Anda di halaman 1dari 85

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Didirikannya Pabrik Sejarah pendirian pabrik dibagi dalam tiga masa yang disesuaikan dengan keadaan sejarah yaitu : 1. #. %. asa pemerintahan !elanda dan "epang asa perang dunia $$ asa pemerintahan $nd&nesia

1.1.1

asa pemerintahan !elanda dan "epang '1()* + 1,-#. $1AS 'Pusat Pendidikan dan Pelatihan inyak dan 1as

PUSD$/LA0

!umi. pertama kalinya didirikan &leh se&rang $nsinyur dari !elanda yang bernama Andrian St&&p pada tahun 1((23 di daerah "a4a 0imur dan "a4a 0engah. Pada tahun 1(() bernama D&rdst5he Petr&leum DP "anuari 1(,% DP aats5happij 'DP .. melakukan pengeb&ran pertama kalinya di daerah Surabaya. Pada bulan melanjutkan pen5arian minyak bumi di daerah !enga4an S&l& dengan kedalaman ,- m

yaitu di daerah 6epu. Sumur minyak pertama

diketemukan pada bulan "uli 1(,%. Pada bulan Agustus 1(,7 dilakukan pengeb&ran pada 1# sumur. Di daerah Led&k '81* km dari 6epu. diketemukan sumur minyak bumi dengan kapasitas #* + 7* m%9hari &leh Andrian St&&p. Dengan diketemukannya sumur minyak di Led&k3 menyusul diketemukannya sumur + sumur minyak di daerah Ngareng dan kemudian didirikan pabrik penyulingan minyak bumi yang disebut kilang 6epu.

1.1.#

asa Perang Dunia $$ ' aret 1,-# : 1,-7.

Pada Perang Dunia $$ ' aret 1,-#. "epang berusaha menguasai Pulau "a4a dari tangan !elanda termasuk ladang minyak yang berada di Pulau "a4a. Sebelum ladang minyak direbut &leh "epang dilakukan p&litik !umi Hangus &leh !elanda. Akibat dari p&litik !umi Hangus tersebut kilang 6epu han5ur dan tidak dapat di&perasikan. "epang berupaya agar minyak mengalir se5epatnya3 maka pada tahun 1,-"epang membangun kembali kilang 6epu. Pada saat itu "epang melakukan pemb&ran baru di daerah /a4engan3 Led&k3 Ngl&b& dan Semanggi.

1.1.%

asa Pemerintahan $nd&nesia '1,-7. sampai dengan sekarang. $1AS

Pada masa pemerintahan $nd&nesia perkembangan PUSD$/LA0 6epu mengalami beberapa tahap3 yaitu : 1. Perusahaan 0ambang inyak Negara 'P0 N. 1,-7 + 1,7* /ilang minyak 6epu berganti nama Perusahaan 0ambang terbentuk berdasarkan #. Administrasi Sumber aklumat

inyak Negara

'P0 N. pada saat Pr&klamasi /emerdekaan ;epublik $nd&nesia. P0 N enteri /emakmuran n&.7. Daerah &perasi dari P0 N meliputi <&n&5&l&3 Ngl&b&3 /a4engan3 Led&k dan Semanggi. inyak '1,7* + 1,71. '/&mandan inyak.. Pada Dengan kembalinya ;epublik $nd&nesia ke =&gyakarta3 tambang minyak Led&k3 Semanggi3 Ngl&b& dan Lusi diserahkan kepada />D$ Distrik iliter. !l&ra dengan nama AS 'Administrasi Sumber tahun 1,71 diserahkan kembali pada pemerintahan ;$. %. Perusahaan 0ambang inyak ;akyat $nd&nesia 'P0 ;$. 1,71: 1,7) diserahkan kepada pemerintahan sipil. Adanya Pada tahun 1,71 tambang minyak Led&k3 Ngl&b&3 Semanggi yang sebelumnya dikuasai &leh AS penyerahan dari AS kepada pemerintahan sipil3 maka pemerintahan sipil inyak

membentuk !adan Penyelenggara Perusahaan Negara. !adan Penyelenggara Perusahaan Negara kemudian membentuk P0 ;$ 'Perusahaan 0ambang ;akyat $nd&nesia. -. 0ambang inyak Ngl&b& 6a '6&mbie Ane?is. 1,7) + 1,21

Perusahaan 0ambang 7. Perusahaan

inyak ;akyat $nd&nesia 'P0 ;$. kemudian diubah inyak Ngl&b& 6a.

lagi menjadi Perusahaan 0ambang Perusahaan 0ambang 2. Lembaga

inyak dan 1as Nasi&nal 'PN PE; $1AN. 1,21 inyak Ngl&b& kemudian diubah lagi menjadi inyak dan

Perusahaan Negara Permigan pada tahun 1,21. inyak dan 1as 'LE $1AS. atau Pusat Pendidikan 1as 'PUSD$/ LE $1AS. 1,27 : 1,)( Pada tahun 1,22 dibentuk Pusdiklat LE $1AS 'Lembaga A/A $1AS 'Akademi 1,)( : 1,(!erdasarkan surat /eputusan enteri Pertambangan dan Energi n&. 2-2 inyak $1AS 'Pusat Pengembangan 0enaga $1AS. tahun 1,)) LE $1AS yang merupakan bagian dari Direkt&rat "endral dan 1as !umi berubah menjadi PP0 Perminyakan dan 1as !umi.. (. Pusat Pengembangan 0enaga Perminyakan dan 1as !umi 'PP0 1,(- : #**1 !erdasarkan S/ enteri Pertambangan dan Energi N&.*1))/91,() tanggal 7 $1AS dimanAaatkan Diklat &perasi&nal 9 aret 1,()3 dimana 4ilayah PP0 igas yang merupakan bagian dari $1AS inyak dan 1as !umi. "akarta. PUSD$/

merupakan perubahan dari PN PE; $1AN. Di 6epu kemudian dibentuk inyak Dan 1as !umi. pada 1) @ebruari tahun 1,2). inyak dan 1as bumi 'PP0 1! LE $1AS. ). Pusat Pengembangan 0enaga

lab&rat&rium lapangan pr&duksi diserahkan ke PE;0A $NA UEP $$$3 sehingga kilang meng&perasikan peng&lahan 5rude &il milik PE;0A $NA. ,. Pusat Pendidikan dan Latihan 0enaga Perminyakan dan 1as !umi 'PUSD$/LA0 $1AS. '#**1 + sekarang. enteri Energi dan Sumber Daya aret #**1 nama PP0 anusia $1AS berubah !erdasarkan /eputusan menjadi PUSD$/LA0 $1AS.

N&.12,/9)%9 E 9#**1 tertanggal ,

1.2 Gambaran Umum PUSDIKLAT MIGAS Cepu

1ambaran umum PUSD$/LA0 beberapa bidang3 yaitu : 1. Unit peng&lahan #. >rganisasi perusahaan %. Bisi dan misi perusahaan -. 0ugas perusahaan 7. Sistem pemasaran

$1AS 6epu se5ara garis besar men5akup

1.#.1 Unit peng&lahan di PUSD$/LA0 Di PUSD$/LA0 1. 1as !umi. Unit + unit tersebut adalah:

$1AS inyak dan

$1AS 6epu terdapat unit + unit peng&lahan

Unit kilang 9 6rude Distilati&n Unit '6DU. Unit kilang 9 6rude Distilati&n Unit '6DU. merupakan unit penghasil pr&duk

utama yang bahan bakunya minyak bumi. #. Unit <a? Plant Unit <a? Plant merupakan unit penghasil 4a? yang merupakan pr&duk sampingan .<a? biasanya digunakan dalam pembuatan batik 4a?. %. Unit Utilitas Unit Utilitas merupakan sarana penunjang peng&lahan minyak mentah.Unit Utilitas yang ada di PUSD$/LA0 $1AS 6epu: a. Unit pengadaan air '<ater 0reatment Plant. b. Unit Pengadaan Listrik 'P&4er Plant. 5. Unit uap 9 udara bertekanan '!&iler Plant. -. Unit lab&rat&rium Unit Lab&rat&rium digunakan untuk penguji pr&duk + pr&duk kilang dan 4a? plant serta air yang akan digunakan untuk pr&ses. dari unit

1.#.#. >rganisasi perusahaan

PUSD$/LA0

$1AS adalah pelaksana tugas di bidang pengembangan inyak dan 1as !umi. inyak dan 1as !umi

tenaga perminyakan dan gas bumi serta panas bumi. Dalam melaksanakan tugas bertanggungja4ab langsung kepada Direktur "enderal Di PUSD$/LA0 $1AS 6epu3 pimpinan tertinggi dipegang &leh se&rang Struktur &rganisasi di PUSD$/LA0 enteri Pertambangan dan

kepala yang bertanggung ja4ab kepada Direktur "enderal Departemen Pertambangan dan Energi. $1AS 6epu ditetapkan dengan Surat /eputusan /eputusan

Energi N&.1*,7 tanggal 7 N&pember 1,(- dan diperbarui dengan Surat enteri N&.1)-( tanggal %1 Desember 1,,#3 kemudian diperbarui lagi aret #**1. $1AS 6epu dibantu &leh tiga kepala bidang3 satu inyak dan 1as !umi ren5ana dan pr&gram penyelenggaran menurut Surat /eputusan N&. 17* tahun #**1 tanggal # /epala PUSD$/LA0 1. !idang Sarana Diklat !ertugas kepala bagian3 dan kel&mp&k Aungsi&nal. merumuskan

pengembangan keahlian di bidang ekspl&rasi3 pr&duksi3 teknik &perasi&nal3 dan pr&ses peng&lahan minyak bumi. !idang ini terdiri dari : a. Sub !idang Sarana Peng&lahan b. Sub !idang Sarana Lab&rat&rium #. !idang Pelatihan dan SertiAikasi inyak dan 1as bumi !ertugas mengadakan hubungan kerjasama dalam pengembangan keahlian di bidang minyak dan gas bumi serta panas bumi. !idang ini meliputi : a. Sub !idang Pr&gram dan AAiliasi Pelatihan dan SertiAikasi b. Sub !idang Penyelenggaraan Pelatihan dan SertiAikasi %. Sek&lah 0inggi Energi dan ineral 'S0E . inyak dan 1as !umi saat ini dan ineral. S0E S0E 9Akamigas merupakan salah satu Lembaga Pendidikan 0inggi yang melaksanakan pendidikan di sekt&r kedepannya menyeluruh di se5t&r Energi dan Sumber Daya

didirikan sejak tahun 1,2) + 1,)) dengan menerapkan Pr&gram Dipl&ma P&la Langsung artinya pendidikan dilaksanakan selama tiga tahun se5ara terus: menerus. Sejak tahun 1,)) + 1,,, S0E menerapkan Pr&gram Dipl&ma !erjenjang artinya pendidikan dilaksanakan satu tahun setiap tingkat dipl&ma

kemudian lulus kembali ke unit kerja9 instansi9 perusahaan untuk bekerja selama satu tahun minimal kemudian dapat diusulkan untuk menempuh dipl&ma berikutnya. /eberadaan S0E dikukuhkan dengan persetujuan ENPAN N&mer: #%19 /.<ASPAN9791,,, tanggal 11 "anuari 1,,, dan direk&mendasi Dirjen Dikti Depdiknas serta /eputusan P0/ 'Perguruan 0inggi /edinasan.. Dengan berbekal penetapan tersebut serta rek&mendasi dari P7D 'Pusat Pengembangan P&liteknik dan Pr&gram Dipl&ma. N&mer: 12*.-9P7D9U:irC B$$9#**13 tanggal %* "uli #**1 dan selanjutnya dengan telah diterbitkannya Surat Persetujuan >perasi&nal $B. Dengan terbitnya /eputusan en.ESD N&mer: 11,2/92*9#**% tanggal ineral 12 >kt&ber #**% maka resmi Pendidikan Pr&gram Dipl&ma $B diintegrasikan menjadi Pendidikan Pr&gram Dipl&ma Sek&lah 0inggi Energi dan Permen.ESD ***%9#**73 tanggal 1 April #**7. 'Akamigas9S0E .. Dan dikukuhkan lagi dengan peraturan terbaru yaitu !idang ini meliputi: a. Sub !agian Administrasi Akademik dan /emahasis4aan b. Sub !agian Administrasi Umum dan /euangan -. !agian 0ata Usaha !ertugas memberikan pelayanan teknik dan administrasi kepada semua unsur dalam lingkungan bagian tata usaha. !agian ini terdiri dari : a. Sub bagian kepega4aian b. Sub bagian urusan rumah tangga 5. Sub bagian keuangan Adapun struktur &rganisasi di PUSD$/LA0 dapat dilihat pada lampiran. $1AS 6epu aret #**1 berdasarkan Surat /eputusan N&. 17* tahun #**1 tanggal # en.Diknas N&mer: -19 PN9#**# tanggal #1 @ebruari #**#3 P0/ Akamigas dapat menyelenggarakan Pr&gram Dipl&ma enteri Pertambangan dan Energi N&mer: 1*-# tahun 1,,, tanggal 1* "uni 1,,, maka Akamigas ditetapkan sebagai

1.#.%. Bisi dan misi PUSD$/LA0 1. Bisi enjadi Pusdiklat Sumber Daya #. isi

igas 6epu

igas yang selalu lebih maju dari yang terdepan melalui

anusia berkualitas yang menjunjung tinggi nilai:nilai luhur

dan yang bersinergi melalui &rganisasi m&dern. eningkatkan kemampuan Pemerintah3 Daya anusia. asyarakat dan Perusahaan inyak

dan 1as !umi menjadi lebih k&mpetitiA melalui peningkatan kualitas Sumber

1.#.-. 0ugas PUSD$/LA0

$1AS 6epu $1AS 6epu adalah sebagai pelaksana

0ugas p&k&k dari PUSD$/LA0 bumi.

tugas dibidang pengembangan tenaga perminyakan dan gas bumi serta panas

1.#.7. Sistem pemasaran hasil pr&duksi PUSD$/LA0 dikel&la &leh PE;0A $NA. PUSD$/LA0 meng&lah minyak mentah. Pr&duksi EP $B 6epu.

$1AS 6epu

Pemasaran dari Pertas&l 6A3 Pertas&l 6!3 Pertas&l 663 ker&sen dan s&lar $1AS 6epu hanya bertugas untuk inyak mentah disuplay &leh PE;0A $NA >perasi $1AS

;esidu dari hasil peng&lahan diserahkan kepada pihak PUSD$/LA0 6epuuntuk kemudian dipasarkan ke berbagai industri.

1.

L!ka"i Pabrik

PUSD$/LA0

$1AS 6epu berl&kasi di "l. S&r&g& N&.13 /elurahan

/arangb&y&3 /e5amatan 6epu3 /abupaten !l&ra3 Pr&pinsi "a4a 0engah3 dengan areal pertambangan seluas --7.-2* ? 1*2 m#. Ditinjau dari segi ge&graAis dan ek&n&mis3 l&kasi tersebut 5ukup strategis karena ada beberapa Aakt&r yang mendukung3 yaitu : a. Dekat dengan sumber bahan baku Dengan dekatnya l&kasi pabrik dengan lapangan minyak maka transp&rtasi menjadi lebih mudah dan biaya relatiA lebih murah. b. Dekat dengan sarana transp&rtasi Dekat dengan jalur kereta api dan jalan darat3 sehingga memudahkan transp&rtasi pemasaran pr&duk ke k&nsumen dan transp&rtasi bahan:bahan yang dibutuhkan. 5. Dekat dengan sumber air =aitu sungai !enga4an S&l&3 sehingga mudah memper&leh air yang digunakan sebagai penunjang pr&duksi baik pada musin penghujan maupun musim kemarau. d. 0erletak di perbatasan "a4a 0engah dan "a4a 0imur sehingga mempunyai daerah pemasaran yang luas. Lay&ut pabrik PUSD$/LA0 $1AS 6epu dapat dilihat pada lampiran.

