Anda di halaman 1dari 42

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Tiap individu mempunyai potensi untuk terlibat dalam suatu hubungan sosial pada berbagai tingkat hubungan yaitu hubungan intim biasa sampai hubungan saliang ketergantungan. kenintiman dan saling ketergantungan dalam mengahadapi dan mengatasi berbagai kebutuhan setiap hari. Individu tak akan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa adanya hubungan dengan lingkungan sosial, oleh karena itu individu perlu membina hubungan interpersonal yang memuaskan. kepuasan hubungan dapat dicapai jika individu terlibat secara aktif dalam proses berhubungan. Peran serta yang tinggi dalam berhubungan disertai respon lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerjasama, hubungan timbal balik yang sinkron (Stuart & Sundeen, berfluktuasi sepanjang !!"#. peran serta dalam proses hubungan dapat rentang tergantung (dependent# dan mandiri

(independent# pada rentang sosial. $al ini berarti suatu saat individu tergantung pada orang lain dan suatu saat orang lain akan tergantung pada individu. Salah satu prilaku yang ditunjukkan untuk pemutusan hubungan yang diakibatkan oleh rasa tidak puas individu terhadap proses hubungan adalah tindakan menarik diri. Tingkah laku yang sering ditunjukkan oleh klien dengan menarik diri adalah respon yang kurang spontan, kurang memperhatikan pera%atan diri, dan menolak berhubungan dengan orang lain. &anyaknya dampak yang ditimbulkan dari klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri inilah yang mendasari penulis untuk menyusun Asuhan Keperawatan Jiwa pa a N!. SK &Menari' Diri( en"an Gan""uan Hu#un"an S$sia% r. S!ai,u% Anwar i Ruan" )* Ru+ah Sa'it U+u+

Ma%an" pada tanggal ' sampai dengan tanggal ! (uni )**+.

B. BATASAN MASALAH ,gar permasalahan yang dibahas tidak meluas dan menyimpang, maka penulisan makalah ini akan membatasi pembahasan hanya pada ,suhan -epera%atan (i%a pada .y. S- dengan /angguan $ubungan Sosial (0enarik 1iri# di 2uang )3 2umah Sakit 4mum dr. Syaiful ,n%ar 0alang pada tanggal ' sampai dengan ! (uni )**+. -. TUJUAN PENULISAN . Tujuan 4mum 0ahasis%a mampu untuk memadukan dan menggunakan teori5teori tentang ,suhan -epera%atan pada klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri berdasarkan kasus nyata dengan pendekatan proses kepera%atan. ). Tujuan -husus 1iharapkan mahasis%a mampu untuk 6 a. 0elakukan pengakajian dengan tepat pada pada klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri b. 0enegakkan diagnosa yang tepat berdasarkan hasil pengkajian c. 0enyusun rencana tindakan kepera%atan yang sesuai dengan standar ,suhan -epera%atan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh klien d. 0elaksanakan tindakan kepera%atan sesuai dengan intervensi yang dibuat dalam 2encana ,suhan -epera%atan e. 0elakukan evaluasi Tindakan -epera%atan dengan mengacu pada tujuan 2encana ,suhan -epera%atan.

BAB II TINJAUAN KEPERA.ATAN


A. DE/INISI 0enarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain atau menghindari hubungan dengan orang lain (2a%lins, !!3#. 1alam rentang respon sosial, perilaku menarik diri terletak di antara respon adaptif (respon yang dapat diterima oleh norma sosial dan kebudaaan yang secara umum berlaku# dan respon maladaptif (respon yang yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah kurang dapat diterima oleh norma sosial dan kebudayaan yang secara umum berlaku#, tetapi pada akhirnya respon ini akan mengarah pada respon sosial maladaptif jika tidak diantisipasi lebih lanjut oleh individu yang bersangkutan. 1i dalam rentang respon sosial ini, menarik diri digambarkan sebagai suatu keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain.
RENTANG RESP0N S0SIAL

2espon ,daptif
0enyendiri 8tonomi &ekerjasama (0utualisme# Saling tergantung (Interdependen# 0erasa sendiri (9oneliness# Menarik diri Tergantung (1ependen#

2espon 0aladaptif
0anipulasi Impulsif .arsistik Isolasi sosial

B. ETI0L0GI /angguan hubungan sosial menarik diri dapat terjadi karena adanya berbagai faktor. &erikut adalah faktor5faktor yang menyebabkan timbulnya gangguan hubungan sosial menarik diri 6 . 7aktor Predisposisi (Pendukung# a. 7aktor Perkembangan -emampuan membina hubungan yang sehat tergantung dari pengalaman selama proses tumbuh kembang. Setiap tumbuh kembang

memiliki tugas yang harus dilalui oleh individu dengan sukses, karena apabila tugas perkembangan ini tidak dapat dipenuhi, maka akan menghambat perkembangan pada masa selanjutnya. -urangnya stimulus kasih sayang, perhatian, dan kehangatan dari ibu (pengasuh# pada saat bayiakan memberikan rasa tidak aman yang akan menghambat terbentuknya rasa percaya. b. 7aktor &iologis Salah satu faktor pendukung penyebab terjadinya gangguan ji%a adalah genetik. c. 7aktor Sosial &udaya Sosial budaya merupakan salah satu faktor pendukung yang menjadi penyebab terjadinya gangguan hubungan sosial menarik diri, misalnya anggota keluarga yang tiadak produktif akan diasingkan dari orang lain (lingkungan sosialnya#. ). 7aktor Presipitasi (Pencetus# a. Stressor Sosial &udaya &eberapa contoh stressor sosial budaya sebagai penyebab terjadinya gangguan sosial budaya adalah keluarga yang labil, keadaan dira%at di 2umah Sakit. b. Stressor Psikologis Tingkat kecemasan yang berat akan menyebabkan menurunnya kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain. Intensitas kecemasan yang ekstrim dan memanjang disertai terbatasnya kemampuan individu untuk mengatasi masalah diyakini dapaat menyebabkan masalah dalam membina hubungan sosial. -. TANDA DAN GEJALA Individu dengan gangguan hubungan sosial menarik diri akan memperlihatkan beberapa tingkah laku sebagai berikut 6 . ,patis (,cuh terhadap lingkungan# ). :kspresi %ajah kurang berseri (cenderung menunjukkan ekspresi sedih# 3. ,fek tumpul

+. Tidak mera%at dan memperhatikan kebersihan diri ". -omunikasi verbal menurun atau tiadak ada ;. -lien tampak memisahkan diri dengan orang lain '. Tidak atau kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya <. Intake makanan dan cairan terganggu !. 2etensi urine dan feces *. Penurunan aktivitas . Tidak bertenaga 3. $aga diri rendah +. 0enolak berhubungan dengan orang lain, misalnya memutus percakapan atau pergi jika diajak untuk bercakap5cakap. ". 2espon kurang spontan. Sedangkan mekanisme koping yang biasa dipakai oleh individu dengan gangguan hubungan sosial menarik diri adalah regresi, represi, dan isolasi. mekanisme koping ini digunakan sebagai usaha untuk mengatasi kecemasan yang merupakan suatu kesepian nyata yang mengancam diri. D. ASUHAN KEPERA.ATAN JI.A PADA KLIEN DENGAN

