Anda di halaman 1dari 39

Revision Control: April 17, 2015

As of January 15, 2014

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN


SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR: 1 TAHUN 2014
TENTANG
PENINGKATAN NILAI TAMBAH MINERAL
MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN DAN
PEMURNIAN MINERAL DI DALAM NEGERI

REGULATION OF THE MINISTER OF


ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF
THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER: 1 OF 2014
CONCERNING
INCREASE IN ADDED VALUE OF
MINERALS THROUGH DOMESTIC
MINERAL PROCESSING AND
REFINING/SMELTING

As amended by Regulation No. 8 of 2015, March 4, 2015

DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS

Pasal / Article
1
BAB I: KETENTUAN UMUM
CHAPTER I: GENERAL PROVISIONS
2

4
BAB II: TATA CARA PENINGKATAN
CHAPTER II: PROCEDURES FOR
NILAI TAMBAH MINERAL
INCREASE IN ADDED VALUE OF
MINERALS
56
BAB III: PELAKSANAAN
CHAPTER III: IMPLEMENTATION OF
PENINGKATAN NILAI TAMBAH
INCREASE IN ADDED VALUE
78
BAB IV: KEWAJIBAN PEMEGANG IUP
CHAPTER IV: OBLIGATIONS OF
OPERASI PRODUKSI, IUPK OPERASI
PRODUCTION OPERATION MINING
PRODUKSI, DAN IUP OPERASI
PERMIT HOLDERS, PRODUCTION
PRODUKSI KHUSUS UNTUK
OPERATION SPECIAL MINING
PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN
PERMIT HOLDERS, AND
PRODUCTION OPERATION MINING
PERMIT HOLDERS SPECIFICALLY
FOR PROCESSING AND
REFINING/SMELTING
9 10 CHAPTER V: MISCELLANEOUS
BAB V: KETENTUAN LAIN-LAIN
PROVISIONS
11 12 CHAPTER VI: TRANSITIONAL
BAB VI: KETENTUAN PERALIHAN
PROVISIONS
13 14 CHAPTER VII: CONCLUDING
BAB VII: KETENTUAN PENUTUP
PROVISIONS
Translated by: Wishnu Basuki
wbasuki@gmail.com

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN


SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR: 1 TAHUN 2014
TENTANG
PENINGKATAN NILAI TAMBAH MINERAL
MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN DAN
PEMURNIAN MINERAL DI DALAM
NEGERI

REGULATION OF THE MINISTER OF


ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF
THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER: 1 OF 2014
CONCERNING
INCREASE IN ADDED VALUE OF
MINERALS THROUGH DOMESTIC
MINERAL PROCESSING AND
REFINING/SMELTING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA


ESA

WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA


MINERAL REPUBLIK INDONESIA,

THE MINISTER OF ENERGY AND


MINERAL RESOURCES OF THE REPUBLIC
OF INDONESIA,

Menimbang:

Considering:

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 96


dan Pasal 112C angka 5 Peraturan Pemerintah
Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan
Batubara sebagaimana telah dua kali diubah
terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1
Tahun 2014, perlu menetapkan Peraturan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral
Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian
Mineral di Dalam Negeri;

That to give effect to Article 96 and Article 112C


point (5) of Regulation of the Government
Number 23 of 2010 concerning Implementation
of Mineral and Coal Mining Business Activities,
as amended two times, most recently amended
by Regulation of the Government Number 1 of
2014, it is necessary to issue Regulation of the
Minister of Energy and Mineral Resources
concerning Increase in Added Value of Minerals
Through Domestic Mineral Processing and
Refining/ Smelting;

Mengingat:

Bearing in Mind:

1.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 1.


tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 4, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4959);

Law Number 4 of 2009 concerning Mineral


and Coal Mining (State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 4 of 2009,
Supplement to the State Gazette of the
Republic of Indonesia Number 4959);

2.

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 2.


tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 29, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5111) sebagaimana telah dua kali
diubah
terakhir
dengan
Peraturan

Regulation of the Government Number 23


of 2010 concerning Implementation of
Mineral and Coal Mining Business
Activities (State Gazette of the Republic of
Indonesia Number 29 of 2010, Supplement
to the State Gazette of the Republic of
Indonesia Number 5111), as amended two
times, most recently amended by Regulation
1

Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014


(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 1, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5489);

of the Government Number 1 of 2014 (State


Gazette of the Republic of Indonesia
Number 1 of 2014, Supplement to the State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 5489);

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2010 3.


tentang Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan
Pengelolaan
Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2010 Nomor 55, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5142);

Regulation of the Government Number 55


of 2010 concerning Direction and
Supervision of Management of Mineral and
Coal Mining Business Activities (State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 55 of 2010, Supplement to the State
Gazette of the Republic of Indonesia
Number 5142);

4.

Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 4.


2011 tanggal 18 Oktober 2011;

Decision of the President Number 59/P of


2011, October 18, 2011;

5.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya 5.


Mineral Nomor 34 Tahun 2009 tentang
Pengutamaan
Pemasokan
Kebutuhan
Mineral dan Batubara Dalam Negeri (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 546);

Regulation of the Minister of Energy and


Mineral Resources Number 34 of 2009
concerning Preference for Domestic Mineral
and Coal Supply (Official Gazette of the
Republic of Indonesia Number 546 of
2009);

6.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya 6.


Mineral Nomor 18 Tahun 2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 552) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral Nomor 22 Tahun
2013 (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2013 Nomor 1022);

Regulation of the Minister of Energy and


Mineral Resources Number 18 of 2010
concerning Organization and Working
System of the Ministry of Energy and
Mineral Resources (Official Gazette of the
Republic of Indonesia Number 552 of 2010),
as amended by Regulation of the Minister of
Energy and Mineral Resources Number 22
of 2013 (Official Gazette of the Republic of
Indonesia Number 1022 of 2013);

MEMUTUSKAN:

HAS DECIDED:

Menetapkan:

To Issue:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN


SUMBER DAYA MINERAL TENTANG
PENINGKATAN NILAI TAMBAH MINERAL
MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN DAN
PEMURNIAN
MINERAL
DI
DALAM
NEGERI.

REGULATION OF THE MINISTER OF


ENERGY AND MINERAL RESOURCES
CONCERNING INCREASE IN ADDED
VALUE
OF
MINERALS
THROUGH
DOMESTIC MINERAL PROCESSING AND
REFINING/SMELTING.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

CHAPTER I
GENERAL PROVISIONS
Article 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud In this Regulation of the Minister:
dengan:
2

1.

Mineral adalah senyawa anorganik yang 1.


terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik
dan kimia tertentu serta susunan kristal
teratur atau gabungannya yang membentuk
batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu.

Mineral means any naturally occurring


inorganic compound that has a definite
chemical composition and specific physical
properties as well as an ordered crystal
structure, or a combination thereof that
forms rock, either separated or embedded.

2.

Mineral Logam adalah mineral yang unsur 2.


utamanya mengandung logam, memiliki
kilap logam, dan umumnya bersifat sebagai
penghantar panas dan listrik yang baik.

Metal Mineral means a mineral of which its


main element consists of metal, has a
metallic luster, and typically applies as a
good conductor of heat and electricity.

3.

Mineral Bukan Logam adalah mineral yang 3.


unsur utamanya terdiri atas bukan logam,
misalnya bentonit, kalsit (batu kapur/
gamping), pasir kuarsa, dan lain-lain.

Nonmetal Mineral means a mineral of which


its main element consists of nonmetal, such
as bentonite, calcite (chalk/limestone),
quartz sand, etc.

4.

Batuan adalah massa padat yang terdiri atas 4.


satu jenis mineral atau lebih yang
membentuk kerak bumi, baik dalam keadaan
terikat (massive) maupun lepas (loose).

Rock means solid mass that consists of one


or more minerals that form the earth's crust,
both in the bound state (massive) or separate
(loose).

5.

Konsentrat adalah produk konsentrasi yang 5.


kaya akan mineral berharga sebagai hasil
pemisahan dari pengolahan mineral bijih.

Concentrate means a product that contains


concentrated valuable minerals after
removal from ore minerals in the processing.

6.

Bijih adalah kumpulan mineral yang 6.


mengandung 1 (satu) logam atau lebih yang
dapat diolah secara menguntungkan.

Ore means an aggregate of minerals from


which 1 (one) metal or more can be
profitably processed.

7.

Produk
Samping
adalah
produk 7.
pertambangan
selain
produk
utama
pertambangan yang merupakan sampingan
dari proses pengolahan dan pemurnian yang
memiliki nilai ekonomis.

Byproduct means a mining product, apart


from the principal mining product, which is
the secondary result from the processing and
refining/smelting and has economic value.

8.

Terak adalah material sisa dari proses 8.


peleburan atau pemurnian logam yang
terapung pada permukaan logam cair yang
terbentuk dari campuran imbuh, pengotor
bijih/logam, abu bahan bakar, dan bahan
pelapis tanur.

Slag means a residual from the fusion or


refining process of metal, which floats on
the surface of the liquid metal and is formed
by a mixture of flux, ore/metal impurities,
ash of fuel, and furnace coating material.

9.

IUP Operasi Produksi adalah izin usaha 9.


yang diberikan setelah selesai pelaksanaan
IUP Eksplorasi untuk melakukan tahap
kegiatan operasi produksi.

Production Operation Mining Permit means


a business permit that is granted upon
completion of an Exploration Mining Permit
stage to undertake a production operation
stage.

10. IUPK Operasi Produksi adalah izin usaha 10. Production Operation Special Mining Permit
yang diberikan setelah selesai pelaksanaan
means a business permit that is granted upon
IUPK Eksplorasi untuk melakukan tahapan
completion of an Exploration Mining Permit
kegiatan operasi produksi di wilayah izin
stage to undertake a production operation
3

usaha pertambangan khusus.

stage in a special mining permit area.

11. Kontrak Karya adalah perjanjian antara 11. Contract of Work means an agreement
Pemerintah Republik Indonesia dengan
between the Government of Indonesia and a
perusahaan berbadan hukum Indonesia
company incorporated in Indonesia within
dalam rangka penanaman modal asing untuk
the scope of foreign investment to conduct
melaksanakan usaha penambangan bahan
mining business of excavated materials, not
galian mineral, tidak termasuk minyak bumi,
including natural oil, natural gas, geothermal
gas alam, panas bumi, radioaktif, dan
energy, radioactive, and coal.
batubara.
12. Nilai Tambah adalah pertambahan nilai 12. Added Value means the addition of value of
a mineral as a product of the processing
mineral sebagai hasil dari proses pengolahan
and/or refining/smelting of a mineral.
dan/atau pemurnian mineral.
13. Peningkatan
Nilai
Tambah
adalah 13. Increase in Added Value means an increase
in value of a mineral through the processing
peningkatan nilai mineral melalui kegiatan
and/or refining/smelting to reap the
pengolahan dan/atau pemurnian sehingga
economic, social and cultural benefits.
menghasilkan manfaat ekonomi, sosial dan
budaya.
14. Menteri
adalah
menteri
yang 14. Minister means the minister administering
governmental affairs in the field of mineral
menyelenggarakan urusan pemerintahan di
mining.
bidang pertambangan mineral.
15. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal 15. Director General means the Director General
whose duties and responsibility include
yang tugas dan tanggung jawabnya di
mineral mining.
bidang pertambangan mineral.
BAB II
TATA CARA PENINGKATAN NILAI
TAMBAH MINERAL
Pasal 2

CHAPTER II
PROCEDURES FOR INCREASE IN ADDED
VALUE OF MINERALS
Article 2

(1) Golongan komoditas tambang Mineral yang (1) A group of Mineral mining commodities
from which added value can be increased
dapat ditingkatkan nilai tambahnya terdiri
shall include:
atas:
a.

Mineral Logam;

a.

Metal Minerals;

b.

Mineral Bukan Logam; dan

b.

Nonmetal Minerals; and

c.

Batuan.

c.

Rocks.

(2) Peningkatan Nilai Tambah komoditas (2) Increase in added value of Mineral mining
commodities as referred to in section (1)
tambang Mineral sebagaimana dimaksud
may be made through the following
pada ayat (1) dilaksanakan melalui kegiatan:
activities:
a.

pengolahan dan pemurnian untuk


komoditas tambang Mineral Logam;

a.

processing and refining/smelting of


Metal Mineral mining commodities;

b.

pengolahan untuk komoditas tambang

b.

processing of Nonmetal Mineral mining


4

Mineral Bukan Logam; atau


c.

commodities; or

pengolahan untuk komoditas tambang


Batuan.

c.

processing
of
commodities.

