Anda di halaman 1dari 13

REFERAT

UROLITIASIS

Disusun oleh: Katherine Hermanto !arisa "urie #asseri $ina Tamara Khrisna ' Rahel !FS

061003 0610106 06101%& 06101&% 06101((

'em)im)in*: +r, Antonius K,- S./- FIna"S

S!F IL!U /EDAH FAKULTAS KEDOKTERA# U#I$ERSITAS KRISTE# !ARA#ATHA RU!AH SAKIT SEKAR KA!UL0A# "I1U1UR %010

UROLITIASIS
Urolithiasis adalah suatu keadaan dimana terdapat batu (kalkuli) pada traktus urinarius. ETIOLO1I Pre renal Renal Post renal : Eksogen, Endogen : Renal tubular acidosis, Idiopatik hiperkalsiuri, Cystinuria : Uropathy obstructi e, In!eksi

FAKTOR 0A#1 !E!'E#1ARUHI 'E!/E#TUKA# /ATU "aktor Endogen !aktor genetik, !amilial, pada hypersistinuria, hiperkalsiuria dan hiperoksalouria. "aktor Eksogen !aktor lingkungan, peker#aan, makanan, in!eksi dan ke#enuhan mineral dalam air minum. "aktor lain o In!eksi In!eksi $aluran %encing (I$%) dapat menyebabkan nekrosis #aringan gin#al dan akan men#adi inti pembentukan &atu $aluran %encing (&$%). In!eksi bakteri akan memecah ureum dan membentuk amonium yang akan mengubah p' Urine men#adi alkali. o $tasis dan (bstruksi Urine )danya obstruksi dan stasis urine akan mempermudah In!eksi $aluran %encing. o *enis %elamin +ebih banyak ter#adi pada laki,laki dibanding -anita dengan perbandingan . : /.

o Ras &atu $aluran %encing lebih banyak ditemukan di )!rika dan )sia. o %eturunan )nggota keluarga &atu $aluran %encing lebih banyak mempunyai kesempatan. o )ir 0inum 0emperbanyak diuresis dengan cara banyak minum air akan mengurangi kemungkinan terbentuknya batu, sedangkan kurang minum menyebabkan kadar semua substansi dalam urine meningkat. o Peker#aan Peker#a keras yang banyak bergerak mengurangi kemungkinan terbentuknya batu dari pada peker#a yang lebih banyak duduk. o $uhu 1empat yang bersuhu panas menyebabkan banyak mengeluarkan keringat. o 0akanan 0asyarakat yang banyak mengkonsumsi protein he-ani angka morbiditas &atu $aluran %encing berkurang. Penduduk yang egetarian yang kurang makan putih telur lebih sering menderita &atu $aluran %encing (buli,buli dan Urethra). TEORI 'E!/E#TUKA# /ATU 1eori Inti 0atriks o 1erbentuknya &atu $aluran %encing memerlukan adanya substansi organik sebagai inti. $ubstansi ini terdiri dari mukopolisakarida dan mukoprotein ) yang mempermudah kristalisasi dan agregasi substansi pembentukan batu.

1eori $upersaturasi o 1er#adi ke#enuhan substansi pembentuk batu dalam urine seperti sistin, santin, asam urat, kalsium oksalat akan mempermudah terbentuknya batu.

1eori Presipitasi,%ristalisasi o Perubahan p' urine akan mempengaruhi solubilitas substansi dalam urine. Urine yang bersi!at asam akan mengendap sistin, santin dan garam urat, urine alkali akan mengendap garam,garam !os!at.

1eori &erkurangnya "aktor Penghambat o &erkurangnya !aktor penghambat seperti peptid !os!at, piro!os!at, poli!os!at, sitrat magnesium, asam mukopolisakarida akan mempermudah terbentuknya &atu $aluran %encing.

