Anda di halaman 1dari 12

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

Penentuan Biaya per Unit


( Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost )

Alokasi biaya merupakan salah satu isu penting dalam akuntansi manajemen. Bagaimana biaya-biaya yang terjadi di dialokasikan ke objek biaya, seperti produk, kelompok pelanggan, aktivitas, dan divisi. Perusahaan biasanya membedakan antara departemen operasi atau produksi ( operating departement) dan departemen pendukung (supporting departemen). Departemen operasi merupakan departemen yang secara langsung memberikan nilai tambah kepada produk atau jasa. ementara departemen jasa merupakan departemen yang memberikan jasa yang membantu departemen internal lainnya, baik departemen operasi maupun departemen jasa yang lain. Dalam alokasi biaya, akan menentukan cara dalam mengalokasikan biaya-biaya yang terjadi di departemen pendukung (supporting department) ke departemen produksi dan akhirnya dialokasikan ke produk atau jasa yang dihasilkan. Proses alokasi biaya ini memerlukan pemilihan dasar alokasi biaya (cost driver) yang tepat. A. GAMBARAN UMUM ALOKASI BIAYA !. Sekilas Tentang Alokasi Biaya "erupakan biaya-biaya yang memberikan man#aat bersama, yang terjadi ketika sumber daya yang sama digunakan dalam keluaran dua atau lebih jasa atau produk, disebut sebagai biaya bersama (commont cost). $. Jenis Jenis Departe en Dalam model #ungsi diperusahaan, obyek biaya adalah departemen. %erdapat dua kategori departemen yaitu& Departemen produksi dan departemen pendukung. Departemen produksi secara langsung bertanggung ja'ab pada pembuatan produk atau jasa yang dijual pada pelanggan. Departemen produksi adalah departemen secara langsung mengerjakan produksi yang diproduksi.Departemen pendukung menyediakan pelayanan pendukung yang diperlukan oleh departemen produksi. Departemen ini berhubungan secara tidak langsung dengan suatu jasa atau produk organisasi tersebut.
Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

(. Langka! " langka! #ala #eparte en pro#%ksi #an b. "engklasi#ikasikan departemen produksi. tiap

pengalokasian $iaya #eparte en pen#%k%ng ke engalokasikannya ke $iaya pro#%k& departemen sebagai departemen pendukung atau

a. "embagi perusahaan ke dalam departemen-departemen.

c. "enelsuri semua biaya overhead perusahaan di departemen pendukung atau departemen produksi. d. "engalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi. e. "enghitung tari# overhead yang ditentukan terlebih dahulu untuk departemen produksi. #. "engalokasikan biaya overhead ke tiap unit produk melalui tari# overhead yang ditentukan terlebih dahulu. ). Jenis Jenis Dasar Alokasi Departemen produksi membutuhkan jasa pendukung. oleh sebab itu, biaya departemen pendukung ditimbulkan oleh aktivitas departemen produksi. *aktor-#aktor penyebabnya adalah variabel atau aktivitas dalam departemen produksi, yang menyebabkan munculnya biaya jasa pendukung. Dalam memilih dasar pengalokasian biaya departemen pendukung, berbagai usaha harus dilakukan untuk mengidentivikasi #aktor penyebab yang sesuai (penggerak biaya). "enggunakan #aktor penyebab akan menghasilkan biaya produk yang lebih akurat. elanjutnya, jika #aktor penyebab diketahui, para manajer dapat mengontrol konsumsi jasa pendukung dengan lebih baik. +. T%'%an Alokasi Beberapa tujuan penting berhubungan dengan alokasi biaya departemen pendukung ke departemen produksi, dan akhirnya ke produk tertentu& a. ,ntuk menghasilkan satu kesepakatan harga yang menguntungkan b. ,ntuk menghitung pro#ibilitas lini produk c. ,ntuk memprediksi pengaruh ekonomi dari perencanaan dan pengendalian d. ,ntuk meniai persedian e. ,ntuk memotivasi para manajer -ika biaya tidak dialokasikan denga akurat, biaya beberapa jasa dapat terlalu tinggi, hingga mengakibatkan pena'aran yang terlalu tinggi dan hilangnya potensi bisnis, sebaliknya, jika biaya terlalu rendah dan mengakibatkan kerugian pada jasa ini. .al
Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

