Anda di halaman 1dari 25

DIABETES MELLITUS 1.

Definisi Menurut American Diabetes Association (ADA) 2003, diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya !iperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, dis"ungsi dan kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, syara", jantung dan pembuluh darah 2. Klasifikasi #lasi"ikasi $tiologi Diabetes Melitus (ADA 2003) a Diabetes Melitus Tipe 1 (destruksi sel beta, umumnya menjurus ke de"isiensi insulin absolut), proses imunologik, idiopatik b Diabetes Melitus Tipe 2 (ber%ariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai de"isiensi insulin relati" sampai yang predominan sekresi insulin bersama resistensi insulin) c d ". Etiolo#i $tiologi dari DM dapat tejadi karena berbagai aspek seperti disebabkan oleh munculnya "enomena autoimunitas, yang disebabkan oleh adanya mutasi akibat insersi %irus %ariola, co&sackie '(, rubela ataupun paparan )at kimia yang bersi"at sitotoksik nitro"enilurea atau sianida dari singkong basi, hal ini yang terjadi pada DM type * +ada DM type ** terjadi kelainan genetik pada kromosom ,, -2 . 20 yang menyebabkan insu"isiensi en)im glukokinase dan penurunan ekspresi gen hepatocyt nuclear "actor - alpha dan ( alpha yang dapat menghambat sintesa proinsulin Diabetes Melitus Tipe Lain Diabetes Melitus Gestasional (Keha ilan!

$. %atofisiolo#i Diabetes Mellitus tipe * ( *DDM ) DM tipe * ( *DDM ) atau DM bergantung insulin, biasanya disebabkan oleh munculnya "enomena autoimunitas, dimana telah terjadi molecular mimicry dari sel-sel beta pankreas (langerhans) yang disebabkan oleh adanya mutasi akibat insersi %irus %ariola, co&sackie '(, rubella ataupun paparan )at kimia/i yang bersi"at sitotoksik nitro"enilurea, atau sianida dari singkong basi Mutasi yang tejadi pada genom sel beta langerhans di pankreas akan menyebabkan terjadinya kelainan ekspresi protein yang disandi oleh gen-gen yang terletak di kromosom 0 baik lengan panjang maupun di sentromer +ada lengan p atau panjang terdapat gen-gen yang menyandi !1A A, '2 dan '-2 serta 3/3 sedangkan pada sentromer disandi !1A D43 dan D4( +ada *DDM terjadi de"isiensi insulin yang berat, sehingga penderita memerlukan terapi insulin untuk menghindari terjadinya ketoasidosis 2 Diabetes Mellitus tipe ** ( 5*DDM ) +ada DM tipe ** ( 5*DDM ) atau DM tidak bergantung insulin, paling sedikit ada dua kondisi patologis +ertama, adanya penurunan kemampuan insulin untuk ber"ungsi pada jaringan peri"er untuk menstimulasi metabolisme glukosa dan menghambat pengeluaran glukosa dari hati, suatu keadaan yang dinamakan resistensi insulin 6besitas menyebabkan resistensi insulin dan obesitas merupakan "aktor resiko utama terjadinya 5*DDM #edua, ketidak mampuan kelenjar endokrin dipankreas untuk mengkompensasi secara penuh penanganan resistensi insulin ini (de"isiensi insulin relati" ) +ada DM tipe ** didapat kelainan kromosomal ,, -2, 20, dimana kelainan kromosomal , mengakibatkan terjadinya insu"isiensi en)im glukokinase sehingga terjadi hambatan pada proses stimulasi sel beta langerhans di pankreas #elainan kromosom -2 dan 20 berdampak pada terjadinya penurunan ekspresi gen hepatocyt nuclear "actor -a dan (a akan mengakibatkan terjadinya hambatan "os"orilasi dan kaskade kinase di sel 7 langerhans yang akhirnya akan menghambat sintesa proinsulin

