Anda di halaman 1dari 21

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

Oleh: Drs. Sumani, M.M.


A. Pendahuluan Meotodologi Penelitian kuantitatif dengan teknik statistiknya diakui mendominasi analisis penelitian sejak abad ke-1 sampai abad ini. Dengan semakin !anggihnya teknologi komputer, berkembang teknik-teknik analisis statistik yang mendukung pengembangan penelitian kuantitatif. Metodologi penelitian kuantitatif statistik menjadi lebih bergengsi daripada metodologi penelitian kuantitatif. "ebih-lebih bila diperhatikan pula pada sejumlah kenyataan bah#a ada sementara !alon ilmu#an yang menggunakan metodologi kualitatif dengan alasan dan bukti ketidakmampuannya di dalam menggunakan teknik-teknik analisis statistik. Pada segi lain, karena bergengsinya metodologi penelitian kuantitatif dengan teknik-teknik statistiknya, banyak ilmu#an ataupun pakar ilmu yang tenggelam ke dalam teknik-teknik analisis yang !anggih, sehingga melupakan kelemahan di damping keunggulan filsafat dan teori metodologi penelitian yang melandasinya. Se!ara garis besar, dapat dijelaskan bah#a metodologi penelitian kuantitatif mulai dengan menetapkan obyek studi yang spesifik, dieliminasikan dari totalitas atau konteks besarnya sehingga menjadi ekplisist atau jelas obyek studinya. Sesudah itu, baru disusun kerangka teori sesuai dengan obyek studi spesifiknya. Dari situ, dapat ditelorkan hipotesis atau problematik penelitian, instrumen pengumpulan data, teknik sampling serta teknik analisisnya. Selain itu juga dapat ditentukan ran!angan metodologik lainnya seperti penetapan batas signifikansi, teknik-teknik penyesuaian jika ada kekurangan atau kekeliruan di dalam hal data, adminstrasi, analisis, dan sema!amnya. Dengan kata lain, semua diran!ang dan diren!anakan se!ara matang sebelum peneliti terjun ke lapangan untuk melakukan kegiatan penelitiannya.

B. Melakukan Penelitian Kuantitatif

1. a.

Pers aratan Penelitian Sistematis Dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai dengan yang kompleks sehingga ter!apai tujuan se!ara efektif dan efisien. b. $eren!ana Dilaksanakan dengan adanya !. dengan Mengikuti %onsep &lmiah Mulai dari a#al sampai dengan akhir kegiatan, penelitian dilakukan mengikuti !ara-!ara atau langkah-langkah yang sudah ditentukan, yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan 'taraf berpikir ilmiah oleh (ohn De#ey di dalam reflective thinking) yang antara lain meliputi: 1) The felt need Penelitian dilakukan karena dia#ali oleh adanya kebutuhan atau tantangan untuk menyelesaikan suatu masalah. 2) The Problem Merumuskan masalah agar suatu masalah penelitian menjadi jelas batasan, kedudukan, dan alternatif !ara untuk meme!ahkan masakah tersebut. 3) The hypothesis Menetapkan hipotesis sebagai titik tolak mengadakan kegiatan peme!ahan masalah. 4) 5) Collection of data as evidence Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis. Concluding belief Menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan kepada hipotesis yang sudah dirumuskan. *) eneral value of the conclusion Menentukan kemungkinan untuk mengadakan generalisasi dari kesimpulan tersebut dan implikasinya di masa yang akan datang 'Sutrisno +adi di dalam Suharsimi ,rikunto, 1-- : 1.). unsur kesengajaan dan sebelum dilakukan penelitian, sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaanya.

!.

Pr"sedur Penelitian kuantitatif

3 "angkah-langkah penelitian kuantitatif menurut Suharsimi ,rikunto '1-- : 1/) adalah sebagai berikut: a. b. !. d. e. f. g. h. i. j. k. Memilih Masalah Melakukan Studi Pendahuluan Merumuskan Masalah 0an!angan Penelitian Merumuskan ,nggapan Dasar dan +ipotesis Memilih Pendekatan Menentukan 1ariabel dan Sumber Data Menentukan dan Menyusun &nstrumen Mengumpulkan Data Menganalisis Data Menarik %esimpulan Menulis "aporan Pembuatan "aporan

Pelaksanaan

"angkah-langkah penelitian kuantitatif tersebut se!ara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut: a. Me#ilih Masalah Masalah timbul karena adanya tantangan, kesangsian atau kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena, kemenduaan arti 'ambiguity), halangan dan rintangan, !elah ' gap) baik antarkegiatan atau antarfenomena baik yang telah ada ataupun yang akan ada. Masalah yang baik memiliki !iri-!iri sebagai berikut: 1) a) b) !) d) e) 2) a) tersedia. b) !) d) dan etika. 3ukup #aktu, tenaga dan biaya untuk meme!ahkan masalah tersebut. ,da dukungan dari pihak-pihak terkait. Masalah tidak bertentangan dengan hukum, moral Mempunyai nilai penelitian. Masalah mempunyai nilai penelitian apabila: mempunyai sifat keaslian. menyatakan suatu hubungan. merupakan hal yang penting. dapat diuji. dinyatakan di dalam bentuk pertanyaan. Mempunyai fisibilitas 'dapat dilaksanakan). Persyaratan ini akan terpenuhi apabila: Data serta metode untuk meme!ahkan masalah

4)

Sesuai dengan kualifikasi si peneliti. Masalah yang baik adalah yang menarik bagi peneliti dan sesuai dengan kualifikasi dari si peneliti itu sendiri.