Rock

mining

(3) Pengolahan Mineral sebagaimana dimaksud (3) The Mineral processing as referred to in
section (2) shall be an effort to improve the
pada ayat (2) merupakan upaya untuk
quality of Minerals or Rocks to produce
meningkatkan mutu Mineral atau Batuan
products with physical and chemical features
yang menghasilkan produk dengan sifat fisik
not changing the originality of the Minerals
dan kimia yang tidak berubah dari Mineral
or Rocks, such as, inter alia, polished Metal
atau Batuan asal, antara lain berupa
Mineral and Rock Concentrates.
Konsentrat Mineral Logam dan Batuan yang
dipoles.
(4) Pemurnian Mineral sebagaimana dimaksud (4) The Mineral refining/smelting as referred to
in section (2) shall be an effort to improve
pada ayat (2) merupakan upaya untuk
the quality of Metal Minerals through
meningkatkan mutu Mineral Logam melalui
extraction and purification to produce
proses ekstraksi serta proses peningkatan
products with physical and chemical features
kemurnian lebih lanjut untuk menghasilkan
being enhanced from the original Minerals,
produk dengan sifat fisik dan kimia yang
such as, inter alia, metal and alloy.
berbeda dari Mineral asal, antara lain berupa
logam dan logam paduan.
Pasal 3

Article 3

(1) Peningkatan Nilai Tambah komoditas (1) Increase in added value of Mineral mining
commodities as referred to in Article 2 may
tambang Mineral sebagaimana dimaksud
be made through:
dalam Pasal 2 dapat berupa:
a.

pengolahan dan pemurnian untuk jenis


komoditas tambang Mineral Logam
tertentu, termasuk Mineral ikutannya;

a.

the processing and refining/smelting of


mining commodities of certain Metal
Mineral
types,
including
their
associated Minerals;

b.

pengolahan untuk
tambang Mineral
tertentu; atau

b.

the processing of mining commodities


of certain Nonmetal Mineral types; or

c.

pengolahan untuk jenis


tambang Batuan tertentu.

c.

processing of mining commodities of


certain Rock types.

jenis komoditas
Bukan Logam
komoditas

(2) Pengolahan dan/atau pemurnian untuk setiap (2) The processing and/or refining/smelting of
each mining commodity of certain Mineral
jenis komoditas tambang Mineral tertentu
types as referred to in section (1) shall
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
consider the following:
dilakukan berdasarkan pertimbangan:
a.

memiliki sumber daya dan cadangan


Bijih dalam jumlah besar;

a.

Ore resources and reserves being in


large quantity;

b.

untuk mendorong peningkatan kapasitas


produksi logam di dalam negeri;

b.

increase in domestic metal production


capacity;

c.

teknologi
pengolahan
dan/atau
pemurnian sudah pada tahap teruji;

c.

time-tested processing and/or refining/


smelting technologies;
5

d.

produk akhir pengolahan dan/atau


pemurnian sebagai bahan baku industri
untuk kebutuhan dalam negeri;

d.

the final products of processing and/or


refining/smelting as raw materials for
domestic industries;

e.

Produk Samping sisa hasil pengolahan


dan/atau pemurnian untuk bahan baku
industri kimia dan pupuk dalam negeri;

e.

the Byproducts from the processing


and/or refining/smelting as raw
materials for domestic chemical and
fertilizer industries;

f.

sebagai bahan baku industri strategis


dalam negeri yang berbasis Mineral;

f.

as raw materials for domestic Mineralbased strategic industries;

g.

memberikan efek ganda bagi negara


baik secara ekonomi dan sosial dan
budaya; dan/atau

g.

production of a dual effect on the


country either in an economic, social,
and cultural manner; and/or

h.

untuk
negara.

h.

increase in the state revenues.

meningkatkan

penerimaan

(3) Pertimbangan untuk melakukan pengolahan (3) Considerations to process and/or refine/
smelt each mining commodity of certain
dan/atau pemurnian untuk setiap jenis
Mineral types as referred to in section (2)
komoditas tambang Mineral tertentu
shall be the basis on which the minimum
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagai
processing
and/or
refining/smelting
dasar untuk menetapkan batasan minimum
specifications for certain Mineral mining
pengolahan dan/atau pemurnian komoditas
commodities are determined.
tambang Mineral tertentu.
(4) Jenis komoditas tambang Mineral Logam (4) Mining commodities of certain Metal
Mineral types as referred to in section (1)
tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat
point (a) must be processed and
(1) huruf a wajib dilakukan pengolahan dan
refined/smelted domestically according to
pemurnian di dalam negeri sesuai dengan
the minimum processing and refining/
batasan
minimum
pengolahan
dan
smelting specifications, as provided in
pemurnian sebagaimana tercantum dalam
Attachment I hereto, made an inseparable
Lampiran I yang merupakan bagian tidak
part of this Regulation of the Minister.
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(5) Jenis komoditas tambang Mineral Bukan (5) Mining commodities of certain Nonmetal
Mineral types as referred to in section (1)
Logam tertentu sebagaimana dimaksud pada
point (b) must be processed domestically
ayat (1) huruf b wajib dilakukan pengolahan
according to the minimum processing
di dalam negeri sesuai dengan batasan
specifications, as provided in Attachment II
minimum
pengolahan
sebagaimana
hereto, made an inseparable part of this
tercantum dalam Lampiran II yang
Regulation of the Minister.
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Menteri ini.
(6) Jenis komoditas tambang Batuan tertentu (6) Mining commodities of certain Rock types
as referred to in section (1) point (c) must be
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c
processed domestically according to the
wajib dilakukan pengolahan di dalam negeri
minimum processing specifications, as
sesuai dengan batasan minimum pengolahan
provided in Attachment III hereto, made an
sebagaimana tercantum dalam Lampiran III
inseparable part of this Regulation of the
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
Minister.
dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 4

Article 4

(1) Produk Samping atau sisa hasil pemurnian (1) Byproducts or residuals from the refining/
smelting of Metal Mineral mining
komoditas tambang Mineral Logam tembaga
commodities in copper form, including
berupa lumpur anoda dan tembaga telurid
anode slime and copper telluride, must be
wajib dilakukan peningkatan kemurnian
purified domestically according to the
lebih lanjut di dalam negeri sesuai dengan
minimum refining/smelting specifications
batasan minimum pemurnian komoditas
for Metal Mineral mining commodities, as
tambang Mineral Logam sebagaimana
provided in Attachment I hereto, made an
tercantum dalam Lampiran I yang
inseparable part of this Regulation of the
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Minister.
Peraturan Menteri ini.
(2) Produk samping atau sisa hasil pengolahan (2) Byproducts or residuals from the processing
of Metal Mineral mining commodities in tin
komoditas tambang Mineral Logam timah
form, including zircon, ilmenite, rutile,
berupa konsentrat zirkon, ilmenit, rutil,
monazite, and xenotime concentrates, must
monasit, dan senotim wajib dilakukan
be processed and/or refined/smelted
pengolahan dan/atau pemurnian di dalam
domestically according to the minimum
negeri sesuai dengan batasan minimum
processing
and/or
refining/smelting
pengolahan dan/atau pemurnian komoditas
specifications for Metal Mineral mining
tambang Mineral Logam sebagaimana
commodities, as provided in Attachment I
tercantum dalam Lampiran I yang
hereto, made an inseparable part of this
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Regulation of the Minister.
Peraturan Menteri ini.
(3) Produk samping atau sisa hasil pemurnian (3) Byproducts or residuals from the refining/
smelting of lead Concentrates in Slag form
Konsentrat timah berupa Terak wajib
must be refined/smelted domestically
dilakukan pemurnian di dalam negeri sesuai
according to the minimum refining/smelting
dengan batasan minimum pemurnian
specifications for Metal Mineral mining
komoditas tambang Mineral Logam
commodities, as provided in Attachment I
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I
hereto, made an inseparable part of this
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
Regulation of the Minister.
dari Peraturan Menteri ini.
(4) Produk Samping atau sisa hasil pemurnian (4) Byproducts or residuals from the
refining/smelting of Metal Mineral mining
komoditas tambang Mineral Logam timbal
commodities in lead and zinc form,
dan seng berupa emas dan perak wajib
including gold and silver, must be refined/
dilakukan pemurnian di dalam negeri sesuai
smelted domestically according to the
dengan batasan minimum pemurnian
minimum refining/smelting specifications
komoditas tambang Mineral Logam
for Metal Mineral mining commodities, as
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I
provided in Attachment I hereto, made an
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
inseparable part of this Regulation of the
dari Peraturan Menteri ini.
Minister.
(5) Produk Samping atau sisa hasil pemurnian (5) Byproducts or residuals from the
komoditas tambang Mineral Logam pasir
refining/smelting of Metal Mineral mining
besi berupa Terak wajib dilakukan
commodities in iron sand form, including
pemurnian di dalam negeri sesuai dengan
Slag, must be refined/smelted domestically
batasan minimum pemurnian komoditas
according to the minimum refining/smelting
tambang Mineral Logam sebagaimana
specifications for Metal Mineral mining
tercantum dalam Lampiran I yang
commodities, as provided in Attachment I
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
hereto, made an inseparable part of this
7

Peraturan Menteri ini,

Regulation of the Minister.

(5) Produk samping atau sisa hasil (5) Byproducts or residuals from the
pemurnian komoditas tambang mineral
refining/smelting of metal mineral mining
logam besi berupa Terak wajib dilakukan
commodities in iron form, including Slag,
pemurnian di dalam negeri sesuai dengan
must be refined/smelted domestically
batasan minimum pemurnian komoditas
according to the minimum refining/
tambang mineral logam sebagaimana
smelting specifications for metal mineral
tercantum dalam Lampiran I yang
mining commodities, as provided in
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Attachment I hereto, made an inseparable
Peraturan Menteri ini. [Permenesdm 8/2015]
part of this Regulation of the Minister.
[Permenesdm 8/2015]

(6) Produk Samping atau sisa hasil pengolahan (6) Byproducts or residuals from the processing
of Nonmetal Mineral mining commodities
komoditas tambang Mineral Bukan Logam
which still contain elements or Metal
yang masih mengandung unsur atau Mineral
Minerals that have economic value must be
Logam yang bernilai ekonomis wajib
processed and refined/smelted domestically
dilakukan pengolahan dan pemurnian di
according to the minimum processing and
dalam negeri sesuai dengan batasan
refining/smelting specifications for Metal
minimum pengolahan dan pemurnian
Mineral mining commodities, as provided in
komoditas tambang Mineral Logam
Attachment I hereto, made an inseparable
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I
part of this Regulation of the Minister.
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Menteri ini.
BAB III
PELAKSANAAN PENINGKATAN NILAI
TAMBAH
Pasal 5

CHAPTER III
IMPLEMENTATION OF INCREASE IN
ADDED VALUE
Article 5

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi Mineral (1) Metal Mineral Production Operation Mining
Permit holders and Metal Mineral
Logam dan IUPK Operasi Produksi Mineral
Production Operation Special Mining Permit
Logam wajib melakukan pengolahan dan
holders must process and refine/smelt mined
pemurnian hasil penambangan di dalam
products domestically according to the
negeri sesuai dengan batasan minimum
minimum processing and refining/ smelting
pengolahan dan pemurnian Mineral Logam
specifications for certain Metal Minerals as
tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal
referred to in Article 3 point (4).
3 ayat (4).
(2) Pemegang IUP Operasi Produksi Mineral (2) Nonmetal Mineral and Rock Production
Operation Mining Permit holders must
Bukan Logam dan Batuan wajib melakukan
process mined products domestically
pengolahan hasil penambangan di dalam
according to the minimum processing
negeri sesuai dengan batasan minimum
specifications for certain Nonmetal Minerals
pengolahan Mineral Bukan Logam dan
and Rocks as referred to in Article 3 point
Batuan tertentu sebagaimana dimaksud
(5) and point (6).
dalam Pasal 3 ayat (5) dan ayat (6).
(3) Pengolahan dan/atau pemurnian hasil (3) Processing and/or refining/smelting of
mined products produced by Production
penambangan
yang
diproduksi
oleh
Operation Mining Permit holders and
pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK
Production Operation Special Mining Permit
Operasi Produksi sebagaimana dimaksud
holders as referred to in section (1) and
pada ayat (1) dan ayat (2) dapat dilakukan
section (2) may be carried out directly by the
secara langsung atau melalui kerja sama
8

dengan pemegang IUP Operasi Produksi


lainnya, IUPK Operasi Produksi lainnya,
dan/atau pemegang IUP Operasi Produksi
khusus
untuk
pengolahan
dan/atau
pemurnian.

holders concerned or in cooperation with


other Production Operation Mining Permit
holders, Production Operation Special
Mining Permit holders, and/or Production
Operation
Mining
Permit
holders
specifically for processing and/or refining/
smelting.