BAB II U#IT P$#G%LA&A#

2.1. Uni' Di"'i(a"i A'm!")eri" Unit ini bertugas mengubah atau meng&lah minyak bumi menjadi pr&duk: pr&duk yang sesuai dengan spesiAikasi yang telah ditentukan dengan batas batas ek&n&mis. Unit distilasi atm&sAeris atau 6rude >il Distilati&n Unit yang disingkat 6DU di Pusdiklat EP 6epu. igas 6epu meng&lah minyak mentah dari berbagai sumur:sumur asing:masing minyak mentah mempunyai karakteristik yang berbeda: minyak di sekitar 4ilayah 6epu di ba4ah penga4asan Pertamina &perasi pr&duksi beda sehingga dalam peng&lahan memerlukan k&ndisi &perasi yang berbeda:beda. Seperti halnya minyak mentah yang terdapat di sumur:sumur minyak di daerah 6epu. inyak mentah dari lapangan /a4engan berjenis HPP> 'High P&ur P&int >il. dan bersiAat para:k Ainis sedangkan dari lapangan Led&k berjenis LPP> 'Light P&ur P&int >il. dan bersiAat napthenis. Untuk peng&lahannya dilakukan pen5ampuran antara keduanya dengan perbandingan )*D dari lapangan /a4engan dan %*D dari lapangan Led&k. /apasitas terpasang di kilang Pusdiklat igas adalah 2** m %9hari3 sedangkan kapasitas &perasinya men5apai %7* m%9hari3 namun ini dapat berubah sesuai permintaan dari pihak management. Adapun pr&duk yang dihasilkan dari 6DU Pusdiklat igas 6epu adalah: 1. Pertas&l #3 LA<S 'L&4 Ar&mati5 <hite Spirit. %3 dan LA<S #. /er&sin %. S&lar -. PH S&lar 'ParaAin Hidr&karb&n S&lar. 7. ;esidu

#.1.1. Peralatan pr&ses a. Heat E?5hanger HE berAungsi sebagai alat penukar panas antara minyak mentah yang akan masuk ke Aurna5e dengan residu yang akan masuk ke 5&&ler sehingga panas yang terkandung dalam residu dapat dimanAaatkan untuk menaikkan suhu minyak mentah dan beban Aurna5e menjadi lebih ringan. "enis HE yang digunakan adalah Shell and 0ube Heat E?5hanger3 yang berjumlah % buah disusun se5ara seri. b. @urna5e @urna5e merupakan dapur pemanas yang berAungsi untuk memanaskan minyak mentah sampai suhu tertentu. Di sini maksimal suhu yang diperb&lehkan adalah %7*&63 karena bila lebih dari %7*&6 dapat terjadi pr&ses 5ra5king atau rengkahan yang besar pada minyak bumi tersebut. "umlah Aurna5e di kilang Pusdiklat igas 6epu ada - buah yang dipasang se5ara paralel. 0iga buah di&perasikan untuk memanaskan minyak mentah dan 1 buah untuk 5adangan3 yang baru di&perasikan bila salah satu Aurna5e terjadi kerusakan. "enis Aurna5e yang digunakan adalah tipe b&? dengan dinding terbuat dari batu tahan api berlapis dua untuk menghindari adanya kehilangan panas. @urna5e ini terdiri dari # bagian utama3 yaitu: 1. ;uangan ;adiasi Dalam ruangan ini pipa:pipa yang berisi minyak mentah terkena panas se5ara langsung dari dinding yang dilapisi reArakt&ris. Pipa:pipa tersebut susunannya dibuat Eig:Eag untuk memaksimalkan k&ntak panas. #. ;uangan /&nFeksi Dalam ruangan ini pipa:pipa yang berisi minyak mentah terkena panas k&nFeksi di mana gas panas mengalir melalui 5elah:5elah pipa. !ahan bakar yang digunakan dalam Aurna5e adalah Auel &il 'residu.3 Auel gas dan juga steam. Sehingga sistem pembakaran yang digunakan adalah sistem pembakaran dengan steam untuk at&miEing 'pengkabutan. dengan maksud untuk membuat kabut minyak bakar agar minyak bakar mudah berk&ntak dengan > # sehingga mudah terbakar. ># diambil dari udara sekitar se5ara alamiah

1*

berdasarkan perbedaan tekanan dalam ruang pembakaran. Pengambilan se5ara alamiah ini dengan 5ara mengatur stack damper furnace. 5. EFap&rat&r EFap&rat&r berAungsi sebagai alat pemisah antara Araksi ringan dan Araksi berat yang ter5ampur di dalam minyak mentah dengan 5ara penguapan yang sebelumnya telah mendapat pemanasan di dalam Aurna5e. @raksi ringan di sini berbentuk uap dan Araksi berat berbentuk 5air. @ase uap akan keluar melalui bagian pun5ak eFap&rat&r sebagai 5ampuran minyak bumi sedangkan Aase 5air keluar melalui bagian dasar eFap&rat&r sebagai residu. EFap&rat&r di kilang Pusdiklat igas 6epu terdapat 1 buah dan dipasang Fertikal. Untuk memudahkan pemisahan dengan 5ara penguapan maka dapat disuntikkan steam dari bagian ba4ah eFap&rat&r. Penyuntikan steam ini berAungsi untuk menurunkan tekanan parsial k&mp&nen:k&mp&nen hidr&karb&n sehingga penguapan lebih mudah. d. /&l&m @raksinasi /&l&m Araksinasi berAungsi untuk memisahkan Araksi:Araksi yang terdapat pada Aase uap yang berasal dari bagian pun5ak eFap&rat&r dan menara stripper3 di mana prinsip dasar pemisahannya menurut titk didih pada tekanan 1 atm&sAer. Untuk membantu pr&ses pemisahan3 pada bagian ba4ah k&l&m diinjeksikan steam. Hal ini untuk menurunkan tekanan parsial dari Araksi:Araksi minyak bumi sehingga didapat titik didih yang rendah. "umlah menara Araksinasi di kilang Pusdiklat 1. igas 6epu ada # buah3 yaitu: enara Araksinasi 6:1A dengan jumlah plate #1 buah. Umpan untuk Araksinat&r 6:1A adalah Araksi ringan yang berupa Aase uap yang keluar dari bagian pun5ak eFap&rat&r dan menara stipper 6:%3 6:-3 serta 6:7. Untuk membantu terjadinya k&ntak antara Aase uap dan Aase 5air serta menstabilkan suhu di pun5ak menara maka dimasukkan reAluk Naphta pada bagian atas menara. Hasil pun5ak keluar berupa Aase uap dan diumpankan ke Araksinat&r 6:# dan hasil ba4ah berupa Aase 5air dan dikeluarkan sebagai PH S&lar. Hasil side stream

11

diambil sebagai pr&duk Pertas&l 66 dan ada yang diumpankan ke menara stripper 6:% dan 6:-. #. enara Araksinasi 6:# dengan jumlah plate 12 buah. Umpan diambil dari hasil atas 'pun5ak. Araksinat&r 6:1A yang berupa Aase uap. Hasil atas Araksinat&r 6:# adalah Aase uap yang berupa uap Pertas&l 6A dan hasil ba4ah Aase 5air yang keluar sebagai naphta yang kemudian digunakan untuk reAluk pada k&l&m 6:1 .Dan hasil side stream dari Araksinat&r 6:# dikeluarkan sebagai Pertas&l 6!. e. Stripper Alat ini berAungsi untuk menguapkan Araksi ringan yang masih terkandung di dalam Araksi berat. Untuk memudahkan penguapan3 dari bagian ba4ah stipper disuntikkan steam. /&l&m stripper di kilang Pusdiklat igas 6epu adalah: 1. ;esidu Stripper '6:7. dengan jumlah plate 2 buah. ;esidu Stripper '6:7. berAungsi untuk menguapkan kembali Araksi: Araksi ringan yang terkandung dalam pr&duk residu sebagai hasil ba4ah eFap&rat&r3 sehingga terpisah sebagai Aase uap keluar dari pun5ak stripper dan kemudian diumpankan ke k&l&m Araksinasi 6:1A. Sedangkan hasil ba4ah stripper keluar sebagai residu. #. S&lar Stripper '6:-. dengan jumlah plate 2 buah. S&lar Stripper '6:-. berAungsi untuk menguapkan kembali Araksi ringan yang masih ada dalam pr&duk s&lar sehingga terpisah sebagai Araksi ringan yang berupa uap dan keluar dari hasil pun5ak stripper kemudian masuk kembali ke k&l&m Araksinasi 6:1A. Sedang Araksi berat yang berupa 5air keluar dengan hasil ba4ah stripper sebagai pr&duk s&lar. %. /er&sin Stripper '6:%. dengan jumlah plate ) buah. /er&sin Stripper '6:%. berAungsi untuk menguapkan kembali Araksi ringan yang masih terkandung dalam pr&duk ker&sin3 sehingga terpisah menjadi Araksi berat dan Araksi ringan. @raksi ringan berupa uap yang keluar dari hasil pun5ak stripper dan masuk kembali ke k&l&m Araksinasi 6:1A. Sedang hasil ba4ah stripper keluar sebagai ker&sin.

1#

A. /&ndens&r /&ndens&r berAungsi untuk mengembunkan uap yang keluar dari pun5ak k&l&m Araksinasi. Di dalam 5&ndens&r terjadi perubahan Aase3 yaitu dari Aasa uap ke Aase 5air dengan bantuan air sebagai media pendingin yang mele4ati tube sedangkan uap Araksi ringan mele4ati shell. Di Pusdiklat 5&ndens&r3 yaitu 6N:1 s.d. 6N:1#. g. 6&&ler Cooler berAungsi untuk menurunkan temperatur atau mendinginkan pr&duk: pr&duk minyak yang keluar dari k&l&m Araksinasi3 k&l&m stripper3 heat e?5hanger maupun 5&ndens&r dengan air sebagai media pendingin sampai suhu yang dikehendaki tanpa adanya perubahan Aase. Adapun jenis 5&&ler jenis 5&&ler yang digunakan adalah Box Cooler dimana terdapat 5&il sebagai tempat mengalirkan 5airan panas yang akan didinginkan3 sedangkan media pendingin digunakan air yang berada di dalam b&?. h. Separat&r Separator berAungsi untuk memisahkan air pr&duk minyak bumi dan gas yang terikut dalam pr&duk berdasarkan perbedaan densitas. Air mempunyai densitas yang lebih besar dibanding i. P&mpa @ungsi p&mpa di kilang adalah untuk mengalirkan 5airan dari suatu tempat ke tempat lainnya. P&mpa yang digunakan adalah jenis p&mpa re5ipr&5ating 't&rak. dengan menggunakan penggerak berupa uap air 'steam. dan p&mpa 5entiAugal dengan penggerak m&t&r listrik. Penggunaan p&mpa menurut Aungsinya adalah sebagai berikut: 1. P&mpa Umpan 'Aeed. Digunakan untuk mem&mpa umpan yang berupa 5rude &il 'minyak mentah. dari tempat penampungan ke kilang. #. P&mpa ;eAlu? P&mpa ini digunakan untuk mem&mpa gas&line reAlu? ke k&l&m 6:1 dan k&l&m 6:#. minyak3 dengan demikian akan mudah untuk dipisahkan dengan jalan mengalirkannya melalui bagian ba4ah separat&r. igas 6epu ada 1# buah

1%

%. P&mpa @uel >il Digunakan untuk mem&mpa bahan bakar minyak 'Auel &il. ke dapur9Aurna5e dan b&iler. -. P&mpa pr&duksi dan Distribusi Digunakan untuk mem&mpa pr&duk dari satu tangki ke tangki yang lain.

#.1.#. Uraian pr&ses pr&duksi Pr&ses peng&lahan minyak bumi di Pusdiklat adalah sebagai berikut: inyak mentah dari lapangan minyak sekitar 6epu antara lain Ngl&b& dan /a4engan setelah memenuhi persyaratan dip&mpakan dari tangki penampung menuju eFap&rat&r yang sebelumya dile4atkan heat e?5hanger dan Aurna5e terlebih dahulu. Di dalam HE minyak mentah mengalami pemanasan a4al dengan memanAaatkan panas yang berasal dari residu stripper dan s&lar stripper. ;esidu masuk HE pada suhu %**&6 dan keluar pada suhu 1#*&6. inyak mentah masuk HE pada suhu %*&6 dan keluar pada suhu 1*7&6. Setelah dari HE minyak mentah kemudian dimasukkan Aurna5e untuk mendapat pemanasan lebih lanjut3 sehingga keluar pada suhu %%*&6. inyak mentah dari Aurna5e kemudian dimasukkan dalam eFap&rat&r untuk dapat dipisahkan antara Araksi berat dan Araksi ringannya. Untuk memudahkan pemisahannya disuntikkan steam dari bagian ba4ah eFap&rat&r. Hasil pun5ak eFap&rat&r berupa uap 'Araksi ringan. yang selanjutnya dimasukkan ke dalam k&l&m Araksinasi 6:1A. Hasil atas eFap&rat&r ini merupakan 5ampuran dari Araksi: Araksi s&lFent 'pertas&l.3 /er&sin3 S&lar dan PH S&lar. Sedangkan pr&duk ba4ah eFap&rat&r berupa 5airan 'Araksi berat. yang kemudian masuk dalam residu stripper 6:7. Di dalam 6:7 terjadi pemisahan Araksi ringan yang terba4a &leh residu. @raksi ringan yang terpisah akan keluar sebagai hasil pun5ak 6:7 dan masuk 6: $1AS 6epu se5ara gl&bal

1-

1A3 sedangkan pr&duk ba4ah masuk HE untuk dilepaskan panasnya lalu dile4atkan 5&&ler agar dingin dan ditampung dalam tangki penampung. Hasil pun5ak dari k&l&m Araksinasi 6:1A berupa uap pertas&l yang diumpankan kembali ke k&l&m 6:# untuk dipisahkan menjadi s&lFent ringan 'Pertas&l #.3 s&lFent sedang 'LA<S %.. Uap Pertas&l 6A yang keluar melalui t&p k&l&m 6:# di5airkan di k&ndens&r3 dan didinginkan di 5&&ler terus ke separat&r lalu masuk ke tangki penampung pr&duk Pertas&l 6A.
Dari side stream k&l&m 6:# diambil sebagai pr&duk pertas&l 6! dan bottom k&l&m 6:# diambil sebagai Naphta kemudian di reAluk pada k&l&m Araksinasi 6:1. Pr&duk pertas&l 6! dari side stream dimasukkan ke 5&&ler3 separat&r3 kemudian ke tangki penampung Pertas&l 6!. Pada k&l&m Araksinasi 6:1 side stream paling atas k&l&m 6:1 diambil pr&duk Pertas&l 663 kemudian masuk ke 5&&ler3 separat&r kemudian ketangki penampung Pertas&l 66. Sedangkan side stream bagian tengah k&l&m 6:1 dimasukkan ke dalam stripper ker&sine '6:%.. Hasil atas stripper ker&sin dikembalikan ke menara Araksinasi 6:13 sedangkan hasil ba4ah stripper berupa pr&duk ker&sin yang kemudian dimasukkan ke 5&&ler untuk pendinginan3 lalu dipisahkan kandungan airnya di separat&r. Setelah terpisah3 pr&duk ker&sin di masukkan ke dalam tangki penampung ker&sine. Side stream paling ba4ah k&l&m 6:1 dimasukkan ke dalam stripper s&lar ' 6:- . . Hasil pun5ak 6:- dikembalikan ke menara Araksinasi 6:1 3sedangkan hasil ba4ah 6:- diambil sebagai pr&duk s&lar. Dari hasil ba4ah stripper3 s&lar selanjutnya dile4atkan HE:1 untuk mengalami peristi4a penukaran panas3 kemudian didinginkan di 5&&ler dan dipisahkan airnya di separat&r lalu disimpan di tangki penampung. Sedangkan PH S&lar merupakan Pr&duk ba4ah dari k&l&m Araksinasi 6:1. PH S&lar merupakan bahan baku di pabrik lilin. PH S&lar setelah disimpan di tangki penampung kemudian dip&mpakan ke pabrik lilin9<a? Plant untuk di pr&ses lebih lanjut. Dari bagian Crude Distilation Unit '6DU. Pusdiklat $1AS 6epu ini se5ara keseluruhan dihasilkan pr&duk:

1. Pertas&l 6A3 Pertas&l 6!3 Pertas&l 66 yang semuanya digunakan sebagai pelarut. #. /er&sin untuk minyak lampu atau bahan bakar 'k&mp&r.. %. S&lar untuk dahan bakar diesel. -. ;esidue untuk bahan bakar pada industri. 7. PH S&lar untuk umpan9bahan baku wax plant9 pabrik lilin.

2.2. Uni' Pr!duk"i Ma(am *+a, P(an'Unit 4a? plant merupakan unit peng&lahan paraAin s&lar 'PH S&lar. menjadi malam batik. Pr&duk utama unit ini adalah malam batik dan sampingannya adalah

17

A @ilter >il 'A@>. yang dipakai sebagai 5ampuran minyak bakar dan sebagai bahan pen5elup serat karung g&ni.

