Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN Psoriasis mungkin adalah salah satu penyakit yang sudah lama ditemukan pada manusia dan

merupakan penyakit yang juga menimbulkan banyak tanda tanya dalam diagnosisnya. Pada jaman dahalu psoriasis dimasukkan dalam kategori salah satu variasi dari lepra. Pada abad ke-18, ahli dermatologi Inggris, Robert Willan dan Thomas ateman membedakan psoriasis dengan penyakit kulit lainnya. !ikatakan bah"a pada lepra kelainan pada kulit berupa e#loresensi yang regular, ma$ula yang sirkular sementara pada psoriasis selalu dalam bentuk yang irregular. !engan segala kebingungan yang ada, maka pada tahun 18%1, kondisi kelainan kulit tersebut dinamakan psoriasis oleh ahli dermatolgis dari &ienis, 'erman bernama (erdinand &on )ebra. *amanya diambil dari bahasa +unani ,psora- yang berarti ,gatal-. 1 Psoriasis ialah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersi#at kronik dan residi#, ditandai dengan adanya ber$ak-ber$ak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis dan transparan, disertai #enomena tetesan lilin, .uspit/, dan 0obner. 1 Psoriasis merupakan penyakit hiperproli#erati# dan in#lamasi kronis pada kulit dengan mani#estasi klinis serupa pada tiap etnik. Penyakit ini berhubungan dengan penyakit hiperproli#erati# kulit derajat ringan sampai dengan berat dan peradangan sendi. 2nset penyakit dan derajat penyakit dipengaruhi oleh usia dan genetik, dan di$etuskan oleh berbagai #aktor internal dan eksternal, seperti $edera #isik pada kulit, pengobatan sistemik, in#eksi, dan stres emosional. 0asus psoriasis makin sering dijumpai. 3eskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian tetapi menyebabkan gangguan kosmetik, terlebih-lebih mengingat bah"a perjalanannya menahun dan residi#.1 Insidens psoriasis tersebar di seluruh dunia, namun prevalensinya bervariasi pada etnik dan daerah geogra#isnya. Terapi psoriasis memiliki variasi minimal pada tiap etnik. 4

BAB II
1

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DEFINISI Psoriasis adalah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersi#at kronik dan residi#, ditandai dengan adanya ber$ak-ber$ak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis dan transparan, disertai dengan #enomena tetesan lilin, .uspit/ dan 0obner.1 2.2 EPIDEMIOLOGI 0asus psoriasis makin sering ditemukan. 3eskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian tetapi menyebabkan gangguan kosmetik terutama karena perjalanan penyakit ini bersi#at menahun dan residi#. Insidens pada orang kulit putih lebih tinggi daripada penduduk kulit ber"arna. !i 5ropa dilaporkan sebanyak 4-67, di .merika 8erikat 1-17 sedangkan di 'epang 9.:7. Pada bangsa berkulit hitam, misalnya di .#rika jarang dilaporkan demikian pula pada suku Indian di .merika. 1 Psoriasis dapat terkena pada pria maupun "anita. Insidens pria sedikit lebih tinggi daripada "anita. Psoriasis terdapat pada semua golongan usia tetapi umumnya pada orang de"asa dengan usia antara 1; < 1; tahun.1 2nset usia pada psoriasis tipe dini dengan pun$ak usia 11,; tahun =pada anak, usia onset rata-rata 8 tahun>. ?ntuk tipe lambat, mun$ul pada usia ;; tahun. 2nset dini memprediksikan derajat penyakit dan penyakit yang menahun, dan biasanya disertai ri"ayat psoriasis pada keluarga. Tidak terdapat perbedaan insidens antara pria dan "anita.4 Psoriasis mempengaruhi 1,; < 17 populasi dari negara barat. !i .merika 8erikat, terdapat 4 sampai ; juta orang menderita psoriasis. 0ebanyakan dari mereka menderita psoriasis lokal, tetapi sekitar 499.999 orang menderita psoriasis generalisata.%

2.3 ETIOPATOGENESIS

?ntuk beberapa dekade, psoriasis merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperplasia sel epidermis dan in#lamasi dermis. 0arakteristik tambahan berdasarkan perubahan histopatologi yang ditemukan pada plak psoriatik dan data laboratorium yang menjelaskan siklus sel dan "aktu transit sel pada epidermis. 5pidermis pada plak psoriasis menebal dan hiperplastik, dan terdapat maturasi inkomplit sel epidermal di atas area sel germinati#. Replikasi yang $epat dari sel germinati# sangat mudah dikenali, dan terdapat pengurangan "aktu untuk transit sel melalui sel epidermis yang tebal. .bnormalitas pada vaskularisasi kutaneus ditandai dengan peningkatan jumlah mediator in#lamasi, yaitu lim#osit, polimor#onuklear, leukosit, dan makro#ag, terakumulasi di antara dermis dan epidermis. 8el-sel tersebut dapat menginduksi perubahan pada struktur dermis baik stadium insial maupun stadium lanjut penyakit.4