yang berhubungan dekat dengan penentuan harga adalah laba. Dengan menilai laba berbagai jasa, seseorang manajer dapat mengevaluasi bauran jasa yang dita'arkan oleh perusahaan. %entu saja biaya yang akurat adalah hal yang penting untuk menentukan laba. Alokasi dapat digunakan untuk memotivasi para manajer. -ika biaya departemen pendukung tidak di alokasikan ke departemen produksi, para menejer dapat memperlakukan jasa ini seakan-akan jasa tersebut gratis. %entu saja, pada kenyataanya, biaya marginal sebuah jasa lebih besar dari nol. Dengan mengalokasikan biaya dan meminta para manejer departemen produksi bertanggung ja'ab atas kinerja ekonomi unit mereka, suatu organisasi dapat memastikan bah'a para manejer akan menggunakan suatu jasa hingga man#aat marginal suatu jasa sama dengan biaya marginalnya. -adi, mengalokasikan biaya jasa membantu tiap departemen produksi memilih tingkat konsumsi yang benar. B. ()NGALOKASIAN BIAYA SATU D)(ART)M)N K) D)(ART)M)N LAINNYA !. Tari* (e $e$anan T%nggal "isal bah'a perusahaan mengembangkan departemen #oto copy sendiri untuk melayani tiga departemen produksinya (audit, pajak, dan konsultan menajemen sistem atau "A ). Biaya departemen #oto copy meliputi biaya tetap sebesar /$0.!12 (upah se'a da mesin #otocopy) dan biaya variabel /2,2$( (kertas dan tinta) per lembar #oto copy. 3stimasi penggunaan (dalam jumlah halaman) oleh ketiga departemen produksi adalah sebagai berikut 4 Departemen audit Departemen pajak Departemen "A %otal 1).+22 05.+22 !26.222 $52.222

-ika tari# pembebanan tunggal di gunakan, biaya tetap sebesar /$0.!12 akan digabungkan dengan estimasi biaya variabel sebesar /0.$!2 ($52.222 7 /2,2$(). total biaya sebesar /($.)22 (biaya tetap 8 viaya variabel) dibagi dengan estimasi jumlah lembar yang di #oto copy sebanyak $52.222 yang akan menghasilkan tari# per lembar sebesar /2,!$. -umlah yang di bebankan ke departemen produksi merupakan #ungsi jumlah lembar yang di #oto copy. Anggaplah bah'a penggunaan aktual adalah ssebagai berikut4 departemen audit sejumlah 1$.222 halaman4 departemen pajak 0+.222 halaman dan departemen "A !!+.222 halaman. %otal biaya #oto copy yang dibebankan pada masingmasing departemen dapat diperlihatkan sebagai berikut 4 -umlah 9 Pembebana n
Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

%otal

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

.alaman Audit Pajak "A %otal 1$.222 0+.222 !!+.222 $5$.222

per .alaman /2,!$ 2,!$ 2,!$

Pembebanan /!!.2)2 5.622 !(.622 /($.0)2

Penggunaan tari# tunggal mengakibatkan biaya tetap diperlakukan seakan-akan biaya tersebut merupakan biaya variabel.Departemen #oto copy tidak membutuhkan /($.0)2 untuk mem#otokopi $5$.222 lembar tetapi, departemen #oto copy hanya membutuhkan /($.))0 ;/$0.!12 8 ($5$.222 7 /2,2$()<. $. Tari* Be $e$anan Gan#a =alaupun penggunaan tari# tunggal adalah sederhana, namun hal ini mengabaikan dampak di#erensial dari perubahan penggunaan biaya. Biaya variabel departemen pendukung naik sesuai tingkat kenaikan jasa. Biaya jasa tetap dapat di anggap sebagai biaya kapasitas, mereka di keluarkan guna menyediakan kapasitas yang diperlukan untuk mengirm unit jasa yang dibutuhkan oleh departemen produksi. >etika departemen pendukung dibentuk, kemampuan mengirimnya dirancang untuk melayani kebutuhan jangka panjang departemen produksi. >arena kebutuhan jasa pada a'alnya menyebabkan penciptaan kemampuan pelayanan, maka adalah beralasan untuk mengalokasikan biaya jasa tetap berdasarkan kebutuhan tersebut. Pengalokasian biaya tetap mengikuti prosedur tiga langkah 4 a. Penetapan biaya tetap yang di anggarkan. b. Perhitungan rasio proporsi, dengan rumus4 ?asio proporsi : -umlah masing-masing depatemen & total c. Pengalokasian, dengan rumus4 Alokasi : ?asio proporsi 7 Biaya tetap yang di anggarkan

