Anda di halaman 1dari 66

perpustakaan.uns.ac.

id

digilib.uns.ac.id

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar S1 Pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret

Disusun Oleh: Aldhi Rahardyan Dananjaya F0309005

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013 commit to user
i

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi dengan Judul :

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Telah disetujui dan diterima oleh pembimbing untuk diajukan kepada tim penguji skripsi.

Surakarta, 3 Juli 2013 Disetujui dan diterima oleh Pembimbing,

Drs. Santoso Tri Hananto, M.Si., Ak. NIP. 196909241994021001 commit to user
ii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui dan diterima oleh tim penguji skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret guna melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi

Surakarta,

Juli 2013

Tim Penguji Skripsi: 1. Sulardi, S.E., M.Si., Ak. NIP. 19691123 200012 1 001 2. Dr. Bandi, M.Si., Ak. NIP. 19641120 199103 1 002 3. Drs. Santoso Tri Hananto, M.Si., Ak. NIP.19690924 199402 1 001 Pembimbing (..) Anggota (..) Ketua (..)

commit to user
iii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN

1. Percaya pada Tuhan YME 2. Sertakan Doa dalam setiap usaha 3. Selalu bersyukur atas segala nikmat yang kita dapat 4. Saling memaafkan itu indah 5. Pahami Pancasila demi kehidupan berbangsa dan bernegara 6. Persaingan boleh saja, tetapi jangan saling bermusuhan 7. Bagaimanapun, tepatilah janji 8. Jagalah selalu kebersihan 9. Bangun tidur, jangan tidur lagi dong! 10. Jangan lupa makan sayur dan buah

Skripsi ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia khususnya para civitas akademisi, dengan rasa ikhlas dan semangat yang tinggi tanpa melupakan jiwa nasionalisme.

commit to user
iv

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam mencapai Gelar Sarjana Ekonomi pada Program S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. Penulis menyadari bahwa banyak pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuan dalam pelaksanaan kegiatan magang dan penyusunan skripsi ini. Maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Allah SWT. atas segala rahmat dan hidayah yang penulis terima, 2. Keluarga yang selalu memberikan kasih sayang, cinta, dukungan, semangat serta doa yang luar biasa dan tiada hentinya, 3. Dr. Wisnu Untoro, M.S. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta, 4. Drs. Santoso Tri Hananto, M.Si., Ak. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret sekaligus pembimbing skripsi atas semua kritik, saran, dan perhatiannya yang sangat membantu penulis untuk mencapai hasil yang terbaik.

commit to user
v

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

5. Seluruh Dosen Pengajar Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas sebelas Maret, yang telah memberikan banyak ilmu pengetahuan, 6. Indria Pradesti untuk segala pengertian selama ini dalam mendengarkan keluh kesah, serta motivasi untuk terus berjuang menyelesaikan segala masalah yang dihadapi, 7. Sahabat baru, MBT (Adhika Jalu Richahyantara, Febrian Danu Pradana, Galih Gilang Danurwendo) atas bantuan dan kebahagiaan dalam segala hal selama kita bersama. 8. Teman-teman akuntansi FE UNS angkatan 2009 atas segala kebersamaan yang telah kita jalin selama ini, dan pelajaran-pelajaran baik yang dapat membimbing kita untuk lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. 9. Sebagian teman-teman akuntansi angkatan 2008 (Adit, Dio, Vendi), serta teman-teman akuntansi 2008 lainnya yang tak dapat penulis sebutkan satu per satu, atas segala bantuan dan dukungan selama masa perkuliahan. 10. Keluarga besar kost Wiryomartono (Daru, Fuad, Tomy, Abi, Gatot, Erik, Dwi, Wiema, Rafy, Rifqi, Agung, Toni) untuk segala kebersamaan dalam suka dan duka selama menjalani kehidupan perkuliahan. 11. Semua pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.

commit to user
vi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Penulis menyadari bahwa segala hal yang manusia lakukan pasti banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik untuk memperbaiki segala kekurangan dikemudian hari. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Wassalammualaikum Wr. Wb Surakarta, 3 Juli 2013

Penulis,

commit to user
vii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... ...........i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ......... ii HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... ........ iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................... ........ iv KATA PENGANTAR ................................................................................. ......... v DAFTAR ISI ................................................................................................. ...... viii DAFTAR TABEL ......................................................................................... ........ xi DAFTAR GAMBAR .................................................................................... ....... xii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. ...... xiii ABSTRAK ................................................................................................... ...... xiv ABSTRACT ................................................................................................. ....... xv

BAB I

PENDAHULUAN ......................................................................... ......... 1 1.1 1.2 1.3 1.4 Latar Belakang ...................................................................... ......... 1 Rumusan Masalah ................................................................. ......... 3 Tujuan Penelitian .................................................................. ......... 4 Manfaat Penelitian ................................................................ ......... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Asimetri Informasi dan Teori Bid-Ask-Spread ..................... ......... 6 2.1.1 2.1.2 Asimetri Informasi .................................................... ......... 6 Teori Bid-Ask Spread ............................................... ......... 7 commit to user
viii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

2.2

Manajemen Laba .................................................................. ......... 9 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 Pengertian Manajemen Laba .................................... ......... 9 Faktor-Faktor Pendorong Manajemen Laba ............. ....... 11 Bentuk-Bentuk Manajemen Laba ............................ ....... 14 Teknik Manajemen Laba .......................................... ....... 15

2.3 2.4 2.5

Teori Keagenan (Agency Theory) ......................................... ....... 16 Penelitian Sebelumnya .......................................................... ....... 18 Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian ......................... ....... 19

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ....................... ....... 21 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 Variabel Dependen ................................................... ....... 21 Variabel independen.................................................. ....... 23 Variabel Kontrol ....................................................... ....... 24

Metode Penentuan Sampel ................................................... ....... 24 Sumber Data ......................................................................... ....... 26 Metode Pengumpulan Data ................................................... ....... 26 Metode Analisis Data ............................................................ ....... 27 Uji Hipotesis ......................................................................... ....... 30 3.6.1 3.6.2 3.6.3 Uji Koefisien Determinasi (R2) ................................. ....... 30 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) .............................. ....... 30 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t) ............ ....... 31 commit to user
ix

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 4.2 Hasil Pemilihan Sampel dan Pengumpulan Data .................. ....... 33 Analisis Data ......................................................................... ... 34 4.2.1 4.2.2 4.2.3 4.3 Variabel Manajemen Laba ........................................ ....... 34 Variabel Asimetri Informasi ..................................... ....... 35 Deskriptif Variabel Penelitian ................................... ....... 35

Hasil Pengujian Asumsi Klasik............................................. ....... 37 4.3.1 4.3.2 4.3.3 4.3.4 Uji Normalitas ........................................................... ....... 37 Uji Heteroskedastisitas .............................................. ....... 38 Uji Multikolinieritas .................................................. ....... 39 Uji Autokolerasi ........................................................ ....... 40

4.4

Hasil Pengujian Hipotesis dan Pembahasan ......................... ....... 40 4.4.1 4.4.2 4.4.3 4.4.4 Uji Koefisien Determinasi (R2) ................................. ....... 40 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) .............................. ....... 41 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t) ............ ....... 42 Pembahasan Hasil Uji Hipotesis ............................... ....... 44

BAB V PENUTUP 5.1 5.2 5.3 Kesimpulan ........................................................................... ....... 47 Keterbatasan .......................................................................... ....... 48 Saran ...................................................................................... ....... 48

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. ....... 50 LAMPIRAN commit to user


x

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR TABEL

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8

Sampel Penelitian ................................................................................. ....... 33 Perhitungan Koefisien Discretionary Accrual ..................................... ....... 34 Analisis Deskriptif Variabel ................................................................. ....... 35 Hasil Uji Normalitas Data .................................................................... ....... 38 Hasil Uji Heteroskedastisitas ............................................................... ....... 38 Hasil Uji Multikolinieritas ................................................................... ....... 39 Hasil Uji Autokorelasi.......................................................................... ....... 40 Hasil Uji Goodness of Fit..................................................................... ....... 40

4.9 Uji Statistik F ......................................................................................... ....... 41 4.10 Uji Statistik t ........................................................................................ ....... 43

commit to user
xi

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR GAMBAR

2.1

Kerangka Berpikir Teoritis .................................................................. ....... 19

commit to user
xii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D Lampiran E Lampiran F

Daftar Perusahaan Sampel ..................................................... ....... 52 Data Penelitian ....................................................................... ....... 55 Hasil Regresi Modified Jones Model ..................................... ....... 57 Deskripsi Data ....................................................................... ....... 58 Hasil Uji Asumsi Klasik ........................................................ ....... 58 Hasil Uji Hipotesis ................................................................. ....... 60

commit to user
xiii

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

ABSTRAK

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Aldhi Rahardyan D. F0309005

Penelitian ini dilakukan atas dasar untuk mengetahui apakah asimetri informasi mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba setelah penetapan IFRS di Indonesia. Beberapa penelitian terdahulu seperti yang dilakukan oleh Cheng (2006) dan Rahmawati, dkk. (2006) menunjukkan bahwa asimetri informasi berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah asimetri informasi berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan The Modified Jones Model untuk menghitung discretionary accrual sebagai proksi dari manajemen laba, sedangkan proksi untuk asimetri informasi menggunakan AdjSpread. Sebagai sampel penelitian, penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.