@ambar 1. Patogenesis kelainan kulit pada psoriasis 8umberA httpABB""".psoriasis.or.idBpsoriasisCpustular.php Terdapat beberapa #a$tor yang berperan sebagai etiologi psoriasis, diantaranya adalah sebagai berikutA 1. Faktor Genetik 8ekitar 1B4 orang yang terkena psoriasis melaporkan ri"ayat penyakit keluarga yang juga menderita psoriasis. Pada kembar mono/igot resiko menderita psoriasis adalah sebesar 697 bila salah seorang menderita psoriasis. 1 ila orangtua tidak menderita psoriasis maka risiko mendapat psoriasis sebesar 117, sedangkan bila salah satu orang

tua menderita psoriasis maka risiko terkena psoriasis meningkat menjadi 4%-4D7. erdasarkan a"itan penyakit dikenal dua tipe yaituA Psoriasis tipe I dengan a"itan dini dan bersi#at #amilial Psoriasis tipe II dengan a"itan lambat dan bersu#at non#amilial

)al lain yang menyokong adanya #a$tor geneti$ adalah bah"a psoriasis berkaitan dengan )E.. Psoriasis tipe I berhubungan dengan )E.- 14, dengan )E.- 16. 2. Faktor I !no"o#ik !e#ek geneti$ pada psoriasis dapat diekspresikan pada salah satu dari ketiga jenis sel yaitu lim#osit T, sel penyaji antigen =dermal> atau keratinosit. 0eratinosit psoriasis membutuhkan stimuli untuk aktivasinya. Eesi psoriasis matang umumnya penuh dengan sebukan lim#osit T di dermis yang terutama terdiri atas lim#osit T F!% dengan sedikit sebukan lim#ositik dalam epidermis. 8edangkan pada lesi baru pada umumnya lebih didominasi oleh sel lin#osit T F!8. Pada lesi psoriasis terdapat sekitar 16 sitokin yang produksinya bertambah. 8el Eangerhans juga berperan dalam imunopatogenesis psoriasis. Terjadinya proli#erasi epidermis dimulai dengan adanya pergerakan antigen baik endogen maupun eksogen oleh sel langerhans. Pada psoriasis pembentukan epidermis = turn over time) lebih $epat, hanya 4-% hari, sedangkan pada kulit normal lamanya 16 hari. *i$kolo## =1DD8> berkesimpulan bah"a psoriasis merupakan penyakit autoimun. Eebih D97 dapat mengalami remisi setelah diobati dengan imunosupresi#. erbagai #a$tor pen$etus pada psoriasis yang disebutkan dalam kepustakaan diantaranya adalah stress psikis, in#eksi #okal, trauma =(enomenan 0obner>, endokrin, gangguan metaboli$, obat, al$ohol dan merokok. 8tress psikis merupakan #a$tor pen$etus utama. In#eksi #okal mempunyai hubungan yang erat dengan salah satu jenis psoriasis yaitu psoriasis gutata, sedangkan hubungannya dengan psoriasis vulgaris tidak jelas. Pernah dilaporkan kesembuhan psoriasis gutata setelah dilakukan tonsilektomi. ?mumnya in#eksi disebabkan oleh Streptococcus. (aktor endokrin umumnya berpengaruh pada perjalan
4

16,

";6 dan F":. Psoriasis

tipe II berkaitan dengan )E.- 16 dan F"1, sedangkan psoriasis pustulosa berkaitan

penyakit. Pun$ak insidens psoriasis terutama pada masa pubertas dan menopause. Pada "aktu kehamilan umumnya membaik sedangkan pada masa postpartum umumnya memburuk. @angguan metabolisme seperti dialysis dan hipokalsemia dilaporkan menjadi salah satu #a$tor pen$etus. 2bat yang umumnya dapat menyebabkan residi# ialah beta adrenergic blocking agents, litium, anti malaria dan penghentian mendadak steroid sistemik. 1 .da beberapa #aktor predisposisi yang dapat menimbulkan penyakit ini, yaituA 1. (aktor herediter bersi#at dominan otosomal dengan penetrasi tidak lengkap. 1. (aktor-#aktor psikis, seperti stres dan gangguan emosi. Penelitian menyebutkan bah"a :87 penderita psoriasis menyatakan stress, dan kegelisahan menyebabkan penyakitnya lebih berat dan hebat. 4. In#eksi #okal. In#eksi menahun di daerah hidung dan telinga, tuberkulosis paru, dermatomikosis, arthritis dan radang menahun ginjal. %. Penyakit metaboli$, seperti diabetes melitus yang laten. ;. @angguan pen$ernaan, seperti obstipasi. :. (aktor $ua$a. eberapa kasus menunjukkan tendensi untuk menyembuh pada musim

panas, sedangkan pada musim penghujan akan kambuh dan lebih hebat. ; 2.$ GEJALA KLINIS 0eadaan umum tidak dipengaruhi, ke$uali pada psoriasis yang menjadi eritroderma. 8ebagian pasien mengeluh gatal ringan. Tempat predileksi pada s$alp, perbatasan s$alp dengan "ajah, ektremitas terutama bagian ekstensor di bagian siku dan lutut serta daerah lumbo sa$ral.

