Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN POST PARTUM

Disusun untuk memenuhi tugas Praktek Belajar Klinik Keperawatan Maternitas

DISUSUN OLEH : Hartati Ambarwati 092090343

PRODI S1 KEPERAWATAN AKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNI!ERSITAS ISLAM SULTAN A"UN" SEMARAN" 2011

1# PEN"ERTIAN
Post partum adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan kembali sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil. Lama masa nifas ini yaitu !

" minggu #Mo$htar, %&&"'. (kan tetapi seluruh alat genital akan kembali dalam waktu ) bulan #*anifa, +,,+'. -elain itu masa nifas . purperium adalah masa partus selesai dan berakhir setelah kira-kira minggu #Mansjoer et.(ll. %&&)'.

Post portum . masa nifas dibagi dalam ) periode #Mo$htar, %&&"' / %. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. +. Purperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya men$apainya ! " minggu.

). 0emote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil . waktu persalinan mempunyai komplikasi.

2# TU$UAN ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM


#Bobak, +,,1' a. Menjaga kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikologis b. Menjalankam s$rening yang komprehensip, deteksi dini, mengobati dan merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayi $. Memberikan pendidikan kesehatan diri, nutrisi, keluarga baru, menyusui, pemberian imunisasi pada bayinya dan perawatan bayi sehat d. Memberikan pelayanan KB.

3# ADAPTASI ISIOLO"I DAN PSIKOLO"I POST PARTUM a# A%a&ta'i i'i()(*i


%. 2n3olusi alat-alat kandungan Dalam masa nifas alat-alat genetalia internal maupun eksternal akan berangsur-angsur pulih kembali seperti prahamil. Perubahan alat-alat genital ini dalam keseluhan disebut in3olusi #4iknjosastro, %&&&/ +)5' Perubahan-perubahan yang terdapat pada ser3iks setelah post partum bentuk ser3iks agak menganga seperti $orong. Bentuk ini disebabkan korpus uterus yang dapat mengadakan kontraksi sedangkan ser3iks tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan ser3iks uteri terbentuk sema$am $in$in. 4arna ser3iks merah kehitaman karena penuh pembuluh darah dan konsistensinya lunak, segera setelah janin dilahirkan, tangan pemeriksa masih dapat dimasukkan kedalam ka3um uteri. -etelah + jam hanya dapat dimasukkan +-) jari, dan setelah % minggu hanya dapat dimasukkan % jari ke dalam ka3um uteri. *al ini baik diperhatikan dalam menangani kala uri #4iknjosastro, +,,+/ +)"'. 67terus se$ara berangsur-angsur menjadi ke$il #in3olusi' sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil. 8tot uterus berkontraksi segera pada post partum. Pembuluh-pembuluh darah yang berada diantara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta dilahirkan9 #4iknjosastro, +,,+/ +)"' :abel %/ :inggi fundus uterus dan berat uterus menurut masa in3olusi 2n3olusi Bayi lahir :inggi ;undus 7teri -etinggi pusat Berat 7terus %,,, gram

7ri lahir % minggu + minggu minggu " minggu

+ jari bawah pusat Pertengahan pusat-simpisis :idak teraba diatas simpisis Bertambah ke$il -ebesar normal

5<, gram <,, gram )<, gram <, gram ), gram #Mo$htar, %&&"/ %%<'

6Bekas 2mplantasi 7ri menge$il karena kontraksi dan menonjol ke ka3um uteri dengan diameter 5,< $m. sesudah + minggu menjadi ),< $m, pada minggu ke +,1 $m dan akhirnya pulih9 #Moh$tar, %&&"/ %% '.

