Anda di halaman 1dari 54

LAMPIRAN II

PERHITUNGAN NERACA PANAS

2.1

Teori Neraca Panas


Neraca Panas adalah suatu bentuk khusus dari neraca tenaga. Dimana

kinerja tenaga kinetis dan potensial dan kerja yang dilakukan oleh suatu sistem
diabaikan. Neraca energi dapat digunakan untuk flow proses pada setiap tekanan
tertentu dan flow pada tekanan tetap.
a.

Flow Process
Dalam hal ini, panas masuk (input) dan panas keluar (output) berlangsung

secara terus-menerus (continue) selama proses operasi. Pada keadaan ini susunan
suhu pada setiap titik sama. Keadaan ini disebut steady state.
b.

Non flow process (aliran batch)


Proses operasinya bersifat berkala dimana susunan berubah sesuai dengan

waktu dan terjadi bila tidak ada arus masuk dan keluar secara continue.
Variabel variabel yang berpengaruh dalam perhitungan neraca panas
antara lain :
1)

Panas reaksi
Panas Reaksi Standart ( Hf )
Panas Reaksi Standart adalah perubahan entalphy sebagai hasil reaksi pada

tekanan 1 atm, dimana zat pereaksi dan zat hasil reaksi konstan pada 25 oC. Pada
16

17

dasarnya semua reaksi kimia disertai pelepasan atau penyerapan panas. Untuk flow
process (aliran steady state), panas yang diserap atau dilepaskan sama dengan
kenaikan enthalpinya, sehingga Q=H.Sedangkan untuk non flow process pada
tekanan P konstan. Q= H dan pada V konstan Q =U.
Rumus :
Qt = Hs + ( m.Cp.dt)
Dimana :
Qt = Panas reaksi standart (kcal)
M = massa bahan (kg)
Cp = Kapasitas panas bahan (kcal/kgoC)
Dt = perubahan temperatur (oC)
(Reff : Smith J.M, hal.116)

Panas Pembentukan (Hp)


Panas pembentukan suatu zat adalah jumlah panas yang terjadi atau

dibutuhkan untuk pembentukan suatu mol zat terlarut dan unsur-unsurnya.

Panas Pembakaran (Hb)


Panas pembakaran adalah jumlah panas yang terjadi untuk membakar 1 mol

zat tersebut secara sempurna dengan satuan kcal/kgmol.

Panas Penguraian

18

Panas penguraian yaitu panas yang terjadi atau diperlukan oleh satu mol
untuk menguraikannya menjadi unsur-unsurnya. Besarnya panas penguraian sama
dengan panas pembentukan, tetapi tandanya berlawanan.
2)

Panas laten
Panas laten adalah panas yang dibutuhkan atau dibebaskan pada waktu

terjadi perubahan fase pada tekanan 1 atmosfer.


3)

Panas sensibel
Panas sensibel adalah kalor yang dapat diserap atau dilepas berkaitan

dengan kenaikan suhu atau penurunan suhu tanpa disertai perubahan fase.
Rumus yang digunakan :
Qs = m.Cv.dT ( volume tetap)
Qs = m.Cp.dT (tekanan tetap)
4)

Massa (m)
Jika massa zat pereaksi yang digunakan untuk reaksi besar, maka akan

berbanding lurus dengan yang dikeluarkan.


Rumus : Q = m.Cp dT
Dimana :
Q = Panas yang terjadi (Btu)
M = Jumlah mol zat (lbmol)
Cp = Kapasitas panas (BTU/lbmoloK)

19

dT = Perbedaan Suhu (oK)


5)

Tekanan (P)
Pada gas ideal, enthalpy tidak tergantung pada tekanan, demikian juga bila

zat pereaksi berupa zat padat atau cair.


6)

Temperatur (T)
Temperatur merupakan ukuran sifat panas atau sifat dingin suatu benda.

Panas akan mengalir dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu
rendah. Panas merupakan ukuran energi kinetik total partikel dalam benda.
Sedangkan suhu merupakan ukuran energi kinetik rata-rata.
2.2

Data-data Neraca Panas

Data ditiap Alat :


a. Raw Mill
-

Bahan baku masuk Raw Mill

: 560.860 Kg

Dengan Komposisi :

Limestone

: 420.465 Kg

Clay

: 95.346,5 Kg

Iron Ore

: 11.217,3 Kg

Silica Sand

: 33.651,6 Kg

Suhu umpan masuk Raw Mill

: 30 oC

20

Suhu H2O dalam umpan masuk

: 30 oC

Suhu dust lost dari SP

: 300 oC

Suhu gas hasil pembakaran masuk Raw Mill

: 330 oC

Suhu udara panas dari cooler

: 300 oC

Suhu H2O dalam umpan Raw Mill

: 100 oC

Suhu Debu keluar Raw Mill

: 85 oC

Suhu udara panas keluar Raw Mill

: 85 oC

b. Blending Silo
-

Suhu Raw Meal keluar Blending Silo

: 85 oC

Suhu Raw Meal tertinggal di Blending Silo

: 85 oC

Massa Raw Meal masuk SP

: 484.904,75 Kg

c. Suspension Preheater
-

Derajat kalsinasi CaCO3 dan MgCO3

: 90%

Suhu CO2 hasil Kalsinasi

: 845 oC

Suhu gas hasil pembakaran dari Kiln

: 800 oC

Suhu udara tertier

: 784 oC

21

Suhu batubara

: 30 oC

Suhu produk suspension preheater

: 831 oC

Suhu dust lost keluar Suspension Preheater

: 348 oC

Suhu umpan Kiln

: 800 oC

Suhu N2 dari Batubara

: 330 oC

d. Rotary Kiln
-

Suhu batubara

: 70 oC

Suhu udara sekunder

: 900 oC

Suhu udara primer

: 32 oC

Suhu CO2 hasil Kalsinasi

: 900 oC

Suhu gas hasil pembakaran Kiln

: 800 oC

Suhu klinker panas keluar kiln

: 1300 oC

e. Clinker Cooler
-

Suhu udara pendingin

: 32 oC

Suhu udara sekunder

: 900 oC

Suhu udara tersier

: 748 oC

22

f.

