Anda di halaman 1dari 43

SOAL UAS ANGKATAN 2011 ORAL MEDICINE I

1. Permasalahan medis dengan abnormalitas secara langsung dapat dikenali secara sekilas mengacu pada istilah ... (spot diagnosis) 2. Metode pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mengamati ada tidaknya patosis apikal adalah ... 3. Melalui metode pemeriksaan secara observasi, adanya kelainan di bawah ini dapat terdeteksi ... a. tuna daksa b. tuna grahita c. tuna rungu d. tuna wicara 4. Dalam pemeriksaan fungsional, pengamatan pada fungsi refleks muntah mengacu pada fungsi saraf ... 5. Sebelum melakukan pemeriksaan, subjektiv maupun objektiv, mengucapan salam atau greeting diperlukan untuk ... a. membentuk motivasi b. menetapkan hubungan pribadi c. membina sambung rasa dokter dengan pasien d. menggali informasi yang lebih luas dan dalam 6. Keluhan pasien merupakan permasalahan bagi dokter gigi, untuk menetapkan prioritas masalah maka diperlukan ... a. anamnesis dengan open ended question b. anamnesis langsung pada pokok permasalahan c. anamnesis dengan closed ended question d. anamnesis yang mengerucut pada pokok permasalahan 7. Pertanyaan "do you use dental floss or fluoride?" dalam anamnesis mengacu pada komponen ... (past dental history) 8. Adanya gangguan yang mengacu pada kelainan genetik atau pengaruh lingkungan dalam anamnesis mengacu pada komponen ... 9. Riwayat tentang penggunaan obat-obat yang sering diminum pasien sangat penting dalam anamnesis, sebab ... (obat dapat memodifikasi tanda dan gejala penyakit) 10. Pada waktu melakukan anamnesis sering muncul pertanyaan "apakah sekarang sedang dalam perawatan dokter lain?". Pertanyaan demikian dimaksudkan untuk ... (mengungkap riwayat medik pasien) 11. Mukosa pipi putih, translusen, rata, hilang saat mukosa diregangkan, etiologi? a. Deposit massa nekrotik b. Edema epitel c. Keratinisasi d. Inflamasi 12. Blue sclera: a. Osteogenesis imperfecta b. Dentinogenesis imperfecta c. Enamelogenesis imperfecta 13. Lesi mulut, benjolan berisi cairan, demam dengan malaise, etiologi: a. Penyakit inflamasi b. Autoimun c. Genetik

d. Infeksi 14. Selnder tissue lag: a. Frenulum lingual b. Fernulum bukal c. Frenulum maxilla d. Frenulum mandibulla 15. Pemeriksaan gigi awalnya orientasi secara cepat, lalu dengan instrumen: a. Probe b. Explorer c. Excavator d. Maouth mirror 16. Doughy soft mass: a. Lesi granulomatosa b. Lesi infeksius c. Lesi reaktif d. Lesi kistik 17. Early onset: a. Smoker melanosis b. Rasial pigmentasi c. Medication melanosis d. Melanoplakia 18. Tanda dan gejala gagal jantung: a. Demam, mual b. Eritem, nyeri sendi c. Palpitasi, malaise d. Ankle edem dan dyspnea 19. Generalized alveolar bone loss, pemeriksaan penunjangnya: a. Hemostasis status b. Full blood count c. Screening blood glucose d. Screening kidney function 20. Lapisan pseudomembran fibrinosa putih kuning menutup ulkus: a. Ulkus akut b. Ulkus kronis c. Ulkus malignansi d. Ulkus dekubitus 21. sulit membuka mulut lebar (tanda/gejala) 22. trismus (tanda/gejala) 23. pipi kanan bengkak (tanda/gejala) 24. untuk makan dan menelan terasa nyeri (tanda/gejala) 25. limfonodi submandibular teraba nyeri (tanda/gejala) 26. tidak dapat buka mulut sejak 3 hari (subjektif/objktif) 27. denyut 100/menit (subjektif/objektif) 28. sakit kepala, meriang (subjektif/objektif) 29. jar. Perikoronitis merah membengkak (subjekif/objektif) 30. ada pus di distal 48 (subjektif/objektif)

Pasien remaja sariawan kambuhan saat stress atau menstruasi. Sudah diobati dengan minum vitamin C dosis tinggi tetapi tetap muncul dan biasa muncul di lidah, dasar mulut, dan mukosa pipi dan bibir. 31. Usia remaja a. faktor predisposisi b. faktor predileksi c. faktor etiologi d. faktor resiko 32. Stress dan menstruasi a. faktor predisposisi b. faktor predileksi c. faktor presipitasi d. faktor resiko 33. Lokasi a. faktor predisposisi b. faktor predileksi c. faktor presipitasi d. faktor resiko 34. On the inside of my cheeck (who/what/where/when) 35. Im drivingm rig to Miami (who/what/where/when) 36. The little dark spot (who/what/where/when) 37. Pengamatan pada jaringan lunak untuk melihat karakteristik lesi (auskultasi/palpasi/observasi/inspeksi) 38. Pengamatan adanya gangguan sulit bernafas breathlessness (auskultasi/palpasi/observasi/inspeksi) 39. Pemeriksaan tektur dan konsistensi (auskultasi/palpasi/observasi/inspeksi) 40. Assesment fungsi gerak mandibula saat buka dan tutup mulut (auskultasi/palpasi/observasi/inspeksi) (comprehensive evaluation/screening evaluation/recall diagnosis(prognosis rate)/spesific problem evaluation) 41. Ditujukan pada pasien baru 42. Ditujukan pada pemeriksaan secara epidemiologi 43. Ditujukan pada pasien konsultasi dengan kondisi medic kompleks 44. Ditujukan untuk evaluasi progresivitas penyakit 45. Fordyces spot di (1) mukosa pipi (2) mukosa bibir (3) mukosa gingiva (4) vermilion border 46. Evaluasi tunggal untuk menetapkan diagnosis tunggal (1) comprehensive evaluation (2) screening evaluation (3) emergency (4) recall 47. Hipotesis dibuktikan dengan (1) instrumen waktu (2) data penunjang klinik (3) instrumen terapi (4) riset 48. Patogenesis dengan pathognomonic sign (1) fordyces granula (2) lichen planus

(3) erytheme magnus (4) kandidiasis mulut 49. Lesi bertangkai mengesampingkan kondisi a. red mucosal lesi b. loss of mucosal integrity c. soft tissue enlargement d. bone losse 50. Terminologi untuk lesi bertangkai a. pedunculated b. sessile c. ephelis d. granuloma 51. Lesi halus tanpa kelainan nyata a. tumor epitel b. tumor jaringan ikat c. tumor jaringan lunak d. carcinoma 52. Generalized alveolar bone loss merupakan indikasi untuk pemeriksaan a. coagulation/hemostasis b. screening blood glucose c. screening kidney function d. full blood count and differential 53. Biopsy berfungsi untuk diagnosis... a. (lupa) tongue b. apthous ulkus c. granuloma d. kista 54. Lesi pigmentasi berupa cell satellite a. melanoma b. nevus c. ephelis d. tatto 55. Temuan klinis sendi TMJ (1) clicking (2) clenching (3) crepitus (4) ... 56. Lesi klinis berupa fordyces spot (1) mukosa pipi (2) mukosa bibir (3) mukosa gingival (4) vermillion 57. Evaluasi klinis hanya menetapkan diagnose tunggal (1) comprehensive evaluation (2) screening evaluation (3) emergency evaluation (4) recall evaluation

58. Hanya dapat dilakukan pengamatan secara langsung (1) Fordyce granula (2) lichen planus (3) erythema (4) candidiasis Ada benjolan semakin lama semakin membesar dan tidak sakit, kelainan klinis lesi bertangkai 1,5 cm, menonjol kea rah bukal, permukaan halus, dan tidak nyata. 59. Yang termasuk data subjektif a. menonnjol kebukal b. semakin membesar c. lesi bertangkai d. permukaan halus 60. Yang termasuk data klinis objektif a. menonjol kebukal b. makin membesar c. asimtomatik d. laki-laki

SISTEM STOMATOGNASI
1. Stomatognasi mempelajari fungsi sistem rongga mulut dan struktur yang terkait dalam hubungannya dengan ... (mastikasi, bicara, dan estetik) 2. Bagian struktur TMJ yang bukan tulang adalah ... (diskus) 3. Gerakan mandibula yang ditentukan oleh sumbu horizontal transversal adalah ... (gerakan membuka dan menutup mandibula) 4. Gambar nomor 23 menunjukan ... (m. masseter) 5. Fungsi muskulus pada gambar 23 tersebut adalah ... (menutup mulut) 6. Periode reduksi merupakan tahap awal pengunyahan dimana makanan akan mengalami proses penghancuran dengan ditransformasikan pada ... (gigi posterior) 7. Penelanan infantile merupakan proses ... a. penelanan abnormal pada bayi b. penelanan normal pada bayi dan orang dewasa c. penelanan abnormal pada bayi dan orang dewasa d. penelanan abnormal orang dewasa e. penelanan abnormal karena lingua mikroglosia 8. Bukan differential diagnosis dari ankylosis TMj adalah ... (fraktur symphisis mandibulla) 9. Gambaran proc. condyloideus pada radiografi akan terlihat TMJnya ... (menebal dan bulat) 10. Fraktur condylus paling banyak bergeser ke medioanterior karena tarikan ... (muskulus pterigoidues eksternus) 11. Oklusi esentrik mandibula: (1) openbite (2) retrusi (3) sentrik (4) protrusi

