi ureter ke dala' 2 serabut fungsional > serabut proksi'al " E 10 '' $ dan &ang di distal serabutn&a lebi pendek dan ke?il " E ( D '' $. "10$ Suplai 1arah Ureter

3uplai dara

ureter berasal dari ban&ak ?abang, antara lain ?abang A.

.enalis untuk 1F3 atas ureter dan pel=is renis, ?abang dari aorta, A. 0llia?a, A. Mesenterika inferior, A. %ipogastrika profunda dan arteri8arteri o=ariu'Fsper'ati?a untuk 1F3 tenga ureter dan ?abang =esi?al pada 1F3 ba1a ureter terdapat dara ini ber8 anasto'osis bebas dari pe'bulu 8pe'bulu ini pada tuni?a ad=entitia ureter dan

pel=is renis dan sa'pai 'ene'bus arteriol, pe'bulu 8pe'bulu

anasto'ose se?ara bebas dengan otot8otot longitudinal dan 'ukosa prekapiler. Anasto'ose ini 'ensuplai ureter 'elalui beberapa arteri saja, itu sebabn&a bila ini terputus tidak 'en&ebabkan iske'ik ureter se?ara ber'akna. Bena8=ena pada sub 'ukosa dan &ang ke ad=entitia 'engalirkan dara sper'ati?a, ilia?a, lu'bal dan pe'bulu dara renal. "10$ "liran 0(mphe Aliran li'p e bersa'a arteri dan beberapa anasto'osis 'engalirkan li'p e ke 3 daera li'p onodus > ipogastri?a, ilia?a, lu'bal atau pre aorta. "10$ Sistem Persara2an 0ner=asi ureter adala autono' dengan sel8sel ganglion terbatas pada ad=entitia. +engan kata lain fungsi ureter baik, iner=asi tidak terganggu sela'a ad=entitia tetap intak, ke?uali jika ad=entitia 'engala'i atrofi ureter dan dilatasi inner=asi pre ganglionik berasal dari renal, =esi?a inferior, sa?ralis superior. N&eri ali ipogastri?, aorta, sper'ati?a, 'esenteri?a inferior, pleksus =aginalis dari ?oelia?a dan ganglion pada kolik ureter kadang8kadang disebabkan N. 0llio &pogastri?a " L.1 atau 512 dan L1 $, N. 0llioinguinal " 512 dan L1 $ dan ?abang sper'ati?a eCterna dari N. <enito fe'oralis. "-,2,10$ 23 Patolo)i Uropati obstruktif dengan akibat idronefrosis 'erupakan asil ak ir dari pen&akit urologi, &ang 'ana diketa ui berak irn&a obstruksi ureteral ko'plit pada ak irn&a 'erusak fungsi ginjal. Mekanis'en&a diduga dari peningkatan tekanan ureteral dan penurunan aliran dara nekrosis."1#$ Obstruksi ureter total bilateral 'en&ebabkan pel=is renis berdilatasi se?ara progresif dala' beberapa 'inggu perta'a berat ginjal 'eningkat seiring dengan ginjal &ang 'en&ebabkan atrofi seluler dan ke =esi?al, =aginal, uterus,

oede'n&a 1alaupun jaringan parenki' ginjal 'engala'i atrofi. 9adi 'erupakan oede' peri renal dan peri ureteral, setela (84 'inggu ada penurunan berat karena atrofi jaringan lebi ban&ak terjadi dibanding dengan oede' intra renal. "10$ Obstruksi ureter total bilateral 'en&ebabkan dilatasi bagian proksi'al dengan peruba an 'orfologi dan fungsi pada ureter proksi'al dan pel=is renis, 'en&ebabkan aliran balik urine ke proksi'al ke pielo kanalikuli, pielo li'fatik, pielo =enous dan forniks ginjal. "4,12,14$ 3ela'a beberapa ari perta'a obstruksi terjadi pendataran papilla dengan dilatasi nefron distal, tubulus proksi'al ta'pak berdilatasi se'entara sela'a beberapa ari perta'a dan ke'udian se?ara perla an8la an 'engala'i atrofi. /ada ari ke8( terjadi dilatasi. /ada ari ke82 obstruksi, tubulus kollekti=us 'engala'i atrofi dan nekrosis. /ada ari ke81( obstruksi, terjadi dilatasi progresif pada tubulus kollekti=us, tubulus distal dan atrofi tubulus proksi'al, sel8sel epitel terli at. /ada ari ke824 obstruksi terjadi penurunan E *0 G dari ketebalan 'edulla dengan atrofi dan dilatasi lanjut pada tubular distal dan kollekti=us, korteks 'enjadi lebi tipis dengan atrofi tubulus proksi'al. 3etela 4 'inggu obstruksi, ketebalan parenki' 1 ?' &ang 'engandung jaringan ikat dan sisa8sisa glo'erulus berbentuk o=al ke?il.
"4,12,14$

Obstruksi

traktus

urinarius

'en&ebabkan

dilatasi

proksi'al

dengan

peruba an fungsional dan 'orfologis pada tubulus proksi'al dan pel=is renis. /eruba an patologis pada ginjal &ang 'engala'i obstruksi total ber ubungan dengan peruba an &ang terli at, peruba an8peruba an daera istologis 'eliputi atrofi, 'ulai pada 2 ari perta'a pada nefron distal, pada ari ke 1(, atrofi terli at pada kortikal, adan&a ?etakan protein 5a''%ossfall pada ruang bo1'an /ada obstruksi ureter akut total 1 'inggu, terjadi reabsorbsi pielo li'fatik ke dala' li'fatik ilus, ke dala' interstitial sel dan terjadi ude' parenki' ginjal dan peri ureter. /ada obstruksi lanjut, terjadi rebsorbsi urine dari pel=is renis pada idronefrosis 'asuk kedala' s&ste' =ena. Ban&ak peneliti 'e'buktikan berbagai sen&a1a &ang disuntikkan ke dala' pel=is renis dengan obstruksi total keluar 'elalui pe'bulu li'fe dan =ena. "4$ glo'erulus 'erupakan patogno'onik k as untuk obstruksi."4$

