Anda di halaman 1dari 14

MODUL PENURUNAN KESADARAN

(BUKU PANDUAN PESERTA)

KOLEGIUM NEUROLOGI INDONESIA

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS SARAF INDONESIA 2008

PENYUSUN
Prof. Dr. Harsono, Sp.(K)

PENYUSUN PEMBANTU
Dr. Astuti, Sp.S Dr. Abdul Gofir, Sp.S

Modul ini telah dipresentasikan kepada seluruh Ketua Program Studi nstitusi Pendidikan Dokter Spesialis Saraf. Para Ketua Program Studi tersebut adalah sebagai berikut!
Prof. D".Dr. A.A. "aka Sude#i, Sp.S(K) $ KPS %K &'&D Dr. Abdul Muis, Sp.S(K) $ KPS %K &'HAS Dr. Ahmad Asmedi, Sp.S., M.Kes $ KPS %K &GM Dr. Al#i Shahab, Sp.S(K) $ KPS %K &'S" Dr. (ndang Kustio#ati, Sp.S(K) $ KPS %K &'D P Dr. )ofi*al )annis, Sp.S(K) $ KPS %K & Dr. "usli Dhanu, Sp.S(K) $ KPS %K &S& Dr. Saiful slam,Sp.S(K) $ KPS %K &'A " Dr. +hamrin S,amsudin,Sp.S(K), M.Kes $ KPS %K &'PAD Dr. -uliarni S,afrita,Sp.S $ KPS %K &'A'D

1. ALOKASI WAKTU
Menge !"ng#"n #$ %e&en'( .. Sesi di dalam kelas 1. Sesi dengan fasilitas pembimbing 5. Sesi praktik dan pen3apaian kompetensi W"#&) / 0 1 2am (3lassroom session) 4 minggu (3oahing session) 66 minggu (fa3ilitation 7 assessment)

2. TU*UAN UMUM
+u2uan umum modul ini adalah sebagai berikut! Memberi tuntunan dan pengalaman klinik kepada peserta didik untuk mengenali dan memahami penurunan kesadaran, khususn,a koma Melatih peserta didik untuk dapat mengambil kesimpulan apakah penurunan kesadaran tadi merupakan entitas neurologi atau psikiatri, atau kombinasi neurologi8psikiatri Melatih peserta didik untuk mengelola pasien dengan penurunan kesadaran se3ara komprehensif sesuai dengan prinsip dan ruang lingkup kompetensi dokter spesialis saraf Men,iapkan peserta didik untuk memiliki professional behavior ,ang di3irikan oleh kepakaran medik 9 pembuat keputusan klinik, komunikator, kolaborator, mana2er, ad:okasi kesehatan, kesar2anaan, profesional, dan performance khususn,a dalam bidang pengelolaan pasien dengan penurunan kesadaran

+. TU*UAN KHUSUS
+u2uan khusus modul ini adalah ter3apain,a kompetensi peserta didik dalam pengelolaan pasien koma se3ara komprehensif dan integratif, melalui program kuliah, pelatihan dan bedside tea3hing sebagaimana ter3antum di dalam Standar Kompetensi Dokter Spesialis Saraf, dengan rin3ian sebagai berikut! Anamnesis se3ara sistematik Pemeriksaan fisik8neurologik se3ara sistematik Penetapan dera2ad penurunan kesadaran (Glasgow Coma Scale 9 G;S) +indakan darurat ,ang diperlukan sesuai dengan keadaan pasien dentifikasi kemungkinan faktor pen,ebab koma +erapi a#al (initial treatment) sesuai dengan diagnosis ker2a9pen,ebab penurunan kesadaran "en3ana pemeriksaan tambahan ,ang rele:an dengan diagnosis ker2a "en3ana konsultasi dengan disiplin keilmuan lain bila diperlukan