Suhu debu keluar

: 90 oC

Suhu klinker dingin keluar Clinker Cooler

: 90 oC

Finish Mill
-

Massa Gypsum kering masuk

: 10.732,175 Kg

Massa Additive

: 40.004,25 Kg

Massa Pozzolan

: 7.669,78 Kg

Massa Fly Ash

: 13.424,78 Kg

Suhu Gypsum masuk Finish Mill

: 32 oC

Suhu H2O Gypsum

: 32 oC

Suhu Additive masuk Finish Mill

: 32 oC

Suhu Pozzolan masuk Finish Mill

: 32 oC

Suhu Fly ash masuk Finish Mill

: 32 oC

Suhu debu keluar Finish Mill

Suhu semen keluar Finish Mill

: 80 oC

Suhu Refernsi

: 25 oC

80 oC

23

A. Neraca Panas di Raw Mill


Basis : 1 jam operasi
Suhu Referensi = 25 oC = 298 oK
Neraca Panas : Input = Output
Q1 + Q2 +Q3 + Q4 + Q5 = Q6 + Q7 + Q8 + Q9 + Q10 + Q11

24

Panas Masuk
1. Panas yang dibawa umpan masuk Raw Mill
Massa umpan Kering = 560.860 Kg
Suhu umpan masuk = 30 oC = 303 K
T1

Q = n.Cp.dt
T0

Umpan masuk :
a. Limestone = 420.465 Kg

Mol Limestone =

420.465 Kg
= 4.204,65 Kgmol
100 Kg / mol

303

2
Qa = 4.204,65 Kgmol 19,68 + 0,01189 307.600T dT
298

= 4.204,65 Kgmol 99,230 Kcal / Kgmol = 417.227,42 Kcal

25

b. Clay = 95.346,2 Kg

Mol Clay =

95.346,2 Kg
= 934,76 Kgmol
102 Kg / mol

303

22,08 + 0,08971T 522.500T

Qb = 934,76 Kgmol

dT

298

= 934,76 Kgmol 216,25 Kcal / Kgmol = 202.141,85Kcal


c. Silica Sand = 33.651,6 Kg

Mol Silica Sand =

33.651,6 Kg
= 560,86 Kgmol
60 Kg / mol

303

2
Qc = 560,86 Kgmol 10,87 + 0,08712T 241.200T dT
298

= 560,86 Kgmol 67,44 Kcal / Kgmol = 37.824,39 Kcal


d. Iron Ore = 11.217,2 Kg
Mol Iron Ore =

11.217,2 Kg
= 70,24 Kgmol
159,69 Kg / mol
303

Qd = 70,24 Kgmol

24,72 + 0,01604T 423.400T

dT

298

= 70,24 Kgmol 124,25 Kcal / Kgmol = 8.727,76 Kcal


Q1 = Qa + Qb + Qc + Qd

26

= (417.227,42 + 202.141,85 + 37.248,39 + 8.727,76) Kcal


= 665.345,42 Kcal

2. Panas dari gas hasil pembakaran SP yang masuk Raw Mill


Suhu GHP masuk Raw Mill = 330 oC
Suhu GHP keluar SP = 330 oC
Sehingga : t = (330 25) oC
= 305 oC

Harga Cp untuk CO2, O2, N2 dan SO4 didapat dari R. H Perry Fig 13.03,
Sedangkan CP H2O diperoleh dari R. H Perry Fig 13.05
Komponen

Massa

Cp

(Kg)

(Kcal/Kg oC)

(oC)

(Kcal)

CO2

80.325,41

0,226

305

5.536.830,51

H2O

14.227,83

0,470

305

2.039.559,43

SO2

376,7

0,168

305

19.302,108

N2

279.850,56

0,252

305

21.509.314,04

O2

9.890,461

0,225

305

678.732,88

Total (Q2)

Jadi Q2 = 29.783.738,97 Kcal

29.783.738,97

27

3. Panas yang dibawa dust loss dari SP


Massa dust loss dari preheater = 48.102,55 Kg
Suhu dust loss SP = 300 oC
Cp (300 oC)

= 0,245 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q3 = m.Cp.t
=
48.102,55 Kg 0,245 Kcal / Kg o C (300 25) o C = 3.240.909,306 Kcal
4. Panas yang dibawa udara panas dari Cooler
Massa udara panas dari Cooler = 307.201,568 Kg
Suhu udara panas

= 300 oC

Cp (300 oC)

= 0,245 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q4 = m.Cp.t
=
307.201,568 Kg 0,245 Kcal / Kg o C (300 25) o C = 20.697.705,64 Kcal
5. Panas yang dibawa H2O dalam umpan masuk
Massa H2O dalam umpan masuk

= 60.896,255 Kg

Suhu H2O dalam umpan masuk

= 30 oC

Mol H2O dalam umpan =


T1

Q5 = n.Cp.dt
T0

60.896,255 Kg
= 3.383,125 Kgmol
18 Kg / Kgmol

28

303

6
2
= 3.383,125 Kgmol 8,22 + 0,00015T 1,34 10 T dT
298

= 3.383,125 Kgmol 41,33Kcal / Kgmol =139.824,567 Kcal

Diagram alir Neraca Panas di Raw Mill

Q3
Q3

Q2

Q1

Q6

RAW MILL
Q5

Q7

Q11

Q8

Q10
Q9

Keterangan :
Panas Masuk :
Q1

: Panas yang dibawa umpan bahan baku masuk ke Raw Mill

Q2

: Panas hasil pembakaran SP

Q3

: Panas dust lost SP

Q4

: Panas gas buang dari cooler

29

Q5

: Panas dari H2O dalam umpan masuk Raw Mill

Panas Keluar :
Q6

: Panas yang dibawa tepung baku ke Blending Silo

Q7

: Panas penguapan H2O dalam umpan masuk Raw Mill

Q8

: Panas yang dibawa udara keluar Raw Mill (menuju Cyclone)

Q9

: Panas Laten penguapan H2O

Q10

: Panas yang Hilang

Q11

: Panas yang dibawa debu keluar EP

Panas Keluar
Panas yang dibawa tepung baku ke Blending Silo (Q6)
Massa produk RM kering

= 548.066,295Kg

Suhu umpan

= 85 oC

Cp (85 oC)

= 0,207 Kcal/Kg oC (Peray : Fig 13.03)

Q6 = m.Cp.t
= 548.066,295 Kg 0,207 Kcal / Kg o C (85 25) o C = 6.806.983,384 Kcal
Panas dari penguapan H2O produk Raw Mill (Q7)
Massa H2O dalam umpan RM

= 60.896,255 Kg

Suhu H2O dalam umpan RM

= 100 oC

Cp (100 oC)

= 0,47 Kcal/Kg oC (Peray : Fig 13.05)

Q7 = m.Cp.t
= 60.896,255 Kg 0,47 Kcal / Kg o C (100 25) o C = 2.146.592,989 Kcal

30

Panas yang dibawa udara panas keluar RM menuju Cyclone (Q8)