12. Maloklusi crowding gigi dan maksila protrusive disebut: (1) skeletal dysplasia (2) maxilodental dysplasia (3) myodental dysplasia (4) dentoskeletal dysplasia 13. Maloklusi yang dapat menimbulkan TMJ disorder: (1) Maloklusi Angle kelas 2 divisi 1 eksesif dari remaja (2) Maloklusi Angle kelas 3 crossbite anterior parah (3) Maloklusi Angle kelas 1 crossbite posterior parah (4) Maloklusi Angle kelas 1 openbite besar Seorang wanita usia 46 tahun, ketika membuka mulut lebar ada bunyi klik pada sendi rahang kanan sejak 2 bulan dan akhir-akhir ini bertambah besar. Setiap pagi sakit untuk membuka mulut dan sulit untuk membuka mulut. Pemeriksaan klinis: bunyi klik di TMJ kanan, oklusi baik tidak ada kelainan, gigi 38 48 sudah tidak ada, palpasi TMJ kanan menonjol saat buka mulut dan sakit ketika ditekan . 14. Kliking sendi TMJ termasuk dalam kategori a. fraktur sendi TMJ b. dislokasi habitual c. temporomandibular subluksasi d. internal dearrangement e. TMPDS 15. Bunyi klik muncul dikarenakan: a. diskus artikularis terdesak ke depan oleh kondilus b. diskus artikularis terdesak ke depan oleh kondilus dan mengalami reduksi segera c. diskus artikularis tidak mau ikut kondilus saat kondilus bergeser ke depan (tanpa reduksi) d. diskus artikularis tidak geser sama sekali sejak awal e. ada benjolan abnormal pada kondilus sehingga pergerakan tidak lancar 16. Sulit membuka mulut disebut: a. kliking b. popping c. locking d. arthritis e. mialgia 17. Nasehat untuk pasien? a. Makan dan aktivitas rahang seperti biasa b. banyak istirahat dan tidur miring ke arah TMJ yang sakit c. banyak makan kenyal dan aktivitas RB d. rahang istirahat dan diet lunak e. kompres es pada TMJ yang sakit dan kliking 18. Medikasi pasien: a. analgesic, antibiotic, antispasmodik b. antibiotic, muscle relaxan, roburantia c. antibiotic, antiinflamasi d. antiinflamasi, analgesic, muscle relaxan e. muscle relaxan, roburantia Laki-laki berumur 27 tahun mengalami kecelakaan 4 jam sebelum ke rumah sakit, tidak ada riwayat mual, pusing, atau muntah. Pemeriksaan extraoral: abrasi bengkak pada dagu kiri, sakit pipi kanan dekat telinga bila digerakkan rahangnya. Pemeriksaan intraoral: rupture gingiva, perdarahan di antara gigi 33 dan 34 dan terjadi displacement dan openbite di region tersebut. Pemeriksaan radiologi: garis fraktur pada mandibula di antara gigi 33 dan 34 ke arah lateral dan pada subkondilus kanan.

19. Diagnosis? a. fraktur corpus mandibula sinistra et ramus mandibula dextra b. fraktur parasymphisis mandibula sinistra et subkondilus dextra c. corpus mandibula sinister et subkondilus dextran d. fraktur parasymphisis mandibula sinistra et ramus mandibula dextra e. fraktur corpus mandibula dinister et subkondilus dextran 20. Untuk melihat fraktur kondilus kanan pada ronsen foto digunakan: a. eisler kanan b. lateral skull c. shuller kanan d. waters view e. AP mandibula 21. Trauma telah mengenai daerah: a. Pada daerah angulus mandibula sinistra b. Pada daerah corpus mandibula sinistra c. Pada daerah dagu kiri d. Pada daerah preaurikuler kanan e. Pada daerah pipi kanan 22. Gangguan sistem stomatognasi karena: a. sakit sendi karena ada pergeseran 33 34 b. terutama karena ada pergeseran letak pad afragment mandibula sinister c. sakit pada TMJ kanan d. open bite mandibula kiri e. luka abrasi dagu kiri 23. Fraktur subkondilus dexter karena: a. trauma langsung b. trauma tidak langsung c. trauma terlalu keras d. trauma tidak terlalu keras e. trauma benda tumpul pada subkondilus kanan 24. Kliking karena: a. Fraktur TMJ b. Dislokasi habitual c. TMD d. ID e. TMJDS 25. Sulit buka mulut dan sakit ketika membukanya a. Fraktur TMJ b. Dislokasi habitual c. TMD d. ID e. TMJDS 26. Ciri khas fraktur unilateral a. False ankilosis b. Ankilosis bilateral 27. Ankilosis sendi rahang disebabkan: a. Trauma pada rahang dewasa b. Trauma pada usia <10 tahun

c. Trauma pada mandibula yang melibatkan sendi orang usia >20 tahun d. Banyak diderita perempouan e. Banyak yang bersifat bilateral 28. ORIF.................. 29. Fraktur untuk ORIF a. Subkondilus di incisura mandibula, non displace b. Caput condylus muskulus mandibula, medial displacement c. Subkondilus dengan kaput kondilus pda fossa glenoid d. Caput condyle mandibula non displacement e. Subcondilus di incisura mandibula dengan subluksasi media 30. Pada TMJ pain disorder syndrome perlu dilakukan.. a. Pemeriksaan oklusi, maloklusi, condyle Dan diskus b. Pemeriksaan condyl c. Pemeriksaan diskus d. .. 31. True ankylosis adalah.. a. Menyatunya sendi rahang dengan tulang coronoideus b. Menyatunya sendi rahang TMJ dengan fossa glenoidea c. Tidak bisa buka mulut Karen patah tulang zygoma d. Sakit bila buka mulut e. Menyatunya tulang mandibula dengan corpus zygomaticus 32. Fraktur TMJ bilateral ciri khasnya adalah.. a. Open bite anterior b. Crossbite anterior c. Crossbite posterior d. Trismus e. Deviasi artikulasi 33. Rontgen yang dapat digunakan untuk diagnosis ankilosis sendi rahang, kecuali.. a. OPG b. Anteroposterior c. Esler d. Vertex e. Skull lateral 34. Wajah yang terlihat adanya dagu terlihat ke belakang dari maksila yang mancung adalah.. a. Protrusi b. Bird face c. Dislokasi d. Mirognatia e. Makrognatia 35. Symptom intraoral pada trus ankilosis TMJ dapat meliputi hal berikut, kecuali.. a. Bukaan mulut <5mm b. Sangat sakit bila buka mulut c. Banyak karies gigi d. Terjadi periodontal disease e. Malposisi dan maloklusi gigi 36. Apabila fraktur condylus terjadi bilateral, maka.. a. Tidak dapat membuka mulut sama sekali b. Bila buka mulut miring ke kanan c. Bila buka mulut miring ke kiri

d. Terdapat openbite pada posisis centric oklusi e. Terdapat deepbite pada posisi centric oklusi 37. Nama laian CMD... (TMJ dysfunction syndrome) 38. Tahap makanan didorong lidah ke orofaring... (1) Sadar (2) Tidak sadar (3) Volunteer (4) Involunteer 39. Ankilosis unilateral.. a. Wajah mendatar pada sisi kontralateral dari TMJ yang ankilosis b. Terjadi ipslateral dengan yang ankilosis c. Atropi muskulus pada wajah kontralateral TMJ d. Bila terjadi sebelum umur 10 tahun maka dagu terlihat jauh ke belakang e. BSSD

PERIODONTOLOGI DASAR
1. Yang termasuk faktor predisposisi lokal jenis fungsional adalah ... (traumatic occlusion) 2. Faktor fungsional yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan periodontal adalah ... (posisi gigi) 3. Merapikan gigi malposisi terutama akan terjadi perbaikan dari ... (impaksi sisa makanan) 4. Nekrosis pada jaringan periodontal banyak disebabkan oleh bakteri yang membentuk ... (LPS protein kompleks) 5. Yang sering menyebabkan terjadinya impaksi makanan adalah ... a. tambalan menggantung b. overhanging c. overcontour d. tidak ada kontak proksimal e. permukaan tepi servikal kasar 6. Jaringan periodontal gigi abutmen dari gigi tiruan menerima tekanan beban terlalu berat. Hal ini disebabkan karena ... (trauma oklusi pada gigi tiruan) 7. Keadaan gigi di bawah ini bukan disebabkan oleh menyikat gigi yang salah ... a. resesi gingiva b. abrasi c. hipersensitivitas d. poket periodontal e. gingiva terluka 8. Merokok menggangu kesehatan periodontal namun ada suatu keadaan di bawah ini bukan disebabkan karena merokok ... a. iritasi jaringan gingiva b. pengurangan sel-sel fagosit c. permukaan gigi kasar d. stain intrinsik e. stain ekstrinsik 9. Yang bukan merupakan akibat dari perlekatan frenulum yang tinggi adalah ... a. diastema sentral b. tulang alveolar berbentuk seperti kawah (crater) c. gangguan estetika

d. iritasi kronis pada margin gingiva e. gangguan terhadap gerakan bibir 10. Pusat tekanan akar klinis normal berada pada ... a. tepi apeks gigi b. tengah apeks gigi c. dekat apeks gigi d. luar apeks gigi e. bawah apeks gigi 11. Pasta gigi yang mengandung terlalu banyak antiseptic akan: a. merusak laktoperidase saliva b. membunuh bakteri anaerob c. membunuh bakteri aerob dan aerob d. membentuk aminoglikosida e. glukosida 12. Bukan syarat pasta gigi untuk menyikat gigi: a. menghilangkan partikel asing, substansi makanan, dan plak b. tidak toksik c. memiliki rasa yang menyenangkan d. meninggalkan mulut dalam keadaaan segar setelah penggunaannya e. mempercepat proses keratinisasi 13. Inflamasi akut (ulserasi) pada gingivia merupakan akibat dari: a. inflamasi yang disebabkan oleh plak gigi b. inflamasi yang disebabkan oleh bakteri Gram Positif c. inflamasi yang disebabkan oleh bakteri Gram Negatif d. iritasi kimiawi dari obat kumur e. trauma pada gingiva 14. Sifat merugikan dari obat kumur clorhexidin konsentrasi 0,1-0,2%: a. antibakteri spektrum sempit b. efektif terhadap Gram Positif saja c. kurang efektif mengurangi radang gingiva d. menyebabkan pewarnaan pada gigi e. daya lekat singkat pada gigi 15. Teknik menyikat yang tidak berefek pada masase gingiva: a. teknik Horizontal b. teknik Roll c. teknik Charter d. teknik Bass e. teknik Fones / sirkuler 16. Teknik menyikat gigi yang baik untuk jaringan periodontal yang sakit adalah: a. teknik Vertikal b. teknik Roll c. teknik Charter d. teknik Bass e. teknik Fones / sirkuler 17. Keuntungan oral irrigator pada kesehatan periodontal: a. melepaskan sebagian kotoran yang lengket b. merangsang aktivitas gingiva c. melepaskan sebagian kotoran dalam poket d. melepaskan lapisan superficial email dan sementum