Penetapan diagnosis etiologik penurunan kesadaran Menetapkan terapi definitif sesuai etiologik. Antisipasi dan pen3egahan komplikasi Penetapan keadaan mati otak, mati batang otak, persistent vegetative state, apallic syndrome, akinetic mutism, locked in syndrome dan alpha coma Penetapan cost-effectiveness pera#atan pasien koma termasuk menentukan tempat pera#atan (3ukup di ruang ra#at biasa atau perlu ruang ra#at intensif) Komunikasi dan informasi kepada keluarga pasien Melakukan pemeriksaan dan memberi 2a#aban konsultasi dari departemen lain Penetapan prognosis

,. STRATEGI - METODA PEMBELA*ARAN


Pembela2aran diselenggarakan di "umah Sakit Pendidikan dan "umah Sakit <ahan 9 )e2aring Pendidikan Metoda pembela2aran ,ang digunakan adalah pembela2aran berbasis kasus ( case8 based learning), dengan memperhatikan aspek8aspek kognitif, psikomotor, dan afektif dengan penekanan pada professional behavior. Pelatih memberi kuliah dengan topik ,ang rele:an, mutakhir, dengan memperhatikan evidence-based medicine Kuliah diberikan oleh pakar ,ang sesuai dengan bidangn,a Pelatih memberi peluang 9 kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan diskusi, baik antara pelatih dengan peserta didik maupun antarpeserta didik Pembela2aran ini difasilitasi oleh seorang atau lebih pelatih ,ang bertanggung 2a#ab terhadap pen,elesaian modul se3ara lengkap, sampai dengan e:aluasi pen3apaian kompetensi Pelatih men,iapkan kasus8kasus ,ang rele:an dengan tu2uan pembela2aran Peserta didik menger2akan pre-test, e:aluasi ditengah8tengah proses pembela2aran, dan u2ian akhir ,ang berkaitan dengan kompetensi peserta didik "in3ian proses pembela2aran, dengan menga3u pada tu2uan pembela2aran, adalah sebagai berikut! o Tujuan-1: melakukan komunikasi secara efektif terhadap keluarga pasien dan atau saksi mata lainnya berdasarkan nilai-nilai humanisme dalam rangka menggali informasi tentang pasien Peserta didik melakukan hetero8anamnesis se3ara sistematik Peserta didik menun2ukkan empati dan rasa hormat kepada pasien dan keluarga pasien Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik o Tujuan-!: "engenali adanya proses penurunan kesadaran melalui pemeriksaan fisik-neurologik secara sistematik Peserta didik melakukan pemeriksaan fisik umum ( inspeksi, palpasi, auskultasi) se3ara sistematik

Peserta didik melakukan pemeriksaan neurologik se3ara sistematik Peserta didik merangkum dan mengambil kesimpulan atas hasil pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan neurologik Peserta didik men2elaskan adan,a penurunan kesadaran berikut dera2ad penurunann,a se3ara kuantitatif (G;S) dan kualitatif dan 9 atau gangguan kesadaran (psikiatrik) Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik Tujuan-#: "engidentifikasi adanya gangguan neurologik spesifik yang sesuai dengan gangguan kesadaran pasien yang diperiksa Peserta didik menun2ukkan 3ara dan hasil pemeriksaan neurologik ,ang spesifik serta maknan,a dalam pendekatan dalam rangka men3ari etiologik pasien koma (misaln,a gangguan metabolik, gangguan struktural serebral dan menun2ukkan hal8hal ,ang spesifik) Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik Tujuan-$: "emiliki kemampuan dalam hal penalaran klinik Peserta didik men3atat serta men2elaskan ge2ala dan tanda klinik ,ang di2umpai Peserta didik membuat diagnosis banding (klinik, topik, etiologik) Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik Tujuan-%: &emampuan dalam melakukan pendekatan diagnostik Peserta didik merangkum hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik8 neurologik se3ara sistematik Peserta didik men2elaskan alasan8alasan diagnosis banding ,ang diusulkan Peserta didik men2elaskan pentingn,a pemeriksaan penun2ang ((KG, laboratorik, neuro-imaging, radiologik, dan neurofisiologik) Peserta didik membuat interpretasi atas hasil pemeriksaan penun2ang Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik Tujuan-': &emampuan dalam hal pembuatan keputusan diagnostik dan terapetik yang tepat Peserta didik men2elaskan alasan keputusan diagnostik berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penun2ang Peserta didik men2elaskan alasan pemberian terapi ,ang berkaitan dengan diagnosis Peserta didik membuat ren3ana terapi ,ang rasional Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik Tujuan-() &emampuan menyampaikan prognosis kepada keluarga pasien* terutama berita buruk* dengan memperhatikan empati dan etika Perserta didik menun2ukkan tata3ara pen,ampaian keadaan pasien serta prognosis se3ara umum berdasarkan keadaan klinik dan hasil pemeriksaan penun2ang Peserta didik menun2ukkan empati dan etika ketika men,ampaikan berita buruk

