Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

D I S U S U N OLEH: Abellio Nathanael Sitompul (0613 4041 1637) Program Studi: Teknik Energi

Dosen Pembimbing: dr. Johansen Silalahi, M.th.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA TAHUN AKADEMIK 2014

Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Allah kita Yesus Kristus karena telah memberikan saya berkat, kesehatan dan kekuatan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama dimana selama mengikuti mata kuliah ini, saya mendapatkan banyak pengetahuan, ilmu-ilmu teologi dan penguatan iman dari dosen pembimbing juga dari teman-teman seiman, maka dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat: 1. Ayah, ibu dan keluarga yang telah memberikan dorongan moril dan materil 2. Bapak Pdt dr. Johansen Silalahi, M.th. 3. Teman-teman seiman yang telah memberikan bantuan berupa catatan dan teori-teori dan kerabat-kerabat lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Terima kasih atas semuanya Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Harapan kami, semoga makalah yang sederhana ini, dapat bermanfaat untuk semua pihak bahkan untuk penyebaran firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Palembang,

Januari 2014

Penyusun

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Selama ini kita sebagai umat Allah hanya sedikit mengetahui tentang awal mula penciptaan. Kita hanya mengetahui bagaimana bumi diciptakan beserta isinya dari hari pertama penciptaan hingga hari ketujuh, Tuhan beristirahat. Beberapa orang hanya mengetahui bahwa mujizat Tuhan hanya pernah terjadi di kitab suci dan lokasinya hanya di Israel. Selain itu beberapa orang menganggap Tuhan Yesus adalah Allah Israel. Namun dalam makalah ini saya menjelaskan bahwa semua yang menaruh Yesus dalam hatinya adalah umat Tuhan bahkan sahabat-Nya Tuhan. Tuhan Yesus akan membuat kita menjadi pelaku firman-Nya bukan menjadi penonton. Dalam karya tulis ini, pengikut Kristus dipanggil untuk taat kepada Allah yang telah menciptakan dirinya sehingga menjadi hamba layak di mataNya. Dan dalam segala problema dan rencana yang ada dalam kehidupan orang Kristen, Tuhan Allah akan selalu menyertai. Oleh karena itu sebagai orang Kristen yang taat harus selalu mengandalkan dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai penuntun jalan hidupnya. 1.2 Rumusan Masalah a. Siapakah nenek moyang bangsa Israel ? b. Bagaimana Tuhan menjadikan Yakub sebagai Israel ? c. Bagaimana bangsa Israel terbentuk ? d. Apa saja 3 poko ajaran Yesus ? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk memenuhi tugas Pendidikan Agama Kristen Protestan yang telah diberikan oleh dosen pembimbing dan pengajar mata kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan Bapak Pdt dr. Johansen Silalahi M.th

2. Sebagai bahan pembelajaran dan pedoman bagi mahasiswa-mahasiswi Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) agar dapat membantu dalam pembelajaran di kemudian hari. 3. Sebagai ilmu pengetahuan bagi seluruh masyarakat dalam kehidupan mereka agar mendapat hidup yang layak sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus.

