Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kekurangan volume cairan terjadi jika air dan elektrolit hilang pada proporsi yang sama ketika mereka berada dalam cairan tubuh normal sehingga rasio elektrolit serum terhadap air tetap sama. Hal ini seharusnya tidak dikacaukan dengan istilah dehidrasi yang mengacu pada semata-mata hilangnya air dengan peningkatan kadar natrium serum FVD mungkin timbul sendiri atau dalam kombinasi dengan ketidakseimbangan yang lain kecuali ketidakseimbangan yang timbul bersama, sama konsentrasi elektrolit serum tetap tidak berubah. Kekurangan volume cairan terjadi akibat hilngnya cairan tubuh dan lebih cepat terjadi jika disatukan dengan penurunan masukan cairan FVD mungkin terjadi semata-mata akibat masukan yang tidak adekuat jika penurunan masukan berlangsung lama. Kekurangan cairan yang tidak normal bisa terjadi akibat muntah-muntah, diare, berkeringat dan penurunan masukan seperti pada adanya mual atau ketidakmampuan untuk memperoleh cairan. Banyak masalah yang mungkin terjadi akibat kurangnya cairan adalah intake yang berkurang dan output yang berlebihan yang berupa muntah, diare, perdarahan. dalam hal ini peran pera at sangat penting dalam memberikan asuhan kepera atan yang tepat untuk mengatasi masalah kekurngan volume cairan. !aka dari itu kami membuat asuhan kepera atan tentnag dehidrasi yang kelihatannya sepele padahal sangat berbahaya B. Tujuan Penulisan "dapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah # $. !engetahui gambaran secara umum tentang dehidrasi yang meliputi pengertian, etiologi, pato%isiologi, mani%estasi klinik dan penatalaksanaan. &. !engetahui konsep asuhan kepera atan pada pasien dehidrasi.

'. !engetahui permasalahan yang timbul pada pasien dehididrasi dalam penatalaksanaan asuhan kepera atan. (. !emenuhi tugas mata kuliah K!B ). C. Ruang Lingkup *embuatan makalah ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan yang merupakan metode pegumpulan data yang mempelajari berbagai sumber buku dan yang berkaitan dengan dehidrasi. +tudi pustaka berguna untuk mengenal konsep dan teori untuk kemudian menjadi acuan dalam melaksanakan implementasi. D. Sistematika Penulisan B"B ) B"B )) *endahuluan yang berisi latar belakang, tujuan penulisan, ruang lingkup, metode penulisan dan sistematika penulisan. Konsep Dasar dehidrasi meliputi # pengertian, etiologi , predisposisi, pato%isiologi, mani%estasi klinik, penatalaksanaan, pengkajian %okus, path ay kepera atan, %okus intervensi dan rasional. B"B ))) B"B )V *enutup, terdiri dari kesimpulan dan saran. Da%tar *ustaka.

Dalam kimia, reaksi de idarsi biasanya dide%inisikan sebagai reaksi yang melibatkan pelepasan air dari molekul yang bereaksi. -eaksi dehidrasi merupakan subset dari reaksi eliminasi. Karena gugus hidroksil .-/H0 adalah gugus lepas yang buruk, pemberian katalis asam Br1nsted sering kali membantu protonasi gugus hidroksil, menjadikannya gugus lepas yang baik, -/H&2. Dalam kimia organik, terdapat banyak contoh reaksi dehidrasi#

Konversi alkohol menjadi eter# & --/H 3 --/-- 2 H&/ Konversi alkohol menjadi alkena --4H&-4H/H-- 3 --4H54H-- 2 H&/ Konversi asam karboksilat menjadi anhidrida asam# & -4/&H 3 .-4/0&/ 2 H&/ Konversi amida menjadi nitril# -4/6H& 3 --46 2 H&/ *ada reaksi penataan ulang dien!l "en#ena 7$8#

Beberapa reaksi dehidrasi dapatlah berjalan dengan rumit. +ebagai contoh, reaksi gula dengan asam sul%at pekat 7$8 membentuk karbon melibatkan pembentukan ikatan karbon-karbon.7&8

9ula .sukrosa0 didehidrasi7'8# 4$&H&&/$$ 2 :;< +ul%uric acid 3 $& 4 .graphitic %oam0 2 $$ H&/ steam 2 +ul%uric acid, ater mi=ture

-eaksi ini didorong oleh reaksi eksotermik antara asam sul%at dengan air. "gen dehidrasi yang umum meliputi asam sul%at pekat, asam %os%at pekat, aluminium oksida panas, keramik panas.

