Anda di halaman 1dari 14

PSIKOLOGI TENTANG KEHAMILAN DI LUAR NIKAH

DISUSUN OLEH MAYA SARI 201207035 AKADEMI KEBIDANAN ADILA BANDARLAMPUNG T.A 2012/2013
Jl. Soekarno-Hatta By Pass (depan polinela) Rajabasa BandarLampung Telp.Fax. 0721 784370 Email: akbid.adila@yahoo.com

KATA PENGANTAR

Tengadah jemari kehadirat illahi robi Allah SWT, Shalawat beserta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan alam Habibana Wanabiyana Muhammad SAW.Berkat rahmat dan karunia kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan judul psikologi tentang kehamilan di luar nikah Adapun isi dari makalah ini dikatakan belum sempurna ,bahkan kami menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat pada makalah ini. Maka dari itu kami mohon maaf atas kekurangan kami ini,harap maklum karena kami masih dalam tahap belajar. Selain itu kami senantiasa terbuka untuk menerima masukan guna penyempurnaan makalah di masa yang akan datang. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Bandar lampung, 30 desember 2013

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG


Masa remaja adalah masa transisi antara masa anak-anak dengan masa dewasa. Pada masa ini terjadi pacu tumbuh, timbul ciri-ciri seks sekunder, tercapai fertilitas

dan terjadi perubahan-perubahan kognitif dan psikologis. Peristiwa yang penting semasa remaja adalah pubertas, yaitu perubahan morfologis dan fisiologis yang pesat dari masa anak-anak ke masa dewasa, termasuk maturasi sistem reproduksi (IPD UI, 2007). Remaja atau adolescene berasal dari bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa, istilah ini mencakup kematangan social, emosional, dan fisik (Rahmawati (2006) dalam Pranoto (2009). Istilah yang lebih langsung kepada remaja yaitu kaum muda adalah mereka yang berumur 15-24 tahun (Waspodo, 2005). Menurut Lembaga Demografi UI, penelitian tahun 2002-2003 tentang kesehatan reproduksi, jumlah remaja yang berusia 15-24 tahun mencakup 20% penduduk Indonesia (Arma, 2007). Pada masa remaja, banyak remaja mengalami perubahan baik secara fisik maupun secara psikologis, sehingga mengakibatkan perubahan sikap dan tingkah laku, seperti mulai memperhatikan penampilan diri, mulai tertarik dengan lawan jenis, berusaha menarik perhatian dan muncul perasaan cinta, yang kemudian akan timbul dorongan seksual (Imran (2000) dalam Adnani dan Citra (2009). Saat ini, banyak remaja kurang mendapatkan penerangan mengenai kesehatan reproduksi. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih sangat rendah. Hanya 17,1% perempuan dan 10,4% laki-laki mengetahui secara benar tentang masa subur dan resiko kehamilan (BKKBN, 2008). Sebagai akibat dari kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, resiko terjadinya Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD), abortus, dan infeksi menular seksual akan meningkat. Masa remaja / puber adalah periode yang tumpang tindih sebab mencangkup tahuntahun akhir masa kanak- kanak dan taun awal masa remaja , yaitu umur 11 atau 12

tahun sampai umur 15 16 tahun . kriteria yang sering digunakan untuk menentukan permulaan masa puber pada anak wanita adalah menstruasi pertama . selain itu , terdapat perubahan perubahan lain yang mendasar , yaitu perubahan besar dan proposi tubuh serta pertumbuhan ciri- ciri seks primer dan skunder ( dahro , 2012 psikologi kebidanan hal 14 )

Dilaporkan bahwa 80 % laki-laki dan 70 % perempuan melakukan hubungan


i

seksual selama masa pubertas dan 20 % dari mereka mempunyai 4 atau lebih pasangan

(Pangkahila, 2007) . Dan ternyata tidak semua kehamilan disambut dengan kegembiraan oleh orang tuanya Beberapa kehamilan justru tidak diinginkan.Biasanya untuk

mengatasi masalah kehamilan yang tidak diinginkan tersebut mereka menempuh jalan aborsi. Meskipun arah ini penuh resiko dan mahal. Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai alasan yang membuat kehamilanitu tidak diinginkan dan aborsi. Unwanted Pregnancy yaitu kehamilan yang terjadi akibat perkosaan Dampak psikologis dalam perkosaan ini cukup dalam dan akan menetapseumur hidup, jika perkosaan juga mengakibatkan kehamilan, aib itu tidak hanya akandialami si korban saja tetapi juga seluruh keluarganya. Seandainya kehamilan ituditeruskan, maka anak yang dilahirkan kelak yang akan mengalami tekanan social baik dari keluarga, orang tuanya sendiri maupun dari masyarakat sekitarnya.

B. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Apa yang dimaksud KTD( kehamilan tidak diinginkan )? 2. Apa penyebab KTD( kehamilan tidak diinginkan )? 3. Apa saja kerugian dan bahaya KTD? 4. Bagaimana solusi dari KTD? 5. Bagaimana cara pencagahan KTD?

C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui akibat dari kehamilan yang tidak diinginkan 2. Untuk Mengetahui penyebab kehamilan yang tidak diinginkan 3. Untuk mengetahui pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan

BAB II ISI

A.

PENGERTIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yang karena

suatu sebab, yang keberadaannya tidak diinginkan oleh salah satu atau kedua calon orang tua bayi tersebut. KTD disebabkan oleh faktor kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses terjadinya kehamilan dan metode pencegahan kehamilan akibat terjadinya tindak perkosaan dan kegagalan alat kontrasepsi. Kehamilan yang tak diinginkan dapat dialami oleh pasangan yang belum menikah maupun pasangan yang sudah menikah, remaja, pasangan muda, ibu - ibu setengah baya, bahkan akseptor KB pun, golongan atas, menengah maupun golongan bawah. Orang yang mengalami KTD secara langsung adalah wanita. Sebagian besar dari mereka mengambil keputusan dengan pengguguran kandungannya (aborsi). Karena sampai saat ini aborsi di Indonesia masih merupakan sesuatu yang tidak legal, banyak dari pasangan - pasangan yang mengalami KTD mengambil jalan aborsi dengan cara yang tidak aman. Aborsi tidak aman ini dilakukan oleh tukang urut, dukun pijat, dukun beranak yang sangat berbahaya karena penolongnya tidak terlatih atau berkompeten, dilakukan di tempat yang tidak higienis, peralatan medis tidak tersedia dan tidak memenuhi standar minimal, serta metode atau prosedur tindakan aborsi yang dilakukan sangat berbahaya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Akibatnya adalah kematian wanita akan menjadi salah satu risiko yang didapat dari tindakan aborsi tidak aman tersebut.

B. 1.

FAKTOR PENYEBAB KEHAMILAN YANG TIDAK DIINGINKAN Karena kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses

terjadinya kehamilan, dan metode-metode pencegahan kehamilan. Hal ini bisa terjadi pada remaja yang belum menikah maupun yang sudah menikah. KTD akan semakin

memberatkan remaja perempuan jika pasangannya tidak bertanggung jawab atas kehamilan yang terjadi. 2. Kehamilan yang tidak diinginkan bisa terjadi akibat tindak perkosaan.

Dalam hal ini meskipun remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup, tetapi ia tidak bisa menghindarkan diri dari tindakan seksual yang dipaksakan terhadapnya,

sehingga bisa dipahami jika ia tidak menginginkan kehamilannya. 3. Kehamilan yang tidak diinginkan bisa terjadi pada remaja yang telah

menikah dan telah menggunakan cara pencegahan kehamilan tetapi tidak berhasil (kegagalan alat kontrasepsi). 4. 5. 6. 7. Kurangnya pendidikan tentang kesehatan reproduksi Pengaruh media informasi Tidak memakai alat kontrasepsi saat berhubungan intim Semakin longgarnya norma-norma dan nilai-nilai budaya agama serta kurangnya

pengawasan orang tua baik di rumah maupun di sekolah.

C. 1.

KERUGIAN DAN BAHAYA KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN Karena remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil

maka ia bisa saja tidak mengurus dengan baik kehamilannya. Yang seharusnya ia mengkonsumsi minuman, makanan, vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhan janin dan bayi nantinya bisa saja hal tersebut tidak dilakukannya. Begitu pula ia bisa menghindari kewajiban untuk melakukan pemeriksaan teratur pada bidan atau dokter. Dengan sikap-sikap tersebut di atas sulit dijamin adanya kualitas kesehatan bayi yang baik. 2. Sulit mengharapkan adanya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu

yang mengalami KTD terhadap bayi yang dilahirkannya nanti. Sehingga masa depan anak mungkin saja terlantar. 3. Mengakhiri kehamilannya atau sering disebut sebagai aborsi. DiIndonesia aborsi

dikategorikan sebagai tindakan ilegal atau melawan hukum. Karena tindakan aborsi adalah ilegal maka sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan karenanya dalam banyak kasus jauh dari jaminan kesehatan (unsafe)

D.