Kata kunci: asimetri informasi, manajemen laba

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

ABSTRACT

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Aldhi Rahardyan D. F0309005

This study is conducted to determine whether the basis of information asymmetry has an influence on the determination of earnings management practices after IFRS in Indonesia. Several previous studies Cheng (2006) and Rahmawati, et al (2006) show that the significant positive of information asymmetry affect earnings management. This study aims to determine whether there is the significant positive effect of information asymmetry on earnings management. This study uses the Modified Jones model to calculate discretionary accruals as a proxy of earnings management, while a proxy for information asymmetry using AdjSpread. As a sample study, this study uses the manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2011. Testing this hypothesis using multiple linear regression analysis. These result indicate that the effect of information asymmetry on earnings management is not significant.

Keywords: information asymmetry, earnings management

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Berbagai cara dilakukan oleh pelaku usaha, baik pihak manajemen

maupun pemilik usaha untuk dapat mengembangkan dan mengoptimalkan usahanya. Dalam kondisi dunia usaha yang semakin pesat saat ini, tentu persaingan berbagai usaha semakin meningkat. Laporan keuangan menjadi sarana penyajian informasi untuk melihat sejauh mana perkembangan dan kondisi suatu perusahaan. Agar laporan keuangan perusahaan selalu terlihat baik, pihak manajemen akan selalu berusaha meningkatkan kinerja perusahaan. Laporan keuangan yang baik tersebut dimaksudkan untuk meyakinkan para investor dan kreditor agar tertarik berinvestasi atau menyalurkan dananya pada perusahaan. Dasar akrual dipilih karena lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara riil ketika menyusun laporan keuangan, namun disisi lain penggunaan dasar akrual memiliki kelemahan karena dapat memberikan keleluasaan kepada pihak manajemen dalam memilih metode akuntansi selama tidak menyimpang dari aturan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku (Rahmawati, dkk. 2006). Terdapat berbagai pilihan metode akuntansi yang secara sengaja dipilih manajemen untuk tujuan tertentu yang dikenal dengan earnings management. Apabila terjadi kondisi di mana perusahaan tidak mampu memperoleh laba sesuai dengan target perusahaan, maka pihak manajemen akan memanfaatkan commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

fleksibilitas dalam Standar Akuntansi Keuangan untuk memanipulasi laba yang dilaporkan sesuai keinginan manajemen. Dibanding para pemegang saham, pihak manajemen sebagai pengelola perusahaan tentu lebih mengetahui informasi tentang perusahaan, sehingga memberikan mereka peluang melakukan praktik akuntansi yang berorientasi pada angka laba untuk memberikan kesan tertentu. Hal tersebut dikenal sebagai ketidak-simetrisan informasi atau asimetri informasi. Asimetri informasi dapat terjadi karena manajer lebih mengetahui informasi perusahaan dibandingkan dengan pemilik atau pemegang saham, sehingga manajer akan berusaha memanipulasi kinerja perusahaan yang dilaporkan untuk kepentingannya sendiri (Herawaty, 2008). Adanya asimetri informasi memberikan kesempatan pada manajer untuk melakukan earnings management. Oleh karena itu, adanya asimetri informasi ini dianggap sebagai salah satu penyebab munculnya manajemen laba. Richardson (1998) berpendapat bahwa terdapat hubungan yang sistimatis antara magnitut asimetri informasi dan tingkat manajemen laba. Adanya asimetri informasi akan mendorong manajer untuk menyajikan informasi yang tidak sebenarnya, terutama jika informasi tersebut berkaitan dengan pengukuran kinerja manajer (Muliati, 2011). Hal tersebut menunjukkan bahwa pihak manajemen cenderung berusaha melindungi karirnya agar tidak diberhentikan oleh pemilik perusahaan dengan cara memanipulasi laba. Karena pemilik dan investor akan menilai kinerja perusahaan melalui laba yang tersaji pada laporan keuangan perusahaan, meskipun laba tersebut tidak sesuai dengan laba sebenarnya yang dicapai perusahaan. Kepentingan pribadi manajer commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

sebagian besar bertentangan dengan kepentingan pemilik perusahaan, sehingga memunculkan masalah keagenan. Akhir-akhir ini praktik manajemen laba menjadi hal yang umum dilakukan oleh sebagian perusahaan dan keberadaan asimetri informasi dipandang sebagai salah satu penyebabnya. Tahun 2011 menjadi awal penerapan IFRS di Indonesia, di mana terdapat peraturan dalam penyajian laporan keuangan perusahaan. Peraturan tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparasi laporan keuangan karena mengharuskan perusahaan untuk memberikan berbagai informasi lain yang sebelumnya tidak perlu disajikan dalam pelaporan keuangan perusahaan. Penelitian yang dilakukan Cheng (2006) meneliti mengenai hubungan asimetri informasi dan manajemen Laba pada perusahaan teknologi di Taiwan yang go public. Penelitian lain yang juga meneliti pengaruh asimetri informasi terhadap manajemen laba juga dilakukan oleh Rahmawati, dkk. (2006) pada perusahaan perbankan di BEI tahun 2000-2004. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Rahmawati, dkk. (2006). Dengan adanya penerapan IFRS di tahun 2011, dalam penelitian ini penulis menggunakan data perusahaan tahun 2011 dan menetapkan kategori perusahaan manufaktur go public di Indonesia untuk melihat hubungan asimetri informasi terhadap manajemen laba setelah adanya penetapan IFRS di Indonesia. Hal inilah yang menjadi motivasi bagi peneliti untuk melakukan penelitian terkait dengan asimetri informasi dan manajemen laba di Indonesia.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah: apakah asimetri informasi berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia?

1.3

Tujuan Penelitian Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan

dari penelitian ini adalah untuk menguji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh asimetri informasi terhadap manajemen laba.

1.4

Manfaat Penelitian Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian, maka

manfaat yang diharapkan dari penelitian sebagai berikut ini. 1. Bagi perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan tambahan informasi pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan terkait manajemen laba. 2. Bagi akademis Hasil penelitian ini diharapkan mampu dijadikan sebagai acuan dan pedoman bagi penelitian selanjutnya, terutama terkait masalah dalam penelitian ini. commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

3. Bagi peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pembanding antara teori yang diterima selama kuliah dengan praktik yang dilakukan oleh perusahaan. 4. Bagi investor Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi salah satu masukan dalam pengambilan keputusan investasi saham, terutama terkait dengan penilaian kualitas laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 2.1.1

Asimetri Informasi dan Teori Bid-Ask-Spread Asimetri informasi Sarana pengkomunikasian informasi perusahaan antara pihak internal

(manajemen) perusahaan dengan pihak eksternal perusahaan (pemegang saham) yaitu dengan adanya penyajian laporan keuangan. Namun, laporan keuangan yang disajikan tersebut tidak dapat sepenuhnya dipercaya. Hal ini karena manajemen (agent) lebih banyak mengetahui informasi perusahaan dibandingkan para pemegang saham (principal) sehingga dalam menyajikan laporan keuangan, terjadi kemungkinan manajemen untuk memanipulasi laporan keuangan demi kepentingannya. Keadaan manajer yang mempunyai akses informasi lebih banyak inilah yang disebut dengan asimetri informasi. Jensen dan Meckling (1976) menambahkan bahwa jika agent dan principal merupakan orang-orang yang berupaya memaksimalkan utilitasnya, maka terdapat alasan yang kuat untuk meyakini bahwa agent tidak akan selalu bertindak yang terbaik untuk kepentingan principal. Untuk membatasi tindakan agent dalam memanipulasi laporan keuangan, principal dapat menetapkan insentif yang tepat bagi agent dan melakukan monitor agar aktivitasnya tidak menyimpang.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Menurut Scott (2000) dalam Wisnumurti (2010), terdapat dua tipe asimetri informasi sebagai berikut ini. a. Adverse selection Jenis asimetri informasi di mana manajemen dan pihak internal di dalam lainnya mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan prospek perusahaan dibandingkan pihak eksternal perusahaan. b. Moral hazard Jenis asimetri informasi di mana kegiatan yang dilakukan oleh pihak manajemen tidak seluruhnya diketahui oleh pemegang saham, sehingga manajer dapat melakukan tindakan di luar pengetahuan pemegang saham.