GANGGUAN HUBUNGAN S0SIAL MENARIK DIRI 4ntuk membantu klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri, maka digunakan pendekatan proses kepera%atan yang bertahap, meliputi 6 1. Pengkajian Pengkajian individu dengan gangguan hubungan sosial menarik diri dilakukan untuk menggali faktor predisposisi, faktor presipitasi, tanda dan gejala, dan mekanisme koping yang dipakai oleh klien. 2. Masalah Keperawatan dan Diagnosa Keperawatan 0asalah -epera%atan yang mungkin ditimbulkan oleh individu dengan gangguan hubungan sosial menarik diri, antara lain 6 a. Isolasi sosial menarik diri b. /angguan -onsep 1iri 6 $arga 1iri 2endah c. 2esiko terjadi gangguan persepsi sensori 6 halusinasi

Sedangkan diagnosa kepera%atan yang mungkin muncul dari masalah kepera%atan yang ada adalah sebagai berikut 6 a. 2esiko perubahan persepsi sensori 6 halusinasi ... berhubungan dengan menarik diri b. Isolasi sosial 6 0enarik diri berhubungan dengan harga diri rendah 3. Perencanaan Perencanaan meliputi perhatian terhadap kebutuhan pendidikan klien. Tanggung ja%ab pera%at dalam hal ini adalah membantu klien dan keluarganya memahami tindakan kepera%atan dan terapi yang dilakukan pada klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri. Tujuan yang ingin dicapai dalam memberikan tindakan kepera%atan adalah untuk menumbuhkan perasaan yang menyenangkan dalam hubungan interpersonal secara maksimal dan mempertahankan perubahan yang telah dicapai dalam hubungan yang telah dibina. 4. Intervensi Pendekatan yang utama dalam tindakan kepera%atan pada klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri adalah 6 a. 0emenuhi kebutuhan biologis, dengan cara 6 .# 0emonitor intake dan output cairan dan nutrisi ).# 0emperhatikan kebersihan diri klien 3.# 0empertahankan sikap empatidan kesabaran pera%at untuk mengenali kebutuhan klien. b. -omunikasi verbal dan non verbal # Pilih topik pembicaraan yang disukai oleh klien )# /unakan model pertanyaan terbuka 3# -aji bahasa tubuh klien +# Pertahankan kontak mata antar pera%at dan klien "# /unakan sentuhan halus ;# Tatap klien %aktu berbicara, badan agak membungkuk ke depan untuk memperlihatkan bah%a pera%at siap membantu klien.

c. 0elibatkan orang lain dengan klien 1ia%ali dengan membina hubungan anatara klien dengan pera%at secara one to one kemudian dilanjutkan atau ditingkatkan dengan orang lain d. Intervensi keluarga # &antu keluarga untuk mengerti kebutuhan klien )# &antu keluarga untuk tetap mempertahankan hubungan dengan klien 3# &erikan pendidikan kesehatan pada klien ataupun kelarga mengenai proses pengobatan. e. Terminasi # &antu klien untuk mele%ati masa kehilangan )# &antu klien untuk mengatasi rasa takut atas ketidakmampuannya untuk mempertahankan hubungan yang sehat. . !valuasi :valuasi keberhasilan intervensi kepera%atan pada klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri terfokus pada pera%at dan klien. a. 7okus pada pera%at # :valuasi diri )# Supervisi oleh pera%at lain yang berpengalaman b. 7okus pada klien # Perilaku klien berubah )# Penggunaan komunikasi non verbal oleh klien 3# -lien dapat memulai percakapan +# -lien mampu mengambil keputusan dan mengemukakan pendapat sehingga harga diri dan rasa percaya diri klien klien meningkat "# -lien menggunakan sumber koping yang adekuat.

E. P0H0N MASALAH 2esiko perubahan persepsi sensori 6 halusinasi ...

Isolasi sosial 6 0enarik diri

/angguan -onsep 1iri 6 $arga 1iri 2endah

7aktor Presipitasi (Pencetus#

Stressor Psikologis

Stressor Sosial &udaya

7aktor Predisposisi (Pendukung#

7aktor Sosial &udaya

7aktor Perkembangan

7aktor &iologis

BAB III TINJAUAN KASUS


PENGKAJIAN 2uang 2a%at 6 2uang )3 -elas II -amar + 1. I entitas K%ien Inisial 4mur 6 .y. S6 +" tahun 9o%ok%aru, 0alang ). A%asan Masu' Ru+ah Sa'it -lien selalu diam, gelisah dan tidak mau makan *. /a't$r Presipitasi2 Riwa!at Pen!a'it Se'aran" -lien diba%a ke 2SS, oleh keluarganya karena gelisah, kemudian diam, dan tidak mau makan. ,%alnya pada tanggal 3 0ei klien tiba5tiba menjadi murung dan pendiam. kadang5kadang klien juga nampak gelisah. -lien tidak mau makan sejak tanggal ) (uni )**+. -lien tidak mau berbicara dengan orang lain, hanya berbicara kalau meminta sesuatu. -lien tidak bisa tidur nyenyak sejak 3 0ei )**+. -lien hanya tidur selama )53 jam sehari dan sering terbangun. -lien tidak tidur dan tidak tidur sama sekali sejak tanggal ) > + (uni )**+. keluarga klien mengatakan bah%a klien ingin menikah untuk yang ketiga kalinya, tetapi keluarga tidak menyetujui. -etika di temapat kerja, klien sering mendapat teguran dari pimpinannya karena sering lalai %aktu bekerja. -lien 02S di 2SS, pada tanggal " (uni )**+ dan dikirim ke ruang )3 dengan diagnosa psikosa. Pada saat pengkajian, klien tampak tertidur pulas sejak pukul -lien hanya makan sekali yaitu pada pagi hari dan dihabiskan. 3. /a't$r Pre isp$sisi a. 2i%ayat Penyakit yang 9alu -lien pernah mengalami gangguan ji%a di masa lalu dan 02S di 2SS, dengan diagnosa medis Psikosa yaitu pada bulan 1esember )** .** ?I& dan belum terbangun sampai saat pengkajian pukul )*. 3* ?I& setelah disuntik. Pekerjaan Informan 20. .o. 6 P.S 6 .n. 0 6 *33 3<' Tanggal dira%at 6 " (uni )**+

