Anda di halaman 1dari 12

CARA MENGATASI GANGGUAN PSIKOLOGI PADA MENOPAUSE

DISUSUN OLEH : ISTIQOMAH 201207027

AKADEMIK KEBINANAN ADILA BANDAR LAMPUNG 2013/2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur atas kehadiran Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga dengan izinnya dapat menyelesaikan pembuatan makalah berjudul Cara Mengatasi Gangguan Psikologi Pada Menopause. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca apabila

kesalan dalam penulisan, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan ritik yang sifatnya membangun.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, 18 Januari 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. DAFTAR ISI ................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................. 1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................... BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 2.1 Pengertian Menopause ........................................................................... 2.2 Tahapan Menopause .............................................................................. 2.3 Macam Macam Perubahan Psikologis Pada Masa Menopause ............ 2.4 Gangguan Psikologi Pada Masa Menopause .......................................... 2.5 Cara Mengatasi Gangguan Psikologi Pada Masa Menopause ................ BAB III PENUTUP ...................................................................................... 3.1 Kesimpulan ............................................................................................ 3.2 Saran...................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................

ii 3 1 4 4 4 5 5 6 6 7 8 11 11 11 iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehidupan manusia dimulai sejak konsepsi hingga mennjelang akhir hayat dan ini merupakan proses yang berkesinambungan serta tiada terbatas. Begitupun kehidupan seorang perempuan. Segera setelah di lahirkan, secara fisiologis menjadi lebih tua. Dengan bertambahnya usia maka jaringan-jaringan dan sel -sel tua, sebagian mengalami regenerasi, tetapi sebagian lagi akan mati. Dilihat dari sudut pandang tersebut, maka psikologi perkembangan juga dapat disebut sebagai psikologi orang menjadi tua. Menopause adalah masalah serius, akibat tingkat harapan hidup semakin tinggi, dimana masa pascamenopause berlangsung pada sepertiga penghujung hidup di usia yang semakin tidak produktif. Di sini kita akan banyak temukan bahwa yang sedang mengalami masa itu, kondisi psikisnya sering kali terganggu. Oleh karena itu, kita sebagai tenaga kesehatan juga harus memperhatikan para wanita yang akan mengalami masa menopause dengan cara melakukan pendekatan pendekatan kepada mereka, serta memberi penyuluhan tentang perubahan perubahan yang akan mereka alami di masa menopause.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah bagaimana cara mengatasi gangguan psikologi pada masa menopause ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah mengetahui cara mengatasi gangguan psikologi pada masa menopause.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Menopause


Menopause berasal dari kata menopause, men = bulan; pause = pausa ; pause = pauoo = periode atau tanda berhenti. Jadi menopause adalah berhentinya secara definitif menstruasi atau berhentinya menstruasi jika ovarium tidak lagi dihasilkan estrogen, yaitu hormon yang membuat wanita benar benar murni wanita. Untuk mengatasi gangguan emosional yang timbul pada saat seorang wanita memasuki masa menopausenya ataupun untuk bisa mengantisipasi agar bisa menghindari munculnya gangguan emosional, setiap wanita perlu memahami semua sindrom menopause yang terjadi padadirinya. Masa menopause adalah suatu proses alamiah yang pasti dialami oleh setiap wanita. Untuk menghadapinya agar tidak timbul gangguan emosional yang pada dirinya maupun lingkungan, wanita perlu mengembangkan pikiran yang positif agar dapat mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh sejak masih muda, juga memperluas wawasan pengetahuan tentang masalah menopause. Pada saat sudah masuk pada masa menopause, tetaplah aktif mempergunakan waktu luang yang ada dengan menjalin komunikasi yang terbuka dengan anggota keluarga ataupun lingkungan sosialnya, ikut dalam kegiatan positif dilingkungan sosialnya, menyalurkan hobi yang kemungkinan bisa menghasilkan sesuatu hasil karya ataupun mendatangkan uang sehingga para wanita menopause tetap bisa merasa bahwa dirinya berarti, ia merasa diperhatikan, dibutuhkan dan dihargai dengan demikian masa menopause justru merupakan awal kehidupan yang membahagiakan apabila ia bisa mensyukuri hikmah yang diperolehnya dalam kehidupan ini.

2.2 Tahapan Menopause


Adapun tahapan menopause adalah sebagi berikut : 1. Fase Pramenopause ( klimakterium )

Pada fase ini seseorang wanita akan mengalami kekacauan pola menstruasi, terjadinya perubahan psikologi atau kejiwaan. Terjadi perubahan fisik yang berlangsung selama 4 5 tahun. Pada usia antara 48 55 tahun. 2. Fase Menopause

Terhentinya mestruasi. Perubahan dan keluhan psikologis dan fisik semakin menonjol, berlangsung sekitar 3 4 tahun pada usia 56 60 tahun. 3. Fase Postmenopause

Terjadinya pada usia di atas 60 tahun, wanita beradaptasi terhadap perubahan psikologis dan fisik, keluhan semakin berkurang.