Pasal 6

Article 6

(1) Kerja sama pengolahan dan/atau pemurnian (1) A processing and/or refining/smelting
cooperation as referred to in Article 5
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat
section (3) may be in the form of:
(3) dapat berupa:
a.

jual beli Bijih (raw material atau ore)


atau Konsentrat; atau

a.

sale of Ores (raw


Concentrates; or

materials)

b.

kegiatan untuk melakukan proses


pengolahan dan/atau pemurnian.

b.

processing and/or refining/smelting.

or

(2) Rencana kerja sama pengolahan dan/atau (2) A cooperation plan for processing and/or
pemurnian sebagaimana dimaksud pada ayat
refining/smelting as referred to in section (1)
(1) hanya dapat dilaksanakan setelah
may only be carried out upon approval of:
mendapatkan persetujuan dari:
a.

Menteri apabila:
1.

rencana kerja sama dilakukan


antara Pemegang IUP Operasi
Produksi atau IUPK Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh
Menteri dengan:
a)

2.

a.

the Minister, if:


1.

IUP Operasi Produksi lainnya


atau IUPK Operasi Produksi
lainnya yang diterbitkan oleh
Menteri;

the cooperation plan is carried out


between a holder of a Production
Operation Mining Permit or a
holder of a Production Operation
Special Mining Permit issued by
the Minister, and:
a)

another holder of a Production


Operation Mining Permit or
another holder of a Production
Operation Special Mining
Permit issued by the Minister;

b) IUP Operasi Produksi lainnya


yang diterbitkan oleh gubernur
atau bupati/walikota;

b) another holder of a Production


Operation
Mining
Permit
issued by the governor or the
regent/mayor;

c)

c)

IUP Operasi Produksi khusus


untuk pengolahan dan/atau
pemurnian yang diterbitkan
oleh Menteri.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh 2

2.

a Production Operation Mining


Permit holder specifically for
processing and/or refining/
smelting issued by the
Minister.

the cooperation plan is carried out


between the holders of Production
Operation Mining Permits issued
9

(dua) gubernur yang berbeda;

b.

by 2 (two) different governors;

3.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh 2
(dua) bupati/walikota yang berbeda
provinsi;

3.

the cooperation plan is carried out


between thr holders of Production
Operation Mining Permits issued
by 2 (two) regents/mayors of
different provinces;

4.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh
bupati/walikota atau IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh
gubernur dengan IUP Operasi
Produksi khusus untuk pengolahan
dan/atau
pemurnian
yang
diterbitkan oleh Menteri.

4.

the cooperation plan is carried out


between a holder of a Production
Operation Mining Permit issued by
the regent/mayor or a holder of a
Production
Operation
Mining
Permit issued by the governor and a
holder of a Production Operation
Mining Permit specifically for
processing and/or refining/smelting
issued by the Minister.

gubernur apabila:
1.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh
gubernur dengan:
a)

b.

the governor, if:


1.

IUP Operasi Produksi lainnya


yang diterbitkan oleh gubernur
dalam 1 (satu) provinsi;

the cooperation plan is carried out


between a holder of a Production
Operation Mining Permit issued by
the governor, and:
a)

another holder of a Production


Operation
Mining
Permit
issued by the governor within
1 (one) province;

b) IUP Operasi Produksi lainnya


yang diterbitkan oleh bupati/
walikota dalam 1 (satu)
provinsi;

b) another holder of a Production


Operation
Mining
Permit
issued by the regent/mayor
within 1 (one) province;

c)

c)

IUP Operasi Produksi khusus


untuk pengolahan dan/atau
pemurnian yang diterbitkan
oleh gubernur dalam 1 (satu)
provinsi;

a holder of a Production
Operation
Mining
Permit
specifically for processing
and/or refining/smelting issued
by the governor within 1 (one)
province;

2.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh
bupati/walikota
dengan
IUP
Operasi Produksi yang diterbitkan
oleh bupati/walikota lainnya dalam
1 (satu) provinsi;

2.

the cooperation plan is carried out


between a holder of a Production
Operation Mining Permit issued by
the regent/mayor and a holder of a
Production
Operation
Mining
Permit issued by the different
regent/mayor within 1 (one)
province;

3.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi

3.

the cooperation plan is carried out


between a holder of a Production
10

Produksi yang diterbitkan oleh


bupati/walikota
dengan
IUP
Operasi Produksi khusus untuk
pengolahan dan/atau pemurnian
yang diterbitkan oleh gubernur;
c.

bupati/walikota apabila rencana kerja


sama dilakukan antara pemegang IUP
Operasi Produksi yang diterbitkan oleh
bupati/walikota dengan:

Operation Mining Permit issued by


the regent/mayor and a holder of a
Production
Operation
Mining
Permit specifically for processing
and/or refining/smelting issued by
the governor;
c.

the regent/mayor, if the cooperation


plan is carried out between a holder of a
Production Operation Mining Permit
issued by the regent/mayor, and:

1.

IUP Operasi Produksi lainnya yang


diterbitkan oleh bupati/walikota
dalam 1 (satu) kabupaten/kota;

1.

another holder of a Production


Operation Mining Permit issued by
the regent/mayor within 1 (one)
district/city;

2.

IUP Operasi Produksi khusus untuk


pengolahan dan/atau pemurnian
yang diterbitkan oleh bupati/
walikota dalam 1 (satu) kabupaten/
kota.

2.

a holder of a Production Operation


Mining Permit specifically for
processing and/or refining/smelting
issued by the regent/mayor within 1
(one) district/city.

(2) Rencana kerja sama pengolahan dan/atau (2) A cooperation plan for processing and/or
refining/smelting as referred to in section
pemurnian sebagaimana dimaksud pada
(1) may only be carried out upon a
ayat (1) hanya dapat dilaksanakan setelah
recommendation from:
mendapatkan rekomendasi dari:
a.

Menteri apabila:
1.

rencana kerja sama dilakukan


antara Pemegang IUP Operasi
Produksi atau IUPK Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh
Menteri dengan:

a.

the Minister, if:


1.

the cooperation plan is carried


out between a holder of a
Production Operation Mining
Permit or a holder of a
Production Operation Special
Mining Permit issued by the
Minister, and:

a) IUP
Operasi
Produksi
lainnya atau IUPK Operasi
Produksi
lainnya
yang
diterbitkan oleh Menteri;

a) another
holder
of
a
Production
Operation
Mining Permit or another
holder of a Production
Operation Special Mining
Permit
issued
by
the
Minister;

b) IUP
Operasi
Produksi
lainnya yang diterbitkan oleh
gubernur; dan/atau

b) another
holder
of
a
Production
Operation
Mining Permit issued by the
governor; and/or

c)

c)

IUP
Operasi
Produksi
khusus untuk pengolahan
dan/atau pemurnian yang

a holder of a Production
Operation Mining Permit
specifically for processing
11

diterbitkan oleh Menteri.

and/or
refining/smelting
issued by the Minister.

2.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh 2
(dua) gubernur yang berbeda;
dan

2.

the cooperation plan is carried


out between the holders of
Production Operation Mining
Permits issued by 2 (two)
different governors; and

3.

rencana kerja sama dilakukan


antara pemegang IUP Operasi
Produksi yang diterbitkan oleh
gubernur dengan IUP Operasi
Produksi
khusus
untuk
pengolahan dan/atau pemurnian
yang diterbitkan oleh Menteri.

3.

the cooperation plan is carried


out between a holder of a
Production Operation Mining
Permit issued by the governor
and a holder of a Production
Operation
Mining
Permit
specifically for processing and/or
refining/smelting issued by the
Minister.

b. gubernur apabila rencana kerja sama


dilakukan antara pemegang IUP
Operasi Produksi yang diterbitkan
oleh gubernur dengan:

b. the governor, if the cooperation plan


is carried out between a holder of a
Production Operation Mining Permit
issued by the governor, and:

1.

IUP Operasi Produksi lainnya


yang diterbitkan oleh gubernur
dalam 1 (satu) provinsi; dan/atau

1.

another holder of a Production


Operation Mining Permit issued
by the governor within 1 (one)
province; and/or

2.

IUP Operasi Produksi khusus


untuk
pengolahan
dan/atau
pemurnian yang diterbitkan oleh
gubernur dalam 1 (satu) provinsi.

2.

a holder of a Production
Operation
Mining
Permit
specifically for processing and/or
refining/smelting issued by the
governor within 1 (one) province;

(3) IUP Operasi Produksi khusus untuk (3) A Production Operation Mining Permit
pengolahan
dan/atau
pemurnian
specifically for processing and/or refining/
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat 3
smelting as referred to in Article 5 section 3
diberikan oleh Menteri, gubernur, atau
shall be granted by the Minister, the
bupati/walikota sesuai dengan ketentuan
governor, or the regent/mayor under the
peraturan perundang-undangan.
laws and regulations.
(3) IUP Operasi Produksi khusus untuk (3) A Production Operation Mining Permit
specifically for processing and/or refining/
pengolahan
dan/atau
pemurnian
smelting as referred to in Article 5 section
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
3 shall be granted by the Minister or the
ayat 3 diberikan oleh Menteri atau
governor under the laws and regulations.
gubernur sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(4) Dalam hal pemegang IUP Operasi Produksi, (4) Where Production Operation Mining Permit
IUPK Operasi Produksi, dan IUP Operasi
holders, Production Operation Special
Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau
Mining Permit holders, and Production
pemurnian melakukan pengolahan dan/atau
Operation
Mining
Permit
holders
pemurnian Bijih (raw material atau ore),
specifically for processing and/or refining/
12

Konsentrat, atau produk antara Mineral yang


berasal dari luar negeri, rencana kerja
samanya
dengan
pemasok
wajib
mendapatkan persetujuan dari Menteri.

smelting shall process and/or refine/smelt


Ores (raw materials), Concentrates, or
Mineral intermediate products derived from
abroad, their cooperation plan with a
supplier must acquire approval from the
Minister.

(4) Dalam hal pemegang IUP Operasi (4) Where a Production Operation Mining
Permit holder and a Production
Produksi, IUPK Operasi Produksi, dan
Operation
Mining
Permit
holder
IUP Operasi Produksi khusus untuk
specifically
for
processing
and/or
pengolahan
dan/atau
pemurnian
refining/smelting shall process and/or
melakukan
pengolahan
dan/atau
refine/smelt ores (raw materials or ore),
pemurnian bijih (raw material atau ore),
concentrates, or mineral intermediate
konsentrat, atau produk antara Mineral
products derived from abroad, their
yang berasal dari luar negeri, rencana
cooperation plan with a supplier must
kerjasamanya dengan pemasok wajib
acquire a recommendation from the
mendapatkan rekomendasi dari Menteri.
[Permenesdm 8/2015]
Minister. [Permenesdm 8/2015]
BAB IV
KEWAJIBAN PEMEGANG IUP OPERASI
PRODUKSI, IUPK OPERASI PRODUKSI,
DAN IUP OPERASI PRODUKSI KHUSUS
UNTUK PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN

Pasal 7

CHAPTER IV
OBLIGATIONS OF PRODUCTION
OPERATION MINING PERMIT HOLDERS,
PRODUCTION OPERATION SPECIAL
MINING PERMIT HOLDERS, AND
PRODUCTION OPERATION MINING
PERMIT HOLDERS SPECIFICALLY FOR
PROCESSING AND REFINING/SMELTING
Article 7

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi tembaga, (1) A copper Production Operation Mining
Permit holder, copper Production Operation
IUPK Operasi Produksi tembaga, dan IUP
Special Mining Permit holder, and
Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
Production Operation Mining Permit holder
dan/atau pemurnian tembaga serta IUP
specifically for copper processing and/or
Operasi
Produksi
khusus
untuk
refining/smelting as well as a Production
pengangkutan dan penjualan yang menjual
Operation Mining Permit holder specifically
komoditas tambang tembaga, termasuk
for hauling and sale that sell abroad copper
Produk Samping atau sisa hasil pemurnian
mining commodities, including Byproducts
Konsentrat tembaga berupa lumpur anoda
or residuals from the refining/smelting of
dan tembaga telurid ke luar negeri wajib
copper Concentrates in anode slime and
memenuhi batasan minimum pemurnian
copper telluride form must fulfill the
komoditas tambang Mineral Logam
minimum refining/smelting specifications
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I
for Metal Mineral mining commodities, as
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
provided in Attachment I hereto, made an
dari Peraturan Menteri ini.
inseparable part of this Regulation of the
Minister.
(2) Pemegang IUP Operasi Produksi timbal dan (2) A lead and zinc Production Operation
Mining Permit holder, lead and zinc
seng, IUPK Operasi Produksi timbal dan
Production Operation Special Mining Permit
seng, dan IUP Operasi Produksi khusus
holder, and Production Operation Mining
untuk pengolahan dan/atau pemurnian
Permit holder specifically for lead and zinc
timbal dan seng serta IUP Operasi Produksi
13

khusus untuk pengangkutan dan penjualan


yang menjual komoditas tambang timbal dan
seng, termasuk Produk Samping atau sisa
hasil pemurnian berupa emas dan perak ke
luar negeri wajib memenuhi batasan
minimum pemurnian komoditas tambang
Mineral Logam sebagaimana tercantum
dalam Lampiran I yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

processing and/or refining/smelting as well


as a Production Operation Mining Permit
holder specifically for lead and zinc hauling
and sale that sell abroad lead and zinc
mining commodities, including Byproducts
or residuals from the refining/smelting in
gold and silver form must fulfill the
minimum refining/smelting specifications
for Metal Mineral mining commodities, as
provided in Attachment I hereto, made an
inseparable part of this Regulation of the
Minister.