BAB II $%NSEP DASAR A. Pengertian dan $lasi&ikasi Berikut adalah beberapa pengertian tentang dehidrasi # $. Dehidrasi adalah keadaan dimana seseorang invididu yang tidak menjalani puasa mengalmai atau beresiko mengalmai dehidrasi vaskuler, interstitial atau intra vaskuler .>ynda ?ual 4arpenito, &@@@ # $':0. &. Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak dari pada jumlah cairan yang masuk .+ri "yu "mbar ati, &@@'0. '. Dehidrasi adalah suatu gangguan dalam keseimbangan cairan yang disertai dengan output yang melebihi intaks sehingga jumlah air dalam tubuh berkurang .Drs. +yai%uddin, $::& # '0. (. Dehidrasi adalah kehilangan cairan tubuh isotik yang disertai kehilangan antrium dan air dalam jumlah yang relati% sama. .+ylvia ". *rice, $::( # '@'0 Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan ba ha dehidrasi adalah kekurangan cairan ekstra selular yang mengakibatkan berpindahnya cairan atau hilang dari tubuh. Klasi%ikasi dehidrasi menurut Donna D. )gnatavicus ada ' jenis # a. Dehidrasi )sotonik Dehidrasi isotonik adalah air yang hilang diikuti dengan elektrolit sehingga kepekatannya tetap normal, maka jenis dehidrasi ini biasnaya tidak mengakibatkan cairan A4F berpindah ke )4F. b. Dehidrasi Hipotonik Dehidrasi hipotonik adalah kehilangan pelarut dari A4F melebihi kehilangan cairan, sehingga dipembuluh darah menjadi lebih pekat. Bekanan osmotik A4F menurun mengakibatkan cairan bergerak dari AF4 ke )4F. Volume vaskuler juga menurun serta terjadi pembengkakan sel.

c. Dehidrasi Hipertonik Dehidrasi hipertonik adalah kehilangan cairan A4F melebihi pelarut pada dehidrasi ini non osmotik A4F menurun, mengakibatkan cairan bergerak dari )4F ke A4F. B. Eti!l!gi Bermacam-macam penyebab dehidrasi menentukan tipe , jenis-jenis dehidrasi .!enurut Donna D. )gnatavicus, $::$ # &C'0. $. Dehidrasi a. *erdarahan b. !untah c. Diare d. Hipersalivasi e. Fistula %. )leustomy .pemotongan usus0 g. Diaporesis .keringat berlebihan0 h. >uka bakar i. *uasa j. Berapi hipotonik k. +uction gastrointestinal .cuci lambung0 &. Dehidrasi hipotonik a. *enyakit D! b. -ehidrasi cairan berlebih c. !al nutrisi berat dan kronis '. Dehidrasi hipertonik a. Hiperventilasi b. Diare air c. Diabetes )nsipedus hormon "DH menurun d. -ehidrasi cairan berlebihan e. Dis%agia %. 9angguan rasa haus

g. 9angguan kesadaran h. )n%eksi sistemik # suhu tubuh meningkat.

