Anda di halaman 1dari 138

CV.

TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

A.1.

Latar Belakang Perusahaan 1. Umum CV. TRI MATRA DISAIN terbentuk dengan dilandasi sikap kerjasama dan keinginan mengmbangkan diri bersama serta tanggungjawab profesi, dimana didalamnya tergabung beberapa sumber daya manusia dengan berbekal ilmu pengetahuan dan profesionalisme yang tinggi. CV. TRI MATRA DISAIN adalah badan usaha Jasa Konsultansi yang didirikan pada Tanggal 27 Januari 1992 di Denpasar - Bali dengan lingkup layanan Bidang Sipil, Arsitektur, Tata Lingkungan, Mekanikal dan Elektrikal. Disisi lain, CV. TRI MATRA DISAIN didirikan dengan tujuan untuk memberikan jangkauan pelayanan yang lebih luas di bidang jasa konsultansi serta mengantisipasi perkembangan pembangunan yang ada. Perkembangan dunia usaha jasa konsultasi yang sejalan dengan laju pembangunan bangsa dituntut adanya sumber daya manusia yang handal dengan profesionalisme tinggi dalam usaha peningkatan kualitas pembangunan. Meningkatnya profesionalisme telah mampu mengikuti perkembangan pembangunan, hal ini menyebabkan semakin meningkatnya dibidang jasa konsultasi. Dalam meningkatkan mutu pelayanan CV. TRI MATRA DISAIN didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidangnya masing-masing. Serta dalam hal penanganan berbagai masalah pekerjaan, CV. TRI MATRA DISAIN ada dalam posisi mutu layanan yang diberikan

A-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

untuk mendapatkan solusi teknik terbaik dan pendekatan ekonomis untuk masing-masing penyelesaian permasalahan. CV. TRI MATRA DISAIN adalah badan usaha Jasa Konsultansi yang didirikan pada tanggal 20 April 1984 di Denpasar - Bali dengan lingkup layanan Bidang Sipil, Arsitektur, Tata Lingkungan, dan Mekanikal dan Elektrikal. Konsultan ini didirikan dengan tujuan untuk berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dan nasional khususnya dalam memberikan pelayanan di bidang jasa konsultansi. 2. Data Administrasi Data-data administrasi yang akan kami presentasikan adalah bertujuan untuk memudah bagi pengguna jasa yang akan mempercayakan kepada kami untuk melaksanakan pekerjaan. Data Administrasi CV. TRI MATRA DISAIN adalah sebagai berikut : Nama Perusahaan Bentuk Badan Usaha Alamat Kantor Pusat : : : CV. TRI MATRA DISAIN Perseroan Komanditer Jalan Tunggul Ametung I/9 Denpasar Bali No. 63 Tanggal 27 Januari 1992 Notaris Amir Sjarifudin, SH. Akte Perubahan : Nomor 39 Mei 2007 Notaris Ida Ayu Dwi Lestari, SH. NPWP Perusahaan Ijin Usaha Keanggotaan Profesi : : : No. 01.543.621.5-901.000 IUJK No. 2203.1.91.92.01153 INKINDO No. 5049/P/0057.BL (Anggota Penuh) Sertifikat Badan Usaha : No. A008-2-BL71-000007

Akte Pendirian Perusahaan :

A-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

3. Organisasi Perusahaan Untuk operasional perusahaan CV. TRI MATRA DISAIN dilakukan oleh beberapa pengurus perusahaan yang memiliki pengalaman manajemen dan pengalaman teknis yang di koordinir oleh seorang Direktur. A.2. Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan CV. Tri Matra Disain seperti tergambar pada diagram berikut.

DIREKTUR

DIVISI
PERENCANAAN TEKNIK

DIVISI
PENGAWASAN TEKNIK

DIVISI
ADMINISTRASI

PROYEK

A-3

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

B.1.

UMUM Dalam perkembangan dunia usaha khususnya dalam bidang jasa konsultansi bersama ini pula kami presentasikan jenis pekerjaan sejenis yang pernah ditangani sesuai dengan Bidang dan Sub Bidang Layanan yang dimiliki meliputi Bidang Sipil Sub Bidang Prasarana Keairan seperti Perencanaan dan Pengawasan Embung, Jaringan Irigasi, Sarana dan Prasarana Penyediaan Air Baku, untuk bidang Teknik Lingkungan seperti penyusunan AMDAL, UKL & UPL dan Perencanaan Wilayah dan Kota.

B.2.

PENGALAMAN PERUSAHAAN CV. TRI MATRA DISAIN 1. Bidang Tata Lingkungan CV. TRI MATRA DISAIN dalam pelayanannya di bidang Tata Lingkungan telah berhasil menyelesaikan beberapa perencanaan seperti penyusunan UKL & UPL, Kajian Lingkungan. Beberapa pekerjaan yang telah dilaksanakan yaitu penysunan UKL & UPL Pembangunan Trash Rack di Tukad Mati. Dalam bidang Perencanaan Kota dan Wilayah CV. TRI MATRA DISAIN telah memiliki pengalaman dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Studi Penataan Kawasan.

B-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

2.

Bidang Sipil Sub Bidang Prasarana Keairan Dalam bidang pengembangan dan pengelolaan sumber daya air CV. TRI MATRA DISAIN telah berpengalaman dalam perencanaan embung, bendung, sistem penyediaan air baku, jaringan irigasi, pengamanan pantai dan pengendalian banjir dan bangunan air lainnya. Untuk perencanaan Embung untuk

rencana penyediaan air baku, CV. TRI MATRA DISAIN telah melaksanakan kegiatan perencanaan dari Dinas

Pekerjaan Umum Kabupaten karangasem yaitu Perencanaan Embung Lean di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, dengan lingkup pekerjaan yaitu survei topografi, investigasi geoteknik, perencanaan detail embung dan bangunan penunjang, rencana biaya konstruksi dan penyusunan O & P. Perencanaan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi meliputi Perencanaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Manduang di Kabupaten Klungkung. Adapun lingkup kegiatan yang dilakukan meliputi survei inventarisasi kondisi eksisting jaringan, survei sosial ekonomi pertanian, survei kelembagaan, perencanaan pola tanam, perencanaan detail bangunan dan jaringan irigasi dan penyusunan biaya konstruksi. Pengalaman dibidang perencanaan

pengamanan daerah pantai yang pernah dilaksanakan yaitu Studi Kelayakan

Rehabilitasi Pantai Pengaman Pariwisata di Kabupaten Karangasem dari

Pemerintah Kabupaten Karangasem. Dan pengalaman lainnya di bidang pengembangan dan pengelolaan sumber daya air yang telah banyak dilakukan dalam eksistinsinya di bidang jasa

B-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

konsultan ditunjukkan pada bagian B mengenai uraian Pengalaman Perusahaan pada Usulan Teknis ini. Adapun Daftar Pengalaman CV. TRI MATRA DISAIN dalam menangani pekerjaan sejenis selama 10 (sepuluh) tahun terakhir diuraikan secara rinci dalam tabel berikut :

B-3

Tabel B.1 Daftar Pengalaman Perusahaan 10 (Sepuluh) Tahun terakhir


NO. 1 1 NAMA PAKET PEKERJAAN 2 Pendampingan PSD Penataan Lingkungan Permukiman Tradisonal / Bersejarah Kawasan Desa Sidatapa ( lanjutan ) Kabupaten Buleleng 2 Konsultansi supervisi Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kecemata Selemadeg - Bidang Sipil Jasa Inspeksi Teknis Kab. Tabanan - Kementerian Pekerjaan Umum - Direktorat Jendral Cipta Karya - Jln Cokroaminoto KM.3 Ubung 0361-428928 - IK.02.04.-Ck/PKP/11 26 Maret 2013 123.871.000,00 '22 Agustus 2013 '22 Agustus 2013 BIDANG / SUB BIDANG PEKERJAAN 3 - Jasa Inspeksi Teknis LOKASI 4 Kab. Buleleng PEMBERI TUGAS / PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN NAMA 5 - Kementerian Pekerjaan Umum - Direktorat Jendral Cipta Karya ALAMAT / TELEPON 6 - Jln Danau Tamblingan No. 49 Denpasar 0391-288176 KONTRAK NO. / TANGGAL 7 - IK.02.04./PPK.PPBL-PBL/65/2013 - 18 Maret 2013 NILAI 8 76.417.000,00 TANGGAL SELESAI MENURUT KONTRAK 9 13 September 2013 BA. SERAH TERIMA 10 13 September 2013

Sup.Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Kawasan Perdesaan Potensial (Agropolitan) Kec. Melaya Desa Nusa Sari

- Bidang Tata Lingkungan

Kab. Jembrana

- Pemerintah Provinsi Bali - Dinas Pekerjaan Umum

- Jln P Beliton No. 2 Denpasar 0361-225861 - 222883

- 602.14/6992/DPU 26 Maret 2013

125.136.000,00

'22 Agustus 2013

'22 Agustus 2013

Supervisi Pengamanan Pantai Siyut di Kab. Gianyar

- Bidang Sipil Keairan Jasa Inspeksi Teknis

Kab. Gianyar

- Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai II SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bali Penida

- Jalan Kapten Tjok Agung Tresna No. 9 0361-234953

- HK.02.03/PJSA-BP/SP II/11 - 25 April 2013

278.305.000,00

21 Oktober 2013

21 Oktober 2013

Supervisi Pembangunan Sanitasi Terpadu Alengkong

- Jasa Inspeksi Teknis

Kab. Bangli

- Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jedral Cipta Karya

- Jln Danau Tamblingan No. 49 enpasar 0361-283626

- KU.03.03/PPLP-TMD/2013.16 - 29 April 2013

97.658.000,00

2 Oktober 2013.

2 Oktober 2013.

Supervisi Pelaksanaan Kegiatan Wilayah 1

- Jasa Inspeksi Teknis

Provinsi Bali

- Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali

- Komplek PU Werdhapura Jln Danau Tamblingan 49 Denpasar 0361 - 281020 - Jln Danau Tamblingan No. 49 Sanur Denpasar 0361 - 281020

- 602.1/5828/DPU - 19 Maret 2013

474.155.000,00

13 November 2013

13 November 2013

Supervisi Pelaksanaa Kegiatan Wilayah Bali Tmur

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali - Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Bali

- KU.03.08/PKPAM-TMD/280 - 12 April 20122012

474.930.000,00

7 Desember 2012

7 Desember 2012

Supervisi Pelaksanaa Kegiatan Penanganan Kawasan Kumuh Kecamatan Kuta Selatan Kab.Badung

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Badung

- Jln Cokroaminoto KM 3 Ubung Denpasar 0361 - 428928

- IK.02.04-Ck/PKP/14 - 19 Maret 2012

94.050.000,00

16 Juli 2012

16 Juli 2012

Supervisi Optimalisasi IPLT Klungkung

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Klungkung

- Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Bali - Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum

- Jln Danau Tamblingan No. 49 Sanur Denpasar 0361 - 283626

- KU.08.08/PIPLP-TMD/12.03 - 20 Pebruari 2012

144.412.000,00

24 Agustus 2012

24 Agustus 2012

Pengawasan Pengembangan SPAM Telagawaja Di Kec. Selat, Kec. Bebandem dan Kec. Abang Kab. Karangasem

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Jl. Beliton No. 2 Denpasar 0361 - 224359

- 602.1/6204/DPU - 27 Juni 2012

132.277.000,00

23 Desember 2012

23 Desember 2012

10

Supervisi Pembangunan Sistem Pengembangan Air Baku Desa Buruan, Desa Kayu Puring dan Yeh Otan di kabupaten Tabanan

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Tabanan

- Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Bali-Penida

- Jln. Kapten Tjok Agung Tresna No. 9 Denpasar Bali 0361 - 234953

- HK.02.03/PJPA-BP/PAB/03 - 4 April 2012

265.518.000,00

31 Agustus 2012

31 Agustus 2012

11

Pengawasan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Telagawaja Di Dusun Karanganyar Desa Sibetan, Desa Tenganan Kec. Bebandem Kab. Karangasem

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum

- Jl. Beliton No. 2 Denpasar 0361 - 224359

- 602.1/5828/DPU - 27 Juli 2011

49.251.000,00

8 Nopember 2011

8 Nopember 2011

12

Monitoring dan Evaluasi Tahunan Embung Seraya Timur dan Muntig di Kabupaten Karangasem

- Bidang Teknik Sipil Keairan

Kab. Karangasem

- Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Bali-Penida - Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Bali-Penida - Pemerintah Prov. Bali Dinas Pekerjaan Umum - Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU. Prov. Bali - Pemerintah Kab. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Selaku Pengguna Anggaran - Pemerintah Prov. Bali Dinas Pekerjaan Umum - Kepala Bidang Sumber Daya Air sebagai Kuasa PA/Pengguna Barang DPU. Prov. Bali - Kementrian Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya - PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali - Pemerintah Kab. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Selaku Pengguna Anggaran - Pemerintah Prov. Bali Dinas Pekerjaan Umum - Kepala Bidang Sumber Daya Air sebagai Kuasa PA/Pengguna Barang DPU. Prov. Bali - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung - Kepala Dinas Pekerjaan Umum selaku Pejabat Pembuat Komitmen

- Jln. Kapten Tjok Agung Tresna No. 9 Denpasar Bali 0361 - 234953 - Jln. Kapten Tjok Agung Tresna No. 9 Denpasar Bali 0361 - 234953 - Jl. Beliton No. 2 Denpasar - 0361 - 224359

- HK.02.03/BWS-BP/OP/06 - 25 Mei 2011

184.706.000,00

21 Oktober 2011

21 Oktober 2011

13

Supervisi Pembangunan Embung Badeg Dukuh Di Kabupaten Karangasem

- Bidang Jasa Inspeksi Teknis

Kab. Karangasem

- HK.02.03/PJSA-BP/PKSDA/02 - 8 April 2011

384.362.000,00

3 Desember 2011

3 Desember 2011

14 Pengawasan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Kab. Tabanan

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kabupaten Tabanan

- 602,1/5441/DPU - 7 Juli 2010

68.780.000,00

3 Desember 2010

3 Desember 2010

15 Pengawasan Konstruksi Jaringan Air Bersih / Air Minum di Kecamatan Abang, Karangasem, Manggis dan Kubu (Lanjutan)

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Jl. Nenas (Kecicang) - Amlapura - 0363 - 21757.

- 602.1/17/DPU/2010 - 23 Juni 2010.

38.879.000,00

21 September 2010

21 September 2010

16 Pengawasan Rehab Jaringan Irigasi DI. Pejeng di Kab. Gianyar

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kabupaten Gianyar

- Jl. Beliton No. 2 Denpasar - 0361 - 225861

- 602,1/2508/DPU 26/KONT-CV. TMD/V/2010 - 26 Mei 2010.

49.555.000,00

22 Oktober 2010.

22 Oktober 2010.

17 Supervisi Pelaksana Kegiatan (Bali Timur)

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Jl. D. Tamblingan No. 49 Sanur - Denpasar - 0361 - 281020

- KU.08.08/PKPAM-TMD/130/2010 281.633.000,00 - 21 April 2010

05 Nopember 2010

05 Nopember 2010

18

Pengawasan Konstruksi Jaringan Air Bersih/ Air Minum di Kec. Abang, Kubu, Karangasem dan Manggis

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Jl. Nenas (Kecicang) - Amlapura - 0363 - 21757.

- 602.1/1870/DPU/2009 - 10 Agustus 2009

245.057.000,00

12 Desember 2009

12 Desember 2009

19

Pengawasan Rehab Jaringan Irigasi Di Palasari di Kab. Jembrana dan di Tinjak Menjangan di Kab. Tabanan

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Jembrana dan Kab. Tabanan

Jl. Beliton No. 2 Denpasar 0361 - 225861

- 602,1/3540/DPU 11/TMD-KON/V/2009 - 11 Juni 2009

78.622.000,00

07 Nopember 2009

07 Nopember 2009

20

Pengawasan Teknis Rehabilitasi Tanggul Pengaman Pantai Jungut Batu

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Klungkung

- Jl. Gajah Mada No. 47 Semarapura - 0366 21016 - 21383

- 602,1/2935/DPUK - Air 29/CV. TMD / VII . 2009 - 29 Juli 2009

88.124.000,00

05 Desember 2009

05 Desember 2009

21

Pengawasan Konstruksi Jaringan Air Bersih/ Air Minum Di Kecamatan Selat dan Sidemen

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Pemerintah Kab. Karangasem' Dinas Pekerjaan Umum - Kepala Dinas Pekerjaan Umum

- Jl. Nenas (Kecicang) - Amlapura - 0363 - 21757.

- 602.1/186/DPU/2009 - 29 Juli 2009

27.142.000,00

15 Desember 2009

15 Desember 2009

22

Supervisi Pelaksanaan Kegiatan

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Departemen Pekerjaan Umum Dinas Cipta Karya - PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali

- Jl. Danau Tamblingan No. 49 Sanur-Dps - 0361-281020

- KU.01.02/PKP-AM/144/VI/2009 - 15 Juni 2009

49.445.000,00

11 Nopember 2009

11 Nopember 2009

23

Supervisi Perbaikan Pengamanan Tebing dan Pengendalian Banjir Tukd. Lajang di Kota Denpasar

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kota Denpasar

- Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida - PPK Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai Bali - Pemerintah Provinsi Bali - Dinas Pekerjaan Umum

- Jl. Tjok Agung Tresna No. 9 Dps. - 0361 - 234953

- 072/SK/BWS-BP/06/2008 - 18 Juni 2008

270.225.000,00

15 Oktober 2008

15 Oktober 2008

24

Monitoring Perkembangan DAS SUB SWS 03.01.12 & 03.01.16 di Kab. Karangasem

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Karangasem

- Jl. Beliton No. 2 Denpasar. - 0361 - 225861

- 602.1/3621/DPU 14/TMD-KONT/V/2008 - 14 Mei 2008

93.582.000,00

24 Agustus 2008

24 Agustus 2008

25

Supervisi Penataan Kawasan Dan Pembangunan Faslitas Bendungan Telaga Tunung Kab Tabanan

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Tabanan

- Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida - PPK Irigasi SNVT Pelaksana Pengelolaan SDA Bali-Penida Prov. Bali - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung - Kepala Dinas Pekerjaan Umum selaku Pejabat Pembuat Komitmen

- Jl. Tjok Agung Tresna No. 9 Dps. - 0361 - 234953

- KU.08.08/PPSDA-BP/IR/016 - 17 April 2008

186.736.000,00

31 Desember 2008

31 Desember 2008

26

Pengawasan Teknis Rehabilitas Jaringan Irigasi DI. Getakan, DI. Penasan dan DI. Aan Dangin Desa

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Klungkung

- Jl. Gajah Mada No. 47 Semarapura - 0366 21016 - 21383

- 602,1/1935/DPUK - Air 30/CV. TMD / VIII/2007 - 29 Juli 2009 -

120.350.000,00

30 Nopember 2007

30 Nopember 2007

27

Pengawasan Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Pau dan DI. Manduang

- Bidang Sipil - Jasa Inspeksi Teknis.

Kab. Klungkung

- Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung - Kepala Dinas Pekerjaan Umum

- Jl. Gajah Mada No. 47 Semarapura - 0366 21016 - 21383

- 602,1/3599/DPUK/2006 - 03 Agustus 2007

75.750.000,00

08 Desember 2007

08 Desember 2007

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tabel-tabel berikut ini merupakan uraian pengalaman kerja dari CV. Tri Matra Disain untuk pekerjaan sejenis selama periode 10 (sepuluh) tahun terakhir.

C-1

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali : UKL & UPL Infrastruktur Drainase : UKL & UPL Infrastruktur Drainase : Kab. Badung dan Kodya Denpasar : Rp141.123.000 : KU.08.08/PIPLPM-TMD/12.01 tanggal 20 Pebruari 2012 : 20 Pebruari 2012 s/d 22 Mei 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 Team Leader Ahli Sosiologi/Kelembagaan Masyarakat Ahli Teknik Lingkungan Posisi Keahlian - Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan - Kesehatan Masyarakat - Teknik Lingkungan JUMLAH Jumlah Orang Bulan 4,00 2,50 2,00 8,50

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Penyusunan Peta Rawan Banjir Tukad Badung Dan Tukad Mati Di Kabupaten Badung Dan kota Denpasar Penyusunan Peta Rawan Banjir Tukad Badung Dan Tukad Mati Di Kabupaten : Badung Dan kota Denpasar : : Kab. Badung dan Kodya Denpasar : Rp85.937.000 : HK.02.03/BWS-BP/PPR/01 tanggal 20 Maret 2012 : 20 Maret 2012 s/d 31 Mei 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Disain/Struktur Ahli Lingkungan Ahli Sosiologi Posisi Keahlian - Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan - Teknik Sipil - Teknik Penyehatan - Teknik Geodesi Jumlah Orang Bulan 4,00 3,00 1,00 1,50

JUMLAH

9,50

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Bali-Penida

: Study LARAP rencana Bendungan Lambuk di Kab. Tabanan : Study LARAP rencana Bendungan Lambuk di Kab. Tabanan : Kab. Tabanan : Rp280.830.000 : HK.02.03/BWS-BP/PPR/03 tanggal 21 Maret 2012 : 21 Maret 2012 s/d 30 Juli 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 6 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 Team Leader Ahli Disain/Struktur Ahli Hidrologi/Hidrolika Ahli Mekanikal dan Elektrikal Ahli Geodesi Ahli Cost Estimator Posisi Keahlian - Teknik Sipil / Pengairan - Teknik Sipil - Teknik Sipil - Teknik Elektro - Teknik Geodesi - Teknik Sipil JUMLAH Jumlah Orang Bulan 5,00 4,50 4,00 2,00 3,00 2,00 20,50

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali : Konsultan Advisory Perencanaan Teknis RIS : Konsultan Advisory Perencanaan Teknis RIS : Provinsi Bali : Rp374.660.000 : KU.03.08/PKPAM-TMD/363 tanggal 30 Mei 2012 : 30 Mei 2012 s/d 26 Oktober 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 Team Leader Ahli Teknik Sipil Ahli Air Minum Ahli Keuangan Ahli Sosial Ekonomi Posisi Keahlian - Teknik Lingkungan - Teknik Sipil / Pengairan - Teknik Lingkungan - Ekonomi - Ekonomi JUMLAH Jumlah Orang Bulan 6,00 6,00 6,00 5,00 3,00 26,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum : Studi Konservasi Perlindungan Danau Batur : Studi Konservasi Perlindungan Danau Batur : Kab. Bangli : Rp207.380.000 : 62.1/342/DPU/2012/(Pihak Pertama) tanggal 23 Mei 2012 : 23 Mei 2012 s/d 19 Oktober 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 Team Leader Ahli Sungai Ahli Lingkungan Ahli Geodesi Ahli Geologi Posisi Keahlian - Teknik Sipil / Pengairan - Teknik Sipil / Pengairan - Teknik Lingkungan - Teknik Geodesi - Teknik Geologi JUMLAH Jumlah Orang Bulan 6,00 6,00 6,00 5,00 3,00 26,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Tabanan Dinas Perikanan dan Kelautan : Penyusunan DED Minapolitan : Penyusunan DED Minapolitan : Kab. Tabanan : Rp210.947.000 : 523/710/DED/V/2012 tanggal 30 Mei 2012 : 30 Mei 2012 s/d 19 Oktober 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 6 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 Team Leader Ahli Perikanan Ahli Arsitektur Ahli Lingkungan Ahli GIS Ahli Manajemen Posisi Keahlian - Teknik Planologi - Teknik Perikanan - Teknik Arsitektur - Teknik Lingkungan - Teknik Geodesi - Ekonomi Manajemen JUMLAH Jumlah Orang Bulan 6,00 5,00 5,00 4,00 2,00 2,00 22,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Buleleng Bappeda Buleleng : Perencanaan Penyususuan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum : Perencanaan Penyususuan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum : Kab. Buleleng : Rp207.380.000 : 24.09/02/PPK-Bappeda/VII/2012 tanggal 6 Juli 2012 : 6 Juli 2012 s/d 5 Desember 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 Team Leader Ahli Air Minum Ahli Sumber Daya Air Posisi - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Teknik Sipil Keahlian Jumlah Orang Bulan 6,00 5,00 5,00

JUMLAH

16,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum : Perencanana Teknik SPAM Telagawaja di Kec. Kubu Kab. Karangasem : Perencanana Teknik SPAM Telagawaja di Kec. Kubu Kab. Karangasem : Kab. Karangasem : Rp346.477.000 : 602.14/6992/DPU tanggal 7 Juni 2012 : 7 Juni 2012 s/d 4 Desember 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 Team Leader Ahli Struktur Ahli Lingkungan Ahli Geodesi Ahli Cost Estimator Posisi Keahlian - Teknik Sipil / Pengairan - Teknik Sipil / Pengairan - Teknik Lingkungan - Teknik Geodesi - Teknik Sipil JUMLAH Jumlah Orang Bulan 6,00 6,00 5,00 4,00 4,00 25,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum Penyusunan Pedoman Penyelengaraan Kegiatan Penanggulangan Erosi Pada Daerah Aliran Sungai Lintas Kabupaten / Kota Pada Kawasan Resapan Air Penyusunan Pedoman Penyelengaraan Kegiatan Penanggulangan Erosi Pada : Daerah Aliran Sungai Lintas Kabupaten / Kota Pada Kawasan Resapan Air : : Prov. Bali : Rp127.847.000 : 602.1/4221/DPU tanggal 15 Juni 2012 : 15 Juni 2012 s/d 12 Oktober 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Planologi Ahli Lingkungan Ahli Hukum Posisi Keahlian - Teknik Lingkungan - Teknik Planologi - Teknik Lingkungan - Hukum Jumlah Orang Bulan 4,00 3,00 3,00 3,00