,lamat 6 (l. -ebon (eruk I= + 2T 8 = II Tanggal Pengkajian 6 ' (uni )**+

dengan sebab percerian dan bulan 1esember )**3 dengan sebab berduka yang berkepanjangan. Pengobatan klien sebelumnya belum berhasil karena klien tidak rutin untuk meminum obat dan tidak kontrol ke Poli (i%a 2SS, 0alang sejak -2S. -lien tidak pernah mengalami gangguan fisik ataupun gangguan tumbuh kembang. b. 2i%ayat Psikososial -lien tidak pernah menjadi pelaku, korban, ataupun saksi pada aniaya fisik, aniaya seksual, kekerasan dalam keluarga, tindakan kriminal maupun penolakkan karena selama ini keluarga klien adalah keluarga yang harmonis dan saling mendukung sesama anggota keluarga. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan dan pernah dirasakan oleh klien adalah pada saat klien kehilangan orang yang bernilai dalam hidupnya, yaitu ketika hubungannya dengan suami pertama harus diakhiri dengan perceraian. Setelah itu klien menikah untuk kedua kalinya, tetapi pada kali ini suaminya meninggal dunia pada tahun !!<. -lien juga kehilangan ayah kandungnya yang meninggal dunia pada tahun )**). 1alam hal ini, masalah kepera%atan yang muncul adalah berduka antisipatif. Selain itu, klien juga memiliki sifat kepribadian yang turtutup atau introvert. c. 2i%ayat Penyakit -eluarga 1alam keluarga klien terdapat anggota keluarga yang pernah mengalami gangguan ji%a yaitu ibu kandung klien. Ibu kandung klien juga 02S di 2SS, dengan gejala seperti yang ditunjukkan klien yaitu diam, tetapi gejala lain yang tampak pada ibu klien tetapi tidak dimiliki klien ialah kadang berbicara sendiri. $al ini juga terjadi pada ibu klien hampir setiap tahun.

4. Status Menta% a. Penampilan Penampilan klien tidak rapi dan hanya mengenakan hem dan kain yang digunakan untuk sarung, rambut klien tidak rapi. Masalah Keperawatan " De#isit Perawatan Diri b. -esadaran -esadaran klien saat pengkajian yaitu apatis, klien tampak mulai mengantuk, acuh tak acuh terhadap rangsang yang masuk, diperlukan rangsang yang kuat untuk menarik perhatian. c. 8rientasi -lien tidak mengalami disorientasi terhadap orang, tempat, dan %aktu. $al ini ditandai dengan sikap klien yang mampu menyebutkan diamana dia sekarang, nama anggota keluarga yang bersamanya, temapat ia bekerja, dan klien dapat menyebutkan hari dan tanggal serta keadaan lingkungan sekitar kamar ra%at klien. d. ,ktivitas 0otorik= Psikomotor 2espon klien terhadap stimulasi lingkungan sangat kurang. $al ini dibuktikan dengan adanya gerakan dan aktivitas yang menurun, dan klien tampak malas untuk melakukan kegiatan ($ipoaktivitas#. -lien banyak berbaring di tempat tidur. Masalah Keperawatan " Menarik Diri dan peru$ahan Proses Pikir e. ,fek :mosi ,fek emosi klien saat pengkajian menunjukkan afek emosi datar. $al ini ditunjukkan ketika klien menja%ab pertanyaan. -lien menja%ab dengan suara pelan dan lambat, disertai dengan ekspresi %ajah yang tidak berubah. klien hanya berbicara jika menginginkan sesuatu. Masalah Keperawatan " %angguan hu$ungan sosial dan peru$ahan proses pikir. f. Persepsi -lien tidak mengalami gangguan persepsi baik pendengaran, penglihatan maupun perabaan.

g. Proses pikir # ,rus pikir -lien tidak mengalami perubahan proses pikir (arus pikir# karena ketika diajak bicara dan diberi pertanyaan klien mampu menja%ab meskipun dengan suara pelan dan lambat, tetapi perkataannya dapat dipahami. )# Isi pikir (ika ada masalah klien tidak langsung membicarakan dengan keluarga atau orang lain, klien hanya diam dan cenderung pesimis. 0asalah kepera%atan6 gangguan proses pikir (isi pikir# 3# &entuk pikir &entuk pikir klien non realistic karena klien mengatakan bah%a ia kasihan terhadap anak5anaknya yang harus mera%at dan menjaganya , tetapi klien sendiri tidak punya keinginan untuk segera sembuh dan kembali melakukan aktivitasnya sehari5hari tanpa merepotkan orang lain. Masalah keperawatan" gangguan proses pikir &$entuk pikir' h. 0emori -lien mampu mengingat semua kejadian yang melibatkan dirinya, ketika ditanyakan tentang kejadian5kejadian yang telah lampau klien bisa menja%abnya. i. Tingkat konsentrasi dan berhitung -lien mampu berkonsentrasi dan berhitung dengan baik. -lien dapat menghitung a%al kedatangannya di rumah sakit sampai saat dikaji yaitu terhitung + hari. j. -emampuan penilaian -lien mampu mengambil keputusan sederhana. k. 1aya tilik diri atau insight -lien menyadari kalau dirinya sakit, tetapi tidak mengetahui jenis penyakitnya. Masalah keperawatan " peru$ahan proses pikir.

l. Interaksi selama %a%ancara -etika diajak bicara kontak mata klien kurang. -lien tampak sering menutup mata dan berperilaku seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu, klien tidak bisa menga%ali pembicaraan. -etika ditanya klien hanya menja%ab dengan sepatah dua patah kata (seperlunya#. Masalah keperawatan" gangguan hu$ungan sosial &(enarik diri'. 5. /isi' a. -eadaan umum -lien tampak lemah, muka kusut, rambut kurang rapi, kesadaran apatis. /@S +,",;. b. Tanda5tanda vital Tekanan darah 6 .adi &erat badan *='* mm$g. Suhu 2espirasi 63' @ 6 )*A= menit 6 <* A =menit

c. Tinggi badan 6 "< cm. 6 ;* -g (mengalami penurunan# d. -lien mengeluh kepalanya pusing dan badannya terasa lemah e. Pemeriksaan fisik Secara umum tidak ada kelainan fisik pada klien, hanya badan klien lemah. Tonus otot + + 2eflek fisiologis 6 B 2eflek patologis 6 5 &ising usus 6 )* A= menit -lien hanya berbaring ditempat tidur dan kurang beraktivitas Masalah keperawatan " penurunan (o$ilitas #isik 6. Pen"'a7ian Psi'$s$sia% &se#e%u+ an sesu ah sa'it( a. -onsep diri Sulit untuk dikaji karena klien menarik diri, dan tidak berminat untuk bicara dengan orang lain termasuk dengan keluarga sendiri serta tidak bisa menga%ali pembicaraan. + +

b. /enogram

-eterangan 6 Penderita gangguan (i%a @erai 0eninggal dunia Tinggal dalam satu rumah

c. $ubungan sosial # 8rang terdekat klien adalah anak perempuan keduanya )# -lien berperan sebagai guru S1 dan klien sering mengikuti kegiatan kerohanian 3# $ambatan dalam berhubungan dengan orang lain saat ini6 jika diajak bicara kontak mata klien kurang, klien kurang berminat berinteraksi dengan orang lain. Masalah keperawatan" gangguan hu$ungan sosial " (enarik diri d. Spiritual dan cultural # .ilai dan keyakinan -lien senantiasa menjalankan ajaran agamanya, norma dan peraturan yang ada di masyarakat.