5)

+asil penelitian bermanfaat. 3iri ini sekaligus merupakan syarat terpenting bagi suatu kegiatan penelitian karena penelitian yang baik pada dasarnya dilakukan dalam rangka untuk menyumbangkan hasil penelitian tersebut kemajuan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektifitas kerja, atau mengembangkan sesuatu yang sudah ada.

Masalah-masalah penelitian dapat diperoleh dari sumber masalah sebagai berikut: 1) 2) 4) Pengalaman pribadi peneliti di dalam kehidupan sehari-hari. Pengamatan pribadi terhadap lingkungan sekitar. $a!aan-ba!aan, baik yang ilmiah maupun yang non ilmiah.

$. %tudi Pendahuluan Studi pendahuluan dimaksudkan untuk menjajagi kemungkinan bisa tidaknya kegiatan penelitian diteruskan. Selain itu juga dimaksudkan untuk men!ari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar masalahnya menjadi lebih jelas kedudukannya. 1) Manfaat Studi Pendahuluan Manfaat dari studi pendahuluan antara lain terkait dengan informasi yang di dapat oleh peneliti mengenai: a) apa yang akan diteliti. b) Di mana dan kepada siapa informasi dapat diperoleh. !) $agaimana !ara memperoleh data6informasi. d) 7eknik apa yang akan dugunakan untuk menganalisis data. e) $agaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil penelitian. 2) 3ara Mengadakan Studi Pendahuluan Studi pendahuluan dapat dilakukan pada 4 obyek yang biasa di kenal dengan istila 4 p 'paper! person! place). &. Meru#uskan Masalah Penelitian

5 ,gar penelitian dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, maka peneliti perlu untuk merumuskan masalahnya sehingga menjadi jelas dari mana harus memulai, ke mana harus diarahkan dan dengan apa bisa dijalankan. 1) 2) 4) 8mumnya masalah penelitian dirumuskan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. 0umusan jelas dan padat. men!erminkan !iri penelitian yang dilakukan. Selain ketentuan di atas, masih terdapat beberapa ketentuan yang diantaranya adalah rumusan masalah harus merupakan dasar bagi perumusan judul, perumusan tujuan, dan pembuatan hipotesis. Sebagai !ontohnya: (udul : "tudi #orelasi antara $otivasi %ela&ar dengan Prestasi %ela&ar %ahasa 'nggris "is(a "$)* 3 $adiun Tahun +&aran 2,,-.2,,/ Masalah : +dakah korelasi antara motivasi bela&ar dengan prestasi bela&ar bahasa 'nggris "is(a "$)* 3 $adiun tahun a&aran 2,,-.2,,/0 7ujuan : )ntuk mengetahui korelasi antara motivasi bela&ar dengan prestasi bela&ar bahasa 'nggris "is(a "$)* 3 $adiun tahun a&aran 2,,-.2,,/1 8ntuk mengetahui apakah judul tersebut sudah memenuhi persyaratan sebagai judul penelitian yang baik, maka bisa dilihat dari unsur-unsur yang terdapat di dalam judul penelitian tersebut yang diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Sifat atau jenis penelitian : Penelitian #orelasi 2) Obyek yang akan diteliti 4) Subyek Penelitian 5) "okasi Penelitian .) 9aktu Penelitian 1* An''a(an Dasar ,nggapan dasar atau postulat menurut 9inarno Surakhmad di dalam Suharsimi ,rikunto '1-- : *:) adalah sebuah titik tolak : $otivasi %ela&ar dan Prestasi %ela&ar %ahasa 'nggris : "is(a "$) 3 $adiun : "ekolah "$) 3 $adiun : Tahun +&aran 2,,4.2,,5

d. Meru#uskan A''a(an Dasar dan )i("tesis Penelitian

6 pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti. Setiap peneliti dapat merumuskan postulat sendiri-sendiri yang bersifat sangat subyektif. Seorang peneliti mungkin masih meragukan suatu anggapan dasar yang oleh peneliti lain sudah diterima sebagai suatu kebenaran. Dari !ontoh (udul penelitian di atas anggapan dasar penelitian antara lain dapat dirumuskan sebagai berikut: a) "is(a "$)* 3 $adiun mendapatkan mata pela&aran %ahasa 'nggris1 b) $otivasi bela&ar sis(a "$)* 3 $adiun bervariasi1 c) Prestasi bela&ar sis(a "$)* 3 $adiun bervariasi1 1* )i("tesis Penelitian

Pengertian ; ja#aban sementara yang masih perlu dibuktikan kebenarannya di lapangan. $erasal dari kata hipo ; lemah dan thesis ; kebenaran. +ipotesis diturunkan dari kajian teoretik yang dijembatani penyusunannya oleh kerangka berpikir Ma!am ; hipotesis nol '+o) ; menyatakan ketiadaan, dan hipotesis alternatif '+a6+1) ; menyatakan ke-adaan.

