Anda di halaman 1dari 7

TEORI BELAJAR AUSUBEL

Teori Belajar Teori Belajar bermakna Definisi Ausubel (dalam Dahar, 1988:137) mengemukakan bahwa belajar bermakna adalah suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Penjabaran: Menurut Ausubel (dalam Dahar, 1988: 134), belajar dapat diklasifikasikan berdasarkan cara menyajikan materi, yaitu: (1) Penerimaan dan (2) Penemuan. Sedangkan berdasarkan cara siswa menerima pelajaran yaitu: (1) belajar bermakna dan (2) belajar hafalan. Kedua pengklasifikasian tersebut di atas apabila digambarkan ke dalam skema adalah sebagai berikut:

Prasyarat Belajar Bermakna Berdasarkan penjabaran di atas, berarti suatu pembelajaran dikatakan bermakna apabila Materi yang akan dipelajari bermakna secara potensial. Materi dikatakan bermakna secara potensial apabila materi tersebut memiliki kebermaknaan secara logis dan gagasan yang relevan harus terdapat dalam struktur kognitif siswa. Anak yang akan belajar harus bertujuan melaksanakan belajar bermakna
Teori belajar Ausubel oleh Kelompok 1
1

sehingga mempunyai kesiapan dan niat dalam belajar bermakna. Pembelajaran Menurut Ausubel Istilah pembelajaran bermakna dalam kajian ini diadopsi dari istilah meaningfull

learning atau belajar bermakna yang digunakan oleh Ausubel pada tahun 1969.
Pembelajaran bermakna merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran agar peserta belajar mampu menyerap materi ajar secara lebih bermakna, atau dengan kata lain pembelajaran bermakna merupakan suatu upaya yang dilakukan pengajar untuk menjamin terjadinya belajar bermakna bagi peserta belajar. Dengan demikian istilah pembelajaran bermakna sangat berkaitan erat dengan belajar bermakna. Oleh karena itu untuk mengkaji tentang pembelajaran bermakna, maka perlu dikaji terlebih dahulu tentang belajar bermakna. Ausubel (Ratna Wilis Dahar, 1996) menyatakan bahwa belajar dapat diklasifikasikan kedalam dua dimensi. Dimensi pertama berkaitan dengan bagaimana cara informasi atau materi ajar tersebut disajikan pada peserta belajar, apakah melalui penerimaan atau penemuan. Pada dimensi pertama ini, informasi materi ajar dapat dikomunikasikan pada peserta belajar baik dalam bentuk belajar penerimaan yang menyajikan informasi itu dalam bentuk final, maupun dalam bentuk belajar penemuan yang mengharuskan peserta belajar menemukan sendiri sebagian atau seluruh materi yang diajarkan. Dimensi

kedua menyangkut cara bagaimana peserta belajar dapat

menghubungkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada. Struktur kognitif oleh Ausubel dimaknai sebagai fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh peserta belajar. Pada dimensi kedua ini, belajar bermakna terjadi jika peserta belajar dapat menghubungkan atau mengaitkan informasi itu pada pengetahuan (berupa konsep-konsep dan lain-lain) yang telah dimilikinya. Akan tetapi, jika peserta belajar hanya mencoba-coba menghapalkan informasi baru itu tanpa mengkaitkannya dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya, maka dalam hal ini hanya terjadi belajar hapalan. Kebermaknaan materi pelajaran secara potensial tergantung dari materi itu memiliki kebermaknaan logis dan gagasan-gagasan yang relevan harus terdapat dalam
Teori belajar Ausubel oleh Kelompok 1
2

struktur kognitif siswa. Bedasarkan Pandangannya tentang belajar bermakna, maka David Ausable mengajukan 4 prinsip pembelajaran , yaitu: 1. Pengatur awal (advance organizer) Pengatur awal atau bahan pengait dapat digunakan guru dalam membantu mengaitkan konsep lama denan konsep baru yang lebih tinggi maknanya. Pemggunaan pengatur awal tepat dapat meningkatkan pemahaman berbagai macam materi , terutama materi pelajaran yang telah mempunyai struktur yang teratur. Pada saat mengawali pembelajaran dengan prestasi suatu pokok bahasan sebaiknya pengatur awal itu digunakan, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. 2. Diferensiasi progresif Dalam proses belajar bermakna perlu ada pengembangan dan kolaborasi konsep-konsep. Caranya unsur yang paling umum dan inklusif dipekenalkan dahulu kemudian baru yang lebih mendetail, berarti proses pembelajaran dari umum ke khusus. 3. Belajar superordinat Belajar superordinat adalah proses struktur kognitif yang mengalami petumbuhan kearah deferensiasi, terjadi sejak perolehan informasi dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif tersebut. Proses belajar tersebut akan terus berlangsung hingga pada suatu saat ditemukan hal-hal baru. Belajar superordinat akan terjadi bila konsepkonsep yang lebih luas dan inklusif. 4. Penyesuaian Integratif Pada suatu sasat siswa kemungkinan akan menghadapi kenyataan bahwa dua atau lebih nama konsep digunakan untuk menyatakan konsep yang sama atau bila nama yang sama diterapkan pada lebih satu konsep. Untuk mengatasi pertentangan kognitif itu, Ausable mengajukan konsep pembelajaran penyesuaian integratif Caranya materi pelajaran disusun sedemikian rupa, sehingga guru dapat menggunakan hiierarkhi-hierarkhi konseptual ke atas dan ke bawah selama informasi disajikan. Penangkapan (reception learning). Belajar penangkapan pertama kali

