Anda di halaman 1dari 4

FERTILISASI Fertilisasi atau pembuahan adalah proses penyatuan gamet pria dan gamet wanita yang terjadi di daerah

ampula tuba falopi yang meupakan baguan terlebar tuba dan terletak di 1/3 panjang tuba dekat dengan ovarium.

Sebelum spermatozoa mampu membuahi oosit, mereka harus menjalani beberapa tahap, yaitu: 1) Proses Kapasitasi Dighilangkannya suatu penutup glikoprotein serta protein plasma dari kepala sperma sehingga dapat mengalami reaksi akrosom. 2) Reaksi Akrosom Dilepaskannya enzim hyaluronidase dan zat serupa tripsin untuk proses penetrasi.

3) Penetrasi Korona Radiate Proses masuknya satu sel spermatozoa ke area zona pelusida dengan bantuan enzim hyaluronidase dari sel-sel spermatozoa lainnya. Enzim akrosin, tubal mucosal enzyme, dan gerakan dari ekor sperma merupakan elemen yang penting. 4) Penetrasi Zona Pelusida Proses perlekatan awal sperma ke oosit yang diperantarai oleh integrin oosit dan ligannya. Lisis dari Zona Pelusida ini terjadi dengan bantuan enzim akrosom (Acrosin) yang mendodok membentuk jalur agar sperma berfusi dengan oosit dengan bantuan enzim Esterase dan

Neuraminidase. 5) Fusi dari Oozit dan Membran Sel Sperma

Segera

setelah

spermatosit

memasuki

oosit, terjadi

beberapa

perubahan, diantaranya: a) oosit menyelesaikan meiosis keduanya dan membentuk

pronekleus wanita b) zona pelusida menjadi tak dapat ditembus lagi oleh spermatozoa lainnya c) kepala spermatozoa terlepas dari ekornya, membengkak, dan membentuk pronekleus pria. d) Pronekleus melipatgandakan DNA-nya Hasil dari proses

pembuahan adalah: Pengembalian jumlah kromosom

kromosom pihak ayah dan ibu bercampur, membelah secara longitudinal dan menjalani pembelahan mitosis

penentuan jumlah kelamin kromosom Dimulainya pembelahan.