Dari !ontoh judul penelitian di atas, hipotesis penelitiannya dapat dirumuskan sebagai berikut: +ipotesis <ol '+o) : Tidak ada korelasi antara motivasi bela&ar dengan prestasi bela&ar bahasa 'nggris sis(a "$) 3 $adiun Tahun +&aran 2,,4. 2,,51 +ipotesis ,lternatif '+a6+1): +da korelasi antara motivasi bela&ar dengan prestasi bela&ar bahasa 'nggris sis(a "$) 3 $adiun Tahun +&aran 2,,4.2,,5 3ontoh +o ; =Tidak ada perbedaan prestasi bela&ar antara sis(a yang mengikuti les dengan sis(a yang tidak mengikuti les2 3ontoh +1 ; =+da perbedaan prestasi bela&ar antara sis(a yang mengikuti les dengan sis(a yang tidak mengikuti les2

+ipotesis diperlukan pada penelitian yang bersifat inferensial pertautan antara dua >ariabel atau lebih. Susunan hipotesis hendaknya ; menggunakan kalimat deklaratif, pertautan antara 2 >ariabel, jelas dan padat, serta memungkinkan untuk diuji.

Penelitian yang mengkaji pertautan dua >ariabel, membutuhkan satu hipotesis '=,da +.. antara >ariabel , dengan >ariabel $?). Penelitian yang mengkaji pertautan tiga >ariabel, membutuhkan tiga hipotesis ; '1) =,da +.. antara >ariabel ,-1 dengan >ariabel $?, '2) =,da +.. antara >ariabel ,-2 dengan >ariabel $?, '4) =,da interaksi kepada $? Penelitian antara ,-1 dan ,-2 dalam memberikan pengaruh deskriptif-kualitatif-eksploratif biasanya tidak

memerlukan hipotesis karena jenis penelitian ini !enderung bersifat menggali satu >ariabel saja. Peneliti !ukup melaporkan se!ara deskriptif hasil galian itu baik dalam angka-angka maupun uraian kalimat. pelajaran 3ontoh ; =studi tentang kemampuan menulis &ngat dalam mata kuliah statistik karangan argumentasi sis#a SD $ringin kabupaten <ga#i tahun 2::2-2::4?. disebutkan =statistik deskri(tif hanya bertugas mengumpulkanmenata-menginterpretasi data, tidak sampai pada penyimpulan?. Penyimpulan hanya terjadi pada statistik inferensial. e. Me#ilih Pendekatan ,Met"de dan -an&an'an Penelitian* ,da banyak metode yang dapat digunakan untuk penelitian, antara lain:

$etode survei ; metode untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada dan men!ari keterangan se!ara faktual baik tentang institusi sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya. $etode komparasional ; metode penelitian deskriptif yang ingin men!ari ja#aban se!ara mendasar tentang sebab-akibat dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun mun!ulnya suatu fenomena tertentu. $etode eksperimen ; metode obser>asi di ba#ah kondisi buatan 'artifi!ial !ondition) di mana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. $etode se&arah ; metode penelitian yang menyelidiki se!ara kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pemahaman di masa lampau dan menimbang se!ara !ukup teliti dan hati-hati tentang bukti >aliditas dari mana sumber sejarah serta interpretasi dari sumber-sumber keterangan tersebut. $etode deskriptif ; metode pen!arian fakta dengan interpretasi yang tepat. Metode ini mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat,

8 serta tata!ara yang berlaku dalam masyarakat, serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan sikap, pandangan-pandangan, kegiatan-kegiatan, sikapserta proses-proses yang sedang status subjek

berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.

$etode studi kasus ; metode penelitian tentang

penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Subjek penelitian dapat saja indi>idu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat.

,da satu metode yang biasa dipakai oleh mahasis#a jurusan sastra dalam melakukan penelitian literer 6 studi sastra, yaitu =$etode analisis isi 6 content analysis?. Metode ini dapat dipadukan dengan metode kualitatif, desktiptif, dan teori kritik 6 apresiasi sastra. Dan lain-lain 'silahkan ba!a ; Moh <asir 1---:..-- ) = Metode Penelitian?,

0an!angan penelitian dapat didesain sesuai dengan pola hubungan antar >ariabel. 8ntuk itu, ran!angan penelitian dapat berupa ; penelitian eksperimental, deskriptif, korelasional, dan lain sebagainya. Pada intinya ran!angan penelitian dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu ; studi tentang hubungan dan studi tentang perbedaan1 Pola dari dua kelompok itu digambar dalam diagram sebagai berikut:

9 +ubungan: @-1 '&nteraksi antara @-1 dan @-2 terhadap A)

A @-2

'diagram di atas merupakan desain koresional pertautan 4 >ariabel ; 2 >ariabel bebas yaitu @-1 dan @-2, dan 1 >ariabel terikat yaitu A membutuhkan tiga hipotesis) @ A '3atatan: diagram di atas merupakan desain pertautan 2 >ariabel ; 1 >ariabel bebas yaitu @, terikat yaitu A membutuhkan satu hipotesis) Perbedaan: B,%7O0 $ $2 A A koresional dan 1 >ariabel

