Anda di halaman 1dari 91

FISIK DIAGNOSTIK PADA ANAK Dr. J.B Lengkong, Sp.

FISIK DIAGNOSTIK PADA ANAK


Penanganan anak dilakukan sebaik mungkin hingga pulih kembali dan tumbuh kembang optimal sesuai potensi genetiknya. Perlu: penegakan diagnosis yang akurat. Untuk ini maka diperlukan diagnosa fisis yg merupakan cara yang baku dan harus dikuasai setiap dokter. Caranya diawali dengan anamnesis (pemeriksaan dengan wawancara) kemudian diikuti dengan: - pemeriksaan fisik - pemeriksaan penunjang - diagnosis kerja - diagnosis banding (dd/) - diagnosis akhir Anamnesis harus di akukan se!ara "e i"i, "era"ur, engkap #pengaruhn$a %&' "hd diagnosis sua"u pen$aki"( P)*)+IKSAAN FISIK pemeriksaan fisis yang baik diawali dengan anamnesis yg sistematis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien pemeriksaan fisis pada anak dinilai: penemuan fisis dihubungkan dengan tingkat pertumbuhannya (bayi anak tumbuh dan berkembang)

!"!#"$%&%
,. ID)NTITAS keluarga) auto'anamnesis (langsung pada pasien) alo'anamnesis (pada orangtua/ sumber lain) cara tercepat menuju diagnosis kunci menuju diagnosis didapat data obyektif (rinci) jangan subyektif (imulai dengan: "ama () nama !gama !lamat dan *elepon "ama ortu (!yah dan &bu) Umur ortu Pendidikan/ pekerjaan ortu (ata kakak beradik -amily *ree / .enogram

*anggal lahir / Umur +enis kelamin Pendidikan ,ebangsaan %uku bangsa

Fami $ Tree - Genogram Contoh:

S"andard Gender S$m.o s /or a Genogram

A 6us.and 2i"h *u "ip e Spouses

A 4i/e 2i"h *u "ip e 6us.ands


Le.ih an0u" pe a0ari di : h""p1--222.genopro.!om-genogram-ru es-

3. +I4A5AT P)N5AKIT S)KA+ANG Ke uhan u"ama o ,eluhan/gejala yang menyebabkan pasien dibawa berobat o Tidak harus sejalan dengan diagnosis utama o Cerita kronologis/ rinci/ jelas tentang keluhan utama : ,apan mulai/timbulnya/ lama keluhan 0agaimana timbulnya : mendadak/ perlahan'lahan/ hilang timbul (sesaat) 0agaimana perlangsungannya : terus'menerus/hilang timbul (sesaat) 0agaimana keparahannya : makin lama makin sakit/ berkurang 1 kemudian kambuh lagi1 -aktor/keadaan yg mempengaruhi : sehingga bertambah berat / berkurangnya keluhan .ejala dan tanda : yang mendahului keluhan/ apakah ada1 ,eluhan utama ini pertama kali dirasakan / pernah sebelumnya 1

0ila pernah dialami apakah pengobatan sebelumnya (macam obat dll) dan bagaimana hasilnya1 !pakah tindakan sebelumnya (suntikan/ penyinaran) dan bagaimana hasilnya1 0ila pernah dialami bagaimana perkembangan penyakit 1 !pakah ada gejala sisa/ cacat1 ,eluhan yang sama adakah pada anggota keluarga/ orang serumah/ sekelilingnya Catatan: 0ila keluhan utama bersifat lokal uraikan tentang lokasinya/ sifatnya menetap/ berpindah'pindah/ atau menyebar dll. Ke uhan ain : 2ang menyertai keluhan utama : keluhan yang berhubungan dengan keluhan utama *idak berhubungan dengan keluhan utama

B)B)+APA K)L76AN 5ANG S)+ING DIJ7*PAI

Demam 3amanya Panas 4 hari/ berobat tak sembuh 5 "$phoid /e8er (emam 6 hari dan ada perdarahan 5 dengue hemoragik /e8er #D6F( (emam 6 hari tidak ada perdarahan 5 dengue .iasa (emam intermitten 5 ma aria o #endadak o ,ontinu/ remiten/ intermitten o *erjadi pada malam hari saja o #enurun dan naik lagi o #enggigil/ kejang/ kesadaran 7 o #engigau/ muntah/ mencret/ sesak napas o !da manifestasi perdarahan/ dsb Cara mengukur suhu: 8. 9ectal : (saat ini jarang dilakukan lagi/ kecuali pada keadaan tertentu) :. ;ral (utk anak < = thn dan mengerti maksud pemeriksaan) >. !ksilar %uhu ketiak umumnya &.9:; lebih rendah dari suhu rectal Panas ? disebabkan oleh infeksi/ dehidrasi/ kerusakan otak (perdarahan/ tumor) Panas ) batuk ) sesak napas ? .ron!hopneumonia o o o o o Ba"uk 3amanya 0erulang/ kambuh %pasmodik/ kering/ produktif %ifat dahak

Penyerta: %esak napas #engi (sesak napas berbunyi/ bengek) ,eringat malam (*0C/ bronchopneumonia/ pneumonia) %ianosis/ ortopne !da @whoopA (napas yg panjang dan dalam B pd asma) *en!re" !kut (C 4 hari/ #elanjut (D'8E hari)/ kronik (<8E hari) -rekuensi/ hari 0anyaknya/ kali/ konsistensi Farna !da lendir/ darah #encret dengan lendir darah: disentri yg tidak diikuti dehidrasi (isertai tenesmus #untah/ sesak napas/ kejang/ kencing berkurang %esak napas dan kejang tjd akibat pengeluaran cairan yg berlebihan Ke0ang 3amanya -rekuensi ,ejang pertama/ pnh sblmnya ,apan/ saat kejang terjadi %udah berapa kali *onik/ klonik/ umum/ fokal o o o mundur o kejang o Pd neonatus: perlu riwayat kehamilan dan kelahiran *anda dan gejala sebelum serangan 3amanya/ interGal ,esadaran wkt kejang/ sesudah kejang Panas/ muntah/ lumpuh/ kepandaian

o o o o o o o o o o o o o

K)JANG D)*A* SANGAT S)+ING PADA BA5I DAN ANAK Per u di.edakan: ,ejang demam sederhana (simpleks/benign) / ,ompleks

$pilepsi yang dibangkitkan oleh demam (,riteria 3iGingstone) Pen"ing anamnesis: ,ejang demam yang memenuhi kriteria tsb di bwh dianggap kejang demam sederhana. Kri"eria: (menurut %ub 0agian %araf !nak 0agian &,! -,U&'9%C# +akarta

(modifikasi kriteria

Livingstone)
8. Umur anak ketika kejang antara = bulan dan 6 tahun. :. ,ejang berlangsung hanya sebentar saja/ tidak lebih dari 86 menit. >. ,ejang bersifat umum (tonik'klonik). E. ,ejang timbul dalam 8= jam pertama setelah timbulnya demam. 6. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang/ normal. =. Pemeriksaan $$. yang dibuat sedikitnya 8 minggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan. 4. -rekuensi bangkitan kejang di dalam 8 tahun tidak melebihi E kali. o o o o o o *un"ah 0erapa lama -rekuensi %ifat muntah: proyektil (menyemprot) Farna muntahan %etelah makan/ minum/ perubahan posisi (isertai panas/ mencret/ nyeri perut dll

o o o o

)dema #ulai tampak kapan/ dimana mulainya (kelopak mata/ pergelangan kaki) ,emudian menjalar Hanya pagi hari/ sepanjang hari ,eluhan penyerta: batuk/ oliguria/ sesak nafas/ berdebar/ pucat/ kuning dsb

Am Fam Physician. :IID %ep 8J4D(6):=>4'=>D.

A 15-year-old girl presented with a history of bilateral swelling of the legs that had worsened over the preceding five years. It first appeared on her left foot and then it spread to her right foot. !ver the years the swelling spread "p her legs. Initially it was worse in her left leg b"t it event"ally affected both legs e#"ally (see accompanying figure). Altho"gh the swelling persisted thro"gho"t the day it was worse in the evening. $he patient had no history of fever shortness of breath chest pain "rinary symptoms or local tra"ma and

3ymphedema

%&amination revealed that the patient was obese and had bilateral pitting edema on her lower legs that e&tended to the "pper thighs. $he overlying skin was warm erythemato"s thickened and hyperpigmented. $he remainder of her e&amination was "nremarkable. 'es"lts from complete blood co"nt chemistries lipid panel "rinalysis and thyroid and liver f"nction tests were normal. Imaging findings incl"ding echocardiography lower e&tremity veno"s (oppler "ltrasonography and magnetic resonance imaging abdominal "ltrasonography and comp"ted tomography

Se e!"ed Di//eren"ia Diagnosis o/ Bi a"era Lo2er )<"remi"$ )dema


Condition 3iGer failure 3ymphedema #yKedema Characteristics $dema caused by portal congestion or hypoalbuminemia/ depending on seGerity of hepatic damage $dema caused by damage to/ or maldeGelopment of/ the peripheral lymphatic system %oft'tissue edema in patients with seGere and adGanced hypothyroidismJ typically associated with other hypothyroid manifestations/ such as bradycardia/ constipation/ and weight gain $dema caused by hypoproteinemia or hypoalbuminemia secondary to kidney disease (ecreased cardiac ejection fraction leads to pulmonary/ hepatic/ and peripheral Genous congestion $dema caused by thrombotic obstruction of Genous drainage

"ephrotic syndrome %ystolic heart failure *hrombosis (portal Gein/ eKtremity/ inferior Gena caGa) Lenous insufficiency

$dema caused by failure of Genous return secondary to deep Genous damage and/or incompetence

o o

Sesak napas 0erhubungan dengan penyakit: saluran napas/ penyakit kardioGaskuler 0aru pertama/ berulang kali

o o o o o

o o

;rtopnoe/ posisi tripod %esak napas akut/ malam hari sakit dada (edema paru akut) %etelah latihan fisik (lari/ berjalan beberap meter) (isertai: batuk/ mengi/ perut besar/ sakit sendi berpindah/ demam/ sakit dada/ sianosis/ riwayat tersedak "apas cepat (FH;) : MI ' N : bulan : O =I kali/menit M < : bulan ' N 8 tahun : O 6I kali/menit M < 8 tahun : O EI kali/menit Pada bayi sesak timbul setelah menetek : B > menit/ napas cuping hidung/ retraksi dinding dada Pada bayi dikenal sebagai 9espiratory (istress %yndrome Skor Do2ne=

(air entry)

%kor C E %kor E '4 %kor < 4

*idak ada respiratory distress Respiratory distress !ncaman gagal nafas (perlu pemeriksaan gas darah)

o o

Sianosis Perifer / %entral 0iru pada bibir/ sel/ lendir/ mulut/ ujung jari (isertai gejala pernapasan: penyakit paru/ jantung *anpa gejala pernapasan: penyakit jantung bawaan !da hubungan dengan aktiGitas fisik (*etralogi -allot) B utk E kelainan jantung bawaan dengan sianosis ' jalan sebentar uda duduk

o o

Ik"erus #ata tampak kuning (scleranya) %ering didahului oleh miksi dengan urin kuning merah seperti teh

Pada neonatus ditemukan : macam ikterus: -isiologik *imbul hari ke': atau ke'> Hampir pd semua anak ,arena fungsi hepar belum sempurna

o o o o o o o o o o

Patologi *imbul cepat/ hr pertama sudah terjadi -atal ,arena darah ibu anak tidak cocok (in!ompa"i. e rhesus) (isertai dengan demam/ sakit perut/ mual/ muntah/ nafsu makan berkurang *inja warna dempul (putih kekuning'kuningan) B ditemukan pd anak dengan kelainan destruksi saluran hati (ikterus obstruktif) Perdarahan %aat perdarahan 3okasi (luar/ dalam) Pertama kali/ sudah pernah +umlah !nggota keluarga dengan penyakit yang sama Perdarahan kulit/ hidung (epistaksis)/ gusi (ada trauma atau tidak) Penyertanya: demam/ pucat/ perut membesar (iperiksa lab untuk mengetahui patologis atau tidak

>. +I4A5AT ANT)NATAL, NATAL DAN POSTNATAL o ,ontrol kehamilan o Pemberian tetanus toKoid dimana (dokter/bidan) o 3ahir dimana1 (itolong siapa1 o ,esehatan ibu o 3ahir bagaimana1 "ormal / sungsang1 saat kehamilan (engan alat (forceps/Gakum) atau %C1 o %akit yang o %etelah lahir/ !pgar %core1 langsung menangis 1 dialami selama kehamilan o ,elahiran tunggal / gemeli 1 (Panas/ 9ubella/ o #asa kehamilan1 Hipertensi dll) o 0erat badan dan panjang badan lahir (apakah sesuai o #akan obat' dengan masa kehamilan/ kurang atau besar) obatan o Hari'hari pertama kehidupan1 Perawatan biasa / &nkubator1 Penggunaan oksigen1

>. +I4A5AT K)S)6ATAN S)B)L7*N5A1 %akit apa saja yang pernah dialami penderitaan Penyakit akut1 ,ronik1 !taupun trauma/kecelakaan dll !taukah penderita selama ini sehat'sehat saja1 ?. +I4A5AT P)+T7*B76AN - P)+K)*BANGAN *OTO+IK PSIKOSOSIAL ,urGa berat badan dan panjang badan terhadap umur/ antropometri

9iwayat perkembangan o Patokan perkembangan (milestones) / ,#% Pada bidang: motor kasar/ motor halus/ sosial'personal/ bahasa pada balita o Prestasi belajar pada anak usia sekolah o #asa pubertas

9. +I4A5AT P)*B)+IAN *AKANAN *erperinci sejak lahir sampai saat sekarang +enis makanan yang sesuai berdasarkan usia dan refleks / kemampuan bayi :

7sia &@A .u an. 9efleks/kemampuan yang dimiliki bayi cukup bulan adalah menghisap
dan menelan/ sehingga makanan yang dapat diterima bayi adalah .erupa makanan !air.

7sia A@B .u an. 9efleks/kemampuan yang dimiliki bayi adalah menggerakkan rahang
bawahnya keatas dan kebawah/mengecap. #akanan yang sesuai adalah .er.en"uk pure (makanan lembut B< yang dihaluskan dan disaring) dan krakers

7sia B@,3 .u an. 9efleks/kemampuan yang dimiliki bayi adalah menggigit/ mengunyah
dan mengarahkan/menggerakkan makanan ke arah gigi. #akanan yang dapat diterima bayi adalah makanan yang dilunakkan/dicincang dan makanan yang dapat dipegang oleh bayi #/inger /ood(

7sia ,3@3? .u an. 9efleks/kemampuan bayi adalah mengunyah makanan secara baik
(rotary chewing)/ sudah memiliki stabilitas rahang. Pada saat ini bayi sudah dapat diberikan makanan ke uarga.

PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK USIA < 2 TAHUN

A. +I4A5AT I*7NISASI M *erperinci sejak lahir sampai saat sekarang M *ermasuk pemberian booster

B. +I4A5AT K)L7A+GA C !pakah penderita merupakan anak angkat/adopsi1 +ika ya sebutkan diadopsi sejak umur berapa C 9iwayat perkawinan ortu bagaimana1 M !pakah ada anggota keluarga yang sedang sakit saat ini1 +ika ada/ sebutkan sakitnya atau gejala dan tandanya M !dakah anggota keluarga menderita sakit kronik menular ataupun tidak menular1 !dakah yang menderita kelainan/penyakit bawaan1 +ika ada sebutkan. M !dakah anggota keluarga yang sudah meninggal1 %ebutkan penyebab meninggalnya %. K)ADAAN SOSIAL )KONO*I K)BIASAAN DAN LINGK7NGAN M 0erapakah penghasilan ortu 1 M 0agaimana rumah tempat penderita tinggal1 Ukurannya/ permanen/ semi permanen/ lantai rumah dari semen apa tanah1 !dakah Gentilasi udara mengcukupi1 %umber penerangan1 +umlah kamar1 Ukuran kamar1 Penghuni berapa orang1 M %umber air minum darimana1 P!#1 %umur .alian1 %umur bor1 (ll #C, bagaimana 1 M 3ingkungan tempat tinggal pasien bagaimana1 !dakah kesan @crowdedA1 pembuangan air limbah rumah tangga apakah ada1

P)*)+IKSAAN FISIK BA5I DAN ANAK


o o Cara pendekatan: untuk mengurangi ketegangan (hal pertama yang perlu dilakukan) C E bulan: pendekatan mudah (belum membedakan orang di sekitarnya) < E bulan: pendekatan mulai saat dalam gendongan lambat laun ke meja periksa dengan diajak bicara manis dan dipegang'pegang anak yg agak besar: beri salam/ tanya nama/ umur/ sekolah/ dll dipuji

;A+A P)*)+IKSAAN PADA BA5I DAN ANAK sama dengan pada orang dewasa o inspeksi (pemeriksaan lihat) o palpasi (pemeriksaan raba) o perkusi (pemeriksaan ketok) o auskultasi (pemeriksaan dengar) pada a.domen1 pemeriksaan ausku "asi didahu ukan #supa$a "idak mengganggu pemeriksaan aki.a" pa pasi

bayi/anak dibaringkan pada meja pemeriksaan dengan posisi kepala sebelah kiri dokter (pemeriksa di kanan pasien) posisi pasien yang nyaman dokter cuci tangan sebelum pemeriksaan (sesudah selesai cuci tangan lagi) B utk membuktikan bahwa dokter bersih sebaiknya pemeriksaan dilakukan: o tidak berulang pada bagian tubuh yang sama o tidak didahului dengan alat'alat spt tenggorok/ mulut/ telinga/ tekanan darah/ suhu bila pasien tidak mau berbaring/ periksa dalam gendongan/ pangkuan dulu/ atau dalam posisi duduk/ berdiri kemudian dibaringkan

Inspeksi &nspeksi umum: dilihat anak secara umum apa ada perubahan (kesan: keadaan umum pasien) &nspeksi lokal: pemeriksaan setempat (ilihat perubahan sampai sekecil'kecilnya Palpasi #eraba dengan telapak tangan dan jari'jari tangan (itentukan bentuk/ besar/ tepi/ permukaan dan konsistensi organ: o 0esar dinyatakan dg satuan tertentu mis bola pingpong/ telur ayam/ biji rambutan dsb o Permukaan: licin/ benjol'benjol o ,onsistensi: lunak/ keras/ kenyal/ kistik/ fluktuasi o *epi: tajam/ tumpul o 0ebas/ melekat Palpasi abdomen dilakukan dengan: o -leksi sendi pinggul dan lutut o !bdomen diraba dengan telapak tangan mendatar dan jari'jari && B &&& B &L rapat o 0ila ada bag yang sakit/ dimulai dari bagian yang tidak sakit o (engan : tangan untuk mengetahui adanya cairan atau @ballotementA Perkusi: dada abdomen kepala Untuk mengetahui perbedaan suara ketuk ditentukan batas suatu organ: paru/ jantung/ hati atau mengetahui batas'batas massa abnormal dalam rongga abdomen Cara langsung: dengan jari &&/ &&& (jarang) Cara tidak langsung: +ari && atau &&& diletakkan lurus di bagian tubuh sebagai landasan ketuk (iketuk pada phalange bagian distal proKimal kuku dengan jari &&/ &&& tangan kanan yang membengkok Suara perkusi: o %onor (suara paru normal) o Pekak (pada perkusi otot) o *impani (perkusi abdomen bagian lambung) o 9edup (di antara sonor dan pekak) o Hiper sonor (antara sonor dan timpani) ,etukan tidak terlalu keras (fibrasi dan resonansi) Perkusi pada kepala MCracked Pot %ign (Hidrosefalus) Auskultasi !lat stetoskop o Pediatrik (neonatus dan anak) o (iameter membran > B >.6 cm o (iameter mangkok > cm

o o

"ada rendah pada 0ising presistolik mid diastolik 0ising jantung &/ &&/ &&&/ &L

"ada tinggi pada 0ising sistolik

-riksi pericard

K)ADAAN 7*7* Pemeriksaan fisik dimulai dengan penilaian keadaan umum o Pasien dlm keadaan distres akut perlu pertolongan segera J baru dilakukan p.f o 9elatif stabil pertolongan dilakukan setelah pemeriksaan fisik lengkap o Pasien dengan dehidrasi berat (mata cekung/ napas sesak) periksa cepat tanda'tanda Gital pertolongan awal dengan &L-( kemudian baru pemeriksaan fisis lain o Pasien dengan status konGulsiGus berantas dulu kejangnya kemudian baru pemeriksaan fisis lain

Pada keadaan umum $ang dini ai ada ah1


1. Keadaan sakitn a o *ampak sakit: 0erat P *idak tampak sakit / tampak sehat %edang 9ingan !. Kesadaran "pasien dalam keadaan tidak tidur# o Kompos men"is %adar penuh 9espons adeQuat thdp semua stimulus o Apa"ik %adar tapi tak acuh #asih ada respons thdp stimulus o Somno en *amapk mengantuk 9esponsif thd stimulus kuat tapi tidur lagi o Sopor %edikit responsif thd stimulus kuat 9efleks pupil thd cahaya masih positif o Koma *idak responsif sama sekali thd stimulus 9efleks pupil thd cahaya negatif (kesadaran yang paling rendah) o De irium ,esadaran menurun/ kacau/ disorientasi/ iritatif %ering ada halusinasi (salah persepsi thd rangsang itu) (lm praktek srg sukar menentukan scr tpt apatis B somnolen ' sopor B koma ' dsb "eonatus bayi kecil respons thdp stimulus sesuai tingkat perkembangannya $. %tatus mental dan tingkah laku o .embira/ tenang/ koperatif o ,etakutan/ agresif/ hiperaktif o .elisah/ murung/ cengeng &. Kelainan'kelainan ang segera tampak o (yspnoe/ retraksi o "apas cuping hidung sianosis B pd pneumoni o &cterus/ edema anasarca/ dll

,arakteristik tangisan ,uat 3emah (sakit berat) Cengeng (malnutrisi/ penyakit kronik) "ada tinggi/ high pitched cry (tekanan intracranial meningkat) %erak (kelainan larynK/ tetani/ kretinisme)

(. Posisi dan )kti*itas o (atang dengan berjalan/ digendong o Posisi abnormal (paresis/ paralisis) o Posisi duduk (sesak nafas) o Posisi berjalan membongkok dengan memegang perut kanan bawah ( appendisi"is) berbaring miring ke kanan dengan fleKi tungkai +. ,asies pasien o -asies ko erika (mata cekung/ layu/ kering) o -asies o.s"ruksi hidung: napas melalui mulut/ mulut selalu terbuka (atresia koana/ hipertrofi adenoid/ sinusitis kronik o -asies pasien tetanus khas: Fajah kaku/ mulut trismus *etanus neonatorum fasies dengan mulut ikan (Rkarper mondD) o -asies khas: %indroma down %indrom Pierre 9obin o $kspresi kosong -. %tatus gi.i o 0erat badan (iukur secara rutin *iap bln pd = bulan pertama *iap > bln pd = bln berikutnya

:K sethn dlm > thn berikutnya 8 kali setahun selanjutnya

Untuk menilai tumbuh kembang anak (iplot pada grafik 00 anak baku Pengukuran berkala penting daripada sesaat ,ehilangan 00 akut: dehidrasi ma nu"risi ,ehilangan 00 kronik: pen$aki" menahun ,elebihan/ kenaikan 00 cepat: ' ;Gerhidrasi/ edema ' #akan berlebih ;besitas ' #akan terlalu banyak dan aktiGitas kurang ' ,elainan hormonal (hypothyroid) /. Tinggi badan0 panjang badan Untuk menilai tumbuh kembang anak 0erkala penting (iplot pd grafik tumbuh kembang (tinggi/ panjang badan anak) yang baku Pada anak C > tahun dengan berbaring Pada anak yang diduga cebol/ bandingkan tinggi anak waktu duduk dengan tinggi total anak berdiri (d2ar/ism) *ipe dewasa dini (pubertas prekoks): ' Cebol ' #ukoposakaridosis

*ipe infantil menetap atau tipe dewasa terlambat: ' !dolesensi tertunda ' Hipotiroid ' ,ondrodistrofi *inggi badan berlebih: sindroma *A+FAN (gigantisme akibat kelebihan hormon )

D2ar/ism disebabkan ;/ penyakit menahun yg mempengaruhi abs/ penggunaan makanan: a. malnutrisi energi protein (#$P) g. fibrosis pankreas b. kelainan mental h. penderita rakitis c. alergi thd makanan i. anemia hemolitik d. penyakit ginjal j. kelainan kelenjar tiroid/ paratiroid/ e. penyakit jantung hiposisis f. penyakit hati k. lama pemakai kortikosteroid Gigan"ism 5 jarang (isebabkan oleh: a. terlalu banyak makan b. retardasi mental c. kelainan hipofisis 5 gigantism murni STAT7S GIEI 1 .iSi cukup/ baik : 00 DI B 8:IT nilai baku tanpa edema .iSi kurang : 00 =I B DIT baku tanpa edema .iSi berlebih : 00 < 8:IT nilai baku GIEI B7+7K K2asiorkor *arasmus *arasmus k2asiorkor : 00 C DIT nilai baku disertai edema : 00 C =IT nilai baku tanpa edema : 00 C =IT nilai baku dengan edema !bdomen buncit/ bokong rata +aringan lemak minimal

*ALN7T+ISI DIS)+TAI OL)61 *ulang belulang menonjol

edema GIEI L)BI6

*urgor

kulit

C/

9ambut kering/ merah jagung ,ulit bersisik/ cengeng

#uka bulat/ dagu bersusun

1. 2ingkar kepala dan dada o (iukur pada bayi C : tahun: protuberans occipitalis glabela o 0erkala o 3ingkar dada melewati kedua puting susu (003 B : th) o (iplot pada grafik baku 3,003: >E B >4 cm 3( : cm lebih pendek o U : tahun lingkar kepala mendekati lingkar dada setelahnya lingkar dada lbh cepat tambah

TANDA FITAL

Nadi Tekanan Darah Pernapasan

Suhu NADI yang dinilai adalah: Frekuensi- a0u nadi o dihitung saat tidur / tenang o ditulis keadaan saat dihitung o disertai frekuensi denyut jantung (pulsus defisit) o Takikarrdi (laju nadi/ denyut jantung lebih cepat dr normal) terdapat saat: demam aktiGitas fisis/ anKietas miocarditis/ gagal jantung B tireotoksikosis 5 tidak ada kelainan organis dehidrasi/ renjatan demamJ kenaikan 8VC 5 naik 86 B :I/ menit kecuali: pada demam typhoid bradikardi relatif 5 tidak secepat dari normal pada demam rematik kenaikan lbh tinggi o Bradikardia (laju denyut jantung lebih lambat dari normal) 0radikardi sinus: *ekanan intrakranial W/ sepsis Hipotiroidisme !noreKia nerGosa &ntoksikasi digitalis ;lahragawan 0lok jantung komplit (m$o!ardi"is di/"erika) )kua i"as nadi #ke"era"uran sama- "idak eks"remi"asn$a( o &si nadi normal sama pada E ekstremitas o $kstremitas atas kuat B ekstremitas bawah lemah 5 KOA+KTASIO AO+TA

$kstremitas atas lemah B ekstremitas bawah kuat 5 pen$aki" TAKA5AS7 #*u "ip e di a"a"ions o/ aor"i! ar!h 8esse s and aor"i! di a"a"ion. @ Aor"i"is @ Taka$asuGs disease(

Irama o "ormal: teratur o (isritmia sinus &nspirasi cepat (denyut nadi lebih cepat) $kspirasi lambat %ering pada anak < > tahun 5 remaja o "adi irregular (eKtrasistole/ fibrilasi atrium) o ,etidakteraturan yg teratur: Pu sus .igeminus 5 dek dek .... dek dek .... Pu sus "rigeminus 5 dek dek dek ... dek dek dek ... o o Pulsus a "ernans (denyut nadi selang seling kuat lemah) pd gagal jantung kiri Pulsus parado<us (inspirasi lemah dan ekspirasi kuat)J ditemui pada : *amponade jantung (trdpt pengeluaran darah yang banyak di jantung) $fusi perikardium

Perikarditis konstriktiGa

Kua i"as nadi #pera.aan nadi( o Pulsus seler/ 2a"erhammer/ C344I5)67% P82%9: sgt kuat o.k beda tekanan sistole' diastole besar/ terdapat pada:

insufisiensi aorta ductus arteriosus persisten fistula arterio B Gena tireotoksikosis dan anemia

&si nadi lemah terdapat pada ,egagalan sirkulasi (renjatan) .agal jantung Pu sus par8us e" "ardus : nadi dg amplitudo rendah B teraba lambat naik *erdapat pd stenosis aorta berat

T)KANAN DA+A6 &deal dilakukan/ dinilai pada ke E ekstremitas

(iperiksa pd 8 ekstremitas/ kalau denyut nadi ke'E ekstremitas normal/ yi diperiksa pd lengan atas kanan (krn menghindari koarktasio aorta proK / a. subclaGia pd lengan atas kiri) *ekanan darah meninggi pada: o ,elainan ginjal o *ekanan intrakranial meningkat o Hiperfungsi adrenal %istolik W dan diastolik normal/ terdpt pd: o (uktus arteriosus persisten o &nsufisiensi aorta o -istula !'L o !nsietas dan anemia (hiperkinetik) %istolik 7 dan diastolik normal: pada s"enosis aor"a %istolik 7 dan diastolik 7: ren0a"an-S$ok Hitung *ekanan "adi (%istol dikurangi (iastol) bila N :ImmHg : ren0a"an-S$ok *ekanan darah meningkat pada ekstremitas superior dan menurun pada ekstremitas inferior : koark"asio aor"a Penyakit TAKA5AS7 (pulseless dis B nadi tidak teraba): ekstemitas sup 7/ ; B inf " Pulsus paradoksus (beda tekanan darah sistolik waktu insp dan ekspirasi < 8I mmHg) pada tamponade jantung dan gagal jantung berat/ asma bronchitis Xtekanan sistolik inspirasi lebih rendah drpd tekanan sistolik ekspirasiY

