Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

Dismenore menurut pengertiannya berasal dari bahasa Yunani yang berarti sebagai kesulitan aliran menstruasi dan dibagi menjadi dua kategori, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.1 Dismenore menurut ACOG didefinisikan sebagai kondisi nyeri selama menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari.! Dismenore selama ini telah menjadi gangguan atau keluhan pada sebagian besar "anita, terutama pada remaja dan de"asa muda. Dismenore dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas "anita di rumah atau di tempat kerja. Oleh karena itu, dismenore adalah suatu gejala yang paling sering menyebabkan para "anita pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Dismenore dibagi menjadi dua kategori, dismenore primer dan dismenore sekunder berdasarkan ada atau tidaknya kelainan ginekologik. Dismenore primer adalah dismenore yang disebabkan bukan karena terdapat kelainan ginekologik sedangkan dismenore sekunder adalah dismenore yang disebabkan oleh kelainan ginekologik. #embagian dismenore menjadi dua kategori seperti itu, tidak seberapa jelas batasnya karena dismenore yang pada a"alnya diduga primer, setelah diteliti lebih lanjut memperlihatkan kelainan organik menjadi dismenore sekunder.$ Dismenore memperlihatkan gejala rasa nyeri atau sensasi kram di abdomen bagian ba"ah sering disertai dengan gejala lain seperti lemas, pusing, berkeringat, sakit kepala, sakit punggung, mual, muntah, diare, dan semua itu terjadi saat menstruasi berlangsung.%

DISMENORE Epidemiologi Dismenore merupakan gejala ginekologis yang paling banyak dikeluhkan oleh para "anita. &embilan puluh persen "anita memperlihatkan gejala nyeri saat menstruasi. 'alaupun prevalensi terjadinya dismenore berbeda beda di seluruh dunia, 1($ 1(! "anita di seluruh dunia mengeluh terjadinya dismenore mulai dari gejala sedang sampai berat.1,) Dismenore dengan gejala berat biasanya menunjukkan adanya kelainan organik di dalamnya atau masalah fisik, sepertiendometriosis, polip uteri, leiomioma, stenosis serviks, atau penyakit radang panggul.) #revalensi dismenore di seluruh dunia sama dengan yang terjadi di Amerika &erikat, dengan rata rata mulai dari 1).*+ sampai dengan *,.)+, dengan jumlah prevalensi tertinggi pada remaja. #ada studi epidemiologi di Amerika, -lein dan .itt melaporkan bah"a prevalensi di Amerika &erikat sebanyak ),./+. &ebanyak 1!+ pasien mengeluh sakit berat, $/+ sebagai sakit sedang, dan %,+ sebagai sakit ringan.0 &alah satu faktor risiko dismenore adalah usia, di mana terjadi lebih banyak kasus dismenore pada remaja daripada "anita de"asa, yaitu dari umur !1 sampai !% tahun, dengan episode berat terbanyak terjadi pada "anita usia di ba"ah !) tahun. Dismenore primer juga terjadi paling banyak pada "anita belum menikah daripada "anita yang sudah menikah 201+ 3 )1+4.1,/ 5aktor menar6he pada usia lebih muda, meningkatnya volume darah saat menstruasi, dan ri"ayat keluarga juga menjadi faktor risiko terjadinya episode nyeri yang lebih berat. 5aktor merokok mengakibatkan gejala nyeri lebih berat juga terbukti 6ukup kuat. &tudi prospektif terbaru menunjukkan bah"a terdapat hubungan dismenore dengan meningkatnya paparan asap rokok. Ada beberapa dugaan bah"a terjadinya perubahan pada kehidupan sehari hari yang sering, kurangnya dukungan sosial, dan stres mungkin berhubungan dengan meningkatnya dismenore. Oleh karena itu, meningkatnya prevalensi dismenore terjadi pada kelompok yang kehidupan sosial ekonominya rendah.1,)