B,%7O0 ,

,1 ,2

$1 A A

'diagram di atas merupakan desain faktorial 2 @ 2 2 faktor pertautan 4 >ariabel ; 2 >ariabel bebas, yaitu , dan $, serta 1 >ariabel terikat yaitu A membutuhkan 4 hipotesis) B,%7O0 , ,-2 ,-4 A A

,-1 A

,-5 A

'diagram di atas merupakan desain 1 faktor pertautan 2 >ariabel ; 1 >ariabel bebas yaitu , yang terdiri dari 5 jenis perlakuan, dan 1 >ariabel terikat yaitu A membutuhkan 1 hopotesis) f. Menentukan .aria$el dan %u#$er Data 1*

.aria$el Penelitian 1ariabel adalah fenomena yang merupakan objek penelitian, yaitu konsep yang mempunyai berma!am-ma!am nilai, yaitu

10 sumber dari mana data diambil. 3ontoh ; jenis kelamin 'punya nilai laki-laki dan perempuan), berat badan 'punya nilai ringan, sedang, berat)

Ma!am 1ariabel: 1ariabel kontinu, yaitu >ariabel yang dapat ditentukan nilainya dalam jarak jangkau tertentu dengan desimal yang tidak terbatas. 3ontoh ; berat '/.,:- kg., /*,15 kg., :,:: kg.) 1ariabel descrete atau >ariabel kategori yaitu >ariabel yang nilainya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pe!ahan atau desimal di belakang koma, >ariabel ini bersifat dikotomis 'dua kategori). 3ontoh ; (enis kelamin 'laki-laki dan perempuan), status perka#inan 'ka#in dan belum ka#in). 1ariabel yang nilainya lebih dari dua disebut >ariabel politom. 3ontoh ; tingkat pendidikan 'SD, S"7P, S"7,) 1ariabel independent 'bebas) ; >ariabel anteseden, yaitu >ariabel yang se!ara bebas dapat dimanipulasi oleh peneliti 'dalam penelitian eksperimen), se!ara bebas diambil oleh peneliti 'sebagai in put) dan dapat mempengaruhi >ariabel terikat 'dalam penelitian eksperimen atau eC post fa!to). 1ariabel dependent 'terikat) ; >ariabel konsekuen, yaitu >ariabel yang kondisinya merupakan akibat 'out put) dari >ariabel bebas, bergantung pada perilaku >ariabel bebas. 1ariabel moderator, yaitu >ariabel yang berpengaruh terhadap >ariabel dependent tetapi tidak utama. 1ariabel random, yaitu >ariabel lain ke!uali moderator yang dapat berpengaruh terhadap >ariabel dependent. 1ariabel aktif, yaitu >ariabel yang dimanipulasikan oleh peneliti 'yang aktif mempengaruhi >ariabel terikat). 1ariabel atribut, yaitu >ariabel yang tidak dapat dimanipulasikan oleh peneliti karena karakternya melekat pada objek 6 manusia. 3ontoh ; intelegensi, jenis kelamin, status sosial ekonomi, pendidikan, sikap, dll.

a*

Pen'ukuran .aria$el Penelitian Pengukuran merupakan kegiatan penetapan atau pemberian angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu.

11

Ma!am-ma!am ukuran: 8kuran nominal ; adalah ukuran di mana angka hanya sebagai label saja, tidak menunjukkan tingkatan apa-apa. 3ontoh ; 1 'pria)D 2 '#anita)D : 'ban!i) 8kuran ordinal ; adalah ukuran di mana angka menyatakan tingkatan, tetapi tidak memberikan nilai absolut. 8kuran ini hanya digunakan untuk mengurutkan 6 merangking objek dari rendah ke tinggi. Skala rangking bukanlah skala yang mempunyai inter>al yang sama. 3ontoh ; 1 '2.), 2 '*:), 4 '*.), 5 '-.) 8kuran interval ; adalah ukuran di mana angka menunjukkan suatu tingkatan, tidak memberi nilai absolut. 8kuran ini menyatakan bah#a inter>al antara angka-angka tersebut sama besarnya 6 jaraknya. 3ontoh nilai tes ; 1, 2, 4, 5, ., *, /, , -, 1: 8kuran rasio ; adalah ukuran di mana angka menunjukkan suatu tingkatan dan memberi nilai absolut. 8kuran ini mempunyai titik nol. ,ngka menunjukkan nilai yang sebenarnya dari objek yang diukur. 3ontoh ; jika ada 5 bayi: ,, $, 3, D mempunyai berat badan 1 kg, 4 kg, 5 kg, . kg, maka ukuran rasionya dapat digambarkan bah#a ; : ; :, 1 ; ,, 2 ; :, 4 ; $, 5 ; 3, . ; D 7eknik analisis statistik yang digunakan bagi sebuah penelitian kuantitatif, sangat ditentukan oleh ukuran dari setiap >ariable penelitian yang digunakan. 3evinisi operasional variabel adalah de>inisi berdasarkan sifat yang diamati sesuai indikator-indikator yang ditentukan oleh peneliti. /"nt"h ; Status sosial ekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat atau kedudukan orang tua sis#a dalam bidang ekonomi. Status sosial ekonomi tersebut diungkap dengan indikator-indikator yaitu: jenis6ma!am pekerjaan, jenjang pendidikan, masa kerja, ruang golongan gaji, jabatan struktural, instansi kerja, besar gaji dan tunjangan tiap bulan, fasilitas hidup. Penyusunan devinisi operasional variabel yang berdasarkan

pada sifat dan indikator ini dapat disusun dengan logika berpikir

12 kritis, pengetahuan ilmiah dan pengalaman empiris '<ana

Sujana, 1--::15).