JUMLAH

13,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum Penyusunan Dokumen Standar Pengamanan dan Pelestarian Sumber Daya Air Lintas Kabupaten /Kota Termasuk Pada Kawasan Resapan Air Penyusunan Dokumen Standar Pengamanan dan Pelestarian Sumber Daya Air : Lintas Kabupaten /Kota Termasuk Pada Kawasan Resapan Air : : Prov. Bali : Rp124.025.000 : 602.1/4215/DPU tanggal 15 Juni 2012 : 15 Juni 2012 s/d 12 Oktober 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Prasarana Transportasi Ahli Prasarana Lingkungan Ahli Hukum Ahli Pertanian Ahli GIS Ahli Ekonomi Pembangunan Posisi Keahlian - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Hukum - Teknik Pertanian - Teknik Geodesi - Ekonomi JUMLAH Jumlah Orang Bulan 4,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 16,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Karangasem Dinas Pekerjaan Umum Perencanaan Penyususuan Rencana Detail kawasan Galian Golongan C di Kabupaten Karangsem Perencanaan Penyususuan Rencana Detail kawasan Galian Golongan C di : Kabupaten Karangsem : : Kab. Karangasem : Rp346.477.000 : 602.1/1216/TR/Bappeda tanggal 16 Agustus 2012 : 16 Agustus 2012 s/d 13 Desember 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Prasarana Transportasi Ahli Prasarana Lingkungan Ahli Hukum Ahli Pertanian Ahli GIS Ahli Ekonomi Pembangunan Posisi Keahlian - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Hukum - Teknik Pertanian - Teknik Geodesi - Ekonomi JUMLAH Jumlah Orang Bulan 4,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 16,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Jembrana PDAM Tirta Amertha Jati DED Perluasan Jaringan Pipa Air Minum di Kabupaten Jembrana Lokasi Pekutatan Jembrana Lokasi Pekutatan DED Perluasan Jaringan Pipa Air Minum di Kabupaten Jembrana Lokasi Pekutatan : Jembrana Lokasi Pekutatan : : Kab. Jembrana : Rp95.590.000 : 690/171A/PDAM.AM/IX/2012 tanggal 6 Nopember 2012 : 6 Nopember 2012 s/d 19 Nopember 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Air Minum Ahli Desain Cost Estimator Posisi - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Teknik Sipil - Teknik Sipil JUMLAH Keahlian Jumlah Orang Bulan 2,00 2,00 2,00 2,00 8,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Gianyar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah : Penyusunan Rencana Induk SPAM Kabupaten Gianyar : Penyusunan Rencana Induk SPAM Kabupaten Gianyar : Kab. Gianyar : Rp216.293.000 : 050/618.c/Bappeda/2012 tanggal 12 Nopember 2012 : 12 Nopember 2012 s/d 12 Desember 2012 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Air Minum Ahli Sipil Ahli Pemetaan Ahli Planologi Ahli Keuangan Ahli Kelembagaan Posisi - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Teknik Sipil - Teknik Geodesi - Teknik Planologi - Ekonomi Keuangan - Hukum Keahlian Jumlah Orang Bulan 1,50 1,50 1,50 1,50 1,50 1,50 1,50

JUMLAH

6,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kab. Buleleng Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kab. : Buleleng : : Kab. Buleleng : Rp809.605.000 : IK.02.04.-Ck/PKP/23 tanggal 30 April 2013 : 30 April 2013 s/d 25 Nopember 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Permukiman Ahli Prasarana Permukiman Ahli Lingkungan Ahli Pemetaan Ahli Ekonomi Pembangunan Ahli Komunikasi Masa Posisi Keahlian - Teknik Planologi - Teknik Arsitektur - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Teknik Geodesi - Ekonomi Keuangan - Hukum Jumlah Orang Bulan 7,00 7,00 7,00 5,00 4,00 4,00 4,00

JUMLAH

26,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Bali Penida : Supervisi Pengamanan Pantai Siyut di Kab. Gianyar : Supervisi Pengamanan Pantai Siyut di Kab. Gianyar : Kab. Gianyar : Rp278.305.000 : HK.02.03/PJSA-BP/SP II/11 tanggal 21 Oktober 2013 : 25 April 2013 s/d 21 Oktober 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 Team Leader Coastal Engineering Quantity Engineer Posisi - Teknik Sipil - Teknik Sipil - Teknik Sipil Keahlian Jumlah Orang Bulan 6,00 4,00 5,00

JUMLAH

15,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Jembrana Dinas Pekerjaan mum Kabupaten Jembrana : Perencanaan Teknik Air Minum (DDUB) : Perencanaan Teknik Air Minum (DDUB) : Kab. Jembrana : Rp104.300.000 : 97/PPK/KONT/PERC.DDUB/AM/IX/PU/2013 tanggal 2 September 2013 : 2 September 2013 s/d 15 Nopember 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Struktur Ahli Lingkungan Ahli Sipil Posisi Keahlian - Teknik Planologi - Teknik Arsitektur - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan Jumlah Orang Bulan 5,00 4,00 4,00 4,00

JUMLAH

17,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya Pendampingan PSD Penataan Lingkungan Permukiman Tradisonal / Bersejarah Kawasan Desa Sidatapa ( lanjutan ) Kabupaten Buleleng Pendampingan PSD Penataan Lingkungan Permukiman Tradisonal / Bersejarah : Kawasan Desa Sidatapa ( lanjutan ) Kabupaten Buleleng : : Kab. Buleleng : Rp76.417.000 : IK.02.04./PPK.PPBL-PBL/65/2013 tanggal 18 Maret 2013 : 18 Maret 2013 s/d 13 September 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 1 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 Team Leader Posisi Keahlian - Teknik Arsitektur Jumlah Orang Bulan 1,00

JUMLAH

1,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kota Denpasar Badan Perencana Pembangunan Daerah : Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Strategis Pusat Kota : Penyusunan Rencana Rinci Kawasan Strategis Pusat Kota : Kota Denpasar : Rp266.887.000 : 027/03/KSPK/Bappeda/2013 tanggal 11 Juni 2013 : 11 Juni 2013 s/d 8 Oktober 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 6 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 Team Leader Ahli Prasarana Wilayah Ahli Transportasi Ahli Ekonomi Pembangunan Ahli Lingkungan Ahli Hukum Posisi Keahlian - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Teknik Sipil - Ekonomi Keuangan - Teknik Lingkungan - Hukum Jumlah Orang Bulan 4,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00

JUMLAH

13,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerinah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Sinkronisasi dan Harmonisasi Rencana Tata Ruang Kawasan Warisan Budaya Jatiluwih Sinkronisasi dan Harmonisasi Rencana Tata Ruang Kawasan Warisan Budaya : Jatiluwih : : Kota Denpasar : Rp246.317.000 : 602.1/4969/DPU tanggal 5 Juni 2013 : 05 Juni 2013 s/d 2 September 2013. : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Prasarana Lingkungan Ahli Ekonomi Pembangunan Ahli Pertanian Ahli Sosial Budaya Ahli Pemetaan Ahli Hukum Posisi Keahlian - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Ekonomi Keuangan - Teknik Pertanian - Ekonomi - Teknik Geodesi - Hukum Jumlah Orang Bulan 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00

JUMLAH

21,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kota Denpasar Dinas Tata Ruang dan Perumahan : Penyusunan RTBL di Sepanjang Kawasan Jalan Mahendradata : Penyusunan RTBL di Sepanjang Kawasan Jalan Mahendradata : Kota Denpasar : Rp279.042.000 : 650/1863/DTRP/2013 tanggal 1 Juli 2013 : 1 Juli 2013 s/d 27 Nopember 2013. : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Perencana Kota Ahli Transportasi Ahli Prasarana Wilayah Ahli Ekonomi Pembangunan Ahli Pemetaan Ahli Animasi Posisi Keahlian - Teknik Arsitektur - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Teknik Sipil - Ekonomi - Teknik Geodesi - Teknik Arsitektur Jumlah Orang Bulan 5,00 4,00 4,00 3,00 3,00 3,00 2,00

JUMLAH

24,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum : Review Desain SPAM Penet : Review Desain SPAM Penet : Kabupaten Tabanan : Rp191.765.000 : 602.1/2920/DPU tanggal 8 April 2013 : 8 April 2013 s/d 21 Juni 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 Team Leader Ahli Struktur Ahli Pemetaan Ahli Cost Estimator Ahli Geologi Ahli Mekanikal Elektrikal Posisi Keahlian - Teknik Lingkungan - Teknik Sipil - Teknik Geodesi - Teknik Sipil - Teknik Geologi - Teknik Elektro Jumlah Orang Bulan 3,50 2,00 1,80 2,00 3,00 3,00

JUMLAH

15,30

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya Konsultansi supervisi Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kecemata Selemadeg Konsultansi supervisi Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Kawasan Kumuh : Perkotaan Kecemata Selemadeg : : Kab. Gianyar : Rp123.871.000 : IK.02.04.-Ck/PKP/11 tanggal 26 Maret 2013 : 26 Maret 2013 s/d 22 Agustus 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 2 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 Team Leader Quantity Engineer Posisi - Teknik Sipil - Teknik Sipil Keahlian Jumlah Orang Bulan 4,00 4,00

JUMLAH

8,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

Pemerintah Kabupaten Badung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan

: Penyusunan Masterplan Drainase di Kabupaten Badung : Penyusunan Masterplan Drainase di Kabupaten Badung : Kabupaten Badung : Rp462.247.500 : 027/3334/Bappeda/Litbang tanggal 5 Juni 2013 : 5 Juni 2013 s/d 1 Desember 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Hidrologi Ahli Teknik Lingkungan Ahli Perencana Wilayah dan Kota Ahli Perhitungan Biaya Ahli Geodesi Ahli GIS Posisi - Teknik Sipil - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Teknik Geodesi - Teknik Geodesi Keahlian Jumlah Orang Bulan 6,00 4,00 4,00 2,00 2,00 3,00 2,00

JUMLAH

23,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Jembrana Perusahaan daerah Air Minum Tirta Amertha Jati DED Perluasan Jaringan Pipa Air Minum di Kabupaten Jembrana Lokasi Pengambengan DED Perluasan Jaringan Pipa Air Minum di Kabupaten Jembrana Lokasi : Pengambengan : : Kabupaten Jembrana : Rp96.800.000 : 690/109.A/PDAM.AM/V/2013 tanggal 22 Mei 2013 : 22 Mei 2013 s/d 4 Agustus 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Hidrologi Ahli Teknik Lingkungan Ahli Perencana Wilayah dan Kota Ahli Perhitungan Biaya Ahli Geodesi Ahli GIS Posisi - Teknik Sipil - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Teknik Geodesi - Teknik Geodesi Keahlian Jumlah Orang Bulan 6,00 4,00 4,00 2,00 2,00 3,00 2,00

JUMLAH

23,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya : Penyusunan Ranperda Bangunan Gedung Kabupaten Buleleng : Penyusunan Ranperda Bangunan Gedung Kabupaten Buleleng : Kabupaten Buleleng : Rp96.800.000 : IK.02.04/PPK.Pemb-PBL/92/2013 tanggal 8 April 2013 : 8 April 2013 s/d 4 Oktober 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 Team Leader Ahli Arsitek Ahli Teknik Sipil Ahli Teknik Planologi Ahli ukum Ahli Sosial Budaya Posisi Keahlian - Teknik Arsitektur - Teknik Sipil - Teknik Lingkungan - Teknik Planologi - Teknik Sipil - Teknik Geodesi Jumlah Orang Bulan 6,00 5,00 4,00 4,00 3,00 2,00

JUMLAH

24,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Provinsi Bali Badan Perencanaan Pembangunan Bali : Penyusunan Road MAP Penyedian Investasi Infrastruktur di Bali : Penyusunan Road MAP Penyedian Investasi Infrastruktur di Bali : Provinsi Bali : Rp236.582.000 : 027/1460 Bappeda tanggal 29 Mei 2013 : 29 Mei 2013 s/d 30 Oktober 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 7 Team Leader Ahli Perencanaan Transportasi Ahli rasarana Sumber Daya Air Ahli Prasarana Energi Ketenagalistrikan Ahli Prasarana ingkungan Ahli Pemasaran Ahli Keuangan/Finasial Posisi Keahlian - Teknik Teknik Sipil - Teknik Teknik Sipil - Teknik Teknik Sipil - Teknik Elektro - Teknik Sipil - Ekonomi - Ekonomi Jumlah Orang Bulan 5,00 4,00 3,00 3,00 3,00 1,00 2,00

JUMLAH

21,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

Pemerintah Kabupaten Bangli Badan Perencana dan Penanaman Modal Kabupaten Bangli

: Penyusunan Master Plan Ruang Terbuka Hijau Kota Bangli : Penyusunan Master Plan Ruang Terbuka Hijau Kota Bangli : Kabupaten bangli : Rp69.830.000 : 050/2247/Bappeda dan PM tanggal 21 Juni 2013 : 21 Juni 2013 s/d 18 Oktober 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 Team Leader Ahli Arsitektur Ahli Geodesi Posisi Keahlian - Teknik Teknik Planologi - Teknik Arsitektur - Teknik Geodesi Jumlah Orang Bulan 4,00 2,00 1,00

JUMLAH

7,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jedral Cipta Karya : Supervisi Pembangunan Sanitasi Terpadu Alengkong : Supervisi Pembangunan Sanitasi Terpadu Alengkong : Kabupaten Bangli : Rp97.658.000 : KU.03.03/PPLP-TMD/2013.16 tanggal 29 April 2013 : 29 April 2013 s/d 2 Oktober 2013. : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 Team Leader Ahli Arsitektur Ahli Geodesi Posisi Keahlian - Teknik Teknik Planologi - Teknik Arsitektur - Teknik Geodesi Jumlah Orang Bulan 4,00 2,00 1,00

JUMLAH

7,00

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR

CV. Tri Matra Disain

1. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI

: Pemerintah Kabupaten Jembrana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah : Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Penyusunan RTBL Kawasan Banyuasri : Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Penyusunan RTBL Kawasan Banyuasri : Kabupaten Buleleng : Rp84.922.000 : 600/409/PPK-Bappeda/2013 tanggal 8 M EI 2013 : 8 M EI 2013 s/d 7 Agustus 2013 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : - Orang Bulan : 7 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli

10 PERUSAHAAN MITRA KERJA

Tenaga Ahli Asing Orang Bulan

Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan

No. 1. 2. 3. dst.

Nama Perusahaan -

TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Arsitektur Ahli Teknik Lingkungan Ahli Teknik Sipil Posisi Keahlian - Teknik Arsitektur - Teknik Arsitektur - Teknik Lingkungan - Teknik Sipil Jumlah Orang Bulan 3,00 3,00 2,00 1,00

JUMLAH

9,00

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Setelah melalui proses pemahaman dan penelaahan terhadap Kerangka Acuan Kerja serta setelah melalui proses penjelasan oleh panitia lelang maka berikut ini akan disampaikan beberapa hal mengenai tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja oleh CV. TRI MATRA DISAIN dengan maksud untuk menyamakan persepsi untuk kesempurnaan dan menjadikan preseden baik atau nilai tambah bagi konsultan. Adapun tanggapan konsultan terhadap pekerjaan ini adalah sebagai berikut : D.1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
1. Tanggapan dan Saran Secara Umum Terhadap KAK

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, konsultan akan tetap berpedoman pada lingkup pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/Term Of Reference (KAK) pekerjaan tersebut. Secara umum Kerangka Acuan Kerja yang ada telah memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai tujuan dan sasaran kegiatan, batasan dan lingkup pekerjaan, dan apa saja yang harus dilakukan oleh konsultan dalam melaksanakan pekerjaan ini serta output/keluaran yang harus dihasilkan pada akhir kegiatan ini nantinya. Beberapa masalah yang belum jelas dan belum dimengerti telah diajukan pada waktu penjelasan pekerjaan/Aanwijzing dan sudah dijawab langsung oleh pemilik pekerjaan serta jawaban atas penjelasan tersebut juga disajikan dalam bentuk berita acara penjelasan pekerjaan. Jadi pada umumnya konsultan telah mengerti betul apa yang menjadi tugas dari konsultan dan tentunya tidak tertutup kemungkinan akan meminta penjelasan lagi kepada

D-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

pemberi kerja dikemudian hari apabila pada waktu pelaksanaan timbul masalah yang sebelumnya tidak atau belum muncul.
2. Tanggapan Terhadap Lingkup Pekerjaan

Konsultan CV. TRI MATRA DISAIN menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan pekerjaan SIDD Pengembangan Sumur Bor untuk Penyediaan Air Baku Menyebar di Provinsi Bali ini akan tercapai jika memahami dengan seksama terhadap apa yang dimaksud di dalam Kerangka Acuan Kerja. Dengan demikian keseluruhan lingkup pekerjaan yang masuk didalamnya bisa terlaksana sepenuhnya dengan baik, dan sasaran dari pekerjaan yang diharapkan bisa tercapai dengan tepat waktu. Dan konsultan cukup memahami apa yang disajikan dalam KAK, maupun penjelasanpenjelasan yang disampaikan dalam rapat penjelasan yang telah dilakukan. Jenis-jenis kegiatan yang harus dilaksanakan dalam studi ini telah dijabarkan secara rinci dalam KAK. Dan setelah mempelajari, maka Konsultan menanggapi bahwa sebenarnya item pekerjaan yang tercantum dalam KAK cukup banyak dan cukup luas, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya konsultan akan lebih cermat dalam menentukan metode pelaksanaan agar semua item kegiatan yang harus terlaksana tidak ada yang terlewatkan atau item pekerjaan yang tumpang tindih. Dengan demikian keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan studi ini dapat tercapai sesuai dengan alokasi waktu, biaya dan mutu pekerjaan.
3. Tanggapan Terhadap Waktu Kegiatan

Dalam Kerangka Acuan Kerja telah ditetapkan bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan SIDD Pengembangan Sumur Bor untuk Penyediaan Air Baku Menyebar di Provinsi Bali ini adalah 4 (empat) bulan atau 120 (seratus dua puluh) hari kalender memang terlihat cukup pendek apalagi melihat volume pekerjaan yang meliputi kajian semua aspek baik teknis, lingkungan dan ekonomi. Akan tetapi dengan pengalaman konsultan dengan

D-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

dalam penanganan dan dukungan Tenaga Ahli yang cukup berpengalaman dalam bidangnya, maka konsultan dalam hal ini akan menerapkan strategi penanganan pekerjaan secara terprogram dan terkoordinasi. Untuk mengantisipasi padatnya kegiatan yang harus dilakukan oleh konsultan, maka dalam penyusunan Bagan Alir dan Jadwal Pelaksanaan, Jadwal Personil dan Jadwal Penggunaan Alat harus sangat hati-hati dan harus konsekuen dengan Jadwal masing-masing, agar tidak terdapat kegiatan yang mundur. Apabila ada kegiatan yang mundur maka semua kegiatan yang telah disusun tidak akan berjalan sesuai dengan kehendak. Konsultan akan berusaha memanfaatkan sebaik mungkin waktu yang disediakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas seperti yang diharapkan, dengan dukungan dari berbagai pihak yang terkait dengan pekerjaan ini. D.2. Tanggapan dan Saran Terhadap Personil/Fasilitas Pendukung dari PPK Uraian mengenai Tenaga Ahli seperti yang disyaratkan dalam KAK, baik mengenai jenis keahlian, maupun kualifikasi pendidikan, serta pengalaman personil, menurut Konsultan telah sesuai dengan lingkup kegiatan yang dituntut dalam studi ini. Dalam hal ini konsultan akan mengusulkan Tenaga Ahli dengan pendidikan (S1) sesuai bidang keahliannya, bersertifikat sebagai Tenaga Ahli yang dikeluarkan Asosiasi Keahlian atau Badan/Lembaga yang berwenang serta memiliki pengalaman sesuai bidang keahlian untuk menangani pekerjaan sejenis. Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan ini, pihak proyek telah

menyediakan fasilitas meliputi : Pemberian surat pengantar untuk operasional maupun koordinasi dan dukungan dengan instansi terkait. Peminjaman referensi yang ada pada proyek.

D-3

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Pemberian informasi mengenai ketentuan yang berkaitan dengan pekerjaan Kewajiban Konsultan. Konsultan menanggapi bahwa kebutuhan akan fasilitas dan peralatan yang disediakan oleh pihak pemrakarsa pekerjaan sangat erat hubungannya dengan kelancaran pekerjaan, sehingga tidak ada kendala peralatan dan fasilitas yang dihadapi oleh pelaksana pekerjaan pada saat pelaksanaan nantinya.

D-4

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

E.1. Uraian Pendekatan A. Umum Dengan didasari atas konsistensi pemahaman dan penyampaian tanggapan Kerangka Acuan Kerja, selanjutnya konsultan membuat usulan inovasi terhadap penyempurnaan dari KAK serta menyusun pendekatan dan metode pelaksanaan yang sesuai. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang sesuai dengan harapan dan untuk kelancaran serta terkoordinasinya pelaksanaan pekerjaan, maka kegiatan yang paling pokok adalah dengan pendekatan operasional, pendekatan teknis dan penyusunan metodologi pelaksanaan pekerjaan. Uraian teknis pelaksanaan pekerjaan ini menyangkut urutan dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan. I. Dasar Hukum Kegiatan SIDD Pengembangan Sumur Bor untuk Penyediaan Air Baku Menyebar di Provinsi Bali ini mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, antara lain sebagai berikut : a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah. d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 20 Tahun 2006 Tentang Irigasi. e. Permen PU No. 32 / PRT / M / 2007 Tentang Pedoman Operasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. f. Permen PU No. 30/PRT/M/2007 tentang Pedoman Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Partisipatif.

E-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

II. Gambaran Umum Pada dasarnya ketersediaan air saat ini sangat terbatas.Sementara itu, karenaadanya pertambahan penduduk yang cepat, dan adanya perkembangan pendapatan penduduk serta perkembangan di luar sektor pertanian, menyebabkan kebutuhan air menjadi semakin besar, baik secara kuantitatif dan kualitatif. Dengan demikian persaingan antar sektor dalam penggunaan air semakin kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa air memang telah menjadi sumber daya yang sangat terbatas, dan selanjutnya memerlukan antisipasi penanganan yang tepat, agar tidak menimbulkan konflik yang bersifat vertikal dan horisontal. Kasus di Bali menunjukkan hal yang sepadan. Perkembangan pembangunan sektor non-pertanian menyebabkan sektor pertanian menjadi terdesak.Hak guna air yang sejak dahulu kala menjadi hak petani, saat ini mulai mengalami distorsi. Proses pemilihan penyedia jasa konsultansi dilakukan untuk memperoleh penyedia jasa konsultansi yang benar-benar dapat melaksanakan pekerjaan sebagaimana kualifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna jasa. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan proses pemilihan penyedia jasa dan KAK yang mampu memberikan kejelasan terhadap apa yang diinginkan penyedia anggaran. Diharapkan seluruh proses dapat efektif, efisien, terbuka dan bersaing, transparan, adil dan akuntabel. Sehubungan dengan hal tersebut, penyedia jasa konsultansi diharuskan mampu memenuhi semua kriteria penilaian dan mampu menyajikan bobot yang disyaratkan dalam KAK.

B. Gambaran Umum Wilayah Perencanaan I. Provinsi Bali Provinsi Bali memiliki luas daratan 563.566 Ha, terbagi dalam 9 wilayah kabupaten/kota, 56 kecamatan, dan 704 desa/kelurahan (625 desa dan 79 kelurahan). Data luas wilayah tiap-tiap kabupaten/kota, kecamatan dan sebaran jumlah desa/kelurahan diperlihatkan pada Tabel E.1 dan Gambar 2.1. Provinsi Bali terdiri dari Pulau Bali sebagai pulau induk dengan pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di wilayah Kabupaten Klungkung, Pulau Serangan di wilayah Kota Denpasar, dan Pulau

E-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Menjangan di wilayah Kabupaten Buleleng, dengan keseluruhan garis pantai 529 km. Batas kewenangan wilayah laut Provinsi Bali adalah wilayah perairan laut paling jauh 12 (dua belas) mil diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan dan sejauh jarak garis tengah antar wilayah laut provinsi yang berdekatan.

Tabel E.1. Administrasi Wilayah menurut Kabupaten/Kota dan Kecamatan Di Provinsi Bali
No I 1 Melaya 2 Negara 3 Mendoyo II 4 Pekutatan TABANAN 1 Selemadeg 2 Selemadeg Barat 3 Selemadeg Timur 4 Kerambitan 5 Tabanan 6 Kediri 7 Marga 8 Baturiti 9 Penebel 10 Pupuan III BADUNG 1 Kuta Selatan 2 Kuta 3 Kuta Utara 4 Mengwi 5 Abiansemal 6 Petang IV GIANYAR 1 Sukawati 2 Blahbatuh 3 Gianyar 4 Tampaksiring 5 Ubud 6 Tegallalang 7 Payangan Nama JEMBRANA Luas (Ha) Jml Ds/Kel

84.180 19.719 22.047 29.449 12.965 83.933 5.205 12.015 5.478 4.239 5.140 5.360 4.479 9.917 14.198 17.902 41.852 10.113 1.752 3.386 8.200 6.901 11.500 36.800 5.502 3.970 5.059 4.263 4.238 6.180 7.588

51
10 22 11 8

Nama No V KLUNGKUNG 1 Nusapenida 2 Banjarangkan 3 Klungkung 4 Dawan

Luas (Ha)

Jml Ds/Kel

31.500
20.284 4.573 2.905 3.738

125 VI
9 9 9 15 12 15 14 12 18 12 VII

BANGLI 1 Susut 2 Bangli 3 Tembuku 4 Kintamani KARANGASEM 1 Rendang 2 Sidemen 3 Manggis 4 Karangasem 5 Abang

52.081
4.931 5.626 4.832 36.692

16 13 18 12 8 8 6 48 6 10 12 11 13 8 8 9 14 21 15 17 15 29 14 13 10 10 11 11 11

59

70

83.954
10.970 3.515 6.983 9.423 13.405 8.151 8.035 23.472

77

62
6 5 6 20 18 7 VIII

6 Bebandem 7 Selat 9 Kubu BULELENG 1 Gerokgak 2 Seririt 3 Busungbiu

136.588
35.657 11.178 19.662 17.260 17.293 4.694 9.252 11.824 9.768

148

69
12 9 16 8 8 7 9 IX

4 Banjar 5 Sukasada 6 Buleleng 7 Sawan 8 Kubutambahan 9 Tejakula DENPASAR 1 Denpasar Selatan 2 Denpasar Timur 3 Denpasar Barat 4 Denpasar Utara PROVINSI BALI

12.778
4.999 2.254 2.413 3.112

43

563.666

704

Secara geografis, Provinsi Bali terletak pada posisi titik koordinat 800340 805048 LS (Lintang Selatan) dan 11402553 11504240 BT (Bujur Timur),
E-3

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah utara dengan Laut Jawa Sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia Sebelah Barat dengan Selat Bali/Provinsi Jawa Timur Sebelah Timur dengan Selat Lombok/Pulau Lombok

II. Kota Denpasar 1. Letak dan Luas Wilayah Denpasar secara administratif wilayah memiliki 4 kecamatan, 43 desa/kelurahan yaitu Kecamatan Denpasar Selatan yang terdiri dari 10 Desa, Kecamatan Denpasar Timur 11 Desa/Kelurahan, Kecamatan Denpasar Barat 11 desa/kelurahan, dan Kecamatan Denpasar Utara 11 desa/kelurahan. Menurut letak geografis Kota Denpasar berada antara 08 35 31- 08 44 49 Lintang Selatan, 115 10 23 - 115 16 27 Bujur Timur.