#.#.1. Alat Pendukung Pr&ses Pr&duksi a. 6hiller

alam '<a?.

erupakan alat pendingin PH S&lar yang keluar dari kilang. Alat ini merupakan penukar panas jenis d&uble pipe. Pipa bagian luar merupakan saluran pendingin dengan air sebagai media pendingin sedang pipa bagian dalam merupakan saluran bahan yang akan didinginkan. 6hiller terdiri dari 1# pipa yang dipasang sejajar dan bertingkat enam. b. @ilter Press Alat ini berAungsi untuk memisahkan kristal 4a? dari kandungan minyaknya dengan 5ara memberi tekanan yang berasal dari umpan yang dip&mpakan. @ilter press terdiri dari plate dan Arame plat yang merupakan pelat baja yang berbentuk bujur sangkar dengan lubang:lubang ke5il. Pada setiap plate dipasang kain penyaring sehingga sla5k 4a? terjaring diantara kedua plate. Sedang Arame merupakan bingkai baja yang pada bagian tepinya dibuat lubang ke5il sebagai tempat menyalurkan Ailtrat. 5. S5re4 6&nFey&r Screw Conveyor digunakan untuk mend&r&ng hasil kristal 4a? dari bagian ba4ah Ailter press ke dalam tangki penampung. d. 0angki S4eater 0angki sweater bertugas untuk memisahkan s4eat 4a? dari kandungan minyak dengan 5ara pengeringatan 'S4eating.3 alat ini disebut juga Allan St&Fe 'A S.. 0angki ini berbentuk silinder tegak yang di dalamnya dibagi atas ) ruang dan dipasang 17 5&il masing:masing ruang yang berAungsi untuk pendinginan maupun pemanasan tergantung bahan yang mengalir di dalamnya. Umpan masuk dari atas dan akan mengisi ruangan yang paling ba4ah terlebih dahulu dan kemudian ke &re

12

ruangan yang di atasnya. Air masuk dari bagian ba4ah dan mengalir di dalam 5&il:5&il. e. Pengaduk Pengaduk berAungsi sebagai sarana pen5ampuran 5lay dengan minyak dalam pr&ses treating dari s4eat 4a?. A. 0angki 0angki:tangki berAungsi sebagai penampung bahan baku dan pr&duk. Pada setiap tangki dilengkapi dengan 5&il:5&il pemanas agar k&ndisi &perasi dapat dijaga. g. P&mpa P&mpa digunakan untuk mengalirkan bahan baku pr&duk dan air pendingin. Ada % jenis p&mpa yang digunakan3 yaitu: 1. 6entriAugal pump Digunakan untuk mem&mpakan air pendingin yang akan masuk kedalam 5hiller dan S4eater tank. #. ;e5ipr&5ating pump Digunakan untuk mem&mpakan PH S&lar yang akan masuk ke dalam 5hiller dan hasil pr&duksi serta l&ading 'pengisian.

%. Plunger pump Digunakan untuk mem&mpakan slurry yang berasal dari 5hiller kedalam Ailter press. h. Pan9L&yang Pan adalah alat yang digunakan untuk men5etak malam '4a?. yang keluar dari Ailter press pada pr&ses treating.

#.#.# Uraian pr&ses Empat tahapan peng&lahan PH S&lar menjadi malam '4a?. adalah sebagai berikut:

1)

a. Pr&ses De4a?ing Pr&ses dewaxing bertujuan untuk memisahkan kandungan minyak dengan 5ara pendinginan. Pertama:tama PH S&lar dimasukkan dalam tangki penampungan kemudian dip&mpakan ke dalam 5hiller. Di dalam 5hiller terjadi pendinginan. Setelah melalui 5hiller maka kristal 4a? dimasukkan dalam tangki penampung3 kemudian dip&mpakan ke Ailter press. !agian yang tertahan pada kain penyaring dinamakan Sla5k <a? dan Ailtratnya adalah A @ilter >il 'A@>.. Sla5k <a? dib&ngkar dalam 2 jam didiamkan. Hal ini agar sla5k 4a? dalam keadaan maksimal untuk diambil dan A@>:nya sudah habis. /emudian sla5k 4a? ditampung di dalam tangki penampung. Untuk mempermudah pengangkutan ke tangki digunakan alat bantu s5re4 5&nFey&r. Di dalam tangki sla5k 4a? menjadi bentuk 5ake3 kemudian di5airkan untuk mempermudah dalam perp&mpaan. b. Pr&ses s4eating Dalam pr&ses sweating terjadi pemisahan sla5k 4a? dari kandungan minyak dengan 5ara pengeringatan 's4eating.. Sla5k 4a? dari tangki penampung dip&mpakan ke A S. Sla5k 4a? di dalam A S didinginkan selama # hari. Untuk pr&ses pengeringatan dibantu &leh steam. Suhu di A S diatur agar naik *37&69 jam. S4eat 4a? bersuhu di atas 7(&6. Sedangkan hasil lain dari A S adalah ;e5y5le Hight @&&ts >il 'H@H. dan Light @&&ts >il 'L@H.. H@H dikeluarkan dan diumpankan kembali ke dalam A S3 sedangkan L@H di5ampur dengan PH S&lar sebagai umpan masuk 5hiller. 5. Pr&ses 0reating Sweat wax hasil dari A S dimasukkan dalam tangki penampung3 kemudian dip&mpakan ke dalam pengaduk 'agitat&r.. Di dalam agitat&r juga ditambahkan udara tekan dan natural 5lay. 0etapi jika s4eat 4a? sudah masuk spesiAikasi3 dalam pr&sesnya hanya s4eat 4a? yang dile4atkan ke dalam agitat&r. Hasil dari agitat&r kemudian langsung masuk dalam pr&ses m&ulding. d. Pr&ses &ulding Pada pr&ses ini terjadi pen5etakan 4a?. 6aranya yaitu dengan menyalurkan hasil dari agitat&r melaui pipa:pipa ke dalam pan:pan pen5etak 4a?. Pan disusun

1(

dari atas ke ba4ah3 kemudian 4a? diisikan dari pan paling atas. Setelah pan atas penuh maka 4a? akan mengalir ke pan ba4ahnya begitu seterusnya sampai seluruh pan penuh. /emudian 4a? didiamkan selama 1 hari. Setelah sehari3 4a? diambil dari 5etakan dan dimasukkan dalam karung3 kemudian ditimbang dan siap untuk dipasarkan.

2. . Lab!ra'!rium Lab&rat&rium merupakan sarana yang sangat penting dalam sebuah industri. !egitu pula dengan lab&rat&rium yang ada di Pusdiklat agar sesuai dengan spesiAikasi yang diberikan &leh Dirjen Dengan 1. #. %. -. 7. 2. Aungsinya tersebut diatas lab&rat&rium menjalankan tugas3 antara lain : elakukan pengujian kualitas minyak 'minyak bumi dan pr&duk: pr&duknya. dari unit destilasi3 baik rutin maupun n&n rutin. elakukan pemeriksaan kualitas 4a? 'umpan dan pr&duk:pr&duknya. dari unit 4a? plant3 baik rutin maupun n&n rutin. elakukan pemeriksaan kualitas bahan kimia yang digunakan dalam pr&ses treatment dari unit destilasi dan utilities. elakukan pemeriksaan kualitas air3 baik air untuk keperluan pr&ses maupun untuk kepeluan n&n pr&ses 'rumah tangga.. elayani permintaan pengujian 5&nt&h dari unit lain dan mitra kerja. elakukan penelitian:penelitian dalam skala lab&rat&rium untuk penyelesaian suatu masalah dan pengembangan p&tensi. Lab&rat&rium minyak dibagi lagi menjadi : 1. Lab&rat&rium minyak rutin #. Lab&rat&rium minyak n&n rutin %. Lab&rat&rium analisa air igas. sarana peng&lahan igas 6epu. Lab&rat&rium ini bertugas untuk memeriksa kualitas pr&duk dari minyak bumi

1,

#.%.1. Lab&rat&rium

inyak ;utin

1. !ertugas melakukan pengujian 5&nt&h rutin minyak dari unit destilasi dan 4a? dari unit 4a? plant dan menyusun lap&ran sementara data hasil pengujian. #. Lab&rat&rium minyak rutin ber&perasi selama #- jam dan dalam pelaksanaannya dibagi menjadi % 'tiga. shiAt. Pengujian yang dilakukan : a. SpesiAi5 1raFity Spesific gravity adalah perbandingan densitas minyak dengan densitas air pada suhu tertentu '2*&@92*&@. atau dalam metri5 '17917&6.. 0ujuan : 1. Untuk mengk&nFersi dari berat ke F&lume atau sebaliknya. #. /ebutuhan untuk men5ari material balan5e. %. et&de Alat : AS0 engetahui jenis pr&duk termasuk dalam Araksi apa. D:1#,(

: Hydr&meter3 gelas ukur3 dan term&meter standar dimasukkan dalam sampel3 pada

Cara kerja : Sampel dimasukkan dalam gelas ukur3 kemudian temperatur sampel diukur. Setelah itu hydr&meter temperatur tersebut dapat diketahui spesiAi5 graFity dari hasil pemba5aan pada hydr&meter. /emudian dik&nFersi ke S.1 2*92*&@. Hasil S.1. 2*92*&@ abs&lute langsung dapat diba5a di table 71 !3 dan didapat terk&reksi. b. <arna 0ujuan et&de Alat : Untuk mengetahui 4arna dari pr&duk minyak bumi : AS0 D:17** untuk minyak berat dan 4a? $P:1) untuk s&lFent dan ker&sin : L&Fib&nd 0int&meter cara kerja : Sampel ditempatkan dalam tabung dan tabung yang lain diisi aGuadest. /emudian keduanya dikenai 5ahaya lalu dibandingkan. <arna standar diubah:ubah disesuaikan dengan 4arna sampel. Setelah diper&leh 4arna yang sama kemudian diba5a pada skala penunjuk. 5. @lash P&int '0itik Nyala. S.1 2*92* &@

#*

Flash point adalah suhu terendah di mana uap minyak dan pr&duknya dalam 5ampurannya dengan udara akan menyala kalau terkena api pada k&ndisi tertentu atau dapat menyambar saat dile4atkan api ke5il di atasnya dalam 4aktu sekejap. 0ujuan et&de Alat : Untuk mengetahui Alash p&int pr&duk minyak bumi 'S&lar3 @uel : AS0 D:,%3 AS0 D:,#3 AS0 D:72 &il. yang berguna untuk keamanan dan aspek teknis mesin. : P 663 6>63 0ag 6l&seter

Cara kerja : Sampel dimasukkan dalam 5up yang dilengkapi therm&meter3 kemudian dipanaskan dengan heater. Pada suhu tertentu api penguji diarahkan pada permukaan sampel. Uap yang terkena api penguji akan menyala dalam 4aktu sekejap. 0emperatur terendah dimana api menyala itulah yang disebut Alash p&int. Untuk pengujian Auel &il 'residu. dan gas &il 's&lar. maka dilakukan dengan alat P 66. Pada saat pengujian 5up dalam keadaan tertutup. Setiap kenaikan 7&@ api penguji diarahkan pada permukaan sampel. Saat uap sampel tersambar api pertama kali dinyatakan sebagai Alash p&int. Alat 6>6 digunakan untuk menguji Alash p&int pelumas3 !>D3 PH S&lar. Alat ini 5upnya terbuka dan tidak dilengkapi pengaduk. 6ara kerjanya sama denganP 66. Untuk pengujian Alash p&int pada ker&sin dipakai 0ag 6l&seter3 dimana 5up dalam keadaan tertutup dan setiap kenaikan # &@ diperiksa apakah uap sampel telah tersambar api atau belum. d. Bisk&sitas ;ed4&&d 1 0ujuan et&de : Untuk menentukan Fisk&sitas dari pr&duk minyak bumi. : $P:)*

Cara kerja : Sampel diambil dengan F&lume tertentu3 kemudian ditempatkan dalam &il 5up. Di sekitar &il 5up diisi air. Air dipanaskan dan se5ara &t&matis juga memanaskan minyak. Suhu air dan sampel pada suatu saat harus sama. Setelah sama sejumlah sampel dialirkan dan diukur 4aktu pengalirannya 'dt.. e. Bisk&sitas /inematik 0ujuan et&de : Untuk menentukan Fisk&sitas pr&duk minyak bumi. : AS0 D:--7

#1

Cara kerja : Sampel diambil dengan F&lume tertentu3 kemudian ditempatkan dalam Fis5&meter tube dan temperatur disesuaikan dengan temperatur pemeriksaan. Sampel dialirkan melalui kapiler dan di5atat 4aktu pengalirannya 'dalam dt.. /emudian dik&nFersikan dalam 5st 'mm #9s.3 dan mengalikan 4aktu alir dengan Aakt&r kalibrasi Fis5&meter yang digunakan. A. Distilasi 0ujuan et&de : engetahui trayek titik didih dari beberapa pr&duk minyak. D:(2 : AS0

Cara kerja : 1** ml sampel diuapkan dengan pemanas. Uap yang terjadi dile4atkan k&ndens&r untuk dik&ndensasikan sampai terjadi tetesan. Pemba5aan temperatur dilakukan setiap kenaikan 1*D F&lume k&ndensat. Saat tetesan pertama disebut $nitial !&iling P&int '$!P. dan saat tidak ada uap yang berasal dari pemanasan sampel maka suhu akan men5apai maksimum lalu turun dan di5atat sebagai @inal !&iling P&int '@!P. atau End P&int 'EP.. g. <ater 6&ntent 0ujuan : enentukan kadar air yang terkandung &leh minyak dengan jalan penyulingan Eat memakai pelarut xylene toluene dan destilat free water yang tidak ber5ampur dengan air 'reAluk.. et&de : AS0 D:,7 Cara kerja : 1** ml sampel dimasukkan dalam tabung lalu ditambahkan 1** ml pelarut. /emudian dipanaskan3 minyak akan menguap dan mengalami k&ndensasi. Uap minyak yang terkena k&ndensasi akan berubah menjadi 5air dan menetes. !ila tempat menetes 5airan telah penuh3 maka minyak akan kembali masuk ke dalam tabung sehingga jumlah air dapat dihitung. h. Aniline P&int !niline point adalah suhu terendah dimana bahan bakar dan aniline memiliki F&lume yang sama dan dapat h&m&gen. 0ujuan : 1. #. enentukan suhu terendah saat ber5ampurnya Aniline dengan sampel . engetahui se5ara kualitatiA jenis hidr&karb&n yang ada dalam pr&duk.

##

et&de : AS0

D:211

Cara kerja : Sampel di5ampur dengan Anilin dengan perbandingan 1:1. /emudian ditempatkan dalam tabung dan dipanaskan sambil diaduk agar h&m&gen. Setelah h&m&gen3 didinginkan sampai terpisah kembali. Suhu di saat 5ampuran terpisah disebut Aniline P&int. i. Sm&ke P&int Smoke pont adalah titik nyala maksimal 'tertinggi. dalam mm dimana pr&duk minyak dapat terbakar tanpa timbul asap. 0ujuan : 1. Untuk mengetahui siAat kebersihan /er&sin 'pr&duk yang diana lisa.. #. Untuk mengetahui siAat stabilitas penyalaan.

Me'!de

. ASTM D/1 22

Cara kerja : Sampel dimasukkan dalam tabung yang dilengkapi sumbu dan dinyalakan. /emudian diatur:atur sehingga api tersebut tidak menimbulkan asap. Harga Sm&ke P&int dapat dilihat pada dinding alat. j. 6&pper Strip 0ujuan et&de : Untuk mengetahui siAat k&r&siAitas pr&duk minyak bumi terhadap : AS0 D:1%* 6u 'tembaga. Cara kerja : /epingan 6u dibersihkan dengan serbuk besi kemudian di5elupkan ke dalam Hb&mbI dan dipanaskan di 4ater bath selama % jam dengan suhu 7*&6. Setelah dipanaskan3 6u diambil dari dalam tabung dan di5u5i. /emudian3 dibandingkan dengan Standart AS0 6&pper Strip Standart.. k. P&ur P&int '0itik 0uang. "our point adalah titik terendah dimana minyak masih dapat mengalir. 0ujuan : Untuk memudahkan pendistribusian minyak. D:1%* 'AS0

Metode

: ASTM D-97

#%

Cara kerja

: Sampel diambil dengan jumlah tertentu3 lalu dipanaskan

kemudian3 didinginkan. Pada setiap penurunan 7&@ diperiksa apakah minyak masih dapat mengalir3 dengan 5ara memiringkan -7& dari arah Fertikal. Pada saat dimiringkan -7& minyak sudah tidak mengalir3 kemudian ditambah 7 &@ 'Aakt&r k&reksi. di5atat sebagai harga P&ur P&intnya.