@ang dapat kita asumsikan sebagai berikut4 -umlah .alaman Audit Pajak %ertinggi 5.65+ $$.+22 2,$2 2,+5 Proporsi 7 Biaya %etap /$0.!12 $0.!12 : Bagian Departemen atas Biaya %etap /+.($6 !).1$6

Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

"A %otal

1.222 (1.(5+

2.$( !22

$0.!12

0.2$) /$0.!12

Aktual Pembebeanan Biaya4 Departemen Audit 1$.222 halaman, Departemen Pajak 0+.2222, dan Departemen "A adalah -umlah .alaman 8 7 /2,2$( Audit Pajak "A %otal /$.!!0 !.)1+ $.0)+ /0.$+0 Alokasi Biaya %etap / +.$(6 !).1$6 0.2$) / $0.!12 : %otal Pembebanan / 5.(+) !0.)$( 6.001 /($.))0 !!+.222 .alaman, maka perhitungan pembebanannya

(. (engg%naan yang #ianggarkan +ers%s pengg%naan akt%al >etika mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi, kita mengalokasikan biaya yang dianggarkan. %erdapat dua alasan dasar pengalokasian biaya departemen pendukung, yaitu& !) untuk menghitung biaya produk yang diproduksi, dan $) untuk evaluasi kinerja departemen. Biaya Aktual digunakan untuk evaluasi kinerja. edangkan Biaya Dianggarkan digunakan untuk penetapan biaya. Prinsip umum dari evalusai kerja adalah bah'a manajer tidak boleh di bebani tanggung ja'ab atas biaya atau aktivitas yang berada di laur kendalinya. >arena para manajer departemen produksi memiliki input yang signi#ikan berkaitan dengan tingkat jasa yang di konsumsi, mereka harus di bebani tanggung ja'ab atas bagian biaya jasa mereka. Aamun, pernyataan ini, mempunyai kuali#ikasi penting4 evaluasi departemen tidak boleh dipengaruhi oleh tingkat e#isiensi yang di capai oleh departemen lain.

,. M)MILI- M)TOD) ALOKASI BIAYA D)(ART)M)N ()NDUKUNG Dalam menentukan metode alokasi biaya departemen pendukung yang digunakan, perusahaan hatus menetapkan batasan ineraksi departemen pendukung. elain itu, mereka harus menimbang biaya dan man#aat yang berhubungan dengan ketiga metode pengalokasian biaya, yakni 4 .. Meto#e Alokasi langs%ng

Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

Adalah metode paling sederhana dan paling langsung mengalokasikan biaya departemen pendukung. Biaya jasa variabel dialokasikan langsung ke departemen produksi secara proporsional terhadap masing-masing departemen pengguna jasa. Biaya tetap juga dialokasikan langsung kepada departemen produksi, tetapi berdasarkan proporsi pada kapasitas normal atau praktis departemen produksi. Data ,ntuk "engilustrasikan "etode Alokasi&
Departe en (en#%k%ng Listrik Biaya lngsung Aktivitas normal & >illo'at-jam -am pemeliharaan !.222 $22.222 022.222 ).+22 $22.222 ).+22 /$+2.222 (e eli!araan /!02.222 Departe en (ro#%ksi (enggerin#aan /!22.222 (eraktitan /02.222

Bontoh Perhitungan "etode Alokasi Cangsung&


Cangkah ! "enghitung ?asio Alokasi Penggerindaan Peraktitan 2,5+ 2,+2 2,$+ 2,+2

Cistrik &

Pemeliharaan &

022.222 (022.222 8 $22.222) $22.222 (022.222 8 $22.222) ).+22 ().+22 8 ).+22) ).+22 ().+22 8 ).+22)

Cangkah $ Alokasi Biaya Departemen Pendukung Dengan "enggunakan ?asio Alokasi Departemen Pendukung Departemen Produksi Cistrik Pemeliharaan Penggerindaan Perakitan /$+2.222 /!02.222 /!22.222 /02.222 ($+2.222) (!02.222) /2 !65.+22 62.222 0$.+22 62.222