@ambar 1. Eetak Predileksi Psoriasis 8umberA httpABB""".psoriasis.or.idBpsoriasisCpustular.php 0elainan kulit terdiri dari ber$ak-ber$ak eritema yang meninggi =plak> dengan skuama diatasnya. 5ritema sirkumskripta dan merata, tetapi pada masa penyembuhan seringkali eritema di tengah menghilang dan hanya terdapat di pinggir. 8kuama berlapislapis, kasar dan ber"arna putih seperti mika serta transparan. esar kelainan bervariasi, bisa lentikular, numular, plakat dan dapat berkon#luensi. 'ika seluruhnya atau sebagian besar berbentuk lentikular disebut psoriasis gutata, biasanya pada anak-anak, de"asa muda dan terjadi setelah in#eksi oleh Streptococcus.1 Eesi primer pada pasien psoriasis dengan kulit yang $erah adalah merah, papul dan berkembang menjadi kemerahan, plak yang berbatas tegas. Eokasi plak pada umumnya terdapat pada siku, lutut, skalp, umbilikus, dan intergluteal. Pada pasien psoriasis dengan kulit gelap, distribusi hampir sama, namun papul dan plak ber"arna keunguan dengan sisik abu-abu. Pada telapak tangan dan telapak kaki, berbatas tegas dan mengandung pustule steril dan menebal pada "aktu yang bersamaan. 4 Pada psoriasis terdapat #enomena tetesan lilin, .uspit/ dan 0obner =isomor#ik>. 0edua #enomena yaitu tetesan lilin dan .uspit/ dianggap khas, sedangkan 0obner dianggap tidak khas, hanya kira-kira %67 dari yang positi# dan didapat pula pada penyakit lain., misalnya Eiken Planus dan &eruka plana juvenilis. (enomena tetesan lilin ialah skuama yang berubah "arnanya menjadi putih pada goresan seperti lilin yang digores, disebabkan oleh perubahan indeks bias. Fara menggoresnya bisa dengan pinggir gelas alas. Pada #enomena .uspit/ tampak serum atau darah berbintik-bintik yang disebabkan oleh papilomatosis. Fara mengerjakannya adalah dengan $ara skuama yang berlapis-lapis itu dikerok dengan ujung gelas alas. 8etelah skuama habis maka pengerokan harus dilakukan dengan pelan-pelan karena jika terlalu dalam tidak tampak perdarahan yang berupa bintik-bintik melainkan perdarahan yang merata. Trauma pada kulit penderita psoriasis misalnya trauma akibat garukan dapat menyebabkan kelainan

kulit yang sama dengan psoriasis dan disebut dengan #enomena 0obner yang timbul kirakira setelah 4 minggu. Psoriasis juga dapat menyebabkan kelainan kuku yakni sebanyak kira-kira ;97 yang agak khas yaitu yang disebut dengan pitting nail atau nail pit yang berupa lekukanlekukan miliar. 0elainan yang tidak khas yaitu kuku yang keruh, tebal, bagian distalnya terangkat karena terdapat lapisan tanduk diba"ahnya =hyperkeratosis subungual> dan onikolisis. !isamping menimbulkan kelainan pada kulit dan kuku, penyakit ini dapat pula menimbulkan kelainan pada sendi. ?mumnya bersi#at poliartikular, tempat predileksinya pada sendi inter#alangs distal dan terbanyak terdapat pada usia 49-;9 tahun. 8endi membesar kemudian terjadi ankilosis dan lesi kistik subkorteks. 0elainan pada mukosa jarang ditemukan.1

@ambar 4. Psoriasis pada sendi 8umberA httpABB""".psoriasis.or.idBpsoriasisCpustular.php 2.% BENTUK KLINIS 1. P&oria&i& '!"#ari& entuk ini adalah yang la/im terdapat karena itu disebut psoriasis vulgaris. !inamakan juga tipe plak karena lesi-lesinya pada umumnya berbentuk plak. Tempat predileksinya yaitu pada s$alp, perbatasan s$alp dengan "ajah, ekstremitas terutama bagian ekstensor yaitu lutut, siku dan daerah lumbosakral.

@ambar %. Psoriasis vulgaris 8umberA .tlas o# !ermatology in Internal 3edi$ine 2. P&oria&i& G!tata !iameter kelainan biasanya tidak melebihi 1 $m. Timbulnya mendadak dan diseminata, umumya setelah in#eksi Streptococcus di saluran napas bagian atas sehabis in#luen/a atau morbili terutama pada anak dan de"asa muda. 8elain itu juga dapat timbul setelah in#eksi yang lain baik ba$terial maupun viral.

@ambar ;. Psoriasis @utata 8umberA .tlas o# !ermatology in Internal 3edi$ine

3. P&oria&i& In(er&a ) P&oria&i& F"ek&!ra"* Psoriasis ini mempunyai tempat predileksi di daerah #leksor sesuai dengan namanya.

@ambar :. Psoriasis Inversa 8umberA ? F !ermatology. !iunduh dariA httpABB""".derm.ub$.$aB

$. P&oria&i& Ek&!+ati(a entuk ini sangat jarang. iasanya kelainan pada psoriasis itu dalam bentuk

kering, tetapi pada jenis ini kelaianannya bersi#at eksudati# seperti pada dermatitis akut.

%. P&oria&i& Se,oroik @ambaran klinis psoriasis seboroik merupakan gabungan antara psoriasis dan dermatitis seboroik, skuama yang biasanya kering menjadi agak berminyak dan agak lunak. 8elain berlokasi pada tempat yang la/im, juga terdapat pada tempat seboroik.