/ada obstruksi ureter akut total, 'en&ebabkan peninggian tekanan di proksi'al obstruksi se ingga terjadi ekstra=asasi urin 'elalui forniks ginjal ke ruang peri renal 'e'bentuk urino'a &ang 'ana pada urino'a retroperitoneal 'engala'i proses ekstra=asasi, urin 'asuk kedala' rongga peritoneu' 'e'bentuk as?ites. "4$ /ada idronefrosis ?airan keluar dari pel=is renis dengan ?ara > ekstra=asasi ke ruang peritoneal, aliran balik pielo=enous dan aliran balik pielo li'fatik. Urino'a 'e'beri respon &ang baik ter adap drainase urin pada obstruksi ureter akut total dan dapat ilang spontan pada drainase urine adekuat."4$ -3 Pato2isiolo)i /ada obstruksi ureter akut total, gangguan fungsi ginjal ditentukan ole la'an&a obstruksi. /ada tikus per?obaan dengan obstruksi ureter total sela'a ( ja' <6. *2 G, sela'a 12 ja' <6. 23 G, sela'a 2( ja' <6. G dan sela'a (4 ja' <6. G. Aliran dara ginjal dan tekanan ureter 'enunggi karena =asodilatasi preglo'erulus pada 1,* ja' obstruksi. /ada obstruksi 1,* D * ja' aliran dara ginjal 'enurun dan tekanan ureter terus 'eninggi akibat dari peninggian resistensi post glo'erulus. /ada fase * D 14 ja', aliran dara ginjal dan tekanan ureter 'enurun akibat dari =asokonstriksi preglo'erulus dan fungsi tubulus terganggu. "4$ /ada ginjal nor'al =olu'e aliran li'fe sa'a dengan out put urin. 3urga' dkk 'elaporkan, =olu'e ?airan li'fe ginjal nor'al 0,* D 1 'lF'enit. Murp & dkk "1#*4$ 'ene'ukan peningkatan =olu'e ?airan li'fe pada obstruksi ureter akut total. +rainase li'fatik ginjal 'elalui pe'bulu ureter dan pe'bulu li'fe ilus dan kapsula ginjal. Obstruksi li'fe 'en&ebabkan kerusakan ginjal &ang berat dengan

nekrosis dan destruksi dala' beberapa ari. "4$ Menurut .es,n&ak dkk "1#-0$, &ang 'eru'uskan ba 1a pe'eli araan fungsi ginjal pada idronefrosis 'en&ebabkan aliran balik urin pieloli'fatik. .eabsorbsi urin dari pel=is ginjal kedala' aliran li'fatik 'en&ebabkan terjadin&a penggantian filtrasi glo'erulus. +an 'eru'uskan ba 1a penetrasi urin ke dala' ruang interstitial, 'en&ebabkan pelepasan ista'ine, &ang 'engakibatkan peningkatan per'eabilitas kapiler dan dengan eksudasi ?airan ka&a protein ke dala' ruang interstitial dan li'fatik, terjadi ude' parenki' ginjal, ilus dan kapsul."4$

Naber dan Madsen "1#23$ 'elaporkan ba 1a, pada ginjal pada idronefrosis akut adala 0,0- 'lF'enit, pada

idronefrosis akut idronefrosis kronik

terjadi reabsorbsi urin kedala' li'fe ilus. 9u'la urin &ang keluar 'elalui pel=is sela'a - D 3( ari ju'la urin keluar dari pel=is ginjal adala 0,0( 'lF'enit. /ada obstruksi ureter &ang berlangsung sela'a 2 ari, akan terjadi reabsorbsi pieloli'fatik ke dala' li'fe ilus dan tingkat filtrasi glo'erulus pada obstruksi ureter total adala 1,2( 'lF'enit dan setela 'lF'enit. "4$ /ada binatang per?obaan setela pe'bebasan obstruksi ureter total sela'a 2 'inggu fungsi ginjal ke'bali nor'al, setela fungsi ginjal kira8kira *0 G. 3etela kira8kira 30 G dan setela 1. obstruksi total sela'a 3 'inggu obstruksi total sela'a ( 'inggu fungsi ginjal 3( ari obstruksi ureter ko'plit filtrasi glo'erulus 0,(

pe'bebasan obstruksi ureter sela'a - D 4 'inggu

binatang per?obaan tidak dapat idup. "4$ 9ika kedua ginjal 'engala'i idronefrosis, sti'ulus &ang kuat tetap dilanjutkan untuk 'enggunakan kedua ginjal untuk 'e'perta ankan fungsi 'aksi'al ini juga terjadi pada 2. idronefrosis &ang soliter, konsekuensin&a penge'balian 'enunjukkan 1aktu pen&e'bu an pada penderita fungsi dari ginjal ini setela perbaikan obstruksi dapat 'e'baik. "1($ 3tudi eksperi'ental tela obstruksi ko'plit sekitar ( 'inggu. 6ungsi dapat 'e'baik ke'bali setela obstruksi *- atau -# ari na'un de'ikian ke ilangan fungsi &ang irre=ersible biasan&a terjadi pada 2 ari perta'a ini terjadi karena dilatasi dan nekrosis tubular proksi'al &ang berke'bang se?ara progresif dari 1aktu ke 1aktu. "1($ +ilaporkan seorang penderita setela 'engala'i obstruksi ureter akut total sela'a -# ari, ginjal dapat berfungsi ke'bali. 3etela obstruksi ureter di ilangkan terjadi diuresis ebat dengan produksi urin 'eningkat 3 D * kali dari nor'al, natriuresis akibat gangguan reabsorbsi natriu' di tubulus proksi'al. "4$ +iuresis post obstruksi jarang terjadi, biasan&a setela obstruksi ureter akut bilateral atau obstruksi unilateral pada ginjal soliter. +iuresis post obstruksi bersifat se'entara fisiologis dan se'bu berlangsung lebi sendiri dengan ekskresi natriu' dan air &ang ari, tetapi dapat berlebi an. +iuresis berlangsung beberapa ja' sa'pai (

la'a jika terapi koreksi ?airan tidak adekuat, tetapi ?airan

biasan&a *0 D -0 G dari ju'la produksi urin dengan 'e'akai ?airan NaAl fisiologis atau .inger Laktat. "4$ 43 1ia)nosis I3 5am*aran Klinik !elu an uta'a adala berupa n&eri &ang 'enjalar dan ilang ti'bul, juga dapat berupa n&eri &ang 'enetap di daera ?osto =ertebra. N&eri ini dapat 'enjalar dari daera pinggang sa'pai ke testis atau labiu' 'ajus ipsi lateral. 3esuai penjalaran dari n&eri ini dapat 'e'perkirakan letak batu, jika batu berada di ureter bagian atas penjalaran dari n&eri biasan&a ke testis dan jika di ureter bagian tenga n&eri biasan&a terdapat di bagian ba1a , bila batu berada di ureter bagian ba1a , penjalaran n&eri biasan&a ke skrotu' atau ke =ul=a. "-$ 9ika n&eri 'enjalar ke penis biasan&a 'enunjukkan batu sedang 'elalui uretero =esi?al jun?tion ke buli8buli. /erut ke'bung, 'ual, dan 'unta karena s&ste' persarafan sa'a, ginjal la'bung dan kolon &ang letakn&a berdekatan serta ditutupi ole peritoneu' se ingga peradangan pada ginjal dan usus dapat 'eni'bulkan tanda8tanda peritonitis. Ane'ia, gross e'aturi dan penurunan berat badan dapat diala'i penderita."-$ /e'eriksaan 6isis Bila suda terjadi idronefrosis, ginjal &ang 'e'besar dapat teraba sebagai 'assa di pinggir dengan konsistensi lunak sa'pai ken&al. /ada pe'eriksaan fisis tidak dite'ukan tanda8tanda spesifik, ke?uali bila tela terjadi idronefrosis, 'aka ginjal &ang 'e'besar akan dapat teraba sebagai 'assa di pinggang dengan konsistensi lunak sa'pai ken&al. "-,12,1(,1*$ II3 Pemeriksaan Penun.an) II313 0a*oratorium67,8,14,15,18,209 Ane'ia dapat dite'ukan se?ara sekunder pada infeksi sekunder atau pada idronefrosis bilateral lanjut " stadiu' ure'ia $, leukositosis leukosit, 'aka peningkatan itu an&a biasan&a dite'ukan pada infeksi stadiu' akut. /ada stadiu' kronik bila ada peningkatan ju'la