Bab II Isi
2.1 Asal Usul Bangsa Israel Suatu bangsa memiliki sejarah yang menarik tentang asal-usulnya, seperti halnya Indonesia diperkirakan nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan Selatan di China sama seperti bangsa Israel. Bangsa Israel mulai terbentuk sejak Abraham (Ibrahim dalam Islam) dipanggil Tuhan untuk pergi dari tanah kelahirannya di Haran, Ur-Kasdim, Iraq. Saat Abraham dipanggil Tuhan, Tuhan menjanjikan sebuah tanah perjanjian dan karena pada umur yang sudah lanjut Abraham belum memiliki keturunan, maka Tuhan juga menjanjikan keturunan untuk Abraham. Ketika Abraham meninggalkan Tanah nenek moyangnya, dia meninggalkan 3 hal: 1. Nenek moyang 2. Adat istiadat 3. Kampung halaman Lalu ketika Abraham mengikuti Tuhan, dia mendapatkan apa yang Tuhan janjikan, tanah perjanjian dan keturunan (Ishak dan Ismael). Dalam sejarah yang kita ketahui, Ismael akan meneruskan perjalanannya ke Arab dan akan menjadi agama Islam dan Ishak akan menjadi asal muasal Israel muncul karena dari keturunannyalah nama Israel diberikan Allah. Lalu saat Ishak memberikan hak kesulungannya kepada Esau, Yakub menipunya sehingga hak kesulungan Esau di ambil Yakub. Lalu pergilah Yakub Pniel dan bergulat dengan Allah. Kemudian Allah menegaskan kembali memberkati dia dengan nama barunya yakni Israel pada Kejadian pasal 35:1-15. Sejak saat itulah Yakub dipanggil Israel karena Allah telah memberkatinya. Setelah pergulatan itu, Yakub akan memperanakan 13 anak yang 12 diantaranya akan menjadi 12 suku Israel dan disitulah digenapi bahwa bangsa Israel terbentuk. Namun pada saat pemerintahan Salomo (anak Daud) akan

terpecah bangsa Israel menjadi 2 yaitu Utara yang akan dikenal sebagai Kerajaan Israel dan bagian Selatan akan dikenal sebagai Kerajaan Yehuda (Babylonia). Menurut beberapa teori modern gambaran Alkitab tentang asal usul sukusuku Israel ini tak dapat diterima. Alkitab mengatakan bahwa seluruh bangsa itu dulu di tanah Mesir. Tapi menurut beberapa teori modern ini, tidak semua suku itu turut di tanah Mesir pada zaman dulu itu. Dasar teori ini ialah pemikiran bahwa ada pemisahan antara suku-suku keturunan Lea dan suku-suku keturunan Rahel, dan bahwa suku-suku keturunan Lea lebih dulu menduduki tanah yang sudah diusahakan daripada suku-suku keturunan Rahel. Kadang-kadang dipertahankan bahwa ibadah kepada Yahweh dibawa ke tanah Kanaan oleh sukusuku keturunan Yusuf, dan kemudian diambil alih oleh suku-suku keturunan Lea. Sehubungan dengan ibadah kepada Yahweh itu, timbul semacam kelompok agama yang agak menyerupai kelompok-kelompok agama di negeri Yunani lama. Maka ibadah kepada Yahweh-lah yang mengikat suku-suku ini menjadi satu. Jelas bahwa teori-teori seperti ini langsung bertentangan dengan pernyataan-pernyataan dalam Alkitab, dan memerlukan dibuangnya banyak yang tegas dikatakan dalam Alkitab. Penolakan ini biasanya didasarkan pada penyusunan ulang kepenulisan dan isi Kitab-kitab Alkitab, yang sungguhsungguh mengubah atau malahan memutarbalikkan gambaran sejarah Israel yang diberikan di dalamnya. Karena itu kita tidak dapat menerimanya. Musa sudah membagi suku-suku yang harus menempati tanah di sebelah timur Sungai Yordan dari suku-suku yang harus menempati bagian di sebelah baratnya. Di sebelah timur bagian-bagian tanah itu diberikan kepada suku-suku Ruben dan Gad untuk menjadi pusakanya, beserta setengah suku Manasye. Suku yang terakhir itu harus menempati daerah sebelah selatan Danau Galilea, termasuk desa-desa Yair bersama Astarot dan Edrei. Gad harus menempati tanah yang langsung di sebelah selatan bagian Manasye terus sampai kira-kira ujung utara Laut Mati, dan di selatan lagi ialah daerah Ruben, yang meluas ke selatan, sampai ke Aroer dan Sungai Arnon. Di bagian barat Sungai Yordan, di tanah Kanaan yang sebenarnya, di situlah sisa suku-suku lain harus tinggal. Milik pusaka mereka ditentukan dengan

