Anda di halaman 1dari 16

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI Bibir sumbing/ cleft lip/ harelip/ labioschizis merupakan kelainan herediter berupa pautan autosom yang diturunkan secara resesif (simbol HL untuk normal dan hl untuk sumbing), yang menyebabkan bibir atas belah sampai hidung, yang parah ikut dengan renggangnya celah tulang palatinum sehingga langit-langit ternganga dan berhubungan dengan rongga hidung. (Ibayati, !!"). Bibir sumbing adalah suatu kelainan ba#aan yang ditandai dengan adanya celah pada bibir, gusi dan langit-langit yang dapat timbul sendiri atau bersamaan. ($umbing, %apan Harus &ioperasi' . ###.blogbedah.com) Bibir sumbing dapat dibedakan men(adi ) *. . $empurna (complete) atau tidak sempurna (Incomplete), bergantung pada luasnya kelainan. +nilateral, bilateral atau pada garis tengah. ,ang bilateral bisa simetrik atau asimetrik. $elalu pada bibir atas. Biasanya - kali lebih sering daripada +nilateral dan serta lebih sering pada bayi laki-laki. Bila hanya mengenai bibir disebut cheiloschisis. .ika sempurna maka kelainan itu mulai dari perbatasan diri dan kulit melalui tulang rahang atas sampai bagian ba#ah rongga hidung, hingga ter(adi hubungan antara rongga hidung dan rongga mulut, disebut cheilognathoschisis. %alau palatum ikut terbelah disebut cheilognathopalatoschisis. .ika sempurna dan unilateral maka dari luar (muka) tampak suatu rongga hidung yang pada satu sisi medial dibatasi oleh sekat (septum) hidung dan sisi lain oleh kerang hidung. .ika sempurna dan bilateral maka rongga hidung langsung men(adi satu dengan rongga mulut, tidak terbentuk sekat hidung, sedangkan rongga dibatasi kanan dan kiri oleh kerang hidung. /ada sumbing sempurna, maka bagian langit-langit yang lunak (uga turut terbelah. Cheilognathopalatischisis merupakan lebih dari separuh (0!1) daripada semua kelainan kali lebih banyak di bagian kiri daripada kanan

sumbing dan merupakan gangguan paling keras bagi bayi baru lahir, karena dapat menyebabkan komplikasi pneumonia aspirasi akibat salah telan. %omplikasi lain-lain ialah gangguan pertumbuhan gigi, gangguan bicara dan gangguan psikologik. %alau kelainan ini men(alar sampai sudut mata disebut 2oblique facial cleft. $umbing ba#aan pada bibir ba#ah, selalu dibagian tengah akibat gagalnya perpadian kedua tulang pembentuk dagu. %adang- kadang pada #anita hanya ditemukan suatu celah palatum mole (bagian langi-langit yang lunak), tanpa cheioloschisis pada bibirnya, dan (ika disertai tulang rahangba#ah yang kecil dan lidah yang kecil pula, maka keseluruhannya disebut sindrom piere robin. +ntuk lebih memudahkan berikut) *.$+3BI45 $63/+748 (/embelahan $ampai Langi-Langit)) 8. +nilateral (satu sisi) B. Bilateral (dua sis) ) - $imetrik ($umbing sempurna dan $umbing sempurna) - 8simetrik ($umbing sempurna dan 9idak sempurna) .$+3BI45 9I&8% $63/+748 (/embelahan hanya sampai bibir) 8. +nilateral (satu sisi) B. Bilateral (dua sisi) ) - $imetrik ($umbing sempurna dan $umbing sempurna) - 8simetrik ($umbing sempurna dan 9idak sempurna) (Harry, *:;;) klasifikasi bibir sumbing perhatikan klasifikasi

GAMBAR BERBAGAI MACAM BIBIR SUMBING.

Gambar 1. $umbing sempurna, +nilateral.

Gambar . $umbing tidak sempurna, +nilateral.

