Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN STASE KEBUTUHAN DASAR MANUSIA Kerusakan Mobilitas Fisik di Ruan Menur RS dr!

"oeten Tarunadibrata Purbalin a

Ole# ANINDITA RATNA PRATI$I

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDA%AAN UNI&ERSITAS 'ENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU(ILMU KESEHATAN 'URUSAN KEPERA$ATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS PUR$OKERTO )*+,

LAPORAN PENDAHULUAN KERUSAKAN MOBILITAS FISIK

A! +!

PENDAHULUAN Latar Belakan Mobilisasi merupakan kemampuan untuk bergerak secara bebas. Mobilisasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Mobilisasi penting karena dapat mempertahankan kesehatannya. Mobilisasi yang tidak dilakukan akan mengakibatkan kekakuan, kelemahan, kehilangan kekuatan pergerakan sendi. Mobilisasi sendiri memiliki klasifikasi, yaitu mobilisasi penuh yang dapat dilakukan oleh orang sehat pada umumnya, mobilisasi sebagian yang terjadi karena adanya fraktur atau traksi, dan imobilisasi karena koma atau keadaan lain yang menganggu pergerakan. Adanya imobilisasi dapat membuat perubahan fisiologis terhadap system yang ada di dalam tubuh seperti perubahan system muskoloskeletal, system kardiovaskuler, system eliminasi, metabolic dan nutrisi, system respirasi dan kulit. Hal ini membuat pasien dengan imobilisasi atau kerusakan mobilitas fisik perlu untuk dilakukan latihan gerak, karena jika tidak dilakukan akan mengakibatkan komplikasi seperti osteoporosis, atrofi otot, kontraktur otot, dan decubitus.. )! Tu-uan Tu-uan u.u. / Memberikan asuhan keperawatan kerusakan mobilitas fisik pada klien yang mengalami kerusakan mobilitas fisik di ruang Menur RS ! dr. "oeteng #aroenadibrata $urbalingga. Tu-uan k#usus / %. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian klien dengan kerusakan mobilitas fisik

&. '. (. ).

Mahasiswa mampu melakukan analisis data klien dengan kerusakan mobilitas fisik Mahasiswa mampu melakukan perencanaan keperawatan klien dengan kerusakan mobilitas fisik Mahasiswa mampu melakukan intervensi klien dengan kerusakan mobilitas fisik Mahasiswa mampu melakukan evaluasi klien dengan kerusakan mobilitas fisik

B! +!

TIN'AUAN TEORI Pen ertian Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah, dan teratur yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat. Mobilisasi diperlukan untuk meningkatkan kesehatan, memperlambat proses penyakit khususnya penyakit degenerative dan untuk aktualisasi *Asmadi, &++,-. Mobilisasi menyebabkan perbaikan sirkulasi membuat nafas dalam dan menstimulasi kembali fungsi gastrointestinal normal, dorong untuk menggerakkan kaki dan tungkai bawah sesegera mungkin biasanya dalam waktu %& jam. .mobilisasi adalah suatu kondisi yang relative dimana individu tidak saja kehilangan kemampuan geraknya secara total, tetapi juga mengalami penurunan aktifitas dari kebiasaan normalnya *Asmadi, &++,)! Etiolo i /eberapa penyebab yang dapat menyebabkan kerusakan mobilitas fisik 0A0!A *&+%%-, yaitu1 a. .ntoleransi aktifitas b. $erubahan metabolism sel c. 2ecemasan d. 2erusakan kognitif e. $enurunan kontrol otot, kekuatan otot

f. Malnutrisi selektif3umum ,! Faktor Predis0osisi Menurut $otter 4 $erry *&++5-, faktor6faktor yang mempengaruhi mobilisasi antara lain 1 a. "aya hidup Mobilitas seseorang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai6 nilai yang dianut, serta lingkungan tempat tinggal. b. 2etidakmampuan 2elemahan fisik dan mental akan menghalangi seseorang untuk melakukan aktifitas hidup sehari6hari. Secara umum ketidakmampuan dibagi menjadi dua yaitu 1 %- 2etidakmampuan primer yaitu disebabkan oleh penyakit atau trauma *misalnya paralisis akibat gangguan atau cedera pada medulla spinalis-. &- 2etidakmampuan sekunder yaitu terjadi akibat dampak dari ketidakmampuan primer *misalnya kelemahan otot dan tirah baring-. $enyakit6penyakit tertentu dan kondisi cedera akan berpengaruh terhadap mobilitas. c. #ingkat energy 7nergi dibutuhkan untuk banyak hal salah satunya mobilisasi. !alam hal ini cadangan energy yang dimiliki masing6masing individu bervariasi. d. sia sia berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melakukan mobilisasi. $ada individu lansia, kemampuan untuk melakukan aktifitas dan mobilisasi menurun sejalan dengan penuaan 1! Pato2isiolo i Mobilisasi sangat dipengaruhi oleh sistem neuromuskular, meliputi sistem otot, skeletal, sendi, ligament, tendon, kartilago, dan saraf. 8tot Skeletal mengatur gerakan tulang karena adanya kemampuan otot

