Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Kok Anakku belum bisa jalan...? Suryadi, bocah berusia 2,5 tahun itu hanya bergelayut manja di gendongan sang ibu. Ia belum bisa merangkak apalagi berjalan, dan sampai saat ini belum sepatah katapun bisa diucapkannya, hanya rengekan pelan yang keluar dari mulutnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan Denver II oleh dokter didapatkan adanya keterlambatan di semua domain perkembangan. A. Klasifikasi istilah Pemeriksaan Denver II sampai umur 6 tahun. Domain perkembangan Denver II. : kelompok tugas-tugas perkembangan pada kartu : pemeriksaan screening perkembangan anak dari lahir

B. Rumusan masalah 1. Mengapa anak usia 2,5 tahun belum bisa merangkak , bicara dan berjalan ? 2. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi perkembangan anak ? 3. Bagaimana proses perkembangan anak usia 0-6 tahun ? 4. Jelaskan macam-macam domain perkembangan ! 5. Jelaskan tujuan, cara dan interpretasi Denver II ? 6. Apa saja gangguan perkembangan anak ? 7. Apa yang harus dilakukan oleh dokter pada skenario ?

C. Learning objective 1. Menjelaskan pertumbuhan normal dan abnormal pada anak 2. Menjelaskan empat domain perkembangan anak menurut Denver 3. Menjelaskan kelainan perkembangan yang ditemukan pada hasil screening 4. Mengidentifikasi pola perilaku yang normal pada anak 5. Merancang manajemen penyakit pediatri

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN 1. Anak pada skenario mengalami keterlambatan di semua domain perkembangan (perkembangan motorik kasar, motorik halus, perkembangan bahasa, peranan sosial) sesuai hasil pemeriksaan Denver II. 2. Pada skenario belum diketahui secara pasti gangguan pertumbuhan dan

perkembangan yang dialami oleh anak, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai gangguan tumbuh kembangnya.

B. SARAN 1. Melakukan pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin agar terdeteksi dini jika ada keterlambatan tumbuh kembang. 2. Dokter melakukan assesment sederhana untuk mengetahui apakah ada gangguan pada organ anak tersebut. 3. Dokter merujuk ke rumah sakit yang mempunyai poli tumbuh kembang atau ke guru PLB (Pendidikan Luar Biasa) untuk dilakukan assesment dan mendiagnosis gangguan perkembangan anak tersebut.