e. gerakan terbatas tidak menjangkau area tersembunyi 18. OHI adalah: a. pengukuran indeks kalkulus b. pengukuran indeks debris c. pengukuran indeks plak d. pengukuran indeks kalkulus dan debris e. pengukuran indeks debris, stain, dan kalkulus 19. OHIS digunakan untuk mengukur kebersihan mulut: a. orang dewasa b. masyarakat 20. Skor kebersihan mulut sedang dalam OHI: a. 6-12 b. 6,1-12 c. 2,4-6,1 d. 2,5-6 e. 2,5-6,1 21. Pada scoring OHI, yang lebih dulu : a. pengukuran kalkulus supragingiva b. pengukuran kalkulus subgingiva c. pengukuran debris d. pengukuran stain e. pengukuran plak 22. Pemeriksaan menggunakan disklosing untuk: a. kalkulus b. debris c. material alba d. plak e. stain 23. Tahap awal ANUG warnanya? 24. Bukan gejala bismuth: a. Ulser gingiva b. Rasa logam c. Bibir pucat d. Terbakar e. Sakit di lidah 25. ANUG dipengaruhi: a. Hormon b. Psikologis c. Mutasi d. Hereditas 26. Pada penyakit kardiovaskular: a. Bakteri jumlahnya sama dengan periodontitis b. Fibrinogen meningkat c. Viskositas menurun d. Leukosit menurun e. Von willebrand menurun 27. Pernyataan yang tidak tepat:

a. Hamil bukan penyebab kelainan gigi b. Hamil ada perubahan respon gingiva terhdaap bakteri c. Meningkat di trimester 3 28. Garis Hg sulfida a. Merkuri b. Bismuth c. Timah hitam 29. Akibat defisiensi protein? 30. Faktor sistemik menyebabkan: a. Inflamasi gingiva b. Periodontitis c. Gigi goyah d. Daya tahan menurun e. Resesi gingiva 31. Pengaruh vitamin c pada jaringan periodontal yaitu... a. Menaikan permeabilitas kapiler b. Menurunkan PMN c. Biosintesis kolagen d. Larut dalam lemak, tidak larut dalam air e. Hiperplasia gingiva 32. Obat-obatan yang tidak berpengaruh pada pembesaran gingiva.. a. Piridoxyn b. Phenytoin c. ... d. Cyclosporine e. .. 33. Defisiensi protein menyebabkan c. osteoporosis tl. Alveolar 34. akibat intoksikasi bismuth, kecuali... a. gingivostomatitis ulcerative b. pucat c. rasa logam d. rasa terbakar e. sakit pada lidah 35. warna pada penampakan klinis ANUG yaitu... a. merah kehitaman b. pucat c. putih keabu-abuan d. kebiruan e. .... 36. Hubungan periodontitis dan kehamilan.. a. Kehamilan bukan sebagai pencetus b. Keparahan meningkat pada trimester 3 c. ... d. 2 bulan post partum keparahan berkurang e. 1 tahun post partum kondisi normal jika dilakukan kontrol plak 37. Oral Hygiene Index merupakan..

a. Pengukuran kalkulus b. Pengukuran debris c. Pengukuran plak d. Pengukuran debris, dan kalkulus e. Pengukuran debris, plak, dan kalkulus 38. OHIS digunakan untuk mengukur... ( pada masyarakat) 39. ANUG merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh..(faktor psikologis) 40. Penyebab awal gingivitis pada DM... a. Aliran saliva minimal b. Protesa rusak c. OH jelek d. Luka pada gigi e. Cairan gingiva sedikit 41. Metode penyikatan gigi pada orang dengan kerusakan periodontal.. a. Vertikal b. Metode bass c. ... d. ... e. Metode sirkular 42. Kriteria OHI sedang (2,5-6) 43. Akibat pasta gigi yang mengandung terlalu banyak antiseptik.. a. Menghambat laktoferidase b. Membunuh baktri gram positif c. Membunuh bakteri gram negatif d. .. e. ... 44. Tambalan yang tidak menyebabkan traumatik oklusi.. 45. Faktor fungsional lokal yang menyebabkan food impaction... 46. Daerah ko-destruksi yang dipengaruhi oleh tekanan oklusal adalah berikut ini, kecuali a. tulang alveolar b. sementum c. gingival d. ligamen periodontal e. membrana periodontal 46. Aktivitas mitotik pada epitel dan jaringan ikat pada masase gingival ditandai hal berikut, kecuali a. sirkulasi darah pada gingival lancar b. suplai nutrisi dan oksigen meningkat c. metabolisme baik d. pengambilan produksi limbah baik e. perbaikan resesi gingiva 47. Di bawah ini termasuk kesalahan bentuk restorasi yang bisa menimbulkan poket periodontal, kecuali a. tumpatan menggantung b. tumpatan berlebih c. tumpatan dengan area kontak terbuka d. tumpatan dengan kontak interproksimal terbuka e. tepi jaket crown terbuka

48. Gambaran alur pada mukosa sepanjang tepi protesa disebabkan karena a. kontak plat protesa dengan gingival terbuka b. kontak plat protesa pada gingival menekan c. plat protesa meluas jauhke arah oklusal d. permukaan plat protesa kontaknya berbentuk bulbous e. semua jawaban di atas benar 49. Fungsi vitamin C a. meningkatkan permeabilitas kapiler b. larut dalam lemak dan larut dalam air c. biosisntesis kolagen d. penyimpanan dalam hepar dan korteks adrenal e. menurunkan daya kemotaksis PMN 50. Defisiensi protein dapat mengakibatkan a. riketsia b. osteomalasia c. osteoporosis tulang alveolar d. hiperkeratinosis gingival e. manifestasi utama pada kelainan mata 51. Logam di bawah ini dapat menimbulkan intoksikasi dan pigmentasi deposisi Hg sulfide a. bismuth b. timah hitam c. bismuth sulfide d. besi e. merkuri 52. Ciri-ciri gingivitis secara klinis adalah sebagai berikut, kecuali a. gingival membesar dan edema b. papilla interdental tumpul c. margin gingival kemerahan d. terbentuk poket periodontal dan gigi goyah e. bleeding on probing positif 53. Kerusakan tulang alveolar akibat inflamasi dapat dilihat melalui rontgen foto berbentuk a. (lupa) b. vertikal c. horizontal d. panjang sepanjang akar gigi e. bentuk tidak beraturan 54. Yang belum terbukti bukan infeksi periodontologi dapat mempengaruhi orang tua a. artheriosclerosis b. leukemia c. DM d. preeclampsia e. acute bacteri pneumonia 55. Penyebab awal gingivitis pada DM... 56. Fungsi dental floss... 57. Radang gingivitis sementara terjadi pada... 58. Inflamasi akut gingival disebabkan oleh...

59. Bukan ciri khas pada hyperparatiroidisme... 60. Gigi goyah tanpa karies menandakan... 61. Bau mulut terjadi karena... 62. Berat bayi lahir rendah pada ibu hamil, terjadi karena... 63. Keparahan penyakit periodontal, ditentukan oleh...

ORTODONSIA II
1. Pasien dengan keluhan gigi anterior rahang atas lebih maju, ayahnya mempunyai susunan gigi geligi yang sama dengan anaknya. Pemeriksaan klinis menunjukan bahwa gigi anterior rahang atas protusif dan relasi molar kelas II divisi I. Penyebab maloklusi tersebut adalah ... (faktor herediter) 2. Pokok penyebab terjadinya maloklusi ... (pola tulang muka tidak harmonis) 4. Faktor-faktor di bawah ini yang termasuk dari faktor ekstrinsik adalah ... (faktor kebiasaan buruk) 5. Hal di bawah ini yang termasuk dari faktor ekstrinsik adalah ... (gangguan keseimbangan endokrin) 6. Faktor ekstrinsik dapat disebabkan oleh salah satu faktor di bawah ini, yaitu ... (menggigit ibu jari) 7. Faktor di bawah ini dapat menyebabkan gigi anterior yang protusif ... a. faktor prolong retensi b. faktor keterlambatan tumbuh gigi tetap c. faktor pembesaran tonsil dan adenoid d. faktor kelainan jalannya erupsi gigi e. faktor kelainan frenulum labii 8. Rampant karies bisa menjadi etiologi primer dari ... a. gigi berjejal b. gigi renggang c. gigi protusif d. gigi retrusif e. gigi crossbite 9. Faktor di bawah ini dapat menjadi etiologi primer dari gigi anterior crossbite ... (menggigit bibir atas) 10. Pencabutan gigi yang tidak diikuti dengan pemakaian gigi tiruan dapat menyebabkan ... (gigi renggang) Seorang laki-laki 20 tahun, gigi anterior atas maju sejak SMP dan ingin gigi dan rahang saja yang dilakukan orto. Pemeriksaan objektif: gigi anterior atas diastema, dan protrusive, dan gigi anterior bawah sedikit crowding. Overjet > normal, Overbite > 1/3 incisal gigi anterior bawah, M1 dicabut sejak 3 tahun yang lalu karena karies. Profil muka cembung, bibir atas hipotonus. 11. Tindakan ortodontis ketika pasien datang pertama kali adalah: a. memberi salam dan memperkenalkan diri b. mempersilakan pasien cerita panjang lebar c. mempersilakan pasien untuk memilih perawatan d. mempersilakan pasien duduk di kursi gigi e. memakai masker dan sarung tangan 12. Tindakan ortodontis setelah pasien setuju untuk dilakukan perawatan orto: a. meminta ijin untuk rontgen b. meminta ijin untuk cetak gigi geligi c. meminta ijin untuk pemeriksaan subjektif