Massa udara panas keluar RM

= 901.231,705 Kg

Suhu udara panas keluar RM

= 85 oC

Cp (85 oC)

= 0,207 Kcal/Kg oC (Peray : Fig 13.03)

Q8 = m.Cp.t
= 901.231,705 Kg 0,207 Kcal / Kg o C (85 25) o C = 11.193.297,78 Kcal
Panas Laten Penguapan H2O (Q9)
Massa H2O dalam umpan RM

= 60.896,255 Kg

Hf penguapan H2O (100 oC)

= 539,1 Kcal/Kg (Perry : chapter 2-151)

Q9 = m x Hf H2O
= 60.896,255 Kg 539,1Kcal / Kg = 32.829.171,07 Kcal
Panas yang dibawa Debu keluar EP (Q11)
Massa debu keluar EP

= 548,067 Kg

Suhu debu keluar EP

= 85 oC

Cp (85 oC)

= 0,207 Kcal/Kg oC (Peray : Fig 13.03)

Q11 = m.Cp.t
= 548,067 Kg 0,207 Kcal / Kg o C (85 25) o C = 6.806,97 Kcal
Panas yang hilang ke sekeliling (Q10)
Q10 = (Q1 + Q2 + Q3 + Q4 + Q5) (Q6 + Q7 + Q8 + Q9 + Q11)
= (54.527.541,9 52.982.852,19) Kcal = 1.544.689,707 Kcal

31

Keterangan
(Q1) Panas yang dibawa Umpan masuk RM
(Q2) Panas dari GHP di SP
(Q3) Panas yang dibawa Dust Loss dari SP
(Q4) Panas dari udara Cooler
(Q5) Panas dari H2O umpan masuk
(Q6) Panas tepung baku ke Blending Silo
(Q7) Panas penguapan H2O produk RM
(Q8) Panas keluar RM menuju Cyclone
(Q9) Panas laten penguapan H2O
(Q10) Panas yang hilang ke sekeliling
(Q11) Debu keluar EP
Jumlah
Total

Input

Output

Kehilangan

(Kcal)

(Kcal)

(Kcal)

665.345,42

29.783.738,97
3.240.909,306
20.697.705,64
139.824,567

6.806.983,384
2.146.592,989
11.193.297,78
32.829.171,07
1.544.689,707
6.806,97

54.527.541,9
54.527.541,9

Kadar Heat Loss = Panas yang Hilang

x 100%

Total panas
=

1.544.689,707
100% = 2,83%
54.527.541,9

2. Neraca Panas di Blending Silo


Neraca Panas :
Input = Output
Q6 = Q12 + Q13 + Q14
Panas Masuk

6.806.983,384
47.720.558
54.527.541,9

32

Panas produk Raw Mill kering


Q6 = 6.806.983,384 Kcal
Diagram Alir Panas pada Blending Silo

Q12
Q13
Q6

BLENDING
SILO

Q14

Keterangan :
Panas Masuk :
Q6 : Panas yang dibawa Raw Meal masuk ke Blending Silo
Panas Keluar :
Q12 : Panas masuk Junction Box
Q13 : Panas yang Hilang
Q14 : Panas yang dibawa masuk ke SP

Panas Keluar
Panas masuk Junction Box (Q12)
Massa umpan masuk Junction Box = 62.613,47 Kg
Suhu tepung baku

= 85 oC

CP (85 oC)

= 0,207 Kcal/Kg oC (Peray : Fig 13.03)

Q12 = m.Cp.t
= 62.613,47 Kg 0,207 Kcal / Kg o C (85 25) o C = 777.659,297 Kcal

33

Panas yang dibawa masuk SP (Q14)


Massa tepung baku masuk SP

= 484.904,75 Kg

Suhu tepung baku masuk SP

= 85 oC

CP (85 oC)

= 0,207 Kcal/Kg oC (Peray : Fig 13.03)

Q14 = m.Cp.t
= 484.904,75 Kg 0,207 Kcal / Kg o C (85 25) o C = 6.029.316,98 Kcal
Panas yang Hilang (Q13)
Q13 = Q6 (Q12 + Q14)
= 6.806.983,384 (777.659,297 + 6.029.316,98) = 7,107 Kcal

Maka dari perhitungan neraca panas di Blending Silo dapat diketahui :


Keterangan
(Q6) Panas yang dibawa Raw

Input

Output

Kehilangan

(Kcal)

(Kcal)

(Kcal)

6.806.983,384

Meal masuk ke Blending Silo


(Q12) Panas masuk Junction Box
(Q14) Panas yang dibawa masuk
SP
(Q13) Panas yang Hilang
Jumlah
Total

777.659,297
6.029.316,98

7,107

6.806.938,384
6.806.938,384

6.806.931,367
7,107
6.806.938,384

34

Kadar Heat Loss = Panas yang Hilang

x 100%

Total panas
=

7,107
100% = 0,000104%
6.806.938,384

3. Neraca Panas di Suspension Preheater


Neraca Panas :
Input = Output
Q14 + Q15 + Q16 + Q17 + Q18 + Q19 + Q20 = Q2 + Q3 + Q21 + Q22 + Q23 + Q24 + Q25 +
Q26 + Q27
Panas Masuk
Panas yang dibawa tepung baku masuk SP (Q14)
Q14 = 6.029.316,98 Kcal
Panas dari batubara masuk SP (Q15)
Panas dari Batubara
Massa Batubara kering = 33.635,71 Kg
Suhu batubara kering

= 70 oC

35

Cp (70 oC)

= 0,284 Kcal/KgoC (Perry : Fig 13.04)

Qa = m.Cp.t
= 33.635,71Kg 0,284 Kcal / Kg o C (70 25) o C = 429.864,373Kcal
Panas sensible Batubara
Massa batubara kering = (33.635,71 2.293,95) Kg = 31.341,76 Kg
NHV L = 5.425 Kcal / Kg
Qb = m NHV
= 31.341,76 Kg 5.425Kcal / Kg =130.029.048 Kcal

Panas yang dibawa Batubara (Q15) = Qa + Qb


= ( 429.864,373 +130.029.048) Kcal
= 130.458.912,4 Kcal
Panas GHP dari Kiln (Q16)
Suhu gas hasil pembakaran Kiln = 800 oC
t = (800 25) oC

Sehingga :

= 775 oC
Harga Cp untuk CO2, N2, SO2, didapat dari Perry, Fig 13.03
Sedangkan Cp H2O diperoleh dari Perry, Fig 13.05
Komponen
CO2
N2
SO2

