Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR TERMOKIMIA

Nama NRP Kelompok Meja Tanggal Percobaan Asisten

Oleh : : Ernalia Rosita : 133020175 :G : 11 (Sebelas) : 11 Desember 2013 : Vanidya Afsarah Permadi

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2013

TERMOKIMIA ERNALIA ROSITA 133020175 Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan ABSTRAK
Termokimia adalah ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor dalam suatu reaksi kimia dengan mengamati perubahan panas. Tujuan percobaan ini adalah untuk mempelajari bahwa setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi, perubahan kalor dapat diukur atau dipelajari dengan percobaan yang sederhana, dan reaksi kimia dapat berlangsung secara eksoterm dan endoterm. Prinsip percobaan ini adalah berdasarkan Hukum Hees: Kalor yang dibebaskan atau diserap tidak bergantung pada jalannya reaksi, tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir, Hukum Black: Kalor yang diserap akan sama dengan kalor yang dilepas, Hukum Lavoisier: Setiap reaksi kimia, massa zat yang bereaksi sama dengan massa produk reaksi. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil k penentuan ketetapan kalorimeter sebesar 306.35, H penentuan kalor CuSO4 + Zn sebesar 420940.33 J, H penentuan kalor etanol + air sebesar 3049,50 J, dan H penentuan kalor penetralan HCl + NaOH sebesar 13669,11 J. Keywords: Termokimia, Tujuan Percobaan, Prinsip Percobaan, Hasil pengamatan.

PENDAHULUAN Termokimia adalah ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor dalam suatu reaksi kimia dengan mengamati perubahan panas. Termokimia turut menangani pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai proses-proses kimia. Kebanyakan pengukuran semacam ini dilakukan dengan sebuah kalorimeter, dimana kalor yang dibebaskan atau diserap dalam suatu reaksi kimia ditentukan dengan menggunakan termometer. Untuk mempelajari perubahan kalor dari suatu proses perlu dikaji beberapa hal yang berhubungan dengan energi apa saja yang dimiliki oleh suatu zat, bagaimana mengukur perubahan energi tersebut, dan bagaimana hubungannya dengan struktur zat. Tujuan percobaan ini adalah untuk mempelajari bahwa setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi, perubahan kalor dapat diukur atau dipelajari dengan percobaan yang sederhana, dan reaksi kimia dapat berlangsung secara eksoterm dan endoterm. Prinsip percobaan ini adalah berdasarkan Hukum Hees: Kalor yang dibebaskan atau diserap tidak bergantung pada jalannya reaksi, tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan akhir, Hukum Black: Kalor yang diserap akan sama dengan kalor yang dilepas, Hukum Lavoisier: Setiap reaksi kimia, massa zat yang bereaksi sama dengan massa produk reaksi. METODOLOGI Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah aquadest, CuSO4, Zn, Etanol, HCl dan NaOH. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah gelas kimia, termometer, termos kalorimeter, kaki tiga, kawat kassa dan bunsen.

Metode Percobaan 1. Penentuan Ketetapan Kalorimeter

Gambar 1. Metode Percobaan Penentuan Ketetapan Kalorimeter

2. Penentuan Kalor Reaksi Zn(s) + CuSO4(l)

Gambar 2. Metode Percobaan Penentuan Kalor Reaksi Zn(s) + CuSO4(l) 3. Penentuan Kalor Etanol dalam Air

Gambar 3. Metode Percobaan Penentuan Kalor Etanol dalam Air

4. Penentuan Kalor Penetralan HCl dan NaOH

Gambar 4. Metode Percobaan Penentuan Kalor Penetralan HCl dan NaOH HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengamatan Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan didapatkan hasil: 1. Penentuan Ketetapan Kalorimeter Tabel 1. Hasil Pengamatan Ketetapan Kalorimeter n x (t) y (T) x2 x.y 315 624 933 1240 1545 1848 2156 2465 2772 3070 xy = 16967 1 1 menit 315 K 1 2 2 menit 312 K 4 3 3 menit 311 K 9 4 4 menit 310 K 16 5 5 menit 309 K 25 6 6 menit 308 K 36 7 7 menit 308 K 49 8 8 menit 308 K 64 9 9 menit 308 K 81 10 10 menit 307 K 100 x = 55 y = 3096 x2 = 385 (Sumber: Ernalia Rosita, 133020175, Meja 11, Kelompok G, 2013) a = (y. x2) (x. xy) n(x2) (x)2 = (3096.385) (55.16967) 10(385) (55)2 = 1191960 933185 3850 3025 = 258775 825