d. meminta ijin untuk pemeriksaan objektif e. meminta ijin untuk pemeriksaan gigi geligi 13. Setelah pemeriksaan objektif, penjelasan dari otodontis antara lain: a. gigi pasien diturunkan dari orang tua dan keluarga b. profil cembung karena kebiasaan jelek c. gigi maju karena riawayat prolong retention d. profil wajah karena bibir atas hipotonus e. gigi renggang karena lengkung rahang sempit 14. Rencana perawatan yang perlu dijelaskan: a. Penegakkan diagnosis orto b. penentuan prognosis rencana perawatan orto c. retraksi gigi anterior atas d. resiko-resiko dari perawatan orto e. edukasi pasien tentang jaga cara alat 15. Informed consent perlu, karena antara pasien dan dokter: a. dokter menganggap kasus ini sulit dirawat b. menjelaskan perawatan,yang akan dilakukan dan resikonya c. menguntungkan pasien jika terjadi resiko d. meligungi dokter jika ada complain e. perlu biaya besar untuk merawat.. 16. Penjelasan oleh ortodontis antara lain: a. perlu penanganan secara multidisipliner untuk merawat pasien b. perlu cabut gigi premolar atas c. gigi maju dapat dirawat dengan perawatan ortodontik d. perlu pemakaian alat orto cekat e. perlu perawatan gigi RA dan RB 17. Jika pasien tidak ingin dirawatn dengan alat orto lepasan, perlu diberi penjelasan tentang: a. alat dijaga kebersihannya selama perawatan b. harus dipakai saat makan dan tidur c. bila alat dirasa mengganggu, dapat dilepas d. makan makanan yang lunak e. kontrol dilakukan ketika ada waktu 18. Inform consent harus ditandatangani oleh pasien untuk: a. menjaga rahasia dokter pasien b. melindungi pasien terhadap malpraktek c. mendapat kejelasan tentang perawatan d. member perlindungan terhadap keluarga e. sebagai bukti jika ada komplain karena tidak puas terhadap hasil perawatan 19. Yang tidak perlu dipertimbangkan saat menetukan rencana perawatan adalah.. a. Medical history b. Dental history c. Cc d. Clinical exam e. Study model 20. Kasus dibawah ini yang jarang dilakukan terlalu awal.. a. Crowding sangat ringan b. Crossbite posterior c. Insisivus mandibula protrusive d. Menghisap ibu jari

e. Crossbite anterior 21. Hal-hal ini harus dievaluasi untuk menegakkan diagnosis, tx, dan tx plan.. a. Pemeriksaan klinis b. Rontgen c. Cc d. Studi model e. Pemeriksaan subjektif dan objektif 22. Pasien gigi as maju, gigi bawah berjejal, kalkulus di semua region, peradangan gingival dianterior bawah dan RA RB posterior, gigi M1 permanen bawah gangrene. Rencana perawatan utama.. a. Pencabutan gangrene b. Dirujuk ke bagian perio c. Pakai alat ekspansi d. Premedikasi gangrene dan peradangan gingival e. Bssd 23. Pasien umur 10 tahun klasifikasia angel kelas II, bad habit menggigit ibu jari, prioritas perawatan.. (memperbaiki bad habit) 24. Anak 6 tahun diantar ibunya ke dokter gigi dengan keluhan gigi anterior renggang. Rencana perawatan.. a. Merapikan gigi yang renggang b. Retraksi gigi c. Observasi d. Mengumpulkan ruangan untuk dibuat protesa e. Semua benar 25. Akibat premature loss.. (1) Erupsi terhambat (2) Ruang untuk gigi pengganti menyempit (3) Pergeseran gigi (4) Lengkung perimeter yang memendek 26. Pasien dewasa mengeluh ada ruang pada gigi depan atas dan gusi yang meradang. Pemeriksaan menunujukkan adanya deep overbite, overjet sedang dan spacing pada gigi anterior maksila. Apa tahap pertama rencana perawatan? a. Menutup spacing b. Intrusi segmen bukal c. Mengurangi overbite d. Meretraksi insisivus e. Merawat gusi yang meradang 27. Rencana perawatan dilakukan berdasarkan: a. Anamnesis b. Riwayat kesehatan c. Hasil stabil d. Diagnosis e. Keluhan utama 28. Rencana perawatan yang baik harus menunjukkan hasil.. a. Estetik sempurna b. Fungsional baik c. Hasil stabil d. Self confidence e. Semua benar

29. Pasien 25 tahun dengan gigi anterior RA dan RB berjejal maju diekspansi ruang RA I2 dan RB 8. Treatment planning.. a. Pencabutan b. Ekspansi lengkung gigi c. Grinding d. Kombinasi e. BSSD 30. Pasien punya kelainan deep overbite. Percobaan Thompson dan Brodie, wax tergigit habis dan masih ada deepbite. Treatment planning.. (Intrusi Anterior) 31. Factor intrinsic terdiri dari... 32. Akibat penyakit sifilis yg diderita orang tua? 33. Kebiasaan jelek, factor ekstrinsik apa saja? 34. Cleidocranialdistorsis adalah... 35. Akibat premature loss adalah...

BEDAH MULUT II
1. Terjadinya impaksi gigi dapat disebabkan oleh ... a. kebiasaan buruk b. makanan berserat c. latihan fisik berlebih d. penyakit infeksi kronis e. pengaruh lingkungan buruk 2. Klasifikasi impkasi gigi molar bawah yang berhubungan dengan posisi gigi impkasi diklasifikasikan menurut ... (Pearl-Gregory) 3. Indeks tingkat kesulitan pada gigi impaksi dihitung berdasarkan ... (gabungan klasifikasi Winter-Pearl Gregory) 4. Neoplasma yang dapat mengakibatkan impaksi gigi terutama di daerah anterior ... (ameloblastoma) 5. Gigi yang sering mengalami impaksi pada maksilla adalah ... (molar ketiga) 6. Pada gambaran OPG terlihat gigi 48 mesioversi, terlihat sebagian mahkota mesial gigi 48 setinggi 47. Diagnosis ... (impaksi gigi 48 klas II menurut Pearl-Gregory) 7. Klasifikasi impaksi menurut Winter adalah ... (berdasarkan ketersediaan ruang bagi gigi yang impaksi) 8. Rontgen OPG pada kasus impaksi diperlukan ... (untuk menentukan klasifikasi) 9. Komplikasi operasi impaksi gigi klas I menurut Pearl-Gregory yang mungkin terjadi ... a. perdarahan b. pembengkakan c. parastesi d. trismus e. abses 10. Apabila terjadi trismus pasca operasi pengambilan gigi impaksi 48 ... a. terjadi gangguan muskulus masseter b. terjadi gangguan muskulus pterigoideus internus c. terjadi gangguan muskulus pterigoideus eksternus

d. terjadi gangguan muskulus genioglossus e. terjadi gangguan muskulus stylohyoideus 11. Impaksi dapat menjadi penyebab dari: a. kista radikuler b. kista dentigerus c. kista primodial d. kista folikuler e. kista higyosal 12. Suhu 38 C, nadi 70 kali/menit, TD 130/80, darah merah 5,9x10 / L, gula darah 200 mg/dL, maka pasien: a. menderita inflamasi berat b. menderita infeksi berat c. menderita inflamasi dan anemia d. menderita infeksi dan anemia e. menderita infeksi dan DM 13. TD 130/80, umur 40 tahun, hasil lab normal, maka: a. tidak layak untuk operasi b. penderita hipertensi c. dapat terjadi perdarahan d. cukup layak untuk tindakan operatif e. untuk operasi, anestesi tidak menggunakan adrenalin 14. Hb normal laki-laki tersebut yang dianggap normal: a. 8-9 gr/dL b. 10=11 gr/dL c. 12-13 gr/dL d. 13-14 gr/dL e. 15-16 gr/dL 15. Hb < 10 gr/dL, jika tetap dioperasi maka akan terjadi: a. infeksi b. perdarahan c. trismus d. dry socket e. luka tidak sembuh-sembuh 16. Flap impaksi di palatinal? 17. Flap impaksi Caninus di maksila bukal: a. marginal b. trapesium c. semilunar d. trapesium e. trianguler 18. Hepatitis dapat dilakukan indikasi operatif bila: a. anti Hbs Ag + b. anti Hbs Ag c. Hbs Ag + d. anti Hbs Ag e. tidak masalah Hbs Ag +/19. Sinar infrared pada jarak: a. 50 cm b. 15-20 cm
3

c. 20-40 cm d. 15 cm e. 30-40 cm 20. Kalus di permukaan luar setelah perawatan: a. fraktur primer b. kalus sekunder c. kalus tersier d. fibrous e. palsu 21. Tanda floating Jaw: a. fraktur vertical maxila b. Fraktur maxilla anterior c. Fraktur maxilla Le Fort 1 d. Fraktur maxilla posterior e. Fraktur dentoalveolar maxilla 22. Perawatan floating jaw: a. suspense maxilla b. interdental maxilla c. platting mandibula d. pasang arch bar e. intermaxilarry wiring 23. Triway Manouver: a. kepala ekstensi, mulut dibuka, lidah keluar b. kepala ekstensi, mulut dibuka, dagu ke depan c. kepala ekstensi, dagu ke depan, lidah keluar d. kepala fleksi, mulut dibuka, dagu ke depan e. kepala fleksi, mulut dibuka, lidah keluar 24. Delinium adalah: (halusinasi) 25. Tanda perdarahan arteri: a. warna merah tua, memancar (deras, muncul), tidak berdenyut b. warna merah tua, diffuse, seirama dengan jantung c. warna merah segar, diffuse, seirama dengan jantung d. warna merah segar, memancar, diffuse, seirama dengan jantung e. warna merah segar, diffuse, tidak berdenyut 26. Perawatan Immediate: 27. Perawatan dini fraktur rahang: 28. Sebab-sebab local impaksi menurut Beger: a. factor genetic b. persistensi gigi susu c. inflamasi kronis terus menerus d. tidak ada kekuatan erupsi e. herediter 29. Keuntungan open reduction.. 30. Keuntungan closed reduction