I. DISMENORE PRIMER Etiologi 7eberapa faktor memegang peranan sebagai penyebab dismenore primer, antara lain 1,$3 1. 5aktor keji"aan 3 #ada "anita yang se6ara emosional tidak stabil, apalagi jika mereka tidak mendapat edukasi yang baik tentang proses haid, mudah timbul dismenore. !. 5aktor konstitusi 3 5aktor ini dapat juga menurunkan ketahanan terhadap rasa nyeri, 6ontohnya seperti anemia dan penyakit kronis dapat mempengaruhi timbulnya dismenore. $. 5aktor obstruksi kanalis servikalis 3 #ada "anita dengan uterus dalam hiperantefleksi mungkin dapat terjadi stenosis kanalis servikalis, akan tetapi hal ini sekarang tidak dianggap sebagai faktor yang penting sebagai penyebab dismenore. 7anyak "anita menderita dismenore tanpa stenosis servikalis dan tanpa uterus hiperantefleksi. &ebaliknya, terdapat banyak "anita tanpa keluhan dismenore, "alaupun ada stenosis servikalis dan uterus terletak hiperantefleksi.
2

Gambar 1. 8terus hiperantefleksi/ &umber3 9. Yusoff Da"ood.Dysmenorrhea.Depertment of Obstetri6s, Gyne6ology, and :eprodu6tive &6ien6es. ;ouston3 8niversity of <e=as 9edi6al &6hool 2Vol I, Chap 18; Vol 5, Chap 74. 1,*1 %. 5aktor endokrin 3 #ada umumnya ada anggapan bah"a kejang yang terjadi pada dismenore primer disebabkan oleh kontraksi uterus yang berlebihan. 5aktor endokrin mempunyai hubungan dengan soal tonus dan kontraktilitas otot usus. >ndometrium dalam fase sekresi memproduksi prostaglandin 5! yang menyebabkan kontraksi otot otot polos. ?ika jumlah prostaglandin 5! yang berlebihan berlebih dilepaskan dalam peredaran darah, maka selain dismenore, dijumpai pula efek umum, seperti diare, nausea, dan muntah. Patofisiologi #atofisiologi penyebab terjadinya dismenore primer disebabkan oleh prostaglandin yang disekresi. #ada saat a"al menstruasi, sebelumnya korpus luteum beregresi karena tidak terjadi pembuahan. #rogesteron dan estrogen yang dihasilkan oleh korpus luteum menurun tajam saat korpus luteum beregresi, sehingga pengaruh inhibitorik terhadap hormon 5&; dan .; lenyap. -adar kedua hormon ini kembali meningkat dan merangsangnya berkembang folikel baru. 7erkembangnya folikel baru dimulai saat fase a"al haid. #ada a"al fase folikel, lapisan endometrium yang kaya akan nutrien dan pembuluh darah terlepas akibat dari menurunnya hormon progesteron dan estrogen. 8ntuk menghambat terjadinya aliran darah yang berlebihan, disekresikan prostaglandin untuk meningkatkan kontraksi uterus sehingga mengurangi aliran darah. #rostaglandin yang dihasilkan berlebihan akan menyebabkan vasokonstriksi yang berlebihan yang mengurangi aliran darah sehingga akan terjadi iskemik. @yeri yang dihasilkan saat dismenore akibat dari peningkatan aktivitas uterus, terjadinya iskemik, dan sensitisasi dari nervus terminal pada prostaglandin dan endoperoksida.*,,