2. .2. Lab!ra'!rium Minyak #!n 0u'in


Lab&ra&rium minyak n&n rutin bertugas melakukan pengujian 5&nt&h n&n rutin minyak dari unit destilasi dan 4a? dari unit 4a? plant dan 5&nt&h bahan kimia yang digunakan dalam pr&ses treating minyak serta 5&nt&h minyak dari unit lain dan mitra kerja. Selain itu juga digunakan untuk melakukan per5&baan: per5&baan dalam suatu penelitian minyak.

2. . . Lab!ra'!rium Ana(i"a Air


Lab&rat&rium analisa air bertugas melakukan analisis 5&nt&h air3 baik air untuk keperluan pr&ses maupun n&n pr&ses 'rumah tangga. dan 5&nt&h bahan kimia yang digunakan untuk peng&lahan air. Selain itu juga untuk melakukan per5&baan:per5&baan penelitian yang berhubungan dengan pr&ses peng&lahan air. Analisis yang dilakukan : a. pH 0ujuan Alat : Untuk mengetahui keasaman atau kebasaan dari air. : pH meter elektr&magnetik.

Cara kerja : Air yang akan dianalisa dimasukkan ke dalam beaker glass elektr&de di5elupkan ke 5&nt&h3 kemudian dimasukkan dalam pH meter. PH dapat diba5a bila pH meter menunjukkan angka yang k&nstan. b. "umlah /esadahan 0&tal

#-

0ujuan Cara kerja

: Untuk mengetahui derajat kesadahan t&tal '&DH.. : 1** ml sampel dimasukkan dalam erlenmeyer3 kemudian 'Eri&5hr&m !la5k 0. lalu dititrasi

ditambahkan buAAer dan indikat&r E!0 "erhitungan 5. 0&tal Alkali 0ujuan

dengan larutan ED0A sampai ter5apai titik ekiFalen. : 0&tal Hardness = 1***91** ? 5 ? &DH

dimana 5 J banyaknya ml larutan ED0A yang diperlukan untuk titrasi. : Untuk mengetahui ani&n:ani&n karb&nat3 bikarb&nat dan

hidr&ksida yang dinyatakan dalam ppm 'mg9L. 6a6>%. Cara kerja : 1** ml sampel dimasukkan ke dalam erlenmeyer3 kemudian ditambah indikat&r "erhitungan > ' etil >range. dan dititrasi dengan H6l *31 N sampai 4arna berubah menjadi merah. : Digunakan rumus: N1 ? B1 J N# ? B# 0&tal alkali dinyatakan dengan ppm 6a6>% d. 0urbidity 0ujuan : Untuk mengetahui tingkat kekeruhan di dalam air yang dinyatakan dalam satuan N0U.

Alat

: Nephelometer

Cara kerja : Alat distandarisasi dengan larutan 'air. khusus yang nilainya 1 N0U. Setelah distandarisasikan maka air dimasukkan dalam kuFet yang telah disediakan. Lalu kuFet dimasukkan dalam Nephel&meter. Angka turbidity dapat diba5a setelah hasil atau angka menunjukkan k&nstan. e. 0&tal S&lid 0ujuan Cara kerja didinginkan : Untuk mengetahui adanya kandungan s&lid yang terdapat dalam : 6a4an p&r5elin bersih dan kering dipanaskan kemudian lalu ditimbang sebagai berat 5a4an k&s&ng. /emudian 5a4an air dengan jalan menguapkan air pada F&lume tertentu sampai kering.

diisi air 'sampel.. Lalu dipanaskan dalam drying &Fen pada suhu 1** &6

#7

sampai kering. Setelah kering 5a4an didinginkan dalam eksikat&r lalu 5a4an ditimbang sampai diper&leh berat k&nstan. Selisih antara berat 5a4an itulah yang disebut berat padatan t&tal. "erhitungan : 1***9ml 5&nt&h ? mgr 'selisih timbangan. A. AktiA 6hl&r 0ujuan dalam air. Cara kerja : 1* ml sampel ditambahkan dengan larutan >rth& 0h&ulidine3 kemudian dimasukkan ke dalam suatu alat yang disebut L&Fib&nd #*** untuk diukur kandungan 6hl&rnya. g. / n>- Number : Untuk mengetahui adanya kandungan 6hl&r yang terdapat di

Tujuan

: Untuk mengetahui kandungan zat organik yang terdapat

di dalam contoh
Cara kerja : 1** ml sampel ditambah H#S>- -N sebanyak 7 ml dan diberi / m>- *3*1N sebanyak 1* ml. /emudian dipanaskan3 1* menit tepat setelah mendidih larutan ditambah 1* ml 6#H#>- *3*1N. /emudian dititrasi dengan / n>- *3*1N sampai ter5apai titik ekiFalen '4arna ungu muda.. "erhitungan : gram Eat / n>- number J '1*8a. ? A : 1* ? 1***91** ? *3*1 ? %132 dimana : a J banyaknya ml / n>- *3*1N yang diperlukan untuk titrasi A J Aakt&r k&reksi Untuk mendapatkan hasil uji yang tepat dan teliti3 dalam pelaksanaan pengujian yang dilakukan selalu menga5u pada met&de standar. yang digunakan di unit lab&rat&rium &perasi antara lain : 1. AP$ 'Ameri5an Petr&leum $nstitute. #. AS0 'Ameri5an S&5iety A&r 0esting and aterials. %. $P '0he $nstitute &A Petr&leum. -. SN$ 'Standar Nasi&nal $nd&nesia. 7. U>P 'UniFersal >il Pr&du5t. et&de standar

#2

BAB III UTILITAS

Utilitas merupakan bagian dari suatu pabrik yang bertujuan menyediakan baha:bahan pembantu pr&ses sebagai saran untuk memperlan5ar pr&ses &perasi di kilang dan di 4a? plant dan keperluan lainnya. Sebagai pr&ses kegiatan ini meliputi: 1. Penyediaan air industri atau air minum #. Penyediaan steam atau uap bertekanan %. Penyediaan udara bertekanan -. Penyediaan gas alam 7. Penyediaan bahan bakar 2. Penyediaan tenaga listrik ). Penyediaan 0elk&m

.1.

P!1er P(an' P&4er plant adalah suatu unit di Pusdiklat igas yang menangani

penyediaan tenaga listrik. Unit ini sangat penting karena tidak hanya di unit kilang tetapi juga digunakan di PE;0A $NA. Sebagai pembangkit tenaga listrik p&4er plant menggunakan pembangkit tenaga listrik tenaga Diesel dengan pertimbangan teknis: a. !ahan bakar yang dipakai adalah S&lar yang dapat disediakan &leh PP0 migas. b. Sistem startingnya lebih mudah dan mesinnya kuat. 5. Daya yang dihasilkan lebih besar. d. 0idak ada ketergantungan terhadap instansi lain.

#)

Pusdiklat

igas 6epu menyediakan kebutuhan tenaga pembangkit listrik

sendiri. Hal ini dikarenakan beberapa alasana yaitu : a. Perlu adanya k&ntinuitas pelayanan tenaga listrik yang ada di Pusdiklat igas sehingga dapat menunjang &perasi kilang dan pendidikan. b. Semakin besarnya kebutuhan tenaga listrik yang digunakan untuk keperluan &perasi&nal dalam rangka &perasi kilang dan semakin majunya pendidikan yang ada di Pusdiklat igas.

%.1.1. @ungsi dan tugas P&4er Plant @ungsi PL0D yang ada di Pusdiklat 1. Pusdiklat igas igas 6epu adalah untuk melayani kebutuhan tenaga listrik di beberapa daerah3 yaitu : a. /ebutuhan dalam pabrik 1.. kebutuhan untuk &perasi kilang #.. kebutuhan <ater 0reatment %.. kebutuhan di kant&r -.. /ebutuhan di <a? plant 7.. kebutuhan di !&iler plant 2.. !engkel:bengkel &perasi&nal serta bengkel pendidikan3 misalnya: untuk mesin:mesin3 pipa:pipa. ).. Lab&rat&rium. b. /ebutuhan di luar pabrik3 diantaranya: 1. 1edung kuliah A/A $1AS #. Asrama A/A $1AS %. Perumahan dinas: k&mplek Nglaj&3 Ngareng3 dan -. Aula atau 1>; 7. ;umah sakit ). S0 $1AS $1AS 2. Penerangan k&mplek $1AS 6epu entul

(. S00; 'Sek&lah 0inggi 0ekn&l&gi ;&ngg&la4e. 6epu

#(

#. PE;0A $NA a. PE;0A $NA UEP $$$ b. PE;0A $NA UPDN $B PL0D di Pusdiklat migas 6epu mulai didirikan pada tahun 1,)% dan hingga kini telah memiliki , buah generat&r sebagai mesin yang digunakan untuk pembangkit listrik dan terdiri dari: a. 0iga buah mesin Diesel b. Dua buah mesin Diesel PE;0A $NA. 5. 0iga buah mesin Diesel 6umins berkapasitas 1*** /BA3 mulai di&perasikan pada tahun 1,,791,,)91,,(. d. Satu buah mesin Diesel @>;D kapasitas 1** /BA dan merupakan Emergen5y 1enset. 1en:set yang ber&perasi ada 7 buah3 tetapi kalau pada siang hari menjadi 2 buah dengan meng&perasikan 1 buah gen set berkapasitas -** /BA. 0&tal kapasitas dari gen set adalah 2#2* /BA dengan beban terpasang sebesar %2)( /<. Sedangkan 1 buah gen set lagi sebagai 5adangan apabila ada gen set yang sedang diperbaiki. 1enerat&r yang ber&perasi dipasang se5ara paralel. SerFi5e dilakukan setiap #7* jam sekali untuk generat&r 13 73 23 )3 dan (. Sedangkan untuk generat&r #3 %3dan - serFi5e dilakukan setiap 1*** jam sekali. Pelumas yang digunakan adalah minyak pelumas untuk semua mesin diesel. Distribusi tenaga listrik dari generat&r ke beban tersebut melalui transA&rmat&r yang jumlahnya ada 12 buah dengan menggunakan instalasi ba4ah tanah 'kabel ba4ah tanah.. Hal ini disebabkan karena diinginkan k&ntinuitas tenaga listrik yang tinggi3 sehingga Aakt&r gangguan seke5il mungkin. !ahan bakar yang digunakan adalah s&lar dan untuk &perasi selama #jam membutuhkan sebanyak ,***:1**** liter9hari dan minyak pelumas yang AN dari "erman berkapasitas (#* /BA3 itsubishi dari "epang berkapasitas -** /BA3 mulai di&perasikan pada tahun 1,)%. mulai di&perasikan pada tahun 1,,# yang merupakan bantuan dari

#,

dibutuhkan sebanyak 17* liter9hari. Sistem &perasi se5ara k&ntinue '#- jam. dijaga &leh - shiAt3 dengan masing:masing shiAt dijaga % &rang karya4an. Adapun pembagian shiAtnya sebagai berikut: ShiAt $ : *(.**:12.** ShiAt $$$ : #-.**:*(.** ShiAt $$ : 12.**:#-.** ShiAt $B : istirahat

.2. +a'er Trea'men' <ater treatment merupakan unit peng&lahan air3 yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan untuk menunjang kebutuhan &perasi dari pabrik. Untuk itu diperlukan air yang bersih3 jernih dan bebas dari kuman penyakit. Air dengan mudah didapat dari permukaan bumi3 tetapi air dengan mutu yang sesuai dengan penggunaannya masih 5ukup sulit untuk didapatkan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka Pusdiklat kebutuhan3 antara lain: 1. Air minum #. Air pendingin %. Air untuk umpan ketel -. Air untuk pemadam kebakaran Unit:unit yang ada di dalam unit peng&lahan air di Pusdiklat migas 6epu adalah sebagai berikut: 1. Unit ;a4 <ater Pump Stati&n #. Unit Peng&lahan Air industri %. Unit Peng&lahan Air inum igas 6epu mengambil air dari !enga4an S&l& untuk di&lah lebih lanjut sehingga dapat memenuhi berbagai

%.#.1. Unit ra4 4ater pump stati&n @ungsi dari unit ini adalah menghisap air baku dari !enga4an S&l& dengan menggunakan p&mpa 5entriAugal menuju di kedua tempat3 yaitu: 1. !ak =AP 'kali S&l& $$. untuk di&lah menjadi pr&duk air industri.

%*

#. !ak Segaran untuk digunakan sebagai Aeed pada unit 6P$ '6&rr&gated Plated $nter5ept&r. dan untuk keperluan air pemadam kebakaran.

%.#.# Unit peng&lahan air industri Unit ini berAungsi untuk meng&lah air baku dari sungai !enga4an S&l& yang diambil dengan p&mpa yang dipasang 1# meter di ba4ah permukaan air dalam ;P/S $ dan menghasilkan air industri. Sedangkan pr&ses:pr&ses yang digunakan antara lain sebagai berikut: 1. Pr&ses s5reening 'penyaringan a4al. Pr&ses ini merupakan pr&ses Aisis3 yaitu pr&ses penyaringan terhadap air untuk memisahkan partikel:partikel atau benda:benda yang berukuran besar yang terikut &leh air. Adapun tujuan penyaringan adalah: a. b. en5egah terikutnya partikel:partikel besar yang mana bila tidak disaring akan mengakibatkan kebuntuan pada sistem pemipaan. en5egah kerusakan pada p&mpa:p&mpa. Pr&ses pengendapan yaitu pr&ses pengendapan partikel:partikel padat dalam airyang menyebabkan kekeruhan yang berupa lumpur atau Eat padat berat lainnya. Adapun tujuan pengendapan adalah: a. b. 5. a. enghilangkan kekeruhan. engurangi kesadahan. enghemat bahan kimia. <aktu pengendapan. Pemberian 4aktu harus 5ukup sehingga partikel:partikel padat memisah sempurna b. Perbedaan berat jenis partikel atau lumpur dengan air. #. Sedimentasi 'pengendapan.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi pr&ses pengendapan3 yaitu:

%1

Semakin besar berat jenis partikel3 maka 4aktu pengendapan akan semakin lebih pendek. 5. Adanya gaya graFitasi. Partikel:partikel mempunyai berat3 dan &leh karena graFitasi maka partikel akan turun. d. /e5epatan aliran. Semakin lambat aliran air3 maka akan semakin baik hasil yang diper&leh. %. /&agulasi dan @l&kulasi Pr&ses terbentuknya Al&k dengan jalan penambahan bahan k&agulasi pada air3 kemudian Al&k mengendap. @akt&r:Aakt&r yang mempengaruhi pr&ses k&agulasi adalah: a. a5am bahan k&gulan dan d&sisnya. b. Suhu. 5. Pengadukan. d. Pemberian 4aktu untuk menggumpal. e. Derajat keasaman. @akt&r:Aakt&r yang menentukan Al&kulasi adalah: a. Penambahan bahan kimia. b. Pengadukan yang sempurna. 5. /&ntak yang baik. ;eaksi larutan ta4as: Al#'S>-.% . 1(H#> 8 %6a'H6>%.# #Al'>H.% 8 %6aS>- 8 6># 8 1(H#> -. @l&atasi Pr&ses Al&atasi yaitu pr&ses pemisahan partikel:partikel yang lebih ringan dengan jalan pengapungan berdasarkan perbedaan berat jenis3 partikel ringan akan naik ke atas dan bisa dibuang dengan &FerAl&4. @akt&r:Aakt&r yang mempengaruhu Al&atasi adalah: a. <aktu. b. Perbedaan berat jenis partikel dengan air. 5. Suhu

%#

a5am:ma5an pr&ses Al&atasi: a. @l&atasi alami Partikel memisah dengan sendirinya. b. @l&atasi dibantu Partikel memisah dengan bantuan dari luar. Adapun 5ara memper5epat Al&atasi 'Al&atasi dibantu. a. enaikkan suhu. Dengan diberikannya pemanasan pada sistem3 Eat yang lebih ringan akan bertambah ringan dan 5epat memisah ke atas. b. emberikan hembusan udara. Dengan jalan menyempr&tkan udara 'udara bertekanan. dari bagian dasar3 sehingga partikel ringan terikut ke permukaan. 7. /lasiAikasi Pr&ses klasiAikasi yaitu pr&ses penjernihan. "adi pr&ses ini bisa gabungan antara pr&ses sedimentasi3 k&agulasi3 dan Al&kulasi. Pr&ses ini dapat dilakukan dengan: a. emperbesar k&nsentrasi Al&k b. ;e5y5le sludge
Untuk memperbesar Al&k dapat dilakukan dengan memberikan k&ntak yang baik antar partikel3 dilakukan dengan pengadukan atau sirkulasi.

