Anda di halaman 1dari 16

MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN DICK AND CAREY

Menurut Gafur dalam Soeharto ( 1988: 12) definisi desain instruksional adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belajar serta pengembangan teknik mengajar untuk memenuhi kebutuhan tersebut. ermasuk didalamn!a adalah pengembangan

paket pembelajaran" kegiatan mengajar" uji #oba" re$isi" dan kegiatan menge$aluasi hasil belajar. %eran#angan bahan pembelajaran dan lingkungan belajar bisa berpedoman pola pikir dan prosedur !ang berbeda ( Molenda & 'oling" 2((8:1()). %eran#angan pembelajaran dapat dijadikan titik a*al upa!a perbaikan kualitas pembelajaran. +ni berarti bah*a perbaikan kualitas pembelajaran harus dia*ali dari perbaikan kualitas desain pembelajaran dan meran#ang pembelajaran dengan pendekatan sistem (,egeng" 1999: 2). ,esain sistem pembelajaran merupakan proses sistematik !ang dilakukan dengan menerjemahkan prinsip prinsip belajar dan pembelajaran untuk diaplikasikan ke dalam bahan ajar dan kegiatan pembelajaran (%ribadi" 2((9: 82). -akikat pendekatan sistem adalah membagi proses peren#anaan pembelajaran kedalam langkah langkah" men!usun langkah langkah se#ara logis dan menggunakan hasil tiap tiap langkah sebagai masukan langkah berikutn!a ( Molenda & 'oling" 2((8:1(.).

/da ban!ak model desain !ang menggunakan pendekatan sistem. ,esain tersebut berbeda dalam jumlah dan nama langkah langkahn!a" serta fungsi masing masing langkah !ang direkomendasikan ( Molenda & 'oling" 2((8:11(). 0omponen sekaligus merupakan langkah1langkah utama dari model desain sistem pembelajaran !ang dikemukakan oleh ,i#k dan 2are! dalam ,i#k" et al,. (2((1) terdiri atas : 1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran 2. Melakukan analisis pembelajaran ). Menganalisis karakteristik sis*a dan konteks pembelajaran

.. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus 3. Mengembangkan instrumen penilaian 4. Mengembangkan strategi pembelajaran 5. Mengembangkan dan memilih materi ajar 8. Meran#ang dan mengembangkan e$aluasi formatif 9. Melakukan re$isi terhadap program pembelajaran 1(. Meran#ang dan mengembangkan e$aluasi sumatif 6angkah1langkah pengembangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran ujuan pembelajaran idealn!a diperoleh dari analisa kebutuhan !ang benar benar mengindikasikan adan!a suatu masalah !ang peme#ahann!a adalah dengan memberikan pembelajaran (,i#k" et al" 2((1: 19). Sasaran akhir dari suatu pembelajaran adalah ter#apain!a tujuan pembelajaran umum" oleh karena itu dalam meran#ang pembelajaran harus memperhatikan se#ara mendalam rumusan tujuan pembelajaran umum !ang akan ditentukan. 2. Melakukan analisis pembelajaran ujuan utama analisis pembelajaran adalah mengidentifikasi pengetahuan dan ketrampilan !ang harus ada pada pembelajaran (,i#k" et al" 2((1: )5) 0arena prosesn!a relatif kompleks" analisis pembelajaran terhadap tujuan pembelajaran umum dapat dilakukan melalui dua tahap : 1) menggolongkan pern!ataan tujuan umum menurut jenis kapabilitas belajar. 2) melakukan analisa lanjutan untuk mengidentifikasi ketrampilan ba*ahan. 0eduan!a merupakan proses analisa pembelajaran.

%embelajaran ketrampilan psikomotor biasan!a memerlukan perpaduan ketrampilan intelektual dan ketrampilan motorik. 6angkah pertama untuk analisa dilakukan dengan menerapkan prosedur analisis hierarkis (,i#k" et al" 2((1: 81). ). Menganalisis karakteristik sis*a dan konteks pembelajaran Selain melakukan analisis tujuan pembelajaran" hal penting !ang perlu dilakukan dalam menerapkan model ini adalah analisis terhadap karakteristik sis*a !ang akan belajar dan konteks pembelajaran. 0edua langkah ini dapat dilakukan se#ara bersamaan atau paralel. /nalisis konteks meliputi kondisi1kondisi terkait dengan keterampilan !ang dipelajari oleh sis*a dan situasi !ang terkait dengan tugas !ang dihadapi oleh sis*a untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan !ang dipelajari. /nalisis terhadap karakteristik sis*a meliputi kemampuan aktual !ang dimiliki oleh sis*a" ga!a belajar" dan sikap terhadap akti$itas belajar. +dentifikasi !ang akurat tentang karakteristik sis*a !ang akan belajar dapat membantu peran#ang program pembelajaran dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran !ang akan digunakan. .. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus %erumusan tujuan khusus pembelajaran merupakan pern!ataan tentang apa !ang akan di#apai sis*a setelah mereka selesai mengikuti kegiatan pembelajaran. ,alam merumuskan tujuan pembelajaran khusus" ada beberapa hal !ang perlu mendapatkan perhatian" !aitu : a. menentukan pengetahuan dan keterampilan !ang dimiliki oleh sis*a setelah menempuh proses pembelajaran. b. kondisi !ang diperlukan agar sis*a dapat melakukan unjuk kemampuan dari pengetahuan !ang telah dipelajari. 0omponen kondisi dalam tujuan pembelajaran khusus men!ebutkan sesuatu !ang se#ara khusus diberikan atau tidak diberikan ketika pebelajar menampilkan perilaku !ang ditetapkan dalam tujuan (,egeng" 1999: 2). 0omponen kondisi bisa berupa bahan dan alat" informasi dan lingkungan.