AKIBAT, SOLUSINYA, CARA PENCEGAHANNYA, DAN STRATEGI

UNTUK MENGURANGI KEHAMILAN REMAJA Akibat KTD : 1. 2. 3. Meningkatnya aborsi (jalan tengah penyelesaian masalah) Tekanan mental Pengucilan oleh masyarakat (psiko-sosial)

Solusi 1.Pendidikan seks bagi remaja 2.Pendidikan seks di sekolah (penyuluhan menggunakan media power point/internet) 3.Mengembangkan ketakwaan 4.Konseling oleh orang tua, sekolah, maupun teman sebaya Pencegahan KTD 1.Cara yang paling efektif adalah tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah. 2.Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti OR, seni dan keagamaan. 3.Hindari perbuatan-perbuatan yang akan menumbulkan dorongan seksual, seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno. 4.Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat-alat kontrasepsi. 5.Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat kontrasepsi dan cara penggunaanya. 6.Untuk pasangan remaja yang sudah menikah sebaiknya memakai cara KB yang kegagalannya rendah seperti sterilisasi, susuk KB, IUD, Suntikan

PSIKOLOGI DARI KEHAMILAN YANG TIDAK DIINGINKAN A. PSIKOLOGI IBU HAMIL DENGAN KEHAMILAN YANG TIDAK

DIINGINKAN Pasangan suami istri tak luput dari masalah jika kehamilan sang istri tidak dikehendaki. Misalnya masalah ketidaksiapan, halmana bisa menimbulkan depresi ringan sampai berat pada ibu, yang bisa sangat berpengaruh pada janin, bahkan berakibat keguguran atau terlahir cacat. Apalagi jika Kehamilan tak diinginkan terjadi

pada pasangan yang belum menikah, akibat yang terjadi bisa jauh lebih besar. Tidak saja karena akan mengalami konflik internal, semisal ketidaksiapan, tapi juga mesti menghadapi tekanan dari lingkungan sosial, semisal celaan. Norma-norma ketimuran masih tetap menganggap kehamilan diluar nikah sebagai aib bagi keluarga ataupun masyarakat, apapun sebab dari kehamilan itu. Orang yang hamil diluar nikah dinilai sebagai keburukan, yang kalaupun terjadi harus di sembunyikan. Masyarakat patriarkal sekarang ini, cenderung mempersalahkan wanita dalam kehamilan diluar nikah. Padahal wanita yang hamil bisa saja merupakan korban perkosaan atau korban keadaan (dipaksa lewat bujukan untuk melakukan hubungan seksual oleh pacarnya, atau temannya, atau keluarganya). Kehamilan usia dini, selain berakibat kurang baik bagi tubuh, juga berakibat hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan formal. Padahal, pendidikan formal yang baik merupakan salah satu syarat (meskipun tidak harus) agar dapat bersaing di masa depan. Menurut saya, alangkah baiknya jika sekolah-sekolah tetap mau menerima siswa yang hamil, atau minimalnya memberikan cuti, bukannya mengeluarkan. Alangkah malangnya siswa yang hamil/menghamili, yang telah mengalami berbagai masalah yang berat, harus diperberat masalahnya dengan 'ditutup' masa depannya melalui pengeluaran siswa oleh pihak sekolah. Begitu besarnya kasus kehamilan di luar nikah dikalangan remaja, yang tidak saja merugikan remaja itu sendiri tapi juga masyarakat karena kehilangan remaja-remja potensialnya, tidak bisa tidak akan membawa kepada pertanyaan: bagaimana mencegahnya? Upaya pencegahan tentulah didasarkan atas sebab-sebab yang melatarbelakangi. Sebab kehamilan diluar nikah pada remaja dikategorikan dalam dua dimensi, yakni dimensi pasif (wanita hamil sebagai korban perkosaan dan pemaksaan sejenis), dan dimensi aktif (wanita memang berkeinginan melakukan hubungan seksual). Kedua dimensi dimuka, dipicu oleh sebab-sebab yang luas. Beberapa diantaranya adalah maraknya pornografi di tengah masyarakat, kemudahan memperoleh akses ke sumber-sumber pemuasan seksual, kebebasan dalam pergaulan, dan pergeseran nilai-nilai moral. Sebab-sebab itu tidak akan melahirkan hubungan seksual pranikah bila