De>inisi operasional >ariabel berfungsi untuk mempertajam pemahaman konsep dan ruang lingkup >ariabel->ariabel yang diambil peneliti sendiri, agar menjadi pedoman operasional bagi peneliti pada saat melaksanakan penelitian.

!* %u#$er Data a* Pen'ertian Data Data adalah keterangan mengenai sesuatu yang berbentuk angka-angka dan mungkin bukan angka-angka 'kuantitatif maupun kualitatif) $*

P"(ulasi dan %a#(el Populasi ; semua anggota dari kelompok manusia, kejadian, barang, data yang merupakan objek penelitian Sampel ; sebagian ke!il dari populasi yang harus me#akili 6 representatif 4umlah sampel dapat ditentukan dengan berbagai kriteria. Donald ,ry menyebut 1: E 2: persen atau lebih 'lihat 7erj. ,rief Bur!hon, 1- 2:1- ). (ika jumlah objeknya ke!il 'kurang dari 4: orang) sebaiknya menggunakan sampel total 'sensus), artinya semuanya dijadikan objek penelitian. Ma!am-ma!am teknik sampling 'teknik penentuan sample): 5andom sampling ; teknik pengambilan sampel di mana semua anggota populasi mempunyai hak 6 kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. 7eknik ini dapat dilakukan dengan !ara '1) undian ; dengan gulungan kertas, '2) ordinal ; setelah ditentukan jumlah sampel 2:: orang dari 1::: orang 'jadi seper lima-nya), maka kita buat . gulungan kertas diberi angka 1, 2, 4, 5, .. %ita ambil satu gulungan, jika jatuh nomor 4, maka angka pertama dimulai dengan nomor 4, lalu ; , 14, 1 , 24, dan seterusnya. '4) dengan tabel bilangan random, yaitu dengan menjatuhkan ujung pensil. Sampel berstrata 'stratified sampling) ; teknik ini digunakan jika peneliti berpendapat bah#a populasi terbagi atas tingkattingkat atau strata. Setelah ditentukan tiap-tiap stratanya

13 'yang me#akili populasi), lalu tiap strata diambil se!ara random. 3ontoh ; tingkat pendidikan, strata umur, strata kelas, dll. Sampel #ilayah 'area sampling) ; teknik ini digunakan jika peneliti berpendapat bah#a populasi terbagi atas area-area atau #ilayah-#ilayah. Setelah ditentukan tiap-tiap #ilayahnya 'yang me#akili karakter seluruh #ilayah), lalu tiap #ilayah diambil se!ara random. 3ontoh ; dari 45 pro>insi di &ndonesia diambil beberapa propinsi yang men!erminkan keberhasilan %$ di &ndonesia. Sampel proporsi 'proportional sampling) ; teknik ini mirip sampel berstrata atau area dan tiap tiap bagian diambil se!ara proporsional dalam persen yang telah ditentukan. Setelah ditentukan tiap-tiap #ilayahnya atau stratanya 'yang me#akili karakter seluruh #ilayah atau strata), lalu tiap bagian diambil se!ara random berdasarkan jumlah proporsi yang ditentukan peneliti. Sehingga sampel ini dapat digabung menjadi ; stratifief proporsional random sampling atau area proporsional random sampling. Sampel bertujuan 6purposive sampling) ; teknik ini digunakan karena peneliti mempunyai tujuan tertentu atas beberapa pertimbangan peneliti. Pertimbangan itu antara lain misalnya ; keterbatasan #aktu, tenaga dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar. Meskipun demikian, peneliti harus mempertimbangkan bah#a ; sampel harus me#akili, sampel harus benar-benar diambil dari subjek yang banyak mengandung !iri-!iri yang ada pada populasi 'key subje!t). Sampel kuota '7uota sampling) ; teknik ini digunakan jika peneliti telah menentukan jumlah tertentu yang akan diambil sebagai sampel. Aang penting adalah memenuhi Fuota tertentu yang ditetapkan dan representatif. Sampel kelompok 'Cluster sampling) ; teknik ini digunakan jika peneliti merasa bah#a populasinya terdiri dari kelompokkelompok yang setara, misalnya ; petani, pegadang, nelayan, ,$0&, pega#ai, dll. Sampel tetap diambil se!ara representatif. '. Menentukan dan Men usun Instru#en

14

&ntrumen

penelitian

dibuat

dengan

menyesuaikan

teknik

pengambilan data yang dipilih.