#.

indikator atau kriteria !ang dapat digunakan untuk menentukan keberhasilan sis*a dalam menempuh proses pembelajaran. 0riteria !ang rele$an tersebut dapat berupa ke#ermatan" *aktu (ke#epatan)" kesesuaian dengan prosedur" kuantitas atau kualitas hasil akhir (,egeng" 1999: 3).

3. Mengembangkan instrumen penilaian 'erdasarkan tujuan pembelajaran !ang telah dirumuskan" langkah selanjutn!a adalah mengembangkan alat atau instrumen penilaian !ang mampu mengukur pen#apaian hasil belajar sis*a. 7ang perlu diperhatikan dalam menentukan instrumen e$aluasi !ang akan digunakan adalah instrumen harus dapat mengukur performa sis*a dalam men#apai tujuan pembelajaran !ang telah dirumuskan. 'eberapa tujuan pembelajaran tidak bisa diukur dengan tes ob!ektif tetapi harus diukur unjuk kerja dengan pengamatan penilai. 8ntuk membuat instrumen penilaian ini harus dilakukan pemberian skor untuk tiap langkah !ang dilakukan oleh pebelajar (,i#k" et al" 2((1:15)). es a#uan patokan disusun se#ara langsung untuk mengukur tingkah laku !ang digambarkan dalam tujuan. /da empat jenis tes a#uan patokan : a. es perilaku a*al atau entry behavior test. es ini diberikan sebelum mulai pembelajaran.

ujuann!a adalah untuk mengetahui apakah pebelajar telah menguasai ketrampilan !ang menjadi pras!arat bagi pembelajaran. b. es pendahuluan atau pre test" adalah tes a#uan patokan !ang diperlukan untuk mengetahui profil pebelajar sehubungan dengan analisis pembelajaran. Pre test tidak selalu harus dilakukan. %ada saat topi# !ang akan dipelajari merupakan sesuatu !ang baru" maka hasiln!a pre test kadang tidak bisa menggambarkan kemampuan pebelajar !ang sebenarn!a. -al ini karena pebelajar mungkin menebak ja*aban tes. #. 6atihan adalah tes !ang bertujuan untuk membuat pebelajar berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. 6atihan bisa membuat pebelajar mengulang kembali pengetahuan dan

ketrampilan baru sekaligus menilai tingkat pemahaman dan ketrampilann!a sendiri. %embelajar menggunakan hasil latihan untuk memberikan umpan balik dan memonitor ke#epatan pembelajaran. d. Post test adalah tes a#uan patokan !ang men#akup seluruh tujuan pembelajaran !ang men#erminkan hasil belajar !ang dilakukan sis*a. Meskipun begitu" tujuan a*al post test adalah untuk mengidentifikasi bagian pembelajaran !ang tidak berhasil. 0eempat jenis tes itu dimaksudkan untuk digunakan selama proses desain pembelajaran (,i#k" et al" 2((1: 1.511.8). +tem tes dan tugas harus sesuai dengan : 1) tujuan sementara dan tujuan akhir pembelajaran" 2) karakteristik dan kebutuhan pebelajar seperti tingkat penguasaan bahasa" tingkat perkembangan pebelajar" tingkat moti$asional dan ketertarikan" pengalaman dan latar belakang dan kebutuhan khusus pebelajar (,i#k" et al" 2((1: 131113)). ,esainer juga harus membuat keadaan pada saat tes sama dengan saat belajar. +tem tes dan tugas harus realistis atau autentik. %ebelajar juga harus diberi petunjuk sebelum menja*ab soal. 4. Mengembangkan strategi pembelajaran 'erdasarkan informasi !ang telah dikumpulkan sebelumn!a" peran#ang program pembelajaran dapat menentukan strategi !ang akan digunakan dalam pembelajaran. Strategi !ang digunakan disebut strategi pembelajaran atau instructional strategy. /sal konsep strategi pembelajaran adalah the events of instruction !ang digambarkan oleh Gagne dalam bukun!a Condition of Learning. ,i#k and 2are! mengelompokkan kegiatan itu dalam lima komponen !aitu: 1) akti$itas pra pembelajaran" 2) pen!ajian materi atau isi" )) partisipasi pebelajar" .) penilaian dan 3) aktifitas lanjutan (,i#k" et al" 2((1: 189). /kti$itas pra pembelajaran dilakukan dengan memoti$asi sis*a" menginformasikan tujuan pembelajaran dan menginformasikan ketrampilan pras!arat pada pebelajar. Selanjutn!a dilakukan pen!ajian materi. 0egiatan ini bukan han!a untuk menjelaskan