)# -onflik nilai=keyakinan=budaya -lien pernah memiliki konflik dalam keluarga. -lien cenderung mempertahankan pendapatnya dan cenderung berdiam diri bila pendapatnya tidak diterima. 3# -egiatan ibadah -lien aktif ke gereja dan menyukai lagu5lagu pujian Masalah keperawatan " (ekanis(e koping tidak e#ekti# 8. Ke#utuhan Persiapan Pu%an" a. 0akan -lien memerlukan bantuan minimal dalam hal makan. b. &,&=&,-lien memerlukan bantuan minimal dalam hal kebutuhan eliminasi (perlu diantarkan ketika ke kamar mandi# c. 0andi -lien memerlukan bantuan minimal dalam hal mandi. d. &erpakaian atau berhias -lien memerlukan bantuan minimal dalam berpakaian maupun berhias. e. Istirahat dan tidur -lien pada tanggal ' (uni tidur siang jam berbaring di tempat tidur saja. f. Penggunaan obat -lien memerlukan bantuan minimal dalam penggunaan obat yang disediakan dari rumah sakit. g. Pemeliharaan kesehatan -lien masih memerlukan pera%atan lanjut dan system pendukung dari keluarga. h. ,ktivitas di dalam rumah -lien selalu mempersiapkan makanan, menjaga kerapian rumah, mencuci pakaian dan mengatur keuangan ketika di rumah. .** ?I& sampai jam *+.** pagi tanggal < (uni. Siang harinya klien tidur 3 jam. -lien hanya

i. ,ktivitas di luar rumah -lien sebelum sakit aktif dalam kegiatan organisasi kerohanian. Saat sakit klien hanya berdiam diri di rumah dan sama sekali tidak melakukan aktivitas di luar rumah. 9. Me'anis+e K$pin" -lien mau berbicara dengan orang lain jika menginginkan sesuatu. -etika ditanya, klien hanya menja%ab singkat dengan suara pelan dan lambat. (ika sedang mempunyai masalah klien cenderung menghindari orang lain dan berdiam diri. 1:. Masa%ah Psi'$s$sia% an Lin"'un"an a. 0asalah dengan dukungan kelompok -eiginan klien untuk menikah ketiga kalinya tidak disetujui oleh keluarganya. b. 0asalah berhubungan dengan lingkungan -ontak mata klien kurang, ketika ditanya klien menja%ab dengan singkat, bicaranya pelan dan lambat, kadang kurang jelas dan kadang hanya diam. c. 0asalah dengan pendidikan -lien tidak mempunyai masalah dengan pendidikannya. -lien mampu mencapai pendidikan terakhirnya hingga ke sarjana pendidikan dan sekarang klien menjadi guru S1. d. 0asalah dengan pekerjaan -lien sering mendapat teguran dari atasannya karena lalai dalam melaksankan tugasnya. e. 0asalah dengan perumahan -lien tidak mempunyai masalah dengan perumahan f. 0asalah dengan ekonomi -lien tidak mempunyai masalah dalam bidang ekonomi. g. 0asalah dengan pelayanan kesehatan -lien pernah masuk ke ruang )3 2SS, 0alang sebanyak ) kali dank lien kurang mematuhi aturan penatalaksanaan terapi.

h. 0asalah lainnya -lien merasa kasihan dengan anak5anaknya yang selalu menunggu klien di rumah sakit. Masalah keperawatan " koping individu tidak e#ekti#) gangguan hu$ungan sosial 11. Kuran" Pen"etahuan Tentan" -lien mempunyai penyakit ji%a karena mekanisme koping yang tidak efektif dan kurangnya sistem pendukung serta penggunaan obat5 obatan. 0asalah -epera%atan 6 -urang pengetahuan tentang proses penyakit dan tujuan pengobatan 1). Aspe' Me i' 1iagnosa 0edik 6 Psikosa Terapi 0edik 6 StelaCine 3 A "* mg @PD 3E "* mg

1*. Da,tar Masa%ah Keperawatan a. 2esiko -ekambuhan &erulang b. 1efisit Pera%atan 1iri c. Perubahan Proses Pikir (Isi Pikir# d. /angguan Interaksi Sosial 6 0enarik 1iri e. 0ekanisme -oping Tak :fektif

13. Ana%isa Data N$. DS ; .


-eluarga klien

DATA
mengatakan bah%a ia tidak mau

MASALAH
/angguan interkasi sosial 0enarik diri

menceritakan permasalahannya -eluarga klien mengatakan bah%a klien cenderung memiliki kepribadian yang tertutup D0 ; -ontak mata kurang -lien tampak sering memejamkan mata -lien tampak terlihat senang menyendiri -lien lebih banyak berbaring dan malas melakukan aktivitas -lien lebih banyak diam DS ; -eluarga klien mengatakan bah%a klien lebih senang diam, tidak makan dan menyendiri jika mendapat masalah D0 ; -eluarga klien hanya diam jika ditanya tentang permasalahan hidupnya

).

0ekanisme -oping tidak efektif

3.

-lien kurang berminat untuk berinteraksi DS ; -eluarga klien mengatakan bah%a klien hanya diseka ) kali dalam sehari D0 ; -lien tampak terbaring lemah Penampilan klien kurang rapi ?ajah klien tampak lusuh DS ; < D0 ; -ontak mata kurang -lien lebih banyak diam -lien tampak sering memejamkan mata -lien tampak sering menyendiri -lien lebih banyak berbaring dan malas untuk beraktivitas

1efisit pera%atan diri

+.

2esiko halusinasi

14. P$h$n Masa%ah

2esiko $alusinasi

1efisit Pera%atan 1iri

/angguan $ubungan Sosial 6 0enarik 1iri

Perubahan Proses Pikir

2esiko -ekambuhan &erulang

0ekanisne -oping Inefektif

7aktor Predisposisi

/a't$r S$si$'u%tura% -egagalan dalam nteraksi sosial dalam lingkungan kerja, keluarga, masyarakat

7aktor Presipitasi

/a't$r Bi$%$"i ,danya faktor genetis yang diturunkan orang tua /a't$r Psi'$s$sia% -egagalan dalam ,ktualisasi 1iri

Penolakan terhadap otoritas diri klien oleh keluarga

Teguran oleh atasan ketika bekerja

15. Dia"n$sa Keperawatan a. /angguan hubungan sosial 6 0enarik 1iri b. 0ekanisme koping inefektif berhubungan dengan penagalaman masa lalu yang kurang menyenangkan c. 1efisit pera%atan diri berhubungan dengan perubahan proses pikir d. 2esiko terjadi gangguan persepsi sensori halusinasi berhubungan dengan /angguan hubungan sosial 6 0enarik 1iri