6Lokhea adalah pengeluaran $airan sisa lapisan endometrium dan sisa dari tempat implatasi plasenta9 #Manuaba, %&&"/ %&+'. -ifat lo$hea berubah - ubah seperti se$ret luka, berubah menurut tingkat penyembuhan luka, adapun jenis-jenisnya antara lain / lo$hea rubra #=ruenta', berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, desidua, 3erniks $aseosa, lanugo, dan mekoneum selam + hari pas$a persalinan, lo$hea sanguinolenta, berwarna merah kuning berisi darah dan lender, hari ke )-5 pas$a persalinan, lo$hea serosa, berwarna kuning, tidak berdarah lagi, pada hari ke 5-%1 pas$a persalinan, lo$hea alba, $airan putih setelah 1 minggu, lo$hea Purulenta, terjadi infeksi, keluar $airan seperti nanah berbau busuk, lo$heastatis apabila lo$hea tidak lan$er keluarnya. #Mo$htar, %&&"/ %% ' Perubahan pada endometrium ialah timbulnya thrombosis, degenerasi dan ne$rosis diantara implantasi plasenta. Pada hari pertama endometrium yang kira-kira setebal +-< mm itu memiliki permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin. -etelah tiga hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya sel-sel dari bagian yang mengalami

degenerasi. 0egenerasi endometrium terdiri dari sisa-sisa sel desidua basalis, yang memakan waktu +-) minggu #4iknjosastro, +,,+/ +)"' *ilangnya estrogen pada post partum berperan dalam menipiskan mukosa 3agina dan menghilangkan rugae. Pembengkakan, dinding lunak 3agina berlahan-lahan akan kembali seperti keadaan pra hamil selam -" minggu setelah persalinan. 0ugae mun$ul kembali setelah 1 minggu setelah persalinan, antara primipara dan multipara berbeda. Kekeringan pada 3agina dan rasa tidak nyaman saat koitus #dyspareunia' dapat terjadi hingga fungsi o3arium kembali dan menstruasi mulai terjadi #Bobak, %&&</ 11+' -elama persalinan perineum mendapatkan tekanan yang besar yang kemudian setelah persalinan menjadi udema. Perawat perlu mengkaji tingkat kenyamanan sehubungan dengan adanya luka episiotomi, laserasi dan hemoroid, perawat harus melaporkan adanya udara, kemerahan dan pengeluaran #darah, pes, serosa' #Pilliteri, %&&&' Ligament-ligamen dan diafragma pel3is serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan persalinan, setelah bayi lahir, berangsur-angsur $iut kembali seperti sedia kala. :idak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang menyebabkan uterus jatuh ke belakang #4iknjosastro, +,,+/ +)&' +. Laktasi Diawal kehamilan, peningkatan estrogen yang diproduksi oleh plasenta menstimulasi perkembangan kelenjar susu. Pada + hari pertama post partum terdapat perubahan pada mamae ibu post partum. -emenjak masa kehamilan kolostrum telah di ekskresi. Pada ) hari pertama post partum mammae penuh atau membesar karena sekresi air susu. Penurunan

kadar estrogen saat kelahiran plasenta diikuti dengan meningkatnya kadar prolaktin menstimulasi produksi air susu #Pilliteri, %&&&' Ketika bayi mulai menghisap putting susu hipotalamus merangsang kelenjar pituitary posterior untuk melepaskan oksitosin. *al ini

menyebabkan kontraksi otot-otot saluran susu mengeluarkan air susu. 0espon ini disebut reflek Let down #>o3ak, %&&&/ )1<'. ). :anda-tanda 3ital :anda-tanda 3ital dapat memberikan petunjuk adanya bahaya post partum seperti perdarahan, infeksi dan komplikasi lainnya. -ehingga sangat penting untuk memantau tanda-tanda 3ital post operasi #>o3ak, %&&&/ ))"' ?umlah denyut nadi normal antara ,-", kali permenit segera

setelah partum dapat terjadi bradikardi. :rakhikardi mengidentifikasikan perdarahan, infeksi, penyakit jantung dan ke$emasan #4iknjosastro, +,,+/ +1%' :ekanan darah akan kembali seperti prahamil setelah jam setelah