+erbedaan antara DM tipe - dengan DM tipe 2 8abel - +erbandingan antara DM tipe - dengan DM tipe 2 DM tipe 1 &a a La a U u' (th! Kea(aan DM 9u%enil selalu) Klinik 'erat 8ak ada *nsulin 'iasanya kurus *nsulin, diet, olahraga 4ingan *nsulin cukup atau tinggi 'iasanya gemuk<normal Diet,olahraga,tablet,*nsulin saat (ia#nosis Ka(a' Insulin Be'at Ba(an %en#obatan ). Ge*ala Klinis =ejala khas > +oliuri +olidipsi +oli"agi 'erat badan menurun cepat tanpa penyebab yang jelas #esemutan =atal di daerah genital #eputihan *n"eksi sulit sembuh 'isul yang hilang timbul +englihatan kabur 3epat lelah Mudah mengantuk , dll DM tipe 2 DM de/asa

'iasa : (0 (tapi tak 'iasa ; (0 (tapi tak selalu)

=ejala tidak khas >

+. *

Dia#nosis +emeriksaan +enyaring +emeriksaan penyaring berguna untuk menyaring pasien DM, 8=8 (toleransi

glukosa terganggu), dan =D+8 (glukosa darah puasa terganggu), sehingga kemudian dapat ditentukan langkah yang tepat untuk mereka +eran akti" para pengelola kesehatan sangat diperlukan agar deteksi DM dapat ditegakkan sedini mungkin dan pencegahan sekunder dapat segera diterapkan +emeriksaan penyaring perlu dilakukan pada kelompok dengan salah satu "aktor risiko untuk DM, yaitu> kelompok usia de/asa tua (; (? tahun) kegemukan @'' (kg); --0A '' idaman atau *M8 ; 23 (kg<m2)B tekanan darah tinggi (; -(0<C0 mm!g) ri/ayat keluarga DM ri/ayat kehamilan dengan '' lahir bayi ; (000 gram ri/ayat DM pada kehamilan dislipidemia (!D1 : 3? mg<dl dan atau 8rigliserida ; 2?0 mg<dl) pernah 8=8 atau =D+8 +emeriksaan penyaring dapat dilakukan melalui pemeriksaan kadar glukosa darah se/aktu, kadar glukosa darah puasa, kemudian dapat diikuti dengan 8es 8oleransi =lukosa 6ral (88=6) standar (lihat skema langkah-langkah diagnostik DM) (Dupartondo, -CC2E Doegondo, D ,dkk, 200() Fntuk kelompok risiko tinggi yang hasil pemeriksaan penyaringnya negati", pemeriksaan penyaring ulangan dilakukan tiap tahun, sedangkan bagi mereka yang berusia ; (? tahun tanpa "aktor risiko, pemeriksaan penyaring dapat dilakukan setiap 3 tahun +asien dengan 8oleransi =lukosa 8erganggu dan =lukosa Darah +uasa 8erganggu merupakan tahapan sementara menuju DM Detelah ?--0 tahun kemudian -<3 kelompok 8=8 akan berkembang menjadi DM, -<3 tetap 8=8 dan -<3 lainnya kembali normal

Adanya 8=8 sering berkaitan dengan resistensi insulin +ada kelompok 8=8 ini risiko terjadinya aterosklerosis lebih tinggi daripada kelompok normal 8=8 sering berkaitan dengan penyakit kardio%askular, hipertensi dan dislipidemia 8abel 2 #adar glukosa darah se/aktu dan puasa sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg<dl) Bukan DM Ka(a' #lukosa (a'ah se,aktu( #-(l! %las a .ena (a'ah kapile' Ka(a' #lukosa (a'ah puasa( #-(l! %las a .ena (a'ah kapile' ** 1angkah-langkah untuk Menegakkan Diagnosis Diabetes Melitus Diagnosis DM harus didasarkan atas pemeriksaan kadar glukosa darah, tidak dapat ditegakkan hanya atas dasar adanya glukosuria saja Dalam menentukan diagnosis DM harus diperhatikan asal bahan darah yang diambil dan cara pemeriksaan yang dipakai Fntuk diagnosis DM, pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa dengan cara en)imatik dengan bahan darah plasma %ena Diagnosis klinis DM umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsia, poli"agia, lemah, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya #eluhan lain yang mungkin dikemukakan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensia pada pasien pria, serta pruritus %ul%ae pada pasien /anita 9ika keluhan khas, pemeriksaan glukosa darah se/aktu ; 200 mg<dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM !asil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa ; -20 mg<dl juga digunakan untuk patokan diagnosis DM
5

