Anda di halaman 1dari 19

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

JUDUL :
MENURUNKAN WAKTU PENGUKURAN COBALT DALAM SAMPEL CTA DRYER (M/2M
1745) SEBESAR 50 % SELAMA 4 BULAN
Fasilitator : Usep Ruhimat
Ketua
: Agus Andriana
Anggota : Meila Astriani
Rizal Mutaqin
Dikri Munandar
Asep Rakhmat H.
Usia Rata : 27 tahun

RISALAH GKM
GKM INDIKATOR
SEKSI / DIVISI : QI-TPA / MANUFACTURING I
PT. MITSUBISHI CHEMICAL INDONESIA
Jalan Raya Merak Desa Gerem
Kec. Grogol Cilegon
BANTEN

Pendidikan Rata-Rata : Analis Kimia


Dibentuk
: Oktober 2008
Jumlah Pertemuan
: 16 kali
Lama Pertemuan
: 90 menit
Kehadiran anggota
: 98 %
Periode kegiatan
: Okt 08 Januari 09

Jadwal Kegiatan (Rencana dan Realisasi) Periode Okt 08 Januari 09


Tahap

Langkah

1
2
3
4
5
6
7

D
C
A
Keterangan :

Kegiatan

Sept 8

Okt 8

Waktu
Nov 08

Des 8

Jan 09

Menentukan Tema dan Judul


Mencari Penyebab
Menentukan Penyebab Dominan
Membuat Rencana dan Melaksanakan Perbaikan
Meneliti Hasil
Membuat Standar Baru
Menyusun Rencana Berikutnya
= Rencana
= Realisasi

LATAR BELAKANG PEMILIHAN TEMA DAN JUDUL :


# Lamanya waktu pengukuran logam Cobalt dapat mengurangi kepuasan pihak terkait, dalam hal ini pihak proses.
# Lamanya waktu pengukuran dapat mengurangi efektifitas dan efisiensi waktu kerja analisis
SASARAN PERUBAHAN :
# Menurunkan waktu pengukuran sejalan dengan sasaran perusahaan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi, serta
mempertahankan kestabilan proses operasi
# Efisiensi penggunaan bahan kimia (HClpekat) sehingga pengurangan biaya yang menjadi program perusahaan dapat tercapai
# Mengurangi jumlah limbah sisa analisis untuk menurunkan resiko polusi terhadap lingkungan menuju green level factory
ALUR KERJA SEKSI QI-TPA :

OK
Penerimaan Sampel

Pengukuran

Hasil Ukur

Pelaporan

Tidak
ALUR KERJA ANALISIS COBALT DARI SAMPEL CTA DRYER

Menimbang 20 gr
sampel CTA (4 menit)

Melakukan
pengukuran dengan
AAS (10 menit)

Menambahkan 30 mL
HCl(p) + 30 mL air mili-Q
(2 menit)
Menyaring sampel dengan
memakai kertas saring ke
dalam labu 100 mL (9 menit)

PROSES PELARUTAN
(35 menit)
Memanaskan sampel
dan diaduk

Mendinginkan sampel
hingga suhu ruangan

TAHAP 1 : MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL


(20 SEPT 2008 30 SEPT 2008)
1.1. Inventarisasi Masalah
Sumber data
: Log Book Analisis Th. 2008 di QI-MTS dan pengamatan
Periode Masalah
: 15 Juni 15 September 08
Pencatat/ Pengolah data : MA, AGS

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

No

Masalah

Analisis 4 CBA dari sampel M/2M 1745 dengan alat HPLC lama

Analisis logam dari sampel Utility dengan AAS lama

Analisis AD project sampel dengan GC lama

Analisis logam dari sampel M/2M-1745 dengan alat AAS lama

Analisis alkaline transparancy dengan alat UV-VIS lama

Analisis logam dari sampel M/2M-1845 dengan alat AAS lama

Analisis 4CBA,BA dan PTA dari sample M/2M1845 dengan alat HPLC lama

1.2. Stratifikasi Masalah

2
3
4

Waktu analisis
dengan alat
AAS
Waktu analisis
dengan alat
HPLC
Waktu analisis
dengan alat GC
Waktu analisis
dengan alat UVVIS

Formulasi
masalah

Jumlah
masalah

%
Komp

%
Kum

2, 4, 6

42.86

42.86

1,7

28.56

14.29

14.29

100

71.42
3

Pareto penetapan tema

85.71
100

80

5
4

60

40

20

% kumulatif

Jenis masalah

Jumlah masalah

No.

0
0
7
100
analisisWaktu
analisis
analisisWaktu analisis
Dari diagram pareto di atas menunjukkan bahwa masalah waktu analisis dengan Waktu
menggunakan
alat
AASWaktu
mempunyai
dengan alat dengan alat dengan alat dengan alat
frekuensi tertinggi, sehingga gugus sepakat mengambil TEMA :
A AS

HP LC

GC

UV-VIS

MENURUNKAN WAKTU ANALISIS DENGAN ALAT AAS

1.3. Penetapan Judul


Data waktu analisis sampel sampel dengan alat AAS
Sumber data
: Log Book Analisis Th. 2008 di QI-MTS
Periode Masalah
: 15 Juni 15 September 08
Pencatat/ Pengolah data : DM, QIEN

2
3
4
5
6

Co
M /2M 1745
Co, Mn, Na
katalis F2275
Co, Na
F/2F 1726
Na
M/2M 1845
Co, Mn
F/2F 5326
Co M 2201
TOTAL