sedikit. protein dala' ju'la uropat & obstruksi

besar biasan&a tidak dite'ukan pada

%e'aturi 'ikroskopik biasan&a dite'ukan sering kali terjadi ole trau'a epitel traktus urinarius ole kausa obstruksi batu /ada obstruksi akut total bilateral terjadi gangguan 'orfologi dan gangguan fungsi nor'al &ang ber'anifestasi pada peningkatan le=el kreatinin dan nitrogen urea seru', 'akin la'a obstruksi berlangsung, 'akin 'eninggi kreatinin seru'. Hlektrolit seru' terganggu iponatre'i ole karena gangguan reabsorbsi natriu' di tubulus

proksi'al dan pada biops& ginjal dite'ukan protein ta'' %orsfal dala' rongga bo1'an glo'erulus &ang bersifat patogno'onis pada obstruksi traktus urinarius. /ada kaadan idronefrosis bilateral &ang n&ata aliran urin &ang 'elalui tubulus ginjal dapat dili at, dengan de'ikian urea direabsorsi signifikan tapi kreatinin tidak. )at ki'ia dapat 'enunjukan rasio ureu' kreatinin &aitu sekitar 10>1 II323 #adiolo)i "1*,14,20,21$ 1. /ada foto polos abdo'en 'enunjukan adan&a pe'besaran ginjal, klasifikasi ureter atau ginjal, ba&angan batu radio opak atau perselubungan pada kasus8kasus bukan batu. 2. Bila fungsi ginjal 'asi baik dapat dilakukan pe'eriksaan 0B/ &ang biasan&a terli at pelebaran dari ureter di proksi'al batu 3. Bila kedua fungsi ginjal jelek tidak bole dilakukan 0B/, tetapi dilakukan ./<, jika ginjal terdorong ke kranial, ke kaudal atau kelateral 'aka pergeseran ini akan terli at pada foto antero posterior sedangkan pergeseran anterior akan terli at pada foto lateral (. Ultra sonografi "U3<$ /e'eriksaan dengan U3< ini idronefrosis atau an&a untuk 'enentukan idroureter, tetapi tidak untuk 'enentukan letak

obstruksi, dapat 'endeteksi ?ausa obstruksi seperti tu'or peritoneal

dan abses dan dapat juga digunakan sebagai 'onitor pada tindakan nefrosto'i per?utaneus. *. 0sotop 3?anning +engan adan&a obstruksi, radio isotop renogra' dapat 'e'perli atkan -. A5 3?an Untuk teknik &ang lebi baik dan lebi teliti dengan 'e'akai kontras untuk 'enentukan te'pat obstruksi dan 'endeteksi 'assa retroperitoneal atau intra abdo'inal, sebagai pen&ebab obstruksi ureter dapat digunakan pada proses tindakan drainase per?utanius dan biopsi untuk prognosis. 2. M.0 +engan pe'eriksaan ini suatu organ dapat di=isualisasikan dala' tiga di'ensi tanpa kontraks dapat 'engga'barkan pe'bulu dara ginjal se?ara luas dan ada atau tidakn&a kerusakan parenki' ginjal, sensitifitasn&a lebi kontraks P !"$"0"KS"!""! Bila terjadi batu ureter bilateral 'aka akan terjadi obstruksi total akut bilateral se ingga dapat terjadi kerusakan kedua ginjal &ang ebat, untuk 'en?ega terjadin&a al tersebut 'aka arus dilakukan penanganan &ang segera ole karena dapat 'engakibatkan kerusakan pareki' ginjal dan gangguan fungsi ginjal. Bila obstruksi disertai dengan infeksi 'aka dapat terjadi sepsis &ang akan 'e'perberat gangguan fungsi ginjal se ingga akan 'engan?a' ji1a penderita. "4,1#$ Ole karena itu arus segera ditangani dengan ?ara drainase urine untuk 'e'perlan?ar aliran urine, se ingga dapat 'engurangi tingkat ko'plikasi dan 'e'perbaiki kualitas idup "20$ 5indakan drainase urine seperti kateterisasi ureter retrograd, nefrosto'i terbuka dan nefrosto'i perkutaneus, juga disertai pe'berian antibiotik &ang sesuai tinggi dan lebi jelas lagi bila 'e'akai penurunan fase =as?uler dan sekresi &ang disebabkan ole retensi urine dala' pel=is renis.

dengan tes kepekaan. +engan tindakan draiunase urine, dapat 'e'perbaiki fungsi ginjal dan gangguan kesei'bangan elektrolit &ang 'e'ungkinkan dilakukan tindakan pe'bneda an definitif. "3$ 5indakan drainase &ang dapat dilakukan antara lain > "1$ !ateterisasi ureter retrograd "2$ Nefrosto'i terbuka "3$ Nefrosto'i perkutaneus "d3 13 Kateterisasi ureter retro)rade 61:,209 /e'asangan kateter ureter retrograde 'e'pun&ai kekurangan dan 'enurut laporan ole laporan ole jelas. +rainase urine dengan kateterisasi ureter retrograde biasan&a dilakukan pada penderita kausa 'etastase tu'or dan pasase urine kurang adekuat jika dibandingkan dengan nefrosto'i terbuka dan nefrosto'i perkutaneus. "d3 2 !e2rostomi ter*uka61:,209 Aara di=ersi urine &ang suda la'a tetapi 'asi dipakai sa'pai sekarang dan 'asi efektif dala' 'engatasi kasus obstruksi seperti kasus obstruksi ureter akut bilateral. 5indakan nefrosto'i adala 'e'berikan drainase urine lebi nefrosto'i perkutaneus. $eknik Operasi +ilakukan dengan sebaik8baikn&a untuk 'enja'in lan?arn&a urine keluar dengan de'ikian dapat 'engatasi urine &ang tersu'bat. 3a&atan kulit pada 0A3 I08 I00 seperti lu'boto'i panjang kira8kira 1081* ?'. diperdala' sa'pai kapsula gerota pada ginjal. Ada dua 'a?a' teknik operasi terbuka > 1. Bila korteks 'asi tebal, ginjal dibebaskan sa'pai terli at per=is renalis. /ada per=is dibuat insisi 181,* ?', kle' bengkok di'asukkan 'elalui insisi suatu tindakan darurat dan se'entara. 9adi sebelu'n&a arus dipikirkan tindakan definitif selanjutn&a. Nefrosto'i terbuka baik pada dilatasi siste' pel=i? dibandingkan %appelen dkk "1#2#$, angka keber asilan 'en?apai 4084*G kasus, ! an "1#2*$, 'endapatkan angka keber asilan sangat renda

disebabkan ole distorsi dasar buli8buli ole tu'or dan orifisiu' ureter 'enjadi tidak