Belu

pasti DM

DM H200 H200 H-20 H--0

: --0 : C0 : --0 : C0

--0 - -CC C0 G -CC --0 - -2? C0 G -0C

Fntuk kelompok tanpa keluhan khas DM, hasil pemeriksaan glukosa darah yang baru satu kali saja abnormal, belum cukup kuat untuk menegakkan diagnosis klinis DM Diperlukan pemastian lebih lanjut dengan mendapatkan sekali lagi angka abnormal, baik kadar glukosa darah puasa ; -20 mg<dl, kadar glukosa darah se/aktu ; 200 mg<dl pada hari yang lain, atau dari hasil tes toleransi glukosa oral (88=6) didapatkan kadar glukosa darah pasca pembebanan ; 200 mg<dl 3ara +elaksanaan 88=6 (8es 8oleransi =lukosa 6ral) > a 3 (tiga) hari sebelum pemeriksaan makan seperti biasa (karbohidrat cukup) #egiatan jasmani seperti yang biasa dilakukan b +uasa paling sedikit 2 jam mulai malam hari sebelum pemeriksaan, minum air putih diperbolehkan c Diperiksa kadar glukosa darah puasa d Diberikan glukosa ,? gram (orang de/asa), atau -, ,? gram<kg'' (anakanak), dilarutkan dalam air 2?0 ml dan diminum dalam /aktu ? menit e Diperiksa kadar glukosa darah 2 (dua) jam sesudah beban glukosa " Delama proses pemeriksaan subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok #riteria diagnostik Diabetes MelitusI dan gangguan toleransi glukosa > - #adar glukosa darah se/aktu (plasma %ena) H 200 mg<dl atau 2 #adar glukosa darah puasa (plasma %ena) H -20 mg<dl +uasa berarti tidak ada masukan kalori sejak -0 jam terakhir atau 3 #adar glukosa plasma H 200 mg<dl pada 2 jam sesudah beban glukosa ,? gram pada 88=6II I #riteria diagnostik tersebut harus dikon"irmasi ulang pada hari yang lain, kecuali untuk keadaan khas hiperglikemia dengan dekompensasi metabolik akut, seperti ketoasidosis, berat badan yang menurun cepat II 3ara diagnosis dengan kriteria ini tidak dipakai rutin di klinik Fntuk penelitian epidemiologis pada penduduk dianjurkan memakai kriteria

diagnostik kadar glukosa darah puasa Fntuk DM =estasional juga dianjurkan kriteria diagnostik yang sama /. Tata Laksana Ada empat cara pengelolaan DM > 2 $dukasi +erencanaan makan Dtandar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat, protein dan lemak yang sesuai dengan kecukupan gi)i baik yaitu > -) #arbohidrat sebanyak 2) +rotein sebanyak 3) 1emak sebanyak 00 G ,0 A -0 G -? A 20 G 2? A

9umlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gi)i, umur, stress akut dan kegiatan jasmani Fntuk kepentingan klinik praktis, penentuan jumlah kalori dipakai rumus 'roca yaitu 'arat 'adan *deal J (8'--00)--0A, sehingga didapatkan> -) 2) 3) () 'erat badan kurang J : C0A dari '' *deal 'erat badan normal J C0---0A dari '' *deal 'erat badan lebih J --0--20A dari '' *deal =emuk J ; -20A dari '' *deal

9umlah kalori yang diperlukan dihitung dari '' *deal dikali kelebihan kalori basal yaitu untuk laki-laki 30 kkal<kg '', dan /anita 2? kkal<kg '', kemudian ditambah untuk kebutuhan kalori akti%itas (-0-30A untuk pekerja berat) #oreksi status gi)i (gemuk dikurangi, kurus ditambah) dan kalori untuk menghadapi stress akut sesuai dengan kebutuhan Makanan sejumlah kalori terhitung dengan komposisi tersebut diatas dibagi dalam beberapa porsi yaitu > -) Makanan pagi sebanyak 2) Makanan siang sebanyak 20A 30A