Waktu
Analisis
(menit)

% Komp

60

33.90

33.90

30

16.96

50.86

27

15.25

66.11

25

14.12

80.23

20

11.30

91.53

15
177

8.47

100

Pareto penetapan judul

% kum

100
160

90

140

80

120

70
60

100

50

80

40

60

30

40

20

100
Dari diagram pareto di atas menunjukkan bahwa waktu analisis sampel 20
sampel dengan alat AAS yang paling lama
adalah analisis Cobalt dalam sampel M/2M-1745, sehingga gugus sepakat mengambil
judul :
0
Co M /2M Co , M n, Co , Na Na M /2M Co , M n
MENURUNKAN WAKTU ANALISIS COBALT (Co) DALAM SAMPEL M/2M-1745
1745 Na katalis F/2F 1726
1845 F/2F 5326
SEBESAR 50% DALAM WAKTU 4 BULAN
F2275

10
0
Co M
2201

% Kumulatif

Item Analisis

Waktu pengukuran (menit)

No.

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

1.4. Analisis situasi


1. Frekuensi analisis Co dari sample M/2M 1745 cukup tinggi
2. Waktu yang dibutuhkan untuk analisis Co dari sample M/2M 1745 cukup lama
3. Data diperlukan oleh proses
1.5. Alasan pengambilan tema/Judul
Analisis Co sampel M/2M 1745 merupakan salah satu item analisis yang dibutuhkan oleh seksi proses,
semakin cepat dan akurat data dilaporkan, maka stabil operasi di proses akan semakin terkendali.

GKM INDIKATOR,

MENGETAHUI,

MENYETUJUI,

AGUS ANDRIANA
Ketua

USEP RUHIMAT
Fasilitator

DIDIT ADHITYA
Kepala Seksi

TAHAP 2 : MENGANALISA PENYEBAB


(01 OKT 2008 15 OKT 2008)
2.1. Inventarisasi Penyebab
No.
Penyebab

No.

Penyebab

Jarak tempat prepa rasi dan alat ukur berjauhan

12

Dilakukan pengenceran sampel

Flame AAS sulit menyala

13

Preparasi sampel lama

Larutan standar rusak

14

Lelah

Bobot sampel terlalu banyak

15

Tidak konsentrasi

Analis baru

16

Volume pelarut kurang

Lambat melakukan preparasi

17

Konsentrasi Co tinggi

Pemanasan sampel lama

18

Nyala api pengukuran merah (seharusnya biru)

Larutan standar kadaluarsa

19

Mengulang analisis

Ada kerusakan pada sistem pengontrol gas

20

Waktu penyaringan sampel lama

10

Tempat alat ukur sempit

21

Burner kotor

11

Alat kurang perawatan

22

Burner head jarang dibersihkan

2.2. Stratifikasi Penyebab


No
Manusia

Metode

Material

Alat

Analis baru

Bobot sampel terlalu


banyak

Larutan standar rusak

Flame AAS sulit menyala

Lambat
melakukan
preparasi

Pemanasan sampel
lama

Larutan standar
kadaluarsa

Ada kerusakan pada


sistem pengontrol gas

Lelah

Dilakukan pengenceran
sampel

Alat kurang perawatan

Tidak konsentrasi

Konsentrasi Co tinggi

Nyala api pengukuran


merah (seharusnya biru)

Mengulang
analisis

Preparasi sampel
lama
Volume pelarut
kurang
Waktu penyaringan
sampel lama

Lingkungan
Jarak tempat prepa
rasi dan alat ukur
berjauhan
Tempat alat ukur
sempit

Burner kotor
Burner head jarang
dibersihkan

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

2.3. Diagram tulang ikan

LINGKUNGAN

Jarak tempat
preparasi dan alat
ukur berjauhan

MANUSIA

METODA

Mengulang analisis

Lelah

Preparasi sample lama


Pemanasan sample lama
Tempat alat ukur
sempit

Lambat melakukan
preparasi

Volume pelarut kurang


kurangbanyak

Analis baru

Waktu penyaringan sample lama

Larutan standar rusak


Larutan standar kadaluarsa
Dilakukan pengenceran
sampel
2.4.
Nominal Co
Group
Tecchnique (NGT)
Konsentrasi
tinggi
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

FaktorFaktor
Penyebab
MA
Lelah
1
Analis baru
2
Bobot sampel terlalu
10
banyak MATERIAL
Pemanasan sampel lama
11
Volume pelarut kurang
9
Tempat alat ukur sempit
3
Konsentrasi Co tinggi
7
Burner head jarang
8
dibersihkan
Larutan standar
6
kadaluarsa
Alat kurang perawatan
4
Waktu penyaringan lama
5

Pengukura
n Cobalt
M/2M
1745 lama

Tidak konsentrasi

Bobot sample terlalu banyak

Flame sulit menyala


Nyala api pengukuran merah (
seharusnya biru)
Burner kotor

Ada kerusakan pada


system pengontrol gas
Alat kurang
perawatan
Nilai Masing-Masing Anggota
AGS
DM
QIEN
NDOY
1
1
1
1
2
2
2
2

TOTAL

Burner head jarang


dibersihkan
RANK

5
10

11
10

9
MESIN
/ ALAT 49

11

10

11

10
9
4
6

11
9
3
7

10
9
4
8

10
11
3
6

52
47
17
34

1
3
9
5

39

32

3
5

5
4

3
5

4
5

19
24

8
7

Menyaring sampel dengan


Melakukan
pengukuran
memakai
kertas
dengan
saring ke
AAS (10
dalam
labu
menit)
100 mL (9 menit)
GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah
Calon Penyebab dominan