ke ara

kaliks 'edius, inferior sa'pai 'ene'bus keluar ginjal. !e'udian

kateter 6ole& kateter 6 20 dijepit dengan kle' sa'pai pielu', isi balon * ??. tutup pel=is dengan benang ja it si'pel &ang bisa diserap. 2. Bila korteks sangat tipis, insisi pada korteks kira8kira 181,* ?', pasang kateter 6ole& kateter 6 22 dengan kle' sa'pai pielu', isi balon * ??. di ginjal difiksasi dengan benang dapat diserap. /ada dinding abdo'en difiksasi dengan benang sutra no'or 1. per atikan 1arna urine &ang keluar dan ?atat ju'la n&a. Luka operasi dija it lapis de'i lapis dengan drain isap satu bua . Batu dala' kaliks dan pielu' &ang 'uda ?epat dan urine 'engalir keluar dan lan?ar. "d3 -3 !e2rostomi perkutaneus /enanganan penderita dengan obstruksi batu ureter akut total bilateral dengan nefrosto'i perkutaneus 'erupakan suatu tindakan &ang ?ukup baik, dengan tindakan ko'plikasi dan 'ortalitas renda tetapi arus 'e'per itungkan potensi untuk 'eningkatkan arapan dan kualitas idup penderita "12$ Berat kerusakan parenki' ginjal, asal pen&akit pri'er dan potensi pena1aran lanjut 'enentukan arapan idup penderita, ole karena itu se'ua ?ara diagnosis arus dilakukan untuk 'engidentifikasi alas pen&akit. "12$ Nefrosto'i perkutaneus tela tube "/N5$ dengan 'engala'i perke'bangan sejak 1* ta un fluoroskopi dan ultrasonografi &ang terak ir, 'etode &ang sering digunakan adala 'e'akai percutaneus nephostomy 'enggunakan 'e'ungkinkan pene'patan drain tube tepat dala' pel=is ginjal. Nefrosto'i perkutaneus juga dapat digunakan untuk 'e'asukkan kontras pielografi antegrad, penga'bilan batu ginjal ureter perkutaneus, nefroskopi, dan biops& serta pene'patan balon intraureter. "12$ Aara perkutaneus dilakukan pada ginjal &ang teraba dari luar, korteks tipis dan dilakukan pada orang &ang tidak terlalu ge'uk. +apat dilakukan dengan anestesi u'u', regional dan lokal. dikeluarkan dia'bil, &ang sulit dibiarkan ditunda untuk tindakan operasi elektif, sebab nefrosto'i adala tindakan

$eknik Operasi /enderita tengkurap atau 'iring, dilakukan punksi ke ara urine &ang diaspirasi. "-$ 3etela siste' pel=iokalisis terli at jelas dengan fluoroskopi, dilakukan punksi ke ara ginjal dengan 'andarin pada garis aksillaris posterior di ba1a arkus kosta I00, keluarkan 'andrin dan 'asukkan ka1at penuntun " guide wire$ ke dala' pe'bungkus "sheath$ jaru' punksi. Lakukan dilatasi dengan jaru' dari +ia'ond, 'asukkan kateter 6ole& kateter 6 20 dengan tuntunan kanula tepat pada pielu', isi balon * ?? "-$ Komplikasi &an) 1apat $er.adi679 1. /erdara an &ang tak terkontrol 2. !ateter bergeser atau terlepas karena fiksasi &ang tidak kuat atau tertarik 3. 0nfeksi, pada infeksi traktus urinarius bagian atas, p&nefrosis atau batu ginjal. OP #"SI $ #BUK" P"1" #UM"' S"KI$ 1 !5"! F"SI0I$"S S$"!1"# $ #B"$"S :6-,79 Bila tela dilakukan drainase urine dan bila keadaan penderita 'e'baik 'aka selanjutn&a dilakukan usa a pengeluaran batu ureter dengan 'enguta'akan fungsi ginjal &ang lebi baik. /ada operasi terbuka uretero to'i dilakukan untuk 'engeluarkan batu ureter dengan beberapa pendekatan &ang berbeda ter'asuk pendekatan 'odifikasi dorsal lu'bal atau insisi ginjal anterior untuk batu &ang berada pada ureter proksi'al, batu8batu &ang berada pada bagian tenga ureter dapat ditangani dengan insisi M? burne& atau gibson, sedangkan batu8batu pada bagian distal ureter dapat dikeluarkan 'elalui insisi pfannestil atau garis tenga bagian ba1a . Untuk pasien tertentu &ang 'e'erlukan per atian bisa dilakukan s se?ara trans=esikal atau trans=aginal untuk 'engeluarkan batu kalkuli ureter P !"$"0"KS"!""! B"$U U# $ # BI0"$ #"0 P"1" #UM"' S"KI$ &"!5 M MPU!&"I F"SI0I$"S 0 !5K"P B 1"' U#O0O5I : 6-,79 ginjal dengan jaru' 22 tepat pada pel=is ginjal, aspirasi nurine dan 'asukkan kontras seban&ak

/ada ru'a

sakit &ang 'e'pun&ai fasilitas lengkap seperti H3JL "HCtra urologi 'ini'al in=asif lainn&a, sangat 'e'bantu

Aorporeal 3 o?k Litotripsi$, ureteros?opi, flouros?opi, dan ultra 3 o?k Litotriptor serta alat8alat bantu beda dengan tingkat kea'anan &ang baik pada penanganan batu saluran ke'i . Batu ureter pada bagian proksi'al dapat ditangani dengan 'enggunakan flouros?opi sebagai penuntun saat dilakukan ekstraksi batu, batu ke?il &ang terjebak pada bagian tenga dan atas ureter dapat dilakukan dengan endos?opi dengan 'enggunakan kateter double balon stone dan ureteros?op se?ara lebi a'an. Batu besar pada pel=is renis atau ureter proksi'al tela dapat diatasi dengan 'enggunakan ureteros?op& dan ultrasoni? litotripsi untuk 'eng an?urkan batu, batu8batu dengan dia'eter *84 'ili 'eter biasan&a dapat 'ele1ati ureter distal se ingga terjebak pada uretero=esi?al jun?tion lokasi ini sangat ideal untuk 'anipulasi transureteral. H3JL 'erupakan ?ara &ang infasif &ang paling tidak infasif untuk penanganan batu ureter. %al ini dapat juga digunakan untuk 'engatasi batu letak proksi'al dan tenga ureter, sedangkan batu pada distal ureter dengan 'enggunakan teknik stone basketing atau ureteros?op&. Bila batu 'enetap pada suatu te'pat dan tidak bergerak keara distal dala' 1aktu - 'inggu dan refrakter ter adap H3JL 'aka sebaikn&a dilakukan pe'beda an terbuka. U# $O#OS%OP& +igunakan untuk pengangkatan batu ureter dan ginjal se?ara endos?op& teruta'a batu ureter bagian proksi'al &ang 'elekat pada ureter atas atau &ang gagal dengan H3JL dengan keber asilan rata8rata *28##G."3$ Untuk 'engeluarkan batu &ang besar setela dilatasi ureter beberapa batu dapat dikeluarkan dengan utu setela tanpa litotripsi intra ureter, uretros?op& di pasang sejajar dengan ka1at panduan sa'pai kebatu ke'udian dilakukan dilatasi ureter, batu terli at keranjang batu dipasang dan batu dipegang dengan ka1at keranjang batu, se1aktu batu suda terperangkat ke dala' ka1at ke'udian ditarik keluar bersa'a ureteros?op& diikuti dengan endos?op& agar batu tidak 'erusak

