Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN Hipertensi krisis merupakan salah satu kegawatan dibidang kardiovaskular yang sering dijumpai di instalasi gawat

darurat.1 Hipertensi krisis ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara akut dan sering berhubungan dengan gejala sistemik yang merupakan konsekuensi dari peningkatan darah tersebut. Ini merupakan komplikasi yang sering dari penderita dengan hipertensi dan menyebabkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.2 Duapuluh persen pasien hipertensi yang datang ke UGD adalah pasien hipertensi krisis. Dari ! juta penduduk "merika #erikat $!% diantaranya menderita hipertensi dan hampir 1 & 2% akan berlanjut menjadi hipertensi krisis disertai kerusakan organ target. Data mengenai hipertensi krisis di Indonesia masih belum banyak diteliti' namun studi Multinational Monitoring of Trends and Determinants in Cardiovacular Disease ()onica* yang dilakukan di +akarta pada tahun 1,-- menempatkan hipertensi sebagai .aktor risiko utama kejadian kardiovaskular.2 /////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////// ///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi 0erdapat perbedaan beberapa penulis mengenai terminologi peningkatan tekanan darah secara akut. 0erminologi yang paling sering dipakai adalah 1 Hipertensi urgensi (mendesak* yaitu peningkatan tekanan darah sistolik 2 1-! mmHg atau diastolik 2 12! mmHg secara mendadak tanpa disertai kerusakan organ target. 3ada keadaan ini tekanan darah harus segera diturunkan dalam 24 jam dengan memberikan obat & obatan anti hipertensi oral. Hipertensi emergensi (darurat* yaitu peningkatan tekanan darah sistolik 2 1-! mmHg atau diastoik 2 12! mmHg secara mendadak disertai kerusakan organ terget. Hipertensi emergensi harus ditanggulangi sesegera mungkin dalam satu jam dengan memberikan obat & obatan anti hipertensi intravena.1'$'4 Dikenal beberapa istilah yang berkaitan dengan hipertensi krisis antara lain.$ 1. Hipertensi re.rakter1 respon pengobatan yang tidak memuaskan dan tekanan darah 2 2!!511! mmHg' walaupun telah diberikan pengobatan yang e.ekti. (triple drug* pada penderita dan kepatuhan pasien. 2. Hipertensi akselerasi1 peningkatan tekanan darah diastolik 2 12! mmHg disertai dengan kelainan .unduskopi 67 III. 8ila tidak diobati dapat berlanjut ke .ase maligna. $. Hipertensi maligna1 penderita hipertensi akselerasi dengan tekanan darah diastolik 2 12! & 1$! mmHg dan kelainan .unduskopi 67 I9 disertai 2.2. Etiologi dan Patofisiologi :aktor penyebab hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi masih belum dipahami. 3eningkatan tekanan darah secara cepat disertai peningkatan resistensi vaskular dipercaya menjadi penyebab.4'; 3eningkatan tekanan darah yang mendadak ini akan menyebabkan jejas endotel dan nekrosis .ibrinoid arteriol kemudian berdampak pada kerusakan vaskular' deposisi platelet' .ibrin dan kerusakan .ungsi autoregulasi.1

2.3. Me anis!e A"to#eg"lasi "utoregulasi merupakan penyesuaian .isiologis organ tubuh terhadap kebutuhan dan pasokan darah dengan mengadakan perubahan pada resistensi terhadap aliran darah dengan berbagai tingkatan perubahan kontraksi5dilatasi pembuluh darah. 8ila tekanan darah turun maka akan terjadi vasodilatasi dan jika tekanan darah naik akan terjadi vasokonstriksi. 3ada individu normotensi' aliran darah orak masih tetap pada .luktuasi Mean Atrial Pressure ()"3* ! & <! mmHg. 8ila )"3 turun di bawah batas autoregulasi' maka otak akan mengeluarkan oksigen lebih banyak dari darah untuk kompensasi dari aliran darah yang menurun. 8ila mekanisme ini gagal' maka akan terjadi iskemia otak dengan mani.estasi klinik seperti mual' menguap' pingsan dan sinkop.$ 3ada penderita hipertensi kronis' penyakit serebrovaskuar dan usia tua' batas ambang autoregulasi ini akan berubah dan bergeser ke kanan pada kurva' sehingga pengurangan aliran darah dapat terjadi pada tekanan darah yang lebih inggi (lihat gambar !2*.$