P)+NAPASAN -rekuensi/ laju pernapasan *ipe/ pola ,edalaman &rama/ keteraturan

Tipe norma 1 o 0ayi: abdominal/ diafragmatikal (bila torakal lbh bsr dr abdomen 5 kelainan paru) o #akin besar anak 5 torakal (4 B D th 5 torako abdominal) *ipe ;he$ne H S"okes o "ormal pd 003/ prematur (cepat dalam 5 lambat dangkal 5 apneu beberapa saat) o Hilang pada umur beberapa minggu o Patologis: penyakit %%P *ipe Kussmau o Cepat dan dalam o Pada asidosis metabolik (dehidrasi/ hipoKia/ keracunan salisilat/ dsb) Pernapasan BIOT &rama sama sekali tidak teratur (penyakit %%P) -rekuensi Takipne/ cepat ? dyspnoe Pada berbagai penyakit paru J 0ronchopneumonia B cepat/ tidak terlalu dalam Bradipnu o Pd ggn pusat pernapasan B *ekanan intrakranial meningkat o !lkalosis 6iperpnu (dalam) : pada asidosis/ anoksia/ kelainan %%P 6ipopnu (dangkal) : pada gangguan %%P Apnu : kedalaman normal Dispnu o ,esulitan bernapas dengan tanda T+IAS BP: Cuping hidung 9etraksi sub kost/ intercostal/ supra sternalis (pt dengan sianosis dan takipne

Or"opnu o %ulit bernapas bila tiduran 5 bertambah bila duduk/ berdiri o !sma/ gagal jantung/ edema paru / epiglottis/ fibrosis kistik/ @croupA B konstruksi saluran napas Dispne no!"urna paro<isma ada edema paru akut (stenosis mitral berat)

S767 (iukur pada : 8. !ksila (8VC lebih rendah dari rectalJ ": >= ' >4VC) :. 9ektum B praktis sekali lebih cepat (8Z) Pada bayi C : tahun (iolesi Gaselin 0ayi posisi tidur miring/ lutut bengkok >. ;ral (I/6VC lebih rendah dari rectal) Pada anak < = tahun %ublingual E. Fe.ris : suhu tubuh <>4/EVC 6. 6iper"ermia (suhu tubuh meningkat tanpa disertai peningkatan pengaturan suhu (%et'Point) di otak hipotalamus)/ 6iperpireksia (suhu tubuh meningkat tanpa disertai peningkatan pengaturan suhu (%et'Point) di otak hipotalamus): suhu < E8VC : (alam keadaan bahaya (turunkan suhu segera) =. 6ipo"ermia: C >6VC (pt fatal terutama pada bayi prematur/ sepsis pd bayi/ dehidrasi B renjatan 4. Tipe demam : Demam Sep"ik : suhu badan berangsur naik ketingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun bisa lebih dua derajat pada pagi hari tapi tidak sampai normal. %ering disertai keluhan menggigil dan berkeringat. Demam 6ek"ik : seperti demam septik namun penurunan demam sampai ketingkat yang normal. Demam +emi"en : demam naik turun siang maupun malam/ tetapi penurunan demam setiap hari tidak pernah sampai mencapai suhu badan normal. Perbedaan suhu tertinggi dan

terendah dapat mencapai dua derajat namun tidak sebesar perbedaan suhu yang dicatat pada demam septik. Demam In"ermi"en : demam naik turun bisa lebih dari dua derajat dan suhu terendah bisa mencapai ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari. 0ila demam seperti ini terjadi setiap dua hari sekali disebut demam "ersiana dan bila terjadi dua hari bebas demam diantara dua serangan demam disebut demam kuar"ana. Demam Kon"inua : demam naik turun sepanjang hari tapi tidak berbeda lebih dari satu derajat/ dan suhu terendah tidak mencapai normal Pada tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali disebut hiperpireksia. Demam Sik ik : terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.

P)*)+IKSAAN SIST)*IK
(ari ujung rambut ujung kaki Pada bayi anak kecil : o &nspeksi o Palpasi dan perkusi (perkusi tidak dilakukan pd bayi kecuali pada ascites) o !uskultasi o Pemeriksaan dengan alat (periksa tonsil)

Ku i", +am.u" dan Ke en0ar Ge"ah Bening Ku i" 4arna: Fi"i igo (depigmentasi) B tak ada arti / awal tuberosklerosis / penyakit neuroektoderm Depigmen"asi umum- a .inisme ;ok a" ge ap : Penyakit addison *halassemia Pasien dengan transfusi darah M sering

@!a/e au ai" spo"sA (coklat)/ coklat mudaJ masih normal sampai gejala bercak dengan diameter 8 B 8.6 cm pada anak C 6 tahun (bila lebih: penyakit FON +);KLING6A7S)N)

)on 'ecklingha"sen disease

Ne8us pigmen"osus (hiperpigmentasi menetap) e" pi osus

"eGus pigmentosus

"eGus pigmentosus et pilosus

#elanoma malignum sangat jarang pada anak (abu'abu)

Pasca ruam campak (hiperpigmentasi sementara)

Spider ne8i - Spider Angioma (ari pembuluh kapiler bercabang seperti laba'laba %edikit di lengan dan wajah ? normal (i badan banyak: cirrhosis hepatis/ hepatitis kronik

Sianosis o ,ebiruan pada kulit dan mukosa (kadar Hb reduksi < 6 g/d3) o #acamnya: %ianosis sentral Penyakit paru !telectasis (alGeole paru menutup) Pneumonia (radang paru) %indroma gangguan pernapasan pada pneumonia Penyakit jantung bawaan sianotik %ianosis lain ;bstruksi saluran napas ,ejang napas (.rea"h ho ding spe ) B tidak bisa napas tapi tidak lama/ lalu bisa napas normal kembali Penyakit %%P %ianosis differensial 0agian tubuh atas berbeda dengan bawah (koarktasio aorta B praduktal) B ektremitas bawah lebih biru daripada atas %ianosis tepi %ianosis di kapiler: kedinginan/ dehidrasi/ renjatan (kejang) Perban ketat *hrombo emboli Ik"erus o Penilaian dengan sinar alamiah o Hampir semua 003 i!"erus /isio ogis (? keadaan bilirubin darah C 86 mg/d3) o *erlihat kuning bila bilirubin < 6 mg/dl (pd neonatus) B belum bisa dikeluarkan normal karena hati belum sempurna < :mg/dl pada bayi dan anak (sudah jelas pada sclera/ kulit/ muka) o Harus dibedakan dengan: ,arotenemia (kebanyakan makan Git !: wortel/ pepaya) kuning pada telapak tangan/ kaki/ tidak pada sklera o ,arena penyakit infeksi/ akibat obat (9oGamisin/.&"H) Hemolisis (bila hepar masih bagus maka ikterus tak tlalu tampak) XdewasaY &nfeksi hepatitis Girus #ononukleus infeksiosa 3eptospitosis/ syfking (sifilis) ;bstruksi empedu (kebanyakan congenital pada bayi) %epsis 0ayi: bila darah pecah terlalu banyak dapat menjadi icterus oleh krn penimbunan bilirubin dalam darah krn fungsi hepar belum sempurna. Contoh: kelainan darah ibu dan anak B therapy: lakukan transfusi tukar 6emangioma (Pembesaran kel kapiler B penonjolan pembuluh darah B bisa hilang sendiri o 6emangioma kapi aris (kelopak mata/ bibir atas/ leher) 9ata/ difus (apat disertai kejang : syndrome ST7+G) 4)B)+ #enimbul 0atas tegas/ lunak/ berlobulasi !da sejak lahir/ umur beberapa minggu 0ertambah besar sampai = B 8: bulan mengecil hilang o Hemangioma kaGernosa

ungu)

%jk lahir/ pd masa bayi di kulit/ bwh kulit/ lbh dlm (kulit di atasnya dapat "/

)kIema o (ermatitis atopik Pada bayi di pipi/ dahi/ dapat meluas ke kepala !kut B subakut B kronik Pada anak < besar : leher/ lipat siku/ lipat lutut o (ermatitis kontak ,arena: sabun B bedak B bahan kosmetik B pakaian B bahan plastik Prosesnya: eritema B edema B Gesikula (berbatas tegas) o (iaper rash (karena popok pada bayi) o (ermatitis B sirkumonal (air liur) o (ematitis B numularis (Gesikel B eksudasi B krusta) Pu!a" pada anemia (telapak tangan/ kuku/ conjungtiGa/ mukosa mulut) Pe"ekie, Purpura, )kimosis, 6ema"om o merupakan perdarahan kulit dan selaput lendir o *erdapat pada : penyakit sistemik berat/ sepsis/ mengingokoksemia/ endokarditis/ penyakit perdarahan/ &*P/ &diopathic *hrombocytopenic Purpura/ leukemia/ (H-/ pertusis)

Pe"e!hiae

Purpura

)kimosis

6ema"om

)r$"hema o #erah pada kulit akibat Gasodilatasi o 3esi kulit kemerahan diaper rash o $ritema multiforme (berbagai bentuk): %erentak #embesar ke perifer #enipis ke tengah o $ritema nodosum "oduler : B E cm nyeri terdapat pada: reaksi obat arthritis rheumatoid syndroma %teGen +ohnson 3upus $rithematous *uberculosis )ri"ema

(iaper 9ash

)ri"ema *u "i/orm

)ri"ema Nodosum

7r"ikaria o #erupakan bentuk eritema yang menimbul o (apat 3okal ,onfluensi .eneralisata .atal *unggal o (asar alergi : obat/kosmetik/ makanan (ikan/ telur/ kerang)/ gigitan serangga/ inhalasi serbuk sari

)r$sipe as B eritema lokal o 3okal/ nyeri o Paling sering di daerah kaki o Hangat B indurasi o *epi menimbul o ;leh karena infeksi streptococcus (jadi hrs diberi antibiotik)

o (emam %elulitis1 &nfeksi subkutis *anpa batas jelas $ritema Pada thromboflebitis

)r$sipe as

Se u i"is

*aku a # esi ku i"(: o Perubahan warna kulit : batas tegas/tidak.misalnya warna kulit putih dengan merah sebatas kulit ukuran C 8 cm/ patch < macula o *idak menimbul o *imbul cepat $ksantema Pada campak/ rubeola/ dll o #enyembuh dengan sisa hiperpigmentasi khas U : minggu o #ula'mula merah lalu menghitam B timbul pada satu tempat (bibir)

B+O4N Be!kerGs ne8us ;a/K@au@ ai" spo" )r$"hrasma Fi<ed drugerup"ion Fre!k e Jun!"ion ne8us Len"igo Len"igo ma igna *e asma Pho"oa ergi! drugerup"ion Pho"o"o<i! drugerup"ion S"asis derma"i"is Tinea nigra pa maris BL7) Ink #"a""oo( *a!u ae !eru eae # i!e( *ongo ian spo" O!hronos

+)D Drugerup"ions Ju8eni e rheuma"oid ar"hri"is #S"i Gs disease( +heuma"i! /e8er Se!ondar$ s$phi is Fira e<an"hems 65POPIG*)NT)D Idiopa"hi! gu""a"e h$pome anosis Ne8us anemi!us Pie.a dism Pos"in/ amma"or$ psoriasis +ADIATION D)+*ATITIS Tinea 8ersi!o or Tu.erous s! erosis

Papu a 1

Penonjolan/eleGasi pada permukaan kulit/subkutis bisa padat/keras/ permukaan kemerahan p ak J papu . C gigi"an serangga

Fesiku a : eleGasi/gelembung kulit bersisi cairan serosa misalnya pada herpes)/ bisa juga berisi nanah/darah/ ukuran C 8cm. Bu a J 8esike

Pus"u a : eleGasi / penonjolan kulit berbatas tegas/ diameter C 8 cm/ berisi cairan pus/nanah.
(infeksi bakteri).

0isa terdapat pada : !cne/ Candidiasis/ Chicken poK/ (ermatophyte infection/ (yshidrosis/ -olliculitis/ .onococcemia/ Hidradenitis suppuratiGa/ Herpes simpleK/ Herpes Soster/ &mpetigo/ ,eratosis pilaris/ Pseudomonas folliculitis/ Psoriasis/ Pyoderma gangrenosum/ 9osacea/ %cabies/ Laricella Nodu #su.ku"an( 1 tonjolan pada kulit normal/ sirkumskrip/ batas tegas. #assa padat di dermis/subdermis sehingga mendorong epidermis. nodul < nodulus.M 0ekas suntik/ abses steril/ (emam rematik/ 3upus eritematosus/ *0C

Kis"a 1 massa padat terbungkus terletak dikulit

Tumor 1 massa yg tumbuh ditempat yg tidak semestinya. Pertumbuhannya < cepat dari kulit normal. fungsi tidak jelas/tidak berguna.