mengundi, terkecuali bagi suku Lewi, yang tidak ada milik pusaka berupa tanah. Akhirnya suku-suku itu dibagi-bagi menjadi suku-suku utara dan suku-suku selatan, yang secara berurut diwakili oleh Efraim dan Yehuda. Kerajaan Utara disebut dengan istilah Israel. Bagian selatan dibagikan kepada suku Simeon, yang kelihatannya sudah menempati tanah Negeb. Di sebelah utaranya terdapat bagian Yehuda, termasuk daerah pegunungan Yudea dan terus ke utara sampai Betlehem dan hampir sampai kota Yerusalem. Langsung di sebelah utara daerah Yehuda dan terus sampai ke Sungai Yordan di timur ialah daerah Benyamin. Bagian ini hanya sampai beberapa kilometer ke sebelah utara dan ke barat pada tepi daerah pegunungan. Ke sebelah baratnya terdapat bagian yang kecil, yang diberikan kepada suku Dan. Di utara kedua suku Dan dan Benyamin ialah daerah yang dibagikan kepada suku Efraim, yang meluas ke utara sampai ke Sungai Kana dan Sikhem. Kemudian datanglah bagian besar yang ditentukan menjadi bagian pusaka dari setengah suku Manasye, yang melingkupi segala-galanya di antara Laut Tengah dan Sungai Yordan dan terus ke utara sampai ke Megido. Di sebelah utara Manasye ialah Isakhar dan Zebulon, dan sepanjang tepi pantai, dari Karmel menuju ke utara ialah daerah Asyer. Dalam perjalanan waktu kedudukan Yehuda terus bertambah-tambah penting, sebab sungguh-sungguh ia memeluk Benyamin, dan Yerusalem menjadi ibu kota. Di bagian utara perbedaan suku agaknya menjadi kurang penting dari semula, dan kerajaan Utara (Israel) menjadi musuh Yehuda. Suku-suku Utara, yaitu Zebulon dan Naftali, ialah yang pertama-tama dibawa ke pembuangan, dan kemudian pada tahun 722 SM Samaria takluk. Akhirnya Nebukadnezar menaklukkan Yerusalem pada tahun 587 SM, dan dengan demikian seluruh bangsa itu tidak ada lagi sebagai bangsa. Makna perbedaan suku terus-menerus semakin surut, dan secara praktis menghilang sesudah Pembuangan.

2.2 Kristologi Kristologi adalah cabang ilmu teologi yang membicarakan tentang posisi Yesus Kristus di dalam agama Kristen. Makna Kristologi bagi umat Kristiani

selalu berkembang dari masa ke masa, dan tidak pernah mengalami tahap selesai, karena selalu dihubungkan dengan konteks umat Kristiani oleh para pemikirnya. Makna kehadiran Kristus bagi orang Kristen diyakini sebagai pemelihara dan penyelamat dunia terkait dengan setiap persoalan hidup. Tema-tema

seperti, teologi pembebasan atau kemerdekaan adalah tema-tema yang saat ini sedang populer pada zaman modern, di mana umat Kristen terus merenungkan makna Kristus itu. Tema-tema itu disebabkan adanya penindasan oleh perang, "eksklusivisme", kesenjangan sosial di masyarakat, dan sistem negara yang terkadang tidak adil pada seluruh ciptaan, termasuk alam. Kristologi yang dihayati dalam kondisi alam yang rusak yang karena pemanasan berfokus pada global disebut ciptaan

Kristologi Ekologi.