berkontraksi dan relaksasi yang bekerja sebagai sistem pengungkit. Ada dua tipe kontraksi otot1 isotonik dan isometrik. $ada kontraksi isotonik, peningkatan tekanan otot menyebabkan otot memendek. 2ontraksi isometrik menyebabkan peningkatan tekanan otot atau kerja otot tetapi tidak ada pemendekan atau gerakan aktif dari otot, misalnya, menganjurkan klien untuk latihan kuadrisep. "erakan volunter adalah kombinasi dari kontraksi isotonik dan isometrik. Meskipun kontraksi isometrik tidak menyebabkan otot memendek, namun pemakaian energi meningkat. $erawat harus mengenal adanya peningkatan energi *peningkatan kecepatan pernafasan, fluktuasi irama jantung, tekanan darah- karena latihan isometrik. Hal ini menjadi kontra indikasi pada klien yang sakit *infark miokard atau penyakit obstruksi paru kronik-. $ostur dan "erakan 8tot merefleksikan kepribadian dan suasana hati seseorang dan tergantung pada ukuran skeletal dan perkembangan otot skeletal. 2oordinasi dan pengaturan dari kelompok otot tergantung dari tonus otot dan aktifitas dari otot yang berlawanan, sinergis, dan otot yang melawan gravitasi. #onus otot adalah suatu keadaan tegangan otot yang seimbang. 2etegangan dapat dipertahankan dengan adanya kontraksi dan relaksasi yang bergantian melalui kerja otot. #onus otot mempertahankan posisi fungsional tubuh dan mendukung kembalinya aliran darah ke jantung. .mmobilisasi menyebabkan aktifitas dan tonus otot menjadi berkurang. Skeletal adalah rangka pendukung tubuh dan terdiri dari empat tipe tulang1 panjang, pendek, pipih, dan ireguler *tidak beraturan-. Sistem skeletal berfungsi dalam pergerakan, melindungi organ vital, membantu mengatur keseimbangan kalsium, berperan dalam pembentukan sel darah merah. 3! Tanda dan "e-ala

#anda dan gejala yang ditemukan pada klien dengan kerusakan mobilitas fisik, yaitu1 a. b. motorik kasar c. d. e. 2eterbatasan R8M /ergerak menyebabkan tremor $erubahan gaya berjalan *penurunan kecepatan berjalan, kesulitan memulai berjalan, langkah sempit, kaki diseret, goyangan yang berlebihan pada posisi lateral4! Pe.eriksaan Penun-an $emeriksaan penunjang pada nyeri difokuskan untuk mengetahui penyebab dan lokasi nyeri, antara lain 1 a. $emeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah rutin, urin rutin, kimia darah, dan serologi. b. $emeriksaan radiologi 5! Pat#6a7 $erdarahan $enurunan perfusi jaringan Hipoksia .skemia Metabolisme anaerob aktivitas elektrolit terganggu $enurunan asam laktat, pompa 0a dan 2 gagal Asidosis local, H dan $98 meningkat, $98& menurun 7dema cerebral #.2 meningkat "angguan perfusi jaringan .ntoleransi aktifitas $ostur tubuh tidak stabil selama melakukan kegiatan 2eterbatasan kemampuan unuk melakukan ketrampilan

"angguan mobilisasi 8! Pen ka-ian a. .dentitas *nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, alamat, no. rm, diagnosa medisb. Riwayat 2esehatan *2eluhan tama, R$S, R$!, R$22aji riwayat imobilisasi, tirah baring yang pernah dialami klien. c. $ola kesehatan fungsional %- $emeliharaan kesehatan &- 0utrisi metabolik '- 7liminasi (- Aktivitas )- $ola persepsi kognitif 5- $ola istirahat :- 2onsep diri ,- $ola peran dan hubungan ;- $ola reproduksi dan seksual %+- $ola pertahanan diri dan koping %%- 2eyakinan dan nilai d. $emeriksaan <isik %- 2esadaran umum &- ##= 3) Head to toe 2aji warna kulit dengan inspeksi, kaji adanya kerusakan fungsi gerak tubuh dengan meminta pasien melakukan beberapa gerakan rentang gerak *ada nyeri tidak-. 9! Dia nosa Ke0era6atan a. 2erusakan mobilitas fisik

+*! No &

Ren:ana Asu#an Ke0era6atan Dia nosa Ke0era6atan 2erusakan mobilitas b.d. Tu-uan Inter;ensi Rasionalisasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan %. Mengkaji keterbatasan %. Mengetahui mobilitas fisik pada klien &. Menempatkan pada #ujuan .ndikator % & ' ( ) ? ? ? ? ? tempat tidur kemampuan untuk mobilisasi klien &. Memberikan lingkungan yang aman dan teraupetik untuk membantu pemulihan memenuhi A!@ (. Membantu mempercepat pemulihan klien proses proses klien memenuhi kebutuhan mobilisasi, dengan kriteria hasil1

fisik selama '>&( jam diharapkan klien mampu

yang terapeutik dan yang sesuai dengan kebutuhan klien klien saat mobilisasi dan memenuhi A!@ (. Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas yang bertahap salah satunya dengan latihan rentang gerak

2eseimbangan penampilan tubuh terjaga $enampilan sikap tubuh terjaga $ergerakan otot adekuat $ergerakan sendi adekuat 2emampuan mobilisasi di tempat tidur meningkat 2eterangan1 %. tidak mandiri &. dibantu orang lain dan alat '. dibantu orang (. dibantu dengan alat ). mandiri penuh

'. !ampingi dan bantu '. Membantu klien dalam

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. &++,. Konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien . Aakarta 1 Salemba Medika. $erry 4 $otter. &++5. Buku ajar fundal mental keperawatan konsep, proses dan praktik. 7disi (. Aakarta 1 7"9. #arwoto 4 Bartonah, &++'. Kebutuhan dasar manusia & proses keperawatan. Aakarta 1 Salemba Medika. Bilkinson, Audith M. &++:. Buku saku diagnosa keperawatan dengan intervensi N ! dan kriteria hasil N"!. Aakarta 1 7"9

Anda mungkin juga menyukai