@ambar 6. Psoriasis 8eboroik 8umberA httpABB""".healthinplainenglish.$omBB

-. P&oria&i& P!&t!"o&a .da 1 pendapat mengenai psoriasis pustulosa, pertama dianggap sebagai penyakit tersendiri, kedua dianggap sebagai varian psoriasis. Terdapat 1 bentuk psoriasis pustulosa yaituA a. P&oria&i& P!&t!"o&a Pa" o."antar )Bar,er* Psoriasis pustulosa palmoplantar bersi#at kronik dan residi#, mengenai telapak tangan atau telapak kaki atau keduanya. 0elainan kulit berupa kelompokkelompok pustule ke$il steril dan dalam, di atas kulit yang eritematosa, disertai rasa gatal.

10

@ambar 8. Psoriasis Pustulosa Palmoplantar = arber> 8umberA httpABB"""."ikimedia.orgBB ,. P&oria&i& P!&t!"o&a Genera"i&ata Ak!t )'on /! ,!&01* Psoriasis pustulata generalisata akut =von Gumbus$h> dapat ditimbulkan oleh berbagai #aktor provokati#, misalnya obat yang tersering karena penghentian kortikosteroid sistemik. 2bat lain $ontohnya, penisilin dan derivatnya, serta antibiotik betalaktam yang lain, hidroklorokuin, kalium iodide, mor#in, sul#apiridin, sul#onamide, kodein, #enilbutason, dan salisilat. (aktor lain selain obat ialah hipokalsemia, sinar matahari, alkohol, stres emosional, serta in#eksi bakterial dan virus. Penyakit ini dapat timbul pada penderita yang sedang atau telah mendapat psoriasis. !apat pula mun$ul pada penderita yang belum pernah menderita psoriasis. @ejala a"alnya ialah kulit nyeri, hiperalgesia disertia gejala umum berupa demam,malese, nausea, anoreksia. Plak psoriasis yang telah ada makin eritematosa. 8etelah beberapa jam timbul banyak plak edematosa dan eritematosa pada kulit yang normal. !alam beberapa jam timbul banyak pustul miliar pada plak-plak tersebut. !alam sehari pustul-pustul berkon#luensi membentuk lake of pus berukuran beberapa $m.1 Pustul besar spongio#orm terjadi akibat migrasi neutro#il ke atas stratum malphigi, di mana neutro#il ini beragregasi di antara keratinosit yang menipis dan berdegenerasi.4 0elainan-kelainan sema$am itu akan terus menerus dan dapat menjadi eritroderma. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis, kultur pus dari pustul steril.

11

@ambar D. Psoriasis pustulata generalisata akut =von Gumbus$h> 8umberA ? F !ermatology. !iunduh dariA httpABB""".derm.ub$.$aB 2. Eritro+er a .&oriati0 Psoriasis eritroderma dapat disebabkan oleh pengobatan topi$al yang terlalu kuat atau karena penyakitnya sendiri yang meluas. iasanya lesi yang khas untuk psoriasis tidak tampak lagi karena terdapat eritema dan skuama tebal universal. .dakalanya lesi psoriasis masih tampak samar-samar yakni lebih eritematosa dan kulitnya lebih meninggi. 1,:

@ambar 19. Psoriasis eritroderma 8umberA ? F !ermatology. !iunduh dariA httpABB""".derm.ub$.$aB

12

2.- HISTOPATOLOGI Psoriasis memberikan gambaran histopatologik yang khas yakni parakeratosis dan akantosis. Pada stratum spinosum terdapat kelompok leukosit yang disebut abses 3unro. 8elain itu terdapat pula papilomatosis dan vasodilatasi di subepidermis.1 .ktivitas mitosis sel epidermis tampak begitu tinggi, sehingga pematangan keratinisasi sel-sel epidermis terlalu $epat dan stratum korneum tampak menebal. !i dalam sel-sel tanduk ini masih ditemukan inti sel =parakeratosis>. !i dalam stratum korneum dapat ditemukan kantong-kantong ke$il yang berisikan sel radang polimor#onuklear yang dikenal sebagai mikro abses 3unro. Pada pun$ak papil dermis didapati pelebaran pembuluh darah ke$il yang disertai oleh sebukan sel radang lim#osit dan monosit.; 2.2 DIAGNOSIS BANDING 'ika gambaran klininya khas, tidaklah susah untuk menegakkan diagnosis psoriasis. 'ika tidak khas maka harus dibedakan dengan beberapa penyakit lain yang tergolong dalam dermatosis eritroskuamosa. !alam mendiagnosis psoriasis perlu diperhatikan menganai $irri khas psoriasis yaitu skuama kasar, transparan serta berlapislapis disertai #enomena tetesan lilin, .uspit/ dan 0obner. Pada stadium penyembuhan dapat ditemukan eritema yang hanya terdapat di pinggir sehingga menyerupai dermato#itosis. Perbedaanya adalah terdapat keluhan yang sangat gatal pada dermato#itosis dan pada pemeriksaan sediaan langsung ditemukan adanya jamur. 8i#ilis stadium II dapat menyerupai psoriasis dan disebut si#ilis psoria#ormis. Perbedaanya adalah pada si#ilis terdapat ri"ayat hubungan seksual dengan tersangka yang juga menderita si#ilis, pembesaran 0@ menyeluruh dan tes serologi$ untuk si#ilis
13