konsep konsep baru saja" tetapi juga menjelaskan hubungan antar konsep. ,esainer juga memutuskan berapa jenis dan jumlah #ontoh !ang akan diberikan untuk tiap tiap konsep. Salah satu komponen !ang paling kuat dalam proses pembelajaran adalah latihan dengan umpan balik. ,esainer harus memberikan akti$itas !ang rele$an dengan tujuan disertai dengan umpan balik atau informasi tentang unjuk kerja mereka. Sedangkan untuk kegiatan lanjutan" desainer meninjau lagi strategi se#ara keseluruhan untuk menentukan berhasiln!a proses belajar. 5. Mengembangkan dan memilih bahan ajar 'ahan ajar memuat isi !ang akan digunakan pebelajar untuk men#apai tujuan. ermasuk didalamn!a adalah tujuan khusus dan tujuan umum dan semua !ang mendukung terjadin!a proses belajar dalam diri pebelajar. 'ahan ajar juga berisi informasi !ang akan digunakan pebelajar untuk memandu kemajuan mereka selama pembelajaran. Semua bahan ajar juga harus dilengkapi dengan tes ob!ektif atau pengukuran kemampuan pebelajar. ermasuk didalamn!a adalah soal pre test dan post test. Selain bahan ajar" diperlukan juga petunjuk penggunaan bagi pembelajar dan pebelajar (,i#k" et al, 2((1: 2.3) 8. Meran#ang dan mengembangkan e$aluasi formatif ujuan dari e$aluasi formatif adalah untuk mengumpulkan data !ang terkait dengan kekuatan dan kelemahan pembelajaran. -asil dari proses e$aluasi formatif dapat digunakan sebagai masukan atau input untuk memperbaiki draf paket pembelajaran. Meskipun tujuan utaman!a adalah mendapat data dari pebelajar tetapi tinjauan dari orang lain !ang juga ahli merupakan hal !ang penting (,i#k et al" 2((1: 283) iga jenis e$aluasi formatif dapat diaplikasikan untuk mengembangkan produk atau program pembelajaran" !aitu : 9$aluasi perorangan

9$aluasi kelompok ke#il 9$aluasi lapangan 9$aluasi perorangan merupakan tahap pertama dalam menerapkan e$aluasi formatif. 9$aluasi ini dilakukan melalui kontak langsung dengan minimal tiga orang #alon pengguna program untuk memperoleh masukan tentang kesalahan kesalahan !ang tampak dalam bahan ajar dan memperoleh petunjuk a*al da!a guna bahan ajar dan reaksi pebelajar pada isi bahan ajar. 8ntuk tahap ini dipilih satu orang pebelajar !ang memiliki kemampuan diatas rata1rata" satu orang berkemampuan sedang dan satu orang berkemampuan diba*ah rata1rata. 9$aluasi kelompok ke#il dilakukan dengan menguji#obakan program terhadap kelompok ke#il #alon pengguna. 9$aluasi ini dilakukan untuk menentukan efekti$itas perubahan !ang telah dibuat setelah e$aluasi perorangan dan mengidentifikasi masalah !ang mungkin masih ada. %ada langkah ini" pebelajar bisa menggunakan bahan ajar tanpa interaksi langsung dengan pengembang. 9$aluasi lapangan adalah uji #oba program terhadap sekelompok besar #alon pengguna program sebelum program tersebut digunakan dalam situasi pembelajaran !ang sesungguhn!a.

9. Melakukan re$isi terhadap program pembelajaran 6angkah akhir dari proses desain pengembangan adalah melakukan re$isi terhadap draf program pembelajaran. ,ata !ang diperoleh dari prosedur e$aluasi formatif dirangkum dan ditafsirkan untuk mengetahui kelemahan1 kelemahan !ang dimiliki oleh program pembelajaran. 9$aluasi formatif tidak han!a dilakukan pada draf program pembelajaran saja" tetapi juga terhadap aspek1aspek desain sistem pembelajaran !ang digunakan dalam program" seperti analisis pembelajaran" entry behavior" dan karakteristik sis*a. %rosedur e$aluasi

formatif" dengan kata lain" perlu dilakukan pada semua aspek program pembelajaran dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas program tersebut. 1(. Meran#ang dan mengembangkan e$aluasi sumatif 9$aluasi sumatif merupakan jenis e$aluasi !ang berbeda dengan e$aluasi formatif. :enis e$aluasi ini dianggap sebagai pun#ak dalam akti$itas model desain pembelajaran !ang dikemukakan oleh ,i#k dan 2are!. 9$aluasi sumatif dilakukan dilakukan setelah program selesai die$aluasi se#ara formatif dan dire$isi sesuai dengan standar !ang digunakan oleh peran#ang. 9$aluasi sumatif tidak melibatkan peran#ang program" tetapi melibatkan penilai independen. -al ini merupakan satu alasan untuk men!atakan bah*a e$aluasi sumatif tidak tergolong ke dalam proses desain sistem pembelajaran. 0esepuluh langkah desain !ang dikemukakan di atas merupakan sebuah prosedur !ang menggunakan pendekatan sistem dalam mendesain sebuah program pembelajaran. Setiap langkah dalam desain sistem pembelajaran ini memiliki keterkaitan satu sama lain. ;utput !ang dihasilkan dari suatu langkah akan digunakan sebagai input bagi langkah1 langkah selanjutn!a.
http://pendidikanpeternakan-hariyatun.blogspot.com/2012/05/model-rancanganpembelajaran-dick-and.html

