Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN BRONCHOPNEUMONIA

Disusun Oleh: HERVINA 2008 2 0!

PRODI S KEPERAWATAN

SEKOLAH TIN""I ILMU KESEHATAN BAITURRAHIM #AMBI


TAHUN 20 2

TIN#AUAN TEORI
A$ PEN"ERTIAN Bronkopneumonia adalah suatu cadangan pada parenkim paru yang meluas sampai bronkioli atau dengan kata lain peradangan yang terjadi pada jaringan paru melalui cara penyebaran langsung melalui saluran pernapasan atau melalui hematogen sampai ke bronkus (Sujono Riyadi dan Sukarmin, 2009). Bronkopneumonia adalah dimulai dari bronkiolus terminal, yang tersumbat dengan eksudat mukopurulen yang membentuk bidang yang terkonsolidasi pada lobus lobus didekatnya disebut juga pneumonia lobularis (!ong ".#, dkk, 200$). Bronchopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya (Smelt%er & Su%anne ', 2002 ( )*2). Bronkopneumonia adalah gambaran pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbecak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronkus dan meluas ke parenkrim paru yang berdekatan di sekitarnya (Brunner & Suddarth, 200+). Bronkopneumonia digunakan unutk menggambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. ,ada bronkopneumonia terjadi konsolidasi area berbercak. (Smelt%er,200+). -esimpulannya bronchopneumonia adalah jenis in.eksi paru yang disebabkan oleh agen in.eksius dan terdapat di daerah bronkus dan sekitar al/eoli. B$ KLASI%IKASI -lasi.ikasi menurut 0ul "ahlan (200+) ( +. Berdasarkan ciri radiologis dan gejala klinis, dibagi atas ( a. ,neumonia tipikal, bercirikan tanda tanda pneumonia lobaris dengan opasitas lobus atau lobularis. b. ,neumonia atipikal, ditandai gangguan respirasi yang meningkat lambat dengan gambaran in.iltrat paru bilateral yang di.us. 2. Berdasarkan .aktor lingkungan a. ,neumonia komunitas

b. ,neumonia nosokomial c. ,neumonia rekurens d. ,neumonia aspirasi e. ,neumonia pada gangguan imun .. ,neumonia hipostatik
1.

Berdasarkan sindrom klinis a. ,neumonia bakterial berupa ( pneumonia bakterial tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam bentuk bronkopneumonia dan pneumonia lobar serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan dan jarang disertai konsolidasi paru. b. ,neumonia non bakterial, dikenal pneumonia atipikal yang disebabkan 2ycoplasma, 'hlamydia pneumoniae atau #egionella.

-lasi.ikasi berdasarkan Ree/es (200+) ( +. 'ommunity 3c4uired ,neunomia dimulai sebagai penyakit perna.asan umum dan bisa berkembang menjadi pneumonia. ,neumonia Streptococal merupakan organisme penyebab umum. 5ipe pneumonia ini biasanya menimpa kalangan anak anak atau kalangan orang tua. 2. 6ospital 3c4uired ,neumonia dikenal sebagai pneumonia nosokomial. 7rganisme seperti ini aeruginisa pseudomonas. -libseilla atau aureus stapilococcus, merupakan bakteri umum penyebab hospital ac4uired pneumonia. 1. #obar dan Bronkopneumonia dikategorikan berdasarkan lokasi anatomi in.eksi. Sekarang ini pneumonia diklasi.ikasikan menurut organisme, bukan hanya menurut lokasi anatominya saja. 8. ,neumonia /iral, bakterial dan .ungi dikategorikan berdasarkan pada agen penyebabnya, kultur sensi.itas dilakukan untuk mengidenti.ikasikan organisme perusak. C$ ETIOLO"I a. Bakteri ,neumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. 7rganisme gram posi.i. seperti ( Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negati. seperti 6aemophilus in.luen%a, klebsiella pneumonia dan ,. 3eruginosa.