positi#. !ermatitis seboroik berbeda dengan psoriasis karena skuamanya berminyak dan kekuning-kuningan dan tempat predileksinya pada tempat yang seboroik.1 Psoriasis gutata akut didiagnosis banding dengan erupsi obat makulopapular, si#ilis sekunder dan pityriasis rosea. Plak dengan sisik ke$il didiagnosis banding dengan dermatitis seboroik, likenplanus kronis simpleks, tinea korporis, dan mikosis #ungoides. Psoriasis dengan plak luas didiagnosis banding dengan tinea korporis dan mikosis #ungoides. Psoriasis pada daerah skalp didiagnosis banding dengan tinea kapitis dan dermatitis seboroik. Psoriasis inverse didiagnosis banding dengan tinea, kandidiasis, intertrigo, penyakit Paget ekstramamme. Psoriasis pada kuku didiagnosis banding dengan onikomikosis.% 2.3 PENGOBATAN 8e$ara garis besar, pengobatan pada psoriasis terdiri dari pengobatan se$ara sistemik, pengobatan se$ara topi$al, terapi penyinaran dengan P?&. dan pengobatan dengan $ara @oe$kman. 1. Pen#o,atan Si&te ik a. Kortiko&teroi+ 0ortikosteroid dapat mengontrol psoriasis dengan dosis ekuivalen prednisone 49mg per hari. 8etelah membaik dosis diturunkan perlahan-lahan lalu diberikan dosis pemeliharaan. Penghentian obat se$ara mendadak akan menyebabkan kekambuhan dan dapat terjadi psoriasis pustulosa generalisata. 1 ,. O,at Sito&tatik 2bat sitistatik yang biasa digunakan adalah metotreHate. 2bat ini bekerja dengan $ara menghambat en/im dihidro#olat reduktase, sehingga menghambat sintesis timidilat dan purin. 2bat ini menunjukkan hambatan replikasi dan #ungsi sel T dan mungkin juga sel karena adanya e#ek hambatan sintesis. 6

Indikasinya ialah untuk psoriasis, psoriasis pustulosa, psoriasis arthritis dengan lesi kulit dan eritroderma karena psoriasis yang sukar terkontrol dengan
14

obat standar. 0ontraindikasinya ialah bila terdapat kelainan hepar, ginjal, system hematopoetik, kehamilan, penyakit in#eksi akti# =misalnya T F, ?lkus peptikum, $olitis ulserosa dan psikosis>. Pada a"alnya metotreHate diberikan dengan dosis inisial ; mg per orang dengan psoriasis untuk melihat apakah ada gejala sensitivitas atau gejala toksik. 'ika tidak terjadi e#ek yang tidak diinginkan maka 3TI diberikan dengan dosis 4 H 1.;mg dengan interval 11 jam selama 1 minggu dengan dosis total 6.;mg. 'ika tidak ada perbaikan maka dosis dinaikkan 1,; - ; mg per minggu dan biasanya dengan dosis 4 H ; mg akan tampak ada perbaikan. Fara lain adalah dengan pemberian 3TI i.m dosis tunggal sebesr 6,; < 1; mg. Tetapi dengan $ara ini lebih banyak menimbulkan reaksi sensitivitas dan reaksi toksik. 'ika penyakit telah terkontrol maka dosis perlahan diturunkan dan diganti ke pengobatan se$ara topi$al. 8etiap 1 minggu dilakukan pemeriksaan hematologi$, urin lengkap, #ungsi ginjal dan #ungsi hati. ila jumlah leukosit J 4;99BuE maka pemberian 3TI dihentikan. ila #ungsi hepar baik maka dilakukan biopsy hepar setiap kali dosis men$apai dosis total 1,; gram, tetapi bila #ungsi hepar abnormal maka dilakukan biopsy hepar bila dosis total men$apai 1 gram. 5#ek samping dari penggunaan 3TI adalah nyeri kepala, alope$ia, saluran $erna, sumsul tulang, hepar dan lien. Pada saluran $erna berupa nausea, nyeri lambung, stomatitis ul$erosa dan diare. Pada reaksi yang hebat dapat terjadi enteritis hemoragik dan per#orasi intestinal. !epresi sumsum tulang menyebabkan timbulnya leu$openia, trombositopenia dan kadang-kadang anemia. Pada hepar dapat terjadi #ibrosis dan sirosis. 0. Le(o+o.a Eevodopa sebenarnya dipakai untuk penyakit Parkinson. Pada beberapa pasien Parkinson yang juga menderita psoriasis dan diterapi dengan levodopa menunjukkan perbaikan. erdasarkan penelitian, Eevodopa menyembuhkan sekitar %97 pasien dengan psoriasis. !osisnya adalah 1 H 1;9 mg < 4 H 1;9 mg.