C. Pat!&isi!l!gi Kekurangan volume cairan adalah keadaan yang umum terjadi pada berbagai keadaan dalam klinik. Keadaan ini hampir selalu berkaitan dengan kehilangan cairan tubuh melalui ginjal atau di luar ginjal. *enyebab tersering kekurangan volume cairan yang juda sering terjadi adalah tersimpannya cairan pada cidera jaringan luna, luka bakar berat, peritonitis , obstruksi saluran cerna. Berkumpulnya cairan di adlam ruang non A4F dan non A4F. *ada prinsipnya cairan menjadi terperangkapdan tidak dapat dipakai oleh tubuh. *enumpulkan volume cairan yang cepat dan banyak pada ruang-ruang seperti beradal dari volume A4F sehingga dapta mengurangi volume sirkulasi darah e%ekti%. *erdarahan, muntah, diare, keringat adalah cairan hipotonik yang terdiri dari ari, 6a .'@-D@ m Ag,l0 dan klorida. +elama latihan berat pada lingkungan yang panas, bisa terjadi kehilagnan $ > keringat , jam. +ehingga dapat menyebabkan kekurangan volume jika asupannya tidak mencukupi. ?umlah besar cairan dapat hilang melalui kulit karna penguapan jika luka bakar dira at dengan metode terbuka. Kehilangan 6a dan air melalui ginjal tanpa adanya penyakit ginjal terjadi pada ' keadaan yang paling sering adalah pemakaian diuretik yang berlebihan, terutama tiaEid atau diuretik sampai yang kuat seperti %urosemid. Diuresis osmotik obligatorik juga sering menyebabkan kehilangan 6a dan air yang terjadi selama glikosuria pada D! yang tidak terkontrol atau koma hipermosmolar non ketonik pada kasus pemberian makanan tinggi protein secara enternal atau parenteral dapat terbentuk urea dalam jumlah besar yang bisa bertindak sebagai agen osmotik.

"papun penyebab dari kekurangan volume cairan, berkurangnya volume A4F menganggu curah jantung dengan mengurangi alir balik vene ke jantung sehingga mengakibatkan penurunan curah jantung. Karena tekanan arteri ratarata 5 curah = tahanan peri%er total maka penurunan curah jantung mengakibatkan hipotensi. *enurunan tekanan darah dideteksi oleh baroreseptor pada jantung dan arteri karotis dan diteruskan ke pusat vasomotor di batang otak, yang kemudian menginduksi respon simpatis. -espon berupa vasokonstriksi peri%er, peningkatan denyut dan kontraktilitas jantung bertujuan untuk mengembalikan curah jantung dan per%usi jarignan yang normal. *enurunan per%usi ginjal merangsang mekanisme renin-angiotensinaldosteron. "ngiotensin merangsang vasokonstriksi sistemik dan aldosteron meningkatkan reabsorbsi natrium oleh ginjal. ?ika terjadi hipovolemi yang lebih berat .$@@@ ml0 maka vasokontriksi dan vasokonstriksi yang diperantai oleh angiotensin )) yang meningkat. Berjadi penahanan aliran darah yang menuju ginjal, saluran cerna, otot dan kulit, sedangkan aliran yang menuju koroner dan otak relati% dipertahankan. D. 'ani&estasi $linis Berikut ini gejala atau tanda dehidrasi berdasarkan tingkatannya .6elson, &@@@0 # $. Dehidrasi ringan .kehilangan cairan &-C< dari BB semula0 a. Haus, gelisah b. Denyut nadi :@-$$@ =,menit, na%as normal c. Burgor kulit normal d. *engeluaran urine .$'@@ ml,hari0 e. Kesadaran baik %. Denyut jantung meningkat &. Dehidrasi sedang .kehilangan cairan C< dari BB semula0 a. Haus meningkat b. 6adi cepat dan lemah c. Burgor kulit kering, membran mukosa kering

d. *engeluaran urien berkurang e. +uhu tubuh meningkat '. Dehidrasi berat .kehilangan cairan ;< dari BB semula0 a. *enurunan kesadaran b. >emah, lesu c. Bakikardi d. !ata cekung e. *engeluaran urine tidak ada %. Hipotensi g. 6adi cepat dan halus h. Akstremitas dingin E. Penatalaksanaan *enatalaksanaan pada penderita dehidrasi .Doenges F +ylvia "nderson0# $. /bat-obatan "ntiemetik Gntuk mengatasi muntah &. /bat-obatan anti diare *engeluaran %eces yang berlebihan dapat diberikan obat-obat anti diare serta dapat diberikan oralit. '. *emberian air minum *emberian air minum yang mengandung natrium cukup memadai untuk mengatasi ketidakseimbangan yang terjadi. (. *emberian cairan intravena *ada kekurangan cairan yang berat, maka diperlukan pemberian cairan intravena. >arutan garam isotonik .@,:<0 merupakan cairan in%us terpilih untuk kasus-kasus dengan kadar natrium mendekati normal, karena akan menambah volume plasma. +egera setelah pasien mencapai normotensi, separuh dari larutan garam normal .@,(C<0 diberikan untuk menyediakan air bagi sel-sel dan membantu pembuangan produk-produk sisa metabolisme.