Laki-laki 45 tahun, bengkak pipi kanan tidak dapat mengunyah, asimetris wajah dengan bengkak pipi kanan, diraba sakit. Oklusi crossbite posterior belakangan gigi 45 dan keluar darah segar. OPG: garis fraktur corpus mandibula ke bukal, Oklusal: fragment posterior bergeser ke bukal. 31. Rencana perawatan: a. fiksasi horizontal b. barton bandage c. interdental wiring d. open reduction dengan intermaxillary wiring e. closed reduction dengan intermaxillary wiring 32. Secara oklusal posisi fragment fraktur corpus mandibula dextra: a. Fraktur vertical favourable b. Fraktur vertical unfavourable c. Fraktur horizontal favourable d. Fraktur horizontal unfavourable e. Fraktur incomplete 33. Pemeriksaan impaksi C menggunakan ro: a. Periapikal b. Oklusal c. Bitewing d. OPG e. Lateral 34. Pemeriksaan ro tambahan untuk pertanyaan diatas: a. Oklusal b. Periapikal c. Shift scath d. Lateral e. MRI 35. Penyebab impaksi C: a. Kekuatan c tumbuh kurang b. Resisten desidui c. Persisten desidui d. Prolong retensi 36. Trismus karena: a. Gangguan masseter b. Gangguan digastrikus c. Gangguan milohyoid d. Gangguan sphenohyoid e. Gangguan pterigoid Seseorang berusia 20 tahun sakit ada gigi 8 kiri bawah, demam, gak enak badan, bengkak, tidak terjadi trismus. 37. M3 tumbuh usia: a. 14-16 b. 16-18 c. 18-20 d. 20-22 e. 22-24 38. Pemeriksaan ro: a. OPG b. Lateral

c. Periapikal d. Oklusal e. Bitewing 39. Kelemnahan OPG: a. Akar keliatan panjang b. Tidak bisa melihat kondisi mandibula c. Tidak bisa melihat keadaan foramen mentalis d. Tidak overlap e. Tidak bisa menentukan gigi impaksi dengan tepat 40. Kelas 1A mesioangular? 41. Demam terjadi karena? a. Inflamasi operculum b. Inflamasi limfa c. Inflamasi tenggorok d. Infeksi operculum e. Infeksi limfa 42. Demam diterapi dengan: a. Anti inflamasi (kalium diklofenak) b. Analgesik (as. Mefenamat) c. Antibiotik (Amoxicilin) d. Anti inflamasi (natrium diklofenak e. Antibiotik, analgetik, anti inflamasi. Seorang pasien diantar keluarganya dalam keadaan tidak sadar, setelah mengalami kecelakaan dengan pendarahan melalui rongga mulut. Nafas pasien tersebut terdengar mendengkur. 43. Suara nafas terjadi akibat adanya... a. obstruksi total jalan nafas b. obstruksi parsial jalan nafas c. obstruksi bronkus d. aspiksia e. hypoksia 44. Suara nafas mendengkur tersebut disebut... a. snorring b. crowing c. gurgling d. wheezing e. asfiksia 45. Bila seorang pasien yang terkena serangan asmataik, maka suara nafas yang terdengar adalah... a. snorring b. crowing. c. gurgling d. wheezing e. asfiksia 46. Suara nafas pada pasien asmatik tersebut terjadi karena... a. adanya obstruksi di hipofarings oleh pangkal lidah b. menunjukan adanya benda asing pada jalan nafas c. suara ini timbul akibat adanya obstruksi total jalan nafas d. adanya spasme bronkus e. adanya genanga darah pada dasar mulut

47. Sedangkan suara nafas karena beda asing yang menekan jalan nafas (misalnya anak kecil yang menelan bakso tapi tidak tertelan) a. snorring b. crowing c. gurgling d. wheezing e. asfiksia 48. Seorang pasien mengalami fraktur mandibulla regio antara 11 dan 12 tanpa disertai robeknya gingiva , kulit gingiva, dan kulit regio tersebut. Diagnosis paling tepat adalah... a. fraktur compound simphisis mandibula b. fraktur simple simphisis mandibula c. fraktur simple mandibula d. fraktur simple maksila e. fraktur corpus mandibula 49. Kalus yang teraba di permukaan luar setelah dilakukan perawatan fraktur tersebut adalah a. kalus primer b. kalus sekunder c. kalus tersier d. kalus fibrous e. kalus palsu 50. Kalus tersebut disebut dengan a. kalus fibrous b. kalus sealing c. kalus anchoring d. kalus bridging e. kalus uniting 51. Oleh dokter yang merawatnya dikatakan bahwa kalus tersebut akan hilang bersama berfungsinya mandibulla, periode penyembuhan tersebut disebut a. organisasi hematom b. proliferasi sel osteoblast c. proliferasi jaringan fibrous d. rekonstruksi fungsional e. pembentukan jaringan granulasi 52. Adanya serabut kolagen yang banyak dan merupakan unsur dominan dijumpai pada a. kalus fibrous b. kalus anchoring c. kalus sealing d. kalus bridging e. kalus uniting 53. Floating jaw termasuk fraktur... 54. Perawatan floating jaw... 55. Fraktur angulus mandibula sinistra kemungkinan besar terjadi karena trauma pada... 56. Perubahan posisi fragmen pada fraktur proc. Coronoid disebabkan karena tarikan muskulus... 57. Greenstick merupakan fraktur... 58. Fraktur Le Fort II...

59. Tindakan pernafasan dari mulut ke mulut termasuk tindakan dari... a. airway b. breathness c. circulation 60. Yang termasuk perawatan dini... 61. Perawatan immediet.. 62. Fiksasi gradual... 63. Ciri-ciri arteri... 64. delirium adalah... 65. Keberhasilan reposisi dan ... ditentukan oleh...

ILMU PENYAKIT MATA


1. Hal di bawah ini berlaku untuk retinopati diabetika, kecuali ... a. kelainan pembuluh darah retina akibat DM. b. mengakibatkan gangguan nutrisi retina. c. 40-50% DM setelah 5-15 tahun. d. 60% pada DM lebih dari 15 tahun. e. di Mesir paling jarang. 2. Lapisan paling dalam kornea adalah ... a. epitel. b stroma. c. endotel. d. musculus descement. e. musculus basalis. 3. Penyakit trakom banyak dijumpai di daerah ... a. perkotaan. b. daerah wisata. c. sanitasi jelek. d. pedesaan. e. perkampungan rumah susun. 4. Merupakan tanda uveitis anterior, kecuali ... a. mata merah. b. berair. c. sekret serous. d. bleparospamus e. penglihatan kabur. 5. Degenerasi makula terkait usia lanjut, kecuali ... (banyak terjadi di Indonesia) 6. Penyebab uveitis anterior, kecuali ... (iritasi) 7. Tanda uveitis behcet ... (hipopion) 8. Faktor resiko terjadinya hordeolum, kecuali ... a. bleparitis. b. konjungtivitis.

c. alergi atopik. d. anak-anak. e. miopi. 9. Jenis konjungtivitis gawat darurat ... (klamidia) 10. Penyebab terbanyak timbulnya oftalmia neonatorum ... (klamidia) 11. Tata kelola juling: a. Non operatif b. Kaca mata minus yang berlebih c. Kaca mata prisma o d. Operatif dengan deviasi > 50 12. Termasuk kasus darurat: a. Oftalmia neumatur b. Konjungtivitis c. Gonokokus d. Alergi e. Flikter 13. 12 tahun, mata merah, nrocos, gatal, ganjal, penglihatan tidak kabur, sekret elastik, kornea jernih? a. Konjungtivitis vernalis b. Konjungtivitis flikter c. Konjungtivitis gonorea d. Konjungtivitis bakteri e. Konjungitvitis trakoma 14. Komplikasi untuk kasus di atas? a. Galukoma b. Ulkus kornea c. Triklasis d. Ektropion e. Katarak 15. Penyebab ametropia: a. Aksis anteroposterior b. Kurvatura kornea c. Indeks bias media refrakta d. Posisi lensa e. Berat badan 16. Kebutaan kornea diperbaiki dengan: a. Keratoplastik tembus b. Lasik c. Fotorefraktokeratomi d. Radial keratotomi e. Transplantasi amnion 17. Miopi bisa dihilangkan dengan: a. Pake kacamata rutin b. Pake lensa kontak rutin c. Fotorefraktokeratomi d. Keratoplastik lamelar e. Tetes mata timolol 18. Bedah lasik:

a. Rasa sakit b. Penyembuhan lebih cepat c. Tidak membuat mata kering d. Murah daripada PRK e. Cocok untuk militer 19. Penanganan miopi: a. S + b. S c. C +/Cd. Konsumsi vitamin A e. Tetes mata sulfat atropin 20. Ciri konjungtivitis virus a. secret mucus b. secret serus c. secret tidak ada d. penglihatan kabur e. sekret darah 21. Conjungtivits trakomatosa berhubungan dengan, kecuali a. bisa sembuh sendiri b. terapi dengan doksisilin c. terjadi pada anak-anak wilayah kumuh d. .. e. .. 22. Faktor resiko terjadinya ulkus kornea a. pemakaian lensa kontak b. usia muda c. atropik dermatitis d. TBC e. Reumaroid arthritis 23. Merupakan komplikasi konjungtivitis, kecuali a. erosi kornea b. epitheliapasi c. keratitis d. ulkus kornea e. uveitis 24. Ulkus kornea menyebabkan kebutaan akibat a. midriasis b. papil atropi c. psitis bulbi d. kesakitan e. perforasi kornea 25. Komplikasi ocular yang terkait dengan pemakaian lensa kontak a. hipoksia b. alergi c. trauma mekanis d. mata kering e. semua benar 26. Kondisi ini tidak dapat di diperbolehkan untuk penggunaan kontak lensa lunak a. dry eye

b. pemakai sementara c. bayi d. pengguna awal kontak lensa e. terapi erosi kornea 27. Gambaran spesifik keratitis herpes a. reaksi radang menonjol b. infiltrate dendritik c. infiltrate disciform d. secret serous e. braparospasmus 28. Penanganan kebutaan kornea a. transplantasi amnion b. keratoplatoplastik tembus c. vitamin A dosis tinggi d. vitamin C dosis tinggi e. pemberian kacamata 29. Pada pterigium berlaku, kecuali a. sering kambuh stelah operasi b. sering didaerah nasal c. pasien usia muda d. di daerah tropis e. tidak mengganggu kenyaman penglihatan 30. Faktor yang memungkinkan resiko katarak, kecuali a. bayi neonates yang lahir usia 30 minggu b. DM c. bayi dengan bawaan penyakit jantung, berat badan rendah d. miopi tinggi e. asam urat serum tinggi 31. Penyebab terbanyak oftalmia neonatorum adalah a. klamidia b. virus herpes c. kemikalia d. trauma saat persalinan e. stafilokokus 32. Katarak hipermatur yang tidak dioperasi menyebabkan a. glaucoma fakolitik b. glaucoma fakomorfik c. hipookuli d. cheloftalmitis e. optalmia simpatika 33. Merupakan faktor resiko hordeulum, kecuali a. blefaritis b. konjungtivitis c. riwayat alergi/atropik d. usia anak-anak e. miopi Pasien 65 tahun, penglihatan kabur pelan-pelan, pandangan seperti melihat asap, mata tidak merah dan tidak sakit, sulit untuk melihat gambar di TV, dan gula darah 300mg%