15

5#ek samping levodopa adalah mual, muntah, anoreksia, hipotensi, gangguan psikis dan gangguan pada jantung. +. Dia ino+i4eni"&!"4on !iaminodi#enilsul#on =!!8> digunakan pada pengobatan psoriasis pustulosa tipe arber dengan dosis 1 H 199 mg sehari. 5#ek sampingnya adalah anemia hemolitik, methemoglobinuria dan agranulositosis. e. Etretinat 5 A&itretin 5tretinat merupakan retinoid aromatik, derivat vitamin . digunakan bagi psoriasis yang sukar disembuhkan dengan obat-obat lain mengingat e#ek sampingnya. 5tretinat e#ekti# untuk psoriasis pustular dan dapat pula digunakan untuk psoriasis eritroderma. Pada psoriasis obat tersebut mengurangi proli#erasi sel epidermal pada lesi psoriasis dan kulit normal. !osisnya bervariasi A pada bulan pertama diberikan 1mgBkgbbBhari, jika belum terjadi perbaikan dosis dapat dinaikkan menjadi 1K mgBkgbbBhari. 5#ek sampingnya berupa kulit menipis dan kering, selaput lendir pada mulut, mata, dan hidung kering, kerontokan rambut, $heilitis, pruritus, nyeri tulang dan persendian, peninggian lipid darah, gangguan #ungsi hepar, hiperostosis, dan teratogenik. 0ehamilan hendaknya tidak terjadi sebelum 1 tahun setelah obat dihentikan. .sitretin =neotigason> merupakan metabolit akti# etretinat yang utama. 5#ek sampingnya dan man#aatnya serupa dengan etretinat. 0elebihannya, "aktu paruh eliminasinya hanya 1 hari, dibandingkan dengan etretinat yang lebih dari 199 hari. 1 4. Sik"o&.orin 8iklosporin berikatan dengan siklo#ilin selanjutnya menghambat

kalsineurin. 0alsineurin adalah en/im #os#atase dependent kalsium dan memegang peranan kun$i dalam de#os#orilasi protein regulator di sitosol, yaitu *(.T$ =*u$lear (a$tor o# .$tivated T Fell>. 8etelah mengalami de#os#orilasi, *(.T$ ini mengalami translokasi ke dalam nukleus untuk mengakti#kan gen yang bertanggung ja"ab dalam sintesis sitokin, terutama IE-1. 8iklosporin juga
16

mengurangi produksi IE-1 dengan $ara meningkatkan ekspresi T@(-L yang merupakan penghambat kuat aktivasi lim#osit T oleh IE-1. 3eningkatnya ekspresi T@(-L diduga memegang peranan penting pada e#ek imunosupresan siklosporin. 6 5#eknya ialah imunosupresi#. !osisnya 1-% mgBkgbbBhari. setelah obat dihentikan dapat terjadi kekambuhan. #. Tera.i ,io"o#i0 2bat biologi$ merupakan obat yang baru dengan e#eknya memblok langkah mole$ular spesi#ik yang penting pada pathogenesis psoriasis. Fontoh obatnya adalah ale#aseb, e#ali/umab dan T*(-M-antagonist. ersi#at

ne#rotoksik dan hepatotoksik. )asil pengobatan untuk psoriasis baik, hanya

2. Pen#o,atan To.ika" a. Pre.arat Ter 2bat topikal yang biasa digunakan adalah preparat ter, yang e#eknya adalah anti radang. 3enurut asalnya preparat ter dibagi menjadi 4, yakni yang berasal dariA (osil, misalnya iktiol. 0ayu, misalnya oleum kadini dan oleum ruski. atubara, misalnya liantral dan likuor karbonis detergens

Preparat ter yang berasal dari #osil biasanya kurang e#ekti# untuk psoriasis, yang $ukup e#ekti# ialah yang berasal dari batubara dan kayu. Ter dari batubara lebih e#ekti# daripada ter berasal dari kayu, sebaliknya kemungkinan memberikan iritasi
17

juga besar. Pada psoriasis yang telah menahun lebih baik digunakan ter yang berasal dari batubara, karena ter tersebut lebih e#ekti# daripada ter yang berasal dari kayu dan pada psoriasis yang menahun kemungkinan timbulnya iritasi ke$il. 8ebaliknya pada psoriasis akut dipilih ter dari kayu, karena jika dipakai ter dari batu bara dikuatirkan akan terjadi iritasi dan menjadi eritroderma. Ter yang berasal dari kayu kurang nyaman bagi penderita karena berbau kurang sedap dan ber"arna $oklat kehitaman. 8edangkan likuor karbonis detergens tidak demikian. 0onsentrasi yang biasa digunakan 1 < ;7, dimulai dengan konsentrasi rendah, jika tidak ada perbaikan konsentrasi dinaikkan. 8upaya lebih e#ekti#, maka daya penetrasi harus dipertinggi dengan $ara menambahkan asam salisilat dengan konsentrasi 4 < ; 7. 8ebagai vehikulum harus digunakan salap karena salap mempunyai daya penetrasi terbaik. ,. Kortiko&teroi+ 0ortikosteroid topikal memberi hasil yag baik. Potensi dan vehikulum bergantung pada lokasinya. Pada skalp, muka dan daerah lipatan digunakan krim, di tempat lain digunakan salap. Pada daerah muka, lipatan dan genitalia eksterna dipilih potensi sedang, bila digunakan potensi kuat pada muka dapat memberik e#ek samping di antaranya teleangiektasis, sedangkan di lipatan berupa strie atro#ikans. Pada batang tubuh dan ekstremitas digunakan salap dengan potensi kuat atau sangat kuat bergantung pada lama penyakit. 'ika telah terjadi perbaikan potensinya dan #rekuensinya dikurangi. 0. Ditrano" )Atra"in* 2bat ini dikatakan e#ekti#. 0ekurangannya adalah me"arnai kulit dan pakaian. 0onsentrasi yang digunakan biasanya 9,1-9,8 persen dalam pasta, salep, atau krim. Eama pemakaian hanya N < K jam sehari sekali untuk men$egah iritasi. Penyembuhan dalam 4 minggu.