Massa
(Kg)
44.076,046
153.559,07
206,7

Cp
(Kcal/KgoC)
0, 254
0,259
0,183

t
775
775
775

Q
(Kcal)
8.676.369,655
30.823.144,33
29.315,227

36

H2O
7.807,05
O2
3.710,87
Q total
Jadi Q16 = 41.746.046,59Kcal

0,250
0,245

775
775

1.512.615,938
704.601,441
41.746.046,59

Panas dari CO2 hasil Kalsinasi Kiln masuk SP (Q17)


Massa CO2 hasil Kalsinasi

= 14.939,294 Kg

Suhu CO2

= 900 oC

Cp (900 oC)

= 0,260 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q32 = m.Cp.t
= 14.939,294 Kg 0,260 Kcal / Kg o C (900 25) o C = 3.398.689,385 Kcal
Panas udara Tertier (Q18)
Massa udara tersier

= 354.241,22 Kg

Suhu udara tersier

= 748 oC

Cp (748 oC)

= 0,249 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q18 = m.Cp.t
= 345.241,22 Kg 0,249 Kcal / Kg o C (748 25) o C = 62.152.741,11Kcal
Panas H2O dalam umpan masuk Preheater (Q19)
Massa H2O dalam umpan masuk SP = 3.879,24 Kg
Suhu H2O dalam umpan masuk SP

= 78 oC

Cp (78 oC)

= 0,247 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q19 = m.Cp.t

37

= 3.879,24 Kg 0,247 Kcal / Kg o C (78 25) o C = 50.783,13Kcal

Panas H2O dalam Batubara (Q20)


Massa H2O dalam Batubara

= 2.293,95 Kg

Suhu Batubara

= 70 oC

Cp (70 oC)

= 0,243 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q20 = m.Cp.t
= 2.293,95 Kg 0,243Kcal / Kg o C (70 25) o C = 25.084,343Kcal
Diagram Alir Panas pada Suspension Preheater
Q2

Q18
Q17

Q3
Q16

Q14
SUSPENSION

Q15

Q26

PREHEATER

Q19
Q20
Q21

Q27

Q22

Q25
Q23

Q24

38

Keterangan :
Panas Masuk :
Q14 = Panas yang dibawa tepung baku masuk SP
Q15 = Panas Batubara masuk SP
Q16 = Panas dari Gas Hasil Pembakaran Kiln ke SP
Q17 = Panas dari CO2 hasil Kalsinasi diKiln masuk SP
Q18 = Panas yang dibawa udara panas dari Cooler / udara tersier
Q19 = Panas H2O dalam umpan masuk SP
Q20 = Panas H2O dalam Batubara
Panas Keluar :
Q2 = Panas dari Gas Hasil Pembakaran SP
Q3 = Panas yang dibawa debu keluar SP
Q21 = Panas CO2 hasil Kalsinasi
Q22 = Panas dari reaksi Disosiasi CaCO3 dan MgCO3
Q23 = Panas penguapan H2O dalam umpan Batubara
Q24 = Panas Konveksi
Q25 = Panas yang dibawa N2 dari Batubara
Q26 = Panas yang dibawa produk keluar SP (umpan Kiln)
Q27 = Panas yang Hilang

Panas Keluar :
Panas yang dibawa debu keluar SP (Q3)
Q3 = 3.240.909,306 Kcal (dari Perhitungan Neraca Panas Raw Mill)

39

Panas Gas Hasil Pembakaran SP (Q2)


Q2 = 29.783.738,97 Kcal (dari Perhitungan Neraca Panas Raw Mill)

Panas CO2 hasil Kalsinasi (Q21)


Massa CO2 hasil Kalsinasi = 134.921,3Kg
Suhu CO2 hasil Kalsinasi = 330 oC
Cp (330 oC)

= 0,276 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q21 = m.Cp.t
= 134.921,3Kg 0,276 Kcal / Kg o C (330 25) o C = 11.357.675,03Kcal
Panas dari reaksi disosiasi CaCO3 dan MgCO3 (Q22)
Panas dari reaksi disosiasi CaCO3
Massa CaCO3

= 327.722,68 Kg

Hf CaCO3

= 270,16 Kcal / Kg

Qa = m.Hf
= 327.722,68 Kg 270,16 Kcal / Kg = 88.537.559,23Kcal
Panas dari reaksi disosiasi MgCO3
Massa MgCO3

= 10.909,66 Kg

Hf MgCO3

= 261,5 Kcal / Kg

Qb = m.Hf
= 10.909,66 Kg 261,5 Kcal / Kg = 2.852.867,09 Kcal
Sehingga :

40

Panas dari reaksi disosiasi CaCO3 dan MgCO3


Q22 = Qa + Qb
= (88.537.559,23 + 2.852.867,09) Kcal = 91.390.466,32 Kcal

Panas penguapan H2O dalam Batubara (Q23)


Panas penguapan H2O sampai 100 oC
Massa H2O dalam umpan masuk SP

= 2.293,95 Kg

Suhu H2O

= 100 oC

Cp (100 oC)

= 0,47 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.05)

Qa = m.Cp.t
= 2.293,95Kg 0,47 Kcal / Kg o C (100 25) o C = 80.861,737 Kcal
Panas laten penguapan H2O
Massa H2O dalam Batubara

= 2.293,95 Kg

Hf H2O (100 oC)

= 539,1 Kcal/KgoC (Peray : table 22.01)

Qb = m.Hf
= 2.293,95 Kg 539,1Kcal / Kg =1.236.668,445 Kcal
Sehingga :
Panas yang dibawa H2O Batubara
Q23 = Qa + Qb
= (80.861,737 +1.236.668,445) Kcal =1.317.530,182 Kcal

41

Panas Konveksi (Q24)


Q = hc. A. (Ts-To) Kcal

Da + Db

+ Da ta
A = 3,14 s
2

Dimana :
Hc= Koefisien perpindahan panas (Kcal/J.m2 oC)
A = Luas permukaan Cyclone (m2)
Ts = Suhu Shell Cyclone (oC)
To = Suhu Lingkungan (oC)
s = Panjang sisi miring Cyclone (m)
ta = Panjang sisi tegak Cyclone (m)
Da= Diameter Cyclone atas (m)
Db= Diameter Cyclone bawah (m)
Data Pabrik :
Cyclone

Jumlah

Da (m)

Ta (m)

Db (m)

S (m)