Kristologi

seluruh

disebut Kristologi Kosmik. Bahkan Yesus Kristus diuraikan diberikan delapan belas gambaran terkait dengan budaya adat-istiadat yang terus berubah. Dalam pembagian cara lama dan ilmiah, Kristologi dimasukkan dalam rumpun Teologi Sistematika-Dogmatika. Kristologi bagi umat Kristen merupakan penyataaan (wahyu) Allah kepada manusia melalui kedatangan Kristus. Kata 'Kristologi' berasal dari bahasa Yunani, = kristos = Kristus dan =logos = logi = kata-kata = ilmu, singkatnya; Ilmu tentang Kristus, pembicaraan tentang Kristus ini terkait dengan umat Kristen memahaminya dalam kehidupan sehari-hari; Yesus pada masa lampau hingga masa kini, selama perjalanan itulah maka terus digeluti karena masih relevan dengan masalahmasalah di setiap zaman. Kristologi dan ajaran Trinitas tidak dapat dipisahkan satu terhadap yang lainnya, baik dalam sejarah, sistematika dan dogmatika. Selain itu, aspek penting lain yang menyertai pembicaraan ini adalah

mengenai keselamatan atau soteriologi. 2.2.1 Kristologi dari Zaman ke Zaman Abad Pertama Masehi (Kristologi menurut Perjanjian Baru) Kristologi yang ditemukan dari Injil berpusat pada sejarah kehidupan Yesus dalam tindakan-tindakannya. Hal tersebut dapat dilihat melalui beberapa

pernyataan tokoh-tokoh di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru. Jawaban-jawaban tentang siapa Yesus, adalah sebagai berikut:

Paulus : Yesus adalah Kristus yang disalibkan dan dibangkitkan. Markus : Yesus adalah Mesias. Matius : Yesus adalah Musa baru, pengajar hukum baru. Lukas : Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, adalah Juru Selamat semua orang.

Yohanes - Yesus adalah Sabda Allah yang menjelma sebagai manusia. Yesus pada zaman-Nya dikenal sebagai orang Nazaret yang bertindak

revolusioner, sebagai orang Yahudi yang melampaui Hukum Taurat. Dari ajaranajarannya itulah, orang-orang (Kristen) dari zaman Perjanjian Baru hingga saat ini mempercayai-Nya sebagai Tuhan. Kristologi (Abad 2 - 11) Pada abad kedua, Kristologi belum terlalu diperdebatkan, namun sudah terdapat banyak pertanyaan ontologis tentang Ketuhanan Yesus. Masyarakat waktu itu ingin sekali mengetahui siapa Yesus sebenarnya, dalam kaitannya dengan Allah. Kemudian secarahakekat, terdapat tokoh bernama Arius yang mengatakan bahwa Allah tetap Allah, dan hanya ada satu, Allah tidak mungkin ada bersatu (sehakikat) dengan sesuatu yang terbatas. Menyebut Yesus "Anak Allah" sama artinya menghujat Allah karena yang ilahi dan tak terbatas disatukan dengan yang jasmani dan terbatas.

Kristologi-Logos Kristologi-Logos ini terdapat dalam Injil Yohanes 1:1-4 bahwa

fungsi logos ada dua: kosmomologis yaitu sebagai penciptaan dan revelatorissoteriologis yang artinya Penyelamat melalui Pewahyuan. S. Ignasius dari S. Antiokhia menyebutkan Yesus "Sang Logos" yang mana Logos (sabda) itu tidak lagi berdiam diri, melainkan menyatakan diri untuk menyelamatkan. Jadi bagi Ignasius, Sabda adalah keseluruhan tujuan komunikasi, revelatoris-soteriologis,

bukan fungsi kosmologis. Ajaran Kristologis-Logos ini ada dua, yaitu yang klasik dan yang modern. Arianisme Arianisme adalah ajaran yang dikeluarkan oleh Uskup Arius pada tahun 300. Dister menganggapnya sebagai kecenderungan Yesus manusia untuk