(3) Pemegang IUP Operasi Produksi pasir besi, (3) An iron sand Production Operation Mining
Permit holder, iron sand Production
IUPK Operasi Produksi pasir besi, dan IUP
Operation Special Mining Permit holder,
Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
and Production Operation Mining Permit
dan/atau pemurnian pasir besi serta IUP
holder specifically for iron sand processing
Operasi
Produksi
khusus
untuk
and/or refining/smelting as well as a
pengangkutan dan penjualan yang menjual
Production Operation Mining Permit holder
komoditas tambang pasir besi, termasuk
specifically for iron sand hauling and sale
Produk Samping atau sisa hasil pemurnian
that sell abroad iron sand mining
berupa Terak ke luar negeri wajib memenuhi
commodities, including Byproducts or
batasan minimum pemurnian komoditas
residuals from the refining/smelting in Slag
tambang Mineral Logam sebagaimana
form must fulfill the minimum refining/
tercantum dalam Lampiran I yang
smelting specifications for Metal Mineral
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
mining commodities, as provided in
Peraturan Menteri ini.
Attachment I hereto, made an inseparable
part of this Regulation of the Minister.
Pasal 8

Article 8

(1) Dalam hal pemegang IUP Operasi Produksi (1) A tin Production Operation Mining Permit
holder, tin Production Operation Special
timah, IUPK Operasi Produksi timah, dan
Mining Permit holder, and Production
IUP Operasi Produksi khusus untuk
Operation Mining Permit holder specifically
pengolahan dan pemurnian timah yang
for tin processing and refining/smelting that
melakukan pengolahan dan pemurnian
process and refine/smelt tin metal must
logam timah wajib memisahkan dan
separate and process its associated minerals,
mengolah mineral ikutannya berupa zirkon,
such as zircon, ilmenite, rutile, monazite,
ilmenit, rutil, monasit, senotim, dan
xenotime, and process Slag according to the
mengolah Terak dengan batasan produk
minimum processing and/or refining/
minimum pengolahan dan/atau pemurnian
smelting product specifications for Metal
Mineral Logam sebagaimana tercantum
Mineral mining commodities, as provided in
dalam Lampiran I yang merupakan bagian
Attachment I hereto, made an inseparable
tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
part of this Regulation of the Minister.
(2) Pemegang IUP Operasi Produksi timah, (2) A tin Production Operation Mining Permit
holder, tin Production Operation Special
IUPK Operasi Produksi timah, dan IUP
Mining Permit holder, and Production
Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
Operation Mining Permit holder specifically
dan pemurnian timah serta IUP Operasi
for tin processing and refining/smelting as
Produksi khusus untuk pengangkutan dan
well as a Production Operation Mining
penjualan yang menjual komoditas tambang
14

timah, termasuk Produk Samping atau sisa


hasil pengolahan dan pemurnian serta
mineral ikutannya berupa zirkon, ilmenit,
rutil, monasit, senotim, dan Terak ke luar
negeri wajib memenuhi batasan minimum
pengolahan dan/atau pemurnian komoditas
tambang Mineral Logam sebagaimana
dimaksud pada ayat (1).

Permit holder specifically for hauling and


sale that sell abroad tin mining commodities,
including Byproducts or residuals from the
processing and refining/smelting, including
its associated minerals, such as zircon,
ilmenite, rutile, monazite, xenotime, and
Slag, must fulfill the minimum processing
and/or refining/smelting specifications for
Metal Mineral mining commodities as
referred to in section (1).

(3) Dalam hal pemegang IUP Operasi Produksi (3) A tin Production Operation Mining Permit
holder, tin Production Operation Special
timah, IUPK Operasi Produksi timah, dan
Mining Permit holder, and Production
IUP Operasi Produksi khusus untuk
Operation Mining Permit holder specifically
pengolahan dan pemurnian timah yang
for tin processing and refining/smelting that
memiliki Produk Samping mineral ikutan
have Byproducts in the form of associated
berupa zirkon, ilmenit, rutil, monasit,
minerals, such as zircon, ilmenite, rutile,
senotim, dan Terak yang belum memenuhi
monazite, xenotime, and Slag but have not
batasan
minimum
pengolahan
dan
fulfilled the minimum processing and
pemurnian sebagaimana dimaksud pada ayat
refining/smelting specifications as referred
(1) wajib diamankan sesuai dengan
to in section (1) must have them kept safe
ketentuan peraturan perundang-undangan.
under the laws and regulations.
BAB V
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 9

CHAPTER V
MISCELLANEOUS PROVISIONS
Article 9

Kewajiban pengolahan dan/atau pemurnian


untuk Mineral Logam, Mineral Bukan Logam,
dan Batuan dalam ketentuan Peraturan Menteri
ini tidak berlaku bagi pemegang IUP Operasi
Produksi dan IUPK Operasi Produksi Mineral
Logam, Mineral Bukan Logam, dan Batuan yang
hasil penambangannya digunakan langsung
untuk kepentingan dalam negeri.

Obligations to process and/or refine/smelt Metal


Minerals, Nonmetal Minerals, and Rocks under
this Regulation of the Minister shall not apply to
Production Operation Mining Permit holders and
Production Operation Special Mining Permit
holders for Metal Minerals, Nonmetal Minerals,
and Rocks that directly use their mined products
in the domestic interest.

Pasal 9A

Article 9A

(1) Pemegang
IUP
Eksplorasi,
IUPK (1) Metal mineral, nonmetal mineral, and
rock Exploration Mining Permit holders,
Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, dan
Exploration Special Mining Permit
IUPK Operasi Produksi mineral logam,
holders, Production Operation Mining
mineral bukan logam, dan batuan, serta
Permit
holders,
and
Production
IUP Operasi Produksi khusus untuk
Operation Special Mining Permit holders,
pengolahan dan/atau pemurnian dapat
and Production Operation Mining Permit
melakukan kerja sama penelitian dan
holders specifically for processing and/or
pengembangan mineral untuk menunjang
refining/smelting may cooperate in
rencana
pembangunan
dan
mineral research and development in
pengembangan kegiatan pengolahan dan/
support of the construction and
atau pemurnian di dalam negeri dengan:
development plan for domestic processing
and/or refining/smelting with:
15

a.

lembaga
penelitian
dan
pengembangan pada Kementerian
yang
menyelenggarakan
urusan
pemerintahan
di
bidang
pertambangan mineral;

b. lembaga
penelitian
pengembangan
lainnya
kompeten;
c.

dan
yang

perguruan tinggi; dan/atau

d. pihak lain di luar negeri.

a.

a
research
and
development
institution of the Ministry that
administers the governmental affairs
in the field of mineral mining;

b. other competent research


development institutions;
c.

and

higher education institutions; and/or

d. other foreign parties.

(2) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada (2) Cooperation as referred to in section (1)
point (d) may be made:
ayat (1) huruf d hanya dapat dilakukan
apabila:
a.

belum dapat dilakukan di dalam


negeri; dan/atau

b. dalam
rangka
uji
kesesuaian
teknologi yang akan digunakan di
dalam negeri.

a.

only if such processing and/or


refining/smelting cannot be yet
conducted domestically at the time;
and/or

b. only in the scope of goodness-of-fit


test/testing for technology to be used
domestically.

(3) Dalam melakukan kerja sama penelitian (3) In the conduct mineral research and
development cooperation as referred to in
dan pengembangan mineral sebagaimana
section (1) point (d), metal mineral,
dimaksud pada ayat (1) huruf d,
nonmetal mineral, and rock Exploration
pemegang
IUP
Eksplorasi,
IUPK
Mining Permit holders, Exploration
Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, dan
Special
Mining
Permit
holders,
IUPK Operasi Produksi mineral logam,
Production Operation Mining Permit
mineral bukan logam, dan batuan, serta
holders, and Production Operation
IUP Operasi Produksi khusus untuk
Special Mining Permit holders, and
pengolahan dan/atau pemurnian dapat
Production Operation Mining Permit
mengirim conto mineral ke luar negeri
holders specifically for processing and/or
setelah mendapatkan persetujuan dari
refining/smelting may send samples of
Direktur Jenderal Perdagangan Luar
minerals abroad upon approval of the
Negeri, Kementerian Perdagangan.
Director General of Foreign Trade of the
Ministry of Trade.
(4) Sebelum
mendapatkan
persetujuan (4) Prior to acquiring approval as referred to
in section (3), metal mineral, nonmetal
sebagaimana dimaksud pada ayat (3),
mineral, and rock Exploration Mining
pemegang
IUP
Eksplorasi,
IUPK
Permit holders, Exploration Special
Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, dan
Mining Permit holders, Production
IUPK Operasi Produksi mineral logam,
Operation Mining Permit holders, and
mineral bukan logam, dan batuan, serta
Production Operation Special Mining
IUP Operasi Produksi khusus untuk
Permit
holders,
and
Production
pengolahan dan/atau pemurnian wajib
Operation Mining Permit holders
mendapatkan rekomendasi dari Direktur
specifically
for
processing
and/or
Jenderal atas nama Menteri.
16

refining/smelting
must
acquire
a
recommendation from the Director
General on behalf of the Minister.
(5) Permohonan rekomendasi sebagaimana (5) Application for a recommendation as
referred to in section (4) shall be
dimaksud pada ayat (4) diajukan kepada
submitted to the Minister, attn.: the
Menteri c.q. Direktur Jenderal dengan
Directior General, by stating:
mencantumkan:
a.

maksud dan tujuan pengiriman conto


mineral ke luar negeri;

a.

the objectives and purposes for which


the samples of minerals are sent
abroad;

b. jenis dan jumlah conto mineral; dan

b. the types and quantity of the samples


of minerals; and

c.

c.

negara tujuan.

the country of destination.

