Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MAKALAH MATERNITAS

HORMON HORMON KEHAMILAN

OLEH :

AULIA ARDHIANSYAH
NIM. 03201113061

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO 2013

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................. i KATA PENGANTAR ............................................... ii DAFTAR ISI ............................................................. iii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang..................................................... 1 1.2. Tujuan Penelitian ................................................ 1 1.3. Manfaat Penelitian .............................................. 2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanda Kehamilan ............................................... 3 2.2. Hormon-hormon Kehamilan................................ 3 2.3. Faktor-faktor hormonal lain dalam kehamilan .... 4 2.4. Respons tubuh ibu terhadao kehamilan ............... 7 2.5. Metabolisme selama kehamilan ........................... 7 2.6. Perubahan-perubahan dalam sistem sirkulasi ibu selama kehamilan ................................................ 9 2.7. Pernafasan selama kehamilan .............................. 10 2.8. Hormon lain dalam kehamilan ............................ 10 BAB 3 Penutup 3.1. Kesimpulan ......................................................... 14 3.2. Saran ................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat terselesaikannya tugas Makalah Maternitas dengan judul hormon-hormon kehamilan Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan kepada yang terhormat : 1. Segenap Ibu dosen yang telah memberikan ilmu pengetahuannya kepada penulis di bangku kuliah 2. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian Makalah Maternitas ini. Akhirnya kritik dan saran penulis harapkan demi kesempurnaan Makalah ini dan semoga dapat berguna bagi diri sendiri maupun pihak lain yang memanfaatkan

Mojokerto, Maret 2013 Penyusun

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bagi wanita mengenali akan tanda awal kehamilan tentunya tak boleh dianggap remeh. Apalagi bagi pasangan suami istri yang telah lama menikah dan belum juga dikaruniai buah hati dalam kehidupan rumah tangganya. Karena dengan adanya ciri seorang wanita yang sedang hamil muda sangat diharapkan bagi pasangan ini. Bagi yang telah mempunyai pengalaman dalam menjalani kehamilan tentunya tanda wanita hamil telah dikenali dengan baik, walaupun terkadang tanda-tanda kehamilan berbeda antara seorang wanita dengan wanita lainnya. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang maka penulis membuat rumusan masalah apa saja hormon yang berperan dalam kehamilan serta bagaimana dampak dan pengaruhnya pada tubuh ibu?

DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo, S. 2009. Ilmu Kebidanan. FKUI : Jakarta Rustam, M. 2005. .Sinopsis Obstetri. EGC : Jakarta. Sumber : Hormon Estrogen | Hormon-Hormon Kehamilan (http://bidanku.com/index.php?/hormon-hormonkehamilan#ixzz2OwnfuPKM Follow us: @bidanku on Twitter | bidanku on Facebook) diunduh tanggal 30 maret 2013 Istiqomah.2011.Perbahan Hormonal Kehamilan (http://tryingtobeistiqomah.blogspot.com/2011/01/perub ahan-hormonal-dalam-kehamilan.html) diunduh tanggal 30 maret 2013 Sumber : Perubahan Hormonal Selama Kehamilan (http://bidanku.com/index.php?/perubahan-hormonalselama-kehamilan#ixzz2OwcLWo24 Follow us: @bidanku on Twitter | bidanku on Facebook) diunduh tanggal 30 maret 2013 (http://askep-net.blogspot.com/2013/03/Tanda-WanitaHamil.html)

2) Kepada mahasiswa kebidanan, perlu untuk terus mengasah

kemampuan dan ketrampilan sehingga pengetahuannya luas sehingga ketika terjun langsung ke masyarakat bisa lebih memahami dan mampu memberikan pendidikan atau pembinaan pada masyrakat tertutama ibu hamil tentang hormon-hormon yang berperan pada sat kehamilan serata dampak yang ditimbulkannya.

1.3 Tujuan 1. Untuk menyebutkan hormon yang berperan saat kehamilan. 2. Untuk mengetahui dampak dan pengaruh hormonhormon kehamilan. 1.4 Manfaat 1. Manfaat Peneliti Dapat menambah informasi bagi peneliti tentang hormone yang berperan dalam kehamilan 2. Manfaat Praktis Sebagai bahan masukan dan sumber informasi pada ibu ibu tentang pentingnya mengetahui dampat yang terjadi saat perubahan hormon ibu hamil. 3. Manfaat teoritis Sebagai masukan akan tindakan yang dilakukan saat memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang mempunyai anggota keluarga yang hamil.

