Anda di halaman 1dari 6

OBAT PRE DAN EKLAMPSIA

A. PENGERTIAN OBAT PRE DAN EKLAMPSIA Preeklamsia ringan Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. Preeklamsia berat Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Eklamsia Eklampsia adalah kelainan akut pada anita hamil! dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang "bukan timbul akibat kelainan neurologik# dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala$gejala pre eklampsia. B. MACAM-MACAM OBAT PRE DAN EKLAMPSIA 1. Magnesium sulfat %erupakan antikon&ulsan yang efektif dan membantu men'egah kejang kambuhan dan mempertahankan aliran darah ke uterus dan aliran darah ke fetus. %agnesium sulfat berhasil mengontrol kejang eklamptik pada ()*+ kasus. ,elain itu -at ini memberikan keuntungan fisiologis untuk fetus dengan meningkatkan aliran darah ke uterus. 2. Fenitoin .enitoin telah berhasil digunakan untuk mengatasi kejang eklamptik. .enitoin bekerja menstabilkan akti&itas neuron dengan menurunkan flu/ ion di seberang membran depolarisasi. 0euntungan fenitoin adalah dapat dilanjutkan se'ara oral untuk beberapa hari sampai risiko kejang eklamtik berkurang. 1. Diazepam 2elah lama digunakan untuk menanggulangi kega atdaruratan pada kejang eklamptik. %empunyai signifikan. aktu paruh yang pendek dan efek depresi ,,P yang

3. Hidralazin %erupakan &asodilator arteriolar langsung yang menyebabkan takikardi dan peningkatan 'ardia' output. Hidrala-in membantu meningkatkan aliran darah ke uterus dan men'egah hipotensi. Hidrala-in dimetabolisir di hati. 4apat mengontrol hipertensi pada )*+ pasien dengan eklampsia. *. Labetalol %erupakan beta$bloker non selektif. 2ersedia dalam preparat 56 dan per oral. 4igunakan sebagai pengobatan alternatif dari idrala-in ada penderita eklampsia. 6. Nifedipin %erupakan 7al'ium 7hannel 8lo'ker yang mempunyai efek &asodilatasi kuat arteriolar. Hanya tersedia dalam bentuk preparat oral. C. CARA KERJA OBAT PRE DAN EKLAMPSIA 1. %agnesium ,ulfat %engahambat atau menurunkan asetikolin pada rangsangan serat saraf dengan menghambat transmisi neuromuskular. 2ransmisi neuromus'ular membutuhkan kalsium pada sinaps. Pada pemberian magnesium sulaft! magnesium akan menggeser kalsium! sehingga aliran rangsangan tidak terjadi "terjadi kompetitif in ibition antara ion kalsium dan ion magnesium# kadar kalsium yang tinggi dalam darah dapat menghambat kerja magnesium sulfat. 2. .enitoin Pada korteks motoris yaitu menghambat penyebaran akti&itas kejang. 0emungkinan hal ini disebabkan peningkatan pengeluaran natrium dari neuron dan fenitoin 'enderung menstabilkan ambang rangsang terhadap hipereksitabilitas yang disebabkan perangsangan berlebihan atau kemampuan perubahan lingkungan di mana terjadi penurunan bertahap ion natrium melalui membran. 5ni termasuk penurunan potensiasi paska tetanik pada sinaps. .enitoin menurunkan akti&itas maksimal pusat batang otak yang berhubungan dengan fase tonik dari kejang tonik$klonik "grand mal#. 1. 4ia-epam 4ia-epam mele ati barier plasenta dan dapat menyebabkan depresi pernapasan pada neonatus! hipotensi dan hipotermi hingga 16 jam setelah pemberiannya. 4epresi neonatal ini hanya terjadi bila dosisnya lebih dari 10 mg pada 1* jam sebelum kelahiran.

3. Hidrala-in %erelaksasi otot polos arteriol se'ara langsung dan &asodilatasi yang terjadi dapat menimbulkan reaksi kompensasi yang kuat berupa peningkatan denyut dan kontraktilitas jantung! serta peningkatan renin plasma dan retensi 'airan yang akan mela an efek hipotensi obat. Penurunan tekanan diatolik lebih besar daripada tekanan sitolik. 9bsorpsinya melalui saluran 'erna dan hamper sempurna. *. :abetalol %emblokir reseptor adrenergi' yang memperlambat ke'epatan sinus jantung! menurunkan resistansi peripheral &as'ular! dan menurunkan output kardiak. 6. ;ifedipin ;ifedipin bekerja sebagai antagonis kalsium dengan menghambat arus ion kalsium masuk ke dalam otot jantung dari luar sel. 0arena kontraksi otot polos tergantung pada ion kalsium ekstra seluler! maka dengan adanya antagonis kalsium dapat menimbulkan efek inotropik negatif. 4emikian juga dengan ;odus ,ino 9trial ",9# dan 9trio 6entrikuler "96# akan menimbulkan kronotropik negatif dan perlambatan konduksi 96. D. Indikasi / Kontra indikasi Preek a!"sia Rin#an 2ekanan darah yang tinggi "melebihi 110/)0 mmHg#. 2erjadi pembengkakan di daerah kaki dan tungkai. <etensi air. 0adar protein tinggi dalam urin karena gangguan ginjal. Gejala preeklampsia ringan menunjukkan angka kadar protein urin yang tinggi! yaitu lebih dari *00 mg per 23 jam. Preek a!"sia Berat Pembengkakan di seluruh tubuh. Pembengkakan ini terjadi akibat pembuluh kapiler bo'or! sehingga air yang merupakan bagian sel merembes dan masuk ke dalam jaringan tubuh dan tertimbun di bagian tertentu. 0enaikan berat badan lebih dari 1!16 kg setiap minggu selama trimester kedua! dan lebih dari 0!3* kg setiap minggu pada trimester ketiga. ,akit kepala. Pandangan kabur. 2idak dapat melihat 'ahaya yang terang.

