Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tablet merupakan salah satu sediaan formasi yang paling banyak dibuat atau diproduksi dewsa ini.karena bentuk tablet dapat menjamin kesetabilan sifat fisika dan kimia bahan obat. Sebab dia merupakan sediaan kering,mudah dalam pengemasan,pengepakan, transportasi dan penggunannya. Disamping itu takaran obatnya pun ckup teliti dan serba sama untuk setiap tablet. Makanya dewasa ini telah diperkirakaan paling tidak 40 dari seluruh obat yang beredar di pasaran di buat dalam bentuk tablet ini. Dan !ada umumnya sebagian besar bahan obat yang dikenal dalam bidang farmasi dapat diproses menjadi menjadi tablet. Secara garis besar bahan obat yang digunakan per oral atau lewat mulut untuk sediaan tablet terdiri dari bahan obat yang tidak larut an bekerja local pada saluran pencernaan "seperti antasida dan absorben# dan bahan yang larut,terdisolusi dalam usus dan bekerja local pada saluran pencernaan "seperti antasida dan absorben# dan bahan yang larut terdisalusi dalam usus dan bekerja secara sistematik.

1.2 Rumusan masalah


$dapun rumusan masalah dari laporan praktikum e%aluasi tablet paracetamol ini adalah& '. $pa yang dimaksud dengan tablet( ). $pa keuntungan dan kerugian dari sediaan tablet( *. +agaimana cara pembuatan tablet( 4. +agaimana cara menge%aluasi tablet(

1.3 Maksud dan Tu uan


Tujuan dari praktikum e%aluasi tablet paracetamol ini adalah& '. Mengetahui pengertian tablet ). Mengetahui keuntungan dan kerugian dari sediaan tablet *. Mengetahuan cara dan teknik pembuatan tablet 4. Mengetahui cara menge%aluasi sediaan

BAB II TIN!AUAN PU"TA#A


2.1 Pengert$an ta%let
Menurut farmakope ,ndonesia edisi ,,,. Tablet adalah sediaan padat, kompak, dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa -at tambahan. Dimana -at tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai bahan pengisi, -at pengikat, -at pelincir, -at pengembang, -at pembasah atau -at lain yang cocok. 2.2 #euntungan dan #erug$an "ed$aan Ta%let Tablet adalah bentuk sediaan farmasi yang paling banyak dibuat . diproduksi karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan dari bentuk sediaan lainnya yaitu & '. Takaran obat cukup teliti dan serba sama untuk setiap tablet. ). !embebasan obat dapat diatur sesuai dengan efek terapi yang diinginkan *. /asa dan bau yang tidak menyenangkan dapat ditutupi dengan penyalutan 4. +ahan obat yang dapat rusak oleh cairan atau en-im dalam saluran pencernaan 0. Mudah dalam pengemasan, pengepakan, transportasi dan penggunaannya 1. +iaya produksi relaatif mudah dibandingkan dengan bentuk sediaan lain. Dan memiliki kerugian . kelemahan yaitu & '. Sukar diberikan pada anak2anak dan penderita yang sukar menelan ). +iasanya efek terapi yang diinginkan lebih lambat *. +entuk yang menarik dan rasa yang enak dapat menyebabkan anak2anak semaunya saja.

2.3 E&aluas$ Ta%let


'. 3eseragaman bobot 4ji keseragaman bobot dilakukan untuk mengetahui apakah bobot tablet yang dibuat sudah memenuhi syarat keseragaman bobot atau belum. 3eseragaman bobot ditetapkan sebagai berikut& '. Ditimbang )0 tablet dan dihitung bobot rata2ratanya. ). 5ika ditimbang satu per satu, tidak boleh lebih dari ) tablet yang menyimpang dari bobot rata2rata lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom 6$7 dan tidak boleh ada satu tabletpun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata2rata lebih dari harga dalam kolom 6+7. *. 5ika perlu dapat diulang dengan '0 tablet dan tidak boleh ada satu tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata2 rata yang ditetapkan dalam kolom 6$7 maupun kolom 6+7.