3) Makanan sore sebanyak

2?A

() 2-3 porsi makanan ringan sebanyak -0--? A diantaranya 'ahan makanan yang dianjurkan untuk diet diabetes mellitus adalah sebagai berikut > -) Dumber karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, mi, kentang, singkong, ubi, dan sagu 2) Dumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, dan kacang-kacangan 3) Dumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, dan dibakar 'ahan makanan yang tidak dianjurkan, dibatasi, atau dihindari untuk diet diabetes mellitus adalah yang > -) Mengandung banyak gula sederhana, seperti > a b c =ula pasir, gula ja/a Dirup, selai, jeli, buah-buahan yang dia/etkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, dan es krim #ue-kue manis, dodol, cake 2) Mengandung banyak lemak, seperti> cake, makanan siap saji, gorenggorengan 3) Mengandung banyak natrium, seperti> ikan asin, telur asin, makanan yang dia/etkan 3 1atihan jasmani Dianjurkan latihan jasmani secara teratur (3-( kali seminggu) selama kurang lebih 30 menit yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi penyakit penyerta Debagai contoh olah raga ringan adalah berjalan kaki biasa selama 30 menit, olehraga sedang berjalan cepat selama 20 menit dan olah raga berat jogging

*nter%ensi "armakologis a. 6bat !ipoglikemik -) Dul"onilurea 6bat golongan sul"onylurea bekerja dengan cara > - Menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan - Menurunkan ambang sekresi insulin - Meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa 6bat golongan ini biasanya diberikan pada pasien dengan '' normal dan masih bisa dipakai pada pasien yang beratnya sedikit lebih #lorpropamid kurang dianjurkan pada keadaan insu"isiensi renal dan orangtua karena resiko hipoglikema yang berkepanjangan, demikian juga gibenklamid =lukuidon juga dipakai untuk pasien dengan gangguan "ungsi hati atau ginjal 2) 'iguanid +reparat yang ada dan aman dipakai yaitu met"ormin Debagai obat tunggal dianjurkan pada pasien gemuk (imt 30) untuk pasien yang berat lebih (imt 2,-30) dapat juga dikombinasikan dengan golongan sul"onylurea b *nsulin *ndikasi pengobatan dengan insulin adalah > a) Demua penderita DM dari setiap umur (baik *DDM maupun 5*DDM) dalam keadaan ketoasidosis atau pernah masuk kedalam ketoasidosis b) DM dengan kehamilan< DM gestasional yang tidak terkendali dengan diet (perencanaan makanan) DM yang tidak berhasil dikelola dengan obat hipoglikemik oral dosi" maksimal Dosis insulin oral atau suntikan dimulai dengan dosis rendah dan dinaikkan perlahan G lahan sesuai dengan hasil glukosa darah pasien

'ila sul"onylurea atau met"ormin telah diterima sampai dosis maksimal tetapi tidak tercapai sasaran glukosa darah maka dianjurkan penggunaan kombinasi sul"onylurea dan insulin 0. %en1e#ahan a +encegahan +rimer +encegahan primer adalah upaya yang ditujukan pada orang-orang yang termasuk kelompok risiko tinggi, yakni mereka yang belum menderita, tetapi berpotensi untuk menderita DM 8entu saja untuk pencegahan primer ini harus dikenal "aktor-"aktor yang berpengaruh terhadap timbulnya DM dan upaya yang perlu dilakukan untuk menghilangkan "aktor-"aktor tersebut +enyuluhan sangat penting perannya dalam upaya pencegahan primer Masyarakat luas melalui lembaga s/adaya masyarakat dan lembaga sosial lainnya harus diikutsertakan Demikian pula pemerintah melalui semua jajaran terkait seperti Departemen #esehatan dan Departemen +endidikan dan #ebudayaan perlu memasukkan upaya pencegahan primer DM dalam program penyuluhan dan pendidikan kesehatan Dejak masa prasekolah hendaknya telah ditanamkan pengertian tentang pentingnya kegiatan jasmani teratur, pola dan jenis makanan yang sehat, menjaga badan agar tidak terlalu gemuk, dan risiko merokok bagi kesehatan b +encegahan Dekunder Maksud pencegahan sekunder adalah upaya mencegah atau menghambat timbulnya penyulit dengan tindakan deteksi dini dan memberikan pengobatan sejak a/al penyakit Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan penyaring, namun kegiatan tersebut memerlukan biaya besar Memberikan pengobatan penyakit sejak a/al berarti mengelola DM dengan baik agar tidak timbul penyulit lanjut DM Dalam mengelola pasien DM, sejak a/al sudah harus di/aspadai dan sedapat mungkin dicegah kemungkinan terjadinya penyulit menahun