2.8 Hormon Lain Dalam


a) Hormon

2) Estrogen Seperti korpus luteum, plasenta juga mensekresi HPL (Human Placental estrogen dan progesteron. Pada penelitian yang telah dilakukan, ternyata kedua hormon seks ini juga disekresi oleh sel-sel sinsisial trofoblas. Tetapi estrogen yang dihasilkan oleh plasenta berbeda dalam beberapa hal dengan sekresi dari ovarium, yaitu: Pertama, secara kuantitatif, sebagian besar estrogen yang disekresi adalah estriol, yaitu estrogen yang sangat lemah dan dibentuk dalam jumlah kecil pada wanita tidak hamil. leher panggul. rahim dan

Kehamilan

Lactogen) adalah hormon yang dihasilkan oleh plasenta, merupakan hormon protein yang merangsang pertumbuhan dan menyebabkan perubahan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Dampak

Memberikan perubahan terhadap payudara. b) Hormon Kehamilan Relaxin Hormon kehamilan yang dihasilkan oleh korpus luteum dan plasenta. Melembutkan sendi

Kedua, estrogen yang disekresikan oleh plasenta tidak disintesis secara de novo dari zat-zat dasar dalam plasenta, namun dari senyawa steroid androgen, dehidroepiandrosteron dan 16 hidroksi dehidro

merelaksasikan

Dampak

Menimbulkan relaksasi pada ligamen dan sendi. c) Hormon Kehamilan MSH (Melanocyte Stimulating Hormone) Hormon kehamilan ini merangsang terjadinya

epiandrosteron, yang dibentuk pada kelenjar adrenal ibu dan fetus. Androgen yang lemah ini kemudian dibawa ke plasenta dan diubah oleh sel trofoblas menjadi estradiol, estron, dan estriol.

pigmentasi pada kulit. Dampak menggelapkan warna puting susu dan daerah sekitarnya. Pigmentasi

kecoklatan pada wajah, pada bagian dalam dan garis dari pusar ke bawah (linea nigra).

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1. Hormon Kehamilan Ada kehamilan, plasenta membentuk sejumlah besar human chorionic gonadotropin, estrogen, progesteron, dan human chorionic somatomammotropin, di mana tiga hormon pertama, dan mungkin juga yang keempat, semuanya penting untuk berlangsungnya kehamilan normal 1) Human Chorionic Gonadotropin Bersamaan dengan perkembangan sel-sel trofoblas dari sebuah ovum yang baru dibuahi, hormon hCG disekresi oleh sel-sel sinsitiotrofoblas ke dalam cairan ibu. Sekresi hormon ini dapat diukur pertama kali dalam darah 8-9 hari setelah ovulasi, segeral setelah blastokista berimplantasi dalam endometrium. Kemudian kecepatan sekresi akan meningkat sampai maksimal 10-12 hari setelah ovulasi, dan menurun sampai kadar yang lebih rendah menjelang 16-20 minggu setelah ovulasi. Sekresi terus berlanjut pada kadar rendah ini selama sisa masa kehamilan. 2) 3.2 Saran 3.1 Kesimpulan

BAB 3 PENUTUP

Betapa pentingnya fungsi hormon dalam tubuh untuk ibu hamil dan janin. Karena bagaimanapun keberadaan hormon-hormon kehamilan sangant berperan dalam proses fisiologis tubuh dalam ibu hamil. Ibu hamil harus dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut pada tubuhnya. Karena masing-masing hormon kehailan dapat menimbulkan dampak sesuai fungsi fisiologisnya dalam tubuh.

1) Kepada para bidan yang bertugas dan langsung berhubungan dengan masyarakat, harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan termasuk didalamnya pengetahuan tentang hormon yang berperan pada masa kehamilan

3) Progesteron

2.7 Pernafasan Selama Kehamilan Karena peningkatan metabolisme basal pada wanita hamil dan juga karena penambahan besar tubuhnya, jumlah total oksigen yang dipakai oleh ibu sesaat sebelum kelahiran bayi sekitar 20 persen di atas normal, dan terbentuk jumlah CO2 yang sebanding. Efek ini menyebabkan ventilasi ibu semenit meningkat. Juga diyakini bahwa kadar progesteron yang tinggi selama kehamilan akan meningkatkan

Progesteron juga merupakan hormon yang penting dalam masa kehamilan. Progesteron juga dihasilkan dalam jumlah yang banyak oleh plasenta. Peranan progesteron pada kehamilan antara lain: a) Progesteron menyebabkan sel-sel desidua tubuh dalam endometrium uterus, dan selanjutnya sel-sel ini berperan penting dalam nutrisi awal embrio. b) Progesteron mempunyai pengaruh khusus dalam menurunkan kontraktilitas uterus gravid, jadi mencegah kontraksi uterus yang menyebabkan abortus spontan.

sensitivitas pusat pernapasan terhadap CO2. Secara bersamaan, uterus yang mebesar menekan isi abdomen ke atas dan isi abdomen ini selanjutnya mendorong diafragma ke atas, sehingga total pergerakan diafragma berkurang. Akibatnya, frekuensi pernapasan meningkat untuk

c) Membantu perkembangan hasil konseptus bahkan


sebelum implantasi, sebab progesteron secara khusus meningkatkan sekresi tuba fallopi dan uterus untik menyediakan nutrisi yang sesuai untuk perkembangan morula dan blastokista. d) Membantu estrogen mempersiapkan payudara ibu untuk laktasi

mempertahankan ventilasi tambahan.