dinding ureter lalu batu dikeluarkan. Ureteros?opn& ke'udian dipasang ke'bali untuk 'enilai apaka terdapat trau'a lain atau terjadin&a ekstrafasasi. "3$ 0nternal stent ke'udian dipasang diatas ka1at panduan dan dibiarkan sela'a 'ini'al 2( ja'. 9ika batu 'ene'pel pada dinding ureter keranjang tidak bole ditarik keluar, karena ureter dapat rusak, dilakukan intraureter lit otripsi untuk 'e'e?a kan batu se ingga a'an untuk dikeluarkan, jika tidak terjadi trau'a ureter stent dapat ditinggalkan untuk beberapa saat dan jika terdapat ekstrafasasi urin stent dibiarkan sela'a 2D 3 'inggu, jika terdapat ekstra=asasi sela'a prosedur berlangsung arus dikerjakan kontras follo1 up "3$ P !"$"0"KS"!""! P"S%" P !"!5"!"! /e'bebasan obstrnuksi ureter berakibat dala' ju'la ilangn&a ?airan dan elektrolit besar 38* kali lipat dari nor'al, se ingga penting 'elakukan

pengukuran se?ara ?er'at produksi ju'la ?airan dan elektrolit 'elalui nefrosto'i dan drain sebagai pegangan dala' pe'berian ?airan dan elektrolit post obstruksi. 5etapi ?airan diberikan *08-0G dari produksi urine dengan 'e'akai NaAl fisiologi atau .inger Laktat Antibiotik diberikan sesuai test kepekaan dengan 'e'per atikan faal ginjal "4$ /era1atan kateter nefrosto'i diper atikan dengan baik supa&a agar tidak terjadi atau tertarik. 3etela keadaan u'u' penderita, tensi dan nadi baik, serta tidak febris, segera dibuat foto pielografi antegrad dengan 'e'asukkan kontras 'elalui kateter nefrosto'i untuk 'eli at letak obstruksi dan 'enentukan tindakan definitif &ang akan dilakukan "4$ Nefrosto'i bersifat se'entara pada abstruksi ureter segera setela keadaan penderita 'e'ungkinkan "fungsi ginjal opti'la, tidak ada febris$, dilakukan tindakan definitif untuk 'eng ilangkan obstruksi "4$ Bila pen&ebabn&a adala batu dilakukan penga'bilan batu pada ginjal &ang fungsin&a lebi jerni baik. Bila ada pus, dan setela beberapa ari pus 'ereda, urine tebal, dilakukan dan fungsi ginjal baik, radiologik parenki' ginjal 'asi

penga'bilan batu atau pe'beda an untuk

'eng ilangkan obstruksi dengan

penga'bilan batu, p&elolitoto'i, ureterokutaneusto'i, dan ureteroneosistosto'i."-,4$

! F#O0I$I"SIS 1e2inisi Batu perke'i an dapat ti'bul dari berbagai tingkat dari s&ste' perke'i an "ginjal, ureter, kandung ke'i $. tetapi &ang paling sering dite'ukan adala di dala' ginjal. Batu ginjal adala istila u'u' batu ginjal dise'barang te'pat. Batu ini terdiri atas gara' kalsiu', asa' urat, oksalat, sistin, Cantin, dan stru=it."3$ Nefrolitiasis adala adan&a ti'bunan ,at padat &ang 'e'batu pada ginjal, 'engandung ko'ponen kristal, dan 'atriks organi?. "3$ Batu ginjal 'erupakan konsisi terdapatn&a kristal kalsiu' dala' ginjal, kristal tersebut dapat berupa kalsiu' oksalat, kalsiu' fosfat 'aupun kalsiu' sitrat. 5idak ada pen&ebab &ang bisa dibuktikan &ang sering 'enjadi predisposisi adala infeksi saluran ke'i iperkasiuria, iperpospaturia, iper=ita'inosis + dan ipertiroidis' dan keban&akan intake kalsiu' serta alkali ?enderung ti'bul presipitasi gara' kalsiu' dala' urine. "3$ Pato2isiolo)i Nefrolitiasis 'erupakan kristalisasi dari 'ineral dan 'atriks seperti pus dara , jaringan &ang tidak =ital dan tu'or. !o'posisi dari batu ginjal ber=ariasi, kira8 kira tiga pere'pat dari batu adala kalsiu', fosfat, asa' urin dan ?istien.peningkatan konsentrasi larutan akibat dari intake &ang renda peningkatan ba an8ba an organi? akibat infeksi saluran ke'i se ingga 'e'buat te'pat untuk pe'bentukan batu. +ita'ba infeksi 'eningkatkan kebasaan urin ole presipitasi kalsiu' dan 'agnesiu' pospat. "3$ /roses pe'bentukan batu ginjal dipengaru i ole ke'udian dijadikan dala' beberapa teori @ "3$ 1. 5eori supersaturasi 5ingkat kejenu an ko'pone8ko'ponen pe'bentuk batu ginjal 'endukung terjadin&a kristalisasi. !ristal &ang ban&ak 'enetap 'en&ebabkan terjadin&a agresi kristal ke'udian ti'bul 'enjadi batu. 2. 5eori 'atriks beberapa faktor &ang dan juga

atau urin ststis dengan adan&a

produksi a''oniu' &ang berakibat

Matriks 'erupakan 'ukoprotein &ang terdiri dari -*G protein, 10G eksose, 38* eksosa'in dan 10G air. Adapun 'atriks 'en&ebabkan pene'pelan kristal8 kristal se ingga 'enjadi batu. 3. 5eori kurang in ibitor /ada kondisi nor'al kalsiu' dan fosfat adir dala' ju'la &ang 'ela'pui da&a kelarutan, se ingga diperlukan ,at peng a'bat pengendapat. / ospat 'ukopolisakarida dan dipospat 'erupakan peng a'batan pe'bentukan kristal. Bila terjadi kekurangan ,at ini 'aka akan 'uda terjadi pengendapan. (. 5eori epistaCi Merupakan pe'bentukan baru ole beberapa ,at se?ra8 bersa'a8sa'a, salau satu batu 'erupakan inti dari batu &ang 'erupakan pe'bentuk pada lapisan luarn&a. Aonto n&a ekskresi asa' ura&t &anga berlebi an dala' urin akan 'endukung pe'bentukan batu kalsiu' dengan ba an urat sebagai inti pengendapan kalsiu'. *. 5eori ko'binasi Batu terbentuk karena ko'binasi dari berbagai 'a?a' teori di atas. Mani2estasi Klinik6-9 N&eri dan pegal di daera pinggang Lokasi n&eri tergantung dari di'ana batu itu berada. Bila pada piala ginjal rasa n&eri adala %e'aturia +ara dari ginjal ber1arna ?oklat tua, dapat terjadi karena adan&a trau'a &ang disebabkan ole adan&a batu atau terjadi kolik "il'u kese atan anak, 2002>4(0$ 0nfeksi Batu dapat 'engakibatkan gejala infeksi traktus urinarius 'aupun infeksi asiste'ik &ang dapat 'en&ebabkan disfungsi ginjal &ang progresif. !en?ing panas dan n&eri Adan&a n&eri tekan pada daera ginjal akibat dari idronefrosis &ang rasan&a lebi tu'pul dan sifatn&a konstan. 5eruta'a ti'bul pada ?osto=erteral.