Gambar . #atofisiologi terjadinya dismenore primer* &umber3 ;a6ker, 9oore, Gambone. Dysmenorrhea and Chroni6 #elvi6 #ain. >ssentials of Obstetri6 and Gyne6ology. Chi6ago3 >lsevier &aunders. !11/. !*/ $$% Ma!ifestasi "li!is &embilan puluh persen terjadi pada ! tahun pertama "anita menar6he, dismenore terjadi pada beberapa jam sebelum atau sesudah menstruasi dan biasanya berlangsung selama %* /! jam. @yeri berupa kram dan biasanya paling nyeri di abdomen ba"ah dan menyebar sampai ke paha belakang atau dalam.* @yeri bisa disertai dengan gejala berikut*3 A A A A A A mual dan muntah, lelah, diare, nyeri pinggang, nyeri kepala, dan pada pemeriksaan pelvis biasanya tidak ada kelainan

Pe!atala"sa!aa! 1. @on medikamentosa a. >dukasi #erlu dijelaskan kepada penderita bah"a dismenore adalah gangguan yang tidak berbahaya untuk kesehatan. #enderita sebaiknya dijelaskan dan diajak diskusi mengenai 6ara hidup, pekerjaan, kegiatan, dan lingkungan penderita. >dukasikan kepada penderita mengenai makanan sehat, istirahat yang 6ukup, dan olahraga.* !. 9edikamentosa a. Non steroidal anti inflammatory drugs 2@&ABDs4
4

Golongan obat ini menghambat enCim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi #GG! 2endoperoksid4 terganggu, di mana #GG! dalam proses inflamasi berubah menjadi #G>! 2prostaglandin4. Contoh obat ini adalah parasetamol, asam mefenamat, aspirin. &e6ara umum @&ABDs berpotensi menyebabkan efek samping pada saluran 6erna, ginjal, dan hati. >fek samping yang paling sering terjadi adalah tukak peptik.11 b. Cy lo o!ygenase inhi"itors 2COD !4

Obat kelompok penghambat COD ! dikembangkan dengan harapan bisa menghindari efek samping saluran 6erna. 9ekanisme dari obat ini adalah menghambat enCim y lo o!ygenase. Contoh obat ini adalah selekoksib, rofekoksib, valdekoksib.11 6. #ral ontra epti$e pills 2OCs4 <ujuan terapi dengan obat kontrasepsi 2hormonal4 adalah menekan ovulasi. OCs mengurangi aliran menstruasi, menekan ovulasi dan efektif untuk terapi dismenore primer.$,11 d. #rogestin #rogestin berperan untuk menekan terjadinya perdarahan haid dan kontraksi uterus.* e. <okolitik <okolitik berperan untuk men6egah terjadinya kontraksi pada uterus.* ?ika pasien gagal dengan terapi pil kontrasepsi oral dan @&ABD, diagnosis dismenore primer sebaiknya dipertanyakan dan diperkirakan menjadi dismenore sekunder. .aparoskopi, ultrasoni imaging, dan histerokopi dengan biopsi langsung untuk mengesklusi adanya kelainan pada panggul.*

Gambar #. Algoritma terapi dismenore/ &umber3 9. Yusoff Da"ood.Dysmenorrhea.Depertment of Obstetri6s, Gyne6ology, and :eprodu6tive &6ien6es. ;ouston3 8niversity of <e=as 9edi6al &6hool 2Vol I, Chap 18; Vol 5, Chap 74. 1,*1 II. DISMENORE SE$UNDER

Defi!isi Dismenore sekunder adalah adalah nyeri haid yang disebabkan oleh patologi pelvis se6ara anatomis atau makroskopis dan terutama terjadi pada "anita berusia $1A%) tahun. #engertian yang lain menyebutkan definisi dismenore sekunder sebagai nyeri yang mun6ul saat menstruasi namun disebabkan oleh adanya penyakit lain. #enyakit lain yang sering menyebabkan dismenore sekunder anatara lain endometriosis, fibroid uterin, adenomyosis uterin, dan inflamasi pelvis kronis.*,11 Etiologi Dismenore sekunder disebabkan oleh kondisi iatrogenik dan patologis yang beraksi di uterus, tuba falopi, ovarium, atau pelvis peritoneum. &e6ara umum, nyeri datang ketika terjadi proses yang mengubah tekanan di dalam atau di sekitar pelvis, perubahan atau terbatasnya aliran darah, atau karena iritasi peritoneum pelvis. #roses ini berkombinasi dengan fisiologi normal dari menstruasi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. -etika gejala ini terjadi pada saat menstruasi, proses ini menjadi sumber rasa nyeri. #enyebab dismenore sekunder dapat diklasifikasikan dalam ! golongan, yaitu penyebab intrauterin dan penyebab ekstrauterin. 11,1! 7eberapa penyebab dismenore sekunder adalah *,1! 3 1. Adenomyosis !. 9ioma $. #olip %. #enggunaan Intrauterine De$i es 2B8D4 ). Bnfeksi 0. >ndometriosis /. Adhesi