Biaya Cangsung Cistrik Pemelihar aan

/2

/(05.+22

/$2$.+22

Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

/. Meto#e Ber%r%tan "etode ini mengetahui bah'a interaksi diantara Departemen pendukung telah terjadi. Akan tetapi, metode berurutan tidak secara penuh mengakui interaksi departemen pendukung. Alokasi biaya dilakukan secara tahap demi setahap mengikuti prosedur penetapan peringkat yang ditentukan terlebih dahulu. Biasanya urutanya ditentukan dengan menyusun peringkat departemen pendukung dalam suatu tatanan jumlah jasa yang diberikan, dari yang terbesar ke yang terkecil. %ingkat jasa biasanya di ukur dengan biaya langsung dari setiap departemen pendukung4 departemen dengan biaya tertinggi dinilai sebagai pemberi dana terbesar. Alokasi yang di dapatkan dengan metode berurutan . di dapatkan dengan langkah pertama adalah menghitung rasio alokasi. Perhatikan bah'a rasio alokasi untuk departemen pemeliharaan mengabaikan penggunaan oleh departemen listrik karena biayanya tidak dapat dialokasikan ke departemen pendukung. Cangkah kedua adalah mengalokasikan biaya departemen pendukung dengan menggunakan rasio alokasi yang dihitung pada langkah pertama. Perhatikan bah'a /+2.222 dari biaya departemen listrik dialokasikan ke departemen pemeliharaan. .al ini mencerminkan kenyataan bah'a departemen pemeliharaan menggunakan $2 persen output departemen listrik. ebagai akibatnya, biaya oporasi departemen pemeliharaan naik dari /!02.22 jadi /$!2.222.

Cistrik &

$22.222 ($22.222 8 022.222 8 $22.222) 022.222 ($22.222 8 022.222 8 $22.222) $22.222 ($22.222 8 022.222 8 $22.222) Pemeliharaan ).+22 ().+22 8 ).+22) & ).+22 ().+22 8 ).+22)

Cangkah ! "enghitung ?asio Alokasi Pemeliharaan Penggerindaan Perakitan 2,$2 2,02 2,+2 2,$2 2,+2

Cangkah $ Alokasi Biaya Departemen Pendukung Dengan "enggunakan ?asio Alokasi Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost) Departemen Pendukung Cistrik Pemeliharaan /$+2.222 /!02.222 ($+2.222) +2.222 ($!2.222) /2 /2 Departemen Produksi Penggerindaan Perakitan /!22.222 /02.222 !+2.222 +2.222 !2+.222 !2+.222 $!+.222 /(++.222

Biaya Cangsung Cistrik Pemeliharaan

0. Meto#e ti $al $alik "etode ini mengakui semua interaksi di antara deprtemen pendukung. "enurut metode ini salah satu departemen pendukung menggunakan angka departemen lain dalam menentukan total biaya setiap departemen pendukung dimana total biaya mencerminkan interksi antara departemen pendukung. -adi, total biaya yang baru dari departemen pendukung dialokasikan ke departemen produksi. %otal biaya departemen pendukung. %otal biaya pendukung adalah jumlah dari biaya langsung ditambah proposisi biaya yang diterima dari departemen pendukung lainnya. Persamaan biaya untuk setiap departemen pendukung dapat diperlihatkan sebagai berikut P : Biaya langsung 8 Bagian dari biaya pemeliharaan : /$+2.222 8 2,!2M (persamaan biaya listrik) M : Biaya langsung 8 Biaya dari baya listrik : /!02.222 8 2,$2P (persamaan biaya pemeliharaan) Data untuk mengilustrasikan metode timbal balik (5.$) (5.!)

Departemen Pendukung Cistrik Pemeliharaan Biaya Cangsung& %etap Darabel %otal Aktivitas Aormal >ilo'att-jam -am pemeliharaan /$22.222 +2.222 /$+2.222 /!22.222 02.222 /!02.222

Departemen Produksi Penggerindaan Perakitan /62.222 $2.222 /!22.222 /+2.222 !2.222 /02.222

$22.222 022.222 $22.222 !.222 ).+22 ).+22 Proporsi Eutput yang Digunakan oleh Departemen Cistrik Pemeliharaan Penggerindaan Perakitan 2,!2 2,$2 2,02 2,)+ 2,$2 2,)+