LAP0RAN PENDAHULUAN

&Hari Perta+a Pra'te'(


A. Kasus &Masa%ah Uta+a( Perilaku menarik diri merupakan perilaku dimana individu tidak mempunyai minat dan perhatian terhadap lingkungan sosial secara langsung. B. Pr$ses Ter7a in!a Masa%ah . 7aktor Predisposisi a. faktor Perkembangan 6 /angguan pada tugas perkembangan, sistem keluarga b. 7aktor &iologis c. 7aktor Psikososial yang terganggu menunjang perkembangan respon sosial maladaptif 6 ,danya faktor genetis yang diturunkan orang tua 6 ,danya kegagalan untuk mengaktualisasikan diri d. 7aktor Sosio > -ultural 6 ,danya kegagalan dalam interaksi sosial dengan lingkungan , baik lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat ). 7aktor Presipitasi a. Stressor Sosi > -ultural 6 0enurunnya stabilitas keluarga, berpisah dari orang yang berarti, masalah pekerjaan b. Stressor Psikologis 6 ,nsietas berat berkepanjangan yang bersamaan bersamaan dengan keterbatasan kemampuan untuk mengatasinya 3. Penilaian terhadap Stressor 0erupakan respon kognitif, afektif, dan fisiologik, prilaku maupun sosial terhadap masalahnya. Setiap individu memiliki respon yang berbeda terhadap masalah yang sama. +. Sumber -oping 4ntuk mengatasi permasalahannya, individu mempunyai beberapa sumber yang dapat digunakan untuk mendukung kekuatannya yaitu kemampuan personal, dukungan sosial, aset materi, dan keyakinan positif. -. 1. P$h$n Masa%ah

2esiko perubahan persepsi sensori 6 halusinasi ...

Isolasi sosial 6 0enarik diri

/angguan -onsep 1iri 6 $arga 1iri 2endah

7aktor Presipitasi (Pencetus#

Stressor Psikologis

Stressor Sosial &udaya

7aktor Predisposisi (Pendukung#

7aktor Sosial &udaya Masa%ah Keperawatan

7aktor Perkembangan

7aktor &iologis

. Isolasi sosial 6 0enarik diri ). /angguan -onsep 1iri 6 $arga 1iri 2endah 3. 2esiko perubahan sensori persepsi 6 $alusinasi ). Data !an" Per%u Di'a7i a. :kspresi %ajah klien saat diajak bicara b. 2espon verbal klien c. Pera%atan diri klien d. -epribadian klien e. ,ktivitas klien f. Intake nutrisi dan cairan sehari > hari

D. Dia"n$sa Keperawatan . 2esiko perubahan persepsi sensori 6 halusinasi ... berhubungan dengan menarik diri ). Isolasi sosial 6 0enarik diri berhubungan dengan harga diri rendah E. Ren=ana Tin a'an Keperawatan 2esiko perubahan persepsi sensori 6 halusinasi ... berhubungan dengan menarik diri TUM 6 Tidak terjadi perubahan persepsi sensori TUK 6 . 0embina hubungan saling percaya ). 0enyebutkan penyebab menarik diri 3. 0enyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain +. 0elakukan hubungan sosial pera%at > klien, klien > pera%at > pera%at lain, klien > pera%at > klien lain, klien > kelompok secara bertahap ". 0engungkapkan perasaan setelah berhubungan dengan orang lain ;. 0emberdayakan sistem pendukung '. menggunakan obat dengan bbenar dan tepat <. Tindakan -epera%atan !. &ina hubungan saling percaya , salam terpeutik, perkenalan diri, jelaskan maksud dan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak jelas untuk tiap pertemuan. *. &erikan perhatian dan penghargaan, temani klien, %aktu klien tidak menja%ab katakan F Saya ada di sini, jika ingin mengatakan sesuatu, sayasiap mendengarkan F. (ika klien menatap pera%at katakan F ,da yang ingin anda katakan G H. . 1engarkan klien dengan empati, beri kesempatan bicara, tunjukkan pera%at mengikuti mengikuti pembicaraan klien. ). &icarakan dengan kjlien tentang penyebab mengapa ia tidak ingin bergaul dengan orang lain.

3. 1iskusikan tentang akibat tidak berhubungan dengan orang lain +. 1iskusikan keuntungan berhubungan dengan orang lain ". &antu klien untuk mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki untuk bergaul ;. 9akukan interaksi sering dan singkat dengan klien '. 0otivasi atau temani klien untuk berinteraksi, berkenalan dengan klien, pera%at lain <. &eri contoh cara berkenalan !. Tingakatkan interaksi klien secara bertahap )*. 9ibatkan klien dalam terapi aktivitas kelompok sosialisasi ) . &antu klien dalam melaksanakan aktivitas hidup sehari > hari dengan interaksi )). 7asilitasi terapeutik )3. 1iskusikan dengan klien setiap kali selesai mengadakan interaksi atau kegiatan )+. &eri pujian akan keberhasilan klien )". &erikan pendidikan kesehatan pada klien tentang bagaimana cara mera%at klien dengan gangguan hubungan sosial menarik diri melalui pertemuan individu, keluarga secara rutin. );. &antu klien menggunakan obat dengan prinsip " benar (benar obat, dosis, cara , %aktu, dan klien#. )'. ,njurkan pada klien untuk membicarakan manfaat atau efek samping obat yang dirasakan. $asil akhir yang diharapkan pada klien 6 . Tidak terjadi perubahan sensori persepsi ). -lien mengetahui penyebab prilaku menarik diri 3. -lien mengetahui keuntungan berinteraksi +. -lien mampu berinteraksi dengan orang lain $asil akhir yang diharapkan pada keluarga 6 hubungan keluarga dengan keluarga secara

. -eluarga mampu berinteraksi dengan klien secara terapeutik ). -eluarga mampu mengurangi penyebab mengapa klien menunjukkan perilaku menarik diri 3. -eluarga mampu mera%at anggota keluarga yang menarik diri.

LAP0RAN PENDAHULUAN STRATEGI PELAKSANAAN

&Tin a'an Keperawatan Hari Ke<)(


A. PR0SES KEPERA.ATAN . -ondisi klien 6 -lien berbaring ditempat tidur, mata sembab, penampilan kurang rapi, klien menja%ab pertanyaan dengan suara pelan dan lambat, klien tidak bisa menga%ali pembicaraan, kontak mata kurang, klien kurang bersemangat, terkadang klien tampak seolah5olah sedang berpikir, kemudian diam. -lien juga mengeluh pusing. ). 1iagnosa -epera%atan 6 /angguan interaksi sosial ( menarik diri # berhubungan dengan mekanisme koping tidak efektif. 3. Tujuan -husus 6 a. 0embina hubungan saling percaya. b. -lien mampu mengenali dan mengekspresikan emosi yang berhubungan dengan peristi%a kehidupan sehari5hari. +. Tindakan -epera%atan 6 a. 0emberikan salam dengan ramah. b. 0enanyakan alasan masuk rumah sakit. c. 0enanyakan bagaimana keadaannya hari ini. d. 0enanyakan bagaimana perasaannya hari ini. e. 0enanyakan bagaimana dengan masalahnya. f. 0enanyakan bagaimana cara penyelesaiannya.