BAB !"#$A%&'&A# A. 'atar belakang $e(asa ini) bahan pengajaran yang dijelaskan guru-guru kurang dipahami oleh sis(a-sis(i *ekolah dasar) sekolah menengah bahkan perguruan tinggi sekalipun. $alam situasi ini) +odel $ick and ,arey terdiri dari 10 langkah. *etiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya sehingga bagi perancang pemula sangat cocok sebagai dasar untuk mempelajari model desain yang lain. -esepuluh langkah pada model $ick and ,arey menunjukan hubungan yang sangat jelas) dan tidak terputus antara langkah yang satu dengan yang lainya. $engan kata lain) system yang terdapat pada $ick and ,arey sangat ringkas) namun isinya padat dan jelas dari satu urutan ke urutan berikutnya. 'angkah a(al pada model $ick and ,arey adalah mengidenti.ikasi tujuan pembelajaran. 'angkah ini sangat sesuai dengan kurikulum perguruan tinggi maupun sekolah menengah dan sekolah dasar) khususnya

dalam mata pelajaran tertentu di mana tujuan pembelajaran pada kurikulum agar dapat melahirkan suatu rancangan pembangunan. A. !ermasalahan - Bagaimana pemahaman terhadap model pembelajaran dick and carey/ - Bagaimana penerapan langkah-langkah model pembelajaran dick and carey/

B. 0ujuan - &ntuk memecahkan permasalahan strategi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran dick and carey. - &ntuk meningkatkan pemahaman cara penggunaan model dick and carey dalam kegiatan pembelajaran.

,. +an.aat penelitian - Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para peserta didik) dan memungkinkan peserta didik untuk menguasai tujuan pengajaran yang lebih baik) - !engajaran akan lebih menarik perhatian sis(a sehingga dapat menumbuhkan moti1asi belajar dan kemampuan berpikir sis(a dalam menerima materi.

BAB !"+BA%A*A#

A. +odel !embelajaran $ick dan ,arey $ick) ,arey) dan ,arey 220013 memandang desain pembelajaran sebagai sebuah sistem dan menganggap pembelajaran adalah proses yang sitematis. !ada kenyataannya cara kerja yang sistematis inilah dinyatakan sebagai model pendekaan sistem. $ipertegas oleh $ick) ,arey) dan ,arey 220013 bah(a pendekatan sistem selalu mengacu kepada tahapan umum sistem pengembangan pembelajaran 2 nstructional *ystems $e1elopment / *$3. 4ika berbicara masalah desain maka masuk ke dalam proses) dan jika menggunakan istilah instructional design 2 $3 mengacu kepada instructional system de1elopment 2 *$3 yaitu

tahapan analisis) desain) pengembangan) implementasi) dan e1aluasi. nstructional desain inilah payung bidang 2$ick) ,arey) dan ,arey) 20013. -omponen model $ick) ,arey) dan ,arey meliputi5 pembelajar) pebelajar) materi) dan lingkungan. $emikian pula dilingkungan pendidikan non .ormal meliputi5 (arga belajar 2pebelajar3) tutor 2pembelajar3) materi) dan lingkungan pembelajaran 2$itjen !+!0- !#6) 20073. *emua berinteraksi dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bila melihat komponen bekerja dengan memuaskan atau tidak maka perlu mengembangkan .ormat e1aluasi 2$ick) ,arey) dan ,arey) 20013. 4ika dari hasil e1aluasi menunjukkan unjuk kerja pebelajar tidak memuaskan maka komponen tersebut dire1isi untuk mencapai kriteria e.ekti. dalam mencapai tujuan pembelajaran. -omponen model $ick) ,arey) dan ,arey dipengaruhi oleh ,ondition o. 'earning hasil penelitian 8obert 9agne yang dipublikasikan pertama kali pada tahun 1:75. ,ondition o. learning ini berdasarkan asumsi psikologi beha1ioral) psikologi cogniti1e) dan konstrukti1isme yang diterapkan secara eklektic 2$ick) ,arey) dan ,arey) 20013. 0iga proyek utama yang dihasilkan oleh 9agne 2Bostock) 1::73 yaitu 13 instructional e1ents) 23 types o. learning outcomes) ;3 internal conditions and e<ternal conditions. -etiganya merupakan masukan yang penting dalam memulai kegiatan desain pembelajaran. -omponen dan tahapan model $ick) ,arey) dan ,arey lebih kompleks jika dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain seperti +orrison) 8oss) = -emp 220013. >alaupun model +orrison) 8oss) = -emp juga memandang desain pembelajaran sebagai sebuah sistem) tetapi sedikit berbeda. +ereka menyebutkan desain pembelajaran sebagai metode yang sistematis tetapi bukan pendekatan sitematis. 0ahapan yang diguanakan yaitu perencanaan) pengembangan) e1aluasi) dan management proses. *edangkan komponen dasar sistem meliputi learners) objecti1es) methods) dan e1aluation yang selanjutnya dikembangkan menjadi : 2sembilan3 rencana desain pembelajaran. !ada umumnya) tahap pertama dalam desain pembelajaran adalah analisis untuk mengetahui kebutuhan dalam pembelajaran) dan mengidenti.ikasi masalah-masalah apa yang akan dipecahkan. +odel $ick) ,arey) dan ,arey menerapkan tahapan ini) dengan demikian pengembangan yang dilakukan berbasis kebutuhan dan pemecahan masalah. !roduk yang direkomendasikan dalam model ini yaitu sebuah produk yang dapat digunakan untuk belajar mandiri 2#asution) 1::55 $ick) ,arey) dan ,arey) 20015 %einich) +olenda) 8ussel) = *madino) 20023. +odel ini juga memungkinkan (arga belajar menjadi akti. berinteraksi karena menetapkan strategi dan tipe pembelajaran yang berbasis lingkungan. $engan bentuk pembelajaran yang berbasis lingkungan) yang disesuaikan dengan konteks dan setting lingkungan sekitar atau disebut juga sebagaisituational approach oleh ,anale = *(ain 21:?03 memungkinkan pebelajar bahasa 2sebagaimana dinyatkan oleh *adtono) 1:?@3 dapat mengoptimalkan kompetensi komunikati.. *eperti yang diuraikan sebelumnya) tahapan model pengembangan sistem pembelajaran 2 nstructional *ystems $e1elo1ment / *$3 $ick) ,arey) dan ,arey 220013 terdiri dari 10 tahapan. 0ahapan tersebut dapat dicermati sebagaimana dalam gambar 2.2. -husus tahapan ke 10 tidak dimasukkan dalam gambar) karena itu landasan teori penelitian ini dikembangkan berdasarkan : tahapan. Berikut dijelaskan tahapan pengembangan sistem pembelajaran $ick) ,arey) and ,arey: 9ambar 2.2 +odel rancangan pembelajaran $ick) ,arey) dan ,arey 220013