= 313,67 b = n(xy) (x. y) n(x2) (x)2 = 10 (16967) (55.3096) 10 (385) (55)2 = 169670 170280 3850 3025 = - 610 825 = - 0,739 yn = a + bxn y1 = a + bx1 y1 = 313,67 + (-0,739)1 = 312,931 y2 = a + bx2 y2 = 313,67 + (-0,739)2 = 313,67 + (-1,478) = 312,192 y3 = a + bx3 y3 = 313,67 + (-0,739)3 = 313,67 + (-2,217) = 311,453 y4 = a + bx4 y4 = 313,67 + (-0,739)4 = 313,67 + (-2,956) = 310,714 y5 = a + bx5 y5 = 313,67 + (-0,739)5 = 313,67 + (-3,695) = 309,975 y6 = a + bx6 y6 = 313,67 + (-0,739)6 = 313,67 + (-4,343)
316 315 314 313 312 311 310 309 308 307 306 1 2 3 4 5 6 7

= 309,236 y7 = a + bx7 y7 = 313,67 + (-0,739)7 = 313,67 + (-5,173) = 308,497 y8 = a + bx8 y8 = 313,67 + (-0,739)8 = 313,67 + (-5,912) = 307,758 y9 = a + bx9 y9 = 313,67 + (-0,739)9 = 313,67 + (-6,651) = 307,019 y10 = a + bx10 y10 = 313,67 + (-0,739)10 = 313,67 + (-7,39) = 306,28 Td = 25 + 273 = 298 K Tp = 90 + 273 = 363 K Tc = 42 + 273 = 315 K Q1 = m x c x (Tc-Td) = 40 x 4,2 x (315-298) = 40 x 4,2 x 17 = 2856 J Q2 = m x c x (Tp-Tc) = 40 x 4,2 x (363-315) = 40 x 4,2 x 48 = 8064 J Q3 = Q2 Q1 = 8064 2856 = 5208 k = Q3 = 5208 = 306,35 (Tc-Td) 17

y percobaan y teori

10

Gambar 5. Grafik Penentuan Ketetapan Kalorimeter

2. Penentuan Kalor CuSO4 + Zn Tabel 2. Hasil Pengamatan Penentuan Kalor CuSO4 + Zn n x (t) y (T) x2 x.y 1 0,5 menit 331 K 0,25 165,5 2 1 menit 330 K 1 330 3 1,5 menit 330 K 2.25 495 4 2 menit 329 K 4 658 x = 5 y = 1320 x2 = 7,5 xy = 1648,5 (Sumber: Ernalia Rosita, 133020175, Meja 11, Kelompok G, 2013) a = (y. x2) (x. xy) y3 = a + bx3 n(x2) (x)2 y3 = 331,5+ (-1,2)3 = (1320.7,5) (5. 1648,5) = 331,5+ (-3,6) 4(7,5) (5)2 = 327,9 = 9900 8242,5 y4 = a + bx4 30 25 y4 = 331,5+ (-1,2)4 = 1657,5 = 331,5 + (-4,8) 5 = 326,7 = 331,5 Td = 26 + 273 = 299 K b = n(xy) (x. y) Tc = 331 K n(x2) (x)2 T1j = Tc Td = 4(1648,5) (5.1320) = 331 K 299 K = 32 K 2 4(7,5) (5) Q4 = k . T1j = 6594 6600 = 306,35 . 32 30 25 = 9803,2 =-6 Q5 = mcamp x camp x ccamp x T1j 5 = (20+2) x 1,14 x 3,52 x 32 = -1,2 = 2825,01 yn = a + bxn Q6 = Q4 + Q5 y1 = a + bx1 = 9803,2 + 9803,2 y1 = 331,5+ (-1,2)1 = 12628,21 = 330,2 mol Zn= gr = 2 = 0,03 mol y2 = a + bx2 Mr 65,4 y2 = 331,5+ (-1,2)2 H = Q6 = 12628,21 = 331,5 + (-2,4) mol Zn 0,03 = 329,1 = 420940,33 J
332