dikembangkan oleh David Ausable sebagai jawaban atas ketidakpuasan model belajar
Teori belajar Ausubel oleh Kelompok 1
3

diskoveri yang dikembankan oleh Jerome Bruner etrsebut. Menrut Ausubel , siswa tidak selalu mengetahui apa yang pening atau relevan untuk dirinya sendiri sehigga mereka memerlukan motivasi eksternal untuk melakukan kerja kognitif dalam mempelajari apa yang telah diajarkan di sekolah. Ausable menggambarkan model pembelajaran ini dengan nama belajar penangkapan. Para pakar teori belajar penangakapan menyatakan bahwa tugas guru adalah: a) Menstrukturkan situasi belajar. b) Memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan siswa. c) Menyajikan materi pembelajaran secara terorganisir yang dimulai dari gagasan Inti belajar penangkapan yaitu pengajaran ekspositori , yakni pembelajaran sistematik yang direncanakan oleh guru mengenai informasi yang bermakna (meaningful information). Pembelajaran ekspositori itu terdiri dari tiga tahap, yaitu: 1. Penyajian advance organizer Advance organizer merupakan pernyataan umumyang memeperkenalkan bagian-bagian utama yang etrcakup dalam urutan pengajaran. Advance organiberfungsi untuk menghubungakan gagasan yang disajikan di dalam pelajaran dengan informasi yang telah berda didalam pikiran siswa, dan memberikan skema organisasional terhadap informasi yang sangat spesifik yang disajikan. 2. Penyajian materi atau tugas belajar. Dalam tahap ini, guru menyajikan metri pembelajaran yang baru dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, film, atau menyajikan tugas-tugas belajar kepada siswa. Ausable menekankan tentang pentingnaya mempertahankan perhatian siswa, dan juaga pentingya pengorganisasian meteri pelajaran yang dikaitakan dengan struktur yang terdapat didalam advance organizer. Dia menyarankan suatu proses yang disebut dengan diferensiasi progresif, dimna pembelajaran berlangsung setahap demi setahap demi setahap, dimulai dari konsep umum menuju kepada informasi spesifik, contoh-contoh ilustratif, dan membandingkan antara konsep lama dengan konsep baru. 3. Memperkuat organisasi kognitif.
Teori belajar Ausubel oleh Kelompok 1
4

Ausable menyarankan bahwa guru mencoba mengikatkan informasi baru ke dalam stuktur yang telah direncanakan di dalam permulaan pelajaran, degan cara mengingatkan siswa bahwa rincian yang ebrsifat spesifik itu berkaitan dengan gambaran informasi yang bersifat umum. Pada akhir pembelajaran ini siswa diminta mengjukan pertanyaan pada diri sendiri mengenai tingkat pemahamannya terhadap pelajaran yang baru dipelajari, menghubungkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki dan pengorgnaisasian matyeri pembelajaran sebagaiman yang dideskripsikan didalam advance organizer samping itu juga memberikan pertanyanan kepada siswa dalam rangka menjajagi keluasan pemahaman siswa tentang isi pelajaran. Berdasarkan teori Ausubel di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar bermakna pada dasarnya merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Dengan demikian pembelajaran bermakna dapat dimaknai sebagai suatu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengelola informasi belajar (berupa konsep dan lain-lain) dalam kegiatan pembelajaran agar peserta belajar mampu mengkaitkan informasi belajar tersebut dengan informasi belajar yang telah ada dalam struktur kognitifnya atau yang telah dimilikinya. Ciri-ciri/ kondisi-kondisi belajar bermakna Nasution 1982:158 menyimpulkan kondisi-kondisi belajar bermakna sebagai berikut Menjelaskan hubungan atau relevansi bahan-bahan baru dengan bahan-bahan lama. Lebih dulu diberikan ide yang paling umum dan kemudian hal -hal yang lebih terperinci Menunjukkan persamaan dan perbedaan antara bahan baru dengan bahan lama Mengusahakan agar ide yang telah ada dikuasai sepenuhnya sebelum ide yang baru disajikan. Tiga kebaikan dari belajar bermakna Ausubel (Dahar ,1989 :141) ada tiga kebaikan dari belajar bermakna yaitu : 1. Informasi yang dipelajari secara bermakna dapat lebih lama untuk diingat 2. Informasi yang dipelajari secara bermakna memudahkan proses belajar
Teori belajar Ausubel oleh Kelompok 1
5

berikutnya untuk materi pelajaran yang mirip 3. Informasi yang dipelajari secara bermakna mempermudah belajar hal-hal yang mirip walaupun telah terjadi lupa.

Teori belajar Ausubel oleh Kelompok 1

DAFTAR PUSTAKA
Haniatosa. 2011.

Biografi

David

Ausubel.

[Online].

Tersedia:

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2184186-biografi-davidausubel/#ixzz27S7e8k88. Diunduh pada 24 September 2012. Pradistawaty. 2008. Pembelajaran Menurut David Ausubel. [Online]. Tersedia: pradistawaty.files.Wordpress.Com/2008/06/Ausubel.Pdf. September 2012. Widhy, Purwanti H, M.Pd. 2012. Learning Cycle sebagai Upaya Menciptakan Pembelajaran Sains yang Bermakna. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Diunduh Pada 24

Pendidikan dan Penerapan Mipa, Fakultas Mipa, Universitas Negeri Yogyakarta, 2 Juni 2012.
http://widomat.blogspot.com/2011/06/teori-belajar-ausubel.html http://catatantanti.blogspot.com/2012/08/teori-belajar-bandura-ausable-dangagne.html

Teori belajar Ausubel oleh Kelompok 1