1aliditas dan reliabilitas instrumen penelitian. 1aliditas ; menunjuk kepada sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur, dan reliabilitas menga!u kepada sejauh mana suatu alat ukur se!ara ajeg mengukur apa yang diukurnya 'Donald ,ry, 1- 2:2 1). ,da beberapa jenis >aliditas ; '1) validitas isi ; sejauh mana instrumen men!erminkan isi yang dikehendaki. 1aliditas ini sering disebut >aliditas kurikulum karena suatu tes disusun berdasarkan kurikulum. '2) 8aliditas bangun pengertian ; menunjuk kepada apa unsur-unsur yang membentuk pengertian itu dan sejauh mana hasil tes dapat ditafsirkan menurut bangunan pengertian itu. 8ntuk menyusun bangun pengertian 'yang lalu ber#ujud logika indikator-indikator) berpikir, ini peneliti ilmiah, dapat dan menggunakan pengetahuan

pengetahuan empiris '<ana Sujana, 1--::15). '4) 8aliditas muka ; berhubungan dengan penilaian para ahli terhadap suatu alat ukur. 1alid kalau telah diperiksa oleh seorang ahli 'pembimbing). '5) 8aliditas empiris ; >alid jika telah diuji!obakan di lapangan. '.) dan lain-lain. 1aliditas empiris dapat diukur se!ara internal dan se!ara eksternal. "ecara internal instrumen penelitian akan diukur tingkat kesulitannya dan tingkat daya bedanya. "ecara eksternal, hasil uji !obanya akan dibandingkan dengan nilai standar. ,da banyak rumus statistik yang dapat digunakan untuk melakukan komputasi guna mengetes >aliditas ini ; antara lain rumus korelasi produ!t moment. Daya beda dan tingkat kesulitan dapat dikomputasi dengan metode 9lanagan 0eliabilitas diukur dengan teknik ; test-retest, split-half, tes paralel. Dan komputasinya dapat dengan rumus statistik korelasi produ!t moment. h. Men'u#(ulkan Data

7eknik pengumpulan data adalah teknik yang digunakan untuk menjaring data yang diperlukan sesuai dengan sampel yang telah ditentukan. Ma!am-ma!am teknik sebagai berikut:

15 'ntervie( atau (a(ancara. Dalam #a#an!ara diperlukan

panduan atau pedoman #a#an!ara, yaitu kisi-kisi yang berisi butir-butir pertanyaan agar #a#an!aranya terarah. 9a#an!ara dapat dilakukan se!ara terbuka6bebas 'mendalam ; in-depth inter>ie#ing) atau tertutup 'dengan ja#aban ya-tidak atau dengan tanda !he!king) :bservasi. Sama dengan #a#an!ara juga diperlukan kisi-kisi obser>asi sehingga obser>er dapat men!atat gejala se!ara terurai atau membubuhkan tanda !he!king. 3okumentasi, yaitu teknik mengambil data dengan memeriksa dokumen-dokumen berlangsung. 7oessioner atau angket. Sama dengan inter>ie# atau obser>asi, angket juga dibuat dengan kisi-kisi yang ditentukan oleh indikator-indikator atau diskriptor-diskriptor. &ngatlah bagaimana menyusun indikator 'lihat <ana Sujana, 1--::15). Tes, dan lain-lain yang telah ada sebelum penelitian

i. Men'analisis Data ,da dua tahap dalam menganalisis data kuantitatif: 1) +nalisis deskriptif yang menganalisis pendeskripsian data dengan menyajikan: distribusi frekuensi. nilai median, mean, modus, standar de>iasi, histogram dan poligonD 2) +nalisis inferensial yang ma!amnya terdiri antara lain sebagai berikut:

)&i beda dua rata.rata ; yaitu pembandingan dua rata-rata yang menguji 4 ma!am hipotesis yaitu 'a) ada berbedaan 1S tidak ada perbedaan, 'b) lebih besar 1S lebih ke!il, '!) lebih ke!il 1S lebih besar. Pilihlah jenis hipotesis sesuai dengan desain penelitian yang dilakukan. 7eknik komputasi statistik yang dapat digunakan untuk uji beda dua rata-rata ialah t-test atau z-test. 8ntuk uji beda lebih dari

16 dua rata-rata menggunakan Anava (analysis of variance)

baik satu jalan maupun dua jalan

#orelasi ; yaitu teknik analisis statistik yang menguji ada atau tidak adanya hubungan antara dua >ariabel atau lebih. ,da yang berpendapat bah#a uji korelasi ini dipakai untuk menguji hubungan dua >ariabel atau lebih yang peneliti tidak tahu mana yang >ariabel aktif dan mana yang >ariabel pasif. 5egresi ; yaitu teknik analisis statistik yang menguji ada atau tidak adanya sumbangan 'kontribusi) >ariabel prediktor '>ariabel bebas) terhadap >ariabel terikatnya. 8ji regresi ini dapat regresi sederhana '1 prediktor) dan regresi ganda '2 atau lebih prediktor) Chi #uadrat, dan lain sebagainya