B. 'angkah-'angkah +odel !embelajaran $ick and ,arey 2$,3 $ick and ,arey +odel 2$,3 mengikuti pola dasar instructional design A$$ " 2analysis) design) de1elopment) implementation and e1aluation 3. +odel $ick and ,arey adalah salah satu dari +odel !rosedural. Aaitu model yang menyarankan agar penerapan prinsip disain

pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah yang harus di tempuh secara berurutan. +odel ini terdiri dari 10 komponen: 1. Analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan 2 denti.ying goals3 Analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan pembelajaran adalah langkah pertama yang dilakukan untuk menentukan apa yang anda inginkan setelah (arga belajar melaksanakan pembelajaran. 0ujuan pembelajaran dapat diperoleh dari serangkaian tujuan pembelajaran yang ditemukan dari analisis kebutuhan) dari kesulitan-kesulitan (arga belajar dalam praktek pembelajaran) dari analisis yang dilakukan oleh orang-orang yang bekerja dalam bidang) atau beberapa keperluan untuk pembelajaran yang aktual. +enentukan tujuan dari sistem yang dibangun. Aang dimaksud dengan tujuan di sini adalah kemampuan yang dapat diperoleh pembelajar setelah menyelesaikan pelajaran. %arles 21:@53 melukiskan hubungan kerjasama dan partisipasi ketiga pihak dalam mengidenti.ikasi kebutuhan instruksional dalam bentuk segitiga sebagai berikut : -emampuan yang akan dicapai 2tujuan3

*is(a pendidik secara umum in.ormasi yang dicari dalam proses mengidenti.ikasi kebutuhan instruksional adalah kompetensi sis(a saat ini untuk dibandingkan dengan kompetensi yang seharusnya dikuasai untuk dapat melaksanakan pekerjaan atau tugasnya dengan baik. Bagi pengembang instruksional) in.ormasi yang berman.aat adalah in.ormasi tentang kurangnya prestasi sis(a yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan) bukan yang disebabkan oleh kurangnya peralatan kerja) sikap atassan atau lingkungan kerja lainnya. %anya masalah yang disebabkan kurangnya sis(a dalam mendapatkan kesempatan pendidikan atau pelatihan yang dapat diatasi dengan kegiatan instruksional. *eringkali pengembang instruksional terlalu cepat mengambil kesimpulan) bah(a setiap indicator yang menunjukkan rendahnya prestasi sis(a harus diselesaikan dengan pelajaran atau pelatihan. -esimpulan seperti itu belum tentu benar) seharusnya pengembang instruksional melakukan satu langkah tambahan yaitu mencari .actor penyebab ketidakmampuan sis(a sebelum menentukan cara membantunya dalam mencapai kemampuan yang diharapkan. Berdasarkan teori belajar yang disusun 9agne merupakan perpaduan yang seimbang antara beha1iorisme dan kogniti1isme) yang berpangkat pada teori proses in.ormasi. +enurut 9agne seperti dikutip oleh >orell dan *til(ell 21:?13 cara berpikir seseorang tergantung pada5 13 keterampilan apa yang telah dipunyainya 23 keterampilan serta hierarki apa yang diperlukan untuk mempelajari suatu tugas. 2. +elakukan analisis !embelajaran 2,onducting instructional analysis3 *etelah mengidenti.ikasi tujuan-tujuan pembelajaran) langkah selanjutnya adalah menentukan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. 'angkah terakhir dalam proses analisis tujuan pembelajaran adalah menentukan keterampilan) pengetahuan) dan sikap yang disebut sebagai entry beha1ior 2perilaku a(al/masukan3 yang diperlukan oleh (arga belajar untuk memulai pembelajaran. +enentukan kemampuan apa saja yang terlibat dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dan menganalisa topik atau materi yang akan dipelajari. Analisis ini akan menghasilkan diagram tentang keterampilan-keterampilan/ konsep dan menunjukkan keterkaitan antara keterampilan konsep tersebut.