34. Diagnosis diatas adalah glaukoma (B/S) 35. Kasus terkait proses penuaan (B/S) 36. Kasus tersebut tidak akan menimbulkan kebutaan permanen (B/S) 37. Kasus segera dilakukan pembedahan dengan rujukan (B/S) 38. Sindrom rubella menyebabkan katarak (B/S) 39. Sindrom steve Johnson menimbulkan nekrosis muko dan mulut (B/S) 40. Pertolongan pertama pada erosi kornea mata adalah dengan salep mata antibiotic (B/S)

ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


1. Setelah infeksi primer, virus herpes simplex punya kemampuan untuk hidup laten di ... 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi penetrasi obat ke kulit, kecuali ... (harga obat) 3. Seorang pasien tiba-tiba mengalami gejala nyeri kepala, pusing, tinnitus, sukar mendengar, penglihatan kabur, rasa bingung, mengantuk, lemas, banyak keringat, haus, mual, muntah, dan kadang diare. Merupakan gejala dari keracunan... a. asam borat b. asam triklorasetat c. asam benzoate d. asam glikolat e. asam salisilat 4. Penetrasi obat topikal selaput lendir rongga mulut 10-50 kali lebih permiable dibanding bagian kulit lainnya, hal tersebut diakibatkan kecuali ... (sering terjadi trauma) 5. Disebut apakah penurunan respon terhadap aplikasi berulang kortikosteroid topikal ... 6. Salah satu contoh bahwa dengan pemberian basis obat topikal saja sudah bisa memperbaiki lesi kulit ... (bibir pecah-pecah oleum coccos) 7. Apa saja dasar-dasar pemilihan zat aktif dalam pemberian obat topikal pasien dengan luka koreng di mukosa bukal ... 8. Tumor ganas epidermal dengan sifat infasive lokal adalah ciri dari ... 9. Obat untuk golongan dermatofita: a. Griseofulvin b. Ketorolac c. Terbenafin d. Amfoterisin B e. Intraco 10. Penyakit jamur pada kuku akibat dermatofita, penyebab: a. Epidermofiton b. Mikrosporon c. Trikosporon d. Candida e. Malaissazea 11. Gejala karena infeksi jamur..... (gatal karena berkeringat) 12. Pengobatan oral candidiasis dengan gangguan fungsi hati: a. Griseofulvin b. Ketorolac c. Terbenafin d. Amfoterisin B e. Intraco

13. Bintil berair di bibir nyeri? a. HPV b. CMV c. HIV d. HBV e. HSV 14. Lecet sudut bibir, plenting air, ulkus dengan dasar eritem, gambaran multinucleated giant cell? a. Asiklovir 2 x 1 salep b. Asiklovir oral 5 x 200 c. Asiklovir oral 2 x 400 d. Valaklovir 5 x 200 e. Famsiklovir 15. Infeksi oportunitis HIV? 16. Gejala klinis dermatitis eksfoliata, kecuali? a. Gatal ringan berat b. Kulit tubuh eritem dan skuama c. Menggigil d. Gangguan metabolisme protein e. Bula di mulut 17. Obat untuk koreng di mukosa mulut: a. Krim b. Solution c. Gel d. Antibiotik e. Alkohol 18.Clearing agent menyebabkan: a. DKI b. DA c. DS d. DKA e. DP 19. Dermatitis jangka panjang karna kortikosteroid menyebabkan? a. DKI b. DA c. DS d. DKA e. DP 20. Nikel menyebabkan? a. DKI b. DA c. DS d. DKA e. DP 21. HIV dimonitor dengan: a. CD4 dan viral load b. CD8 dan viral load c. Virus yang mati d. Mortality

e. Morbidity 22. Topikal untuk kandida? 23. Kadar CD4 penderita HIV a. >1500 b. >=1000-1500 c. 1000 d. >=1500 e. <500 24. Nyeri pada ulkus kecuali: a. Sifilis b. Ulkus molle c. Herpes genital d. LGV e. Gonorea 25. Pasien: plentig berair menggerombol di sudut bibir, demam ringan, meriang. Sudut bibir vesikel umbilicated, sebagian vesikel ulkus. Diagnosis... (herpes labialis) 26. Bentuk reaksi obat yang termasuk hipersensitivitas tipe I adalah... (urtikaria) 27. Bercak kemerahan, gatal minum amoksisilin... (makulopapuler) 28. Mekanisme hepatoksisitas... (drug toxicity) 29. Anak 1,5 tahun terdapat benjolan dan suka menggaruk punggung tangan, diagnosisnya... (linear IgA dermatoses) 30. Penyebab adverse dug reaction terbanyak... (reaksi non-imunologis predictable) 31. Histopatologi pemvigus vulgaris... (bula suprabasal)

ILMU KEDOKTERAN GIGI ANAK I


1. Anak lahir terlihat di rongga mulutnya gigi RB depan: a. gigi persistensi b. gigi tetap c. prolong retension d. kelebihan gigi e. BSSD 2. Di rongga mulut ada bengkak spesifik bening di dasar mulut: a. kelainan glandula dasar lidah b. penyakit glandula dasar lidah c. sumbatan duktus glandula dasar lidah d. abses dasar lidah e. kista dasar lidah 3. Rampant caries adalah: 4. Anak 4 tahun, RB lebih maju dari RA, keadaan ini perlu dilakukan: a. perawatan dini ortodonsi b. observasi tumbuh kembang c. survey tumbuh kembang d. tindakan preventif orto e. tindakan interseptik orto

5. Menurut Bigot, 5 tahun disebut: a. anak-anak b. kanak-kanak c. masa pencobaan d. Trotz I e. masa bermain 6. Pemeriksaan pendukung pada anak riwayat PMH demam berdarah yang perlu diperhatikan dalam tindakan perawatan gigi adalah: a. leukosit b. fibrinogen c. protrombin d. trombosit e. LED 7. Indikasi blok anestesi ekstraksi gigi, kecuali: a. medan operasi luas b. gigi permanen erupsi semua c. desidui gigi resobsi 2/3 akar d. tidak mungkin dilakukan endodontic dan operative dentistry e. gigi dalam ruang rahang yang padat Seorang anak jatuh, 4 gigi I RA copot, RB retak, gigi luksasi, C dan P kiri atas edge to edge 8. Diagnosis? a. Premature loss b. Fraktur RB c. Maloklusi 9. Rencana perawatan? a. Prosto RA b. Fiksasi RB c. Ortho yang maloklusi d. Bedah mulut e. Premedikasi Anak 8 tahun datang sama pembantu untuk periksa gigi jejal dan sakit. Pemeriksaan extra oral pipi kanan bengkak, merah, panas. Sudah diberi aspirin dan trisulfat. 10. Keluhan utama? 11. Rencana perawatan? a. Stop obat b. Stop obat, ganti antibiotik, analgesik sesuai indikasi c. Stop obat, ganti antiobiotik, analgesik, dan anti inflmasi d. Terusin obat e. Terusin obat, ditambah anti inflamasi 12. Urutan perawatan: a. Medikasi, exodonsi, prostho, ortho, kontrol b. Medikasi, exo, space maintainer, ortho, kontrol c. Terapi psikis, medikasi, exodonsi, prostho, ortho, kontrol d. Terapi psikis, exo, space maintainer, ortho, kontrol 13. Manifestasi infeksi pasca bedah minor adalah kekurangan cairan jaringan tubuh sebab dehidrasi merupakan kekurangan cairan tubuh akibat pendarahan dalam jangka waktu lama

14. Vasokonstrikor dalam anestesi berfungsi untuk menetralisir obat anestetikum sebab vasokostriktor berfungsi memperlambat lepasnya anestesi dari jaringan tubuh 15. Puncak sakit bedah minor anak adalah 12 jam sebab parestesi bahan anestetikum hilang setelah 12 jam 16. Pemeriksaan fisik diagnostik anak antara lain tensi, denyut jantung, dan perkembangan psiokologis sebab proses tumbuh kembang dapat diketahui dari fisik diagnostik anak 17. Dosis obat untuk anak berdasarkan berat badan anak lebih baik dibandingkan umur sebab obat antibiotik menyebabkan kelainan struktur jaringan keras gigi 18. Tekanan sistole/diastole berbanding terbalik dengan pertambahan umur anak sebab perubahan umur anak menyebabkan perubahan tekanan sistole/diastole 19. Dosis young berdasarkan umur paling tepat sebab berat badan juga dapat digunakan untuk menetapkan dosis obat 20. Obat analgesik, antiinflamasi, dan antibiotik tidak boleh dimasukkan ke dalam 1 kapsul yang sama sebab obat yang bersifat antagonis akan berakibat merugikan bila dimasukkan ke dalam 1 kapsul 21. Apikal fenestrasi menyebabkan ulkus dekubitus sebab resorpsi akar yang terganggu dapat menyebabkan ulcer pada jaringan lunak 22. Manifestasi infeksi pada bedah minor anak adalah demam sebab demam disebabkan adanya reaksi inflamasi akut. 23. Apa perbedaan pemeriksaan Total care dan holistic care! 24. Apa saja point-point yang harus ada dalam rencana perawatan dengan holistic care! 25. Apa yang dimaksud dengan perawatan gigi geligi pada anak secara dini! 26. Menurut anda apakah rampant karies merupakan diagnostic pasti? Apa alasannya!