b. 9irus "isebabkan oleh /irus in.luensa yang menyebar melalui transmisi droplet. 'ytomegalo/irus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia /irus. c. :amur ;n.eksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos. d. ,roto%oa 2enimbulkan terjadinya ,neumocystis carinii pneumonia (','). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi (Ree/es, 200+). D$ PATO%ISIOLO"I Bronchopneumonia selalu didahului oleh in.eksi saluran na.as bagian atas yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus, 6aemophillus in.luen%ae atau karena aspirasi makanan dan minuman. "ari saluran perna.asan kemudian sebagian kuman tersebut masukl ke saluran perna.asan bagian ba<ah dan menyebabkan terjadinya in.eksi kuman di tempat tersebut, sebagian lagi masuk ke pembuluh darah dan mengin.eksi saluran perna.asan dengan ganbaran sebagai berikut( +. ;n.eksi saluran na.as bagian ba<ah menyebabkan tiga hal, yaitu dilatasi pembuluh darah al/eoli, peningkatan suhu, dan edema antara kapiler dan al/eoli. 2. =kspansi kuman melalui pembuluh darah kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan dan mengin.eksinya mengakibatkan terjadinya peningkatan .lora normal dalam usus, peristaltik meningkat akibat usus mengalami malabsorbsi dan kemudian terjadilah diare yang beresiko terhadap gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

E$ MANI%ESTASI KLINIS +. -esulitan dan sakit pada saat perna.asan >yeri pleuritik >a.as dangkal dan mendengkur 5akipnea 2. Bunyi na.as di atas area yang menglami konsolidasi 2engecil, kemudian menjadi hilang -rekels, ronki, ego.oni 1. ?erakan dada tidak simetris 8. 2enggigil dan demam 1$,$ ' sampai 8+,+', delirium ). "ia.oesis
@.

3noreksia

*. 2alaise $. Batuk kental, produkti.( Sputum kuning kehijauan kemudian berubah menjadi kemerahan atau berkarat 9. ?elisah +0. Sianosis( 3rea sirkumoral, dasar kuku kebiruan ++. 2asalah masalah psikososial ( disorientasi, ansietas, takut mati %$ KOMPLIKASI -omplikasi dari bronchopneumonia adalah ( +. 3telektasis adalah pengembangan paru paru yang tidak sempurna atau kolaps paru merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau re.leks batuk hilang. 2. =mpisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura. 1. 3bses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang. 8. ;n.eksi sitemik ). =ndokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial. @. 2eningitis yaitu in.eksi yang menyerang selaput otak.

"$ PEMERIKSAAN PENUN#AN" Antuk dapat menegakkan diagnosa kepera<atan dapat digunakan cara( +. ,emeriksaan #aboratorium a. ,emeriksaan darah( pada kasus bronchopneumonia oleh bakteri akan terjadi leukositosis (meningkatnya jumlah neutro.il) (Sandra 2. >ettina, 200+ ( @$8). b. ,emeriksaan sputum: Bahan pemeriksaan yang terbaik diperoleh dari batuk yang spontan dan dalam. digunakan untuk pemeriksaan mikroskopis dan untuk kultur serta tes sensiti.itas untuk mendeteksi agen in.eksius (Barbara ', #ong, +99@ ( 81)). c. 3nalisa gas darah untuk menge/aluasi status oksigenasi dan status asam basa. (Sandra 2. >ettina, 200+ ( @$8). d. -ultur darah untuk mendeteksi bakteremia e. Sampel darah, sputum, dan urin untuk tes imunologi untuk mendeteksi antigen mikroba (Sandra 2. >ettina, 200+ ( @$8). 2. ,emeriksaan Radiologi a. Rontgenogram 5horaks( menunjukkan konsolidasi lobar yang seringkali dijumpai pada in.eksi pneumokokal atau klebsiella. ;n.iltrat multiple seringkali dijumpai pada in.eksi sta.ilokokus dan haemo.ilus (Barbara ', #ong, +99@ ( 81)). b. #aringoskopiB bronkoskopi untuk menentukan apakah jalan na.as tersumbat oleh benda padat (Sandra 2, >ettina, 200+). H$ PENATALAKSANAAN +. 5erapi oksigen jika pasien mengalami pertukaran gas yang tidak adekuat. 9entilasi mekanik mungkin diperlukan jika nilai normal ?"3 tidak dapat dipertahankan 2. Blok sara. interkostal untuk mengurangi nyeri 1. ,ada pneumonia aspirasi bersihkan jalan na.as yang tersumbat 8. ,erbaiki hipotensi pada pneumonia aspirasi dengan penggantian /olume cairan ). 5erapi antimikrobial berdasarkan kultur dan sensiti/itas @. Supresan batuk jika batuk bersi.at nonprodukti. *. 3nalgesik untuk mengurangi nyeri pleuritik