60
49

50

52
47
39

40
Nilai

34

32

30

24
17

20

19

10
10

Penyebab

Dengan Faktor NGT =1/2n + 1 = 7 , maka calon penyebab dominan yang akan dilanjutkan di langkah 3 , adalah :
1. Pemanasan sampel lama
2. Bobot sampel terlalu banyak
3. Volume pelarut kurang
4. Burner head jarang dibersihkan
5. Konsentrasi Co tinggi
6. Larutan standar kadaluarsa
7. Waktu penyaringan lama
Keterangan : Calon penyebab dominan no 6 tidak diuji karena selama periode pengujian tidak ditemukan
larutan standar yang sudah kadaluarsa.

TAHAP 3 : MENGUJI DAN MENENTUKAN PENYEBAB DOMINAN


(16 OKT 16 NOV 2008)
3.1. Menguji penyebab dominan
1. Calon penyebab dominan : Waktu pemanasan lama
Sumber data
: Percobaan Gugus
Periode pengujian : 16 Okt 16 Nov 2008
Penguji
: Gugus Indikator

PROSES PELARUTAN
(35 menit)

Menimbang 20 gr
sampel CTA (4 menit)

Menambahkan 30 mL
HCl(p) + 30 mL air mili-Q
(2 menit)

Memanaskan sampel
dan diaduk

Melakukan
pengukuran dengan
AAS (10 menit)

Menyaring sampel dengan


memakai kertas saring ke
dalam labu 100 mL (9 menit)

Mendinginkan sampel
hingga suhu ruangan

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Variasi Lamanya Pemanasan


No

Waktu
pemanasan
(menit)

Waktu rata-rata
pengukuran Co
(menit)

60

45.3

30

10

49.3

15

53.2

20

60.2

Scatter
Waktu
Pemanasan
Lama
SOP pem
anasan
20 m enit
90
R= 0.9884

0
0

10

15

20

25

Waktu pemanasan (menit)

Dari diagram scatter di atas dapat dilihat bahwa semakin lama waktu pemanasan maka akan semakin lama pula waktu
yang diperlukan untuk pengukuran Co dari sampel M/2M-1745.
Dengan nilai R = 0.9884 maka faktor waktu pemanasan lama gugus simpulkan berpengaruh.

2. Calon penyebab dominan : Bobot sampel terlalu banyak


Sumber data
: Percobaan Gugus
Periode pengujian : 16 Okt 16 Nov 2008
Penguji
: Gugus Indikator
PROSES PELARUTAN
(35 menit)
Menimbang 20 gr
sampel CTA (4 menit)

Menambahkan 30 mL
HCl(p) + 30 mL air mili-Q
(2 menit)

Melakukan
pengukuran dengan
AAS (10 menit)
Variasi Penimbangan Bobot Sampel

Menyaring sampel dengan


memakai kertas saring ke
dalam labu 100 mL (9 menit)

Memanaskan sampel
dan diaduk

Mendinginkan sampel
hingga suhu ruangan

Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Bobot
penimbangan
(gram)

Waktu rata-rata
pengukuran Co
(menit)

70

46.7

60

10

50.3

50

15

54.6

20

61.0

No

GKM

GKM INDIKATOR
Scatter
Banyak
SOP Bobot
penimSampel
banganTerlalu
20 gram

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

R=0.9909

40
30
20
0

10

15

20

25

B eratmaka
penimbangan
(gram) lama pula waktu yang
Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa semakin banyak bobot penimbangan
akan semakin
diperlukan untuk melarutkan sampel dan proses penyaringan, sehingga pengukuran Co dari sampel M/2M-1745 semakin
lama pula.
Dengan nilai R= 0.9909 maka faktor bobot sampel terlalu banyak gugus simpulkan berpengaruh.

3. Calon penyebab dominan : Volume pelarut kurang


Sumber data
: Percobaan Gugus
Periode pengujian : 16 Okt 16 Nov 2008
Penguji
: Gugus Indikator
Menimbang 20 gr
sampel CTA (4 menit)

PROSES PELARUTAN
(35 menit)

Menambahkan 30 mL
HCl(p) + 30 mL air mili-Q
(2 menit)

Melakukan
Menyaring sampel dengan
pengukuran dengan
memakai kertas saring ke
AAS (10 menit)
dalam labu 100 mL (9 menit)
Volume pelarut
Waktu rata-rata
SOP
pelarut
30
Volume
Pelarut
No
HCl (p) Scatter
Analisis
Com lKurang
70
(ml)
(Menit)
1.

60

45

2.

50

40

3.

40

Memanaskan sampel
dan diaduk
Mendinginkan sampel
hingga suhu ruangan

35
R2=0.99960
.9961

35

43
51

30

4.