Gambar !. Bilateral simetris, $umbing sempurna

PRE"A#ENSI %asus bibir sumbing kini men(adi sorotan yang cukup serius. 3eskipun sudah dapat diatasi dengan operasi kecil, namun para ahli tetap berpendapat bah#a cacat ba#aan tersebut merupakan kasus yang cukup unik. &i Inggris sa(a, sebagai negara ma(u, tercatat setidaknya satu dari <!! anak dilahirkan dengan bibir sumbing. $edangkan di Indonesia, berdasarkan catatan /erhimpunan Bedah /lastik Indonesia, setiap tahunnya penderita bibir sumbing bertambah lebih dari *.!!! orang. ($tudi 5enetika +ntuk Bibir $umbing, ###.Infosehat.com) &i Indonesia, (umlah tertinggi penderita kelainan ini terbanyak di 4usa 9enggara 9imur yaitu enam sampai sembilan orang per *.!!! penduduk. .umlah ini sangat tinggi

bila dibanding kasus di internasional yang hanya satu sampai dua orang per *.!!! penduduk. (Bibir $umbing, ###.republikaonline.com) ETI$#$GI Banyak faktor yang dapat mempengaruhi ter(adinya bibir sumbing. =aktor tersebut antara lain , yaitu ) *. =aktor 5enetik atau %eturunan. &imana material genetik dalam kromosom yang ikut mempengaruhi. &imana dapat ter(adi karena adanya mutasi gen ataupun kelainan kromosom. /ada setiap sel yang normal mempunyai "; kromosom yang terdiri dari pasang kromosom non-se> ( kromosom * s/d ) dan * pasang kromosom se> ( kromosom ? dan , ) yang menentukan (enis kelamin. /ada penderita bibir sumbing ter(adi 9risomi *@ atau $indroma /atau dimana ada @ untai kromosom *@ pada setiap sel penderita, sehingga (umlah total kromosom pada tiap selnya adalah "<. .ika ter(adi hal seperti ini selain menyebabkan bibir sumbing akan menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak, (antung, dan gin(al. 4amun kelainan ini sangat (arang ter(adi dengan frekuensi * dari -!!!*!!!! bayi yang lahir. . %urang 4utrisi contohnya defisiensi An dan B; pada #aktu hamil, kekurangan asam folat. @. /ada ibu hamil terpa(an obat B obatan yang dapat mempengaruhi perkembangan (anin. ". 7adiasi. 0. 9er(adi trauma pada kehamilan trimester pertama. ;. Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi (anin contohnya seperti infeksi 7ubella dan $ifilis. &eformitas celah bibir dan langit-langit umumnya kelainan congenital yang memerlukan pengelolaan secara komprehensif dalam #aktu yang lama yang meliputi pera#atan dari berbagai disiplin kedokteran dan kedokteran gigi. /asien dengan celah bibir dan langit-langit mempunyai se(umlah masalah yang saling berhubungan meliputi deformitas anatomik dasar, defisiensi pertumbuhan #a(ah, masalah gigi geligi, masalah bicara, masalah pendengaran, kelainan psikologis dan anomali kongenital (Cumings, dkk, *::@).

PAT$GENESIS $umbing ba#aan ter(adi akibat gagalnya perpaduan anatar tulang-tulang pembentuk tengkorak ( processus nasalis lateralis dengan processus ma>illaries) dengan kulit secara sempurna pada minggu keenam perkembangan embrional bayi. Bibir sumbing ini dapat diderita oleh pria maupun #anita, tetapi pada kenyataannya #alau tidak signifikan, pria lebih ra#an menderita bibir sumbing daripada #anita. 9ernyata #alau bibir sumbing merupakan pengaruh autososom tetapi (enis kelamin rupanya turut berperan dalam menghalang-halangi daya tembus gen serta pernyataan fenotipe. 6strogen terbukti besar peranannya untuk menghalangi penembusan dan pernyataan gen karakter abnormal. &engan begitu pada (enis kelamin betina frekuensi karakter abnormal itu lebih rendah. 9ermasuk (uga pada kasus bibir sumbing ini. &engan begitu (enis kelamin berpengaruh terhadap pernyataan fenotipe, meski gen itu bukan rangkai kelamin/ pautan se>. 3aka gennotip penderita bibir sumbing untuk pria dan #anita pun berbeda seperti berikut ) Pa%a &a'i(a G)'o(i* F)'o(i* HLHL 4ormal HLhL 4ormal hlhl $umbing Pa%a Pria G)'o(i* F)'o(i* HLHL 4ormal HLhL $umbing hlhl $umbing