C. *emberian bolus cairan )V *emberian bolus cairan )V a al dalam suatu uji beban cairan, untuk mengetahui apakah aliran kemih akan meningkat, yang menunjukkan %ungsi ginjal normal. (. Pengkajian (!kus $. Demogra%i ?enis kelamin # dehidrasi rentan terjadi pada anita dari pada pria. Gmur # sering terjadi pada usia di atas HC tahun. &. -i ayat Kesehatan a. -i ayat penyakit dahulu $0 Fistula &0 )leustomy '0 +uction gastrointestinal (0 D! C0 Diabetes insipedus H0 *erdarahan b. *emeliharaan kesehatan $0 Diet rendah garam &0 *emasukan cairan kurang terpenuhi c. *ola cairan 9ejala # haus berkurang, cairan kurang Banda # BB menurun melebihi &-;< dari BB semula, membran mukosa mulut kering, lidah kotor. d. *emeriksaan %isik $0 Kesadaran # apatis-coma &0 Bekanan darah menurun 6adi meningkat *erna%asan cepat dan dalam +uhu meningkat pada aktu a al

'0 BB meningkat

(0 Burgor menurun C0 !embran mukosa mulut kering H0 4V* menurun e. *emeriksaan penunjang >aboratorium $0 Grine a0 /smolalilas kemih I (C@ m osmol , kg b0 6atrium urine J $@ meg , > .penyebab di luar ginjal0 c0 6atirum urine I $@ meg , > .penyebab pada ginjal , adrenal0 d0 /? urine meningkat e0 ?umlah urine menurun .'@-C@ cc , jam0 &0 Darah a0 Ht meningkat b0 Kadar protein serum meningkat c0 6a2 seruim normal d0 -asio buru , kreatin serum I &@ # $ .6 5 $@ # $0 e0 9lukosa serum # normal , meningkat %0 Hb menurun.

). Pat *a+
9angguan obsorbsi usus Brauma >uka bakar demam diaporesis II D! Hiperglikemi *enggunaan diuretik II 9angguan pencernaan .dis%agia 0 puasa 9angguan homonal "DH "ldosteran

*erdarahan !untah diare

Hiperosmolaritas /smolaritas cairan ekstrasel 4airan dari vaskuler

Diuresis osmotik

)ntake

*oliuri /utput II

DAH)D-"+)

Komposisi darah -egulasi cairan tidak seimbang 4airan interstital Burgor !embran mukosa kering -esiko gangguan integritas kulit

+irkulasi darah ke jantung

HB "nemia Kelemahan

Bahananan vascular sistemik c -esiko 4/* Komponen darah )ntoleransi HB akti%itas "nemia kolaborasi c

De%isit volume cairan

"liran darah +irkulasi peri%er

)ntoleransi aktivitas

H. $!nsep $epera*atan $. Diangosa Kepera atan a. De%isit volume cairan berhubungan dengan output yang berlebihan intake yang kurang. b. -esiko penurunan per%usi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran darah. c. -esiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan turgor kulit menurun. d. )ntoleransi akti%itas berhubungan dengan kelemahan %isik. e. -esiko penurunan 4/* berhubungan dengan penurunan tahanan vaskuler sistemik. &. Fokus )ntervensi dan -asional a. De%isit volume cairan berhubungan dengan output yang berlebihan intake yang kurang .Doenges, $:::0 Bujuan # Volume cairan adekuat sehingga kekurangan volume cairan dapat teratasi. Kriteria hasil # $0 !empertahankan keseimbangan cairan &0 Banda vital .6 5 ;@ K $@@ =,menit, + 5 'H-'Do4 '0 4apillary re%ill J ' detik (0 "kral hangat C0 Grine output $-& cc,kg BB,jam )ntervensi # $0 " asi tanda vital, pengisian kapiler, status membran mukosa, turgor -asional # )ndikator keadekuatan volume sirkulasi, hipotensi data terjadi dengan resiko cedera setelah perubahan posisi. &0 " asi jumlah dan tipe masukan cairan, ukur haluaran urine dengan akurat.

