Anda di halaman 1dari 3

Ilmu Bentuk dan Analisis Musik Musik adalah sekumpulan nada-nada yang mengandung melodi, ritme, dan harmonii

yang semuanya merupakan satu kesatuan/bentuk nyata dari banyak ide musikal tertentu. Bentuk musik jika ditulis pada kertas akan membentang kekiri kekanan, dari atas kebawah. Melodi : rangkaian nada sebagai akar/bahan yang menjadi dasar untuk membentuk harmoni.
Ritme : adalah derap, langkah yang teratur. Harmoni : susunan suatu rangkaian akord-akord agar musik tersebut dapat enak didengar dan selaras. Figur adalah bagian terkecil dari bentuk musik. Yang memiliki ciri dari satu bentuk ritme dan ciri dari bentuk sebuah interval, yang dapat di isi oleh minimal dua nada sampai dua belas nada, yang tidak memiliki arti jika berdiri sendiri. Tetapi akan mempunyai arti apabila di ulangi, ditirukan dengan imitasi, augmentasi(lebih) diminusi (kurang)kan. sebelius. Motif : bagian terkecil dari suatu kalimat lagu yang selalu/sering berulang sepanjang lagu. memiliki ritme yang jelas, memyolok, memiliki lompatan melodi yang jelas sehingga memiliki arti musikal. Motif ada 2 : Motif ritmis : jika memiliki lompatan ritmik yang jelas. Motif melodis: jika memiliki lompatan melodis yang jelas. Frase : pembagian lagu menurut struktur kalimatnya, yang dibatasi jelas oleh semacam titik akhir yang berupa kaden. Frase dibagia atas 2 jenis yaitu : - frase antecedent diakhiri dengan harmoni dominant 5. - frase konsekwen biasanya diakhiri dengan harmoni tonika - 1.

1. 2.

Semi frase : penggalan dari frase yang diakhiri dengan kaden.


Periode : bagian komposisi lagu yang terdiri atas kalimat lagu yang lengkap berupa dialog antar bagian seperti tanya jawab.

Tema : elemen utama dalam konstruksi sebuah komposisi yang polanya selalu di ulang-ulang dan dapat di uraikan dalam berbagai variasi dapat juga diartikan sebagai bagian kalimat yang merupakan kumpulan sejumlah motif/ lagu pokok. Biasanya, pada umumnya tema lagu pokok cenderung terbagibagi dalam beberapa bentuk yang terdiri dari delapan nada. Rangka bentuk musik terdiri dari: NADA-NADA, FIGUR MOTIF SEMI FRASE FRASE- PERIODE TEMA Perpaduan nada yang berulang-ulang menjadi bentuk figur, sama hal nya dengan pengulangan figur menjadi motif, pengulangan motif menjadi semifrase, dan pengulangan semi-frase menjadi frase, pengulangan frase akan membentuk periode, pengulangan periode akan menentukan tema lagu tesebut.

Terkadang bentuk pengertian bentuk motif dan figur sulit untuk dibedakan, dalam arti perbedaan kadang terjadi antara figur sebagai bentuk pelengkap atau bentuk utama dan motif sebagai bagian dari tema. Perbedaan untuk mempergunakan motif atau memiliki arti yang sama dengan figur adalah: a. b. Motif sebagai tema utama terdiri dari dua atau tiga figur. Istilah motif secara menyeluruh digunakan untuk menentukan batasan bentuk dari keseluruhan. Hal ini akan memberi sedikit pengertian baru dan penjelasan secara tegas tentang bentuk figur sebagai bagian terkecil dari lagu. Penggunaan bentuk motif biasanya digunakan untuk menggambarkan komposisi menyeluruh dengan pekerjaan yang lengkap (sesuai dengan bentuk lagu atau fuga) atau bagian (sesuai yang terdapat pada pengembangan-development, atau coda-bagian akhir lagu). Perpaduan nada yang berulang-ulang menjadi bentuk figur, sama hal nya dengan pengulangan figur menjadi motif, pengulangan motif menjadi semi-frase, dan pengulangan semi-frase menjadi frase. Contoh penggunaan figur: Repetition (pengulangan) cth ada di buku hal 4 Sequence (penghubung) Alternation (perubahan) Contrary motion (gerakan berlawanan) Retrograde (pengurangan-pemunduran) Corresponding metric groupings Interlocking (or overlapping) penggabungan satu dengan yang lain The figur group (kelompok figur) The multiple figur (kelompok figur) The imitative use of a figur The figur in renaissance vocal music The figur as a self-contained thematic unit The figur in the etude or toccata The motif cell in twelve-tone music Permutation (pengaturan kembali) Accompaniments patterns (bentuk iringan)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Kaden adalah bagian atau tanda dalam sebuah lagu untuk mengakhiri sebuah frase atau bagian dari lagu. yang merupakan bentuk fungsi, hal ini disebabkan oleh karena penggunaan serangkaian akord sebagai bentuk keterangan dalam bagian lagu, dan sering berhubungan dengan tanda diam/istirahat atau perpanjangan nada sebagai bentuk kadens. Pengertian cadence berasal dari bahasa latin cadera to fall untuk meletakkan atau untuk berhenti. Sejak perasaan/ daya rasa terhadap penggalan lagu atau tanda berhenti secara mutlak dapat dirasa dari suara yang rendah kemudian di ikuti dengan suara tinggi. Dalam music tonal barat bentuk nyata dari bentuk kaden digolongkan dalam tiga bentuk antara lain:

1. 2. 3.

Kaden group pada dasarnya terdiri dari dua, kadang tiga akord ( V-I atau I6/4 V I) Akor kadens sebagai akhiran didalm frase. Merupakan rangkaian konsonan trisuara, atau kadang V7. Akord terakhir dengan bentuk komposisi yang menggunakan varisi mayor atau minor trisuara. Dua hal yang merupakan fungsi dari kadens adalah sebagai tanda untuk mengakhiri sebuah frase/ bagian dan tanda memulai bagian yang baru. Ketika memulai frase yang baru/bagian atau bagian yang itu harus jelas dan pasti. Kaden yang sebelumnya sering dirasakan kurang tegas/ pasti.