?asio Alokasi& Cistrik Pemeliharaan

Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

Persamaan biaya listrk (5.!) dan persamaan biaya pemeliharaan (5.$) dapat diselesaikan secara simultan untuk menghasilkan total biaya setiap departemen pendukung. Dengan persamaan 4 " " 2,16" " listrik. P : /$+2.222 8 2.!2 (/$!).$60) : /$+2.222 8 /$!.)$1 : /$5!.)$1 Alokasi Departemen Produksi. etelah total biaya setiap departemen pendukung diketahui, alokasi kedepartemen produksi dapat diketahui. Alokasi ini, berdasarkan proporsi output yang digunakan oleh setiap departemen produksi. %otal biaya yang dialokasikan kedepartemen produksi (dari listrik dan pemeliharaan) sama dengan /)!2.222, yaitu total biaya langsung dari dua depatemen pendukung (/$+2.222 8 /!02.222).
Departemen Pendukung Biaya Cangsung Cistrik Pemeliharaan %otal Cistrik /$+2.222 ($5!.)$1) $!.)$1 / 2 Pemeliharaan /!02.222 +).$60 ($!.)$1) /2 Departemen Produksi Pengasahan /!22.222 !0$.6+5 10.)$1 /(+1.$60 Perakitan /02.222 +).$60 10.)$1 /$!2.5!+

: /!02.222 8 2,$2 (/$+2.222 8 2,!2") : /!02.222 8 /+2.222 8 2,2$ " : /$!2.222 : /$!).$60 Dengan mensubsidikan niai untuk " ini kepersamaan 5.! dihasilkan total biaya untuk

D. TARI1 O2)R-)AD D)(ART)M)N DAN ()R-ITUNGAN BIAYA (RODUK %ari# biaya overhead dihitung dengan menembahkan biaya pendukung yang dialokasikan ke biaya overhead yang secara langsung dapat ditelusuri pada departemen produksi dan membaginya dengan beberapa ukuran aktivitas, seperti jam tenaga kerja langsung atau jam mesin. "isalnya dari contoh alokasi berurutan total biaya overhead departemen pengesahan adalah /(++.222, dan asumsikan bah'a jam mesin adalah dasar untuk pembebanan overhead ke produk dengan aktivitas normal sebesar 5!.222 jam mesin, maka tari# biaya overhead departemen pengesahan adalah& %ari# overhead pengesahaan :
Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

/(++.222 5!.222 jam "esin / + per jam mesin

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost)

10

Dengan cara yang sama, total biaya overhead departemen perakitan sebesar / $!+.222, dan diasumsikan tingkat aktivitas normal sebesar !25.+22 jam tenaga kerja, maka tari# biaya overhead di departement perakitan adalah& %ari# overhead perakitan /$!+.222 !25.+22 jam tenaga kerja : / $ per jam tenaga kerja Dengan menggunakan tari# F tari# ini, biaya produk per unit dapat ditentukan. ebagai :

gambaran, anggaplah bah'a suatu produk membutuhkan dua jam mesin pengasahan dan satu jam perakitan untuk satu unit yang diproduksi. Biaya overhead yang dibebankan ke satu unit produk ini menjadi /!$ ;($ 9 / +) 8 (!9 / $)<. -ika produk yang sama menggunakan bahan baku senilai / !+ dan tenaga kerja sebesar / 0 (ditotal dari Pengesahan dan Perakitan), maka biaya total per unit adalah / (( (/ !$ 8 / !+ 8 / 0).