$a!%a# &2. 6urva autoregulasi pada tekanan darah. #traagaard pada penelitiaanya mendapatkan )"3 rata/rata 11$ mmHg pada 1$ penderita hipertensi tanpa pengobatan dibandingkan <$ mmHg pada orang normotensi. 3enderita hipertensi dengan pengobatan mempunyai nilai diantara

group normotensi dan hipetensi tanpa pengobatan. =rang dengan hipertensi terkontrol cenderung menggeser autoregulasi ke arah normal.$ Dari penelitian didapatkan bahwa baik orang yang normotensi maupun hipertensi' diperkirakan bahwa batas terendah dari autoregulasi otak adalah kira & kira 2;% di bawah resting )"3. =leh karena itu dalam pengobatan hipertensi krisis' penurunan )"3 sebanyak 2! & 2;% dalam beberapa menit atau jam' tergantung dari apakah emergensi atau urgensi. 3enurunan tekanan darah pada penderita diseksi aorta akut ataupun oedema paru akibat payah jantung kiri dilakukan dalam tempo 1; & $! menit dan bisa lebih cepat lagi dibandingkan hipertensi emergensi lainya. 3enderita hipertensi ense.alopati' penurunan tekanan darah 2;% dalam 2 & $ jam. Untuk pasien dengan in.ak serebri akut ataupun perdarahn intrakranial' penurunan tekanan darah dilakukan lebih lambat ( & 12 jam* dan harus dijaga agar tekanan darah tidak lebih rendah dari 1<! & 1-!51!! mmHg.$ 2.'. Manifestasi Klinis )ani.estasi klinis hipertensi krisis berhubunga dengan kerusakan organ target yang ada. 0anda dan gejala hipertensi krisis berbeda & beda setiap pasien. #akit kepala' perubahan tingkat kesadaran dan atau tanda neurologi .okal bisa terjadi pada pasien dengan hipertensi ense.alopati. 3ada pemeriksaan .isik pasien bisa saja ditemukan retinopati dengan perubahan arteriola' perdarahan dan eksudasi maupun papiledema. 3ada sebagian pasien yang lain mani.estasi kardiovaskular bisa saja muncul lebih dominan seperti> angina' akut miokardial in.ark atau gagal jantung kiri akut. Dan beberapa pasien yang lain gagal ginjal akut dengan oligouria dan atau hematuria bisa saja terjadi.;

$a!%a# &3. 3apiledema. 3erhatikan adanya pembengkakan dari optik disc dengan margin kabur.Hipertensi Urgensi (mendesak*.$ Hipertensi berat dengan tekanan darah 2 1-!512! mmHg' tetapi dengan minimal atau tanpa kerusakan organ sasaran dan tidak dijumpai keadaan pada tabel !$. 1. :unduskopi 67 I atau 67 II 2. Hipertensi post operasi $. Hipertensi tak terkontrol5tanpa diobati pada perioperati. 0abel !$. Hipertensi emergensi (darurat*.$ Hipertensi berat dengan tekanan darah 2 1-!512! mmHg disertai dengan satu atau lebih kondisi akut berikut1 1. 3erdarah intra kranial atau perdarahan subaraknoid 2. Hipertensi ense.alopati $. Diseksi aorta akut 4. =edema paru akut ;. ?klamsi . :eokhromositoma <. :unduskopi 67 III atau I9 -. Insu.isiensi ginjal akut ,. In.ark miokard akut 1!. #indrom kelebihan katekolamin yang lain1 sindrom withdrawal

obat anti hipertensi. 2.(. Pende atan Diagnosis 6emampuan membedaan antara hipertensi emergensi dan urgensi harus dapat dilakukan dengan cepat dan segera agar dalam penatalaksaan tidak terlambat yang berakibat peningkatan angka morbiditas dan mortalitas pasien.1 @atatan riwayat penyakit harus dilaporan untuk mengetahui kegawatan hipertensi' obat & obatan yang diminum terakhir baik yang diresepkan oleh dokter maupun tidak terutama obat & obatan monoamine oAidase inhibitors' kokain' am.etamin dan phencyclidine. Biwayat penyakit yang menyertai dan penyakit kardiovaskular atau ginjal penting dievaluasi. 0anda & tanda neurologik harus diperiksa seperti sakit kepala dan kejang.1 3emeriksaan laboratorium seperti hitung jenis' elektrolit' kreatinin dan urinalisa harus disertakan pada pasien hipertensi krisis. :oto thorax' ?6G dan CT-scan kepala sangat penting diperiksa untuk pasien/pasien dengan sesak na.as' nyeri dada atau perubahan neurologis. 3ada keadaan gagal jantun kiri dan hipertro.i ventrikel kiri pemeriksaan ekokardiogra.i perlu dilakukan. 1 8erikut adalah bagan alur pendekatan diagnostik pada pasien hipertensi1

Gambar !4. "lur pendekatan diagnostik pada pasien hipertensi.1'4 2.). Penatala sanaan