LETAK /ATU 2ephrolithiasis Pyelolithiasis Ureterolithiasis 3esicolithiasis Urethrolithiasis

!A#IFESTASI KLI#IS 0ani!estasi klinis tergantung pada adanya obstruksi, in!eksi dan oedema. %etika batu menghambat aliran urin, ter#adi obstruksi menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi pada gin#al serta ureter proksimal. In!eksi (pielone!ritis dan sistitis yang disertai menggigil, demam dan disuria) dapat ter#adi dari iritasi terus,menerus. &eberapa batu #ika ada akan menyebabkan sedikit ge#ala namun

secara perlahan merusak unit !ungsional (ne!ron) gin#al, sedangkan yang lain menyebabkan nyeri luar biasa dan ketidaknyamanan. 'ematuria dan piuria pada -anita keba-ah mendekati kandung kemih sedangkan pada pria mendekati testis. &ila nyeri mendadak akut, disertai nyeri tekan diseluruh kosto ertebral, dan muncul muntah,muntah, maka pasien sedang mengalami episode kolik renal. &atu yang ter#ebak dalam ureter menyebabkan gelombang nyeri yang luar biasa akut dan kolik yang menyebar ke paha dan genitalia. Pasien sering akan merasa ingin berkemih namun hanya sedikit urin yang keluar, dan biasanya mengandung darah akibat aksi abrasi! batu. %elompok ge#ala ini disebut %olik uretral. Umumnya pasien akan mengeluarkan batu dengan diameter labih dari / cm biasanya harus diangkat atau dihancurkan hingga dapat diangkat atau dikeluarkan secara sepontan. &atu yang ter#ebak di kandung kemih biasanya menyebabkan ge#ala iritasi dan berhubungan dengan in!eksi dengan traktus urinarius dan hematuri. *ika batu menyebabkan obstruksi pada leher kandung kemih, akan ter#adi retensi urin. *ika in!eksi berhubungan dengan adanya batu, maka kondisi ini #auh lebih serius, disertai sepsis yang mengancam kehidupan. /atu .el2is *in3al batu pielum didapatkan dalam bentuk yang sederhana sehingga hanya menempati bagian pel is, tetapi dapat #uga tumbuh mengikuti bentuk susunan pel okaliks sehingga bercabang menyerupai tanduk rusa. %adang batu hanya terdapat di suatu kaliks. &atu pel is gin#al dapat bermani!estasi tanpa ge#ala sampai dengan ge#ala berat. Umumnya ge#ala batu saluran kemih merupakan akibat destruksi aliran kemih dan in!eksi. 2yeri di daerah pinggang dapat dalam bentuk pegal hingga kolik atau nyeri yang terus,menerus dan hebat karena adanya pione!rosis. Pada pemeriksaan !isik mungkin kelainan sama sekali tidak ada, sampai mungkin terabanya gin#al yang membesar akibat adanya hidrone!rosis. 2yeri dapat berupa nyeri tekan atau ketok pada daerah arkus kosta pada sisi gin#al yang terkena. $esuai dengan gangguan yang ter#adi, batu gin#al yang

terletak di pel is dapat menyebabkan ter#adinya hidrone!rosis, sedangkan batu kaliks pada umumnya tidak memberikan kelainan !isik. /atu ureter )natomi ureter mempunyai beberapa tempat penyempitan yang memungkinkan batu ureter terhenti. %arena peristaltis, akan ter#adi ge#ala kolik, yakni nyeri yang hilang timbul disertai perasaan mual dengan atau tanpa muntah dengan nyeri alih khas. $elama batu bertahan di tempat yang menyumbat, selama itu kolik akan berulang,ulang sampai batu bergeser dan memberi kesempatan pada air kemih untuk le-at. &atu ureter mungkin dapat le-at sampai ke kandung kemih dan kemudian keluar bersama kemih. &atu ureter #uga bisa sampai ke kandung kemih. &atu #uga bisa tetap tinggal di ureter sambil menyumbat dan menyebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter yang mungkin asimptomatik. 1idak #arang ter#adi hematuria yang didahului dengan serangan kolik. &ila keadaan obstruksi terus berlangsung, lan#utan dari kelainan yang ter#adi dapat berupa hidrone!rosis dengan atau tanpa pielone!ritis sehingga menimbulkan gambaran in!eksi umum. /atu 4an+un* 4emih %arena batu menghalangi aliran kemih akibat penutupan leher kandung kemih, aliran yang mula,mula lancar secara tiba,tiba akan terhenti dan menetes disertai dengan nyeri. &ila pada saat sakit tersebut penderita berpindah posisi, suatu saat air kemih akan dapat keluar karena letak batu yang berpindah. &ila selan#utnya ter#adi in!eksi yang sekunder, selain nyeri, se-aktu miksi #uga akan terdapat nyeri menetap suprapubik. /atu .rostat Pada umumnya batu prostat #uga berasal dari kemih yang secara retrograd terdorong ke dalam saluran prostat dan mengendap, yang akhirnya men#adi batu yang kecil. Pada umumnya batu ini tidak memberikan ge#ala sama sekali karena tidak menyebabkan gangguan pasase kemih.