30

20
20

60
25

30

35

40

45

50

Vo lume HCl (ml)

Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa semakin banyak volume pelarut maka akan semakin cepat waktu yang
diperlukan untuk melarutkan kandungan Cobalt di dalam sampel sehingga analisis Co dari sampel M/2M-1745 semakin
cepat.
Dengan nilai R= 0.9996 maka faktor volume pelarut kurang gugus simpulkan berpengaruh, namun karena konsumsi
HCL menjadi lebih banyak maka gugus sepakat faktor ini tidak dilanjutkan.
4. Calon penyebab dominan : Burner head jarang dibersihkan
Sumber data
: Percobaan Gugus
Periode pengujian : 16 Okt 16 Nov 2008

Melakukan 20 gr
Menimbang
sampel CTAdengan
pengukuran
(4 menit)
AAS (10 menit)

Penguji
No

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

: Gugus Indikator
Waktu rata-rata
Kondisi Burner
Analisis Co
(Menit)

Scatter
Head Jarang
Dibersihkan
BurnerBurner
Head Jarang
Dibersihkan
61.2

1.

Bersih (Api biru)

60.6

61

R= 0.6547

60.8
2.

Agak kotor
(Api kuning)

60.4

3.

Kotor
(Api merah)

61.0

60.6
60.4
60.2
0

Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa kondisi burner tidak terlalu berpengaruh Ko
terhadap
waktu
yang diperlukan untuk
ndisi B urner
Head
analisis Co dari sampel M/2M-1745.
Dengan nilai R= 0.6547, maka faktor burner head jarang dibersihkan tidak berpengaruh. Tetapi harus dipastikan bahwa
perawatan burner head harus tetap dilakukan.
5. Calon penyebab dominan : Konsentrasi Co tinggi
Sumber data
: Percobaan Gugus
Periode pengujian : 16 Okt 16 Nov 2008
Penguji
: Gugus Indikator
No

Konsentrasi Co
(ppm)

Waktu rata-rata
Analisis Co
(Menit)

Rendah
(9.6 ppm)

59.9

Sedang
(12.0 ppm)

60.7

Tinggi
(14.0 ppm)

60.5

Scatter
Konsentrasi
Tinggi
Konsentrasi
Co Co
tinggi
60.7
60.4

R= 0.5961

60.1
59.8
59.5

0
1 terhadap2waktu yang
3 diperlukan
4 untuk analisis
5
Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa konsentrasi Co tidak berpengaruh
Ko nsentrasi Co (ppm)
Co dari sampel M/2M-1745.
Dengan nilai R = 0.5961 maka faktor konsentrasi Co tinggi tidak berpengaruh.

6. Calon penyebab dominan : Waktu penyaringan lama


Sumber data
: Percobaan Gugus
Periode pengujian : 16 Okt 16 Nov 2008
Penguji
: Gugus Indikator
Menimbang 20 gr
sampel CTA (4 menit)

Memanaskan sampel
dan diaduk

Menambahkan 30 mL
HCl(p) + 30 mL air mili-Q
(2 menit)

Mendinginkan sampel
hingga suhu ruangan

Menyaring sampel dengan


Waktu rata-ratamemakai kertas saring ke
Scatter Kondisi penyaringan terhadap
Analisis Co dalam labu 100 mL (9 menit)
waktu analisis Co
(Menit)

Lambat
(9 menit)

61

Sedang
(7 menit)

58

Cepat
(4 menit)

56

Waktu analisis Co

Melakukan
pengukuran dengan
AAS (10 menit)
Kondisi
No
penyaringan

PROSES PELARUTAN
(35 menit)

62
61
60
59
58
57
56
55
0

Kondisi penyaringan

R= 0.9934

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Kondisi Lambat :
Penyaringan dilakukan sesaat setelah larutan sampel diaduk.
Kondisi Sedang :
Penyaringan dilakukan setelah proses dekantasi selama 2 menit
Kondisi Cepat :
Penyaringan dilakukan setelah proses dekantasi selama 5 menit
Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa waktu penyaringan berpengaruh terhadap waktu yang diperlukan untuk analisis
Co dari sampel M/2M-1745.
Dengan nilai R = 0.9934 maka faktor waktu penyaringan lama berpengaruh.
3.2. Diagram Pie
No

Calon Penyebab dominan

Derajat (o)

1.

Pemanasan terlalu lama

0.9884

119.70

2.

Bobot penimbangan terlalu banyak

0.9909

120.00

3.

Waktu penyaringan lama

0.9934

120.30

2.9727

360

Jumlah

120.30o

119.70o

Waktu pemanasan
sampel lama
Bobot penimbangan
sampel terlalu banyak
Waktu penyaringan lama

120.00

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

TAHAP 4: MEMBUAT RENCANA DAN MELAKSANAKAN PERBAIKAN


(17 NOV 15 DES 2008)
4.1. Membuat rencana perbaikan

Pemanasan
sampel lama

Untuk
mendapatkan
waktu analisis
yang lebih
cepat

Mengurangi
waktu
pemanasan

Bobot
penimbangan
terlalu banyak

Agar reaksi
berjalan lebih
cepat sehingga
waktu analisis
jadi lebih cepat

Mengurangi
bobot sampel

Waktu
penyaringan
lama

Agar
penyaringan
sampel lebih
cepat

Dekantasi
larutan

When

Who
MA, Qien

Labo QI-TPA

Where

Ndoy, DM

What

AGS

Why

17 NOV 15 DES 2008

Faktor
Dominan

No

How

How much

1. Melakukan percobaan
variasi waktu pemanasan
20, 10, 5,dan 0 menit
2. Membandingkan hasil
percobaan
3. Evaluasi waktu analisis
1. Melakukan percobaan
variasi bobot
penimbangan 20, 15, 10,
5, dan 1 gram
2. Membandingkan hasil
percobaan
3. Evaluasi waktu analisis
Melakukan uji dekantasi
larutan kemudian analisis
Co untuk yang disaring
dan tidak disaring