$emua penderita bibir sumbing ternyata tidak semuanya murni karena pengaruh hereditas, beberapa diantaranya ter(adi karena kecelakaan pada saat kehamilan (anin ataupun kerena si ibu tidak cukup mendapat asupan makanan yang bergiDi, %ecelakaan pada saat mengandung bisa dikarenakan oleh terbentur ataupun karenan si ibu mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok yang berlebih atau hal lainnya yang membahayakan nasib (anin. Eleh karena itu bagi ibu hamil diharapkan untuk selalu men(aga kesehatan kandungannya agar nantinya si (anin lahir dengan sehat. ($ukarno, *::0)

PENCEGA+AN DAN PENANGANAN P)'c),aha' *rim)r -+)al(h *romo(io' %a' S*)si.ic *r)/)'(io'0 1 /enyuluhan terhadap para orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan diri dan lingkungan. /enyuluhan kepada orang tua dalam menangani dan mera#at anak penderita bibir sumbing. %etahui ri#ayat keturunan pasangan . /enuhi asupan giDi saat kehamilan (An, B;, dan asam folat. Hati-hati dalam penggunaan obat-obatan pada saat kehamilan. Hindari 7adiasi. Hindari trauma pada kehamilan trimester pertama. Hindari Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi (anin contohnya seperti infeksi 7ubella dan $ifilis. P)'c),aha' s)23'%)r -Earl4 %ia,'osis %a' *rom*( (r)am)'(01 +$5 /emasangan Nasogastric tube /emasangan Obturator Eperasi

3elalui pemeriksaan +$5 maka dapat diketahui se(ak dini kelainan yang ter(adi pada (anin, terutama pada mereka yang beresiko menurunkan penyakit bibir sumbing. $ehingga dapat dipersiapkan tindakan selan(utnya yang tepat untuk dilakukan. (3era#at Bayi $umbing, ###.senyumitusehat.htm.) Nasogastric tube, selang yang dimasukkan melalui hidung, dipasang pada saat bayi baru lahir yang berfungsi untuk memasukkan susu langsung ke dalam lambung untuk memenuhi intake makanan. (3era#at Bayi $umbing, ###.senyumitusehat.htm.) /emasangan Obturator yang terbuat dari bahan akrilik yang elastis, semacam gigi tiruan tapi lebih lunak, pembuatannya khusus dan memerlukan pencetakan di mulut bayi. Beberapa ahli beranggarapan obturator menghambat pertumbuhan #a(ah pasien, tapi

beberapa menganggap (ustru mengarahkan. /embuatan obturator, karena pasien ra(in kontrol sehingga memungkinkan dilakukan penggerindaan oburator tiap satu atau dua minggu sekali kontrol dan tiap beberapa bulan dilakukan pencetakan ulang, dibuatkan yg baru sesuai dengan pertumbuhan pasien. (3era#at Bayi $umbing, ###.senyumitusehat.htm.) $ebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh bayi menerima tindakan operasi, asupan giDi yang cukup dilihat dari keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai. /atokan yang biasa dipakai adalah rule of ten meliputi berat badan lebih dari *! pounds atau sekitar "-0 kg , Hb lebih dari *! gr 1 dan usia lebih dari *! minggu , (ika bayi belum mencapai rule of ten ada beberapa nasehat yang harus diberikan pada orang tua agar kelainan dan komplikasi yang ter(adi tidak bertambah parah. 3isalnya memberi minum harus dengan dot khusus dimana ketika dot dibalik susu dapat memancar keluar sendiri dengan (umlah yang optimal artinya tidak terlalu besar sehingga membuat bayi tersedak atau terlalu kecil sehingga membuat asupan giDi men(adi tidak cukup, (ika dot dengan besar lubang khusus ini tidak tersedia bayi cukup diberi minum dengan bantuan sendok secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak untuk menghindari masuknya susu mele#ati langit-langit yang terbelah. $elain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester khusus non alergenik untuk men(aga agar celah pada bibir men(adi tidak terlalu (auh akibat proses tumbuh kembang yang menyebabkan menon(olnya gusi kearah depan (protrusio pre maksila) akibat dorongan lidah pada prolabium , karena (ika hal ini ter(adi tindakan koreksi pada saat operasi akan men(adi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna. /lester non alergenik tadi harus tetap direkatkan sampai #aktu operasi tiba. ($umbing, %apan Harus &ioperasi' . ###.blogbedah.com) 9ahapan selan(utnya adalah tahapan operasi, pada saat ini yang diperhatikan adalah soal kesiapan tubuh si bayi menerima perlakuan operasi, hal ini hanya bisa diputuskan oleh seorang ahli bedah +sia optimal untuk operasi bibir sumbing (labioplasty) adalah usia @ bulan +sia ini dipilih mengingat pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 0-; bulan sehingga (ika koreksi pada bibir lebih dari usia tersebut maka pengucapan huruf bibir sudah terlan(ur salah sehingga kalau dilakukan operasi

pengucapan huruf bibir tetap men(adi kurang sempurna. Eperasi untuk langit-langit (palatoplasty) optimal pada usia *- B ! bulan mengingat anak aktif bicara usia dan sebelum anak masuk sekolah. Eperasi yang dilakukan sesudah usia tahun tahun harus

diikuti dengan tindakan speech teraphy karena (ika tidak, setelah operasi suara sengau pada saat bicara tetap ter(adi karena anak sudah terbiasa melafalkan suara yang salah, sudah ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada posisi yang salah.. Bila gusi (uga terbelah (gnatoschiDis) kelainannya men(adi labiognatopalatoschiDis, koreksi untuk gusi dilakukan pada saat usia - B : tahun beker(a sama dengan dokter gigi ahli ortodonsi. ($umbing, %apan Harus &ioperasi' . ###.blogbedah.com) /ada setiap operasi hendaknya dicegah supaya tidak ter(adi komplikasi. %omplikasi yang mungkin ter(adi( Bardach, *::!), yaitu ) *. %omplikasi yang segera timbul ) perdarahan, terganggunya (alan napas, infeksi, nekrosis flap, dan kerusakan pada luka. . %omplikasi yang lambat ter(adi meliputi deformitas bibir, Fermilion yang tidak teratur, deformitas otot, scar ekternal yang berlebihan, deformitas hidung, dan stenosis nostril P)'c),aha' T)rsi)r 1 7ehabilitasi

/enatalaksanaan rehabilitasi tergantung dari tiap-tiap (enis operasi yang dilakukan, biasanya dokter bedah yang menangani akan memberikan instruksi pada orang tua pasien misalnya setelah operasi bibir sumbing luka bekas operasi dibiarkan terbuka dan tetap menggunakan sendok atau dot khusus untuk memberikan minum bayi. Banyaknya penderita bibir sumbing yang datang ketika usia sudah melebihi batas usia optimal untuk operasi membuat operasi hanya untuk keperluan kosmetika sa(a sedangkan secara fisiologis tidak tercapai, fungsi bicara tetap terganggu seperti sengau dan lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna, tindakan speech teraphy pun tidak banyak bermanfaat. ($umbing, %apan Harus &ioperasi' . ###.blogbedah.com)