persalinan. Kadang-kadang tekanan darah meningkat tak lam kemudian setelah persalinan. Kondisi ini mungkin diakibatkan oleh beberapa fa$tor yang meliputi rangsangan persalinan dan keadaan bayi. :ipe oksitosin yang diterima pasien nyeri, retensi urin atau kehamilan dengan hipertensi. Peningkatan tekanan darah yang disertai sakit kepala di$urigai pada kehamilan dengan heipertensi. Kenaikan tekanan darah ), mm*g dari sistolik wanita normal dan diastoli$ lebih dari %< mm*g #atau siastolik lebih dari %1, mm*g dan atau diastoli$ lebih dari &, mm*g' harus segera dilepaskan. ?ika tekanan darah itu lebih rendah daripada pra hamil menandakan banyaknya kehilangan darah selama persalinan atau

perdarahan masih terus mengalir. :ekanan siastolik %,, mm*g atau kurang harus dilaporkan. ?ika tekanan darah normal mulai turun perawat harus memeriksa aliran pendarahan. Penurunan tekanan darah disertai oleh peningkatan denyut nadi, namun jika klien berlanjut pada keadaan sho$k maka nadi perlahan melambat, lemah, terjadi dilatasi pupil abnormal, pu$at, sianosis, kulit lembab, lemas dan tidak sadar #>o3ak,%&&&/ ))"' -uhu tubuh normal pasien post partum adalah antara ) ,+o=-)",=. Kenaikan suhu tubuh hingga )",= diakibatkan oleh dehidrasi. =airan dan istirahat biasnya dapat memulihkan suhu normal. -etelah +1 jam post partum, suhu )",= atau lebih di$urigai terjadi infeksi #>o3ak, %&&&/ ))&' ;rekuensi pernafasan normal %1-+1 @ permenit. Bradypneu #pernafasan kurang dari %1-% @ permenit' dapat disebabkan oleh efek

narkotik analgesis atau epidural narkotik. :a$hipneu #pernafasan lebih dari +1 @ permenit' dapat diakibatkan oleh nyeri, pendarahan masif atau sho$k, oleh karena emboli paru-paru atau edema paru-paru #>o3ak, %&&&/ ))"' Pada umumnya tidak ada tanda-tanda infeksi pernafasan atau distres pernafasan. Pada beberapa wanita mempunyai fa$tor prewdisposisi penyakit emboli paru. -e$ara tiba-tiba terjadi dyispneu. Amboli paru dapat terjadi dengan gejala sesak nafas disertai hemoptoe dan nyeri pleura #-herwen, %&&&' 1. -istem persyarafan. 2bu post partum hiperrefleksi mungkin terpapar kehamilan dengan hipertensi. ?ika terdapat tanda-tanda tersebut perawat harus mengkaji adanya peningkatan tekanan darah, proteinuria, oedema, nyeri epigastrik dan sakit kepala #-herwen, %&&&/ ")"'

<. -istem perkemihan Pada masa post partum terjadi peningkatan kapasitas kandung kemih, bengkak dan memar jaringan di sekitar uretra yang menurunkan sensiti3itas penekanan $airan #urin' dan sensasi kandung kemih yang penuh, sehingga berada pada resiko distensi berlebihan, kesulitan mengosongkan dan penimbunan residu #8lds, %&&&' 8utput urin meningkat pada %+-+1 jam pertama post partum yaitu sekitar +,,,-),,, ml. produksi urin men$apai ),,, ml pada + hari post partum. 2bu post partum dianjurkan untuk mengosongkan kandung kemih setiap )-1 jam. ;ungsi ginjal aknan kembali normal setelah % bulan post partum #>o3ak, %&&&' . -istem pen$ernaan Perut terkadang terjadi reaksi penolakan sesudah melahirkan, karena efek dari progesterone dan penurunan gerakan peristalti$. Perempuan dengan seksio sesarea boleh menerima sedikit $airan setelah pembedahan, jika terdengar bising usus dapat mulai beralih ke makanan padat #8lds, %&&&' 5. -istem mus$uloskeletal (pabila di kedua ekstremitas atas dan bawah terdapat edema dikaji apakah terdapat pitting edema, kenaikan suhu, pelebaran pembuluh 3ena dan kemerahan sebagai tanda thromboplebitis. (mbulasi harus sesegera mungkin dilakukan untuk dilakukan sirkulasi dan men$egah kemungkinan komplikasi #-herwen, %&&&/ ")"'