+enurut $ick = ,arey 220053) analisis instruksional adalah suatu prosedur) yang apabila diterapkan pada suatu tujuan instruksional akan menghasilkan suatu identi.ikasi kemampuan-kemampuan ba(ahan yang diperlukan bagi sis(a untuk mencapai tujuan instruksional. *edangkan menurut "sse. 2dalam Buhairi3) analisis instruksional adalah suatu alat yang dipakai para penyusun desain instruksional atau guru untuk membantu mereka didalam mengidenti.ikasi setiap tugas pokok yang harus dikuasai/dilaksanakan oleh sis(a dan sub tugas yang membantu sis(a dalam menyelesaikan tugas pokok.

9agne 21:?53 mengidenti.ikasi lima kategori utama belajar yaitu : 1 in.ormasi 1erbal) 2 keterampilan intelektual) ; strategi kogniti.) C sikap 5 keterampilan motorik Berbagai kondisi internal dan eksternal yang diperlukan untuk setiap jenis belajar. +isalnya) untuk strategi kogniti. untuk belajar) harus ada kesempatan untuk berlatih mengembangkan solusi untuk masalah-masalah baru) untuk mempelajari sikap) peserta didik yang harus terkena yang kredibel peran model atau argumen persuasi.. 0abel 1.1 unjuk kerja setiap kapabilitas -apabilitas belajar &njuk kerja 1. n.ormasi 1erbal 2. -eterampilan intelektual $eskriminasi -onsep konkrit -onsep abstrak -aidah -aidah tingkat tinggi ;. *trategi kogniti. C. *ikap 5. -eterampilan motorik +enyertakan in.ormasi +enggunakan symbol untuk berinteraksi dengan lingkungan +embedakan perangsang yang memiliki dimensi .isik yang berlainan +engidenti.ikasi contoh-contoh +engklasi.ikasikan contoh-contoh dengan menggunakan ungkapan 1erbal atau de.inisi +enunjukkan aplikasi suatu kaidah +engembangkan kaidah baru untuk memecahkan masalah +engembangkan cara-cara baru untuk memecahkan masalah. +enggunakan berbagai cara untuk mengontrol proses belajar dan berpikir. +emilih berprilaku dengan cara tertentu +elakukan gerakan tubuh yang lu(es dan cekatan) serta dengan urutan yang benar 0abel 1.2 -ondisi untuk belajar kapabilitas yang berbeda -apabilitas Belajar -ondisi internal -ondisi eksternal n.ormasi 1erbal +engingat perangkat pengetahuan terorganisasi yang telah ada +enyajikan konteks yang bermakna -eterampilan intelektual +engingat komponen keterampilan intelektual yang lebih sederhana +enyajikan secara berlanjut situasi baru untuk dipecahkan *trategi kogniti. +engingat konsep dan kaidah yang rele1an +enyajikan secara berlanjut situasi baru bermasalah yang menuntut cara pemecahan baru.

*ikap +engingat in.ormasi dan keterampilan intelektual yang rele1an dengan tindakan personal yang di inginkan +ember kesempatan mengamati model perilaku +engganjar pilihan tindakan personal -eterampilan +engingat komponen-komponen rangkaian gerakan motorik +emberi kesempatan latihan keterampilan secara utuh 9agne menyatakan bah(a tugas belajar untuk kemampuan intelektual dapat disusun dalam hirarki sesuai dengan kompleksitas) pengakuan rangsangan) respon generasi) prosedur berikut ini) penggunaan istilah) discriminations) konsep .ormasi) aturan aplikasi) dan pemecahan masalah. -epentingan utama dari hirarki adalah untuk mengidenti.ikasi prasyarat yang harus diselesaikan untuk mem.asilitasi belajar pada setiap tingkat. !rasyarat dikenal dengan melakukan tugas analisis belajar / pelatihan tugas. ;. +enganalisis (arga belajar dan lingkungannya 2 denti.ying entry beha1iors and learner characteristics3 Analisis pararel terhadap (arga belajar dan konteks dimana mereka belajar) dan konteks apa tempat mereka menggunakan hasil pembelajaran. -eterampilan-keterampilan (arga belajar yang ada saat ini) yang lebih disukai) dan sikap-sikap ditentukan berdasarkan karakteristik atau setting pembelajaran dan setting lingkungan tempat keterampilan diterapkan. 'angkah ini adalah langkah a(al yang penting dalam strategi pembelajaran. +enentukan kemampuan minimum apa saja yang harus dimiliki pembelajar untuk menyelesaikan tugas-tugas. -etika melakukan analisis terhadap keterampilan-keterampilan yang perlu dilatihkan dan tahapan prosedur yang perlu dile(ati) juga harus dipertimbangkan keterampilan apa yang telah dimiliki sis(a saat mulai mengikuti pengajaran. Aang penting juga untuk diidenti.ikasi adalah karakteristik khusus sis(a yang mungkin ada hubungannya dengan rancangan akti1itas-akti1itas pengajaran. +isalnya pembelajar harus memliki kemampuan membaca) kemampuan perhitungan dasar atau kemampuan 1erbal dan spatial. -epribadian dari pembelajar juga mempengaruhi design yang akan dibuat. C. +erumuskan tujuan khusus 2>riting per.ormance objecti1e3 +enuliskan tujuan unjuk kerja 2tujuan pembelajaran3. Berdasarkan analisis tujuan pembelajaran dan pernyataan tentang perilaku a(al) catatlah pernyataan khusus tentang apa yang dapat dilakukan oleh (arga belajar setelah mereka menerima pembelajaran. !ernyataan-pernyataan tersebut diperoleh dari analisis pembelajaran. Analisis pembelajaran dimaksudkan untuk mengidenti.ikasi keterampilan-keterampilan yang dipelajari) kondisi pencapaian unjuk kerja) dan kriteria pencapaian unjuk kerja. -omponen ini bertujuan untuk menguraikan tujuan umum menjadi tujuan yang lebih spesi.ik pada tiap tahapan pembelajaran. $i tiap tahapan akan ada panduan pembelajaran dan pengukuran per.ormansi pembelajar. 5. +engembangkan instrumen penilaian 2$e1eloping criterion-re.erenced test items3 Berdasarkan tujuan pembelajaran yang tertulis) kembangkan produk e1aluasi untuk mengukur kemampuan (arga belajar melakukan tujuan pembelajaran. !enekanan utama berada pada hubungan perilaku yang tergambar dalam tujuan pembelajaran dengan untuk apa melakukan penilaian. 0est items harus dirancang untuk menyediakan kesempatan bagi pembelajar untuk mendemonstrasikan kemampuan dan pengetahuan yang dinyatakan dalam tujuan. Bagian ini bertujuan untuk: D +engetahui prasyarat yang telah dimiliki pembelajar untuk mempelajari kemampuan baru D +encek hasil yang telah diperoleh pembelajar selama proses pembelajaran D +enyediakan dokumen perkembangan pembelajar untuk orang tua atau administrator Bagian ini berguna untuk:

D +emberikan e1aluasi terhadap sistem yang digunakan D !engukuran a(al terhadap per.ormansi sebelum perencanaan pengembangan pelajaran dan materi instruksional 7. +engembangkan strategi pembelajaran 2$e1eloping instructional strategy3 *trategi pembelajaran meliputi5 kegiatan prapembelajaran 2pre-acti1ity3) penyajian in.ormasi) praktek dan umpan balik 2practice and .eedback) pengetesan 2testing3) dan mengikuti kegiatan selanjutnya. *trategi pembelajaran berdasarkan teori dan hasil penelitian) karakteristik media pembelajaran yang digunakan) bahan pembelajaran) dan karakteristik (arga belajar yang menerima pembelajaran. !rinsip-prinsip inilah yang digunakan untuk memilih materi strategi pembelajaran yang interakti.. +enentukan akti.itas instruksional yang membantu dalam pencapaian tujuan. $imana) strategi tersebut akan meliputi akti1itas preinstruksional) penyampaian in.ormasi) praktek dan balikan) testing) yang dilakukan le(at akti1itas. +isalnya membaca) mendengarkan) hingga eksplorasi internet. Akti.itas instruksional ini dapat dikembangkan oleh instruktur sesuai dengan latar belakang) kebutuhan) dan kemampuan pembelajar atau bisa saja pembelajar menggabungkan pengetahuan yang baru didapatkan dengan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki untuk membentuk pemahaman baru. !roses pembelajaran juga dapat dilakukan secara berkelompok atau indi1idual. @. +engembangkan materi pembelajaran 2$e1eloping and selecting instructional materials3 +engembangkan dan memilih materi pembelajaran) produk pengembangan ini meliputi petunjuk untuk (arga belajar) materi pembelajaran) dan soal-soal. +ateri pembelajaran meliputi : petunjuk untuk tutor) modul untuk (arga belajar) transparansi E%!) 1ideotapes) .ormat multimedia) dan (eb untuk pembelajaran jarak jauh. !engembangan materi pembelajaran tergantung kepada tipe pembelajaran) materi yang rele1an) dan sumber belajar yang ada disekitar perancang. Bagian ini berkaitan dengan media yang digunakan untuk proses pembelajaran untuk menghasilkan pengajaran yang meliputi petunjuk untuk sis(a) bahan pelajaran) tes dan panduan guru. +edia pembelajaran dapat berupa pemberian materi/perkuliahan) pemberian tugas) po(erpoint) internet) paket computer-assisted-instruction) dan sebagainya. !ermasalahan terletak pada penentuan media yang tepat untuk mencapai tujuan dan hal ini tidak sama untuk setiap pembelajar. ?. +erancang = +engembangkan "1a 6ormati. 2$esigning and conducting the .ormati1e e1aluation o. instruction3 $alam merancang dan mengembangkan e1aluasi .ormati1e yang dihasilkan adalah instrumen atau angket penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan data. $ata-data yang diperoleh tersebut sebagai pertimbangan dalam mere1isi pengembangan pembelajaran ataupun produk bahan ajar. Ada tiga tipe e1aluasi .ormati. : uji perorangan 2one-to-one3) uji kelompok kecil 2small group3 dan uji lapangan 2.ield e1aluation3. 6ormati1e e1aluation bertujuan menyediakan data untuk re1isi dan pengembangan instructional materials. *elain itu) "1aluasi ini juga dilakukan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan untuk mengidenti.ikasi bagaimana meningkatkan pengajaran. "1aluasi ini dapat dilakukan) misalnya) dengan cara me(a(ancarai setiap pembelajar. :. +ere1isi !embelajaran 28e1ising instruction3 $ata yang diperoleh dari e1aluasi .ormati1e dikumpulkan dan diinterpretasikan untuk memecahkan kesulitan yang dihadapi (arga belajar dalam mencapai tujuan. Bukan hanya untuk ini) singkatnya hasil e1aluasi ini digunakan untuk mere1isi pembelajaran agar lebih e.ekti..