2. @iltrasi Pr&ses Ailtrasi yaitu pr&ses pemisahan dengan 5ara penyaringan. Dalam pr&ses klariAikasi masih ada partikel:partikel yang belum sempat mengendap3 sehingga untuk mendapatkan hasil air yang lebih baik maka dilakukan pr&ses penyaringan. Dasar pr&ses penyaringan: Perbedaan diameter partikel dengan media penyaring3 partikel: partikel yang berdiameter lebih besar daripada media penyaringan tidak bisa mele4ati media penyaring tersebut. Ada tiga dasar met&de Ailtrasi: a. 1raFity @ilter

%%

b. @iltrasi mele4ati berbagai media yang berp&ri. 5. Pressure @ilter


!eberapa Aakt&r yang perlu diperhatikan dalam pemilihan met&de Ailtrasi:

a. /ualitas dari Ailtrat dan t&leransi kandungan bahan yang diijinkan. b. /ualitas dari 5airan yang disaring. 5. /ualitas dari bahan yang dipisahkan. d. @asilitas pen5u5ian. e. /&ndisi instalasi. A. Hambatan pr&ses Ailtrasi: =ang paling sering ditemui adalah kebuntuan dari p&ri:p&ri atau lubang dari bahan Ailter. Adanya hambatan ini akan mengurangi eAektiAitas Ailter. Untuk menghilangkannya dengan jalan pen5u5ian balik 'ba5k 4ash. dengan disempr&t menggunakan udara tekan.

%.#.% Unit peng&lahan air minum Sebagian dari air untuk industri digunakan juga untuk air minum tetapi dengan menambah pr&ses dari pr&ses:pr&ses yang telah ada dalam pr&ses air industri diantaranya yaitu: 1. DisinAeksi Pr&ses disinAeksi yaitu pr&ses pembunuhan kuman yang bersiAat pat&gen 'menyebabkan penyakit.. Pr&ses ini hanya dilakukan pada pr&ses peng&lahan air minum. /arena3 di dalam air selalu hidup jasad renik3 ada yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia dan ada juga yang diperlukan &leh manusia3 tetapi jasad renik yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia harus dihilangkan dengan jalan disinAeksi sebelum digunakan. Ada dua ma5am 5ara disinAeksi: a. Se5ara Aisis b. Penyinaran3 penyaringan3 ads&rbsi3 pasteurisasi3 elektr&lisa 5. Se5ara 5hemis d. enambah bahan kimia3 misalnya: gas 5hl&r

%-

#. Pr&ses penimbunan dan pengumpulan Pengumpulan air dalam jumlah banyak bertujuan: a. b. enjaga kelangsungan pr&duksi embantu pengendapan

5. sebagai persediaan atau 5adangan Air yang ditimbun adalah: a. Air baku b. Air setengah jadi 5. Air pr&duk %. Distribusi Distribusi adalah pembagian atau penyaluran air setelah dipr&ses dari penimbunan ke tempat di mana air digunakan. Ada beberapa Aakt&r yang perlu diperhatikanK a. /etinggian tempat b. /ebutuhan air 5. Perkembangan kebutuhan yang akan datang d. a5am keperluan e. 0ekanan air Ada tiga ma5am distribusi: a. et&de distribusi se5ara graFitasi. tempat. 0empat penimbunan harus lebih tinggi dari tempat penerima air. 5. et&de distribusi dengan p&mpa langsung. ke tempat penggunaan. e. et&de distribusi dengan p&mpa dan tangki timbun. tempat yang tinggi kemudian didistribusikan untuk penggunaan se5ara graFitasi. A. sistem distribusi dengan p&mpa ke tangki timbun yang ditempatkan di d. Sistem distribusi dengan mem&mpa langsung dari tempat peng&lahan b. Sistem distribusi air dengan pengaliran berdasarkan perbedaan tinggi

%7

-. Aerasi Pr&ses ini merupakan pr&ses penyempr&tan air yang menuju ke unit air minum sebelum ke bak dengan menggunakan > # yang Aungsinya untuk menghilangkan bau sehingga air menjadi lebih segar.

. . B!i(er P(an' !&iler dalam suatu industri digunakan untuk enunjang pr&ses di kilang. !&iler atau ketel uap adalah suatu pesa4at uap yang digunakan untuk mentransAer panas dari hasil pembakaran bahan bakar ke dalam air sehingga air tersebut berubah menjadi uap dan digunakan diluar pesa4atnya. !&iler tersebut dibuat dari bahan baja dengan bentuk bejana tertutup yang didalamnya berisi air3 sedangkan air tersebut dipanasi dari hasil pembakaran bahan bakar residu. !&iler yang terdapat di Pusdiklat mempunyai beberapa spesiAikasi 3 yaitu: 1. #. %. -. 7. 2. ). (. ,. 0ype 0ekanan ma?. 0ekanan >perasi /apasitas ma?. /apasitas &perasi rendah. !ahan bakar Suhu bahan bakar Air umpan Suhu air umpan : (* 6 : 1,* 6 : 1(7 6 'superheated. : 2 kg95m# gauge : 5air 'residu 9 s&lar. : ,* 6 : Air lunak : 77* S : 1* kg95m# : 2 kg95m#J 73( atm '1 atm J 13*%% : 232 t&n9jam : 7 t&n9jam termasuk kapasitas igas 6epu merupakan b&iler #anson yang merupakan jenis b&iler pipa api dengan tekanan dan kapasitas rendah dan

kg95m#. termasuk tekanan rendah.

1*. Suhu steam n&rmal 11. Suhu steam &perasi 1#. 0ekanan steam

%2

1%. Suhu 5er&b&ng 1-. 0ekanan blow down 17. !HP 12. Luas pemanas 1). B&lume air ma?. 1(. !erat t&tal memenuhi kebutuhan meliputi: 1. #. %. -. . Penyediaan steam

: #** 6 : 2 kg95m# gauge dengan jumlah 1 D : -1* Hp : 1(1 m# : 1# m% : #-** kg

Sedangkan pada b&iler plant terdapat peralatan:peralatan yang dapat

Penyediaan udara bertekanan Penyediaan air lunak Penyediaan air pendingin

%.%.1. Penyediaan steam 'uap bertekanan. Pr&ses penyediaan steam dilakukan dengan menggunakan air umpan masuk yang dimasukkan ke dalam b&iler melalui drum diameter fire tube dan keluar dari b&iler sudah berubah menjadi steam 'uap bertekanan. yang berada pada keadaan superheated steam dan mempunyai tekanan 2 kg95m#. Steam dari b&iler tersebut digunakan untuk : 1. Sebagai penggerak mesin. a. Untuk menggerakkan turbin uap %2** rpm yang dipakai untuk menggerakkan p&mpa 5entriAugal. b. Untuk menggerakkan mesin uap. 5. Untuk menggerakkan p&mpa t&rak yang dipakai untuk menghisap atau memindahkan minyak. #. Sebagai media pemanas. a. Untuk pemanas tangki3 yaitu: untuk memanaskan minyak:minyak berat atau minyak:minyak yang Fisk&sitasnya tinggi agar tetap 5air 'tidak mudah membeku. sehingga lebih mudah dip&mpa3 misalnya: residu.

%)

b. Untuk memanaskan air pada deaerat&r sampai men5apai suhu (* 6 agar dapat terhindar dari gas:gas terlarut3 misalnya: ># yang dapat menyebabkan k&r&si. %. Sebagai media bantu. Sebagai alat bantu untuk membantu pr&ses Araksi&nasi di kilang3 yaitu: untuk menurunkan titik didih dari Araksi:Araksi minyak 'crude oil.. -. Untuk pr&ses automi$ing3 yaitu: untuk membuat kabut minyak bakar sehingga minyak bakar lebih mudah berk&ntak dengan &ksigen sehingga menjadi lebih mudah terbakar. 7. 2. Untuk pr&ses peng&lahan di unit wax plant. Untuk safety.

! !"! #enyediaan udara $ertekanan Proses penyediaan udara bertekanan dilakukan dengan cara memasukkan udara atmosfer ke dalam kompresor sehingga akan menghasilkan udara bertekanan. Kompresor adalah suatu alat yang digunakan untuk memampatkan udara yang digerakkan dengan motor listrik. Udara bertekanan digunakan sebagai:
1. #. edia instrumentasi pneumatik. edia kerja yang lain3 misalnya: untuk pen5u5i filter pada unit water treatment plant3 sebagai daya d&r&ng 5airan yang dihembus 5airan.

!%! ! #enyediaan air lunak

%(

Proses penyediaan air lunak

dilakukan

dengan cara

memasukkan air industri ke dalam softener sehingga kesadahan air akan turun. Air lunak ini digunakan untuk air umpan ketel atau boiler dan untuk air pendingin mesin (chose current). Air yang digunakan untuk umpan ketel harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan, diantaranya : pH air antara ,! " #,! dengan kesadahan total mendekati nol. Persyaratan tersebut dibuat oleh organisasi pembuat boiler di Amerika, yaitu: A$%A (American $oiler Manufacturing Assosiation). Hal ini dimaksudkan agar dalam ketel atau boiler tidak cepat terbentuk kerak atau scale dan agar tidak cepat mengalami korosi. Kerak yang timbul dalam ketel dapat menurunkan efisiensi ketel uap. Hal ini ter&adi karena kerak dapat men&adi isolasi sehingga permukaan perpindahan panas dapat terhalang oleh kerak tersebut. 'isamping itu &ika hal ini dibiarkan terlalu lama maka akan menimbulkan kerusakan pada pipa(pipa. Pada pipa yang terdapat kerak atau scale akan terdapat bagian yang tebal dan bagian yang tipis maka bagian yang tipis itulah yang akan mengalami pemanasan setempat (hot spot) sehingga pada bagian dari pipa itulah yang akan mengalami keretakan atau pecah terlebih dahulu.
Adapun peralatan:peralatan yang dapat digunakan untuk pr&ses penyediaan air umpan ketel uap adalah sebagai berikut: a% Sand filter *Saringan Pasir. Air industri yang berasal dari water treatment plant '<0P. yang memiliki turbidity 'kekeruhan. 1* ppm 'mg9l. Si># dile4atkan ke dalam sand filter untuk mengurangi atau memperke5il turbidity 'kekeruhan. sehingga ukuran 'dalam mesh. dari lumpur:lumpur didalam air menjadi lebih ke5il agar pr&ses peng&lahan menjadi tidak berat. Pasir yang digunakan sebagai filter

%,

merupakan pasir silika yang diambil dari pulau !angka yang memiliki kekerasan tertentu yang lebih baik bila dibandingkan dengan pasir:pasir dari daerah sekitar 6epu. Untuk pasir di daerah 6epu biasa digunakan sebagai pasir industri sehingga apabila dipakai untuk filter maka terlalu halus dan dapat menyulitkan pr&ses. Pasir:pasir silika tersebut akan tersusun dengan sendirinya sesuai dengan ukuran meshnya karena adanya perbedaan berat jenis. /emudian pr&ses penyaringan dapat berlangsung selama # hari. Setelah # hari maka pasir silika berada dalam keadaan k&t&r dan tidak mampu lagi untuk menyaring. Hal ini disebabkan adanya k&t&ran:k&t&ran atau lumpur: lumpur yang melekat atau menempel pada pasir tersebut. Sehingga untuk menghilangkan k&t&ran atau lumpur:lumpur tersebut maka pasir silika perlu dilakukan back wash atau pen5u5ian balik dengan menggunakan air yang did&r&ng &leh udara bertekanan yang berasal dari k&mpres&r dan dilakukan dengan gerakkan balik3 yaitu: dari bagian ba4ah sand filter sehingga lumpur: lumpurnya akan keluar dari bagian atas dan dibuang ke sel&kan dan pasir: pasir silika yang telah bersih dari k&t&ran atau lumpur:lumpur tersebut dapat dipakai lagi untuk menyaring. Pada bagian atas sebelah dalam dari sand filter dipasang suatu saringan untuk menyaring agar pasir:pasirnya tidak ikut keluar bersama dengan lumpur. b. Softener Dari sand filter air dialirkan menuju ke dalam softener. Softener merupakan suatu alat yang digunakan untuk menghilangkan garam:garam yang dapat menyebabkan terjadinya kesadahan air meningkat seperti: garam:garam 6a dan g. Selain itu juga untuk meng&lah air industri supaya menjadi lebih lunak. Sistem penghilangan garam:garam penyebab kesadahan air tersebut dilakukan dengan sistem pertukaran i&n atau ion exchanger3 dan karena yang bertukar adalah i&n p&sitiA maka dapat disebut dengan kation exchanger softener. Alat ini berbentuk bejana silinder tegak yang didalamnya berisi bahan penukar i&n3 yaitu: Na#; atau yang biasa disebut dengan resin atau Ee&lit. ;esin ini dipakai untuk mengikat garam:garam seperti: garam:garam 6a dan g yang dapat menyebabkan kesadahan air. Apabila garam:garam

-*

tersebut tidak diikat dapat menyebabkan terbentuknya kerak didalam ketel uap sehingga dapat menurunkan eAisiensi dari ketel tersebut. ;esin yang digunakan adalah jenis $; #** karena lebih tahan panas sehingga dapat diregenerasi dengan air panas pada suhu (* 6 dan digunakan sebanyak -*** lt. Pada bagian ba4ah dari softener diisi dengan grafel yang berAungsi sebagai penyangga atau support bagi resin agar resin tidak terikut keluar bersama dengan air lunak yang dihasilkan. /arena adanya penambahan resin maka didalam softener terjadi reaksi antara resin dengan garam:garam penyebab kesadahan dimana mekanisme reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: 6a6>% 8 Na#; g6>% 8 Na#; 6a; 8 Na#6>% g; 8 Na#6>%

Air yang keluar dari softener mempunyai kesadahan n&l dan bila semakin lama diuji di lab&rat&rium maka ada ke5enderungan untuk naik sehingga pelunakan harus dihentikan dan dipindahkan ke softener lain dimana terdapat # buah softener yang di&perasikan se5ara bergantian. !iasanya setelah ) hari3 resin yang digunakan tersebut akan berada dalam keadaan jenuh yang berarti bah4a resin tersebut tidak mampu lagi untuk mengikat i&n:i&n 6a 8 dan g8 sebagai garam:garam penyebab kesadahan3 sehingga resin tersebut perlu diregenerasi 'pengaktiAan kembali. dengan menambahkan Na6l 'garam dapur. yang diaduk dengan udara bertekanan sampai larut dan direndam selama # jam dimana untuk sekali pr&ses regenerasi diperlukan Na6l sebanyak 2** kg. $&n Na8 dari Na6l 'garam dapur. dapat menggantikan i&n 6a dan i&n g yang dapat terikat dengan resin dengan mekanisme reaksi Na#; Na#; 8 6a6l# 8 g6l# yang terjadi sebagai berikut: 6a; 8 # Na6l g; 8 # Na6l 6a6l#dan

g6l# yang terbentuk selanjutnya dibuang. Selama pr&ses

regenerasi aliran air dari water treatment plant dihentikan sedangkan untuk kebutuhan air di ketel uap atau b&iler diambil dari tangki penampung air lunak yang memiliki kapasitas 7** m% sehingga 5ukup untuk 4aktu % atau -

-1

jam selama pr&ses regenerasi karena selama 4aktu ) hari3 tangki tersebut sudah dipenuhi &leh air dari hasil s&Atener. Setelah pr&ses regenerasi selesai maka softener di&perasikan kembali se5ara n&rmal. 0ahap berikutnya adalah melakukan pen5u5ian resin dari sisa:sisa garam dapur dengan 5ara mengalirkan air dengan menggunakan ke5epatan yang tinggi dari bagian ba4ah softener. Pada bagian atas sebelah dalam dari softener dilengkapi dengan saringan untuk menyaring agar resin tidak terikut keluar. Air yang keluar dari softener merupakan air lunak dan kemudian dialirkan ke dalam tangki penampung air lunak. c! Deaerator Dari tangki penampung air lunak3 air dip&mpa dengan menggunakan p&mpa booster menuju ke deaerat&r. Deaerat&r merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengusir atau menghilangkan adanya gas:gas atau udara yang terlarut didalam air terutama gas:gas 6># dan >#3 karena gas >#dapat menimbulkan karat atau k&r&si didalam ketel uap sehingga apabila dibiarkan berlarut:larut maka b&iler tidak akan bertahan sampai 1* tahun3 sedangkan gas 6> # akan mengakibatkan terjadinya pembusahan 'foaming. akibat pr&duksi uap yang berlebihan sehingga dapat meng&t&ri dan merusakkan peralatan:peralatan seperti: p&mpa dan turbin. Adapun pr&ses deaerasi 'penghilangan gas. dapat dilakukan dengan # sistem3 yaitu: 1. Sistem @isis Dilakukan dengan 5ara memberikan panas3 yaitu: dengan memanaskan air umpan pada deaerat&r sampai suhu (* 6 sehingga gas:gas yang terlarut didalam air terlepas 'hilang. dari larutan. Hal ini dilakukan dengan mengalirkan steam dari bagian ba4ah deaerat&r sehingga terjadi k&ntak langsung dan transAer panas dan suhu air dapat meningkat dari suhu %* 6 menjadi sekitar (* 6 dan dengan mengurangi tekanannya sampai *3*1 kg95m#. Hal ini sesuai dengan hukum Henry yang menyatakan bah4a apabila suatu Eat dinaikkan suhunya dan dikurangi tekanannya maka gas:gas yang terlarut dalam larutan akan hilang. Deaerat&r dilengkapi dengan sprayer yang berAungsi untuk membuat kabut 'partikel:partikel ke5il..