1. Ade!om%osis Defi!isi Adenomyosis didefinisikan sebagai invasi benigna endometrium terhadap miometrium. -elenjar endometrium dan stroma endometrium memperlihatkan tanda adanya hipertrofi dan hiperplasia miometrium. ;al ini sering terjadi berhubungan dengan pertumbuhan abnormal yang menyebar dari miometrium.11,1!,1$ Etiologi >tiologi adenomyosis selama ini masih diteliti, tetapi adenomyosis menunjukkan selama ini terjadinya mutasi dari reseptor hormon estrogen, oleh karena itu menyebabkan terjadinya perdarahan setiap bulan. Bni mungkin menyebabkan terjadinya dismenore. Dengan tambahan, terdapat produksi prostaglandin yang abnormal dan dapat berpengaruh terhadap terjadinya nyeri dan perdarahan hebat. Adenomyosis lebih sering terjadi pada "anita di atas %) tahun dan jarang terjadi pada nullipara.*,11,1$ Ma!ifestasi "li!is Adenomyosis seringnya asimptomatik. Gejalanya berupa*,11,1$3 A #erdarahan menstruasi yang berkepanjangan 2menorrhagia4
6

A A A

Dispareuni DiskeCia Dismenore

Gejala berlangsung selama 1 minggu sebelum menstruasi berlangsung dan tidak teratasi sampai akhir menstruasi.11,1$ Diag!osis #ada pemeriksaan fisik biasanya terdapat perabaan uterus membesar, difus, lembut dan nyeri tekan, tidak terfiksir, dan tidak terdapat kelainan adne=a. Diagnosis pada adenomyosis biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan imaging, tetapi terdapat kekurangan pada keakuratan dan biaya. 9:B lebih efektif daripada 8&G. #emeriksaan ini bisa menyingkirkan diagnosis lain dengan membesarnya uterus seperti mioma uteri. -onfirmasi pemeriksaan patologi hanya bisa dilakukan setelah tindakan histerektomi. #enegakkan diagnosis adenomyosis selama ini dikonfirmasi hanya %*+. *,1$. Pe!atala"sa!aa! #enatalaksanaan adenomyosis tergantung pada gejala , umur pasien, dan keinginan untuk mempunyai anak lagi. Ada dua penatalaksanaan*, 11, 1$3 1. A A A A !. <erapi konservatif @&ABD -ontrasepsi oral kombinasi Cervi6al 6aps B8D levonogestrel <erapi invasif

Bndikasi terapi invasif *,113 A A A ?ika bukan termasuk kriteria dari tindakan terapi konservatif -etidak inginan untuk mempunyai anak lagi Gejala tidak berkurang setelah diberikan terapi konservatif satunya adalah histerektomi.1$

<indakan terapi invasif satu . Mioma Defi!isi

9ioma adalah perubahan neoplasma benigna yang berasal dari miometrium. #erubahan ini menimbulkan timbulnya jaringan fibroid dari otot polos dan fibroblas.11,1!,1$ Etiologi Asal mulanya penyakit mioma uteri berasal dari miometrium. 7eberapa teori menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. #ada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan miometrium sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih 6epat pada kehamilan 2membesar pada usia reproduksi4 dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause 2menge6il pada pas6amenopause4.11,1$
7