2.1.2

Teori Bid-ask Spread Bid-ask Spread merupakan selisih antara harga beli dengan harga jual

saham dalam perdagangan saham di pasar modal. Penggunaan bid-ask spread sebagai proksi dari asimetri informasi menurut Komalasari (2001) dalam Wisnumurti (2010) karena dalam mekanisme pasar modal, pelaku pasar modal juga menghadapi masalah keagenan. Partisipan pasar modal saling berinteraksi untuk mewujudkan tujuannya yaitu membeli atau menjual sekuritasnya, sehingga aktivitas yang mereka lakukan dipengaruhi oleh informasi yang diterima baik secara langsung (laporan publik) maupun tidak langsung (insider trading). Dealers atau market-makers memiliki daya pikir terbatas terhadap persepsi masa depan dan menghadapi potensi kerugian ketika berhadapan dengan informed traders. Hal inilah yang menimbulkan adverse selection yang mendorong dealers commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

untuk menutupi kerugian dari pedagang terinformasi dengan meningkatkan spread-nya terhadap pedagang likuid. Jadi dapat dikatakan bahwa asimetri informasi yang terjadi antara dealer dan pedagang terinformasi tercermin pada spread yang ditentukannya. Literatur mikrostruktur mengenai bid-ask spread dalam penelitian Rahmawati, dkk. (2006) menyatakan bahwa terdapat suatu komponen spread yang memberikan kontribusi terhadap kerugian yang dialami dealer ketika bertransaksi dengan pedagang terinformasi sebagai berikut: a. Kos pemrosesan pesanan (order processing cost) Kos ini terdiri dari biaya yang dibebankan pedagang sekuritas (efek) atas kesiapannya mempertemukan pesanan pembelian dan penjualan, serta kompensasi untuk waktu yang diluangkan guna menyelesaikan transaksi. b. Kos penyimpanan persediaan (inventory holding cost) Kos yang ditanggung pedagang sekuritas untuk membawa persediaan saham agar dapat diperdagangkan sesuai dengan permintaan. c. Adverse selection component Komponen ini menggambarkan suatu upah (reward) yang diberikan kepada pedagang sekuritas karena mengambil suatu risiko ketika berhadapan dengan investor yang memiliki informasi superior. Komponen ini terkait erat dengan arus informasi di pasar modal. Pembahasan lebih lanjut mengenai spread dikemukakan oleh Cohen dkk. (1986) dalam Rahmawati, dkk. (2006) yang menekankan bahwa riset mengenai kos transaksi/kos kesegeraan (immediacy cost) harus membedakan antara spread commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dealer dan spread pasar. Spread dealer untuk suatu saham merupakan perbedaan harga bid dan ask yang ditentukan oleh dealer secara individual ketika ia hendak memperdagangkan saham tersebut, sedangkan spread pasar untuk suatu saham merupakan perbedaan harga bid tertinggi dan ask terendah di antara beberapa dealer yang sama-sama melakukan transaksi untuk saham tersebut. Berdasarkan perbedaan tersebut, maka spread pasar dapat lebih kecil dibandingkan dengan spread dealer.

2.2 2.2.1

Manajemen Laba Pengertian Manajemen Laba Scott (2000) dalam Rahmawati, dkk. (2006) membagi pemahaman atas

manajemen laba menjadi dua. Pertama, sebagai perilaku oportunistik manajer dalam memaksimumkan utilitasnya menghadapi kontrak kompensasi, kontrak utang, dan political costs (oportunistic Earnings Management). Kedua,

memandang manajemen laba dari perspektif efficient contracting (Efficient Earnings Management), di mana manajemen laba memberi manajer suatu fleksibilitas untuk melindungi diri mereka dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak terduga untuk keuntungan pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak.

commit to user

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Sedangkan Sugiri (1998) dalam Widyaningdyah (2001) memberikan definisi mengenai manajemen laba menjadi dua, sebagai berikut ini. a. Definisi sempit Manajemen laba hanya berkaitan dengan pemilihan metode akuntansi. Manajemen laba dalam artian sempit ini didefinisikan sebagai perilaku manajer untuk bermain dengan komponen discretionary accruals dalam menentukan besarnya laba. b. Definisi luas Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan atau mengurangi laba yang dilaporkan saat ini atas suatu unit di mana manajer bertanggung jawab, tanpa mengakibatkan peningkatan atau penurunan profitabilitas ekonomis jangka panjang unit tersebut. Setiawati dan Naim (2000) dalam Wisnumurti (2010) menyatakan bahwa manajemen laba merupakan campur tangan dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri. Manajemen laba mengakibatkan berkurangnya kredibilitas laporan keuangan, menambah bias dalam laporan keuangan dan membuat pengguna laporan keuangan mempercayai laba tersebut tanpa rekayasa. Healy dan Wahlen (1998) menyatakan manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan penilaian dalam pelaporan keuangan dan penyusunan transaksi untuk mengubah laba pada laporan keuangan. Tujuan dari manajemen laba adalah untuk menyesatkan beberapa stakeholder tentang kinerja ekonomi commit to user

10

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

perusahaan dan untuk mempengaruhi hasil kontrak yang bergantung pada jumlah laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Dari beberapa definisi manajemen laba yang diungkapkan tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen laba merupakan tindakan intervensi yang dilakukan oleh manajer terhadap laporan keuangan yang berupa tindakan memanipulasi laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan tanpa melanggar standar akuntansi yang berlaku. Tindakan tersebut dilakukan manajer untuk kepentingan menguntungkan dirinya sendiri agar penilaian terhadap kinerjanya terlihat baik. Akibat dari tindakan manajer tersebut adalah penurunan kredibilitas laporan keuangan yang disampaikan dan menyesatkan pihak pengguna dalam pengambilan keputusan.

2.2.2

Faktor-Faktor Pendorong Manajemen Laba Watts dan Zimmerman (1986) dalam Rama (2010) merumuskan tiga

hipotesis perilaku manajemen laba dapat dijelaskan melalui Positive Accounting Theory (PAT) dengan tiga hipotesis, sebagai berikut ini. a. The Bonus Plan Hypothesis Pada perusahaan yang memberikan bonus saat laba yang diperoleh perusahaan sesuai dengan target yang ditetapkan, manajer akan memilih metode akuntansi untuk menggeser laba masa depan ke masa kini untuk menaikkan laba saat ini. Karena manajer perusahaan lebih menyukai pemberian bonus yang lebih tinggi untuk masa kini. Dalam kontrak bonus dikenal dua istilah yaitu bogey (tingkat laba terendah commit to user

11

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

untuk mendapatkan bonus) dan cap (tingkat laba tertinggi). Apabila laba perusahaan di bawah bogey, maka manajer tidak akan mendapatkan bonus. Sedangkan apabila laba berada di atas cap, maka manajer tidak akan mendapatkan tambahan bonus. Oleh karena itu, manajer akan berusaha untuk membuat laba perusahaan berada di anatara bogey dan cap agar bonus yang diperoleh dapat maksimum. b. The Debt to Equity Hypothesis (Debt Covenant Hypothesis) Rasio debt to equity yang tinggi akan mengakibatkan perusahaan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana tambahan dari pihak kreditor, bahkan perusahaan terancam akan melanggar perjanjian utang. Oleh karena itu, manajer perusahaan cenderung menggunakan metode akuntansi yang dapat meningkatkan laba agar kepercayaan kreditor terhadap perusahaan tidak menurun. c. The Political Cost Hypothesis (Size Hypothesis) Pada perusahaan besar, maka semakin besar juga kemungkinan perusahaan memiliki laba yang tinggi. Manajer akan memilih metode akuntansi yang dapat menurunkan laba. Hal ini dikarenakan dengan laba yang tinggi pemerintah dapat menerapkan pajak yang tinggi terhadap perusahaan.

commit to user

12

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Faktor lain menurut Scott (2003) dalam Rama (2010) menyebutkan bahwa manajemen laba dapat terjadi karena adanya motivasi yang mendorong manajer untuk melakukannya, seperti: a. Bonus scheme Adanya asimetri informasi di mana manajer mengetahui lebih banyak informasi atas laba perusahaan dibandingkan dengan pemilik maupun investor. Manajer akan melakukan manajemen laba untuk

memaksimalkan laba saat ini demi memperoleh bonus yang maksimal juga. b. Debt covenant Manajemen laba dalam konteks debt covenant sering dilakukan perusahaan yang berada dalam ancaman kebangkrutan agar tetap bertahan. Hal ini juga bertujuan agar keyakinan kreditur terhadap kontrak perjanjian kredit yang dilakukan berjalan lancar. c. Political motivation Perusahaan dalam skala besar dan industri strategis yang aktivitasnya melibatkan hajat hidup orang banyak cenderung akan menurunkan labanya, misalnya dengan praktik dan prosedur akuntansi untuk menghindari peraturan ketat yang akan diterapkan pemerintah. d. Taxation Motivation Masalah perpajakan merupakan salah satu alasan mengapa pihak manajemen perusahaan berusaha mengurangi tingkat laba bersih yang dilaporkan agar pajak yang dipungut oleh pemerintah juga kecil. commit to user