4,9

0,3

8,93

6,9

5,0

0,7

9,50

6,9

5,0

0,7

9,50

6,9

5,0

0,7

9,50

5 + 0,3
2
+ 5 4,9 = 151,24m
A1 = 3,14 8,93
2

42

6,9 + 0,7
2
+ 6,9 4,9 = 221,68m
A2 = A3 = A4 = 3,14 9,5
2

Suspension Preheater terdiri atas 4 Stage, dimana :


Stage I

= Jumlah 2 Buah

= 151,24 m2

= 10 Kcal/m2 oC

T2

= 365 oC

T1

= 25 oC

Maka QI = S x A x dT x 2
o

= 10 Kcal / m 2 C 151,24m 2 2 (365 25) = 2.056.864 Kcal


Stage II

= Jumlah 1 Buah

= 221,68 m2

= 12 Kcal/m2 oC

T2

= 590 oC

T1

= 25 oC

Maka QII = S x A x dT
o

= 12 Kcal / m 2 C 221,68m 2 2 (590 25) = 3.005.980,8 Kcal


Stage III = Jumlah 1 Buah
A

= 221,68 m2

= 13 Kcal/m2 oC

T2

= 790 oC

T1

= 25 oC

Maka QIII= S x A x dT

43

= 13Kcal / m 2 C 221,68m 2 2 (150 25) = 4.409.215,2 Kcal

Stage IV = Jumlah 1 Buah


A

= 221, 68 m2

= 16 Kcal/m2 oC

T2

= 850 oC

T1

= 25 oC

Maka QIV= S x A x dT
o

= 16 Kcal / m 2 C 221,68m 2 2 (850 25) = 5.852.352 Kcal


Jadi Panas Konveksi Total adalah
Q24 = QI + QII + QIII + QIV
= 2.056.868 +3.005.980,8 + 4.409.215,2 +5.852.352 =15.324.412 Kcal
Panas yang dibawa Produk keluar SP (umpan Kiln) (Q26)
Massa Produk SP

= 297.901,075 Kg

Suhu umpan Kiln

= 800 oC

Cp (800 oC)

= 0,26 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.02)

Q26 = m.Cp.t
= 297.901,075 Kg 0,26 Kcal / Kg o C (800 25) o C = 60.027.066,61Kcal
Panas yang dibawa N2 dari batubara (Q25)
Massa N2 dari Batubara = 417,08 Kg
Suhu N2

= 330 oC

Cp (330 oC)

= 0,252 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.02)

Q25 = m.Cp.t

44

= 417,08 Kg 0,252 Kcal / Kg o C (330 25) o C = 32.056,768 Kcal

Panas yang Hilang ke sekeliling (Q27)


Q27 = (Q14 + Q15 + Q16 + Q17 + Q18 + Q19 + Q20) (Q2 + Q3 + Q21 + Q22 + Q23 + Q24 +
Q25 + Q26)
= (243.861.573,94 - 212.441.758,39) Kcal = 31.419.815,6 Kcal

45

Maka dari Perhitungan Neraca Panas di SP dapat diketahui :


Keterangan

Input

(Q14) Panas yang dibawa tepung baku masuk SP


(Q15) Panas Batubara masuk SP
(Q16) Panas dari Gas Hasil Pembakaran Kiln

(Kcal)
6.029.316,98
130.458.912,4
41.746.046,59

(Q17) Panas dari CO2 hasil Kalsinasi di Kiln


(Q18)Panas yang dibawa udara tersier
(Q19) Panas H2O dalam umpan masuk SP

3.398.689,385
62.152.741,11
50.783,13

(Q20) Panas H2O dalam Batubara

25.084,34

Output

Kehilangan

(Kcal)

(Kcal)

(Q2) Panas dari Gas Hasil Pembakaran SP

3.240.909,31

(Q3) Panas yang dibawa debu keluar SP

29.783.738,97

(Q21) Panas CO2 hasil Kalsinasi

11.357.675

(Q22) Panas reaksi Disosiasi CaCO3 dan MgCO3

91.390.426,32

(Q23) Panas penguapan H2O dalam Batubara

1.317.530,18

(Q24) Panas Konveksi

15.324.412

(Q25) Panas yang dibawa N2 dari Batubara

32.056,768

(Q26) Panas yang dibawa produk keluar SP

60.027.066,61

(Q27) Panas yang Hilang

31.419.815,6

Jumlah

243.861.573,94

Total

243.861.573,94

Kadar Heat Loss = Panas yang Hilang


Total Panas

x 100%

60.027.066,61

183.834.507,38

243.861.573,94

46

31.419.815,6
100% = 12,88%
243.861.573,94

4. Perhitungan Neraca Panas di Kiln


Neraca Panas :

47

Input = Output
Q26 + Q28 + Q29 + Q30 + Q31 + Q32 = Q16 + Q32 + Q33 + Q34 + Q35 + Q36 + Q37 + Q38 + Q39
+ Q40
Panas Masuk
Panas yang dibawa Umpan Kiln (Q26)
Q26 = 60.027.066,61Kcal
Panas dari Batubara (Q28)
Massa Batubara Kering = (18.456,54 1.258,73) Kg = 17197,81 Kg
Suhu batubara

= 70 oC

Cp (70 oC)

= 0,284 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.04)

Q27 = m.Cp.t
= 17.197,81Kg 0,284 Kcal / Kg o C (70 25) o C = 219.788 Kcal
Panas yang dibawa Udara Sekunder (Q29)
Massa Udara Sekunder = 145.251,98 Kg
Suhu Udara sekunder

= 900 oC

Cp (900 oC)

= 0,270 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q28 = m.Cp.t
= 145.251,98 Kg 0,270 Kcal / Kg o C (900 25) o C = 34.315.780,28 Kcal

Panas yang dibawa Udara Primer (Q30)


Massa Udara Primer

= 49.126,4 Kg

48

Suhu udara Primer

= 32 oC

Cp (32 oC)

= 0,232 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Q29 = m.Cp.t
= 49.126,4 Kg 0,232 Kcal / Kg o C (32 25) o C = 79.781,27 Kcal
Panas Sensible Batubara (Q31)
Massa batubara kering = 18.456,54 Kg
NHV Batubara

= 5.425 Kcal / Kg

Q30 = m NHV
= 18.456,54 Kg 5.425Kcal / Kg =100.126.729,5 Kcal
Panas yang dibawa H2O dalam Batubara (Q32)
Massa H2O dalam Batubara = 1.258,73Kg
Suhu Batubara

= 70 oC

Cp (70 oC)

= 0,47 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.05)