Peserta didik menun2ukkan ketrampilan berkomunikasi se3ara efektif kepada keluarga pasien Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik o Tujuan-+: &esadaran diri tentang keterbatasan pengetahuan seseorang* sebagai dasar untuk melakukan konsultasi secara elegan Peserta didik membuat pertimbangan untuk meru2uk pasien berdasarkan bukti klinik, laboratorik dan hasil pemeriksaan penun2ang lainn,a Peserta didik menulis surat ru2ukan Peserta didik mengiterpretasi hasil ru2ukan Peserta didik mendiskusikan hasil ru2ukan dengan konsultan terkait Peserta didik mengambil keputusan diagnostik, terapetik dan prognosis Peserta didik mengambil keputusan untuk alih8ra#at pasien kepada se2a#at lain (di luar neurologi) atau ra#at bersama Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik o Tujuan-,: &emampuan untuk menganalisis risiko dan biaya yang ditanggung oleh pasien Peserta didik men2elaskan alasan untuk melakukan pemeriksaan tambahan 9 penun2ang dan pemberian obat berdasarkan risiko dan bia,a ,ang ditanggung oleh pasien dan 9 atau keluargan,a Peserta didik men2elaskan alternatif obat ,ang akan diberikan berdasarkan analisis risiko dan bia,a Pembimbing 9 pelatih memberi umpan balik kepada peserta didik

.. PERSIAPAN SESI
"uang kuliah Peralatan audio:isual Kasus8kasus koma ,ang sesuai Komputer Alat bantu latih! stetoskop, palu refleks, senter, oftalmoskop, kapas Materi presentasi Status pemeriksaan neurologi Prosedur tetap penatalaksanaan koma Penuntun bela2ar pemeriksaan dan penatalaksanaan koma -og-book Daftar tilik kompetensi penatalaksanaan koma

/. REFERENSI (BUKU WA*IB)


=rust, ).;.M., 1>>?, ;urrent Diagnosis 7 +reatment of 'eurolog,, nternational ed, M3 Gra#Hill, 'e# -ork

DeM,er, @.(., 1>>6, +e3hniAue of the 'eurologi3 (Bamination, Cth ed.M3Gra#8 Hill, 'e# -ork. Ganong @.%., 1>>C. "e:ie# of Medi3al Ph,siolog,, 11nd ed. M3 Gra#8Hill, =oston. Harsono 1>>? Kapita Selekta 'eurologi, (disi Kedua ;et.ke8/D Gad2ah Mada &ni:ersit, Press -og,akarta Kumar,P. 7 ;lark,M. 1>>/ ;lini3al Medi3ine, /th ed. (lse:ier Saunders, (dinburgh <ondon Mard2ono,M., 7 Sidharta, P. .EE6 'eurologi Klinis Dasar, edisi /D P+ Dian "ak,at )akarta "opper, A.H. 7 =ro#n, ".H., 1>>C, Adams 7Fi3torGs Prin3iple of 'eurolog,, 4th ed. M3 Gra#8Hill, 'e# -ork.