I$ PEN"KA#IAN ,engkajian .okus(


+. Ri<ayat kesehatan masa lalu

-aji ri<ayat pribadi atau keluarga tentang penyakit paru sebelumnya -aji ri<ayat reaksi alergi atau sensi/itas terhadap %atB .aktor lingkungan
2. 3kti/itas

-etidakmampuan melakukan akti/itas karena sulit berna.as 3danya penurunan kemampuanBpeningkatan kebutuhan bantuan melakukan akti/itas sehari hari 5idur dalam posisi duduk tinggi
1. ,ernapasan

"ispnea pada saat istirahat atau respon terhadap akti/itas atau latihan >apas memburuk ketika klien berbaring telentang di tempat tidur 2enggunakan alat bantu pernapasan, misal( meninggikan bahu,melebarkan hidung 3danya bunyi napas mengi 3danya batuk berulang
8. Sirkulasi

3danya peningkatan tekanan darah 3danya peningkatan .rekuensi jantung !arna kulit atau membran mukosa normalBabu abuBsianosis
). ;ntegritas ego

3nsietas -etakutan ,eka rangsangan ?elisah


@. 3supan nutrisi

-etidakmampuan untuk makan karena distress pernapasan ,enurunan berat badan karena anoreksia *. 6ubungan social -eterbatasan mobilitas .isik Susah bicara atau bicara terbata bata 3danya ketergantungan pada orang lain

#$ DIA"NOSA KEPERAWATAN +. Bersihan jalan na.as tidak e.ekti. berhubungan dengan in.lamasi trakeobronkial, pembentukan edema, peningkatan produksi sputum. 2. ?angguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran al/eolus kapiler, gangguan kapasitas pemba<a aksigen darah, ganggguan pengiriman oksigen. 1. ,ola na.as tidak e.ekti. berhubungan dengan proses in.lamasi dalam al/eoli. 8. ?angguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan berlebih, penurunan masukan oral. ). >utrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan proses in.eksi, anoreksia yang berhubungan dengan toksin bakteri bau dan rasa sputum, distensi abdomen atau gas. @. ;ntoleransi akti.itas berhubungan dengan insu.isiensi oksigen untuk akti.itas sehari hari. K$ ASUHAN KEPERAWATAN &NCP' >o +. "iagnosa 5ujuan ;nter/ensi a. 3uskultasi bunyi 2isalnya( Rasional bunyi a. Bersihan na.as. mengi, jalan na.as -epera<atan Bersihan jalan Setelah dilakukan na.as e.ekti. berhubungan dengan in.lamasi trakeobronkial, pembentukan edema, peningkatan produksi sputum tidak tindakan kepera<atan jalan na.as e.ekti. dengan bunyi na.as bersih dan jelas dan pasien dapat melakukan batuk e.ekti. untuk mengeluarkan sekret -6( 2empertahankan jalan na.as paten dengan bunyi na.as bersihB jelas c. Berikan posisi yang

na.as, catat adanya

yang tidak e.ekti. dapat dimani.estasikan dengan adanya bunyi na.as ad/entisius pada beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan atau selama stresB adanya proses in.eksi akut. dapat memanjang ,erna.asan ekspirasi

krekels dan ronki perna.asan, catat rasio inspirasiB ekspirasi

b. -ajiB pantau .rekuensi b. 5akipnea biasanya ada

melambat dan .rekuensi dibanding inspirasi. c. ,osisi semi .o<ler akan mempermudah pasien

2enunjukkan perilaku untuk memperbaiki bersihan jalan na.as, misalnya( batuk e.ekti. dan mengeluarkan sekret.