13

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

e. Pergantian CEO (Chief Executive Officer) CEO yang akan pensiun biasanya berusaha memaksimalkan laba yang dilaporkan untuk memaksimalkan bonus yang mereka terima. Demikian pula dengan CEO yang kurang berhasil dalam meningkatkan kinerja perusahaannya, maka dia akan melakukan manipulasi laba yang dilaporkan dengan mengakui biaya di masa yang akan datang untuk masa kini agar laba masa yang akan datang menjadi tinggi. f. Initial Public Offerings (IPO) Perusahaan yang akan go public belum memiliki nilai pasar, sehingga manajer perusahaan tersebut akan melakukan manajemen laba untuk memanipulasi tingkat laba bersih perusahaan dengan harapan untuk menaikkan harga saham di dalam prospectus mereka. g. Mengkomunikasikan informasi kepada investor Informasi mengenai kinerja perusahaan harus disampaikan kepada investor sehingga pelaporan laba perlu disajikan agar investor tetap menilai bahwa perusahaan tersebut dalam kinerja yang baik.

2.2.3

Bentuk-Bentuk Manajemen Laba Scott (2000) dalam Rama (2010) menyatakan bentuk-bentuk manajemen

laba sebagai berikut. a. Taking a bath Bentuk manajemen laba yang dilakukan ketika terjadi keadaan yang tidak menguntungkan tidak bisa dihindari pada periode berjalan, commit to user

14

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dengan cara mengakui biaya-biaya pada periode-periode yang akan datang dan kerugian periode berjalan. b. Income minimization Bentuk manajemen laba yang dilakukan pada saat perusahaan mencapai profitabilitas yang tinggi dengan tujuan agar tidak mendapat perhatian secara politis. Kebijakan yang diambil dapat berupa pembebanan pengeluaran iklan, riset dan pengembangan yang cepat dan sebagainya. Bentuk ini mirip dengan taking a bath namun tidak terlalu ekstrim. c. Income maximization Bentuk manajemen laba yang memaksimalkan laba agar memperoleh bonus yang lebih besar. Bentuk seperti ini biasanya terjadi pada perusahaan yang mendekati suatu pelanggaran kontrak hutang jangka panjang. d. Income smoothing Bentuk manajemen laba yang paling sering dilakukan oleh manajer karena melalui income smoothing, manajer cenderung menaikkan atau menurunkan laba agar laba yang dilaporkan terlihat stabil. Investor lebih menyukai untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki fluktuasi laba relatif stabil karena resikonya tidak terlalu tinggi.

commit to user

15

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

2.2.4

Teknik Manajemen Laba Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam manajemen laba menurut

Setiawan dan Naim (2000) dalam Muliati (2011) ada 3, yaitu sebagi berikut ini. a. Memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi Cara manajemen mempengaruhi laba melalui judgment (perkiraan) terhadap estimasi akuntansi antara lain estimasi tingkat piutang tak tertagih, estimasi kurun waktu depresiasi aktiva tetap atau amortisasi aktiva tak berwujud, estimasi biaya garansi, dan lain-lain. b. Mengubah metode akuntansi Perubahan metode akuntansi yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi, contoh: merubah metode depresiasi aktiva tetap, dari metode depresiasi angka tahun ke metode depresiasi garis lurus. c. Menggeser periode biaya atau pendapatan. Contoh rekayasa periode biaya atau pendapatan antara lain: mempercepat/menunda pengembangan sampai pengeluaran pada periode untuk penelitian dan

akuntansi

berikutnya, periode

mempercepat/menunda

pengeluaran

promosi

sampai

berikutnya, mempercepat/menunda pengiriman produk ke pelanggan, mengatur saat penjualan aktiva tetap yang sudah tak dipakai.

2.3

Teori Keagenan (Agency Theory) Dalam pencapaian tujuan sebuah perusahaan dibutuhkan strategi yang baik

dan pengambilan keputusan yang tepat. Sejumlah pihak dalam perusahaan harus commit to user

16

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

saling bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan tersebut. Pihak-pihak yang terlibat dalam masalah ini yaitu para pemilik saham (principal) dan manajemen perusahaan (agent). Berdasarkan teori keagenan (agency theory) yang didefinisikan oleh Jensen dan Meckling (1976), hubungan keagenan merupakan suatu kontrak antara pemilik saham (principal) dengan manajer (agent). Dalam hubungan ini principal mendelegasikan wewenangnya dalam beberapa pengambilan keputusan terkait dengan perusahaan kepada agent. Apabila kedua belah pihak tersebut memiliki tujuan yang sama untuk memaksimalkan nilai perusahaan, maka agent akan melakukan tindakan dengan cara yang sesuai dengan kepentingan principal. Tanggung jawab serta wewenang principal dan agent seluruhnya diatur dalam kontrak kerja yang telah disetujui bersama. Anthony dan Govindarajan (1995) dalam Widyaningdyah (2001) memperkuat definisi teori keagenan yang diungkapkan Jensen dan Meckling (1976) yang menyatakan bahwa agency theory merupakan hubungan atau kontrak yang terjadi antara principal dan agent. Pada perusahaan yang modalnya terdiri atas saham, pemegang saham bertindak sebagai principal, dan CEO (Chief Executive Officer) sebagai agent. Pemegang saham mempekerjakan CEO untuk bertindak sesuai dengan kepentingan principal. Hal tersebut dapat diartikan bahwa apabila kinerja keuangan perusahaan buruk, maka penilaian dari principal terhadap CEO (agent) juga akan buruk. Atas dasar inilah manajemen laba muncul sebagai alat bagi agent agar penilaian terhadap dirinya tetap bagus demi mendapatkan kompensasi (reward) dari principal atas kinerjanya. Manajemen commit to user

17

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

laba dapat terjadi dikarenakan agent mengetahui informasi lebih banyak mengenai perusahaan dibandingkan dengan principal, kondisi inilah yang disebut dengan asimetri informasi. Eisenhardt (1989) dalam Priantinah (2008) menyatakan bahwa teori agensi menggunakan tiga asumsi sifat manusia yaitu: 1. manusia pada umumya mementingkan diri sendiri (self interest), 2. manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality), 3. manusia selalu menghindari risiko (risk averse). Berdasarkan tiga asumsi sifat manusia tersebut menujukkan bahwa principal maupun agent termotivasi melakukan tindakan sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Principal termotivasi untuk melakukan

perjanjian kontrak yang memberikan kesejahteraan dirinya berupa profitabilitas perusahaan yang selalu meningkat. Sedangkan agent juga termotivasi untuk melakukan berbagai tindakan demi mensejahterakan dirinya, misalnya agar mendapatkan kompensasi. Terdapat dua kepentingan yang berbeda di dalam sebuah perusahaan yang menimbulkan suatu masalah yang sering disebut dengan masalah keagenan (agency problems).

2.4

Penelitian Sebelumnya Penelitian serupa telah dilakukan oleh Cheng (2006) yang meneliti

hubungan asimetri informasi dengan manajemen laba. Dalam penelitian tersebut asimetri informasi dijadikan variabel independen dan manajemen laba sebagai commit to user

18

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

variabel dependen. Penelitian tersebut mengambil sampel perusahaan hi-tech di Taiwan yang go-public. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Cheng tersebut menunjukkan adanya hubungan antara asimetri informasi dengan manajemen laba. Keberadaan asimetri informasi dianggap sebagai penyebab manajemen laba. Richardson (1998) meneliti hubungan asimetri informasi dan manajemen laba pada semua perusahaan yang terdaftar di NYSE periode akhir Juni selama 1988-1992. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sistematis antara magnitut asimetri informasi dan tingkat manajemen laba. Fleksibilitas manajemen untuk memanajemenkan laba dapat dikurangi dengan menyediakan informasi yang lebih berkualitas bagi pihak luar. Kualitas laporan keuangan akan mencerminkan tingkat manajemen laba. Penelitian yang dilakukan Rahmawati dkk. (2006) menunjukkan bahwa asimetri informasi berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Ujiyantho (2007) mengungkapkan bahwa asimetri informasi terjadi karena manajer lebih superior dalam menguasai informasi mengenai perusahaan, sehingga praktik manajemen laba seringkali dilakukan demi kepentingannya sendiri. Salah satu cara yang digunakan untuk memonitor masalah kontrak dan membatasi perilaku opportunistic manajemen adalah dengan adanya corporate governance. Berkaitan dengan masalah keagenan, corporate governance yang merupakan konsep yang didasarkan pada teori keagenan, diharapkan bisa berfungsi sebagai alat untuk memberikan keyakinan kepada para investor bahwa mereka akan menerima return atas dana yang telah mereka investasikan. commit to user

