Anda di halaman 1dari 3

1.

MODEL PEMBEBANAN

I.

METODE ANALISIS UMUM MODEL PEMBEBANAN

Untuk melaksanakan proses pembebanan diperlukan sejumlah data dan model estimasi sebagai prasyarat berjalannya model tersebut. Gambar I-1 menyajikan masukan, proses, dan keluaran model pembebanan.
KARAKTERISTIK JARINGAN

DATA MASUKAN

Kapasitas ruas jalan

Data jaringan jalan (zona, data ruas, simpul, centroid connector)

Kecepatan ruas jalan

Fungsi hubungan kecepatan-volume

Data MAT

Koefisien ruas/rute

Fungsi biaya perjalanan per ruas/rute


KELUARAN

Hasil pembebanan (arus lalu lintas, biaya perjalanan sistem)

Model pembebanan
MODEL

Gambar I-1 Bagan alir Proses Pemodelan Pemilihan Rute


Data masukan bagi proses model pembebanan merangkum karakteristik sistem jaringan transportasi yang terdiri dari besaran kapasitas, kecepatan, dan fungsi hubungan antara kecepatan dan volume lalu lintas di ruas jalan, serta jumlah permintaan perjalanan antar zona-zona yang ada di wilayah studi. Model pembebanan digunakan untuk mendekati perilaku pengguna jalan dalam memilih rute perjalanan dengan setting karakteristik jaringan yang ada dan kriteria serta faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mereka dalam memilih

Halaman |1

rute. Dalam model pembebanan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemilihan rute setiap individu pelaku perjalanan akan digeneralisasi mengurangi kompleksitas model sehingga akan mudah ditangani. II. TEKNIK PEMBEBANAN untuk

Pengembangan model pembebanan biasanya dilakukan untuk mendekati perilaku pemilihan rute oleh para pengendara yang didasarkan pada premis bahwa mereka ingin memenuhi kriteria perjalanannya. Perjalanan merupakan kebutuhan turunan yang terjadi akibat pelaku perjalanan tersebut ingin memenuhi kebutuhan lainnya. Karena sifat kebutuhannya yang demikian umumnya kriteria perjalanan tersebut disusun untuk meminimumkan ongkos perjalanan yang harus dikeluarkan. Faktor utama yang mempengaruhi besarnya ongkos perjalanan di setiap alternatif rute adalah karakteristik fisik dan lalu lintas ruas jalan yang menyusunnya. Namun pada kenyataanya tidak semua pengendara mampu memenuhi kriteria tersebut karena adanya kesalahan persepsi (misperception) mereka terhadap ongkos minimum aktual yang terjadi di jaringan jalan. Secara umum, teknik pembebanan dapat dikelompokkan atas dasar apakah model tesebut memperhitungkan pengaruh kemacetan (keterbatasan kapasitas jaringan jalan) dan/atau kesalahpahaman (misperception) pengendara terhadap biaya aktual di ruas jalan. All-or-nothing (AON) merupakan teknik pembebanan yang paling sederhana yang mengalokasikan seluruh matriks perjalanan ke rute terpendek dengan tidak menyertakan kedua pengaruh diatas. Teknik

pembebanan lain yang hanya menyertakan salah satu pengaruh diatas disebut dengan pembebanan deteministic user equilibrium atau DUE yang menyertakan pengaruh menyertakan kemacetan, dan pembebanan stokastik murni atau SM yang pengaruh kesalahpahaman. Pada tingkat penelitian, telah

dikembangkan teknik pembebanan yang menyertakan kedua pengaruh diatas, yang disebut dengan pembebanan Stochastic User Equilibrium (SUE). Secara sederhana keempat model pembebanan itu diringkas melalui Tabel 10.1.

Halaman |2

Tabel II-1

Klasifikasi Model Pembebanan Apakah pengaruh stokastik disertakan? Tidak Ya All-Or-Nothing (AON) Pure Stochastic atau Stokastik Murni (SM) Deterministic User Stochastic User Equilibrium (SUE) Equilibrium atau Equilibrium Wardop (DUE)

Apakah pengaruh keterbatasan kapasitas (kemacetan) disertakan?

Tidak Ya

(Sumber : Ortuzar dan Willumsen, 1990) Sebagai rule of thumb pemakaian teknik pembebanan ini, Lubis. H.A.S. (1994) menyarankan penggunaan model pembebanan All-Or-Nothing atau Stokastik Murni untuk tingkat kemacetan jaringan jalan yang rendah kurang dari 5%, sedangkan untuk tingkat kemacetan antara 5% s/d 30% disarankan untuk menggunakan model pembebanan Stochastic User Equilibrium (SUE), selebihnya untuk tingkat kemacetan yang lebih besar dari 30% disarankan untuk menggunakan model pembebanan Deterministic User Equilibrium (DUE). Dalam kegiatan ini model pemilihan rute yang digunakan adalah Stokastik murni (dial, burrel), dimana efek batasan kapasitas tidak dipertimbangkan begitu pula dengan efek stokastik tidak dipertimbangkan. Batasan analisis penentuan rute adalah volume dan waktu yang menggunakan asumsi hukum davidson, sebagai berikut : ( )

Dimana : TQ = Waktu tempuh pada kondisi volume = Q; To = Waktu tempuh pada kondisi Q=0; Q = Arus (kend/jam); C = Kapasitas (kend/jam); = Indeks tingkat pelayanan (ITP).

Halaman |3