)rosi 1 defek /hilangnya kulit tidak melebihi stratum basale. )kskoriasi 1 defek yg lebih dalam dari erosi sampai keluarnya cairan serum 7 kus hilangnya jaringan yg lebih dalam dari ekskoriasi. Harus ada dasarnya1 dindingnya1 kedalamannya1 Krus"a ?sebelumnya ada luka Mcairan (serum/darah) keluar Mjar.nekrotik/ sisa obat ?cairan yg mengering (koreng). Skuama (sisik) Mterkelupasnya stratum korneum. %ikatrik/jaringan parut M terdiri jaringan tak utuh/ relief kulit tdk normal. Hipotropi/ hipertropi dan eutropi Likeni/ikasi Mpenebalan kulit disertai relief kulit yg tampak lebih jelas biasanya warna hitam. Fisura M(defek kulit akibat penebalan keratin yg berlebihan sehingga teriris/retak/pecah). )ksan"ema M kelainan pd kulit yg timbul serentak dalam waktu singkat/ dan tidak berlangsung lama/ umumnya didahului oleh demam. Te engiek"asis M pelebaran pembuluh darah yg menetap pada kulit Impe"igo : koloni pustula oleh karena streptococcus/ staphylococcus

Furunke 1 infeksi bakteri pada folikel rambut. Kar.unke (bisul) : gabungan dari beberapa furunkel

Turgor ku i" o (iperiksa pada kulit abdomen o (icubit normal kembali cepat kurang dari : detik/ lambat kembali < : detik (dehidrasi/ malnutrisi) Ke em.a.an ku i" o ,eringat banyak (palmaris : psikogen) o !nhidrosis Teks"ur ku i" o ,asar: pada defisiensi Gitamin !/ hipotiroid/ paratiroid o I!"h$osis : kasar kering seperti sisik ikan o %clerema B skleredema B skleroderma pada dermatomiositis o %klerema neonatus (bayi sakit berat/ sepsis/ dehidrasi/ anoKia)

)dema !kibat cairan ekstraseluler abnormal (isebabkan oleh karena: o *ekanan hidrostatik W

o Permeabilitas kapiler W o *ekanan onkotik berkurang (tek keluar sel lebih besar daripada ke dalam) o 9etensi "a dan elektrolit lain 0entuk pi""ing edema : bila ditekan tidak kembali/ lambat (periksa pada pretibial) 0entuk non@pi""ing edema : bila ditekan cepat kembali ? pada turner syndrom/ kretinisme $dema sedikit/ mulai pada palpebra $dema banyak:pretibia/ pergelangan kaki/ sakrum $dema anasarka : di seluruh tubuh dengan ascites/ efus pleura/ perikardial (pada malnutrisi/ syndroma nefrotik/ penyakit jantung/ cirrhosis hepatis/ kwashiorkor) $dema lokal : o !lergi o .igitan seranggga o 0endungan limfe *i iaria ,eringat buntat (apat berupa 8. #iliaria pustulosa (bintik'bintik kecil seperti pustula) :. #iliaria rubra (merah) >. #iliaria kristalina (bintik berkilat/ berisi air) *i iaria Pus"u osa

*i iaria +u.ra

*i iaria kris"a ina

Lain@ ain $mphysema subkutan (udara/ karena kelenjar udara di bawah kulit) o ,repitasi o Pada pneumothoraK/ pneumomediastianum/ tracheostomi/ dll %tria : o .aris'garis hipopigmentasi o "ormal pada anak gemuk o %indrom cushing (ungu) B obat kortikostreroid

+A*B7T

Farna ,elebatan

(istribusi ,arakter rambut lain

Ke en0ar ge"ah .ening ;ksipital 9etroauriculer CerGical anterior dan posterior di tepi #.st cl mast Parotis B paralisis (bila membesar) %ubmaKilla dan sublingual (disebabkan ok kelainan gigi/ faring) %upraclaGiculer !Killar B pada kelainan leukemia &nguinal (imensi o Ukuran B bentuk o 0esar > mm masih normal o #obilitas/ tanda radang o CerGical dan inguinal 8 cm normal (anak C 8: tahun) !denopati (infeksi regional/ infeksi spesifik/ sering unilateral)

JANT7NG

INSP)KSI DAN PALPASI I!"us !ordis- den$u" apeks 0ayi dan anak kecil : pada sela iga E/ garis midkaGikuler kiri/ sedikit lateral !nak > tahun dan lebih : sela iga ke 6/ sedikit medial/ garis midkaGikuler kiri Pada bayi dan anak kecil inspeksi sukar jadi palpasi Pada pembesaran Gentrikel kiri apeks ke bawah lateral denyut < kuat e/" 8en"ri!u ar i/"- e/" 8en"ri!u ar "hrus" Pembesaran Gentrikel kanan apeks tetap teraba peningkatan aktif di para sternal kiri bawah dan epigastrium: righ" 8en"ri!u ar !a8e !peks dan aktifitas Gentrikel sulit diraba pada: Pneumomediastinum Pneumothoraks kiri $fusi pericard/pleura De"ak pu mona (bunyi jantung &&) "ormal: bunyi jantung && tidak teraba Hipertensi pulmonal : bunyi jantung && mengeras *eraba di sela iga : tepi kiri sternum (detak pulmonal/ pu monar$ "apping) : pada penyakit jantung bawaan dengan pirau kiri ke kanan yang besar : Persisten (uctus !rteriosus (P(!)/ (efek %eptum Lentrikel ((%L)/ (efek %eptum !trium ((%!)/ stenosis mitral 9heumatik (stenosis karena rhema) Ge"aran Bising #"hri ( : diraba dengan ujung jari && B &&&/ telapak tangan o .etaran pada dinding dada o.k bising jantung yang keras (derajat E/= atau lebih : kelainan organik) o *empat getaran ? pun!"um maksimum .ising *eraba pada fase sistolik/ diastolik. .etaran bising sistolik teraba : defek septum Gentrikular/ stenosis aorta/ stenosis pulmonalis/ tetralogi -allot/ insufisiensi mitral. o (efek septum Gentrikel teraba getaran bising sistolik di sela iga ke > / ke E kiri sternum o %tenosis pulmonalis dan tetralogi -allot: di sela iga ke : kiri sternum dan suprasternal %tenosis aorta di sela iga :. *epi kanan sternum atau sela iga : kiri sternum menjalar ke suprasternal dan karotis o &nsufisiensi mitral : getaran bising sistolik di apeks o &nsufisiensi trikuspidalis jarang ada getaran bising .etaran bising diastolik : pada stenosis mitral o Duk"us ar"eriosus persis"en : bising keras disertai getaran bising sistolik dan getaran bising diastolik (kontinu) spt suara mesin (ma!hiner$ murmur) B terdapat pd bayi baru lahir

P)+K7SI o %udah ditinggalkan pada anak o Pada anak besar : perkusi dari perifer ke tengah (menentukan besar jantung) o Pada bayi dan anak kecil sulit (lebih baik dengan inspeksi dan palpasi cermat) Ausku "asi o Penting pengetahuan fisiologi dan patofisiologi ,L% mampu memahami : apa/ dimana/ bagaimana mencari/ mendengar/ interpretasi bunyi dan bising jantung o %ebaiknya dimulai dengan sisi mangkok/ kemudian dengan diaphragma/ dengan stetoskop o Teknik Ausku "asi:

(aerah auskultasi tradisional (aerah mitral di apeks (aerah trikuspid di parasternal kiri bawah (aerah pulmonal di sela iga ke : tepi kiri sternum (aerah aorta di sela iga : tepi kanan sternum (gb.8D) (ilengkapi dengan auskultasi jantung di seluruh bagian dada/ punggung/ leher/ bahkan abdomen : deteksi bunyi dan bising jantung/ bising akibat aliran turbulen arteri di rongga toraks dan abdomen 0iasakan dengan sistematika pemeriksaan tertentu : #ulai dari apeks *epi kiri sternum bawah ,e atas sepanjang tepi kiri sternum (aerah infra dan supraclaGicula kiri dan kanan 3ekuk supra sternal (aerah karotis leher kiri dan kanan %eluruh sisa dada dan punggung Posisi pasien : telentang miring duduk !uskultasi dimulai dengan memperhatikan bunyi jantung. ,emudian setelah semua karakteristik bunyi jantung di identifikasi baru diperhatikan bising jantung

Bun$i Jan"ung o 0unyi akibat Gibrasi pendek bunyi jantung o 0unyi akibat Gibrasi panjang lebih panjang ? bising jantung o 0unyi jantung 0unyi jantung &/ &&/ &&&/ &L ;pening snap Hampir tidak pernah ditemui &rama derap ,lik o 0unyi jantung & tanda /ase sis"o ik o 0unyi jantung && tanda /ase dias"o ik ,edua bunyi tersebut harus diidentifikasi secara akurat dan selalu terdengar pada setiap pasien o 0eberapa patokan : 0unyi jantung & bersamaan dengan iktus cordis 0unyi jantung & bersamaan dengan denyut karotis 0unyi jantung & paling jelas di apeks 0unyi jantung && paling jelas di sela iga 2 tepi kiri sternum 0unyi jantung && normal terpecah pada inspirasi dan tunggal pada ekspirasi Pada irama lambat: +arak bunyi jantung & dengan bunyi jantung && (? fase sistolik) lebih pendek drpd jarak antara bunyi jantung && dan bunyi jantung & (fase diastolik) o Pada takikardi sulit o 0unyi jantung & 0unyi jantung & terjadi akibat bunyi penutupan katup atrioGentrikuler ,omponen mitral bunyi jantung & disebut * , ,omponen trikuspidnya disebut T , * 8 terjadi U I/I> detik setelah #8 bunyi jantung & terpecah (split) sempit Penilaian : bunyi jantung & : normal/ melemah atau mengeras 0unyi jantung & mengeras : defek septum atrium/ stenosis mitral/ stenosis trikuspid 0unyi jantung & melemah : insufisiensi mitral dan trikuspid/ myocarditis/ pericarditis/ efusi pericardium 0unyi jantung &&

0unyi jantung && terjadi dari kompleks bunyi akibat penutupan katup semiluner (aorta dan pulmonal) ,omponen aorta bunyi jantung && disebut A 3 ,omponen pulmonal disebut P 3 Pada bayi/ anak dan dewasa muda yang normal/ bunyi jantung && terdengar terpecah (split) pada inspirasi dan tunggal pada ekspirasi Pada inspirasi ! : maju/ P : mundur bunyi jantung && terpecah Pada ekspirasi bunyi jantung && tunggal/ terpecah sempit (gb. :I) Keterangan fenomena di atas : 1. Pada inspirasi/ tekanan neg intratorakal makin menurun alir balik ke jantung kanan bertambah pengisian atrium kanan dan Gentrikel kanan bertambah waktu ejeksi Gentrikel kanan bertambah lama dan penutupan katup pulmonal (P:) lebih lambat *. Pada inspirasi resistensi Gaskuler paru menurun kapasitas pembuluh darah paru untuk menerima darah dari a.pulmonalis bertambah tahanan ejeksi Gentrikel kanan bertambah dan penutupan katup pulmonal (P:) lebih lambat +. Pada inspirasi : terjadi penumpukan darah di pembuluh Gena paru alir balik ke atrium kiri bertambah waktu ejeksi Gentrikel kiri lebih pendek ! : terjadi lebih cepat 0unyi jantung && pada anak penting "ormal : bunyi jantung && harus terpecah saat inspirasi 0ila tunggal pada seluruh siklus pernapasan : berarti ada obstruksi jalan keluar Gentrikel kanan berat atau malposisi arteri'arteri besar &ntensitas bunyi jantung && : normal/ melemah/ mengeras 0unyi jantung && terpecah lebar pada : righ" .und e .ran!h . o!k (9000)/ defek septum atrium/ stenosis pulmonalis/ gagal jantung kanan/ insufisiensi mitral akut ,adang'kadang P: mendahului !: (re8ersed sp i""ing): Pada stenosis aorta/ 3000 ( e/" .und e .ran!h . o!k) Pada keadaan tersebut bunyi jantung && pecahnya jelas pada saat ekspirasi dan pada inspirasi bunyi jantung && terdengar tunggal P: lemah bunyi jantung && terdengar tunggal pada seluruh siklus pernapasan : siklus pulmonalis berat/ tetralogi -allot/ atresia pulmonalis/ atresia trikuspidalis/ transposisi arteri'arteri besar/ truncus arteriosis P: mengeras pada insufisiensi pulmonalis/ hipertensi pulmonal

0unyi +antung &&& "ada rendah I.8I B I.:I detik setelah bunyi jantung && di apeks/ parasternal kiri bawah pada anak dan dewasa muda normal mengeras bila pengisian Gentrikel bertambah mengeras ) takikardia irama derap (patologis) 0unyi +antung &L "ada rendah ;leh karena deselerasi darah pada pengisian Gentrikel oleh atrium ( .un$i a"rium) Tidak ada pada bayi dan anak normal *erdengar pada keadaan patologi: dilatasi Gentrikel/ hipertrofi Gentrikuler/ fibrosis myokardium (gb.:8) 0unyi jantung &L didengar dengan membran stetoskop yang ditekan kuat pada dinding dada : bunyi jantung &L menghilang B bunyi jantung & yang terpecah lebih jelas

Irama Derap #Ga op +h$"hm( o *erjadi bila bunyi jantung &&& dan atau &L terdengar keras disertai takikardia spt derap kuda lari o &rama derap yang terdiri atas bunyi jantung &/ &&/ dan &&& disebut : irama derap pro"odias"o ik o 0ila t.d bunyi jantung &L/ & dan && disebut irama derap presis"o ik o 0ila bunyi jantung &&& dan &L bergabung disebut irama derap sumasi (summation gallop) o !danya irama derap ? keadaan patologik o Pada neonatus ? gagal jantung

Opening Snap | 0unyi pembukaan katup (mitral) | 0unyi patologis : pada penderita dewasa ? s"enosis mi"ra (pada anak jarang) | *erjadi setelah bunyi jantung && mendahului bising mid'diastolik (gb.::) K ik o o 0unyi detakan pendek bernada tinggi !da beberapa jenis:

o o

8. ,lik ejeksi : stenosis aorta/ stenosis pulmonar GalGular :. klik sistolik : dilatasi aorta (tetralogi -allot/ syndroma #arfan) >. klik midsistolik : prolaps katup mitral (gb.:>) pada myocarditis/ cardiomegaly/ pericarditis dengan efusi/ edema anasarca berat : semua bunyi jantung melemah Pada pasien sangat kurus semua bunyi jantung mengeras (pengalaman )

Bising Jan"ung o *erjadi akibat arus darah turbulen melalui jalan sempit/ jalan abnormal o Pada setiap bising jantung harus diperinci : 8. -ase bising 0erdasar tempatnya pada siklus jantung ditentukan: a. bising sistolik : terdengar antara bunyi jantung & dan bunyi jantung && b. bising diastolik : terdengar antara bunyi jantung && dan bunyi jantung & Penentuan bunyi jantung & dan bunyi jantung && secara akurat : suatu sine Lua non (gb.:E) :. ,ontur/ bentuk bising a. 0ising sistolik 0ising holosistolik (pansistolik) mulai bersamaan bunyi jantung & terdengar sepanjang fase sistolik berhenti bersamaan bunyi jantung && : i. (efek septum Gentrikel ii. &nsufisiensi mitral iii. &nsufisiensi trikuspidal 0ising sistolik dini : mulai bersamaan bunyi jantung &/ dekresendo dan berhenti sebelum bunyi jantung && : defek septum Gentrikel/ kecil 0ising ejeksi sistolik mulai setelah bunyi jantung & kresendo B dekresendo/ berhenti sebelum bunyi jantung && J terdapat pada : 0ising inosen 0ising fungsional %tenosis pulmonal %tenosis aorta (efek septum atrium *etralogi -allot 0ising sistolik akhir mulai setelah pertengahan fase sistolik/ kresendo/ berhenti bersamaan dengan bunyi jantung && : &nsufisiensi mitral kecil Prolaps katup mitral b. 0ising diastolik 0ising diastolik dini mulai bersamaan bunyi jantung &&/ dekresendo/ berhenti sebelum bunyi jantung &: &nsufisiensi aorta &nsufisiensi pulmonal 0ising middiastolik (diastolik / o2 murmur) akibat aliran darah berlebih (stenosis relatif katup mitral/ trikuspid) (efek septum Gentrikel besar (uctus arteriosus persisten besar (efek septum atrium besar &nsufisiensi mitral/ trikuspidal berat 0ising diastolik akhir/ bising presistolik mulai pertengahan fase diastolik/ kresendo/ berakhir pada bunyi jantung & : %tenosis mitral organik c. 0ising diastolik dan sistolik 0ising kontinu mulai setelah bunyi jantung &/ kresendo/ capai puncak pada bunyi jantung &&/ dekresendo B berhenti sebelum bunyi jantung & berikut :

>.