). 3eseragaman bentuk tablet !engujian keseragaman tablet dilakukan dengan mengukur diameter dan tebal tablet. Diameter dan tebal tablet diukur masing2masing "pada pengujian kali ini dilakukan terhadap )0 tablet# dengan menggunakan alat mikrometer. 3ecuali dinyatakan lain, diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari empat per tiga tebal tablet. *. 3ekerasan Dihitung kekerasan tablet satu per satu dengan menggunakan alat penguji kekerasan "8ardness tester#, kemudian dihitung rata2ratanya. 4

4. 3erapuhan 3erapuhan tablet adalah persen bobot yang hilang setelah tablet diguncang. 4ji kerapuhan dilakukan dengan alat uji bernama 9riability tester. 4ji kerapuhan dilakukan dengan cara sebagai berikut & '. )0 tablet dibersihkan dari debu ). )0 tablet tersebut kemudian ditimbang *. 3emudian dimasukan ke dalam alat uji 4. $lat diputar dengan kecepatan 00 /pm, selama '00 kali putaran 0. Setelah selesai, tablet dikeluarkan dan dibersihkan dari debu. 1. 3emudian tablet ditimbang lagi :. Dihitung kehilangan bobot dalam presentase "Syarat & lebih kecil dari ' #

2.' (ara Pem%uatan Ta%let


+erdasarkan sifat fisika kimia dari bahan obat, maka tablet dapat dibuat dengan berbagai cara & 1. (ara ker$ng $. ;etak langsung <ang dimaksud dengan cetak langsung disini adalah proses pembuatan tablet yang dilakukan dengan mencetak langsung bahan obat dengan atau tanpa penambahan bahan pembantu. Dimana cara ini dapat digunakan untuk -at aktif yang mempunyai sifat seperti & Mudah mengalir Dapat dimampatkan Mudah dibasahi Dan untuk tablet yang mempunyai bahan aktif '0 bahan aktifnya ='0 bahan aktifnya. ;ara pembuatan tablet cetak langsung & Menghaluskan bahan aktif . aktif . eksipien Mencampur semua komponen untuk tablet !encetakan tablet dari bobot tablet, maka sifat tablet tergantung dari sifat bahan pembantu, dan jika maka yang menentukan sifat tablet adalah sifat dari

+. >ranulasi kering . prekompresi ;ara ini merupakan proses pembuatan granul tanpa melibatkan air sama sekali. Di manna campuran serbuk dicetak menjadi tablet besar dan keras "slug#, kemudian slug di ayak menjadi granul yang diinginkan. ;ara slugging ini sangat cocok untuk bahan aktif yang sifat alirnya kurang baik, peka terhadap panas dan kelembaban. !ada penyusunan formula untuk tablet yang dibuat dengan cara prekompresi ini perlu dipertimbangkan bahn2bahan pembantu yang dipilih haruslah dapat menghasilkan slug yang keras. 3egagalan akan terjadi pada waktu membuat granul dari slug akan terbentuk serbuk bukan granul. ;ara pembuatan tablet granulasi kering & Menghaluskan bahan aktif . aktif . eksipien Mencampur semua komponen untuk tablet Mencetak menjadi tablet besar dan keras untuk membuat slug !engayakan slug menjadi granul Mencampur granul dengan bahan penghancur dan pelincir !encetakan tablet

2. (ara %asah $. >ranulasi basah Merupakan cara yang paling umum dan banyak dilakukan, karena hamper semua jenis bahan aktif dapat diproses secara granulasi basah. Disebut granulasi basah karena di dalam proses pembuatan granulnya mempergunakan larutan bahan pengikat, dimana campuran serbuk ditambah dengan larutan bahan pengikat atau dalam bentuk mucilage sampai terbentuk masa yang konsistensinya dapat dikepal. ;ara pembuatan tablet granulasi basah & Menghaluskan bahan aktif . aktif . eksipien Mencampur semua komponen untuk tablet Membuat larutan pengikat 6

Mencampur larutan pengikat dengan campuran bahan komponen obat, untuk membentuk masa yang basah. Mengayak secara kasar masa basah, dengan ayakan ukuran mesh '4. Mengeringkan granul basah Mengayak granul kering melalui ayakan ukuran mesh '1 Mencampur granul kering yang sudah diayak dengan bahan pelincir dan penghancur luar. !encetakat tablet. Tablet yang dibuat dengan granulasi dasar yaitu bahan obat yang