Ma!ifestasi "li!is11&1# A 9enometrorrhagia A DiskeCia A Dismenore A Bnfertilitas Diag!osis #ada pemeriksaan fisik ditemukan uterus membesar pada saat palpasi. #emeriksaan 8&G sangat berguna menjadi first line. 'alaupun pemeriksaan 9:B memberi gambaran yang lebih jelas, harganya yang mahal menjadi kekurangan. 7iopsi atau pemeriksaan patologis diperlukan jika suspek keganasan.11,1!,1$ Pe!atala"sa!aa! A A A 7ila tumor berukuran ke6il dan tidak membesar, 6ukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap $A0 bulan sekali, #enge6ilan tumor sementara dengan obatAobatan Gn:; analog Obat @&ABD

<indakan operasi dilakukan jika tumor membesar dan bila timbul gejala penekanan dan nyeri dan perdarahan yang terus menerus. Operasi dengan histerektomi jika tidak ada ren6ana hamil lagi, atau miomektomi pada usia reproduksi(masih ren6ana hamil.

#. Polip e!dometri'm Defi!isi #olip endometrium di sebut juga polip rahim. ini adalah pertumbuhan ke6il yang tumbuh sangat lambat dalam dinding rahim, memiliki permukaan rata dan melekat pada rahim melalui tangkainya. #olip endometrium dapat bulat atau oval dalam bentuk dan mereka biasanya ber"arna merah. besar yang mun6ul menjadi "arna lebih gelap dari merah. seorang "anita dapat memiliki satu atau polip endometrium banyak, dan mereka kadangAkadang menonjol melalui vagina menyebabkan kram dan ketidaknyamanan

Etiologi <idak ada penyebab pasti dari polip endometrium, tetapi pertumbuhan mereka dapat dipengaruhi oleh kadar hormon, terutama estrogen.

Ma!ifestasi "li!is A &ebuah kesenjangan antara perdarahan haid A <idak teratur atau perdarahan menstruasi yang berkepanjangan A #erdarahan haid yang terlalu berat A Dismenore Diag!osis
8

#olip endometrium dapat di deteksi melaui pelebaran dan kuretase, C< s6an, 9:B, ultrasound. Pe!atala"sa!aa! #enatalaksanaan polip yang paling baik adalah histereskopiE -emngkinan terjadi keganasan lebih baik dilakukan pemeriksaan histopatologis.11,1$

(. Pe!gg'!aa! Intrauterine Device )IUD* #enyebab iatrogenik yang umum pada disemenore sekunder adalah penggunaan B8D. Adanya benda asing dapat meningkatkan aktivitas uterus yang dapat menimbulkan nyeri, terutama terjadi pada "anita yang belum memiliki anak. :i"ayat dan adanya string B8D pada pemeriksaan fisik memberikan petunjuk yang 6ukup.1! Ma!ifestasi "li!is11&1 A Dismenore A .eukore + @yeri pinggang + 7isa disertai dengan demam Diag!osis :i"ayat dan adanya string B8D pada pemeriksaan fisik memberikan petunjuk yang 6ukup. Pe!atala"sa!aa! #engobatan dahulu dengan pemberian antibiotik dan @&ABD, jika tidak hilang dalam seminggu maka lepas B8D.1!

