Anda di halaman 1dari 7

1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Pelabuhan Perikanan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan

perairan disekitarnya dengan batas- batas tertentu sebagai tempat kegiatan bisnis perikanan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, dan bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang prikanan. Pelabuhan Perikanan di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.16/MEN/2006 tentang Pelabuhan Perikanan, Pelabuhan Perikanan dibagi menjadi 4 kategori utama yaitu : 1. PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera) 2. PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) 3. PPP (Pelabuhan Perikanan Pantai) 4. PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) Pelabuhan tersebut dikategorikan menurut kapasitas dan kemampuan masingmasing pelabuhan dalam menangani kapal yang datang dan pergi. Pelabuhan perikanan merupakan salah satu faktor terpenting dalam bidang perikanan tangkap sebagai tempat berlangsungnya kegiatan operasional mulai dari berangkatnya kapal hingga pembongkaran hasil tangkapan serta inforamasi mengenai pelabuhan beserta bisnis perikanan tangkap mulai dari praproduksi sampai pasca produksi yang sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas pelabuhan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) dikenal sebagai Pelabuhan tipe B. Salah satu pelabuhan terbesar dan merupakan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Jawa Timur adalah PPN Lamongan tepatnya terletak di Kecamatan

Brondong. Terdapat beberapa alasan mengapa PPN Brondong dipilih sebagai tempat Praktek Kerja Lapang, yang pertama dilihat dari skala prioritasnya PPN Lamongan mampu memenuhi permintaan pasar ikan, tercatat hasil tangkapan terakhir pada tanggal 1-8 mei 2013 sebanyak 542.105 kg. Kedua, aksesbilitas transportasi. PPN Lamongan mempunyai aksesbilitas transportasi yang cukup strategis, karena letaknya berada di poros jalur pantura yang merupakan jalur transportasi degan nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk wilayah Pulau Jawa. Oleh karena itu PPN Brondong dapat dikatakan sebagai tempat pusat pertumbuhan dan pengembangan ekonomi perikanan bagi masyarakat. Kegiatan operasional yang menjadi faktor utama antara lain kesyahbandaran seperti penerbitan surat persetujuan berlayar, penerbitan Log Book dengan sistem informasi berbentuk aplikasi software PIPP yaitu pusat informasi pelauhan perikanan nusantara. (Pelabuhan Perikanan Nusantara Bondong, 2009). Surat Persetujuan Berlayar (SPB) merupakan surat yang dibuat dan sikeluarkan oleh Syahbandar dengan syarat dan ketentuan tertentu, Log Book merupakan selembaran yang harus di isi oleh nahkoda selama berlayar mencakup data hasil tangkapan sedangkan informasi pelabuhan perikanan merupakan sistem informasi yang meliputi pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan, penyajian serta penyebaran data dan informasi pelabuhan perkanan. Kegiatan operasional tersebut penting untuk keancaran bisnis perikanan. Di pelabuhan peeikanan nusantara Brondong kegiatan operasional tersebut saat ini masih belum sepenuhnya dilakukan sesuai dengan peraturan atau tata tertib yang ada. Hal itu karena kurangnya kesadaran pelaku nelayan dan menejemen yang ada. Oleh karena itu perlu adanya tinjauan lebih lanjut agar kegiatan operasional di pelabuhan perikanan nusantara (PPN) Brondong bisa berjalan sesuai dengan semestinya.

1.2

Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud Maksud diadakan Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk meningkatkan

pengetahuan

mahasiswa

tentang

praktek

kerja

lapang

serta

dapat

mengaplikasikan apa yang di dapat dalam perkuliahan tentang kegiatan operasional di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan, Jawa Timur. 1.2.2 Tujuan Adapun tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah : 1. Mengetahui proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Log Book penangkapan ikan dan aplikasi data entri Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan. 2. Mengetahui Masalah dan kendala yang dihadapai selama proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Log Book penangkapan ikan dan aplikasi data entri Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan. 1.3 Kegunaan Hasil dari Praktek kerja lapang ini diharapkan dapat memberikan manfaat: Bagi Mahasiswa Sebagai bahan informasi dan pengetahuan baru mengenai proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Log Book penangkapan ikan dan aplikasi data entri Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan.