B. STRATEGI K0MUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERA.ATAN 82I:.T,SI

. Salam terapeutik 6 F Selamat sore, &u Sri -enG -ami mahasis%a P89T:-:S 0alang (urusan kepera%atan. .ama saya Suci dan ini teman saya, -ayah.-ami ingin berbincang5bincang dengan ibu, ibu mau kanG F ). :valuasi = Ialidasi 6 F &agaimana keadaan ibu hari iniG F 3. -ontrak 6 ( Topik, ?aktu dan Tempat # Topik 6 F$ari ini saya ingin mengetahui perasaan ibu, apa yang ibu keluhkan dan ibu sudah melakukan apa saja sejak pagi tadiGH ?aktu 6 F -ita nanti ngobrol kurang lebih )* menit ya, &uGH Tempat 6 F -ita ngobrol diteras depan kamar saja ya, &uGJJ -:2(, 6 ( 9angkah5langkah Tindakan -epera%atan # . F&agaimana perasaan ibu saat iniGH ). F,pa yang ibu keluhkan saat iniGH 3. F-egiatan apa saja yang ibu lakukan sejak pagi tadiGH +. F,pakah ibu merasa lebih nyaman ngobrol disiniGH ". F0engapa ibu bisa sampai diba%a kesiniGH ;. FSejak kapan ibu dira%at disiniGH T:20I.,SI 6 . :valuasi respon klien terhadap tindakan kepera%atan ( Subyektif dan 8byektif # Subyektif 6 F&agaimana persaan ibu setelah keluar dari kamarG 9ebih nyaman dan segar kanGH 8byektif 6 F@oba ibu berbicara sambil menatap mata sayaGH ). Tindak lanjut klien ( apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan # F@oba ibu lebih meningkatkan aktivitas ibu. Supaya kelihatan lebih segar, ibu jangan tiduran terus. 0ungkin ibu bisa jalan5jalan santai diteras. Ibu juga harus berdandan supaya kelihatan cantik dan rapi.

Seandainya ibu punya masalah, bicarakan dengan orang yang ibu percayai yang bisa membantu menyelesaikan masalah. 3. -ontrak yang akan datang ( Topik, ?aktu dan Tempat # Topik 6 F&esok kita ngobrol lagi tentang bagaimana hubunga ibu dengan keluarga, pera%at dan orang5orang disekitar sini. (uga hubungan ibu dengan masyarakat sebelum ibu masuk kerumah sakit.H ?aktu 6 F&esok kira5kira jam empat sore kami akan menemui ibu lagi.H Tempat 6 F&esok kita ngobrol disini lagi ya,&uGH

LAP0RAN PENDAHULUAN STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERA.ATAN HARI KE<*

A. PR0SES KEPERA.ATAN . -ondisi klien 6 -lien berbaring ditempat tidur, penampilan kurang rapi, klien menja%ab pertanyaan dengan suara pelan dan lambat. -lien tidak bisa menga%ali pembicaraan. ). 1iagnosa -epera%atan 6 /angguan interaksi sosial ( menarik diri # berhubungan dengan mekanisme koping tidak efektif. 3. Tujuan -husus 6 -lien mampu menyebutkan aktivitas klien sehari5hari dan interaksi kien dengan masyarakat yang merupakan sistem koping yang positif. +. Tindakan -epera%atan 6 a. 0enanyakan kembali perkenalan kemarin b. 0enanyakan bagaimana perasaannya saat ini. c. 0embuat kontrak dengan pasien secara jelas. d. 0elakukan kontak dan berkomunikasi dengan pasien sesering mungkin. e. 0engkaji kemampuan koping klien dalam melakukan aktivitas sehari5 hari. f. 0engkaji hubungan interaksi klien dengan keluarga dan masyarakat.

B. STRATEGI K0MUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERA.ATAN 82I:.T,SI

. Salam terapeutik 6 FSelamat sore, &uG -ami datang lagi, masih ingat dengan saya kanG Saya Suci dan ini teman saya ,nti. Seperti kesepakatan kita kemarin, kita akan berbincang5bincang lagi, ibu masih ingat kanGH ). :valuasi = validasi 6 F&agaimana keadaan ibu sekarang, apa sudah jauh lebih baik daripada kemarinGH 3. -ontrak 6 ( Topik, ?aktu dan Tempat # Topik ibu ?aktu 6 F$ari ini saya ingin mengetahui apa yang dirasakan atau yang keluhkan saat ini, kegiatan apa saja yang sudah ibu hari ini, 6 F-ita ngobrol kurang lebih 3* menit ya, &uGH

dirumah dan kegiatan ibu dilingkungan luar.H Tempat 6 F-ita ngobrol disini saja ya, &uGH -:2(, 6 ( 9angkah5langkah Tindakan -epera%atan # . F&agaimana perasaan ibu saat ini GH ). F-eluhan apa yang sekarang ibu rasakanGH 3. F,pakah ibu merasa nyaman ngobrol disiniGH +. F-egiatan apa saja yang sudah ibu lakukan hari iniGH ". F,pa yang biasanya ibu lakukan bila ibu berada dirumahGH ;. F-egiatan apa saja yang ibu lakukan bila ibu berada dilingkungan luarGH T:20I.,SI . :valuasi respon klien terhadap tindakan kepera%atan ( Subyektif dan 8byektif # Subyektif 6 F&agaimana perasaan ibuG 9ebih baik kanG (angan terlalu banyak mikir ya,&uGH 8byektif 6 F@oba ibu lebih mengkonsentrasikan pikiran ibu ke hal5hal yang lebih menyenangkan dan lakukan kegiatan yang bisa membuat ibu senang pula.H ). Tindak lanjut klien ( apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan #

F@oba ibu lebih meningkatkan aktivitas ibu dan berinteraksi dengan orang lain, baik dirumah sakit maupun setelah ibu pulang dari sini. Seandainya ibu punya masalah, selesaikan masalah itu dengan baik.H 3. -ontrak yang akn datang ( Topik, ?aktu dan Tempat # Terminasi, perpisahan.

DA/TAR DIAGN0SA MASALAH 2uang 6 )3

.ama Pasien 6 .y. S.o 2egister 6 *33 3<' N$ D> Tan""a% +un=u%
*' (uni )**+ /angguan hubungan sosial6 menarik diri berhubungan dengan mekanisme koping inefektif ) *' (uni )**+ 0ekanisme koping inefektif berhubungan dengan 3 + *' (uni )**+ *' (uni )**+ pengalaman masa lalu tidak menyenangkan. 1efisit pera%atan diri berhubungan dengan perubahan proses pikir 2esiko $alusinasi berhubungan dengan /angguan hubungan sosial6 menarik diri

Dia"n$sa Keperawatan

Tan""a% teratasi

Tt

REN-ANA ASUHAN KEPERA.ATAN .ama 4mur 6 .y. S6 +; tahun

.o. 2egister 6 *33 3<' TGL N$.D>


'(uni )**+

DIAGN0SA KEPERA.ATAN
/angguan menarik inefektif interaksi diri sosial6 T46 Setelah berhubungan

TUJUAN
dilakukan klien

REN-ANA KEPERA.ATAN KRITERIA HASIL


:kspresi intrvensi mampu bersahabat, %ajah klien &ina dengan menunjukan

INTER?ENSI
hubungan saling percaya prinsip menggunakan

dengan mekanisme koping

kepera%atan ada. T4-

rasa senang, ada kontak mata mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menja%ab salam dan menyebutkan nama pera%at.

teraupetik. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal. Perkenalkan diri dengan sopan (elaskan maksud dan tujuan pertemuan Selalu kontak mata dan beri sentuhan selam interaksi. Sikap empati dan perhatian

memanfaatkan sistem koping yang

-lien mampu membuna hubungan saling percaya dengan pera%at.