19

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

2.5

Kerangka Berpikir dan Hipotesis Penelitian Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut

ini. Variabel Independen Asimetri Informasi Bid-ask Spread Variabel Dependen Manajemen Laba Discretionary Accrual

Variabel Kontrol Ukuran Perusahaan Size Growth

Resiko Perusahaan CFVAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Teoritis Teori keagenan menunjukkan adanya asimetri informasi antara pemilik perusahaan (principal) dengan manajer perusahaan (agent). Pemilik perusahaan selalu menginginkan manajer agar bekerja keras untuk kepentingan dirinya. Di sisi lain, manajer juga bekerja atas kepentingan pribadinya. Masalah keagenan muncul karena adanya tindakan oportunistik dari agent dalam mencapai kepentingan pribadinya yang berbeda dengan kepentingan principal. Tindakan oportunistik yang biasanya dilakukan oleh manajer perusahan yaitu pemilihan commit to user

20

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

metode akuntansi yang dapat menunjukkan kinerja baiknya. Hal tersebut dilakukan agar manajer mendapatkan bonus dari principal sesuai dengan apa yang dijanjikan dalam kontrak kerja. Praktik manajemen laba sebenarnya tidak layak dilakukan perusahaan karena akan mengurangi kredibilitas laporan keuangan. Praktik manajemen laba menjadi salah satu alat yang sering digunakan oleh manajer untuk menyesuaikan laba sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Walaupun praktik tersebut dapat menyesatkan para pengguna laporan keuangan, tetapi hal tersebut lepas dari masalah hukum karena manajer biasanya memanfaatkan celah yang tidak melanggar standar akuntansi keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh Cheng (2006), Rahmawati, dkk. (2006), dan Muliati (2012) menunjukkan bahwa asimetri informasi berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Dari penelitian tersebut penulis juga ingin membuktikan apakah terdapat hubungan antara asimetri informasi dengan manajemen laba, sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. H1: Ketika asimetri informasi tinggi maka praktik manajemen laba juga tinggi.

commit to user

21

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB III METODE PENELITIAN

3.1

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel adalah segala sesuatu yang dapat diberi nilai. Di dalam penelitian

variabel diklasifikasikan menjadi dua, yaitu variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen). Variabel-variabel tersebut dijelaskan secara lebih rinci sebagai berikut ini. 3.1.1 Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen laba. Manajemen laba yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu manajemen laba yang dilakukan untuk kepentingan manajemen pribadi atau untuk meningkatkan nilai perusahaan. Manajemen laba dalam penelitian ini diproksikan dengan discretionary accrual (DACC) yang dihitung dengan cara menselisihkan total accruals (TACC) dan nondiscretionary accruals (NDACC). Dalam menghitung manajemen laba digunakan Modified Jones Model, karena model ini dapat mendeteksi manajemen laba lebih baik dibandingkan dengan model-model lainnya sejalan dengan hasil penelitian Dechow et al., (1995) dalam Rahmawati, dkk. (2006). Berikut ini adalah model perhitungannya. 1) Melakukan analisis regresi untuk mengetahui nilai koefisien

atas model regresi berikut ini : commit to user (1)

22

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Keterangan: = Total pendapatan akrual perusahaan i selama tahun t, (NI adalah total laba perusahaan pada tahun t dan CFO adalah arus kas bersih operasi perusahaan pada tahun t), = Total aset perusahaan i pada tahun t-1, = Pendapatan bersih perusahaan i tahun t dikurangi pendapatan bersih tahun t-1, = Piutang usaha perusahaan i tahun t dikurangi piutang usaha tahun t-1, = Nilai aset tetap perusahaan i pada tahun t, dan = Error term perusahaan i pada tahun t.

2) Menggunakan nilai koefisien

untuk menghitung non-

discretionary accruals (NDACC) dengan memasukkannya ke dalam model regresi berikut ini: (2) 3) Dari kedua model regresi di atas, discretionary accrual (DACC) sebagai proksi dari manajemen laba dapat dihitung dengan cara: | Nilai absolut dari discretionary accrual digunakan karena yang menjadi commit to user perhatian dalam penelitian ini adalah besaran dari manajemen laba (discretionary

23

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

accrual), bukan arah (positif atau negatif) (Veronica dan Siddharta, 2005 dalam Wahyuni, 2010).

3.1.2

Variabel Independen Variabel independen dalam penelitian ini adalah asimetri informasi.

Asimetri informasi merupakan keadaan di mana manajer lebih mengetahui informasi perusahaan dan prospek perusahaan kedepannya dibandingkan para pemegang saham dan stakeholder lainnya. Penelitian ini menghitung besarnya relative bid-ask spread untuk mengukur asimetri informasi menggunakan model yang digunakan Rahmawati, dkk. (2006) yaitu:

SPREAD = (aski,t bidi,t) / {(aski,t + bidi,t) /2} x 100 Model untuk menyesuaikan spread adalah : SPREAD = + PRICE + VAR + TRANS + DEPTH +
i,t 0 1 i,t 2 i,t 3 i,t 4 i,t

ADJSPREAD Keterangan: Aski,t

i,t

(3)

: harga ask tertinggi saham perusahaan i yang terjadi pada hari t (pada tanggal publikasi laporan keuangan)

Bidi,t

: harga bid terendah saham perusahaan i yang terjadi pada hari t (pada tanggal publikasi laporan keuangan)

PRICE

i,t

: harga penutupan saham perusahaan i pada hari t : jumlah transaksi suatu saham perusahaan i pada hari t commit to user

TRANS

i,t

24

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

VAR

i,t

: varian return harian selama periode penelitian pada saham perusahaan i dan hari ke t. Return harian merupakan persentase perubahan harga saham pad hari ke t dengan harga saham pada hari sebelumnya (t 1)2

DEPTH

i,t

: rata-rata jumlah saham perusahaan i dalam semua quotes (jumlah yang tersedia pada ask ditambah jumlah yang tersedia pada saat bid dibagi dua) selama setiap hari t.

ADJSPREAD

i,t

: residual error yang digunakan sebagai ukuran SPREAD yang telah disesuaikan untuk perusahaan i pada hari ke t.

3.1.3

Variabel Kontrol Variabel kontrol merupakan variabel yang faktornya dikontrol oleh

peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya. Variabel kontrol digunakan untuk menghindari adanya bias dalam hasil penelitian. Variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan (diukur dengan size dan growth) dan risiko perusahaan (diukur dengan CFVAR).

3.2

Metode Penentuan Sampel Penelitian ini didesain untuk melihat pengaruh asimetri informasi terhadap

manajemen laba yang dilakukan perusahaan manufaktur yang go-public. Berdasarkan dimensi waktu dan urutan waktu, penelitian ini bersifat crosssectional, karena pengumpulan data hanya satu kali dalam kurun waktu tertentu. commit to user

25

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang go-public di Indonesia pada tahun 2011. Perusahaan manufaktur dipilih karena populasinya paling banyak di antara jenis perusahaan lainnya sehingga hasil yang akan didapat nantinya akan mencerminkan karakteristik populasi di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, minimnya aturan atau regulasi dari pemerintah atas kebijakan-kebijakan ekonomi pada perusahaan manufaktur juga menjadi alasan penulis memilih perusahaan manufaktur sebagai sampel dalam penelitian ini. Laporan keuangan tahun 2011 dipilih sebagai sampel karena pada tahun tersebut telah dilakukan penerapan IFRS dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan go-public di Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang memiliki kriteria tertentu. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, di mana sampel perusahaan diambil dengan beberapa kriteria berikut ini: 1. perusahaan termasuk perusahaan manufaktur yang go-public dan terdaftar di BEI pada tahun 2011, 2. data laporan keuangan perusahaan tersedia untuk tahun pelaporan 2011, 3. perusahaan sampel tersebut mempublikasikan laporan keuangan auditan dengan menggunakan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, 4. data harga saham tersedia selama periode pengamatan, commit to user

26

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

5. data yang tersedia lengkap (data secara keseluruhan tersedia pada publikasi periode 31 Desember 2011 yang digunakan untuk mendeteksi asimetri informasi dan manajemen laba).

3.3

Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data

yang telah disediakan oleh pihak ketiga dan bukan merupakan data yang diperoleh dari observasi langsung penulis. Data penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan yang diterbitkan oleh perusahaan manufaktur go-public yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang dipergunakan adalah ICMD dan laporan keuangan tahun 2011. Selain itu dalam penelitian ini juga digunakan data harga saham selama periode pengamatan serta laporan tahunan yang dikeluarkan oleh perusahaan sampel.

