Anda di halaman 1dari 11

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Gambaran Umum Kota Makassar 1. Keadaan Geografi Kota Makassar Kota Makassar terletak antara 119241738 Bujur Timur dan 58619 Lintang Selatan yang berbatasan sebelah utara dengan Kabupaten Maros, sebelah timur dengan Kabupaten Maros, sebelah selatan Kabupaten Gowa dan sebelah barat adalah Selat Makassar. Luas Wilayah Kota Makassar tercatat seluas 175, 77 km persegi yang meliputi 14 kecamatan.
Tabel 1 Luas Wilayah dan Persentasi Terhadap Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Makassar, Tahun 2008

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Kecamatan Mariso Mamajang Tamalate Rappocini Makassar Ujung Pandang Wajo Bontoala Ujung Tanah Tallo Panakkukang Manggala Biringkanaya Tamalanrea Kota Makassar

Luas (Km2) 1,82 2,25 20,21 9,23 2,52 2,63 1,99 2,10 5,94 5,83 17,05 24,14 48,22 31,84 175,77

Persentase Terhadap Luas Kota Makassar 1,04 1,28 12,07 5,25 1,43 1,50 1,13 1,19 3,38 3,32 9,70 13,73 27,43 18,11 100,00

Sumber : BPS Kota Makassar Dalam Angka, Tahun 2009

39

2. Kondisi Penduduk Penduduk kota Makassar tahun 2009 tercatat sebanyak 971.271 jiwa yang terdiri dari 473.974 laki-laki dan 497.297 perempuan sesuai data yang diperoleh dari DP4 Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kependudukan. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat ditunjukkan dengan rasio jenis kelamin. Rasio jenis kelamin penduduk kota Makassar yaitu sekitar 100,20 persen, yang berarti setiap 100 penduduk wanita seratus penduduk laki-laki. Penyebaran penduduk Kota Makassar dirinci menurut kecamatan.
Tabel 2 Daftar Pemilih Tetap (DPT), Pada Pemilihan Legislatif kota Makassar 2009

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Kecamatan Mariso Mamajang Makassar Ujung Pandang Wajo Bontoala Tallo Ujung Tanah Panakkukang Tamalate Biringkanaya Manggala Rappocini Tamalanrea Jumlah

Laki-Laki 20.189 23.571 32.151 10.565 12.382 21.049 50.091 16.653 52.873 54.955 50.739 38.226 53.905 36.625 473.974

Perempuan 21.943 25.756 33.900 11.674 12.944 22.062 51.080 17.307 54.500 57.282 54.386 39.282 56.789 38.392 497.297

Jumlah 42.132 49.327 66.051 22.239 25.326 43.111 101.171 33.960 107.373 112.237 105.125 77.508 110.694 75.017 971.271

Sumber : Data Dari Dinas Kependudukan Kota Makassar , Tahun 2009

40

Pertumbuhan penduduk di kota Makassar yang sangat tinggi dan kepadatan penduduk juga tinggi karena banyaknya masyarakat yang melakukan urbanisasi ke wilayah ini baik karena faktor ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Populasi penduduk Kota Makassar mayoritas berpendidikan SLTP, SLTA dan untuk Pendidikan Tingkat Diploma dan Sarjana tidak dalam skala mayoritas meskipun banyak yang

melanjutkan studi ke pendidikan tinggi. Kepercayaan religius sebagian besar menganut Islam Muhammadiyah, NU, Jamaah Tabliq, Hizbut Tahrir, Katolik dan Kristen Protestan serta Kristen Pantekosta selain itu terdapat juga Budha dan Konghuchu serta Hindu, suku terbesar di Kota Makassar adalah Bugis dan Makassar, terdapat juga etnis lokal Toraja, Mandar, Luwu serta etnis pendatang, Bali, Jawa, Tionghoa yang sudah mendiami ratusan tahun serta etnis lain. Mata pencaharian penduduk kota Makassar sebagian besar distruktur pemerintahan pejabat Negara dan PNS, pegawai Swasta retail, buruh, BUMN, Nelayan, Guru, Tni, Polri, dan pedagang. 3. Administratif Secara Administratif Kota Makassar terbagi atas 14 kecamatan, 143 kelurahan, 941 RW dan 4.544 RT. Kecamatan Tallo merupakan kecamatan terbesar dalam hal jumlah kelurahan dan RT yang dimiliki, yakni mempunyai 15 kelurahan, dan mempunyai 504 RT, dan mempunyai 82 RW. Sedangkan Kecamatan Ujung Pandang