4.2. Menentukan intermediete target


Waktu analisis Co (menit)

50 %

62
60
58
56
60
54
52
50
48
46
Komentar
44 atasan
Sebelum GKM

Initial Goal

50 %

Intermediete target

GKM INDIKATOR,

MENGETAHUI,

MENYETUJUI,

AGUS ANDRIANA

USEP RUHIMAT

DIDIT ADHITYA

Ketua

Fasilitator

Kepala Seksi

4.3. Melaksanakan Perbaikan


4.3.1. Faktor yang diperbaiki : Pemanasan sampel lama
Sasaran perbaikan
: Untuk mendapatkan waktu analisis yang lebih cepat
Usulan perbaikan
: 1. Melakukan percobaan variasi waktu pemanasan 20, 10, 5,dan 0 menit
2. Membandingkan hasil percobaan
Lokasi Perbaikan
: Laboratorium QI-TPA
Periode pelaksanaan : 25 November 15 Desember
Pelaksana perbaikan : MA, Qien
Data hasil perbaikan
Sampel : M1745 / Tanggal : 23 November 2008 / 11:00

10

100 %

50 %

50 %

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Bobot sampel : 20 gram


Konsentrasi Co = 11.3 ppm
Waktu pemanasan (menit)
15
10
Co (ppm)
Co (ppm)

Periode

20 (Standar)
Co (ppm)

1.

11.2

11.2

11.4

11.2

2.

11.4

11.7

11.1

11.4

3.

11.3

10.7

11.6

11.1

4.

11.5

11.2

10.6

10.7

5.

10.8

11.2

10.8

11.4

6.

11.1

11.7

11.5

11.8

7.

11.3

10.5

10.9

10.5

8.

11.5

11.8

10.7

10.9

9.

11.3

11.4

11.2

11.1

10.
Ratarata
% Error

11.6

11.2

11.6

11.1

11.3

11.2

11.1

11.1

0.88

1.77

1.77

STDEV

0.2309

0.4222

0.3777

0.3706

0
Co (ppm)

Grafik monitoring

Konsentrasi Co (ppm)

Konsentrasi Co pada variasi waktu pemanasan


15
14
13
12
11
10
9
8

20 menit
15 menit
10 menit
0 menit

Periode
Data total waktu analisis pada variasi waktu pemanasan
Waktu Pemanasan (Menit)
Periode
0 (menit)
5(menit)
10(menit)

10

20 (menit)

29.1

45.3

49.4

60.5

27.0

45.5

49.3

60.4

28.2

45.3

49.1

60.2

28.8

45.1

49.2

60.4

26.0

45.3

49.3

60.3

27.0

45.2

49.3

60.3

28.3

45.1

49.2

60.4

28.1

45.3

49.1

60.3

27.8

45.4

49.4

60.3

10

29.9

45.1

49.3

60.2

Rata-Rata

28.0

45.3

49.3

60.3

11

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Grafik monitoring waktu analisis

Grafik Total Waktu Analisis pada


variasi waktu pemanasan
Total Waktu Analisis
(menit)

70
60
50

0 (menit)

40

5 (menit)

30

10(menit)

20

20 (menit)

10

0
Kesimpulan : Dari
bahwa
1 grafik
2 dapat
3 disimpulkan,
4
5 terbukti
6
7
8semakin
9 lama
10 waktu pemanasan, maka waktu analisis Co
dari sampel M/2M-1745 semakin lama pula.
Periode

4.3.2. Faktor yang diperbaiki : Bobot penimbangan terlalu banyak


Sasaran perbaikan
: Agar reaksi berjalan lebih cepat sehingga waktu analisis lebih cepat pula.
Usulan perbaikan
: 1. Melakukan percobaan variasi bobot penimbangan 20, 15, 10, 5, dan 1 gram
2. Membandingkan hasil percobaan
Lokasi Perbaikan
: Laboratorium QI-TPA
Periode pelaksanaa : 25 November 15 Desember
Pelaksana perbaikan : Ndoy. DM
Data hasil perbaikan
Sampel : M1745 / Tanggal : 27 November 2008 / 11:00
Pemanasan : 20 menit
Konsentrasi Co = 9.5 ppm
Bobot Penimbangan (gram)

1.

20 (standar)
Konsentrasi Co
(ppm)
9.0

15
Konsentrasi Co
(ppm)
9.6

10
Konsentrasi Co
(ppm)
9.8

5
Konsentrasi Co
(ppm)
10.0

2.

9.4

9.2

9.5

9.4

9.9

3.

9.1

9.5

9.9

9.7

10.0

4.

9.8

10.0

10.1

9.8

9.5

5.

9.5

9.9

9.4

10.1

9.7

6.

9.3

9.4

9.7

9.2

9.3

7.

9.8

10.2

10.2

9.8

9.8

8.

9.5

9.1

9.6

9.4

9.4

9.

9.6

9.5

9.6

9.6

9.6

10.