3.4

Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, sehingga

metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan data arsip (archival), yaitu metode pengumpulan data di basis data. Data tersebut berupa laporan keuangan dan daftar harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011. Data asimetri informasi diperoleh melalui data harga saham yang diperoleh dari pojok BEI Universitas Sebelas Maret, sedangkan data yang berkaitan dengan manajemen laba diperoleh dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh BEI selama periode penelitian. commit to user

27

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

3.5

Metode Analisis Data Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi

berganda dengan model persamaan sebagai berikut ini.

(4) Keterangan : = discretionary accrual, = proksi asimetri informasi, = standar deviasi dari arus kas operasional, = rata-rata kapitalisasi pasar, = penghasilan bersih pada akhir tahun dikurangi, penghasilan bersih pada awal tahun, = error. Kemudian dilakukan pengujian-pengujian sebagai berikut untuk menghasilkan analisis regresi yang baik. 1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif berfungsi menganalisis data dengan menggambarkan sampel data yang telah dikumpulkan tanpa penggeneralisasian. Penelitian ini menjabarkan jumlah data, rata-rata, nilai minimum dan maksimum, dan standar deviasi. 2. Uji Asumsi Klasik Untuk memperoleh model regresi yang memberikan hasil Best Linear Unbiased Estimator (BLUE), model tersebut perlu diuji asumsi klasik commit to user

28

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

dengan metode Ordinary Least Square (OLS) atau pangkat kuadrat terkecil biasa. Model regresi dikatakan BLUE apabila tidak terdapat autokorelasi, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan normalitas.

Berikut ini penjelasan mengenai uji asumsi klasik yang akan dilakukan. a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menghindari adanya bias yaitu memenuhi asumsi normalitas. Data yang digunakan sebaiknya berdistribusi normal. Uji normalitas juga melihat apakah model regresi yang digunakan sudah baik. Model regresi yang baik adalah data yang memiliki distribusi yang normal atau mendekati normal (Ghozali, 2011). Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas, dengan ketentuan: 1) probabilitas > 0,05: hipotesis diterima karena data berdistribusi secara normal, dan 2) probabilitas < 0,05: hipotesis ditolak karena data tidak berdistribusi normal. b. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah commit to user

29

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

yang homoskedastisitas atau yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji Park yaitu dengan menguadratkan nilai unstandardized residual dari model regresi (4) yang kemudian nilai tersebut ditransformasi menggunakan logaritma natural. Nilai yang diperoleh tersebut kemudian

diregresikan sebagai variabel dependen. Jika koefisien t hitung dari model regresi tersebut lebih besar dari t tabel, maka dalam model yang diestimasi terdapat heterokedastisitas, dan sebaliknya jika koefisien t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dalam model tersebut tidak ada heteroskedastisitas. c. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah dalam regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak mengandung korelasi di antara variabelvariabel independen. Pendeteksian keberadaan multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya Variance Inflation Factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Apabila nilai tolerance di atas 10 persen dan VIF di bawah 10, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari multikolinearitas. d. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada commit to user

30

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Apabila terjadi korelasi, disinyalir ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul disebabkan adanya observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbul karena residual (kesalahan penganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi yang lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu atau time series karena gangguan pada seorang individu/kelompok cenderung mempengaruhi gangguan pada individu/kelompok yang sama pada periode berikutnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, maka dilakukan pengujian Durbin-Watson (DW). Model dikatakan bebas dari autokorelasi jika nilai DW lebih besar dari nilai du pada tabel.

3.6 3.6.1

Uji Hipotesis Uji Koefisien Determinasi (Uji R2) (Goodness of Fit) Ketepatan Perkiraan Model (Goodness of Fit) atau R2 bertujuan untuk

mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabelvariabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independen. Bila terdapat nilai adjusted R2 bernilai negatif, maka nilai adjusted R2 dianggap bernilai nol. commit to user

31

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

3.6.2

Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji signifikansi simultan (uji statistik F) bertujuan untuk mengukur apakah

semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian secara simultan ini dilakukan dengan cara membandingkan antara tingkat signifikansi F dari hasil pengujian dengan nilai signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini. Cara pengujian simultan terhadap variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Jika tingkat signifikansi F yang diperoleh dari hasil pengolahan nilainya lebih kecil dari nilai signifikansi yang digunakan yaitu sebesar 5 persen maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. b. Jika tingkat signifikansi F yang diperoleh dari hasil pengolahan nilainya lebih besar dari nilai signifikansi yang digunakan yaitu sebesar 5 persen maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

3.6.3

Signifikansi Parameter Individual (Uji t) Uji signifikansi parameter individual (uji statistik t) bertujuan untuk

mengukur seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen. Pengujian secara simultan ini dilakukan dengan cara membandingkan antara tingkat signifikansi t dari hasil pengujian dengan nilai signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini. Cara commit to user

32

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

pengujian parsial terhadap variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Jika nilai signifikansi t dari masing-masing variabel yang diperoleh dari pengujian lebih kecil dari nilai signifikansi yang dipergunakan yaitu sebesar 5 persen maka secara parsial variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. b. Jika nilai signifikansi t dari masing-masing variabel yang diperoleh dari pengujian lebih besar dari nilai signifikansi yang dipergunakan yaitu sebesar 5 persen maka secara parsial variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

commit to user

33

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Pemilihan Sampel dan Penggunaan Data Sampel penelitian yang telah ditentukan secara purposive sampling dengan

beberapa kriteria dapat secara ringkas dilihat pada tabel 4.1 berikut ini. Tabel 4.1 Sampel Penelitian Total Perusahaan Perusahaan Non-Manufakur Perusahaan Manufaktur Tidak terdapat data harga saham Total Sampel Outliers Total Observasi Sumber: data sekunder diolah Dari jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011, sebanyak 131 perusahaan tergolong dalam sektor manufaktur dan memenuhi kriteria menjadi sampel penelitian. Dari 131 perusahaan tersebut terdapat 20 perusahaan yang tidak terdapat data harga saham karena ask dan bid bernilai 0 sehingga spread tidak bisa dihitung. Dalam proses pengolahan data, terdapat 19 outliers yang mengganggu normalitas data. Agar asumsi ordinary least squares (OLS) tidak terganggu, maka 19 data outliers tersebut dihapus. 442 311 131 20 101 19 82

commit to user

34

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

4.2

Analisis Data

4.2.1 Variabel Manajemen Laba Variabel manajemen laba dalam penelitian ini dihitung menggunakan Modified Jones Model sesuai dengan yang digunakan Dechow et al., (1995) dalam Rahmawati, dkk. (2006). Langkah-langkah penelitian perhitungannya sebagai berikut. 1. Mencari nilai koefisien Perhitungan dilakukan model regresi (1). Regresi ini adalah

untuk mendeteksi adanya discretionary accruals dan non-discretionary accruals. Berikut hasil perhitungan model regresi (1). Tabel 4.2 Perhitungan Koefisien Discretionary Accruals Model 1 (Constant) REV-REC_TA PPE_TA 1/TA
Sumber: data sekunder diolah Keterangan: REV-REC_TA : (pendapatan tahun t-pendapatan tahun t-1)-(piutang usaha tahun t-piutang usaha tahun t-1)/total aset tahun t-1 PPE_TA 1/TA : aset tetap tahun t/total aset tahun t-1 : total accruals/total aset tahun t-1

Standardized Coefficients ( )

t ( ) 1,180

Sig. Std. Error 0,241 0,310 0,056 0,429

0,101 -0,192 -0,079

1,020 -1,933 -0,795

Tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien

masing-

masing sebesar 0,101, -0,192, dan -0,079. Ketiga nilai koefisien tersebut commit to user selanjutnya dipergunakan untuk menghitung nilai non-discretionary accruals.
35

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

2.

Menghitung nilai Discretionary Accruals (DACC) Sebelum menghitung nilai discretionary accruals (DACC), terlebih dahulu

dilakukan penghitungan non-discretionary accruals (NDACC) dengan cara memasukkan nilai koefisien ke dalam model regresi (2). Dengan

menselisihkan nilai TACC dan NDACC maka akan diperoleh nilai DACC.

4.2.2

Variabel Asimetri Informasi Variabel asimetri informasi merupakan nilai residual error dari regresi

SPREAD terhadap PRICE, VAR, TRANS dan DEPTH yang dinyatakan dengan ADJSPREAD.