331

330 y percobaan y teori 328

329

327

326 0.5 1 1.5 2

Gambar 6. Grafik Penentuan Kalor CuSO4 + Zn

3. Penentuan Kalor Etanol + Air Tabel 3. Hasil Pengamatan Penentuan Kalor Etanol + Air n x (t) y (T) x2 x.y 1 0,5 menit 304 K 0,25 152 2 1 menit 304 K 1 304 3 1,5 menit 304 K 2,25 456 4 2 menit 303K 4 606 5 2,5 menit 303 K 6,25 757,5 6 3 menit 302 K 9 906 7 3,5 menit 302 K 12,25 1057 8 4 menit 302 K 16 1208 2 x = 18 y = 2424 x = 51 xy = 5446,5 (Sumber: Ernalia Rosita, 133020175, Meja 11, Kelompok G, 2013) a = (y. x2) (x. xy) y7 = a + bx7 n(x2) (x)2 y7 = 304,6+ (-0,714)7 = (2424 . 51) (18. 5446,5) = 304,6+ (-4,998) 2 8(51) (18) = 299,6 = 123624 98037 y8 = a + bx8 408 324 y8 = 304,6+ (-0,714)8 = 25587 = 304,6 + (-5,712) 84 = 298,89 = 304,6 Tetanol = 23 + 273 = 296 K b = n(xy) (x. y) Taquadest = 25 + 273 = 298 K n(x2) (x)2 TA = yawal + yakhir = 8(5446,5) (18.2424) 2 8(51) (18)2 = 303,89 + 298,89 = 43572 43632 2 408 324 = 602,78 = 301,39 = - 60 2 84 TM = Taquadest + Tetanol = - 0,714 2 yn = a + bxn = 298 + 296 y1 = a + bx1 2 y1 = 304,6+ (-0,714)1 = 297 = 303,89 y2 = a + bx2 T2j = TA TM y2 = 304,6+ (-0,714)2 = 301,39 297 = 304,6 + (-1,428) = 4,39 = 303,17 Q7 = maquadest x caquadest x T2j y3 = a + bx3 = 18 x 4,2 x 4,39 y3 = 304,6+ (-0,714)3 = 331,88 = 304,6+ (-2,142) Q8 = metanol x cetanol x T2j = 302,46 = 29 x 1,92 x 4,39 y4 = a + bx4 = 244,43 y4 = 304,6+ (-0,714)4 Q9 = k x T2j = 304,6 + (-2,856) = 306,35 . 4,39 = 301,74 = 1344,87 y5 = a + bx5 Q10 = Q7 + Q8 + Q9 y5 = 304,6+ (-0,714)5 = 331,88 + 244,43 + 1344,87 = 304,6+ (-3,57) = 1921,18 = 301,03 mol etanol = gr = 29 = 0,63 y6 = a + bx6 Mr 46 y6 = 304,6+ (-0,714)6 H = Q10 = 1921,18 = 304,6 + (-4,284) mol etanol 0,63 = 300,32 = 3049,50 J

305 304 303 302 y percobaan 301 300 299 298 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 y teori