(6) Direktur Jenderal atas nama Menteri (6) The Director General on behalf of the
Minister shall evaluate the application as
melakukan
evaluasi
terhadap
referred to in section (5).
permohonan sebagaimana dimaksud
pada ayat (5).
(7) Berdasarkan
evaluasi
sebagaimana (7) Upon the evaluation as referred to in
section (6), the Director General on behalf
dimaksud pada ayat (6), Direktur
of
the
Minister
shall
issue
a
Jenderal atas nama Menteri menerbitkan
recommendation within 14 (fourteen)
rekomendasi dalam jangka waktu paling
working days of the receipt of the
lambat 14 (empat belas) hari kerja
complete and correct application.
terhitung sejak permohonan diterima
secara lengkap dan benar.
(8) Pemegang
IUP
Eksplorasi,
IUPK (8) Metal mineral, nonmetal mineral, and
Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, dan
rock Exploration Mining Permit holders,
IUPK Operasi Produksi mineral logam,
Exploration Special Mining Permit
mineral bukan logam, dan batuan, serta
holders, Production Operation Mining
IUP Operasi Produksi khusus untuk
Permit
holders,
and
Production
pengolahan dan/atau pemurnian wajib
Operation Special Mining Permit holders,
menyampaikan laporan hasil penelitian
and Production Operation Mining Permit
dan pengembangan Mineral melalui
holders specifically for processing and/or
pengiriman conto Mineral ke luar negeri
refining/smelting must submit to the
kepada Menteri c.q. Direktur Jenderal.
Minister, attn.: the Director General, a
[Permenesdm 8/2015]
report on the findings from the mineral
research and development on the samples
of minerals sent abroad. [Permenesdm 8/2015]
Pasal 9B

Article 9B

Kewajiban pemenuhan batasan minimum


pengolahan dan/atau pemurnian mineral
dalam ketentuan Peraturan Menteri ini tidak
berlaku untuk penelitian dan pengembangan
mineral melalui pengiriman conto Mineral ke
luar negeri sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9A. [Permenesdm 8/2015]

An obligation to fulfill the minimum


processing
and/or
refining/smelting
specifications in this Regulation of the
Minister shall not apply to the samples of
Minerals sent abroad in the scope of mineral
research and development as referred to in
Article 9A. [Permenesdm 8/2015]
17

Pasal 10

Article 10

Jenis komoditas tambang Mineral yang belum


tercantum dalam Pasal 3 ayat (4), Pasal 3 ayat
(5), dan Pasal 3 ayat (6) hanya dapat dijual ke
luar negeri setelah batasan minimum pengolahan
dan/atau pemurniannya ditetapkan oleh Menteri.

The types of Mineral mining commodities that


are absent from Article 3 section (4), Article 3
section (5), and Article 3 section (6) may not be
sold abroad until the Minister has determined
their minimum processing and/or refining/
smelting specifications.

Jenis komoditas tambang mineral yang belum


tercantum dalam Pasal 3 ayat (4), Pasal 3 ayat
(5), dan Pasal 3 ayat (6) hanya dapat dijual ke
luar negeri setelah jenis produk dan batasan
minimum
pengolahan
dan/atau
pemurniannya ditetapkan oleh Direktur
Jenderal atas nama Menteri. [Permenesdm

The types of mineral mining commodities that


are absent from Article 3 section (4), Article 3
section (5), and Article 3 section (6) may be
sold abroad upon the types of products and
the
minimum
processing
and/or
refining/smelting specifications of those
minerals being determined by the Director
General on behalf of the Minister. [Permenesdm

8/2015]

8/2015]

BAB VI
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 11

CHAPTER VI
TRANSITIONAL PROVISIONS
Article 11

Pemegang Kontrak Karya Mineral Bukan Logam


dan Batuan serta IUP Operasi Produksi Mineral
Bukan Logam dan Batuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 112C angka 2 Peraturan
Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan
Batubara dapat melakukan penjualan hasil
pengolahan ke luar negeri setelah memenuhi
batasan minimum pengolahan sebagaimana
dimaksud dalam Lampiran II dan Lampiran III
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Menteri ini.

Nonmetal Mineral and Rock Contract of Work


holders and Nonmetal Mineral and Rock
Production Operation Mining Permit holders as
referred to in Article 112C point (2) of
Regulation of the Government Number 1 of 2014
concerning The Second Amendment of
Regulation of the Government Number 23 of
2010 concerning Implementation of Mineral and
Coal Mining Business Activities, may sell their
processing products abroad upon fulfillment of
the minimum processing specifications, as
provided in Attachment II and Attachment III
hereto, made an inseparable part of this
Regulation of the Minister.

Pasal 12

Article 12

1.

Pemegang Kontrak Karya Mineral Logam 1.


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112C
angka 3 Peraturan Pemerintah Nomor 1
Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara dapat
melakukan penjualan ke luar negeri dalam
jumlah tertentu hasil pengolahan termasuk
hasil pemurnian setelah memenuhi batasan
minimum pengolahan dan pemurnian
sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I

Metal Mineral Contract of Work holders as


referred to in Article 112C point (3) of
Regulation of the Government Number 1 of
2014 concerning The Second Amendment of
Regulation of the Government Number 23
of 2010 concerning Implementation of
Mineral and Coal Mining Business
Activities, may sell abroad their processing
products in certain quantities, including the
refining/smelting products, upon fulfillment
of the minimum processing and refining/
smelting specifications, as provided in
18

yang merupakan bagian tidak terpisahkan


dari Peraturan Menteri ini.

Attachment I hereto, made an inseparable


part of this Regulation of the Minister.

2.

Lumpur anoda dan tembaga telurid sebagai 2.


Produk Samping atau sisa hasil pemurnian
komoditas tambang Mineral Logam tembaga
dapat dijual ke luar negeri dalam jumlah
tertentu sepanjang belum dapat dilakukan
pemurnian di dalam negeri sesuai dengan
batasan minimum pemurnian sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Menteri ini.

Anode slime and copper telluride as


Byproducts or residuals from the refining/
smelting of Metal Mineral mining
commodities in copper form may be sold
abroad in certain quantities to the extent they
cannot be refined/smelted domestically
according to the minimum refining/smelting
specifications, as provided in Attachment I
hereto, made an inseparable part of this
Regulation of the Minister.

3.

Pemegang IUP Operasi Produksi Mineral 3.


Logam sebagaimana dimaksud dalam Pasal
112C angka 4 Peraturan Pemerintah Nomor
1 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun
2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara dapat
melakukan penjualan ke luar negeri dalam
jumlah tertentu hasil pengolahan termasuk
hasil pemurnian setelah memenuhi batasan
minimum pengolahan dan pemurnian
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Menteri ini.

Metal Mineral Production Operation Mining


Permit holders as referred to in Article 112C
point (4) of Regulation of the Government
Number 1 of 2014 concerning The Second
Amendment of Regulation of the
Government Number 23 of 2010 concerning
Implementation of Mineral and Coal Mining
Business Activities, may sell abroad their
processing products in certain quantities,
including the refining/smelting products,
upon fulfillment of the minimum processing
and refining/smelting specifications, as
provided in Attachment I hereto, made an
inseparable part of this Regulation of the
Minister.

4.

Penjualan hasil pengolahan Mineral Logam 4.


ke luar negeri sebagaimana dimaksud pada
angka 1 dan angka 3 tidak berlaku bagi
komoditas tambang Mineral Logam:

Sale of Metal Mineral processing products


abroad as referred to in point (1) and point
(3) shall not apply to the following Metal
Mineral mining commodities:

a.

nikel;

a.

nickel;

b.

bauksit;

b.

bauxite;

c.

timah;

c.

tin;

d.

emas;

d.

gold;

e.

perak; dan

e.

silver; and

f.

kromium.

f.

chromium.

5.

Penjualan ke luar negeri dalam jumlah 5.


tertentu hasil pengolahan sebagaimana
dimaksud pada angka 1 dan angka 3
termasuk lumpur anoda dan tembaga telurid
sebagaimana dimaksud pada angka 2, dapat
dilakukan dalam jangka waktu paling lambat
3 (tiga) tahun sejak diundangkannya

Sale of processing products abroad in certain


quantities as referred to in point (1) and
point (3), including anode slime and copper
telluride as referred to in point (2), may be
made within 3 (three) years of the
promulgation of this Regulation of the
Minister.
19

Peraturan Menteri ini.


6.

Penjualan ke luar negeri dalam jumlah 6.


tertentu sebagaimana dimaksud pada angka
5
hanya
dapat
dilakukan
setelah
mendapatkan rekomendasi Direktur Jenderal
atas nama Menteri.

Sale abroad in certain quantities as referred


to in point (5) may not be made until a
recommendation from the Director General
in the name of the Minister is acquired.

7.

Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada 7.


angka 6 digunakan oleh pemegang Kontrak
Karya Mineral Logam dan IUP Operasi
Produksi Mineral Logam termasuk pihak
lain yang menghasilkan lumpur anoda dan
tembaga telurid sebagai dasar untuk
mendapatkan Surat Persetujuan Ekspor dari
Menteri Perdagangan.

A recommendation as referred to in point (6)


shall be the basis on which Metal Mineral
Contract of Work holders and Metal Mineral
Production Operation Mining Permit
holders, including other anode slime and
copper telluride producing parties, may
acquire an Export Approval from the
Minister of Trade.

8.

Untuk
mendapatkan
rekomendasi, 8.
pemegang Kontrak Karya Mineral Logam
dan IUP Operasi Produksi Mineral Logam
harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut:

To acquire a recommendation, Metal


Mineral Contract of Work holders and Metal
Mineral Production Operation Mining
Permit holders must fulfill the following
requirements:

a.

mempunyai cadangan yang cukup untuk


melakukan pengolahan dan pemurnian
di dalam negeri sesuai dengan umur
fasilitas pengolahan dan pemurnian baik
sendiri ataupun kerja sama dengan
pihak lain;

a.

have adequate reserves to carry out


processing
and
refining/smelting
domestically on their own or in
cooperation with another party, with
due regard to the age of processing and
refining/smelting facilities;

b.

menunjukkan keseriusan membangun


fasilitas pemurnian baik secara langsung
ataupun kerja sama dengan pihak lain
dengan
menyerahkan
rencana
pembangunan fasilitas pemurnian; dan

b.

have a commitment to build refining/


smelting facilities directly or in
cooperation with another party, by
submission of a refining/ smelting
facility construction plan; and

c.

memenuhi
kinerja
lingkungan yang baik.

c.

comply with the good environmental


management performance.

9.

pengelolaan

Permohonan yang memenuhi persyaratan 9.


untuk
mendapatkan
rekomendasi
sebagaimana dimaksud pada angka 8 wajib
dilengkapi antara lain:

An application to acquire a recommendation


as referred to in point (8) shall be deemed
compliant if accompanied by, inter alia:

a.

dokumen studi kelayakan yang telah


disetujui;

a.

the
approved
documentation;

b.

dokumen lingkungan hidup yang telah


disetujui instansi yang berwenang;

b.

the
environmental
documentation
approved by the competent agency;

c.

bukti pelunasan kewajiban pembayaran


keuangan kepada negara;

c.

the proof of payment to the state;

d.

sertifikat clear and clean bagi pemegang

d.

a clear and clean certificate for a

feasibility

study

20

IUP Operasi Produksi;

Production Operation Mining Permit


holder;

e.

jadwal rencana pembangunan fasilitas


pemurnian di dalam negeri yang telah
disetujui sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;

e.

the approved domestic refining/smelting


facility construction schedule under the
laws and regulations;

f.

rencana kerja dan anggaran biaya tahun


berjalan yang telah disetujui; dan/atau

f.

the approved current years working


plans and budget; and/or

g.

rencana penjualan hasil pengolahan


yang memuat antara lain jenis dan mutu
produk, jumlah, harga, dan pelabuhan
muat.

g.

the processing product sales planning


that contains, inter alia, the product
types and qualities, quantities, prices,
and the port of loading.

10. Direktur Jenderal atas nama Menteri 10. The Director General in the name of the
Minister shall evaluate the application as
melakukan evaluasi terhadap permohonan
referred to in point (8) and point (9) to
sebagaimana dimaksud pada angka 8 dan
confirm:
angka 9 untuk menetapkan:
a.

jenis dan mutu produk yang telah sesuai


dengan batasan minimum pengolahan
Mineral Logam sebagaimana tercantum
dalam Lampiran I yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini;

a.

the product types and qualities


according to the minimum Metal
Mineral processing specifications as
provided in Attachment I hereto, made
an inseparable part of this Regulation of
the Minister;

b.

jumlah
tertentu
penjualan
hasil
pengolahan
yang
ditentukan
berdasarkan pertimbangan:

b.

the specified quantities of sale of the


processing products in consideration of:

1) kinerja pengelolaan lingkungan;

1) the environmental
performance;

management

2) cadangan;

2) the reserves;

3) kapasitas fasilitas pemurnian; dan

3) the
refining/smelting
capacity; and

facility

4) kemajuan pembangunan fasilitas


pemurnian.