-#

#. Sistem Chemis 'kimia. Dilakukan dengan penambahan bahan:bahan kimia3 diantaranya: penambahan Na#S>% sebanyak *37 kg untuk setiap 4aktu &perasi selama ( jam. Na #S>% akan dapat menyerap atau mengikat ># sehingga tidak masuk ke dalam b&iler karena dapat menimbulkan k&r&si didalam b&iler dan mekanisme reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: Na#S>% 8 L ># Na#S>Adapun penambahan Na#S>% dilakukan setelah air keluar dari dalam deaerat&r demikian juga halnya dengan penambahan bahan:bahan kimia yang lain3 yaitu: a. Penambahan Na>H 's&da api.. Ditambahkan sebanyak *37 kg untuk setiap 4aktu &perasi selama ( jam yang digunakan untuk meningkatkan pH air dari ) 'netral. menjadi antara (37+ ,37 sesuai syarat untuk air umpan ketel uap yang telah ditetapkan &leh A! A. b. Penambahan Na%P>Ditambahkan sebanyak # kg untuk setiap 4aktu &perasi selama ( jam yang digunakan untuk menggemburkan lumpur yang masih terikut didalam air dan masih mengandung adanya 6a sehingga 5ara ini termasuk salah satu 5ara untuk menghalangi agar 6a tidak masuk ke dalam b&iler. ekanisme reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: # Na%P>-8 % 6a6>% 6a%'P>-.# 8 % Na#6>% g yang terdapat didalam b&iler Sedangkan untuk mer&nt&kkan 6a dan %** ml.

yang telah berbentuk kerak dapat dengan menambahkan H6l sebanyak

%.%.-. Penyediaan air pendingin Pr&ses penyediaan air pendingin dilakukan dengan 5ara mele4atkan air bekas pemanas dari cooler dan k&ndens&r pada cooling tower sehingga dapat menghasilkan air pendingin. /egunaan dari air pendingin tersebut adalah untuk

-%

mendinginkan minyak:minyak panas didalam cooler maupun didalam k&ndens&r. Dan sistem yang digunakan adalah System Semi >pen 6ir5uit. BAB I2 P$MADAM API DA# K$S$LAMATA# K$03A

4.1.

Ke"e(ama'an Kerja /eselamatan kerja merupakan tanggung ja4ab setiap pekerja yang

mengandung pengertian usaha mengubah k&ndisi kerja yang semula tidak aman menjadi aman. Sehingga para pekerja dalam melaksanakan tugasnya dapat terhindar bahaya:bahaya ke5elakaan kerja. Untuk itu pekerja dituntut agar sadar untuk memenuhi peraturan keselamatan kerja. Peraturan:peraturan yang berkenaan dengan keselamatan kerja yang ada di Pusdiklat berdasarkan atas: 1. PP N&.11 tahun 1,), Ps. %2 #. UU N&.1 tahun 1,)* !ab $$$ Ps. % dan Adapun tujuan dari keselamatan kerja adalah sebagai berikut: 1. enjamin setiap pekerja atas hak keselamatannya dalam melaksanakan tugas untuk kesejahteraan hidupnya sehingga dapat meningkatkan hasil pr&duksinya. #. %. -. enjamin keselamatan &rang yang berada di l&kasi kerja. enjamin agar sumber pr&duksi agar dapat terpelihara dengan baik dan dapat dipergunakan se5ara eAAisien. enjamin agar pr&ses pr&duksi dapat berjalan lan5ar tanpa hambatan apapun. igas 6epu adalah

4.2. Ke5e(akaan Kerja

--

/e5elakaan merupakan suatu kejadian yang tidak kita harapkan yang dapat menimbulkan kerugian di mana kerugian tersebut dapat menimpa manusianya atau peralatan kerja dan bangunan. Sehingga ke5elakaan kerja tersebut dapat mengganggu jalannya pr&ses pr&duksi. -.#.1 /e5elakaan kerja menurut kejadiannya a. /e5elakaan biasa
erupakan kejadian yang menimpa manusia dilingkungan masyarakat umum3 di mana masalah dari segi biaya akibat ke5elakaan ditanggung &leh masing:masing indiFidu.

b. /e5elakaan industri 1. /e5elakaan k&mpensasi3 yaitu: ke5elakaan yang terjadi di luar jam kerja namun kerugian akibat ke5elakaan tersebut ditanggung &leh perusahaan. #. /e5elakaan perusahaan3 yaitu: ke5elakaan yang terjadi pada 4aktu jam kerja dan kerugian karenanya adalah tanggung ja4ab perusahaan.

-.#.#. /e5elakaan kerja menurut PP N&.11 tahun 1,), a. /e5elakaan ringan Adalah ke5elakaan yang tidak menimbulkan hilangnya hari kerja. b. /e5elakaan sedang adalah ke5elakaan yang menimbulkan 5edera atau sakit3 sehingga mengakibatkan hilangnya hari kerja namun tidak menyebabkan 5a5at jasmani atau r&hani. 5. /e5elakan berat /e5elakaan berat adalah ke5elakaan yang menimbulkan 5a5at3 sehingga dapat mengakibatkan hilangnya jam kerja sehingga dapat menerima santunan atau asuransi sesuai 5a5at yang diderita. d. /e5elakaan yang menimbulkan kematian emper&leh santunan atau asuransi.

-7

-.#.%. Hal:hal yang dapat menimbulkan ke5elakaan kerja a. @akt&r manusia 'unsaAe a5ti&n. 1. !ekerja tanpa adanya ren5ana yang baik. #. !ekerja dengan 5ara yang 5er&b&h. %. !ekerja dalam ke5epatan yang salah 'misal: putaran mesin tidak sesuai dengan kebutuhannya.. -. !ekerja tanpa menggunakan alat pelindung keselamatan kerja. 7. !ekerja sambil bersendau gurau. b. @akt&r tempat pekerjaan 'unsaAe 5&nditi&n. 1. ;uang kerja yang terlalu sempit dan tidak bisa digunakan untuk bergerak bebas. #. Penerangan yang kurang memadai sehingga penglihatan dapat terganggu. %. ;uangan yang Fentilasinya tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan. -. Peralatan tidak memungkinkan lagi untuk digunakan. 7. ;uangan kerja yang terlalu ramai sehingga dapat mengganggu k&nsentrasi dari para pekerja. 2. /ebersihan dan ruangan kerja yang terbengkalai.

4. . Pen5e6ahan Ke5e(akaan Kerja Usaha:usaha yang perlu dilakukan untuk pemeliharaan kerja se5ara keseluruhan adalah sebagai berikut: 1. #. Pusdiklat 1. en5egah terjadinya ke5elakaan terhadap peralatan &perasi yan digunakan. en5egah 5ederanya karya4an yang ada sangkut pautnya dengan suatu pekerjaan tertentu. igas 6epu memusatkan keselamatan kerja kepada: engadakan penge5ekan terhadap peralatan yang siAatnya berbahaya pada setiap saat.

-2

#. $mussing saAety ;ule3 yaitu: menentukan langkah:langkah dalam peng&perasian unit atau peralatan yang mana diperhitungkan pada Aakt&r: Aakt&r keselamatan pekerja maupun alatnya. %. 1&&d H&use /eeping3 yaitu: men5iptakan tempat atau lingkungan kerja dengan lingkungan yang bersih serta aman3 sehingga dapat dihindari terjadinya ke5elakaan dan kebakaran. -.-. /el&mp&k A9 @ire and SaAety Seksi ini mempunyai tugas diantaranya: 1. #. enyusun ren5ana pen5egahan3 antara lain menyusun peraturan3 instruksi3 petunjuk atau pr&sedur dan meningkatkan ketrampilan. engadakan penyelidikan terhadap keselamatan kerja dan penanggulangannya 'lindungan lingkungan.. /el&mp&k ini dibagi menjadi beberapa unit yang masing:masing memiliki tugas:tugas umum3 yaitu: /el&mp&k !9 >perasi Pemadam /ebakaran 0ugas:tugas umum dari Sub. Seksi ini adalah: 1. #. %. -. enanggulangi segala ma5am bentuk bahaya:bahaya peledakan3 keselamatan kerja3 dan masalah pen5emaran. elaksanakan tugas:tugas n&n r&utine3 yaitu: mengadakan latihan:latihan Pemadam Api 'PA. terhadap s5re4:s5re4 pemadam api. elaksanakan tugas darurat yang mendadak seperti: kebakaran3 peledakan3 ke5elakaan kerja dan lain:lainnya. aintenan5e yang bertugas melaksanakan pera4atan3 pemeliharaan dan perbaikan terhadap peralatan:peralatan kerja dari Pemadam Api 'PA. yang mengalami kerusakan. 7. Pengel&laan gudang dan mengurusi pengadaan barang:barang yang diperlukan untuk &perasi pemadaman kebakaran. 2. endata setiap 2 bulan sekali untuk memeriksa APA; 'Alat Pemadam Api ;ingan.. kebakaran3

-)

).

emeriksa jaringan hydrant di seluruh l&kasi ra4an kebakaran dari Pusdiklat igas 6epu.

/el&mp&k !9 >perasi Peraga Pemadam /ebakaran 0ugas umum dari unit ini adalah melaksanakan pendidikan dan latihan bagi karya4an:karya4an di lingkungan Pusdiklat igas 6epu dan instansi:instansi igas 6epu. yang sedang melaksanakan pelatihan dan pendidikan di Pusdiklat

/el&mp&k !9 >perasi Lindungan Lingkungan 0ugas umum dari unit ini adalah: 1. #. emantau k&ndisi lingkungan agar tetap aman. emantau k&ndisi dari limbah sehingga pr&sentase minyak yang terkandung didalamnya ke5il dan layak untuk dibuang ke lingkungan. /el&mp&k !9 >perasi /eselamatan /erja 0ugas:tugas umum dari unit ini adalah: 1. #. %. enjamin keselamatan kerja yang ada di l&kasi kerja. endata masalah ke5elakaan kerja yang terjadi sebagai lap&ran ke DEPNA/E; dan D$;"EN lingkungan Pusdiklat -. 7. 2. $1AS di "akarta. elaksanakan tugas rutin3 yaitu: untuk menga4asi pekerja yang ada di igas 6epu. Adapun pekerjaan yang ditangani adalah masalah listrik3 sipil3 mekanik3 dan sebagainya. engadakan pengarahan dan bimbingan kepada para praktikan3 mahasis4a A/A $1AS maupun perguruan tinggi lainnya. engadakan inspeksi kerja di seluruh l&kasi Pusdiklat 'listrik3 mekanik3 sipil3 dan lain sebagainya.. engadakan pengarahan kepada para pekerja yang akan melakukan atau melaksanakan pekerjaan di daerah:daerah ra4an atau berbahaya. !iasanya menggunakan rek&mendasi surat panas bila pekerjaan menggunakan panas dan surat dingin bila tidak menggunakan panas dalam melakukan pekerjaannya. igas 6epu

-(

4.7. 8a"i(i'a" dan Penunjan6 di Uni' 8ire and Sa)e'y Pusdiklat igas 6epu telah menyediakan Aasilitas:Aasilitas yang dapat menunjang pelaksanaan pemadam api dan keselamatan kerja. Adapun Aasilitas: Aasilitas yang dimiliki &leh unit pemadam api dan keselamatan kerja 'Aire and saAety. adalah sebagai berikut: 1. % buah m&bil pemadam kebakaran. #. "aringan hydrant di semua lingkungan Pusdiklat -. 7. 2. esin p&mpa air merek 1&diFa sebanyak % buah. esin k&mpres&r pengisi tabung !riting Aperatus. &bil penembak busa. igas '2* buah hydrant.. %. 0iga unit Aasilitas jaringan p&mpa hydrant '# listrik3 1 diesel..

). APA; 'Alat Pemadam Api ;ingan.3 kurang lebih berjumlah 7** buah. Sedangkan sarana:sarana penunjangnya adalah sebagai berikut: 1. Alat k&munikasi 'seperti: radi& teleph&ne.. #. &bil pengangkut 5re4 'peralatan saAety.. sebagainya. %. ;umah sakit3 diperlukan bila terjadi ke5elakaan kerja3 kebakaran dan lain

-,

BAB 2 P%MPA S$#T0I8UGAL

7.1. DASA0 T$%0I P%MPA S$#T0I8UGAL 7.1.1. Prinsip /erja P&mpa SentriAugal P&mpa sentriAugal 'centrifugal pump. adalah salah satu dari jenis p&mpa non& positive displacement pumps 'p&mpa pemindahan n&n p&sitiA. atau disebut p&mpa kinetik3 yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetik 'ke5epatan. 5airan menjadi menjadi energi p&tensial tekan 'dinamis. melalui impeller yang berputar dalam suatu 5asing. P&mpa ber&perasi dengan mengadakan perbedaan tekanan antara bagian masuk 'hisap. dan bagian keluar 'tekan. dengan kata lain p&mpa berAungsi untuk mengubah tenaga mekanik dari suatu sumber tenaga penggerak menjadi tenaga 5airan3 dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan 5airan dan mengatasi hambatan. Dengan demikian tambahan energi pada 5airan tersebut mempunyai tujuan sebagai berikut 1. Agar 5airan dapat dipindahkan ke tempat yang dikehendaki. #. Dapat mengatasi hambatan yang terjadi dalam pengaliran.

7*

Agar pemakaian p&mpa sesuai dengan kebutuhan maka pemilihan p&mpa harus didasarkan pada beberapa Aakt&r pertimbangan antara lain : 1. /apasitas dan tekanan yang dikehendaki. #. SiAat dan jenis 5airan yang akan dip&mpakan. %. /eadaan medan dan l&kasi. -. @akt&r ek&n&mis dan eAisiensi dalam hal &perasi dan pemeliharaan. Pemilihan yang salah dalam menentukan p&mpa3 dapat mengakibatkan kemungkinan diantaranya: 1. 6airan yang dip&mpakan kurang mampu mengalir. #. P&mpa akan 5epat rusak karena pemakaian yang tidak sesuai. %. Pemakaian yang tidak eAektiA dan eAisien sehingga akan menimbulkan kerugian. yang tidak diharapkan

7.1.2. K(a"i)ika"i P!mpa Sen'ri)u6a( P&mpa sentriAugal se5ara umum dibagi dalam tiga '%. kelas yaitu : 1. P&mpa Aliran ;adial ' ;adial @l&4 Pump . #. P&mpa Aliran Aksial ' A?ial @l&4 Pump . %. P&mpa Aliran 6ampuran ' i?ed @l&4 Pump .

7.1.#.1. P&mpa aliran radial 'radial Al&4 pump. P&mpa sentriAugal aliran radial adalah satu:satunya p&mpa dimana 5airan masuk ke dalam impeller menuju pusatnya dan mengalir se5ara radial menuju keluaran dari ujung impeller. /e5epatan 5airan bertambah se5ara bertahap karena adanya gaya sentriAugal. P&mpa jenis ini mampu menghasilkan head dis5harge yang tinggi3

71

namun biasanya mempunyai kapasitas dan ke5epatan putar yang rendah. Head dis5harge yang tinggi dari p&mpa ini membutuhkan ke5epatan putar ujung impeller yang tinggi. Hal ini dapat diatasi dengan memperlebar diameter impeller dengan penampang lintang ke5il.