8e1isi harus menjadi bagian konstan dalam proses design. 8e1isi dilakukan berdasarkan hasil dari tiap komponen model ini. !ada tahap ini) data dari e1aluasi sumati. yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya diringkas dan dianalisis serta diinterpretasikan untuk diidenti.ikasi kesulitan yang dialami oleh sis(a dalam mencapai tujuan pembelajaran. Begitu pula masukan dari hasil implementasi dari pakar/1alidator. +ungkin saja tahapan-tahapan pembelajaran kurang e.ekti. dalam pencapaian tujuan akhir) atau akti.itas) media) dan penugasan yang telah ditentukan tidak membantu dalam memperoleh tujuan. 10. +engembangkan e1aluasi sumati. 2,onducting summati1e e1aluation3 $i antara kesepuluh tahapan desain pembelajaran di atas) tahapan ke-10 2sepuluh3 tidak dijalankan. "1aluasi sumati1e ini berada diluar sistem pembelajaran model $ick = ,arey) 220013 sehingga dalam pengembangan ini tidak digunakan. *ummati1e e1aluation bertujuan mempelajari e.ekti.itas keseluruhan sistem dan dilakukan setelah tahap .ormati1e e1aluation. ,. -arakteristik) -elebihan dan -ekurangan +odel !embelajaran $ick and ,arey +odel pembelajaran $ick and ,arey memiliki karakteristik) kelebihan serta kekurangan) sebagai berikut: 1. -arakteristik $ick and ,arey +odel D $alam penerapan model ini) setiap komponen bersi.at penting dan tidak boleh ada yang dile(ati D !enggunaan model ini mungkin akan menghalangi kreati.itas instructional designer pro.esional D $, +odel menyediakan pendekatan sistematis terhadap kurikulum dan program design. -etegasan model ini susah untuk diadaptasikan ke tim dengan banyak anggota dan beberapa sumber yang berbeda D ,ocok diterapkan untuk e-learning skala kecil) misalnya dalam bentuk unit) modul) atau lesson 2. -elebihan dari $ick and ,arey +odel adalah: D *etiap langkah jelas) sehingga dapat diikuti D 0eratur) ".ekti. dan ".isien dalam pelaksanaan D +erupakan model atau perencanaan pembelajaran yang terperinci) sehingga mudah diikuti D Adanya re1isi pada analisis instruksional) dimana hal tersebut merupakan hal yang sangat baik) karena apabila terjadi kesalahan maka segera dapat dilakukan perubahan pada analisis instruksional tersebut) sebelum kesalahan didalamnya ikut mempengaruhi kesalahan pada komponen setelahnya D +odel $ick = ,arey sangat lengkap komponennya) hampir mencakup semua yang dibutuhkan dalam suatu perencanaan pembelajaran. ;. -ekurangan dari $ick and ,arey +odel adalah: D -aku) karena setiap langkah telah di tentukan D 0idak semua prosedur pelaksanaan -B+ dapat di kembangkan sesuai dengan langkahlangkah tersebut D 0idak cocok diterapkan dalam elearning skala besar D &ji coba tidak diuraikan secara jelas kapan harus dilakukan dan kegiatan re1isi baru dilaksanakan setelah diadakan tes .ormati. D !ada tahap-tahap pengembangan tes hasil belajar) strategi pembelajaran maupun pada pengembangan dan penilaian bahan pembelajaran tidak nampak secara jelas ada tidaknya penilaian pakar 21alidasi3 BAB

!"#&0&! A. -esimpulan $ari uraian pembahasan mengenai model pembelajaran picture and picture yang diperoleh sumber in.ormasi melalui buku maupun internet dapat di simpulkan bah(a: 1. +odel pembelajaran $ick and ,arey terdiri dari 10 langkah. *etiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya sehingga bagi perancang pemula sangat cocok sebagai dasar untuk mempelajari model desain yang lain. 2. 'angkahFlangkah $esain !embelajaran menurut $ick and ,arey adalah: a. +engidenti.ikasikan tujuan umum pembelajaran. b. +elaksanakan analisi pembelajaran. c. +engidenti.ikasi tingkah laku masukan dan karakteristik sis(a d. +erumuskan tujuan per.ormansi e. +engembangkan butirFbutir tes acuan patokan .. +engembangkan strategi pembelajaran g. +engembangkan dan memilih materi pembelajaran h. +endesain dan melaksanakan e1aluasi .ormati. i. +ere1isi bahan pembelajaran j. +endesain dan melaksanakan e1aluasi sumati.. . B. *aran +akalah ini tidak lepas dari kesalahan yang ada sehingga membutuhkan pengoreksian dalam penyempurnaan makalah ini. *ehingga saran yang sangat membangun kami perlukan.

$A60A8 !&*0A-A

*umanto) >asty. 2007. !sikologi !endidikan 'andasan -erja !emimpin !endidikan. 4akarta: 8ineka ,ipta. 9agne) 8obert)+. 0he ,onditions o. 'earning) %olt) 8inehart and >inston) #e( Aork) 1:@@ http://(((.tek-nologipendidikan.co.cc/200:/0;/teori-pengembangan-model-dick-carey.html %amGah &no. 200:. !erencanaan !embelajaran. 4akarta5 Bumi Aksara. >ina *anjaya. 200?. !erencanaan !embelajaran. http://baskom2.blogspot.com/2011/12/makalah-model-pembelajaran-dick-and.html