4) the
refining/smelting
construction progress.

facility

11. Untuk mendapatkan rekomendasi, pihak lain 11. To acquire a recommendation, another
anode slime and copper telluride producing
yang menghasilkan lumpur anoda dan
party
must
fulfill
the
following
tembaga telurid harus memenuhi persyaratan
requirements:
sebagai berikut:
a.

menunjukkan keseriusan membangun


fasilitas pemurnian baik secara langsung
ataupun kerja sama dengan pihak lain
dengan
menyerahkan
rencana
pembangunan fasilitas pemurnian; dan

a.

have
a
commitment
to
build
refining/smelting facilities directly or in
cooperation with another party by
submission of a refining/smelting
facility construction plan; and

b.

memenuhi

b.

comply with the good environmental

kinerja

pengelolaan

21

lingkungan yang baik;

management performance;

12. Permohonan yang memenuhi persyaratan 12. An application to acquire a recommendation


untuk
mendapatkan
rekomendasi
as referred to in point (11) shall be deemed
sebagaimana dimaksud pada angka 11 wajib
compliant if accompanied by, inter alia:
dilengkapi antara lain:
a.

jadwal rencana pembangunan fasilitas


pemurnian di dalam negeri yang telah
disetujui sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;

a.

the approved domestic refining/smelting


facility construction schedule under the
laws and regulations;

b.

rencana penjualan yang memuat antara


lain jenis dan mutu produk, jumlah,
harga, dan pelabuhan muat;

b.

the sales planning that contains, inter


alia, the product types and qualities,
quantities, prices, and the port of
loading;

c.

rencana kerja dan anggaran biaya tahun


berjalan yang telah disetujui; dan/atau

c.

the approved current years working


plans and budget; and/or

d.

dokumen lingkungan hidup yang telah


disetujui instansi yang berwenang.

d.

the
environmental
documentation
approved by the competent agency.

13. Direktur Jenderal atas nama Menteri 13. The Director General in the name of the
Minister shall evaluate the application as
melakukan evaluasi terhadap permohonan
referred to in point (11) and point (12) to
sebagaimana dimaksud pada angka 11 dan
confirm the specified quantities of sale in
angka 12 untuk menetapkan jumlah tertentu
consideration of:
penjualan yang ditentukan berdasarkan
pertimbangan:
a.

kinerja pengelolaan lingkungan;

a.

the
environmental
performance;

b.

kapasitas fasilitas pemurnian; dan

b.

the refining/smelting facility capacity;


and

c.

kemajuan
pemurnian.

c.

the
refining/smelting
construction progress.

pembangunan

fasilitas

management

facility

14. Berdasarkan
evaluasi
sebagaimana 14. Upon evaluation as referred to in point (10)
and point (13), the Director General in the
dimaksud pada angka 10 dan angka 13,
name of the Minister shall issue a
Direktur Jenderal atas nama Menteri
recommendation as referred to in point (6) to
memberikan rekomendasi sebagaimana
Metal Mineral Contract of Work holders and
dimaksud pada angka 6 kepada pemegang
Metal Mineral Production Operation Mining
Kontrak Karya Mineral Logam dan IUP
Permit holders, including other anode slime
Operasi Produksi Mineral Logam termasuk
and copper telluride producing parties, for a
pihak lain yang menghasilkan lumpur anoda
period of 6 (six) months.
dan tembaga telurid untuk jangka waktu 6
(enam) bulan.
15. Pemegang Kontrak Karya Mineral Logam 15. Metal Mineral Contract of Work holders and
dan IUP Operasi Produksi Mineral Logam
Metal Mineral Production Operation Mining
sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan
Permit holders as referred to in point (1) and
angka 3, setelah jangka waktu 3 (tiga) tahun
point (3), may upon 3 (three) years of the
22

sejak diundangkannya Peraturan Menteri ini,


hanya dapat menjual ke luar negeri hasil
produksi yang telah dilakukan pemurnian
sesuai dengan batasan minimum pemurnian
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I
yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Menteri ini.

promulgation of this Regulation of the


Minister, only sell refined/smelted products
abroad according to the minimum
refining/smelting specifications, as provided
in Attachment I hereto, made an inseparable
part of this Regulation of the Minister.

16. Pihak lain yang menghasilkan lumpur anoda 16. Other anode slime and copper telluride
producing parties may upon 3 (three) years
dan tembaga telurid, setelah jangka waktu 3
of the promulgation of this Regulation of the
(tiga) tahun sejak diundangkannya Peraturan
Minister, only sell refined/smelted products
Menteri ini, hanya dapat menjual ke luar
abroad according to the minimum
negeri hasil produksi yang telah dilakukan
refining/smelting specifications, as provided
pemurnian sesuai dengan batasan minimum
in Attachment I hereto, made an inseparable
pemurnian sebagaimana tercantum dalam
part of this Regulation of the Minister.
Lampiran I yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 12A

Article 12A

Pemegang Kontrak Karya yang akan Contract of Work holders to send samples of
mengirim conto mineral ke luar negeri wajib minerals abroad must comply with the
mengikuti ketentuan dalam Peraturan provisions of this Regulation of the Minister.
[Permenesdm 8/2015]
Menteri ini. [Permenesdm 8/2015]
Pasal 12B

Article 12B

governor
shall
give
a
(1) Gubernur memberikan rekomendasi atas (1) The
recommendation on the cooperation plan
rencana kerja sama pengolahan dan/atau
for processing and/or refining/smelting
pemurnian
yang
dilakukan
oleh
made by a Production Operation Mining
pemegang IUP Operasi Produksi dan IUP
Permit holder and a Production
Operasi
Produksi
khusus
untuk
Operation
Mining
Permit
holder
pengolahan dan/atau pemurnian yang
specifically
for
processing
and/or
diterbitkan oleh bupati/walikota sebelum
refining/smelting issued by the regent/
berlakunya Undang-Undang Nomor 23
mayor prior to Law Number 23 of 2014
Tahun 2014 tentang Pemerintahan
concerning
Regional
Governments
Daerah sesuai dengan ketentuan dalam
coming into effect under the provisions of
Peraturan Menteri ini.
this Regulation of the Minister.
(2) Rencana kerja sama pengolahan dan/atau (2) A cooperation plan for processing and/or
refining/smelting made by a Production
pemurnian
yang
dilakukan
oleh
Operation Mining Permit holder and a
pemegang IUP Operasi Produksi dan IUP
Production Operation Mining Permit
Operasi
Produksi
khusus
untuk
holder specifically for processing and/or
pengolahan dan/atau pemurnian yang
refining/smelting
issued
by
the
diterbitkan oleh bupati/walikota dan
regent/mayor and having acquired
telah
mendapatkan
persetujuan/
approval/recommendation
from
the
rekomendasi dari Menteri, gubernur,
competent
Minister,
governor,
or
atau bupati/walikota sesuai dengan
regent/mayor prior to Law Number 23 of
kewenangannya sebelum berlakunya
2014 concerning Regional Governments
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
coming into effect is declared to remain
tentang Pemerintahan Daerah dinyatakan
valid until its expiration. [Permenesdm
tetap berlaku sampai jangka waktunya
23

8/2015]

berakhir. [Permenesdm 8/2015]


BAB VII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 13

CHAPTER VII
CONCLUDING PROVISIONS
Article 13

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku,


Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Nomor 07 Tahun 2012 tentang
Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui
Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012
Nomor 165) sebagaimana telah dua kali diubah
terakhir dengan Peraturan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral Nomor 20 Tahun 2013
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 993), dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.

Upon this Regulation of the Minister coming into


effect, Regulation of the Minister of Energy and
Mineral Resources Number 07 of 2012
concerning Increase in Added Value of Minerals
Through Mineral Processing and Refining/
Smelting (Official Gazette of the Republic of
Indonesia Number 165 of 2012), as amended two
times, most recently amended by Regulation of
the Minister of Energy and Mineral Resources
Number 20 of 2013 (Official Gazette of the
Republic of Indonesia Number 993 of 2013), is
revoked and declared to no longer be in effect.

Pasal 14

Article 14

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal This Regulation of the Minister shall come into
diundangkan.
effect from the date it is promulgated.
Agar
setiap
orang
mengetahuinya,
memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri
ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Negara.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 11 Januari 2014
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA
MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
JERO WACIK

In order that every person may know of it, the


promulgation of this Regulation of the Minister
is ordered by placement in the Official Gazette of
the Republic of Indonesia.
Issued in Jakarta
on January 11, 2014
MINISTER OF ENERGY AND MINERAL
RESOURCES OF THE REPUBLIC OF
INDONESIA,
sgd.
JERO WACIK

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 11 Januari 2014
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI
MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
AMIR SYAMSUDIN

Promulgated in Jakarta
on January 11, 2014
MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd.
AMIR SYAMSUDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA


TAHUN 2014 NOMOR 35

OFFICIAL GAZETTE OF THE REPUBLIC OF


INDONESIA NUMBER 35 OF 2014

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com

24

LAMPIRAN I
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR: 08 TAHUN 2015 TENTANG PENINGKATAN NILAI TAMBAH MINERAL MELALUI KEGIATAN
PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL DI DALAM NEGERI (Perubahan)

BATASAN MINIMUM PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN KOMODITAS


TAMBANG MINERAL LOGAM DI DALAM NEGERI

No.
1.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores
Tembaga (proses
peleburan) /
Copper (fusion
process)

Mineral / Minerals
Kalkopirit /
Chalcopyrite
Digenit / Digenite
Bornit / Bornite
Kuprit / Cuprite
Kovelit / Covellite

ATTACHMENT I
REGULATION OF THE MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER: 08 OF 2015 CONCERNING INCREASE IN ADDED VALUE OF MINERALS THROUGH DOMESTIC
MINERAL PROCESSING AND REFINING/SMELTING (Amendment)

MINIMUM DOMESTIC PROCESSING AND REFINING/SMELTING


SPECIFICATIONS FOR METAL MINERALS

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
Konsentrat tembaga /
15% Cu / A Cu content
a. Katoda tembaga /
Logam Cu 99%; / Cu metal:
Copper concentrates
of 15%
Copper cathode
99% in content;
b. Lumpur anoda / Anode a. Logam Au 99%; / Au metal:
slime
99% in content;
b. Logam Ag 99%; / Ag metal:
99% in content;
c. Bullion Pb 90%; / Pb bullion:
90% in content;
d. Logam Pd 99%; / Pd metal:
99% in content;
e. Logam Pt 99%; / Pt metal:
99% in content;
f. Logam Se 99%; / Se metal:
99% in content;
g. Logam Te 99%; / Te metal:
99% in content;
h. TeO2 98%; / TeO2: 98% in
content;
i. Te(OH)4 98%; / Te(OH)4:
98% in content;
j. PbO 98%; / PbO: 98% in
content;
k. PbO2 98%; / PbO2: 98% in
content;
l. SeO2 98%; dan/atau / SeO2:
98% in content; and/or
m. Logam jarang dan tanah jarang
(merujuk pada persyaratan logam
tanah jarang di timah). / Minor
21

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

Tembaga (proses
pelindian) /
Copper (leaching
process)

Mineral / Minerals

Kalkopirit /
Chalcopyrite
Digenit / Digenite
Bornit / Bornite
Kuprit / Cuprite
Kovelit / Covellite

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
metal and rare earth (referring
to the rare-earth metal terms at
the Tin section).
c. Tembaga telurid /
a. Logam Cu 99%; / Cu metal:
Copper telluride
99% in content;
b. Logam Te 99%; / Te metal:
99% in content;
c. TeO2 98%; / TeO2: 98% in
content;
d. Te(OH)4 98% dan/atau; /
Te(OH)4: 98% in content;
and/or
e. Logam paduan tembaga telurid
20% Te. / Copper telluride alloy
with a Te content of 20%.
Logam / Metal
a. Logam Cu 99%; / Cu metal:
99% in content;
b. Logam Au 99%; / Au metal:
99% in content;
c. Logam Ag 99%; / Ag metal:
99% in content;
d. Logam Pd 99%; / Pb metal:
90% in content;
e. Logam Pt 99%; / Pt metal:
99% in content;
f. Logam Se 99%; / Se metal:
99% in content;
g. Logam Te 99%; / Te metal:
99% in content;
h. TeO2 98%; / TeO2: 98% in
content;
i. Te(OH)4 98%; dan/atau /
Te(OH)4: 98% in content;
and/or
j. Logam jarang dan tanah jarang
(merujuk pada persyaratan logam
22

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

2.