Gambar 7. Grafik Penentuan Kalor Etanol + Air 4. Penentuan Penetralan HCl + NaOH Tabel 4. Hasil Pengamatan Penentuan Penetralan HCl + NaOH n x (t) y (T) x2 x.y 153,5 307 460,5 614 767,5 921 1074,5 1228 1381,5 1535 xy = 8442,5 1 0,5 menit 307 K 0,25 2 1 menit 307 K 1 3 1,5 menit 307 K 2,25 4 2 menit 307 K 4 5 2,5 menit 307 K 6,25 6 3 menit 307 K 9 7 3,5 menit 307 K 12,25 8 4 menit 307 K 16 9 4,5 menit 307 K 20,25 10 5 menit 307 K 25 2 x = 27,5 y = 3070 x = 96,25 (Sumber: Ernalia Rosita, 133020175, Meja 11, Kelompok G, 2013) a = (y. x2) (x. xy) = 307 n(x2) (x)2 y2 = a + bx2 = (3070 . 96,25) (27,5. 8442,5) y2 = 307+ (0)2 10(96,25) (27,5)2 = 307 = 295487,5 232168,75 y3 = a + bx3 962,5 756,25 y3 = 307+ (0)3 = 63318,75 = 307 206,25 y4 = a + bx4 = 307 y4 = 307+ (0)4 b = n(xy) (x. y) = 307 n(x2) (x)2 y5 = a + bx5 = 10(8442,5) (27,5 . 3070) y5 = 307+ (0)5 10(96,25) (27,5)2 = 307 = 84425 84425 y6 = a + bx6 962,5 756,25 y6 = 307+ (0)6 = 0 = 307 206,25 y7 = a + bx7 =0 y7 = 307+ (0)7 yn = a + bxn = 307 y1 = a + bx1 y8 = a + bx8 y1 = 307+ (0)1 y8 = 307+ (0)8

= 307 y9 = a + bx9 y9 = 307+ (0)9 = 307 y10 = a + bx10 y10 = 307+ (0)10 = 307 THCl = 24 + 273 = 297 K TNaOH = 24 + 273 = 297 K TA = yawal + yakhir 2 = 307+ 307 2 = 307 TM = THCl + TNaOH 2 = 297 + 297 2
308 307.8 307.6 307.4 307.2 307 306.8 306.6 306.4 306.2 306 1 2 3 4 5 6 7

= 297 T3j = TA TM = 307 297 = 10 Q11 = mcamp x ccamp x T3j = 40 x 3,96 x 10 = 1584 Q12 = k x T3j = 306,35 . 10 = 3063,5 Q13 = Q11 + Q12 = 1584 + 3063,5 = 4647,5 mol NaCl = gr = 20 = 0,34 Mr 58,5 H = Q13 = 4647,5 mol NaCl 0,34 = 13669,11 J

y percobaan y teori

10

Gambar 8. Grafik Penentuan Penetralan HCl + NaOH Pembahasan Termokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan. Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yang dapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuan dasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi. Prinsip kerja dari kalorimeter adalah mengalirkan arus listrik pada kumparan kawat penghantar yang dimasukan ke dalam air suling. Pada waktu bergerak dalam kawat penghantar (akibat perbedaan potenial) pembawa muatan bertumbukan dengan atom logam dan kehilangan energi. Akibatnya pembawa muatan bertumbukan dengan kecepatan konstan yang sebanding dengan kuat medan listriknya. Tumbukan oleh pembawa muatan akan menyebabkan logam yang dialiri arus listrik memperoleh energi yaitu energi kalor/panas. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter. Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius. Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem

yang ditandai dengan adanya penurunan suhu lingkungan di sekitar sistem. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan yang ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan di sekitar sistem. Aplikasi di bidang pangan dar termokimia adalah pada proses fermentasi susu yang dibuat susu atau keju, proses fermentasi kedelai yang dijadikan tauco, proses fermentasi ketan yang dibuat tape dan untuk mengetahui kalori yang terdapat pada lemak, protein, dan karbohidrat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil percobaan termokimia dapat disimpulkan bahwa yang termasuk reaksi eksoterm adalah penetapan kalorimeter dan penentuan kalor Zn + CuSO4, yang termasuk reaksi endoterm adalah penentuan kalor etanol + air, sedangkan yang termasuk reaksi penetralan asam basa yaitu penentuan kalor penetralan HCl + NaOH. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengertian Termokimia. http://www.chem-is-try.org. Diakses: 24 Desember 2013. Anonim. 2010. Definisi Kalor. http://fisifuka.blogspot.com. Diakses: 24 Desember 2013. Anonim. 2012. Prinsip Kerja Kalorimeter. http://otakpedot.blogspot.com. Diakses: 24 Desember 2013. Sutrisno, E. T. dan Nurminabari, I. S. 2013. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan, Bandung.