Anda di halaman 1dari 5

1.

Patogenesis sialadenitis supuratif akut Glandula saliva major yang mengalami gangguan aliran saliva akan mudah mengalami infeksi melalui duktus atau pengumpulan organisme yang dibawa lewat darah. Pada sialadenitis supuratif akut, glandula yang mengalami infeksi akan membentuk sekresi purulen yang berwarna putih susu dan kental. Sumbatan kronis atau infeksi menyebabkan berkurangnya serus acini/mucus dan terjadi pembentukan fibrosis interstisial. Bila hal ini terjadi, maka aliran saliva akan berkurang.

2. Skema sialadenitis kronis

Mucocele Mukokel merupakan lesi mukosa oral yang terbentuk akibat rupturnya duktus glandula saliva minor dan penumpukan mucin pada sekeliling jaringan lunak.11 Umumnya sering diakibatkan oleh trauma lokal atau mekanik. Mukokel merupakan kista benigna, tetapi dikatakan bukan kista yang sesungguhnya, karena tidak memiliki epithelial lining pada gambaran histopatologisnya. Bibir bawah merupakan bagian yang paling sering terkena mukokel, yaitu lebih dari 60% dari seluruh kasus yang ada. Banyak literatur yang menyebut mukokel sebagai mucous cyst.

Patogensis Berdasarkan etiologi, patogenesis, dan secara umum mukokel dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu a. mukokel ekstravasasi mukus (mukokel superfisial ) Etiologinya berupa trauma lokal atau mekanik, dimana setelah terjadi trauma yang dikarenakan salah satu atau beberapa hal di atas, duktus glandula saliva minor rusak, akibatnya saliva keluar menuju lapisan submukosa kemudian cairan mukus terdorong dan sekresinya tertahan lalu terbentuk inflamasi (adanya penumpukan jaringan granulasi di sekeliling kista) mengakibatkan penyumbatan pada daerah tersebut, terbentuk pembengkakan lunak, berfluktuasi, translusen kebiruan pada mukosa mulut yang disebut mukokel.

Trauma

Duktus glandula saliva minor rusak

Saliva keluar menuju lapisan submukosa

Cairan mukus terdorong dan sekresi tertahan

Inflamasi

Penyumbatan di sekitar mukosa disertai pembengkakan, fluktuasi, translusen kebiruan

Mucocele

b. Mukokel retensi mukus ( kista retensi mukus ) Etiologinya yaitu adanya genangan mukus dalam duktus ekskresi yang tersumbat dan melebar. Genangan mukus dalam duktus ekskresi yang tersumbat dan melebar dapat disebabkan karena plug mukus dari sialolith atau inflamasi pada mukosa yang menekan duktus glandula saliva minor lalu mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada duktus glandula saliva minor tersebut, terjadi dilatasi akibat cairan mukus yang menggenang dan menumpuk pada duktus glandula saliva, dan pada akhirnya ruptur, kemudian lapisan subepitel digenangi oleh cairan mukus dan menimbulkan pembengkakan pada mukosa mulut yang disebut mukokel .

Plug mucus dari inflamasi mukosa

Penekanan pada duktus glandula saliva minor

Cairan mucus menggenang dan menumpuk Pada duktus saliva minor

Penyumbatan duktus

Ruptur

Lapisan subepitel digenangi cairan mucus

Mucocele

Gambaran Klinis dan Histopatologi Mukokel memiliki gambaran klinis yang khas, yaitu massa atau pembengkakan lunak yang berfluktuasi, berwarna translusen kebiruan apabila massa belum begitu dalam letaknya, kadang-kadang warnanya normal seperti warna mukosa mulut apabila massa sudah terletak lebih dalam, apabila dipalpasi pasien tidak sakit. Massa ini berdiameter 1 mm hingga beberapa sentimeter, beberapa literatur menuliskan diameter mukokel umumnya kurang dari 1 cm.