10.0

9.6

9.2

9.8

9.1

Periode

1
Konsentrasi Co
(ppm)
9.6

12

Rata-rata

9.6

9.7

9.7

1.05

2.11

2.11

1.05

0.50

0.31

0.28

0.33

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah
9.5

% Error
STDEV

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

0.31

9.6

Grafik Monitoring

Konsentrasi Co (ppm)

Konsentrasi Co pada variasi bobot penimbangan


12
11.5
11
10.5
10
9.5
9
8.5
8
7.5
7
6.5
6

20 gram
15 gram
10 gram
5 gram
1 gram

10

Periode
Data total waktu analisis pada variasi Bobot sampel
Perioda
Total Waktu Pemanasan (menit)
Bobot sampel
20 gr
15 gr
10 gr
5 gr
1
60.9
54.6
50.0
46.5
2
61.0
55.0
51.0
46.8
3
61.0
54.8
50.5
46.8
4
61.2
54.0
50.5
47.0
5
61.0
54.7
50.5
46.5
6
60.8
54.8
50.0
46.8
7
60.9
54.4
50.0
46.8
8
60.7
55.0
50.0
46.8
9
62.0
56.0
50.0
46.5
10
60.5
53.0
50.5
46.8
Rata-rata
61.0
54.6
50.3
46.7

1 gr
42.5
43.8
42.8
41.0
42.5
43.8
41.8
42.8
42.5
41.8
42.5

Grafik monitoring waktu analisis

Grafik Total waktu analisis pada


berbagai variasi bobot sampel
75.0

Waktu analisis

70.0
65.0

20 gr

60.0

15 gr

55.0

10 gr

50.0

5 gr

45.0

1 gr

40.0
Kesimpulan
35.0 : Dari grafik dapat disimpulkan, terbukti bahwa semakin besar bobot penimbangan sampel, maka waktu
analisis Co dari sampel M/2M-1745 semakin lama pula.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jumlah percobaan

13

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

4.3.3. Faktor yang diperbaiki : Waktu penyaringan lama


Sasaran perbaikan
: Agar penyaringan lebih cepat sehingga waktu analisis lebih cepat pula.
Usulan perbaikan
: 1. Melakukan variasi lamanya proses dekantasi sebelum penyaringan
2. Membandingkan hasil percobaan
Lokasi Perbaikan
: Laboratorium QI-TPA
Periode pelaksanaa : 25 November 15 Desember
Pelaksana perbaikan : AGS
Data hasil perbaikan
Sampel : M1745 / Tanggal : 1 Desember 2008 / 09:00
Konsentrasi Co = 10.2 ppm
Konsentrasi Co (ppm)
Dekantasi
Dekantasi
Dekantasi
2 menit
4 menit
0 menit
10.5
10.0
9.9
9.6
10.2
10.3
10.3
9.8
10.5
10.4
9.9
9.8
9.9
10.2
9.9
10.1
10.0
10.1
0.38
0.18
0.30

Periode
1
2
3
4
5
Rata-Rata
STDev

Periode
1
2
3
4
5
Rata-Rata
STDev

Waktu analisis Co (menit)


Dekantasi Dekantasi Dekantasi
2 menit
4 menit
0 menit
59
56
61
59
55
60
58
57
62
59
54
59
57
56
60
58.4
55.6
60.4
0.89
1.14
1.14

Cobalt (ppm)

Grafik Perbandingan Waktu penyaringan


dengan Hasil Cobalt
13
12.5
12
11.5
11
10.5
10
9.5
9
8.5
8
7.5
7

Gugus menguji terhadap


Tanpa Penyaringan.

Dekantasi 2 menit
Dekantasi 4 menit
Dekantasi 0 menit

Grafik Perbandingan Waktu penyaringan


2
3
4
5Cobalt
dengan
Waktu
analisis

Periode

Larutan dilakukan dekantasi,


kemudian diambil
supernatannya, kemudian
langsung diukur dengan
AAS.
Ternyata tidak dapat terukur,
karena deret standar Co
dengan AAS maks. 3 ppm
sedangkan kandungan Co
dalam sampel 10.2 ppm.
(harus diencerkan atau
pengurangan bobot sampel)

Waktu analisis
Co (menit)

68
64
60
Dekantasi 2 menit Kesimpulan :
56
Dekantasi 4 menit
Dari kombinasi 1 dan 2 dapat dilihat STDev
52
Dekantasi 0 menit yang terbaik adalah dengan :
48
penimbangan sampel 5 gram, tanpa
44
pemanasan
dan pelarut 10 ml
Untuk mencari
perbaikan yang optimum, maka gugus melakukan penggabungan uji variasi
antara bobot
40
penimbangan Jumlah pelarut (HCl0 dengan tanpa pemanasan.
1
2variasi volume
3
4 30,10
5 dan 5 ml terhadap bobot sampel 5 dan 1 gram
Dengan cara : 1. Membuat
pelarut
2. Mengevaluasi Periode
hasil
1. KOMIBINASI 1
Bobot Sampel : 1 gram
Pemanasan
: 0 menit
Pelarut
: 30, 10, dan 5 ml
Sampel
: M1745 / Tanggal : 6 Desember 2008 / 11:00
Konsentrasi Co = 12.7 ppm
Periode
Volume pelarut (ml)
30

10

Dan dengan berkurangnya bobot


penimbangan, maka proses penyaringan
dengan kertas saring ke dalam labu 100
ml (sebagai pengenceran) dapat
dihilangkan, dan diganti dengan proses
dekantasi optimum 4 menit
5

14

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Konsentrasi Co
(ppm)
12.3

Konsentrasi Co
(ppm)

Konsentrasi Co
(ppm)