2.3 Macam Macam Perubahan Psikologis Pada Masa Menopause


1) Perubahan Peran dalam Kehidupan Keluarga Perubahan peran ini menginjak pada saat anak - anak menuju usia dewasa dan mandiri. Menurut Cumming dan Henry, orang yang lebih tua yang mengalami pelepasan itu menjadi bahagia dengan kebebasannya yang lebih banyak, kewajiban - kewajibannya berkurang terhadap lingkungan sosial dan terhadap kehidupan bersama. 2) Ibu Merasa Tidak Lagi Dibutuhkan Dengan bertambah dewasa dan mandiri seorang anak, terkadang anak tidak mengikutsertakan orangtua ke dalam suatu permasalahan permasalahannya. Seorang anak ingin mengatasi berbagai masalahnya sendiri. Di sini akan timbul suatu konflik baru, orangtua akan merasa tidak lagi dibutuhkan oleh anak - anak mereka. 3) Perubahan Hubungan Sosial dengan Lingkungan Dalam teori disengagement dikatakan bahwa manusia yang menjadi tua dan terutama yang sudah sangat tua akan mencari bentuk bentuk isolasi sosial

tertantu dan justru dala isolasi itu, atau karena isolasi itu ia menjadi bahagia dan puas. 4) Kehilangan Anggota Keluarga Ketika seorang anak menjadi dewasa dan pada waktunya mereka harus menikah, orangtua tentunya akan merasa senang karena kewajibannya telah selesai dala mengasuh anak, dan dalam rasa kesenangannya itu ada perasaan kehilangan terhadap salah satu keluarganya. Hal ini dapat menjadi konflik semua anggota keluarga hidup mandiri dan tidak menjadi satu ( tidak hidup bersama ) dengan orang tuanya. 5) Pertambahan Usia Segera setelah dilahirkan, maka seorang secara fisiologis menjadi lebih tua. Jaringan-jaringan dan sel-sel menjadi tua, sebagian mengalami regenerasi, tetapi sebagian lagi akan mati. 6) Mudah Sakit Sakitan Dengan bertambahnya usia maka jaringan jaringan dan sel sel menjadi tua, sebagian mengalami regenerasi tetapi sebagian lagi akan mati. Dengan tidak maksimalnya fungsi jaringan dan sel maka kondisi orang yang sudah lanjut usia akan rentan sekali terhadap penyakit, sehingga mereka mudah sekali sakit.

2.4 Gangguan Psikologi Pada Masa Menopause


Menopause yang secara hormonal ditandai dengan menurunnya kadar estrogen memang berdampak terhadap fisik maupun psikis wanita. Berbagai keadaan yang timbul sebagai dampak menopause adalah berkurang atau

menghilangnya fungsi hormon estrogen yang diproduksi indung telur ( ovarium ), sedangkan fungsi seksual lebih banyak diakibatkan kekurangan androgen / testosteron yang juga di produksi oleh indung telur. Hal ini yang akan menyebabkan gangguan psikis pada masa menopause, yaitu : a) Gangguan persepsi b) Proses berpikir c) Gangguan Sensorik dan kognitif

d) Gangguan Kesadaran e) Gangguan Orientasi f) Gangguan Daya ingat g) Gangguan Fungsi intelektual Didalam buku Psikologi Agama yang ditulis oleh Bambang Syamsul Arifin, mengatakan bahwa manusia dari masa ke masa selalu bergerak melakukan kegiatan untuk meraih harapan kesempurnaan dalam hidup dan terhindar dari kekawatiran mereka, hal demikian tentu juga masih dirasakan oleh golongan orang-orang lanjut usia.

2.5 Cara Mengatasi Gangguan Psikologi Pada Masa Menopause


Penyesuaian diri lanjut usia pada kondisi psikologisnya berkaitan dengan dimensi emosionalnya dapat dikatakan bahwa lanjut usia dengan keterampilan emosi yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan bahagia dan berhasil dalam kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka. Orang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosinya akan mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk berkonsentrasi ataupun untuk memiliki pikiran yang jernih. Ohman & Soares (1998) melakukan penelitian yang menghasilkan kesimpulan bahwa sistem emosi mempercepat sistem kognitif untuk

mengantisipasi hal buruk yang mungkin akan terjadi.Ketika individu memasuki fase lanjut usia, gejala umum yang nampak yang dialami oleh orang lansia adalah perasaan takut menjadi tua. Ketakutan tersebut bersumber dari penurunan kemampuan yang ada dalam dirinya. Kemunduran mental terkait dengan penurunan fisik sehingga mempengaruhi kemampuan memori, inteligensi, dan sikap kurang senang terhadap diri sendiri.