Pemeriksaan penun.an)6-9 1. Urin a. /% lebi dari 2,b. 3edi'ent sel dara 'era lebi dari #0G ?. Biakan urin d. Hkskresi kalsiu' fosfor, asa' urat 2. +ara a. %b turun b. Leukositosis ?. Uriu' krestinin d. !alsiu', fosfor, asa' urat 3. .adiologist 6oto BNOFN/ untuk 'eli at lokasi batu dan besar batu U3< abdo'en Komplikasi6-9 <agal ginjal 5erjadin&a karena kerusakan neuron &ang lebi lanjut dan pe'bulu dara &ang disebut ko'presi batu pada 'e'brane ginjal ole gagal ginjal 0nfeksi +ala' aliran urin &ang statis 'erupakan te'pat &ang baik untuk perke'bangbiakan 'i?roorganis'e. 3e ingga akan 'en&ebabkan infeksi pada peritoneal. %idronefrosis Ole karena aliran urin ter a'bat 'en&ebabkan urin terta an dan 'enu'puk diginjal dan la'8kela'aan ginjal akan 'e'besar karena penu'pukan urin A=askuler is? e'ia 5erjadi karena aliran dara ke'atian jaringan ke dala' jaringan berkurang se ingga terjadi karena suplai oksigen ter a'bat. %al in 'en&ebabkan iske'is ginjal dan jika dibiarkan 'en&ebabkan

Pera/atan6-9 +iagnosa dan inter=ensi N&eri bd peningkatan kontraksi ureteral, trau'a jaringan pe'bentukan ude'a. 5ujuan > n&eri berkurang, spas'e terkontrol !% > klien ta'pak rileks 0nter=ensi > K kaji n&eri K jelaskan pen&ebab n&eri dan pentingn&a 'elapor jika n&eri dan peruba annn&a K ajarkan teksnik relaksasi dan distraksi K beri ko'pres angat pada daera n&eri K kolaborasi analgetik <anguan istira at dan tidur bd n&eri 5ujuan > istira at tidur terpenu i !% > identifikasi teksnik induksi tidur, faktor pen&ebab gangguan tidur 0nter=ensi > K Beri lingkungan &ang tenang untuk pasien K Atur prosedur agar tidak 'engganggu 1aktu istira at pasien K !aki pen&ebab gaangguan tidur .esti infeksi bd tindakan in=asi=e 5ujuan > tidak terjadi infeksi !% > tidak ada tanda8tanda infeksi 0nter=ensi > K /erta ankan asepti? dala' tindakan K Monitor 55B K /eriksa laboratoriu' tanda8tanda infeksi K !olaborasi pe'berian analgetik /eruba an eli'inasi urin bd irirtasi ginjal, obstruksi, infla'asi 5ujuan > berke'i dengan nor'al !% > tidak ada tanda8tanda infeksi 0nter=ensi > K A1asi intake dan output ?airan dan karakteristik urin

K !aji pola berke'i pasien K +orong pe'asukan ?airan agar 'eningkat K !eji kelu an kandung ke'i K !olaborasi pe'eriksaan laboratoriu' !urang pera1atan diri.bd pe'asangan alat pada tubu 5ujuan > kebersi an terpenu i !% > dapat pera1atan diri se?ara 'andiri 0nter=ensi > K !aji pen&ebab kkurang pera1atan diri K +orong pasien 'elakukan personal &gien K +orong pasien 'enggunakan alat Bantu &ang ada ; SIKO0I$I"SIS "3Pen)ertian Batu perke'i an dapat ti'bul pada berbagai tingkat dari siste' perke'i an "ginjal, ureter, kandung ke'i $, tetapi &ang paling sering dite'ukan ada di dala' ginjal."3$ Besikolitiasis 'erupakan batu &ang 'eng alangi aliran air ke'i akan ber enti dan 'enetes disertai dengan rasa n&eri. "3$ /ern&ataan lain 'en&ebutkan ba 1a =esikolitiasis adala ke'i 'engandung ko'ponen kristal dan 'atriks organi?. "3$ Besikolitiasis adala batu &ang ada di =esika urinaria ketika terdapat defisiensi substansi tertentu, seperti kalsiu' oksalat, kalsiu' fosfat, dan asa' urat 'eningkat atau ketika terdapat defisiensi subtansi tertentu, seperti sitrat &ang se?ara nor'al 'en?ega terjadin&a kristalisasi dala' urin. "3$ %idronefrosis adala dilatasi piala dan kaliks ginjal pada sala satu atau kedua ginjal akibat adan&a obstruks0 su'batan saluran ke'i &ang bisa terjadi batu kandung &ang 'erupakan keadaan tidak nor'al di kandung ke'i , batu ini akibat penutupan le er kandung ke'i , 'aka aliran &ang 'ula8'ula lan?ar se?ara tiba8tiba

di'ana saja pada bagian saluran dari 'ulai kaliks renal sa'pai 'eatus uretra. %idronefrosis adala pelebaranFdilatasi pel=is ginjal dan kaliks, disertai dengan atrofi

parenki' ginjal, disebabkan ole

a'batan aliran ke'i . %a'batan ini dapat

berlangsung 'endadak atau perla an8la an, dan dapat terjadi di se'ua aras "le=el$ saluran ke'i dari uretra sa'pai pel=is renalis. "3$ tiolo)i Batu kandung ke'i disebabkan infeksi, statis urin dan periode i'obilitas "drainage renal 1. &ang la'bat dan peruba an 'etabolis'e kalsiu'$.
"3$

6aktor8 faktor &ang 'e'pengaru i batu kandung ke'i "Besikolitiasis$ adala %iperkalsiuria

3uatu peningkatan kadar kalsiu' dala' urin, disebabkan karena, iperkalsiuria idiopatik "'eliputi iperkalsiuria disebabkan 'asukan tinggi natriu', kalsiu' dan protein$, 2. iperparatiroidis'e pri'er, sarkoidosis, dan kelebi an =ita'in + atau kelebi an kalsiu'. %ipositraturia 3uatu penurunan ekskresi in ibitor pe'bentukan kristal dala' air ke'i , k ususn&a sitrat, disebabkan idiopatik, asidosis tubulus ginjal tipe 0 "lengkap atau tidak lengkap$, 'inu' Aseta,ola'id, dan diare dan 'asukan protein tinggi. 3. %iperurikosuria /eningkatan kadar asa' urat dala' air ke'i &ang dapat 'e'a?u pe'bentukan batu kalsiu' karena 'asukan diet purin &ang berlebi . (. *. /enurunan ju'la air ke'i +ikarenakan 'asukan ?airan &ang sedikit. 9enis ?airan &ang di'inu' Minu'an &ang ban&ak 'engandung soda seperti soft drink, jus apel dan jus anggur. -. %iperoksalouria !enaikan ekskresi oksalat diatas nor'al "(* 'gF ari$, kejadian ini disebabkan ole diet renda kalsiu', peningkatan absorbsi kalsiu' intestinal, dan pen&akit usus ke?il atau akibat reseksi pe'beda an &ang 'engganggu absorbsi gara' e'pedu.