E.

6.

=.

4.

(uctus arteriosus persisten -istula arteri ' Gena 0ising to and fro kombinasi bising ejeksi sistolik dan diastolik dini/ pada: %tenosis aorta ) insuf aorta/ stenosis pulm ) insuf pulm (erajat bising &ntensitas bising dinyatakan dalam = (enam) derajat : (.b. :E) (erajat 8/= : sangat lemah (hanya oleh yang berpengalaman) (erajat :/= : lemah tapi mudah terdengar B penjalaran minimal (erajat >/= : keras/ tapi tak disertai getaran bising B penjalaran sedang (erajat E/= : disertai getaran bising B penjalaran luas (erajat 6/= : sangat keras B terdengar bila stetoskop ditempelkan sebag saja pd dinding dada B penjalaran luas (erajat =/= : terdengar meskipun stetoskop diangkat dari dinding dada B penjalaran sangat luas Pungtum maksimum bising (yg paling keras) *empat terdengar yang paling keras : o 0ising mitral di apeks o 0ising trikuspid di parasternal kiri bawah o 0ising pulmonal di sela iga ke': tepi kiri sternum o 0ising aorta di sela iga ke : tepi kanan atau kiri sternum Penjalaran bising !rah bising paling baik dijalarkan: o 0ising mitral ke lateral/ aksila o 0ising pulmonal ke sepanjang tepi kiri sternum o 0ising aorta ke apeks dan daerah karotis ,ualitas bising (apat terdengar spt meniup (. o2ing) spt defek dan insuf mitral (apat @rum. ing #.ergemuruh(A spt pada stenosis mitral Perubahan intensitas bising dengan perubahan posisi dan respirasi 0ising mitral mengeras : pada miring ke kiri 0ising pulmonal dan aorta mengeras : pada menunduk 0ising jantung kanan mengeras pada inspirasi

&khtisar penemuan auskultasi pada beberapa kelainan jantung BISING INOS)N 0ising inosen adalah bising yang tidak disebabkan kelainan organik atau kelainan struktural jantung %ering pada anak normal ( < 46T) (ibedakan dari bising fungsional/ yaitu bising akibat hiperaktiGitas fungsi jantung : o !nemia o tireotoksikosis ,arakteristik bising inosen : 8. 0erupa bising ejeksi sistolik :. derajat >/= atau kurang (tanpa getaran bising) >. penjalaran terbatas E. intensitas berubah dengan perubahan posisi: lbh jelas saat terlentang B menghilang saat duduk 6. *idak ada kelainan struktural jantung 2ang sering ditemui pada anak dengan kelainan jantung: 8. bising inosen :. P(! >. %tenosis aorta

D)F)K S)PT7* AT+I7* Bun$i 0an"ung norma a"au mengeras .i a de/ek .esar 0unyi jantung && terpecah lebar dan menetap (wide and fiKed split) Faktu ejeksi Gentrikel kanan memanjang (ok pirau dari atrium kiri ke atrium kanan) bunyi jantung && terpecah lebar B pada pernapasan tidak ada perubahan 0eban Golume Gentrikel kanan stenosis pulmonalis relatif : bising ejeksi sistolik di tepi kiri sternum sela iga : (derajat >/=)

%ifat bising meniup/ nada tinggi derajat >/= B =/= Pada defek besar dapat ada : bising middiastolik di apeks (ok stenosis mitral relatif). Pada bayi baru lahir dengan defek septum Gentrikel tidak terdengar bising ok resistansi Gaskuler paru tinggi terdengar pada umur : B = minggu. (apat terjadi sendiri atau dalam kombinasi dengan gangguan jantung bawaan lainnya/ seperti defek septum Gentrikular. 0esarnya defek dapat sebesar kepala jarum pentul sampai besar sekali melibatkan keseluruhan atrium. (efek %eptum !trium ada beberapa tipe berdasarkan lokasi defeknya : Sinus 8enosus ASD : defek terjadi di bagian atas septum atrium/ dimana Gena caGa superior dan atrium kanan bergabung. %inus Genosus !%( biasanya melibatkan Gena pulmonalis dekstra atas. Se!undum a"ria sep"a de/e!" : defek terjadi di tengah'tengah septum atrium/ tipe ini paling sering (4IT kasus). Primum a"ria sep"a de/e!" : defek terjadi di bagian bawah septum atrium. %ering terjadi
bersama dengan kelainan katup mitral dan/atau katup trikuspid/ dan menyebabkan kebocoran (regurgitasi kembali melalui katup)

D)F)K S)PT7* F)NT+IK)L (efek septum Gentrikel tanpa komplikasi bunyi jantung & dan && normal. 0unyi jantung &&& terdengar keras bila ada dilatasi Gentrikel 0ising yang khas : bising pansistolik di sela iga ke > E tepi kiri sternum menjalar ke tepi kiri sternum #akin kecil defek bising makin keras

D7KT7S A+T)+IOS7S P)+SIST)N Pirau dari aorta ke a.pulmonalis terjadi bising kontinu di sela iga ke : tepi kiri sternum menjalar ke infraklaGikula/ karotis dan punggung 0unyi jantung & dan 0unyi jantung && normal 0unyi jantung && sulit diidentifikasikan karena tertutup puncak bising Pada 003 : hanya terdengar bising sistolik 0ising middiastolik di apeks dpt terdengar (pirau kiri ke kanan besar)

ST)NOSIS P7L*ONAL 0unyi jantung & normal/ bunyi jantung && terpecah agak lebar dan lemah Pada sten berat bunyi jantung && terdengar tunggal krn P: tidak terdengar 0ising ejeksi sistolik terdengar di sela iga ke : tepi kiri sternum #akin berat stenosis P: makin lemah dan bising makin panjang (dapat menempati seluruh fase sistolik)

T)T+ALOGI FALLOT ,arakteristik bunyi dan bising jantung mirip dengan stenosis pulmonal (apat terdengar klik sistolik (akibat dilatasi aorta)

ST)NOSIS AO+TA *erjadi reGersed splitting : P: mendahului !: B lebih jelas terdengar pada ekspirasi *erdengar bising ejeksi sistolik di sela iga ke': tepi kanan atau tepi kiri sternum menjalar ke apeks dan karotis (disertai getaran) Pada stenosis GalGular ada klik mendahului bising

INS7FISI)NSI P7L*ONAL #+egurgi"asi Pu mona ( ,arena malformasi ataupun penebalan katup pulmonal 0ising diastolik dini (i sela iga ke': tepi kiri sternum (regurgitasi darah dr a.pulmonalis ke Gentrikel kanan pd diastole) 0ila bising diastolik dini pada insuf pulmonal menyertai hipertensi pulmonal disebut Graham H S"ee e 0unyi jantung && mengeras

INS7FISI)NSI AO+TA ,arakteristik bising: mirip pada insuf pulm "ada kadang'kadang sangat tinggi membran stetoskop harus ditekan keras

INS7FISI)NSI *IT+AL #erupakan gejala sisa penyakit jantung rematik &nsuf ringan/ bunyi jantung & normal &nsuf berat/ bunyi jantung & melemah 0ising karakter : pansistolik meniup B paling keras di apeks ke aksila B mengeras bila miring ke kiri (erajat >/= B =/= Pada yang beratJ bising mid'diastolik di apeks nada rendah Pada GalGulitis mitral reumatik akut : bising pansistolik dan middiastolik di apeks (bising ;arr$ H ;oom.s)

ST)NOSIS *IT+AL 0unyi jantung & sangat mengeras 0unyi jantung && dapat normal/ terpecah sempit P: keras bila ada hipertensi pulmonal 0ising khas : middiastolik B aksentuasi pre sistolik B nada renda B rumbling (spt guntur) B di apeks

P+OLAPS KAT7P *IT+AL 0unyi jantung normal 0ising yang terdengar sistolik akhir (spt pd insuf mitral ringan) (idahului klik sistolik %ering hanya klik tanpa bising %ering pada wanita usia remaja/ dewasa muda

K)PALA
3ingkaran kepala : periksa rutin sampai umur : tahun (glabela dahi B atas alis mata B protuberans oksipitalis : diameter oksipita frontal terbesar) +a"a@ra"a 7kuran Lingkaran kepa a :

*ikrose/a i (diameter C ") : ada retardasi motor dan mental (disgenesis/ hipoplasi otak/ rubella/ toKoplasma/ C#L/ sy down B disgenesis/ hipoplastik otak/ kraniostenosis) *akrose/a i (diameter < ") : Hidrosefalus (produksi < J absorpsi C - H.komunikans - H.nonkomunikans : sumbatan
Di//eren"ia Diagnosis o/ *i!ro!epha $ *os" !ommon Chromosomal defects Congenital infections -etal alcohol syndrome HypoKic'ischemic encephalopathy "ormal genetic Gariation O"hers !utosomal dominant or recessiGe types (ysmorphic syndromes #alnutrition #aternal phenylketonuria "ormal Gariation %tructural brain defects UniGersal craniosynostosis

,ontrol kepala 003 B 8 bulan : telentang B kepala dilepas jatuh ke belakang B didudukkan B kepala jatuh ke depan !khir bulan : : tengkurap kepala diangkat sebentar 0ulan > B bulan 6 : posisi duduk kepala tegak Kranio"a.es adalah pelunakan dari tulang tengkorak *ekan tengkorak di belakang/di atas telinga cukup keras teraba spt menekan bola pingpong (normal sampai = bulan J abnormal rakitis/ sifilis/ hidrosefalus) ;ra!ked H po" sign : ketok dg jari pd tulang tengkorak/ spt pot retak %elama ubun'ubun besar terbuka normalJ Ubun'ubun menutup B abnormal ' *&, meningkat)

7.un@u.un Ubun'ubun besar B diameter transGersal :/6 B E cm #enutup umur : = bulan B >T [ bulan B 8>T 8 tahun B EIT 8[ bulan B [IT Ubun'ubun kecil teraba sampai E B D minggu (tdpt pd lobus occipital) Ubun'ubun besar menutup: 3ambat : rakitis/ hidrosefalus/ hipotiroid/ rubella kongenital Cepat : pada kraniosinostosis/ osteopetrosis ,eadaan "ormal : ubun'ubun besar rata/ sedikit cekung #enonjol : *.&., meningkat (*umor &,/ meningitis/ perdarahan &L) Cekung : dehidrasi/ malnutrisi

POST)+IO+ FONTAN)L !t birth/ the aGerage siSe of the posterior fontanel is I.6 cm in white infants and I.4 cm in black infants.*he fontanel usually is completely closed by two months of age. ANT)+IO+ FONTAN)L *he key feature of a normal anterior fontanel is Gariation. ;n the first day of an infant\s life/ the normal fontanel ranges from I.= cm to >.= cm/ with a mean of :.8 cm. 0lack infants haGe larger fontanels (8.E cm to E.4 cm). *he fontanels of full'term and preterm infants are similar in siSe once preterm infants reach term. *he fontanel can enlarge in the first few months of life/and the median age of closure is 8>.D months. 0y three months of age/ the anterior fontanel is closed in 8 percent of infantsJ by 8: months/ it is closed in >D percentJ and by :E months/ it is closed in [= percent. !nterior fontanels tend to close earlier in boys than in girlsJ the initial siSe of the fontanel is not a predictor of when it will close.

Di//eren"ia Diagnosis o/ a Bu ging Fon"ane 6$dro!epha us Spa!e@o!!up$ing esions 0rain tumor &ntracranial hemorrhage 0rain abscess In/e!"ions #eningitis $ncephalitis 9oseola %higella #ononucleosis 3yme disease #astoiditis Cerebral malaria Cysticercosis Poliomyelitis )ndo!rine disorders Hyperthyroidism Hypoparathyroidism Pseudohypoparathyroidism !ddison\s disease Hypothyroidism ;ardio8as!u ar disorders CongestiGe heart failure (ural sinus thrombosis

;ondi"ions Asso!ia"ed 2i"h an )n arged An"erior Fon"ane and De a$ed ; osure

Conditions *os" !ommon !chondroplasia Congenital hypothyroidism (own syndrome &ncreased intracranial pressure "ormal Gariation -amilial macrocephaly 9ickets Less !ommon %keletal disorders !crocallosal syndrome (seiSures/ polydactyly/ mental retardation) !pert\s syndrome (craniosynostosis/ proptosis/ hypertension) Campomelic dysplasia (prenatal growth deficiency/ large cranium/ bowed legs) Hypophosphatasia (polyhydramnios/ short/ deformed limbs/ soft skull) ;steogenesis imperfecta (shortened limbs/ wormian calGarial bones) Chromosomal abnormalities *risomy 8> (polydactyly/ microcephaly/ cleft lip and palate) *risomy 8D (growth retardation/ small cranium/ open metopic suture) Congenital infections 9ubella (low birth weight/ cataracts/ @blueberry muffinA skin lesions) %yphilis (saddle nose deformity/ joint swelling/ maculopapular rash) (rugs and toKins

9nlarged fontanel

:ela ed closure

,enny'Caffey syndrome (hypoparathyroidism/ dwarfism/ macrocephaly)

!minopterin'induced malformation (craniosynostosis/ absences of frontal bones/ hypertelorism) -etal hydantoin syndrome (microcephaly/ broad nasal bridge/ hypoplasia of nails) (ysmorphogenetic syndromes 0eckwith'Fiedemann syndrome (macrosomia/ abdominal wall defect/ macroglossia) ]ellweger syndrome (high forehead/ flat occiput/ abnormal ears/ hypotonia) Cutis laKa (pendulous skin folds/ hoarse cry) L!*$9 association (Gertebral defects/ anal atresia/ tracheoesophageal fistula/ renal dysplasia) ;topalatodigital syndrome (frontal bossing/ broad terminal phalanges/ syndactyly) *is!e aneous #alnutrition (poor weight gain/ asymmetric growth) Hydranencephaly (macrocephaly/ thinned skull Gault/ primitiGe refleKes preserGed) &ntrauterine growth retardation (birth weight less than : standard deGiations below mean)

9ambut dan kulit kepala Farna/ kelebatan/ distribusi pertumbuhan rambut Pasien ,,P : merah jagung/ kering dan mudah dicabut) ,ulit kepala: caput succedaneum dan cephalhematom.

;apu" Su!!edaneum : Pembengkakan pada kulit kepala akibat adanya kumpulan cairan difus abnormal dibawah kulit kepala (scalp) pada bagian puncak kepala yang tidak berbatas tegas/ *erjadi karena penekanan @presenting partA kepala fetus terhadap dinding rahim saat

persalinan. @Pitting oedemaA/ bersifat sementara dan akan diserap/menghilang cepat dalam 8
sampai > hari/ tergantung besarnya.

Se/a hema"om adalah kumpulan darah di bawah periosteum tulang tengkorak. 0erbatas tegas tidak
melewati sutura.. +ika lebih dari satu bagian tulang tengkorak yang terkena/ maka akan terlihat jelas terpisah oleh sutura.. Pada palpasi teraba fluktuasi/non pitting. #enghilang lebih dari > hari sampai bermingu:.