+. >ranulasi dasar tidak stabil dengan adanya air atau terurai dengan adanya panas. Sifat aliran dan daya kompresibilitasnya jelek, dimana tahap2tahap pengerjaannya sama dengan cara granulasi basah. 8anya pada granulasi dasar bahan obat tidak di granulasi bersama2sama dengan bahan pembantu, seperti bahan pengisi, penghancur dalam tetapi ditambahkan pada tahap lubrikasi dalam bentuk serbuk halus atau fine kedalam granul bersama2sama dengan penghancur luar dan bahan lubrikan. !ada cara granulasi dasar ini perlu diperhitungkan terlebih dahulu jumlah fine dalam masa cetak ini karena dapat menimbulkan kesulitan selama proses pencetakan. 9ine dalam cara ini berasal dari bahan obat, bahan penghancur luar, bahan lubrikan juga berasal dari hasil pengayakan granul yang dikeringkan. ;. ;ara2cara khusus ;ara2cara khusus ini juga bertujuan untuk menghasilkan granul baik yang mengandung bahan obat sendiri maupun granul2granul dari bahan pembantu tablet. >ranul2granul yang dihasilkan dengan cara ini digunakan untuk kondisi2kondisi tertentu karena harganya mahal. ;ara2cara khusus ini ada tiga cara pengerjaannya & Soray congealing ;ara ini juga dikenal sebagai cara spray chilling yang mirip dengan cara spray drying tetapi tanpa menggunakan panas. +ahan obat yang dapat diproses dengan cara ini terlebih dahulu dilarutkan atau disuspensikan dalam lelehan malam. ?elehan ini

disemprotkan kedalam udara yang mengalir, udara yang mengalir ini sejuk . dingin tergantung pada titik beku dari produk, sebagai contoh monogliserida memerlukan udara dingin sekitar '0o;. granul yang dihasilkan dengan cara ini memiliki sifat mudah mengalir dan sifat kemudahan dalam pencetakan. Spray drying Serbuk bahan obat . bahan2bahan pembantu tablet dalam keadaan halus ditiup dengan angin turbulensi kemudian disemprotkan bahan penyalut dalam bentuk larutan disperse secara berkala. Serbuk2 serbuk yang baru dibasahi ini dikeringkan dengan udara hangat yang telah disaring terlebih dahulu kemudian hasil kering ini dibawa bersama udara tersebut ketempat penampungan. +ahan obat dalam bentuk padat ataupun cairan dapat dip roses secara spray drying ini seperti @itamin $ dan @itamin D yang larut di dalam minyak dapat disalut dengan larutan bahan pengikat sehingga tidak mudah terurai. +ahan pembantu yang sering dip roses dengan cara ini adalah laktosa dan pati, hasilnya berupa granul2granul yang dapat digunakan sebagai bahan pengisi, bahan pengikat kering ataupun bahan penghancur. Speronisasi !roses pembuatan masa granul basah sama dengan cara granulasi basah dimana bahan obat, bahan pengisi "bila perlu# digranulasi dengan larutan bahan pengikat, masa basah ini dilewatkan terlebih dahulu kedalam alat ABtrude machine untuk membentuk batang silinder dengan diameter 0,02') mm, melalui ayakan ukuran mesh tertentu baru dilewatkan kedalam Marumeri-er dimana batang2batang tersebut akan dirubah bentuknya menjadi bentuk spheris, akibat gya sentrifugal dan gaya gesek dari ayakan yang berputar. >ranul2granul spheris ini kemudian dikeringkan. 3euntungan cara spheronisasi ini adalah menghasilkan granul dengan keseragaman bentuk dan ukuran disamping jumlah fine nya minimal.

BAB III DATA PRE)*RMULA"I


3.1 M*N*+RA)I 3.1.1 ,at khas$at Para-etam.l /A-etham$n.0hen1 /umus bangun

/umus molekul +erat molekul !emerian

C ;D8EFG) C '0','1

Serbuk halus, putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit. 3elarutan ?arut dalam air mendidih dan dalam Fatrium 8idroksida ' F, mudah larut dalam etanol. ,dentifikasi a. Spektrum serapan ,/ -at yang telah dikeringkan diatas pengering yang cocok dan didipersikan di dalam 3alium +romida "p# menunjukkan hanya maB pada H yang sama seperti pada !aracetamol +!9,. b. Spektrum serapan 4@ larutan "' dalam )00.000# dalam campuran asam chloride 0,' F dalam methanol ! "' dalam '00# menunjukkan maB dan min pada H yang sama seperti !aracetamol +!9,. 9