Q31 = m.Cp.t
= 1.258,73Kg 0,47 Kcal / Kg o C (70 25) o C = 26.662,13Kcal

Diagram Alir Panas pada Rotary Kiln


Q30
Q29

Q32
Q31

Q28

ROTARY KILN

49

Q38

Q26

Q39
Q40
Q16

Q17

Q33

Q35
Q34

Keterangan :
Panas Masuk
Q26 = Panas yang dibawa Umpan Kiln
Q28 = Panas dari Batubara
Q29 = Panas dari udara Sekunder
Q30 = Panas yang dibawa udara Primer
Q31 = Panas Sensieble Batubara
Q32 = Panas H2O dalam Batubara
Panas Keluar
Q16 = Panas dari GHP Kiln
Q17 = Panas dari CO2 hasil kalsinasi
Q33 = Panas Disosiasi
Q34 = Panas yang dibawa H2O dalam Batubara
Q35 = Panas Konveksi
Q36 = Panas Konduksi
Q37 = Panas Radiasi

Q37
Q36

50

Q38 = Panas yang dibawa klinker panas


Q39 = Panas N2 dari batubara
Q40 = Panas yang Hilang
Panas Keluar
Panas dari GHP Kiln (Q17)
Q16 = 41.746.046,59Kcal (dari perhitungan Neraca Panas SP)
Panas dari CO2 dari Kalsinasi di Kiln (Q17)
Q17 = 3.398.689,385 Kcal (dari perhitungan Neraca Panas SP)
Panas dari reaksi disosiasi CaCO3 dam MgCO3 (Q33)
Panas dari Reaksi disosiasi CaCO3
Massa CaCO3

= 32.772,27Kg

Hf CaCO3

= 270,16Kcal/Kg

Qa = m.Hf
= 32.772,27 Kg 270,16 Kcal / Kg = 8.853.756,463Kcal
Panas dari reaksi disosiasi MgCO3
Massa MgCO3

= 1.090,96 Kg

Hf MgCO3

= 261,5 Kcal / Kg

Qb = m.Hf
= 1.090,96 Kg 261,5 Kcal / Kg = 285.286,04 Kcal

Sehingga panas dari reaksi disosiasi CaCO3 dan MgCO3


Q33 = Qa + Qb
= (8.853.756,463 + 285.286,04) Kcal = 9.112.024,503Kcal
Panas yang dibawa H2O menguap dalam Batubara (Q34)

51

Massa H2O dalam batubara

= 1.258,73Kg

Suhu H2O menguap

= 100 oC

Cp (100 oC)

= 0,470 Kcal/KgoC (Peray : Fig 13.03)

Qa = m.Cp.t
= 1.258,73Kg 0,470 Kcal / Kg o C (100 25) o C = 44.370,23Kcal
Panas laten penguapan H2O
Massa H2O dalam Batubara

= 1.258,73Kg

Hf H2O (100 oC)

= 539,1Kcal / Kg

Qb = m.Hf
= 1.258,73Kg 539,1Kcal / Kg = 678.581,343Kcal
Sehingga :
Panas yang dibawa H2O ikut menguap (Q33)
Q34 = Qa + Qb
= (44.370,23 + 678.581,343) Kcal = 722.951,573Kcal
Panas Konveksi (Q35)
Rumus
Q Konveksi = Hc . A . (Ts T0) Kcal
Dimana :
Hc = Koefisien perpindahan panas Konveksi (Kcal/m2 oC)
Ts = Suhu Shel Kiln (oC) = 1300 oC = 1573 K
T0 = Suhu Lingkungan (oC) = 25 oC = 298 K
A = Luas permukaan perpindahan panas ( m2 )
Diketahui :
A = 1.542,05 m2 (lapisan baja)

52

Hc untuk silinder horizontal khusus udara Panas pada tekanan 1 atm adalah :
T
Hc = 1,00 10 4
D

0 , 25

1.537 2298

5,6

0 , 25

= 1,00 10 4

= 3,88 10 4 Kcal / m 2 o K
Maka :
Q35 = Hc . A . (Ts T0) Kcal
= 3,88 10 4 1.542,05 (1.573 298) = 762,85Kcal

Panas Konduksi (Q36)


Rumus : Q Konduksi = Km

Am
T
X

T

X1
X2
Q=

+
Km1 Am1 Km2 Am2

53

Am =

2 D 2
+ ( D L)
4

Dimana :
Km = Koefesien perpindahan panas konduksi
X1 = jari-jari Lapisan baja
Am = Luas Permukaan (m2)
X2 = jari-jari lapisan batu tahan api
Am1 = Luas permukaan lapisan Baja
L

= Panjang Kiln

Am2 = Luas Permukaan lapisan batu tahan api


Diketahui :
Dalam Kiln terdapat 2 lapisan :
1. Lapisan baja
Tebal

= 0,028 m

Km1

= 0,225 Kcal/m oC

2. Lapisan Batu tahan api


Tebal

= 0,25 m

Km2

= 4,71 Kcal/m oC

L = 84 m
D = 5,6 m
T1 = 1.350 oC
T2 = 25 oC
Maka :

54

Jari-jari lapisan 1 (X1) =

5,6m
+ 0,028m = 2,828m
2m

Jari-jari lapisan 2 (X2) =

5,6m
+ 0,25m = 3,05m
2m

D1 = 2 X 1 = 2 2,828m = 5,656m
D2 = 2 X 2 = 2 23,05m = 6,1m
Am1 =

2 3,14 (5,656m) 2
+ (3,14 5,656m 84m) = 1.542,05m 2
4

Am2

2 3,14 (6,1m) 2
+ (3,14 6,1m 84m)
4
= 1.667,36 m2

Sehingga

Q36

Q36


1
2

+
Km1 Am1 Km 2 Am 2

(1.350 25)

2,828 m

o
2
0,225 kcal / m C 1.542,05m


3,05m
+
o
2
4,71kcal / m C 1.667,36m

1.325
8,151 10 + 0,388 10 3
3

= 155.170,40 kcal
Panas radiasi (Q37)
Rumus

: Q radiasi = x A x F (T14 T24)

55

Dimana :
A : luas penampang (m2)
: konstanta Stefan - Boltzman
T : suhu (0K)
Diketahui :
A = 1.667,36 m2 (lapisan batu tahan api)
= 5,669 x 10-8 W/m2K4
T1 = 1.6230K
T2 = 1.5730K
F = 0,927

(Holman, gb 8-15)

Maka :
Q radiasi = x A x F (T14 T24)
Q37

= 5,669 x 10-8 W/m2K4 x 1.667,36 m2 x 0,927(1.6234 - 1.5734)oK


= 42.227.491 W
= 17.102.270,720 kcal

Panas yang dibawa klinker panas keluar (Q38)