1b.7.1. P&mpa aliran radial dengan dua sisi hisap 7.1.#.#. P&mpa aliran aksial 'a?ial Al&4 pump. P&mpa jenis ini kadang dinamakan dengan p&mpa pr&peller. P&mpa ini menghasilkan tinggi tekan 'head. &leh aksi gaya angkat dari sudu:sudu impeller atau pr&peller. P&mpa kelas ini mempunyai satu sisi hisap 5airan menuju impeller. 6airan dip&mpa masuk se5ara aksial dan dikeluarkan mendekati se5ara aksial pula. P&mpa jenis ini menghasilkan head rendah tetapi berkapasitas tinggi. P&mpa sentriAugal jenis ini mempunyai penampang lintang impeller yang lebar dan biasanya ber&perasi dalam ke5epatan putar yang tinggi.

7#

1b.7.#. P&mpa aliran aksial

7.1.#.%. P&mpa aliran 5ampuran 'mi?ed Al&4 pump. P&mpa sentriAugal aliran 5ampuran merupakan p&mpa dimana tinggi tekan dihasilkan sebagian &leh gaya sentriAugal dan sebagian &leh gaya angkat mekanik sudu:sudu impeller yang diberikan kepada 5airan. P&mpa sentriAugal jenis ini hanya mempunyai satu sisi masuk 5airan menuju impeller. 6airan dip&mpakan masuk menuju impeller se5ara aksial dan dikeluarkan se5ara aksial dan radial.

1b.7.%. P&mpa aliran 5ampuran Selain tiga '%. kelas di atas3 p&mpa sentriAugal dibagai dalam berbagai ma5am kelas dengan beberapa klasiAikasi berdasarkan :

7%

/apasitas a. /apasitas rendah b. /apasitas menengah 5. /apasitas tinggi : #* m%9jam : #* s.d. 2* m%9jam : M 2* m%9jam : 7 kg95m# : 7 s.d. 7* kg95m# : M 7* kg95m#

0ekanan dis5harge 'keluar. a. 0ekanan rendah b. 0ekanan menengah 5. 0ekanan tinggi

"umlah tingkat a. P&mpa single stage 'satu tingkat. b. P&mpa multi stage 'lebih dari satu tingkat.

P&sisi P&r&s a. P&mpa p&r&s mendatar3 p&mpa ber&perasi n&rmal dengan p&r&s sejajar dengan tanah. b. P&mpa p&r&s tegak3 p&r&s p&mpa tegak lurus dengan tanah.

0ipe ;umah a. P&mpa F&lute3 rumah p&mpa berbentuk spiral. b. P&mpa 5ir5ular 5asing3 p&mpa dengan rumah berbentuk lingkaran k&nsentrik dengan pusat impeller. 5. P&mpa diAAuser3 p&mpa dilengkapi dengan sudu:sudu pengarah tetap 'diAAuser.

Sisi Hisap $mpeller a. P&mpa single su5ti&n3 dimana 5airan masuk p&mpa le4at satu sisi impeller b. P&mpa d&uble su5ti&n3 dimana 5airan masuk p&mpa melalui kedua sisi impeller.

7.1 . Ba6ian/Ba6ian P!mpa Sen'ri)u6a( P&mpa sentriAugal terdiri dari dua '#. bagian yaitu : 1. !agian p&mpa yang tidak bergerak.

7-

#. !agaian p&mpa yang bergerak.

7.1.%.1. !agian p&mpa yang tidak bergerak 1. 6asing Casing atau rumah p&mpa adalah bagian luar dari p&mpa yang berAungsi untuk merubah energi ke5epatan 5airan menjadi energi tekanan3 disamping memberikan arah aliran 5airan. Pada p&mpa sentriAugal multi stage umumnya menggunakan diAuser3 sedangkan pada p&mpa single stage yang impelernya berukuran besar biasanya menggunakan F&lute yang berAungsi sebagai pengarah 5airan.

1b.7.-. 6asing p&mpa #. !ase Plate dan @rame !erAungsi mendukung seluruh bagian p&mpa3 dan tempat kedudukan p&mpa terhadap p&ndasi. Untuk p&mpa yang dihubungkan langsung dengan penggerak maka unit penggerak dan p&mpa diletakkan di atas unit base plate. !ase plate harus rigid dan kuat menahan beban.

77

1b.7.7. !ase Plate P&mpa %. !earing Bearing atau bantalan berAungsi untuk mendukung p&r&s sehingga p&r&s berputar3 agar tahanan gesek yang terjadi seke5il mungkin3 aman3 dan berumur panjang. !earing harus mampu menahan ke arah radial maupun ke arah aksial. "enis bearing diklasiAikasikan sebagai berikut : 1 !erdasarkan gerakan relatiA antara p&r&s dan bearing : a. Sliding 5&nta5t bearing 'bantalan lun5ur.. b. ;&lling 5&nta5t bearing 'bantalan gelinding.. # !erdasarkan arah beban terhadap p&r&s : a. ;adial bearing3 dimana arah beban yang ditumpu bearing tegak lurus p&r&s. b. 0hrust bearing3 dimana arah beban yang ditumpu bearing sejajar p&r&s. 5. ;adial thrust bearing3 dimana arah beban yang ditumpu mampu menahan beban arah k&mbinasi yaitu arah radial dan aksial.

72

1b.7.2. !earing -. Sealing 'Perapat. Sealing berAungsi untuk men5egah atau mengurangi keb&5&ran 5airan yang dip&mpakan melalui 5elah antara sleeFe dengan rumah p&mpa. Pemasangan sealing tidak b&leh terlalau keras pada sleeFe3 karena akan menimbulkan gesekan yang besar pada sleeFe sehingga timbul panas dan akan 5epat aus. Pada pem&mpaan 5airan yang tidak berbahaya misalnya air3 umunya dipakai perapat pa5king dan biasanya 5airan disengaja dibiarkan b&5&r sedikit melalui pa5king yang berAungsi sebagai pelindung pa5king itu sendiri. Pada pem&mpaan 5airan yang berbahaya dan tidak b&leh b&5&r sama sekali biasanya mengggunakan me5hani5al seal.

1b.7.). 7. StuAAing !&?

e5hani5al seal

7)

Stuffing box adalah bagian untuk men5egah keb&5&ran pada daerah dimana p&r&s p&mpa menembus 5asing. "ika p&mpa bekerja dengan su5ti&n liAt dan tekanan pada ujung inAeri&r stuAAing b&? lebih rendah dari tekanan atm&sAir3 maka stuAAing b&? berAungsi untuk men5egah keb&5&ran udara masuk ke dalam p&mpa atau untuk menghindari terjadinya kaFitasi

1b.7.(. StuAAing !&? 2. 6asing <earing ;ing Casing wearing ring berAungsi untuk memperke5il keb&5&ran 5airan yang mele4ati bagian depan dan belakang impeller3 yaitu dengan 5ara memperke5il 5elah antara 5asing dan impeller.

7(

1. 6asing #. $mpeller ). 6asing ;ing (. $mpeller ;ing @r&nt (A $mpeller ;ing ;ear 11. StuAAing !&? 1b.7.,. 6asing dan impeller 4earing ring

7.1.%.# !agian p&mpa yang bergerak 1. P&r&s 'ShaAt. !erAungsi sebagai tempat kedudukan impeller dan bagian yang berputar lainnya3 juga berAungsi untuk meneruskan gerakan putar dari penggerak impeller. Untuk melindungi p&r&s dari keausan yang disebabkan &leh adanya gesekan yang terus menerus3 maka bagian p&r&s yang bergesekan diselubungi dengan selubung p&r&s 'shaAt sleeFe.. P&r&s pada p&mpa sentriAugal umumnya berbentuk : 1. P&r&s dengan diameter sama. #. P&r&s dengan diameter berjenjang.

#. $mpeller $mpeller berAungsi untuk mengubah energi mekanis dari p&mpa menjadi energi ke5epatan pada 5airan yang dip&mpakan se5ara k&ntinyu3 sehingga 5airan pada sisi

7,

hisap se5ara terus menerus pula akan masuk mengisi kek&s&ngan 'keFa5uman. akibat pemindahan dari 5airan yang sebelumnya.

1b.7.1*. $mpeller %. $mpeller <earing ;ing $mpeller 4earing ring adalah ring yang dipasang pada 5asing 'tidak berputar. sebagai 4earing ring 5asing dan dipasang pada impeller 'berputar. sebagai 4earing ring impeller. @ungsi utama 4earing ring ini adalah untuk memperke5il keb&5&ran 5airan yang mele4ati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller3 yaitu dengan memperke5il 5elah antara 5asing impeller. ;ing:ring tersebut bila rusak dapat diganti dengan yang baru atau diperbaiki3 sehingga ek&n&mis.

2*

1b.7.11.$mpeller 4earing ring

7.1.4. Si"'em Perp!mpaan Suatu 1. #. %. instalasi p&mpa se5ara ideal selalu mempunyai peralatan dan perlengkapan sebagai berikut : Unit p&mpa dari penggerak Aluida. $nstalasi pipa hisap 'su5ti&n pipe.. $nstalasi pipa tekan 'dis5harge9deliFery pipe..

Se5ara sederhana dapat ditunjukkan pada gambar sebagai berikut:

Pa

Pa

P a

Nsd = Nsl Pa Ps Pd

N d

Nt

1b.7.1#. $nstalasi P&mpa /eterangan : Nsl J tinggi hisap statis 'stati5 su5ti&n liAt. Nsd J tinggi hisap dinamis

21

Nd J tinggi tekan statis 'stati5 dis5harge head. Ns J tinggi t&tal satis 't&tal stati5 head. Pa J tekanan udara luar J 1 atm&sAir J 13*%% kg95m# J 1*3%%mka 1* mka Pd J tekanan atm&sAir tekan 'dis5harge pressure gauge. Ps = J tekanan man&meter hisap 'su5ti&n pressure J beda tinggi antara Pd dan Ps gauge. P& J bila tekanan dalam bejana tertutup. 7.1.-.1. Dasar:dasar pemilihan p&mpa Agar p&mpa dapat memberikan pelayanan yang baik maka dalam pemakaiannya3 p&mpa perlu dipilih se5ara benar dan tepat. Pemilihan suatu p&mpa dalam penggunaan didasarkan pada beberapa Aakt&r : 1. /apasitas /apasitas yang dimaksudkan adalah jumlah kebutuhan aliran 5airan yang akan dip&mpa3 termasuk kebutuhan maksimum dan minimum. #. /&ndisi $nstalasi Dimana P&mpa 0ersebut Akan Dipasang /&ndisi instalasi yang dimaksudkan adalah : %. 0inggi hisap dan tinggi pengeluaran. -. @luktuasi tinggi 5airan hisap dan 5airan pengeluaran. 7. 0ekanan yang bekerja pada permukaan 5airan hisap dan pengeluaran. 2. /&ndisi saluran hisap dan pengeluaran : ukuran3 kekasaran permukaan3 baru tidaknya3 bel&kan3 Aitting dan lainnya. ). Head 0&tal P&mpa Head t&tal berdasarkan k&ndisi:k&ndisi tersebut diatas. (. SiAat dan "enis 5airan yang akan dip&mpa SiAat 5airan yang dimaksud adalah : berat jenis3 Fisk&sitas3 suhu3 kandungan Eat padat dan sebagainya. ,. Sistem Penggunaan P&mpa

2#

P&mpa dipilih untuk melayani sistem sesuai kebutuhan antara lain : sistem penyuplai air minum3 sistem pendingin k&ndens&r3 penyaluran 5rude &il dan sebagainya. 1*. /&ndisi /erja yang Diinginkan p&mpa a. !er&perasi se5ara terus:menerus b. !er&perasi se5ara terputus:putus 5. !er&perasi sebagai 5adangan9keadaan darurat 11. 0empat Dimana P&mpa Akan Di&perasikan a. /etinggian di atas permukaan air laut b. Di luar atau di dalam gedung 5. @luktuasi suhu 1#. Pertimbangan Ek&n&mis a. Harga b. !iaya &perasi dan pemeliharaan

7.1.-.1.1. /apasitas /apasitas suatu p&mpa ditentukan &leh laju aliran yang melalui p&mpa3 dimana laju aliran ini ditentukan &leh kebutuhan aliran yang akan dip&mpa. /arena itu dapat dikatakan bah4a kapasitas suatu p&mpa adalah jumlah 5airan yang dialirkan &leh p&mpa tersebut dalam suatu satuan 4aktu tertentu. Ada dua ma5am kapasitas yaitu : 1. /apasitas F&lumetris : dinyatakan dalam m%9jam3 liter9detik3 gall&n9detik3 dan sebagainya. #. /apasitas b&b&t dan sebagainya. /apasitas p&mpa dipengaruhi &leh : 1. Diameter impeller #. !anyaknya putaran impeller persatuan 4aktu ';P . : dinyatakan dalam lb9se53 t&n9jam3 kg9se53

2%

Usaha untuk mendapatkan kapasitas yang besar antara lain : 1. Dengan d&uble su5ti&n pump #. Dengan dua p&mpa yang dihubungkan se5ara paralel

7.1.-.1.#. 0inggi tekan p&mpa 'head pump. P&mpa memberikan kerja kepada Eat 5air sehingga energi yang dikandungnya menjadi tambah besar. !esarnya energi yang dimiliki satu satuan berat 5airan disebut Head 'H..
( = ' #

( kg.m ) ( kg )

'7.1. Sebagai dasar te&ri di atas3 apabila Eat 5air mengalir pada suatu penampang saluran maka mempunyai head t&tal yang dapat dinyatakan :
( = " v# +) #g

'7.#. Dimana : P adalah tekanan Eat 5air 'kgA9m#.3 F adalah ke5epatan rata:rata 'm9s.3 N adalah ketingian Eat 5air diukur dari bidang reAerensi3 adalah berat Eat 5air persatuan F&lume 'kgA9m%.3 dan g adalah per5epatan graFitasi. Adapun masing:masing suku dari persamaan tersebut di atas3 yaitu P93 B#9#g3 dan N3 berturut:turut

disebut head tekanan3 head ke5epatan3 dan head p&tensial. Dari persamaan di atas bisa diperluas untuk menyelesaikan perhitungan head t&tal p&mpa yang

2-

meliputi head hisap 'su5ti&n head. dan head tekan 'head dis5harge..

7.1.-.#.

Perhitungan Head dan Daya 1. Head Sisi Hisap 'su5ti&n Head J Hs.
(s = "a v# + s ) ls hls #g

'mka abs. Dimana :

'7.%.

Pa J tekanan udara luar pada permukaan 5airan sisi hisap '1 atm. '8. J leFel permukaan 5airan di atas p&r&s p&mpa ':. J leFel 5airan di ba4ah p&r&s p&mpa hls J kerugian gesek sepanjang pipa hisap Fs J ke5epatan 5airan pada sisi su5ti&n g J per5epatan graFitasi

#. Head Sisi 0ekan 'Dis5harge Head J Hd.


(d =
# pa vd + + ) ld + hld #g

'mka abs. Pa J tekanan udara tertentu pada permukaan 5airan sisi tekan hld J kerugian head sepanjang pipa dis5harge 'mka. Fd J ke5epatan 5airan pada sisi dis5arge 'm9s3 At9s.

'7.-.

!ila bejana tertutup maka Pa diganti dengan P& dimana :

%. Head 0&tal 'H.

27

Head t&tal p&mpa yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah 5airan dapat ditentukan dari k&ndisi instalasi yang dilayani p&mpa. Head t&tal p&mpa dinyatakan sebagai berikut :
( = ha + h p + hl + v # #g

'7.7.
# ' "d "s . vd v#s ( = ') d ) s . + + ' h s + hd . + #g

'7.2.
Dimana : H J head t&tal p&mpa Nd J tinggi pengangkatan sisi dis5harge 'm. Ns J tinggi pengangkatan pada sisi su5ti&n '8. J permukaan Aluida sisi su5ti&n di ba4ah p&r&s p&mpa ':. J permukaan Aluida sisi su5ti&n di atas p&r&s p&mpa Pd J tekanan pada sisi dis5harge 'N9m#. Ps J tekanan pada sisi su5ti&n 'N9m#. J b&b&t spesiAik 'N9m#.

Fd J ke5epatan Aluida pada sisi dis5harge 'm9s. Fs J ke5epatan Aluida pada sisi su5ti&n 'm9s. g J per5epatan graFitasi ',3(1 m9s#. hs J kerugian head pada sisi su5ti&n 'm. hd J kerugian head pada sisi dis5harge 'm.