-asional # *asien

tidak

mengkonsumsi

cairan

sama

sekali

mengakibatkan dehidrasi atau mengganti cairan untuk masukan kalori yang berdampak pada keseimbangan elektrolit. '0 Diskusikan strategi untuk menghentikan muntah dan penggunaan jaksati% , diuratik -asional # !embantu pasien menerima perasaan bah a akibat muntah dan , atau penggunaan laksati% , deuratik mencegah kehilangan lebih lanjut. (0 )denti%ikasi rencana untuk meningkatkan , mempertahankan keseimbangan cairan optimal. !isal # jad al masukan cairan. -asional # !elibatkan pasien dalam rencana untuk memperbaiki ketidakseimbangan. C0 Kaji hasil tes %ungsi elektrolit , ginjal -asional # *erpindahan cairan , elektrolit, penurunan %ungsi ginjal dapat meluas mempengaruhi penyembuhan. H0 Berikan , a asi pemberian cairan )V -asional # Bindakan darurat untuk memperbaiki ketidakseimbangan cairan. D0 Bambahan kalium, oral atau 6 sesuai indikasi -asional # Dapat mencegah disritmia jantung. b. -esiko penurunan per%usi jaringan berhubungan dengan aliran darah. Bujuan # !empertahankan , memperbaiki per%usi jaringan. Kriteria hasil # $0 Banda-tanda vital stabil BD 5 $&@,;@, 6adi 5 ;@-$@@ h, kulit tidak pucat. &0 Kulit hangat '0 6adi peri%er teraba (0 Keluaran urine adekuat @,C K $,C cc , kg , BB C0 4-B J & detik.

H0 Kesadaran composmentis D0 Bidak ada nyeri dada )ntervensi # $0 +elidiki perubahan tingkat kesadaran, keluhan pusing. -asional # *erubahan dapat menunjukkan ketidakadekuatan per%usi serebral sebagai akibat tekanan darah arterial. &0 +elidiki keluhan nyeri dada, catat lokasi, kualitas, lamanya dan apa yang menghilangkan nyeri. -asional # Dapat menunjukkan iskemia jantung sehubungan dengan penurunan per%usi. '0 "uskultasi nadi apikal, a asi kecepatan jantung , irama. -asional # *erubahan disritmia dan iskemi dapat terjadi sebagai akiabt hipotensi, hipoksia, ketiseimbangan elektrolit atau pendinginan dekat area jantung bila lavase air dingin digunakan untuk mengontrol perdarahan. (0 Kaji kulit terhadap dingin, pucat, berkeringat, pengisian kapiler lambat dan nadi peri%er lemah lemah. -asional # Vasokontriksi adalah respon simpatis terhadap penurunan volume sirkulasi dan , atau terjadi sebagai e%ek samping pemberian vasopresin. C0 4atat haluran urine dan B? -asional # *enurunan per%usi ginjal dimani%estasikan sistemik dapat menyebabkan iskemia,gagal dengan penurunan keluaran urine. H0 /bservasi kulit pucat, kemerahan, pijat dengan minyak, ubah posisi dengan sering. -asional # 9angguan pada sirkulasi peri%er meningkatkan resiko kerusakan kulit. D0 " asi nadi oksimetri -asional # !engindenti%ikasi hipoksemia, ke%ekti%an , kebutuhan untuk terapi.

;0 Berikan cairan )V sesuai indikasi -asional # !empertahankan volume sirkulasi dan per%usi. *enggunaan -> di kontraindikasikan pada adanya gagal hati karena metabolisme laktat terganggu. c. -esiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan turgor kulit menurun. Bujuan # !engindenti%ikasi dan mempertahankan kulit halus, kenyal, utuh. Kriteria hasil # $0 Burgor kulit baik, kulit utuh, tidak ada lecet, tidak ada kemerahan. )ntervensi # $0 /bservasi kemerahan, pucat. -asional # "rea ini meningkat resikonya untuk kerusakan dan memerlukan pengobatan lebih intensi%. &0 Dorong mandi tiap & hari $ = -asional # +ering mandi membuat kulit kering. '0 9unakan krim kulit & = sehari -asional # !elicinkan sirkulasi pada kulit, meningkatkan tonus kulit. (0 Diskusikan pentingnya perubahan posisi, perlu untuk mempertahankan akti%itas. -asional # !eningkatkan sirkulasi dan per%usi kulit dengan mencegah tekanan lama pada jaringa. C0 Bekankan pentingnya masukan nutrisi , cairan adekuat. -asional # *erbaikan nutrisi dan hidrasi akan memperbaiki kondisi klien.