). ()NTINGNYA ALOKASI JOINT ,OST


!) Biaya bersama dapat digunakan untuk menentukan nilai persediaan dan perhitungan harga pokok produk untuk pelaporan eksternal menurut standar akuntansi keuangan. $) Biaya bersama berman#aat dalam penentuan nilai persediaan untuk keperluan asuransi. MASALA- YANG DI-ADA(I DALAM ALOKASI JOINT ,OST "asalah pokok yang dihadapi dalam mengalokasikan biaya produk bersama adalah karena si#atnya yang indivisible artinya biaya produk bersama tidak dapat diidenti#ikasikan secara spesi#ik dengan setiap jenis produk yang dihasilkan secara simultan melalui proses produksinya. Eleh karena itu metode alokasi yang tepat harus dipakai sebagai dasar dalam mengalokasikan biaya bersama (joint cost) kepada masingmasing produk. %erdapat tiga alternati# pendekatan yang dipakai sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya bersama kepada setiap jenis produk yang dihasilkan yaitu& A. Pendekatan harga jualGharga pasar B. Pendekatan atuan atau ,nit Produksi B. Pendekatan .arga Pokok per ,nit. A. ()ND)KATAN -ARGA JUAL Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling populer. Asumsi dari pendekatan ini bah'a ada korelasi positi# antara harga jual setiap produk dengan harga pokoknya. "etode ini dikenal juga sebagai nilai bersih yang dapat direalisasi. Ailai bersih yang dapat direalisasi ini merupakan estimasi nilai jual Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost) setiap produk pada titik pisah (split o##). "enurut pendekatan ini pengalokasian biaya bersama dapat menimbulkan situasi& !. .arga jual sudah diketahui saat spilt o##. $. .arga jual belum diketahui saat spilt o##. 3.4 -arga J%al s%#a! #iketa!%i saat split o** "enurut pendekatan ini biaya bersama dialokasikan ke tiap-tiap produk dengan cara membagi total nilai harga jual setiap produk dengan total nilai harga jual produk yang diproduksi, kemudian hasilnya dikalikan dengan total biaya bersama. 3/4 -arga J%al ti#ak #iketa!%i pa#a saat split o** .arga jual produk bersama pada saat split o## sangat mungkin tidak diketahui terutama sekali bila produk tersebut masih memerlukan proses lebih lanjut. Dalam keadaan ini harga jual produk pada saat menjadi produk selesai (setelah diproses lebih lanjut) tetap harus diketahui. .arga jual produk bersama dalam hal ini disebut harga jual hipotetis..arga jual hipotetis adalah harga jual produk selesai setelah diproses lebih lanjut dikurangi biaya yang dikeluarkan untuk memproses lebih lanjut produk bersama yang telah terpisah (split o##). B. ()ND)KATAN SATUAN ATAU UNIT 1ISIK "enurut pendekatan ini dasar alokasi dari biaya bersama adalah jumlah kuantitas yang diproduksi untuk masing-masing produk. Persyaratan dalam pendekatan ini satuan unit kuantitas harus sama seperti unit, ton, kilogram, meter, dsb. "etode ini digunakan bila harga produk keluaran sangat cepat berubah atau banyak pemrosesan yang terjadi antara titik pisah dan titik tera'al suatu produk dapat dijual atau bila harga produk tidak tersedia di pasar. Bara perhitungan alokasi biaya bersama yaitu dengan membagi jumlah kuantitas masingmasing produk dengan jumlah total kuantitas produk dan hasilnya dikalikan dengan total biaya bersama. Bila produk yang dihasilkan tidak diproses lebih lanjut, maka perhitungan harga pokok per unit akan diperoleh hasil yang sama. B. ()ND)KATAN -ARGA (OKOK ()R UNIT Ada dua cara untuk menghitung harga pokok per unit yaitu& !. ?ata-rata ederhana $. ?ata-rata %ertimbang Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3

11

Penentuan Biaya per Unit (Biaya Departemen Penunjang & Alokasi Joint Cost) 3.4 Rata5rata se#er!ana .arga pokok per unit dihitung dengan membagi total biaya bersama dengan total kuantitas yang diproduksi. Alokasi biaya bersama diperoleh dari harga pokok per unit dikalikan jumlah kuantitas masing-masing produk. 3/4 Rata5rata terti $ang "etode rata-rata tertimbang dipakai untuk produksi bersama yang memiliki nilai yang berbeda dari masing-masing jenis produksinya. Dasar perhitungan dalam metode ini adalh jumlah kuantitas dari masing-masing produk dikalikan dengan #aktor penimbangnya. K)(UTUSAN M)NJUAL ATAU M)M(ROS)S L)BI- LANJUT Banyak perusahaan mempunyai peluang untuk menjual produk yang baru diproses sebagian pada berbagai tahap produksi. Atas dasar inilah, manajemen harus memutuskan apakah lebih menguntungkan jika menjual keluaran pada suatu pertengahan atau memprosesnya lebih lanjut. >eputusan untuk menjual atau memproses produk lebih lanjut membutuhkan in#ormasi di#erensial yaitu pendapatan di#erensial setelah pemrosesan lebih lanjut dan biaya tambahan untuk memproses lebih lanjut. Apabila pendapatan di#erensial memproses lebih lanjut melebihi biaya di#erensialnya, maka manajemen memilih alternati# memproses produknya lebih lanjut dan sebaliknya apabila pendapatan di#erensial memproses lebih lanjut lebih rendah dari biaya di#erensialnya, maka manajemen langsung menjual produknya.

12

Akuntansi Manajemen & Biaya Pertemuan 3