0. KOMPETENSI
Setelah men,elesaikan modul ini diharapkan para peserta didik memiliki kompetensi akademik, profesional dan humanistik dalam mana2emen terpadu dan komprehensif terhadap pasien koma, dengan memperhatikan prinsip pengelolaan kedaruratan neurologi (Standar Kompetensi Dokter Spesialis Saraf, 1>>/)

8. GAMBARAN UMUM
Coma is unarousable unresponsiveness atau the absence of any psychologically understandable response to e.ternal stimulus or inner need . Koma dapat ter2adi pada semua golongan umur, baik perempuan maupun laki8laki. Koma dapat ter2adi se3ara bertahap maupun mendadakD 2enis onset (a#itan) ini mengarahkan pada faktor pen,ebab tertentu. Pen,ebab koma meliputi stroke, infeksi (ensefalitis, meningitis), trauma kepala, gangguan elektrolit, gangguan metabolik, epilepsi, intoksikasi termasuk obat8obatan, neoplasma, dan edema otak dengan sebab apapun. Pemeriksaan pasien koma meliputi hetero8anamnesis tentang a#itan dan kemungkinan faktor8faktor pen,ebab, pemeriksaan fisik (status internus) se3ara sistematik dan men,eluruh, pemeriksaan neurologik se3ara sistematik termasuk pemeriksaan kesadaran dengan menggunakan Glasgow Coma Scale (G;S) dan pemeriksaan khusus untuk menetapkan letak proses patologik ,ang ada, serta pemeriksaan penun2ang ,ang sesuai dengan hasil temuan 9 pemeriksaan klinik. Hetero8 anamnesis memerlukan ketrampilan khusus untuk mengeksplorasi dan mengumpulkan informasi ,ang ele:an dengan ter2adin,a koma dan status klinik ,ang sedang dihadapi oleh pemeriksa. Komplikasi ,ang mengan3am pasien koma meliputi hipoksia, edema otak, sepsis dan spetic shock, ulcer stress dan komplikasi iatrogenik sebagai akibat dari tindakan atau prosedur medik. Dengan demikian penatalaksanaan pasien koma harus bersifat antisipatif dan bukann,a reaktif.

1. 2ONTOH KASUS

Seorang perempuan berumur 6C tahun datang di instalasi ga#at8darurat dalam keadaan gelisah sambil memegang kepalan,a. Dia mengeluh n,eri kepala ,ang hebat disertai muntah8muntah. Periti#a tersebut ter2adi se3ara sangat mendadak. Allo8 anamnesis terganggu oleh situasi pasien ,ang gelisah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adan,a kaku kuduk, tekanan darah 1>> 9 .1> mmHg, nadi .1> 0 9 menit, suhu 5?,1 ;, defisit neurologik fokal tak di2umpai tetapi =abinskiGs sign positif bilateral. Selang 5> menit kemudian pasien tampak lebih tenang tetapi tidak responsif terhadap anamnesis maupun pemeriksaan fisik. Kesadaran pasien menurun se3ara ta2am. /iskusi Hnset penurunan kesadaran perlu dinilai se3ara 3ermat karena hal ini akan sangat berarti bagi pemikiran ke arah pen,ebab koma. ',eri kepala se3ara mendadak ,ang disertai muntah8muntah mempun,ai nilai diagnostik ,ang tinggi. Sementara itu, tekanan darah dapat bersifat primer tinggi dan dapat pula sekudner karena kegelisahn dan n,eri kepala ,ang hebat. "efleks =abinski ,ang positif bilateral mengarahkan kepada proses patologik di otak ,ang bersifat bilateral atau proses desak ruang ,ang masif. 0angkuman Koma merupakan kasus kedaruratan neurologik ,ang memerlukan tindakan ,ang tepat, 3epat dan 3ermat Pen,ebab koma beragam dengan karakteristika maisng8masing &ntuk mendiagnosis koma diperlukan pemeriksaan fisik (status internus) dan neurologik se3ar sistematik dan men,eluruh, ditambah pemeriksaan penun2ang ,ang rele:an dengan hasil pemeriksaan fisik dan neurologik Setiap kasus koma berpotensi untuk ter2adin,a komplikasi sampai dengan kematian Penatalaksanaan pasien koma harus bersifat antisipatif dan bukann,a reaktif Kasus untuk proses pembelajaran Seorang anak perempuan umur 4 tahun, datang di rumah sakit dalam keadaan ke2ang tonik8klonik, dari mulut keluar busa, mata terbalik. Se2ak . 2am terakhir pasien mengalami ke2ang 5 kali, dan se2ak ke2ang ,ang pertama kali pasien dalam keadaan tidak sadar. Selama 5 hari terakhir pasien mengalami panas tinggi, sudah diperiksakan ke Puskesmas dan telah memperoleh obat penurun panas, tetapi suhu tubuh belum turun. Sehari sebelum ke2ang pasien muntah 1 kali, kemudian pasien tampak mengantuk dan bingung. a. Hasil pemeriksaan fisik adalah sebagai berikut! Kesadaran soporous +ekanan darah .>> 9 ?> mmHg %rekuensi nadi .>> B 9 menit, teratur Suhu 5E,4 ;