2.

<injal 3pongiosa Medula +isebabkan karena =olu'e air ke'i sedikit, batu kalsiu' idiopatik "tidak diju'pai predisposisi 'etabolik$.

4.

Batu Asan Urat Batu asa' urat ban&ak disebabkan karena p% air ke'i renda , dan iperurikosuria "pri'er dan sekunder$.

#.

Batu 3tru=it Batu stru=it disebabkan karena adan&a infeksi saluran ke'i dengan organis'e &ang 'e'produksi urease. !andungan batu ke'i keba&akan terdiri dari > 1.2* G kalsiu'. 2.1* G batu tripeFbatu stru=it "Magnesiu' A'oniu' 6osfat$. 3.- G batu asa' urat. (.182 G sistin "?&stine$.

Pato2isiolo)i !elainan ba1aan atau ?idera, keadan patologis &ang disebabkan karena infeksi, pe'bentukan batu disaluran ke'i dan tu'or, keadan tersebut sering 'en&ebabkan bendungan. %a'batan &ang 'en&ebabkan su'batan aliran ke'i baik itu &ang disebabkan karena infeksi, trau'a dan tu'or serta kelainan 'etabolis'e dapat 'en&ebabkan pen&e'pitan atau struktur uretra se ingga terjadi bendungan dan statis urin. 9ika suda terjadi bendungan dan statis urin la'a kela'aan kalsiu' akan 'engendap 'enjadi besar se ingga 'e'bentuk batu."3$ /roses pe'bentukan batu ginjal dipengaru i ole beberapa faktor &ang ke'udian dijadikan dala' beberapa teori > 1. 5eori 3upersaturasi 5ingkat kejenu an ko'ponen8ko'ponen pe'bentuk batu ginjal 'endukung terjadin&a kristalisasi. !ristal &ang ban&ak 'enetap 'en&ebabkan terjadin&a agregasi kristal dan ke'udian 'enjadi batu. 2. 5eori Matriks Matriks 'erupakan 'ikroprotein &ang terdiri dari -* G protein, 10 G eCose, 38*

eCosa'in dan 10 G air. Adan&a 'atriks 'en&ebabkan pene'pelan kristal8 kristal se ingga 'enjadi batu. 3. 5eori !urangn&a 0n ibitor /ada indi=idu nor'al kalsiu' dan fosfor adir dala' ju'la &ang 'ela'paui da&a kelarutan, se ingga 'e'butu kan ,at peng a'bat pengendapan. fosfat 'ukopolisakarida dan fosfat 'erupakan peng a'bat pe'bentukan kristal. Bila terjadi kekurangan ,at ini 'aka akan 'uda terjadi pengendapan. (. 5eori HpistaC& Merupakan pe'bentuk batu ole beberapa ,at se?ara bersa'a8sa'a. 3ala satu jenis batu 'erupakan inti dari batu &ang lain &ang 'erupakan pe'bentuk pada lapisan luarn&a. Aonto ekskresi asa' urat &ang berlebi dala' urin akan 'endukung pe'bentukan batu kalsiu' dengan ba an urat sebagai inti pengendapan kalsiu'. *. 5eori !o'binasi Batu terbentuk karena ko'binasi dari ber'a?a'8'a?a' teori diatas. Mani2estasi Klinis Batu &ang terjebak di kandung ke'i pada le er kandung ke'i biasan&a 'en&ebabkan iritasi dan e'aturia, jika terjadi obstruksi ber ubungan dengan infeksi traktus urinarius dan

'en&ebabkan retensi urin atau bisa 'en&ebabkan

sepsis, kondisi ini lebi serius &ang dapat 'engan?a' ke idupan pasien, dapat pula kita li at tanda seperti 'ual 'unta , gelisa , n&eri dan perut ke'bung. "3$ 9ika suda pen&u'batan terjadi ko'plikasi seperti seperti dengan ?epat idronefrosis 'aka gejalan&a akut$ biasan&a akan tergantung pada pen&ebab pen&u'batan, lokasi, dan la'an&a pen&u'batan. 9ika ti'bul "%idronefrosis 'en&ebabkan koliks ginjal "n&eri &ang luar biasa di daera antara rusuk dan tulang punggung$ pada sisi ginjal &ang terkena. 9ika pen&u'batan berke'bang se?ara perla an "%idronefrosis kronis$, biasan&a tidak 'eni'bulkan gejala atau n&eri tu'pul di daera antara tulang rusuk dan tulang punggung. "3$ Pemeriksaan Penun.an)"3,-$ /e'eriksaan penunjangn&a dilakukan di laboratoriu' &ang 'eliputi pe'eriksaan> 1. Urine

p% lebi dari 2,- biasan&a dite'ukan ku'an area splitting, organis'e dapat berbentuk batu 'agnesiu' a'oniu' p osp at, p% &ang renda 'en&ebabkan pengendapan batu asa' urat.

3edi'en > sel dara

'eningkat "#0 G$, dite'ukan pada penderita

dengan batu, bila terjadi infeksi 'aka sel dara puti akan 'eningkat.
o

Biakan Urin > Untuk 'engeta ui adan&a bakteri &ang berkontribusi dala' proses pe'bentukan batu saluran ke'i . Hkskresi kalsiu', fosfat, asa' urat dala' 2( ja' untuk 'eli at apaka terjadi iperekskresi. +ara

2.
o o o o

%b akan terjadi ane'ia pada gangguan fungsi ginjal kronis. Lekosit terjadi karena infeksi. Ureu' kreatinin untuk 'eli at fungsi ginjal. !alsiu', fosfat dan asa' urat. .adiologi 6oto BNOF0B/ untuk 'eli at posisi batu, besar batu, apaka terjadi bendungan atau tidak. /ada gangguan fungsi ginjal 'aka 0B/ tidak dapat dilakukan, pada keadaan ini dapat dilakukan retrogad pielografi atau dilanjutkan dengan antegrad pielografi tidak 'e'berikan infor'asi &ang 'e'adai.

3.
o

(. *.

U3< "Ultra 3onografi$ Untuk 'engeta ui sejau 'ana terjadi kerusakan pada jaringan ginjal. .i1a&at !eluarga Untuk 'engeta ui apaka ada anggota keluarga &ang 'enderita batu saluran ke'i , jika ada untuk 'engeta ui pen?ega an, pengobatan &ang tela dilakukan, ?ara 'enga'bilan batu, dan analisa jenis batu.