mempersempit misteri Allah. Arius

menganggap

sebagai ciptaan saja,

walaupun paling agung, hal ini dipengaruhi dengan gambaran Allah pada dirinya, lalu dia menyimpulkan "Yesus bukan Allah". Nestorianisme Nestorianisme adalah ajaran yang dikeluarkan oleh Uskup Nestorius pada tahun 400. Menurut Nestorius, Putra Allah di surga dan manusia Yesus di bumi bukanlah satu pribadi yang sama, melainkan dua pribadi. Keduanya memang berkaitan satu sama lain, tapi toh tinggal tetap dua. Akal budi manusia ingin mempertahankan gambaran Allah yang "murni", surgawi dan rohani. Maka Allah Putra dipisahkan dari Yesus yang pernah berkeliling di dunia ini. Monofisitisme Monofisitisme adalah ajaran yang meyakini bahwa Yesus hanya satu kodrat, yaitu ilahi. Monofisit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu satu, dan berarti kodrat, jadi Kristus hanya memiliki satu kodrat, hal ini bertentangan dengan Nestorianisme. Yesus yang berjalan-jalan di bumi sebenarnya adalah Allah, kemanusiaan Yesus dianggap hanya semu saja.

Kristologi pada Abad 4 dan 5 Masehi Kristologi pada Abad 4 dan 5 Masehi di mana Konsili Nikaia (Nicea), Efesus dan Khalsedon adalah doktrin Kristus yand dirumuskan pada tiga konsili itu. Konsili Nicea, Efesus dan Khalsedon adalah upaya untuk membela iman mereka dari berbagai pengajaran di atas.

Konsili-Konsili

Konsili Pertama Nicea Konsili Nicea (325) Dalam Konsili Nicea, para uskup dari Timur memutuskan bahwa sebutan Allah digunakan bukanlah untuk kehormatan saja. Dalam Syahadat Nicea yang masih didaraskan dan dinyanyikan gereja dewasa ini, Yesus diakui sebagai "Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar; dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa. "Jika syahadat ini tidak benar, kita tidak akan diselamatkan oleh Yesus." Demikian kata mereka. Konsili Nicea memelihara Gereja

dari bidaah Arianisme. Yesus dari Nazaret, Sang Kristus, Allah betul-betul menyatakan diri di bumi kita ini. Konsili Kontantinopel pada tahun 381 juga berpikir demikian, Para Uskup dari Timur berpikir bahwa kita (umat Kristen) diselamatkan oleh Allah yang mengambil sepenuh-penuhnya apa yang menjadi sifat kodrat manusia. Jika ada sesuatu yang tidak diambil dalam penjelmaan, maka sesuatu itu tidak ditebus. Maka, Yesus benar-benar seutuhnya manusia menjadi kebenaran yang menyelamatkan. Maka Konsili ini meneguhkan pandangannya dalam Syahadat Nicea Konstantinopel Namun di lain pihak ada beberapa orang yang cenderung menekankan keilahian Yesus sehingga mereka tidak melihat bahwa ia benar-benar manusia.

Sebab Ia makan, bukan untuk keperluan tubuh, yang kesegaran dan keutuhannya dijaga oleh suatu daya kekuatan suci, tetapi untuk keperluan agar mereka yang ada bersama-Nya tidak mempunyai pikiran yang lain tentang diriNya Klemens dari Aleksandria

Tuhan kita merasakan beratnya tekanan penderitaan tetapi tidak merasakan sakitnya; paku-paku menembus dagingNya seperti suatu benda melewati udara tanpa rasa sakit Hilarus dari Poitiers

Barang-barang pertengahan terbentuk ketika sifar-sifat yang berbeda digabungkan menjadi satu dalam satu barang, misalnya sifat-sifat keledai dan kuda dalam bagal (peranakan keledai), dan sifat-sifat warna putih dan hitan dalam warna abu-abu. Akan tetapi, dalam makhluk pertengahan sifat-sifat yang berbeda-beda itu tidak berada sepenuhnya, tetapi hanya sebagian-sebagian saja; jadi, Ia bukan sepenuhnya manusia dan bukan pula sepenuhnya Allah, melainkan pembauran Allah dan manusia