-. Daya 1. P&4erJHHP. Daya hidr&lik adalah daya yang diperlukan untuk memindahkan Eat 5air dalam sistem perp&mpaan Daya Hidr&lik 'Hydrauli5 H&rse

22

((" =

( * 1***

'/<. Dimana : HHP H O J daya hidr&lik J head t&tal 'm. J kapasitas 'm%9s. J b&b&t spesiAik 'N9m#.

'7.).

#. Daya P&r&s '!rake H&rse p&4erJ!HP. Daya p&r&s adalah daya yang harus dibangkitkan &leh p&r&s p&mpa. Daya ini didapat dari penggerak p&mpa itu sendiri3 daya p&r&s ini dipakai untuk: 1. #. enggerakkan Eat 5air ke tempat yang dituju. engatasi gesekan 'Ariksi. di dalam p&mpa itu sendiri.
B(" = ! + Cos n *.7 )-2

'HP. Dimana: A B 6&s n )-2

'7.(. J ampere m&t&r saat ber&perasi J tegangan m&t&r saat ber&perasi J Aakt&r daya m&t&r J phase m&t&r penggerak J angka k&nFersi

7.1.7. Karak'eri"'ik P!mpa Sen'ri)u6a( /arakteristik pipe line atau sering disebut karakteristik Head +6apasity system adalah hubungan

2)

antara F&lume 5airan melalui suatu pipe line persatuan 4aktu dan menghasilkan head l&ss. Dari karakteristik ini didapat dilihat berapa besarnya head yang diperlukan untuk mengalirkan sejumlah 5airan pada sistem tersebut. Head l&ss pada pipe line 'Hpl. terdiri dari dua jenis yaitu :
( pl = ( pls + ( pld

'7.,. Dimana : Hpls Hpld J head kerugian 'head l&ses. yang terjadi karena beda ketinggian 5airan 'statis. J head kerugian 'head l&ses. yang terjadi karena 5airan mele4ati pipa 'dinamis.

Hpls

hld hls 1b.7.1#./arakteristik P&mpa

2(

HEAD ' H .

Hpld Hpl Hpls /APAS$0AS ' O .

Hpl J Hpld

1b.7.1%. /arakteristik pipe line p&mpa sentriAugal '5entriAugal pump. /eterangan : 1. /apasitas makin besar3 maka head l&ss statis 'H pld. tetap3 head dinamis 'Hpls. makin tinggi begitu pula sebaliknya. #. 1aris putus:putus menyatakan H:6 sistem3 bila instalasi tidak ada head l&ss statis 'HpldJ*..

7.1.9. &ead &i"ap P!"i'i) #e''! *#e' P!"i'i) Su5'i!n &ead:#p"hP&mpa sentriAugal bisa bekerja apabila rumah p&mpa telah terisi dengan Eat 5air. "ika p&mpa dalam keadaan k&s&ng3 maka p&mpa tidak dapat menghisap Eat 5air. Agar Eat 5air dalam saluran hisap dapat masuk ke dalam rumah p&mpa diperlukan adanya tekanan Eat 5air

2,

yang tertentu besarnya3 yang dikenal dengan NPSH yang diperlukan &leh p&mpa ';eGuired NPSH..

7.2.1. Head Hisap P&sitiA Nett& yang 0ersedia 'NPSHaFailable. NPSH yang tersedia adalah tekanan abs&lut yang disediakan pada lubang hisap p&mpa dikurangi dengan tekanan uap Eat 5air yang dip&mpakan dan dinyatakan dalam satuan panjang. NPSH tersedia besarnya minimal # Aeet di atas NPSH yang diperlukan agar p&mpa dapat bekerja dengan baik.

,"S( a = ) sl + ' "a "vp .

#3%1 ( sl Sg

'7.1*.

Dimana: Nsl Nsl Nsl Pa PFp Hsl #3%1 J su5ti&n stati5 head J tanda '8. untuk su5ti&n head J tanda ':. untuk su5ti&n liAt J tekanan abs&lut di atas permukaan Eat 5air J tekanan uap Eat 5air pada suhu

dalam tangki hisap. pem&mpaan J kerugian head akibat Ariksi sepanjang pipa J Aakt&r k&nFersi dipakai untuk mengubah

satuan tekanan 'Psig. ke dalam satuan head dalam Aeet.

7.1.2.#. Net P&sitiA Su5ti&n Head yang Diperlukan 'NPSHreGuired.

)*

NPSH yang diperlukan p&mpa adalah tekanan abs&lut minimun yang dinyatakan dalam head yang diperlukan dalam lubang hisap p&mpa3 agar Eat 5air dapat masuk ke dalam rumah p&mpa '5asing. sampai merendam impeller agar p&mpa bekerja dengan baik. !esarnya NPSH ini dipengaruhi &leh k&nstruksi p&mpa itu sendiri dan ditentukan &leh pabrik pembuat p&mpa.

HEAD ' @EE0 .

NPSH;

P> PA

NPSHA /APAS$0AS ' 6 @ H .

1b.7.1-. 1raAik hubungan NPSHrJA'O. dan NPSHaJA'O..

7.1.2.%. /aFitasi /aFitasi adalah terbentuknya gelembung: gelembung uap dan gas di dalam saluran hisap hingga gelembung tersebut pe5ah saat menumbuk impeller p&mpa. Se5ara umum kaFitasi dimulai bila PsJPF

NPSH ' @EE0 .

S$S0E

)1

'tekanan penguapan 5airan pada k&ndisi tertentu. atau PsPPF sehingga untuk menghindari kaFitasi diharuskan PsMPF. Akibat terjadinya kaFitasi dapat menyebabkan : 1. Unjuk kerja p&mpa menurun. #. ;usak95a5atnya impeller. %. >perasi p&mpa berisik. -. 1etaran yang terjadi semakin tinggi. /&ndisi di atas berkaitan dengan tinggi angkat maksimum 'Nsl. dimana :
) ls = "a "v v# hls s #g

'7.11. Dalam praktek supaya p&mpa dapat bekerja dengan aman9baik3 maka harga NslJ*3)7 Nsl maksimum. Hal:hal yang 1. Naiknya suhu perp&mpaan PFMPs. #. /erugian tekanan pada saluran hisap terlalu besar. %. Putaran p&mpa lebih besar dari putaran desain. Langkah:langkah emperke5il 0erjadinya /aFitasi streamline3 1. !agian:bagian yang masuk ke dalam p&mpa harus dibuat #. %. -. engusahakan aliran sm&&th pada saat masuk impeller. engarahkan ke5epatan 5airan masuk p&mpa9impeller dengan guide Fane. enghindari terjadinya F&rte?3 Al&4 separati&n. emungkinkan 0erjadinya /aFitasi

dan dihindarkan terjadinya bel&kan tajam dan elemen yang menghalangi.

7.2 P$0&ITU#GA# U#3UK K$03A P%MPA 7.2.1 8un6"i P!mpa Sen'ri)u6a( Ka(i S!(! I

)#

P&mpa SentriAugal di /ali S&l& $ berAungsi untuk mengalirkan air dari Sungai !enga4an S&l& ke bak Segaran dan ke bak =AP. Namun pada perhitungan kali ini diasumsikan p&mpa hanya bekerja untuk mengalirkan air ke bak =AP yaitu yang memiliki beban terbesar dengan asumsi kapasitas aliran sebesar #-* m# 9jam. Data lainnya didasrkan dari perhitungan di lapangan. 7.2.2. Dia6ram A(iran Kerja P!mpa

)%

7.2. . Da'a P!mpa dan Pen66erak 7.#.%.1. Data P&mpa erk 0ype Head /apasitas &t&r : EN @renstat >+: 0>;$SH$ A : 6NA 1** + -* : -7 m : #7* m%9jam

7.#.%.#. Data erk 0ype B&ltage P&4er ;P Arus

: @ #7*

: %(* B&lt : 77 /< : 1-72 : )7 Ampere :% : *3(2

Phase 'n. 6&s Q

7.2.4. Da'a Si"'em Perpipaan 7.#.-.1. Sisi Hisap Diameter Panjang "umlah 1ate BalFe '19- &pen. :# : 1#I :7m

)-

Elb&4 ; !esar Elb&4 ; enengah :1

:1

Elb&4 Standard ;edu5er 1*I 2I Diameter Panjang "umlah 1ate BalFe '19- &pen. 6he5k BalFe Elb&4 ; !esar Elb&4 Standard ;edu5er 1*I (I :#

:1 :1

7.#.-.#. Sisi 0ekan Pipa 1 : 1*I : #7 m

:1 :# :7 :1

7.#.-.%. Sisi 0ekan Pipa # Diameter Panjang m Elb&4 Standard :) : (I : -,#

)7

7.2.7. )(!1 5har' perhi'un6an

)2

7.2.9. Perhi'un6an 7.#.#.1. ke5epatan Aluida : Pada sisi hisap O J #-* m9jam d J 1# H J *3%*-( m
!= xd # J *3*)% m# -

diket

J *3*2) m9s

+ =

*3*2) * = *3*)% !

J *3,# m9s : pada sisi tekan pipa 1 O J #-* m9jam d J 1* H J *3#7- m


!= xd # J *3*71 m# -

diket

J *3*2) m9s

+ =

*3*2) * = *3*71 !

J 13%# m9s : pada sisi tekan piapa # O J #-* m9jam d J ( H J *3#*%# m J *3*2) m9s

diket

))

!=
+ =

xd # J *3*%# m# -

*3*2) * = *3*%# !

J #.*2 m9s

7.#.#.#. Head 0&tal P&mpa 1. Head /erugian Head /erugian Pada Sisi Hisap Panjang EkiFalen ateri al "umlah Panjan g EkiFal en Panja ng Pipa Lurus Ujung Hisap Stand ard 1ate BalFe '19&pen. Elb&4 ; !esar (3##,2 ; (3##, 23172, 23172 #-(3-1 -,23( #- m 73-(273-(2 Panjan g 0&tal

)(

ene ngah 1*3*7( Stand ard ;edu5 er Panjang 0&tal Pipa 7%737 %- m !ilangan ;eyn&ld ';e. :
;e = +xd v
*3,1%) x*3%*#( ,3*#7.1* 2

1*3*7 (- m

%3)-,

%3)-,

J %*(7(3#( dengan pipa diasumsikan sebagai 5&mmer5ial steel &A 4r&ught ir&n

D = *3***-7

k&eAisien gesekan 'A. J *3*%-7 head kerugian ' hA . :


h f = fx -x+ # Dx # xg

= *3*%-7 x

7%737%-- x '*3,1%). # *3%*-( x # x,3(

J #37(# m Head /erugian Pada Sisi 0ekan Pipa 1 Panjang EkiFalen ateri al "umlah Panjan g EkiFal Panja en #7 m Panjan g 0&tal #7 m

),

ng Pipa Lurus 1ate BalFe '19&pen. 6he5k BalFe Elb&4 ; !esar 7 Stand ard ;edu5 er Panjang 0&tal Pipa 1 (3##, m 13)%) m -131(m 13)%) m 7#)3% -1 m !ilangan ;eyn&ld ';e. :
;e = +xd v
13%17) x *3#7,3*#7.1* 2

#1-3#) -m

-#(37 -, m

1 #

1,3(1# m 737-) m

1,3(1 #m 113*, 7m

J %)*#,31 dengan pipa diasumsikan sebagai 5&mmer5ial steel &A 4r&ught ir&n

D = *3***1(

k&eAisien gesekan 'A. J *3*-1 head kerugian ' hA . :


h f = fx -x+ # Dx # xg

(*

= *3*-1x

7#)3%-1x '13%17). # *3#7- x # x,3(

J )371( m

Head /erugian Pada Sisi 0ekan Pipa # Panjang EkiFalen ateri al "umlah Panjan g EkiFal Panja ng Pipa Lurus Elb&4 Stand ard Panjang 0&tal Pipa 7%(3, %, m !ilangan ;eyn&ld ';e. :
;e = +xd v
#3*72 x*3#*%# ,3*#7.1*2

Panjan g 0&tal -,# m

en -7* m

23)*72 m

-23,% ,m

J -2#(23( dengan pipa diasumsikan sebagai 5&mmer5ial steel &A 4r&ught ir&n

D = *3***##

k&eAisien gesekan 'A. J *3*-#

(1

head kerugian ' hA . :


h f = fx -x+ # Dx # xg

= *3*-# x

7%(3,%, x ' #3*72. # *3#*%# x # x,3(

J #-3*# m #. Head Statis 'ha. Hs J Ed : Es J 1# + 1 J 11 m

%. Head Perbedaan /e5epatan HF


= +d # +s # # xg

' #3*72. # '*3,1. # # x,3(

J *31)% m -. Head Perbedaan 0ekanan J *3 tekanan hisap dan keluar dianggap sama. Head 0&tal J Head Statis 8 Head /e5epatan 8 Head /erugian : 11 8 *31)% 8 #37( 8 )37# 8 #%3,( J -73#, m

7.#.#.%. Daya @luida 'HHP. HHP JR?O?H J ,3(1?1*%?*3*2)?-73#,

(#

J #,32# /<

7.#.#.-. Daya P&r&s 'SHP.


S(" = (("

Sp didapatkan berdasar HETPE60ED PE;@>; AN6E 6U;BEI3 pada kasus ini didapatkan 7- D
S(" = #,32# *37-

J 7-3(2 /<

7.#.#.7. NPSH Sistem


,"S( av = "a " + ( s v + hls

Pa J 0ekanan Atm&sAir PF J 0akanan "enuh Air Hls J Head L&ss Se5ti&n


1** kPa %3#, k"a +1 m * = 1*3(2 m ,3(1 ., m% ,3(1 ., m%

,"S( av =

NPSH r J (37 m

/arena NPSHaF M NPSHr maka p&mpa dapat di&perasikan dengan baik dan tidak terjadi kaFitasi pada sisi hisap.

(%

7. . K$SIMPULA# ; SA0A# 7. .1. Ke"impu(an Dari pengamatan dan perhitungan setelah kerja praktik dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. P&mpa yang digunakan pada /ali S&l& $ adalah p&mpa sentriAugal jenis ;adial @l&4 Pump. #. Dari hasil perhitungan untuk kapasitas p&mpa #-* m%9jam didapatkan eAisiensi p&mpa sebesar 7- D. EAisiensi ini sedikit lebih rendah dari eAisiensi maksimumnya yaitu sebesar 773)D karena p&mpa diperhitungkan pada kapasitas yang sedikit lebih rendah dari kapasitas maksimumnya yaitu sebesar #7* m%9jam. %. /arena nilai NPSHaF 'tersedia. J 1*3(2 m sedangkan NPSHr 'diperlukan.J (37 m dan sudah memenuhi syarat3 maka p&mpa akan terhindar dari kaFitasi yang bisa merusak p&mpa dan menurunkan perA&rmansi p&mpa.

7. .2. Saran

(-

Sebagai bahan pertimbangan dari hasil analisa dan pengamatan selama melaksanakan kerja praktik3 praktikan menyarankan : 1. Pera4atan dan pemeliharaan rutin harus dilakukan se5ara berkala sesuai dengan manual &perati&n p&mpa yang digunakan. #. Agar diupayakan penyediaan arsip tentang Name Plate dari p&mpa dan penggeraknya serta pembuatan Plat Plant 'gambar instalasi. yang tepat dan spesiAik sehingga untuk perhitungan selanjutnya bisa didapatkan hasil yang lebih akurat yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai bahan reAerensi tentang k&ndisi &perasi&nal p&mpa apakah sudah sesuai dengan yang seharusnya.

DA8TA0 PUSTAKA Austin H. 6hur5h3 terjemahan NulkiAli Harahap3 "ompa dan Blower Sentrifugal3 Erlangga3 "akarta3 1,(2 6rane3 Flow of Fluids /rough +alve Fitting and "ipe3 6rane 6&3 1,)2 DaFid ". Deuts5h3 "rocess "iping Systems Chemical 'ngineering3 Publi5ati&ns 6&3 Ne4 =&rk31,(* @rank . <hite3 terjemahan Erlangga3 "akarta31,(2 L&uis 1. La4it3 "iping System Drafting and Design3 Prenti5e Hall $n53 Engle4&&d 6liAs3 1,(1 Sulars&3 Haru& 0ahara3 "ompa dan .ompresor3 P0 Pradnya Paramita3 "akarta3 1,(7 anahan Hariandja3 0ekanika Fluida 1ilid 23 5:1ra4 Hill

(7