"espirasi 5> 09menit, teratur )antung dan paru dalam batas normal Abdomen supel, hepar dan lien tak teraba (kstremitas! tidak ada edema maupun pembengkakan sendi Status neurologik! o Glasgo# ;oma S3ale! .8.85 o Status mental! tidak dapat dinilai o +anda rangsangan meningeal positif o Pupil isokor, reflek positif9positif normal o 'er:i kraniales! tidak dapat dinilai o %undoskopi! retina dan papil dalam batas normal o Motorik! kesan tidak ada defisit neurologik fokal o Sensorik! tidak dapat dinilai o "efleks fisiologik II 9 II o "efleks patologik I 9 I o Klonus paha dan kaki 8 9 8 o Saraf otonom! :esika urinaria teraba penuh b. Hasil pemeriksaan penun2ang! Pemeriksaan darah dan urin! terlampir Pemeriksaan foto toraks! terlampir Pemeriksaan (KG! terlampir Pemeriksaan ;+ S3an! terlampir 3. Monitoring selama .1 2am pertama Kesadaran! tidak mengalami perubahan Ke2ang! hilang dengan pemberian dia*epam se3ara intra:ena +anda :ital! suhu 5E,1 ; Defisit fokal! tidak mun3ul /iskusi Kasus penurunan kesadaran pada seorang anak berumur 4 tahun, G;S ....5 +anda rangsangan meningeal positif Ada demam dan ke2ang tonik klonik Ke2ang menghilang dengan pemberian dia*epam se3ara intra:ena Defisit neurologik fokal negatif tetapi refleks fisiologik meningkat dan refleks patologik positif Ada retensi urin Kemungkina pen,ebab infeksi susunan saraf pusat nterpretasi hasil8hasil pemeriksaan penun2ang Penetapan diagnosis 0angkuman a. Kompetensi dalam penatalaksanaan koma di3apai dengan proses pembela2aran se3ara sistematik, meliputi!

Hetero8anamnesis se3ara sistematik Pemeriksaan fisik (status internus) dan neurologik se3ara sisteamtik Penentuan status koma berdasarkan G;S Diagnosis banding (etiologik) Pemeriksaan penun2ang ,ang rele:an dengan kemungkinan fa3tor pen,ebab +indakan medik ,ang diperlukan selama penegakan diagnosis Sikap dan tindakan antisipatif terhadap kemungkinan komplikasi +indakan medik definitif Sistem ru2ukan b. (:aluasi diri Apakah pemeriksaan sa,a telah 3ukup teliti sehingga sa,a dapat menentukan lokasi proses pen,akitJ Apakah sa,a telah membahas segala kemungkinan ,ang dapat men,ebabkan komaJ Apakah sa,a telah meran3ang dan melakukan pemeriksaan lan2utan 9 penun2ang ,ang rele:an atau rasionalJ Apakah sa,a telah melakukan tindakan emergensi se3ara adekuatJ Apakah sa,a telah meren3anakan dan 9 atau melakukan konsultasi kepada se2a#at lainJ Apakah sa,a telah menun2ukkan sikap simpati dan empati kepada keluarga pasienJ Apakah sa,a telah memberi informasi tentang prognosis pasien kepada keluarga pasienJ Apakah keluarga pasien menun2ukkan sikap puas, atau tanda tan,a, atau gusar, atau marah kepada sa,aJ Apakah sa,a telah meren3anakan dan 9 atau memberi terapi dengan memerhatikan e:iden3e8based medi3ineJ 3. Penilaian kompetensi Hasil obser:asi selama proses alih pengetahuan (kognitif), ketrampilan (psikomotor), dan afektif