remaja memiliki kendali internal (Internal Locus of Control) yang kuat. Lemahnya kendali internal disebabkan kegagalan pendidikan seks baik dalam keluarga, sekolah atau masyarakat. Akibat dari lemahnya kendali internal, remaja mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berasal dari luar dirinya seperti provokasi media, dan pengaruh temanteman peernya. Fokus pada penguatan kendali internal remaja, adalah pencegahan yang paling mungkin berhasil, apalagi jika yang dilakukan dalam skala kecil. Misalnya dengan pemberian informasi yang benar, sebab salah satu indikator kuatnya kendali internal adalah adanya informasi benar yang diyakini. Akan tetapi upaya pencegahan dengan penguatan kendali internal pada remaja kurang bisa berjalan efektif bila lingkungan sekitar tidak mendukung. Karenanya, mestinya pencegahan dilakukan secara bersama-sama antara keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah B. DAMPAK PSIKOLOGI WANITA YANG KEHAMILANNYA TIDAK

DIINGINKAN 1. Pada Remaja atau pranikah

Psikologi yang di alami: a. b. c. Rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan dapat di alami remaja Perasaan ingin menggugurkan anaknya karna tidak mau untuk melahirkan Perasaan tertekan karena di kucilkan oleh masyarakat atau alasan yang lain yang

membuat seseorang tertekan Salah satu risiko seks pranikah atau seks bebas terjadi kehamilan yang tidak diharapkan . Ada dua hal yang biasa dilakukan remaja jika mengalami kehamilan di yang tidak diinginkan : a. b. Mempertahankan kehamilan Mengakhiri kehamilan (aborsi)Semua tindakan tersebut dapat membawa resiko

baik fisik, psikis maupun social 2. Pada pranikah

Psikologi yang dialami: a. Perasaan malu karena hamil pada saat yang tidak tepat sehingga ingin untuk

menggugurkannya, atau hamil pada saat umur sudah tua.

b.

Perasaan tertekan karna selalu melahirkan anak , ini juga dikarenakan suami atau

keluarga yang tidak menginginkan seorang anak maka seorang ibu akan tertekan dan perpikir apakah kehamilan ini di beri tahu keluarga atau menyembunyikan tau juga menggugurkannya saja. c. d. kesehatan mental ibu maupun bapaknya. Menurut Najmanet al (1991). akan mengakibatkan kecemasan dan depresi yang berkelebihan bagi calon orang

tua sehingga memiliki keinginan untuk menggugugurkan kandungan.

BAB III PENUTUP

A.

KESIMPULAN Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yang karena suatu sebab, yang keberadaannya tidak diinginkan oleh salah satu atau kedua calon orang tua bayi tersebut. KTD disebabkan oleh faktor kurangnya pengetahuan yang lengkap dan

benar mengenai proses terjadinya kehamilan dan metode pencegahan kehamilan akibat terjadinya tindak perkosaan dan kegagalan alat kontrasepsi.

B. 1.

SARAN Kepada setiap remaja agar mempunyai pengetahuan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan agar mereka dapat terhindar dari masalah-masalah pada remaja, contohnya KTD dan aborsi.

2.

Kepada setiap orang tua diharapkan dapat selalu mengontrol apa saja kegiatan anakanak mereka, baik didalam maupun diluar rumah, serta selalu menyediakan waktu untuk dapat berdiskusi tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh sang anak.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/23711276/KORELASI-ANTARA-PERILAKU-SEKSBEBAS-DENGAN-KEHAMILAN-YANG-TIDAK-DIINGINKAN-DI-KALANGANREMAJA

http://wikimedya.blogspot.com/2009/11/kehamilan-yang-tidakdiinginkanunwanted.html http://www.find-docs.com/makalah-tentang-psikologi-wanita-yang-kehamilantidak-diinginkan-pada-remaja.html http://www.scribd.com/doc/35350463/PSIKOLOGI KEHAMILAN http://www.skripsi-kti.co.cc/2010/12/remaja-dan-kontrasepsi.html http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/08/kehamilan-tak-diinginkan.html PSIKOLOGI Online-Kehamilan tak diinginkan-Oleh Achmanto Mendatu

Dahro ahmad . 2012. Psikologi kebidanan