+asil analisis data. $agian ini merupakan bagian yang beriisi laporan hasil komputasi. (adi, daftar data mentah 'daftar nilai dalam tabel, misalnya) hendaknya tidak ditulis di sini, tetapi diletakkan dalam lampiran. 3atatan ; untuk teknik analisis statistik ini silahkan ba!a =Metoda Statistika? 'Sudjana, 1- 2, $andung: 7arsito), dan bukubuku statistik lainnya =seperti tulisannya Sutrisno +adi? yang dipandu dalam mata kuliah =Statistik?. 0. Menarik Kesi#(ulan %esimpulan adalah hasisl dari suatu proses tertentu, yaitu menarik dalam arti memindahkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain. Oleh karena itu, kesimpulan penelitian harus selalu mendasarkan diri pada semua data yang diperoleh dari kegiatan penelitian. Dengan kata lain, penarikan kesimpulan harus didasarkan atas data. Oleh karena itu kesimpulan tidak dapat lepas dari problemati! dan hipotesis penelitian. 3ontoh: Problematik: +dakah korelasi antara motivasi bela&ar dengan prestasi bela&ar bahasa 'nggris sis(a "$) 3 $adiun Tahun +&aran 2,,4.2,,50 +ipotesis: +da korelasi antara motivasi bela&ar dengan prestasi bela&ar bahasa 'nggris sis(a "$) 3 $adiun Tahun +&aran 2,,4.2,,51 %esimpulan:

17 +da korelasi antara motivasi bela&ar dengan prestasi bela&ar bahasa 'nggris sis(a "$) 3 $adiun Tahun +&aran 2,,4.2,,51 k. Menulis La("ran Penelitian adalah kegiatan ilmiah. Maka dari itu laporan penelitian yang dibuat juga harus mengikuti aturan-aturan penulisan karya ilmiah. ,da beberapa hal yang harus diketahui oleh pembuat laporan penelitian:

Penulis laporan harus tahu betul kepada siapa laporan itu ditujukan. Penulis laporan harus menyadari bah#a pemba!a laporan tidak mengikuti proses penelitian. Penulis sama. laporan harus menyadari bah#a latar belakang

pengetahuan, pengalaman dan minat "aporan harus jelas dan meyakinkan.

pemba!a laporan tidaklah

D,B7,0 P8S7,%, %artini %artono. 1--*. Pengantar $etodologi 5iset "osial1 $andung: Mandar Maju. <asir, Moh. 1. $etode Penelitian1 (akarta: Ghalia &ndonesia.

Suharsimi ,rikunto. 1-- . Prosedur Penelitian; "uatu Pendekatan Praktik1 (akarta: 0ineka 3ipta. 9inarno Surakhmad. 1-- . Pengantar Penelitian 'lmiah; 3asar! $etode! Teknik1 $andung: 7arsito

Salah satu !ontoh dari bentuk laporan penelitian adalah Skripsi Mahasis#a 'format laporan dapat dilihat di buku pedoman penulisan Skripsi). 8ntuk melengkapi pemahaman mengenai penelitian kuantitatif, berikut ini akan diberikan beberapa !iri yang dapat membedakan penelitian kuantitatif dari penelitian kualitatif.

/I-I PEMBEDA 1. Datanya 2. Sifat Datanya 4. Peranan +ipotesis

PENELITIAN KUANTITATIF $erupa angka-angka $ersifat monitetik 'Satu tanda satu makna) Sangat penting

PENELITIAN KUALITATIF $erupa kata-kata $ersifat ideosinkretis 'Satu tanda banyak makna) 7idak harus disebutkan, hanya sebagai alternatif,

18 tidak untuk diuji. 7idak harus menggunakan statistik. Peneliti sendiri sebagai instrumen karena harus berinteraksi dengan obyek. "ebih berorientasi pada proses &nteraktif 7idak bebas nilai 7idak dapat digeneralisisikan Sedang men!ari bentuk

5. Peranan Statistik .. Peranan &nstrumen *. Sifat Proses dan Produk /. Sifat interaktif . <ilai-nilai -. Generalisasi 1:. Struktur

Statistik mutlak digunakan Mengandalkan pada intrumen "ebih berorientasi pada produk 7idak interaktif $ebas nilai Dapat digeneralisisikan Sudah memiliki struktur yang baku

/. KA-AKTE-I%TIK

PENDEKATAN

K1ANTITATIF

DAN

K1ALITATIF

DALAM PENELITIAN 1. Karakteristik Pendekatan Kuantitatif Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, pendekatan kuantitatif berdasarkan atas paradigma positi>isme yang berpandangan bah#a peneliti dapat dengan sengaja mengadakan perubahan terhadap dunia sekitar dengan melakukan berbagai eksperimen. Para penganut positi>isme per!aya bah#a manusia dapat menemukan aturan-aturan, hukum-hukum, dan prinsip-prinsip umum tentang dunia kenyataan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun dalam ilmu-ilmu sosial termasuk pendidikan. +ukum-hukum itu dapat ditemukan dari data empiris dengan menggunakan sampel yang representatif. Mereka juga berpendirian bah#a realitas itu dapat dipe!ah menjadi bagian-bagian dan hukum yang berlaku bagi bagian yang ke!il juga berlaku untuk keseluruhan. ,dapun karakteristik pendekatan kuantitatif yang dilandasi oleh paradigma positi>isme menurut <asution '1-- ), $rannen '1---), $ryman