/atu uretra &atu uretra umumnya merupakan batu yang berasal dari ureter atau kandung kemih yang oleh aliran kemih se-aktu miksi terba-a ke uretra, tetapi menyangkut di tempat yang agak lebar. 1empat uretra yang agak lebar ini adalah di pars prostatika, bagian permulaan pars bulbosa dan di !ossa na ikulare. &ukan tidak mungkin dapat ditemukan di tempat lainnya. 4e#ala yang ditimbulkan umumnya miksi tiba,tiba terhenti, men#adi menetes dan nyeri. E$ALUASI DIA1#OSTIK $elain pemeriksaan melalui anamnesis dan #asmani untuk menegakkan diagnosis, penyakit batu perlu ditun#ang dengan pemeriksaan radiologik, laboratorium, dan penun#ang lain untuk menentukan kemungkinan adanya obstruksi saluran kemih, in!eksi, dan gangguan !aal gin#al. $ecara radiologik, batu dapat radioopak atau radiolusen. $i!at radioopak ini berbeda untuk berbagai #enis batu sehingga dari si!at ini dapat diduga #enis batu yang dihadapi. 5ang radiolusen umumnya adalah dari #enis asam urat murni. Pada yang radioopak pemeriksaan dengan !oto polos sudah cukup untuk menduga adanya batu saluran kemih bila diambil !oto dua arah. Pada keadaan yag istime-a tidak #arang batu terletak di depan bayangan tulang, sehingga dapat luput dari pengamatan. (leh karena itu, !oto polos sering perlu ditambah dengan !oto pielogra!i intra ena. Pada batu yang radiolusen, !oto dengan bantuan kontras akan menyebabkan terdapatnya de!ek pengisian pada tempat batu sehingga memberi gambaran pada daerah batu yag kosong. 5ang menyulitkan adalah bila gin#al yang mengandung batu tidak ber!ungsi lagi sehingga kontras ini tidak muncul. 6alam hal seperti ini, perlu dilan#utkan dengan pielogra!i retrograd yang dilaksanakan pemasangan kateter ureter melalui

sistoskop pada ureter gin#al yang tidak dapat ber!ungsi untuk memasukkan kontras. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menun#ang adanya batu di saluran kemih, menentukan !ungsi gin#al, dan menentukan sebab ter#adinya batu. Pemeriksaan renogram berguna untuk menentukan !aal kedua gin#al secara terpisah pada batu gin#al bilateral atau bila kedua ureter tersumbat total. Cara ini dipakai untuk memastikan gin#al yang masih mempunyai sisa !aal yang cukup sebagai dasar untuk melakukan tindak bedah pada gin#al yang sakit. Pemeriksaan ultrasonogra!i dapat untuk melihat semua #enis batu, baik yang radiolusen maupun yang radioopak. $elain itu, dapat ditentukan ruang dan lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini #uga dipakai untuk menentukan batu selama tindakan pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu. DIA1#OSIS /A#DI#1 %olik gin#al dan ureter dapat disertai dengan akibat yang lebih lan#ut, misalnya distensi usus dan pione!rosis dengan demam. (leh karena itu, #ika dicurigai ter#adi kolik ureter maupun gin#al, khususnya yang kanan, perlu dipertimbangkan kemungkinan kolik saluran cerna, kandung empedu, atau appendisitis akut. $elain itu, pada perempuan perlu #uga dipertimbangkan kemungkinan adneksitis. &ila ter#adi hematuria, perlu dipertimbangkan kemungkinan keganasan apalagi bila hematuria ter#adi tanpa nyeri. $elain itu, perlu diingat bah-a batu saluran kemih yang bertahun,tahun dapat menyebabkan ter#adinya tumor yang umumnya karsinoma epidermoid, akibat rangsangan dan in!lamasi. %husus untuk batu gin#al dengan hidrone!rosis, perlu dipertimbangkan kemungkinan tumor gin#al. Pada batu ureter, terutama #enis yang radiolusen, apalagi bila disertai dengan hematuria yang tidak disertai dengan kolik, perlu dipertimbangkan kemungkinan tumor ureter -alaupun tumor ini #arang ditemukan.