1. Hi*e#tensi U#gensi A. Penatala sanaan U!"! )anajenem penurunan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi urgensi tidak membutukan obat/obatan parenteral. 3emberan obat/obatan oral aksi cepat akan memberi man.aat untuk menurunkan tekanan darah dalam 24 jam awal (Mean Arterial Pressure ()"3* dapat diturunkan tidak lebih dari 2;%*. 3ada .ase awal goal standar penurunan tekanan darah dapat diturunkan sampai 1 !511! mmHg.1'4 3enggunaan obat/obatan anti/hipertensi parenteral mauun oral bukan tanpa resiko dalam menurunkan tekanan darah. 3emberian loading dose obat oral anti hipertensi dapat menimbulkan e.ek akumulasi dan pasien akan mengalami hipotensi saat pulang ke rumah. =ptimalisasi penggunaan kombinasi obat oral merupakan pilihan terapi untuk pasien dengan hipertensi urgensi.1'4 B. +%at , o%atan s*esifi "nt" -i*e#tensi "#gensi @aptopril adalah golongan angiotensin-converting enzyme ("@?* inhibitor dengan onset mulai 1; & $! menit. @aptopril dapat diberikan 2; mg sebagai dosis awal kemudian tingkatkan dosisnya ;! & 1!! mg setelah ,! & 12! menit kemudian. ?.ek yang sering terjadi yaitu batuk' hipotensi' hiperkalemia' angioedema' dan gagal ginjal (khusus pada pasien dengan stenosis pada arteri renal bilateral*.4 Cicardipine adalah golongan calcium channel blocker yang sering digunakan pada psien dengan hipertensi urgensi. 3ada penelitian yang dilakukan pada ;$ pasien dengan hipertensi urgensi secara random terhadap penggunaan nicardipin atau plasebo. Cicardipin memiliki e.ekti.itas yang mencapai ;% dibandingkan plasebo yang mencapai 22% (3D!'!!2*. 3enggunaan dosis oral biasanya $! mg dan dapat diulang setiap - jam hingga tercapai tekanan darah yang diinginkan. ?.ek samping yang sering terjadi seperti palpitasi' berkeringat dan sakit kepala.4 Eabetolol adalah gabungan antara F1 dan G/adrenergic blocking dan memiliki waktu kerja mulai antara 1 & 2 jam. Dalam penelitian labetolol

memiliki dose range yang sangat lebar sehingga menyulitkan dalam penentuan dosis. 3enelitian secara random pada $ pasien' setiap group ada yang diberikan dosis 1!!' 2!! dan $!! mg secara oral dan menghasilkan penurunan tekan darah sistolik dan diastolik secara signi.ikan. #ecara umum labetolol dapat diberikan mulai dari dosi 2!! mg secara oral dan dapat diulangi setiap $ & 4 jam kemudian. ?.ek samping yang sering muncul adalah mual dan sakit kepala.4 @lonidin adalah obat/obatan golongan simpatolitik sentral (F2/adrenergic receptor agonist* yang memiliki onset kerja antara 1; & $! menit dan puncaknya antara 2 & 4 jam. Doasi awal bisa diberikan !'1 & !'2 mg kemudian berikan !'!; & !'1 setiap jam sampai tercapainya tekanan darah yang diinginkan' dosis maksimal adalah !'< mg. e.ek samping yang sering terjadi adalah sedasi' mulut kering dan hipotensi ortostatik.4 Ci.edipine adalah golongan calcium channel blocker yang memiliki pucak kerja antara 1! & 2! menit. Ci.edipine kerja cepat tidak dianjurkan oleh :D" untuk terapi hipertensi urgensi kerana dapat menurunkan tekanan darah yang mendadak dan tidak dapat diperidisikan sehingga berhungan dengan kejadian strok. 3ada tahun 1,,; Cational Heart' Eung' and 8lood Institute meninjau kembali bukti keamanan tentang penggunaan obat golongan @a channel blocker terutama ni.edipine kerja cepat harus digunakan secara hati/hati terutama pada penggunaan dosis besar untuk terapi hipertensi.4

2... P#ognosis #ebelum ditemukannya obat anti/hipertensi yang e.ekti. harapan hidup penderita hipertensi maligna kurang dari 2 tahun' dengan penyebab kematian tersering adalah strok' gagal ginjal dan gagal jantung.H11I 6ematian disebabkan oleh uremia (1,%*' gagal jantung kongesti. (1$%*' cerebro vascular accident (2!%*' gagal jantung kongesti. disertai uremia (4-%*' in.ark miokard (1%* dan

diseksi aorta (1%*. 3rognosis menjadi lebih baik berkat ditemukannya obat yang e.ekti. dan penanggulangan yang tepat pada dekade terakhir.$