b# A%a&ta'i P'i+()(*i
%. :aking in Phase ;ase ini merupakan masa refleksi bagi wanita post partum. -elama periode ini wanita posr partum $enderung pasif. 4anita post partum $enderung dilayani oleh perawat daripada melakukan pemenuhan kebutuhan sendiri. *al ini berkenaan dengan rasa ketidaknyamanan perineum nyeri setelah melahirkan atau haemorhoid, berkaitan dengan peran barunya, wanita post partum selalu ingin membi$arakan pengalaman selama hamil hingga melahirkan. +. :aking *old Phase 4anita post partum mulai berinisiatif untuk melakukan tindakan sendiri. Lebih suka membuat keputusan sendiri. 2bu mulai mempunyai ketertarikan yang kuat pada bayinya, dimasa inilah masa yang tepat untuk memberikan pendidikan tentang perawatan bayi. :etapi ibu sering merasa tidak yakin tentang kemampuannya mengasuh bayi, disinilah dukungan positif dan semua pihak diperlukan. ). Letting Bo Phase 2bu post partum akhirnya dapat menerima keadaan apa adanya. Proses ini memerlukan penyesuaian diri atas hubungan yang terjadi selam kehamilan. 4anita yang dapat melewati fase ini dianggap sudah berhasil dalam peran barunya #Pilliteri, %&&&'.

4# KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


a# P,-*+a.ia#Marilyn A. Doenges .Adisi +.?akarta /AB=,+,,%'

%.

(kti3itas atau istirahat

Dapat tampak 6berenergi9 atau kelelahan atau keletihan,mengantuk. +. -irkulasi

>adi biasanya lambat #<, sampai 5, dpm', karena hipersensiti3itas 3egal. :ekanan dar.ah #:D' ber3ariasi C mungkin lebih rendah pada respons terhadap analgetik atau anestesia, atau meningkat pada respons terhadap pemberian oksitosin atau hipertensi karena kehamilan #*KK'. Adema, bila ada, mungkin dependen #mis, ditemukan pada ekstremitas bawah' C atau dapat meliputi ekstremitas atas atau wajah atau mungkin umum #tanda-tanda *KK'. Kehilangan darah selam apersalinan dan kelahiran sampai 1,,-<,, ml untuk kelahiran 3aginal atau kelahiran sesari. ). 2ntegritas ego ,,-",, ml untuk

0eaksi emosional ber3ariasi dan dapat berubah-ubah C mil, eksitasi atau perilaku menunjukkan kurang kedekatan,tidak berminat #kelelahan' atau ke$ewa. Dapat mengekspresikan masalah atau meminta maaf untuk perilaku intrapartum atau kehilangan kontrol C dapat mengekspresika rasa takut mengenai kondisi bayi baru lahir atau perawatan segera pada neonatal. 1. Aliminasi

*emoroid sering ada dan menonjol. Kandung kemih mungkin teraba diatas simpisis pubis atau kateter urinarius mungkin dipasang. Diuresis dapat tewrjadi bikla tekanan bagian persentasi menghambat tekanan urinarius dan atau $airan 2.D. diberikan selama persalinan dan kelahiran. <. Makanan atau $airan

Dapat mengeluh haus,lapar,mual. . >eurosensori

-ensasi dan gerakan ekstremitas bawah menurun pada adanya anestesia atau analgesia kaudal atau epidural. *iprrefleksia mungkin ada #menunjukkan terjadinya atau menetapnya hipertensi, khususnya pada diabetik, remaja, atau klien primipara'. 5. >yeri atau ketidaknyamanan

Dapat melaporkan ketidaknyamanan dari berbagai sumber, mis., setelah nyeri, trauma jaringan atau perbaikan episiotomi,kandung kemih penuh atau perasaan dingin atau otot tremor dengan 6menggigil9. ". Pada Keamanan awalnya suhu tubuh meningkat sedikit #pengerahan

tenaga,dehidrasi'. Perbaikan episiotomi utuh dengan tepi jaringan merapat. &. -eksualitas lokhia