merupakan kecamatan yang mempunyai jumlah RT dan RW yang

41

terkecil di antara 13 kecamatan lainnya, yaitu 37 RW dan 140 RT, dan mempunyai 10 kelurahan.
Tabel 3 Jumlah Kelurahan Menurut Kecamatan di Kota Makassar, Tahun 2009

No Kecamatan 1 Mariso 2 Mamajang 3 Tamalate 4 Rappocini 5 Makassar 6 Ujung Pandang 7 Wajo 8 Bontoala 9 Ujung Tanah 10 Tallo 11 Panakkukang 12 Manggala 13 Biringkanaya 14 Tamalanrea Kota Makassar

Kelurahan 9 13 10 10 14 10 8 12 12 15 11 6 7 6 143

RW 50 57 71 89 71 37 45 58 51 82 91 66 91 82 941

RT 230 292 308 480 308 140 159 262 201 504 445 368 420 427 4.544

Sumber: BPS-Kota Makassar Dalam Angka, Tahun 2009.

4. Kondisi Politik dan Pemerintahan Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin oleh Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur dan Kota Makassar dipimpin oleh Ilham Arief Sirajuddin sebagai Walikota Makassar yang kegiatan politik dan pemerintahannya berpusat di kota Makassar. Dalam suatu daerah perlu pembagian wewenang dan kekuasaan untuk saling menunjang dalam membangun roda pemerintahan dan segala bidang yang ada. Masyarakat dan pemerintahan harus sinergis dan saling mendukung. Sementara itu, jumlah anggota DPRD Kota Makassar periode 2009-2014 sebanyak 50 orang. 9 diantaranya berasal dari Partai Demokrat, hal ini menunjukkan bahwa Partai Demokrat sangat

42

diperhitungkan dalam perolehan suara untuk menduduki jabatan legislatif. DPRD Kota Makassar terdiri atas fraksi-fraksi dan juga komisi, yakni terdapat 7 fraksi seperti fraksi GOLKAR, Demokrat, PAN, PKS, Makassar Bersatu, Persatuan Nurani, dan PDK. Selain itu juga terdapat 4 Komisi di DPRD Kota Makassar yakni Komisi A Bidang Pemerintahan, Komisi B Bidang ekonomi dan Keuangan, Komisi C Bidang Pembangunan, dan Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat. Lembaga legislatif ini terdiri atas kekuatan dari beberapa partai politik di antaranya adalah Partai GOLKAR, Partai Amanat Nasional (PAN), PDI-P, PKS, PDK dan partai politik lainnya. B. Partai Demokrat 1. Sejarah Berdirinya Partai Demokrat Reformasi yang terjadi pada tahun 1998 memberikan ruang bagi kemunculan berbagai partai politik baru sebagai jawaban masyarakat atas kejenuhan mereka selama ini terhadap partai politik lama yang cenderung otoriter Partai Demokrat salah satu partai yang lahir pada era reformasi. Partai Demokrat didirikan atas inisiatif Susilo Bambang Yudhoyono yang terilhami oleh kekalahan terhormat Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan calon wakil presiden dalam sidang MPR tahun 2001. Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil poling masyarakat yang menunjukkan popularitas yang ada pada diri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beberapa orang terpanggil nuraninya untuk