10

+enyuluhan mengenai DM dan pengelolaannya memegang peran penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien berobat c +encegahan 8ersier #alau kemudian penyulit menahun DM ternyata terjadi juga, maka pengelola harus berusaha mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut dan merehabilitasi pasien sedini mungkin, sebelum kecacatan tersebut menetap Debagai contoh aspirin dosis rendah (20 - 32? mg) dapat dianjurkan untuk diberikan secara rutin bagi pasien DM yang sudah mempunyai penyulit makro-angiopati 2. Ko plikasi Dalam perjalanan penyakit DM, dapat terjadi komplikasi akut dan menahun A #omplikasi akut > ' ketoasidosis diabetik hiperosmolar non ketotik hipoglikemia Makroangiopati atau makro%askular 2 3 ( ? +embuluh darah jantung (penyakit jantung koroner) +embuluh darah tepi ( gangren peri"er ) +embuluh darah otak (stroke) 4etinopati diabetik 5e"ropati diabetik

#omplikasi menahun

Mikroangiopati atau mikro%askular

5europati Diabetik 4entan in"eksi, seperti misalnya tuberkulosis paru, ginggi%itis, dan in"eksi saluran kemih =angren diabetik atau kaki diabetik (gabungan - sampai dengan ()

11

13. K'ite'ia %en#en(alian DM Fntuk dapat mencegah terjadinya komplikasi kronik, diperlukan pengendalian DM yang baik DM terkendali baik tidak berarti hanya kadar glukosa darahnya saja yang baik, tetapi harus secara menyeluruh kadar glukosa darah, status gi)i, tekanan darah, kadar lipid dan !bA-3 seperti tercantum pada tabel 3 Fntuk pasien berumur ; 00 tahun, sasaran kadar glukosa darah lebih tinggi dari pada biasa (puasa : -?0 mg<dl dan sesudah makan : 200 mg<dl), demikian pula kadar lipid, tekanan darah, dan lain-lain, mengacu pada batasan kriteria pengendalian sedang !al ini dilakukan mengingat si"at-si"at khusus pasien usia lanjut dan juga untuk mencegah kemungkinan timbulnya e"ek samping dan interaksi obat 8abel 3 #riteria +engendalian DM =lukosa (mg<dl) =lukosa (mg<dl) !b A-c (A) #olesterol total (mg<dl) #olesterol tanpa +9# Den#an %4K #olesterol !D1 (mg<dl) : -00 ; (? -00 G -2C 3? G (? 200 G 2(C ;-30 : 3? ;2?0 1D1 ( - ?,C : 200 0G2 200 G 23C -30 G -?C ;2 ;2(0 ;-00 darah 2 jam --0 G -?C -00 G -CC ;200 darah Baik puasa 20 G -0C Se(an# --0 G -3C Bu'uk ;-(0

(mg<dl) : -30

8rigliserida (mg<dl) tanpa : 200 +9# Den#an %4K 'M* J *M8 : -?0 -2,? - 22,C

-?0 G -CC 23 G 2?

;200 ; 2?

atau

12

Kanita +ria 8ekanan darah (mm!g) 20 - 2(,C : -(0<C0 2? G 2, -(0 G -00 < C0 G C?

: -2,? ; 2, atau : 20 ; -00<C?

U&I5E6SITAS A&DALAS

13

7AKULTAS KED8KTE6A& KE%A&ITE6AA& KLI&IK 68TASI TA9A% II D8A8FD +AD*$5 *dentitas pasien a b c 2 5ama<kelamin<umur +ekerjaan<pendidikan Alamat > 5y !< +erempuan< ,3 tahun > +ensiunan guru<8amat DMA > 9l 8imor gg Denggol no ,A, Flak #arang

1atar belakang sosial-ekonomi-demogra"i-lingkungan keluarga a b c Dtatus perka/inan 9umlah anak > Menikah (janda) > 3 orang

Dtatus $konomi #eluarga > menengah ke atas, biaya hidup ditanggung oleh anak L 4p 2 ?00 000,-< bulan

d e

#' #ondisi 4umah -

> 8idak ada >

4umah permanen, pekarangan cukup luas, lantai keramik Mentilasi dan pencahayaan cukup 1istrik ada Dumber air minum dan kakus> +DAM 9amban ada 2 buah, di dalam rumah Dampah ditampung dan diangkut oleh petugas kebersihan #esan > higiene dan sanitasi baik