6ugaan radiolusen.

batu

kandung

kemih

#uga

perlu

dibandingkan

dengan

kemungkinan tumor kandung kemih, terutama bila batu yang terdapat dari #enih &atu prostat biasanya tidak sukar didiagnosis karena gambaran radiologiknya yang khas, yang kecil seperti kumpulan pasir di daerah prostat. )kan tetapi, pemeriksaan colok dubur dapat memberi kesan adanya keganasan, terutama bila terdapat batu yang cukup banyak sehingga teraba seperrti karsinoma prostat. 6alam keadaan yang tidak pasti seperti itu perlu dilakukan biopsi prostat. 'E#ATALAKSA#AA# 1u#uan dasar penatalaksanaan adalah untuk menghilangkan batu, menentukan #enis batu, mencegah kerusakan ne!ron , mengendalikan in!eksi, dan mengurangi obstruksi yang ter#adi. Pengurangan nyeri 1u#uannya adalah untuk mengurangi nyeri sampai penyebabnya dapat dihilangkan: morphine atau mepedrine diberikan untuk mencegah syok dan sinkop akibat nyeri luar biasa. 0andi air panas atau hangat diarea panggul dapat berman!aat. Cairan diberikan kecuali pasien mengalami muntah atau menderita gagal #antung kongesti! atau kendisi lain yang membutuhkan pembatasan cairan hal ini meningkatkan peningkatan tekanan hidrostatik pada ruang dibelakang batu sehingga mengurangi konsentrasi kristaloid urin, mengencerkan urin dan men#amin kaluaran yang besar. Pengangkatan Batu Pemeriksaan sistoskopik dan paase kateter uretral kecil untuk menghilangkan batu yang menyebabkan obstruuksi , akan segera mengurangi tekanan,tekanan pada gin#al dan mengurangi nyeri.

Terapi Nutrisi dan Medikasi 1erapi nutrisi berperan penting dalam mencegah batu gin#al. 0asukan cairan yang adekuat dan menghindari makanan tertentu dalam diet yang merupakan bahan utama pembentuk batu (misalnya %alsium) e!ekti! untuk mencegah pembentukan batu atau lebih #auh meningkatkan ukuran batu yang telah ada. $etiap pasien dengan batu renal paling sedikit harus minum 7 gelas8 hari untuk mempertahankan keenceran urin, kecuali ada kontraindikasi. Lithotripsi Gelombang Kejut Ekstrakorporeal (E !L" Prosedur nonin asi! yang digunakan untuk menghancurkan batu di kaliks gin#al. $etelah batu pecah men#adi bagian yang kecil seperti pasir, sisa batu tersebut dikeluarkan sepontan. Metode Endurologi Pengangkatan Batu 0enggabungkan ketrampilan ahli radiologi dan urologi untuk mengangkat batu ren tanpa pembedahan mayor. 2e!rostomi perkutan (ne!rolitotomi perkutan) dan ne!roskopi dimasukan ke traktus perkutan yang sudah dilebarkan kedalam parenkim gin#al, batu dapat diangkat dengan !orceps atau #ating, tergantung dari ukurannya #reteroskopi ureteroskopi mencakup litotripsi isualisasi dan akses dengan memasukan suatu alat atau ultrasound kemudian diangkat. ureteroskop melalui sitoskop. &atu dapat dihancurkan dengan menggunakan laser elektrohidraulik,

Pelarutan Batu In!us cairan kemolitik misalnya: agen pembuat basa (alkylating) dan pembuat asam (acidi!ying) untuk melarutkan batu dapat dilakukan sebagai alternati! penanganan untuk pasien kurang beresiko terhadap terapi lain yang menolak metode lain atau memiliki batu stru it.