Massa klinker panas keluar = 275.946,579kg

56

Suhu klinker panas

= 1300C

Cp (1.300C)

= 0,254 kcal/kgC

(Peray : Fig 13.01)

Q38 = m Cp t
=
275.946,579 Kg 0,254 Kcal / Kg o C (1300 25) o C = 121.365.299,61Kcal

Panas N2 dalam batu bara (Q39)


Massa N2 dalam batu bara

= 228,86 kg

Suhu N2

= 900oC

Cp (900oC)

= 0,255 (Peray : Fig 13.02)

Q39 = m Cp t

228,86 Kg 0,255 Kcal / Kg o C (900 25) o C = 51.064,387 Kcal

57

Panas yang hilang ke sekeliling (Q40)


Q40 = (Q26 +Q28 + Q29 + Q30 + Q31 + Q32) - (Q16 +Q17 + Q33 + Q34 + Q35 + Q36 + Q37 + Q38 +
Q39)
= (194.795.807,79 193.654.280,02) Kcal = 1.105.523,7 Kcal

Maka dari perhitungan neraca panas di Rotary Kiln dapat diketahui


Input

Output

Kehilangan

(kcal)
60.027.066,61

(kcal)

(kcal)

Keterangan
(Q26) Panas yang dibawa umpan kiln
(Q28) Panas dari batu bara
(Q29) Panas dari udara sekunder
(Q30) Panas yang dibawa udara primer
(Q31) Panas sensible batu bara
(Q32) Panas H2O dalam batu bara
(Q16) Panas dari gas hasil pembakaran

219.788
34.315.780,28
79.781,27
100.126.729,5
26.662,13
41.746.046,59

58

(Q17) Panas dari CO2 hasil kalsinasi

3.398.689,39

(Q33) Panas disosiasi

9.112.024,50

(Q34) Panas dibawa H2O dalam batu bara

722.951,57

(Q35) Panas konveksi

762,85

(Q36) Panas konduksi


(Q37) Panas radiasi
(Q38) Panas yang dibawa klinker panas

155.170,400
17.102.270,720
121.365.299,61

(Q39) Panas N2 dalam batu bara


(Q40) Panas yang hilang
Jumlah

51.064,39
1.105.523,7
194.795.807,79

Total

194.795.807,79

Kadar Heat Loss = Panas yang Hilang

x 100%

Total Panas
=

1.105.523,7
100% = 0,5%
194.795.807,79

121.365.299,61

73.430.508,1

194.795.807,79

59

5. Perhitungan neraca panas di clinker cooler


Input = Output
Q38 + Q41 = Q18 + Q4 + Q28 + Q42 + Q43 + Q44
Panas Masuk
Panas yang dibawa klinker panas/umpan cooler (Q38)
Q38 = 121.365.299,61 Kcal
Panas yang dibawa udara pendingin (Q40)
Massa udara pendingin

= 806.784 kg

Suhu udara pendingin

= 32C

Cp (32C)

= 0,229 kcal/kgC

(Peray : Fig 13.03)

Q41 = m Cp t
= 806.784 Kg 0,299 Kcal / Kg o C (32 25) o C = 1.293.268,340 Kcal

60

Diagram Aliran panas pada Clinker Cooler


Q41

CLINKER

Q38

Q44

COOLER

Q18

Q43
Q4

Q42
Q28

Keterangan :
Panas Masuk :

61

Q38 = Panas yang dibawa Klinker umpan masuk Cooler


Q41 = Panas yang dibawa udara pendingin
Panas Keluar :
Q18 = Panas yang dibawa udara Tersier
Q4 = Panas yang dibawa udara ke Raw Mill
Q28 = Panas yang dibawa udara Sekunder
Q42 = Panas yang dibawa debu keluar Cooler
Q43 = Panas yang Hilang
Q44 = Panas yang dibawa Klinker dingin

Panas Keluar :
Panas yang dibawa udara tersier masuk SP (Q18)
Q18 = 62.152.741,11Kcal (dari perhitungan Neraca Panas SP)
Panas yang dibawa udara keluar menuju Raw Mill (Q4)
Q4 = 20.697.705,64 Kcal (dari perhitungan Neraca Panas di Raw Mill)
Panas yang dibawa udara sekunder masuk Kiln (Q28)
Q28 = 34.315.780,28 Kcal (dari perhitungan Neraca Panas di Kiln)
Panas yang dibawa debu keluar Cooler (Q42)
Massa debu keluar Cooler

= 55,19Kg

Suhu debu keluar Cooler

= 90 oC

Cp (90 oC)

= 0,238 Kcal/Kg oC

(Peray : Fig 13.02)

Q42 = m Cp t
=

55,19 Kg 0,238 Kcal / Kg o C (90 25) o C = 853,789 Kcal

62

Panas yang dibawa klinker dingin (Q44)


Massa klinker dingin/produk Cooler= 275.891,389kg
Suhu klinker dingin keluar

= 90C

Cp (90C)

= 0,178 kcal/kgC

(Peray : Fig 13.01)

Q44 = m Cp t
= 275.891,389 Kg 0,178 Kcal / Kg o C (90 25) o C = 3.192.063,371Kcal
Panas yang hilang ke sekeliling (Q43)
Q43 = (Q38 + Q41) (Q18 + Q4 + Q28 + Q42 + Q44)
= (122.658.576,95 120.359.144,19) Kcal = 2.299.432,8 Kcal

Maka dari perhitungan neraca panas di Cooler dapat diketahui :


Input

Output

Kehilangan

(kcal)
121.365.299,61

(kcal)

(kcal)

Keterangan
(Q37) Panas yang dibawa klinker masuk
(Q41) Panas dari batu bara
(Q18) Panas yang dibawa udara tersier

1.293.268,340
62.152.741,11

(Q4) Panas udara keluar raw mill

20.697.705,64

(Q28) Panas yang dibawa udara sekunder

34.315.780,28

(Q42) Panas yang dibawa debu keluar EP

853,79

(Q43) Panas yang hilang

2.229.432,8

(Q44) Panas yang dibawa klinker dingin


Jumlah
Total

122.658.567,95
122.658.567,95

Kadar Heat Loss = Panas yang Hilang


Total Panas

x 100%

3.192.063,37
3.192.063,37

117.167.080,7

122.658.567,95

63

2.229.432,8
100% = 1,81%
122.658.567,95

6. Perhitungan Neraca Panas di Finish Mill


Panas Masuk
Panas yang dibawa klinker dingin (Q44)
Q44 = 3.192.063,37 Kcal
Panas yang dibawa Gypsum (Q45)
Massa gypsum kering