4.2.3 Deskriptif Variabel Penelitian Tabel 4.3 berikut adalah deskripsi terhadap variabel-variabel digunakan dalam penelitian. Tabel 4.3 Analisis Deskriptif Variabel N DACC ADJSPREAD CFVAR SIZE GROWTH 82 82 82 82 82 Minimum 0,00 -161,87 -79,05 23,19 -0,67 Maximum 0,19 82,20 4,48 31,68 1,01 Mean 0,0721 0,0070 -0,6250 27,8868 0,1549 Std. Deviation 0,04488 26,05414 8,87217 1,55880 0,21035

Sumber: data sekunder diolah Keterangan: DACC : discretionary accruals SIZE ADJSPREAD : bid-ask spread GROWTH CFVAR : cash flow varians commit to user

: ukuran perusahaan : pertumbuhan perusahaan

36

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai DACC yang merupakan proksi dari manajemen laba adalah antara 0,00 sampai dengan 0,19 dengan rata-rata sebesar 0,0721 dan standar deviasi sebesar 0,04488. Semakin tinggi nilai DACC berarti semakin tinggi manajemen laba yang dilakukan, baik dengan cara menaikkan atau menurunkan laba perusahaan. DACC dalam penelitian ini digunakan sebagai variabel dependen untuk model regresi (4). Variabel ADJSPREAD dalam penelitian ini merupakan variabel independen untuk model regresi (4). Variabel ini digunakan untuk mengukur asimetri informasi. Nilai asimetri informasi adalah antara -161,87 sampai dengan 82,20 dengan rata-rata sebesar 0,0070 dan standar deviasi sebesar 26,05414. Nilai negatif menunjukkan bahwa pihak investor mempunyai informasi yang cukup dan nilai positif menunjukkan bahwa pihak manajemen memegang informasi yang lebih banyak dari pada informasi yang dipegang oleh pihak investor. Variabel CFVAR dalam penelitian ini merupakan variabel kontrol untuk model regresi (4). Variabel ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar risiko sebuah perusahaan. Tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai CFVAR antara -79,05 sampai dengan 4,48 dengan nilai rata-rata sebesar -0,6250 dan standar deviasi sebesar 8,87217. Variabel SIZE dan GROWTH dalam penelitian ini juga merupakan variabel kontrol untuk model regresi (4). Variabel ini digunakan untuk mengukur seberapa besar sebuah perusahaan. Tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai SIZE antara 23,19 sampai dengan 31,68 dengan nilai rata-rata sebesar 27,8868 dan standar deviasi sebesar 1,55880. Nilai GROWTH dari tabel 4.3 dapat diketahui commit to user

37

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

antara -0,67 sampai dengan 1,01 dengan nilai rata-rata sebesar 0,1549 dan standar deviasi 0,21035.

4.3

Hasil Pengujian Asumsi Klasik Agar model regresi linear berganda layak untuk digunakan, diperlukan

beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan penelitian ini adalah Uji Normalitas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Multikolinearitas, dan Uji Autokorelasi. Selain itu, agar model menjadi lebih fit, maka dalam penelitian ini menghilangkan data outliers. Dalam penelitian ini terdapat 19 data outliers yang menyimpang terlalu jauh dari data yang lain sehingga dikeluarkan dari model regresi (4). Jika datadata tersebut tidak dikeluarkan, maka dapat mengganggu normalitas data. 4.3.1 Uji Normalitas Uji normalitas adalah pengujian kenormalan distribusi data. Uji ini bertujuan untuk menguji model regresi variabel dependen dan variabel independen memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah mempunyai distribusi data yang normal atau mendekati normal (Ghozali, 2011). Dalam penelitian ini cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah data terdistribusi normal atau tidak adalah one-sample kolmogrov-smirnov. Penentuan normal atau tidaknya suatu distribusi data ditentukan dengan pengujian dua arah atau two tailed yang mempunyai batas nilai signifikansi adalah 0,05 dengan ketentuan data terdistribusi normal jika taraf signifikansi di atas 0,05, dan sebaliknya, jika taraf signifikansi di bawah 0,05 maka diinterpretasikan bahwa data tidak terdistribusi normal. commit to user

38

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Data Objek Pengujian Unstandardized Residual dari model regresi (4)
Sumber: data sekunder diolah

Asymp. Sig

Kesimpulan

0,599

Normal

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa taraf signifikansi sebesar 0,599 lebih besar dari 0,05. Hal tersebut menginterpretasikan bahwa nilai residual dari model regresi (4) terdistribusi normal.

4.3.2 Uji Heteroskedastisitas Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji Park yaitu dengan menguadratkan nilai unstandardized residual dari model regresi (4) yang kemudian nilai tersebut ditransformasi menggunakan logaritma natural. Nilai yang diperoleh tersebut kemudian diregresikan sebagai variabel dependen. Jika koefisien t hitung dari model regresi tersebut lebih besar dari t tabel, maka dalam model yang diestimasi terdapat heterokedastisitas, dan sebaliknya jika koefisien t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dalam model tersebut tidak ada heteroskedastisitas.

commit to user

39

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 4.5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel ADJSPREAD CFVAR SIZE GROWTH t 1,975 -0,484 -0,594 -0,942 </> 1,990 1,990 1,990 1,990

Sumber: data sekunder diolah Keterangan: ADJSPREAD CFVAR SIZE GROWTH

: bid-ask spread : cash flow varians : ukuran perusahaan : pertumbuhan perusahaan

Tabel 4.5 menujukkan bahwa probabilitas t hitung variabel independen dan variabel kontrol lebih besar dari taraf signifikansi sebesar 5% yang berarti tidak terdapat adanya heteroskedastisitas pada model regresi (4).

4.3.3 Uji Multikolinieritas Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode dengan melihat variance inflation factor (VIF) dan tolerance. Model dinyatakan terbebas dari gangguan multikolinieritas jika mempunyai nilai tolerance tidak kurang dari 0,1 dan nilai VIF tidak lebih dari 10.

commit to user

40

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 4.6 Hasil Uji Multikolinieritas Variabel ADJSPREAD CFVAR SIZE GROWTH Tolerance 0,997 0,971 0,973 0,988 VIF 1,003 1,030 1,028 1,012

Sumber: data sekunder diolah Keterangan: ADJSPREAD CFVAR SIZE GROWTH

: bid-ask spread : cash flow varians : ukuran perusahaan : pertumbuhan perusahaan

Tabel 4.6 menunjukkan hasil perhitungan nilai tolerance di atas 0,1 atau nilai VIF di bawah 10. Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada gejala multikolinieritas antar variabel independen dan variabel kontrol dalam model regresi (4).

4.3.4 Uji Autokorelasi Dalam penelitian ini uji autokorelasi menggunakan Durbin-Watson untuk menunjukkan jika dU < dW < (4-dU) maka tidak terjadi autokorelasi pada model regresi (4). Adapun nilau dU untuk jumlah sampel 82 dengan variabel bebas 4 pada taraf signifikansi 5% adalah sebesar 1,7446. Berikut adalah hasil uji autokorelasi pada model regresi (4) dalam penelitian ini. Tabel 4.7 Uji Autokorelasi dW Model regresi (4) 2,024 commit to user Sumber: data sekunder diolah

41

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Tabel 4.7 menunjukkan hasil uji autokorelasi pada model regresi (4) bahwa nilai dW sebesar 2,024 atau 2. Maka dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi autokorelasi baik positif maupun negatif pada model regresi (4) karena nilai dW berada pada dU < dW < 4-dU (1,7446 < 2,024 < 2,256).

4.4 4.4.1

Hasil Pengujian Hipotesis dan Pembahasan Uji Koefisien Determinasi (Goodness of Fit/R2) Uji goodness of fit adalah pengujian untuk melihat kesesuaian model, atau

seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Berikut hasil perhitungan nilai R dan koefisien determinasi dalam penelitian ini. Tabel 4.8 Uji Goodness of Fit Model 1 R 0,587 R Square 0,344 Adjusted R Square 0,301 Std. Error of the Estimate 0,03776

Sumber: data sekunder diolah

Tabel di atas menunjukkan nilai R2 adalah 0,344. Tampak bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel independen (ADJSPREAD) dan variabel kontrol (CFVAR, SIZE, GROWTH) terhadap variabel dependen (DACC) relatif rendah yaitu hanya sebesar 34,4% saja. Masih terdapat 65,6% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Standard Error of the Estimate (SEE) merupakan suatu ukuran banyaknya kesalahan pada model regresi dalam memprediksi variabel dependen. Dari hasil commit to user regresi pada tabel 4.8 di dapat nilai 0,03776. Hal ini menunjukkan banyaknya
42

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

kesalahan dalam memprediksi manajemen laba (DACC) sebesar 0,03776. Jika nilai SEE kurang dari standar deviasi variabel DACC, maka model regresi yang digunakan akan semakin baik dalam memprediksi nilai DACC. Dalam penelitian ini diketahui nilai SEE kurang dari nilai standar deviasi DACC (0,03776 < 0,04488). Dapat dikatakan, dalam penelitian ini model regresi (4) terbukti mampu memprediksi nilai DACC dengan baik.