2.3 Faktor-faktor hormonal lain dalam kehamilan


1) Sekresi hipofisis Kelenjar hipofisis anterior membesar paling sedikit 50 persen selama kehamilan dan meningkatkan produksi kortikotropin, tirotropin, dan prolaktin. 2) Sekresi kortikosteroid Kecepatan sekresi glukokortikoid korteks adrenal meningkat secara sedang selama kehamilan. Ada

5) Sekresi relaksin oleh ovarium dan plasenta Relaksin merupakan hormon tambahan yang disekresikan oleh korpus luteum ovarium dan juga oleh plasenta. Sekresi relaksin oleh korpus luteum ditingkatkan oleh hCG pada saat yang sama dengan disekresikannya sejumlah besar estrogen dan progesteron oleh korpus luteum. Namun, pada wanita hamil efek ini sedikit bahkan tida ada. Juga telah dikumukakan bahwa relaksin melunakkan serviks wanita hamil pada saat persalinan. 2.4 Respon Tubuh Ibu terhadap Kehamilan Perubahan-perubahan yang paling nyata pada ibu pada masa kehamilan adalah peningkatan ukuran berbagai organ-organ kelamin. Misalnya, uterus membesar dari kira-kira 50 gram menjadi kira-kira 1100 gram, dan payudara membesar hampir dua kali ukurannya. Pada saat yang sama vagina membesar dan introitus vagina membuka lebih lebar. Pengaruh hormon dapat mempengaruhi penampilan wanita, seperti edema, jerawat, dan maskulinisasi atau gambaran akromegali

kemungkinan bahwa glukokortikoid membantu mobilisasi asam-asam amino dari jaringan ibu sehingga asam-asam amino ini dapat dipakai untuk sintesis jaringan fetus. 3) Sekresi kelenjar tiroid Kelenjar tiroid biasanya membesar sampai 50 persen selama kehamilan dan meningkatkan produksi tiroksin yang sesuai dengan pembesaran tersebut. 4) Sekresi kelenjar paratiroid Kelenjar ini juga membesar selama kehamilan, khususnya jika si ibu mengalami defisiensi kalsium dalam makanannya.

2.5 Metabolisme Selama Kehamilan Sebagai akibat peningkatan sekresi berbagai hormon seperti tiroksin, hormon korteks adrenal, dan hormon-hormon kelamin, kecepatan metabolisme basal ibu hamil meningkat sekitar 15 persen selama pertengahan akhir kehamilan. Akibatnya, wanita hamil sering merasa kepanasan. Juga, karena beban ekstra yang dipikulnya, energi dalam jumlah yang lebih banyak dari normal harus dipergunakan untuk aktifitas otot

4) Human Chorionic Sommamtomatropin


Merupakan hormon plasenta yang baru ditemukan. Hormon ini merupakan protein, dengan berat molekul 38.000, yang mulai disekresikan oleh plasenta kira-kira minggu ke-5 kehamilan. Sekresi hormon ini meningkat secara progresif sepanjang sisa masa kehamilan. Walaupun fungsi hCS masih belum pasti, tapi hormon ini memiliki beberapa fungsi penting dalam hubungannya dengan nutrisi khusus bagi ibu dan anak. Pertama, pada pemberian hCS pada beberapa jenis hewan tingkat rendah yang berbeda, hormon ini sedikitnya

2.6 Perubahan Dalam Sistem Sirkulasi Ibu

menyebabkan perkembangan payudara dan beberapa keadaan menyebabkan laktasi. hCS diyakini memilik fungsi yang sama seperti prolaktin. Akan tetapi usaha peningkatan laktasi manusia dengan hormon ini tidak berhasil. Kedua, memiliki kerja yang lemah serupa dengan hormon pertumbuhan. hCS menyebabkan deposit protein dengan cara yang sama seperti hormon pertumbuhan. Namun dibutuhkan hCS 100 kali lebih banyak daripada hormon pertumbuhan untuk meningkatkan pertumbuhan.

Sekitar 625 ml darah mengalir melalui sirkulasi ibu dari plasenta setiap menitnya selama fase-fase akhir kehamilan. Ditambah dengan keadaan metabolik yang tinggi, curah jantung ibu akan meningkat 30 sampai 40 persen di atas normal pada minggu ke-27 kehamilan, tapi selanjutnya, tanpa sebab yang jelas, curah jantung turun sampai hanya sedikit di atas normal pada delapan minggu terakhir kehamilan, walaupun aliran darah uterus tinggi.