0elelahan. %ual/muntah. ,edikit buang air ke'il "890#. ,akit di perut bagian kanan atas. ;apas pendek dan 'enderung mudah 'edera. ,egera hubungi dokter 9nda bila 9nda mengalami pandangan kabur! sakit kepala

yang parah! sakit di bagian perut! dan/atau jarang sekali 890. E. Dosis dan "en##$naan a# 5nduksi = 2!0 sampai 2.* mg/kg 56. b# ,edasi = 2* to >* ?g/kg/min dengan 5.6 infuse '# 4osis pemeliharaan pada anastesi umum = 100 @ 1*0 ?g/kg/min 56 "titrate to effe't#. d# 2urunkan dosis pada orang tua atau gangguan hemodinamik atau apabila digabung penggunaanya dengan obat anastesi yang lain. e# 4apat dilarutkan dengan 4e/trosa * + untuk mendapatkan konsentrasi yang minimal 0!2+ f# Profofol mendukung perkembangan bakteri! sehingga harus berada dalam lingkungan yang steril dan hindari profofol dalam kondisi sudah terbuka lebih dari 6 jam untuk men'egah kontaminasi dari bakteri. %. E&ek sa!"in# dan 'ara !en#atasin(a
1)

E&ek Sa!"in# 4apat menyebabkan nyeri selama pemberian pada *0+ sampai >*+. ;yeri ini bisa

mun'ul akibat iritasi pembuluh darah &ena! nyeri pada pemberian propofol dapat dihilangkan dengan menggunakan lido'ain "0!* mg/kg# dan jika mungkin dapat diberikan 1 sampai 2 menit dengan pemasangan torniAuet pada bagian proksimal tempat suntikan! berikan se'ara 5.6 melaui &ena yang besar. Gejala mual dan muntah juga sering sekali ditemui pada pasien setelah operasi menggunakan propofol. Propofol merupakan emulsi lemak sehingga pemberiannya harus hati @ hati pada pasien dengan gangguan metabolisme lemak seperti hiperlipidemia dan pankreatitis.
2)

Cara !en#atasi 1. Penanganan aktif. Penderita harus segera dira at! sebaiknya dira at di ruang khusus di daerah kamar bersalin. 2idak harus ruangan gelap.

Penderita ditangani aktif bila ada satu atau lebih kriteria ini = $ ada tanda$tanda impending eklampsia $ ada HE::P syndrome $ ada kegagalan penanganan konser&atif $ ada tanda$tanda ga at janin atau 5BG< $ usia kehamilan 1* minggu atau lebih "Prof.Gul = 13 minggu berani terminasi. Pernah ada kasus 11 minggu! berhasil! kerjasama dengan perinatologi! bayi masuk inkubator dan ;57B# C9;G9; :BP9 = D0,5GE; 4E;G9; ;9,9: 09;B:! 3$6 : / %E;52 EE Pengobatan medisinal = diberikan obat anti kejang %g,D3 dalam infus de/trose *+ sebanyak *00 '' tiap 6 jam. 7ara pemberian %g,D3 = dosis a al 2 gram intra&ena diberikan dalam 10 menit! dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan sebanyak 2 gram per jam drip infus "F0 ml/jam atau 1*$20 tetes/menit#. ,yarat pemberian %g,D3 = $ frekuensi napas lebih dari 16 kali permenit $ tidak ada tanda$tanda ga at napas $ diuresis lebih dari 100 ml dalam 3 jam sebelumnya $ refleks patella positif. %g,D3 dihentikan bila = $ ada tanda$tanda intoksikasi $ atau setelah 23 jam pas'a persalinan $ atau bila baru 6 jam pas'a persalinan sudah terdapat perbaikan yang nyata. ,iapkan antidotum %g,D3 yaitu 7a$ glukonas 10+ "1 gram dalam 10 '' ;a7l 0.)+! diberikan intra&ena dalam 1 menit#. Dbat anti hipertensi diberikan bila tekanan darah sistolik lebih dari 160 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 110 mmHg. Dbat yang dipakai umumnya nifedipin dengan dosis 1$3 kali 10 mg oral. 8ila dalam 2 jam belum turun dapat diberi tambahan 10 mg lagi. 2erminasi kehamilan = bila penderita belum in partu! dilakukan induksi persalinan dengan amniotomi! oksitosin drip! kateter .olley! atau prostaglandin E2. ,e'tio 'esarea dilakukan bila syarat induksi tidak terpenuhi atau ada kontraindikasi partus per&aginam. Pada persalinan per&aginam kala 2! bila perlu dibantu ekstraksi &akum atau 'unam. 2. Penanganan konser&atif Pada kehamilan kurang dari 1* minggu tanpa disertai tanda$tanda impending e'lampsia dengan keadaan janin baik! dilakukan penanganan konser&atif. %edisinal = sama dengan pada penanganan aktif. %g,D3 dihentikan bila ibu sudah men'apai tanda$tanda pre$eklampsia ringan! selambatnya dalam aktu 23 jam. 8ila

sesudah 23 jam tidak ada perbaikan maka keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan dan harus segera dilakukan terminasi. C9;G9; :BP9 = D0,5GE; 4E;G9; ;9,9: 09;B:! 3$6 : / %E;52 EE Dbstetrik = pemantauan ketat keadaan ibu dan janin. 8ila ada indikasi! langsung terminasi.