d. )ntoleransi akti%itas berhubungan dengan kelemahan %isik Bujuan # *asien diharapkan mampu meningkatkan toleransi akti%itas. Kriteria hasil # $0 *eningkatan kekuatan otot berhubungan dengan tidak diaporesis. )ntervensi # $0 Bingkatkan tirah baring , duduk. Berikan lingkungan tenang. -asional # !eningkatkan istirahat dan ketenganan, menyediakan energi yang digunakan untuk penyembuhan. &0 >akukan tugas dengan cepat dan sesuai indikasi -asional # !emungkinkan periode tambahan istirahat gangguan. '0 Bingkatkan akti%itas sesuai toleransi, bantu melakukan latihan rentang gerak sendi pasi% , akti%. -asional # Birah baring lama dapat menurunkan kemampuan. (0 *eriksa tanda vital sebelum dan segera akti%itas khususnya penggunaan diuren. -asional # Hipotensi ortostatik dapat terjadi dengan akti%itas. C0 Kaji ulang tanda , gejala yang menunjukkan tidak toleran terhadap akti%itas atau memerlukan pelaporan pada pera at , dokter. -asional # *alpitasi nadi tak teratur dapat mengindikasikan kebutuhan perubahan program olah raga atau obat. e. -esiko penurunan 4/* berhubungan dengan penurunan vaskuler sistemik. Bujuan # !empertahankan curah jantung. Kriteria hasil # $0 Bidak ada bunyi jantung tambahan, tidak ada perubahan AK9. )ntervensi # tanpa

$0 "uskultasi bunyi jantung dan paru -asional # Bakipnea, %rekuensi jantugn tak teratur menunjukkan 99K. &0 Avaluasi bunyi jantung, BD, nadi peri%er, pengisian kapiler, suhu. -asional # Hipotensi tiba-tiba, nadi paradoksik, penyempitan tekanan nadi, penurunan nadi peri%er, pucat, penyimpangan mental cepat menunjukkan tamponade, yang merupakan kedaruratan medik. '0 Kaji tingkat akti%itas, respon terhadap akti%itas -asional # Kelelahan dapat menyertai anemia. (0 " asi pemeriksaan lab, contoh # eletkrolit .kalium, natrium, kalsium, magnesium0. -asional # Ketidakseimbagnan dapat mengganggu kondisi elektrikal dan %= jantung. C0 4atat arna kulit dan kualitas nadi -asional # +irkulasi peri%er menurun bila curah jantung menurun membuat kulit pucat dan menurunnya kekuatan nadi peri%er.

BAB , PENUTUP A. $esimpulan $. Dehidrasi dapat menyerang siapa saja dari anak kecil hingga orang tua dan yang paling sering terkena adalah anak-anak dan orang tua. &. Dehidrasi lebih mudah menyerang perempuan dibandingkan laki-laki karena tubuh perempuan lebih banyak lemak dari pada laki-laki. '. Dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran hingga meninggal dunia. B. Saran $. *antau masukan dan haluran cairan. &. "njurkan minum $C menit sekali pada seseorang yang bersiko mengalami dehidrasi. '. "gar dehidrasi tidak berujung pada kematian maka pera at harus mengukur balance cairan, agar output tidak melebihi input. Kaji tingkat kesadaran.

DA(TAR PUSTA$A "mbar ati, +ri "yu. &@@$. http#,, .kompas.com,kesadaran,@'@D,$(,$@'(C$

4arpenito, >ynda ?uall. $::D. Diagnosa Keperawatan. ?akarta # A94. Doenges, !arilyn A. $:::. Rencana Asuhan Keperawatan Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. jakarta # A94. )gnatavicus, Donna D. Bayne, !arylin Varner. $::$. Medical Surgical Nursing, LB +aunders 4ompany )nc. *rince, +ylive ". $::(. Patofisiologi Konsep Klinis Proses Penyakit . Adisi (. ?akarta # A94. +meltEer, +uEEone, 4. &@@$. Keperawatan Medikal Bedah. Volume &. Adisi ;. ?akarta # A94. Bar oto. &@@'. Ke utuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Adisi $. ?akarta # +alemba !erdeka.