E-4

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Batas wilayah administratif Kota Denpasar adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Barat Sebalah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Badung Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Gianyar : Berbatasan dengan Kabupaten Klungkung : Berbatasan dengan Selat Lombok

Luas wilayah Kota Denpasar adalah 12.778 Ha atau 2,18 persen dari luas wilayah Propinsi Bali. Tabel E.2 yang menunjukkan jumlah luas wilayah Kota Denpasar per kecamatan. Tabel E.2. Luas Wilayah Kota Denpasar per Kecamatan No (1) Kecamatan Luas Wilayah (km2) (3)

(2) Denpasar 1 49.99 Selatan Denpasar 2 22.31 Timur 3 Denpasar Barat 24.06 4 Denpasar Utara 31.42 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka, 2012 2. Topografi Berdasarkan keadaan topografi masing-masing kecamatan menunjukkan bahwa Denpasar Selatan terletak pada ketinggian 00-75 meter dari permukaan laut. Dengan rincian pada Kecamatan Denpasar Selatan terletak pada ketinggian 00-12 meter dari permukaan laut, Kecamatan Denpasar Timur terletak pada ketinggian 00-75 meter dari permukaan laut, Kecamatan Denpasar Barat terletak pada ketinggian 00-75 meter dari permukaan laut dan Kecamatan Denpasar Barat terletak pada ketinggian 00-75 meter dari permukaan laut. (Sumber : Kota Denpasar dalam Angka, 2012) 3. Curah Hujan Selama tahun 2011 curah hujan yang terjadi berdasarkan pemantauan Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar berada pada keadaan rata-rata. Curah Hujan yang cukup tinggi terjadi pada bulan Januari dan Desember. Tabel E.3 dibawah ini menunjukkan angka curah hujan setiap bulan di kota Denpasar.

E-5

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tabel E.3. Angka Perbandingan Keadaan Curah Hujan Dengan Angka Normal Setiap Bulan di Kota Denpasar (mm) 2011 Curah Hujan No. Bulan Realisasi Normal Perbedaan Persentase 412,0 364 48,0 113,2 1 Januari 277,0 280 -3,0 98,9 2 Februari 246,0 223 23,0 110,3 3 Maret 304,0 148 156,0 205,4 4 April 141,0 85 56,0 165,9 5 Mei 9,0 33 -24,0 27,3 6 Juni 29,0 22 7,0 131,8 7 Juli 0,0 18 -18,0 0,0 8 Agustus 2,0 48 -46,0 4,2 9 September 72,0 86 -14,0 4,2 10 Oktober 277,0 219 58,0 126,5 11 Nopember 393,0 334 59,0 117,7 12 Desember Sumber : Kota Denpasar dalam Angka, 2012 4. Kependudukan 4.1 Penduduk Berdasarkan hasil proyeksi sensus penduduk tahun 2000, penduduk kota Denpasar pada tahun 2011 berjumlah 804.905 jiwa yang terdiri dari 413.355 penduduk laki-laki (51,35%) dan 391.570 penduduk perempuan (48,65%). Kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar adalah kecamatan Denpasar Barat dengan penduduk sebesar 242.622 jiwa atau sebesar 30,14% dari seluruh penduduk Denpasar yang diikuti oleh Kecamatan Denpasar Selatan 222.315 jiwa (27,62%), Kecamatan Denpasar Utara 187.914 jiwa (23,35%) dan Kecamatan Denpasar Timur (18,89%). Kepadatan penduduk di kota Denpasar pada tahun 2011 telah mencapai 6.304 jiwa per km2. Angka ini merupakan angka tertinggi di Propinsi Bali. Dari 4 kecamatan, yang memiliki kepadatan tertinggi adalah Kecamatan Denpasar Barat (10.084 jiwa per km2). Kemudian Kecamatan Denpasar Timur (6.815 jiwa per km2), Kecamatan Denpasar Utara (5.981 jiwa per km2) dan Kecamatan Denpasar Selatan (4.447 jiwa per km2). Sedangkan untul sex rationya secara umum penduduk laki-laki di kota Denpasar lebih banyak dari penduduk perempuan. Hal ini terlihat dari angka

E-6

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

sex ratio kota Denpasar sebesar 106. Secara keseluruhan, kependudukan kota Denpasar dapat dilihat pada tabel berikut ini :

No

Kecamatan

(1) (2) 1 Denpasar Selatan 2 Denpasar Timur 3 Denpasar Barat 4 Denpasar Utara Jumlah Total 2011 127.78 411637 2010 127.78 403293 2009 127.78 329718 2008 127.78 319037 2007 127.78 308664 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka, 2012

Tabel E.4. Jumlah Penduduk Kota Denpasar Luas Penduduk Wilayah Jumlah/Total Sex ratio Laki (Km2) Perempuan (3) (4) (5) (6) (7) 49.99 127904 122013 249917 105 22.31 71922 69346 141268 104 24.06 119846 114336 2341823 105 31.42 91965 87573 179538 105 392268 385296 320044 309872 299931 804905 788589 649762 628909 608595 105 105 103 103 103

4.2 Ketenagakerjaan Struktur tenaga kerja di Kota Denpasar pada tahun 2011 masih sama dengan tahun 2010 dimana tenaga kerja masih terkonsentrasi pada tiga sektor. sektor perdagangan, hotel dan restoran masih mendominasi penyerapan tenaga kerja di Denpasar sebesar 36,33 persen walaupun distribusinya mengalami penurunan sebesar 4,44 persen dibanding tahun 2010. Disisi lain, sektor jasa-jasa, distribusi penyerapan tenaga kerjanya bergeser naik sebesar 3,06 persen menjadi 30,85 persen pada tahun 2011. Sedangkan sektor industri turun 1,69 persen menjadi 11,41 persen pada tahun 2011. Struktur tenaga kerja di Denpasar berbeda dengan struktur tenaga kerja Propinsi Bali dimana sektor pertanian mendominasi dalam penyerapan tenaga kerja. Di Denpasar, pertanian hanya mampu menyerap 0,75 persen tenaga kerja. Jumlah ini semakin menurun dibandingkan dengan tahun 2010 (1,37 persen). Di samping itu sektor pertanian masih tetap di upayakan dan

E-7

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

menyebar dibeberapa desa/kelurahan. Tenaga kerja kontribusi sektor pertanian sejalan dengan semakin mengecilnya tanah sawah di Denpasar.

4.3 Pendidikan Pembangunan bidang pendidikan menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pada bidang pendidikan dapat kita lihat jumlah sekolah, guru dan murid Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Kota Denpasar pada tahun 2011 dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel E.5. Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kota Denpasar Banyaknya Jenis Sekolah Sekolah/Universitas Guru/Dosen Murid/Mahasiswa Taman Kanakkanak 214 1129 14418 Sekolah Dasr/MI 223 3815 86777 SLTP/MTs 54 2301 32978 SMU/K 62 1119 47803 Perguruan Tinggi 24 1343 20187 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka, 2012 4.4 Agama Ketersediaan tempat peribadatan/bangunan suci seperti Pura, Masjid, Gereja dan Wihara merupakan hal penting dalam pembangunan keagamaan/ spritual masyarakat. Kota Denpasar dengan pemeluk Agama Hindu 428.676 orang, Islam 143.399 orang, Protestan 30.017, Katholik 14.050 orang serta pemeluk agama Budha 12.649 orang . Ketersediaan prasarana peribadatan terdiri dari Pura Kahyangan Tiga 105 buah serta 3 buah Pura Sad Kahyangan, Mesjid dan Langgar 39 buah, serta 8 bangunan Wihara.

Tabel E.6 . Jumlah Penduduk Pemeluk Agama di Kota Denpasar No (1) 1 2 3 Kecamatan (2) Denpasar Selatan Denpasar Timur Denpasar Barat Hindu (3) 170725 96637 143548 Islam (4) 54013 31107 70455 Katolik Protestan (5) 5692 5427 3870 (6) 10094 3371 7367 Budha (7) 4263 1845 4165 Lainnya Jumlah (8) 64 15 30 (9) 244851 138403 229435

E-8

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

No 4

Kecamatan Denpasar Utara Jumlah Total

Hindu 127256

Islam 39470

Katolik Protestan 2260 17249 14075 14075 14050 14453 4440 25272 19864 19864 30017 19864

Budha 2341 12704 10103 10103 12649 9465

Lainnya Jumlah 43 153 120 120 117 314 175900 788589 635346 635226 628791 608282

2011 538166 195045 2010 434379 156805 2009 434379 156805 2008 428676 143399 2007 422972 141528 Sumber : Kota Denpasar Dalam Angka, 2012 4.5 Kesehatan

Penyediaan fasilitas kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) baik pemerintah maupun swasta, puskesmas, dan klinik merupakan upaya pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pada tahun 2011, jumlah sarana kesehatan di Kota Denpasar sebanyak 129 buah. Dari jumlah tersebut, 68,22 persen penyelengaranya adalah pihak swasta. Di samping RSU, pelayanan kesehatan juga dilaksanakan di puskesmas dan puskesmas pembantu. Pada tahun 2011, jumlah puskesmas 11 buah. Untuk tenaga paramedik yang bekerja di puskesmas mengalami penurunan yaitu dari sebanyak 175 orang pada tahun 2010 menjadi 153 pada tahun 2011. Sementara itu jumlah tenaga kesehatan pada puskesmas pembantu pada tahun 2011 sebanyak 55 orang. Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) yaitu suatu usaha langsung yang ditujukan untuk mengurangi tingkat kelahiran. Di kota Denpasar tersedia 70 buah klinik KB. Pemakaian alat kontrasepsi yang dominan dari peserta KB adalah IUD (21.125 pasangan), pil (8.940 pasangan), tubektomi (4.141 pasangan) dan kondom (3.159 pasangan).

No. (1) 1 2

Jenis (2) Rumah Sakit Puskesmas

Tabel E.7. Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Status Penyelenggara/Pemilik di Kota Denpasar Penyelenggara Jumlah Pemerintah TNI/Polri Swasta Lainnya (3) (4) (5) (6) (7) 3 11 2 14 19 11

E-9

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

No. 3

Jenis

Puskesmas Pembantu 4 Klinik Jumlah Total 2011 39 2010 39 2009 40 2008 39 2007 39 Sumber : Kota Denpasar Dalam Angka, 2012

Pemerintah 25

Penyelenggara TNI/Polri Swasta 2 2 2 2 2 74 88 88 67 65 65

Lainnya -

Jumlah 25 74 129 129 109 106 106

Tabel E.8. Sepuluh Kasus Penyakit Terbanyak di Kota Denpasar No. 1 2 3 4 5 6 7 Diagnosa/nama Penyakit Banyaknya Kasus 36924 23352 14402 8863 11792 10877 8317 5178 3761 4946

Infeksi akut lain pada saluran pernafasan atas Penyakit lain pada pernafasaan atas Penyakit pulpa dan jaringan periapikal Penyakit kulit alergi/dermatitis Penyakit kulit infeksi penyakit tekanan darah tinggi Penyakit sistem otot dan jaringan ikat Penyakit rongga mulut,kelenjar ludah,rahan 8 dan lainnya 9 Penyakit tonsilitis 10 Diare (termasuk tersangka kolera) Sumber : Denpasar Dalam Angka, 2012 III.Kabupaten Tabanan 1. Letak Wilayah dan Luas Wilayah

Kabupaten Tabanan terletak di bagian selatan pulau Bali yang secara geografis berada pada posisi 8 14 30- 8 30 07 Lintang Selatan, 114 54 52 - 115 12 57 Bujur Timur. Wilayah ini cukup strategis karena berdekatan dengan Ibukota Propinsi Bali yang berjarak 25 km dengan waktu tempuh 45 menit dan

E - 10

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

dilalui oleh jalur arteri yaitu jalur antar propinsi. Batas-batas wilayah Kabupaten Tabanan secara lengkap adalah : Utara Timur Barat : Kabupaten Buleleng : Kabupaten Badung : Kabupaten Jembrana

Selatan : Samudera Indonesia Luas Kabupaten Tabanan sebesar 839.33 km2 atau 14,90 persen dari luas Propinsi Bali. Berdasarkan besarnya wilayah, maka Kabupaten Tabanan termasuk Kabupaten terbesar kedua di Propinsi Bali setelah Kabupaten Singaraja. Tabel E.9. Luas Wilayah Kabupaten Tabanan per Kecamatan, Prosentase Terhadap Kabupaten Tabanan dan Propinsi Bali, 2011 Luas % Terhadap Wilayah Kab. 2 (km ) Tabanan (4) (1) (2) (3) 6,20 52,05 1 Selemadeg 5,05 42,39 2 Kerambitan 6,12 51,4 3 Tabanan 6,39 53,6 4 Kediri 5,34 44,79 5 Marga 11,82 99,17 6 Baturiti 16,92 141,98 7 Penebel 21,33 179,02 8 Pupuan 14,31 120,15 9 Selemd. Barat 6,53 54,78 10 Selemd. Timur 100,00 839,33 Jumlah Total Sumber : Kabupaten Tabanan Dalam Angka, 2012 No Kecamatan % Terhadap Prop. Bali (5) 0,92 0,75 0,91 0,95 0,80 1,76 2,52 3,18 2,13 0,97 14,90

E - 11

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Gambar E.3. Grafik pembagian luas wilayah di Kabupaten Tabanan Per Kecamatan (km2) 2. Penggunaan Tanah Bila dilihat dari penguasaan tanahnya, dari luas wilayah yang ada, sekitar 22,435 km2 (26,73%) wilayah Kabupaten Tabanan merupakan lahan persawahan dan 61,498 km2 (73,27%) merupakan lahan bukan sawah. Dari 73,27 persen lahan bukan sawah, 99,95 persen diantaranya merupakan lahan kering yang sebagian besar berupa tegal, kebun, dan hutan negara, sisanya 0,05 persen adalah lahan lainnya seperti kolam, tambak dan rawa-rawa. 3. Topografi Keadaan topografi Kabupaten Tabanan dapat digambarkan dengan adanya dataran tinggi di bagian utara wilayah Tabanan dan dataran rendah di bagian selatannya. Kabupaten Tabanan bagian utara merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian tertinggi berada pada puncak Gunung Batukaru, yaitu setinggi 2.267 meter dari permukaan laut. Dan di bagian selatan Kabupaten Tabanan merupakan daerah pantai yang berupa dataran rendah. 4. Curah Hujan Curah hujan di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan Iklim, topografi dan pertemuan arus angin. Dari topografinya, Kabupaten Tabanan merupakan daerah pegunungan dan pantai. Ini mengakibatkan perbedaan suhu di masingmasing daerah wilayah Kabupaten Tabanan. Perbedaan suhu tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat curah hujan. Dari dua stasiun pencatat curah hujan yang aktif di Kabupaten Tabanan, curah hujan yang tertinggi di tahun 2010 terjadi pada bulan januari, april, dan bulan september hingga desember. Hal tersebut artinya pada bulan-bulan bersangkutan, frekuensi curah hujannya tinggi. 5. Kependudukan 5.1. Penduduk
E - 12

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Penduduk

merupakan

aset

pembangunan

bila

mereka

dapat

diberdayakan secara optimal. Disamping itu, penduduk juga dapat menjadi beban pembangunan apabila kualitas penduduk atau sumber daya manusianya rendah. Berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2011, penduduk Kabupaten Tabanan tercatat berjumlah 437.679 jiwa dengan laju pertumbuhan alaminya sebesar 0,21 %. Dari 437.679 Jiwa, 217.779 (49,76%) diantaranya merupakan penduduk laki-laki dan 219.900 jiwa (50,24%) merupakan penduduk perempuan. Tabel E.11. Jumlah Penduduk WNI dan WNA di Kabupaten Tabanan 2011 No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kecamatan Luas Wilayah (km2) Penduduk Jumlah/Total LakiPerempuan laki (4) (5) (6) 10799 11118 21917 19730 20243 39973 33163 33239 66402 38669 38019 76688 21579 22300 43879 26037 25594 51631 24502 25922 50424 20310 20229 40539 11065 11197 22262 11925 12039 23964 219900 216898 212409 210031 208877 437679 431162 421843 416743 414220

(2) (3) Selemadeg 52,05 Kerambitan 42,39 Tabanan 51,4 Kediri 53,6 Marga 44,79 Baturiti 99,17 Penebel 141,98 Pupuan 179,02 Selemd. Barat 120,15 Selemd. Timur 54,78 Jumlah Total 2011 839,33 217779 2010 839,33 214264 2009 839,33 209434 2008 839,33 206712 2007 839,33 205343 Sumber : Kabupaten Tabanan Dalam Angka, 2012 5.2. Ketenagakerjaan

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Tahun 2011, angkatan kerja di Kabupaten Tabanan sebanyak 264.590 jiwa. Dari angkatan kerja yang ada 259.919 jiwa (98,23%) diantarannya adalah penduduk yang bekerja dan sisanya 4.671 jiwa (1,77%) merupakan pengangguran terbuka. Jumlah penduduk yang bekerja menurut hasil SAKERNAS tahun 2011 pada sektor pertanian, yaitu sebanyak 96.384 orang (37,76%). Penduduk
E - 13

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

yang bekerja di sektor perdagangan terdapat 53.915 jiwa (21,12%), di sektor industri sebanyak 30.786 jiwa (12,06%) dan sisanya tersebar di keenam sektor lainnya. Jumlah penduduk yang bukan angkatan kerja di Kabupaten Tabanan sebanyak 75.725 jiwa, dimana 19.614 jiwa (25,90%) karena masih bersekolah, 38.705 jiwa (51,11%) mengurus rumah tangga dan 17.406 (22,99%) karena alasan lainnya.

5.3. Pendidikan Salah satu indikator yang menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah tingkat pendidikan yang tinggi. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, diharapkan kualitas SDMnya juga tinggi. Dewasa ini pendidikan tidak lagi dimulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), melainkan dimulai dari tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak (TK). Jumlah sekolah TK di Kabupaten Tabanan pada tahun 2011 terdapat sebanyak 224 buah dengan jumlah murid sebanyak 5.779 orang. Jumlah SD sebanyak 331 buah dengan jumlah murid dan guru masing-masing sebanyak 49.052 dan 6.198 orang. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah murid SLTP di Kabupaten Tabanan sebanyak 42 buah. Dari 18.549 murid SLTP terdapat 1.635 orang guru. Untuk sekolah menengah atas (SMU dan SMK), jumlah murid di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan yaitu dari 12.551 orang di tahun 2010 menjadi 13.157 orang di tahun 2011. Jumlah pengajar yang mengajar di sekolah menengah atas dan sekolah kejuruan adalah sebanyak 2.231 orang guru.

Tabel E.12. Jumlah Fasilitas Dan Daya Tampung Pendidikan Di Kabupaten Tabanan Tahun 2011 Jenis Sekolah Taman Kanak-kanak Sekolah Dasar/MI SLTP/MTs SMU/K Sekolah 224 331 42 35 Banyaknya Guru/Dosen 508 6198 1635 2231 Murid 5779 49052 18549 13157
E - 14

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Perguruan Tinggi 4 153 Swasta Sumber : Kabupaten Tabanan Dalam Angka, 2012 5.4. Agama

2351

Sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Negara menjamin kehidupan beragama serta menjaga kerukunan antar umat beragama. Untuk itu diperlukan saran dan prasaranaa yang memadai untuk peningkatan pelayanan bagi seluruh umat beragama. Sebagian besar penduduk kabupaten Tabanan bergama Hindu, hal ini tercermin dari jumlah peribadatan yang terdapat di Kabupaten Tabanan. Pada tahun 2011 di Kabupaten Tabanan terdapat 1.151 buah tempat peribadatan untuk agama Hindu, 56 buah untuk agama Islam, 7 buah untuk agama Katolik, 3 buah untuk agama Budha dan 6 buah untuk agama Protestan. Tabel E.13. Jumlah Penduduk Pemeluk Agama Di Kab. Tabanan Tahun 2011 Kecamatan Islam Hindu Budha (2) (3) (4) (5) 273 21559 Selemadeg 41 Kerambitan 158 39759 14 Tabanan 6352 57885 414 Kediri 4730 70485 330 Marga 535 43341 3 Baturiti 4407 46847 248 Penebel 917 49241 Pupuan 822 39253 392 Selemd. 9 Barat 587 23292 15 Selemd. 10 Timur 626 21601 Jumlah Total 2011 19407 413263 1457 2010 19370 406985 1362 2009 18813 397360 1323 2008 14489 397842 1159 2007 14158 395650 1159 Sumber : Kabupaten Tabanan Dalam Angka, 2012 5.5. Kesehatan No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Protestan (6) 42 1324 470 16 66 72 60 35 2095 2058 2000 2048 2048 Katolik Jumlah (7) (8) 44 21917 39973 427 66402 673 76688 43879 113 51631 200 50424 40539 1457 1387 1347 1205 1205 23964 22262 437679 431162 421843 416743 414220

E - 15

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Penyediaan sarana dan prasaranaa kesehatan serta tenaga kesehatan merupakan salah satu cara pemerintah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Rumah sakit dan puskesmas merupakan salah satu sarana kesehatan yang paling vital. Di Kabupaten Tabanan terdapat 20 puskesmas, 78 puskesmas pembantu dan 30 puskesmas keliling. Sedangkan jumlah rumah sakit negeri yang terdapat di Kabupaten Tabanan terdapat satu buah dengan jumlah tempat tidur 190 buah. Berikut 10 kasus penyakit terbanyak yang tercatat di RSUD Tabanan selama tahun 2009, dengan jumlah pasien sebanyak 120.391 pasien. Tabel E.14. Kasus penyakit terbanyak di RSUD Kab. Tabanan No. Diagnosa Penyakit 1 Infeksi Akut Pada Saluran Pernapasan 2 Tekanan Darah Tinggi 3 Penyakit Pada Sistem Otot 4 Kecelakaan dan Ruda Paksa 5 Penyakit Kulit Alergi 6 Penyakit Pulpa 7 Diare 8 Gangguan Gigi 9 Penyakit Lain Pada Saluran Pernapasan 10 Tukak Lambung Sumber : Kabupaten Tabanan Dalam Angka, 2012 IV. KABUPATEN GIANYAR 1. Letak dan Luas Wilayah Gianyar merupakan salah satu dari Banyaknya Kasus 138630 49605 73853 32471 20775 25186 18873 22139 49135 26239

sembilan kabupaten/kota di propinsi Bali, terletak antara 08 18 48- 8 38 58 Lintang Selatan, 115 13 29 - 115 22 23 Bujur Timur. Luas Kabupaten

Gianyar sebesar 36.800 Hektar atau 6,53% dari luas Propinsi Bali secara keseluruhan.

E - 16

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Batas-batas wilayah Kabupaten Gianyar secara lengkap adalah : Utara Timur Barat Selatan : Kabupaten Bangli : Kabupaten Bangli dan Klungkung : Kabupaten Badung dan Kota Denpasar : Selat Badung dan Samudra Indonesia

Tabel E.15. Luas wilayah Kabupaten Gianyar per Kecamatan Tahun 2011 No Luas Wilayah (Km2) 1 2 3 55,02 1 Sukawati 39,7 2 Blahbatu 50,59 3 Gianyar 42,63 4 Tampaksiring 42,38 5 Ubud 61,8 6 Tegallalang 75,88 7 Payangan Sumber : Kabupaten Gianyar dalam Angka, 2012 Kecamatan
Luas Wilayah (Km2)
55,02 39,7 61,8 42,38 42,63 50,59 Sukawati Blahbatu Gianyar Tampaksiring Ubud Tegallalang Payangan

75,88

2. Topografi Bagian terluas wilayah Kabupaten Gianyar (20,25 %) terletak pada ketinggian 250 - 900 meter dari permukaan laut. Terdapat 12 buah sungai melintasi wilayah Gianyar yang sebagian besar air sungai dimanfaatkan sebagai irigasi persawahan. 3. Curah Hujan Curah hujan antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim dan

perputaran/pertemuan arus. Oleh karena itu jumlah iklim curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Sejak tahun 2006 pencatatan curah hujan dilakukan pada tiap-tiap kecamatan dengan masingmasing ada 1 buah tempat pencatat curah hujan. Berdasarkan hasil pencatatan curah hujan di Kabupaten Gianyar berkisar antara 10 560 mm. Kecamatan dengan total curah hujan tertinggi adalah Kecamatan Payangan yaitu sebesar 2.380 mm, tempat kedua Kecamatan Ubud edengan total curah hujan 2.106 mm sedangkan kecamatan dengan curah hujan terkecil adalah

E - 17

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Kecamatan Gianyar dengan total curah hujan 1.431 mm. Bulan Agustus merupakan bulan terkering selama tahun 2011 dengan curah hujan berkisar 10-23 mm. Tabel E.16. Data Curah hujan Kabupaten Gianyar Tahun 2011 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nomor dan Tempat Stasiun Pencatat Skw Blh Gnr Tps Ubd Tgl Pyg 298 233,5 377 350 560 Januari 356 246 211,5 255 120 Februari 331 194 158 179 186,5 380 Maret 149 218 270,5 358 240,5 370 April 228 100 129,5 128 61,5 100 Mei 71 375 67,5 57 Juni 216 81 57 30,5 50 Juli 36 10 10,5 Agustus 23 17 65 40 September 17 76 20 Oktober 176 87 259 245 292 290 Nopember 170 412,5 406 369 450 Desember 318 1431 1910 2106 1681,5 2380 Jumlah 2074 Sumber : Kabupaten Gianyar Dalam Angka, 2012 Keterangan : Skw : Sukawati BLh : Blahbatuh Gnr : Gianyar Tps : Tampaksiring Ubd : Ubud Tgl : Tegallalang Pyg : Payangan Bulan

4. Kependudukan A. Penduduk Serangkaian Sensus Penduduk yang telah dilaksanakan tercatat jumlah penduduk Gianyar sebelum kemerdekaan pada tahun 1930 hanya 164.409 jiwa. Meningkat menjadi 306.129 jiwa pada tahun 1980, pada tahun 1990 menjadi 336.738 jiwa dan menjadi 393.155 jiwa dan pada tahun 2000. Hasil supas pada tahun 2005 tercatat 421.067 jiwa terdiri dari laki-laki 214.516 dan perempuan 206.551 jiwa. Sedangkan hasil Sensus Penduduk 2010 mencatat penduduk sebanyak 469.777 jiwa dengan lakilaki sebanyak 237.493 jiwa dan perempuan sebanyak 232.284 jiwa.