*ou ding 1 *ulang tengkorak mengalami RoGerlappingA saat persalinan ketika bagian kepala yang besar harus melewati jalan lahir yang sempit. (iameter kepala mengecil untuk sementara waktu. *ampilan memanjang ini biasanya hilang beberapa jam setelah bayi lahir setelah tulang kepala kembali pada posisi normalnya.

Fajah !simetri wajah : Posisi intra uterina Paralisis fasial Pembengkakan lokal $dema/ radang lokal/ infeksi kelenjar (parotitis) Penyakit ;a//e$ (hiperostosis kortikal infantil) B pd bayi baru lahir/ mandibula ka B ki bengkak ''< hilang sendiri atau dg corticosteroid

4a0ah ;a//e$ Disease

*hrombosis sinus kaGernosus B oedema luas dan sakit kepala %indroma (own (wajah dismorfik) B jarak kedua alis mata agak jauh/ hidung ke dalam sedikit

%indroma Pierre B 9obin (wajah dismorfik) (Palatodigital %yndrome type)

6iper"e orisme : jarak antara kedua pupil membesar (normal: >/6 B 6/6 cm)

#ata Lisus (ketajaman penglihatan) "eonatus bereaksi thd cahaya (dg senter terjadi perubahan gerak dari mukaJ umur 8 bulan) Umur : bulan : dpt mengikuti gerakan jari Umur = bulan : memfokus pandangan thdp obyek tertentu !nak yang lebih besar diuji dengan gambar/ tulisan Palpebra Ptosis (palpebra tidak dpt terbuka) 3esi ".oculomotor %yndroma Horner (Ptosis ) #iosis) #iastenia graGis $nsefalitis

3agofthalmus ,elopak tidak dapat menutup sempurna: (kornea tidak tertutup lesi) ulkus Pasien koma : pseudo ago/"ha mus

S$ndroma 6orner

Hemangioma (bisa menghilang sendiri) $dema

Hordeolum (infeksi/ diberi antibiotik tp tidak pd kulitnya/ spt bisul kecil/ bila merambat ke dalam mata maka diberi obat mata)

!lis ,anan dan kiri bertemu di tengah/ warna mata berbeda: s$ndroma 4aarden.urg

F% is an inherited disorder often characteriSed by Garying degrees of hearing loss and changes in skin and hair pigmentation. *he syndrome got its name from a (utch eye doctor named Petrus +ohannes Faardenburg who first noticed that people with differently colored eyes often had a hearing impairment. He went on to study oGer a thousand indiGiduals in deaf families and found that some of them had certain physical characteristics in common. ;ne commonly obserGed characteristic of Faardenburg syndrome is two differently colored eyes. ;ne eye is usually brown and the other blue. %ometimes/one eye has two different colors. ;ther indiGiduals with Faardenburg syndrome may haGe unusually brilliant blue eyes. People with F% may also haGe distinctiGe hair coloring/ such as a patch of white hair or premature gray hair as early as age 8:. ;ther possible physical features include a wide space between the inner corners of eyes called a broad nasal root. &n addition persons with F% may haGe low frontal hairline and their eyebrows may connect. *he leGels of hearing loss associated with the syndrome can Gary from moderate to profound. &ndiGiduals with Faardenburg syndrome may haGe some or all of the traits of the syndrome. -or eKample/ a person with F% may haGe a white forelock/ a patch of

white hair near the forehead/ and no hearing impairment. ;thers may haGe white patches of skin and seGere hearing impairment. *he seGerity of the hearingimpairment Garies among indiGiduals with F% as do changes in the skin and hair. ;n rare occasions/ F% has been associated with other conditions that are present at birth/ such as intestinal disorders/ eleGation of the shoulder blade/ and disorders of the spine. ! facial abnormality/ known as cleft lip and/or palate/ also has been associated with F%.

0ulu mata Panjang lentik: normal/ malnutrisi/ penyakit kronik (uktus nasolakrimalis Hubungan mata dan hidung. Cairan yg membasahi mata akan ke hidung dan menguap bersama napas. +adi tidak akan keluar air mata klo tidak nangis 0ila sampai umur = bulan masih belum terbuka (air mata keluar) dokter mata $piphora Penutupan ductus nasolacrimalis Produksi air mata berlebih 0isa ok radang/ ulkus kornea/ benda asing/ alergi #ata kering : dehidrasi/ defisiensi Git ! ,onjungtiGa Perdarahan subkonjungtiGa: diatesis haemorrhagic/ trauma/ pertusis/ dll ,onjungtiGitis : dg sekret cair/ mukopurulent/ purulent ;phthalmia neonatorum/ .;/ dll (efisiensi Git !: 8. Hemeralopi/ rabun senja *. ^erosis konjungtiGa (kering bercak 0&*;*) B ada garis putih yg berdiri pd konjungtiGa lateral/ medial

>. ^erosis kornea B masuknya infeksi

The photo gives the impression of a metallic sheen involving the central area of a neovascularized leukomatous cornea. In reality, the area is a xerotic patch reflecting light in a glistening manner.

Corneal xerosis with desquamated epithelium.

E. ,eratomalasi 5 ulserasi B perforasi 3unaknya kornea 5 menutup sinar yg masuk 5 buta 5 harus diganti kornea

. angin) %klera Pterigium : lipatan membran konjungtiGa (reaksi thdp debu/ matahari/

"ormal : putih Pada bayi kebiruan 0ayi ikterus 5 dg blue light 5 bisa sembuh ,asi luminal 5 angkat bilirubin shg tidak tjd kuning ,asi enSim dlm hepar (krn 003 fungsi hepar blum kerja sempurna) 5 kasi blue light 5bilirubinnya lgsg masuk ke usus 5 tidak kuning bayinya (tidak lewat hepar) +elas biru (. ue s! erae) : osteogenesis imperfecta/ glaucoma/ synd.#arfan %ering ada neGus/ ikterus mudah dilihat pada sklera ,ornea +ernih Perhatian : keratitis/ ulkus/ dsb Pupil "ormal:

0ulat simetris (iameter > B E mm/ tidak midriasis ataupun miosis 9efleK cahaya ) (cahaya dari lateral konsensual/ langsung) #idriasis (dilatasi) 0uta/ keracunan (barbiturat/ atropin)/ koma/ acidosis/ *&, meningkat #iosis (kecil): syndroma Horner/ kerac opi/ lesi otak ,atarak : putih 5 biasa pada ortu/ suatu kelanjutan usia/ bila tidak diambil 5 buta. !nak'anak 5 suatu penyakit !lbinisme : merah 3ensa "ormal : jernih 0ila keruh : katarak (kongenital B toKopl/ rubela/ herpes simpleK/ dll) 0ola mata $ksoftalmos (menonjol keluar) : hipertiroid/ glaukoma/ tumor retrobulbar/ abses orbita $noftalmos (kecil/ dalam) : dehidrasi berat/ malnutrisi/ sindrom horner Sun@se" Sign (iris di bawah palpebra inferior) : hidrosefalus/ *&, meningkat/ kern icterus %trabismus (juling) : masih normal > B = bulan (8_ thn)/ sebentar B hilang "istagmus (gerak bola mata ritmik) : cepat B horiSontal B Gertikal B berputar / campuran. Do Ds e$e phenomenone : refleks okulosefalik (koma)J 003 sampai 8I hari masih normal

*elinga %erumen #embran timpani "ormal: sedikit cekung/ mengkilat/ refleks cahaya positif ;titis media kataral: sangat merah/ refleks cahaya C/ tjd abses dalam telinga (cepat kirim ke bagian *H*) ;titis media sup: menonjol kemerahan/ refleks cahaya menghilang Perdarahan (menonjol biru) Perforasi B yang akan menyebabkan @congekA *as"oid ;titis media mas"oidi"is : nyeri tekan ) J daun telinga terdorong B terasa sakit pada retroauriculer Pendengaran (inilai dengan garpu tala/ audiometer (pada anak besar) "eonatus : sudah ada reaksi thd suara (klintingan) Hidung "apas cuping hidung Sadd e nose : syndroma kongenital #ukosa tebal pucat : alergi 0enda asing : sekret purulen/ berdarah/ berbau (ifteri hidung : sekret berdarah $pistaksis : pleksus ,iesselbach (pd septum nasi) pecah ' demam/ kelainan darah/ kongenital #ulut *rismus (mulut sukar dibuka)J tetanus/ tetani/ infeksi/ abses sekitar mulut/ dislokasi sendi mandibula/ parotitis/ dll (iukur berapa besar mulut dpt dibuka : dari ujung gigi atas dan bawah -oetor eK ore (halitosis) 0au aseton B asidosis 0au amonia ' uremia 3abio skisis/ bibir sumbing

#ukosa B anemia (pucat) ' sianosis (biru) -isura pada sudut bibir (kekurangan riboflaGin dan Git 0 lain) Perleche : infeksi streptococcus -isura/ deskuamasi/ maserasi/ krusta di sudut mulut Herpes simpleK #ukosa pipi Ora "hrush : infeksi candida albicans J bercak'bercak membran putih/ menimbul mirip sisa susu pada selaput lendir bibir/ pipi/ lidah/ palatum/ faring (bila diangkut terjadi perdarahan) B biasanya pd bayi/ anak kecil Ber!ak kop ik : stadium prodromal campak pada mukosa pipi berhadapan geraham bawah Noma : stomatitis gangrenosa J destruksi mukosa pipi perforasi ke kulit. (keganasan/ kwasiorkor) B pipi hancur/ tembus Palatum Petechiae (infeksi) Paralisis (difteria) Palatoskisis 3idah 0ifurkasio B terbelah di tengah #akroglosia: hipotiroid/ sy.down/ hurler/ neoplasma #ikroglosia : sy. *ABI7S/ pioroptin (lidah <<) ,ista duktus tiroglossus : pada pangkal lidah 9anula : kista retensi transparan (biru) sublingual 3idah terjulur keluar (pada retard mental) *remor lidah : hipertiroid/ demam typhoid B lidah keluar ujung merah 3idah kotor (coated tongue) .eografic tongue .loso ptosis : lidah tertarik ke belakang (syndroma pierre H ro.in) "eonatus : keluar masuk ritmik (perdarahan otak/ edema otak) 3idah ada gambaran'gambaran pulau di tengah ada alergi .igi geligi 0ayi baru lahir/ kadang'kadang ada 8 B : gigi dan mudah dicabut #ulai tanggal umur = thn caninus blom keluar/ molar :/> baru keluar Umur 6 bulan B 8 thn: gigi susu B > tahun lengkap :I buah L &L &&& && & . & && &&& &L L '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' L &L &&& && & . & && &&& &L L Gigi susu: : insisor sentral bawah 6 B 8I bulan : insisor sentral atas D B 8: bulan : insisor sentral atas [ B 8> bulan : insisor sentral bawah 8I B 8E bulan : molar pertama bawah 8> B 8= bulan : molar pertama atas 8> B 84 bulan E kuspid pertama 8: B :: bulan E molar kedua :E B >I bulan Gigi "e"ap D 4 = 6 E > : 8 8 : > E 6 = 4 D ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' D 4 = 6 E > : 8 8 : > E 6 = 4 D

.igi susu mulai tanggal: insisor sentral bawah .igi susu berakhir umur 8: tahun .igi tetap (waktu erupsi): #olar pertama = B 4 tahun &nsisor 4 B [ tahun Premolar [ B 88 tahun ,aninus 8I B 8: tahun #olar kedua 8: B 8= tahun #olar ketiga 84 B :6 tahun ,elainan gigi : karies den"is %aliGasi Pengeluaran saliGa berlebih pada neonatus : a"resia eso/agus HipersaliGasi pada anak besar : gigi tumbuh/ stomatitis/ palsi serebral/ defisiensi mental/ down syndrome -aring &nfeksi/ hiperemia/ edema/ abses di dalam &nfeksi difteria: 0ercak putih abu'abu yang sulit diangkat B bila dipaksa mudah berdarah (pseudomembran) *onsil Perhatikan : kripti/ hiperemia ulserasi/ bercak perdarahan/ abses perotonsiler (sering trismus) 3aring %tridor (suara napas inspirasi yang keras/ kasar/ nada sedang) *erjadi obstruksi di daerah laring/ trachea therapy/ : corticosteroid dan antibiotik

L)6)+
Lena : pulsasi pada saat duduk/ berdiri abnormal (kenaikan tekanan Gena jugularis) #enentukan tekanan Gena jugularis Pasien posisi telentang (ada ) kepala diangkat 86 ' >IV atau lebih jika bila tekanan Genanya tinggi 3ihat batas atas distensi Gena jug (bila perlu dikosongkan dulu dengan menekan bagian kranial Gena mengurut Gena ke kaudal/ kemudian dilepas lagi "ormal G.jugularis tidak keluar cuma waktu menyanyi kadang keluar *ekanan Gena liat Genanya ada trus kita hapus dari atas sampai ke bwh. ,lo ada peningkatan tekanan Gena Genanya akan timbul lagi dengan cepat biasanya tjd pada penyakit jantung L.jugularis tekanan W : .agal jantung kongestif *amponade jantung Pericarditis konstriktiGa #assa di mediastinum %eKual encontinuitum leher spt sayap ,ista duktus tiroglossus (i garis tengah/ sedikit lateral/ bulat/ licin/ _ ' >_ cm (i setiap tempat antara foramen caecum lidah B lekuk suprasternal (sering setinggi kartilago tiroid/ bergerak ke atas bila menelan/ dapat disertai fistula) 6igroma ko i kis"ikum : massa kistik/ lunak/ batas tak jelas/ kebiruan

Bu ne!k : edema pada leher belakang(difteria)/ infeksi lokal Tor"iko is 3ihat ada/ tidak pada 003 Posisi kepala : miring ke 8 sisi dan berputar ke sisi lain (pemendekan m. sternocleidomastoideus) oleh karena Perdarahan ok trauma lahir menyembuh fibrosis (8/6 B >/6 cm)/ kenyal/ tegas menghilang E B D bulan (biasanya hilang tapi sebaiknya dilakukan fisiotherapy) (apat pemendekan menetap (apat karena proses peradangan ,aku kuduk Posisi telentang : leher ditekuk secara pasif ada tekanan dagu tidak nempel dada (kaku kuduk positif) 0ila disertai hiperekstensi tulang belakang : opis"o"onus 9angsang meningeal pada meningitis *etanus B walaupun kejang tapi sadar !bses retrofaringeal/ peritonsiler $nsefalitis Girus ,eracunan timbal rheumatoid #assa di leher kelenjar membesar (pada anak/ diperiksa ke arah *0C B mantouK test) ,elenjar getah bening %erGikal : bila diameter < 8 cm (masih normal bila masih 8 cm) ,elenjar tiroid : tiroid bergerak ke atas bila menelan Periksa dengan tangan kanan dan kiri 0ila menelan/ massa akan bergerak

DADA
Pemeriksaan &nspeksi Palpasi Perkusi !uskultasi .aris'garis referensi : 0atas'batas utk menentukan lokasi keadaan patologi dan fisiologi (gb ) keterangan) &nspeksi .b. dinding dada/ bentuk/ besar/ simetri dl. statis dan dinamis/ gerakan pd pernapasan/ deformitas/ penonjolan/ pembengkakan/ pola pembuluh darah subc/ jaringan parut 0eberapa mcm bentuk dada: 8. Pek"us eks. Ka8a"um (Funne ;hes") %ternum bawah ) rawan iga masuk ke dalam terutama pada inspirasi ,elainan kongenital/ hipertrofi adenoid berat/ dapat juga pada sindrom marfan Pada anak normal/ sering ada tapi tidak berat. 3. Pek"us karina"um Pigeon !hes"/ dada burung %ternum menonjol ke arah luar : rakitis/ osteoporosis/ sindroma marfan >. Barre !hes"- "oraks em/isema"ikus (ada bulat spt tong : sternum terdorong ke depan/ iga'iga horiSontal PP;, spt asma/ fibrosis kistik/ emfisema

Tas.ih #+a!hi"$ rosar$( C +i!ke"Ds Disease #De/isiensi Fi" D( Penonjolan pada persambungan tulang rawan dengan tulang iga (rakhitis) Perhatikan: %kapula ,laGikula (epresi daerah iga L&&& B ^

&ga'iga di bawahnya mengembang (celah Harrison/ 6arrisonDs Groo8e-Su !us) *empat melekat diafragma

9ickets in a >'year'old boy secondary to coeliac disease. He has frontal bossing/ a HarrisonZs sulcus and bow legs.