Bagi Nelayan Sebagai bahan informasi tentang proses penerbitan Surat Persetujuan

Berlayar (SPB), Log Book penangkapan ikan dan aplikasi data entri Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong yang sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Bagi Instansi Terkait Sebagai informasi mengenai keadaan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), Log Book penangkapan ikan dan aplikasi data entri Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan. 1.4 Waktu Dan Tempat Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan pada tanggal 24 Juni 06 Juli 2013. 1.5 Jadwal Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan pada bulan Juli dengan alokasi waktu sebagai berikut : Waktu (Minggu ke-) No Kegiatan Juni 1 2 3 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pembuatan proposal Konsultasi proposal Persiapan Kegiatan Partisipasi Aktif Pengambilan Data Penyusunan Laporan 4 Juli 1 2 3 4 1 Agustus 2 3 4 September 1 2 3 4

2. METODOLOGI PRAKTEK KERJA LAPANG

2.1 Metode Praktek Kerja Lapang Metode Praktek Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, partisipasi aktif Dan dokumentasi. 2.2 Jenis Data Dan Teknik Pengambilan Data Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Bila perolehan data dengan cara menggunakan kuisioner atau wawancara, maka sumber data disebut responden. Namun jika sumber data berupa benda, gerak atau proses tertentu disebut teknik observasi. Dan apabila menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. Data yang akan diambil dalam Praktek Kerja Lapang ini meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data praktek kerja lapang ini dilakukan dengan mengambil Data primer yaitu hasil observasi terhadap suatu benda, kejadian atau kegiatan. Sedangkan data sekunder adalah data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). 2.2.1 Data Primer Data primer adalah data yang dapat dikumpulkan oleh penulis melalui pihak pertama yaitu pada pihak yang berkaitan secara langsung (Usman dan Akbar,1995). Jadi data primer ini diperoleh secara langsung dari pencatatan hasil observasi, wawancara, partisipasi aktif, dan dokumentasi. a) Observasi Observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data apabila : (1) sesuai dengan tujuan penelitian, (2) direncanakan dan dicatat secara

sistematis, dan dapat dikontrol keadaannya (relibitasnya) dan kesahihannya (validitasnya) (Usman dan Akbar, 1995). Metode Observasi yang dilakukan dalam Praktek Kerja Lapang ini dilakukan dengan cara mengamati secara langsung Kondisi PPN Brondong serta Proses pelaksanaan kegiata SPB, Log Book dan PIPP. b) Wawancara Wawancara adalah suatu percakapan langsung dengan tujuan- tujuan tertentu serta menggunakan format tanya jawab yang terencana.

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil/sedikit (Sugiyono, 2010). Metode wawancara yang digunakan dalam Praktek kerja lapang ini dilakukan wawancara dengan pihak pihak terkait antara lain : Kepala Sub Bagian Tata Operasional Hasil wawancara dengan Bapak Sri Agung Prayitno, A.Pi selaku kepala seksi tata operasional meliputi proses pelaksanaan Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP). serta kendala dan solusinya. Kepala Syahbandar Hasil wawancara dengan Bapak Harnoto, S.ST selaku kepala Syahbandar meliputi kegiatan operasioanal yang terdapat di kantor

kesyahbandaran dan pelaksanaan serta kendala dan solusinya. Kegiatan tersebut meliputi: 1. Pelaksanaan Surat Perijinan Berlayar (SPB), dan 2. Pelaksanaan Log Book Hasil penangkapan Indonesia

c)

Partisipasi Aktif Partisipasi aktif adalah teknik pengumpulan data yang mengharuskan

pengamat melibatkan diri dalam obyek yang diteliti untuk dapat melihat dan memehami gejala-gejala yang sesuai maknanya (Patilima, 2004). Dalam Praktek kerja lapang ini untuk memperoleh data dapat secara langsung ikut serta mengikuti Proses Pelaksanaan SPB, Log Book dan PIPP. d) Dokumentasi Metode dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dan menganalisis dokumen- dokumen, baik dokumen tertulis maupun gambar elektronik. Dalam kamus bahasa Indonesia menyebutkan bahwa Dokumentasi sebagai sesuatu yang tertulis , tercetak atau terekam yang dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan. Dalam Praktek Kerja Lapang ini data dokumentasi didapatkan dari dokumen- dokumen yang terkait dengan kegiatan operasioanal di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Baik dokumen tertulis maupun dokumen elektronik seperti gambar- gambar kegiatan, gambar kondisi pelabuhan, laporan tahunan, profil, Dasar Hukum, Data pembongkaran ikan, form persyaratan SPB, dan lain- lain 2.2.2 Data Sekunder Data sekunder adalah data yang telah lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang diluar dari penyelidik sendiri, walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data asli (Soekanto, 1986). Data Sekunder yang digunakan dalam praktek kerja lapang ini adalah data enumerasi pembongkaran ikan, jumlah sarana dan prasarana, data jumlah kapal dan alat tangkap yang beroperasi.