,. I!fe"si Defi!isi &uatu kondisi medis yang ditandai dengan infeksi bakteri . 7isa termasuk infeksi primer maupun sekunder .11,1! Etiologi &umber infeksi bakteri biasanya berasal dari pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim atau melalui penyakit menular seksual, seperti klamidia atau gonore.11,1! Ma!ifestasi "li!is11&1
A A A A

7anyak 6airan yang keluar dari vagina dengan bau yang tidak enak Demam ;aid yang tidak beraturan -elelahan
9

A A A A A A A

9enderita Diare 9enderita Dispareunia 9enderita @yeri #unggung 7a"ah 9untahAmuntah @yeri saat buang air ke6il 2disuria4 :asa sakit pada bagian ba"ah perut :asa sakit pada panggul

Pe!atala"sa!aa! #enatalaksanaan pada infeksi melalui pemberian antibiotik sistemik, irigasi rahim, pemberian hormon estrogen untuk menginduksi respon rahim, dan injeksi prostaglandin. #engobatan yang direkomendasikan untuk infeksi yang agak berat adalah memperbaiki vaskularisasi dengan mengirigasi uterus mempergunakan antiseptik ringan seperti lugol dengan konsentrasi yang rendah. Brigasi diulangi beberapa kali dengan interval !A$ hari. Antibiotik diberikan se6ara intra uterin dan intra muskular.11,1!

-. E!dometriosis Defi!isi >ndometriosis merupakan kondisi adanya jaringan yang menyerupai membran mukosa uterus yang normal yang terdapat di luar uterus.*,11,1% Etiologi 7erikut beberapa hipotesis yang menyebabkan terjadinya endometriosis*,1%3 A <eori menstruasi retrogade

5ragmen endometrium melalui tuba falopi saat menempel dan tumbuhnya dalam beberapa tempat intra abdominal. #enyebaran yang bisa terjadi sampai ke paru, a=illa atau organ lain penyebarannya adalah hematogen. A <eori mullerrian metaplasia

9erupakan transformasi metaplasia mesotel peritoneum ke dalam endometrium di ba"ah pengaruh yang sampai sekarang belum teridentifikasi. A #enyebaran limfatogen

#enyebaran melalui pembuluh limf yang terdapat di dalam pelvis*,11,1!,1%. Ma!ifestasi "li!is -arakteristik tiga gejala endometriosis adalah dismenore, dispereuni, dan diskeCia. @yeri yang terjadi pada endometriosis terjadi karena siklus yang terjadi saat menstruasi itu sendiri. #ada saat menstruasi, jaringan endometrium meluruh sehingga menyebabkan siklus menstruasi setiap bulan. >ndometriosis yang berada di luar uterus juga mengalami siklus yang sama, tetapi kerena berada di luar 6avum uteri, endometriosis membuat iritasi dekat jaringan sekitarnya sehingga terjadi proses inflamasi yang menyebabkan rasa nyeri. *,11,1!
10

Pe!atala"sa!aa! 7agi kebanyakan "anita, hilangnya gejala nyeri merupakan tujuan utama dalam pengobatan endometriosis. 9eskipun ada banyak pilihan terapi medis yang tersedia, tindakan bedah mungkin diperlukan pada pasien yang gagal dengan pengobatan medis, disertai komplikasi akut, atau mengalami efek samping obat yang signifikan. Bntervensi bedah baik konservatif maupun definitif dapat dilakukan dengan mempertimbangkan usia pasien, ekstensi penyakit, tujuan reproduksi, risiko pengobatan, efek samping, dan pertimbangan biaya. Anti inflamasi nonAsteroid dan kontrasepsi oral kombinasi siklik direkomendasikan sebagai terapi lini pertama bila tidak ada kontraindikasi. 7ila nyeri menetap, maka direkomendasikan untuk beralih pada kontrasepsi oral kombinasi kontinu selama $ 0 bulan atau sistem levonogestrel intrauterin. ?ika pendekatan ini tidak efektif, terapi Gn:; agonis dengan terapi penambahan kembali estrogenAprogestin merupakan pilihan yang tepat. .aparoskopi diindikasikan untuk mengevaluasi dan mengobati nyeri persisten, massa pada panggul, atau keduanya. #asien harus dikonseling tentang hubungan antara endometriosis dengan infertilitas, tetapi juga harus diyakinkan bah"a mungkin tidak bermasalah dengan kehamilan dan bah"a pengobatan untuk infertilitas terkait endometriosis sering efektif.*,11,1!,1%

