Anda di halaman 1dari 5

FORM REFLEKSI KASUS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ________________________________________________________________________________

Nama Dokter Muda Stase Identitas Pasien Nama / Inisial Umur : Ny. P : 59 tahun No RM : 18-31-02 Jenis kelamin : Perempuan : Muhammad Zuhdan F : Ilmu Radiologi NIM / NIPK: 09711162

Diagnosis/ kasus : CHF NYHA e.c hipertensi Pengambilan kasus pada minggu ke: 1 Jenis Refleksi: lingkari yang sesuai (minimal pilih 2 aspek, untuk aspek ke-Islaman sifatnya wajib) a. Ke-Islaman* b. Etika/ moral c. Medikolegal d. Sosial Ekonomi e. Aspek lain Form uraian 1. Resume kasus yang diambil (yang menceritakan kondisi lengkap pasien/ kasus yang diambil ). Pasien datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan rasa penuh di ulu hati menjalar ke dada sejak 4 hari SMRS. Pasien juga merasakan sesak apabila beraktivitas sedikit berat dan sesak terasa membaik setelah istirahat. Pasien sering merasa berdebardebar dan berkeringat dingin. Dari pemeriksaan fisik didapatkan: KU HR RR : CM : 171 x/menit : 29 x/menit Tekanan darah : 160/120

S1, S2 reguler, Rhonki basah basal halus (+), Wheezing (-) Ekstremitas inferior edema minimal

Page 1

Dari pemeriksaan EKG didapatkan hasil supraventrikular takikardi Hasil Lab: Hb 12,8 (N) Leukosit 8,58 (N) Bilirubin Direct 0,33 () SGOT 30 (N) Gamma GT 76 () Bilirubin Total 0,92 (N) SGPT 36 () GDS 159 () Lymphosit 1,34 ()

Pada pemeriksaan radiologi, dari hasil foto thorax PA, asimetris, inspirasi kurang maksimal ditemukan cardiomegali dan efusi pleura kiri

2. Latar belakang /alasan ketertarikan pemilihan kasus Jantung adalah organ yang sangat vital bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Salah satu tanda tanda kematian manusia ada jantung berhenti berdetak. Salah satu penyakit jantung yang sering terjadi adalah gagal jantung (Heart Failure). Gagal jantung adalah sindrom klinis (sekumpulan tanda dan gejala), ditandai dengan sesak napas dan fatik (saat istirahat atau saat aktifitas ) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. Gagal jantung kronik didefinisikan sebagai sindrom klinik yang komplek disertai keluhan gagal jantung berupa sesak, fatik, baik dalam keadaan latihan ataupun istirahat , edema, dan tanda objektif adanya disfungsi jantung dalam keadaan istirahat. Sebanyak 1.5 sampai 2% dewasa di Amerika Serikat menderita CHF dan sebanyak 700.000 perawatan dilakukan rumah sakit untuk menangani CHF per tahun. CHF adalah penyebab tersering bagi lansia untuk dirawat di rumah sakit. Pasien CHF 75% berusia antara 65-75 tahun. Terdapat 2 juta kunjungan pasien rawat jalan per tahun karena CHF dan total biaya perawatan CHF di seluruh Amerika Serikat diperkirakan mencapai 10 milliar dollar per tahun. Penyakit kronis yang menyerang jantung pada pasien akan menimbulkan banyak permasalahan, termasuk dari segi biaya pengobatan, frekuensi pengobatan yang sangat sering atau bahkan seumur hidup. Atas dasar itulah saya memilih kasus ini sebagai bahan refleksi.

Page 2

3. Refleksi dari aspek etika moral /medikolegal/ sosial ekonomi beserta penjelasan evidence / referensi yang sesuai * *pilihan minimal satu Sosial ekonomi Pasien dirawat dengan menggunakan SKTM sementara keluarga pasien terlihat mampu. Hal ini memang ssalah satu dari sekian permasalahan pelayanan kesehatan di Indonesia. Banyak bantuan kesehatan dari pemerintah tidak tepat sasaran. Apabila dilihat dari kondisi pasien yang memiliki permasalahan hidup dan kesulitan finansial personal, bantuan kesehatan cukup layak diberikan. Sebagai dokter, kita tidak boleh membeda-bedakan pasien berdasarkan status sosial ekonominya. Kita harus memberikan pelayanan maksimal sesuai prosedur yang ada. Hanya saja prosedur pelayanan kesehatan di Indonesia membedakan dan membagi pelayanan kesehatan yang dapat diterima pasien sesuai dengan statusnya. Medikolegal Seorang pasien memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalaninya, yang sudah diatur di dalam UU kesehatan. Hak pasien dalam UU No.44/ 2009 tentang rumah sakit (pasal 32 UU 44/2009) menyebutkan bahwa setiap pasien mempunyai hak sebagai berikut, diantaranya: o o o Memperoleh informasi tentang hak dan kewajinban pasien Memperoleh layanan yang elektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain (second opinion) yan mempunyai surat izin praktek (SIP) baik didalam maupun di luar Rumah sakit o o o Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya Mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan

Page 3

prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan o Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis Sementara itu kewajiban pasien diatur diantaranya dalam UU No 29 tahun 2004 tentang praktik Kedokteran, terutama pasal 53 UU, yang meliputi: o o o o Memberi informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatanya Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter dan dokter gigi Mematuhi ketentuan yang berlaku di saryankes Memberi imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

4. Refleksi ke-Islaman beserta penjelasan evidence / referensi yang sesuai Pada pasien ini perlu diingatkan bahwa apa yang sedang dialami pasien semata-mata hanya ujian dalam kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT. Dan yang perlu diingatkan kepada pasien adalah Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, yang ayat ini merupakan terjemahan dari Surat Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya Kasih sayang anak kepada ibu bapaknya harus diwujudkan baik semasa beliau masih hidup hingga beliau suadah meninggal sekalipun (misalnya dengan rutin mengirim doa. Jangan sekali-kali meninggikan suara, berbuat tidak sopan dan berbicara yang tidak baik kepada ibu bapak, sekalipun kita sampai merawatnya hingga lanjut usia. Dalam surat (46) al-Ahqaat ayat 15 :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang Ibu Bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai

Page 4

empat puluh tahun ia berdoa: Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engjau berikan kepadaku dan kepada Ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Susungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Dalam menghadapi dan merawat seseorang yang sakit, keluarga harus bersabar karena ini termasuk ujian dari Allah SWT dan merupakan ladang ibadah, seperti yang disebutkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, sakit, kebingungan, kesedihan hidup, atau bahkan tertsusuk duri, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Muttafaqun Alaih). Dalam menghadapi permasalan sebagai dokter kita juga harus mengukur kompetensi kemampuan kita sehingga apa yang kita lakukan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan apa yang diluar kemampuan kita sudah seharusnya kita serahkan kepada pihak yang memang sudah ahlinya. Hal ini merujuk pada hadits Apabila suatu urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah akan kehancurannya. (HR. Bukhari). Jika hadits tersebut diterapkan pada kasus pasien ini kita sebagai dokter umum sudah seharusnya meminta bantuan kepada dokter spesialis yang memang sudah memiliki kompetensi dalam penanganan pasien seperti ini. Umpan balik dari pembimbing

.,... TTD Dokter Pembimbing TTD Dokter Muda

-----------------------------------

--------------------------------

Page 5