+. Pen#o,atan +en#an Pen6inaran


18

8eperti diketahui sinar ultraviolet mempunyai e#ek menghambat mitosis, sehingga dapat digunakan untuk pengobatan psoriasis. Fara yang terbaik ialah penyinaran se$ara alamiah, tetapi sayang tidak dapat diukur dan jika berlebihan akan memperberat psoriasis. 0arena itu digunakan sinar ultraviolet arti#isial, diantaranya sinar . yang dikenal dengan ?&.. 8inar tersebut dapat digunakan se$ara tersendiri atau berkombinasi dengan psoralen =8-metoksipsoralen, metoksalen> dan disebut P?&., atau bersama-sama dengan preparat ter yang dikenal sebagai pengobatan $ara @oe$kerman. !apat juga digunakan ?& untuk pengobatan psoriasis tipe plak, gutata,

pustular, dan eritroderma. Pada yang tipe plak dan gutata dikombinasikan dengan salep likuor karbonis detergens ; -67 yang dioleskan sehari dua kali. 8ebelum disinar di$u$i dahulu. !osis ?& pertama 11 -14 m ' menurut tipe kulit, kemudian dinaikkan berangsur-angsur. 8etiap kali dinaikkan sebagai 1;7 dari dosis sebelumnya. !iberikan seminggu tiga kali. Target pengobatan ialah pengurangan 6;7 skor P.8I =Psoriasis .rea and 8everity IndeH>. )asil baik di$apai pada 64,47 kasus terutama tipe plak. e. 7a"0i.otrio" Fal$ipotriol ialah sintetik vitamin !. Preparatnya berupa salep atau krim ;9 mgBg. Perbaikan setelah satu minggu. 5#ektivitas salep ini sedikit lebih baik daripada salap betametason 16-valerat. 5#ek sampingnya pada % < 197 berupa iritasi, yakni rasa terbakar dan tersengat, dapat pula telihat eritema dan skuamasi. Rasa tersebut akan hilang setelah beberapa hari obat dihentikan. 4. Ta8aroten 3erupakan molekul retinoid asetilinik topikal, e#eknya menghambat proli#erasi dan normalisasi petanda di##erensiasi keratinosit dan menghambat petanda proin#lamasi pada sel radang yang mengin#iltrasi kulit. Tersedia dalam bentuk gel, dan krim dengan konsentrasi 9,9; 7 dan 9,1 7. ila dikombinasikan dengan steroid topikal potensi sedang dan kuat akan memper$epat penyembuhan

19

dan mengurangi iritasi. 5#ek sampingnya ialah iritasi berupa gatal, rasa terbakar dan eritema pada 49 7 kasus, juga bersi#at #otosensiti#. #. E o"ien 5#ek emolien ialah melembutkan permukaan kulit. Pada batang tubuh =selain lipatan>, ekstremitas atas dan ba"ah biasanya digunakan salep dengan bahan dasar vaselin 1-1 kaliBhari, #ungsinya juga sebagai emolien dengan akibat meninggikan daya penetrasi bahan akti#. 'adi emolien sendiri tidak mempunyai e#ek antipsoriasis. 3. PU'A 0arena psoralen bersi#at #otoakti#, maka dengan ?&. akan terjadi e#ek yang sinergik. 3ula-mula 19 < 19 mg psoralen diberikan per os, 1 jam kemudian dilakukan penyinaran. Terdapat berma$am-ma$am bagan, di antaranya % H seminggu. Penyembuhan men$apai D47 setelah pengobatan 4 < % minggu, setelah itu dilakukan terapi pemeliharaan seminggu sekali atau dijarangkan untuk men$egah rekuren. P?&. juga dapat digunakan untuk eritroderma psoriatik dan psoriasis pustulosa. eberapa penyelidik mengatakan pada pemakaian yang lama kemungkinan akan terjadi kanker kulit. $. Pen#o,atan 7ara Goe0ker an Pada tahun 1D1; @oe$kerman menggunakan pengobatan kombinasi ter berasal dari batubara dan sinar ultraviolet. 0emudian terdapat banyak modi#ikasi mengenai ter dan sinar tersebut. +ang pertama digunakan ialah $rude $oal ter yang bersi#at #otosensiti#. Eama pengobatan % < : minggu, penyembuhan terjadi setelah 4 minggu. Ternyata bah"a ?& lebih e#ekti# daripada ?&.. 1