19 '1-- ) Strauss dan 3orbin '2::2) adalah sebagai berikut : 'a) logika

eksperimen dengan memanipulasi >ariabel yang dapat diukur se!ara kuantitatif agar dapat di!ari hubungan antara berbagai >ariabel. 'b) men!ari hukum uni>ersal yang dapat meliputi semua kasus, meskipun dengan pengolahan statistik di!apai tingkat probabilitas dengan mementingkan sampel untuk men!ari generalisasi, '!) netralitas pengamatan dengan hanya meneliti gejala-gejala yang dapat diamati langsung dengan mengabaikan apa yang tidak dapat diamati dan diukur dengan instrumen yang >alid dan reliabel. <etralitas memungkinkan penelitian itu direplikasi, 'd) bersifat atomistik, yaitu meme!ah kenyataan dalam bagian-bagian dan men!ari hubungannya, 'e) bersifat deterministik, tertuju pada kepastian dengan mengadakan pengujian terhadap hipotesis, dan 'f) tujuan yang pokok adalah men!apai generalisasi yang dapat digunakan untuk meramalkan atau memprediksi. Di samping itu pendekatan kuantitatif juga dapat dijelaskan !iri!irinya ditinjau dari operasionalisasinya, yaitu : '1) desain penelitian kuantitatif bersifat spesifik, jelas, rin!i, hipotesis dirumuskan dengan tegas dan ditentukan se!ara mantap sejak a#al untuk dijadikan pegangan bagi setiap langkah penelitian yang dilakukan, '2) tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk menunjukkan hubungan antar >ariabel, menguji teori dan men!ari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif, '4) instrumen penelitian menggunakan tes, angket, #a#an!ara, dengan alat berupa kalkulator, komputer, dan sebagainya, '5) data penelitian bersifat kuantitatif yang diperoleh dari hasil pengukuran berdasarkan >ariabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen, '.) sampelnya besar, representatif, dan diusahakan sedapat mungkin diambil se!ara random, '*) analisis data dilakukan pada tahap akhir setelah pengumpulan data selesai, bersifat deduktif dan menggunakan statistik, dan '/) hubungan antara peneliti dengan responden berjarak, sering tanpa kontak langsung. !. Karakteristik Pendekatan Kualitatif Pendekatan kualitatif berdasarkan paradigma post-positi>isme yang mengikuti jalan yang berbeda dengan paradigma positi>isme. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dilaksanakan dalam situasi alamiah atau =natural setting? sehingga pendekatan ini juga disebut metode naturalistik. Pada hakekatnya pendekatan kualitatif itu adalah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha

20 memahami bahasa dan penafsiran mereka mengenai dunia sekitarnya. 8ntuk itu peneliti harus terjun ke lapangan dan berada di tengah-tengah mereka dalam #aktu yang !ukup. Menurut <asution '1-- ), Suryabrata '1---), Moleong '1---), $ogdan dan $iklen '2::2), "in!oln dan Guba '2::4), pendekatan kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut: 'a) sumber data adalah situasi alamiah, peneliti mengumpulkan data berdasarkan obser>asi situasi sebagaimana adanya, langsung berhubungan dengan situasi dan orang yang diteliti, 'b) peneliti merupakan alat pengumpul data utama sehingga disebut =key instrument?. Sebagai instrumen utama, peneliti dapat memahami interaksi antar manusia, mengetahui gerak roman muka, menyelami perasaan dan nilai yang terkandung dalam u!apan dan kegiatan responden, '!) bersifat deskriptif sehingga datanya dituangkan dalam bentuk uraian, 'd) mengutamakan proses dari pada hasil, karena dengan mengamati proses tersebut, maka hubungan antara bagian-bagian yang diteliti akan jauh menjadi lebih jelas, 'e) sampelnya purposif tidak bersifat random dan jumlahnya sedikit tetapi dipilih orang-orang yang benar-benar mengetahui permasalahan 'key person) sesuai dengan tujuan penelitian, 'f) mengutamakan data langsung atau first hand dan men!ari makna dibalik perilaku, 'g) partisipasi tanpa mengganggu, artinya untuk memperoleh situasi alamiah, peneliti tidak menonjolkan diri saat melakukan obser>asi agar tidak dianggap sebagai =orang luar? sehingga tidak mengganggu ke#ajaran situasi, 'h) mengutamakan perspektif emik, yaitu mengutamakan pandangan responden dan bukan pandangan peneliti 'perspektif etik), 'i) trianggulasi, yaitu mengadakan uji >aliditas data kualitatif dengan mengadakan penge!ekan tentang kebenaran data yang diperoleh dari satu responden dengan responden lain yang dipandang juga mengetahui kebenaran data tersebut, dan 'j) analisis data bersifat induktif. Di samping itu, ditinjau dari segi operasionalisasinya penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif juga dapat diidentifikasi !iri-!irinya, yaitu: '1) desain penelitian kualitatif bersifat umum, singkat, fleksibel, dan berkembang dalam proses penelitian, serta tidak ada hipotesis '2) tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pemahaman makna verstehen, menggambarkan realitas yang kompleks, '4) teknik penelitian adalah dengan obser>asi berpartisipasi dan #a#an!ara mendalam sehingga bersifat deskriptif, '5) analisis data dilakukan se!ara terus menerus sejak

21 a#al sampai akhir penelitian dan bersifat induktif, dan '.) hubungan antara peneliti dengan responden adalah akrab, empati, dan kedudukannya sama.

Anda mungkin juga menyukai