Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

PENGANTAR ILMU KESEHATAN


MASYARAKAT
TENTANG KONSEP DESA SIAGA

Dosen :
IDRAL PURNAKARYA, SKM, MKM

DISUSUN OLEH :
1. SUCI ADILLA
2. PUTI AULIA
3. MELISA YENTI
4. WINTER INEVI P. HULU
5. YOVI ALFITRIA NINGSIH
6. SARI YUNITA M.
7. VARLI VARNATHA
8. RAHMA NELLA
9. RIZKA PUTRI P.E.
10. NURUL FITRIA
11. TIKA AMIMAH
12. MEGA UTAMI BASRA
13. DELFIS JUFRIL
14. SYAIFUL IKHWANDI

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN


MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Kesehatan
Masyarakat serta untuk

menambah pengetahuan pembaca tentang Kesehatan

Masyarakat, dalam hal ini membahas Desa Siaga.


Makalah ini berisi beberapa informasi tentang Desa Siaga yang kami harapkan
dapat memberikan informasi kepada para pembaca, adapun kajiannya adalah definisi
desa siaga, tujuan desa siaga, poskesdes, kriteria desa siaga, dan program-program
desa siaga itu sendiri.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis
harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Idral Purnakarya
SKM,MKM, selaku dosen pembimbing terciptanya makalah ini, dan kepada semua
anggota kelompok 6 yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa
meridhoi segala usaha kita. Amiiin.

Padang, 25 Agustus 2011

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................................ i
Daftar Isi........................................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN.............................................................................
A. Latar Belakang...........................................................................
B. Tujuan.........................................................................................
BAB II.

DESA SIAGA
A. Definisi desa siaga.........................................................................
B. Tujuan desa siaga............................................................................
C. Pos kesehatan desa (POSKESDES).................................................
D. Kegiatan-kegiatan pos kesehatan desa.............................................
E. Kriteria desa siaga.............................................................................
F. Tahapan-tahapan desa siaga..............................................................
G. Indikator keberhasilan desa siaga.....................................................

BAB III.

PENUTUP ........................................................................................
A. Kesimpulan ....................................................................................
B. Saran ..............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

BAB II

DESA SIAGA

A. DEFINISI DESA SIAGA


Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber
daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi
masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan
secara mandiri. Sebuah Desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa
tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa
(Poskesdes) (Depkes, 2007).

B. TUJUAN DESA SIAGA

Tujuan Umum :
Terwujudnya desa dengan masyarakat yang sehat, peduli & tanggap
terhadap masalah-masalah kesehatan (bencana & kegawatdaruratan
kesehatan) di desanya .
Tujuan Khusus :

Meningkatnya pengetahuan & kesadaran masyarakat desa


tentang pentingnya kesehatan & melaksanakan PHBS

Meningkatnya kemampuan & kemauan masyarakat desa untuk


menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan

Meningkatnya kewaspadaan & kesiapsiagaan masyarakat desa


terhadap risiko & bahaya yang dapat menimbulkan gangguan
kesehatan (bencana, wabah penyakit, dsb)

Meningkatnya kesehatan lingkungan di desa .

C. POS KESEHATAN DESA


Poskesdes adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan
pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. UKBM yang sudah dikenal

luas oleh masyarakat yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Warung Obat
Desa, Pondok Persalinan Desa (Polindes), Kelompok Pemakai Air, Arisan
Jamban Keluarga dan lain-lain (Depkes, 2007).

D. KEGIATAN KEGIATAN POSKESDES

Pengamatan epidemiologi sederhana terhadap penyakit terutama


penyakit menular yang berpotensi menimbulkan
Kejadian Luar Biasa (KLB) dan faktor resikonya termasuk status gizi
serta kesehatan ibu hamil yang beresiko.
Penanggulangan penyakit, terutama penyakit menular dan penyakit
yang berpotensi menimbulkan KLB serta faktor resikonya termasuk
kurang gizi.
Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dan kegawatdarutan
kesehatan.
Pelayanan medis dasar sesuai dengan kompetensinya.
Promosi kesehatan untuk peningkatan keluarga sadar gizi, peningkatan
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyehatan lingkungan dan
lain-lain.
Dengan demikian Poskesdes diharapkan sebagai pusat pengembangan
atau revitalisasi berbagai UKBM yang ada di masyarakat desa. Dalam
melaksanakan kegiatan tersebut, Poskesdes harus didukung oleh
sumber daya seperti tenaga kesehatan (minimal seorang bidan) dengan
dibantu oleh sekurang-kurangnya 2 orang kader. Selain itu juga harus
disediakan sarana fisik berupa bangunan, perlengkapan dan peralatan
kesehatan serta sarana komunikasi seperti telepon, ponsel atau kurir.
Untuk sarana fisik Poskesdes dapat dilaksanakan melalui berbagai
cara/alternatif yaitu mengembangkan Polindes yang telah ada menjadi
Poskesdes, memanfaatkan bangunan yang sudah ada misalnya Balai
Warga/RW, Balai Desa dan lain-lain serta membangun baru yaitu
dengan pendanaan dari Pemerintah (Pusat atau Daerah), donatur, dunia
usaha, atau swadaya masyarakat.