PROSTODONSIA II
1. Finishing line untuk retainer dengan logam campur: a. shoulderless b. shoulder c. chamfer d. partial shoulder e. shoulder bevel 2. Bentuk finishing line untuk retainer yang tidak mempunyai kekuatan tepi: a. knife-edge b. shoulderless c. shoulder d. chamfer e. shoulder bevel 3. Pontik yang menutup seluruh edentulous ridge disebut: a. modified ridge lap pontic b. saddle pontic c. hygienic pontic d. conical pontic e. bullet pontic

4. Seorang wanita usia 50 tahun memakai GTC di gigi 11 , 12, 13 sejak 3 bulan lalu dan merasa warna pada GTC nya terlihat berbeda. Pemeriksaan klinis : pada gigi 13 tampak lebih gelap. Kesalahan pada operator adalah karena adanya kesalahan dalam penentuan: a. hue b. chroma c. value d. intensitas warna e. spektrum warna 5. Seorang wanita usia 40 tahun merasakan sakit pada GTC nya yang sudah dipakai sejak 5 tahun yang lalu dan sekarang sudah tidak nyaman. Sisa makanan sering terselip di antara gigi dan terkadang gigi terasa ngilu ketika terkena dingin. Penanganan yang paling tepat adalah dengan: a. melakukan penumpatan b. melepas GTC c. melakukan ronsen foto d. memberikan analgesik e. melakukan spuling 6. Seorang wanita usia 22 tahun ingin dibuatkan GTC. Pemeriksaan klinis: gigi 21 dicabut 1 tahun lalu dan sudah memakai GTSL. Struktur gigi sebelah edentulous sangat bagus, oklusi normal, alergi nikel kromium. a. compound b. cantilever c. adhesive FRC d. fixed fixed e. spring bridge 7. Seorang wanita umur 40 tahun sakit pada GTC yang dipakai sejak 3 tahun yang lalu. Pemeriksaan obyektif: GTC cantilever, abutment 14, pontik 15. Pemeriksaan ronsen foto: radiolusen di apical 14. Diagnosis dan penyebab? a. Periodontitis karena gigi mengalami migrasi b. Periodontitis karena gigi mengalami gaya rotasi c. Periodontitis karena gigi mengalami fraktur d. Periodontitis karena gigi mengalami gaya ungkit e. Periodontitis karena gigi mengalami gaya gesek 7. Seorang wanita umur 40 tahun, gigi 11 memakai jacket crown, gigi 21 dicabut, tidak ingin banyak preparasi gigi, kondisi umum baik: a. compound b. cantilever c. adhesive FRC d. fixed fixed e. spring bridge 8. Laki-laki berumur 45 tahun ingin dibuatkan GTC, setelah preparasi abutment dan cetak model, diminta kembali seminggu kemudian. Ketika insersi, ada perubahan aksis gigi, tidak bisa dilakukan insersi, karena: a. kurangnya pemeriksaan rontgen foto tentang kesejajaran aksis gigi abutment b. kurangnya kesejajaran aksis retainer pada pembuatan mahkota GTC c. tidak dibuatkan temporary restoration crown d. kondisi di embrasure gigi tidak memadai

9. Laki-laki 24 tahun, ingin dibuatkan GTC. Gigi 11 hilang, gigi 21 derajat mobility 1, radiolusen akar gigi 21: a. retainer extrakoronal 12, 21 b. retainer intrakoronal 12, 21 c. retainer extrakoronal 12, intrakoronal 21 d. retainer extrakoronal 12, intraradikuler 21 e. retainer extrakoronal 21, intraradikuler 12

10. Bur yang sesuai: a. Tajam di semua sisi b. Pendek pada bagian yang tajam c. Panjang pada bagian yang tajam d. Tumpul pada bagian yan tajam e. Bentuk inverted 11. Bukan sifat ideal semen: a. Adhesi baik b. Viskositas tinggi c. Non toksik 12. Bur untuk chamfer: a. Round edge b. Tapered c. Torpedo d. Flat end e. Flat edge 13. GTC PFM jadi putih susu: a. Preparasi banyak, opaqer dikit b. Opaqer tidak merata c. Porcelain tebal d. Preparasi dikit, opaqer banyak 14. Persiapan sementasi: a. Skaling b. Isolasi c. Uji vitalitas d. Pengadukan semen yang tepat e. Pengepasan mahkota 15. Finish line untuk retaine estetik facing: a. Shoulderless b. Shoulder bevel c. Chamfer d. Partial shoulder e. Knife edge 16. Pontic gigi posterior RB a. Modified ridge b. Hygienic c. Ovate d. Saddle e. Ridge lap 17. Mencetak model kerja: a. Alginat b. Gips c. Hydrocolloid d. Elastomer e. Compound 18. Kesalahan pembuatan GTC yang tidak mengikuti hukum Ante a. pulpa nekrosis b. kerusakan jaringan periodontal

c. kerusakan mekanik d. kegagalan penyemenan e. iritasi dan resesi gingiva 19. Finishing line yang mudah dibuat dan mudah dievaluasi ketepatannya ... (chamfer) 20. Tipe bridge yang dibuat dengan preparasi minimal disebut ... (adhesive bridge) 21. Hukum Ante dapat dipakai untuk ... (menentukan jumlah gigi abutmen) 22. Finishing line tipe shoulderless digunakan pada ... (gigi yang memiliki diameter cervical sempit) 23. Untuk membuat finishing line berbentuk shoulder dapat digunakan mata bur ... (flat ended diamond bur) 24. Pembuatan GTC kadang perlu tes alergi a. anestesi, monomer, resin akrilik a. anestesi, polimer c. analgetik d. analgetic, antibiotic 25. Bentuk finish line pada retainer dengan estetik facing (mahkota berjendela) adalah... (shoulderless) 26. Pada waktu insersi GTC pasien ngilu atau sakit tapi hilang dengan sendirinya karena a. adanya udara yang terjebak b. traumatic oklusi c. terjadi perubahan pH asam ke basa d. gigi penyangga nekrosis e. semua salah 27. Konektor dapat berupa (1) lengan (2) dovetail (3) struktur (4) dengan disoldier 28. Retensi mahkota terdapat pada (1) proksimal groove (2) oklusal groove (3) parallel terhadap dinding aksial (4) slice bevel pada bucco oklusal line angel 29. Bahan untuk mencetak model kerja a. alginate b. stone gips c. reversible d. elastomer e. compound 30. Operator memilih P1 memakai crown, syarat yang dipenuhi (1) bagian labial utuh dan baik (2) jaringan periodontal sehat (3) gigi cukup besar dan panjang mahkotanya (4) karies palatal adalah karies media 31. Pemilihan warna gigi pada GTC dengan mempertimbangkan (1) hue, chrome, value (2) chroma, value, neck colour

(3) neck, incisal, Body colour (4) opackue back colour, neck colour, hue 32. Jenis finish line untuk yang tidak punya kekuatan tepi... (shoulder) 33. Bur yang cocok untuk GTC a. tajam semua sisi b. pendek tajam c. tumpul d. panjang tajam e. inverted 34. Cara melepas GTC yang gagal menggunakan (1) crown remover (2) chisel (3) bur (4) tang 35. Porselen bahan yang paling cocok untuk pontik karena (1) tahan tekanan pengunyahan (2) dapat dipoles dan wara sempurna (3) jarang alergi terhadap jaringan (4) tidak menyebabkan abrasi gigi antagonisnya 36. Metode pencetakan GTC (1) teknik 2 tahap (2) teknik adonan ganda (3) teknik 1 tahap (4)

ORAL BIOLOGY II
1. Antibodi utama yang terdapat pada permukaan mukosa: a. sIg A b. sIgD c. sIgE d. sIM e. sIg 2. Faktor non imun dibawah ini bekerja sama dengan factor imun dalam usaha melindungi tubuh: a. Limfosit b. Leukosit c. MHC class II d. CD4 e. Bakteri komensal 3. Yang memproduksi IgA: a. sel epitel b. sel plasma c. sel dendritik d. sel makrofag e. sel langerhaans 4. Fungsi utama sel makrofag pada lamina propria mukosa mulut: a. Fagositosis b. Pinositosis c. Hemostasis d. Kemotaksis

e. Diapedesis 5. Sel yang pertama kali menangkap antigen pada mukosa usus: a. Th1 b. Th2 c. Limfosit d. Sel M e. Sel makrofaq 6. Fungsi utama sel dendritic: a. Fagositosis b. Pinositosis c. Eksositosis d. Presentasi antigen e. Lisis antigen 7. Antigen presenting sel yang terdapat di lamina propria di mukosa mulut: a. Sel netrofil b. Sel dendritic c. Sel Melanin d. Sel limfosit B e. Sel limfosit T 8. Karakteristik utama sistem imun mukosa mulut: a. MHC class 1 b. MHC class 2 c. Payer patch d. IgM dominan e. Mucosal homing 9. Sel M adalah a. mempunyai kemampuan endositosis b. Ditemukan di lamina propria mukosa rongga mulut c. Fungsi utama adalah presentasi antigen d. Dapat memproduksi antibody e. Sitolisis 10. Intraepitelial limphosyte a. Mengekspresikan cd4 b. Mengekspresikan Cd8 c. Fungsi fagositosis d. Fungsi presentasi antigen e. Memproduksi IgA 11. Gigi tiruan di edentulous usia lanjut sering dijumpai adanya infeksi: a. Oral candidiasis b. Aphtosis ulcer c. Keratinisasi d. Traumatik e. Hiperplasi 12. Bakteri periodontopathogen: a. S. mutans b. S. sobrinus c. S. epidermidis d. P. intermediet e.