12.5

12.8

12.7

12.1

12.9

12.1

12.8
12.6

13.1

12.4

11.8

13.4

12.6

13.4

12.8

13.7

13.1

12.9

12.5

13

12.4

12.4

12.5

12.4

12.5

12.9

10

12.4

Rata-rata

12.71

12.3
12.54

11.7
12.65

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

0.3665
0.4600
0.5401
STDev
2. KOMBINASI 2
Bobot Sampel
: 5 gram
Pemanasan
: 0 menit
Pelarut
: 30, 10, dan 5 ml
Sampel
: M1745 / Tanggal : 6 Desember 2008 / 11:00
Konsentrasi Co = 12.7 ppm
Volume pelarut (ml)

30
Konsentrasi Co
(ppm)
11.8

12.9

5
Konsentrasi Co
(ppm)
11.5

11.9

12.7

12.4

10.4

12.0

12.9

11.5

11.9

12.3

11.9

12.2

11.2

12.5

12.4

10.9

12.6

12.8

9.7

12.8

12.8

8.6

12.7

12.7

11.5

10

12.5

Rata-rata

12.3

12.6
12.6

9.9
10.8

STDev

0.3921

0.2582

1.0429

Periode

10
Konsentrasi Co
(ppm)

TAHAP 5: MENELITI HASIL


(22 Desember 2008 4 Januari 2009)
5.1 Membandingkan SOP GKM dan SOP original ke hasil Co.
Sampel : M-1745 tanggal 22 Desember 2008/09:00
Konsentrasi
Co Metoda
SOP
9.5

%
Kesalahan

Konsentrasi
Co Metoda
GKM
9.4

9.3

9.5

2.11

9.7

9.7

2.02

8.9

9.1

2.20

9.2

9.0

2.22

9.3

9.5

2.11

9.4

9.7

3.09

9.8

9.8

1.03

9.7

10.2

3.19

10

9.4

9.7

3.09

Rata-rata

9.4
0.2685

9.5
0.2789

2.21
0.7681

Periode

STDEV

1.05

15

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Kesimpulan : Dari data dapat dilihat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil analisis
Co dari sampel M/2M-1745 sebelum dan sesudah GKM (% kesalahan <5%) sehingga gugus
sepakat metode ini bisa digunakan.
5.2. Perbandingan hasil terhadap tema
Sumber data
: Log Book Analisis Th. 2008 di QI-MTS
Periode Masalah
: 15 Juni 15 September 08
Pencatat/ Pengolah data : DM, QIEN

Masalah sebelum GKM

%
Komp

%
Kum

2, 4, 6

42.86

42.86

1,7

28.56

71.42

14.29

85.71

14.29

100

100

1
2
3
4

Diagram Pareto masalah sebelum GKM

Formulasi
masalah

Jumlah
masalah

%
Komp

%
Kum

2, 6

33.33

33.33

1,7

33.33

66.66

16.67

83.33

16.67

100

100

Diagram Pareto masalah setelah GKM

Pareto penetapan tema

Jenis
masalah
Waktu analisis
dengan alat
AAS
Waktu analisis
dengan alat
HPLC
Waktu analisis
dengan alat
GC
Waktu analisis
dengan alat
UV-VIS
Jumlah

No.

100
80

5
4

60

40

20

100

80

5
4

60

40

2
20

0
0
0
0
Kesimpulan :
Waktu analisis Waktu analisis Waktu analisis Waktu analisis
Waktu analisisWaktu analisisWaktu analisisWaktu analisis
Berdasarkan diagram pareto di atas, gugus berhasil menurunkan permasalahan
waktu
analisis
pada
AAS
sebesar
dengan
alat A AS
dengan
alat alat
dengan
alat GC
dengan alat UVHPLC
VIS
33.33 % dengan alat dengan alat dengan alat dengan alat
AAS

HP LC

GC

UV-VIS

5.2. Perbandingan hasil terhadap Judul


Sumber data
: Log Book Analisis Th. 2008 di QI-MTS
Periode Masalah
: 15 Juni 15 September 08
Pencatat/ Pengolah data : DM, QIEN

16

% Kumulatif

Jumlah
masalah

Jumlah masalah

Formulasi
masalah

% kumulatif

Jenis
masalah
Waktu analisis
dengan alat
AAS
Waktu analisis
dengan alat
HPLC
Waktu analisis
dengan alat
GC
Waktu analisis
dengan alat
UV-VIS
Jumlah

Jumlah masalah

No.

Masalah setelah GKM

1
2
3
4
5
6

Item
Pengukuran

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah
Waktu
Pengukuran
(menit)

%
Komp

% kum

60

33.90

33.90

30

16.96

50.86

27

15.25

66.11

25

14.12

80.23

20

11.30

91.53

15
177

8.47

100

Co
M/2M 1745
Co, Mn, Na
katalis F2275
Co, Na
F/2F 1726
Na
M/2M 1845
Co, Mn
F/2F 5326
Co M 2201
TOTAL

100
No.

Item
Pengukuran
Co, Mn, Na
katalis F2275
Co, Na
F/2F 1726
Na
M/2M 1845
Co, Mn
F/2F 5326
Co
M/2M 1745
Co M 2201

1
2
3
4
5
6

TOTAL

Pareto Sebelum GKM

Waktu
Pengukuran
(menit)

%
Komp

% kum

30

21.90

21.90

27

19.71

41.61

25

18.25

59.86

20

14.60

74.46

20

14.60

89.05

15
137

10.95

100

100

Pareto Setelah GKM

Pareto penetapan judul

100

100
140

80

120

70
60

100

50

80

40

60

30

40

90

120

80
100

20

Waktu analisis (menit)