!simetri dada : %koliosis Btulang belakang ke samping Pneumotoraks pneumomediastinum .erakan sela iga pada pernapasan ,ecepatan/ kedalaman/ simetri/ pola gerakan pernapasan .erakan berkurang : pneumoni/ hidrotoraK/ pneumotoraK/ atelectasis 9etraksi suprasternal : obstruksi tinggi (sumbatan larynK) 9etraksi infrasternal : obstruksi rendah (bronkiolitis)

Pre!ordia .u ging ? hipertrofi Gentrikel kanan

Pa$udara %upernumary nipples (jumlahnya papilla mammae <<) *elarche/ telars ? D B 8E tahun (8I th) : pertumbuhan payudara bentuk dewasa dl : B E tahun .inekomasti pubertas pada laki'laki 8> B 8E tahun menghilang .inekomasti prapubertas dpt terjadi pada anak perempuan ataupun laki'laki menghilang

Paru
&nspeksi (lihat tanda Gital dan inspeksi dada) B lihat gerakan pernapasan Palpasi (gb) %imetri/ asimetri toraks : benjolan/ nyeri/ pembesaran kelenjar limfe aksila/ fossa supraclaGicularis/ infraclaGicularis -remitus suara : %aat bicara/ menangis "ormal : getaran sama kanan dan kiri #eningkat : konsolidasi (pneumonia) #enurun : obstruksi jln napas (atelectasis/ pleuritis/ efusi pleura/ schwarte/ tumor) ,repitasi subkutis ' krn trauma udara spt suara kertas yang diremek Udara subkutan : pasca trauma/ pasca tracheostomy Perkusi (lihat cara pemeriksaan) o #ulai supraklaGikula turun setiap sela iga (bandingkan kanan dan kiri) o Punggung : dari atas bawah (kanan dan kiri) o %onor : suara perkusi normal o %uara perkusi berkurang : redup/ pekak (hati/ jantung/ skapula diafragma) %uara yang sehrsnya sonor jd redup mgkn ada kelainan paru/ dll o (aerah pekak hati : setinggi iga ke = garis aksila medial/ kanan (naik turun pada pernapasan) 8' : sela iga o Pekak hati < tinggi pada hepatomegali/ pendesakan/ kolaps paru kanan o Pekak hati 7 pada asma/ emfisema paru o 0atas bawah paru belakang: setinggi iga ke D B 8I o Perkusi paru B jantung B sukar pada anak dan bayi o Perkusi abnormal: Hipersonor/ timpani: emfisema paru/ pneumotoraks

9edup : konsolidasi *impani : hernia diaphragma (pd auskultasi/ bising usus )) !uskultasi %uara napas dasar %uara napas tambahan (ilakukan di seluruh dada dan punggung (ari atas ke bawah/ bandingkan kanan dan kiri Pada bayi dan anak lebih keras %uara napas dasar 8. %uara napas Gesikuler (pada anak'anak jelas/ dewasa agak susah) %uara napas " (udara masuk dan keluar melalui jalan napas) %uara inspirasi lebih keras dan lebih panjang daripada ekspirasi *erdengar spt membunyikan @ffffA dan @wwwwA #elemah pada penyempitan bronkus (bronkostenosis)/ tiap Gentilasi ber C/ pneumonia/ atelectasis/ edema paru/ efusi pleura/ emfisema/ pneumothoraK #engeras : Gentilasi bertambahJ resolusi pneumonia Lesikuler dengan ekspirasi memanjang : asma :. %uara napas bronkial B tdpt pd paru sternal atas (bronkus ka'ki) &nspirasi keras disusul ekspirasi spt suara @kh kh khA Pada keadaan normal i. Pada bronkus besar kanan dan kiri ii. Parasternal atas iii. (i interskapula "apas bronkial di tempat lain : konsolidasi luas (pneumonia lobaris) %uara subbronkial/ bronkoGesikuler >. %uara napas amforik B biasanya pd dws B anak'anak jarang %eperti bunyi tiupan di atas botol kosong (pada kaGerneJ kerusakan jar paru B pd *0C ada infiltrat) E. Cog'wheel breath sound %uara napas terputus'putus/ pada fase inspirasi dan fase ekspirasi !dhesi pleura/ kelainan bronkus kecil spt *0C dini 6. #etamorphosing breath sound %uara mulai halus kemudian mengeras (Gesikuler bronkial) %uara napas tambahan: 8. ronki basah dan ronki kering (+AL)S) :. krepitasi >. bunyi gesekan pleura (p eura /ri!"ion ru.) E. sukosio hippocrates

+onki Basah #ra es( Librasi terputus'putus (tidak kontinu) : cairan di jalan napas dilalui udara #acamnya: 9onki basah halus : dari duktus alGeolus/ bronkiolus dan bronkus halus 9onki basah sedang (bronkus kecil dan sedang) 9onki basah kasar (bronkus di luar jaringan paru) 9onki basah nyaring (dari ronki basah halus dan sedang) : suara melalui benda padat (infiltrat/ konsolidasi) ke stetoskop B nyata terdengar 9onki basah tidak nyaring (dari ronki basah halus dan sedang : melalui media normal/ tidak ada infiltrasi/ konsolidasi 9onki basah halus sering terdengar pd akhir inspirasi/ inspirasi dalam 9onki basah pd ekspirasi tdpt pd asma/ bronkiolitis/ aspirasi benda asing 9onki basah yang hilang setelah batuk : lendir di trakea/ bronkus besar +onki kering #rhon!hi( %ering juga terjadi pada asma %uara kontinu B udara melalui jalan napas sempit (spasme bronkus/ edema/ lendir kental/ benda asing)J intraluminar/ ekstraluminar B desakan tumor +elas pada fase ekspirasi 4heeIing #mengi( 9onki kering lebih sonor/ musikal Pada fase ekspirasi biasanya : asma (obstruksi sal napas bawah) Pada fase inspirasi : obstruksi sal napas atas/ edema laring/ benda asing Krepi"asi %uara alGeoli membuka (pneumonia lobaris) P eura /ri!"ion ru. @ Pleuritis fibrinosa/ pada ekspirasi dan inspirasi %ering di bawah belakang paru : bunyi gesekan pleura

Bronko/oni ! "ocal resonance ! resonans bertambah pada konsolidasi Sukosio hippo!ra"es pada seropneumotoraks kalau dada digerakkan terdengar suara kocokan (jarang pada anak) Peris"a "ik usus di daerah dada pada 003 hernia diafragmatika B diafragma terbuka isi peritoneum masuk ke dlm sering pd wkt 003 sesak napas pd auskultasi terdengar suara peristaltik usus

ABDO*)N
inspeksi >4) Dinding Peru" ,eriput : pasca ascites/ malnutrisi Hernia umbilikalis: !nak C : tahun %yndrom (own/ kondodistrofi Hipotiroidi .ambaran Gena terlihat: !nak dengan giSi C / buruk .ambaran Gena patologis: gagal jantung peritonitis/ obstruksi Gena " : aliran darah Gena di bawah umbilikalis ke bawah dan di atas umbilikalis ke atas #iastasis Rekti Penonjolan pd garis tengah antara umbilikalis B processus Kiphoid/ umbilicalis B symphisis (8 B 6 cm lebar : Garian "/ kelemahan m. rekt abd) Inspeksi Ukuran dan bentuk perut Perut anak kecil : @POT B)LL5A membulat (otot abdomen tipis dan lordosis) B gb. >D 0uncit simetris ;tot perut hipotonik/ atonik hipokalemia/ hipotiroidea/ rachitis/ dinding perut berlemak/ pneumoperitoneum (isebabkan oleh karena trauma/ perforasi usus/ ascites/ ileus obstr rendah

auskulasi palpasi perkusi (setiap manipulasi bunyi peristaltik usus berubah) Pembagian daerah abdomen ) topografi organ'organ dalam abdomen (.b.

Pada !scites posisi telentang perut melebar ke lateral spt kodok 0uncit asimetris ;k otot perut paralitik (polio)/ pembesaran organ intraabdominal/ ileus obstruksi tinggi/ neoplasma (Films tumor/ neuroblastoma) Ska/oid : bentuk perut cekung (posisi telentang). Hernia diafragma/ besar (003)/ dehidrasi berat/ ileus obstruksi tinggi/ pneumotoraks ;mfalokel ,antong peritoneum dan selaput amnion berisi organ intra abd (hati usus)/ ok defek cincin umbilicalis (6 B 8I cm)/ pada prematuritas : .astroskisis : eGirasi usus melalui defek m.rekt.abd.lateral / kiri umbilicalis (uctus omfaloentericus J persisten spt polip merah di umbilicalis dengan mengeluarkan sekret serous/ mukoid/ spt feses iritasi kulit Uracus paten %usp bila cairan spt urin keluar melalui umbilicalis !bses dan neoplasma %y P+7N) B)LL5- %y )AGL) M BA++)T : sebagian/ seluruh dinding perut tdk terbentuk

Gerakan Dinding Peru" Pada pernapasan bayi anak sampai umur = B 4 tahun : gerakan < dada 0ila C : peritonitis/ appendisitis/ keadaan patologi lain Pada anak < = B 4 tahun : bila gerakan mencolok : curiga kelainan paru Peristaltik usus tampak pada keadaan patologi : obstruksi tr.gastro intestinalis (stenosis/ spasme pilorus/ stenosis/ atresia duodenalis/ malrotasi usus) 3okasi peristaltik : #elintang di daerah epigastrium pada bayi C : bulan : spasme/ stenosis pilorus Peristaltik dg gbrn spt tangga : obstruksi usus distal Auskus "asi detik abdomen

"ormal: suara peristaltik dengan intensitas rendah terdengar tiap 8I B >I 0ila ddg perut diketuk : frek dan intensitas bertambah "ada tingi (nyaring) : obstruksi .&* (metalic sound) 0erkurang/ hilang : peritonitis/ ileus paralitik 0ising yang terdengar di seluruh permukaan perut : koarktasio aorta

Perkusi
(ari epigastrium ke bagian bawah abd (gb. >[) *erdengar timpani di seluruh permukaan/ kecuali daerah hepar dan lien (abnormal : obstruksi rendah/ ileus paralitik/ aerofagia Utk menentukan : ascites/ udara dlm rongga abd/ batas hepar/ batas massa intra abd lain !scites pd anak tdpt pd : cirrhosis hepatis/ sy nefrotik/ gagal jantung kongestif/ peritonitis tbc Rchilous ascitesZ (kebocoran sistem limfe B jarang)/ kwashiorkor ;ara *ende"eksi As!i"es 8. Posisi telentang Perkusi sistematik dari umbilicus ke lateral dan bawah garis konkaf antara timpani dan pekak B ada ascites (gb. EI) :. @%hifting dullnessA (aerah redup berpindah : perkusi dari umbilicalis ke bawah/ ke sisi lateral mencari daerah redup yg menjadi timpani pada perubahan posisi (pasien miring) >. @-luid waGeA / gelombang cairan Cara undulasi : pada ascites banyak dan ddg abd tegang : pasien telentang

8 tangan pemeriksa di 8 sisi perut pasien jari satunya mengetuk ddg sisi perut yg lain orang lain meletakkan 8 tangan di tengah abd (tekan)/ (gerakan melalui ddg abd dicegah) .elombang cairan ascites terasa pada tangan pertama .elombang ini jg dpt didengar dg stetoskop (gb. E8) E. *entukan daerah redup pd bagian terendah perut pada posisi anak tengkurap dan menungging (knee !hes" posi"ion) : pada anak besar dg ascites sedikit : @P7DDL) SIGNA

Pekak 6a"i (itentukan dg perkusi Pekak hati menghilang bila ada udara bebas dlm rongga abd : pneumoperi"oneum (ok perforasi usus/ trauma tusuk)J perforasi usus pd thyphoid abd ,andung kencing penuh : pekak di supra simfisis Fenomena papan !a"ur : redup dan timpani selang seling/ didpt pada keadaan peritonitis tbc tanpa ascites Pa pasi Pemeriksaan abd terpenting Perlu konsentrasi/ sabar/ latihan/ pengalaman !nak koperatif : menarik napas dalam (telentang/ lutut ditekuk) Pada anak kecil saat minum botol/ diberi mainan !nak menangis saat inspirasi (apat : monomanual dg tangan kanan (gb. E:) : bimanual (gb. E>) *angan kanan di permukaan perut/ tangan kiri di bwh pinggang kanan/ kiri pasien dan agak mengangkat pinggang pasien ,uadran kiri bawah kuadran kiri atas ka atas ka bawah (Sistematis) Palpasi mulai di daerah yg tidak sakit dulu (pd anak besar) *ekanan ringan palpasi lebih dalam (kedua tangan saling bertopang) B (gb. EE) Ke"egangan Dinding Peru" dan N$eri Tekan "yeri tekan : ada perubahan mimik/ perubahan nada tangis 3okalisasi : nyeri lepas pd palpasi dalam *idak ditanyakan daerah yang nyeri : ok selalu menunjuk daerah pusat "yeri bag bwh perut : gastroenteritis/ obstrusi intestinal/ tumor/ ulserasi diGerticulum meckel/ torsi oGarium/ testes (jarang) "yeri kuadran kanan bawah : appendisitis/ abses apendiks "yeri kuadran ka atas : hepatitis/ inGaginasi "yeri bawah umbilicalis : sistitis "yeri kuadran kiri atas : limpa ruptur/ inGaginasi (efence musculaire/ ketegangan otot : peradangan alat dalam abdomenJ kolesistitis/ apendisitis/ peritonitis. Pa pasi Organ In"ra A.domina 6a"i