Nikel dan/atau
kobalt (proses
peleburan) /
Nickle and/or
cobalt (fusion
process)
a. Saprolit; /
Saprolite;
b. Limonit. /
Limonite.
Nikel dan/atau
kobal (proses
pelindian) limonit
/ Nickle and/or
cobalt (leaching
process) limonite

Mineral / Minerals

Pentlandit / Pentlandite
Garnerit / Garnierite
Serpentinit / Serpentinite
Karolit / Carolite

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
tanah jarang di timah). / Minor
metal and rare earth (referring
to the rare-earth metal terms at
the Tin section).
Nikel mate, logam paduan a. Ni Mate 70% Ni; / Ni Mate
with an Ni content of 70%
dan logam nikel / Nickel
matte, alloy and nickel
b. FeNi 10% Ni; / FeNi with an
metal
Ni content of 10%
c. Nickel Pig Iron (NPI) 4% Ni; /
Nickel Pig Iron (NPI) with an Ni
content of 4%
d. Logam Ni 93%; dan/atau / Ni
metal: 93% in content; and/or
e. NiO 70% Ni. / NiO with an Ni
content of 70%
a. Logam Ni 93%; / Ni metal:
Logam, logam oksida,
93% in content;
logam sulfida, mix
hydroxide/sulfide
b. Mix Hydroxide Precipitate
precipitate, dan hydroxide
(MHP) 25% Ni; / Mixed
nickel carbonate / Metal,
Hydroxide Precipitate (MHP)
metal oxide, metal sulfide,
with an Ni content of 25%;
mixed hydroxide/ sulfide
c. Mix Sulfide Precipitate (MSP)
precipitate, and hydroxide
45% Ni / Mixed Sulfide
nickel carbonate
Precipitate (MSP) with an Ni
content of 45%;
d. Hydroxide Nickel Carbonate
(HNC) 40% Ni; / Hydroxide
Nickel Carbonate (HNC) with an
Ni content of 40%;
e. NiS 40% Ni; / NiS with an Ni
content of 40%;
f. Logam Co 93%. / Co metal:
93% in content.
g. CoS 40% Co; / CoS with a Co
content of 40%;
h. Logam Cr 99%; dan/atau / Cr
23

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

Mineral / Minerals

Nikel dan/atau
kobalt (proses
reduksi) / Nickle
and/or cobalt
(reduction
process)
a. Saprolit /
Saprolite

3.

b. Limonit /
Limonite
Bauksit / Bauxite

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
metal: 99% in content; and/or
i. Cr2O3 40%. / Cr2O3: 40% in
content.
Logam paduan / Alloy
a. FeNi spon 4% Ni; / Sponge
FeNi with an Ni content of 4%;
b. Luppen FeNi 4% Ni; dan/atau /
FeNi Luppen with an Ni content
of 4%; and/or
c. Nuget FeNi 4% Ni. / FeNi
Nuggets with an Ni content of
4%

Gibsit / Gibbsite
Diaspor / Diaspore
Buhmit / Boehmite

Logam oksida/hidroksida
dan logam / Metal
oxide/hydroxide and metal

a. Smelter grade alumina 98%


Al2O3; / Smelter grade alumina
with an Al2O3 content of 98%;
b. Chemical Grade Alumina 90%
Al2O3 / Chemical Grade Alumina
with an Al2O3 content of 90%
c. Alumina Hydrate 90%
Al(OH)3; / Alumina Hydrate with
an Al(OH)3 content of 90%;
d. Proppants:
1) Al2O3 70% (Granulated); /
Al2O3: 70% in content
(Granulated);
2) mampu pecah pada tekanan
7.500 psi, fraksi ukuran: /
Able to rupture in the
pressure of 7,500 psi, size
fraction:
- 20+40 mesh 5.2% /
20+40 mesh: 5.2% in
content
- 30+50 mesh 2,5%; atau
/ 30+50 mesh: 2.5% in
24

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

4.

Besi / Iron

Mineral / Minerals

Hematit / Hematite
Magnetit / Magnetite

Gutit/laterit /
Goethite/laterite

Lamela magnetitilmenit (pasir besi) /


Lamela magnetiteilmenite (iron ore)

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
content; or
- 40+70 mesh 2,0%. /
40+70 mesh: 2.0% in
content.
3) Apparent Specific Gravity
(ASG) 3,15; dan/atau
Apparent Specific Gravity
(ASG): 3.15; and/or
e. Logam Al 99%. / Al metal:
99% in content.
a. Besi spon 75% Fe; / Sponge
Konsentrat besi*) / Iron
62% Fe dan 1% TiO2 / Spon, logam dan logam
paduan / Sponge, metal
iron with an Fe content of
concentrates*)
With an Fe content of
75%;
62% and a TiO2 content of and alloy
1%
b. Besi wantah 90% Fe; dan/atau
/ Pig iron with an Fe content of
90%; and/or
Konsentrat besi laterit**) 51% Fe dan Kadar
c. Logam paduan besi 83% Fe. /
/ Laterite iron
(Al2O3 + SiO2) 10%. /
Ferro alloy with an Fe content of
concentrates**)
83%.
An Fe content of 51%
and (Al2O3 + SiO2):
10% in content.
Konsentrat besi
58% Fe dan 1% < TiO2
Logam / Metal
a. Besi spon 75% Fe; dan/atau /
laterit***) / Laterite iron 25% / With an Fe
Sponge iron 75% with an Fe
concentrates***)
content of 58%; and 1%
content of; and/or
< TiO2: 25% in content
b. Besi wantah 90% Fe. / Pig iron
with an Fe content of 90%.
56% Fe dan 1% < TiO2
Pellet Konsentrat pasir
Terak / Slag
a. TiO2 85%; / TiO2: 85% in
besi****) / Pellet iron
25% / With an Fe
content;
sand concentrates****)
content of 56%; and 1%
b. TiCl4 98%; / TiCl4: 98% in
< TiO2: 25% in content
content;
c. Logam paduan titanium 65%
Ti; / Titanium alloy with a Ti
content of 65%;
d. V2O5 90%; / V2O5: 90% in
content;
e. Logam paduan vanadium 65%
25

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

5.

Timah / Tin

Mineral / Minerals

Kasiterit / Cassiterite

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
V; dan/atau / Vanadium alloy
with a V content of 65%;
and/or
f. Logam jarang dan tanah jarang
(merujuk pada persyaratan logam
tanah jarang di timah). / Minor
metal and rare earth (referring
to the rare-earth metal terms at
the Tin section)
a. TiO2 sintetik 85%; / Synthetic
Konsentrat
50% TiO2 / With a TiO2
Logam oksida, logam
ilmenit*****) / Ilmenite
content of 50%
klorida, dan logam paduan
TiO2: 85% in content;
concentrates*****)
/ Metal oxide, metal
b. TiCl4 87%; dan/atau / TiCl4 :
chloride, and alloy
87% in content; and/or
c. Logam paduan titanium 65%
Ti. / Titanium alloy with a Ti
content of 65%
Terak / Slag
Merujuk pada persyaratan terak di
konsentrate pasir besi / Referring to
the slag terms at iron sand
concentrates
Logam / Metal
Logam Sn 99,90% / Sn metal:
99.90% in content
Terak / Slag
a. Logam W 90%; / W metal:
90% in content;
b. Ta2O5 90%; / Ta2O5: 90% in
content;
c. Nb2O5 90%; dan/atau / Nb2O5:
90% in content; and/or
d. Sb2O3 90%. / Sb2O3: 90% in
content.
Konsentrat zircon /
Merujuk pada persyaratan
Merujuk pada persyaratan zirkonium
Zircon concentrates
zirkonium dan zircon /
dan zircon / Referring to the
Referring to the zirconium
zirconium and zircon terms
and zircon terms
Konsentrat ilmenit /
Merujuk pada persyaratan
Merujuk pada persyaratan ilmenit di
Ilmenite concentrates
ilmenit di pasir besi /
pasir besi / Referring to the ilmenite,
26

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

6.

Mangan /
Manganese

Mineral / Minerals

Pirolusit / Pyrolusite
Psilomelan /
Psilomelane
Braunit / Braunite
Manganit / Manganite

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
Referring to the ilmenite,
terms at iron sand
terms at iron sand
a. TiCl4 98%; dan/atau / TiCl4 :
Konsentrat rutil / Rutile
TiO2 90% / TiO2: 90% Logam klorida dan logam
concentrates
in content
paduan / Metal chloride
98% in content; and/or
and alloy
b. Logam paduan titanium 65%
Ti. / Titanium alloy with a Ti
content of 65%
Konsentrat monasit dan
Logam oksida, logam
a. Logam oksida tanah jarang
senotim / Monazite and
hidroksid, dan logam
(REO) 99%; / Rare earth metal
xenotime concentrates
tanah jarang / Metal oxide,
oxide (REO): 99% in content;
metal hydroxide, and rare
b. Logam hidroksida tanah jarang
earth metal
(REOH) 99%; dan/atau / Rare
earth metal hydroxide (REOH):
99% in content; and/or
c. Logam tanah jarang 99%. /
Rare earth metal: 99% in
content.
Konsentrat mangan /
49% Mn / With an Mn
Logam, logam paduan,
a. Fero Mangan (FeMn), Mn
Manganese concentrates content of 49%
dan kimia mangan / Metal,
60%; / Ferromanganese (FeMn),
alloy, and manganese
Mn: 60% in content;
chemistry
b. Silika Mangan (SiMn), Mn
60%; / Silicomanganese (SiMn),
Mn: 60% in content;
c. Mangan Monoksida (MnO), Mn
47,5%, MnO2 4%; /
Manganese monoxide (MnO),
Mn: 47.5% in content, MnO2:
4% in content;
d. Mangan Sulfat (MnSO4) 90%;
/ Manganese sulfate (MnSO4):
90% in content;
e. Mangan Klorida (MnCl2) 90%;
/ Manganese chloride (MnCl2):
90% in content;
f. Mangan Karbonat Sintetik
(MnCO3) 90%; / Synthetic
manganese carbonate (MnCO3):
27

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

7.

Timbal dan Seng /


Lead and Zinc

Mineral / Minerals

Galena / Galena
Spalerit / Sphalerite
Smitsonit / Smithsonite
Hemimorfit (kalamid) /
Hemimorphite
(calamine)

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
90% in content;
g. Kalium Permanganat (KMnO4)
90%; / Kalium permanganate
(KMnO4): 90% in content;
h. Mangani Oksida (Mn3O4)
90%; / Manganese oxide
(Mn3O4): 90% in content;
i. Mangan Dioksida Sintetik
(MnO2) 98%; dan/atau /
Synthetic manganese dioxide
(MnO2): 98% in content;
and/or
j. Mangan Spon (Direct Reduced
Manganese) Mn 49%, MnO2
4%. / Direct Reduced Manganese
Mn: 49% in content, MnO2:
4% in content.
a. Bullion 90% Zn; / Bullion with
Konsentrat seng / Zinc
52% Zn / With a Zn
Logam, logam
a Zn content of 90%;
concentrates
content of 52%
oksida/hidroksida / Metal,
metal oxide/hydroxide
b. ZnO 98%; / ZnO: 98% in
content;
c. ZnO2 98%; and/or / ZnO2:
98% in content; and/or
d. Zn(OH)2 98%. / Zn(OH)2:
98% in content.
a. Logam Au 99%; dan/atau / Au
Logam emas dan/atau
metal: 99% in content; and/or
perak / Gold and/or silver
metal
b. Logam Ag 99%. / Ag metal:
99% in content.
a. Bullion 90% Pb; / Bullion with
Konsentrat timbal / Lead 57% Pb / With a Pb
Logam, logam
a Pb content of 90%;
concentrates
content of 57%
oksida/hidroksida / Metal,
metal oxide/hydroxide
b. PbO 98%; / PbO: 98% in
content;
c. Pb(OH)2 98%; / Pb(OH)2:
98% in content;
d. PbO2 98%; / PbO2: 98% in
28

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

8.

Emas / Gold

9.

Perak / Silver

10.

Kromium /
Chromium

11.

Zirkonium /
Zirconium

Mineral / Minerals

Native
Associated minerals
Native
Associated minerals
Kromit / Chromite

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
content;
a. Logam Au 99%; dan/atau / Au
Logam emas dan/atau
metal: 99% in content; and/or
perak / Gold and/or silver
metal
b. Logam Ag 99%. / Ag metal:
99% in content.
Logam emas / Gold metal
Logam Au 99% / Au metal: 99%
in content
Logam perak / Silver
Logam Ag 99% / Ag metal: 99%
metal
in content
Logam dan paduan / Metal a. Logam Cr 99%; dan/atau / Cr
and alloy
metal: 99% in content; and/or
b. Logam paduan kromium 60%
Cr. / Chromium alloy with a Cr
content of 60%.
a. Zirkonium Oksiklorida (ZOC)
Bahan kimia zirkon, spon
ZrOCl2.8H2O 90%; /
zirkon, zirkonia, logam
zirkon, dan hafmium /
Zirconium Oxychloride (ZOC)
Zircon chemistry, zircon
ZrOCl2.8H2O: 90% in content;
sponge, zirconia, zircon
b. Zirkonium Sulfat (ZOS)
metal, and hafnium
Zr(SO4)2.4H2O 90%; /
Zirconium Sulfate (ZOS)
Zr(SO4)2.4H2O: 90% in
content;
c. Zirkonium Berbasis Sulfat (ZBS)
Zr5O8(SO4)2.xH2O 90%; /
Zirconium Basic Sulfate (ZBS)
Zr5O8(SO4)2.xH2O: 90% in
content;
d. Zirkonium Berbasis Karbonat
(ZBC) ZrOCO3.xH2O 90%; /
Zirconium Basic Carbonate
(ZBC) ZrOCO3.xH2O: 90% in
content;
e. Amonium Zirkonium Karbonat
(AZC) (NH4)3ZrOH(CO3)3.2H2O
90%. / Ammonium Zirconium
Carbonate (AZC)
29

No.