.. Ad/esi Defi!isi Adhesi adalah jenis jaringan parut internal yang membentuk antara organ atau struktur yang tidak dimaksudkan untuk dihubungkan. ?aringan perut dapat menyebabkan adhesi atau perlengketan.11,1! Ma!ifestasi "li!is 7ergantung pada lokasi perlengketannya, rasa nyeri yang ditimbulkan dapat bervariasi derajatnya. 8mumnya adhesi atau perlengketan harus diangkat dengan operasi.11,1! Pe!atala"sa!aa! 8ntuk menghilangkan rasa nyeri pada a"alnya menggunakan obat @&ABD, tetapi untuk menghilangkan rasa nyeri yang berturut turut yang terjadi jangka panjang harus dilakukan terapi pembedahan untuk menghilangkan perlengketan tersebut.11,1!

11

DA01AR PUS1A$A 1. &OGC C.B@BCA. #:AC<BC> G8BD>.B@>. #rimary Dysmenorrhea Consensus Guideline. @o. 10,, De6ember !11). !. http3((""".a6og.6om(faF1%0 $. &ar"ono #ra"irohardjo. Gangguan .ain Dalam ;ubungan Dengan ;aid. Dismenore. Blmu -andungan. ?akarta 3 7ina #ustaka. !11*. !!, !$! %. Gumanga &. -, -"anee Aryee :. %re$alen e and &e$erity of Dysmenorrhea 'mong &ome 'doles ent (irls in ' se ondary & hool in ' ra, (hana. #ostgraduate 9edi6al ?ournal of Ghana. !11! ). &ylvia A. #ri6e, .orraine 9. 'ilson. Gangguan &istem :eproduksi. Dismenore #atofisiologi -onsep -linis #roses proses #enyakit vol. ! >d.0. ?akarta3 >GC. !110. 1!** 1!*, 0. http3((""".meds6ape.org(dysmenorrhea /. 9. Yusoff Da"ood.Dysmenorrhea.Depertment of Obstetri6s, Gyne6ology, and :eprodu6tive &6ien6es. ;ouston3 8niversity of <e=as 9edi6al &6hool 2Vol I, Chap 18; Vol 5, Chap 74. 1,*1 *. ;a6ker, 9oore, Gambone. Dysmenorrhea and Chroni6 #elvi6 #ain. >ssentials of Obstetri6 and Gyne6ology. >lsevier &aunders. !11/. !*/ !$% ,. .auralee &her"ood. 5isiologi :eproduksi. 5isiologi 9anusia dari &el ke &istem >d. !. ?akarta3 >GC. !111. /1* /1) 11. Departemen 5armakologi dan <erapeutik 5-8B. Anti Bnflamasi @on &teroid. 5armakologi dan <erapi. ?akarta 3 5-8B. !11/. !$1 !%0 11. Andrea ?. :apkin, Canda6e @. ;o"e. %el$i %ain and Dysmenorrhea. 7erek G @ovakHs Gyne6ology. >d. 'ashington DC3 .ippin6ott 'illiams G 'ilkins. !11/. )10 )$) 1!. :oger #. &mith. Chroni %el$i %ain. @etterIs Obstetri6s, Gyne6ology, and 'omen ;ealth. 'ashington DC3 .ippin6ott 'illiams G 'ilkins. !11/. $1% $!! 1$. D. -eith >dmonds. )enign Disease of *terus. De"hurstIs <e=tbook of Obstetri6GGyne6ology >d./. .ondon3 7la6k"ell #ublishing. !11/. 0$% 0%%

1%. 9ar6 A. 5ritC, .eon &peroff. +ndometriosis. Clini al (yne ologi +ndo rinology and Infertility. !11/. 'ashington DC3 'illiams and 'ilkins *)$ A *0)

12