T4- ) -lien mampu menggali koping

-lien mampu menyebutkan dan mengidentifikasi

pada klien ,jak klien untuk menyebutkan sistem koping yang digunakan klien

positif dari harinya

aktifitas sehari5

kekuatan personal klien dan menerima dukungan melalui hubungan kepera%atan.

dalam menghadapi masalah 0emebuat jelas. 0elakukan berkomunikasi kontak denga dan klien kontrak dengan

pasien dan keluarga secara

sesering mungkin. 0engkaji kemampuan koping klien melalui aktifitas sehari5 hari T4- 3 1engan motivasi dari keluarga, klien dapat menggunakan koping positifnya menghadapi masalahnya -lien mampu mengutarakan keluhannya, motivasi sehingga dari klien dengan keluarga, mampu atau dengan bantuan saling masalah percaya klien keluarga. &ina hubungan dengan keluarga 6 1iskusikan

dengan keluarga, serta koping positif yang ada pada klien dan keluarga. ,njurkan memotivasi membangun adaptif. keluarga klien koping untuk dalam yang

membuat keputusan

IMPLEMENTASI DAN E?ALUASI KEPERA.ATAN KESEHATAN JI.A 2uang 6 )3

.ama Pasien 6 .y.S.o. 2egister 6 *33 3<' N$ Tan""a% D> Ja+ *' (uni )**+ 1
<.3* ?I&

IMPEMENTASI KEPERA.ATAN
0emberi salam dan memperkenalkan diri pada keluarga klien. 0enjelaskan maksud dan tujuan pada keluarga klien. 0embuat kontrak pertemuan pada keluarga klien. 0enankan tentang ri%ayat klien dan sebab 02S. S6

E?ALUASI

keluarga denganbaik

menja%ab dan

mengatakan bah%a klien tidur sepanjang hari. 86-lien terlihat terbaring tidur. ,6T4- tidak terlaksana. P 6Pertahankan T4-

*< (uni )**+ ;.** ?I&

0emberi salam dan memperkenalkan diri dengan ramah, sopan serta kontak mata pada klien. 0enjelaskan pertemuan maksud dan tujuan

S6 -eluarga bicara, 86 -lien mau menja%ab salam dan menjabat tangan pera%at. -lien berbaring memejamkan mata. -lien bersedia turun dari tempat tidur, duduk diteras bersama peara%at. -lien menja%ab terlihat dan dengan mengatakan senantiasa klien diam jika tidak diajak berbaring dan tidur.

0engukur TTI 0engajak klien duduk diteras dan melihat pemandangan. 0enanyakan keluhan dan keberadaannya saat ini 0enanyakan perasaan klien setelah banyak dikunjungi keluarga dan teman5temannya. 0elakukan kontrak dengan klien dan keluarga untuk pertermkuan berikutnya.

<.3* ?I&

pertanyaan lambat

singkat,

dan memijit

keningnya (tidak ada kontak mata#. ,6 T4tercapai sebaigian P6 pertahankan T4-

*! (uni )**+ 0emberi salam pada klien 0engingatkan sebelumnya. 0enanyakan menyenangkan. 0enemani dan mena%arkan bantuan pada klien. 0enanyakan aktivitas dan keseharian klien 0enganjurkan klien untuk tidak terlalu memikirkan masalahnya dan berserah diri kepada Tuhan K0:. 0enganjurkan kien untuk tidak 86 -lien singkat. -lien mengangukan keluarga untuk dan mata. -lien hanya bersedia duduk ditempat tidur. ,6 T4- tercapai T4- ) tercapai sebagian. P 6 pertahankan T4-) dan lanjutkan T4-3 sedikit banyak kepala kontak masih menceritakan masalahnya kepada teman atau keluarga atau teman dekatnya yang dipercaya. 0endiskusikan masalah klien dengan keluarga serta koping positif yang ada pada klien dan keluarga . 0enganjurkan pada memberikan motivasi pada klien serta meluangkan %aktu untuk saling berbagi dalam mengahdapi masalah. perasaan klien dan mengajaknya untuk menceritakan hal yang klien dengan kontrak S6 -lien menja%ab salam pera%at dan mampu mengingat pera%at. -lien dan -lien aktfitasnya dan ke (menyanyi# mengatakan senang bayak nama

perasaannya lebih baik yang menjenguk. mengatakan mengajar gereja

menja%ab pelan dan

E. E?ALUASI SUMATI/ Setelah melakukan asuhan kepera%atan, selama tiga hari terhadap .y. -S maka didapatkan empat diagnosa yang muncul pada klien yaitu 6 . /angguan hubungan sosial6 menarik diri berhubunan dengan mekanisme koping inefektif ). mekanisme koping inefektif berhubungan dengan pengalaman masa lalu tidak menyenangkan. 3. 1efisit pera%atan diri berhubungan dengan perubahan proses berfikir +. resiko halusinasi berhubungan dengan /angguan hubungan sosial6 menarik diri Pada hari pertama, klien sama sekali tidak berespon positif pada pera%at.klien berbaring tidur, namun pada hari berikutnya hari kedua dan ke tiga klien mau berespon dan berinteraksi dengan pera%at dan mau berbicara singkat dan lambat. -lien bersedia duduk diteras dengan pera%at, duduk ditempat tidur dengan %ajah menunduk, sedikit kontak mata dan memijit keningnya.

BAB I? PEMBAHASAN
Setelah membandingkan antara tinjauan kepera%atan dengan kasus nyata, pada kasus .y. S- dengan /angguan hubungan sosial6 menarik diri, maka ada beberapa kesenjangan yang ditemukan antara lain 6 A. Pen"'a7ian 0enurut teori yang terdapat pada &ab II pada pengkajian aspek emosi terdapat afek tumpul, sedangkan pada kasus afek emosi klien adalah datar dengan data pengkajian klien menja%ab pelan, singkat dan ekspresi %ajah tidak berubah. Pada teori tingkah laku klien tidak atau kurang sadar dengan lingkungan, namun pada kasus klien sadar dengan keadaan lingkungan tidak terdapat disorientasi tempat, %aktu, dan orang. $anya saja klien bersikap acuh dan dan tidak peduli dengan lingkungannya. 1alam teori pemeriksaan fisik terdapat retensi urine dan feses, sedangkan pada .y.S- jika ada rangsangan untuk &,& = &,- klien dibantu oleh keluarga untuk ke toilet. -onsep diri tidak terkaji, karena respon klien lambat disebabkan oleh perubahan proses pikir yang terjadi pada klien. Selain itu terdapat kerancuan dan pertentangan antara data sekunder (anamnesa dengan keluarga#, dan sikap dan perilaku klien, terutama mekanisme koping klien. B. . 2esiko perubahan dengan menarik diri. ). Isolasi sosial6 menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. Sedangkan pada kasus .y. S- terdapat empat diagnosa yang muncul yaitu6 . /angguan hubungan sosial6 menarik diri berhubungan dengan mekanisme koping inefektif. ). 0ekanisme koping inefektif berhubungan dengan pengalaman masa lalu tidak menyenangkan. 3. 1efisit pera%atan diri berhubungan dengan perubahan proses pikir. +. 2esiko halusinasi berhubungan dengan menarik diri Dia"n$sa Keperawatan 0enurut Stuart Sundeen , !!" terdapat diagnosa kepera%atan yaitu6 sensori persepsi6 halusinasiLL berhubungan

-. D.