"

#ondisi 1ingkungan #eluarga >


14

+asien tinggal bersama - orang cucu (mahasis/a uni%ersitas negeri) 8inggal di daerah pinggiran kota dan lingkungan rumah yang padat

Aspek +sikologis di keluarga > !ubungan dengan anggota keluarga baik Naktor stress dapat tertanggulangi oleh pasien Dekitar -2 tahun yang lalu pasien berpro"esi sebagai guru Detelah pensiun, pasien mengisi /aktu luangnya dengan menjahit +asien mengaku hamper setiap pagi berjalan kaki sekitar -?-20 menit mengelilingi komplek perumahannya

4i/ayat penyakit dahulu<penyakit keluarga > +asien telah dikenal menderita DM sejak L -3 tahun yang lalu, kontrol ke +uskesmas setiap 20 hari (obat habis), terakhir 2 minggu yang lalu mendapat obat glibenklamid satu kali sehari dan met"ormin O tablet dua kali sehari 4i/ayat anggota keluarga yang menderita DM, kolesterol tinggi, hipertensi disangkal

#eluhan Ftama #ontrol DM

4i/ayat penyakit sekarang 4i/ayat 'A# sering ada, "rekuensi lebih dari ? kali dalam - malam dan mengganggu tidurnya L ? tahun yang lalu Dalam 2 tahun ini, pasien tidak lagi mengeluhkan 'A# yang sering 4i/ayat sering merasa lapar ada L ? tahun yang lalu dan pasien tidak lagi mengeluhkan hal ini dalam 2 tahun terakhir
15

4i/ayat sering merasa haus tidak ada 4i/ayat penurunan berat badan tidak diketahui oleh pasien 4i/ayat gatal-gatal pada kulit tidak ada 4i/ayat mata terasa kabur tidak ada 4i/ayat nyeri dada tidak ada 4i/ayat kesemutan tidak ada, ri/ayat luka yang sulit sembuh tidak ada

+emeriksaan Nisik +emeriksaan Fmum #eadaan Fmum #esadaran 8ekanan darah 5adi 5a"as ''<8' $dema Anemis Dianosis '' *deal #ulit #elenjar =etah 'ening #epala 4ambut Mata 8elinga !idung 8enggorokan 1eher > 'aik > 3ompos Mentis 3ooperati%e > -30<20 mm!g > 20 & > 30,, 0 3 > (C kg < -?? cmE 'M* J 20,( kg<m2 (normo/eight) > (-) > (-) > (-) > (C,? kg > Dianosis (-), turgor baik > 8idak ada pembesaran #=' > 5ormochepal > !itam bercampur putih, tidak mudah dicabut > #onjungti%a tidak anemis, sklera tidak ikterik > 8idak ditemukan kelainan > 8idak ditemukan kelainan > 8idak ditemukan kelainan > 9M+ ?-2 cm!26

16

Dada > +aru

> *nspeksi +alpasi +erkusi

> Dimetris kiri dan kanan > Nremitus kiri sama dengan "remitus kanan > Donor > *ktus tidak terlihat > *ktus teraba - jari medial linea midsternalis sinistra 4*3 M > 'atas jantung atas 4*3 **, batas jantung kanan linea sternalis kiri, batas jantung kiri - jari medial linea midcla%ikularis sinistra 4*3 M

Auskultasi > Mesikuler, rhonki (-), /hee)ing (-) 9antung >*nspeksi +alpasi +erkusi

Auskultasi > *rama murni teratur, bising (-) +erut >*nspeksi +alpasi +erkusi +unggung Alat kelamin dan anus $kstremitas > 8idak tampak membuncit > !epar dan lien tidak teraba > 8impani > 5yeri ketok dan nyeri tekan 3MA (-) > 8idak diperiksa > 4e"leks "isiologis (PP<PP), 4e"lek +atologis (-<-), $dema (-<-) +ulsasi Dorsalis +edis 8ibialis +osterior +oplitea #iri P P P #anan P P P

Auskultasi > 'ising usus (P) normal

A A A

Densibilitas !alus #asar

#iri P P

#anan P P

17

1aboratorium =ula Darah +uasa (ekokardiogra"i) > 2-0 grA Anjuran > pemeriksaan !bA-3, "unduskopi, "ungsi ginjal (Fr<3r), jantung