PEMBA+ASAN

1. E*i%)miolo,i D)s2ri*(i.. a. Masalah 2)s)ha(a' a*a 5 B)ra*a Fr)23)'si'4a 5 Bibir sumbing/ cleft lip/ harelip/ labioschizis $etidaknya satu dari <!! anak dilahirkan dengan bibir sumbing. b. A*a2ah Masalah K)s)ha(a' Mas4ara2a( 5 K#B 6 &abah 5 9idak , karena pada masalah bibir sumbing ini merupakan penyakit yang kongenital c. Sia*a sa7a 4a', ()r2)'a 5 -&ho8P)rso'0 %arakteristik menetap. Bibir sumbing ini merupakan penyakit kongenital sehingga nampak se(ak pertumbuhan (anin dalam kandungan. Bibir sumbing ini dapat diderita oleh pria maupun #anita, tetapi pada kenyataannya #alau tidak signifikan, pria lebih ra#an menderita bibir sumbing daripada #anita. 9ernyata #alau bibir sumbing merupakan pengaruh autososom tetapi (enis kelamin rupanya turut berperan dalam menghalang-halangi daya tembus gen serta pernyataan fenotipe. %arakteristik yang didapat. Bayi dengan gen bibir sumbing disertai faktor B faktor predisposisinya. 8ktiFitas. /engkonsumsian rokok dan obat B obatan memiliki peran tambahan dalam memicu ter(adinya fenomena bibir sumbing pada orang tua yamg memiliki gen bibir sumbing. %ondisi dimana mereka hidup. 3ayoritas peyakit bibir sumbing diderita oleh masyarakat dengan sosial ekonomi rendah. %. Sia*a 4a', ()rmas32 2)lom*o2 b)r)si2o *)'4a2i( ()rs)b3( 5 =aktor 5enetik atau %eturunan. &imana material genetik dalam kromosom yang ikut mempengaruhi. &imana dapat ter(adi karena adanya mutasi gen ataupun kelainan kromosom. /ada setiap sel yang normal mempunyai "; kromosom yang terdiri dari pasang kromosom non-se> ( kromosom * s/d ) dan * pasang kromosom se> ( kromosom ? dan , ) yang menentukan (enis kelamin. /ada penderita bibir sumbing ter(adi 9risomi *@ atau $indroma /atau dimana ada @ untai kromosom *@ pada setiap sel penderita, sehingga (umlah total

kromosom pada tiap selnya adalah "<. .ika ter(adi hal seperti ini selain menyebabkan bibir sumbing akan menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak, (antung, dan gin(al. 4amun kelainan ini sangat (arang ter(adi dengan frekuensi * dari -!!!-*!!!! bayi yang lahir. %urang 4utrisi contohnya defisiensi An dan B; pada #aktu hamil, kekurangan asam folat. /ada ibu hamil terpa(an obat B obatan yang dapat mempengaruhi perkembangan (anin. 7adiasi. 9er(adi trauma pada kehamilan trimester pertama. Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi (anin contohnya seperti infeksi 7ubella dan $ifilis. ). Ka*a' a(a3 ba,aima'a *ros)s *)'4a2i( i(3 ()r7a%i -&h)'8Tim)50 $ecular (long term) trends. $ebab ter(adinya penyakit dalam kurung #aktu tahunan. /roses ter(adi pada pertumbuhan dan perkembangan (anin. .. Ma'a sa7a 4a', ()r7a',2i( *)'4a2i( (sb 5 -&h)r)8Plac)0 =enomena bibir sumbing ini tidak memiliki korelasi tempat baik dengan keadaan geografisnya maupun batas administratif/politik.

Ba,aima'a Na(3ral +is(or4 o. Dis)as) P)'4a2i( (sb s)()lah m)',ama(i i'.ormasi %ari ar(i2)l (sb. Pros)s *)'4)bara' %a' a(a3 *)'lara''4a 5

NATURAL HI STORY OF DI SEASE

( SPECTRUM OF DI SEASE)