E - 18

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Pertumbuhan penduduk SP-2010 sebesar 1,79% setelah Supas 2005, periode tahun 1961 1971 sebesar 1,58% menjadi 1,33% pada tahun 1980 1990, sedangkan tahun 1990 2000 mencapai 1,56%. Hasil SUpas 2005 pertumbuhan penduduk Gianyar 1,38%. Sex ratio penduduk Gianyar hasil SP-2010 menunjukkan 102,24 artinya bahwa jumlah penduduk laki-laki sudah melebihi penduduk perempuan. Sebaran penduduk antar desa dan kecamatan rangenya relatif tinggi, hal ini ditunjukkan oleh tingkat kepadatan, seperti Kecamatan Payangan hanya 542 jiwa per km2 sedangkan Kecamatan Sukawati sudah mencapai 2.007 jiwa per km2. Sejalan bertambahnya jumlah penduduk, jumlah rumah tangga juga bertambah dengan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga adalah 4 orang. Tabel E.17. Jumlah Penduduk Kabupaten Gianyar per Kecamatan Tahun 2011 No Kecamatan Penduduk Laki Perempuan 4 5 56914 55243 33765 33141 44593 43609 23689 22846 35586 34821 25714 25398 20948 20860 Jumlah Total 6 112157 66906 88202 46535 70408 51112 41808 Sex Ratio 7 103,02 101,88 102,26 103,69 102,20 101,24 100,42 102,24 102,24 100,07 99,67 99,59 Kepadatan setiap km2 8 2038 1685 1743 1092 1661 827 551 1297 1277 1081 1073 1062

1 2 1 Sukawati 2 Blahbatu 3 Gianyar 4 Tampaksiring 5 Ubud 6 Tegallalang 7 Payangan Jumlah Total 241209 235919 477128 2011 237493 232284 469777 2010 199057 198920 397977 2009 197049 197706 394755 2008 194947 195751 390698 2007 Sumber : Kabupaten Gianyar Dalam Angka, 2012

B. Ketenagakerjaan Gambaran mengenai ketenagakerjaan Kabupaten Gianyar berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukkan jumlah angkatan kerja pada tahun 2011 sebanyak 272.944 orang yang terdiri dari penduduk yang bekerja 267.054 orang dan yang mencari pekerjaan sebanyak 5.890 orang. Penduduk yang bukan merupakan

E - 19

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

angkatan kerja terdiri dari penduduk yang sekolah sebanyak 24.137 orang, mengurus rumah tangga sebanyak 43.592 orang dan lainnya 21.545 orang. Dilihat dari distribusi penduduk yangn bekerja menurut sektor, sektor perdagangan besar, eceran dan rumah makan menduduki posisi teratas yakni sebesar 32,09%, disusul sektor industri pengolahan sebesar 18,21%, lainnya 17,40%, sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan sebesar 16,89% dan yang terendah adalah jasa kemasyarakatan yaitu sebesar 15,40%. C. Pendidikan Upaya peningkatan kecerdasan masyarakat merupakan tujuan pokok pendidikan. Indikator yang perlu ditingkatkan yakni partisipasi sekolah penduduk, yang konsekuensinya perlu tersedia fasilitas fisik dan dukungan peralatan pendidikan maupun tenaga guru yang memadai. Banyaknya sekolah, guru dan murid di kabupaten Gianyar dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel E.18. Banyaknya Sekolah, Guru dan Murid serta Rata-rata Guru dan Murid Per Sekolah di Kabupaten Gianyar Keadaan Bulan Agustus 2011 Rata-rata Banyaknya Jenis Sekolah Sekolah Guru Murid Guru Murid Taman Kanak5 64 120 614 7624 kanak 11 169 289 3251 48815 Sekolah Dasar/MI 39 454 47 1819 21317 SLTP/MTs 48 446 27 1307 12050 SMK 43 446 17 737 7589 SMU/MA Sumber : Kabupaten Gianyar Dalam Angka, 2012 D. Agama Sesuai dengan falsafah yang kita anut pelayanan kehidupan beragama senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kerukunan dan menciptakan suasana yang kondusif. Jumlah peribadatan umat Hindu sebanyak 3.766 buah, gereja 12 buah, masjid 17 buah dan wihara 1 buah. Jumlah pemeluk agama di Kabupaten Gianyar dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel E.19. Jumlah Penduduk Pemeluk Agama Kabupaten Gianyar Pada Tahun 2011 No Kecamatan Hindu Budha Islam Protestan Katolik

E - 20

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

No

Kecamatan

Hindu

Budha

Islam

Protestan Katolik 286 100 245 23 57 25 14 750 750 750 750 750 170 76 222 17 41 15 13 554 554 554 554 554

1 Sukawati 83805 342 1786 2 Blahbatu 60180 245 1823 3 Gianyar 79633 312 2567 4 Tampaksiring 44639 8 414 5 Ubud 62486 17 501 6 Tegallalang 48716 12 165 7 Payangan 40512 87 175 Jumlah Total 2011 419971 1023 7431 2010 419971 1016 7431 2009 417549 768 7231 2008 417549 768 7231 2007 417549 768 7231 Sumber : Kabupaten Gianyar Dalam Angka, 2012 5. KESEHATAN

Ketersediaan sarana kesehatan di Kabupaten Gianyar sampai dengan akhir tahun 2011 adalah : rumah sakit pemerintah ada satu unit dengan 210 kapasitas tempat tidur. Rumah Sakit swasta ada 3 unit dengan jumlah tempat tidur 116 buah. Puskesmas 13 unit, tersebar diseluruh Kecamatan, Puskesmas pembantu pemerintah ada 65 unit. Disamping penyediaan sarana kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, usaha pelayanan tenaga kesehatan juga ditingkatkan. Jumlah dokter di RSU Gianyar sebanyak 67 orang. Sedangkan di Puskesmas terdapat 108 orang. Kemampuan daya tampung pelayanan dan fasilitas telah diupayakan peningkatannya. Berikut 5 macam penyakit terbanyak di Kabupaten Gianyar selama tahun 2011. Tabel. 2.20. Penyakit Terbanyak di RSUD Kabupaten Gianyar Tahun 2011 No. Diagnosa Penyakit 1 ISPA 2 Penyakit Pulva & Jar Peripikal 3 Penyakit Sistem Otot & Jaringan Pengikat 4 Kecelakaan 5 Diare Sumber : Kabupaten Gianyar Dalam Angka, 2012 Banyaknya Kasus 80641 25826 22524 25919 14472 Rangking I III IV II V

E - 21

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

V. KABUPATEN BANGLI 1. LETAK DAN LUAS WILAYAH Kabupaten Bangli merupakan kabupaten di Bali yang tidak memiliki wilayah pantai. Letak geografisnya terletak diantara 115 13 48- 115 27 24 Bujur Timur, 8 8 30 - 8 31 87 Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Bangli adalahr 520,81 km2 atau 9,25 % dari luas wilayah Provinsi Bali (563.666 Ha). Berikut luas wilayah Kabupaten Bangli per kecamatan.

Tabel E.21. Luas Wilayah Kabupaten Bangli Per Kecamatan No Kecamatan Luas Wilayah (Km2)
366,9

Luas Wilayah (Km2)

49,3

56,3 48,3

Susut Bangli Tembuku Kintamani

1 Susut 49,3 2 Bangli 56,3 3 Tembuku 48,3 4 Kintamani 366,9 Sumber : Kabupaten Bangli Dalam Angka, 2012

2. Topografi Kabupaten Bangli sebagian besar daerahnya merupakan dataran tinggi dengan ketinggian dari permukaan laut antara 100-2152 m. Untuk ketinggian masing-masing kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel E.22. Ketinggian Kecamatan di Kabupaten Gianyar Tahun 2011 No 1 Kecamatan 2 Luas Wilayah (Km2) 3 Persentase luas wilayah 4 Ketinggian dari permukaan laut 5

E - 22

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

1 2 3 4

Susut Bangli Tembuku Kintamani

49,3 56,3 48,3 366,9

9.47 10.8 9.28 70.45

225 -950 200 1175 300 -891 100 - 2152

3. Curah Hujan Karena Kabupaten Bangli sebagian besar daerahnya merupakan daerah dataran tinggi sehingga hal ini berpengaruh terhadap keadaan iklim di wilayah ini. Keadaan iklim dan perputaran atau pertemuan arus udara yang disebabkan karena adanya pegunungan di daerah ini yang menyebabkan curah hujan di daerah ini pada tahun 2011 relatif tinggi terutama di bulan Januari, September dan Oktober. 4. Kependudukan a. Penduduk Berdasarkan hasil registrasi penduduk tahun 2011 penduduk Kabupaten Bangli sebanyak 216.512. Terdiri dari 108.253 jiwa penduduk laki-laki dan 108.259 jiwa penduduk perempuan. Jumlah penduduk tahun 2011 ini naik 0,39% persen dari sebelumnya 215.729 jiwa. Dengan luas wilayah 520,81 km2, maka kepadatan penduduk di Bangli telah mencapai 414 jiwa/km2. Di antara kecamatan yang ada di Bangli, kecamatan Kintamani merupakan daerah yang berpenduduk terbesar dengan jumlah penduduk mencapai 92.445 jiwa atau 42,85 persen dari seluruh penduduk Bangli. Kondisi tersebut sangatlah wajar mengingat daya dukung wilayahnya yang masih luas dan masih memungkinkan sebagai tempat pemukiman penduduk. Dengan luas wilayah Kecamatan Kintamani yang mencapai 366,92 km2, apalagi kepadatan penduduknya yang relatif masih rendah yakni 252 jiwa/km2 atau masih dibawah kepadatan penduduk Bangli secara umum, maka semua potensi tadi tentu akan sangat menunjang dalam pelaksanaan program pemerintah dalam

pembangunan di Kabupaten Bangli. Di bawah ini menunjukkan jumlah penduduk Kabupaten Bangli pada tahun 2011.

Tabel E.24 Jumlah Penduduk Kabupaten Bangli per Kecamatan Tahun 2011 No (1) Kecamatan (2) Luas Wilayah (km2) (3) Penduduk Jumlah/Total Laki Perempuan (4) (5) (6) sex Ratio (7)
E - 23

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

No

Kecamatan

(1) (2) 1 Susut 2 Bangli 3 Tembuku 4 Kintamani Jumlah Total 2011 520,81 107758 2010 520,81 107594 2009 520,81 107182 2008 520,81 106637 2007 520,81 106164 Sumber : Kabupaten Bangli Dalam Angka, 2012

Luas Wilayah (km2) (3) 49,31 56,26 48,32 366,92

Penduduk Jumlah/Total Laki Perempuan (4) (5) (6) 21268 21763 43031 22899 22516 45415 17403 17637 35040 46188 46343 92531 108259 108135 107603 107171 106762 216017 215729 214785 213808 212926

sex Ratio (7) 97.73 101.70 98.67 99.67 99.54 99.50 99.61 99.50 99.44

Tabel E.25. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Bangli Tahun 2008 dan 2009 Tingkat Kemiskinan 2009 2010 Perubahan (%) 2008-2009 10.63 21.26 23.75

Garis Kemiskinan 194886 215607 (Rp/Kap/bl) Jumlah Penduduk miskin 11.39 13.80 (000 Orang) % Penduduk Miskin 5.18 6.41 Sumber : Kabupaten Bangli Dalam Angka, 2012 b. Ketenagakerjaan

Hasil survey ketenagakerjaan (Sakernas) tahun 2011 mencatat jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Bangil sebanyak 159.271 jiwa. Dari jumlah ini, sebanyak 125.791 orang diantaranya merupakan angkatan kerja yang terdiri dari penduduk yang sudah bekerja 124.528 orang dan jumlah pengangguran terbuka mencapai 1.263 jiwa. Tingkat kesempatan kerja pada tahun 2011 di Bangli mencapai 99%. Dengan begitu, tingkat pengangguran terbuka di Bangli pada tahun 2011 tercatat 1 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang menunjukkan rasio antara banyaknya angkatan kerja dengan penduduk usia kerja di Bangli selama tahun 2011 tercatat sebesar 79,98%. c. Pendidikan

E - 24

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Di kabupaten Bangli jumlah sekolah selama 5 (lima) tahun terakhir banyak mengalami perubahan. Terdapat 65 buah TK. Sekolah Dasar sebanyak 164 sekolah, Sekolah Menengah Pertama sebanyak 31 sekolah dan Sekolah Menengah Umun sebanyak 20 sekolah. Lebih rinci dapat ditunjukkan pada tabel jumlah sekolah serta daya tampung murid dan guru pada kabupaten Bangli. Tabel E.26. Fasilitas Dan Daya Tampung Pendidikan Di Kabupaten Bangli Jenis Sekolah Sekolah Banyaknya Guru 235 1413 701 589 Murid 1875 23949 9915 5938

Taman Kanakkanak 65 Sekolah Dasar/MI 164 SLTP/MTs 31 SMU/K 20 Sumber : Kabupaten Bangli Dalam Angka, 2012 d. Agama

Jumlah Pura di Bangli pada tahun 2010 sebanyak 547 unit. Masjid dan Musholah ada 9 unit sedangkan Gereja 1 unit. Persentase penduduk Kabupaten Bangli yang memeluk Agama Hindu sebanyak 98,37%, Islam sebanyak 1,24 %, Budha sebanyak 0,19% serta Protesta/katolik sebanyak 0,21%. Tabel E.27. Banyaknya Pemeluk Agama di Kabupaten Bangli Tahun 2011
No (1) 1 2 3 Kecamatan (2) Susut Bangli Tembuku Hindu (3) 44778 50873 19374 89832 204857 215825 211192 211186 Islam (4) 158 1475 9 931 2573 2573 2573 2600 Budha (5) 3 9 374 386 386 386 250 382 Protestan (6) 25 202 74 301 301 301 310 132 Katolik (7) 144 144 144 144 144 144

4 Kintamani Jumlah Total 2010 2009 2008 2007

211186 2600 2006 Sumber : Kabupaten Bangli Dalam Angka, 2012

5. Kesehatan Dibidang sarana kesehatan, Kabupaten Bangli memiliki dua buah rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Jiwa yang merupakan satu-satunya di
E - 25

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Propinsi Bali. Fasilitas kesehatan lainnya yang ada di Kabupaten Bangli seperti puskesmas terdapat 11 unit, Puskesmas Pembantu sebanyak 56 unit, sebagian besar puskesmas tersebut berada di kecamatan Kintamani. Daerah asal pasien yang paling banyak adalah dari kabupaten Gianyar, kemudian disusul oleh kota Denpasar. Tabel E.28. Jumlah Kasus 10 Penyakit terbanyak di RSUD Kabupaten Bangli Tahun 2011 Banyaknya No. Diagnosa Penyakit Kasus 18814 1 Observasi Fibris Infeksi Akut Lain pada saluran Pernafasan bagian 12528 2 Atas 6164 3 Penyakit Pada Sistem Otot dan Jaringan Pengikat 5800 4 Penyakit kulit alergi 6469 5 Kecelakaan dan Rudapaksa 4363 6 Penyakit lain pada saluran pernafasan bagian atas 780 7 Diare (termasuk tersangka kolera) 4386 8 Penyakit Pulpa dan Jaringan Perapikal 844 9 Tukak lambung 1390 10 Gangguan gigi dan penyakit penyangga lainnya Sumber : Kabupaten Bangli Dalam Angka, 2012

VI. KABUPATEN KLUNGKUNG 1. Letak Dan Luas Wilayah Kabupaten Klungkung merupakan Kabupaten yang luasnya terkecil kedua setelah kota Denpasar dari 9 kabupaten dan kota di Bali. Kabupaten Klungkung terletak diantara 115 21 28- 115 37 43 Bujur Timur, 80 27 37 - 80 49 00 Lintang Selatan. Dengan luas wilayah Kabupaten Klungkung sebesar 315 km2 (31500 Ha). Wilayah Kabupaten Klungkung sepertiganya terletak di daratan daratan Pulau Bali (11.216 Ha) dan dua pertiganya terletak di Kepulauan Nusa Penida (20.284 Ha). Batas-batas wilayah Klungkung secara lengkap adalah : Utara Timur : Kabupaten Bangli : Kabupaten Karangasem

E - 26

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Barat Selatan

: Kabupaten Gianyar : Samudera Indonesia

Total panjang pantai di Kabupaten Klungkung sekitar 97,7 km yang terdapat di Klungkung daratan 14,10 km dan di Kepulauan Nusa Penida 83,50 km, sehingga merupakan potensi perekonomian laut dengan budidaya rumput laut dan penangkapan ikan laut. Tabel E.29. Luas Wilayah Kabupaten Klungkung per Kecamatan No Kecamatan Luas Wilayah (Km2)
29,05 45,73 37,38 Nusa Penida 202,84 Banjarangkan Klungkung Dawan

Luas Wilayah (Km2)

202,84 1 Nusa Penida 45,73 2 Banjarangkan 29,05 3 Klungkung 37,38 4 Dawan Sumber : Kabupaten Klungkung Dalam Angka, 2012

2. Topografi Kabupaten Klungkung mempunyai permukaan tanah yang pada umumnya tidak rata, bergelombang bahkan sebagian besar berupa bukit-bukit terjal yang kering dan tandus dan sebagian kecil merupakan dataran rendah. Tingkat kemiringan tanah diatas 400 (terjal) seluas 16,47 km2 atau 5,23% dari luas kabupaten. 3. Curah Hujan Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Rata-rata curah hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Banjarangkan yaitu sebesar 211,50 mm dengan rata-rata hari hujan perbulan sebesar 11,67 hari, sedangkan terendah di kecamatan Nusa Penida dengan rata-rata curah hujan sebesar 75,75 mm dan rata-rata hari hujan 5,58 hari. Pada tahun 2011 curah hujan tiap bulannya relatif tinggi, dimana curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Nopember sedangkan terendah pada bulan September. Untuk hari hujan tertinggi terjadi pada bulan januari sedangkan terendah terjadi pad bulan September.

E - 27

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tabel E.30 Data Curah Hujan dan Hari Hujan per Kecamatan di Kabupaten Klungkung Tahun 2011 Nomor dan Tempat Stasiun Pencatat No. Bulan Nusa Penida Banjarangkan Klungkung Dawan CH HH CH HH CH HH CH HH 322 21 148 12 214 23 1 Januari 238 18 157 8 184 16 2 Februari 237 13 197 14 206 9 287 15 3 Maret 159 11 219 10 175 7 161 19 4 April 161 18 249 12 162 7 129 9 5 Mei 25 5 227 10 85 6 127 8 6 Juni 178 7 347 4 69 9 7 Juli 25 2 37 10 9 2 53 10 8 Agustus 47 2 29 5 9 5 9 September 235 9 141 7 10 Oktober 25 2 86 8 99 7 349 13 165 6 285 15 11 Nopember 278 11 190 7 184 16 12 Desember 178 9 1832 77 1808 153 Jumlah 909 67 2538 77 Rata-rata 75.75 5.58 211.59 6.42 152.67 6.42 150.67 12.75 Sumber : Kabupaten Klungkung Dalam Angka, 2012 4. Kependudukan A. Penduduk Penduduk merupakan salah satu sumber daya pembangunan, karena penduduk itu sendiri berperan penting dalam proses pembangunan. Berdasarkan hasil registrasi jumlah penduduk Klungkung tahun 2011 berjumlah 186.488 Jiwa. Penyebaran penduduk tidak merata di empat Kecamatan, yaitu 73,96% berada pada daratan Klungkung (Banjarangkan, Dawan dan Klungkung), sedangkan 26,04% berada di Kepulauan Nusa Penida (Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan). Jumlah penduduk di masing-masing kecamatan yaitu Nusa Penida 48.560 jiwa, Banjarangkan 39.463 jiwa, Klungkung 57.614 jiwa dan Dawan 40.851 jiwa. Dengan demikian terdapat ketimpangan kepadatan penduduk di empat kecamatan, kepadatan penduduk per kilometer persegi di kecamatan Nusa Penida 239 jiwa, kecamatan Banjarangkan 863 jiwa, kecamatan Klungkung 1.983 jiwa dan kecamatan Dawan 1093 jiwa. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) adalah perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan pada tahun 2011 sex ratio sebesar 97%. Jika dilihat sex ratio perkecamatan, sex ratio

E - 28

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

tertinggi pada kecamatan Klungkung dan Dawan yaitu 98% dan terendah di kecamatan Nusa Penida sebesar 95%. Tabel E.31. Jumlah Penduduk di Kabupaten Klungkung tahun 2011 No Kecamatan Luas Wilayah (km2) 3 202,84 45,73 29,05 37,38 Penduduk Laki Perempuan Jumlah/Total 6 48560 39463 57614 40851 186488 185272 184043 176822 175430 Sex Ratio 7 95 97 98 96 97 97 97 97 97

1 2 4 5 1 Nusa Penida 23707 24853 2 Banjarangkan 19434 20029 3 Klungkung 28479 29135 4 Dawan 20003 20848 Jumlah Total 2011 315 91623 94865 2010 315 91071 94201 2009 315 90132 93619 2008 315 86849 89973 2007 315 86156 89274 Sumber : Kabupaten Klungkung Dalam Angka, 2012 B. Tenaga Kerja

Penduduk usia kerja disini dimaksudkan adalah penduduk yang berumur 15 tahun keatas, mereka terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Perbandingan penduduk yang tergolong angkatan kerja terhadeap usia kerja dikenal dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Dimana pada tahun 2011 sebesar 75,69%. Berdasarkan lapangan pekerjaan dari 96.421 orang yang bekerja, 29,30% bekerja di sektor pertanian, 23,18% bekerja di sektor perdagangan, hotel dan rumah makan, 16,43% di sektor industri pengolahan; 13,78 di sektor jasa dan lainnya masing-masing tidak lebih dari 10%. C. Pendidikan Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, oleh karena itu jalur pendidikan formal perlu ditingkatkan. Program 9 tahun dan adanya sekolah gratis merupakan salah satu wujud nyata pemerintah dalam meningkatkan SDM. Tabel E.32. Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Kabupaten Klungkung Tahun 2011/2012

E - 29

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Sekolah Taman Kanakkanak 84 Sekolah Dasar/MI 139 SLTP/MTs 24 SMU/K 20 Sumber : Klungkung dalam angka, 2012 D. Agama

Jenis Sekolah

Banyaknya Guru 273 18729 8424 7853

Murid 4122 1609 814 650

Sesuai dengan falsafah Negara kita, dimana pelayanan kehidupan menganut agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa akan dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kehidupan dan sekaligus mengatasi masalah sosial budaya yang mungkin dapat menghambat kemajuan bangsa. Mayoritas pemeluk agama di Kabupaten Klungkung adalah Agama Hindu sebanyak 179.283 orang, Budha 1169 orang, Islam 5.459 orang, Protestan 375 orang dan Katolik 202 orang. Tabel E.33. Jumlah Penduduk Pemeluk Agama di Kabupaten Klungkung Tahun 2011 No Kecamatan Hindu Budha Islam Protestan Katolik 6 9 9 328 29 375 7 24 5 151 22 202

1 2 3 4 5 1 Nusa Penida 47838 689 2 Banjarangkan 39303 31 115 3 Klungkung 52160 1082 3893 4 Dawan 39982 56 762 Jumlah Total 179263 1169 5459 Sumber : Kabupaten Klungkung Dalam Angka, 2012 5. Kesehatan

Sarana kesehatan yang terdapat di Kabupaten Klungkung berupa rumah sakit umum sebanyak 3 unit, puskesmas 9 unit, puskesmas pembantu 53 unit, dan puskesmas keliling 19 unit. Di Kabupaten Klungkung juga terdapat 2 unit rumah bersalin, 5 balai pengobatan, 4 unit optikal, 13 apotik dan 12 toko obat berijin. Di Kabupaten Klungkung juga terdapat praktek tenaga kesehatan seperti praktek dokter umum 72, dokter spesialis 20 orang, dokter gigi 20 orang, bidan praktek 115 orang, poskesdes 59 dan posyandu 289. Dengan begitu banyaknya tenaga kesehatan serta fasilitas

E - 30

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

kesehatan di kabupaten Klungkung diharapkan pelayanan di bidang kesehatan akan semakin baik.

VII.

KABUPATEN BADUNG Secara geografis Kabupaten Badung terletak antara 8 14 20- 8 50 48 Lintang Selatan, 115 05 00 - 115 26 16 Bujur Timur, dengan luas wilayah 418,52 km2 atau sekitar 7,43 % dari daratan Pulau Bali dan terbagi atas 6 wilayah kecamatan. Dari 6 kecamatan, Kecamatan Petang memiliki luas terbesar yaitu 115 km2, sedangkan Kecamatan Kuta merupakan kecamatan terkecil dengan luas 17,52 km2. Batas-batas wilayah kabupaten Badung secara lengkap adalah : Utara Timur Barat Selatan : Kabupaten Buleleng : Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar, Kota Denpasar : Kabupaten Tabanan : Samudera Indonesia

1. Letak dan Luas Wilayah

Tabel E.34. Luas Wilayah Kabupaten Badung Per Kecamatan Luas Wilayah (km2) 101,13 1 Kuta Selatan 17,52 2 Kuta 33,86 3 Kuta Utara 82 4 Mengwi 69,01 5 Abiansemal 115 6 Petang Sumber : Kabupaten Badung Dalam Angka, 2012 No Kecamatan 2. Topografi Kabupaten Badung terletak pada ketinggian 0-2.075 meter dari permukaan laut. Dengan rincian pada Kecamatan Kuta Selatan terletak pada ketinggian 28 meter dari permukaan laut, Kecamatan Kuta terletak pada ketinggian 27 meter dari permukaan laut, Kecamatan Kuta Utara terletak pada ketinggian 65 meter dari permukaan laut, Kecamatan Mengwi terletak pada ketinggian 0-350 meter dari permukaan laut, Kecamatan Abiansemal terletak pada ketinggian 75-350 meter dari permukaan laut dan Kecamatan Petang terletak pada ketinggian 275-2075 meter dari permukaan laut.

E - 31

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

3. Iklim dan Curah Hujan Seperti halnya Indonesia pada umumnya Kabupaten Badung mengalami dua musim yaitu musim kemarau dan penghujan, antara lain dipengaruhi oleh adanya arus angin yang melintasi suatu daratan serta banyak tidaknya kandungan uap air. Relaisasi curah hujan di bawah normal terjadi pada bulan Februari serta juni sampai November. Sedangkan curah hujan di atas normal terjadi pada bulan Januari, Maret sampai Mei, dan pada bulan Desember. Perbedaan angka curah hujan dari bulan ke bulan cukup tinggi dibandingkan dengan angka normal. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu sebesar 373,6 mm, sedangkan curah hujanterendah terjadi pada bulan Juni yaitu sebesar 17,8 mm. Untuk perbandingan suhu udara di Kabupaten Badung selama tahun 2011, keadaan suhu maksimum tertinggi terjadi pada bulan November yaitu sebesar 33,30 C, sedangkan suhu terendah terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 28,50 C. suhu minimum tertinggi terjadi pada bulan Desember yaitu 25,40 C dan terendah terjadi pada bulan Juli dan Agustus yaitu 23,50C. Kelembaban udara di Kabupaten Badung berkisar antara 79% - 86%. Kelembaban tertinggi terjadi pada bulan April sedangkan terendah terjadi pada bulan Agustus yaitu 79%. 4. KEPENDUDUKAN A. Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Bandung pada tahun 2011 berdasarkan data registrasi tercatat 399.861 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1,74% dengan kepadatan ratarata 955 jiwa per km2, sex Ratio adalah 101 dan rata-rata jiwa per kepala keluarga adalah 4 jiwa. Dilihat dari persebaran penduduk antar kecamatan terlihat penduduk di Kecamatan Mengwi yang paling banyak yaitu 110.588 jiwa atau 27,66 %, disusul Kecamatan Abiansemal yaitu 83.579 Jiwa atau 20,90% sedangkan Kecamatan Petang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk yang paling sedikit yaitu 28.507 jiwa atau 7,13 %. Tabel E.36. Jumlah Penduduk Menurut Kewarganegaraan di Kabupaten Badung Tahun 2011 Luas WNI WNA

Kecamata

Jumlah/Tot

E - 32

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

o (1)

(2) Kuta 1 Selatan 2 Kuta 3 Kuta Utara 4 Mengwi Abiansema 5 l 6 Petang Jumlah Total 2011

Wilaya h (km2) (3) 101,13 17,52 33,86 82 69,01 115

Laki (4) 37438 20550 32027 54755 41709 14328

Permp . (5) 35696 19444 31965 55828 41869 14178

Jumla h (6) 73134 39994 63992 110583 83578 28506

Lak i (7) 35 3 -

Permp . (8) 31 1 2 1 1

Jumla h (9) 66 1 5 1 1

al (10) 73134 40060 63993 110588 83579 28507

20080 19898 7 0 399787 19716 19561 2010 418,52 7 8 392785 19520 19330 2009 418,52 6 8 388242 19291 19096 2008 418,52 4 6 383557 18975 18772 2007 418,52 5 5 377244 Sumber : Kabupaten Badung Dalam Angka, 2012 418,52

38 161 180 238 150

36 74 92 85 86

74 235 272 323 326

399861 399020 388514 383880 377480

Tabel E.37. Jumlah Dan Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Badung Tingkat Kemiskinan 2008 2009 2010 234,959 282,559 312,602 Garis Kemiskinan (Rp/Kap/bl) 13656 13951 17700 Jumlah Penduduk miskin 3,28 3,28 3,23 % Penduduk Miskin Sumber : Kabupaten Badung Dalam Angka, 2012 B. Tenaga kerja Penduduk usia kerja (berumur 15 tahun keatas) di Kabupaten Badung tahun 2011 tercatat 409,91 ribu jiwa. Perbandingan penduduk yang tergolong angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja /TPAK Kabupaten Badung tahun 2011 sebesar 76,38% turun bila dibandingkan tahun 2010 (76,65%). Sedangkan tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2009 sebesar 2,3%. Dari jumlah penduduk usia kerja (15 tahu ke atas) tahun 2011 dapat dibedakan menjadi angkatan kerja sebanyak 313,11 ribu jiwa dan bukan angkatan kerja sebesar 96,8 ribu jiwa C. Pendidikan

E - 33

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Pembangunan pendidikan diupayakan untuk mencerdaskan masyarakat, untuk itu peningkatan sarana dan prasarana pendidikan mutlak diperlukan untuk menunjang keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan. Di Kabupaten Badung sampai tahun 2011 terdapat 180 Taman Kanak-kanak, 271 Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiah, 50 SMP, 19 SMA dan 20 SMK. Universitas Udayana Sebagai Salah satu Universitas Negeri di Kabupaten Badung dalam tahun 2011. Tabel E.38. Jumlah Fasilitas dan Daya Tampung di Kab. Badung Banyaknya Sekolah Guru/dosen Murid/mahasiswa 180 --11040 Taman Kanak-kanak 271 3523 61290 Sekolah Dasar/MI 50 1741 25681 SLTP/MTs 39 1689 19803 SMU/K 1 1639 20295 Perguruan Tinggi Ngeri 6 116 1128 Perguruan Tinggi Swasta Sumber : Kabupaten Badung Dalam Angka, 2012 Jenis Sekolah D. Agama Seperti halnya di Propinsi Bali, sebagian besar penduduk Kabupaten Badung memeluk Agama Hindu. Sarana tempat peribadatan yang ada di kabupaten Badung adalah 362 buah Pura Kahyangan Tiga, 2 buah Pura Sad/Dang Kahyangan, Masjid/Langgar/Musholla berjumlah 80 buah, Gereja 60 buah, Kelenteng/Vihara 5 buah.

Tabel E.39. Jumlah Pemeluk Agama Di Kabupaten Badung pada Tahun 2011 No 1 1 2 3 4 Kecamatan 2 Kuta Selatan Kuta Kuta Utara Mengwi Hindu 3 81708 41847 69983 11037 Islam 4 25614 38552 21167 7958 Budha 5 801 836 618 189 Protestan 6 5054 3355 6897 2721 Katolik 7 2697 1756 4315 1394 lainnya 8 44 137 735 197 Jumlah 9 115918 86483 103715 122829

E - 34

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

No 1

Kecamatan 2

Hindu

Islam

Budha

Protestan

Katolik 7 67 5 10234

lainnya 8 85 1198

Jumlah 9 88144 26243 543332

3 4 5 6 0 2356 24 321 5 Abiansemal 85291 25664 519 7 48 6 Petang Jumlah Total 41486 96166 2475 18396 3 Sumber : Kabupaten Badung Dalam Angka, 2012 5. Kesehatan

Dalam Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Badung terdapat 4 buah Rumah Sakit, 12 Buah Puskesmas, dan 54 buah Puskesmas Pembantu dengan 160 tenaga dokter dan 538 tenaga paramedis. Bila dilihat jumlah kunjungan ke puskesmas selama pada tahun 2011 tercatat 325.571 kunjungan dengan kunjungan rata-rata perbulan sebanyak 27.131 kunjungan. Tabel E.40 Sepuluh Kasus Terbanyak Penderita Rawat inap di RSUD Kabupaten Badung Tahun 2011 Banyaknya No. Diagnosa Penyakit Kasus Janin dan bayi baru lahir yang dipengaruhi 1 factor dan penyulit kehamilan persalinan dan 818 kelahiran Perawatan ibu yang berkaitan dengan janin dan 2 610 ketuban dan masalah persalinan 3 519 Penyulit kehamilan dan persalinan lainnya 4 500 Demam berdarah dengue (DBD) Diare dan gastroenteritis oleh penyebab infeksi 5 212 tertentu (colitis infeksi) 6 172 Demam tifoid dan paratifoid 7 151 Cidera intracranial 8 144 Penyakit system cerna lainnya 9 133 Diabetes militus YTT 10 133 Kehamilan lain yang berakhir dengan abortus Jumlah Penderita Rawat Inap 6305 Sumber : Kabupaten Badung Dalam Angka, 2012 VIII. KABUPATEN JEMBRANA

1. Letak dan Luas Wilayah

E - 35

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Kabupaten Jembrana terdiri dari beberapa pulau,, yakni dari pulau Bali itu sendiri, Pulau Kalong, dan Pulau Burung. Pulau Kalong dan Pulau Burung terletak di bagian barat pulau Bali. Secara geografis, Kabupaten Jembrana terletak pada 8 09 30- 8 28 02 Lintang Selatan, 114 25 53 - 114 56 38 Bujur Timur. Batas-batas wilayah administrasi Kabupaten Jembrana sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebalah Timur : Kabupaten Buleleng : Samudera Indonesia : Selat Bali : Kabupaten Tabanan

Luas wilayah Kabupaten Jembrana secara keseluruhan seluas 841,80 km2 atau sebesar 14,93% dari luas pulau Bali. Daerah kepemerintahan Kabupaten Jembrana say ini terbagi menjadi lima kecamatan, yakni Kecamatan Melaya, Kecamatan Negara, Kecamatan Jembrana , Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Pekutatan. Jika dilihat dari luas wilayahnya, Kecamatan Mendoyo memiliki wilayah terluas yaitu 294,49 km2 (34,98%) diikuti oleh Kecamatan Melaya 197,19 km2 (23,42%), Kecamatan Pekutatan 129,65 km2 (15,40%), Kecamatan Negara 126,50 km2 (15,03%) dan Kecamatan Jembrana 93,97 km2 (11,16%). Tabel E.41. Luas Wilayah Kabupaten Jembrana per Kecamatan Tahun 2011 No 1 2 3 4 Kecamatan Melaya Negara Jembrana Mendoyo Luas Wilayah (Km2) 197,17 126,5 93,97 294,49
294,49 93,97

Luas Wilayah (Km2)

129,65

197,17 126,5

Melaya Negara Jembrana Mendoyo Pekutatan

5 Pekutatan 129,65 Sumber : Kabupaten Jembrana Dalam Angka, 2012 2. Topografi

E - 36

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Relief dan topografi daerah Jembrana digambarkan dengan membentangnya pegunungan di sebelah utara yang memanjang dari barat ke timur. Di antara pegunungan tersebut tdak terdapat gunung berapi yaitu gunung Merbuk (1.386 meter), gunung Mesehe (1.300 meter), gunung Klatakan (698 meter), gunung Sanghyang (1.004 meter), gunung Musi (1.224 meter) dan gunung Patas (1.414 meter) serta beberapa gunung lainnya. 3. Curah Hujan Banyaknya curah hujan di Kabupaten Jembrana pada tahun 2011 tercatat sebanyak 1.472,00 mm yang tercatat pada sepuluh stasiun pencatat yang tersebar di seluruh kecamatan. Curah hujan tertinggi terjadi pada Bulan November dan bulan Desember 2011 yang tercatat sebesasr 236,30 mm dan 264,80 mm. curah hujan ini jauh lebih rendah dibanding tahun 2010 yang sebesar 2.669,24 mm. Sedangkan untuk hari hujan yang terjadi di Kabupaten Jembrana sebanyak 127 hari hujan dan sejak bulan Mei sampai dengan bulan September banyaknya hari hujan di bawah 10 hari sedangkan di bulan-bulan yang lain terjadi hari hujan lebih dari 10 hari, namun hari hujan maksimal pada tahun 2011 ini hanya 17 hari hujan. Secara umum intensitas curah hujan maupun banyaknya hari huja jauh lebih rendah dibanding pada tahun 2010 lalu. 4. KEPENDUDUKAN A.Penduduk Berdasarkan hasil Registrasi Penduduk tahun 2011 tercatat jumlah penduduk Jembrana sebanyak 273.918 jiwa yang terdiri dari 137.233 jiwa (49,90%) penduduk laki-laki dan 136.685 jiwa (50,10%) penduduk perempuan. Jumlah penduduk tahun 2011 ini naik 0,35 persen dari tahun sebelumnya. Dengan luas wilayah 841,80 km2, maka kepadatan penduduk Jembrana telah mencapai 325 jiwa/.km2. Sementara untuk sex ratio menunjukkan angka 99,60 di tahun 2011. Rasio jenis kelamin tertinggi dicapai oleh Kecamatan Melaya sebesar 101,21. Sedangkan rasio jenis kelamin terendah di Kecamatan Mendoyo sebesar 97. Tabel E.43. Jumlah Penduduk Kabupaten Jembrana Tahun 2011 No (1) Kecamatan (2) Luas Wilayah (Km2) (3) Penduduk Laki (4) Perempuan (5) Jumlah/Total (6) sex Ratio (7) Kepadatan /km2 (8)

E - 37

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

1 Melaya 197.19 27246 26919 2 Negara 126.50 38489 38363 3 Jembrana 93.97 25706 26119 4 Mendoyo 249.49 30838 31727 5 Pekutatan 129.65 14406 14105 Jumlah Total 2011 841,8 136685 137233 2010 841,8 136069 136759 2009 841,8 134339 135520 2008 841,8 133622 134647 2007 841,8 131946 132919 Sumber : Kabupaten Jembrana Dalam Angka, 2012 B.Tenaga Kerja

54165 76852 51825 62565 28511 273918 272828 269859 268269 264865

101 100 98 97 102 99 99 99 99 99

275 608 552 212 220 325 324 321 319 315

Jembrana yang merupakan bagian dari Bali, masalah ketenagakerjaan masih merupakan fenomena pelik. Apalagi pasar tenaga kerja di Bali diperkirakan akan semakin terintegrasi di masa mendatang. Bali termasuk Jembrana merupakan wilayah yang mudah dijangkau dari manapun juga. Akibatnya jelas, arus migrasi maupun urbanisasi menjadi tak terhindarkan. Hasil survey ketenagakerjaan (Sakernas) tahun 2011, mencatat jumlah penduduk usia kerja di Jembrana sebanyak 192,92 ribu orang. Dari jumlah ini sebanyak 152,91 ribu penduduk orang diantaranya merupakan angkatan kerja yang terdiri dari penduduk yang sudah bekerja sebanyak 149,59 ribu orang dan jumlah pengangguran terbuka mencapai 3,32 ribu orang. Pada tahun 2011, tingkat kesempatan kerja di Jembrana mencapai 97,83 persen. Dengan demikian tingkat pengangguran terbuka mencapai 2,17 persen. Sementara itu tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) yang menunjukkan rasio antara banyaknya angkatan kerja dengan penduduk usia kerja di Jembrana selama tahun 2011 tercatat sebesar 77,65 persen. C.Pendidikan Dalam hal penyediaan sarana pendidikan di Jembrana tahun 2011 ini tidak ada penambahan pada semua jenjang pendidikan dikarenakan belum adanya penambahan jumlah murid yang tinggi.

E - 38

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Namun dari sisi partisipasi bersekolah pada penduduk usia 7 18 tahun ada sekitar 88,78 persen yang masih bersekolah atau ada kenaikan 7,66 point dari tahun sebelumnya yang sebesar 81,12 persen saja. Jumlah 2.44. Fasilitas dan Daya Tampung Pendidikan di Kab.Jembrana Jenis Sekolah Sekolah Banyaknya Guru 475 1414 652 798 Murid 4048 27876 11300 9808

Taman Kanakkanak 120 Sekolah Dasr/MI 184 SLTP/MTs 26 SMU/K 21 Sumber : Kabupaten Jembrana Dalam Angka, 2012 D.Agama

Sebagian besar penduduk di Kabupaten Jembrana memeluk agama Hindu, pada tahun 2009 jumlah penduduk yang memeluk agama Hindu sebanyak 205.598 jiwa.

Sedangkan yang memeluk agama Islam sebanyak 59061 jiwa, dan agama Katolik sebanyak 2486 jiwa. Pemeluk agama Protestan sebanyak 2700 jiwa, dan pemeluk agama Budha sebanyak 739 jiwa.

Tabel E.45. Jumlah Penduduk Pemuluk Agama Di Kabupaten Jembrana Pada Tahun 2011 No 1 Kecamatan Hindu 3 39153 41747 43778 57994 22926 205598 203994 198499 198034 Islam 4 11203 32230 7199 4021 4408 59061 58463 56767 56187 Katolik 5 1410 571 114 50 341 2486 2448 2334 2225 Protestan 6 1723 603 260 99 15 2700 2608 2472 2336 Budha 7 88 476 155 20 0 739 715 719 719 Jumlah 8 53577 75627 51506 62184 27690 270584 268228 260791 259501

2 1 Melaya 2 Negara 3 Jembrana 4 Mendoyo 5 Pekutatan Jumlah Total 2009 2008 2007 2006

E - 39

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

No 1

Kecamatan 2

Hindu

Islam

Katolik

Protestan 6 2317

Budha

Jumlah

3 4 5 2005 197398 55019 2132 Sumber : Kabupaten Jembrana Dalam Angka, 2012

7 8 708 257574

5. Kesehatan Adalah relevan apabila perbaikan derajat kesehatan masyarakat diikuti pula oleh ketersediaan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Rumah sakit yang ada di Jembrana pada tahun 2011 ada 4 unit terdiri dari swasta 3 unit dan rumah sakit pemerintah 1 unit. Selain rumah sakit, puskesmas juga merupakan prasarana kesehatan yang tak kalah pentingnya di Jembrana. Jumlah puskesmas di Jembrana ada 6 unit, puskesmas keliling ada 5 unit dan posyandu ada 328 unit. Upaya lain yang dilakukan pemerintah sejauh ini dalam pelayanan kesehatan masyarakat adalah melalui program Keluarga Berencana (KB). Tabel E.46. Sepuluh Kasus Penyakit Terbanyak Yang Dirawat Inap di RSU Negara tahun 2011 No. Diagnosa Penyakit Banyaknya Kasus 442 273 267 209 209 192 165 152 143 152

1 Diare dan Gastroentritis oleh penyebab infeksi 2 Demam tiroid 3 Gangguan pencernaan 4 penyakit system kemih lainnya 5 Cidera intra kanial 6 Anemia, unspecified 7 Tekanan darah tinggi 8 Diabetes factor keturunan (NIDDM) 9 Kegagalan fungsi hati kronis 10 Stroke Sumber : Kabupaten Jembrana Dalam Angka, 2012 IX. KABUPATEN KARANGASEM 1. Letak dan Luas Wilayah

Kabupaten Karangasem merupakan kabupaten yang terletak di ujung paling timur Pulau Bali. Secara geografis Kabupaten Karangasem berada pada 8 00 00- 8 41

E - 40

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

37,8 Lintang Selatan, 115 35 9,8 - 115 54 8,9 Bujur Timur. Batas wilayah administrasi Kabupaten Karangasem adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebalah Timur : Berbatasan dengan Laut Bali : Berbatasan Samudera Indonesia : Berbatasan Kabupaten Klungkung Bangli dan Buleleng : Berbatasan dengan Selat Lombok

Kabupaten yang sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi ini memiliki luas wilayah 839,54 km2 atau 14,9 % dari luas Provinsi Bali (5.632,86 Km2). Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 kecamatan yaitu ; Rendang, Sidemen, Manggis, Karangasem, Abang, Bebandem, Selat dan Kubu. Tabel E.47.Luas wilayah Kabupaten Karangasem per Kecamatan
Luas Wilayah (Km ) Luas Wilayah 2 (Km ) 35,15 1 Rendang 109,7 109,7 234,72 2 Sidemen 35,15 69,83 94,23 3 Manggis 69,83 80,35 81,15 134,05 4 Karangasem 94,23 5 Abang 134,05 6 Bebandem 81,15 7 Selat 80,35 8 Kubu 234,72 Sumber : Kabupaten Karangasem Dalam Angka, 2012

No

Kecamatan

Rendang Sidemen Manggis Karangasem Abang Bebandem Selat Kubu

2. Topografi Secara topografi, sebanyak 43,5 persen wilayah di Kabupaten Karangasem ini memiliki ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan air laut. Selain itu, 74,8 persen wilayahnya memiliki tekstur tanah yang sedang. Sedangkan 25,2 persen sisanya memiliki tekstur yang kasar. 3. Curah Hujan Selama tahun 2011, jumlah curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret dan Januari, masing-masing sebesar 492 mm dan 323,8 mm. Adapun banyaknya hari hujan pada bulan tersebut secara berturut-turut adalah 24 hari dan 22 hari. Sedangkan pada bulan Agustus, berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi KahangKahang, cuaca berada pada kondisi yang paling kering dibandingkan dengan bulanbulan lainnya. Kelembaban udara relatif rendah dengan rata-rata penyinaran matahari

E - 41

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

yang paling tinggi. Meskipun demikian, kecepatan angin yang cukup tinggi, membuat suhu pada bulan ini relatif rendah. Adapun puncak terpanas terjadi pada bulan November dengan rata-rata suhu mencapai 280 C.

4. KEPENDUDUKAN A.Penduduk Berdasarkan data hasil Registrasi Penduduk Desa/Kelurahan 2011, jumlah penduduk di kabupaten Karangasem sebanyak 448.537 jiwa dengan komposisi 225.386 jiwa penduduk laki-laki dan 223.151 perempuan. Jumlah ini meningkat 2,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 438.475 jiwa. Dengan luas wilayah 839,54 km2, kepadatan di Kabupaten Karangasem mencapai 534 jiwa/km2. Sex ratio sebesar 101,00 yang menunjukan jumlah penduduk lakilaki lebih besar dan jumlah penduduk perempuan. Tabel E.49. Jumlah Penduduk Kabupaten Karangasem Tahun 2011 No Kecamatan Luas Wilayah (Km2) (3) 109,7 35,15 69,83 94,23 134,05 81,15 80,35 234,72 Penduduk Jumlah/Total Laki Perempuan (4) (5) (6) 19052 19140 38192 17689 17949 35638 24264 23842 48106 43824 42458 87282 38216 36646 74862 24900 24669 49569 20901 21568 42469 36540 35879 72419 448537 438475 432791 430251 427746 Sex Ratio (7) 99,54 98,55 101,77 100,84 104,28 100,94 96,91 101,84 101,00 100,32 100,01 100,15 100,23

(2) (1) 1 Rendang 2 Sidemen 3 Manggis 4 Karangasem 5 Abang 6 Bebandem 7 Selat 8 Kubu Jumlah Total 2011 839,54 225386 223151 2010 839,54 219591 218884 2009 839,54 216401 216884 2008 839,54 215283 214968 2007 839,54 214118 213628 Sumber : Kabupaten Karangasem Dalam Angka, 2012 B.Tenaga Kerja

Dari seluruh penduduk usia 15 tahun ke atas, sebanyak 76,65 persen diantaranya termasuk dalam angkatan kerja dengan rincian 75,13 persen yang sudah bekerja dan sisanya 1,52 persen adalah masih mencari pekerjaan. 112.588 jiwa (50,61
E - 42

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

persen) bekerja di salah satu sektor primer yaitu pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan. Tabel berikut ini menunjukkan penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut kegiatan seminggu. Tabel E.50. Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas di Kabupaten Karangasem Sumber : Kabupaten Karangasem Dalam Angka, 2012

C.Pendidikan Pada bidang pendidikan dapat kita lihat jumlah sekolah, guru dan murid Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di kabupaten pada Tabel di bawah. Tabel E.51. Jumlah Fasilitas dan daya Tampung Pendidikan di Kabupaten Karangasem Banyaknya Jenis Sekolah Sekolah Guru Murid Rata-rata Guru per Sekolah 3 10 33 41 31 Rata-rata Murid per Sekolah 39 133 470 429 391

Taman Kanak-kanak 88 295 3452 Sekolah Dasar1) 364 3624 48347 SLTP Umum2) 39 1291 18321 3) SLTA Umum 20 813 8575 SMK 7 214 2735 Sumber : Kabupaten Karangasem Dalam Angka, 2012 Catatan : 1) mencakup Madrasah Ibtidaiyah negeri dan swasta 2) mencakup Madrasah Tsanawiyah negeri dan swasta 3) mencakup Madrasah Aliyah negeri dan swasta D.Agama

Penduduk Kabupaten Karangasem mayoritas beragama Hindu, yaitu sebanyak 429.298 orang, kemudian penduduk yang beragama Islam sebanyak 18.174 orang, Kristen 437 orang, Katholik 235 orang dan Budha 393 orang. Tabel E.52. Jumlah Penduduk Pemuluk Agama di Kabupaten Karangasem Tahun 2011 No (1) Kecamatan (2) Umat (3) Tempat Ibadah (4) Pemuka Agama (5)

E - 43

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

No (1) 1 2 3 4 5

Kecamatan (2)

Umat

Tempat Ibadah

Pemuka Agama (5) 3511 35 7 2 2 3557

(3) (4) 429298 70562 Hindu 18174 51 Islam 437 5 Kristen Proesan 235 1 Katholik 393 2 Budha Jumlah Total 448537 70621 Sumber : Kabupaten Karangasem Dalam Angka, 2012 E.Kesehatan

Pada bidang Kesehatan, yang merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang mutu SDM, sehingga berbagai sarana dan prasarana pelayanan telah dibangun di Kabupaten Karangasem. Tempat Pelayanan seperti Rumah Sakit tersedia 1 buah, Puskesmas 12 Buah, Puskesmas Pembantu 70 buah, Balai Pengobatan 3 buah dan 12 buah Puskesmas Keliling. Tabel E.53. Sepuluh Kasus Penyakit Terbanyak di Kabupaten Karangasem Banyaknya Persentase rangking Kasus Infeksi akut lain pada saluran 31,68 1 1 54261 pernafasan bagian atas 14,79 2 2 Penyakit lainnya 25329 Penyakit pada system otot dan 12,29 3 jaringan pengikat (tulang 3 21045 belulang, radang sendi termasuk rematik) 7,97 4 4 Penyakit kulit karena infeksi 13659 7,55 5 5 Penyakit kulit karena alergi 12941 Kecelakaan dan penyakit 7,37 6 6 12620 Rudapaksa Penyakit Pulpa dan Jaringan 5,79 7 7 9925 Periapikal 4,65 8 8 Tekanan Darah Tinggi 7962 4,13 9 9 Diare 7077 10 Asma 6477 3,78 10 Jumlah Total 171296 100 Sumber : Kabupaten Karangasem Dalam Angka, 2012 No. Diagnosa Penyakit X. .KABUPATEN BULELENG 1. Letak dan luas Wilayah
E - 44

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Kabupaten Buleleng terletak di belahan utara Pulau Bali memanjang dari barat ke timur. Secara geografis Kabupaten Buleleng terletak pada posisi 0800340 0802300 Lintang Selatan dan 11402555 11502728 Bujur Timur. Kabupaten Buleleng berbatasan dengan Kabupaten Jembrana di bagian barat, Laut Jawa/Bali di bagian utara, Kabupaten Karangasem di bagian timur dan 4 (empat) Kabupaten yaitu Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung dan Kabupaten Bangli di bagian selatan. Kabupaten Buleleng memiliki pantai di bagian utara yang panjangnya 157,05 km. semua kecamatan kecuali Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Sukasada memiliki pantai. Kecamatan Gerokgak memiliki pantai terpanjang diantara kecamatan-kecamatan lain, panjang pantainya mencapai 76,89 km. Secara keseluruhan luas wilayah Kabupaten Buleleng adalah 136.588 Ha atau 24,25% dari luas Provinsi Bali. Apabila dilihat dari luas masing-masing kecamatan, Kecamatan Gerokgak merupakan kecamatan terluas, yakni 26,11% dari luas kabupaten, diikuti Kecamatan Busungbiu sebesar 14,40%, Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Banjar masing-masing 12,66% dan 12,64%, kemudian Kecamatan Kubutambahan sebesar 8,66%, Kecamatan Seririt 8,18%, Kecamatan Tejakula 7,15%, Kecamatan Sawan 6,77% dan yang terkecil adalah Kecamatan Buleleng yaitu hanya 3,44%.

Tabel E.54. Luas Wilayah Kabupaten Buleleng dan Persentasenya terhadap Bali No 1 2 3 4 5 6 7 Kecamatan Gerokgak Seririt Busungbiu Banjar Sukasada Buleleng Sawan Panjang Pantai (Km) 76,89 11,61 8,06 16,52 6,92 Luas Wilayah (Km2) 356,57 111,78 196,62 172,60 172,93 46,49 92,52 Persentase Thd Luas Kabupaten (%) 26,11 8,18 14,40 12,64 12,66 3,44 6,77 Persentase Thd Provinsi Bali (%) 6,33 1,98 3,49 3,06 3,07 0,83 1,64

E - 45

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Panjang Persentase Thd Luas Wilayah Pantai Luas (Km2) (Km) Kabupaten (%) 8 Kubutambahan 9,82 118,24 8,66 9 Tejakula 27,23 97,68 7,15 Total 157,05 1365,88 100,00 Sumber : Kabupaten Buleleng Dalam Angka, 2012 No Kecamatan

Persentase Thd Provinsi Bali (%) 2,10 1,73 24,23

2. Topografi Sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng merupakan daerah berbukit yang membentang di bagian selatan, sedangkan di bagian utara yakni sepanjang pantai merupakan daerah dataran rendah. Diantara perbukitan yang membentang dibagian selatan tersebut terdapat gunung yang bukan gunung berapi. Gunung yang tertinggi di daerah ini adalah Gunung Tapak (1.903 m) berada di Kecamatan Sukasada, sementara yang paling rendah adalah adalah Gunung Jae (222 m) berada di wilayah Kecamatan Gerokgak. Selain itu Kabupaten Buleleng juga mempunyai banyak sungai besar dan kecil, sebagian diantaranya merupakan sungai tadah hujan. Dua buah danau juga berada di daerah ini. Walaupun danau tersebut berdampingan namun secara geografis terletak pada dua wilayah kecamatan. Danau Tamblingan (110 Ha) berada di wilayah Kecamatan Banjar, sedangkan Danau Buyan (360 Ha) terletak di Kecamatan Sukasada. 3. Iklim Seperti halnya di tempat lain di Indonesia, di Kabupaten Buleleng hanya dikenal 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni-September arus angin

E - 46

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

berasal dari Australia dan tidak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember- Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April Mei dan Oktober November. Faktor ketinggian tempat menentukan besarnya curah hujan, curah hujan terendah terdapat di daerah pantai dan yang tertinggi ada di daerah pegunungan terutama di bagian selatan sekitar Danau Tamblingan, curah hujan hampir tidak mengalami bulanbulan kering. Dari tabel dibawah, jumlah curah hujan setahun bervariasi tiap bulan. Pada tahun 2010 jumlah curah hujan setahun tertinggi pada bulan Februari dan terendah pada bulan September. Pada tahun 2011 rata-rata kelembaban udara di Kabupaten Buleleng sebesar 78 %, arah kecepatan angin 7 knot dan rata-rata suhu udara 280C.

Tabel E.55. Rata-rata Curah Hujan dan Hari Hujan Di Kabupaten Buleleng No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Sumber Curah Hujan Hari Hujan (mm) (hari) Januari 370,57 16,57 Februari 247,00 13,43 Maret 222,29 13,71 April 171,29 11,71 Mei 175,43 7,43 Juni 20,00 2,50 Juli 0,00 0,00 Agustus 0,00 0,00 September 0,00 0,00 Oktober 0,00 0,00 November 103,29 8,57 Desember 149,00 10,71 Total 1458,87 100,00 : Kabupaten Buleleng Dalam Angka, 2012. Bulan

4. Kependudukan A.Penduduk Penduduk merupakan salah satu modal dasar dari pembangunan, karena yang berperan besar dalam proses pembangunan adalah penduduk itu sendiri. Dibalik itu

E - 47

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

akan menjadi masalah yang rumit atau akan menjadi beban yang serius apabila kualitas dari sumber daya manusianya rendah. Jumlah penduduk Kabupaten Buleleng tahun 2011 mencapai 675.513 jiwa. Komposisinya terdiri dari 337.511 jiwa laki-laki dan 338.502 jiwa perempuan dengan sex ratio adalah 99,59. Dari jumlah penduduk tersebut terdapat WNA yang berjumlah 83 jiwa. Kepadatan penduduk Kabupaten Buleleng adalah 494 jiwa per km2, Kecamatan Buleleng merupakan kecamatan terpadat dengan kepadatan 2.573 jiwa per km2. Jika dilihat berdasarkan rata-rata jiwa per KK di Kabupaten Buleleng berkisar antara 3,23 yaitu di Kecamatan Banjar dan 4,53 di Kecamatan Kubutambahan.

Tabel E.56. Penduduk Kabupaten Buleleng Menurut Jenis Kelamin, Akhir Tahun 2011 WNI Laki-laki Perempuan 1 Gerokgak 43259 42692 2 Seririt 40347 41074 3 Busungbiu 23109 23100 4 Banjar 33706 34322 5 Sukasada 35573 37724 6 Buleleng 60281 60493 7 Sawan 34854 34404 8 Kubutambahan 30325 30627 9 Tejakula 35607 34016 Jumlah Total 337061 338452 2010 272239 330945 2009 327356 326791 2008 325678 324559 2007 322435 320839 2006 321890 321153 Sumber: Kabupaten Buleleng Dalam Angka, 2012 No Kecamatan B.Ketenagakerjaan Jumlah tenaga kerja yang besar akan menimbulkan masalah apabila kita tidak mampu mengelolanya karena pada dasarnya tenaga kerja adalah modal bagi bergeraknya roda perekonomian. Tingginya angka pengangguran akibat tidak tertampungnya mereka Jumlah 85951 81421 46209 68028 73297 120774 69258 60952 69623 675513 662920 654147 650237 643274 643043 Sex Ratio 101,33 98,23 100,04 98,21 94,30 99,65 101,31 99,01 104,68 99,59 82,26 100,17 100,34 100,5 100,3

E - 48

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

kedalam sektor-sektor usaha kadang-kadang menimbulkan masalah sosial yang mengarah pada tindakan bersifat negatif. Pertumbuhan tenaga kerja yang kurang diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menyebabkan tingginya tingkat pengangguran terbuka. Pada tahun 2011 anggaran program padat karya dari pemerintah 236,084 juta. Anggaran tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 228 orang. Jumlah perusahaan pada tahun 2011 adalah 321 usaha atau bertambah 21 perusahaan dibanding tahun lalu. Pertambahan jumlah perusahaan tersebut secara langsung meningkatkan pula jumlah tenaga kerja yang terserap. C.Pendidikan Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kecerdasan dan keterampilan manusia, sehingga kualitas sumber daya manusia sangat tergantung dari kualitas pendidikan. Upaya memperluas pemerataan pendidikan di tingkat sekolah dasar telah berhasil diwujudkan dengan dibangunnya sarana dan prasarana belajar dalam jumlah memadai, dan persebarannya sampai ke desa, dusun serta dekat dengan lokasi pemukiman penduduk. Ketersediaan fasilitas pendidikan baik sarana dan prasarana akan sangat menunjang dalam meningkatkan pendidikan. Ketersedian fasilitas dan daya tampung pendidikan di Kabupaten Buleleng dapat dilihat pada Tabel E.57. Tabel E.57. Fasilitas Dan Daya Tampung Pendidikan Di Kabupaten Buleleng Banyaknya Sekolah Guru Murid 154 515 7147 Taman Kanak-kanak 494 255 73886 Sekolah Dasar/MI 81 4487 31428 SLTP/MTs 53 1377 20681 SMU/K Sumber : Kabupaten Buleleng Dalam Angka, 2012. Jenis Sekolah

D.Agama Tabel berikut ini menyajikan data tentang jumlah penduduk Kabupaten Buleleng menurut agama dan aliran kepercayaan yang dianut masyarakat pada tahun 2011.

E - 49

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Mayoritas penduduknya beragama hindu sisanya merupakan penganut Islam, Kristen dan Budha. Tabel E.58. Data Jumlah Penduduk Pemeluk Agama di Kabupaten Buleleng Kecamatan Islam Katholik Protestan No. Gerokgak 17982 75 192 1 Seririt 4570 39 176 2 Busungbiu 206 23 3 Banjar 1585 19 134 4 Sukasada 8661 20 309 5 Buleleng 15877 1032 1027 6 Sawan 378 6 274 7 Kubutambahan 426 45 70 8 Tejakula 1443 12 15 9 Jumlah Total 51128 1248 2220 2010 51128 1248 2220 2009 50655 1219 2278 2008 50655 1191 2159 2007 49702 1186 2208 Sumber : Kabupaten Buleleng Dalam Angka, 2012. Hindu Budha Jumlah 60836 60 79145 70632 178 75595 45136 45365 66013 327 68078 62326 120 71436 99892 2639 120467 66908 29 67595 59306 129 59976 64080 65550 595129 3482 653207 595129 3482 653207 591576 3292 649020 592117 685 646807 586920 3258 643274

5. Kesehatan Kesehatan merupakan salah satu faktor yang menunjang kualitas SDM. Kesehatan masyarakat terus ditingkatkan melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Berbagai sarana dan prasarana pelayanan kesehatan telah dibangun oleh pemerintah. Hingga tahun 2011 jumlah tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit tersedia 6 buah, puskesmas ada 20 buah, puskesmas pembantu ada 75 buah, dan poliklinik ada 2 buah sedangkan untuk BKIA, kegiatannya sudah tergabung dalam poliklinik

E.2. Metodologi 1. Apresiasi dan Inovasi Konsep Pengelolaan Sumber Daya Air Sampai saat ini penerapan konsepsi Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Sungai secara menyeluruh dan terpadu belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Belum semua SWS memiliki Rencana Induk yang memuat rencana makro yang berjangka panjang. Sedangkan Rencana Induk yang tersedia, bahasannya masih beragam dan umumnya
E - 50

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

terpusat pada pengembangan irigasi dan pengendalian banjir. Demikian pula bidang lain seperti listrik, air minum, perkotaan, menyusun rencana masing-masing dengan tidak sepenuhnya melihat potensi maupun rencana pengelolaan sumber daya air. Hal-hal yang membatasi antara lain adalah: Perbedaan kondisi sosial ekonomi dan geografi wilayah Kelemahan pendanaan Pengaturan dan kelembagaan Ketersediaan sumber daya manusia Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dan tentunnya memerlukan pembenahan secara menyeluruh untuk dapat melaksanakan pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Pembahasan dalam forum-forum diskusi dan koordinasi akan merupakan hal yang sangat bermanfaat dalam memperkaya wawasan dan memberikan masukan dalam upaya pembenahan pengelolaan sumber daya air yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Penerapan konsep perencanaan dan pengelolaan Sebagai bagian dari upaya yang terus menerus untuk memperbaiki dan

mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air, saat ini sedang diperkenalkan dan dilaksanakan kegiatan yang mempunyai arti strategis dalam pengelolaan sumber daya nasional. Kegiatan tersebut meliputi tiga aspek yang penting yaitu : a. Pemantapan rencana tata tuang pada tingkat nasional, tingkat propinsi dan tingkat kabupaten untuk mengarahkan pembangunan yang berkesinambungan dengan memperhitungkan optimalisasi penggunaan semua sumber yang ada, baik yang alami maupun buatan, demi tercapainya sasaran pembangunan. b. Penyiapan rencana sumber daya air wilayah sungai terpadu pada tingkat wilayah sungai dengan memperhatikan keterikatan antara air tanah dan air permukaan, kuantitas dan kualitas air, tata guna air, tata guna lahan dan tata ruang serta ketersediaan dan kebutuhan air yang ditunjukkan dengan pola dasar alokasi air sesuai dengan kebutuhan. c. Penyiapan alokasi air tahunan dan alokasi waktu senyatanya, pola pengelolaan kekeringan, pengelolaan banjir, pemantauan kualitas, prosedur operasi dan pemeliharaan beserta peraturan kebijaksanaannya.

E - 51

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

d. Pelaksanaan desentralisasi dengan pendelegasian wewenang dan pemberian tanggung jawab yang lebih besar kepada pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan dan tugas umum pemerintahan lainnya. Pelaksanaan strategi ini akan merupakan dasar yang penting dalam pengelolaan sumber daya air pada periode pembangunan dua puluh lima tahun mendatang dalam kaitan investasi baru dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Dalam rangka menerapkan konsepsi pengembangan dan pengelolaan terpadu yang lebih baik dan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah sungai maka dilaksanakan kegiatan percontohan. Untuk perencanaan sumber daya air jangka panjang, dengan kurun 10 sampai dengan 50 tahun, dan bersifat makro dilaksanakan Basin Water Resources (BWRP). BWRP dilaksanakan secara menyeluruh, dengan memadukan aspek lintassektorat, multi-disiplin dengan pendekatan wilayah sungai dalam kerangka sasaran pengembangan wilayah. Masalah kelangkaan air, paling tidak pada musim kemarau, dibeberapa tempat dan pencemaran yang semakin meningkat memerlukan pengelolaan sehari-hari dan alokasi air secara waktu senyatanya (real time allocation). Untuk itu disiapkan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air secara waktu senyatanya atau dikenal dengan nama Basin Water Resouce Management (BWRM). Pelaksanaan tersebut senantiasa mengacu berbagai fungsi air, sebagai fungsi sosial, ekonomi dan lingkungan. Sedangkan kegiatannya akan meliputi tida aspek pokok yaitu : aspek pemantauan, aspek pemanfaatan dan aspek pengaturan dan kelembagaan. Dalam rangka memenuhi tuntutan dan perubahan yang terjadi, berbagai lingkup penanganan yang perlu ditingkatkan antara lain pengelolaan data sumber daya air, pengalokasian air (rencana dan real time), pengelolaan kuaitas air, pengelolaan banjir, pemantapan operasi dan Pemeliharaan prasarana dan sumbair airnya, peningkatan kelembagaan, pengaturan pendanaan. a. Pengelolaan data sumber daya air Kelemahan utama dalam upaya peningkatan kinerja pengelolaan adalah lemahnya data sumber daya air. Mengingat mobilitas dan variasi sumber daya air pada satuan tempat dan waktu, membutuhkan data yang akurat dan menerus. Kenyataan yang dihadapi selain kurangnya keakuratan data juga pencatatannya terputus-putus. Hal ini disebabkan antara lain kondisi peralatan, pendanaan, dan kelemahan sumber

E - 52

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

daya manusia. Dengan demikian, sistem pengelolaan data sumber daya air masih perlu dibenahi dan ditingkatkan. b. Pengalokasian Air Alokasi air ditetapkan berdasarkan kebutuhan yang telah disepakati dan ketersediaan air. Kegiatan yang diperlukan antara lain inventarisasi pemakai air, pola kebutuhan dan rencana pengembangan, sehingga dapat ditentukan rencana alokasi tahunan. Disamping itu, ditentukan alokasi pada saat kekeringan dan pola antisipasinya. Pada saatnya akan dapat pula dilaksanakan alokasi secara real time. Sehingga pemberian air akan lebih efisien, terutama di daerah rawan kekeringan. c. Pengelolaan Kualitas Telah terasakan penurunan kualitas air di berbagai sungai akibat sedimentasi maupun buangan limbah baik yang terpusat maupun yang pengaturan perlu dilaksanakan untuk mengurangi penurunan kualitas air lebih jauh. d. Pengelolaan Banjir Banjir perlu dikelola dan dikendalikan sehingga daya rusak dapat dikurangi dan airnya dapat dimanfaatkan. Sistem pengelolaan banjir, berupa pengaliran dan pengoperasian banjir perlu dipersiapkan. Disamping itu upaya pemantauan dan sistem peringatan dini bahaya banjir merupakan kelengkapan yang sangat berarti. e. Pemantapan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan sumber daya airnya sendiri perlu dioperasikan dan dipelihara sebaikbaiknya agar prasarana yang telah dibangun berikut sumber airnya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program pemantauan, pola operasi dan pemeliharaan perlu dimantapkan, termasuk sumber pendanaannya. f. Peningkatan Kelembagaan Kelembagaan yang berdayaguna perlu dibentuk baik pengelola maupun pengguna. Peran serta swasta dan masyarakat pengguna air mempunyai kedudukan penting dalam pengelolaan air, dalam rangka partisipasinya untuk menggunakan air secara efisien maupun peranannya dalam memelihara prasarana dan sumber air. Perangkat pengaturan, pembinaan termasuk penyuluhan masih memerlukan penyempurnaan dan peningkatan.

E - 53

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

g. Pendanaan Ketersediaan dana merupakan salah satu pendukung utama dalam pengelolaan sumber daya air. Salah satu sumber dana adalah dari pemanfaat air, sebagai upaya coast recovery meskipun tidak secara keseluruhan. Konsep ini selain dapat dapat mengumpulkan dana untuk menutup baiay O&P juga sebagai upaya untuk menekan pemakaian air, Perangkat pengaturan dan pola penetapannya perlu dikaji secara lebih mendalam.

2. Pendekatan Teknis dan Metodologi Pendekatan Perundangan Beberapa dasar hukum dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut : a. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 20 Tahun 2006 tentang Irigasi d. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai e. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 12 Tahun 2008 tentang Dewan Sumber Daya Air f. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah g. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Yang Merupakan

Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Sendiri h. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2010 tentangRencana Strategis Nasional Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 2014 i. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan Sungai, Daerah Manfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai dan Bekas Sungai j. Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor : 153/KPTS/D/2008 tentang Pembentukan Tim Pengelola Sistem Informasi Sumber Daya Air

E - 54

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Pelaksana Tugas a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 1/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum b. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 11/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Sumber Daya Air c. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 11A/PRT/M/2006 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 13/PRT/M/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Wilayah Sungai e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 26/PRT/M/2006 tentang Perubahan atas Permen Nomor : 12/PRT/M/2006 dan Nomor : 13/PRT/M/2006

B. Pendekatan Operasional Konsultan akan memberikan jasa-jasa teknis secara efesien dan efektif dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini, dan beberapa langkah yang dilakukan meliputi : Organisasi dan Staffing yaitu konsultan wajib mengajukan tim yang merupakan tenaga ahli yang berkualitas sesuai spesialisasi yang diperlukan. Modulus Kerja yaitu semua pekerjaan pengawasan akan ditangani oleh konsultan dan secara proaktif melakukan konsultasi dan koordinasi dengan direksi pekerjaan dan instansi terkait untuk memberikan hasil yang maksimal. Sistem Komunikasi yaitu Team Leader bertanggung jawab terhadap aktivitas pengawasan dan hasil pekerjaan secara keseluruhan serta dalam melaksanakan tugas tetap mengacu pada standar kerja jasa konsultasi. C. Pendekatan Teknis Hasil yang baik hanya akan dapat tercapai apabila terdapat beberapa syarat antara lain : a. b. c. Desain yang benar. Penerapan peraturan standar resmi terkait lainnya. Pengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan sejenis.

E - 55

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Penentuan

tahapan-tahapan yang

jelas dalam mempertimbangan kondisi

lapangan memberikan andil dalam terciptanya kondisi kerja yang sistematis dan efisien. Dalam pelaksanaan pekerjaan supervisi shop drawing yang

diajukan oleh kontraktor, konsultan akan mengikuti peraturan-peraturan, kodekode, dan standar-standar yang berlaku yang telah tercantum dalam dokumen kontrak atau yang diterbitkan dan digunakan secara umum di Indonesia. Standard dan peraturan teknis yang dipergunakan tim Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan perencanaan ini pada dasarnya adalah menggunakan standard yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dimana didalam penerapannya disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Pedomanpedoman lain dari Kementerian Pekerjaan Umum akan diikuti dan bila memerlukan adanya perubahan, harus didiskusikan/dibahas bersama serta disetujui secara tertulis oleh Pemberi Kerja.

B.4.

METODELOGI DAN TAHAP PELAKSANAN PEKERJAAN Dengan didasari atas konsistensi pemahaman dan penyampaian tanggapan Kerangka Acuan Kerja, selanjutnya konsultan membuat usulan inovasi terhadap penyempurnaan dari KAK serta menyusun pendekatan dan metode pelaksanaan yang sesuai. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang sesuai dengan harapan dan untuk kelancaran serta terkoordinasinya pelaksanaan pekerjaan, maka kegiatan yang paling pokok adalah dengan pendekatan operasional, pendekatan teknis dan penyusunan metodologi pelaksanaan pekerjaan. Uraian teknis pelaksanaan pekerjaan ini menyangkut urutan dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan. Pendekatan teknis merupakan merupakan pendekatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan, maka harus disusun Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan. Dimana bagan ini berisikan tahapan-tahapan pekerjaan yang akan dikerjakan, sehingga dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan harus perpatokan pada Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan tersebut. Untuk pelaksanaan Pekerjaan akan melibatkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan proyek perencanaan irigasi dan sesuai dengan ketetapan personil pada Kerangka Acuan Kerja. Untuk memperlancar tugas, pelaksanaan

E - 56

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

pekerjaan akan didukung oleh fasilitas penunjang berupa peralatan yang memadai dan sistem kerja yang seefisien mungkin. 1. Persiapan dan Orientasi Awal Lapangan Melaksanakan orientasi lapangan awal terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Melaksanakan kajian terhadap hasil perencanaan setelah dilakukan peninjauan awal lapangan. Melaksanakan sosialisasi.

2. Supervisi Konstruksi Konsultan supervisi akan melaksanakan tugas-tugas pengawasan konstruksi secara keseluruhan dan memberikan bantuan teknis maupun non teknis dalam pelaksanaannya, yaitu : a. Pengawasan Pengujian Selama Pabrikasi Menentukan lokasi untuk mencari material yang sesuai untuk

berbagai pekerjaan dan dalam jumlah cukup Mengawasi pelaksanaan pengujian material bahan konstruksi Mengawasi pengolahan material sehingga sesuai dengan spesifikasi material yang ditentukan, yang berbeda untuk tiap jenis pekerjaan b. Pengawasan Terhadap Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan teknis pelaksanaan akan sangat menentukan efektifitas dan kualitas dari hasil pekerjaan yang dilaksanakan. Konsultan akan melakukan pengendalian dan control terhadap teknis pelaksanaan konstruksi di lapangan. Beberapa kegiatan yang sangat dominan dalam pengendalian pekerjaan ini seperti galian pipa, pengelasan dan pemasangan pipa, pekerjaan beton (reservoir dan abutmen jembatan), jembatan rangka baja dll. Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi umum dan spesifikasi teknik dan gambar yang disetujui Direksi. Semua pekerjaan beton dilaksanakan atas ijin dan persetujuan dari Direksi.

E - 57

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Metode Pelaksanaan 1) Pekerjaan Galian dan Timbunan Galian : Penggalian harus dikerjakan sesuai dengan gambar pelaksanaan, dan sebelum pekerjaan galian tanah dimulai, harus mengadakan check bersama atas duga tinggi/peil awal permukaan tanah Galian yang diperlukan untuk pondasi konstruksi dibuat dengan ukuran yang sesuai untuk keperluan pekerjaannya. Kemiringan galian dibuat secukupnya untuk amannya terhadap longsoran. Bila terpaksa dibuat tegak harus diadakan tindakan pengamanannya. Timbunan : Parit pipa khususnya untuk pipa HDPE harus diurug dengan pasir mulai dari sebelah bawah pipa sampai diatas pipa sesuai dengan gambar. Urugan pasir disebelah menyebelah pipa harus merata. Sisanya harus diurug kembali dengan tanah galian lapis demi lapis, dimana setiap lapisnya harus dibasahi dan dipadatkan dengan hati-hati. Selama proses pemasangan pipa, bahan-bahan urugan secukupnya harus diletakkan dengan hati-hati dan dipadatkan disekitar pipa itu untuk memegangnya dengan kuat dalam posisinya. Timbunan parit pipa yang bersentuhan dengan aspal / perkerasan jalan , dibawah lapisan aspal diatas lapisan pasir diisi agregat A , Agregat B dengan ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Timbunan yan tidak bersentuhan dengan aspal / perkerasan jalan, setelah urugan pasir diisi timbunan pilihan / tanah yang dipadatkan, dengan metode dan syarat kwalitas bahan yang dipakai sesuai dengan yang ditetapkan pada spesifikasi ini. Test Sand Cone diperlukan untuk mengetahui kadar pemadatan yang telah dilakukan.

E - 58

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

2) Penyambungan dan Pemasangan Pipa Penyambungan pipa dapat dilakukan dengan cara pemanasan yaitu dengan menggunakan Butt Fusion dan sambungan Electrofusion, atau dengan Mechanical Joint. Penyambungan dengan mengunakan Butt Fusion dilakukan untuk pipa dengan diameter mulai dari 63 mm dengan ketebalan minimum 4,7 mm dengan SDR 13.6. Penyambungan dengan Mechanical Joint

direkomendasikan untuk pipa dengan diameter 20 110 mm. Sedangkan dengan penyambungan dengan Electrofusion dapat digunakan untuk semua ukuran pipa. Penyambungan butt-fusion adalah proses termofusi yang melibatkan pemanasan secara bersama di kedua ujung pipa yang akan disambung sampai kondisi leleh tercapai pada kedua ujungnya. Lalu kedua ujung pipa digabung pada tekanan tertentu untuk sambungan yang senyawa. Hasil penyambungan pipa harus tahan terhadap gaya tarik dan mempunyai kekuatan yang sebanding dengan pipa. Metode penyambungan jenis ini membutuhkan plat pemanas elektrik untuk dapat mencapai suatu temperatur tertentu yang digunakan untuk jenis pipa dari bahan PE 80 dan PE 100 untuk ukuran 90 mm ke atas dengan SDR yang sama. Metode Penyambungan Sebelum dimulainya pengelasan, dilakukan pemeriksaan sebagai berikut: Adanya bahan bakar yang cukup di generator dan dalam keadaan benarbenar berfungsi sebelum dihubungkan ke mesin. Perlengkapan mesin dan pompa berfungsi dengan baik. Plat pemanas dalam keadaan bersih dan lakukan pembersihan apabila sebelumnya sudah digunakan. Siapkan tenda untuk memberikan perlindungan selama pekerjaan dilakukan. Perlengkapan mesin harus lengkap dan tidak rusak. Anda harus mengetahui langkah-langkah penyambungan yang benar dan pipa yang akan disambung. Plat pemanas harus pada temperatur yang benar (sambungkan plat pada sumber listrik dan biarkan selama 20 menit pada kondisi temperatur yang disarankan).

E - 59

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Periksa dan pastikan bahwa pipa-pipa dan atau fitting yang akan disambung mempunyai ukuran diameter, SDR dan bahan yang sama.

Prosedur Penyambungan Tempatkan pipa pada penjepit (clamp) dimana ujung pipa berhadapan dengan plat pemotong dalam posisi lurus. Luruskan dan ratakan posisi seluruh komponen dengan roller. Kencangkan penjepit (clamp) untuk memegang dan membulatkan kembali pipa. Tutup ujung pipa yang terbuka untuk mencegah pendinginan plat oleh masuknya udara ke bagian dalam pipa. Nyalakan alat pemotong dan geserkan penjepit pipa secara perlahan sehingga ujung pipa tepat berhadapan dengannya sampai terjadinya pemotongan permukaan pipa yang kontinyu. Jaga agar alat pemotong tetap menyala sementara penjepit (clamp) dibuka untuk menghindari terjadinya pemotongan permukaan yang tidak rata. Angkat alat pemotong perlahan dan hindarkan bersinggungan dengan permukaan pipa . Bersihkan sisa potongan dari mesin dan pipa dan dilarang menyentuh permukaan yang sudah dipersiapkan. Periksa bahwa kedua permukaan sudah rata. Jika tidak, ulangi proses pemotongan. Dekatkan kedua pipa dan periksa tidak adanya celah antara permukaan potongan. Maksimum selisih diameter yang diijinkan adalah : - 1,0 mm untuk pipa ukuran 90 mm s/d 315 mm. - 2,0 mm untuk pipa ukuran 316 mm s/d 800 mm. Jika ketidaksesuaian tersebut lebih besar dari batas tadi maka pipa harus diluruskan dan dipotong lagi. Buka dan kemudian tutup clamp dan perhatikan tekanan tarik yang dibutuhkan untuk menggerakkan pipa bersama-sama secara hidrolik.

E - 60

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tekanan tarik adalah ukuran tekanan minimal yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya gesek akibat tarikan kerja mesin dan berat pipa/fitting yang sedang disambung. Catatan: Tekanan tarik (kPa) harus diperkirakan secara tepat sebelum pembuatan sambungan dan harus ditambahkan tekanan ram dasar yang ditunjukkan pada mesin. (Apabila yang digunakan mesin adalah otomatis, maka pekerjaan ini akan terlaksana secara otomatis) Pindahkan lempengan pemanas dari tempat pelindungnya. Periksa bahwa plat tersebut bersih dan baik suhunya. Tempatkan alat pemanas pada mesin dan tutup klem supaya bagian permukaan yang akan disambung menyentuh lempengan. Gunakan sistem hidrolik dengan menggunakan tekanan yang ditentukan sebelumnya. Jaga tekanan yang dipakai sampai pipa mulai meleleh dan lelehannya merata 1 6 mm terbentuk tiap ujungnya. Lihat tabel PE butt welding SNI 06-4829-2005 untuk pipa PE. Setelah lelehan awal muncul, tekanan pada sistem hidrolik harus dilepas supaya pencatat tekanan tercatat nol dan tekanan tarik sedemikian sampai pertumbuhan lelehan terkontrol selama waktu pemanasan. Periksa bahwa pipa tidak bergeser posisinya di klem dan ujung pipa harus terus di jaga agar tetap kontak dengan plat pemanas. Setelah pemanasan selesai, buka klem dan pindahkan plat pemanas, pastikan bahwa plat tidak menyentuh permukaan yang meleleh. Segera tutup klem (dengan 8 10 detik dari pemindahan plat) dan rekatkan permukaan yang sudah meleleh bersama pada tekanan yang sudah ditentukan sebelumnya. Jaga tekanan yang dibutuhkan untuk waktu pendinginan minimal sampai yang diindikasikan pada tabel Setelah itu pipa yang disambung dapat dipindahkan dari mesin tetapi tidak boleh dipindahkan untuk periode berikutnya sama pada waktu pendinginan di atas.

E - 61

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Periksa sambungan untuk kebersihan dan keseragamannya dan cek bahwa lelehan sesuai dengan batasan yang ditentukan.

3) Pengujian Tekanan Pipa Pipa yang telah dipasang harus di test/diuji pada setiap sambungannya untuk diketahui apakah penyambungan pipa sudah dilakukan dengan sempurna. Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa dengan panjang pipa untuk tiap kali pengetesan tidak lebih dari 500 m. Pengetesan pipa harus dilakukan dengan tekanan minimal 10 (sepuluh) atmosfir atau 1,5 kali tekanan kerja pipa, dan apabila selama 1 (satu) jam tekanan tidak berubah atau turun, test dinyatakan berhasil dan dapat diterima. Pengetesan dapat dilaksanakan dengan cara cara yaitu Hydrostatic Pressure Test dan Leakage Test.

Pemasangan Accessories (Kelengkapan Pipa) Pemasangan accessories yaitu katup-katup, katup-katup udara, wash out, fitting-fiting, dan lain-lain akan menerima perhatian sama seperti pada pemasangan pipa, terutama mengenai pembersihan, dudukan, cara

penyambungan dan instruksi-instruksi pabrik pembuatnya. Katup-katup yang terletak di bawah tanah untuk pipa yang letaknya horizontal, maka katupkatup didudukan beton agar jangan terjadi retak pada pipa akibat berat katup itu sendiri. Katup-katup harus dilengkapi dengan spindle, rumah katup dan tutup rumah katup sesuai dengan tipikal gambar detail. Rumah katup dan tutup rumah katup akan terpasang hingga dapat berfungsi baik, bebas dari kotorankotoran dan gangguan terhadap mekanismenya. Setiap katup yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya setelah pemasangan.

E - 62

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

4) Pekerjaan Jembatan Pipa Baja Pekerjaan yang tercakup dalam Seksi dari Spesifikasi ini akan terdiri dari pemasangan Struktur jembatan rangka baja hasil rangcangan, seperti jembatan rangka (truss) baja, gelagar komposit, Bailey atau sistem rancangan lainya yang dirancang untuk jembatan pipa, di atas pondasi yang telah dipersiapkan di tempat yang telah dirancang oleh Direksi Pekerjaan. Pekerjaan pemasangan akan mencakup sebagaimana yang diperlukan, penanganan, pemeriksaan, identifikasi dan penyimpanan semua bahan pokok lepas, pemasangan perletakan, pra-perakitan, peluncuran dan penempatan posisi akhir struktur jembatan, pencocokan komponen lantai jembatan (dek) dan operasi lainya yang diperlukan untuk pemasangan struktur jembatan rangka baja sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi. Perakitan dan pemasangan struktur jembatan rangka baja, baik dengan peluncuran, maupun dengan prosedur pelaksanaan pemasangan bertahap, harus dilaksanakan oleh Kontraktor dengan teliti sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh masing-masing buku petunjuk perakitan dan pemasangan dari pabrik pembuat jembatan dan ketentuan umum yang dinyatakan. Struktur jembatan rangka baja yang dirangcang untuk dirakit dan dipasang lapanangan hanya dengan menggunakan baut penghubung. Pengelasan lapangan yang tidak diijinkan kecuali secara jelas diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan terhadap titik titik yang perlu dilas.

E - 63

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

c. Melakukan Kontrol Terhadap Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Konsultan akan membantu Proyek untuk mengkaji ulang dan menyetujui program pelaksanaan pekerjaan utama yang dibuat dalam bentuk critical network diagram yang disiapkan oleh Kontraktor. Selanjutnya Konsultan juga membantu Proyek dalam monitor kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang

berkaitan dengan program-program yang telah disetujui dan mengupdate network diagram untuk setiap bagian pekerjaan utama dari waktu ke waktu, hal tersebut diperlukan bila terjadi perubahan. Konsultan mengusulkan untuk diadakan rapat bulanan mengenai kemajuan pekerjaan yang dihadiri oleh Pemimpin Proyek, Konsultan dan Kontraktor. Skedul dua mingguan atau bulanan akan dievaluasi dengan baik, sehingga pekerjaan akan termonitor dengan baik dan untuk bahan pengaturan lebih lanjut bila ternyata terjadi penyimpanan. Dengan demikian maka program pelaksanaan pekerjaan yang telah disetujui dapat dimonitor dengan baik. Apabila ternyata terjadi kelambatan pekerjaan maka Kontraktor diminta untuk mengatur agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak. Dilain pihak Konsultan akan mengkaji ulang

kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dengan keterlambatan tersebut. Kemajuan pekerjaan dari setiap bagian proyek akan digambarkan dalam

bentuk bar-chart dan perbandingan antara skedul dan realisasi akan dibuat setiap akhir bulan. Bila terjadi kelambatan maka jalan keluarnya akan

dibicarakan dalam rapat bulanan. d. Melakukan Kontrol Terhadap Kualitas Pekerjaan Konsultan akan membuat rekomendasi baik bagian pekerjaan itu diterima maupun ditolak. Rekomendasi tersebut akan dibuat berdasarkan spesifikasi teknis dalam kontrak, standar nasional, standar internasional dan testing periodik yang diperlukan. Selama dalam pelaksanaan pekerjaan berbagai jenis tes akan dilaksanakan baik di laboratorium maupun di lapangan. Adapun jenis tes tersebut telah masuk didalam dokumen kontrak. Konsultan akan melaksanakan inspeksi dan menghadiri field tests untuk bahan-bahan utama dari peralatan yang dipakai

E - 64

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

agar barang yang disuplai oleh Kontraktor sesuai dengan spesifikasi teknis, standar nasional, internasional maupun secara praktis pada umumnya. Kwalitas dari pekerjaan yang telah selesai akan dikonfermasikan dalam commissioning tests termasuk inspeksi dalam test akhir (Complection tests) sebagaimana tercantum dalam spesifikasi. Pengawasan mutu pekerjaan yang dilakukan untuk kegiatan konstruksi ini meliputi beberapa item kegiatan seperti pengawasan mutu beton (reservoir, abutmen jembata), pengawasan galian pipa, pengelasan pipa, dan pemasangan pipa serta pekerjaan lainnya. Metode Pelaksanaan : 1) Pengawasan Mutu Pipa HDPE Ketentuan khusus untuk Pipa HDPE yaiutu material yang digunakan adalah memenuhi Standard Industri ISO 4427 dan SNI 06-4829-2005 untuk air minum atau digunakan standard lain yang sama atau lebih baik mutunya. Pipa HD PE yang ditawarkan harus dapat memikul tekanan kerja minimal sebesar 10 kg/cm2 (10 bar) baik dalam standard SII ataupun standard yang memenuhi persyaratan untuk pipa air minum. Pipa HDPE yang harus diadakan adalah pipa HDPE yang mempunyai hubungan diameter pipa dan ketebalan pipa (SDR : Standard Dimension Ratio) 17, Class PE 100 yang mempunyai tekanan kerja minimal 10 bar. Pipa HDPE 100 harus mempunyai nilai kekuatan / tegangan minimum yang diijinkan (MRS = Minimum Required Strength) untuk PE100 pada temperature 20oC selama 50 tahun sebesar 10 Mpa (N/mm 2) Tabel Spesifikasi Pipa HDPE 100
SIFAT Density Melt Flow Rate 5 kg-190 oC Tensile Strength at yield point Tensile Strength at Break Compound Designation UNIT gr/cm3 Gr/10 min MPa MPa NILAI 0,95 0,3 26-28 35 PE 100

E - 65

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

2) Pengawasan Mutu Pekerjaan Beton Mutu Bahan: Semen o Semen, harus sesuai dengan persyaratan spesifikasi tehnik dan lolos pengujian untuk Kekerasan

dilengkapi dengan sertifikat

(Soundness), Time of Setting (Waktu Mengeras), Compressive Strength (Kuat Tekan) o Mengawasi dan memeriksa proses pengangkutan, pemindahan dan penyimpanan semen agar tidak menurunkan kualitas beton Aditif o Menentukan penambahan aditif bila diperlukan o Mengawasi dan memeriksa proses pengangkutan, pemindahan dan penyimpanan aditif agar tidak menurunkan kualitas beton Agregat Halus dan Kasar o Mengawasi produksi dan pengujian agregat halus di quarry, dan mengawasi pengujian agregat di Laboratorium lapangan o Mengawasi dan menentukan alat, metode pengolahan dan spesifikasi agregat o Mengawasi pengujian agregat di laboratorium o Mengawasi proses pengangkutan dan pemindahan agregat agar tidak berpengaruh pada mutu beton dan secara periodik melakukan pengawasan pengujian material beton Air Campuran o Mengawasi dan memeriksa kualitas air pencampur, o Air harus bebas dari unsur kimia dan organik yang dapat menurunkan kualitas beton, turbiditas I 2000 ppm, kandungan sulfat 1 gr/l

Mutu Pekerjaan: Campuran Beton o Tipe dan Kelas beton yang digunakan sesuai dengan Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) 1971 N. 1-2

E - 66

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

o Mengawasi dan memberikan keputusan terhadap pengujian Trial Mixes, o Mengawasi proses pencampuran sampai pengangkutan beton ke lokasi pekerjaan, termasuk memeriksa kondisi peraiatan pencampur, peralatan pendukung, dan alat angkut campuran beton Besi tulangan o Mengawasi pengangkutan, penyimpanan dan penempatan besi tulangan pada lokasi pengecoran agar totap bersih, tidak kotor, berkarat. o Material besi tulangan bermutu U39 dengan bentuk tulangan ulir (deformed) o Mengecek sertifikat mutu besi tulangan dari paberik dan

mengawasi pengetesan dilaboratorium untuk besi yang akan dipasang kontraktor. o Mengecek daftar gambar kontraktor potongan-potongan besi yang akan dipasang o Melakukan perhitungan volume besi tulangan yang terpasang dan harus sesuai dengan gambar rencana untuk keperluan pembayaran. Bekisting o Mengawasi kualitas bekisting harus rata dan seragam cukup tebal dan kaku supaya tak terjadi pelendutan.Mengawasi pemasangan bekisting supaya tetap kokoh bila beton dituangkan dan sesuai dengan dimensi pada gambar o Mengawasi kondisi bekisting supaya tetap kedap air dan mudah dibongkar bila beton selesai dituangkan dengan menghasilkan permukaan beton expose. Penempatan Beton o Mengawasi persiapan pondasi yang sesuai untuk pekerjaan beton o Mengawasi dan memberikan petunjuk pada saat penempatan campuran beton pada berbagai kondisi cuaca dan karakteistik lokasi pekerjaan o Memeriksa dan mengawasi mutu beton yang telah ditempatkan (di cor)

E - 67

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

o Melakukan pengecekan hasil pekerjaan dan pekerjaan lain yang termasuk dalam item pembayaran

e. Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Kerja Konsultan akan mengajukan organisasi pengawasan keamanan dan

keselamatan kerja kepada proyek/Direksi. Setelah Kontraktor mengadakan mobilisasi, Konsultan mengusulkan agar diadakan rapat yang dihadiri oleh pejabat yang mewakili Proyek, pejabat/wakil dari keamanan setempat yang berwenang, Konsultan dan Kontraktor untuk mendapatkan

keterangan/masukan mengenai keamanan setempat, peraturan lalu lintas yang akan berkaitan dengan alat berat yang akan mengangkut peralatan ke daerah proyek ataupun keluar. f. Melakukan pengecekan dan memberikan persetujuan terhadap Gambar Kerja (Shop Drawing), Sertifikat Bulanan dan As Built Drawing. 1) Gambar & Sertifikasi (Drawing & Certificates) Gambar Kerja (Shop Drawing) Konsultan akan melaksanakan pengecekan (kaji ulang) dan

mengeluarkan persetujuan usulan material, gambar kerja (shop & drawings), program pelaksanaan, skedul yang disiapkan oleh Kontraktor harus mendapatkan persetujuan dari Pemberi Kerja & Konsultan. Konsultan akam membantu Pemberi Kerja dalam melaksanakan pengecekan (kaji ulang) dan mengeluarkan persetujuan gambar kerja (shop & drawings) untuk pekerjaan sipil/tanah yang disiapkan oleh Kontraktor. Sertifikat Konsultan akan membantu pemberi kerja dalam penyiapan sertifikat pembayaran bulanan dan sertifikat penyelesaian pekerjaan dan sertifikat pemeliharaan sebagai langkah untuk mendapatkan

persetujuan pembayaran bulanan. 2) As-Built Drawings

E - 68

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Biasanya as-built drawings disiapkan bila terjadi perubahan selama pelaksanaan pekerjaan. Namun demikian pencatatan yang lengkap dan terinci dari setiap perubahan-perubahan yang terjadi harus dilakukan sebagai dasar kelengkapan gambar-gambar as-built drawings, dimana didalamnya juga termasuk gambar-gambar yang tidak mengalami perubahan selama pelaksanaan pekerjaan. Album ini dapat dipakai juga sebagai laporan dari pekerjaan yang telah selesai. G. Inspeksi dan pekerjaan commissioning. Sebelum bagian pekerjaan dilakukan commissioning, Konsultan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu secara rinci. Sering terjadi kegiatan Kontraktor pada awalnya lambat dan setelah mendekati batas waktu penyelesaian diadakan percepatan, sehingga kadang-kadang terjadi pada batas waktu penyelesaian masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai. Dalam hal ini Konsultan akan mengambil langkah-langkah agar hal ini tidak terjadi. Untuk itu maka sebelum batas waktu penyelesaian berakhir akan diadakan pengecekan pendahuluan, sehingga bila terdapat perbedaan-perbedaan dapat diselesaikan secepatnya. Pada saat Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan, Konsultan akan mengadakan pengecekan akhir untuk menjaga agar semua pekerjaan telah selesai sesuai dengan kontrak. Pengecekan akhir secara umum akan

dilaksanakan seperti halnya pada waktu diadakan pengecekan pendahuluan, sehingga dengan demikian hanya sedikit perbedaan dengan hasil pengecekan pendahuluan yang telah dilaksanakan. Kemudian Konsultan akan membuat daftar dan kemudian memberikan daftar perbedaan-perbedaan yang ditemukan selama pengecekan akhir dilaksanakan kepada Kontraktor untuk memperbaiki setiap perbedaan atau memenuhi kekurangan selama dalam masa pemeliharaan. dilaksanakan dan memenuhi syarat-syarat Setelah pengecekan akhir kontrak, Konsultan akan

menyiapkan rekomendasi kepada Proyekuntuk menerima penyerahan akhir pekerjaan tersebut. Selanjutnya atas persetujuan Pemimpin Proyek, Konsultan akan menyiapkan berita acara penyelesaian pekerjaan (Completion Certificate) kepada Kontraktor.

E - 69

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Dalam hal masa pemeliharaan masih dalam masa kerja jasa Konsultan, maka sebelum masa pemeliharaan berakhir Konsultan akan melakukan pemeriksaan akhir dengan cara yang sama sebagaiman telah diuraikan di atas. Setelah pemeriksaan akhir selesai dan perbaikan-perbaikan pekerjaan telah

diselesaikan oleh Kontraktor dalam masa pemeliharaan dan telah memenuhi kontrak, Konsultan akan membuat Laporan kepada Proyek Iigasi Bali, dan selanjutnya atas persetujuan Proyek akan menyiapkan berita acara serah terima penyelesaian pekerjaan setelah masa pemeliharaan selesai

(Maintenance Certificate).

E.3. Program Kerja Rencana kerja merupakan gambaran menyeluruh dan komprehensif usulan dari konsultan dalam melaksanakan pekerjaan yang akan ditangani sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah diberikan. Dalam rencana kerja ini akan diuraikan urutan urutan pekerjaan, konsep penanganan masalah, tanggung jawab dan personil yang terlibat, pengerahan sarana maupun personil pendukung, schedule pelaksanaan pekerjaan serta schedule personil.

ORGANISASI Program kerja merupakan gambaran menyeluruh dan komprehensif usulan dari konsultan dalam melaksanakan pekerjaan yang akan ditangani sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah diberikan. Dalam rencana kerja ini akan diuraikan urutan urutan pekerjaan, konsep penanganan masalah, tanggung jawab dan personil yang terlibat, pengerahan sarana maupun personil pendukung, schedule pelaksanaan pekerjaan serta schedule personil. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan, maka harus disusun Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan. Bagan Alir ini berisikan tahapan-tahapan pekerjaan yang akan dikerjakan, sehingga dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan harus berpatokkan pada Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan tersebut. Secara garis besar rencana kerja pelaksanaan pekerjaan diuraikan sebagai berikut :

E - 70

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

1. Uraian Kegiatan dan Keluaran a. Kegiatan Persiapan 1) Survey Pendahuluan Survey Pendahuluan yang dilakukan adalah untuk memperoleh gambaran daerah studi dalam kaitannya memperoleh informasi yang berkaitan kondisi jaringan irigasi air tanah eksisting. Survey Pendahuluan yang dilakukan oleh TeamLeader sebagai penanggung jawab pekerjaan bersama Tenaga Ahli yangterlibat. Survey Pendahuluan ini merupakan tahap awal pelaksanaanpekerjaan dan juga untuk pengenalan lapangan, pengambilan data-datavisual dan data sekunder awal yang digunakan dalam pengecekan kondisilokasi. Dalam tahap ini timbul juga diidentifikasi selama

permasalahan-permasalahan

yangmungkin

nantinya

pelaksanaan survey teknis, sehingga timsurvey teknis nantinya akan dapat melakukan persiapan yang lebih baiksecara teknis. Selain itu juga untuk melakukan pendekatan pada instansiterkait sehingga dapat dicapai koordinasi yang optimal. 2) Rencana Mutu Kontrak (RMK) Dalam Laporan ini dijelaskan mengenai tujuan pekerjaan, lokasi pekerjaan, survey lapangan, rencana kerja dan personil yang akan terlibat, serta daftar simak yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya sehingga diperolehnya standar kinerja penyedia jasa, target dan hal-hal baku yang akan disajikan pada proses dan hasil akhir pelaporan. 3) Persiapan Administrasi dan Teknis Merupakan persiapan administrasi surat menyurat inter office, office to office dan office to owners. Dari administrasi kantor yang tertata dengan baik memudahkan dalam kontrol pekerjaan secara keseluruhan dan diperolehnya proses administrasi yang baik, tertata rapi yang pada akhirnya

menunjang kinerja penyedia jasa. 4) Pengumpulan Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang sangat diperlukan dalam mendukung keakuratan hasil analisa secara keseluruhan. Sebagian besar data sekunder

E - 71

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

merupakan data historis yang mampu memberikan informasi proses yang terjadi di lokasi pekerjaan. Beberapa data seperti:Citra Satelit, Peta Rupa Bumi, Peta Geologi, Data statistik, peta skema jaringan irigasi, dan hasil studi terdahulu merupakan data-data yang sangat diperlukan. 5) Pengumpulan Data Primer Data Primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dilapangan. Sebagai data terbaru, tentunya data ini merupakan hasil kondisi terakhir di lapangan seperti: kondisi bangunan, saluran, dan debit terukur yang melalui saluran. b. Survey Penelusuran Jaringan (walkthrough) Survey ini dilakukan untuk mendapatkan data terbaru dan nyata tentang kondisi jaringan irigasi meliputi semua bangunan dan salurannya berikut pola operasi yang dipakai.Survey ini dilakukan oleh Tenaga Ahli yang berkaitan beserta tokoh masyarakat dan anggota P3A.Lokasi survey adalah sepanjang saluran mulai dari sumur borutama padadaerah irigasisampai saluran terakhir. Menentukan posisi semua bangunan dan saluran dalam GPS. Melakukan layanannya. Melakukan evaluasi terhadap continuitas aliran pada operasi JIAT, agar diketahui berapa besar kehilangan aliran pada system jaringan hingga menuju outlet layanan. Menginput semua data GPS yang didapat di lapangan ke dalam base data dengan program. Mengukur luasan JIAT yang masih produktif atau tersisa saat ini. Mengukur luas lahan yang sudah tidak produktif tapi masih berupa sawah. Melakukan pemantauan secara menyeluruh terhadap kawasan sekitar lokasi sumur pengambilan, yang berkaitan dengan kekhawatiran adanya potensi yang mempengaruhi kondisi keberadaan dan fungsi dari pada sumur irigasi. c. Survey Topografi (Topographic Survey) Survey ini dilakukan untuk mendapatkan peta rupa bumi di darat.Survey ini dilakukan oleh Tenaga Ahli Geodesi.Lokasi survey adalah mencakup seluruh
E - 72

pencatatan

data

teknis

Jarigan

irigasi

dan

luasan

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

luasan JIAT yaitu untuk luasan JIAT mengukur titik-titik terluar termasuk keberadaan bangunan phisik yang ada didalamnya sedangkan saluran mengukur seluruh ruas saluran sesuai dengan skema JIAT.

d. Kegiatan Pengolahan Data 1) Pengolahan Penelusuran JIAT Data yang diperoleh kemudian ditabelkan dan dilakukan skoring tentang kondisi dan kemampuan fungsinya sehubungan dengan luas sawah terairi. Diketahuinya skema JIAT terbaru serta kinerja jaringan secara umum sehingga dapat digunakan untuk menentukan langkah perencanaan selanjutnya dalam rangka menentukan efektifitas operasi pengairan yang ada di daerah. 2) Analisa Kinerja JIAT Analisa besar kebutuhan air irigasi masing-masing daerah layanan JIAT.Data teknis yang diperoleh dari hasil pengumpulan data baik sekunder maupun data utama primer yaitu 1) debit air sumur irigasi, 2) luasan areal layanan irigasi, 3) outflow debit saluran JIAT, untuk dilakukan analisa neraca air untuk mengetahui kemampuan layanan yang dimiliki dari pola operasi JIAT lokasi yang terkaji. Selain daripada analisa neraca air juga dilakukan evaluasi continuitas aliran dari pada saluran JIAT yang dikaji.Analisa ini meggunakan analisa hidroulika saluran tertutup untuk skema JIAT yang menggunakan system saluran tertutup.Analisa yang dilakukan dapat menggunakan paket

pemrogaman simulasi model system jaringan pipa Epanet, WaterCad 4.15 atau WaterCad 8.01.Tujuan hasil analisa ini adalah mengevaluasi kinerja hidroulik aliran sepajang jalur Skema JIAT menuju daerah yang dilayani

Tahap Penyusunan Laporan A. Laporan Bulanan Laporan Bulanan dibuat setiap bulan yang berisikan seluruh aktifitas yang dilakukan oleh konsultan.Laporan ini bermaterikan keadaan keuangan, kemajuan pelaksanaan pekerjaan, penggunaan tenaga kerja, permasalahan yang dihadapi dan