Ukuran Cara mono manual/ bimanual (gb. E:) dg ujung jari Pengukuran besar digunakan patokan : garis : 8. garis yg menghubungkan pusat dg titik potong garis midklaGikula dg arcus aorta :. garis yg menghubungkan pusat dengan proc Kiphoideus

Pembesaran : proyeksi pd ke: garisJ dinyatakan dg berapa bag kedua grs tsbt ( 8/> B _) (gb. E6) ,onsistensi/ tepi/ permukaan dan terdapatnya nyeri tekan "ormal pada anak sampai 6 B = tahun #asih teraba 8/> ' 8/> *epi tajam ,onsistensi kenyal Permukaan rata "yeri tekan negatif Pembesaran hepar/ hepatomegaliJ antara lain: Hepatitis/ sepsis !nemia/ thalassemia .agal jantung kongestif Pericarditis keristriktiGa Penyakit metabolik Penyumbatan saluran empedu ,eganasan : hepatoma/ leukemia/ penyakit Hodgkin/ kista hati/ lupus eritrematous/ hemosiderosis dna malnutrisi Pada gagal jantung kongestif: teraba tumpul Limpa #irip palpasi hati (monomanual/ bimanual) (gb. E=) Pada neonatus msh 8 B : cm di bawah arc.costa (hematopoesis ekstra med sampai usia > bulan) %plenomegali/ pembesaran limpa : !da insisura lienalis (apat didorong ke medial/ lateral/ atas Pembesaran limpa diukur dengan @cara s!hu//nerA jarak maksimum dr pusat ke garis singgung pd arcus costa kiri dibagi mjd E bagian yg sama garis ini diteruskna ke kaudal memotong lipat paha J garis dr pusat ke lipat paha dibagi E lagi yg sama pembesaran limpa : proyeksinya ke bagian'bagian ini (gb. E4) (dlm cm jg boleh) %plenomegali terjadi pada: Penyakit infeksi : sepsis/ demam tifoid/ malaria/ toksoplasmosis Penyakit darah : thalassemia/ anemia sel/ sabit ,ongestif : sirosis hati/ hipertensi portal/ gagal jantung kongestif 3eukemia dan %3$ paling sering menyebabkan splenomegali pd anak Gin0a "ormal : tidak teraba kecuali pada neonatus Pembesaran ginjal diraba dg cara @ballotementA (juga utk meraba massa retroperit) Caranya letakkan tangan kiri di post tubuh pasien dg jari telunjuk di anglus kostoGertebra B jari ini kmd menekan organ/ massa ke atas dan tangan kanan melakukan palpasi secara dalam dr anterior/ merasa organ/ massa menyentuh kemudian jatuh kembali (gb. ED) Pembesaran ginjal: Hidronefrosis/ polikistik/ hematoma/ trombosis Gena renalis/ abses perinefritis Kandung Ken!ing ,andung kencing penuh diketahui dengan inspeksi/ palpasi dan perkusi. ,adang'kadang penuh sampai ke pusat : pada meningitis/ pasien koma/ pasca bedah/ .uillain 0arre *assa In"ra A.domina *entukan dg palpasi : ukuran/ letak/ konsistensi/ konfigurasi/ tepi/ permukaan/ pulsasi/ fluktuasi/ nyeri tekan/ mobilitas/ hubungan dengan alat sekitar

0ila keganasan palpasi H!*&'H!*&```` Contoh: *umor Films ,onsist keras/ unilateral/ permukaan rata/ tak melewati grs tengah "euroblastoma ,onsist keras/ permukaan modular tak teratur/ melewati grs tengah 9abdomio sarkoma embrional : tdk dpt digerakan dr dsr/ retroperitoneal di pelGis Himen imperforata : tjd hidrometrokolpos : sbg massa di atas B simfisis %tenosis pilorus : massa spt sosis di ujung lambung di garis tengah (bayi saat minum/ setelah muntah) (gb. E[) #assa spt sosis di kuadran kanan bawah/ nyeri tekan J intususepsi %kibala (feses mengeras) : keras/ berbenjol/ tidak nyeri tekan 0olus askaris : gumpalan cacing yg melingkar'lingkar #assa di daerah inguinal : hernia inguinal dicoba didorong ke dalam rongga abd perlahan (pt masuk : responibilis *ak dpt masuk : iresponibilis (raba cincin hernia) Anus dan +e!"um Colok dubur hanya pada abd akut Perhatikan abses perianal ,elainan kongenital : anus imperforata/ atresia ani (dpt disertai fistula rektoGesikul) U%. dini ``` %indroma FAT)+: !tresia ani (efek Gertebra !tresia esofagus -istula trakeo esofagus (isplasia radius -isura ani : lesi spt sayatan pd mukosa anus dpt konstipasi sampai usia : tahun atau kolik infantil Polip rektum : benjolan warna merah spt buah cherry (perdarahan pada anus) Haemorrhoid : sangat jarang &nGestasi cacing kremi : di lipatan mukosa rectum dan perianal gatal (iaper rash : erupsi kemerahan dpt ada Gesikula/ papula sekitar rektum/ lipat paha/ genitalia eksterna

Pemeriksaan colok dubur


0ila ada indikasi Posisi tengkurep dan fleksi pada kedua sendi lutut Pakai sarung tangan .unakan jari kelingking

Geni"a ia Perhatikan : pseudoherma/rodi"isme .enitalia wanita: Perhatikan epispadia : terbelahnya mons pubis klirotis/ uretra membuka di bagian dorsal Pubertas prekoks (usia D tahun sudah ada rambut pubis) %ekret jernih/ mukoid/ dpt berdarah dari lubang genital pada bayi cukup bulan pada minggi 8 hari ke : atau > (taa) 3eukore tidak iritatif bbrp bulan sampai : B > tahun sebelum menarche (fisiologis) LulGoGaginitis bakteri Laginitis .; .enitalia lelaki Perhatikan ukrn dan bentuk penis/ testis/ hipospadia/ epispadia/ fimosis/ infeksi )pispadia: muara uretra di dorsal penis 6ipospadia : orifisium uretra di Gentral penis (kdg di perineum)

Fimosis : pembukaan preputium kecil tdk dpt ditatik ke blkg glans penis gangguan miksi %krotum "ormal : bayi cukup bulan testis sudah ada di skrotum (pd bayi kurang bulan masih di kanalis inguinalis) Krip"orkismus : testis belum turun dalam skrotum (kdg testis di luar kanalis ing/ dlm rongga abd/ tdk ada sama sekali) *estis kiri biasanya lebih rendah daripada yg kanan Perhatikan seks sekunder Or!hi"is : bengkak/ nyeri/ kemerahan 6idroke : anak usia C : tahun (transiluminasi positif) Hernia jg bisa transiluminiasi ) bunyi peristaltik ` B dpt didorong ke abd $pididimitis/ torsi epididimis pembengkakan skrotum $dema skrotum pada anasarka Hermaproditisme : a genitalia wanita ,elenjar limfe inguinal

ANGGOTA G)+AK

Ame ia : tidak mempunyai semua anggota gerak )ks"rome ia : tidak ada salah satu anggota gerak Fokome ia : anggota gerak proksimal pendek Sindak"i i : jari'jari bergabung )ks"remi"as pan0ang dan kurus #"ermasuk 0ari@0ari( : syndroma *A+FAN !nggota gerak pendek lebar : syndrom DO4N ; u..ed /ingers pd tangan dan kaki (jari'jari tabuh) : bagian distal jari dan kuku mengembang dan membundar (ok hipoksia kronik spt pd penyakit jantung dg anoKia berat/ paru kronik)

(eformitas/ fraktur Clubfoot (003) Garus/ Galgus Cara berjalan: " : baru dpt berjalan : kedua kaki membuka > B E thn : ke: kaki merapat jari'jari lurus ke depan 0erjalan menggunting J palsi serebral spastik/ defis mental (anak diangkat pd ketiak)

!taksia (inGaginasi koordinasi hebat) : tumor otak/ ensefalopati/ kerusakan n. Gestibular ;tot : tonus otot/ nyeri otot/ spasme/ paralisis/ atrofi/ hipertrofi/ kontraktur %endi : 0engak (pd penyakit hemofili)/ panas/ kemerahan/ nyeri tekan/ nyeri gerak/ keterbatasan gerak (islokasi

T7LANG B)LAKANG

2ang diperiksa: Pada bayi dan anak kecil : posisi telentang/ tengkurap/ duduk Pada anak besar posisi berjalan/ berdiri/ duduk 3ordosis : deGiasi tulang belakangk ke anterior " : di daerah lumbal (ringan) (lord berlebih : rakitis/ distrofia otot/ otot dinding abd lemah) ,ifosis !ngulasi ke arah posterior (spondilitis tbc) ,ifosis lokal dengan C tajam : gibus (destruksi 8 atau : corpus Gertebra) %koliosis : deGiasi ke lateral (kelainan kongenital/ kelainan paru kronik) : anak balita Pada anak < besar : polio/ rakitis/ distrofia muskuler ,aku tulang belakang: Poliomyelitis/ meningitis/ tetanus/ osteomyelitis ,aku tulang blkg pd daerah serGikal : artritis rheumatoid juGenilis ,aku kuduk (spasme otot) gejala penting peny sistem saraf/ keadaan lain ;pistotonus (hiperekstensi tlg blkg) pd infeksi berat susunan saraf/ deserbrasi (kern ikterus/ keadaan lain) %pina bifida (kelainan ektodermal) massa kecil di garis media #eningocele : massa lembek dengan warna dan konsistensi berGariasi (berhubungan dengan %%P B palpasi ubun'ubun menonjol / tidak berhub dg %%P) #assa keras/ tidak berhub dg kanalis spinalis : spondilitis *0C (abses dingin) *eratoma : massa subkutan daerah sakrum

B)B)+APA G)JALA DAN TANDA N)7+OLOGIS 5G S)+ING DIT)*7KAN PD BA5I DAN ANAK
Ke0ang .ejala penyakit (bukan diagnosis) +enis : klonik/ tonik 3okal/ umum 3amanya/ frekuensi/ interGal antara serangan/ saat kejang dan post iktal (kesadaran)/ disertai demam/ tidak/ pernah kejang sebelumnya/ tidak ,ejang @grand malA : kejang umum tonik B klonik/ kesadaran hilang ,ejang @petit malA : kehilangan kesadaran 6 B 86 detik Tremor .emetaran ' gerakan halus konstan/ hipotermia/ hipokalsemia/ hipoglikemia *witching

.erakan spasmodik singkat : pada otot lelah/ nyeri setempat/ korea/ ansietas

Korea .erakan inGolunter kasar/ tanpa tujuan/ cepat/ tersentak sentak/ tidak teratur/ tidak terkoordinasi/ tonus otot tinggi %ering bersama atetosis (pd daerah ekstremitas distal) Paresis dan Para isis Paresis : kelumpuhan otot tidak sempurna (incomplete paralysis) Paralisis : kelumpuhan otot sempurna (complete paralysis) ,eduanya dapat flaksid/spastik -laksid : lesi lower motor neuron :poliomyelitis/ miastenia/ kerusakan medula spinalis (refleks berkurang) Paralisis tipe upper motor neuron : mulai dengan flaksiditas spastis paresis/ paralisis spastik : tonus otot meningkat/ refleks meningkat/ kontraksi otot lama/ refleks patologis ) (akibat lesi upper motor neuron) Hemiparesis/ hemiparalisis (hemiplagia : lumpuh 8 sisi tubuh dan anggota gerak dibatasi garis tengah di depan dan belakang) Hemiplagia alternans : kelumpuhan 8 saraf otak/ lebih ipsilateral dengan kelumpuhan lengan/ tungkai kontralateral (iplegia : kelumpuhan : anggota gerak atas atau bawah *etraplegia/ tetraparalisis : lumpuh keE anggota gerak Paraplegia : kelumpuhan anggota gerak bawah +e/ eks Super/isia 9efleks dinding abdomen : gores kulit abd dengan E goresan Umbilicalis (bergerak setiap goresan) 0ayi C 8tahun : (') Pada poliomyelitis/ lesi sentral/ piramidalJ reaksi (') 9eaksi kremaster : gores kulit paha dalam testes naik (poliomyelitis negatif)

+e/ eks Tendon Da am *endon biceps : fleksi sendi siku 9efleks triseps : ekstensi sendi siku 9efleks patella : ekstensi sendi lutut 9efleks tendon achilles : fleksi plantar kaki 9efleks tendon dalam W : lesi upper motor neuron/ hipertiroidi/ hipokalsemia Hiporefleksi : lesi lower motor neuron (syndrom (own/ malnutrisi +e/ eks Pa"o ogis +e/ eks Ba.inski : gores plantar kaki dengan alat runcing positif $kstensi ibu jari kaki dan jari'jari lain menyebar (gb. 6:) "ormal : bayi usia C 8D bulan/ lesi piramidal pada usia < 8D bulan (U#") +e/ eks oppenheim : tekan sisi medial pergelangan kaki : reaksi seperti 0abinski : lesi U#"/ tetani K onus perge angan kaki : dorsofleksi kaki dengan cepat dan kuat Pos: gerakan fleksi B ekstensi terus menerus dan cepat (menyertai refleks patologis) Tanda +angsang *eningea ,aku kuduk

0rudSinski & 0rudSinski && ,ernig

Kaku Kuduk #*u!ha rigidi"$( Pasien telentang B leher ditekuk secara pasif ada tahanan (dagu tidak dapat menempel di dada) : kaku kuduk positif (gb. 6>) 0ila disertai hiperekstensi tulang belakang : opistotonus (pada tetanus/ ensefalitis/ Girus/ abses retrofaringeal/ keracunan timbul/ artritis rheumatoid BrudIinski I #BrudIinskiDs Ne!k Sign( %atu tangan pemeriksa di bawah kepala pasien yang telentang *angan lain di dada pasien ,epala difleksi ke dada (pasif) 0ila kedua tungkai bawah fleksi pada sendi panggul dan lutut ? positif (gb. 6E) BrudIinski II #BrudIinskiDs ;on"ra a"era Leg Sign( Pasien telentang B fleksi pasif tungkai atas pada panggul fleksi tungkai lainnya pada sendi panggul dan lutut (gb. 66) Kernig Pasien telentang B fleksi tungkai atas tegak lurus luruskan tungkai bawah pada sendi lutut (" : tungkai bawah dpt membentuk sudut < 8>6 thd tungkai atas) (gb. 6=) : pada iritasi meningeal ekstensi lutut secara pasif rasa sakit dan ada hambatan (usia C = bulan sukar) Te"ani

,etukan pada depan telinga (daerah keluarnya ".fasialis) Positif bila kontraksi otot yang disarafi ".fasialis ipsilateral Positif ringan : C mulut dan bibir atas bergerak Positif sedang : gerakan cuping hidung dan mulut Positif kuat : kontraksi otot dahi kelopak mata dan pipi