memikirkan bagaimana sosok SBY bisa dibawa menjadi pemimpin

43

bangsa dan bukan direncanakan untuk menjadi Wakil Presiden RI tetapi menjadi Presiden RI untuk masa mendatang. Melalui hasil pemikiran di atas, maka beberapa tokoh mulai merapat ke SBY, salah satunya adalah Vence Rumangkang yang merupakan salah satu tokoh yang menyatakan dukungannya untuk mengusung SBY ke kursi Presiden, agar cita-cita tersebut bisa terlaksana, jalan satusatunya adalah mendirikan partai politik. Perumusan konsep dasar dan platform partai sebagaimana yang diinginkan SBY dilakukan oleh Tim Krisna Bambu Apus dan selanjutnya teknis administrasi dirampungkan oleh tim yang dipimpin oleh Vence Rumangkang. Setelah terbentuknya tim yang dipimpin oleh Vence Rumangkang, terdapat diskusi-diskusi tentang perlunya berdiri sebuah partai untuk mempromosikan SBY menjadi presiden, antara lain : Pada tanggal 12 Agustus 2001 pukul 17.00 diadakan rapat yang dipimpin langsung oleh SBY di apartemen Hilton. Rapat tersebut membentuk tim pelaksana yang mengadakan pertemuan secara maratahunon setiap hari. Tim itu terdiri dari : (1) Vence Rumangkang, (2) Drs. A. Yani Wahid (Alm), (3) Achmad Kurnia, (4) Adhiyaksa Dault, SH, (5) Baharuddin Tonti, (6) Shirato Syafei. Di lingkungan kantor Menkopolkam pun diadakan diskusi-diskusi untuk pendirian sebuah partai bagi kendaraan politik SBY dipimpin oleh Drs. A. Yani Wachid (Alm). Pada tanggal 19 Agustus 2001, SBY memimpin langsung pertemuan yang merupakan cikal bakal pendirian Partai Demokrat. Dalam pertemuan tersebut, saudara Vence Rumangkang

44

menyatakan bahwa rencana pendirian partai akan tetap dilaksanakan dan hasilnya akan dilaporkan kepada SBY. Selanjutnya pada tanggal 20 Agustus 2001, saudara Vence

Rumangkang yang dibantu oleh Drs. Sutan Bhatoegana berupaya mengumpulkan orang-orang untuk merealisasikan pembentukan sebuah partai politik. Pada akhirnya, terbentuklah tim 9 yang beranggotakan 10 (sepuluh) orang yang bertugas untuk mematangkan konsep-konsep pendirian sebuah partai politik yakni : (1) vence Rumangkang; (2) Dr. Ahmad Mubarok, MA; (3) Drs. A. Yani Wachid (Alm); (4) Prof. Dr. Subur Budhisantoso; (5) Prof. Dr. Irzan Tanjung; (6) RMH. Heroe Syswanto Ns; (7) Prof. Dr. RF. Saragih, SH., MH.; (8) Prof. Dardji Darmodihardjo; (9) Prof. Dr. Ir. Rizald Max Rompas; dan (10) Prof. Dr. T Rusli Ramli, MS. Disamping nama-nama tersebut, ada juga beberapa orang yang sekali atau dua kali ikut berdiskusi. Diskusi finalisasi konsep partai dipimpin oleh Bapak SBY. Menurut peraturan UU, untuk menjadi sebuah partai yang disahkan oleh Undang-Undang Kepartaian dibutuhkan minimal 50 (lima puluh) orang sebagai pendirinya, tetapi muncul pemikiran agar jangan hanya 50 orang saja, tetapi dilengkapi saja menjadi 99 (sembilan puluh sembilan) orang agar ada sambungan makna dengan SBY sebagai penggagas, yakni SBY lahir tanggal 9 bulan 9. Pada tanggal 9 September 2001, bertempat di Gedung Graha Pratama Lantai XI, Jakarta Selatan dihadapan Notaris Aswendi Kamuli, SH., 46 dari 99 orang menyatakan