c. Memenuhi uji identifikasi secara kromatografi lapis tipis, gunakan laritan ' mg.ml dalam methanol ! dalam fase gerak Diklorometana ! metanhol !. 5arak lebur Sisa pemijaran !enetapan kadar ?arutan baku timbang seksama sejumlah !aracetamol +!9,, larutkan dalam air hingga kadar lebih kurang ') Ig.ml. ?arutan uji timbang seksama lebih kurang ')0 mg, masukkan kedalam labu ukur 000 ml, larutkan dalam '0 ml methanol !, encerkan dengan air sampai tanda batas dan campur. 4kur serapan larutan uji dan larutan baku pada H serapan maB J )00 nm terhadap air sebagai blanko, hitung jumlah dalam mg ;D8EFG) dengan rumus & '0o; $u $s Kadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya. 3hasiat ,at tam%ahan Lakt.sa C $nalgetik dan $ntipiretik C $ntara '1D dan ':) C Tidak lebih dari 0,'

3.1.2

3.1.2.1.

/umus bangun

/umus molekul C ;')8))0''.8)G +erat molekul C *4),*0 !emerian Serbuk atau masa hablur, keras, putih atau putih crea, tidak berbau dan rasa sedikit manis, stabil di udara, tetapi mudah menyerap bau. 10

3elarutan Mudah larut dalam air dan lebih mudah larut dalam air mendidih, sangat sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.

Kadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup baik 3hasiat Tal-um C -at tambahan

3.1.2.2

!emerian Serbuk hablur sangat halus, putih dan putih kelabu, berkilat, mudah melekat pada kulit dan bebas dari butiran.

3elarutan Tidak larut dalam hamper semua pelarut. ,dentifikasi $. ;ampur dengan 000 ml lebih kurang daalm )00 mg Fa.karbonat anhidrat dengan ) g kalium karbonat anhidrat p dan lebur dalam krus platina. +. setelah melebur tambahkan '00 mg -at uji dan teruskan pemanasan sampai melebur sempurna, dinginkan dan pindahkan campuran tersebut kedalam gelas piala atau cawan dengan pertolongan J 00 ml air panas L 8;l ! kedalam larutan, hingga tidak terbentuk gas lagi. ;. kemudian L lagi '0 ml 8;l ! dan uapkan campuran diatas tangas uap sampai kering, dinginkan L )0 ml air, dinginkan dan saring sisa larutan dalam silica. D. ?arutan dalam filtrate J ) g F8 4;l ! dan 0 ml F8 4G8 1 F saring, bila perlu pada filtrate L Fa 9osfat di basakan ?p termasuk endapan hablur putih Mg ammonium fosfat.

Kadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup baik 3adar 3hasiat Am2lum C '20 C Mat tambahan

3.1.2.3

!emerian Serbuk sangat halus, putih. 3elarutan 11

!raktis tidak larut dalam air dingin dan dalam etanol ,dentifikasi $. panaskan sampai mendidih selama ' menit suspense 'g dalam 00 ml air, dinginkan, terbentuk larutan kanji yang encer. +. campur ' ml larutan kanji yang diperoleh pada identifikasi $ dengan 0,00 ml ,odium 0,000 M terjadi warna biru tua yang hilang pada pemanasan dan tibul kembali pada pendinginan. Susut pengeringan C Tidak lenih dari '0 , pengeringan pada suhu '00o2'00o. Sisa pemijaran C Tidak lebih dari 0,1 "Metoda ,,#

Kadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat

3.1.2.'

Mg. stearat

!emerian

Serbuk halus, putih, licin dan mudah melekat pada kulit, bau lemah khas. 3elarutan

!raktis tidak larut dalam air, etanol "E0 #, dan dalam eter !. ,dentifikasi

!anaskan ' gr dengan campuran )0 ml air dan 0 ml 8;l !, dinginkan lapisan minyak memadat pada suhu lebih kurang 00o dan lapisan air menunjukkan reaksi Mg 3.2 Kadah dan penyimpanan

Dalam wadah tertutup baik 3hasiat C -at tambahan

)ARMA#*L*+I 3.2.1 )armak.k$net$k !emberian memberikan efek !aracetamol analgetik secara yang oral sangat efektif, salisilat, !aracetamol yang dapat mirip dengan

menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Afek ini disebabkan oleh aktifitas pada system saraf pusat dengan menghambat sintesa prostaglandin disusunan saraf pusat. Secara perifer mencegah sensitasi reseptor rasa sakit terhadap rangsangan mekanik dan kimiawi.