Adapun beberapa cara untuk mengatasi gangguan psikologi pada masa menopause adalah sebagai berikut : a. Terapi Sulih Hormon ( TSH ) Pengaruh obat hormon dalam terapi sulih hormon ( TSH ) bagi wanita menopause hingga saat ini mengandung pro dan kontra. Sementara penelitian tentang TSH masih terus dilakukan.

b. Pola Hidup Sehat Upaya menciptakan pola hidup sehat terutam di lakukan dengan mengatur menu makanan dan pola makan seimbang. Banyak menu makan sayuran hijau, buah biji bijian , vitamin dan serat makanan itu akan membantu pencernaan dan metabolisme tubuh. Selain itu juga, makanan yang dianjurkan adalah makanan yang rendah lemak jenuh, rendah kolesterol, kadar gula dan garam yang tidak berlebihan, cukup kalsium dan zat besi, serta cukup vitamin dan serat.

c. Olahraga Merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mempertahankan kebugaran. Olahraga yang teratus akan menyehatkan jantung dan tulang, mengatur berat badan, menyegarkan tubuh, dan memperbaiki suasana hati.

d. Menerima dengan lapang dada bahwa proses penuaan tidak dapat dihindari dan masa menopause adalah sesuatu hal yang sangat alamiah yang dialami oleh setiap wanita.

e. Hadapi masalah yang ada satu persatu,jangan sekaligus, berdasarkan prioritasnya.

f. Untuk sementara masalah Menopause yang menimbulkan perasaan khawatir itu dihilangkan dan memusatkan pikiran pada sesuatu hal yang sangat berbeda dan menyenangkan.

10

g. Menulis memo untuk diri sendiri untuk mengeluarkan semua unek-unek mengenai situasi perubahan fisik dan psikologik yang menimbulkan kekhawatiran, sikap-sikap orang dilingkungan anda dsb. Anda akan merasa lebih enak dan dapat berpikir lebih rasional setelah emosi-emosi negatif yang mendasari kekhawatiran bisa terekspresikan dalam memo itu.

h. Menyesuaikan sikap. Tanyalah pada diri sendiri, hikmah positif apa yang dapat dipelajari saat masa menopause harus dihadapi . Letakkan stressor tersebut dalam perspektif yang benar, jangan biarkan pikiran-pikiran negatif menguasai diri dan hindari sikap pesimis.

i.

Merubah lingkungan agar tidak lagi berada dalam keadaan yang monoton.

j.

Mencoba untuk memperbaiki penampilan agar lebih segar dan tampil cantik.

k. Mempergunakan setiap waktu luang yang ada dengan melakukan banyak kegiatan yang positif dan kreatif. Dengan mengembangkan minat baru dan mempelajari keahlian yang baru akan memberikan perasaan senang bahwa ia bisa berprestasi.

l.

Masuk kegiatan politik atau aktif di kegiatan sosial, serta dapat memiliki atau menciptakan pekerjaan yang menarik, atau mempunyai pekerjaan dengan penghasilan yang tetap, akan dapat membuat seseorang merasa dirinya berguna bagi orang lain dan meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri.

m. Pelajarilah dan berlatihlah secara teratur tehnik relaksasi yang tepat, tehniktehnik meditasi, yoga dll.

n. Untuk mengatasi masalah pribadi dan lingkungan psikososialnya, perlu konsultasi dengan psikolog atau konsultasi ke dokter sesuai dengan keluhan yang dialaminya.

11

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Menopause sebagai bagian dari proses kehidupan memang tidak dapat dihindari. Menopause bukanlah suatu penyakit, namun merupakan tahap yang tidak dapat dihindari pada kehidupan wanita. Beberapa gangguan yang terjadi pada masa menopause yaitu: gangguan daya ingat, proses berpikir, gangguan Sensorik dan kognitif, gangguan kesadaran, gangguan Orientasi, dan gangguan fungsi intelektual. Mengatasi gangguan menopause dengan cara modifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat dan selalu berpikiran positif.

3.2 Saran
Masa menopause adalah suatu proses alamiah yang pasti dialami oleh setiap wanita. Untuk menghadapinya agar tidak timbul gangguan emosional yang pada dirinya maupun lingkungan, wanita perlu mengembangkan pikiran yang positif agar dapat mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh sejak masih muda, juga memperluas wawasan pengetahuan tentang masalah menopause. Pada saat sudah masuk pada masa menopause, tetaplah aktif mempergunakan waktu luang yang ada dengan menjalin komunikasi yang terbuka dengan anggota keluarga ataupun lingkungan sosialnya, ikut dalam kegiatan positif dilingkungan sosialnya, menyalurkan hobi yang kemungkinan bisa menghasilkan sesuatu hasil karya ataupun mendatangkan uang sehingga para wanita menopause tetap bisa merasa bahwa dirinya berarti, ia merasa diperhatikan, dibutuhkan dan dihargai dengan demikian masa menopause justru merupakan awal kehidupan yang membahagiakan apabila ia bisa mensyukuri hikmah yang diperolehnya dalam kehidupan ini.

12

DAFTAR PUSTAKA

Yulaidah, Siti.blogspot.com/p/psikologi_Cara Mengatasi Gangguan Psikologi Pada Menaupose. Winkjosastro, H. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPSP. Winkjosastro. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPSP.