Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN MIOMA UTERI

MIOMA UTERI A. Pengertian Mioma uteri adalah tumor yang paling umum pada traktus genitalis (Derek Lle ellyn! "ones# $%%&'. Mioma uteri adalah tumor (inak otot rahim# disertai (aringan ikatnya ( . In)omedika. htm# *++&'. Mioma uteri ter,atas tegas# tidak ,erkapsul# dan ,erasal dari otot polos (aringan )i,rosus# sehingga mioma uteri dapat ,erkonsisten padat (ika (aringan ikatnya dominan dan ,erkonsentrasi lunak (ika otot rahim yang dominan. Mioma uteri ,iasa (uga dise,ut leiomioma uteri# )i,roma uteri# )i,roleiomioma# mioma )i,roid atau mioma simpel. Mioma terdiri atas sera,ut! sera,ut otot polos yang diselingi dengan (aringan ikat dan dikelilingi kapsul yang tipis. Tumor ini dapat ,erasal dari setiap ,agian duktus muller# tetapi paling sering ter(adi pada miomatreium. Disini ,e,erapa tumor dapat tim,ul se-ara serentak. Ukuran tumor dapat ,er.ariasi dari se,esar ka-ang polong sampai se,asar ,ola kaki. Degenarasi ganas mioma uteri# ditandai dengan ter(adinya perlunakan serta arna yang kea,u! a,uan# terutama (ika mioma tum,uh dengan -epat atau ditemukan pada pot menopause. Adanya ,agian nekrotik# lunak dan perdarahan pada potongan mioma perlu di aspadai adanya proses ganas. /ila ,erasal dari miometrium# maka dinding uterus mene,al# sehingga ter(adi pem,esaran uterus. Mioma uteri ter(adi kira 0 kira 12 anita selama masa reproduksi. Tumor ini tum,uh dengan lam,at dan mungkin ,aru dideteksi se-ara klinis pada kehidupan dekade ke! &. pada dekade ke 0 & ini insidennya men-apai kira 0 kira *+2. Mioma sering ter(adi pada anita nulipara atau anita yang hanya mempunyai satu orang anak. /entuk mikroskopis sering sulit di,edakan dengan mioma uteri yang hiperselluler. Mioma uteri merupakan tumor (inak yang paling sering ditemukan satu dari empat anita selama masa reproduksi yang akti). 3e(adian mioma uteri sukar ditetapkan karena tidak semua mioma uteri mem,erikan keluhan dan memerlukan tindakan operasi. Mioma uteri tidak mem,erikan tanda dan ge(ala klinik yang ,ermakna namun le,ih sering pada dekade ke! & serta pada anita kulit hitam dan sekitar 1 0 $+ 2 merupakan su,mukosa. Diet dan lemak tu,uh (uga ,erpengaruh terhadap resiko ter(adinya mioma. Marshall ($%%4'# 5ato ($%%4' dan 6hia))arino menemukan ,ah a resiko mioma meningkat seiring ,ertam,ahnya indeks massa tu,uh dan konsumsi daging dan ham. 5e,agian ,esar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi# karena diduga ,erhu,ungan dengan akti.itas estrogen. Dengan demikian mioma uteri tidak di(umpai se,elum menarke dan akan mengalami regresi setelah menopause# atau ,ahkan

,ertam,ah ,esar maka kemungkinan ,esar mioma uteri terse,ut telah mengalami degenerasi ganas men(adi sarkoma uteri. /ila ditemukan pem,esaran a,domen se,elum menarke# hal itu pasti ,ukan mioma uteri tetapi kemungkinan ,esar kista o.arium dan resiko untuk mengalami keganasan sangat ,esar. /. Etiologi dan Patologi Etiologi 5ampai saat ini ,elum diketahui penye,a, pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multi)aktorial. Diper-ayai ,ah a mioma merupakan se,uah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari se,uah sel neoplastik tunggal. 5el!sel tumor mempunyai a,normalitas kromosom# khususnya pada kromosom lengan. 7aktor!)aktor yang mempengaruhi pertum,uhan tumor# di samping )aktor predisposisi genetik# adalah estrogen# progesteron dan human gro th hormone. $. Estrogen. Mioma uteri di(umpai setelah menarke. 5eringkali terdapat pertum,uhan tumor yang -epat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. Mioma uteri akan menge-il pada saat menopause dan pengangkatan o.arium. Adanya hu,ungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti endometriosis (1+2'# peru,ahan )i,rosistik dari payudara ($&#42'# adenomyosis ($8#12' dan hiperplasia endometrium (%#92'.Mioma uteri ,anyak ditemukan ,ersamaan dengan ano.ulasi o.arium dan anita dengan sterilitas. $:/ hidro;ydesidrogenase< en=im ini mengu,ah estradiol (se,uah estrogen kuat' men(adi estron (estrogen lemah'. Akti.itas en=im ini ,erkurang pada (aringan miomatous# yang (uga mempunyai (umlah reseptor estrogen yang le,ih ,anyak daripada miometrium normal. *. Progesteron Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Progesteron mengham,at pertum,uhan tumor dengan dua -ara yaitu< mengakti)kan $:/ hidro;ydesidrogenase dan menurunkan (umlah reseptor estrogen pada tumor. 9. >ormon pertum,uhan Le.el hormon pertum,uhan menurun selama kehamilan# tetapi hormon yang mempunyai struktur dan akti.itas ,iologik serupa yaitu >PL# terlihat pada periode ini# mem,eri kesan ,ah a pertum,uhan yang -epat dari leiomioma selama kehamilan mingkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara >PL dan Estrogen. Dalam "e))-oates Prin-iples o) ?yne-ology# ada ,e,erapa )aktor yang diduga kuat se,agai )aktor predisposisi ter(adinya mioma uteri# yaitu < $. Umur < Mioma uteri (arang ter(adi pada usia kurang dari *+ tahun# ditemukan sekitar $+2 pada anita ,erusia le,ih dari &+ tahun. Tumor ini paling sering mem,erikan ge(ala klinis antara 91 0 &1 tahun. *. Paritas < Le,ih sering ter(adi pada nullipara atau pada anirta yang relati) in)ertil# tetapi sampai saat ini ,elum diketahui apakan in)ertilitas menye,a,kan mioma uteri atau

se,aliknya mioma uteri yang menye,a,kan in)ertilitas# atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi. 9. 7aktor ras dan genetik < Pada anita ras tertentu# khususnya anita ,erkulit hitam# angka ke(adian mioma uteri tinggi. Terlepas dari )aktor ras# ke(adian tumor ini tinggi pada anita dengan ri ayat keluarga ada yang menderita mioma. 7ungsi o.arium < Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertum,uhan mioma# dimana mioma uteri mun-ul setelah menarke# ,erkem,ang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause. Pem,erian agonis ?nR> dalam aktu lama sehingga ter(adi hipoestrogenik dapat mengurangi ukuran mioma. E)ek estrogen pada pertum,uhan mioma mungkin ,erhu,ungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan )aktor pertum,uhan lain. Terdapat ,ukti peningkatan produksi reseptor progesteron# )aktor pertum,uhan epidermal dan insulin!like gro th )a-tor yang distimulasi oleh estrogen. Anderson dkk# telah mendemonstrasikan mun-ulnya gen yang distimulasi oleh estrogen le,ih ,anyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkem,angan mioma. @amun ,ukti!,ukti masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami regresi yang ,ermakna setelah menopause se,agaimana yang disangka. Le,ih daripada itu tumor ini kadang!kadang ,erkem,ang setelah menopause ,ahkan setelah oo)orektomi ,ilateral pada usia dini. Patologi "ika tumor dipotong# akan menon(ol diatas miometrium sekitarnya karena kapsulnya ,erkontraksi. Aarnanya a,u keputihan# tersusun atas ,erkas! ,erkas otot (alin! men(alin dan melingkar! lingkar didalam matriks (aringan ikat. Pada ,agian peri)er sera,ut otot tersusun atas lapisan konsentrik dan sera,ut otot tersusun atas lapisan konsentrik serta sera,ut otot normal yang mengelilingi tumor ,erorientasi sama. Antara tumor dan miometrium normal# terdapat lapisan (aringan areolar tipis yang mem,entuk pseudokapsul# tempat masuknya pem,uluh darah kedalam mioma. Pada pemeriksaan mikroskopis# kelompok 0 kelompok sel otot ,er,entuk kumparan dengan inti pan(ang dipisahkan men(adi ,erkas 0 ,erkas oleh (aringan ikat. 3arena seluruh suplai darah mioma ,erasal dari ,e,erapa pem,uluh darah yang masuk ke pseudokapsul# ,erarti pertum,uhan tumor terse,ut selalu melampaui suplai darahnya. Ini menye,a,kan degenerasi# terutama pada ,agian tengah mioma. Mula 0 mula ter(adi degenerasi hyalin# mungkin men(adi degenerasi kistik# atau kialsi)ikasi dapat ter(adi kapanpun oleh ahli ginekologi pada a,ad ke 0$% dise,ut se,agai B,atu rahimC. Pada kehamilan# dapat ter(adi komplikasi. dengan dikuti ekstra.asasi darah diseluruh tumor yang mem,erikan gam,aran seperti daging sapi mentah. 3urang dari +#$2 ter(adi peru,ahan tumor men(adi sarkoma.

5imtomatologi ?e(ala tergantung pada ,esar dan posisi mioma. 3e,anyakan mioma ke-il dan ,e,erapa yang ,esar tidak menim,ulkan ge(ala dan hanya terdeteksi pada pemeriksaan rutin. "ika mioma terletak su,endometrium# mungkin disertai minoragia. "ika perdarahan yang he,at menetap# pasien mungkin mengalami anemia. 3etika uterus ,erkontraksi# dapat tim,ul nyeri kram. Mioma su,endometrium yang ,ertangkai dapat menye,a,kan perdarahan persisten dari uterus. Dimanapun posisinya didalam uterus# mioma ,esar dapat menye,a,kan ge(ala penekanan pada panggul# disuria dan sering ken-ing serta konstipasi atau nyeri punggung (ika uterus yang mem,esar menekan re-tum. Mioma ser.i- dapat menye,a,kan nyeri panggul dan kesulitan melakukan hu,ungan seksual. Mioma )i,rosa dapat tidak menun(ukan ge(alaD menye,a,kan perdarahan .agina a,normal. ?e(ala lain aki,at tekanan pada organ 0 organ sekitarnya men-akup nyeri# sakit kepala# konstipasi dan masalah 0 masalah perkemihan. Menorrhagi dan metroragi ter(adi karena )i,roid (dapat merusak lapisan uterus'. 6. 3lasi)ikasi 3lasi)ikasi mioma dapat ,erdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena. $. Lokasi 6eri.i-al (*#82'# umumnya tum,uh ke arah .agina menye,a,kan in)eksi. Isthmi-a (:#*2'# le,ih sering menye,a,kan nyeri dan gangguan traktus urinarius. 6orporal (%$2'# merupakan lokasi paling la=im# dan seringkali tanpa ge(ala. *. Lapisan Uterus Mioma uteri pada daerah korpus# sesuai dengan lokasinya di,agi men(adi tiga (enis yaitu < Mioma Uteri 5u,serosa Lokasi tumor di su,serosa korpus uteri dapat hanya se,agai ton(olan sa(a# dapat pula se,agai satu massa yang dihu,ungkan dengan uterus melalui tangkai. Pertum,uhan ke arah lateral dapat ,erada di dalam ligamentum latum dan dise,ut se,agai mioma intraligamenter. Mioma yang -ukup ,esar akan mengisi rongga peritoneal se,agai suatu massa. Perlengketan dengan usus# omentum atau mesenterium di sekitarnya menye,a,kan sistem peredaran darah diam,il alih dari tangkai ke omentum. Aki,atnya tangkai makin menge-il dan terputus# sehingga mioma akan terlepas dari uterus se,agai massa tumor yang ,e,as dalam rongga peritoneum. Mioma (enis ini dikenal se,agai (enis parasitik. Mioma Uteri Intramural Dise,ut (uga se,agai mioma intraepitelial. /iasanya multipel apa,ila masih ke-il tidak meru,ah ,entuk uterus# tetapi ,ila ,esar akan menye,a,kan uterus ,er,en(ol!,en(ol# uterus ,ertam,ah ,esar dan ,eru,ah ,entuknya. Mioma sering tidak mem,erikan ge(ala klinis yang ,erarti ke-uali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut se,elah ,a ah. 3adang kala tumor tum,uh se,agai mioma su,serosa dan kadang!kadang se,agai mioma su,mukosa. Di dalam otot rahim dapat ,esar# padat ((aringan ikat dominan'# lunak ((aringan otot rahim dominan'.

Mioma Uteri 5u,mukosa Terletak di ,a ah endometrium. Dapat pula ,ertangkai maupun tidak. Mioma ,ertangkai dapat menon(ol melalui kanalis ser.ikalis# dan pada keadaan ini mudah ter(adi torsi atau in)eksi. Tumor ini memperluas permukaan ruangan rahim. Dari sudut klinik mioma uteri su,mukosa mempunyai arti yang le,ih penting di,andingkan dengan (enis yang lain. Pada mioma uteri su,serosa ataupun intramural alaupun ditemukan -ukup ,esar tetapi sering kali mem,erikan keluhan yang tidak ,erarti. 5e,aliknya pada (enis su,mukosa alaupun hanya ke-il selalu mem,erikan keluhan perdarahan melalui .agina. Perdarahan sulit untuk dihentikan sehingga se,agai terapinya dilakukan histerektomi. Atropi < setelah menopause dan rangsangan estrogen menghilang. Degenerasi hialin (merupakan peru,ahan degenerati) yang paling umum ditemukan'< "aringan ikat ,ertam,ah /er arna putih dan keras Dise,ut Bmioma durumC

Degenerasi kistik< /agian tengah dengan degenerasi hialin men-air Men(adi poket kistik Degenerasi mem,atu (-al-areous degeneration' < Terdapat tim,unan kalsium pada mioma uteri. Padat dan keras /er arna putih Red degeneration (-arneous degeneration' < Ter(adi paling sering pada masa kehamilan. Estrogen merangsang tum,uh kem,ang mioma. Aliran darah tidak seim,ang (edema sekitar tungkai dan tekanan hamil'. Ter(adi kekurangan darah menim,ulkan nekrosis# pem,entukan trom,us# ,endungan darah dalam mioma# arna merah (hemosiderosisDhemo)usin'. Proses ini ,iasanya disertai nyeri# tetapi dapat hilang sendiri. 3omplikasi lain yang (arang ditemukan meliputi< kelahiran preterm# ruptur tumor dengan perdarahan peritoneal# sho-k dan ,ahkan men-etuskan DI6. Degenerasi Mukoid < Daerah hyaline digantikan oleh ,ahan gelatinosa yang lem,ut. /iasanya ter(adi pada tumor yang ,esar# dengan aliran arterial yang terganggu. Degenerasi Lemak< Lemak ditemukan di dalam serat otot polos.

Degenerasi sarkomatous (trans)ormasi maligna' Ter(adi pada kurang dari $2 mioma. 3ontro.ersi yang ada saat ini adalah apakah hal ini me akili se,uah peru,ahan degenerati) ataukah se,uah neoplasma spontan. Leiomyosarkoma merupakan se,uah tumor ganas yang (arang terdiri dari sel!sel yang mempunyai di)erensiasi otot polos. D. ?am,aran 3linik >ampir separuh dari kasus mioma uteri ditemukan se-ara ke,etulan pada pemeriksaan pel.ik rutin. Pada penderita memang tidak mempunyai keluhan apa!apa dan tidak sadar ,ah a mereka sedang mengandung satu tumor dalam uterus. 7aktor! )aktor yang mempengaruhi tim,ulnya ge(ala klinik meliputi < $. /esarnya mioma uteri. *. Lokalisasi mioma uteri. 9. Peru,ahan!peru,ahan pada mioma uteri. ?e(ala klinik ter(adi hanya pada sekitar 91 2 0 1+2 dari pasien yang terkena. Adapun ge(ala klinik yang dapat tim,ul pada mioma uteri< Perdarahan a,normal# merupakan ge(ala klinik yang sering ditemukan (9+2'. /entuk perdarahan yang ditemukan ,erupa< menoragi# metroragi# dan hipermenorrhea. Perdarahan dapat menye,a,kan anemia de)isiensi 7e. Perdarahan a,normal ini dapat di(elaskan oleh karena ,ertam,ahnya area permukaaan dari endometrium yang menye,a,kan gangguan kontraksi otot rahim# distorsi dan kongesti dari pem,uluh darah di sekitarnya dan ulserasi dari lapisan endometrium. Penekanan rahim yang mem,esar < Terasa ,erat di a,domen ,agian ,a ah. ?e(ala traktus urinarius< urine )reEuen-y# retensi urine# o,struksi ureter dan hidrone)rosis. ?e(ala intestinal< konstipasi dan o,struksi intestinal. Terasa nyeri karena tertekannya sara). @yeri# dapat dise,a,kan oleh < Penekanan sara). Torsi ,ertangkai. 5u,mukosa mioma terlahir. In)eksi pada mioma. In)ertilitas# aki,at penekanan saluran tu,a oleh mioma yang ,erlokasi di -ornu. Perdarahan kontinyu pada pasien dengan mioma su,mukosa dapat menghalangi implantasi. Terdapat peningkatan insiden a,orsi dan kelahiran prematur pada pasien dengan mioma intramural dan su,mukosa. 3ongesti .ena# dise,a,kan oleh kompresi tumor yang menye,a,kan edema ekstremitas ,a ah# hemorrhoid# nyeri dan dyspareunia. ?angguan pertum,uhan dan perkem,angan kehamilan. 3ehamilan dengan disertai mioma uteri menim,ulkan proses saling mempengaruhi < 3ehamilan dapat mengalami keguguran.

Persalinan prematuritas. ?angguan proses persalinan. Tertutupnya saluran indung telur menim,ulkan in)entiritas. Pada kala III dapat ter(adi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. /iasanya mioma akan mengalami in.olusi yang nyata setelah kelahiran.

Pengaruh kehamilan dan persalinan pada mioma uteri < 6epat ,ertam,ah ,esar# mungkin karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat dalam kehamilan. Degenerasi merah dan degenerasi karnosa < tumor men(adi le,ih lunak# ,eru,ah ,entuk# dan ,er arna merah. /isa ter(adi gangguan sirkulasi sehingga ter(adi perdarahan. Mioma su,serosum yang ,ertangkai oleh desakan uterus yang mem,esar atau setelah ,ayi lahir# ter(adi torsi (terpelintir' pada tangkainya# torsi menye,a,kan gangguan sirkulasi dan nekrosis pada tumor. Aanita hamil merasakan nyeri yang he,at pada perut (a,doment akut'. 3ehamilan dapat mengalami keguguran. Persalinan prematuritas. ?angguan proses persalinan. Tertutupnya saluran indung telur sehingga menim,ulkan in)ertilitas. Pada kala III dapat ter(adi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. Mioma yang lokasinya di,elakang dapat terdesak kedalam ka.um douglasi dan ter(adi inkarserasi. Pengaruh mioma pada kehamilan dan persalinan < 5u,)ertil (agak mandul' sampai )ertil (mandul' dan kadang! kadang hanya punya anak satu. Terutama pada mioma uteri su, mu-osum. 5ering ter(adi a,ortus. Aki,at adanya distorsi rongga uterus. Ter(adi kelainan letak (anin dalam rahim# terutama pada mioma yang ,esar dan letak su, serus. Distosia tumor yang menghalangi (alan lahir# terutama pada mioma yang letaknya diser.i;. Inersia uteri terutama pada kala I dan kala II. Atonia uteri terutama paska persalinan F perdarahan ,anyak# terutama pada mioma yang letaknya didalam dinding rahim. 3elainan letak plasenta. Plasenta sukar lepas (retensio plasenta'# terutama pada mioma yang su, mukus dengan intra mural. Penanganan ,erdasarkan pada kemungkinan adanya keganasan# kemungkinan torsi dan a,domen akut dan kemungkinan menim,ulkan komplikasi o,stetrik# maka < Tumor o.arium dalam kehamilan yang le,ih ,esar dari telur angsa harus dikeluarkan. Aaktu yang tepat untuk operasi adalah kehamilan $8 0 *+ minggu.

Operasi yang dilakukan pada umur kahamilan di,a ah *+ minggu harus di,erikan su,stitusi progesteron < ! /e,erapa hari se,elum operasi. ! /e,erapa hari setelah operasi# se,a, ditakutkan korpus luteum terangkat ,ersama tumor yang dapat menye,a,kan a,ortus. Operasi darurat apa,ila ter(adi torsi dan a,oment akut. /ila tumor agak ,esar dan lokasinya agak ,a ah akan menghalangi persalinan# penanganan yang dilakukan < ! 6o,a reposisi# kalau perlu dalam narkosa. ! /ila tidak ,isa persalinan diselesaikan dengan se-tio -esarea dan (angan lupa# tumor sekaligus diangkat. 3omplikasi Perdarahan sampai ter(adi anemia. Torsi tangkai mioma dari < a. Mioma uteri su,serosa. ,. Mioma uteri su,mukosa. @ekrosis dan in)eksi# setelah torsi dapat ter(adi nekrosis dan in)eksi. Pengaruh tim,al ,alik mioma dan kehamilan. Pengaruh mioma terhadap kehamilan. a. In)ertilitas. ,. A,ortus. -. Persalinan prematuritas dan kelainan letak. d. Inersia uteri. e. ?angguan (alan persalinan. ). Perdarahan post partum. g. Retensi plasenta. Pengaruh kehamilan terhadap mioma uteri a. Mioma -epat mem,esar karena rangsangan estrogen. ,. 3emungkinan torsi mioma uteri ,ertangkai.

E. $. *. 9. &.

7.

Diagnosis Diagnosis mioma uteri ditegakkan ,erdasarkan< $. Anamnesis a. Tim,ul ,en(olan di perut ,agian ,a ah dalam aktu yang relati) lama. ,. 3adang!kadang disertai gangguan haid# ,uang air ke-il atau ,uang air ,esar. -. @yeri perut ,ila terin)eksi# terpuntir# pe-ah. *. a. Pemeriksaan )isik Palpasi a,domen didapatkan tumor di a,domen ,agian ,a ah.

,.

Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan ,imanual didapatkan tumor terse,ut menyatu dengan rahim atau mengisi ka.um Douglasi. -. 3onsistensi padat# kenyal# mo,il# permukaan tumor umumnya rata. 9. a. ?e(ala klinis Adanya rasa penuh pada perut ,agian ,a ah dan tanda massa yang padat kenyal. ,. Adanya perdarahan a,normal. -. @yeri# terutama saat menstruasi. d. In)ertilitas dan a,ortus. &. Pemeriksaan luar Tera,a massa tumor pada a,domen ,agian ,a ah serta pergerakan tumor dapat ter,atas atau ,e,as. Pemeriksaan dalam. Tera,a tumor yang ,erasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat ter,atas atau ,e,as dan ini ,iasanya ditemukan se-ara ke,etulan. a. Pemeriksaan penun(ang U5?# untuk menentukan (enis tumor# lokasi mioma# kete,alan endometriium dan keadaan adne;a dalam rongga pel.is. Mioma (uga dapat dideteksi dengan 6T s-an ataupun MRI# tetapi kedua pemeriksaan itu le,ih mahal dan tidak mem.isualisasi uterus se,aik U5?. Untungnya# leiomiosarkoma sangat (arang karena U5? tidak dapat mem,edakannya dengan mioma dan kon)irmasinya mem,utuhkan diagnosa (aringan. Dalam se,agian ,esar kasus# mioma mudah dikenali karena pola gemanya pada ,e,erapa ,idang tidak hanya menyerupai tetapi (uga ,erga,ung dengan uterusF le,ih lan(ut uterus mem,esar dan ,er,entuk tak teratur. 7oto /@ODIGP pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di rongga pel.is serta menilai )ungsi gin(al dan per(alanan ureter. >isterogra)i dan histeroskopi untuk menilai pasien mioma su,mukosa disertai dengan in)ertilitas. Laparaskopi untuk menge.aluasi massa pada pel.is. La,oratorium < darah lengkap# urine lengkap# gula darah# tes )ungsi hati# ureum# kreatinin darah. Tes kehamilan. $. *. 9. &. Diagnosis ,anding Tumor solid o.arium. Uterus gra.id. 3elainan ,a aan rahim. Endometriosis# adenomiosis.

1.

8.

,.

-. d. e. ). g. :.

1. ?.

Perdarahan uterus dis)ungsional

Penanganan Penanganan yang dapat dilakukan ada dua ma-am yaitu penanganan se-ara konser.ati) dan penanganan se-ara operati). $. Penanganan konser.ati) se,agai ,erikut < a. O,ser.asi dengan pemeriksaan pel.is se-ara periodik setiap 9!8 ,ulan. ,. /ila anemia# >,