12

!aracetamol didalam tubuh akan mengalami proses $DMA, dimana diekresi sebagian besar melalui feses atau urin. !aracetamol yang diberikan secara oral akan diabsorbsi dalam saluran cerna sangat cepat dan hamper sempurna. 3onsentrasi dalam plasma mencapai puncak maksimum dalam waktu *0210 menit, dan waktu paruh dalam plasma antara '2* jam. Gbat ini tersebar keeseluruh cairan tubuh dalam plasma sebagian terikat oleh protein plasma ")0 #.

3.2.2 )armak.d$nam$k Metabolism terjadi di hati yang dilakukan en-yme2en-ym mikrosom hati. 4mumnya dalam bentuk konjugasi dihati dengan asam glukoronat "J10 #, asam sulfat "J* # dengan sistein "J* # dan sebagian !aracetamol ditransformasikan menjadi deri%at hidroksi dan diasetil. Diduga terjadinya metabolit hidroksi merupakan indikasi hepatotoksik pada pemakaian dosis sangat berlebihan. !aracetamol dieliminasi melalui ginjal, pada penderita gagal ginjal terjadi akumulasi metabolit terkonjugasi dalam darah. Afek toksik dari !aracetamol pada pemberian dosis terapetik dapat ditolerir, kadang2kadang dapat terjadi ruam pada kulit dan alergi lain.

13

BAB I3 PELA#"ANAAN PRA#TI#UM


1.1 ALAT DAN BAHAN Alat 4

+ecker glas +atang pengaduk ;awan 8ardnes tester >elas ukur $yakan mesh '* >elas ukur ;orong Timbangan !iknometer Mortir dan stamper 3ertas !erkamen 5angka sorong !enggaris Bahan 4 14

$cetaminophen $mylum manihot Saccharum lactis $mylum tritici Mg stearat Talcum %enetum $Nuadest

1.2

ALA"AN PEMILIHAM BAHAN '. !aracetamol Merupakan -at aktif yang memiliki sifat alir kurang baik. 4mum digunakan cara granulasi basah, !aracetamol berkhasiat annalgetik atau anntypiretik. ). ?aktosa Sebagai bahan pengisi yang memiliki sifat alir kurang baik umum digunakan untuk granulasi basah, bersifat inert. *. $mylum Sebagai pengikat diambil **,* karena !aracetamol bersifat hidrofob.

Sebagai penghancur luar, karena sifatnya mudah mengenbang bila didispersikan kedalam air, diambil sebanyak '0 karena besarnya bobot tablet yang dibuat. Maka bahan penghancur yang dibutuhkan cukup besar, selain itu bahan amylum mudah didapat dan harganya relati%e murah.

4. Talcum 3ombinasi kedua bahan ini baik digunakan untuk granulasi basah. Sifat talcum yang hidrofob akan meningkatkan density sebelum dicetak dan sebagai lubricant. 0. Mg. stearat Digunakan sebagai lubrikan atau pelincir yang berfungsi untuk mencegah atau mengurangi gesekan antara dua permukaan yang relati%e bergerak. 15

1.3

TU!UAN PRA#TI#UM 4ntuk membuat dan menge%aluasi suatu tablet yang baik, sehingga tablet yang didapatkan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

1.'

PERHITUN+AN 1.'.1 ).rmula 2ang d$ren-anakan R/ !aracetamol !ati singkong Sacc. ?actis $mylum tritici Mg stearat Talcum aa '*,1 mg 0,D mg *,D mg '',1 mg ')0mg

m.f. tablet dtd no. ; 1.'.2 Perh$tungan %ahan Tablet yang akan dibuat '. !aracetamol ). !ati singkong *. Sacc. ?actis 4. $mylum tritici C '00 tablet L )0 C '4400 mg C '1*) mg C '1*) mg C 1E1 mg "'00# C ')0 tablet

C ')0 B ')0 C '*,1 B ')0 C '*,1 B ')0 C 0,D B ')0 16

0. Mg stearat 1. Talcum :. Mucilago amili 0 D. $Nuadest

C *,D B ')0 C '',1 B ')0

C 401 mg C '*E) mg

C 1E1 B '00.0 C '*E)0 mg C '*E)0 O 1E1 C '*))4

1.5

PENIMBAN+AN BAHAN '. $cetaminophen ). $milum manihot *. ?actosum 4. $mylum tritici 0. Mg stearat C '4400 mg C '1*) mg C '1*) mg C 1E1 mg C 401 mg