;undus keras terkontraksi,pada garis tengah dan terletak setinggi umbilikus. Drainase 3agina atau jumlahnya sedang, merah gelap dengan hanya beberapa bekuan ke$il #sampai ukuran plam ke$il'. Perineum bebas dari kemerahan, endema, ekimosis atau rabas. -triara mungkin ada pada abdomen, dan payudara. Payudara lunak dengan puting tegang. %,. Penyuluhan atau pembelajaran

=atat obat-obat yang diberikan, termasuk waktu dan jumlah.

b# Dia*-('a K,&,rawata- %a- (+/' I-t,r0,-'i. #Marilyn A. Doenges .Adisi +.?akarta /AB=,+,,%'

%. 0esiko syok hipo3olemik berhubungan dengan perdarahan sekunder terhadap atonia uteri. #Doengoes, +,,%' :ujuan / -yok hipo3olemi tidak terjadi. Kriteria hasil/ :ekanan darah siastole %%,-%+, mm*g, diastole ",-"< mm*g. >adi ,-", kali permenit. (kral hangat, tidak keluar keringat dingin Perdarahan post partum kurang dari %,, $$ 2nter3ensi / Monitor 3ital sign Kaji adanya tanda-tanda syok hipo3elomik Monitor pengeluaran per3agina. Lakukan massage segera mungkin pada fundus uteri. -usukan bayi sesegera mungkin.

+. Bangguan rasa nyaman/ nyeri berhubungan dengan trauma jaringan perineum dan kontraksi uterus berlebih. #Doegoes, +,,%/ 1%5' :ujuan / >yeri berkurang atau hilang Kriteria hasil / Akspresi wajah klien tenang. Klien mengatakan nyeri berkurang atau hilang. -kala nyeri kurang dari 1. >adi antara ,-", kali permenit.

2nter3ensi / relaksasi. (njurkan pada klien untuk melakukan kompres dingin pada daerah perineum. Kolaborasi pemberian analgesi$ sesuai ad3is dokter. Kaji sebab-sebab nyeri pada klien. (jarkan pada klien tentang metode distraksi dan

). 0esiko tinggi infeksi berhubungan dengan masuknya kuman pada luka episiotomi. #Doegoes, +,,%/ 1+5' :ujuan / 2nfeksi tidak terjadi. Kriteria hasil / :idak ada tanda-tanda infeksi pada daerah sekitar luka episiotomi. :anda-tanda 3ital normal. ?umlah sel darah putih normal. 2nter3ensi / pasien. episiotomi. Beri perawatan pada luka episiotomi dengan Monitor tanda-tanda 3ital. Monitor tanda-tanda infeksi pada daerah luka =u$i tangan sebelum dan sesudah kontak dengan

menggunakan teknik septi$ dan antisepti$.

perineum.

(njurkan

pada klien

agar

menjaga

kebersihan

1. Bangguan eliminasi urin/ inkonensia berhubungan dengan obstruksi uretra sekunder terhadap oedema uretra. #Doegoes, +,,%/ 1)1' :ujuan / Kebutuhan eliminasi urin dapat terpenuhi. Kriteria hasil / Klien dapat mengosongkan kandung kemih 1-" jam setelah melahirkan. Klien tidak merasakan ketegangan pada kandung kemih. 2nter3ensi / Kaji intake $airan klien mulai terakhir saat

pengosongan kandung kemih. (njurkan klien untuk merangsang B(K dengan menggunakan air hangat. Kaji jumlah urin yang dikeluarkan. ?ika klien tidak bisa mengeluarkan sendiri se$ara spontan, kolaborasi untuk pemasangan kateter. <. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelelahan setelah melahirkan. #Doegoes, +,,%/ 1) ' :ujuan / Kebersihan diri klien terpenuhi. Kriteria hasil / Klien dapat melakukan perawatan diri se$ara bertahap. 2nter3ensi /

optimal.