E - 73

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

langkah-langkah yang diambil. Laporam Bulanan dicetak sebanyak 3 (tiga) eksemplar pada masing-masing laporan bulanan. B. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan merupakan garis besar kondisi pekerjaan, pemahaman konsultan terhadap daerah pekerjaan, rencana kegiatan dan jadwal pelaksanaan pekerjaan, jadwal penugasan tenaga ahli yang dilibatkan, daftar data yang sudahlbelum dikumpulkan, rencana kerja yang akan dilaksanakan, permasalahan dan dokumentasi kondisi eksisting. Laporan pendahuluan dicetak sebanyak 5 (lima) eksemplar. C. Laporan Antara Laporan Antara merupakan konsep perencanaan konsultan terhadap daerah pekerjaan, aplikasi metode yang dipakai dan hasil perhitungan sementara berdasarkan survey dan saran tambahan.Laporan Antara dicetak sebanyak 5 (lima) eksemplar. D. Laporan Akhir Laporan Akhir adalah laporan hasil keseluruhan kegiatan sesuai dengan lingkup pekerjaan yang dimaksud dalam kerangka acuan kerja pada bab sebelumnya yang meliputi : Laporan Utama, 5 (lima) eksemplar Laporan Ringkasan Eksekutif, 5 (lima) eksemplar Laporan Geologi Teknik, 5 (lima) eksemplar Laporan Survey TopografilPengukuran, 5 (lima) eksemplar Laporan Nota Desain, 5 (lima) eksemplar Laporan Analisa Ekonomi, 5 (lima) eksemplar Laporan Hidrologi, 5 (lima) eksemplar Laporan Manual 0 & P, 5 (lima) eksemplar Dokumen Tender (RAB, Syarat-syarat Khusus dan Syarat-syarat Umum Kontrak, Spesifikasi Teknis) , 5 (lima) eksemplar Gambar hasil pengukuran format A3, 3 (dua) eksemplar Gambar Detail format AI, 2 (dua) eksemplar Gambar Detail format A3, 2 (dua) eksemplar

E - 74

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Dokumentasi Foto, 2 (dua) album, CD Dokumentasi Live, 2 (dua) set CD file laporan dan gambar, 2 (dua) set

Gambar Diagram Alir Pekerjaan

E - 75

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

PERSONIL Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan menyediakan dan menugaskan beberapa Tenaga Ahli sesuai dengan yang dibutuhkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Tenaga Ahli yang akan ditugaskan tersebut dikoornidir oleh seorang Team Leader yang memiliki kemampuan dalam koordinasi dan komunikasi dengan pihak pengguna jasa, instansi teknis terkait dan Tenaga Ahli lainnya. Adapun Tenaga Ahli yang diusulkan dalam pelaksanaan studi ini telah memilki kualifikasi pendidikan, pengalaman dibidang penanganan pekerjaan sejenis. Masing-masing Tenaga Ahli tersebut memilki tugas dan tanggung-jawab masing-masing sesuai dengan bidang keahliannya. Untuk melaksanakan kegiatan SIDD Pengembangan Sumur Bor untuk Penyediaan Air Baku Menyebar di Provinsi Bali dengan lingkup pekerjaan seperti diuraikan diatas diperlukan pelaksana kegiatan dengan kualifikasi sebagai berikut : A.1. Tenaga Profesional 1. Ketua Tim (Team Leader): 1 (satu) orang Seorang Sarjana (S1) Teknik SipillPengairan dengan pengalaman kerja dibidang manajemen Perencanaan Irigasi dan konstruksi Irigasi sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. Team Leader harus berfungsi sebagai Ahli Teknik Desain terutama yang harus mengkoordinasikan pekerjaan team dan menjamin standar pekerjaan yang seragam oleh para anggota team atau unit kerja. Personil yang diusulkan untuk posisi ini harus bermotivasi tinggi, mempunyai kemampuan memimpin dan dapat bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Sipil, Sub Bidang Teknik Sipil atau Sumber Daya Air.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 4 (empat) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 2. Ahli Sumber Daya Air: 1 (satu) orang Seorang Sarjana Teknik Pengairan dengan pengalaman kerja sekurangkurangnya 4 (empat) tahun dalarn pekerjaan Desain Jaringan Daerah Irigasi dan Drainase. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang

E - 76

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKA-P) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Sipil, Sub Bidang Teknik Sipil atau Sumber Daya Air.Dibutuhkan 1 (satu) orang. ditugaskan selama 3,5 (tiga koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 3. Ahli Geologi Teknik: 1 (satu) orang Seorang sarjana Teknik Geologi dengan pengalaman kerja sekurangkurangnya 4 (empat) tahun dibidang analisa hidrologi meliputi kebutuhan air, Debit Andalan, dan kondisi geohidrologi bawah tanah. Dapat bekerja sama dengan team ahli lainnya. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Geologi/Geologi

Teknik/Geoteknik.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2,5 (dua koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 4. Ahli Geodesi:1 (satu) orang Seorang Sarjana Teknik Geodesi dengan pengalaman kerja sekurangkurang nya 4 (empat) tahun dalam pengukuran dan pemetaan system irigasi dengan GIS, drainase dan mampu mengkoordinir team di lapangan. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Geodesi. Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2,5 (dua koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 5. Ahli Operasi dan Pemeliharaan: 1 (satu) orang Ahli Operasi dan Pemeliharaan adalah seorang lulusan Sarjana Teknik Sipil/ Pengairan, dengan pengalaman professional sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun di bidangnya.Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP)

E - 77

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Sipil, Sub Bidang Teknik Sipil atau Sumber Daya Air.Ahli Operasi dan Pemeliharaan bertanggung jawab dalam penyusunan Pedoman Manual Operasi dan Pemeliharaan bangunan-bangunan prasarana irigasi, saluran serta bangunan pelengkapnya.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2 (dua) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 6. Ahli Sosial Ekonomi: 1 (satu) orang Seorang Sarjana Sosial Ekonomi dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam analisa sosial ekonomi. Tugas dan tanggung jawabnya yaitu mengumpulkan data dan informasi sosial budaya, ekonomi dan lingkungan, melakukan kajian sosial budaya, ekonomi dan lingkungan berkaitan dengan rencana pengamanan dan penataan mata air.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2 (dua) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. A.2 Sub Profesional Staff 1. Surveyor Topografi Seorang lulusan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM. Berpengalaman pada bidang pengukuran dan survey topografi untuk bangunan keairan terutama keirigasian. Ditugaskan selama 2 (dua koma lima) bulan dibutuhkan 2 orang atau sesuai dengan kebutuhan. 2. Surveyor Geologi Teknik Sarjana Teknik Mesin dengan pengalaman 4 (empat) tahun atau D3 Teknik Mesin dengan pengalaman 6 (enam) tahun yang berpengalaman dalam bidang pengeboran atau pengawasan pekerjaan sejenis

dibutuhkan 2 (dua) orang dan ditugaskan selama 2,5 (dua koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan.

E - 78

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

A.3

Supporting Staff 1. Draftman (AutoCAD) Seorang Tamatan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM. Berpengalaman pada bidang menggambar bangunan teknis terutama bangunan keairan dengan software Auto CAD Ditugaskan selama 3,5 (tiga koma lima) bulan dan dibutuhkan 1 orang atau sesuai dengan kebutuhan 2. Tenaga Administrasi / Keuangan Seorang Tamatan S1ID3 Ekonomi dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk S1 dan 6 (enam) tahun untuk D3. Berpengalaman pada bidang administrasi dan keuangan dan menguasai sistem aplikasi computer. Ditugaskan selama 4 (empat) bulan dan dibutuhkan 1 orang atau sesuai dengan kebutuhan. 3. Tenaga Bantu Survey Topografi Tenaga Bantu lapangan untuk petugas surveyor topografi. Dibutuhkan 4 (empat) orang ditugaskan selama 75 (tujuh puluh lima) hari atau sesuai dengan kebutuhan. 4. Tenaga Bantu Survey Geologi Teknik Tenaga Bantu Investigasi Geologi, dibutuhkan 4 (empat)orang dan ditugaskan selama 75 (tujuh puluh lima)hari.

Adapun Struktur Organissi Pelaksana Pekerjaan dapat dilihat pada Gambar B.12.

E - 79

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Balai Wilayah Sungai Bali Penida

PPK Air Baku SNVT PJPA Bali-Penida

SIDD Pengembangan Sumur Bor untuk Penyediaan Air Baku Menyebar di Provinsi Bali

TIM TEKNIS

CV. TRIMATRA DISAIN

Team Leader Nyoman Ari Siswadi, ST Profesional Staff Ahli Sumber Daya Air (Ir. I Made Sumerdika Ahli Geologi teknik (Ir. Mudjur Mui) Ahli Geodesi (Yadi Suryadi, ST) Ahli OP (I Made Putu Winata, ST) Ahli Sosial Ekonomi ( I Putu Suyasa, SE) Sub Profesional Staff 1. Surveyor Geologi 2. Surveyor Topografi

1. 2. 3. 4. 5.

1. 2. 3. 4.

Tenaga Pendukung Tenaga Administrasi/Keuangan (to be name) Draftman (to be name) Tenaga Pembantu Surveyor Geologi Tenaga pembantu Surveyor Topografi

E - 80

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan SIDD Pengembangan Sumur Bor untuk Penyediaan Air Baku Menyebar di Provinsi Bali ini adalah 4 (empat) bulan atau 120 (seratus dua puluh). Bab ini akan menguraikan tahapan pekerjaan dan jangka waktu yang dibutuhkan dalam melaksanakan tiap tahapan pekerjaan. Dalam melaksanakan pekerjaan ini, konsultan akan menyusun jadwal pelaksanaan pekerjaan berdasarkan lingkup pekerjaan dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang sesuai dengan mutu pekerjaan yang diharapkan KAK dan dengan waktu yang tersedia serta kelancaran serta terkoordinasinya pelaksanaan pekerjaan. Jadwal pelaksanaan pekerjaan

menyangkut urutan dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dengan alokasi waktu yang disediakan. Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, alokasi waktu untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah selama tiga bulan. Agar pelaksanaan pekerjaan ini tepat waktu, maka dibutuhkan jadwal pelaksanaan yang disusun secara cermat. Jadwal pelaksanaan pekerjaan merupakan jadwal yang mengatur kapan suatu kegiatan harus dilaksanakan dan harus selesai sehingga waktu pelaksanaan yang diberikan dapat tercapai dengan tidak mengurangi mutu teknisnya. Jadwal pelaksanaan pekerjaan ini telah disesuaikan dengan bagan alir pelaksanaan pekerjaan dan item-item pekerjaan sesuai dengan yang disyaratkan dalam KAK. Secara rinci Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan disajikan pada Tabel F.1.

F-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tabel F.1 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Nama Perusahaan : CV. Tri Matra Disain
Bulan Ke No Kegiatan I II III IV Keterangan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 I Persiapan dan Orientasi Lapangan Awal 1 2 3 4 Mobilisasi Tim Orientasi Lapangan Awal Kajian Hasil Perencanaan Sosialisasi

III

Supervisi Konstruksi 1 2 3 4 5 6 7 Pengawasan Pengujian Selama Pabrikasi Pengawasan Terhadap Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Kontrol Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Kontrol Kuantitas Pekerjaaan Pengawasan Keamanaan dan Keselamatan Kerja Cek Shop Drawing, Sertifikat dan As Built Drawing Inspeksi dan pekerjaan commisioning

F-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Bulan Ke No IV Pelaporan 1 2 3 4 Laporan Bulanan Laporan Pendahuluan Laporan Antara Laporan Akhir a Laporan Utama b Laporan Ringkasan Eksekutif c Laporan Geologi Teknik d Laporan Survey Topografi e Laporan Nota Disain f Laporan Analisa Ekonomi g Laporan Hidrologi h Laporan Manual O&P i Gambar Hasil Pengukuran Format A3 j Gambar Detail format A1 k Gambar detail format A3 l Dokumentasi Foto m CD Dokumentasi Live n CD file laporan dan Gambar o Dokumen Tender Kegiatan I II III IV Keterangan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

F-3

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

F-4

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan ini sesuai KAK adalah 4 bulan atau 120 (seratus dua puluh) hari kalender. Dengan waktu pekerjaan tersebut, maka penugasan masing-masing tenaga ahli berbeda sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kontribusi masing-masing tenaga ahli dan tenaga penunjang dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ketua Tim (Team Leader) Ahli Sumber Daya Air Ahli Geologi Teknik Ahli Geodesi Ahli Operasi dan pemeliharaan Ahli Sosial ekonomi : : : : : : 4,00 (empat) Orang Bulan 3,50 (tiga koma lima Orang Bulan 2,50 (dua koma lima) Orang Bulan 2,50 (dua koma lima) Orang Bulan 2,00 (dua) Orang Bulan 2,00 (dua) Orang Bulan

Sedangkan kontribusi masing-masing tenaga pendukung dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Surveyor Topografi Surveyor Geologi Administrasi Draftman AutoCAD Tenaga bantu Survey : : : : : 2,50 (dua koma lima) Orang Bulan 2,50 (dua koma lima) Orang Bulan 4,00 (empat) Orang Bulan 3,50 (tiga koma lima Orang Bulan 2,50 (dua koma lima) Orang Bulan

Lebih jelasnya jadwal penugasan personil dalam pekerjaan ini disajikan dalam Tabel H.1.

G-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tabel G.1 Jadwal Penugasan Personil Nama Perusahaan : CV. Tri Matra Disain
NO A 1 6 2 4 5 5 Tenaga Ahli Team Leader Ahli Sumber Daya Air Nyoman Ari Siswandi, ST Ir. I Made Sumardika Ir. Mudjur Muis Yadi Suryadi, ST I Made Putu Winata, ST I Putu Suyasa, SE Subtotal B 1 2 Sub Profesional Staff Surveyor Geologi Surveyor Topografi To Be Name To Be Name Subtotal B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tenaga Penunjang Draftman Administrasi Pembantu Surveyor Geologi Pembantu Surveyor Topografi Pembantu Surveyor Geologi Pembantu Surveyor Geologi Pembantu Surveyor Topografi Pembantu Surveyor Topografi Pembantu Surveyor Topografi Pembantu Surveyor Topografi To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name Subtotal Total 3.50 4.00 2.50 2.50 2.50 2.50 2.50 2.50 2.50 2.50 27.50 49.00 2.50 2.50 5.00 4.00 3.50 2.50 2.50 2.00 2.00 16.50 POSISI NAMA PERSONIL BULAN KE
I II III IV

Orang Bulan

Ket

Ahli Bidang geologi Teknik Ahli geologi Ahli OP Ahli Sosial Ekonomi

G-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

H.1.

UMUM Kebutuhan fasilitas dan peralatan akan disiapkan Konsultan untuk menunjang kegiatan baik di lapangan maupun di kantor. Mobilisasi peralatan disesuaikan dengan jadwal peralatan yang telah disusun bersama dengan penyusunan rencana kerja, jadwal pelaksanaan dan pengerahan personil. Penentuan kebutuhan akan fasilitas dan peralatan sangat erat hubungannya dengan kelancaran pekerjaan, sehingga tidak ada kendala peralatan dan fasilitas yang dihadapi oleh pelaksana pekerjaan pada saat pelaksanaan nantinya.

H.2.

FASILITAS PEMRAKARSA PEKERJAAN Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan ini, pihak proyek telah

menyediakan fasilitas meliputi : Pemberian surat pengantar untuk operasional maupun koordinasi dan dukungan dengan instansi terkait. Peminjaman referensi yang ada pada proyek. Pemberian informasi mengenai ketentuan yang berkaitan dengan pekerjaan kewajiban konsultan. H.3. KANTOR KONSULTAN Untuk kelancaran kegiatan pekerjaan pihak konsultan telah menyiapkan kantor yang permanen di Denpasar sehingga memudahkan Team Konsultan berkoordinasi dengan pemberi pekerjaan dan setiap saat dapat asistensi/diskusi

H-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

dalam penyelesaian pekerjaan. Disamping itu diharapkan nantinya setelah selesai pekerjaan pihak pemberi pekerjaan mudah menghubungi konsultan. H.4. PERALATAN Peralatan yang digunakan untuk setiap pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kegiatan, tergantung dari volume dan kapasitas alat. Adapun volume dan kapasitas alat tersaji pada Tabel H.1. Daftar Peralatan.
DATA PERALATAN / PERLENGKAPAN
Nama Perusahaan :

Tabel H.1 Daftar Peralatan CV. Tri Matra Disain

Nama Perusahaan : CV. Tri Matra Disain


Kapasitas atau NO. Jenis Peralatan/Perlengkapan JUMLAH Output Saat Ini A. 1 2 3 4 5 6 7 B. 1 2 3 C 1 2 3 D 1 2 3 Peralatan Kantor Meja Kerja+Kursi OHP Media Stal Laptop Komputer Printer Scanner Telepon+Fax Peralatan Penunjang Kamera Meja Gambar Kalkulator Peralatan Lapangan Alat Ukur Theodolithe Alat Ukur Waterpass Alat Sondir Transportasi Kendaraan roda 4 - 1 Kendaraan roda 4 - 2 Kendaraan roda 2 Tipe Pembuatan Baik/Rusak Saat Ini Kepemilikan Merk dan Tahun Kondisi Lokasi Bukti

10 1 2 8 4 1 1

5 GB X GB 30 lbr/mnt -

Lokal 3M Toshiba Intel P4 64 MB Deskjet 1280 Umax Astra Panasonic

1996 2003 2003 2005 2005 2005 2000

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar

Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi

2 2 2

Fuji Mutoh EY Casio FX 3600

2006 2000 2004

Baik Baik Baik

Denpasar Denpasar Denpasar

Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi

1 1 1

Baik Baik Baik

Denpasar Denpasar Denpasar

Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi

1 1 4

Baik Baik Baik

Denpasar Denpasar Denpasar

Milik Pribadi Milik Pribadi Milik Pribadi

H-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Bulan KeNO. JENIS ALAT JUMLAH I II III IV JUMLAH BULAN KET.

A. Peralatan Kantor 1 2 3 4 5 6 7 Meja Kerja+Kursi OHP Media Stal Laptop Komputer Printer Scanner Telepon+Fax 10 1 2 8 4 1 1 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00

B. Peralatan Penunjang 1 2 3 Kamera Handycame Kalkulator 2 2 4 4.00 4.00 4.00

D Transportasi 1 3 Kendaraan roda 4 - 1 Kendaraan roda 2 1 2 4.00 4.00

H-3

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tenaga ahli yang berkompeten merupakan unsur penting yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan SIDD Pengembangan Sumur Bor untuk Penyediaan Air Baku Menyebar di Provinsi Bali. Untuk itu konsultan harus menyiapkan tenaga profesional dalam jumlah yang cukup dan memenuhi persyaratan yang ditinjau dari lingkup proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Tenaga profesional yang dimaksud adalah personel berlatar belakang pendidikan Sarjana (S1/S2) baik untuk Ketua Tim maupun Tenaga Ahli lainnya. Selain itu juga dibantu oleh beberapa staf pendukung yang dimaksudkan untuk membantu kelancaran tugas-tugas team leader dan tenaga ahli lainnya. A.1. Tenaga Profesional 1. Ketua Tim (Team Leader): 1 (satu) orang Seorang Sarjana (S1) Teknik SipillPengairan dengan pengalaman kerja dibidang manajemen Perencanaan Irigasi dan konstruksi Irigasi

sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun. Team Leader harus berfungsi sebagai Ahli Teknik Desain terutama yang harus mengkoordinasikan pekerjaan team dan menjamin standar pekerjaan yang seragam oleh para anggota team atau unit kerja. Personil yang diusulkan untuk posisi ini harus bermotivasi tinggi, mempunyai kemampuan memimpin dan dapat bekerja sama dengan pihakpihak lain. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Sipil, Sub Bidang Teknik Sipil atau Sumber Daya Air.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 4 (empat) bulan atau sesuai dengan kebutuhan.

I-1

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

2. Ahli Sumber Daya Air: 1 (satu) orang Seorang Sarjana Teknik Pengairan dengan pengalaman kerja sekurangkurangnya 4 (empat) tahun dalarn pekerjaan Desain Jaringan Daerah Irigasi dan Drainase. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKA-P) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Sipil, Sub Bidang Teknik Sipil atau

Sumber Daya Air.Dibutuhkan 1 (satu) orang. ditugaskan selama 3,5 (tiga koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 3. Ahli Geologi Teknik: 1 (satu) orang Seorang sarjana Teknik Geologi dengan pengalaman kerja sekurangkurangnya 4 (empat) tahun dibidang analisa hidrologi meliputi

kebutuhan air, Debit Andalan, dan kondisi geohidrologi bawah tanah. Dapat bekerja sama dengan team ahli lainnya. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Geologi/Geologi Teknik/Geoteknik.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2,5 (dua koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 4. Ahli Geodesi:1 (satu) orang Seorang Sarjana Teknik Geodesi dengan pengalaman kerja sekurang- kurang nya 4 (empat) tahun dalam pengukuran dan pemetaan system irigasi dengan GIS, drainase dan mampu mengkoordinir team di lapangan. Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Geodesi. Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2,5 (dua koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 5. Ahli Operasi dan Pemeliharaan: 1 (satu) orang Ahli Operasi dan Pemeliharaan adalah seorang lulusan Sarjana Teknik

I-2

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Sipil/ Pengairan, dengan pengalaman professional sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun di bidangnya.Harus memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi atau Sertifikat Keahlian (SKAP) yang dikeluarkan oleh LPJK dengan Klasifikasi Bidang Sipil, Sub Bidang Teknik Sipil atau Sumber Daya Air.Ahli Operasi dan Pemeliharaan bertanggung jawab dalam penyusunan Pedoman Manual Operasi dan Pemeliharaan bangunan-bangunan prasarana irigasi, saluran serta bangunan

pelengkapnya.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2 (dua) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. 6. Ahli Sosial Ekonomi: 1 (satu) orang Seorang Sarjana Sosial Ekonomi dengan pengalaman minimal 4

(empat) tahun dalam analisa sosial ekonomi. Tugas dan tanggung jawabnya yaitu mengumpulkan data dan informasi sosial budaya, ekonomi dan lingkungan, melakukan kajian sosial budaya, ekonomi dan lingkungan berkaitan dengan rencana pengamanan dan penataan mata air.Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2 (dua) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. A.2 Sub Profesional Staff 1. Surveyor Topografi Seorang lulusan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja

minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM. Berpengalaman pada bidang pengukuran dan survey topografi untuk bangunan keairan terutama keirigasian. Ditugaskan selama 2 (dua koma lima) bulan dibutuhkan 2 orang atau sesuai dengan kebutuhan. 2. Surveyor Geologi Teknik Sarjana Teknik Mesin dengan pengalaman 4 (empat) tahun atau D3 Teknik Mesin dengan pengalaman 6 (enam) tahun yang berpengalaman dalam bidang pengeboran atau pengawasan pekerjaan sejenis dibutuhkan

I-3

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

2 (dua) orang dan ditugaskan selama 2,5 (dua koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan.

A.3

Supporting Staff 1. Draftman (AutoCAD) Seorang Tamatan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM. Berpengalaman pada bidang menggambar bangunan teknis terutama bangunan keairan dengan software Auto CAD Ditugaskan selama 3,5 (tiga koma lima) bulan dan dibutuhkan 1 orang atau sesuai dengan kebutuhan 2. Tenaga Administrasi / Keuangan Seorang Tamatan S1ID3 Ekonomi dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk S1 dan 6 (enam) tahun untuk D3. Berpengalaman pada bidang administrasi dan keuangan dan menguasai sistem aplikasi computer. Ditugaskan selama 4 (empat) bulan dan dibutuhkan 1 orang atau sesuai dengan kebutuhan. 3. Tenaga Bantu Survey Topografi Tenaga Bantu lapangan untuk petugas surveyor topografi. Dibutuhkan 4 (empat) orang ditugaskan selama 75 (tujuh puluh lima) hari atau sesuai dengan kebutuhan. 4. Tenaga Bantu Survey Geologi Teknik Tenaga Bantu Investigasi Geologi, dibutuhkan 4 (empat)orang dan ditugaskan selama 75 (tujuh puluh lima)hari.

I-4

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Tabel I.1 Komposisi Tim dan Penugasan (Daftar Personil) Nama Perusahaan : CV. Tri Matra Disain
NO. A 1 2 3 4 Yadi Suryadi, ST 5 I Made Putu Winata, ST 6 B 1 2 B 1 2 3 4 I Putu Suyasa, SE Sub Profesional Staff To Be Name To Be Name Tenaga Penunjang To Be Name To Be Name To Be Name To Be Name CV. TRIMATRA DISAIN CV. TRIMATRA DISAIN CV. TRIMATRA DISAIN CV. TRIMATRA DISAIN Tenaga Ahli Lokal Tenaga Ahli Lokal Tenaga Ahli Lokal Tenaga Ahli Lokal Ahli Opereasional Autocad Adminstrasi dan Keuangan Pembantu Surveyor Geologi Pembantu Surveyor Topografi Draftman Administrasi dan Keuangan Pembantu Surveyor Geologi Pembantu Surveyor Topografi 3.50 4.00 2.50 2.50 CV. TRIMATRA DISAIN CV. TRIMATRA DISAIN Tenaga Ahli Lokal Tenaga Ahli Lokal Surveyor Geologi Surveyor Topografi Surveyor Geologi Surveyor Topografi 2.50 2.50 CV. TRIMATRA DISAIN Tenaga Ahli Lokal Ahli Sosial Ekonomi Ahli Sosial Ekonomi 2.00 CV. TRIMATRA DISAIN Tenaga Ahli Lokal Ahli Sipil Ahli Operasi dan Pemeliharaan 2.00 NAMA PERSONIL Tenaga Ahli Nyoman Ari Siswandi, ST Ir. I Made Sumardika Ir. Mudjur Muis CV. TRIMATRA DISAIN CV. TRIMATRA DISAIN CV. TRIMATRA DISAIN CV. TRIMATRA DISAIN Tenaga Ahli Lokal Tenaga Ahli Lokal Tenaga Ahli Lokal Tenaga Ahli Lokal Ahli Perencanaan, Ahli Konstruksi, Supervisi Konstruksi, Manajemen Konstruksi Ahli Strukur Bangunan SDA Ahli Bidang geologi Teknik Ahli Geologi Team Leader Ahli Desain/Struktur/Hidraulika Ahli Bidang geologi Teknik Ahli geologi 4.00 3.50 2.50 2.50 PERUSAHAAN TENAGA AHLI LOKAL/ASING LINGKUP KEAHLIAN POSISI DIUSULKAN JUMLAH ORANG BULAN

J-5

CV. TRI MATRA DISAIN Konsultan Perencana Dan Pengawas

Dokumen Usulan Teknis untuk pelaksanaan pekerjaan ini sebagai bentuk penawaran teknis dari konsultan dalam upaya penanganan pekerjaan ini. Dalam hal ini konsultan CV. TRI MATRA DISAIN apabila nantinya dipercaya untuk menangani pekerjaan ini maka akan bekerja berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan tersebut. Konsultan CV. TRI MATRA DISAIN, berkeyakinan sanggup dan mampu untuk melaksanakan pekerjaan tersebut apabila diberi kepercayaan berdasarkan dokumen usulan teknis yang kami tawarkan. Dengan dukungan Tenaga Ahli yang kami usulkan dengan kualifikasi dan pengalaman kerja di Bidang Penataan Ruang dan Arsitektur. Dengan berbekal keahlian masing-masing tenaga ahli yang kami usulkan dan telah memiliki sertifikat keahlian, maka dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan mutu pekerjaan sesuai dengan yang diminta dalam KAK. Semoga usulan teknis ini mendapatkan perhatian, dukungan serta kepercayaan dari pengguna jasa.

J-1