45

bersedia menjadi pendiri Partai Demokrat. 53 (lima puluh tiga) orang selebihnya tidak hadir tetapi memberikan surat kuasa kepada saudara Vence Rumangkang. Kepengurusan disusun dan disepakati bahwa kriteria Calon Ketua Umum adalah Putra Indonesia asli, kelahiran Jawa dan beragama Islam, sedangkan Calon Sekretaris Jenderal adalah dari luar Pulau Jawa dan beragama Kristen. Setelah diadakan penelitian, maka saudara Vence Rumangkang meminta saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso sebagai Pejabat Ketua Umum dan saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal sementara Bendahara Umum dijabat oleh saudara Vence Rumangkang. Pada malam harinya pukul 20.30, Vence Rumangkang melaporkan segala sesuatu mengenai pembentukan partai kepada SBY di kediaman beliau yang saat itu sedang merayakan hari ulang tahun ke 52 selaku koordinator penggagas, pencetus dan pendiri Partai Demokrat. Dalam laporannya, Vence melaporkan bahwa Partai Demokrat akan didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM pada esok harinya yakni pada tanggal 10 September 2001. Selanjutnya pada tanggal 10 September 2001 pukul 10.00 WIB Partai Demokrat didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI oleh Vence Rumangkang, Prof. Dr. Subur Budhisantoso, Prof. Dr. Irsan Tandjung, Prof. Dr. RF. Saragih, SH, MH dan diterima oleh Ka SUBDIT Pendaftaran Departemen Kehakiman dan HAM. Kemudian pada tanggal 25 September 2001 terbitlah Surat Keputusan Menkeh dan HAM Nomor

46

M.MU. 06.08.-138 tentang pendaftaran dan pengesahan Partai Demokrat. Dengan Surat Keputusan tersebut Partai Demokrat telah resmi menjadi salah satu partai partai politik di Indonesia dan pada tanggal 9 Oktober 2001 Departemen Kehakiman dan HAM RI mengeluarkan Lembaran Berita Negara Nomor :81 tahun 2001 Tentang pengesahan Partai Demokrat dan Lambang Partai Demokrat. Selanjutnya pada tanggal 17 Oktober 2002 di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Partai Demokrat dideklarasikan dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertama pada tanggal 18-19 Oktober di Hotel Indonesia yang dihadiri Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia. 2. Visi dan Misi Partai Demokrat i. Visi Partai Demokrat Partai Demokrat bersama masyarakat luas berperan

mewujudkan keinginan luhur rakyat Indonesia agar mencapai pencerahan dalam kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur, menjunjung tinggi semangat

nasionalisme, humanisme dan internasionalisme, atas dasar ketaqwaan kepada Tuhan yang maha Esa dalam tatanan dunia baru yang damai, demokratis dan sejahtera.

47

ii.

Misi Partai Demokrat

Sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat, partai ini mempunyai beberapa misi yang tersusun, yaitu : a. Memberikan garis yang jelas partai berfungsi secara optimal dengan peranan yang signifikan di dalam seluruh proses pembangunan Indonesia baru yang dijiwai oleh semangat reformasi serta pembaharuan dalam semua bidang

kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kedalam formasi semula sebagaimana telah diikrarkan oleh para pejuang, pendiri pencetus Proklamasi kemerdekaan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan titik berat kepada upaya mewujudkan perdamaian, demokrasi (Kedaulatan rakyat) dan kesejahteraan. b. Meneruskan perjuangan bangsa dengan semangat

kebangsaan baru dalam melanjutkan dan merevisi strategi pembangunan nasional sebagai tumpuan sejarah bahwa kehadiran Partai Demokrat adalah melanjutkan perjuangan generasi-generasi sebelumnya yang telah aktif sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sejak melawan penjajah merebut kemerdekaan, merumuskan Pancasila dan UUD 1945, mengisi kemerdekaan secara berkesinambungan hingga memasuki era reformasi.

48

c. Memperjuangkan tegaknya persamaan hak dan kewajiban warganegara tanpa membedakan ras, agama, suku, dan golongan dalam rangka menciptakan masyarakat sipil (Civil Society) yang kuat, otonomi daerah yang luas serta terwujudnya representasi kedaulatan rakyat pada struktur lembaga perwakilan dan permusyawaratan.

49