Kaji fa$tor-faktor penyebab yang berperan. :ingkatan partisipasi klien se$ara bertahap dan

Beri dorongan untuk mengungkapkan persaan tentang perawatan diri.

. Perubahan pola peran berhubungan dengan penambahan anggota baru. #=arpenito, +,,,/ <%)' :ujuan / 8rang tua dapat menerima peran baru dalam keluarganya. Kriteria hasil / 8rang tua dapat menerima keberadaan bayinya. 8rang tua dapat mendemonstrasikan perilaku peran barunya. 8rang tua mulai mengungkapkan perasaan positif mengenai bayinya. 2nter3ensi / bayinya. (njurkan ayah atau ibu untuk menggendong bayinya. Dengarkan $erita tentang pengalamannya selama hamil hingga melahirkan. 5. Konstipasi Berikan dukungan so$ial yang diperlukan ibu. berhubungan dengan penurunan sensiti3itas $olon. Beri kesempatan untuk membina proses ikatan dengan

#Doegoes, +,,%/ 1),' :ujuan /

Pasien dapat defekasi dengan lan$ar. 2nter3ensi / Kaji pola defekasi klien. (uskultasi bising usus. (jarkan pentingnya diit seimbang. Dorong masukan harian sedikitnya + liter $airan." sampai %, gelas ke$uali dikontraindikasikan. (njurkan untuk ambulasi dini sesuai toleransi. (njurkan makan makanan tinggi serat. Berikan laksatif jika diperlukan.

". Bangguan pola istirahat tidur berhubungan dengan $emas, gelisah, faktor eksternal perubahan lingkungan. :ujuan / Pasien tidak mengalami gangguan pola tidur. Kriteria hasil / Pasien dapat mengungkapkan pemahaman tentang faktor gangguan tidur. Meningkatkan peningkatan kemampuan untuk tidur. 4ajah klien rileks. 2nter3ensi / Kaji tingkat kelelahan dan kebutuhan istirahat pasien. Kaji fa$tor-faktor penyebab gangguan pola tidur. Berikan lingkungan yang nyaman.

Beri kesempatan ibu mengungkapkan perasaannya, batasi kunjungan selama periode istirahat.

&. Ketidakefektifan

menyusui

berhubungan

dengan

kurangnya

managemen laktasi sekunder terhadap pembengkakan payudara. #=arpenito, +,,%/ <%)' :ujuan / 2bu dapt menyusui bayinya se$ara efektif. Kriteria hasil / 2bu membuat keputusan menyusui bayinya. 2bu mengidentifikasi akti3itas yang menghalangi untuk menyusui. 2nter3ensi / menyusui. terbuka. Kaji keadaan ibu dan bayi. (jarkan penatalaksaan perawatan payudara yang baik. (jarkan $ara menyusui yang baik, bila ada gejal mastitis atau abses payudara #ditandai bengkak dan nyeri'. (njurkan untuk menghubungi perawat dan dokter. %,. >utrisi bayi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan inefektif laktasi. :ujuan / Kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi. Kriteria hasil / Dorong ibu untuk mengungkapkan masalah se$ara Kaji fa$tor-faktor penyebab ketidakefektifan

Bayi menerima nutrisi yang adekuat. 2bu menunjukkan peningkatan ketrampilan dalam pemberian (-2. Bayi tampak tenang.

2nter3ensi / Kaji pola makan bayi dan kebutuhan nutrisi bayi. Beri inter3ensi spesifik untuk meningkatan pemberianmakan per oral yang efektif. tidak. (jarkan $ara menyusui yang benar. (jarkan perawatan payudara post partum. :ingkatan tidur dan kurangi pemakaian energi yang

Da1tar P/'ta+a
Doenges, Marilynn A.+,,%.Rencana perawatan maternal/bayi. ?akarta / AB=. Mo$htar, 0ustam.%&&".Sinopsis Obstetri : obstetric fisiologi, obstetric patologi. ?akarta / AB=. 2lmu Kebidanan -arwono Prawirohardjo. +,,". ?akarta / P: Bina Pustaka -arwono Prawirohardjo.