PRE PATHOGENESIS

PATHOGENESIS ONSET OF SYMPTOMS PATHOLOGIC CHANGES


USUAL TIME OF DIAGNOSIS

CONVALESCENT

EXPOSURE
SPECTRUM OF DISEASE

STAGE OF SUSCEPTIBILITY

STAGE OF STAGE OF STAGE OF SUBCLINICAL DISEASE CLINICAL DISEASE DISABILITY OR DEATH


WITHOUT MEDICAL INTERVENTION RECOVERY DISABILITY DEATH

Pr)*a(o,)')sis =ase ini merupakan fase dimana kondisi kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terdapat pada konsep bloom, yaitu) %etahanan (asmani, mental, spiritual dan sosial 8danya gen resesif bibir sumbing 9erpapar radiasi 9er(adi trauma atau adanya infeksi pada masa kehamilan $osial ekonomi rendah /enyuluhan tentang pengetahuan pera#atan kehamilan /elayanan kesehatan Lingkungan (fisik, biologis, sosial)

/emeriksaan kandungan secara berkala /enyuluhan tentang pera#atan dan penangan bibir sumbing

5aya hidup atau lifestyle /ola makan yang kekurangan asam folat, Dat besi dan Fitamin B; pada saat kehamilan 3erokok atau mengkonsumsi alkohol

Pa(o,)')sis 6>posure ter(adi karena (ika adanya sifat resersif pada (anin, hal ini menyebabkan perubahan patologis pada perkembangan embrio dimana ter(adi kegagalan ton(olan tulang ma>illa dan ton(olan hidung media baik unilateral maupun billateral. &eformitas ini dapat terdeksi melalui pemeriksaan +$5. Co'/al)sc)'( kelainan bibir sumbing tidak mendapatkan pengobatan yang intensif maka dapat ter(adi komplikasi-komplikasi yang mengakibatkan kematian pada penderita. %elainan bibir sumbing tidak mendapatkan pengobatan yang intensif tetapi tidak sampai ter(adi komplikasi-komplikasi akan mengakibatkan kecacatan. %elainan bibir sumbing yang mendapatkan pengobatan berupa operasi kosmetik dapat sembuh tetapi tidak sempurna (sembuh secara fisik sa(a). %elainan bibir sumbing yang mendapatkan pengobatan berupa operasi kosmetik dini dan mendapatkan terapi dapat sembuh secara total. !. Ba,aima'a P)')ra*a' E*i%)molo,i P)'c),aha' *a%a 2o'()2 *)'4a2i( ()rs)b3( s)laras %)',a' Na(3ral +is(or4 o. Dis)as) *)'4a2i( ()rs)b3(.

Pr)*a(o,)')sis %ila232a' P)'c),aha' *rim)r -+)al(h *romo(io' %a' S*)si.ic *r)/)'(io'0 1 /enyuluhan terhadap para orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan diri dan lingkungan. /enyuluhan kepada orang tua dalam menangani dan mera#at anak penderita bibir sumbing. %etahui ri#ayat keturunan pasangan . /enuhi asupan giDi saat kehamilan (An, B;, dan asam folat. Hati-hati dalam penggunaan obat-obatan pada saat kehamilan. Hindari 7adiasi. Hindari trauma pada kehamilan trimester pertama. Hindari Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi (anin contohnya seperti infeksi 7ubella dan $ifilis. Pa(o,)')sis %ila232a' *)'c),aha' s)23'%)r -)arl4 %ia,'osis %a' *rom*( (r)am)'(01 +$5 /emasangan Nasogastric tube /emasangan Obturator Eperasi

Co'/al)s)'c) %ila232a' P)'c),aha' T)rsi)r 1 7ehabilitasi (=isik, mental, sosial)

9.

I'%i2a(or a*a sa7a 4a', %i,3'a2a' 3'(32 m)'ilai 2)b)rhasila' %ari *)')ra*a' )*i%)molo,i *)'c),ha' ()raha%a* *)'4a2i( ()rs)b3(. P)'c),aha' Prim)r %a' /encegahan primer dilakukan ketika seseorang masih sehat. Indikatornya antara lain terlihat dengan adanya perbaikan pola hidup, lingkungan hidup, ketahan psikobilogik adanya konsultasi kesehatan