13. Yang membedakan bakteri kariogenik dengan bakteri periodontogenik: a. habitat b. aktivitas enzim c. kebutuhan kadar O2 d. mekanisme virulensi e. jaringan target 14. Trauma gigi tiruan pada usia lanjut menyebabkan perubahan mukosa berupa: a. degenerasi b. keratinisasi c. hiperplasi d. aphtosis ulcer e. artherosklerosis 15. Kerusakan tulang alveolar disebabkan karena: a. Kenaikan IL1, IL6, IL8 menyebabkan inaktivasi osteoklast b. Kenaikan IL1, IL6, IL8 menyebabkan aktivasi osteoklast c. Kenaikan IL1, IL6, penurunan IL8 menyebabkan inaktivasi osteoklast d. Kenaikan IL1, IL6, penurunan IL8 menyebabkan aktivasi osteoklast e. Penurunan IL1, IL6, penurunan IL8 menyebabkan aktivasi osteoklast 16. . Yang terjadi pada gingiva pasien: a. Vasokonstriksi akut pembuluh darah kapiler dan hipoksia akut jaringan gingiva b. Vasokonstriksi kronis pembuluh darah kapiler dan hipoksia kronis jaringan gingiva c. Vasodilatasi akut pembuluh darah kapiler dan hipoksia akut jaringan gingiva d. Vasodilatasi kronis pembuluh darah kapiler dan hipoksia kronis jaringan gingiva e. Vasokonstriksi kronis tanpa disertai hipoksia 17. Yang terjadi pada epitel pasien: a. Keratinisasi meningkat b. Keratinisasi menurun c. Parakeratinisasi meningkat d. Parakeratinisasi menurun e. Sama dengan keadaan yang normal 18. Pembengkakan pada gingiva cekat pada pasien DM timbul sebagai respon langsung maupun tidak langsung terhadapfaktor lokal berupa 19. Pipi bisa dikembungkan karena: a. Elastin b. Kolagen c. Fibronektin d. Proteoglikan e. Glikosaminoglikan 20. Peran interferon gamma pada mukosa mulut: a. Transkripsi mRNA keratin b. Diferensiasi mRNA keratin c. Respon gen fosfor d. Proliferasi keratin e. Transkrip keratin 21. Mutasi K10: a. Penurunan network filamen b. Lemah perlekatan fibril c. Lemah bundel filamen

d. Hemidesmosom tidak ada e. Abnormal plectin 22. Osteoprogenitor: a. Membentuk osteoclast b. Mirip fibroblast aktif c. Sedikit ribosom d. Banyak RE e. Diferensiasi setelah kontak osteoblast 23. Matriks extra gingiva a. Kolagen tipe V b. Kolagen tipe IV c. Kolagen tipe III d. Kolagen tipe II e. Kolagen tipe I 24. Fase inflamasi: a. Paling lama b. Di ujung jejas ada sel hidup c. Vasokonstriksi d. Hematom e. Edem yang jauh dari jejas 25. Osteoblast: a. Inti satu b. Umur 2-3 tahun c. Dari mesenkim d. Resisten protein e.Fusi dari monosit 26. Faktor penghambat penyembuhan luka: a. Hipertensi b. Hipotensi c. Hipoksia d. Hipoksemia 27. Berperan dalam rekrutmen sel a. Fagositosis b. Fibronektin c. Kolagenase d. Elastase e. Nitrit oksida 28. Sel yang berperan untuk angiogenesis: a. Limfosit b. Fibroblast c. Neutrofil d. Endotel e. Makrofag 29. Sel inflamasi yang pertama ke jejas: a. Neutrofil b. Plasma c. Makrofag d. Limfosit e. Fibroblast

30. Epitelisasi: a. Sel basal migrasi horizontal ke arah terbukanya luka b. Sel basal migrasi vertikal ke arah terbukanya luka c. Sel basal migrasi ke atas menuju stratum spinosum d. Sel basal migrasi ke atas menuju stratum granulosum e. Sel basal migrasi diagonal 31. Pembentukan darah baru: a. Sitogenesis b. Angiogenesis c. Mitosis d. Fibrosis 32. Pembentukan darah baru terjadi pada fase: a. Hemostasis b. Infiltrasi c. Proliferasi d. Recmodeling e. Angiogenesis 33. Penyakit sistemik yang menghambat: a. DM b. Hipertensi c. Hipotensi d. Kanker e. Penyakit kardiovaskuler 34. Peran makrofag: a. Sintesis GF b. Proses pembekuan c. Mecegah agregasi d. Stimulasi kemotaksis neutrofil 35. Perbedaan penyembuhan kulit dan mulut: a. Kulit cepat dan tak pernah ada jaringan parut b. Mukosa cepat dan biasanya tidak ada jaringan parut c. Kulit lambat biasanya ada jaringan parut d. Mukosa lambat biasanya tidak ada jaringan parut e. Mukosa dan kulit sama 36. Penyakit periodontal merupakan inflamasi pada jarigan periodontal yang disebabkan oleh ... 37. Memegang peran kunci dalam patogenesis penyakit periodontal a. lingkungan b. faktor resiko genetik c. kebiasaan d. paparan bakteri e. paparan mikroorganisme 38. Bakteri periodonto patogen a. streptococcus mutans b. streptococcus sorbinus c. streptococcus epidermidis d. staphylococcus aureus e. prevotella intermedia

39. Perbedaan paling utama antara bakteri kariogenik dan periodonto patogenik ... (mekanisme virulensinya) 40. Adanya serabut kolagen yang banyak dijumpai a. kalus fibrous b. kalus anchoring c. kalus sealing d. kalus bridging e. kalus uniting 41. Kalus yang merupakan satu-satunya pemula terbentuk kartilago pada penyembuhan a. kalus fibrous b. kalus anchoring c. kalus sealing d. kalus bridging e. kalus uniting (VEGF/nitrit oksida/fagositosis/IL-6/fibronektin) 42. Wound debridement 43. Regulasi sintesi matriks 44. Antimicrobial (fibronektin/fibroblast/endotel/neutrofil/limfosit/makrofag) 45. Menghasilkan kolagen 46. Fagosistosi awal infeksi 47. Menghasilkan kapiler (fibroblast/makrofag/sitokin/limfosit/APC/kemokin) 48. Sel ini berperan dalam fagositosis bakteri 49. Sel yang berperan dalam mempresentasikan antigen pada sel hospes 50. Beberapa mediator inflamasi mulai diproduksi oleh sel epitel dan makrofag (sel mononuclear/sel makrofag/sel endotel/menurun/meningkat/sel fibroblast) 51. Makrofag teridentifikasi pada jaringan periodontal tetapi jumlahnya pada fase respon imun penyakit periodontal. 52. Setelah fase inflamasi dimulai eksudat pembuluh darah di dominasi oleh 53. Kolagen matriks metallo(lupa) diproduksi oleh (perubahan/tidak berubah/firoblast/keratinosit/arteriosklerosis/arteiospinosis) 54. Pola dan arsitektur mukosa usia lanjut menunjukkan 55. Perubahan kemampuan penyembuhan mukosa usia lanjut berkaitan dengan kemampuan fungsi 56. Arteri dimukosa oral usia lanjut menunjukkan efek

KONSERVASI II
1. Pasien wanita 20 tahun, sakit I kanan tas dengan warna gelap kehitaman, saat SD pernah jatuh. Terdapat di apeks gigi tersebut. Diagnosis... a. pulpitis reversible b. pulitis irreversible c. resorbsi interna d. degenerasi pulpa 2. Area radiolusen difuse menggambarkan... a. abses periapikal b. kista periapikal c. granuloma 3. Perkusi untuk indikasi... a. kelainan periapikal b. kelainan periodontal

c. lesi tulang alveolar d. lesi periapikal 4. Perkusi dilakukan dengan alat bantu... a. electric pulp tester b. sinar transluminasi c. hand instrument d. handle instrument 5. Ada anak laki-laki 10 tahun karies besar dan ada benjolan pada gigi karies tersebut pada kasus di atas anak tersebut mengalami... a. pulpiis reversible b. pulpa nekrosis c. pulpitis irreversible d. pulpitis irreversible hiperplastik 6. Pasien pernah jatuh saat kecil dan pada gigi incisivus atas kiri ada red spot, pada radiogra tampak saluran akar tengah melebar. Diagnosisnya... a. degenerasi kalsifik b. degenerasi fibrous c. degenerasi atropik d. resorbsi internal e. resorbsi eksternal 7. Status pulpa... a. normal b. inflamasi c. nekrosis d. degenerasi atropik e. degenerasi fibrous 8. Perawatan kasus di atas... a. liner dan base b. kaping pulpa direk c. kaping pulpa indirek d. pulpotomi e. PSA 9. Pasien 22 tahun mengeluh P1 atas kanan karies dalam, pemeriksaan klinis menunjukkan gingiva terdapat gumboil. Gumboil merupakan tanda-tanda dari... a. pulpitis reversible b. pulpitis irreversible c. pulpa nekrosis d. resorbsi interna e. resorbsi eksterna 10. Bahan restoratif berikut ini bersifat eksotermis menghasilkan panas pada saat setting... a. ZOE b. SIK c. semen fosfat d. resin komposit e. amalgam 11. Bahan tersebut memberikan rangsang yang bersifat... a. fisik b. kimiawi c. galvanic

d. termail e. fisikokimiawi 12. Apabila pasien tidak dapat menunjukkan gigi yang sakit, maka dilakukan pemeriksaan... a. (lupa) b. tes CE c. tes anestesi d. tes termal panas e. tes termal dingin 13. Pemeriksaan untuk mengetahui adanya fluktuasi pembesaran jaringan di sekitar gig adalah... (digital palpasi) 14. Kondisi hiperemi dapat dievaluasi denga cara... (transluminasi) 15. Bahan kaping pulpa direk... a. ZOE dan MTA b. ZOE dan Ca(OH)2 c. MTA dan Ca(OH)2 d. SIK dan MTA e. SIK dan Ca(OH)2 16. Pasien 12 tahun laki-laki oklusal M1 bawah ada benjolan merah di bawah. Gigi tersebut sakit kalau mengunyah. Vitalitas (+). Perawatannya... a. kaping pulpa indirek b. kaping pulpa direk c. pulpotomi d. apeksifikasi e. apeksogenesis 17. Pasien 18 tahun perempuan M atas kanan sakit kalau kemasukan sisa makanan, kalau sisa makanan diambil sakitnya hilang, pada gigi tersebut terdapat karies yang dalam. Diagnosisnya... a. pulpitis reversible b. pulpitis ireversible c. resorbsi interna d. degenerasi pulpa e. nekrosis pulpa 18. Perawatan kasus di atas... a. aplikasi liner b. kaping pulpa direk c. kaping pulpa indirek d. pulpotomi e. PSA