10. TU*UAN PEMBELA*ARAN


Setelah mengikuti seluruh sesi maka peserta didik diharapkan memiliki kompetensi akademik, profesional dan humanistik dalam managemen pasien koma se3ara komprehensif dan terpadu, dengan memperhatikan keefekti:an dan efisiensi, melalui pen3apaian tu2uan pembela2aran sebagai berikut! Kemampuan melakukan komunikasi dengan pengantar pasien 9 melakukan hetero8anamnesis se3ara efektif terhadap keluarga pasien dan 9 atau saksi mata lainn,a berdasarkan nilai8nilai humanisme Kemampuan mengenali a#al penurunan kesadaran sampai dengan koma Kemampuan melakukan pemeriksaan fisik 8 neurologik se3ara sistematik

Kemampuan mengidentifikasi gangguan neurologik spesifik ,ang rele:an dengan penurunan kesadaran Kemampuan dalam hal penalaran klinik Kemampuan dalam melakukan pendekatan diagnostik Kemampuan dalam hal pembuatan keputusan diagnostik dan terapetik ,ang tepat Kemampuan men,ampaikan prognosis, terutama berita buruk, dengan memperhatikan empati dan etika Kesadaran diri tentang keterbatasan pengetahuan seseorang, sebagai dasar untuk melakukan konsultasi se3ara elegan Kemampuan untuk analisis risiko dan bia,a ,ang ditanggung oleh pasien

11. E3ALUASI Pre8trest dan Mid8test! 2a#ablah se3ara singkat


.. 1. 5. 6. C. )elaskan dengan singkat definisi koma )elaskan dengan singkat pen,akit8pen,akit lain ,ang mirip koma )elaskan dera2ad koma baik se3ara kualitatif dan kuantitatif )elaskan dengan singkat klasifikasi koma )elaskan dengan singkat ma3am8ma3am herniasi otak

(:aluasi akhir ;ontoh soal M;K


.. Diagnosis banding koma, ke3uali ! A. Gangguan metabolik =. ntoksikasi ;. nfeksi D. <esi struktural (. diopatik 1. +anda dan ge2ala koma lesi struktural! A. Panas dan kaku kuduk =. Defisit neurologis fokal ;. Deserebrasi D. Kon:ulsi (. nkontinensi urin 5. Koma bisa ter2adi karena intoksikasi, ke3uali ! A. Hpiat, sedati:e =. Antikolinergik ;. Asam folat

6.

C.

/.

?.

4.

E.

D. Aspirin (. Kolinergik Kondisi ,ang tidak men,ebabkan koma ! A. Disfungsi unihemisferium =. Disfungsi bihemisfer ;. Generali*ed en3ephalopath, D. Pen,akit otak difus (. Perdarahan pons Herniasi transtentorial dapat ter2adi pada ! A. Koma metabolik =. SHP supratentorial dengan proses ,ang meluas ;. nfark lakunar D. Stroke batang otak (. SHP infratentorial )ika batang otak tertekan lurus keba#ah mele#ati 3elah tentorium tanpa men,ebabkan kompresi saraf okulomotor, maka akan ter2adi! A. &n3al transtentorial herniation =. +ranstentorial herniation ;. ;entral transtentorial herniation D. &n3al herniation (. ;entral herniation ndikator klinis koma batang otak, adalah ! A. Pola pernapasan, respon pupil dan gerak mata ,ang kesemuan,a abnormal =. Multi3ranial ner:e palsies ;. Dilatasi pupil dan gagal nafas D. Posisi dekortikasi dan pupil anisokor (. Hemikon:ulsi Postur abnormal L de3orti3ateM sering di2umpai pada koma, ke3uali ! A. Kompresi batang otak =. Kompresi mesensefalon ;. (nsefalopati hepatika D. (nsefalopati toksik berat (. (dema otak difus ;iri khas pupil pada koma metaboli3, ,aitu ! A. Pupil isokor dan refleks 3aha,a 3epat =. Pupil anisokor dan refleks 3aha,a negatif ;. Pupil isokor dan refleks 3aha,a lambat D. Sama sekali tidak ada reaksi pupil (. Miosis bilateral

