Anda di halaman 1dari 11

TUGAS INDIVIDU

KOMPOS "

OLEH: William Fernando 1254.211.118 AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LANCANG KUNING PEKANBARU TAHUN AJARAN 2012/2013

1. JENIS-JENIS PUPUK Urea Kcl Sp 36 Kompos

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat allah SWT, yang telah melimpahkan rahmad dan karunianya kepada kita semua, sehingga kita masih diberikan kesehatan untuk melanjudkan studi kita ini, dan oleh sebab itu jualah penulis dapat menyelesaikan tugas mandiri ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dan tidak lupa pula kita sampaikan salawat beriring salam kepada Nabi Muhammad saw, yang menjadi suri tauladan bagi setiap umat manusia. Didalam makalah ini penulis mengangkat judul tentang Anatomi Tumbuhan dengan tujuan agar rekan-rekan ataupun khalayak yang telah membaca makalah ini dapat memahami dan mengetahui bagaimana sebenarnya anatomi dari tumbuhan itu sendiri. Disamping itu penulis menyadari sekali masih banyak terdapat kekurangan dan kehilafan di dalam pembuatan tugas mandiri ini, atas kekurangan tersebut penulis mohon kritikan dan saran-sarannya untuk kesempurnaan tugas mandiri ini. Atas kritikan-kritikan dan saran-sarannya penulis ucapkan terimakasih.

Pekanbaru , 03 November 2013

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................. i DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................ 1 1.3 Tujuan .................................................................................................................. 1 BAB II LAPISAN ATMOSFER ............................................................................... 2 2.4 Pengertian Lapisan Atmosfer ............................................................................... 2 2.5 Komposisi Lapisan Atmosfer .............................................................................. 6 2.6 Fungsi lapisan Atmosfer ......................................................................................8 2.7 Kesimpulan........................................................................................................ BAB III DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 9 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 9

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Urea Penjelasan:
Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.

Kandungan:
Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini sangat higroskopis. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, juga menguap dalam bentuk amonia.

Rumus Kimia:
Urea(CO(NH2)2)

Jumlah Nitrogen
46%

Manfaat urea pada tananman


Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain: 1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses fotosintesa 2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain) 3. Menambah kandungan protein tanaman 4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan 5. kandungan zat seperti protein didalam hasil tanaman menjadi lebih tinggi.

Kalium Khlorida (KCl) Mengandung 45% K2O dan khlor, bereaksi agak masam, dan bersifat higroskopis. Namun demikian, Khlor bisa berpengaruh negatif pada tanaman yang tidak membutuhkannya, misalnya kentang, wortel, dan tembakau.

- Kompos Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan

antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio). Jika C/N rasio tinggi, berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15. Bahan kompos seperti sekam, jerami padi, batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100. daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20. Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. sampai dengan proses penguraian sempurna, tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara. Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum terurai sempurna terpaksa digunakan. Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan cara pembuatan kompos. Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut. - Nitrogen 0,1 0,6% - Fosfor 0,1 0,4% - Kalium 0,8 1,5% - Kalsium 0,8 1,5% Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman, agak lembab, gembur dan bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara.

a. SP36 Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P2O5.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. Reaksi kimianya tergolong netral, tidak higroskopis dan bersifat membakar.

Manfaat Kompos Kompos ibarat multi-vitamin untuk tanah pertanian. Kompos akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.

Manfaat Penggunaan Kompos Super pada Lahan PertanianI. Mampu menggantikan atau mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik)sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan.2. bebas dari biji tanaman liar (gulma).3. Tidak berbau dan mudah digunakan.

PUPUK TSP/SP/RP -Berguna untuk peransang akar muda -Menimbulkan putik bunga baru -Meningkatkan hasil produksi PUPUK KCL/MOP (KALIUM OKSIDA) -Breguna untuk mengisi putik bunga baru menjadi buah yang normal -Meningkatkan hasil produksi

1. Pupuk Urea [(CO (NH2)2] Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupakan ikatan hasil tambang minyak bumi. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Dalam proses pembuatan Urea sering terbentuk senyawa biuret yang merupakan racun bagi tanaman kalau terdapat dalam jumlah yang banyak. Agar tidak mengganggu kadar biuret dalam Urea harus kurang 1,52,0 %. Kandungan N yang tinggi pada Urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman. (Ruskandi, 1996). 2. Pupuk SP 36 (Superphospat 36) SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah. (Hakim, dkk, 1986). 4. Pupuk KCl (Kalium Klorida) Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl. Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peran utama kalium ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Kandungan utama dari endapan tambang kalsium adalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau dan dan dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu. 5. Pupuk Kompos Kandungan pupuk kompos adalah bahan organik yang mencapai 18 % bahkan ada yang mencapai 59 %. Unsur lain yang dikandung oleh kompos adalah nitrogen, fosfor, kalsium, kalium dan magnesium. Manfaat bokhasi pada lahan pertanian yaitu : mampu menggantikan dan mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik) sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan, bebas dari biji tanaman liar (gulma), tidak berbau dan mudah digunakan dan memperbaiki derajat keasaman tanah, selain itu sangat berguna untuk menyuburkan tanaman.

Tidak higroskopis Mudah larut dalam air Sebagai sumber unsur hara Fosfor bagi tanaman Memacu pertumbuhan akar dan sistim perakaran yang baik Memacu pembentukan bunga dan masaknya buah/biji Mempercepat panen Memperbesar prosentase terbentuknya bunga menjadi buah/biji Menambah daya tahan tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan

MANFAAT Seperti juga humus, pupuk kompos berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Setidaknya ada empat manfaat kompos bagi tanaman, yakni sebagai sumber nutrisi, memperbaiki struktur fisik tanah, memperbaiki kimia tanah, meningkatkan daya simpan air dan meningkatkan aktivitas biologi tanah.

Tabel 1. Hasil pengamatan Tinggi tanaman Kacang Nagara. Nomor Tanaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tinggi Tanaman (cm) Pengamatan Pengamatan Pengamatan Pengamatan ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 13 21 15 19 25 32,5 12 16 21,5 37 13 16 21 40 15 20 21 33 6 10 17,5 31 15 21 25 27 15 18 20,3 36,5