nyaman buat pasien, misalnya posisi semi .o<ler d. "orongB bantu latihan na.as abdomen atau bibir

untuk berna.as d. 2emberikan beberapa mengatasi menurunkan udara e. Batuk dapat menetap, cara pasien untuk dan jebakan

mengontrol dipsnea dan

e. 7bser/asi karakteristik memperbaiki kee.ekti.an batuk .. Berikan sesuai 2. ?angguan pertukaran berhubungan dengan perubahan membran gangguan kapasitas pemba<a oksigen gangguan pengiriman oksigen. -6( 2enunjukkan adanya perbaikan d. 3<asi .rekuensi jantung. Setelah dilakukan a. -aji, gas tindakan kepera<atan adanya perbaikan /entilasi oksigenasi dengan dalam normal ada tidak ?"3 rentang dan dan b. 7bser/asi kulit, mukosa dan kedalaman, kemudahan perna.asan air hangat toleransi upaya batuk, bantu tindakan untuk

tetapi Batuk pada

tidak paling posisi

e.ekti.. e.ekti. duduk

tinggi atau kepala di ba<ah setelah perkusi dada. .. 6idrasi menurunkan kekentalan sekret dan mempermudah distres tergantung derajat

pengeluaran. .rekuensi, a. 2ani.estasi dan perna.asan pada

keterlibatan paru dan status kesehatan umum <arna b. Sianosis menunjukkan membran kuku. /asokontriksi atau respon tubuh terhadap demamB menggigil dan terjadi hipoksemia c. ?elisah, terangsang, dapat hipoksemia mudah bingung menunjukkan

al/eolus kapiler, jaringan

'atat adanya sianosis

darah, distres perna.asan c. -aji status mental

/entilasi oksigenasi jaringan

dan

jantungB irama

d. 5akikardi biasanya ada karena akibat adanya demamB dehidrasi

Berpartisispasi pada untuk memaksimalkan oksigenasi tindakan

e. 3<asi Bantu

suhu

tubuh. untuk demam

tindakan e. 2empertahankan ,a72 di atas @0 mm6g

kenyamanan mengurangi dan menggigil

.. 5inggikan kepala dan dorong mengubah na.as dalam, batuk e.ekti. sering .. 5indakan posisi, dan maksimal, meningkatkan pengeluaran untuk g. -olaborasi pemberian sesuai dengan indikasi /entilasi meningkatkan kebutuhan dan metabolik mengganggu dan kebutuhan oksigen oksigenasi seluler. .isioterapi a.-ecepatan biasanya postural meningkat, dispnea, dan terjadi peningkatan kerja na.as, kedalaman ber/ariasi, dada terbatas ekspansi sekret memperbaiaki ini meningkatkan inspirasi

oksigen dengan benar g. "emam tinggi sangat

1.

,ola na.as tidak Setelah dilakukan a. Bantu dada, e.ekti. tindakan drainage berhubungan kepera<atan 2C28 dengan al/eoli proses jam pola na.as dengan dan in.lamasi dalam e.ekti. .rekuensi

kedalaman dalam b. 3uskultasi bunyi b.Bunyi na.as menurunB na.as dan catat rentang normal tidak ada bila jalan adanya bunyi na.as dan paru jelasB na.as terdapat obstruksi ad/entisius bersih kecil c."uduk c. 5inggikan kepala dan bentu mengubah memungkinkan tinggi

posisi

ekspansi perna.asan.

paru

dan

memudahkan d.Batuk mengeluarkan dan e."apat adanya kelainan e. Bantu pasien untuk na.as dalam dan latihan batuk e.ekti. .. -olaborasi pemberian oksigen tambahan meningkatkan pengeluaran sputum ..2emaksimalkan berna.as g.2emudahkan g. Berikan humidi.ikasi tambahan perna.asan dan upaya dan menurunkan kerja na.as biasanya sputum mengindikasikan

d. 7bser/asi pola batuk dan karakter secret

meningkatkan drainage sekret dari segmen paru ke dalam bronkus h.2emberikan kelembaban pada

h. -aji .rekuensi, kedalaman perna.asan dan ekspansi dada.

membran mukosa dan membantu pengenceran sekret memudahkan untuk

8.

?angguan keseimbangan cairan elektrolit berhubungan dengan kehilngan cairan berlebih, penurunan dan

pembersihan Setelah dilakukan a. -aji perubahan tanda a.Antuk menunjukkan tindakan kepera<atan menunjukkan keseimbangan cairan elektrolit dan /ital, (peningkatan b. -aji turgor contoh suhu, kulit, adnya kekurangan cairan sisitemik b.;ndikator keadekuatan cairan c.2emperbaiki kesehatan ststus langsung masukan

takikardi, hipotensi kelembaban membran mukosa (bibir, lidah) c. 'atat lapporan mualB muntah

masukan oral

d. ,antau masukan dan haluaran urine

d.2emberikan in.ormasi tentang /olume keadekuatan cairan gejala dan ini

kebutuhan penggantian e. -olaborasi pemberian obat sesuai indikasi. ). >utrisi dari tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan in.eksi, anoreksia, distensi abdomen proses kurang Setelah diakukan a. ;denti.ikasi tindakan kepera<atan menunjukkan peningkatan na.su makan dan mempertahankanB meningkatkan berat badan yang b. Berikan mualB muntah <adah tertutup untuk sputum dan buang sesering mungkin, c. :ad<alkan pengobatan perna.asan sedikitnya + jam sebelum makan d. 3uskultasi usus, palpasi abdomen bunyi obser/asiB distensi d.Bunyi usus mungkin menurun abdomen bila proses terjadi in.eksi berat, distensi sebagai akibat menelan udara dan menunjukkan pengaruh toksin bakteri pada e. Berikan makan porsi kecil dan sering makanan termasuk saluran ini gastro dapat intestinal e.5indakan meningkatkan masukan meskipun na.su makan mungkin lambat untuk kembali bantu kebersihan mulut .aktor e.3danya oral a.,ilihan tergantung penyebab masalah b.2enghilangkan bahaya, rasa, bau,dari lingkungan pasien dan dapat mual c.2enurunkan e.ek mual yang berhubungan dengan pengobatan ini menurunkan menurunkan masukan inter/ensi pada

kebutuhan

menimbulkan

kering atau makanan yang menarik untuk pasien

.. =/aluasi status nutrisi umum, ukur berat badan dasar.

..3danya kondisi kronis dapat tahanan menimbulkan rendahnya terhadap malnutrisi,

in.eksi, atau lambatnya @. ;ntoleransi akti.itas berhubungan dengan insu.isiensi oksigen akti.itas untuk hidup b. Berikan yang batasi c. :elaskan istitahat rencana dan lingkungan tenang dan pengunjung pentingnya dalam pengobatan perlunya ,eningkatan toleransi terhadap akti.itas. a. =/akuasi pasien akti/itas respon terhadap responterhadap terapi a.2enetapkan kemampuanB kebutuhan pasien memudahkan inter/ensi b.2enurunkan stres dan rangsangan berlebihan, meningkatkan istirahat c.5irah dipertahankan metabolik baring untuk dan pilihan

sehari hari.

selama .ase akut

menurunkan kebutuhan

keseimbamgan akti/itas dan istirahat d. Bantu diperlukan akti/itas d.2eminimalkan kelelahan membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen dan pera<atan diri yang

DA%TAR PUSTAKA . "oenges, 2arilynn =. (+999). Rencana Asuhan Keperawatan :Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. :akarta (=?' "oenges, 2arilynn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan, =disi 1. :akata ( =?'.

=li%abeth, :.'. 200+. Patofisiologi. :akarta ( =?'. 6idayat, 3. 200). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak I. :akarta( Salemba 2edika >ettina, Sandra 2.(200+).Pedoman Praktik Keperawatan. :akarta ( =?' ,rince, S.3. & !ilson #.2. 200). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi I . :ilid 2. :akarta( =?'. Ree/ers, 'harlene :, et all. 2000. Keperawatan !edikal "edah, :akarta ( Salemba 2edika. Ree/es, '.:. 200+. Keperawatan !edikal "edah. :akarta( Salemba 2edika. Smelt%er, Su%anne '. 2000. "uku A#ar Keperawatan !edikal "edah, 9olume ;. :akarta ( =?'. !ong, 7.#. 2008. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. :akarta( =?'. 0ul, "ahlan. 2000. Ilmu Penyakit $alam. =disi ;;. :akarta( Balai ,enerbit D-A;. ((($)**)le$+*,