Komplikasi !o'plikasi &ang disebabkan dari Besikolit oto'i "/err& dan /otter, 2002>14(2$ adala sebagai berikut> "3$ 1. 3iste' /ernafasan Atelektasis bida terjadi jika ekspansi paru &ang tidak adekuat karena pengaru

analgetik, anestesi, dan posisi &ang di'obilisasi &ang 'en&ebabkan ekspansi tidak 'aksi'al. /enu'pukan sekret dapat 'en&ebabkan pne'unia, ipoksia terjadi karena tekanan ole agens analgetik dan anestesi serta bisa terjadi e'boli pul'onal. 2. 3iste' 3irkulasi +ala' siste' peredaran dara bisa 'en&ebabkan perdara an karena lepasn&a ja itan atau lepasn&a bekuan dara pada te'pat insisi &ang bisa 'en&ebabkan s&ok ipo=ole'ik. 3tatis =ena &ang terjadi karena duduk atau i'obilisasi &ang terlalu la'a bisa terjadi tro'boflebitis, statis =ena juga bisa 'en&ebabkan tro'bus atau karena trau'a pe'bulu dara . 3. 3iste' <astrointestinal Akibat efek anestesi dapat 'en&ebabkan peristaltik usus 'enurun se ingga bisa terjadi distensi abdo'en dengan tanda dan gejala 'eningkatn&a lingkar perut dan terdengar bun&i ti'pani saat diperkusi. Mual dan 'unta serta konstipasi bisa terjadi karena belu' nor'aln&a peristaltik usus. (. 3iste' <enitourinaria Akibat pengaru anestesi bisa 'en&ebabkan aliran urin in=olunter karena ilangn&a tonus otot. *. 3iste' 0ntegu'en /era1atan &ang tidak 'e'per atikan kesterilan dapat 'en&ebabkan infeksi, burukn&a fase pen&e'bu an luka dapat 'en&ebabkan de isens luka dengan tanda dan gejala 'eningkatn&a drainase dan pena'pakan jaringan &ang ada diba1a n&a. H=iserasi lukaFkelurn&a organ dan jaringan internal 'elalui insisi bisa terjadi jika ada de isens luka serta bisa terjadi pula surgi?al 'u'p "parotitis$. -. 3iste' 3araf Bisa 'eni'bulkan n&eri &ang tidak dapat diatasi.

1"F$"# PUS$"K"
1. Netter, 6rank %, 9o n A. Araig, and 9a'es /erkins, editors. Atlas of %u'an Anato'& 3.+. Ne1 7ork> .. +onnelle&@ 2003 2. Ada's +iagnosis 6isik, Burnside8M? <l&nn. Hdisi 12 3. /urno'o, Basuki B., editor. +asar8dasar Urologi. Hdisi ketiga. Malang> 3agung 3eto@ 2011 (. 3. 3nell, .i? ard, editor@ Ali Ba asa, dr. Liliana 3ugi arto, M.3. /A!. Anato'i !linik untuk Ma asis1a !edokeran. Hdisi -. 9akarta> H<A@ 200-. *. <u&ton and %all, editors. 6030OLO<0 !H+O!5H.AN. Hdisi #. 9akarta> Buku !edokteran H<A@ 2000 -. Adjis + L As'ara 0., Batu Ureter. Bagian Beda Beda 6!U0, 9akarta, 1#4*, %al > 182 .3AM 1#4381#4(, Bagian 0l'u

2. At er M.%., + kk. A 1087ear HCperien?e of Managing Ureteri? Aal?uli > A anging 5rends 5o1ards Hndourologi?al 0nter=ention D 0s 5 e .ole for Open 3urger& ;. +eparte'ent of 3urger&, 5 e Aga ! an Uni=ersit&, !ara? i, /akistan, 0n B9U. 0nternational, Bolu'e 44, No. 3, Agustus 2001, /age > 1238122. 4. <illen1ater 9.7., 5 e /at opisiolog& of Urinar& 5ra?t Obstru?tion, 0n Aa'pbellMs Urolog&. 3iCt ed, J.B. 3aunders Ao'pan&, London, 1##2, page > (##8*32. #. %in'an 6., 5 e /at opisiolog& of Urinar& Ostrustion 0n Urolog&, 0n Aa'bellMs J.B. 3aunders Ao'pan&, London, 1#20, page > 31383(*. 10. Li? .., %o1erton L., Anto'& and surigi?al Approa? to t e Urogenital 5ra?t 5 e Male 0n Urog& Bolu'e 1, 5 ird ed, J.B.3aunder Ao'pan& /iladel=ia 1#208 1834. 11. Manuputt& +., Batu t raktus Urinarius, dala' !u'pulan !ulia Bagian Beda 6!U0, 9akarta, 1##*, %al > 1*-81-1 0l'u Beda .

12. 3pirna?k /.,Ureter Aal?uli 0n +e?isaion Making 0n Urolog&, 3e?ond e1d, BNAN +e?ker, / iladelpia, %a'ilton, 1##2, page > 1*081*1 13. 3pirn?k /., +kk. Urinar& 3 tones 0n <eneral urolog&. 12 t ed. A Lange Medi?al Books, /renti?e %all 0nternational 0n?, 1##4, page > 22*8301.

1(. 5anag oe H.A., Nurinar& Obstru?tion L 3tasis 0n 3'it Ms <eneral Urolog&. 1*t ed. Lange Medi?al BooksFM? <ra1 %ill, Ne1 7ork, 200(, page > 2048220 1*. 5anag oe H.A., Nurinar& Obstru?tion L 3tasis 0n 3'it Ms <eneral Urolog&. 1-t ed. Lange Medi?al BooksFM? <ra1 %ill, Ne1 7ork, 200(, page > 12*8141-. Ja &udan .., .a ardja +., 6ollo1 Up /enderita /as?a Uretrolitoto'i, Bagian Beda 6!U0, 9akarta, 1#42, %al > 18*. 12. !ennel& M9, .it? e& ML. /erinep iri? Urio'a 3e?ondar& to Neurogeni? bladder in M&elod&splas'a 9. Urol 1##*@ 1*3 > 1(48-0. 14. !la r 3, Buerlar 9. Morrison A. Urinar& tra?t Obstru?tion 0n > Brenner BM, ed, 5 e !idnne&, 3rd ed. / iladelp ia > JB 3aunders Ao'pan&, 1#4-@ 1 > 1((3843. 1#. Litton B, Hpstein 6%. Obstru?ti=e Uropat &,. 0n > 5 orn <J, Ada's .+, eds, /rein?iples of 0nternal Med'i?'ine, 4t ed. 3&dne& > M?<ra1 %ill !ogakus Ltd., 5ok&o,. 1#22 > 1#(28-#. 20. .esni?k M0. !uss H+. HCtrinsi? Obstru?tion of t e ureter, 0n > Aa'pbellMs Urolog&, -t ed. / iladelp ia > J.B. 3anunders Ao'pan&,. 1##2@ 1 > *338-*. 21. Meillins %). .adiologi of t e urinar& tra?t 0n > Aa'pbellMs Urolog&, ( t ed. / iladelp ia > J.B. 3aunders Ao'pan&, 1#4- > 1 > 312822.