Uskup Apollinarius Konsili Efesus Konsili Efesus tahun 431 memelihara gereja dari bidaah Nestorianisme. Konsili Efesus mewartakan bahwa - betapapun besarnya kodrat Ilahi dan kodrat insani - hanya ada satu pribadi saja dalam Yesus Kristus, di dalam manusia Yesus kita menemukan Allah. Untuk mengungkapkan misteri Kristus ini dengan setegas-tegasnya, maka Konsili Efesus memberikan gelarTeotokos kepada Maria, artinya "Bunda Allah". Menurut Konsili Khalsedon Konsili Khalsedon tahun 451 memelihara gereja dari bidaah monofisitisme. Jika Nestorianisme mengatakan satu pribadi Yesus hanya Ilahi saja, maka Konsili Khalsedon mengggarisbawahi kemanusiaan Yesus dengan menegaskan bahwa dalam diri Yesus yang satu dan tunggal itu hadirlah bukan saja kodrat ilahi, tetapi juga kodrat insani seluruhnya. Di dalam manusia yang sungguh-sungguh, nampak pula Allah yang sungguh-

sungguh. Sama luhurnya dengan Allah yang dekat, tergerak oleh belas kasihan, berjuang melawan kejahatan. Di sini, keilahian dan kemanusiaan Yesus tidak tercampur, tidak tergantikan, tidak terpisahkan, tidak terbagi, hal ini nanti diteruskan oleh Karl Rahner. Jadi, Yesus adalah simbol Allah, kata Roger Haight. Dari ketiga pernyataan Magisterium Gereja mengenai kristologis, maka misteri Allah menjadi terbuka, tidak dipersempit oleh akal budi, orang Kristen menemukan inti sari misteri Allah yang sebenarnya. Hati manusiawi Yesus itu hati Allah.

Abad Pertengahan - Reformasi Selama Abad pertengahan hingga masa reformasi, ajaran tentang Kristus tidak terlalu banyak berubah, ditandai dengan tafsir filsafatsaja oleh orang-orang Yunani. Luther dididik dalam teologi Skolastik, namun berkat pengajaran yang ia terima dari Bapa Gereja Agustinus, dia kemudian merencanakan sebuah

perubahan besar. Ia menolak Skolastik bukan karena metodenya, namun karena isi ajarannya. Dengan Roma 1:16-17 dia menemukan "Keadilan Allah" (iustitia Dei)di mana menurutnya sudah tidak ada lagi padaGereja Roma. Keadilah Allah adalah bahwa setiap manusia dihukum sesuai dengan perbuatannya, namun diselamatkan oleh kasih karunia Allah di dalam Kristus. Pengakuan tertinggi bahwa Kristus yang benar itu mampu menyelamatkan manusia yang berdosa sebagai ajaran yang tertinggi. Modern Teologi memang selalu mengikuti perkembangan, tidak komprehensif namun framentaris, kontekstual, multikultural, dapat diterima oleh budaya

setempat. Teologi Kristen yang berpusat pada kristologi juga demikian, perjumpaan dengan Kristus selalu dialami dalam konteks tertentu, mengindahkan kenyataan hidup umat (Kristen) yang dilayani yang berada dalam pluralisme konteks. Kristologi dalam perjumpaan dengan umat beragama lain dapat membantu umat Kristen membaca Kristus dengan lebih luas, Kristus dalam Filipi 2:7-8 menyatakan Kristus sebagai manusia, bahkan hamba. Ini komentar dari umat Buddha di Srilanka. Dari UmatIslam, Kristus adalah Nabi, mengikuti Yesus berarti mengikuti nabi dan hidup profetis, menjadi saksi Allah dalam berbela rasa terhadap penderitaan mansuia. Kristus bukan milik ekslusif Gereja lagi, namun terbuka bagi kehidupan universal. Isu-isu pada zaman modern yang harus dijawab oleh Teologi (Kristologi) sangat beragam, pluralisme, kemiskinan, perang, penderitaan, bencana alam dsb. John Hick mengutip pandangan Knitter tentang keunikan Yesus dalam lima hal: 1. Agama lain mungkin juga menjadi bagian dari karya Allah yang ingin menyelamatkan manusia, namun tidak senyata-nyata seperti Kristus, agama lain lebih pada kemungkinan-kemungkinan atau probabilitas.