12. PENUNTUN BELA*AR


PROSEDUR INFORMED 2HOI2E 'ilailah kiner2a setiap langkah ,ang diamati menggunakan skala sebagai berikut.!

1 2

Pe45) %e4!"(#"n! langkah tidak diker2akan atau tidak sesuai dengan ,ang seharusn,a atau urutann,a tidak sesuai (2ika harus berurutan) M" %)! langkah diker2akan sesuai dengan ,ang seharusn,a dan urutann,a (2ika harus berurutan). Pelatih han,a membimbing untuk sedikit perbaikan atau membantu untuk kondisi di luar normal M"6(4! langkah diker2akan dengan benar, sesuai urutann,a dan #aktu ker2a ,ang sangat efisien <angkah tidak diamati (penilai menganggap langkah tertentu tidak perlu diperagakan)

T-D

NAMA PESERTA7 ...................................... II. INFORMED CHOICE

TANGGAL7 .................................

.. Sapa dengan hormat pengantar 9 keluarga pasien anda 1. Kenalkan diri anda dan 2elaskan tu2uan anda dalam #a#an3ara 5. +an,akan apakah pengantar 9 keluarga pasien telah tahu tentan kelainan ,ang ada dan apakah sudah mendapat pen2elasan tentang apa ,anag akan dilakukan! )ika belum, 2elaskan kelainan ,ang dialami dan upa,a ,ang akan dilakukan )ika sudah, nilai kembali apakah pen2elasann,a benar dan lengkap 6. +un2ukkan diagnosis dan pemeriksaan penun2ang ,ang telah dilakukan dan penatalaksanaan untuk kelainan ,ang ada C. )elaskan berbagai pengobatan dan tindakan ,ang dapat diterapkan terhadap pasien, termasuk efek samping, komplikasi dan risiko (sampaikan dengan bahasa ,ang mudah dimengerti dan pastikan bah#a pasien mengerti) /. Minta keluarga pasien untuk menentukan salah satu pengobatan dan tindakan ,ang menurut keluarga pasien adalah paling tepat, setelah mendapat pen2elasan ,ang ob,ektif dan benar dari dokter ?. persilakan keluarga pasien untuk men,etakan dan menuliskan 3ara pengobatan ,ang men2adi pilihann,a pada status pasien atau formulir ,ang telah disediakan

1+. MATERI PRESENTASI (LAMPIRAN)


+a,angan slide power point kuliah pakar ,ang berisi a. %isiologi kesadaran Definisi kesadaran Anatomi dan diagram mekanisme kesadaran Gambaran ((G 1rousal*rela.ed awareness dan awareness with concentrated attention b. Penurunan kesadaran dan koma Pendahuluan dan epidemiologi Anatomi dan neurofisiologi koma Definisi koma %aktor risiko dan faktor pen3egahan Pen,ebab struktural koma -ocked-in syndrome 2egetative state 3rain /eath Pen,ebab koma metabolik o (nsefalopati hepatik o (nsefalopati uremik o (nsefalopati hipo 8 7 hiperglikemik o (nsefalopati pas3a8anoksik Ge2ala 7 tanda klinik untuk membedakan koma karena metabolik dengan koma karena lesi struktural Patogenesis koma Gambaran herniasi unkal dan sentral Pemeriksaan penun2ang o <aboratorium o 4euroimaging o (lektromedik Kriteria brain death* locked-in syndrome* vegetative state Diagnosis dan asesmen Diagnosis banding Mana2emen klinik Prognosis Monitoring dan e:aluasi pengobatan