4.4.2

Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji Signifikansi Simultan (Uji F) adalah untuk melihat pengaruh variabel

bebas terhadap variabel terikatnya. Berikut adalah nilai F hitung dalam penelitian ini. Tabel 4.9 Uji Statistik F Model 1 F 6,916 Sig. 0,000

Sumber: data sekunder diolah

Tampak pada tabel 4.9 bahwa hasil perhitungan model regresi (4) diperoleh F hitung sebesar 6,916 sedangkan F tabel sebesar 2,489. Maka dapat dinyatakan bahwa F hitung > F tabel (6,916 > 2,489), sehingga Ha diterima. Sedangkan taraf signifikansi dari F statistik adalah 0,000. Dengan

membandingkan taraf signifikansi F statistik dengan tingkat = 5% dapat dinyatakan bahwa nilai signifikansi F statistik < (0,000 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa model regresi (4) dapat digunakan untuk memprediksi commit to user

43

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

manajemen laba atau dapat dikatakan bahwa variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba.

4.4.3

Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t) Uji t dilakukan untuk melihat pengaruh variabel-variabel bebas secara

parsial terhadap variabel terikatnya. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 0,05, apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis alternatif diterima dan menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen. Berikut adalah hasil perhitungan nilai t hitung dan taraf signifikansinya dari model regresi (4) dalam peneltian ini. Tabel 4.10 Uji Statistik t t hitung Sig. ADJSPREAD CFVAR SIZE GROWTH 0,698 -2,363 -1,847 -3,707 0,487 0,021* 0,069 0,000*

Sumber: data sekunder diolah Keterangan: ADJSPREAD CFVAR SIZE GROWTH : bid-ask spread : cash flow varians : ukuran perusahaan : pertumbuhan perusahaan < 5%

*diterima pada tingkat signifikansi

Tabel di atas menunjukkan variabel independen (ADJSPREAD) tidak secara signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen (DACC). Variabel ADJSPREAD menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,487 lebih dari 0,05 dan t commit to user

44

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

hitung sebesar 0,698 < t tabel 1,990. Dapat disimpulkan bahwa variabel ADJSPREAD tidak berpengaruh signifikan secara positif terhadap variabel DACC. Variabel kontrol dalam penelitian ini terdapat dua variabel (SIZE) memiliki hubungan negatif terhadap variabel dependen (DACC) yang ditunjukkan dari nilai t hitung yang bernilai negatif. Variabel SIZE tersebut juga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel DACC. Sedangkan untuk variabel kontrol (CFVAR, GROWTH) memiliki hubungan yang negatif dan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (DACC), ditunjukkan dengan nilai t hitung yang bernilai negatif. Variabel GROWTH menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05 dan t hitung sebesar -3,707 < dari t tabel 1,990. Sementara variabel CFVAR menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,021 dan t hitung sebesar -2,363 < t tabel 1,990.

4.4.4

Pembahasan Hasil Uji Hipotesis Hasil dari uji t dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel

independen asimetri informasi (ADJSPREAD) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba (DACC) atau hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi variabel ADJSPREAD sebesar 0,487 jauh lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditentukan sebesar 0,05. Sementara itu, t hitung dari variabel ADJSPREAD sebesar 0,698 jauh lebih kecil dibandingkan t tabel yang sebesar 1,990. Dari nilai t hitung yang positif commit to user

45

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

menunjukkan bahwa asimetri informasi memiliki hubungan positif terhadap manajemen laba. Sementara itu dari tiga variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, yaitu cash flow varians (CFVAR) dan pertumbuhan perusahaan (GROWTH). Variabel CFVAR memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,021 dan t hitung sebesar -2,363, sedangkan variabel GROWTH memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,000 dengan t hitung sebesar -0,3707. Dari tingkat signifikansi yang dihasilkan kedua variabel tersebut dapat dipastikan bahwa keduanya berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba. Variabel kontrol ukuran perusahaan (SIZE) tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Variabel SIZE menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,069 dan t hitung sebesar -1,847. Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Cheng (2006) pada perusahaan hitech yang go-public di Taiwan. Penelitian Cheng (2006) menunjukkan bahwa asimetri informasi memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba dan memiliki hubungan yang positif. Penelitian Cheng (2006) juga menunjukkan semakin tinggi adanya asimetri informasi maka semakin tinggi praktik manajemen laba. Sedangkan dalam penelitian ini, secara parsial asimetri informasi memiliki hubungan positif di mana ketika terjadi asimetri informasi antara agent dan principal tinggi maka praktik manajemen akan tinggi, tetapi hubungan tersebut tidak berpengaruh signifikan. commit to user

46

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

Temuan dalam penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Healy et.al (2001) tentang information asymetri, corporate disclosure, and the capital markets: A review of the empirical disclosure literature. Yang menemukan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Dalam penelitian ini temuan juga konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Firdaus (2013) yang menyatakan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan, kemungkinan karena sampel pada penelitian ini yang diambil dari laporan keuangan setelah adanya penetapan IFRS di Indonesia. Dalam penyajiannya, laporan keuangan saat ini harus mengungkapkan beberapa informasi yang sebelumnya tidak perlu dilaporkan, dengan contoh seperti other comprehensive income.

Informasi-informasi yang harus dilaporkan tersebut akan membatasi pihak manajemen dalam praktik manajemen laba, walaupun terdapat asimetri informasi antara manajer dengan pemegang saham. Hal lain yang membuat hipotesis dalam penelitian ini ditolak kemungkinan karena proksi yang kurang kuat dalam memperhitungkan asimetri informasi. Khomsiyah (2003) yang dikutip dari penelitian I. Firdaus (2013) menyatakan pengukuran dispersi dan volatilitas forecast analisis merupakan suatu pengukuran alternatif bagi asimetri informasi dibandingkan relative bid-ask spread. Kemudian periode waktu pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini relatif lebih pendek dibandingkan penelitian sebelumnya. Kemudian hasil penelitian Siregar (2006) yang dikutip dari penelitian Firdaus (2013) commit to user

47

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

menemukan bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Dengan alasan bahwa kemungkinan jumlah sampel yang relatif kurang banyak sehingga estimasi parameter kurang tepat membuat asimetri informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba.

commit to user

48

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

BAB V PENUTUP

5.1

Kesimpulan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai

pengaruh asimetri informasi terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang go-public di Indonesia pada tahun 2011. Berdasarkan pembahasan hasil analisis dalam bab IV, dapat disimpulkan sebagai berikut ini. 1. Berdasarkan nilai adjusted R2 dapat disimpulkan bahwa variabel independen dalam penelitian mampu menjelaskan variabel dependen dengan baik. Nilai probabilitas dari F statistik lebih rendah dari tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 5%. Dapat disimpulkan bahwa secara statistik, model regresi dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memprediksi manajemen laba atau variabel independen secara bersama-sama yang mampu mempengaruhi variabel dependen. 2. Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa asimetri informasi berhubungan positif dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba yang berarti hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Hal ini dimungkinan karena dalam penyajian laporan keuangan setelah penetapan IFRS terdapat hal-hal yang membatasi manajer untuk melakukan praktik manajemen laba.

commit to user

49

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

5.2

Keterbatasan Keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, antara lain adalah sebagai berikut ini. 1. Penelitian ini hanya menggunakan sampel perusahaan yang termasuk dalam kategori manufaktur saja, tidak menggunakan seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menambah sampel yang lebih banyak, dimungkinkan terdapat hasil yang berbeda dengan hasil penelitian ini. 2. Penelitian ini menggunakan proksi relative bid ask spread untuk mengukur variabel asimetri informasi dengan hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, hal tersebut mungkin karena pengaruh pemakaian proksi yang kurang tepat dalam pengukurannya. 3. Penelitian ini menggunakan periode satu tahun (2011). Dengan menggunakan periode waktu yang lebih panjang dimungkinkan terdapat hasil yang berbeda dengan hasil penelitian ini.

5.3

Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka terdapat beberapa saran untuk

penelitian selanjutnya yaitu sebagai berikut. 1. Dalam penelitian selanjutnya dapat menggunakan sampel perusahaan dari beberapa kategori perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. commit to user

50

perpustakaan.uns.ac.id

digilib.uns.ac.id

2. Dalam penelitian selanjutnya dapat menambahkan periode tahun sampel dalam penelitian yang serupa agar mendapatkan sampel yang lebih banyak untuk diteliti. 3. Dalam penelitian selanjutnya dapat menggunakan pengukuran dispersi dan volatilitas forecast analisis, karena menunjukkan suatu pengukuran yang lebih tepat untuk asimetri informasi dibandingkan relative bid ask spread.

commit to user

51