E. KRITERIA DESA SIAGA


1. Adanya forum masyarakat desa
2. Adanya pelayanan kesehatan dasar
3. Adanya UKBM Mandiri yang dibutuhkan masyarakat desa setempat
4. Dibina Puskesmas Poned
5. Memiliki system surveilans (faktor resiko dan penyakit) berbasis
masyarakat.
6. Memiliki system kewaspadaan dan kegawatdaruratan bencana berbasis
masyarakat.
7. Memiliki system pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat.
8. Memiliki lingkungan yang sehat.
9. Masyarakatnya ber perilaku hidup bersih dan sehat.

F. TAHAPAN DESA SIAGA


Bina yaitu desa yang baru memiliki forum masyarakat desa, pelayanan
kesehatan dasar, serta ada UKBM Mandiri.
Tumbuh yaitu desa yang sudah lebih lengkap dengan criteria pada
tahapan bina ditambah dengan dibina oeh puskesmas Poned, serta
telah memiliki system surveilans yang berbasis masyarakat.
Kembang yaitu desa dengan criteria tumbuh dan memiliki system
kewaspadaan dan kegawatdaruratan bencana serta system pembiayaan
kesehatan berbasis masyarakat yang telah berjalan.
Paripurna yaitu desa yang telah memiliki seluruh criteria desa siaga.

G. INDIKATOR KEBERHASILAN DESA SIAGA


Indikator Input
Indikator Proses
Indikator Output
Indikator Outcome

1. INDIKATOR MASUKAN (INPUT)

Ada/tidaknya forum masyarakat desa

Ada/tidaknya poskesdes & sarananya

Ada/tidaknya tenaga kesehatan (minimal bidan)

Ada/tidaknya UKBM lain

2. INDIKATOR PROSES (PROCESS)

Frekuensi pertemuan forum masyarakat desa

Berfungsi/tidaknya poskesdes

Berfungsi/tidaknya UKBM yg ada

Berfungsi/tidaknya sistem kesiapsiagaan &Penanggulangan


kegawatdaruratan & bencana

Berfungsi/tidaknya sistem surveilans (pengamatan & pelaporan)

Ada/tidaknya kunjungan rumah untuk KADARZI & PHBS (oleh tenaga


kesehatan &/kader)

3. INDIKATOR KELUARAN (OUTPUT)

Cakupan pelayanan kesehatan poskesdes

Cakupan pelayanan UKBM - UKBM yang ada

Jumlah kasus kegawatdaruratan & kejadian luar biasa (KLB) yg


dilaporkan/diatasi

Cakupan rumah tangga yg mendapat kunjungan rumah untuk KADARZI


& PHBS

4. INDIKATOR DAMPAK (OUTCOME)

Jumlah yang menderita sakit (kesakitan kasar)

Jumlah yang menderita gangguan jiwa

Jumlah ibu melahirkan yg meninggal dunia

Jumlah bayi & balita yg meninggal dunia

Jumlah balita dengan gizi buruk

5. KOORDINATOR PENGEMBANGAN DESA SIAGA

Bidang Penggerakan & Pemberdayaan Masyarakat :


Pusat Promosi Kesehatan Depkes

Bidang Pengembangan Poskesdes :


Direktorat kesehatan komunitas, Ditjen Binkesmas
Bidang Surveilans Berbasis Masyarakat :
Direktorat Surveilans & EPIMKA, Ditjen P2PL
Bidang Kesiapsiagaan & Penanggulangan Bencana & Kegawatdaruratan
Kesehatan :
Direktorat Yanmedik Dasar, Ditjen Yanmedik
Bidang Pengembangan Kesling :
Direktorat Penyehatan Lingk, Ditjen P2PL

BAB III

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pengembangan desa siaga penting untuk dilaksanakan karena desa siaga
merupakan basis bagi indonesia sehat

Pengembangan desa siaga dilaksanakan dengan pendekatan penggerakan &


pengorganisasian masyarakat, agar kelestariannya lebih terjamin peran
promkes sangat besar
Untuk keberhasilan pengembangan desa siaga, puskesmas & jaringannya, rumah
sakit dan Dinkes kab/kota perlu direvitalisasi (sdm, prasarana-sarana, dana, dll)
Untuk desa-desa yang belum punya akses pelayanan kesehatan (36.000 desa),
peran pemerintah (Depkes & Pemda) dalam pembangunan prasarana & sarana
poskesdes serta pengembangan desa siaga sangat besar tsb relatif miskin.
Berbagai pihak yang bertanggung jawab untuk pengembangan desa siaga
(stakeholders) diharapkan dpt berperan optimal sesuai tugasnya, agar
pengembangan desa siaga berhasil.

B. SARAN