Pembedahan ($perasi" $ebelum ada lithotripsi pengangkatan batu gin#al secara bedah merupakan metodel terapi utama. Utuk saat ini bedah dilakukan pada /,9 : pasien. Inter ensi bedah dilakukan #ika batu tersebut tidak berespon terhadap penaganan lain. KO!'LIKASI %omplikasi batu saluran kemih biasanya obstruksi, in!eksi sekunder, dan iritasi yang berkepan#angan pada urotelium yang dapat menyebabkan tumbuhnya keganasan yang sering berupa karsinoma epidermoid. $ebagai akibat obstruksi, khususnya di gin#al atau ureter, dapat ter#adi hidrone!rosis dan kemudian berlan#ut dengan atau tanpa pione!rosis yang berakhir dengan kegagalan !aal gin#al yang terkena. &ila ter#adi pada kedua gin#al, akan timbul uremia karena gagal gin#al total. 'al yang sama dapat #uga ter#adi akibat batu kandung kemih, lebih,lebih bila batu tersebut membesar sehingga #uga mengganggu aliran kemih dari kedua ori!isium ureter. %husus pada batu uretra, dapat ter#adi di ertikulum uretra. &ila obstruksi berlangsung lama, dapat ter#adi ekstra asasi kemih dan terbentuklah !istula yang terletak proksimal dari batu ureter. 'E#"E1AHA# Untuk mencegah pembentukan kristal !os!at amonium magnosium, semua batu yang ada dalam saluran kemih harus dihilangkan karena kuman B.proteus bukan sa#a berada dalam kemih, tetapi terdapat #uga di dalam batu yang tidak pernah dapat dicapai antibiotik. (leh karena itu, untuk batu stru it mutlak harus dicegah adanya batu residu agar in!eksi dapat dibasmi sempurna. $elain itu, rekonstruksi anatomi saluran kemih amat penting karena in!eksi rekurens antara lain disebabkan aliran air kemih yang tidak sempurna. %ristalisasi asam urat sangat bergantung pada p' kemih. &ila p' kemih selalu di atas ;,9, tidak akan terbentuk kristal asam urat. Pencegahan pengeluaran asam

urat ke saluran kemih dapat dilakukan diet dan pada penyakit dengan asam urat yang tinggi dalam serum, dapat diberikan alopurinol. Oktokalsium fosfat Peningkatan nilai saturasi oktokalsium !os!at sama seperti magnesium amonium !os!at, terutama bergantung pada nilai p'. 'anya pada nilai p' di atas ;,<, nilai saturasi oktokalsium !os!at akan berada di atas daerah le-at #enuh. Pada pasien dengan oktokalsium !os!at perlu diteliti nilai p' dan bila nilai p' di atas ;,=, hendaknya dicari penyebabnya yang biasanya in!eksi saluran kemih. $elain itu, harus diperiksa ekskresi kalsium dalam kemih serta nilai kalsium serum. &ila nilai ini melebihi normal, hendaknya dicari penyebabnya, seperti hiperparatiroidisme. Kalsium oksalat %alsium oksalat terdapat pada ><: batu gin#al dan merupakan komposisi batu yang paling sering ditemukan pada batu saluran kemih di negara ma#u. 6alam keadaan normal, kalsium oksalat tidak berada dalam keadaan puncak saturasi di kemih. "aktor utama yang menentukan saturasi oksalat kalsium adalah kalsium dan oksalat. (ksalat mempunyai potensi yang #auh lebih besar dibandingkan dengan kalsium sebagai !aktor saturasi di air kemih sehingga untuk menghindari ter#adinya kristalisasi kalsium oksalat, yang terpenting adalah mencegah ekskresi oksalat dalam kemih. Ekskresi oksalat di kemih sebagian berasal dari makanan, tetapi sebagian besar bersumber dari metabolisme endogen. &ahan makanan yang paling banyak mengandung oksalat adalah bayam, teh, kopi, dan cokelat. 0akanan dengan rendah oksalat merupakan cara yang berman!aat untuk mengurangi ekskresi oksalat. 'iperkalsemia dan hiperkalsiuria dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, misalnya hiperparatiroidi dan kelebihan itamin 6. 'iperkalsiuria dapat disebakian oleh resorpsi kalsium yang berlebihan dari tulang karena hipertiroidi, absorpsi kalsium yang berlebihan di usus, dan sebagai akibat gangguan resorpsi kalsium di tubulus gin#al. 6engan pemeriksaan yang khusus, ketiga #enis hiperkalsiuria ini dapat dibedakan sehingga usaha pencegahan peningkatan ekskresi kalsium dalam kemih dapat dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Pada hiperparatiroidisme tentu

dibutuhkan tindakan koreksi, sedangkan pada absorpsi selain mengurangi diet yang mengandung kalsium, #uga dapat diberikan bahan yang mencegah absorpsi kalsium dari usus. 'RO1#OSIS Prognosis batu sakuran kemih tergantung dari !aktor,!aktor antara lain: /. &esar batu 9. +etak batu .. )danya in!eksi =. )danya obstruksi