P)'c),aha' S)23'%)r /encegahan sekunder dilakukan (ika seseorang terlan(ur sakit. Indikatornya antara lain pemeriksaan kesehatan secara berkala, bila sakit segera kedokter dan mencegah penularan kepada orang lain P)'c),aha' T)rsi)r /encegahan tersier dilakukan (ika proses penyakit sudah selesai. Indikatornya terlihat pada pemulihan fisik mental dan sosial :. a. E*i%)molo,i A'ali(i21 A*a 4a', %i*)r2ira2a' m)'7a%i .a2(or *)')'(3 a(a3 .a2(or r)si2o ()r7a',2i('4a *)'4a2i( (sb. ; Fa2(or *)')'(31 adanya gangguan pada masa perkembangan dan pertumbuhan embrio (anin ; Fa2(or r)si2o1 5en ( +tama ) %urang 4utrisi contohnya defisiensi An dan B; pada #aktu hamil, kekurangan asam folat. /ada ibu hamil terpa(an obat B obatan yang dapat mempengaruhi perkembangan (anin. 7adiasi. 9er(adi trauma pada kehamilan trimester pertama. Infeksi pada ibu yang dapat mempengaruhi (anin contohnya seperti infeksi 7ubella dan $ifilis.

b.

Ba,aima'a 2am3 bisa m)')ra',2a' s)cara ,aris b)sar m)2a'ism)

()r7a%i'4a *)'4a2i( ()rs)b3( b)r%asar2a' h3b3',a' s)bab;a2iba( *)'4a2i( 5 tidak termasuk necessary or sufficient cause c. M3',2i' a%a s3a(3 s2ri'i', 4a', s3%ah %imas4ara2a(2a' a(a3 s)%a',

%alam *)'caria' a(a3 a'%a 3s3l2a'5

$alah satu upaya skrining yang dapat dilakukan adalah +$5 namun masih belum ter(angkau dan termanfaatkan oleh masyarakat sosial ekonomi rendah. %. P)')li(ia' )*i%)molo,i %)',a' ra'ca', ba',3' 6 %)si,' 4a', ma'a< a2a'

a'%a 3s3l2a' 3'(32 m)'cari .a2(or 2a3sa 6 r)si2o 4a', s)cara *as(i %a' a(a3 *ali', 3(ama m)'7a%i *)'4)bab *)'4a2i( ()rs)b3( 5 Case control ). A*a 2)3'(3',a' %a' 2)r3,ia' %ari %)si,' *)')li(ia' 4a', a2a' 2am3 la2sa'a2a' ()rs)b3( 5 %euntungan) %erugian) estimasi resiko penyakit tidak dapat di lakukan secara langsung tidak efisien untuk eksposure yang (arang ter(adi lebih mudah ter(adi seleksi bias dan memory bias hanya untuk mempela(ari satu penyakit efisien untuk mempela(ari penyakit (arana ter(adi efisien untuk mempela(ari penyakit kronis (umlah sample yang dibutuhkan kecil biaya cukup ringan dapat ditemukan banyak faktor resiko sekaligus

SUMBER PUSTAKA

8rcher Harrry, *:;;. Eral 8nd 3a>illofacial $urgery. /hiladelphia-London-9oronto ) G.B $anders Company. 6Fy. !!<. 3era#at Bayi $umbing. ###.seyumitusehat.htm. &iakses tanggal < .uli !!-. Ibayati ,ayat, !!". /intar Biologi +ntuk %elas @ $3+ $emester *. .akarta) 6>act. H - . .ohn 3arHuis ConFerse,*:<<. 7econstructiFe /lastic $urgery. /hiladelphia-London9oronto ) G.B $anders Company. Lakshmi, 4. !!0. $umbing, %apan Harus dioperasi'. ###.blogbedah.com. &iakses tanggal < .uli !!7ichard B. $tark,*:; . /lastic $urgery.4e# ,ork ) Harper I 7o# /ublishers. $itus %esehatan %eluarga. !!-. $tudi 5enetika +ntuk Bibir $umbing. ###.infosehat.com. &iakses tangal < .uli !!-. $ukarno,*::0.Biologi @. .a#a 9imur ) Balai /ustaka. H.*!!-*!*. 5aneca