2 C a

Diagnosa #erja > Manajemen >

Diabetes melitus tipe 2 tidak terkontrol

+romoti" $dukasi kepada pasien mengenai penyakit Diabetes Melitus bah/a penyakit ini terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya +enyakit ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang yaitu dis"ungsi dan kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, sara", jantung dan pembuluh darah $dukasi bah/a DM tidak dapat disembuhkan hanya dapat dikontrol dengan latihan jasmani, perubahan perilaku tentang makanan dan obat supaya tidak menimbulkan kerusakan organ jangka panjang Adapun bahan makanan yang dianjurkan untuk diet diabetes mellitus adalah sebagai berikut > Dumber karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, mi, kentang, singkong, ubi, dan sagu Dumber protein rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, dan kacang-kacangan Dumber lemak dalam jumlah terbatas yaitu bentuk makanan yang mudah dicerna Makanan terutama diolah dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, dan dibakar 'ahan makanan yang tidak dianjurkan, dibatasi, atau dihindari untuk diet diabetes mellitus adalah yang > Mengandung banyak gula sederhana, seperti > =ula pasir, gula ja/a, sirup, selai, jeli, buah-buahan yang dia/etkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan, dan es krim, kue-kue manis, dodol, cake
18

Mengandung banyak lemak, seperti> cake, makanan siap saji, gorenggorengan Mengandung banyak natrium, seperti> ikan asin, telur asin, makanan yang dia/etkan

Adapun latihan jasmani yang dianjurkan secara teratur (3-( kali seminggu) selama kurang lebih 30 menit Debagai contoh berjalan kaki biasa selama 30 menit $dukasi tentang cara penggunaan obat yang benar yaitu =libenklamid yang diminum sebelum makan dan segera makan seperti biasa setelahnya Met"ormin diminum setelah makan !al ini bertujuan untuk menghindari terjadinya hipoglikemia dengan gejala keringat dingin, berdebar-debar, penurunan kesadaran, dll $dukasi kepada keluarga tentang penyakit pasien sehingga keluarga dapat menolong pasien mengubah kebiasaan makan dan pola hidupnya serta mengingatkan pasien agar kontrol teratur ke +uskesmas b +re%enti" c Mempertahankan kadar glukosa darah supaya mendekati normal dengan obat penurun glukosa oral dan akti%itas "isik +emeriksaan berkala terhadap organ target setiap 0 bulan sekali

Manajemen stress Dalam hal ini, pasien memiliki hubungan sosial yang baik dengan tetangga dan ia juga memiliki kegiatan yang positi" setiap harinya sehingga dapat disimpulkan pasien dapat memanajemen stresnya dengan baik

#urati" 5on Narmakologis - Diet Diabetes F ''a 8' ''i > ,3 tahun > (C kg > -?? cm > (C,? kg

19

+erhitungan > 'M4 J 2? kkal & (C kg Naktor akti%itas J -,?? & - 22? kkal Diet Diabetes Melitus tipe M > $nergi J - C00 kkal +rotein J 00 gram 1emak J (2 gram #arbohidrat J 2CC gram J - 22? kkal J - 2CC kkal

3ontoh menu> Makan pagi (pukul 0, 00) > 5asi -,? porsi *kan - porsi sedang 8empe - porsi (2 potong sedang) 8imun Minyak 2 sendok makan 'uah - porsi (- potong sedang pepaya) 5asi 2 porsi Daging (ayam tanpa kulit) - porsi 8empe - porsi 8umis 1obak 'uah - porsi Minyak 2 sendok makan 'uah - porsi (- buah pisang) 5asi 2 porsi

Dnack siang (pukul -0 00) > Makan siang (pukul -3 00) >

Dnack sore (pukul -0 00) > Makan malam (pukul -C 00) >

20

*kan - porsi 8empe - porsi 8imun 'uah - porsi Minyak 2 sendok makan

8erapi "armakologis =libenklamid ? mg -&- tab p o ante cunam Met"ormin ?00 mg 2&-<2 tab p o post cunam

4ehabilitati" #ontrol teratur ke +uskesmas minimal sebulan sekali untuk cek gula darah dan e%aluasi organ target (mata, jantung, ginjal, sara")