2.9 P:OGNOSIS

20

Psoriasis tidak menyebabkan kematian tetapi menggangu kosmetik karena perjalanan penyakitnya bersi#at kronis dan residi#. 1 Psoriasis gutata akut timbul $epat. Terkadang tipe ini menghilang se$ara spontan dalam beberapa minggu tanpa terapi. 8eringkali, psoriasis tipe ini berkembang menjadi psoriasis plak kronis. Penyakit ini bersi#at stabil, dan dapat remisi setelah beberapa bulan atau tahun, dan dapat saja rekurens se"aktu-"aktu seumur hidup. Pada psoriasis tipe pustular, dapat bertahan beberapa tahun dan ditandai dengan remisi dan eksaserbasi yang tidak dapat dijelaskan. Psoriasis vulgaris juga dapat berkembang menjadi psoriasis tipe ini. Pasien dengan psoriasis pustulosa generalisata sering diba"a ke dalam ruang ga"at darurat dan harus dianggap sebagai bakteremia sebelum terbukti kultur darah menunjukkan negati#. Relaps dan remisi dapat terjadi dalam periode bertahun-tahun.%

BAB III KESIMPULAN


21

Psoriasis adalah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersi#at kronik dan residi#, ditandai dengan adanya ber$ak-ber$ak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis dan transparan, disertai dengan #enomena tetesan lilin, .uspit/ dan 0obner. 0asus psoriasis makin sering ditemukan. 3eskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian tetapi menyebabkan gangguan kosmetik terutama karena perjalanan penyakit ini bersi#at menahun dan residi#. 5tiologi psoriasis adalah autoimun yang dipengaruhi oleh berbagai pathogenesis yang diantaranya adalah #a$tor geneti$, #a$tor imunolgis dan #a$tor-#aktor lain seperti in#eksi, metaboli$, endokrin dll. @ejala klinis psoriasis pada umumnya tidak mempengaruhi keadaan umum pasien, ke$uali pada psoriasis yang menjadi eritroderma. 8ebagian pasien mengeluh gatal ringan. Tempat predileksi pada s$alp, perbatasan s$alp dengan "ajah, ektremitas terutama bagian ekstensor di bagian siku dan lutut serta daerah lumbo sa$ral. 0elainan kulit terdiri dari ber$ak-ber$ak eritema yang meninggi =plak> dengan skuama diatasnya. 5ritema sirkumskripta dan merata, tetapi pada masa penyembuhan seringkali eritema di tengah menghilang dan hanya terdapat di pinggir. 8kuama berlapis-lapis, kasar dan ber"arna putih seperti mika serta transparan. esar kelainan bervariasi, bisa lentikular, nummular, plakat dan dapat berkon#luensi. Terdapat 6 bentuk klinis dari psoriasis yaitu psoriasis vulgaris, psoriasis gutata, psoriasis inversa, psoriasis seboroik, psoriasis eksudativa, psoriasis pustulosa dan eritroderma psoriati$. Psoriasis memberikan gambaran histopatologik yang khas yakni parakeratosis dan akantosis. Pada stratum spinosum terdapat kelompok leukosit yang disebut abses 3unro. 8elain itu terdapat pula papilomatosis dan vasodilatasi di subepidermis. 8e$ara garis besar, pengobatan pada psoriasis terdiri dari pengobatan se$ara sistemik dengan kortikosteroid, obat sitostatika, Eevodopa, !!8, 5tretinat, 8iklosporin dan dengan terapi biologi$. Pengobatan se$ara topi$al dengan mengunakan kortikosteroid topi$al, preparat ter, ditranol, #ototerapi, $al$ipotriol, ta/aroten dan emolien. !isamping itu juga dapat dilakukan pengobatan dengan terapi penyinaran dengan P?&. dan pengobatan dengan $ara @oe$kman. Prognosis pada psoriasis tergolong baik namun se$ara kosmetik menggangu karena perjalanan penyakitnya bersi#at kronis dan residi#.

22

DAFTA: PUSTAKA
1. Psoriasis. !iunduh dariA httpABB""".ne"s-medi$al.netBhealthBWhat-is-Psoriasis.aspH. 3ei

1914.

23

1. !juanda .. !ermatosis eritroskuamosa. !alam !juanda .., )am/ah 3..isah 8. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 5disi kelima. 'akartaA(akultas 0edokteran ?niversitas IndonesiaO1996.h.18D-D;. 4. @eng .., 3$ ean '., Geikus P.8., et al. Psoriasis. !alam 0elly ..P., Taylor 8.F., 5ditors. !ermatology #or skin o# $olor. *e" +orkA3$ @ra" )illO199D.h.14D-1%:. %. Wol## 0., 'ohnson R... Psoriasis. !alam Wol## 0., 'ohnson R...(it/patri$kPs $olor atlas and synopsis o# $lini$al dermatology. 5disi keenam. *e" +orkA3$ @ra" )illO199D.h.;461. ;. 8iregar R.8. Psoriasis. !alam )arahap 3. Ilmu penyakit kulit. 'akartaA)ipokrates. 1999. h.11: - D.
6. Psoriasis.

!iunduh

dariA

+ayasan

Psoriasis

Indonesia

dalam

httpABB""".psoriasis.or.idBpsoriasisCpustular.php. 199;. 6. @oldenstein ., @oldenstein .. Psoriasis. !alam @oldenstein .,@oldenstein ..,

3el#ia"aty., Pendit .?., 5ditors. !ermatologi Praktis.'akartaA)ipokratesO1991.h.186.

24