Anda di halaman 1dari 42

Tumor Ovarium A. Epidemiologi3 Tumor jinak ovarium kira-kira 15% dari jumlah seluruh kanker epithel ovarium.

Biasanya terjadi pada usia <35 tahun. Penggunaan o at-o at penyu ur meningkatkan resiko terjadinya tumor ovarium.

B. Anatomi Ovarium !anita pada umumnya mempunyai " ovarium# yaitu kanan dan kiri# yang dengan mesovarium menggantung di agian elakang ligamentum latum# kiri dan kanan. $kuran ovarium adalah kurang le ih se esar i u jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira % &m# le ar dan te al kira-kira 1#5 &m. pinggir atasnya atau hilusnya erhu ungan dengan

mesovarium tempat ditemukannya pem uluh-pem uluh darah dan sera ut-sera ut sara' untuk ovarium. (truktur ovarium terdiri atas ) 1. *orteks di se elah luar yang diliputi oleh epitelium germinativum yang er entuk ku ik# dan di dalam terdiri dari stroma serta 'olikel-'olikel primordial. ". +edulla di se elah dalam korteks tempat terdapatnya stroma dengan pem uluhpem uluh darah# sera ut-sera ut sara'# dan sedikit otot polos. ,iperkirakan pada -anita terdapat kira-kira 1...... 'olikel primer. Tiap ulan satu 'olikel akan keluar# kadang-kadang dua 'olikel# yang dalam perkem angannya akan menjadi 'olikel de /raa'. 0olikel-'olikel ini merupakan agian terpenting dari ovarium dan dapat

dilihat di korteks ovarii dalam letak yang eraneka-ragam dan pula dalam tingkat-tingkat perkem angan dari satu sel telur dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel saja sampai menjadi 'olikel de /raa' yang matang terisi dengan likuor 'ollikuli# mengandung estrogen dan siap untuk erovulasi. 0olikel de /raa' yang matang erisi ovum# stratum granulosum# teka interna# dan teka eksterna. . C. Fisiologi Ovarium ,alam endokrinologi reproduksi -anita# ovarium memiliki dua 'ungsi utama yaitu) 1. 0ungsi proli'erati' 1generati'2# yaitu se agai sum er ovum selama masa reproduksi. ,i ovarium terjadi pertum uhan 'olikel primer# 'olikel de /raa'# peristi-a ovulasi dan pem entukan korpus luteum. ". 0ungsi sekretorik 1vegetati'2# yaitu tempat pem entukan dan pengeluaran hormon steroid 1 estrogen# progesteron dan androgen 20ungsi ovarium yang utama adalah menghasilkan sel telur 1ovum2. (elain itu ovarium juga erperan dalam mengatur siklus haid -anita.

D. Patologi Ovarium ,i antara tumor-tumor ovarium# ada yang ersi'at neoplastik dan ada yang ersi'at nonneoplastik. Tumor-tumor nonneoplastik di agi menjadi tumor aki at radang dan tumor lainnya# yaitu kista 'olikel# kista korpus luteum# kista lutein# kista inklusi germinal# kista

endometrium# dan kista (tein-3eventhal. Tumor-tumor neoplastik di agi di agi atas tumor jinak dan tumor ganas# selanjutnya tumor jinak di agi menjadi tumor kistik dan tumor solid# sedangkan tumor ganas di agi menjadi tumor epitelial ovarium# tumor stroma se4-&ord# tumor sel germinal# sarkoma dan karsinoma metastatik. 1. *5(TA 67A85$+ ,e'inisi kista adalah pertum uhan a normal erupa kantung 1po&ket#

pou&h2 yang tum uh a normal di agian tu uh tertentu. *ista ada yang erisi udara# &airan# nanah# atau ahan- ahan lain. (edangkan *ista 6varium adalah suatu kantung yang erisi &airan atau materi semisolid yang tum uh pada atau sekitar ovarium." Tumor ovarium adalah kista ada yang nonneoplastik." ersi'at neoplastik dan

*ista ovarium

Etiologi 0aktor resiko untuk pem entukan kista ovarium adalah se agai)

Pengo atan in'ertilitas 9 pasien yang sedang dio ati untuk in'ertilitas dengan induksi ovulasi dengan gonadotropin atau ahan lainnya# seperti &lomiphene

&itrate atau letro:ole# dapat mem entuk kista ovary se agai agian dari ovarian hyperstimulation syndrome.

Tamo4i'en - Tamo4i'en dapat mengaki atkan kista ovary yang iasanya tim ul setelah penghentian terapi.

enigna 'ungsional

*ehamilan 9 pada -anita hamil# kista ovarium dapat ter entuk pada trimester kedua saat kadar h;/ tertinggi.

<ypothyroidism 9 karena kemiripan antara su unit alpha thyroid-stimulating hormone 1T(<2 dan h;/# hipotirodisme dapat menstimulasi pertum uhan kista ovarii.

/onadotropin maternal 9 e'ek transplasental dari gonadotropin maternal dapat meny a kan pem entukan dari kista ovarii neonatal dan 'etal.

+erokok 9 resiko kista ovarii 'ungsional meningkat dengan merokok= resiko dari merokok mungkin meningkat le ih jauh dengan penurunan indeks massa tu uh 15+T2

3igasi tu a 9 kista 'ungsional telah dihu ungkan dengan sterilisasi ligasi tu a

Patofisiologi (etiap hari# ovarium normal akan mem entuk e erapa kista ke&il yang dise ut 0olikel de /ra''. Pada pertengahan siklus# 'olikel dominan dengan diameter le ih dari ".> &m akan melepaskan oosit mature. 0olikel yang rupture akan menjadi korpus luteum# yang pada saat matang memiliki struktur 1#5 9 " &m dengan kista ditengahtengah. Bila tidak terjadi 'ertilisasi pada oosit# korpus luteum akan mengalami 'i rosis dan pengerutan se&ara progresi'. ?amun ila terjadi 'ertilisasi# korpus luteum mula-mula akan mem esar kemudian se&ara gradual akan menge&il selama kehamilan." *ista ovari yang erasal dari proses ovulasi normal dise ut kista 'ungsional dan selalu jinak. *ista dapat erupa 'olikular dan luteal yang kadang-kadang dise ut kista the&a-lutein. *ista terse ut dapat distimulasi oleh gonadotropin# termasuk 0(< dan <;/. *ista 'ungsional multiple dapat ter entuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang erle ih." Pada neoplasia tropo lastik gestasional 1hydatidi'orm mole dan &horio&ar&inoma2 dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan dia etes# <;/ menye a kan kondisi yang dise ut hiperreakti' lutein. Pasien dalam terapi in'ertilitas# induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin 10(< dan 3<2 atau terkadang &lomiphene &itrate# dapat menye a kan sindrom hiperstimulasi ovari# terutama ila disertai dengan pem erian <;/."

*ista neoplasia dapat tum uh dari proli'erasi sel yang

erle ih dan tidak

terkontrol dalam ovarium serta dapat ersi'at ganas atau jinak. ?eoplasia yang ganas dapat erasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. (ejauh ini# keganasan paling sering erasal dari epitel permukaan 1mesotelium2 dan se agian esar lesi kistik

parsial. @enis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mu&inous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik# termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari se4 &ord sel dan germ &el tumor dari germ sel primordial. Teratoma erasal dari tumor germ sel yang erisi elemen dari 3 lapisan germinal em rional= ektodermal# endodermal# dan mesodermal." Sifat kista 1. *ista 0isiologis (esuai siklus menstruasi# di ovarium tim ul 'olikel dan 'olikelnya erkem ang# dan gam aranya seperti kista. Biasanya kista terse ut erukurandi a-ah % &m# dapat dideteksi dengan menggunakan pemeriksaan $(/# dandalam 3 ulan akan hilang. @adi #kista yang ersi'at 'isiologis tidak perlu operasi#karena tidak er ahaya dan tidak menye a kan

keganasan# tetapi perlu diamatiapakah kista terse ut mengalami pem esaran atau tidak. *ista yang ersi'at 'isiologis ini dialami oleh orang di usia reproduksi karena masih mengalami menstruasi. Biasanya kista 'isiologis tidak menim uklkan nyeri pada saat haid.

1. *ista Patologis 1*anker 6varium2

*ista ovarium yang ersi'at ganas dise ut juga kanker ovarium. *anker ovarium merupakan penye a kematian ter anyak dari semua kanker ginekologi. Angka kematian

yang tinggi karena penyakit ini pada a-alnya ersi'at tanpa gejala dan tanpa menim ulkan keluhan apa ila sudah terjadi metastasis# sehingga A.-B.% pasien datang pada stadium lanjut# penyakit ini dise ut juga se agai silent killer. Angka kematian penyakit ini di 5ndonesia dengan pasti.1 Pada kista patologis# pem esaran isa terjadi relati' &epat# yang kadang tidak disadari penderita. *arena# kista terse ut sering mun&ul tanpa gejala seperti penyakit umumnya. 5tu se a nya diagnosa agak sulit dilakukan. /ejala gejala seperti perut yang agak mem un&it serta agian a-ah perut yang terasa tidak enak iasanya aru dirasakan saat ukuranya sudah &ukup esar. @ika sudah demikian iasanya perlu dilakukan tindakan pengangkatan melalui proses laparoskopi.1#" Ada lagi jenis kista a normal pada ovarium. @enis ini ada yang ersi'at jinak dan ganas. Bersi'at jinak jika isa erupa spot dan enjolan yang tidak menye ar. +eski jinak kista ini dapat eru ah menjadi ganas. Tetapi sampai saat ini# elum diketahui dengan pasti penye a peru ahan si'at terse ut. *ista ganas yang mengarah ke kanker iasanya elum diketahui

ersekat sekat dan dinding sel te al dan tidak teratur. Tidak seperti kista 'isiologis yang hanya erisi &airan# kista a normal memperlihatkan &ampuran &airan dan jaringan solid dan dapat ersi'at ganas. Klasifikasi 5. Tumor ovarii yang Benigna A. *istik

1. ?on-neoplastik 0olikel 3utein (tein-3uventhal Cndometrial Peradangan tu o ovarial 5n&lusion germinal

". ?eoplastik B. ;ystadenoma mu&inosum ;ystadenoma serosum ,ermoid (olid 0ri oma 3ymphangioma +esothelioma

6steo&hondroma Brenner

55.

Tumor ovarii yang maligna A. *istik

1. ;ystadeno&ar&inoma mu&inosum ". ;ystadeno&ar&inoma serosum 3. Cpidermoid &ar&inoma dari kista dermoid

B.

(olid

1. ;ar&inoma ". Cndrometrioid &ar&inoma 1adeno-a&anthoma2 3. +esonephroma

Tumor Ovarii yang Benigna Tumor kistik ovarium

Tumor kistik merupakan jenis yang paling sering terjadi terutama yang ersi'at non-neoplastik# seperti kista retensi yang erasal dari &orpus luteum.Tetapi di

samping itu ditemukan pula jenis yang etul merupakan neoplasma.6leh karena itu tumor kistik dari ovarium yang jinak di agi dalam golongan non-neoplastik 1'ungsionil2 dan golongan neoplastik." 1. *ista ovarium non-neoplastik 1'ungsionil2 a. *ista 'ollikel *ista ini erasal dari 'olikel de graa' yang tidak sampai erovulasi tetapi tum uh terus menjadi kista 'olikel atau dari e erapa 'olikel primer yang setelah tum uh di a-ah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia# melainkan mengalami pem esaran menjadi kista dan dengan diameter 1 -1#5 &m. (etiap ulan sejumlah esar 'ollikel menjadi mati# disertai kematian ovum# disusul dengan degenerasi dari epitel 'ollikel. Pada masa ini tampaknya se agai kista-kista ke&il. Tidak jarang ruangan 'ollikel diisi dengan &airan yang anyak# sehingga ter entuklah kista yang esar# yang dapat ditemukan pada pemeriksaan klinis. Biasanya esarnya tidak mele ihi se uah jeruk. Bagian dalam dinding kista yang tipis yang terdiri atas eerapa lapisan sel granulose akan tetapi karena tekanan didalam kista# maka terjadilah atro'i pada lapisan ini. ;airan dalam kista er-arna jernih dan kadang mengandung estrogen. esarnya iasanya

*ista 'olikel dapat menge&il dan menghilang spontan atau isa terjadi rupture dan kista menghilang. $mumnya jika disameter kista tidak le ih dari 5 &m# maka dapat ditunggu dahulu karena kista 'olikel iasanya dalam -aktu " ulan dapat menghilang sendiri. *ista 'olikuler se&ara tipikal ke&il dan tim ul dari 'olikel yang tidak sampai saat menopause# sekresinya akan terlalu anyak mengandung estrogen se agai respon terhadap hipersekresi 0(< 1 folikel stimulating hormon2 dan 3< (luteinizing hormone) normalnya ditemui saat menopause erdiameter 1 -1. &m 1'olikel normal erukuran limit "#5 &m2= erasal dari 'olikel ovarium yang gagal mengalami involusi atau gagal meresorpsi &airan. ,apat multipel dan ilateral. Biasanya asimtomatik. (ering terjadi pada pu ertas# &lima&terium# dan sesudah salpingektomi."

*ista 'olikel Gejala

*ista jenis ini tidak mem erikan gejala yang karakteristik# ahkan kadangkadang tidak menunjukkan gejala-gejala apapun. *urve suhu mono'asis. Bila men&apai ukuran yang &ukup asal ersi'at

esar# kista terse ut dapat

mem erikan rasa penuh dan tidak enak pada daerah yang dikenai. (eperti pada semua tumor ovarii dapat menye a kan torsi. *adang-kadang -alaupun jarang# dapat terjadi rupture spontan# dengan disertai tanda-tanda perdarahan intra a dominal sehingga gam aran klinisnya dapat menyerupaisuatu kehamilan ektopik yang terganggu. Dang paling sering terjadi ialah &airan kista terse ut mengalami resorpsi se&ara spontan setelah satu atau dua siklus." Diagnosa ,iagnosa hanya dapat ditentukan dengan palpasi dari tumor terse ut. Tetapi kita tidak akan dapat menentukan dengan sekali pemeriksaan# apakah kista ini neoplastik atau non neoplastik# ke&uali ila ukurannya sangat esar."

Terapi Biasanya tak memerlukan terapi karena mengalami resorpsi spontan. Bila harus diadakan operasi oleh karena adanya salah satu gangguan klinis atau oleh karena indikasi lain# se aiknya tindakannya disesuaikan dengan keadaan. Bila kista ke&il dapat dilakukan punksi atau eksisi saja. Bila enu&leasi dengan meninggalkan jaringan ovarium yang normal." esar se aiknya di

. *ista 3utein *ista ini dapat terjadi pada kehamilan# le ih jarang di luar kehamilan. *ista lutein yang sesungguhnya# umumnya erasal dari &orpus luteum haematoma.

Perdarahan ke dalam ruang &orpus selalu terjadi pada masa vaskularisasi. Bila perdarahan ini sangat anyak jumlahnya# terjadilah &orpus luteum haematoma# yang erdinding tipis dan er-arna kekuning-kuningan.(e&ara perlahan-lahan

terjadi resorpsi dari unsur-unsur darah# sehingga akhirnya tinggallah &airan yang jernih# atau sedikit er&ampur darah. Pada saat yang sama di entuklah jaringan 'i ro last pada agian dalam lapisan lutein sehingga pada kista &orpus lutein yang tua# sel-sel lutein ter enam dalam jaringan-jaringan perut."

Gejala Pada e erapa kasus sering menyerupai kehamilan ektopik. <aid kadangkadang terlam at# diikuti dengan perdarahan sedikit yang terus-menerus# disertai rasa sakit pada agian perut a-ah. Pada pemeriksaan klinis ditemukan enjolan yang sakit. Ada yang menganggap kista ini se agai korpus luteum persistens# dimana oleh sesuatu se a tidak terjadi regresi.(uatu jenis yang jarang dari kista lutein ialah yang ditemukan pada mola hydatidosa atau &horio epithelioma. ,alam e erapa kasus dari jenis ini#dindingnya di entuk oleh sel granulose yang

mengalami luteinisasi# tetapi pada umumnya kista di entuk oleh sel the&a lutein dan jaringan ikat." Diagnosis 6leh karena jarang mem erikan gejala-gejala# maka diagnose sukar ditentukan. Bila tumor ini &ukup esar sehingga dapat tera a dari luar# maka sukar di edakan dengan tumor ovarium lainnya. Pada keadaan di mana tumor ini mem eri gejala-gejala yang menyerupai kehamilan ektopik# di edakan dengan pemeriksaan test kehamilan atau kuldoskopi." Terapi Pada umumnya ersi'at konsevati' saja karena iasanya kista terse ut

akan menge&il dengan sendirinya. *alau kista itu esar sekali# harus dilakukan ekstirpasi."

&.

(tein-3eventhal 6vary 1 (indrom 6varium Polikistik2 Biasanya kedua ovarium mem esar dan ersi'at polykistik# permukaan

rata# er-arna kea u-a uan dan erdinding te al. Pada pemeriksaan mikroskopis akan tampak tuni&a yang te al dan 'i rotik. ,i a-ahnya tampak 'ollikel dalam erma&am-ma&am stadium# tetapi tidak ditemukan &orpus luteum. (e&ara klinis mem erikan gejala yang dise ut (tein-3eventhal (yndrom# yaitu yang terdiri dari hirsutisme# sterilitas# o esitas danoligomenorrhoe. *e&enderungan virilisasi mungkin dise a kan hyperplasidari tuni&a interna yang menghasilkan :at

androgeni&. *elainan ini merupakan penyakit herediter yang autosomal dominant." (indroma ovarium polikistik menye a kan 5-1.% -anita usia reprodukti' menjadi in'ertil. (ejak dikemukakan oleh (tein dan 3eventhal pada tahun 1E35# pada mulanya diterangkan ah-a sindrom ovarium polikistik merupakan suatu kumpulan gejala yang terdiri dari amenorea# haid yang tidak teratur# in'ertile# hersuitisme# dan o esitas. +enurut konsesus 8otterdam tahun "..3 mengenai sindrom ovarian polikistik# ah-a kriteria diagnostik untuk sindrom ovarium polikistik adanya " dari 3 keadaan erikut ) olligomenorhea atau anovulasi# tanda-tanda hiperandrogen se&ara klinis maupun iokimia dan ovarium polikistik dimana keadaan-keadaan terse ut

diatas ukan dise a kan oleh hyperplasia adrenal &ongenital# tumor yang mensekresi androgen atau &ushing sindrom. Epidemiologi *ejadian sindrom ovarian polikistik dengan gejala eragam dan mem erikan gam aran angka yang ervariasi. Pada pasien dengan ovarium polikistik didapati 3. % mengalami amenorea# B5% dengan oligomenorea# dan E.% didapati adanya peningkatan konsentrasi kadar luteini:ing hormone 13<2 dan androgen.

Patogenesis sindrom ovarium polikistik adalah suatu anovulasi kronik yang menye a kan in'ertilitas dan ersi'at hiperandrogenik# dimana terjadi gangguan hu ungan umpan alik antara pusat 1hipotalamus 9 hipo'isis2 dan ovarium sehingga kadar estrogen selalu tinggi yang mengaki atkan tidak pernah terjadi kenaikan kadar 0(< yang &ukup adekuat. (e&ara normal# kadar estrogen men&apai titik terendah pada keadaan menstruasi. Pada -aktu yang ersamaan# kadar 3< dan 0(< mulai meningkat dan merangsang pem entukan 'olikel ovarium yang mengandung ovum. 0olikel yang matang memproduksi hormone androgen seperti testosterone dan androstenedion yang akan dilepaskan ke sirkulasi darah. Be erapa dari hormone androgen terse ut akan erikatan dengan se4 hormone inding glo ulin 1(<B/2 di dalam darah.

Androgen yang erikatan ini tidak akti' dan tidak mem erikan e'ek pada tu uh. (edangkan androgen yang e as menjadi akti' dan eru ah menjadi hormone

estrogen dijaringan lunak. Peru ahan ini menye a kan kadar estrogen meningkat# yang mengaki atkan kadar 3< dan 0(< menurun. (elain itu kadar estrogen yang terus meningkat akhirnya menye a kan lonjakan 3< yang merangsang ovum lepas dari 'olikel sehingga terjadi ovulasi. (etelah ovulasi terjadi luteinisasi sempurna dan peingkatan tajam kadar progesterone yang diikuti penurunan kadar estrogen# 3< dan 0(<. Pada sindrom ovarium polikistik siklus ini terganggu karena adanya peningkatan aktivitas sitokrom p-%5.&1B 1en:im yang diperlukan untuk pem entukan

androgen ovarium2 dan terjadi juga penigkatan kadar 3< yang tinggi aki at sekresi gonadotropine releasing hormone 1/n8<2 yang meningkat. <al ini menye a kan sekresi androgen dari ovarium ertam ah karena ovarium pada penderita ini le ih sensitive terhadap stimulasi gonadotropin. Peningkatan produksi androgen menye a kan terganggunya perkem angan 'olikel sehingga tidak dapat memproduksi 'olikel yang matang. <al ini menye a kan erkurangnya estrogen yang dihasilkan oleh ovarium dan tidak adanya lonjakan 3< yang memi&u terjadinya ovulasi. Terapi 12 6perati' !edge rese&tion 11F3 - "F3 jaringan ovarium di uang2. !edge rese&tion dapat menye a kan ovulasi# ada " teori# yaitu)" a. ,engan reseksi se agian dari kapsul yang te al di uang# sehingga 'aktor penghalang ovulasi dihilangkan. Teori ini anyak yang menentang# karena setelah reseksi kedua sisinya akan disatukan kem ali# sehingga tim ul kapsel yang aru." . Pengangkatan se agian dari jaringan ovarium# mungkin menye a kan erkurangnya pengaruh estrogen# ini diikuti dengan penam ahan rangsangan gonadotropin# sehngga terjadi ovulasi."

"2 ?on-operati' a. ;lomiphene &itrate 1&lomide2 5. mg tiap hari selama 5-1. hari. . /onadotrophin %5.. i.u. 115.. i.u. selama 3 hari2"

d.

/erminal 5n&lusion &yst Biasanya terjadi karena invaginasi dan isolasi agian- agian ke&il dari

epitel germinativum pada permukaan ovarium#

esarnya jarang mele ihi 1

&m.*ista ini iasanya ke etulan ditemukan pada pemeriksaan histology ovarium yang diangkat se-aktu operasi -. Biasanya terjadi pada -anita tua. Tidak pernah mem eri gejala-gejala yang erarti."

". *ista ovarium yang neoplastik atau plori'erati' a. *istoma ovarii simpleks *ista ini mempunyai permukaan rata dan halus# iasanya

ertangkai#seringkali ilateral# dan dapat menjadi esar. ,inding kista tipis dan &airan didalam kista jernih# serus# dan er-arna kuning. Pada dinding kista

tampak lapisan epitel ku ik. Berhu ung dengan adanya tangkai# dapat terjadi

torsi1putaran tangkai2 dengan gejala-gejala mendadak. ,iduga ah-a kista ini suatu jenis kistadenoma serosum yang kehilangan epitel kelenjarnya erhu ung dengan tekanan &airan dalam kista. Terapi terdiri atas pengangkatan kista dengan reseksi ovarium# akan tetapi jaringan yang dikeluarkan harus segera diperiksa se&ara histologik untuk mengetahui apakah ada keganasan."

. ;ystadenoma mu&inosum Asal tumor ini elum diketahui dengan pasti. +enurut +eyer# ia mungkin erasal dari suatu teratoma di mana dalam pertum uhannya satuelemen mengalahkan elemen-elemen lain. Ada penulis yang erpendapat ah-a tumor erasal dari lapisan germinativum# sedang penulis lain menduga tumor ini mempunyai asal yang sama dengan tumor Brenner." Tumor ovarium ini ter anyak ditemukan ersama-sama dengan kistadenoma ovarii serosum. *edua tumor merupakan kira-kira A.% dari seluruh ovarium# sedang kistadenoma ovarii musinosum merupakan %.% dari seluruh kelompok neoplasma ovarium." Makroskopis Tumor ini mempunyai entuk ulat# ovoid atau entuk tidak teratur

dengan permukaan yang rata dan er-arna putih atau putih ke iru- iruan. ,i e erapa tempat dindingnya sangat tipis sehingga transparan. $mumnya tidak mengadakan perlekatan dengan sekitarnya. Bila didapatkan perlekatan maka ini

dise a kan oleh peradangan dan

ukan oleh keganasan. <u ungan dengan

ligamentum latum dapat erupa tangkai yang ke&il yang ke&il atau esar disertai vaskularisasi yang ertam ah. 5si kista umumnya merupakan &airan yang jernih# kadang-kadang sangat kental# er-arna ke&oklat-&oklatan." *ista ini ersi'at multilo&uler# tetapi kadang-kadang ditemukan pula kista yang sangat esar dengan hanya satu ruangan# yang erasal dari e erapa ruangan yang menjadi satu. *alau kista ini pe&ah spontan ataupun pada -aktu operasi dapat mengaki atkan pseudomy4oma peritonei." erisi mu&in. Bila disertai unsur darah dapat

Mikroskopis Tampak satu lapisan sel epitel tinggi yang ersekresi# -arnanya pu&at dengan nu&lei terletak di daerah asal. Pada kista-kista yang esar# sel-sel epitel tampak le ih rata. *adang-kadang tampak gam aran papilomateus# tapi jarang seperti pada &ystadenoma serosum. 3apisan epitel ini menye a kan invaginasi sehingga tim ul kista aru." Histogenesis a2 *ista ini se agian esar dianggap erasal dari teratoma dengan si'at-si'at ersi'at adenomateus#

entodermik yang menonjol. 2 Ada pula yang mengatakan erasal dari tumor Brenner.

&2 +etaplasia dari epitel germinal." Tatalaksana Tatalaksana terdiri atas pengangkatan tumor. @ika pada operasi tumor sudah &ukup esar sehingga tidak tampak anyak sisa ovarium yang eserta tu a 1salpingo-

normal# iasanya dilakukan pengangkatan ovarium

oo'orektomi2. Pada -aktu mengangkat kista sedapat-dapatnya diusahakan mengangkatnya in toto tanpa mengadakan pungsi dahulu# untuk men&egah tim ulnya pseudomiksoma peritonei karena ter&e&ernya isi kista." @ika erhu ung dengan esarnya kista perlu dilakukan pungsi untuk

menge&ilkan tumor# lu ang pungsi harus ditutup dengan rapi se elum mengeluarkan tumor dari rongga perut. (etelah kista diangkat# harus dilakukan pemeriksaan histologik di tempat-tempat yang men&urigakan terhadap

kemungkinankeganasan. !aktu operasi# ovarium yang lain perlu diperiksa pula."

&. ;ystadenoma serosum @enis ini le ih sering terjadi ila di andingkan dengan mu&inosum# tetapi ukurannya jarang sampai esar sekali." Makroskopis ,inding luarnya dapat menyerupai kista mu&inosum# tetapi pada e erapa kasus terlihat pertum uhan yang papillomatus yang menyerupai gam aran

loemkool 1&auli'lo-er2. /am aran papillomatus ini merupakan si'at khas agi jenis serosum. 5sinya merupakan &airan en&er# kadang-kadang er-arna merah atau ke&oklat-&oklatan erisi protein# darah. ,inding dalam kista sangat li&in# sehingga pada kista yang ke&il sukar di edakan dengan kista 'ollikel iasa." Mikroskopis $mumnya sel-selnya terdiri dari jenis silindris yang pendek# disertai ulu getar# sehingga menyerupai epitel tu a. (tromanya ersi'at 'i rous# kadang-

kadang disertai degenerasi hydropik sehingga menyerupai gam aran gelei !harton. /am aran yang khas dise ut psammoma bodies# yang merupakan utir kapur." Bila epitel hanya terdiri dari 1 lapis saja# dapat dianggap ah-a dari sudut histologist# kista ini ersi'at jinak. Tetapi ila epitel sudah erlapis-lapis# apalagi disertai hyperplasia# maka sukar ditentukan apakah suatu kista yang jinak atau &ystadeno&ar&inoma papilla'erum." Histogenesis Tumor ini jelas erasal dari epitel permukaan ovarium. (e&ara entuk perkem angannya# mulai dari

mikroskopis dapat di uktikan segala

invaginasi yang sederhana dari epitel germinal sampai ke invaginasi disertai sedikit pem entukan papil-papil# akhirnya erjenis &ystadenoma papilli'erum. *adang-kadang satu papilloma dapat men&apai ukuran yang esar sekali#

sehingga mengisi seluruh pelvis. Dang le ih sering ialah dimana epitel germinal

dengan invaginasi mem entuk ruangan kista yang luas# disertai pem entukan papil-papil ke arah dalam. ,engan mekanisme se&ara ini dapat dimengerti mengapa papil-papil ditemukan di agian luar dan dalam dari kista." Terapi Terapi pada umumnya sama seperti pada kistadenoma musinosum. <anya# erhu ung dengan le ih esarnya kemungkinan keganasan# perlu dilakukan

pemeriksaan yang teliti terhadap tumor yang dikeluarkan. Bahkan kadang-kadang perlu diperiksa sediaan yang di ekukan 1'ro:en se&tion2 pada saat operasi# untuk menentukan tindakan selanjutnya pada -aktu operasi."

d. *ista dermoid (e enarnya kista dermoid ialah satu teratoma kistik yang jinak dimana struktur-struktur ektodermal dengan di'erensiasi sempurna# seperti epitel kulit#ram ut# gigi dan produk glandula se asea er-arna putih kuning

menyerupai lemak nampak le ih menonjol daripada elemen-elemen entoderm dan mesoderm." Makroskopis

,inding te al

er-arna keputih-putihan. Bila di uka tampak ram ut#

&airan kental dan li&in dan kadang-kadang ditemukan juga gigi# tulang ra-an atau utir- utir tulang pada dindingnya." Mikroskopis ,indingnya dilapisi epitel gepeng erlapis seperti pada kulit. Tampak pula 'olikel ram ut kelenjar keringat# kadang-kadang tulang ra-an. Clemen endodermal kadang-kadang juga ditemukan. Dang sering ditemukan dekat dinding# ialah daerah yang menyerupai tapisan# dimana terdapat anyak sel-sel raksasa# type sel enda asing se agai reaksi dari pene usan dinding kista oleh lipoid. *adang-kadang mengandung jaringan thyroid 9 dise ut struma ovarii."#% Degenarasi maligna 1 9 3 % dari kista dermoid dapat eru ah menjadi ganas# yaitu menjadi &ar&inoma epidermoid. *adang-kadang dapat pula menjadi sar&oma tetapi le ih jarang."#%

Histogenesis +engenai terjadinya kista ini ada " teori ) a2 ,ise a kan oleh karena perkem angan yang tidak sempurna pada akhir stadium lastomer.

2 Tumor ini ovarium.%

erasal dari perkem angan sel telur yang tidak di uahi dalam

Terapi pada kista dermoid terdiri atas pengangkatan# iasanya dengan seluruh ovarium. "#%

Pem!agian kista ovarium !erdasarkan lokalisasi 1. *ista e as 1pendu&ulata2 /erakan e as Batas jelas ". *ista intraligamentair 3etaknya diantara " lig. 3atum /erakan ter atas Tampak pem uluh-pem uluh darah yang ersilangan satu sama lain 3. *ista pseudo intraligamentair 3etaknya di luar lig. 3atum /erakan ter atas# karena perlekatan 1in'eksi# metastase2

/am . Pem uluh darah iasa."#% "anifestasi klinis *e anyakan -anita dengan tumor ovarium tidak menim ulkan gejala dalam -aktu yang lama. /ejala umumnya sangat ervariasi dan tidak spesi'ik. (e agian gejala dan tanda adalah aki at dari pertum uhan# aktivitas endokrin# atau komplikasi tumor terse ut. Pada stadium a-al dapat erupa gangguan haid. @ika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering erkemih. ,apat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menye a kan nyeri spontan atau nyeri pada saat ersenggama. Pada stadium lanjut gejala yang terjadi erhu ungan dengan

adanya asites 1penim unan &airan dalam rongga perut2# penye aran ke omentum 1lemak perut2# dan organ-organ di dalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan hati. Perut mem un&it# kem ung# mual# gangguan na'su makan# gangguan uang air esar dan uang air ke&il. Penumpukan &airan isa juga terjadi pada rongga dada aki at penye aran penyakit ke rongga dada yang mengaki atkan penderita sangat merasa sesak napas."#%

#e$ala kista neoplastik Tidak ada yang ersi'at khas. Terhadap siklus haid tidak ada pengaruh yang jelas. *adang-kadang terjadi hypomenorrhoe ila kedua ovarium mem esar. <al ini dise a kan kerusakan kedua jaringan ovarium. Bila tumor agak esar

terasa perasaan

erat dan sakit. (ering kali adanya tumor ini diketahui oleh enjolan di perut a-ah. Pada jenis

penderita sendiri# yang merasa adanya

serosum# kadang-kadang aru diketahui setelah adanya asites# yang dihasilkan oleh papil."#% Tumor ovarium dengan ke%amilan Pengaruhnya pada kehamilan dan persalinan adalah) A ortus ,apat terjadi torsi dari tumor ,apat menim ulkan kelainan letak ,apat menghalangi jalan lahir."#%

Bila pada kehamilan muda ditemukan kista jinak yang ke&il# pengangkatannya diundur# oleh karena yang ditakuti ialah

iasanya

ah-a &orpus

luteumnya terletak pada kista yang diangkat sehingga menye a kan keguguran. (e aiknya operasi diundur sampai setelah trimester ke-1# setelah produksi progesterone diam il alih oleh pla&enta. (e elum dan sesudah operasi# i u di eri progresteron 1"5mg i.m.Fhari2 untuk memperke&il kemungkinan a ortus."#% Bila ada keluhan akut# operasi tidak oleh ditunda. *ista ovarium yang

ditemukan pada -aktu kehamilan tua perlu diangkat atau tidak# tergantung pada

esarnya# posisinya# &epatFtidaknya erkem ang# dan pada tuanya kehamilan. Bila ukurannya sedang dan letaknya diatas# se aiknya operasi ditunda sampai setelah partus. Bila ada dugaan kegansan harus segera dioperasi."#% *alau tumor menghalangi jalan lahir# dilakukan (; dan pengangkatan tumor sekaligus."#%

Diagnosis Apa ila pada pemeriksaan ditemukan tumor di rongga perut agian a-ah dan atau dirongga panggul# maka setelah diteliti si'at-si'atnya 1 esarnya# lokalisasi# permukaan#konsistensi# apakah dapat digerakkan atau tidak2# perlulah ditentukan jenis tumor terse ut.Pada tumor ovarium iasanya uterus dapat dira a tersendiri# terpisah dari tumor. @ika tumor ovarium terletak di garis tengah dalam rongga perut agian a-ah dan tumor itu konsistensinya kistik# perlu dipikirkan adanya adanya kehamilan atau kandung kemih penuh#sehingga pada anamnesis perlulah le ih &ermat dan disertai pemeriksaan tam ahan.,i negara-negara erkem ang# karena tidak segera dioperasi tumor ovarium isa menjadi esar# sehingga mengisi seluruh rongga perut."#% ,alam hal ini kadang-kadang sukar untuk menentukan apakah pem esaran perut dise a kan oleh tumor atau as&ites# akan tetapi dengan pemeriksaan yang dilakukan dengan teliti# kesukaran ini iasanya dapat diatasi."

Apa ila sudah ditentukan ovarium# maka perlu diketahui

ah-a tumor yang ditemukan ialah tumor apakah tumor itu ersi'at neoplastik

atau nonneoplastik. Tumor nonneoplastik aki at peradangan umumnya dalam anamnesis menunjukkan gejala-gejala ke arah peradangan genital# dan pada pemeriksaan tumor-tumor aki at peradangan tidak dapat digerakkan karena perlengketan. *ista nonneoplastik umumnya tidak menjadi esar# dan diantaranya pada suatu -aktu iasanya menghilang sendiri."#%

Pemeriksaan penun$ang Tidak jarang tentang penegakkan diagnosis tidak dapat diperoleh kepastian se elum dilakukan operasi# akan tetapi pemeriksaan yang &ermat dan analisis yang tajam dari gejala-gejala yang ditemukan dapat mem antu dalam pem uatan di''erensial diagnosis.Be erapa &ara yang dapat digunakan untuk mem antu menegakkan diagnosis adalah )

1. 3aparaskopi Pemeriksaan ini sangat erguna untuk mengetahui apakah se uah tumor erasal dari ovarium atau tidak# serta untuk menentukan si'at-si'at tumor itu. ". $ltrasonogra'i

,engan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan atas tumor# apakah tumor erasal dariuterus# ovarium# atau kandung ken&ing# apakah tumor kistik atau solid# dan dapat puladi edakan antara &airan dalam rongga perut yang e as dan yang tidak. 3. 0oto 8ontgen Pemeriksaan ini erguna untuk menentukan adanya hidrotoraks.

(elanjutnya# pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat adanya gigi dalam tumor. %. Parasintesis Pungsi diperhatikan as&ites erguna untuk menentukan se a as&ites. Perlu

ah-a tindakan terse ut dapat men&emarkan kavum peritonei

dengan isi kista ila dinding kista tertusuk."#% Diagnosis Banding 12 *ehamilan ,apat di edakan dari reaksi iologis# rontgen dan auskultasi "2 Asites $ntuk mem edakan# dapat ditanyakan pada penderita# apakah pernah menderita sirosis hepatis atau &ar&inoma peritonei yang sekunder. Dang le ih penting lagi ialah pemeriksaan perkusi.

Pada tumor ovarium akan ditemukan daerah pekak di depan dan tympani di samping. Pada asites ada shi'ting dullness. ,engan palpasi# penderita yang tidak egitu gemuk dapat dira a atas- atas tumor 32 Peritonitis TB; *eadaan ini dapat menyerupai kista ovarium. <al ini dise a kan karena asites yang di entuk sering menyerupai kapsel# yang pada palpasi dan perkusi menyerupai kista. Pada anamnesa terdapat TB; paru# disertai demam su 'e ril. @uga tumor massanya sering le ih tinggi dari daerah panggul. %2 +yoma uteri Per edaannya ialah pada tumor ovarium dapat dirasakan terse ut dapat dipisahkan dari uterus. ;aranya) dengan tangan kiri di atas perut# kita mendorong tumor terse ut ke atas. Tangan kanan mera a portio. Bila tumor ini erasal dari ovarium# pada -aktu tumor didorong# portio akan tetap# tidak ikut ergerak. Pada myoma uteri# portio akan ikut ergerak. *adang-kadang tim ul kesukaran ila tumor ovarii melekat dengan uterus. Bila tunor ini esar# pada myoma dapat tera a konsistensi yang keras dan er enjol- enjol# sedang pada tumor ovarium le ih lem ek# permukaan rata dan letaknya agak ke samping dan le ih mudah digerakan. 52 Perut gemuk ah-a tumor

,apat di edakan dengan perkusi dan pemeriksaan dalam A2 ,iverkulitis ,apat di edakan dengan arium inloop."#3#%

Penatalaksanaan Prinsip ah-a tumor ovarium neoplastik memerlukan operasi dan tumor nonneoplastik tidak# jika menghadapi tumor ovarium yang tidak mem erikan gejalaFkeluhan pada penderitadan yang diameternya# kemungkinan esarnya tidak mele ihi 5 &m

esar tumor terse utadalah kista 'olikel atau kista

korpus luteum. Tidak jarang tumor terse ut mengalami penge&ilan se&ara spontan dan menghilang# sehingga perlu diam il sikap untuk menunggu selama "-3 ulan# jika selama -aktu o servasi dilihat peningkatan dalam pertum uhan

tumor terse ut# kita dapat mengam il kesimpulan esar itu operati'."

ah-a kemungkinan tumor

ersi'at neoplastik dan dapat dipertim angkan untuk pengo atan

Tindakan operasi pada tumor ovarium neoplastik yang tidak ganas ialah pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada agian ovarium yang mengandung tumor# akan tetapi jika tumornya esar atau ada komplikasi perlu dilakukan pengangkatan ovarium# iasanyadisertai dengan pengangkatan tu a

1salphyngooo'orektomi2. @ika terdapat keganasan operasiyang le ih tepat ialah histerektomi dan salphyngooo'orektomi ilateral. Akan tetapi pada-anita muda

yang masih ingin mendapat keturunan dan dengan tingkat keganasan tumor yang rendah# dapat dipertanggungja-a kan untuk mengam il resiko dengan melakukan operasi yang tidak se erapa radikal."#% Komplikasi a2 Torsi *omplikasi ini yang paling sering terjadi# terutama pada tumor dengan ukuran sedang. 0aktor-'aktor yang dapat menye a kan torsi erma&am-ma&am. (alah satunya ialah 'aktor dari tumor sendiri# gerakan yang ti a-ti a dan gerakan dari peristalti& dari usus. Putaran iasanya searah jarum jam. ,apat erputar sedikit saja atau terjadi e erapa putaran."#% /angguan peredaran darah yang dise a kan oleh torsi ini terutama mengenai susunan vena saja# dise a kan penyum atan# sehingga kista er-arna iru#

ahkan kadang-kadang jadi hitam. ,alam keadaan ekstrim arteri juga terjepit. 6leh karena torsi yang erle ihan# kista terse ut dapat pula terlepas sama sekali. Peristi-a torsi kadang-kadang disertai nyeri yang he at dan terus menerus. Tetapi kadang-kadang pula rasa nyeri itu hanya se entar. Torsi dapat pula kem ali lagi ke dalam kedudukan semula. ,alam hali ini penderita akan menderita sakit se entar untuk kemudian hilang lagi."#% Bila torsi terjadi pada ovarium kanan# gejalanya dapat menyerupai appendi&itis akut# misalnya# sakit ti a-ti a di perut kanan a-ah# mual dan

muntah# terdapat de'ans mus&ular# nada &epat dan suhu adan naik# -alaupun

tidak pernah le ih dari 3>.;. pada pemeriksaan darah akan ditemukan leukositosis. Tidak jarang penderita dioperasi dengan diagnose preoperative suatu appendi&itis akut." Bila di iarkan terus# dapat terjadi in'eksi sekunder dari peritoneum# disertai perlekatan dengan sekitarnya# suppurasi atau peritonitis."

2 8upture dari kista <ali ini jarang terjadi tetapi dapat terjadi se&ara spontan atau oleh karena trauma. Pada keduanya disertai gejala sakit# mual# dan muntah. Tumor yang tadinya jelas atas- atasnya sukar ditentukan. *alau ada pem uluh darah yang pe&ah# dapat disertai gejala-gejala sho&k seperti nadi &epatFke&il# temp. su normal# sesak na'as# dan keringat dingin. Perasaan sakit akan hilang dalam e erapa jam# meskipun rasa nyeri dan kelegangan dari perut a-ah masih akan dirasakan e erapa hari. Tidak dapat disangsikan ah-a dalam e erapa kasus# gejala-gejala terse ut akan hilang dengan sendirinya."#% 8upture dari kista yang ke&il# kadang-kadang tidak mem erikan gejala-gejala dengan segera. Tetapi pe&ahnya ini dapat mem erikan ahaya penye aran isi kista mu&in dalam ruang a domen erisi &airan gelatinous. !alaupun &airan ini dikeluarkan# segera akan di entuk &airan aru oleh sel-sel epitel yang tum uh di peritoneum# sehingga akhirnya dapat menye a kan kematian 1pseudomy4oma peritonei2."#%

&2 (uppurasi dari kista Peradangan dari kista dapat terjadi setelah torsi atau dapat pula erdiri sendiri# yaitu se&ara hemtogen atau lim'ogen. *ista dermoid le ih sering terkena radang. +ungkin karena isinya yang merangsang# atau mungkin pula erat tumornya yang dapat menggangu peredaran darah. /ejala-gejalanya seperti pada peradangan iasa yaitu sakit# nyeri tekan# perut tegang# demam dan leukositosis. *alau di iarkan isa terjadi peritonitis. *adangkadang peradangan ini dapat sem uh sendiri."#% d2 Peru ahan keganasan ,ari suatu tumor kistik enigna dapat terjadi keganasan. Pada jenis ila di andingkan

mu&inosum kemungkinan terjadinya keganasan le ih ke&il

dengan jenis serosum. Dang pertama kemungkinan itu erkisar antara 5-1.%. Pada &ystadenoma serosum# per edaan histologist yang enigna dan maligna

sukar ditentukan. Tetapi jenis ini le ih sering #menjadi ganas yaitu G "5%. ,egenerasi pada kista dermoid le ih jarang lagi yaitu G 3%. Biasanya ila terjadi keganasan# erupa &a epidermoid# kadang-kadang erupa sar&oma."#% Prognosis Prognosis dari kista jinak sangat aik. *ista jinak terse ut dapat tum uh di jaringan sisa ovarium atau di ovarium kontralateral.

*ematian dise a kan karena karsinoma ovari ganas erhu ungan dengan stadium saat terdiagnosis pertama kali dan pasien dengan keganasan ini sering ditemukan sudah dalam stadium akhir. Angka harapan hidup dalam 5 tahun ratarata %1.A%# ervariasi antara >A.E% untuk stadium 05/6 5a dan 11.1% untuk stadium 57. Tumor sel granuloma memiliki angka ertahan hidup >"% sedangakan karsinoma sel skuamosa yang prognosis yang uruk. (e agian esar tumor sel germinal yang terdiagnosis pada stadium a-al memiliki prognosis yang sangat aik. ,isgerminoma dengan stadium lanjut erasal dari kista dermoid erkaitan dengan

erkaitan dengan prognosis yang le ih aik di andingkan germinal sel tumor nondisgerminoma. Tumor yang le ih tidak agresi' dengan potensi keganasan yang rendah mempunyai si'at yang le ih jinak tetapi tetap erhu ungan dengan angka

kematian yang tinggi. (e&ara keseluruhan angka ertahan hidup selama 5 tahun adalah >A."%."#% Kanker Ovarium Epitelial Penda%uluan ,i Amerika (erikat# jumlah kanker ovarium le ih menye a kan kematian dari semua keganasan ginekologi lainnya. ,i seluruh dunia setiap tahun# ".%.... perempuan didiagnosis# dan 1"5.... perempuan meninggal dari penyakit ini 1(ankaranarayanan# "..A2. ,ari jumlah terse ut# karsinoma ovarium epitelial terdiri

dari E. sampai E5 persen dari semua kasus# termasuk tumor di'erensiasi potensi ganas rendah 1 orderline2 1Huirk# "..52. *arena kesamaannya dari karsinoma peritoneal primer dan kanker tu a 'allopi# mereka termasuk dalam agian ini untuk

penyederhanaan. (e&ara umum# tidak ada tes skrining e'ekti' untuk kanker ovarium dan e erapa gejala a-al terkemuka. Aki atnya# tiga perempat pasien mempunyai penyakit lanjut ketika mereka didiagnosis. 6persai agresi' debulking# diikuti dengan kemoterapi er asis platinum# iasanya menghasilkan remisi klinis. ?amun# sampai >. persen -anita akan kam uh yang akhirnya mengarah pada progresi penyakit dan kematian. Epidemiologi dan Faktor &isiko (atu dari B> -anita Amerika 11#3 persen2 akan menderita kanker ovarium selama hidupnya. *arena insidensi menurun perlahan-lahan sejak a-al 1EE.-an# kanker ovarium telah turun menjadi penye a utama kedelapan kanker pada -anita. Pada tahun "..B# "".%3. kasus aru diperkirakan erkem ang di Amerika (erikat. ?amun# e erapa pasien didiagnosis a-al dan kemudian sem uh. (e agai hasilnya# terjadi 15.">. kematian# dan kanker ovarium tetap menjadi penye a utama kematian kelima terkait kanker 1@emal# "..B2. (e&ara keseluruhan# rata-rata usia saat diagnosis adalah di a-al A.-an. Banyak 'aktor risiko reproduksi# lingkungan# dan genetik telah dikaitkan dengan perkem angan kanker ovarium 1Ta el 35-12. Dang paling penting adalah ri-ayat keluarga dengan kanker payudara atau kanker ovarium# dan sekitar 5 sampai 1. persen pasien memiliki ke&enderungan genetik di-ariskan. $ntuk E. sampai E5

persen lain yang tidak ada kaitan genetik diidenti'ikasi untuk kanker ovarium# se agian esar 'aktor risiko yang erhu ungan dengan pola siklus ovulasi yang tidak terganggu selama tahun-tahun reproduksi. 8angsangan yang erulang pada epitel

permukaan ovarium dihipotesiskan akan menye a kan trans'ormasi mengarah pada keganasan.

Ta le 35-1 0aktor 8esiko Berkem angnya *anker Cpitel 6varium

?ullipara +enar&he dini +enopause terlam at 8as putih Bertam ahnya usia Tinggal di Amerika $tara dan Cropa $tara 8i-ayat keluarga

?ullipara dikaitkan dengan jangka panjang

erulangnya ovulasi# dan

perempuan tanpa anak-anak memiliki dua kali resiko terkena kanker ovarium 1Purdie#"..32. +ereka dengan ri-ayat in'ertilitas memiliki risiko yang le ih tinggi juga. +eskipun alasannya tidak jelas# hal terse ut le ih mungkin dikarenakan predisposisi si'at ovarium yang telah melekat daripada e'ek iatrogenik o at-o at yang merangsang ovulasi. (e agai &ontoh# -anita yang dio ati untuk in'ertilitas yang men&apai kelahiran hidup tidak memiliki peningkatan risiko kanker ovarium 18ossing# "..%2. (e&ara umum# risiko menurun dengan masing-masing kelahiran hidup# dan sta il pada -anita yang melahirkan lima kali 1<inkula# "..A2. (alah satu teori yang menarik untuk menjelaskan e'ek perlindungan ini# kehamilan dapat menggugurkan sel ovarium premaligna 18ostgaard# "..32. A-al menar&he dan menopause terlam at juga telah dikaitkan dengan peningkatan resiko kanker ovarium. (e aliknya# pem erian A(5 memiliki e'ek perlindungan# mungkin dengan memperpanjang amenore 1Den# "..32. Agaknya dengan men&egah ovulasi# penggunaan kontrasepsi oral kom inasi jangka panjang mengurangi risiko kanker ovarium se esar 5. persen. ,urasi perlindungan erlangsung sampai dengan "5 tahun setelah penggunaan terakhir 18iman# ".."2. (e aliknya# terapi pengganti estrogen setelah menopause meningkatkan resiko 13a&ey# "..A2. Perempuan ras putih memiliki insidensi kanker ovarium tertinggi di antara semua kelompok ras dan etnis 1Huirk# "..52. ,i andingkan dengan perempuan kulit hitam dan <ispanik# resiko meningkat 3. hingga %. persen 1/oodman# "..32.

!alaupun alasan yang tepat tidak diketahui# per edaan rasial dalam paritas dan tingkat pem edahan ginekologi dapat menjelaskan e erapa per edaan. 3igasi tu a dan histerektomi masing-masing telah dikaitkan dengan pengurangan su stansial dalam resiko kanker ovarium 1<ankinson# 1EE32. Telah didalilkan ah-a setiap jenis prosedur ginekologi yang menghalangi iritasi yang

men&apai ovarium melalui kenaikan dari saluran kelamin agian a-ah se&ara masuk akal mungkin mem erikan suatu e'ek perlindungan. (e agai &ontoh# -anita yang se&ara teratur menggunakan edak perineum memiliki risiko tinggi 1?ess# "...2. *ejadian keseluruhan kanker ovarium meningkat dengan ertam ahnya usia ke pertengahan B. se elum menurun sedikit di antara perempuan mele ihi usia >. tahun 1/oodman# "..32. (e&ara umum# penuaan memungkinkan perpanjangan -aktu untuk menye a kan peru ahan genetik se&ara a&ak dalam epitel permukaan ovarium. Perempuan yang tinggal di Amerika $tara# Cropa $tara# atau negara industri Barat# misalnya 5srael# memiliki risiko le ih tinggi terkena kanker ovarium. (e&ara glo al angka kejadian sangat ervariasi# namun negara-negara erkem ang dan

@epang memiliki tingkat terendah. *e iasaan diet daerah tertentu mungkin erpengaruh. 1*iani# "..A2. +isalnya# konsumsi makanan rendah lemak tetapi tinggi serat# karoten# vitamin dapat se agai pelindung 1Ihang# "..%2. 8i-ayat keluarga dengan kanker ovarium dalam generasi tingkat pertama yaitu i u# anak perempuan atau saudara perempuan# memiliki tiga kali lipat resiko mengalami kanker ovarium selama hidupnya. 8isiko le ih meningkat dua kali atau le ih pada generasi tingkat pertama. 5denti'ikasi pasien erisiko tinggi dengan

anggota keluarga yang mempunyai kanker ovarium# kanker payudara# atau kanker usus esar saat ini merupakan strategi pen&egahan ter aik 1?ational ;an&er 5nstitute# "..Ba2. @ika ri-ayat keluarga memiliki kanker usus esar# dokter harus -aspada kemungkinan hereditary nonpolyposis colorectal cancer 1<?P;;2# juga dikenal se agai sindrom Lynch. Pasien dengan sindrom ini memiliki risiko seumur hidup tinggi kanker usus esar 1>5 persen2 dan kanker ovarium 11. sampai 1" persen2. *arena keganasan ginekologi didominasi kanker endometrium 1risiko seumur hidup %. hingga A. persen2# <?P;; dijelaskan se&ara le ih rin&i dalam Ba 33. 3e ih dari E. persen kanker ovarium yang diturunkan erasal dari mutasi germline pada gen B8;A1 atau B8;A". ,engan demikian# -anita dengan dua anggota keluarga yang menderita kanker ovarium atau kanker payudara pada premenopause 1se elum usia 5.2 di antara kera at mereka generasi pertama dan kedua harus dirujuk untuk konseling genetik 10rank# 1EE>2. Biasanya# se uah silsilah yang komprehensi' di angun dan penilaian risiko dilakukan. B8;AP86 saat ini meruapakan model statistik yang divalidasi untuk menilai risiko seseorang untuk mem a-a mutasi germline gen B8;A1 dan B8;A". +odel dan perangkat lunak terse ut memungkinkan kuanti'ikasi akurat risiko# dan hasilnya menentukan apakah pasien harus menjalani tes genetik 1Cuhus# ".."= @ames# "..A2. #en B&CA' dan B&CA( 5ni adalah dua gen supresor tumor dengan protein produk# B8;A1 dan B8;A"# erinteraksi dengan rekom inasi ,?A memper aiki protein untuk

memelihara struktur utuh kromosom. +utasi B8;A1 dan B8;A" menye a kan ketidaksta ilan genetik# mengaki atkan sel eresiko le ih tinggi ertrans'ormasi

menjadi ganas 1/am ar 35-12 1,eng# "..A= (&ully# "...2. /en B8;A1 terletak pada kromosom 1BJ"1. Pasien dengan mutasi yang telah ter ukti memiliki resiko peningkatan dramatis terjadi kanker payudara 1%5 hingga >5 persen2 dan kanker ovarium 1". sampai %5 persen2. B8;A" terletak di 13J1" kromosom dan pada umumnya# kurang &enderung mengarah pada kanker payudara 13. sampai 5. persen2 dan kanker ovarium 11. sampai ". persen2 1;hen# "..A= 8is&h# "..A2. *edua gen ini di-ariskan dengan &ara dominan se&ara autosom# dengan varia el penetrasi. Pada dasarnya# carrier memiliki kesempatan 5.)5. meneruskan gen ke putra atau putrinya# tetapi tidak pasti apakah ada orang dengan mutasi gen enar- enar akan

mengaki atkan kanker payudara atau kanker ovarium. Aki atnya# mani'estasi mutasi B8;A1 dan B8;A" dapat mun&ul untuk melampaui generasi.