90

% Kumulatif

160

70
60

80

50
60

40
30

40

20

20

10
20 Kesimpulan :
10
0
0
waktu analisis
CoCo,dari
sampel
0 Berdasarkan diagram pareto di atas, gugus berhasil menurunkan
0
Co, Mn, Na
Na F/2F
Na M/2M Co, Mn F/2F Co M/2M Co M 2201
M/2M-1745 dari 60 menit menjadi 20 menit. Co M
Co M /2M Co , M n, Co , Na Na M /2M Co , M n
katalis
1726
1845
5326
1745
Diagram
batang
1745 Na katalis F/2F
1726
1845
F/2Fpencapaian
5326 2201 target
F2275
5.4 Grafik pencapaian target

Waktu analisis Co (menit)

Waktu pengukuran (menit)

F2275

70
60
50
40
30
20
10
0

50%

60
Sebelum GKM

30
Initial Goal

50%

30
Intermediete
target

66.67
%

20
Setelah GKM

17

% kumulatif

No.

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

Kesimpulan : Dari diagram batang di atas gugus berhasil menurunkan waktu analisis Co dari sampel M/2M1745 dari 60
menit menjadi 20 menit. Pencapaian ini melebihi intermediete target sehingga gugus berhasil melakukan penurunan
waktu sebesar 66.67 %
5.5. Dampak perbaikan
5.5.1. Dampak positif
1. Limbah analisis berkurang
2. Penggunaan HCl sebagai pelarut berkurang
3. Menghilangkan penggunaan kertas saring (efisiensi)
4. Pekerjaan jadi lebih safety
5.5.2. Dampak negatif
Tidak ada

TAHAP 6 : STANDARISASI
(5 Januari 2009 15 Januari 2008)
6.1. Standar prosedur

Menimbang 5 gr
sampel CTA (4 menit)

Menambahkan
10 mL HCl(p) + 30 mL air mili-Q
(2 menit)

Dekantasi dan diambil


supernatannya (4 menit)

Melakukan
pengukuran dengan
AAS (10 menit)
1. Timbang sampel M/2M -1745 sebanyak 5 gram
2. Tambahkan 10 ml HCl pekat kemudian aduk
3. Tambahkan 30 ml H2O, aduk
4. Dekantasi dan Ukur supernatan dengan menggunakan AAS
6.2. Standar hasil
Waktu analisis Co dari ampel M/2M-1745 berkurang dari 60 menit menjad 20 menit atau sebesar 66.67 %
6.3. Manfaat penerapan standar
1. Efesiensi penggunaan HCl pekat sebanyak 1200 ml/bulan
2. Pengurangan bahaya uap HCl akibat pemanasan
3. Menghilangkan penggunaan kertas saring (efisiensi)
4. Hasil analisis lebih stabil

GKM INDIKATOR,

MENGETAHUI,

MENYETUJUI,

AGUS ANDRIANA
Ketua

USEP RUHIMAT
Fasilitator

DIDIT ADHITYA
Kepala Seksi

18

GKM

INDIKATOR

MITSUBISHI
CHEMICAL
INDONESIA

GKM INDIKATOR
Identifikasi dan Tuntaskan Masalah

TAHAP 7 : MENENTUKAN RENCANA BERIKUTNYA


(16 Januari 2009 20 Januari 2009)
7.1. Mengumpulkan data baru
Sumber data
: Pengamatan di QI-MTS
Periode Masalah
: 15 Juni 15 September 08
Pencatat/ Pengolah data : MA, AGS

Waktu analisis (menit)

2
3
4
5
6

Item
Pengukuran
Co, Mn, Na
120
katalis F2275
Co, Na
100 F/2F 1726
Na
80 M/2M 1845
Co, Mn
60 F/2F 5326
Co
40 M/2M 1745
Co M 2201
20TOTAL

Waktu
Pengukuran
(menit)

%
Komp

% kum

100

30

21.90

21.90

90

27

19.71

41.61

25

18.25

59.86

20

14.60

74.46

20

14.60

89.05

30

15
137

10.95

100

20

80

100

70
60
50
40

% kumulatif

No.

10

0
Co, Mn, Na Co, Na F/2F Na M/2M Co, Mn F/2F Co M/2M Co M 2201
katalis
1726
1845
5326
1745
F2275

Kesimpulan : Dari diagram pareto dilihat bahwa masalah waktu analisis logam Co, Mn dan Na dari sampel katalis F2275
menempati urutan paling atas sehingga gugus sepakat, untuk GKM selanjutnya akan mengambil judul:
MENURUNKAN PERMASALAHAN WAKTU ANALISIS LOGAM Co, Mn DAN Na DARI SAMPEL KATALIS F2275
7.2. Jadwal Rencana VS Realisasi kegiatan
Tahap

Kegiatan

Sept 08

Okt 08

Periode
Nov 08

Des 08

Jan 09

1
Menentukan Tema dan Judul
P
2
Mencari Penyebab
3
Menentukan Penyebab Dominan
D
4
Membuat Rencana dan Melaksanakan Perbaikan
C
5
Meneliti Hasil
6
Membuat Standar Baru
A
7
Menyusun Rencana Berikutnya
Keterangan :
= Rencana
GKM INDIKATOR,

MENGETAHUI,

MENYETUJUI,

AGUS ANDRIANA

USEP RUHIMAT

DIDIT ADHITYA

Ketua

Fasilitator

Kepala Seksi

19