BAB III PENUTUP

3.1. Si!*"lan Hipertensi krisis merupakan salah satu kegawatan dibidang kardiovaskular yang sering dijumpai di instalasi gawat darurat. Hipertensi emergensi (darurat*' yaitu peningkatan tekanan darah sistolik 2 1-! mmHg atau diastoik 2 12! mmHg secara mendadak disertai kerusakan organ terget sedangkan hipertensi urgensi (mendesak*' yaitu peningkatan tekanan darah seperti pada hipertensi emergensi namun tanpa disertai kerusakan organ target. :aktor penyebab hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi masih belum dipahami. 3eningkatan tekanan darah yang mendadak ini akan menyebabkan jejas endotel dan nekrosis .ibrinoid arteriol kemudian berdampak pada kerusakan vaskular' deposisi platelet' .ibrin dan kerusakan .ungsi autoregulasi. )anajenem penurunan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi urgensi tidak membutukan obat/obatan parenteral. 3emberan obat/obatan oral aksi cepat akan memberi man.aat untuk menurunkan tekanan darah dalam 24 jam awal (Mean Arterial Pressure ()"3* dapat diturunkan tidak lebih dari 2;%*. 0erapi hipertensi emergensi harus disesuaikan setiap individu tergantung pada kerusakan organ target. )anagemen tekanan darah dilakukan dengan obat/obatan parenteral secara tepat dan cepat. 3asien harus berada di dalam ruangan I@U agar monitoring tekanan darah bisa dikonrol dengan pemantauan yang tepat. 0ingkat ideal penurunan tekanan darah masih belum jelas' tetapi Penurunan Mean Arterial Pressure ()"3* 1!% selama 1 jam awal dan 1;% pada 2 & $ jam berikutnya.

DA/TA0 PUSTAKA

1. Bampengan #H. 6risis Hipertensi. Hipertensi ?mergensi dan Hipertensi Urgensi. 8I6 8iomed.2!!<. 9ol.$' Co.4 11 $/-. 2. #aguner ")' DJr #' 3errig )' #chiemann U' #tuck "?' et al. Bisk :actors 3romoting Hypertensive @rises1 ?vidence :rom a Eongitudinal #tudy. "m + Hipertensi 2!1!. 2$1<<;/<-!. $. )ajid ". 6risis Hipertensi "spek 6linis dan 3engobatan. U#U Digital Eibrary Hdatabase on the internetI 2!!4. Hcited :ebruary 2!1$' 21I. "vailable .rom1 http155repository.usu.ac.id5bitstream512$4; <-,51,,,515 .isiologi/abdul % 2! majid.pd.. 4. 9aidya @6' =uellette +B. Hypertensive Urgency and ?mergency. Hospital 3hysician "rticle Harticle on the internetI 2!!<. Hcited :ebruary 22' 2!1$I. pp. 4$ & ;!. "vailable .rom1 http155www.turner/white.com5member.ile. phpK 3ub@odeDhpLmar!<Lhypertensive.pd.. ;. 9aron +' )arik 3?. @linical Beview1 0he )anagement o. Hypertensive crises. @ritical @are +ournals Hdata base on the internetI 2!!$. Hcited on :ebruary 21' 2!!$I. "vailable .rom1 http155www.ncbi.nlm.nih.gov5pmc5 articles53)@2<!<1-5pd.5cc2$;1.pd.. . Immink B9' 8orn 8H' )ont.rans G"' 6oopmans B3' 6aremaker +)' et al. Impaired @erebral "utoregulation in 3asient with )alignant Hypertension. +ournal o. the "merican Heart "ssociation Hdatabase on the internetI 2!!4. Hcited :ebruary 24' 2!1$I. 11!12241/224;. "vailable .rom1 http155circ.ahajournals.org5content511!51;52241..ull.pd.. <. 0homas E. )anaging Hypertensive ?mergency in the ?D. @an :am 3hysician Harticle on the internetI 2!11. Hcited :ebruary 2!1$' 22I. ;<111$</41. "vailable .rom1 http155www.ncbi.nlm.nih.gov5pmc5articles53)@$1,2!<<5pd.5!;<11$<.pd.. -. Hopkins @. Hypertensive ?mergencies in ?mergency )edicine. )edscape "rticle Hdata base on the internetI 2!11. Hcited on :ebruary 22' 2!!$I. "vailable .rom1 http155emedicine.medscape.com5article51,;2!;2overviewK paD$M?6B7Bb!-$@ 4sg68$Al"079$t?cNg)6wy,O4,iwCgDP %2:iI!1G,ar418MtD78tiE@?+C@rbkPE7NvPErhnt7"%$D %$DQshowall.

,.

8isognano +D. )alignant Hypertension. )edscape "rticle Hdata base on the internetI 2!1$. Hcited :ebruary 22' 2!1$I. pp. 4$ & ;!. "vailable .rom1 http155emedicine.medscape.com5article5241 4!/overviewQshowall