= 10.732,175Kg

Suhu gypsum masuk

= 32C

Cp (32C)

= 0,260 kcal/kgC

(Peray : Fig 13.03)

Q45 = m Cp t
= 10.732,175Kg 0,26 Kcal / Kg o C (32 25) o C = 19.532,55 Kcal
Panas H2O yang dibawa dalam Gypsum (Q46)
Massa H2O dalam gypsum

= 965,89 kg

Suhu masuk

= 32 oC

Cp (32oC)

= 0,470 kcal/kgoC

(Peray : Fig 13.05)

64

Q46

= m Cp t
= 965,89 Kg 0,47 Kcal / Kg o C (32 25) o C = 3.177,77 Kcal

Panas yang dibawa dalam Additive (Q47)


Massa Additive

= 40.004,25 Kg

Suhu masuk

= 32 oC

Cp (32oC)

= 0,281 Kcal/kgoC

Q47

(Peray : Fig 13.05)

= m Cp t
= 40.004,25 Kg 0,281Kcal / Kg o C (32 25) o C = 104.011,05 Kcal

Panas yang dibawa Pozzolan (Q48)


Massa H2O dalam Pozzolan = 7.669,78 Kg
Suhu masuk

= 32 oC

Cp (32oC)

= 0,332 kcal/kgoC

Q48

(Peray : Fig 13.05)

= m Cp t
= 7.669,78 Kg 0,332 Kcal / Kg o C (32 25) o C = 17.824,56 Kcal

Panas yang dibawa Fly Ash (Q49)


Massa H2O dalam Fly Ash

= 13.242,78 Kg

Suhu masuk

= 32 oC

Cp (32oC)

= 0,261 kcal/kgoC

Q49

(Peray : Fig 13.05)

= m Cp t
= 13.242,78Kg 0,261Kcal / Kg o C (32 25) o C = 24.194,55 Kcal

65

Diagram Aliran Panas pada Finish Mill

Q47

Q48

Q49

Q46
Q45

Q44

FINISH MILL

Q50

Q52
Q51

Keterangan :
Panas Masuk :
Q44

: Panas yang dibawa klinker dingin

Q53

Q54

66

Q45

: Panas yang dibawa gypsum masuk finish mill

Q46

: Panas penguapan H2O dalam gypsum

Q47

: Panas yang dibawa Additive

Q48

: Panas yang dibawa Pozzolan

Q49

: Panas yang dibawa Fly Ash

Panas Keluar :
Q50

: Panas yang dibawa debu keluar finish mill

Q51

: Panas yang dibawa H2O dari gypsum

Q52

: Panas yang dibawa keluar reject

Q53

: Panas yang Hilang

Q54

: Panas yang dibawa semen keluar Finish Mill

Panas Keluar
Panas yang dibawa debu keluar (Q50)
Total massa debu terbuang

= 691Kg

Suhu debu keluar

= 80C

Cp (80C)

= 0,160 kcal/kgC

(Peray : Fig 13.01)

Q50 = m Cp t
= 691Kg 0,16 Kcal / Kg o C (80 25) o C = 6.080,8 Kcal
Panas yang penguapan H2O dari gypsum (Q51)
Massa H2O yang menguap

= 965,89 Kg

Suhu H2O

= 100oC

Cp (100oC)

= 0,470 kcal/kgoC (Peray, Fig 13.05)

67

Q51 = m Cp t
= 965,89 Kg 0,47 Kcal / Kg o C (100 25) o C = 34.047,62 Kcal

Panas yang keluar bersama Reject (Q52)


Massa reject

= 41.460,626 Kg

Suhu reject

= 800 C

Cp (800 C)

= 0,160 kcal/kgoC

(Peray, Fig 13.01)

Q52 = m Cp t
= 41.460,626 Kg 0,16 Kcal / Kg o C (80 25) o C = 364.853,5 Kcal .
Panas yang dibawa semen (Q54)
Massa semen

= 233.768,823 Kg

Suhu semen keluar

= 80C

Cp (80C)

= 0,209 kcal/kgC

Q54

(Peray : Fig 13.01)

= m Cp t
= 233.768,823Kg 0,209 Kcal / Kg o C (80 25) o C = 2.687.172,62 Kcal

Panas yang hilang ke sekeliling (Q53)


Q53

= (Q44 +Q45 +Q46 + Q47+ Q48 + Q49 ) - (Q50 + Q51 + Q52 + Q54)
= (3.360.803,85 3.092.154,54) Kcal = 268.649,31Kcal

68

Maka dari perhitungan neraca panas di Finish Mill dapat diketahui :


Keterangan
(Q44)Panas yang dari klinker dingin

Input

Output

Kehilangan

(kcal)
3.192.063,37

(kcal)

(kcal)

(Q45)Panas yang dibawa gypsum

19.532,55

(Q46)Panas H2O dalam gypsum

3.177,77

(Q47)Panas yang dibawa Additive

104.011,05

(Q48)Panas yang dibawa Pozzolan

17.824,56

(Q49)Panas yang dibawa Fly Ash

24.194,55

(Q50)Panas debu keluar Finish Mill

6.080,80

(Q51)Panas H2O dari gypsum

34.047,62

(Q52)Panas yang dibawa keluar reject

364.853,50

(Q53)Panas yang Hilang

268.649,31

(Q54)Panas semen keluar Finish Mill

2.687.172,62

Jumlah

3.360.803,85

Total

3.360.803,85

Kadar Heat Loss = Panas yang Hilang

x 100%

Total Panas
=

268.649,31
100% = 7,99%
3.360.803,85

2.687.172,62

673.631,23

3.360.803,85

69

NERACA PANAS TOTAL per 1 jam operasi


Panas yang hilang ke
No

Input

Output

(kcal)

(kcal)

Nama Alat

sekeliling
6.806.983,38

(kcal)
47.720.558

Raw Mill

54.527.541,90

Blending Silo

6.806.938,38

6.806.931,37

7,107

243.861.573,94

60.027.066,61

183.834.507,38

Suspension
3
Preheater
4

Rotary Kiln

194.795.807,79

121.365.299,61

73.430.508,10

Clinker Cooler

122.658.567,95

3.192.063,37

117.167.080,70

Finish Mill

3.360.803,85

2.687.172,62

673.631,23

626.011.233,81

203.184.940.8

422.826.293

Jumlah
Total

626.011.233,81

626.011.233,81