Komoditas / Commodities
Bijih / Ores

12.

Antimon /
Antimony

Mineral / Minerals

Stibnit / Stibnite

Batasan Minimum / Minimum Specifications


Pengolahan / Processed
Pemurnian / Refined/Smelted
Produk / Products
Kualitas / Quality
Produk / Products
Kualitas / Quality
(NH4)3ZrOH(CO3)3.2H2O:
90% in content.
f. Zirkonium Asetat (ZAC)
H2ZrO2(C2H3O2)2 90%; /
Zirconium Acetate (ZAC)
H2ZrO2(C2H3O2)2: 90% in
content;
g. Kalium Heksafloro Zirkonat
(KFZ) K2ZrF6 90%; / Kalium
Hexafluorozirconate (KFZ)
K2ZrF6: 90% in content;
h. Zirkonium Spon 85% Zr; /
Zirconium Sponge with a Zr
content of 85%;
i. Zirkonia (ZrO2 + HfO2) 99%; /
Zirkonia (ZrO2 + HfO2): 99%
in content
j. Zirkonium 95% Zr; dan/atau /
Zirconium with a Zr content of
95%; and/or
k. Hafnium 95% Hf. / Hafnium
with an Hf content of 95%.
Merujuk pada persyaratan ilmenit di
Ilmenit / Ilmenite
Merujuk pada persyaratan
pasir besi / Referring to the ilmenite
ilmenit di pasir besi /
terms at iron sand
Referring to the ilmenite
terms at iron sand
Merujuk pada persyaratan konsentrat
Rutile / Rutile
Merujuk pada persyaratan
rutil di timah / Referring to the rutile
konsentrat rutil di timah /
concentrate terms at tin
Referring to the rutile
concentrate terms at tin
Logam antimony /
a. Sb 99%; dan/atau / Sb: 99%
Antimony metal
in content; and/or
b. Sb2O5 95%. / Sb2O5: 95% in
content.

30

Keterangan:
*) Yang dimaksud konsentrat besi adalah konsentrat besi yang
mengandung mineral hematit/magnetit dengan kandungan unsur besi total
Fe 62%.
**) Yang dimaksud konsentrat besi laterit adalah konsentrat besi yang
mengandung mineral gutit/laterit dengan kandungan unsur besi total Fe
51% dan jumlah kandungan alumina (Al2O3) dan silika (SiO2) 10%.
***) Yang dimaksud konsentrat pasir besi adalah konsentrat besi yang
mengandung mineral lamela magnetit-ilmenit dengan kandungan unsur
besi total Fe 58% dan kandungan senyawa titanium oksida 1% TiO2
25%.
****) Yang dimaksud pellet konsentrat pasir besi adalah konsentrat besi
dalam bentuk pellet yang mengandung mineral lamela magnetit-ilmenit
dengan kandungan unsur besi total Fe 56% dan kandungan senyawa
titanium oksida 1% TiO2 25%.
*****) Yang dimaksud konsentrat ilmenit adalah konsentrat besi yang
mengandung mineral lamela magnetit-ilmenit dengan kandungan
senyawa titanium oksida TiO2 50%.

Note:
*) Iron concentrate means an iron concentrate that contains
hematite/magnetite minerals with a total iron element (Fe) of 62%.

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
SUDIRMAN SAID

MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF


THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd.
SUDIRMAN SAID

**) Laterite iron concentrate means an iron concentrate that contains


goethite/laterite minerals with a total iron element (Fe) of 51% and
alumina (Al2O3) and silica (SiO2) of 10% in content.
***) Iron sand concentrate means an iron concentrate that contains
lamela magnetite/ilmenite minerals with a total iron element (Fe) of
58% and a titanium oxide compound of 1% TiO2: 25% in content.
****) Pellet iron sand concentrate means an iron concentrate in pellet
form that contains lamela magnetite/ilmenite minerals with a total iron
element (Fe) of 56% and a titanium oxide compound of 1% TiO2:
25% in content.
*****) Ilmenite concentrate means an iron concentrate that contains
lamela magnetite/ilmenite minerals with a titanium oxide compound
(TiO2) of 50% in content.

31

LAMPIRAN II
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR: 08 TAHUN 2015 TENTANG PENINGKATAN NILAI TAMBAH MINERAL MELALUI KEGIATAN
PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL DI DALAM NEGERI (Perubahan)

ATTACHMENT II
REGULATION OF THE MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER: 08 OF 2015 CONCERNING INCREASE IN ADDED VALUE OF MINERALS THROUGH DOMESTIC
MINERAL PROCESSING AND REFINING/SMELTING (Amendment)

BATASAN MINIMUM PENGOLAHAN KOMODITAS TAMBANG MINERAL


BUKAN LOGAM DI DALAM NEGERI
No.
1.

Komoditas / Commodities
Zirkon / Zircon

Produk / Products
Zirkon silikat / Zircon silicate

Ilmenit / Ilmenite
Rutil / Rutile

2.

Kaolin / Kaolin

Monasit dan Senotim / Monazite and


xenotime
Kaolin olahan / Processed kaolin

3.
4.

Zeolit / Zeolite
Bentonit / Bentonite

Zeolit olahan / Processed zeolite


Bentonit olahan / Processed bentonite

5.

Silika (Pasir Kuarsa) / Silica


(Quartz sand)

Cullet, gravel pack sand

MINIMUM DOMESTIC PROCESSING SPECIFICATIONS FOR


NONMETAL MINERALS
Batasan Minimum / Minimum Specifications

a. Pasir Zirkon (ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2) 65,5%, lolos saringan 60 mesh 95%; / Zircon Sand
(ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2): 65.5% in content) passing through a mesh sieve: 60 mesh: 95%
in content;
b. Zirkonium Silikat (ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2) 64%, lolos saringan 325 mesh 95%; /
Zirconium Silicate (ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2): 64% in content) passing through a mesh sieve:
325 mesh: 95% in content;
c. Zirkonium Silikat (ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2) 63%, d50 =1,43 0,16 m; dan/atau / Zirconium
Silicate (ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2): 63% in content, d50 =1.43 0.16 m; and/or
d. Zirkonium Silikat (ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2) 62%, d50 =1,1 0,2 m; / Zirconium Silicate
(ZrSiO4), (ZrO2 + HfO2): 62% in content, d50 =1.1 0.2 m;
Merujuk pada persyaratan konsentrate ilmenit di pasir besi / Referring to the ilmenite concentrate
terms at iron sand
Merujuk pada persyaratan konsentrate rutil di timah / Referring to the rutile concentrate terms at
tin
Merujuk pada persyaratan konsentrate monasit dan senotim di timah / Referring to the monazite
and xenotime concentrate terms at tin
a. Brightness 79%; / Brightness: 79%;
b. Ukuran butir lolos saringan 325 mesh 99%; / Particles passing through a mesh sieve: 325
mesh: 99% in content;
c. SiO2 47%; dan / SiO2: 47% in content; and
d. Al2O3 36%. / Al2O3: 36% in content.
KTK 80 meq/100g. / Cation-exchange capacity: 80 meq/100g
a. Bleaching power 70%; atau / Bleaching power: 70%; or
b. Specific Surface Area 150 m2/g; atau / Specific Surface Area: 150 m2/g; or
c. Konduktivitas 300 S/cm. / Conductivity: 300 S/cm.
a. SiO2 80% dalam bentuk cullet; / SiO2: 80% in content in cullet form;
b. Gravel Pack Sand:
1) SiO2 98,5%; / SiO2: 98.5% in content;
32

No.

6.

Komoditas / Commodities

Kalsit (Batu
Kapur/Gamping) / Calcite
(Chalk / Limestone)

7.

Felspar / Felspar

8.

Intan / Diamonds

Produk / Products

a. Kapur tohor / Quick lime


b. Kapur padam / Hydrated lime
c. Batu kapur giling / Miled Limestone

a.
b.
c.

d. Kalsium karbonat presipitat /


Precipitated calcium carbonate
Felspar olahan / Processed felspar

d.

Batasan Minimum / Minimum Specifications


2) Roundness 60%; / Roundness: 60%;
3) Sphericity 70%; / Sphericity: 70%;
4) kelarutan dalam asam khlorida 1,3%; dan / solubility in acid chloride: 1.3%; and
5) mampu pecah pada tekanan 5000 psi, fraksi ukuran: / able to rupture in the pressure of
5000 psi, size fraction:
-30+50 mesh 12,8%; atau / 30+50 mesh: 12.8% in content; or
-30+70 mesh 5,2%; atau / 30+70 mesh: 5.2% in content; or
-40+70 mesh 8,7%. / 40+70 mesh: 8.7% in content.
CaO 96% / CaO: 96% in content
Ca(OH)2 antara 70-74% / Ca(OH)2: between 70-74% in content
Ukuran butir lolos saringan 1000 mesh / Particle size passing through a mesh sieve: 1000
mesh
CaCO3 98% dan berat jenis 0,7 g/cc / CaCO3: 98% in content and density: 0.7 g/cc

a.
b.
a.
b.
c.

(K2O + Na2O) 10%; dan / (K2O + Na2O): 10% in content; and


Fe2O3 1%. / Fe2O3: 1% in content.
Intan / Diamonds;
Logam Au 99%; dan / Au metal: 99% in content; and
Logam Pt 99%. / Pt metal: 99% in content.

Permata, logam Au, logam Ag / Jewels/


precious stones, Au metal, Ag metal

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,


ttd.
SUDIRMAN SAID

MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF


THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd.
SUDIRMAN SAID

33

LAMPIRAN III
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR: 08 TAHUN 2015 TENTANG PENINGKATAN NILAI TAMBAH MINERAL MELALUI KEGIATAN
PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL DI DALAM NEGERI (Perubahan)

ATTACHMENT III
REGULATION OF THE MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER: 08 OF 2015 CONCERNING INCREASE IN ADDED VALUE OF MINERALS THROUGH DOMESTIC
MINERAL PROCESSING AND REFINING/SMELTING (Amendment)

BATASAN MINIMUM PENGOLAHAN KOMODITAS TAMBANG BATUAN DI


DALAM NEGERI
No.

Komoditas / Commodities

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Marmer / Marble
Granit / Granite
Onik / Onyx
Opal / Opal
Giok / Jade
Agat / Agate
Topas / Topaz

8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

MINIMUM DOMESTIC PROCESSING SPECIFICATIONS FOR ROCKS

Batasan Minimum / Minimum Specifications

Keterangan / Remarks

Pemotongan dan/atau pemolesan / Cut and/or polished

Ubin, blok, slab / Floor tiles, blocks, slabs

Pemilahan ukuran atau pemotongan / Sorted-to-size or cut

Batu hias, ubin, slab, balok / Ornamental stones, floor tiles, slabs, blocks

Pemolesan / Polished

Batu permata / Precious stones

Perlit / Perlite

Penggerusan dan pemanasan / Crushed and heated

Tepung perlit dengan kandungan air 0,1% / Perlite flour containing water of
0,1%

Toseki / Toseki
Slate (Batu sabak) / Slate
Granodiorit / Granodiorite
Gabro / Gabro
Peridotit / Peridotite
Basalt /Basalt
Kalsedon / Chalcedony
Chert (Rijang) / Chert
Jasper / Jasper
Krisopras / Chrisoprase
Garnet / Garnet

Pengolahan / Processed
Pemotongan / Cut

Pemilahan ukuran atau pemotongan / Sorted-to-size or cut

Pemolesan / Polished

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
SUDIRMAN SAID

Translated by: Wishnu Basuki


wbasuki@gmail.com

MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES OF


THE REPUBLIC OF INDONESIA,
sgd.
SUDIRMAN SAID

34