1. Talcum %enetum C '*E) mg :. $Nuadest 1.6 PEMBUATAN Pem%uatan larutan %ahan 0eng$kat Timbang amylum tritici, aduk dengan air sama banyak. !anaskan sisa air sampai mendidih, masukkan amylum tritici yang sudah menjadi bubur tadi, aduk sampai jernih. Pem%uatan masa granulas$ %asah C '*))4 mg

'. Siapkan bahan dan timbang teliti. ). >erus acetaminophen sampai halus dan homogen. *. Tambahkan amylum manihot, gerus sampai homogen. 4. Tambahkan lactosum, gerus sampai homogen. 17

0. Tambahkan larutan pengikat yang sudah jadi sedikit demi sedikit, sambil digerus homogen. 1. >ranulasi dengan pengayak mess '* . :. 3eringkan massa granul selama satu malam pada suhu *00;. D. $yak kembali massa granul dengan pengayak mess '*. E. Timbang granul yang telah kering.

Pem%uatan ta%let.

'. Massa granul yang sudah ditimbang lalu tambahkan Mg stearat dan talcum. ). Masukkan dalam wadah bermulut lebar, lalu kocok sampai homogen. *. Setelah homogen, timbang granul masing2masing )00mg untuk dicetak menjadi ' tablet. 4. ;etak dengan mesin tablet 0. ?akukan e%aluasi tablet 1.7 E3ALUA"I TABLET 1.7.1 #eseragaman %.%.t )0 tablet yang telah dibersihkan dari debu ditimbang satu persatu. 8itung bobot rata2rata C *,4EED g . )0 C 0,':4EE !erhitungan !enyimpangan 0,'D020,':4EE B '00 0,':4EE 0,'E*20,':4EE B '00 0,':4EE 0,)0*20,':4EE B '00 0,':4EE 0,':020,':4EE B '00 0,':4EE 18

Fo. '. ). *. 4.

+erat Tablet 0,'D0 0,'E* 0,)0* 0,':0

8asil 0,:: '0,*4 '1,01 0,00

0. 1. :. D. E. '0. ''. '). '*. '4. '0. '1. ':. 'D. 'E. )0.

0,'D: 0,'D4 0,)0' 0,'0* 0,':)1 0,'11* 0,'0* 0,'E* 0,'**1 0,'D*1 0,)0*1 0,'1)E 0,'04' 0,'D*1 0,':0E 0,'4'1

0,'D:20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'D420,':4EE B '00 0,':4EE 0,)0'20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'0*20,':4EE B '00 0,':4EE 0,':)120,':4EE B '00 0,':4EE 0,'11*20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'0*20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'E*20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'**120,':4EE B '00 0,':4EE 0,'D*120,':4EE B '00 0,':4EE 0,)0*120,':4EE B '00 0,':4EE 0,'1)E20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'04'20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'D*120,':4EE B '00 0,':4EE 0,':0E20,':4EE B '00 0,':4EE 0,'4'120,':4EE B '00 0,':4EE

1,E' ',)0 '4,E) '),0) ',*' 4,E' '),0) '0,*4 *0,E' 4,E: '1,40 1,D1 '',DE 4,E: ),) 'E,0*

19

1.7.2

Keseragaman ukuran Alat : jangka sorong Menggunakan 10 tablet Letakkan sebuah tablet diantara penjepit yang terdapat pada jangka sorong. Ukur diameter dan tablet. NO 1 % & ( $ " ' ) # 10 Tebal tablet 0!" 0!" 0!&$ 0!$$ 0!$$ 0!" 0!" 0!($ 0!($ 0!($ 0!#$ 0!#$ 0!'$ 0!#$ 0!#$ 0!#$ 0!#$ 0!#$ 0!#$ 0!#$ + 0!$% + 0!#& iameter

Tebal tablet rata*rata iameter tablet rata*rata 1.7.3 Kekerasan tablet Alat : ,ardnes tester -yarat : ( . ) mg/0m% Menggunakan 10 tablet

Letakkan 1 tablet diantara penjepit! lalu jepit tablet dengan 0ara menjepit alat tersebut sampai tablet pe0ah/retak. 1ada saat tablet tersebut mulai pe0ah/retak yang ditunjukkan oleh skala! maka kekerasan tablet tersebut mulai dihitung.