2. Dalam dialog antar iman: Kristus sebagai wahyu sangatlah kuat, bahkan terus membuka ruang untuk didiskusikan. 3. Allah sungguh-sungguh berkarya dalam Kristus 4. Kristus Memedulikan keadilan sosial, dan di sini kasih Kristus dilihat secara hubungan mutualis karena kasih-Nya dibutuhkan dalam situasi ini, yaitu sebagai Teologi Pembebasan. Dalam pandangan Yesus sebagai Anak Allah adalah Juruselamat secara universal. 5. Tuhan sebagai muara akhir yang transenden dan misteri, hal ini melengkapi kriteria Tuhan yang tidak bisa dijangkau manusia. Kristologi sangat bersifat soteriologis kontekstual yang membangun suatu komunitas manusiawi antar iman. Kristologi juga ditemukan dalam ChristoPraxis dan Christo-doxi yang terus menerus dan kontekstual. Di sini Kristologi dihadapkan pada mamonyaitu kekuatan materialisme yang membawa kehidupan berpusat pada harta benda. Kristologi Feminis Kristologi Feminis adalah Kristologi yang memakai pendekatan feminis, yakni dari kacamata ketidakadilan, penindasan dan penderitaan. Kristologi ini dibagi menjadi dua; di Barat disebut Kristologi ekofeminis dan di Timur disebut Kristologi feminis Kosmis. Allah umat Kristen yang selama ini didominasi oleh kaum laki-laki karena dalam diri Yesus yang laki-laki kemudian digeser menjadi Kristus yang menyimbulkan keduanya. Kata logos yang tadinya dalam Injil Yohanes 4:1-42 adalah maskulin yang menjadikan kecenderungan patriarkal, maka dipahami sebagai sofia dalam perspektif feminis. Hal ini diperoleh dari kehidupan Yesus yang sangat menghargai kaum perempuan, dalam karyakaryanya, bahkan ketika Dia bangkit, perempuanlah yang pertama kali melihat kuburnya yang kosong. Simbol sofia digunakan oleh Paulus untuk

menggambarkan Yesus sebagi hikmat Allah dalam I Korintus 1:24 Kristologi feminis-kosmis mengajak umat Kristen untuk mendengarkan korban

ketidakadilan dan menginternalisasikan jeritan itu menuju praksis solidaritas.

Bab III Penutup


3.1 Kesimpulan a. Israel terbentuk sejak dipanggilnya Abraham ke tanah perjanjian dan akan memperanakkan Ishak, lalu Ishak akan memperanakkan Yakub (Israel) dan Yakub akan memperanakkan 13 anak yang 12 diantaranya menjadi 12 suku Israel. b. Ke-12 anak Yakub yang menjadi 12 suku Israel adalah Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon, Yusuf, Benyamin, Dan, Gad, Asyer dan Naftali c. Kristologi berasal dari 2 kata yaitu Kristo yang berarti Kristus dan Logos yang berarti Ilmu. Jadi Kristologi berarti ilmu yang mempelajari Kristus. d. 3 pokok ajaran Yesus yaitu : Kasih, Eskatologi dan Keselamatan.

Daftar Pustaka http://id.wikipedia.org/wiki/Kristologi J Bright, History of Israel2, 1959, hlm 128 dab. EJY/MHS/HAO