Anda di halaman 1dari 3

KOMPLIKASI YANG TIDAK BIASA DARI PENCABUTAN GIGI : OSTEOMYELITIS : LAPORAN KASUS

ABSTRAK Osteomyelitis, sebuah peradangan sumsum tulang akibat infeksi periapikal yang menyebar melalui ruang-ruang pada sumsum dan berlanjut menjadi nekrosis tulang. Hal ini dapat berupa akut, subakut dan kronis. Ini adalah sebuah kasus komplikasi pada pencabutan gigi dengan pemeriksaan klinis dan histopatologis, didiagnosa sebagai osteomyelitis kronis. Kata Kunci : Osteomyelitis kronis, sequestrum

PENDAHULUAN Osteomyelitis adalah sebuah peradangan dari rongga sumsum dan permukaan kortikal yang biasanya berkembang setelah infeksi kronis yang efeknya kurang baik terhadap supply darah atau dapat berimbas menjadi jaringan nekrotik, menyebar melalui tulang menuju ke daerah yang lebih luas. Kondisi lokal pada rahang juga dapat mempengaruhi infeksi tulang atau osteomyelitis localized. Osteomyelitis pada rahang akibat mikroorganisme odontogenik merupakan komplikasi dari pencabutan gigi, infeksi gigi, trauma fraktur rahang dan pembedahan, trauma maxilofacial dan perawatan berturut-turut yang tidak adekuat dari fraktur, dan/atau penyinaran yang biasanya dilakukan oleh pasien immuno-compromised lokal atau general maupun keduanya. Osteomyelitis didiagnosis dan diklasifikasikan menjadi akut, subakut atau kronis, tergantung dari riwayat pasien, pemeriksaan klinis, pembedahan, penemuan radiografi dan diagnosis berdasar histopatologi.

LAPORAN KASUS Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirujuk ke Bagian Bedah Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Nadiad, dengan riwayat ekstraksi gigi atas, terdapat pus dan pembengkakan pada daerah anterior atas dengan keadaan mengalir dari hidung sejak dua bulan. Pasien memiliki riwayat diabetes dan hipertensi. Berdasarkan pemeriksaan darah terlihat peningkatan jumlah sel darah putih dan nilai sedimen eritrosit. Dengan diagnosis klinis osteomielitis kronis, pasien dioperasi dan kemudian jaringan yang telah dioperasi dikirim ke bagian histopatologi untuk dilakukan diagnosis histopatologi.

Berdasarkan hasil pengukuran jaringan tulang didapatkan ukuran 4.5 x 4.1 x 2.4 cm, dan berwarna merah muda kecoklatan (gambar 1).

Gambar 1. Jaringan tulang berukuran 4.5 x 4.1 x 2.4 cm berwarna merah muda kecoklatan Dari gambaran histopatologi menunjukkan tulang yang nekrosis dengan cell inflamatory akut, rongga sum-sum terisi dengan imflamasi exudate. Osteoblast mengelilingi tulang trabekula yang rusak, dan area yang terlihat terepsopsi secara lambat. (Gambar 2, 3, 4)

Gambar 2. Osteocytic kosong Lacuna (40x)

Gambar 3. Kepadatan tulang trabekula yang berkurang dan terlihat celah-celah kecil pada jaringan sumsum (10x)

Gambar 4. Osteoblast membatasi tulang trabekula yang rusak dan terlihat resopsi (4x)

DISKUSI Osteomyelitis merupakan kondisi imflamasi yang jarang terjadi pada rahang, yang diikuti dengan penyakit sistemik yang multipel seperti diabetes, autoimun, penyakit ganas, malnutrisi and sindrom imunodefisiensi yang berkembang pada suatu negara tertentu. Etiologi tidak diketahui, namun berdasarkan teori diduga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, dental, defiensi vaskular (endarteritis lokal), atau trauma. Keganasan, osteoporosis, osteopetrosis dan penyakit pagets merupakan predisposisi dari osteomielitis. Penyakit sistemik seperti diabetes, anemia, malnutrisi yang mungkin menyebabkan perubahan pertahanan yang sangat besar sehingga terjadi hipovaskularisasi tulang yang mana keadaan tersebut dapat menyebabkan inflamasi dan nekrosis. Sumber tersering ialah foci odontogenic, penyakit periodontal, infeksi pulpa, luka ekstraksi, fraktur yang terinfeksi. Pus, fistula dan suquestration merupakan gambaran klinis yang sering ditemukan pada penyakit ini. Secara klinis dan histologi, osteomyelitis kronis dapat diamati pada fase agresif osteolitik putrefactive sampai fase dry osteoskelrotik.

KESIMPULAN Osteomyelitis kronis pada maksila dan mandibula dikaitkan dengan infeksi mulut yang telah ada sebelumnya dan mikrobiota yang merupakan bagian utama dari mikroorganisme mulut, khususnya anaerob. Studi kasus ini menunjukkan karakteristik ostemielitis kronis. Kombinasi dari terapi antibiotik dan pembedahan debridement sangat efektif untuk terapi ostemyelitis supuratif kronis. Osteomyelitis membutuhkan teknik bedah yang lebih akurat untuk menghilangkan poket dari nekrosis tulang dengan kuretase dan sequestrectomy