Peren=anaan Tidak ada kesenjangan antara rencana teori dan dikasus. Pe%a'sanaan percaya, menggali koping positif dari klien, untuk menghadapi masalah. 1an mendorong keluarga untuk memberi dukungan dan memperhatikan klien dengan baik, menganjurkan untuk kontrol dan minum obat secara teratur dan berkesinambungan untuk pemeliharaan kesehatan ji%a.

7okus pelaksanaan asuhan kepera%atan adalah membina hubungan saling

E.

E@a%uasi telah tercapai, T4- ) tercapai sebagian. Sehingga masuk pada tahap pelaksanaan T4- ) dan T4- 3 untuk pencapaian tujuan berikutnya, yaitu dengan bantuan keluarga membangun sistem koping yang efektif.

:valuasi dilakukan secara formatif dan sumatif pada .y. S-, T4-

BAB ? PENUTUP
A. KESIMPULAN . Pada pengkajian dalam kasusu .y. S- di ruang )3 2SS, 0alang banyak didapatkan masalah kepera%atan ji%a, tapi yang paling menonjol adalah masalah mengenai gangguan interaksi sosial (menarik diri#. ). Perencanaan yang disusun lebih diutamakan untuk mengatasi diagnosa utama terkait dengan masalah utama klien yang menjadi penyebab pada diagnosa utama. 3. Implementasi yang dilaksanakan dilakukan sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melalui tahap sesuai tujuan khusus yang ada. +. :valuasi dilakukan setelah dilakukan tindakan kepera%atan pada klien. B. SARAN . Pada pelaksanaan asuhan kepera%atan kepada klien harus benar5benar memperhatikan data yang didapatkan. ). Pera%at hendaknya melibatkan keluarga dalam melakukan asuhan kepera%atan. 3. Pendidikan kesehatan pada keluarga klien sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya kekambuhamn. +. 1alam melaksanakan tindakan kepera%atan selain disesuikan dengan situasi dan kondisi diperlukan juga kerjasama dengan tim kesehatan yang lain.

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Ny. sk dengan gangguan HUBUNGAN SOSIAL (Mena !k D! !"
d! uang #$ u%a& sak!' u%u% d . sya!(u) an*a %a)ang Disusun dala( rangka (elaksanakan tugas Mata Kuliah Keperawatan *iwa Poltekkes *urusan Keperawatan Prodi Keperawatan Malang

Oleh : Kelompok VII A


1. Siti Rukayah 2. Sri Arum Rimayati 3. Sri Eko Jumianti 4. Suci Lestari 5. Yony (020100030) (020100031) (020100032) (020100033)

risno A!ianto (02010003")

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK IND0NESIA P0LITEHNIK KESEHATAN MALANG JURUSAN KEPERA.ATAN PR0GRAM STUDI KEPERA.ATAN MALANG )::3

DA/TAR ISI
@over (udul -ata Pengantar 1aftar Isi &ab I Pendahuluan ................................................................... ,. 9atar &elakang 0asalah .............................................. &. &atasan 0asalah.......................................................... &ab II Tinjauan Teori ............................................................. ,. 1efinisi........................................................................ &. :tiologi ....................................................................... @. Tanda dan /ejala......................................................... 1. 2encana ,suhan -epera%atan.................................... ) 3 3 3 + + @. Tujuan Penulisan.......................................................... )

:. Pohon 0asalah............................................................. < &ab III Tinjauan -asus . ............................................................ !

9aporan Pendahuluan ($ari Pertama Praktek#............ )* 9aporan Pendahuluan (Strategi Pelaksanaan#............. )" &ab II Pembahasan................................................................. &ab I Penutup ....................................................................... ,. -esimpulan .............................................................. &. Saran ........................................................................ 1aftar Pustaka 33 3" 3" 3"

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ,llah S?T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah5.ya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Asuhan Keperawatan Jiwa pa a N!. s' en"an Hu#un"an S$sia% &Menari' Diri( i Ruan" )* Ru+ah Sa'it U+u+ r. S!ai,u% Anwar Ma%an" A , untuk memenuhi tugas mata kuliah -epera%atan -epera%atan (i%a. 1alam menyelesaikan makalah ini, penulis tidak dapat lepas dari bantuan berbagai pihak. 4ntuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada 6 . Ibu $j. Isnaeni 1T., S-0, 0.-es, selaku 1irektur Poltekkes 0alang. ). Ibu 7arida $alis 1-. Skp., selaku koordinator 0ata -uliah -epera%atan (i%a 3. &pk. -issa &ahari, Skp., .S., selaku 1osen Pengajar 0ata -uliah -epera%atan +. Ibu 1yah ?idodo, Skp., selaku 1osen Pembimbing -elompok III , ". -epala Pera%at 2uang )3 2umah Sakit Syaiful ,n%ar 0alang ;. Pera%at jaga sore 2uang )3 2umah Sakit Syaiful ,n%ar 0alang '. 1an semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan sebagai bahan ukuran dan pertimbangan untuk pembuatan makalah yang selanjutnya. ,khirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat dapat memberikan manfaat bagi semua yang membacanya. 0alang, ' (uni )**+

Penulis

DA/TAR PUSTAKA -eliat, &udi ,na. !!!. %angguan Konsep Diri. (akarta 6 :/@ -eliat, &udi ,na. !!!. Kedaruratan pada +la( Perasaan. (akarta 6 :/@ -eliat, &udi ,na. !!<. Proses Keperawatan Kesehatan *iwa. (akarta 6 :/@ Stuart, /in & Sundeen, S. !!<. Keperawatan *iwa !disi III " ,espon %angguan +la( Perasaan. (akarta 6 :/@ Stuart, /in & Sundeen, S. !!". Principle of Psychiatric .ursing. St 9ouis 6 0osby Kear &ook Makalah Pelatihan -asional +suhan Keperawatan Pro#esional *iwa dan Ko(unikasi Terapeutik Keperawatan. &atu 0alang, 3 > < 8ktober )**). Persatuan Pera%at .asional Indonesia @abang 0alang -erjasama dengan Tim 0odel Pelayanan -epera%atan Profesional -epera%atan (i%a 2S. 2adjiman ?ediodiningrat 9a%ang dan Program Studi -epera%atan 7&ra%ijaya 0alang.