Dinas #esehatan #odya +adang +uskesmas Flak #arang Dokter 8anggal > 4ully +erdana > , 9anuari 20-( 5o Q 5o Q

4< =libenklamid tab ? mg D -dd tab - post cunam 4< Met"ormin tab ?00 mg D 2dd tab -<2 ante cunam

+ro > 5y ! Fmur > ,3 tahun Alamat > 9l 8imor gg Denggol no ,A, Flak #arang Delatan

21

DISKUSI 8elah datang seorang pasien perempuan usia ,3 tahun dengan keluhan utama kontrol gula darah +asien telah dikenal menderita DM sejak -3 tahun yang lalu Diagnosis DM harus didasarkan atas pemeriksaan konsentrasi glukosa darah dan dari pemeriksaan laboratorium pada pasien ini didapatkan hasil gula darah puasa yaitu 2-0 grA - bulan sebelumnya hasil gula darah puasa -,0 grA 4i/ayat pengobatan sebelumnya pasien mendapatkan obat =libenklamid -&- dan Met"ormin 2&-<2 tab Dari anamnesis dan kunjungan rumah, pasien juga diketahui memiliki gejala yang mengarah pada penyakit diabetes mellitus, seperti poli"agi dan poliuri +asien

22

sehari-hari cukup akti%itas "isiknya (sesuai umur) dan memiliki berat badan normal 5amun, pasien memiliki kebiasaan makan (kacang, kue) di luar menu diet DM yang dianjurkan 4i/ayat keluarga yang menderita penyakit gula disangkal oleh pasien 'erdasarkan hal-hal di atas, pasien tersebut dapat didiagnosis dengan mellitus tipe 2 tidak terkontrol Dari pemeriksaan "isik didapatkan bah/a pada pasien tersebut belum ada tanda-tanda kerusakan jangka panjang organ seperti mata, ginjal, sara", jantung 5amun sebaiknya perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yang mendalam terhadap organ-organ target 6bat yang telah diberikan pada pasien yaitu =libenklamid dan Met"ormin 8erapi "armakologis ini pada prinsipnya diberikan jika penerapan terapi non "armakologis (perubahan kebiasaan makan, akti"itas jasmani, dll) yang telah dilakukan tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah sebagaimana yang diharapkan 8elah disampaikan kepada pasien bah/a penerapan terapi "armakologis tetap tidak meninggalkan terapi non "armakologis yang telah diterapkan sebelumnya Dalam melakukan inter%ensi penatalaksanaan diabetes mellitus juga dibutuhkan partisipasi dan keinginan kuat dari seluruh anggota keluarga untuk me/ujudkan perbaikan status kesehatan keluarga terutama pasien Diabetes

DA7TA6 %USTAKA =usta%iani 4 Diagnosis dan #lasi"ikasi Diabetes Melitus Dalam > 'uku Ajar *lmu +enyakit Dalam Dudoyo AK, Detiyohadi ', Al/i * dkk, editor 9ilid *** $disi *M 9akarta> balai penerbit N#F*, 2000E -2?, 2 3 +ersi Naktor 1ingkungan dan =aya !idup 'erperan 'esar Memicu Diabetes 2002 http><<pdpersi co id Kaspadji D #omplikasi #ronik Diabetes> Mekanisme terjadinya, diagnosis, dan strategi pengelolaannya Dalam > buku ajar ilmu penyakit dalam Dudoyo AK,

23

Detiyohadi ', Al/i * dkk, editor 9ilid *** $disi *M 9akarta > balai penerbit N#F*, 2000E -C00 ( ? 0 , Doegondo D #onsensus +engelolaan dan +encegahan Diabetes Melitus tipe 2 di *ndonesia 20-- 9akarta > +$4#$5*, 20-Noster DK Diabetes mellitus Dalam > !arrison +rinsip-prinsip ilmu penyakit dalam Asdie A, editor Molume ? 9akarta > $=3, 2000E 2-C0 +rice, Dyl%ia Anderson +ankreas> Metabolisme glukosa dan diabetes mellitus 9akartaE 200?E hal -2?C Almatsier, Dunita Diet +enyakit Diabetes Melitus Dalam > buku +enuntun Diet $disi 'aru 9akarta > penerbit +8 =ramedia +ustaka Ftama, 2002E hal -3,

LAM%I6A&

24

25