20

2ekerasan tablet rata*rata + %.) kg/0m% NO 1 % & ( $ " ' ) # 10 1.7.4 Kerapuhan tablet Alat : 3ho0he 4riabilitor Tujuan : menentukan kemampuan dan daya tahan tablet terhadap gesekan dan gon0angan selama prossesing! pa0king! transportasi sampai pada konsumen. -yarat : menurut lo0hman + o!)5 dan menurut 3o0he + 15 10 tablet bebas debu ditimbang bersama 671g8! kemudian dimasukkan dalam 3o0he. 9alankan alat! biarkan berputar selama ( menit 6100: putaran8 ;ersihkan kembali 10 tablet tersebut dari debu dan timbang 67%g8 71* 7% 71 ,itung besarnya penyimpangan kerapuhan tablet : 1005
/umus & ',E02',E*'1.',E0 B '00 C 0,E4*

2ekerasan tablet & % $ $ & % % % % %

21

1.7.5

Waktu hancur tablet <a0tor yang mmempengaruhi =aktu han0ur tablet : <a0tor 4ormulasi -i4at 4isik bahan obat ;ahan pembantu Tekanan yang diberikan pada saat pen0etakan >ara mengukur =aktu han0ur tablet : isi bejana dengan Larutan yang digunakan diukur / diatur suhunya sampai &'o>. 9umlah 0airan ini diatur sedemikian rupa sehingga pada saat keranjang turun permukaannya tidak tenggelam dalam 0airan dan pada saat keranjang ini naik permukaan disebelahnya tidak melebihi permukaan 0airan.

Masukkan tablet yang akan ditentukan =aktu han0urnya satu persatu pada " tabung yang ada! setelah itu kedalam masing*masing tabung dimasukkan 0akram yang terbuat dari tali plasti0.

9alankan alat dan 0atat =aktu saat mulai alat dijalankan sampai semua tablet telah mele=ati saringan yang terdapat pada setiap tabung.

22

BAB 3 HA"IL DAN PEMBAHA"AN


5.1 HA"IL Dari pratikum yang dilakukan didapatkan hasil e%aluasi tablet sebagai berikut& 3eseragaman bobot +obot rata2rata 3eseragaman ukuran Diameter rata2rata 3etebalan rata2rata 3ekerasan tablet !enyimpangan kerapuhan tablet Kaktu hancur tablet C 0,E* C 0,0) C ).D kg.cm) C 0,E4* C jam ').*D2').0* K,+ C 0,':4E gr

5.2

PEMBAHA A!
Dari hasil praktikum didapatkan bahwa keseragaman bobot rata2rata tablet tidak mencapai hasil yang diharapkan, hal ini disebabkan karena penimbangan yang kurang akurat dan hal2hal lain pada proses pencetakan tablet yang secara manual.

23

BAB 3I #E"IMPULAN DAN "ARAN

6.1

#E"IMPULAN !embuatan tablet pada pratikum farmasetik ,,, setelah dilakukan e%aluasi tablet itu sendiri diperoleh kesimpulan bahwa tablet yang dibuat secara garis besar belum memenuhi persaratan, yaitu bobot rata2rata tablet tidak mencapai hasil yang diinginkan. $kan tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi kerapuhan, kekerasan dan waktu hancur tablet. Dari hasil e%aluasi didapatkan bahwa penyimpangan kerapuhan tablet sebesar 0,E4* berkisar dalam rentang '0 menit. dan waktu hancur tablet yang

6.2

"ARAN 4ntuk pratikan selanjutnya disarankan agar dapat memformula sediaan tablet dengan bahan dan konsentrasi yang baik, tepat dan ketelitian penimbangan sebelum percetakan tablet, juga diperlukan ketelitian dalam melakukan e%aluasi tablet karena hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui apakah tablet yang telah kita buat memenuhi sarat atau tidak.

24

DA)TAR PU"TA#A

Depkes /,, 'E:E, 9armakope ,ndonesia edisi ,,,, 5akarta htt0488helens.n$taha%$%$e.%l.gs0.t.-.m8 diakses hari kamis, tanggal * 5anuari )0'* pukul '0.00 K,+

25